Showing posts sorted by relevance for query khilaf. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query khilaf. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Hujat MUI, Mualaf Ini Tobat dan Bersyahadat Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang mualaf di Kota Sukabumi mengaku khilaf dan bertobat karena telah menghujat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah tersebut dilakukan di depan pengurus MUI dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Sukabumi Jumat (9/12).

Warga tersebut adalah Yuanta Dharma Djohanli alias Yuan Lee bin Dharmawan Djohanli (49 tahun) warga Jalan Mayawati Atas RT 03 RW 01, Kelurahan  Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sebelumnya, dalam akun media sosial facebook, dia menuliskan hujatan dan hinaan terhadap MUI dan FPI.

"Saya mengakui telah membuat pernyataan di akun facebook pada tanggal 18 Nopember 2016 yang menghujat FPI dan MUI," ujar Yuan Lee, membacakan ikrar di depan pengurus MUI dan FPI di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi. Salah satu kalimatnya antara lain ‘kalian kelompok barbar yang ingin makar terhadap NKRI dan pemerintah yang sah, kalian ingin perang saudara dan kalian organisasi bajingan'.

Yuan Lee mengaku, pernyataan tersebut salah dan berdosa. Oleh karena itu, ia meminta maaf sedalam-dalamnya kepada MUI, FPI, dan organisasi Islam lainnya. Ia juga berjanji akan bertobat kepada Allah SWT dan tidak akan mengulangi perbuaan keji dan munkar.

Dalam ikrarnya juga, Yuan Lee meminta adanya bimbingan dan pembinaan dari MUI agar menjadi mualaf yang baik. Yuan Lee juga bersedia mondok di pesantren yang ditunjuk MUI Sukabumi minimal selama tiga bulan untuk memperdalam ajaran Islam.

Terakhir kata Yuan Lee, ia memohon kasus pelaporan yang dilakukan MUI ke polisi terkait posingan di facebook tersebut agar dicabut. Harapannya, kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. "Saya sangat menyesal dan tidak mengulangi lagi," kata Yuan Lee yang masuk Islam pada 2006 lalu. Ia mengaku, proses belajar Islamnya sempat terhenti sejak lama.

Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muhammad Kusoy mengatakan, sebelumnya MUI dan FPI telah melaporkan Yuan Lee ke Polres Sukabumi Kota pada 22 Nopember 2016 lalu. "Pelaporan terkait pernyataan Yuan Lee yang menghina dan menghujat MUI dan FPI," ujar dia.

Pelaporan tersebut, kata Kusoy, untuk menjaga nama baik MUI, kemuliaan ulama, dan ajaran Islam. Selain itu, untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di Kota Sukabumi.Namun terang Kusoy, pada 3 Desember 2016 terlapor Yuan Lee beserta keluarganya mendatangi Kantor MUI Sukabumi. Kedatangan terlapor untuk meminta maaf dan mengaku berdosa serta menyesal mengeluarkan pernyataan yang menghujat MUI.

Kusoy menambahkan, terlapor juga memohon bimbingan dari MUI dan meminta kasus diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya, selama ini belum mendapatkan pembinaan dari segi agama. Permohonan ini, ungkap Kuoy, langsung direspons dengan menggelar rapat antara MUI dan FPI.

Hasilnya, MUI, dan FPI memberikan maaf dengan syarat terlapor bersyahadat kembali dan menyampaikan permohonan maaf dan berikrar di hadapan pengurus MUI secara terbuka. "Terlapor juga harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan menebus dosanya dengan keimanan dan amal shaleh," katanya.

Selepas itu, terlapor juga harus mondok di Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi selama tiga bulan. Ketua MUI Kota Sukabumi Deddy Ismatullah menambahkan, terlapor Yuan Lee merupakan mualaf dan telah menjadi bagian saudara umat Islam. Sehingga, dengan adanya permintaan maaf dan bersyahadat, maka proses hukumnya akan segera dicabut. "MUI juga akan memberikan pembinaan kepada Yuan Lee. Sehingga harapannya Yuan Lee bisa menjadi Muslim yang taat menjalankan ajaran agama Islam," katanya.

"

| Hujat | MUI, | Mualaf | Tobat | Bersyahadat | Lagi | REPUBLIKA | SUKABUMI | Seorang | mualaf | Kota | Sukabumi | mengaku | khilaf | bertobat | karena | telah | menghujat | Majelis | Ulama | Indonesia | (MUI) | Langkah | tersebut | dilakukan | depan | pengurus | Front | Pembela | Islam | (FPI) | Jumat | p>Warga | adalah | Yuanta | Dharma | Djohanli | alias | Yuan | Dharmawan | tahun) | warga | Jalan | Mayawati | Atas | Kelurahan  | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | Senya | dalam | akun | media | sosial | facebook | menuliskan | hujatan | hinaan | terhadap | p>Saya | mengakui | membuat | pernyataan | pada | tanggal | Nopember | 2016 | yang | ujar | membac | ikrar | Gedung | Pusat | Kajian | Salah | satu | kalimatnya | antara | lain | ‘kalian | kelompok | barbar | ingin | makar | NKRI | pemerintah | kalian | perang | saudara | organisasi | bajingan | p>Yuan | salah | berdosa | Oleh | meminta | maaf | sedalam | dalamnya | kepada | lainnya | juga | berjanji | Allah | mengulangi | perbuaan | keji | munkar | p>Dalam | ikrarnya | adanya | bimbingan | pembinaan | agar | menjadi | baik | bersedia | mondok | pesantren | ditunjuk | minimal | selama | tiga | bulan | untuk | memperdalam | ajaran | p>Terakhir | kata | memohon | kasus | pelaporan | polisi | terkait | posingan | dicabut | Harapannya | diselesaikan | secara | kekeluargaan | Saya | sangat | menyesal | lagi | masuk | 2006 | proses | belajar | Islamnya | sempat | terhenti | sejak | lama | p>Sekretaris | Muhammad | Kusoy | mengat | senya | melaporkan | Polres | Pelaporan | menghina | p>Pelaporan | menjaga | nama | kemuliaan | ulama | Selain | mencipt | kerukunan | kedamaian | Namun | terang | Desember | terlapor | beserta | keluarganya | mendatangi | Kantor | Kedatangan | serta | mengeluarkan | p>Kusoy | menambahkan | Pasalnya | mendapatkan | segi | agama | Permohonan | ungkap | Kuoy | langsung | direspons | dengan | menggelar | rapat | p>Hasilnya | memberikan | syarat | bersyahadat | kembali | menyampaikan | permohonan | berikrar | hadapan | terbuka | Terlapor | harus | sungguh | menebus | dosanya | keimanan | amal | shaleh | katanya | p>Selepas | Pesantren | Dzikir | Alfath | Ketua | Deddy | Ismatullah | merup | bagian | umat | permintaan | maka | hukumnya | segera | harapannya | Muslim | taat | menjalankan | p> |

Thank U Very Very Much for Reading this Article

Sunday, November 10, 2013

Sokong enakmen anti Syiah


  • FATHUL BARI


APABILA Menteri Besar Kedah, Datuk Mukhriz Mahathir berserta Adun BN sepakat untuk wujudkan enakmen anti-Syiah, Alhamdulillah orang BN setuju belaka. Yang bantah 9 ahli Dun Pas. Bagaimana hal ini boleh berlaku?



Beza Syiah dengan Ahli Sunnah wal Jamaah bukan perbezaan khilaf isu fiqh sahaja. Bukan isu baca qunut atau tak baca qunut, bukan isu buat tahlil atau tidak, bukan isu talqin atau tidak, yang ini semua hanya khilaf di kalangan mazhab ahli sunnah yang tidak gugurkan akidah pun.



Imam Ahmad anak murid Imam Syafi’i, Imam Syafi’I anak murid Imam Malik, mereka semua adalah Imam ahli sunnah yang kita ambil ilmu dan pandangan daripada mereka.



Sebaliknya perbezaan Syiah dengan kita adalah pada prinsip agama dan pendirian akidah. Perkara yang pisahkan seseorang itu Islam ataupun bukan Islam, sama sekali tidak boleh kita toleransi prinsip dan pegangan agama mereka.



Syiah kafirkan sahabat Nabi. Bukan itu saja, mereka kafirkan sahabat Nabi yang telah dijanjikan syurga oleh Nabi sendiri. Sekarang kita tidak tahu siapa di antara kita yang ahli syurga, tetapi pada zaman Nabi, Baginda sendiri telah tunjukkan siapa di kalangan sahabat Baginda yang dijamin syurga oleh ALLAH SWT. Nabi sendiri sebut melalui lisannya, Nabi sendiri yang tunjuk mereka.



Datang puak Syiah, dengan senang mereka mengatakan Abu Bakar, Omar Al-Khattab, Osman bin Affan, Muawiyah bin Abi Sufyan ahli neraka, na’uzubillah. Syiah menuduh Abu Bakar merancang membunuh Ali bin Abi Talib, menuduh sahabat Nabi menolak wasiat Nabi supaya melantik Ali ra sebagai khalifah. Mereka bohong, Nabi tidak mewasiatkan sedemikian.



Semua celaan dan hinaan atas sahabat Nabi ini terdapat dalam penulisan-penulisan puak-puak Syiah dan kitab karangan ulama-ulama Syiah sendiri. Sedangkan sabda Nabi dalam hadis Irbadh bin Sariyah, “hendaklah kamu lazimi sunnahku dan sunnah Khulafa Al-Rasyidin yang mereka ini diberi petunjuk.” (Sahih, Abu Daud).



Bahkan ALLAH SWT berfirman tentang sahabat Nabi, “Orang-orang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) di antara Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, ALLAH reda kepada mereka dan mereka reda kepada ALLAH, dan ALLAH menyediakan untuk mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (Al-Taubah: 100)



Sabda Rasulullah, “Janganlah kamu cela sahabatku. Walaupun seorang kamu menginfakkan emas sebesar Uhud pun, tidak akan dapat menandingi sedekah sahabatku sebesar mud dan tidak juga separuhnya.” (Bukhari Muslim). Sebab itu Imam Al-Syafi’i berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih kuat bohong daripada (Syiah) Rafidhah.”



Imam Syafi’i, Imam Al-Bukhari memfatwakan haram makan sembelihan Syiah, haram beri salam kepada Syiah, haram menikahi mereka. Mereka lebih dahsyat daripada Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Maknanya ini bukan benda kecil. Ini perkara yang cukup besar.



Semua mazhab dalam Islam sepakat menolak Syiah. Mana mungkin kita berlepas diri dan tidak mahu tolak Syiah? Jika kita marah dikatakan bela Syiah, jadi buktikanlah pendirian kita terhadap Syiah dengan tegas. Tunjukkan kita tidak bela Syiah, tunjukkan kita menolak Syiah.



Kita minta semua pihak, sama ada di pihak kerajaan mahupun pembangkang memberi pendirian tegas dalam menyekat usaha penyebaran fahaman Syiah baik melalui poster, iklan-iklan, kempen politik dan sebagainya.



Walaupun kita kata kita tidak boleh halang Syiah sokong parti kita, tapi jangan sama sekali kita benarkan ajaran dan fahaman Syiah yang membawa kepada kesyirikan itu disebarkan.



Saya dan sahabat-sahabat telah kempen anti-Syiah sejak 2007 sejak mula-mula balik Malaysia setelah tamat pengajian. Syiah yang mula-mula kita tentang, kerana kita tahu Syiah akan bawa perpecahan, pergaduhan, dan ajaran-ajaran yang menyelisihi prinsip akidah Ahli Sunnah wal Jamaah.



Jadi saya teruja apabila MB Kedah memaklumkan dia akan hentam dan lawan Syiah habis-habisan dan harapkan sokongan daripada semua dalam Dun. Usaha mewujudkan enakmen anti-Syiah sepatutnya disokong penuh oleh orang Islam seluruhnya tanpa mengira parti politik.


Article source: http://www.solopos.com/2013/10/30/kekasih-asmirandah-jadi-mualaf-460888


Sokong enakmen anti Syiah

Tuesday, April 9, 2013

Farhat Abbas Serang Pengacara Eyang Subur

BUKAN Farhat Abbas namanya kalau tidak mengomentari masalah-masalah yang tengah ramai dibicarakan. Termasuk mengenai perseteruan antara Adi Bing Slamet dan Eyang Subur. Pengacara yang disebut-sebut bakal mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia 2014 mendatang itu menilai perseteruan diantara mereka terjadi karena ulah kuasa hukum Eyang Subur yang bernama Ramdan Alamsyah. Menurut Farhat, Ramdan sengaja melontarkan pernyataan-pernyataan yang membuat Adi dan eyang saling membenci.


“”Dia itu mediator dalam bahasa dagangnya itu broker. Jadi seharusnya tidak ribut, jadi ribut gara-gara pakai pengacara,”" ujarnya ketika ditemui di Senayan, Jakarta, kemarin.



Menurut suami Nia Daniati ini, dari riwayatnya, kuasa hukum Subur memang kerap mencari-cari permasalahan sehingga kliennya terus berseteru. “”Memang latar belakang pengacara Alamsyah ini tukang bikin ribut, ada apa-apa main lapor. Pakai otak dong, tidak ada pengacara kaya gitu,”" kata pria yang pernah menyerang sejumlah tokoh dan artis dengan pernyataan-pernyataan kontroversialnya itu.



Sebagai seorang pengacara, kata pria kelahiran Riau, 22 Juni 1976 itu, harusnya bisa menjaga emosi dari kliennya. “”Pengacara itu harus bisa mendamaikan orang ribut, tidak membuat orang jadi emosi. Tapi dia tuh betul-betul lebih setan dari setan,”" kata pria yang dikabarkan pernah menikah siri dengan Ani Muryadi itu.



Anak dari Abbas Said ini mengungkapkan, kliennya yang memiliki banyak istri bisa menodai nama baik profesi pengacara. “”Masa seorang pengacara bisa bilang kalau Eyang punya istri seribu, siapa yang salah?. Nggak ada pengacara yang berani bilang gitu. Itu kan mempermalukan profesi pengacara,”" tukasnya.



Dia pun mengatakan, kalau ilmu Ramdan masih cetek. “”Si pengacara dan Eyang Subur menggunakan alibi dengan cara-cara Islam untuk sesuatu yang bukan etika dan tata cara Islam. Alamsyah itu bukan orang baru, tapi dia itu orang yang tersesat dalam berpikir maupun berbicara. Dia itu fakir ilmu. Pengacara Eyang Subur miskin ilmu,”" tuturnya.



Pria yang dilaporkan Anton Medan akibat perkataan rasisnya pada Wagub Ahok itu mengatakan, dirinya memiliki solusi agar masalah ini lekas kelar. Namun dia enggan membocorkan solusinya itu. “”Biarkan saja mereka menikmati kebodohan akibat perdukunan. Saya nggak mau ngajarin ilmu saya supaya mereka menyelesaikan masalah ini,”" tandasnya.



Namun dia mengungkapkan, pertikaian tersebut bisa mereda asal Subur bertobat mengaku salah kepada masyarakat. “”Eyang Subur cukup bertobat aja. Bilang, “saya salah, saya khilaf dan minta maaf”. Kalau begini dia mempermalukan diri sendiri. Tak perlu pengacara, karena masalah ini belum masuk ranah hukum. Jadi ribut gara-gara pakai pengacara,”" pungkasnya. (dew)


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/09/200472228/Melongok-Festival-Legu-Gam-di-Ternate


Farhat Abbas Serang Pengacara Eyang Subur