Showing posts sorted by relevance for query bersedia. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query bersedia. Sort by date Show all posts

Thursday, January 9, 2014

Sang Pengantin



(Ilustrasi: Feri Usmawan/Okezone)
(Ilustrasi: Feri Usmawan/Okezone)

Galau. Itulah yang kurasakan sejak orangtuaku memutuskan untuk bercerai. Aku tidak mengerti mengapa orang yang sangat kusayangi harus berpisah. Berbagai rasa mengaduk perasaanku. Marah, kecewa, dan sedih bergumpal di dada. Aku kecewa pada diriku yang tidak bisa membuat orangtuaku tetap bersatu walau kutahu dengan pasti bahwa perpisahan mereka bukan karena salahku

 

Aku mau menangis sekeras-kerasnya tapi malu karena aku sudah besar. Sudah tamat SMA. Aku pendam saja semua rasa yang berseliweran di hati. Ketika ibu mengajakku ikut bersamanya ke rumah nenek di luar kota, dengan tegas aku menolaknya. Hanya kedua adikku yang bersedia ikut dengan ibu. Sementara aku dan kakakku yang sedang kuliah memutuskan tinggal bersama ayah.

 

Bukan aku tidak sayang dengan ibu. Aku hanya tidak suka jika harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Aku termasuk tipe orang yang introvert dan tidak pintar bergaul serta pemalu.

 

Di depan semua orang, aku bersikap seolah tidak terpengaruh dengan perceraian orangtua. Tapi di lubuk terdalam diriku, aku merasa sangat terluka dan merana. Saat ayah menyuruhku kuliah, dengan halus aku menolaknya. Alasanku, aku ingin istirahat dulu dari urusan belajar. Ayah pun cukup memakluminya. Alasan sebenarnya adalah aku ingin berdamai dengan diriku.

 

Untuk mengisi waktu, aku aktif di masjid di dekat rumah. Aku merasakan ketenangan batin saat berada di dalam masjid. Sesuatu hal yang mustahil lagi kudapatkan di rumah. Di situlah aku berkenalan dengan seseorang yang kerap disapa Ustad Fikri. Beliau rajin memberikan siraman rohani serta menjadi imam saat sholat berjamaah. Saat melantunkan ayat-ayat suci Alquran, suaranya sangat merdu dan menyejukkan hati. Penampilannya juga sangat bersahaja, dengan sorban putih di kepala dan jenggot yang menghiasi dagunya.

 

Aku yang pemalu, saat sholat berjamaah selalu memilih posisi di shaf terakhir. Aku cukup terkejut seusai sholat Isya, Ustad Fikri mendekati dan menyapaku.

“Kenapa kalau sholat tidak di shaf depan?” tegurnya ramah.

Aku hanya diam mengunci mulutku rapat-rapat.

 

Ustad Fikri tidak bertanya lagi. Dia hanya menepuk-nepuk punggungku dan berkata, “Besok datang lagi, ya! Saya senang dengan anak muda yang mau belajar agama.”

Itulah awal perkenalanku dengan Ustad Fikri. Aku yang tadinya tertutup perlahan bisa membuka diri dengan Ustad Fikri. Seusai sholat Isya, kami sering berdiskusi  tentang berbagai hal di rumahnya. Paling sering adalah membahas masalah jihad.

 

“Mengapa pengeboman di Bali, di depan kedutaan Australia dan di Hotel JW Marriot disebut jihad? Setahuku jihad itu adalah perang melawan orang-orang yang terbukti memusuhi Islam? Bukankah mereka tidak memusuhi Islam?”

 

“Anakku, mereka adalah musuh Islam. Jadi sudah seharusnya mereka harus dibasmi.”

Aku merasa nyaman setiap kali berbincang dengan Ustad Fikri karena beliau selalu memanggilku dengan sapaan anakku.

 

“Mengapa? Mereka kan tidak berperang mengangkat senjata melawan umat Islam?”

“Anakku, memang mereka tidak menggunakan senjata untuk melawan kita. Mereka, terutama Amerika menggunakan cara-cara halus untuk memberangus dan menjauhkan kita dengan ajaran agama. Pola pikir kita dirusak agar sama dengan pola pikir dan cara hidup mereka. Itu lebih berbahaya ketimbang perang dengan persenjataan lengkap.”

Aku terdiam mendengar penjelasan Ustad Fikri.

 

“Anakku, Amerika dan antek-anteknya adalah musuh nyata umat Islam. Kita harus menumpas mereka dengan cara berjihad!” Ustad Fikri berapi-api. “Amerika merupakan wali setan yang ada di muka bumi ini. Dan kita adalah wali Allah! Sebagai wali Allah, kita punya kewajiban untuk menumpas para wali setan!”

 

“Kenapa harus berjihad di Indonesia? Kenapa tidak di negara lain yang lebih banyak warga Amerikanya?”

“Anakku, jumlah umat Islam di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Kita merupakan sasaran empuk wali setan. Karena itu kita harus menunjukkan perlawanan terhadap wali setan tersebut dengan berjihad.”

 

“Aku setuju dengan berjihad melawan wali setan tapi kalau melakukannya di Indonesia, aku tidak setuju. Karena yang banyak korbannya adalah justru umat Islam sendiri. Bukankah sudah jelas bahwa sesama muslim adalah bersaudara dan tidak boleh saling menyakiti?”

 

“Itu betul sekali, Anakku! Tapi perlu diingat bahwa dalam setiap peperangan ada orang-orang yang harus berkorban. Orang-orang yang tidak bersalah yang meninggal dalam pengeboman adalah orang yang mengorbankan jiwa raganya untuk mencapai cita-cita kita membasmi wali setan dari muka bumi!”

 

Walau awalnya aku tidak setuju dengan konsep jihad yang ditawarkan oleh Ustad Fikri tapi karena seringnya aku berbincang dan berdiskusi hal itu bersamanya, perlahan aku mulai bisa menerima konsep jihad tersebut. Benih-benih kebencian terhadap wali setan mulai mengakar dalam hati. Aku jadi muak dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Amerika. Aku juga merasa bangga karena hanya aku pemuda di kampung ini yang diajak ustad ke perkumpulan pengajiannya. Masalah jihad sering menjadi bahan diskusi dalam pengajian itu. Aku merasa nyaman karena anggota perkumpulan menerimaku dengan baik dan memperlakukanku sebagai saudara.

 

Suatu malam, seusai sholat Isya, Ustad Fikri memanggilku.

“Anakku, maukah kamu menjadi pengantin?”

Aku tergagap mendapat pertanyaan yang tidak kuduga seperti itu. “Aku…aku belum siap, Ustad. Aku belum bekerja dan aku juga belum punya pacar.”Aku merasa wajahku memanas, menahan malu.

 

Ah, perempuan mana yang sudi menjadi pacar pemuda pemalu sepertiku? Selain pemalu, aku juga punya wajah yang pas-pasan dengan kapasitas otak yang juga sedang-sedang saja ditambah lagi postur tubuh kurus kering seperti kurang gizi. Aku benar-benar tidak masuk dalam daftar pria idaman para wanita “Anakku, bukan menjadi pengantin seperti yang kau pikirkan,”kata Ustad Fikri seperti bisa membaca pikiranku.

 

Aku mengerutkan kening, bingung.

“Anakku, tahukah kamu bahwa orang yang meninggal dalam berjihad itu merupakan syahid.? Imbalan untuk orang yang mati syahid adalah surga. Ketika orang yang berjihad meninggal dunia, mereka langsung disambut oleh para bidadari yang akan menjadi mempelai wanita mereka. Orang yang mati syahid itulah sang pengantin!”

 

“Maksud Ustad, Aku….”

“Iya, Anakku. Kamu adalah orang pilihan. Tidak semua orang yang bisa mendapat kesempatan untuk melakukan ini. Apakah kamu bersedia melakukannya?”

***

 

Tidak ada rasa takut ataupun gentar saat aku memasuki sebuah pusat perbelanjaan yang sedang ramai pengunjungnya. Penampilanku sama dengan remaja-remaja yang sedang nongkrong dan bergerombol di cafe di mal ini. Dengan mengenakan jins, baju kaos serta sepatu kets, aku tampak seperti remaja yang akan menghabiskan waktu libur di mal. Tidak ada yang curiga kalau ransel di pundakku berisi bom yang siap meledakkan gedung ini.

 

Aku melirik jam. Beberapa menit lagi Ustad Fikri akan meneleponku. Benar saja, ponselku berbunyi. Telepon dari Ustad Fikri.

“Anakku, apakah kamu benar-benar siap untuk menjadi pengantin dan menjemput bidadari yang akan jadi mempelaimu?”

 

“Aku sangat siap dan aku sudah tidak sabar bertemu dengan calon pengantin wanitaku.” Belum pernah aku merasa sangat seyakin ini sebelumnya.

“Bagus, Anakku. Lima menit lagi, kau ledakkan bom yang ada di ranselmu!”perintah Ustad Fikri dengan nada lembut.

 

Kata Ustad Fikri, bidadari di surga wajahnya sangat cantik. Lebih cantik dari Luna Maya, artis idolaku. Badan mereka harum semerbak. Tutur sapanya halus dan lembut. Betul-betul sempurna. Dan yang lebih penting lagi, aku bisa memiliki mereka seutuhnya.  Selama ini aku cuma bisa berhayal saja mempunyai pacar yang cantik. Sesaat lagi itu bukan mimpi. Itu akan menjadi kenyataan dan abadi.

 

Aku siap mengorbankan nyawaku dengan ikut meledak bersama bom yang ada di ranselku. Aku yakin apa yang kulakukan ini adalah benar. Ini merupakan bentuk jihad melawan Amerika yang merupakan wali setan di bumi. Aku yakin aku akan mati syahid.

 

Sambil memejamkan mata, aku menekan sebuah tombol pengaktif bom yang ada di kantong celanaku. Dalam hitungan detik, bom meledak dengan dahsyatnya. Aku merasa sakit di sekujur tubuhku. Aku merasa tubuhku tercerai berai. Di sekelilingku mendadak gelap. Sunyi. Dingin. Kemana bidadari yang akan menyambutku? Mengapa mereka kunjung tidak datang?

 

Ah, alam kuburku tetap gelap. Terpampang putaran film hidup. Ternyata oh ternyata terpampang nyata Ustad Fikri penuh jelaga hitam di wajahnya. Di dunia nyata ia seakan paling mengerti diriku yang haus pengasihan. Ia kasih aku kesesatan ajaran saat aku ingin menjejak taubat.

***

 

Tengah malam di Benua Amerika

 

Sebuah telepon berbunyi disebuah gedung tinggi. Telepon itu berasal dari Indonesia.

“Lapor, misi berhasil dilaksanakan dengan baik!”

“Good job! Terus jalankan misi kita. Biar wajah Islam akan semakin buruk dan tercoreng di mata dunia. Jihad merupakan kata yang ampuh untuk merusak citra Islam. I love it! Ha…ha…ha..”

 

Sambungan telepon pun terputus
 
Oleh : Emi Afrilia Burhanuddin
 
(Bagi Anda yang memiliki cerita pendek dan bersedia dipublikasikan, silakan kirim ke alamat email: news@okezone.com)
(//ful)




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/11/mo80tl-perempuan-muslim-jadi-sasaran-diskriminasi-di-inggris


Sang Pengantin

Saturday, February 8, 2014

Nabil, "lu kena fikirlah sendiri".....

Syabas Astro kerana memberikan ruang untuk mencungkil bakat para pelawak. Syabas juga kerana pelawak inilah yang bakal menjadi pelapis pelawak-pelawak yang ada. Kerana jika tidak, dunia lawak negara akan mati sebab mereka adalah hero yang tidak didendang, berbanding hero-hero lain dalam industri hiburan.


Dan tentunya yang saya maksudkan ialah Maharaja Lawak Mega yang baru saja berlalu dengan kemenangan Sepahtu. Ada yang suka ada yang tak puas rasa sebab kumpulan kegemaran gagal jadi juara. Tapi ini adalah adat, bukan semua keputusan itu boleh menepati kehendak semua.


Syabas Sepahtu kerana mempunyai gandingan yang mantap sekalipun ada minggu-minggu yang mereka sangat tidak kelakar. Dan, siapa sangka pendatang baru seperti Bocey boleh pukul kumpulan yang lebih senior.


Meskipun bukan setiap minggu saya berpeluang menyaksikan MLM ini namun saya percaya rancangan ini punya peminat tersendiri. Bahkan ramai yang boleh baca dan kenal pelawak yang naik pentas dengan tangan kosong (tak bersedia) bila merekamerepek meraban saja dari mula tunjuk muka sampai lah bila signal berbunyi.


Memang boleh kenal siapa yang naik dengan tak bersedia dan hanya merapu, tapi juri bagi empat bintang jugak!!


Apapun, seperti komen standard juri yang sangat apologetik, “Bukan senang melawak”, saya memahami bukan mudah mencari modal untuk buat orang ketawa setiap minggu. Mungkin ada sampai kena mental block, tak ada idea dan tak ada modal.


Ini bukan perkara mustahil. Untuk buat orang menangis memang senang tapi lebih sukar membuat orang ketawa. Sebab itu ada masa Sepahtu pun turun kedudukan kerana merapu entah apa-apa.


Ada juga cadangan agar akan datang MLM ini dibuat dua minggu sekali, agar memberikan lebih waktu untuk para peserta/pelawak menimba ilham dengan idea yang lebih mantap. Tapi itulah namanya bersaing siapa yang lebih mega dan terbaik.


Ramai yang menonton peringkat akhir Maharaja Lawak Mega Jumaat lepas memberikan pelbagai reaksi. Ada yang suka dengan keputusan yang menyaksikan kumpulan Sepahtu sebagai Juara MLM , Shiro tempat kedua dan kupulan baru, Boceytempat ketiga.


Seperti mana-mana pertandingan, tidak kurang juga yang kurang senang dengan kedudukan kerana calon kegemaran tidak mendapat tempat pertama. Begitulah, selalunya.


Namun, bagaimana berbeza pun pendapat dan pandangan, pada akhirnya masyarakatpenonton rancangan hiburan boleh terima setiap keputusan. Maksudnya tidaklah sampai nak baling kerusi atau baling botol ke pentas atau bertumbuk di belakang pentas atau di bilik solek, semata-mata kerana tidak puas hati.


Dalam bab ini, kita jauh lebih stabil emosi daripada penonton bolasepak, tak ada yang berkelahi sekalipun tak suka dengan juri atau tak suka dengan kemenangan Sepahtu. (Contoh).


Kerana kita ini kelompok yang bertamaddun, sudah semestinya apa yang disajikan juga haruslah seiring bahkan jauh lebih besar. Cerita dan isinya perlulah sejajar dengan kematangan penonton masakini. Maksudnya, orang yang masuk bersaing untuk melawak itu perlukan isi cerita yang mantap. Melawak pun harus ada ilmu.


Teknik dan cara mesti kena dan melawak pun mesti ada batas batas tertentu. Sebab itu apabila Nabil ‘mengenakan” Luna Maya, ramai orang tidak menyenanginya.


Malahan ia telah menjejaskan reputasi pelawak solo ini yang nampak macam ada gaya untuk berjaya dalam “stand-up comedy” seperti Harith Iskandar. Semuanya macam okay, sehinggalah beliau cuba kaitkan masa silam Luna Maya yang pada saya adalah satu cara yang bukan saja tidak manis, bahkan sangat tidak patut, tidak gentleman, apatah lagi yang dikenakan itu adalah seorang wanita.


Betul ia hanya lawak dan mungkin Nabil tidak berniat jahat, tapi ia telah dibuat dengan “bad taste” kata orang putih. Tak kena cara dan gaya.


Memang sindiran-sindiran begini adalah biasa dalam standup comedy terutama di Barat. Tetapi itu Barat yang jauh sekali berbeza dengan masyarakat kita yang penuh dengan adab dan kesopanan serta sikap saling hormat menghormati.


Kalau di Baratitu, berbogel atau separuh bogel pun sudah tak jadi apa. Tapi kita ini orang Malaysia dan lawak kita semestinya punya batas dan tidak mengguris hati orang lain.


Apatah lagi untuk membuat lawak tentang masa silam orang sedangkan hari ini orang itu sudah berubah, tentu sekali tidak kena. Dalam Islam pun, adalah tidak elok kita membuka aib orang, apatah lagi ianya benda yang sudah lama berlalu.


Ini bukan kerana saya membela Luna Maya, dan juga bukan kerana saya ini tidak suka Nabil kerana dalam satu rencana Nabil telah memberikan komen yang semua ini dilakukan oleh para haters beliau.


Lebih mengejutkan beliau hairan mengapa dibesar-besarkan isu beliau usik Luna Maya sedangkan artis kita sendiri lagi teruk dikutuk di Indonesia. Tidak tahulah sama ada itu komen sebenar Nabil, tapi yang jelas sebagai pelawak, bukan semua benda boleh jadi bahan. Kita ada akal, pandailah kita sendiri menapisnya.


Jadi, ia bukan soal Luna Maya atau mana-mana orang luar. Ini soal menghormati orang, apatah lagi wanita. Apakah kita suka jika kisah aib isteri atau ibu atau adik kita sendiri ditelanjangkan di khalayak ramai?


Sifirnya senang saja. Melawaklah macam mana sekalipun asal jangan aibkan orang lain. Ceritalah apa saja, tak perlulah sampai jatuhkan air muka orang. Melawak juga seperti seni lain dalam dunia hiburan – ia perlu ada imaginasi, kreativiti dan ilmu.


Sepatutnya Nabil hanya perlu meminta maaf dan mengakui kesilapannya. Titik.


Tutup cerita. Kerana dalam dunia hiburan, itu adalah cara yang paling wajar dan lebih selamat. Tidak ada siapa yang tidak pernah buat silap, Jadi akuilah kesilapan dan buka lembaran baru.


Naik ke pentas dengan cerita baru – itu yang sepatutnya dilakukan bila Nabil naik pentas akhir malam itu. Dia seharusnya berbekal semangat baru dan mencabar diri untuk tebus kesilapan, dengan CERITA BARU. Bukan sambung cerita lama.


Tapi, sayangnya. Dia jadi emosional dengan melakukan perkara yang tak sepatutnya dilakukan, iaitu menyambung cerita lama dan mengait balik Luna Maya. Lalu ia menjadi seperti ucapan selamat tinggal seorang bekas penagih di depan madrasah kampungnya yang sebak dan penuh dramatik.


Maka jadilah malam itu sepertio dia tersalah pentas. Kalau dah cerita sebak dan sayu macam itu, macam mana penonton nak ketawa? Mana lawaknya?


Nabil sepatutnya, “move on” bukan “get carried away” dengan separuh menangis.


Ia telah membunuh mood penonton. Macam mana nak gelak kalau dah cerita sedih macam tu?


Saya harap apa yang ditulis ini tidak dianggap sebagai komen seorang pembenci,Tidak. Anggaplah ini sebagai komen ikhlas kerana Nabil seorang yang berbakat dan perlu lebih menghalusi lagi lawak jenakanya yang ada kalanya dianggap sedikit kesar.


Usah kecewa tapi bangkit dengan semangat yang teguh. Akui kesilapan dan kelemahan. Terima kritikan dengan lebih positif, bukan berburuk sangka dengan menganggap anda ramai pembenci. Sebaliknya, anggaplah ini sebagai satu titik permulaan untuk terus maju dalam dunia lawak.


Sindiran ke arah kebaikan bukan tidak boleh tapi mestilah kena cara dan gaya…alah Nabil, macam you selalu cakap tu, “Lu pikirlah sendiri!”-8/2/2014



IKLAN


Radioterapi Kimoterapi dah buat?Jom cuba ini pula!!.


TRADING FOREX SECARA AUTOMATIK ATAU ROBOT (EA) PASTI MENGUNTUNGKAN !!!


ISTERI SUKA SUAMI TAHAN LAMA!


www.agendadaily.com.


Inginkan perfume original sila lawat dan like XINXARA.


Iklankan Perniagaan/produk anda disini. Hubungi kami disini.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/10/mz5p58-ikut-jadi-mualaf-ibu-nina-meninggal-saat-belajar-shalat


Nabil, "lu kena fikirlah sendiri".....

Wednesday, December 25, 2013

Kisah Anis Matta Taklukkan Gadis Hungaria

Kisah Anis Matta Taklukkan Gadis Hungaria




Liputan6.com, Jakarta : Dengan mengenakan pakaian olah raga, bertopi, dan kacamata hitam, orang tak akan mengira, sosok tengah asyik berjogging itu adalah seorang politisi. Dia adalah Anis Matta, Presiden PKS yang bakal maju sebagai calon presiden pada 2014.


Berita Terkait



Joging Depan Rumah Jokowi, Anis Matta: Kapan Dia Deklarasi?


Joging Depan Rumah Jokowi, Anis Matta: Kapan Dia Deklarasi?



Anis Matta dan HNW `Dorong-dorongan` Jadi Capres PKS


Anis Matta dan HNW `Dorong-dorongan` Jadi Capres PKS


Tak hanya sendiri, Anis berjogging bersama 4 anaknya, 3 laki-laki remaja dan satu bayi mungil yang baru berumur 3 bulan. Selain itu, tampak juga perempuan muda beparas cantik yang mendampingi Anis. Dia adalah istri kedua Anis yang bernama Szilvia Fabula, asal Hungaria.


Tampil di muka publik, Anis tampak tak malu-malu pamer kemesraan dengan Szilvia. Sambil lari-lari kecil, pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu sesekali menggenggam tangan perempuan berkacamata tersebut. Empat orang putra Anis dari istri pertamanya, Anaway Irianti Mansyur pun mengikuti dari belakang.


Menjadi perhatian warga yang juga tengah berolahraga, Szilvia tak nampak canggung. Dengan mengenakan jilbab pink dan baju lengan panjang serta celana olahraga, ia sesekali melempar senyum saat sejumlah warga menyapanya.


Puas berlari sebanyak 10 putaran, langkah Anis terhenti. Ia pun bersedia meladeni sejumlah pertanyaan wartawan. Saat ditanya hal yang berkaitan pernikahannya dengan Szilvia, Anis pun malu-malu menjawab.


Namun setelah didesak, Anis pun akhirnya bersedia mengungkap siapa perempuan tersebut. Tak hanya itu, ia pun juga menceritakan awal perkenalan dengan perempuan berkulit putih itu.


“Ini istri saya, namanya Szilvia Fabula, Saya bertemu dengannya saat di Hungaria, ketika acara suatu konferensi di Turki, dari Hungaria ke Turki kan tidak jauh tuh,” ujar Anis, Rabu, (25/12/2013).


Ia menuturkan, pertemuannya dengan Szilvia berlangsung 8 tahun lalu. Anis mengaku tak mudah menaklukan hati perempuan itu. Butuh waktu 4 bulan untuk meyakinkan dirinya, terlebih saat ia berkenalan, Szilvia beragama non-muslim.


“Kami sempat surat-suratan, dia baca surat saya dan sempat diskusi selama 4 bulan. Setelah rentang sekian bulan, dia memutuskan jadi mualaf dan akhirnya saya nikahkan dia pada tahun 2006 di Indonesia,” beber Anis.


Setelah melangsungkan pernikahannya, Szilvia pun resmi menjadi istri kedua Anis. Szilvia kemudian meninggalkan kampung halamannya di kawasan Eropa Timur itu dan hidup di Indonesia mendampingi sang suami.


Setelah menunggu sekian tahun, lewat pernikahannya, Anis yang telah dikaruniai sembilan anak dari istri pertamanya, pada september lalu kembali dikaruniai seorang anak perempuan dari Szilvia. Bayi perempuan itu ia namakan Shofia Anis Matta.


“Shofia baru lahir september lalu. Ini anak saya yang ke-10,” kata Anis sambil mendorong kereta bayi Shofia. (Mut)



17 Komentar Untuk Artikel Ini




  • 2013-12-26 10:28:24


    Paling tidak menjelang Pemilu ini kita sudah tau apa2 saja yang ada di otak politisi yg bersangkutan, dari kehidupan pribadinya..





  • 2013-12-26 09:56:17


    gw keturunan sulsel,gw ga bakal pilih calon pemimpin yg punya isteri 2,karena calon2 pemimpin seperti ini tak akan memajukan negara mereka hanya memajukan sahwatnya saja





  • 2013-12-26 06:03:00


    Yang penting jangan berzinah …




  • Siti Nuraini


    2013-12-26 05:51:02


    munafik si Anta, apa dia bisa berlaku distribusi keadilan? yang sdh pasti dia anti monogami…





  • 2013-12-26 05:09:19


    Ogah ah pilih PKS, bukannya nannti urusin negara, malah sibuk urusin anak istrinya..!




  • rudi


    2013-12-26 05:07:07


    Tambah lagi anaknya 1 pak, supaya jadi keseblasan timnas…




  • Nini Thowok


    2013-12-26 04:35:52


    Saya bangga dan salut kepada Jokowi-Ahok. Mereka adalah pemimpin yg tdk neko2. Istri cukup satu. Mereka adalah pemimpin yg berhati lurus.




  • Siska Puspita


    2013-12-26 04:16:30


    Bisnis Travel agen. legalitas usaha jelas Suport PT.Anta utama Tours and travel !!! Untuk mengisi waktu luang dan menghasilkan tambahan penghasilan http://www.birotiket.org




  • Intan Gilles


    2013-12-26 03:02:25


    Nanti yang ada juga sibuk ngurusin keluarga, bukannya negara. Ogah milih PKS aaahhhhhhh….




  • Heru Wibowo


    2013-12-26 02:42:07


    Konglomerat aja anaknya gak sampe 10


    Si Anis

    Anaknya 10. Istrinya 2


    1 anak 1 mobil ,


    Biaya hidup n pendidikan buat 10 anak berapa tuh tiap bulan ??


    Gelagat banyak makan uang Rakyat neh Manusia …




  • Wa Zen


    2013-12-26 00:46:19


    klo saya siih salut sama mas anis bisa menaklukan hati szilvia dan bisa sekali gus masuk xxxxx lagi…..waaaduuuuuh sungguh luar biasa pak Anis,,selamat ya




  • Riefad Ifal


    2013-12-26 00:04:13


    PKS,, partai kawin sejahtera




  • Matt Ngobus


    2013-12-25 23:53:17


    pilihlah bobot dan bebetnya….tapi kebnyakan PKS bnyak istrinya,,,,jadi klau mau nambah istri masuk paratai PKS aja.




  • Monyonk Dw


    2013-12-25 23:28:22


    wah hati-hati kalau pilih si anis.anaknya10+2+1= keluarga dari hunggaria jelas rakyat kita dibuat rugi untuk kasih makan+fasilitas umum hasilnya belum tentu memuaskan





  • 2013-12-25 22:41:03


    santai bener????gimana perasaan anak istrinya?




  • Adi Supriadi Didi


    2013-12-25 22:20:52


    hahahahaha,,,orang sulawesi sori deh klu harus milih dia.





  • 2013-12-25 21:54:51


    WWW.KUNDARI.COM

    Kundari, S.E. CALON DPD JATENG NOMOR URUT 17






loading comment box



Kirim Komentar



Nama

:

Email

:


Komentar

:


Security Code

:



‘ + $(‘#nama’).val() + ‘



‘ + komentar + ‘


‘;

$(‘#comment-list’).prepend(isi);

$(“#frmKomentar”).html(‘

Terima Kasih Telah Mengirimkan Komentar


‘);

} else {

alert(data);

$(“#siimage”).attr(‘src’, base_url + ‘show_image/sid=’ + Math.random());

$(“#code”).val(“”);

$(“#code”).focus();

}

$(“#frmKomentar”).unblock();

}

});

}

});

});


Article source: http://www.merdeka.com/politik/dilarang-masuk-parpol-sultan-lebih-baik-jaga-kearifan-diy.html


Kisah Anis Matta Taklukkan Gadis Hungaria

Friday, December 9, 2016

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank So Much for Visit this Article

Wednesday, December 25, 2013

Kisah Anis Matta Taklukan Gadis Hungaria

Kisah Anis Matta Taklukan Gadis Hungaria




Liputan6.com, Jakarta : Dengan mengenakan pakaian olah raga, bertopi, dan kacamata hitam, orang tak akan mengira, sosok tengah asyik berjogging itu adalah seorang politisi. Dia adalah Anis Matta, Presiden PKS yang bakal maju sebagai calon presiden pada 2014.


Berita Terkait



Joging Depan Rumah Jokowi, Anis Matta: Kapan Dia Deklarasi?


Joging Depan Rumah Jokowi, Anis Matta: Kapan Dia Deklarasi?



Anis Matta dan HNW `Dorong-dorongan` Jadi Capres PKS


Anis Matta dan HNW `Dorong-dorongan` Jadi Capres PKS


Tak hanya sendiri, Anis berjogging bersama 4 anaknya, 3 laki-laki remaja dan satu bayi mungil yang baru berumur 3 bulan. Selain itu, tampak juga perempuan muda beparas cantik yang mendampingi Anis. Dia adalah istri kedua Anis yang bernama Szilvia Fabula, asal Hungaria.


Tampil di muka publik, Anis tampak tak malu-malu pamer kemesraan dengan Szilvia. Sambil lari-lari kecil, pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu sesekali menggenggam tangan perempuan berkacamata tersebut. Empat orang putra Anis dari istri pertamanya, Anaway Irianti Mansyur pun mengikuti dari belakang.


Menjadi perhatian warga yang juga tengah berolahraga, Szilvia tak nampak canggung. Dengan mengenakan jilbab pink dan baju lengan panjang serta celana olahraga, ia sesekali melempar senyum saat sejumlah warga menyapanya.


Puas berlari sebanyak 10 putaran, langkah Anis terhenti. Ia pun bersedia meladeni sejumlah pertanyaan wartawan. Saat ditanya hal yang berkaitan pernikahannya dengan Szilvia, Anis pun malu-malu menjawab.


Namun setelah didesak, Anis pun akhirnya bersedia mengungkap siapa perempuan tersebut. Tak hanya itu, ia pun juga menceritakan awal perkenalan dengan perempuan berkulit putih itu.


“Ini istri saya, namanya Szilvia Fabula, Saya bertemu dengannya saat di Hungaria, ketika acara suatu konferensi di Turki, dari Hungaria ke Turki kan tidak jauh tuh,” ujar Anis, Rabu, (25/12/2013).


Ia menuturkan, pertemuannya dengan Szilvia berlangsung 8 tahun lalu. Anis mengaku tak mudah menaklukan hati perempuan itu. Butuh waktu 4 bulan untuk meyakinkan dirinya, terlebih saat ia berkenalan, Szilvia beragama non-muslim.


“Kami sempat surat-suratan, dia baca surat saya dan sempat diskusi selama 4 bulan. Setelah rentang sekian bulan, dia memutuskan jadi mualaf dan akhirnya saya nikahkan dia pada tahun 2006 di Indonesia,” beber Anis.


Setelah melangsungkan pernikahannya, Szilvia pun resmi menjadi istri kedua Anis. Szilvia kemudian meninggalkan kampung halamannya di kawasan Eropa Timur itu dan hidup di Indonesia mendampingi sang suami.


Setelah menunggu sekian tahun, lewat pernikahannya, Anis yang telah dikaruniai sembilan anak dari istri pertamanya, pada september lalu kembali dikaruniai seorang anak perempuan dari Szilvia. Bayi perempuan itu ia namakan Shofia Anis Matta.


“Shofia baru lahir september lalu. Ini anak saya yang ke-10,” kata Anis sambil mendorong kereta bayi Shofia. (Mut)



3 Komentar Untuk Artikel Ini




  • 2013-12-25 22:41:03


    santai bener????gimana perasaan anak istrinya?




  • Adi Supriadi Didi


    2013-12-25 22:20:52


    hahahahaha,,,orang sulawesi sori deh klu harus milih dia.





  • 2013-12-25 21:54:51


    WWW.KUNDARI.COM

    Kundari, S.E. CALON DPD JATENG NOMOR URUT 17






loading comment box



Kirim Komentar



Nama

:

Email

:


Komentar

:


Security Code

:



‘ + $(‘#nama’).val() + ‘



‘ + komentar + ‘


‘;

$(‘#comment-list’).prepend(isi);

$(“#frmKomentar”).html(‘

Terima Kasih Telah Mengirimkan Komentar


‘);

} else {

alert(data);

$(“#siimage”).attr(‘src’, base_url + ‘show_image/sid=’ + Math.random());

$(“#code”).val(“”);

$(“#code”).focus();

}

$(“#frmKomentar”).unblock();

}

});

}

});

});


Article source: http://bm.harakahdaily.net/index.php/sudut-dakwah/21639-kisah-ashabul-ukhdud-dan-iktibar-mesir


Kisah Anis Matta Taklukan Gadis Hungaria

Friday, December 9, 2016

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank U Very Very Much for Read this News

Thursday, December 8, 2016

Hujat MUI, Mualaf Ini Tobat dan Bersyahadat Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang mualaf di Kota Sukabumi mengaku khilaf dan bertobat karena telah menghujat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah tersebut dilakukan di depan pengurus MUI dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Sukabumi Jumat (9/12).

Warga tersebut adalah Yuanta Dharma Djohanli alias Yuan Lee bin Dharmawan Djohanli (49 tahun) warga Jalan Mayawati Atas RT 03 RW 01, Kelurahan  Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sebelumnya, dalam akun media sosial facebook, dia menuliskan hujatan dan hinaan terhadap MUI dan FPI.

"Saya mengakui telah membuat pernyataan di akun facebook pada tanggal 18 Nopember 2016 yang menghujat FPI dan MUI," ujar Yuan Lee, membacakan ikrar di depan pengurus MUI dan FPI di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi. Salah satu kalimatnya antara lain ‘kalian kelompok barbar yang ingin makar terhadap NKRI dan pemerintah yang sah, kalian ingin perang saudara dan kalian organisasi bajingan'.

Yuan Lee mengaku, pernyataan tersebut salah dan berdosa. Oleh karena itu, ia meminta maaf sedalam-dalamnya kepada MUI, FPI, dan organisasi Islam lainnya. Ia juga berjanji akan bertobat kepada Allah SWT dan tidak akan mengulangi perbuaan keji dan munkar.

Dalam ikrarnya juga, Yuan Lee meminta adanya bimbingan dan pembinaan dari MUI agar menjadi mualaf yang baik. Yuan Lee juga bersedia mondok di pesantren yang ditunjuk MUI Sukabumi minimal selama tiga bulan untuk memperdalam ajaran Islam.

Terakhir kata Yuan Lee, ia memohon kasus pelaporan yang dilakukan MUI ke polisi terkait posingan di facebook tersebut agar dicabut. Harapannya, kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. "Saya sangat menyesal dan tidak mengulangi lagi," kata Yuan Lee yang masuk Islam pada 2006 lalu. Ia mengaku, proses belajar Islamnya sempat terhenti sejak lama.

Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muhammad Kusoy mengatakan, sebelumnya MUI dan FPI telah melaporkan Yuan Lee ke Polres Sukabumi Kota pada 22 Nopember 2016 lalu. "Pelaporan terkait pernyataan Yuan Lee yang menghina dan menghujat MUI dan FPI," ujar dia.

Pelaporan tersebut, kata Kusoy, untuk menjaga nama baik MUI, kemuliaan ulama, dan ajaran Islam. Selain itu, untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di Kota Sukabumi.Namun terang Kusoy, pada 3 Desember 2016 terlapor Yuan Lee beserta keluarganya mendatangi Kantor MUI Sukabumi. Kedatangan terlapor untuk meminta maaf dan mengaku berdosa serta menyesal mengeluarkan pernyataan yang menghujat MUI.

Kusoy menambahkan, terlapor juga memohon bimbingan dari MUI dan meminta kasus diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya, selama ini belum mendapatkan pembinaan dari segi agama. Permohonan ini, ungkap Kuoy, langsung direspons dengan menggelar rapat antara MUI dan FPI.

Hasilnya, MUI, dan FPI memberikan maaf dengan syarat terlapor bersyahadat kembali dan menyampaikan permohonan maaf dan berikrar di hadapan pengurus MUI secara terbuka. "Terlapor juga harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan menebus dosanya dengan keimanan dan amal shaleh," katanya.

Selepas itu, terlapor juga harus mondok di Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi selama tiga bulan. Ketua MUI Kota Sukabumi Deddy Ismatullah menambahkan, terlapor Yuan Lee merupakan mualaf dan telah menjadi bagian saudara umat Islam. Sehingga, dengan adanya permintaan maaf dan bersyahadat, maka proses hukumnya akan segera dicabut. "MUI juga akan memberikan pembinaan kepada Yuan Lee. Sehingga harapannya Yuan Lee bisa menjadi Muslim yang taat menjalankan ajaran agama Islam," katanya.

"

| Hujat | MUI, | Mualaf | Tobat | Bersyahadat | Lagi | REPUBLIKA | SUKABUMI | Seorang | mualaf | Kota | Sukabumi | mengaku | khilaf | bertobat | karena | telah | menghujat | Majelis | Ulama | Indonesia | (MUI) | Langkah | tersebut | dilakukan | depan | pengurus | Front | Pembela | Islam | (FPI) | Jumat | p>Warga | adalah | Yuanta | Dharma | Djohanli | alias | Yuan | Dharmawan | tahun) | warga | Jalan | Mayawati | Atas | Kelurahan  | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | Senya | dalam | akun | media | sosial | facebook | menuliskan | hujatan | hinaan | terhadap | p>Saya | mengakui | membuat | pernyataan | pada | tanggal | Nopember | 2016 | yang | ujar | membac | ikrar | Gedung | Pusat | Kajian | Salah | satu | kalimatnya | antara | lain | ‘kalian | kelompok | barbar | ingin | makar | NKRI | pemerintah | kalian | perang | saudara | organisasi | bajingan | p>Yuan | salah | berdosa | Oleh | meminta | maaf | sedalam | dalamnya | kepada | lainnya | juga | berjanji | Allah | mengulangi | perbuaan | keji | munkar | p>Dalam | ikrarnya | adanya | bimbingan | pembinaan | agar | menjadi | baik | bersedia | mondok | pesantren | ditunjuk | minimal | selama | tiga | bulan | untuk | memperdalam | ajaran | p>Terakhir | kata | memohon | kasus | pelaporan | polisi | terkait | posingan | dicabut | Harapannya | diselesaikan | secara | kekeluargaan | Saya | sangat | menyesal | lagi | masuk | 2006 | proses | belajar | Islamnya | sempat | terhenti | sejak | lama | p>Sekretaris | Muhammad | Kusoy | mengat | senya | melaporkan | Polres | Pelaporan | menghina | p>Pelaporan | menjaga | nama | kemuliaan | ulama | Selain | mencipt | kerukunan | kedamaian | Namun | terang | Desember | terlapor | beserta | keluarganya | mendatangi | Kantor | Kedatangan | serta | mengeluarkan | p>Kusoy | menambahkan | Pasalnya | mendapatkan | segi | agama | Permohonan | ungkap | Kuoy | langsung | direspons | dengan | menggelar | rapat | p>Hasilnya | memberikan | syarat | bersyahadat | kembali | menyampaikan | permohonan | berikrar | hadapan | terbuka | Terlapor | harus | sungguh | menebus | dosanya | keimanan | amal | shaleh | katanya | p>Selepas | Pesantren | Dzikir | Alfath | Ketua | Deddy | Ismatullah | merup | bagian | umat | permintaan | maka | hukumnya | segera | harapannya | Muslim | taat | menjalankan | p> |

Thank U Very Very Much for Reading this Article

Monday, April 1, 2013

Afghanistan: Keluar Total Bukan Suatu Pilihan

Seorang Tentara Afghanistan dan dua Tentara A.S. bersiap siaga di belakang
dinding lumpur di sebuah kamp di distrik Daman provinsi Kandahar pada bulan
September 2012. [AFP/GETTY IMAGES]

Banyak pihak memperkirakan tahun 2014 sebagai tahun di mana koalisi
Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dipimpin oleh Amerika Serikat akan keluar dari
Afghanistan. Sasaran itu tampaknya semakin tidak bisa dicapai mengingat keadaan
perang yang belum selesai. Gambaran ini terus berubah setiap harinya sebagaimana
halnya merespons kebutuhan akan sumber daya.

Pada awalnya, penunjukan A.S. atas Afghanistan sebagai sekutu terbaru
non-NATO yang utama mengantar ke gelombang transformasi. Gerakan itu sendiri tidak
saja mengikat baik warga Afghanistan dan Amerika untuk waktu yang lama tetapi juga
dapat melindungi kepentingan kedua negara tersebut di masa depan. Sementara itu,
berbagai kelompok kepentingan menunggu dengan tidak sabar di sisi barisan untuk
mengambil alih kepemimpinan.

Kondisi militer, keuangan, dan politik terkini menentukan bagaimana keadaan
akhir Afghanistan akan terbentuk.

Truk-truk pengungsi Afghanistan dari Pakistan tiba di pusat P.B.B. di
Kabul, di mana para pengungsi yang kembali diberi US$100 untuk memulai kehidupan
baru di Afghanistan. Walaupun mereka pengungsi Afghanistan, banyak dari mereka
dilahirkan di Pakistan, dan ini pertama kalinya mereka berada di Afghanistan.
[mandy clark]

Faktor Militer

Kehadiran pasukan Amerika di Afghanistan, setelah mengalami peningkatan,
berjumlah 68.000 lebih pada bulan September 2012. Pada tahun 2013, jumlahnya mulai
menyusut sedikit demi sedikit, tetapi jumlah akhir tetap menjadi rekaan setiap
orang. Banyak pihak mengatakan jumlah mereka sebanyak 50.000; yang lain mengatakan
perhitungan yang realistis adalah 25.000 sampai 30.000 tentara.

Jadi, mengapa Tentara A.S. diperlukan berada di bumi Afghanistan saat
terdapat lebih dari 350.000 pasukan keamanan Afghanistan, menurut perhitungan Gedung
Putih A.S.?

Dari jumlah pasukan ini, Afghan National Army (ANA) atau Angkatan Darat
Afghanistan hanya 122.000 orang dan dilatih oleh koalisi internasional. Pelatihannya
singkat, dan mereka adalah Tentara muda dan kurang berpengalaman. Semua milisi lama
tidak dimasukkan ke dalam militer setelah dilakukan suatu eksperimen untuk
memasukkan mereka ke dalam pasukan biasa gagal. Mereka kesulitan memahami struktur
komando Angkatan Darat. Pada saat dilakukan suatu operasi di daerah mereka, mereka
sudah jauh terlalu mengakar dalam politik lokal.

Seorang ayah dan anak Afghanistan mengumpulkan kayu bakar di Badakhshan,
provinsi di utara Afghanistan. Kekurangan gizi menjadi penyebab utama kematian
bagi anak-anak dan balita di wilayah ini. [Mandy Clark]

Jadi, dengan jumlah Angkatan Darat Afghanistan sebesar 122.000, akan tidak
mungkin untuk melindungi negara dari ancaman dalam atau luar negeri. Risiko keduanya
sangat jelas. (lihat kolom samping pada halaman 53 dan 54).

Idealnya, tujuan dari setiap militer adalah untuk melindungi perbatasan
internasionalnya. Namun dalam kasus Afghanistan, operasi militer terutama ditujukan
untuk memerangi ancaman dari dalam negeri.

Menurut skenario, Amerika berusaha keras untuk tidak harus menapakkan jejak
sepatu bot mereka. Melainkan, mereka berencana untuk memberikan jaringan intelijen
yang kuat untuk memberi rakyat Afghanistan intelijen teknis yang dapat diandalkan
untuk melawan setiap serangan atas kedaulatan bangsa mereka.

Strategi ini merupakan bagian dari tujuan A.S. untuk mencegah serangan 11
September yang lain di dalam negeri. Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen
mereka untuk mencegah Pakistan menggunakan kedalaman fungsi Afghanistan untuk
mengembangkan kembali suatu wilayah terorisme yang strategis sekali lagi. Amerika
Serikat juga akan meninggalkan perlengkapan kontraterorisme handal yang mampu
bertindak dalam intelijen bila rakyat Afghanistan meminta bantuan dalam menghadapi
ancaman.

Polisi Nasional Afghanistan melakukan latihan dalam upacara wisuda di
sebuah pusat pelatihan polisi di provinsi Laghman pada 20 September 2012.
Negara-negara NATO berencana untuk menarik pasukan perangnya secara
besar-besaran pada akhir tahun 2014 setelah penyerahan bertahap kepada Angkatan
Darat dan polisi Afghanistan. [AFP/GETTY IMAGES]

Kemitraan strategis A.S.-Afghanistan telah ditandatangani, tetapi jumlah dan
bentuk pasukan kontraterorisme yang tepat masih belum pasti. Apapun masalahnya,
pasukan itu akan cukup besar dalam menangani setiap ancaman besar yang dapat merusak
kedaulatan Afghanistan. Penetapannya akan didasarkan pada apa yang diinginkan oleh
rakyat Afghanistan dan sumber-sumber daya apa yang akan diberikan oleh Amerika
Serikat.

Ada cukup banyak tekanan dari Pakistan, Iran, dan Timur Tengah yang digunakan
untuk mengurangi kehadiran Amerika. Perhitungan akhir Pasukan akan berupa apa yang
masuk akal bagi Amerika.

Prospek Ekonomi

Peluang finansial tampak benar-benar kurang jelas di Afghanistan. Walaupun
Afghanistan saat ini merupakan sebuah tempat yang sulit secara keuangan dengan gross
domestic product (GDP) atau produk domestik bruto sekitar US$20 miliar, negara ini
dapat mencapai potensinya dengan mengembangkan sumber-sumber dayanya secara cerdas.

Seorang anak lelaki Afghanistan dari Bamiyan menunggu di luar klinik medis
yang didirikan oleh USAID. [MANDY CLARK]

Kekayaan sumber daya mineral Afghanistan, yang diperkirakan sebesar US$1
triliun, dapat mengubah keadaan ekonominya. Kajian detail dari Pentagon A.S.
membantu menentukan kemampuan kekayaan mineral tersebut. Afghanistan dapat menjadi
pusat dunia dalam penyediaan litium, yang terutama digunakan dalam komputer,
demikian pendapat para pakar. Sebagaimana dijelaskan oleh menteri Afghanistan, “Ini
dapat menjadi tulang punggung perekonomian Afghanistan.”

Namun demikian, menjalankan operasi pertambangan dapat menjadi problematik
bagi Afghanistan. Negara ini kurang berpengalaman dalam mengurus kontrak-kontrak,
dan usaha seperti ini rawan korupsi. Pada awalnya, Taliban dan berbagai panglima
perang ingin mengambil alih sumber-sumber daya pertambangan dan meraup laba bagi
mereka sendiri. Meskipun sumber-sumber daya tersebut tetap di bawah pengawasan
pemerintah, negara-negara dan perusahaan-perusahaan lain dapat dengan mudah
mengeksploitasi Afghanistan karena rakyat Afghanistan sendiri tidak berpengalaman
dalam mengembangkan usaha-usaha sumber daya mineral. Selain itu, pendistribusian
laba secara adil kepada rakyat membawa tantangan-tantangan yang menakutkan.

Seorang bocah lelaki berumur 11 tahun bekerja sebagai pedagang buah di
Bamiyan. Ayahnya sakit parah untuk dapat menjajakan jualannya. Stabilitas
ekonomi diperlukan bagi Afghanistan untuk berkembang. [MANDY CLARK]

Jalur pipa Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan-India (TAPI) juga dapat menjadi
suatu sumber energi dan pendapatan yang penting bagi rakyat Afghanistan. Jalur pipa
ini akan terbentang sepanjang 735 kilometer di wilayah Afghanistan dan menghasilkan
pemasukan pasti sebesar US$400 juta setiap tahunnya. Ini akan menghasilkan 14 juta
standar meter kubik gas setiap hari, yang menjadikan Afghanistan kurang bergantung
kepada Rusia untuk kebutuhan energinya.

Lebih banyak energi juga berarti jalur pipa ini akan membantu menaikkan GDP.
Diperkirakan 12.000 personel keamanan Afghanistan akan ditugaskan untuk mengamankan
pipa saluran ini.

Realitas Politik

Eksistensi dalam dunia politik menentukan segalanya di Afghanistan. Siapa
yang duduk di Kabul dan menunjukkan kemampuan untuk melakukan transaksi dengan
komunitas internasional akan memegang kekuasaan—dan uang. Uang sangat penting di
Afghanistan. Saya ingat ketika berdiri di garis depan antara Taliban dan pasukan
Aliansi Utara di suatu pagi, ketika saya melihat tank-tank berjalan dari arah
Taliban menuju ke arah Aliansi Utara. Dalam waktu 20 menit, tank-tank itu melintasi
garis depan dan kemudian mengarahkan moncong-moncongnya ke Taliban.

Para pedagang dari Tajikistan dan Afghanistan menjual barang-barang mereka
di sebuah pasar mingguan yang digelar sepanjang perbatasan. Stabilitas ekonomi
diperlukan oleh Afghanistan untuk berkembang. [MANDY CLARK]

Sehari sebelumnya, para komandan Aliansi Utara telah menyerahkan ratusan ribu
dolar kepada para komandan Taliban dan membujuk mereka untuk tidak lagi berperang
dengan Taliban. Kehilangan divisi bersenjata mereka merupakan akhir permainan bagi
Taliban. Di hari-hari selanjutnya, Aliansi Utara masuk dan merampas jajaran-jajaran
yang tersisa.

Saat itu yang berperan adalah uang, dan bahkan kini uang memainkan peranan
yang sangat penting di Afghanistan. Selain pertanian, tidak ada yang dapat
menghasilkan pemasukan. Yang dulunya telah hilang dari Afghanistan sekarang kembali:
menanam bunga madat untuk produk-produk opium. Menanam bunga madat telah musnah
karena Taliban secara fisik membakar ladang-ladang dan monopolinya. Sekarang dengan
lengsernya Taliban dan Amerika tidak ingin terlibat dalam hal-hal yang sepele,
pertanian bunga madat tersebut menopang para tuan tanah feudal.

Namun demikian, Afghanistan telah lebih maju dibandingkan dengan waktu
sebelumnya. Terdapat partai-partai politik dan lawan-lawan yang serius: Ada Abdullah
Abdullah, seorang dokter medis dan diplomat kawakan untuk perjuangan pembebasan
Afghanistan dari Taliban, dan ada Ramazan Beshardost, seorang Hazara yang lurus dan
jujur tetapi tidak terkait dengan suku manapun.

entara Angkatan Darat Nasional Afghanistan berpartisipasi dalam pembangunan
dan prosedur pemeliharaan persenjataan dengan Pasukan A.S. di Camp Hero di
provinsi Kandahar pada 10 September 2012. [AFP/GETTY IMAGES]

Masih ada panglima-panglima perang seperti Ahmed Rashid Dostum, Amin Fahim,
dan Gulbuddin Hekmatyar, yang akan tetap menentukan arah pemerintahan di masa depan.

Amerika telah berhadapan dengan semua kelompok ini dan membuat sebagian besar
dari mereka sejalan. Namun, gabungan politik-militer seperti Taliban dan Hekmatyar
akan tetap menjadi masalah besar.

Sebuah laporan terakhir mengatakan bahwa kelompok-kelompok pecahan Taliban
bersedia membiarkan Amerika tetap tinggal asalkan Presiden Hamid Karzai turun.
Sebelumnya, Taliban mengatakan Amerika harus sepenuhnya keluar dari Afghanistan agar
mereka dapat menyatakan gencatan senjata. Sesungguhnya, berunding dengan kelompok
pecahan tidak masuk akal karena Taliban bukanlah kelompok tunggal yang terpadu.
Mullah Omar yang bermata satu memiliki pengikut terbesar, tetapi ada orang-orang
lain yang telah memisahkan diri dari kelompok ini.

Taliban dan Amerika telah mulai berunding namun kurang berhasil. Taliban
menginginkan pembebasan para pejabat kunci mereka dari Guantanamo Bay. Amerika tidak
setuju hal ini menjadi titik awal perundingan. Cepat atau lambat, kedua pihak akan
harus bersikap praktis dalam apa yang mereka ingin capai dan dapat capai.

Amerika menginginkan Taliban datang ke meja perundingan dan setuju dengan
politik pemilu. Taliban ingin melihat Amerika keluar sepenuhnya. Hal ini tidak
dimungkinkan bila Afghanistan yang aman adalah tujuannya.

Dengan Amerika keluar sepenuhnya, hal ini akan meninggalkan terlalu banyak
pemain untuk berebut kendali dari kekosongan ini. Menarik Afghanistan keluar dari
kekacauan berikutnya akan menjadi lebih sulit daripada memulihkan
tantangan-tantangan yang ada saat ini.

Keluar Atau Tidak Keluar

Semua perilaku yang terjadi di Afghanistan tampaknya akan teatp berlanjut
sementara berbagai kelompok kepentingan berusaha mengambil kekuasaan.
Serangan-serangan yang terus terjadi pada pasukan A.S. hanya dimaksudkan untuk
mengirimkan pesan yang kuat kepada Amerika untuk berkemas dan pergi. Namun,
serangan-serangan ini tidak berjalan lama, dan semua kelompok akan menyadari bahwa
mereka tidak akan dapat menakuti koalisi internasional dengan beberapa serangan yang
mematikan.

Penarikan dari Afghanistan dapat berarti meninggalkan ruang yang besar dan
tak terkendali dari mana kumpulan teroris berikutnya dengan kemampuan untuk
menimbulkan bencana yang bahkan lebih besar dari tahun 2001 akan sekali lagi
membangun pimpinan mereka, dan kali ini tidak hanya dua menara saja.

Penarikan ini sesungguhnya bukanlah menjadi suatu pilihan bagi pihak manapun.
Keberhasilan dari penarikan ini akan bergantung pada siapa yang bersedia mengambil
langkah besar untuk mencapai perdamaian dan siapa yang dapat mempertahankan momentum
ini.

Ancaman Dalam Negeri

Taliban (Orde Quetta): Kelompok ini dipimpin oleh Mullah Omar yang bermata
satu, pemimpin Afghanistan sebelum perang 2001, memiliki dukungan dalam dan luar
negeri yang paling besar. Pasukan keamanan Pakistan dipercaya telah mendukung
kelompok ini selama bertahun-tahun sebagai keping tawar menawar untuk sebuah peranan
di Afghanistan setelah Amerika keluar.

Jaringan Haqqani: Kelompok ini yang dipimpin oleh Jalaludin dan Sarajudin
Haqqani adalah peninggalan dari serangan tiba-tiba Amerika ke Afghanistan selama
pendudukan Rusia. Haqqani, yang pernah menjadi tamu Gedung Putih, dikatakan banyak
pihak, saat ini didukung oleh pasukan keamanan Pakistan. Kelompok ini adalah salah
satu kelompok sayap kanan yang bertujuan untuk menimbulkan sebanyak mungkin korban
jiwa di pihak pasukan Amerika. Secara ideologi mereka sejalan dengan al-Qaeda dan
tidak mungkin ikut serta dalam solusi demokrasi apapun.

Hizb-i-Islami Gulbuddin (HIG): Faksi ini terutama mewakili aspirasi Gulbuddin
Hekmatyar sendiri. Ia menurut dugaan menjadi kaya karena uang Amerika; beberapa
pihak memperkirakan ia menerima bantuan Amerika sebesar US$600 juta melalui Pakistan
pada tahun 1980-an dan terutama tergantung kepada Pakistan dan beroperasi dari
Pakistan. Ia telah menjadi perdana menteri Afghanistan pada dua kesempatan dan
kemungkinan akan mencoba kembali berkuasa. Ia menghadapi oposisi dari bekas
pesaingnya, termasuk musuh-musuh bebuyutannya seperti almarhum Komandan Ahmad Shah
Massoud dari Aliansi Utara. Gulbuddin terus mempertahankan milisinya dan melancarkan
serangan-serangan untuk menyatakan eksistensinya.

Kriminal lokal: Kaum preman dan penjahat bermunculan dalam jumlah puluhan
ribu karena tidak adanya pekerjaan di Afghanistan. Setiap orang yang memiliki
senjata dan tidak bekerja melakukan penculikan demi uang tebusan dan mulai
mengumpulkan pajak lokal untuk memberi makan diri sendiri dan para kroninya.
Orang-orang kaya, orang asing, dan warga lokal dan pelancong yang tak berdaya
menjadi suatu sumber pendapatan. Modus operandi ini sudah menjadi kebiasaan sejak
dulu kala di Khyber. Sudah menjadi cara hidup bagi banyak orang.

Korupsi: Ini sudah menjadi masalah besar bagi Afghanistan. Dengan uang yang
telah dipompa ke negara ini, Afghanistan sebenarnya telah bisa direkonstruksi
berulang kali. Para politisi dan birokrat Afghanistan yang korup mengantongi
sebagian besar dari US$300 miliar bantuan Amerika. Banyak yang telah membeli vila
pribadi yang mewah di Dubai, Uni Emirat Arab, tempat perlindungan pajak. Tidak
banyak yang dicapai dengan US$300 miliar yang telah dihabiskan di Afghanistan.
Jalan-jalan berantakan, bahkan di Kabul.

Ancaman Luar Negeri

Pakistan: Salah satu negara yang terkena dampak terparah selama perang
bertahun-tahun ini adalah Pakistan. Negara ini benar-benar terlibat dalam operasi
anti-Rusia dan, selama proses itu, telah berubah menjadi pusat kegiatan militan dan
konsekuensinya terorisme. Banyak rakyat Afghanistan telah memilih tinggal di
Pakistan dan kini tinggal antara Afghanistan dan Pakistan. Hal ini telah menimbulkan
banyak masalah di antara rakyat Afghanistan dan Pakistan. Pakistan juga menggunakan
Afghanistan sebagai kedalaman strategisnya di tahun 1990-an dan telah terbiasa
memperlakukan Afghanistan seperti wilayahnya sendiri. Tetapi sikap semacam itu telah
menjadikan Pakistan sebagai ancaman bagi kedaulatan Afghanistan.

Al-Qaeda: Al-Qaeda yang terutama didanai oleh Arab Saudi telah menjadi
ancaman terbesar bagi dunia. Namun, mereka tidak menikmati perlindungan dari
pemerintah mereka. Dengan akses mudah ke dana-dana minyak, mereka mendanai
operasi-operasi terorisme besar. Walaupun supremasi mereka telah terganggu dengan
tewasnya Osama bin Ladin, mereka terus menjadi pusat otak dari terorisme yang
dilancarkan. Kemampuan mereka telah dimusnahkan melalui tekanan aliran uang, tetapi
mereka akan tetap mengancam eksistensi setiap struktur demokrasi. Mereka memiliki
pengikut yang besar karena mereka telah mendanai kelompok-kelompok selama lebih dari
20 tahun.

Tarik-i-Taliban Pakistan: Kelompok ini terutama lahir dari peralihan
peristiwa-peristiwa tahun 2001 ketika pemerintah Pakistan mengarahkan senjatanya
kepada Taliban, yang pernah didukungnya. Taliban kemudian melarikan diri ke dalam
Wilayah-Wilayah Suku yang Diatur Pemerintah Federal Pakistan dan menciptakan
jaringan ini. Selain memerangi apa yang mereka pandang sebagai hegemoni Kristen dan
Yahudi, mereka berpendapat bahwa mereka dilahirkan untuk membuat suatu uji internal
dalam pemerintah Pakistan dan membawa Pakistan ke jalan Islam yang lebih puritan.
Mereka beroperasi di perbatasan Afghanistan dan, oleh karena itu, menjadi saluran
bagi setiap operasi yang terjadi di antara Afghanistan dan Pakistan dan perlu
dukungan mereka. Hal ini menopang mereka secara finansial, memberi mereka akses
kepada persenjataan dan mengamankan eksistensi mereka dalam operasi-operasi al-Qaeda
yang lebih besar. Mereka telah dituduh bertanggung jawab atas percobaan pengeboman
mobil Times Square 2010 di New York City.

Bagilah Artikel Ini


id, article, email

Belum ada komentar untuk artikel ini. Anda ingin menjadi yang pertama?

 

Terima kasih atas komentar Anda!

Sunday, January 19, 2014

Sensitiviti rakyat, ketegasan pihak berkuasa perlu seimbang - Khairy

KUALA LUMPUR 19 Jan. – Aspek sensitiviti rakyat serta ketegasan pihak berkuasa perlu diseimbangkan dalam usaha membendung sebarang tindakan mempersendakan agama Islam di negara ini.


Ketua Pemuda UMNO, Khairy Jamaluddin berpandangan, sekiranya rakyat sahaja yang sensitif untuk bangun menentang tindakan mempersenda Islam tetapi tiada ketegasan pihak berkuasa, ia akan menjadi sia-sia.


Tegas beliau, pihak berkuasa tidak boleh menganggap tindakan mempersenda agama sebagai sesuatu yang remeh tetapi sebaliknya, perlu mengambil tindakan lebih tegas bagi memberi pengajaran kepada semua.


“Kita perlu lebih sensitif dan berhati-hati dan sekiranya perlu kita mesti ambil tindakan tegas. Kadang-kadang kita merayu kepada rakyat untuk lebih sensitif tanpa apa-apa tindakan pun.


“Saya rasa tidak boleh juga. Jadi pihak berkuasa kena melihat dengan serius perkara ini. Kita perlu sensitif terhadap satu sama lain. Jangan kita anggap perkara ini remeh,” katanya kepada pemberita selepas menyertai Perlumbaan Basikal OCBC Cycle 2014 di sini hari ini.


Khairy berkata demikian ketika diminta mengulas berhubung tindakan mempersenda kesucian Islam pasca pilihan raya umum oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab membabitkan pelbagai isu terutama berkenaan penggunaan kalimah Allah serta pemakaian tudung.


Beliau yang juga Menteri Belia dan Sukan berkata, sensitiviti dalam kalangan rakyat boleh dilihat menerusi insiden membabitkan seorang guru mualaf yang dipaksa membuka tudung jika ingin terus mengajar di sebuah sekolah jenis kebangsaan Cina (SJKC) sebelum ini.


Beliau berkata, isu berkenaan mendapat perhatian selepas beberapa pertubuhan bukan kerajaan (NGO) dan Pemuda UMNO sendiri bersuara sehingga memaksa si pelaku meminta maaf kepada mangsa.


“Selepas Pemuda UMNO dan NGO-NGO lain bersuara barulah dia meminta maaf, kita tidak mahu panjangkan isu ini. Guru tersebut juga telah meminta maaf dan mangsa pun sudah menerima permohonan maaf itu,” ujarnya.


Sementara itu, dalam isu berasingan, Khairy memberitahu, Pemuda UMNO bersedia membantu membawa pulang pasangan warga Malaysia, yang ditahan polis Sweden setelah didakwa memukul anak mereka kerana enggan bersolat bersama keempat-empat anak mereka.


Bagaimanapun, kata beliau, pergerakan berkenaan akan merujuk pihak Wisma Putra terlebih dahulu kerana isu berkenaan adalah tertakluk kepada undang-undang di Sweden.


“Kita dalam proses mendapat maklumat dari Kementerian Dalam Negeri dan saya meminta Biro Aduan Komuniti Pemuda UMNO untuk merujuk kepada Wisma Putra dalam perkara ini.


“Namun begitu, kita masih menunggu jawapan dari Wisma Putra apakah langkah seterusnya kerana ia melibatkan undang-undang Sweden,” katanya.



Article source: http://regional.kompas.com/read/2013/01/03/02452412/Banyak.Dosen.Lulusan.S-1.Mahasiswa.Bone.Ngamuk


Sensitiviti rakyat, ketegasan pihak berkuasa perlu seimbang - Khairy

Thursday, September 26, 2013

Fiza akhiri zaman janda

RAMAI yang terkejut apabila mendapat tahu pelakon Fiza Abd. Halim, 32, bakal menamatkan zaman janda dengan penyanyi Adam AF, 30, yang masih bujang itu.


Kalau orang ramai tertanya-tanya bila masa pasangan ini bercinta dan benarkah mereka akan melangkah ke alam perkahwinan, Fiza pun masih tertanya benarkah dia akan berkahwin lagi.


Persoalan itu timbul di benaknya kerana selama mengenali Adam yang dua tahun lebih muda daripadanya, Fiza tidak pernah terfikir bahawa pemuda itu bakal menjadi nakhoda dalam rumah tangganya kelak.


“Sejujurnya, saya bukanlah minat sangat dengan Adam kerana muzik yang dibawanya tidak masuk dalam jiwa saya. Entah macam mana, sejak saya berhijrah dan selepas kami bertukar nombor pada bulan puasa lalu, sikap ambil beratnya itu membuatkan saya dapat menerimanya.


“Itupun saya anggap sebagai rakan artis yang sering mengambil berat antara satu sama lain. Nak kata bila timbul perasaan cinta itu, saya tidak pasti kerana semua itu berlaku tanpa disedari. Lagipun saya sudah pernah melalui alam rumah tangga, jadi bila datang cinta baru, saya lebih berhati-hati. Maklumlah sebelum ini saya merancang untuk berkahwin tetapi tidak jadi. Jadi kali ini, saya lebih senang mengambil sikap seadanya sahaja, tidak mahu terlalu ghairah,” katanya terus terang.


Fiza yang pernah menjadi anggota kumpulan Elite sebelum ini berharap pernikahan yang berlangsung pada hari ini, pukul 10 pagi di Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS), Shah Alam, berkekalan hingga akhir hayat.


Jelas Fiza atau nama sebenarnya Siti Zaidatul Fiza Abd. Halim, mereka telah menjalani kursus perkahwinan pada 18 dan 19 September lalu di Medan MARA, Kuala Lumpur, dan ini merupakan majlis pernikahan kedua bagi Fiza dan pertama bagi Adam.


Jelas Fiza, selama mengenali Adam atau Mohd Aizam Mat Saman, dia bersama anak-anak, Ferra Aryanna, 5, dan Feeya Adyrra, 4, berkesempatan berkunjung ke rumah keluarga Adam di Sabah, sempena hari raya lalu.


Katanya, faktor utama dia ikhlas dan sudi menerima Adam sebagai suami kerana sikap penyanyi itu yang bijak melayan kerenah anak-anaknya. Malah dia juga yakin Adam adalah jodohnya selepas melakukan solat istikharah.


“Dia tidak kekok melayan anak-anak dan itu yang membuatkan saya tertarik dan bersedia untuk berkongsi kehidupan dengan Adam. Selama ini pun saya mengutamakan anak-anak dan bila mereka serasi dengan bakal suami, barulah saya terima. Anak-anak memanggil dia dengan panggilan Abi (ayah),” jelasnya.


Fiza yang pernah berkahwin dengan Ahmed Farriq Zainul Abidin dan bercerai pada 4 November 2010 berkata, sepanjang berkawan, dia yang sering membimbing hala tuju perhubungan mereka.


“Memandangkan ini perkara baru bagi Adam, jadi terujanya ada kala lebih sikit. Bagi saya biarlah ia berlaku secara biasa, tidak perlu berlebihan dalam perhubungan.


“Bila sudah pasti, barulah saya berani untuk bersungguh memastikan hubungan kami berkekalan hingga akhir hayat,” katanya tenang.


Tambahnya, majlis perkahwinan hanya akan dibuat di sebelah pihak Adam sahaja kerana pihaknya setakat ini tidak bercadang untuk mengadakan majlis berkenaan.



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/13/07/03/mpcbmb-mengapa-kita-harus-berdoa


Fiza akhiri zaman janda

Tuesday, December 10, 2013

Perbenturan agama dan pekerjaan

Liston Siregar


Wartawan BBC Indonesia


Celestina Mba akhirnya terpaksa berhenti kerja pada tahun 2010 karena kantornya meminta dia bekerja hari Minggu.


Perempuan berusia 58 tahun itu merupakan penganut Kristen yang taat dan sejak awal tidak bersedia kerja pada hari Minggu atau Sabat, yang berdasarkan hukum keempat dalam 10 perintah Tuhan merupakan hari khusus untuk memuja Tuhan.


Walau dia menegaskan siap bekerja Sabtu malam -asal Minggu bisa libur- kantornya bergeming dan akhirnya Mba berhenti kerja.


Namun perjuangannya diteruskan lewat ruang pengadilan dengan pemikiran bahwa Dewan Kota Merton -tempatnya bekerja- tidak menghormati agamanya.


Gugatan yang akhirnya ditolak sampai di tingkat banding pada Kamis 5 Desember.


Fakta bahwa waktu masa awal bekerja tiga tahun sebelumnya dia tidak perlu masuk hari Minggu namun belakangan diharuskan, sepertinya bukan menjadi alasan kuat -paling tidak menurut pengadilan- untuk menolak kerja.


Alam sekularisme?


Celestina Mba

Celestina Mba berpendapat Dewan Kota Merton tidak menghormati agamanya.


Semakin hari rasanya memang semakin terbuka ‘kontak langsung’ antara agama dan kebutuhan masyarakat modern.


Rumitnya kehidupan modern yang meningkatkan kebutuhan sehari-hari membuat tuntutan untuk produksi maupun pelayanan semakin tinggi pula.


Kalau dulu mungkin hanya beberapa sektor yang perlu beroperasi total 24 jam penuh dan 365 hari dalam setahun -misalnya rumah sakit, kantor berita, dan polisi- kini semakin banyak orang yang bekerja tanpa batasan waktu.


Dan dalam situasi seperti itu, ada kecenderungan untuk memisahkan lebih tegas lagi antara urusan agama dan pekerjaan.


Orang lebih dikejar untuk mengutamakan dunia material dibanding kehidupan spritual dan rasanya semakin banyak orang yang tidak keberatan untuk itu.


Kasus demi kasus


Tapi apakah kasus Mba bisa dikatakan sebagai bukti dari ketidakpedulian Inggris terhadap keyakinan orang demi pelayanan umum?


Mba bekerja untuk membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan permanen dan menurut hakim para anak-anak itu harus mendapat layanan penuh.


Dalam kasusnya, mungkin hakim berpendapat bahwa ada kepentingan umum yang sebaiknya tidak bisa ditawar-tawar lagi.


Tapi dalam kasus lain, polisi yang memeluk Sikh diizinkan untuk tetap mengenakan turban saat bertugas karena dianggap tidak akan menghalanginya dalam melaksanakan pekerjaan.



Sementara permintaan seorang karyawan beragama Islam agar selalu libur pada hari Jumat namun bekerja di hari Minggu ditolak dengan pertimbangan semua orang seharusnya diperlakukan setara sehingga bergiliran bekerja pada akhir pekan.


Akhirnya, saya pikir, tak ada pegangan mutlak ketika terjadi pertemuan antara keyakinan agama dan pekerjaan.


Di dekat rumah saya ada supermarket kecil yang juga menjual alkohol dan seorang pegawai di kasir mengenakan kerudung.


Saya sempat tertanya-tanya, apakah dia tidak terganggu saat menjual alkohol.


Belakangan saya lihat jika ada pembeli yang membawa alkohol ke mejanya maka dia memanggil temannya untuk mengurus penjualan alkohol itu. Urusan beres.


Di zaman modern, semuanya bisa diatur -paling tidak menuru saya. Anda setuju atau tidak?


Article source: http://www.aktualpost.com/2013/11/17/5456/5-gereja-di-dunia-yang-berubah-menjadi-masjid/


Perbenturan agama dan pekerjaan