Showing posts sorted by relevance for query segi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query segi. Sort by date Show all posts

Tuesday, April 30, 2013

Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain Wash

Home Opini



Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain Wash





 


 




Selasa, 30 April 2013


Oleh: Abdullah al-Mustofa


AJANG Miss World 2013 yang sudah diagendakan akan diadakan di negara yang penduduknya mayoritas Muslim sekaligus memiliki penduduk Muslim terbesar jumlahnya di dunia (Indonesia)  menimbulkan penolakan keras dari para tokoh dan lembaga Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Penolakan dari para tokoh dan lembaga Islamm itu memang wajar dan tepat, karena event Miss World – meskipun dibungkus dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan ada wacana bikini diganti kebaya -  tetaplah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, serta agama, budaya dan adat istiadat mayoritas bangsa Indonesia


Miss World dan segala ajang sejenis dari tingkat lokal hingga internasional semua mempunyai satu kesamaan, sama-sama menilai kecantikan wajah dan semua segi penampilan fisik wanita.
Kontes-kontes kecantikan seperti Miss World dan Miss Indonesia adalah contoh yang jelas menunjukkan hal tersebut. Kontes-kontes semacam itu meskipun mengklaim tidak sekadar menilai para pesertanya dari segi penampilan fisik saja tapi juga dari segi kepribadian dan kecerdasan, namun tetap mementingkan penampilan fisik.


Mustahil jika kontes-kontes tersebut sama sekali tidak mementingkan penampilan fisik karena terbukti sejak proses perekrutan peserta. Yang layak menjadi peserta adalah wanita-wanita yang berpenampilan fisik yang menarik dan bagus.


Itulah sebagian fenomena di jaman edan ini yang merendahkan wanita. Tapi Barat atau mereka yang silau kepada Barat termasuk sebagian kaum Islam mengangap sebaliknya.


Mereka menganggap fenomena tersebut menghargai dan memuliakan wanita serta menjadikan wanita berharga dan mulia. Padahal sesungguhnya itru adalah racun yang mematikan tapi dianggap madu. Mereka yang tidak mengatakan dan tidak menganggap itu madu dianggap tidak waras. Sedangkan Islam yang sesungguhnya adalah madu dianggap racun. Mereka yang tidak mengatakan dan tidak menganggap itu racun dianggap tidak waras.


Kemuliakaan Wanita antara Islam dan Logika


Ada banyak dalil naqly (dalil al-Qur’an dan al-Hadits) dan ‘aqly (logis) yang menunjukkan Islam sangat memuliakan wanita. Salah satu dalil naqly adalah: Dalam riwayat Aisyah ra bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata;  “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi)


Ketentuan di atas menunjukkan adanya sedikit perbedaan antara pia dan wanita dalam batas aurat dan ketentuan berpakaian. Batas aurat bagi wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Sedangkan ketentuan berpakaian bagi wanita adalah pakaian harus longgar, tidak transparan dan tidak tipis.


Perbedaan ini bukan untuk merendahkan wanita dan memperlakukannya secara tidak adil. Sebaliknya hal itu menunjukkan Islamm menghargai, menghormati dan memuliakan wanita, serta mendudukkan wanita pada posisi yang sangat tinggi dan mulia. Mengapa demikian?


Secara logika, dengan memenuhi ketentuan menutup aurat sesuai syar’i membuat seorang wanita tidak kelihatan bentuk dan kondisi tubuh, serta bentuk dan warna rambutnya. Hal ini mendorong dan menciptakan kondisi di mana wanita tidak termotivasi untuk berusaha mencapai dan mendapatkan penghargaan dari pihak lain, menilai dan menghargai dirinya sendiri dari, serta berlomba-lomba dalam segi pemampilan fisik, tapi dari segi selain itu, yakni kecerdasan, kepribadian, kualitas pribadi, ketakwaan, prestasi dan amal shaleh.


Kondisi ini tidak terbatas berlaku bagi wanita yang bersangkutan saja. Namun juga berlaku bagi wanita lainnya, pria, orang-orang di sekitarnya dan masyarakat dalam lingkup terkecil seperti keluarga dan lingkup yang luas seperti negara.  Semua pihak tersebut akan menilai dan menghargai wanita bukan dari segi penampilan fisik, tapi dari segi lainnya yang antara lain meliputi kecerdasan (IQ, EQ dan SQ) dan prestasi  mereka.


Mass Brainwashing


Sejatinya, dibalik Miss World dan semua ajang sejenis –seperti berbagai hiburan dan tontonan yang diproduksi Barat dan para pembantunya– selalu ada udang di balik batu (hidden agenda) berupa mass brainwashing (cuci otak besar-besaran) yang diagendakan.


Barat selalu menanamkan worldview dan isme-isme yang dianutnya ke dalam otak sebanyak mungkin warga dunia. Worldview Barat adalah sekular-liberal. Isme-isme Barat di antaranya materialisme, liberalisme, pluralisme, humanisme, feminisme dan  pragmatisme.


Untuk mendukung agenda cuci otak besar-besaran tersebut, Barat dibantu oleh para “robot-robot” yang berasal dari warga pribumi termasuk dari kalangan Muslimin.


Di antara para “robot” yang berkartu identitas Muslim itu adalah mmereka yang menyebut diri  mereka sebagai kaum liberal. Mereka tidak cukup masuk kedalam dan menggunakan bidang studi Islam – dengan memakai metodologi keilmuan dari Barat dan Kristen dalam melakukan pembacaan dan penafsiran yang baru dan nyleneh terhadap al-Qur’an dan Hadits -, tapi  mereka juga masuk ke dalam dan menggunakan bidang politik, pendidikan, sosial dan budaya.
Dalam bidang politik, di Indonesia mmereka masuk kedalam partai politik-partai politik, DPR dan atau melobi anggotanya, masuk ke dalam Kementrian Agama dengan dibentuknya Kelompok Kerja Pengarus-utamaan Gender dan Tim Penyusun Counter Legal Draft KHI, dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.


Dalam pendidikan, ereka memasukkan worldview dan isme-isme Barat ke dalam pesantren dan  dalam kurikulum dan buku-buku pegangan mulai pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi Islam maupun umum.


Dalam bidang sosial antara lain  mereka mempromosikan kebebasan wanita dalam menentukan orientasi seksual, untuk menikah atau tidak, menikah dengan sesama jenis kelamin, untuk tidak menyusui anak, dan mentalak suami. Dalam bidang budaya antara lain mereka mempromosikan kebebasan wanita dalam berpakaian dan berekspresi.


Tidak mengherankan, bila cara berpikir, berpendapat, bersikap dan bertindak para ‘robot-robot’ Barat ini selalu mengkampanyekan ‘bebas dari Tuhan’. 
 
Dalam kehidupan nyata, sebagian masyarakat Indonesia telah menjadi korban cuci otak yang berkaitan dengan Miss World dan ajang lain sejenisnya. Tidak sedikit gadis-gadis Indonesia yang bermimpi terpilih sebagai Miss World, Miss Indonesia, Miss Jilbab atau gelar-gelar lain sejenis. Hal itu terbukti ketika event-event seperti itu akan diselanggarakan selalu tidak sepi dari peminat.


Agen Setan


Sungguh aneh, di negeri yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa ini ada warganya yang bisa menjadi korban cuci otak. Sungguh lebih aneh lagi ada pihak-pihak tertentu yang ikut terlibat dalam mensukseskan Miss World, semua event sejenis dan proyek-proyek cuci otak lainnya yang diagendakan Barat di negeri ini.


Tapi lebih aneh lagi karena  mereka  kok mau-maunya menjadi setan. Sebab al-Quran dengan tegas menyebutkan  agen ‘cuci otak’ seperti ini adalah setan.


الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ


“yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, mereka semua adalah setan-setan dari golongan manusia.” (QS. An-Naas [114]:6).* 


Penulis peneliti  Islammic Studies Forum for Indonesia (ISFI) Kuala Lumpur Malaysia, Pengelola fanspage fb SBQ (Sukses Bersama Qur’an)


Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/dicecar-soal-artis-hot-masuk-ppp-lukman-hakim-tolak-berkomentar/34700


Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain Wash

Saturday, June 1, 2013

Perlu pemimpin berjiwa besar

BIARPUN Pilihan Raya Umum Ke-13 (PRU-13) telah berakhir hampir tiga minggu yang lalu, namun pakatan pembangkang masih tidak dapat menerima kenyataan. Malah lebih 10 perhimpunan haram diadakan bagi membangkitkan rasa marah dan kebencian terhadap kerajaan Barisan Nasional (BN).


Perhimpunan haram atau lebih dikenali dengan ‘Blackout 505′ itu nyata mencetuskan rasa gelisah kepada rakyat. Justeru, wartawan Mingguan Malaysia, AZRAN FITRI RAHIM dan ASMA HANIM MAHMOOD bersama jurugambar IRWAN MAJID, mendapatkan pandangan Mufti Kerajaan Kelantan, DATUK MOHAMAD SHUKRI MOHAMAD mengenai perkembangan tersebut.


Dalam pertemuan di pejabatnya di Balai Islam Lundang, Kota Bharu, Mohamad Shukri tanpa berselindung melahirkan rasa kebimbangannya terhadap siri perhimpunan atau cara pakatan pembangkang itu yang disifatkannya telah terkeluar daripada ajaran Ahli Sunnah Wal Jamaah dan mengikut kerangka Syiah serta Khawarij.


Turut disentuhnya ialah mengenai ‘dua pil’ yang paling mujarab yang diajar oleh Islam iaitu bersyukur apabila berjaya dan bersabar apabila gagal. Jika kedua-dua pil itu tidak digunakan, beliau bimbang nikmat yang dikurniakan Allah sebelum PRU-13 iaitu keamanan, akan hancur sekiranya siri perhimpunan tersebut diteruskan oleh pakatan pembangkang.


Sepanjang wawancara tersebut beliau amat menekankan tentang perpaduan umat Islam dan yakin ia akan dapat dicapai kerana masih ada banyak jalan menuju ke arah itu. Ikuti kupasan lanjut tokoh agama ini.


MINGGUAN: Pihak pembangkang mengatakan bahawa pilihan raya ini tidak adil dan zalim. Bagaimana Datuk melihat perkara ini, apakah benar wujud kezaliman di sini?


MOHAMAD SHUKRI: Sekarang ini negara kita, negara yang ada sistemnya, dengan pilihan raya itu sendiri ada peraturan dan undang-undangnya. Jadi kalau kita kata tidak adil, kita sebenarnya dalam kaedah Islam, sesiapa sahaja yang menjadi pendakwa, maka dialah bertanggungjawab untuk membuktikannya, beban bukti itu dipertanggungjawab yang mendakwa. Jadi kalau kita rasa pilihan raya ini berlaku ketidakadilan, maka kita perlu tampilkan bahan-bahan bukti. Kerana dalam kaedah Islam ‘Al-bayyinah alal mudda’ie’ sesiapa yang mendakwa, dialah dibebankan untuk menampilkan bahan bukti.


Setakat ini saya belum nampak tindakan dari segi undang-undang untuk mengatakan bahawa ini tidak adil, pilihan raya berjalan tidak adil. Ini hanya setakat ini dakwaan tidak adil. Jadi dakwaan sahaja tidak semestinya membuktikan ia tidak adil. Perlu dibuktikan dan dalam sistem yang ada kita boleh kemukakan untuk mendapatkan hak keadilan itu seperti petisyen pilihan raya dan lain-lain ruang yang dibuka yang patut dipakai.


Untuk memberi (menentukan) keadilan ini bukan orang ramai. Kalau berlaku kemalangan jalan raya antara A dan B, tentulah B akan kata A yang salah sebab berhenti mengejut, tetapi A pula mengatakan B yang salah kerana melanggar belakang kereta. Jadi bila hendak selesai? Sebab itu perlu dikemukakan kepada pihak pengadilan baru tahu siapa yang salah. Kita tidak dibenarkan menghakimi ketidakadilan itu bukan pada gelanggangnya. Katakanlah kita mengadakan perhimpunan, apakah perhimpunan ini boleh menjadi gelanggang mahkamah untuk menentukan adil atau tidak adil? Sebab itu kita raikanlah peraturan dan undang-undang yang ada kalau kita tidak berpuas hati. Sama ada kita menang atau kalah, kita masih dapat menikmati keamanan, walaupun kalah kita aman apatah lagi yang menang.


Maksudnya perhimpunan itu tidak perlu diadakan secara besar-besaran?


MOHAMAD SHUKRI: Perhimpunan itu kalau hendak diadakan juga, perlu mengikut peraturanlah, kerana undang-undang mengatakan boleh berhimpun secara aman. Nak berhimpun secara aman itu boleh, jadi pihak berkuasa boleh menentukan hendak berhimpun di mana tetapi ia bukan satu mahkamah untuk mengadili ketidakadilan yang didakwa itu.


Dari segi pandangan peribadi, adakah Datuk sendiri melihat ada penyelewengan dalam pilihan raya baru-baru ini?


MOHAMAD SHUKRI: Pilihan raya ini Pilihan Raya ke-13 bagi negara, setiap kali menjelang pilihan raya akan wujudlah dakwaan-dakwaan sebegitu. Tentang ketidakadilan, kita sudah buka ruang untuk pemerhati-pemerhati yang setakat ini tidak mendengar laporan mereka mengatakan pilihan raya berjalan dengan tidak betul. Jadi saya sendiri tidak pernah buat kajian. Kita berbalik kepada yang saya sebut tadi, kalau kita kata pilihan raya ini tidak adil, tidak telus maka kita rujuklah kepada mahkamah. Mengapa kepada hal-hal lain kita boleh rujuk ke mahkamah tetapi dalam pilihan raya kita tidak boleh percaya kepada mahkamah?


Bagaimana pula Datuk melihat kesan PRU-13 kepada umat Islam?


MOHAMAD SHUKRI: Saya cukup terpanggil dengan PRU-13 ini. Kita cukup menaruh kebimbangan trend yang berlaku dalam negara kita, terutamanya apabila rasa tidak puas hati dicetuskan dan dimanifestasi dengan mengadakan perhimpunan-perhimpunan. Perhimpunan ini ada dua, perhimpunan aman dan perhimpunan yang boleh mencetuskan huru-hara. Dalam kaedah Islam, sesuatu yang tidak baik atau ‘mafsadah’ iaitu keburukan dan kerosakan tidak boleh diatasi dengan keburukan yang sama apatah lagi dengan keburukan yang lebih memudaratkan. Satu-satu keburukan tidak boleh diselesaikan dengan melakukan keburukan juga ataupun keburukan yang lebih parah.


Yang keduanya, amalan dalam Islam kita ada ‘al-amru bilmaruf wan nahyu anil munkar’ iaitu melakukan kebaikan mencegah kemungkaran, jadi bagaimanakah pendekatan untuk melaksanakannya? Sekarang ini saya nampak trend itu sudah terkeluar daripada aliran Ahli Sunnah Wal Jamaah (ASWJ), trend untuk melaksanakan amar maaruf nahi munkar itu semacam tidak mengikut kerangka ASWJ. Ada ternampak bibit-bibit untuk melakukan amar maaruf itu dalam kerangka Syiah, dalam kerangka Khawarij. Ini yang membimbangkan saya. Padahal amalan di negara ini adalah ASWJ. Kecenderungan untuk pergi kepada amalan Syiah dan Khawarij perlu dibendung.


Bagaimana Datuk melihat fitnah yang ditimbulkan pembangkang kerana ia menimbulkan kekacauan dan menanam sikap benci kepada kerajaan?


MOHAMAD SHUKRI: Kita sebagai orang yang beragama, apa juga yang kita putuskan, pendekatan yang kita ambil mesti sesuai dengan tuntutan agama. Kita tidak boleh buat sesuatu mengikut nafsu, sebagaimana maksud hadis Rasulullah SAW, Orang yang lemah itu adalah orang yang mengikut hawa nafsunya”. Jadi ini sebenarnya orang yang lemah, oleh kerana itu apabila kita hendak bertindak perlulah secara bijak, secara rasional dan tidak terkeluar daripada agama.


Jadi maksudnya, Arab Spring atau Malaysian Spring atau orang kata sekarang Anwar Spring tidak perlu berlaku di Malaysia?


MOHAMAD SHUKRI: Tidak perlu berlaku. Kita dalam pengajian agama ada kaedah dipanggil ‘qias’. Ia ada kaedahnya apabila kita hendak kaitkan hukum haram kepada dadah, kita ‘qias’ dengan arak, apa sebab? Di mana persamaan, kerana arak ada elemen memabukkan, Rasulullah kata setiap perkara memabukkan adalah haram, jadi arak dan dadah itu persamaannya kerana boleh menghilangkan kewarasan, jadi kalau kita nak kata Arab Spring , di mana persamaan?


Berlakunya Arab Spring di Mesir, bagaimana suasana rakyat duduk di bawah pemerintahan kerajaan mereka sehingga tercetusnya kebangkitan atau Arab Spring. Tetapi di Malaysia mengapa perlu cetus seperti Arab Spring? Hanya kerana ketidakadilan yang kita katakan sebagai persepsi bukan realiti. Padahal realitinya kita boleh bebas, kalau memang tertekan, pembangkang tidak ada yang menang, kalau pilihan raya berjalan secara tipu, patutnya pembangkang tidak akan menang satu kerusi pun.


Ini pembangkang boleh menang, hampir-hampir menubuhkan kerajaan, diakui masa berkempen ada dirasakan tidak puas hati, tidak diberi ruang dalam akhbar, media elektronik pun terhad, ini ketidakpuasan kitalah, tetapi adakah kita boleh cetuskan seperti Arab Spring itu? Saya fikir banyak lagi ruang-ruang yang boleh. Apakah dengan perhimpunan sahaja untuk menegur ketidaktelusan ini? Mengapa kita tidak boleh gunakan pendekatan sabar? Maknanya masuklah lagi dalam pilihan raya pada masa akan datang dengan mula berkempen hari ini. Barangkali berhimpun itu sudah menjadi cara kempen mereka. Tapi dalam kaedah Islam, apa yang dijangka boleh menimbulkan keresahan, kita tidak boleh mengatakan kita sahaja tidak resah, saya sendiri resah apa kalau hadir perhimpunan, tetapi peniaga-peniaga resah, pemandu-pemandu teksi resah, jalan raya tersekat sana sini, ini menyusahkan, sedangkan dalam Islam, adab-adab jalan raya mesti dipatuhi, halangan tidak boleh.


Datuk melihat bagaimana cara terbaik untuk menyatupadukan umat Islam sebab selepas PRU-13 nampak semakin ada jurang?


MOHAMAD SHUKRI: Saya melihat begini, dari segi Islam ada dua istilah, satu ‘ikhtilaf’ dan satu lagi tafarruq. Al-Quran larang tafarruq, berpecah belah, tapi ikhtilaf berbeza dengan tafarruq. Ikhtilaf bermaksud perbezaan jalan untuk mencapai kepada kebenaran, maknanya berselisih dari segi metodologi atau jalan untuk sampai kepada kebenaran dan mencapai maqasid syariah, objektif daripada syariah.


Itu yang tidak salah dari segi Islam, ikhtilaf tidak dilarang, sebab ulama besar kita, Imam Syafie, Maliki, Hambali dan Hanafi, mereka tidak pernah menidakkan orang lain atau mengatakan si A ini adalah salah. Ulama-ulama kita dalam mazhab-mazhab ini hanya berselisih dalam hal cara atau metodologi sahaja untuk mencapai kebenaran, sebab itu imam Abu Hanafi, Maliki, Hanafi dan Syafie tidak pernah menidakkan satu sama lain. Itu dipanggil ikhtilaf. Metodologi boleh kita berbeza dan memang berbeza pandangan dan pendapat adalah tabiat asal manusia. Jadi kalau kita bagaimana untuk penyatuan umat, kita berbeza pendapat dari segi metodologi tetapi bukan iktirab perbalahan sehingga kita berkerat rotan dan berpatah arang.


Kedua, kaedah yang diterima pakai oleh ulama ialah mana-mana yang kita setuju, kita sepakati, tetapi mana-mana yang selisih, kita toleransi. Jadi bersepakatlah dalam hal yang kita persetujui. Sebenarnya banyak perkara yang lebih banyak kita bersetuju, bersepakatlah dalam hal yang dipersetujui dan bertolak ansur dalam hal yang berselisih. Ketiga, kita sebenarnya sangat memerlukan kepimpinan yang berjiwa besar, fikir bagaimana nak menyatupadukan umat Islam perlu kepada kepimpinan yang berjiwa besar contoh Nabi Muhammad SAW seorang yang berjiwa besar apabila timbul perbalahan di kalangan kafir Quraisy untuk meletakkan Hajar Aswad ke dinding Kaabah mereka hampir mencetuskan peperangan tetapi bila Nabi masuk, Nabi dapat damaikan kabilah Arab yang mahu berperang ini. Apabila Nabi meletakkan hamparan dan letak Hajar Aswad dan semua ketua kabilah pegang dan usung beramai letak di dinding kaabah perbalahan tidak berlaku, sebab Nabi berjiwa besar.


Kita selagi belum ada pemimpin berjiwa besar, payah untuk kita berdamai. Kita sedang mencari pemimpin yang berjiwa besar, kalau ada pemimpin berjiwa besar, pemimpin ini akan menghargai kebenaran, pemimpin ini bukan hanya pintar, cerdik tetapi pintar dan cerdik kalau tidak sampai kepada kebenaran ia sia-sia jadi kita hendak pemimpin yang berjiwa besar yang boleh akalnya mengawal nafsu. Sekarang ini akal dikuasai, yang dominannya nafsu, inilah terjadi perpecahan dan perbalahan. Kalau akal mendominasi nafsu tak apa, lebih-lebih lagi nafsu dan akal didominasi oleh wahyu amat bagus tetapi sekarang tidak berlaku begitu, nafsu duduk di atas, nafsu mahukan kekuasaan dan kepentingan diri dan puak, maka kalau selagi ini tidak boleh diketepikan, kepentingan puak dan diri tidak diketepikan ia tidak boleh wujud perpaduan.


Kalau kita nak kata macam mana perpaduan hendak dicapai, pemimpin itu yang mustahak. Kita lihat pada tahun 70-an ada pemimpin bernama Tun Abdul Razak, ada pemimpin bernama Datuk Asri Muda yang melihat kepentingan masyarakat Melayu Islam di Malaysia, lalu pergi berunding di Geneva, empat mata lalu balik maka berlakulah kerajaan campuran Kelantan, penyertaan Pas dalam BN kerana mereka berjiwa besar melihat ke depan tetapi tidak lama berpecah balik, ini sejarah. Saya merasakan bahawa kalau kita hendak betul-betul secara sedar keperluan kepada penyatuan umat jangan jadikan gelanggang media tempat untuk mencari perpaduan, kena secara kerahsiaan. Usaha untuk menyatu padukan ini mesti digerakkan secara low profile’ tidak dihebahkan. Biasa dihebahkan, bila masuk surat khabar, orang yang ada kepentingan akan menentang. Sebenarnya usaha ke arah penyatuan umat ini lama diusahakan selepas berjaya dahulu tahun 70-an, tetapi selepas itu bergolak balik sampai hari ini, tetapi kalau ada usaha secara low profile ini saya yakin ia boleh menjadi kenyataan.


Maksudnya Pas dan UMNO mesti bersatu?


MOHAMAD SHUKRI: Siapa sahaja yang merasakan dan bertanggungjawab terhadap agama perlu bersatu, mungkin Pas dan UMNO dan mungkin lain-lain.



Di antara alasan yang sering diberikan oleh pemimpin Pas yang menolak perpaduan ialah UMNO hanya inginkan perpaduan kerana pada ketika ini mereka lemah dan ketika UMNO kuat, mereka tidak pernah memandang Pas. Bagaimana Datuk melihat alasan seperti ini?


MOHAMAD SHUKRI: Pandangan ini masih didominasi oleh perasaan tidak di dominasikan oleh akal yang rasional. Setiap yang rasional akalnya kepada perpaduan cuma perasaan. Sekarang, kalau nak bersatu, A kena masuk B, B kena masuk A. Sekarang kena merasai kepentingan umat Islam itu. Dalam kaedah syarak sendiri disebut, ‘Semoga Allah memberi kemaafan kepada yang telah berlalu’. Orang Melayu selalu kata bila biduk berlalu kiambang bertaut, air yang ditetak tidak akan putus, itu harus ada dalam pemikiran pemimpin kita. Bukan (alasan) kata dia hendak lemas baru dia hendak pada kita, kalau tidak lemas tidak datang kepada kita, itu barang kali cakap-cakap bahasa politik, bila lemah mahu datang minta tolong tetapi benarkah ada pihak yang lemah. Adakah betul-betul UMNO sudah lemah? Apakah Pas lebih kuat daripada UMNO? Saya tidak nampak juga, yang saya nampak, Pas di nombor tiga, DAP nombor satu, PKR nombor dua, DAP yang paling kuat.


Dalam hal politik ini tawar menawar siapa lebih kuat perlu diketepikan, kalau kita berbeza dari segi metodologi tetapi matlamat adalah kebenaran untuk menyelamatkan bangsa, tanah air dan kepimpinan. Kalau kepimpinan terlucut kepada yang lain, masa itu kita hanya menangis tidak berair mata. Mungkin di peringkat saya tidak ada apa sekarang, anak saya tidak ada apa, tetapi mungkin berlaku pada cucu saya. Kita boleh lihat masyarakat kita di negara jiran, apa yang berlaku? Banyak pelajaran di sekeliling kita yang boleh dipelajari terutama di Timur Tengah, Palestin, Iraq, Syria, dan Mesir sendiri mengambil masa yang lama untuk kembali pulih, silap-silap nanti berlaku lagi apabila kita lemah.


Dalam soal ini, kita bukan lihat kepada UMNO dan Pas, kita lihat kepada umat Islam kerana dari segi logik kita tidak kuat kalau kita berpecah, kita akan kuat kalau kita bersatu, kalau kita berpecah dua, dua-dua, kalau ada tiga, tiga-tiga lemah, kita tidak boleh A lemah, B kuat kerana berpecah, kalau berpecah A,B,C tetap lemah sebab al-Quran sebut begitu kalau berpecah hilang kekuatan. Sebab itu isu siapa lemas, lemah dan kuat, kita tidak boleh timbul dalam perpaduan.


Apakah Datuk yakin akan wujud perpaduan UMNO dan Pas yang menjadi impian seluruh umat Islam di negara ini?


MOHAMAD SHUKRI: Memang ajaran agama tidak membenarkan kita pesimis, kita diajar supaya positif dan optimis. Kita masih merasakan jalan untuk penyatuan itu masih ada dan banyak.




Perlu pemimpin berjiwa besar

Friday, August 2, 2013

Komersialisasi Alquran Tanpa Pemaknaan

Napoleon Bonaparte dalam buku Bonaparte et I’Islam karya Cherlifs menyatakan, “…the Qur’an wich alone can lead men to happiness” (…hanyalah Quran itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan). Kalimat itu semacam endorfin karena diucapkan oleh seorang jenderal, panglima perang, sekaligus kaisar penguasa Prancis.


Nama Napoleon terdapat dalam urutan ke-34 dari seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia yang ditulis Michael H. Hart (1978). Sebagai muslim tentu kita tidak meragukan lagi bahwa Alquran adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW dan memiliki banyak keistimewaan. Bahkan pada Ramadan ini dikenal dengan Syahrul Quran (bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Alquran) yang selanjutnya diperingati sebagai Nuzulul Quran.


Penjualan buku Islam termasuk Alquran meningkat di bulan ini. Konsumen rela menyisihkan anggaran khusus untuk membeli Alquran. Penerbit dengan gencar mempromosikan berbagai jenis  mushab atau buku Alquran lewat berbagai media. Motif seseorang berinteraksi dengan Alquran tentu berbeda-beda, bergantung keistimewaan yang ingin didapatnya.


Ada yang bermotivasi agar dijauhkan dari setan, rumahnya bercahaya, dilimpahi kebaikan, menjadi syafaat, menghantarkan si empunya ke surga, memperoleh kebahagiaan, satu huruf sepuluh kebaikan, menjadi sebaik-baik manusia, meninggikan derajat, dan masih banyak lagi. Aneka keistimewaan itulah yang akhirnya menjadi pemicu berbagai kalangan berhasrat meraihnya.


Salah satu pihak yang tidak bisa lepas yaitu penerbit dan percetakaan Alquran. Mereka mencetak/menerbitkan Alquran untuk memenuhi kebutuhan pasar di mana konsumen selalu mengingingkan produk yang berkualitas. Misi ini mengandung harapan agar seluruh kaum muslim di Indonesia dari berbagai kalangan bisa membaca dan mangamalkan Alquran.


Namun, fakta sebagaimana diungkap Republika (25/1) ternyata mencengangkan. Hanya tiga 30% siswa muslim di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang bisa membaca Alquran. Sisanya (70%) masih tergolong buta aksara Alquran. Untuk menjangkau semua kalangan maka dibuatlah Alquran dengan berbagai variasi harga, bahasa, dan fitur.


Variasi ini dibuat karena setiap orang memiliki motif yang berbeda saat membelinya. Dari segi harga ada yang dibanderol puluhan ribu rupiah, ratusan ribu rupiah, sampai jutaan rupiah. Dari segi bahasa juga diterjemhakan ke dalam bahasa Jawa, Indonesia, Arab, Inggris. Dari segi fitur juga bermacam-macam, mulai dari yang dilengkapi tajwid, aneka warna, suara, sampai video. Bahkan muncul Alquran unik, Alquran khusus bagi perempuan.


Kita beranggapan semua itu dilakukan agar setiap Alquran yang dicetak bisa dikenal dan dinikmati semua kalangan di seluruh pelosok negeri ini. Untuk mencapai tujuan itu, akhirnya dibuatlah iklan di media-media massa dengan testimoni menarik dari para artis dan ustaz ternama.


Alquran menjadi barang komersial yang harus diiklankan satu halaman penuh di sebuah koran nasional dengan harga yang fantastis. Alquran mulai menjadi komoditas. Sementara, jika membeli Alquran adalah bagian dari sebuah pemaknaan ibadah, harus merujuk pada makna awalnya.


Ibadah dalam arti luas merupakan ketundukan jiwa yang timbul karena hati (jiwa) merasakan cinta akan Tuhan yang ma’bud (disembah) dan merasakan kebesaran-Nya, disebabkan adanya keyakinan bahwa bagi alam semesta ini ada kekuasaan yang akal tidak dapat mengetahui hakikatnya (Din Al-Islam, Ajat Sudrajat: 1995).


Berwajah Puisi


Saat pihak penerbit/percetakan mendistribusikan Alquran dan konsumen telah memutuskan untuk membelinya maka motif utama yang harus dijaga adalah ketundukan jiwa yang timbul karena hati (jiwa) merasakan cinta akan Tuhan. Motif utama seharusnya bukan nalar konsumtif, komersial, dan motif duniawi lainnya. Inilah yang disebut Dr. Muhammad Iqbal (1877-1938) dengan istilah “konasi” di mana tujuan melahirkan perbuatan. Suatu perbuatan adalah bersifat duniawi atau sekuler apabila ia dilakukan terlepas sama sekali dari jiwa kompleksitas.


Kita perlu menengok sejenak ke era 1980-an, tepatnya pada 1982. Saat itu kritukus sastra Hans Bague Jassin (HB. Jassin) menerbitkan Alquran berwajah puisi yang bernama Al-Qur’an Bacaan Mulia. Alquran yang sempat menjadi kontroversi berbagai kalangan termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Departemen Agama di tahun-tahun setelahnya. H.B. Jassin seakan menjadi penerus sahabatnya Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) atau lebih dikenal dengan julukan Buya Hamka (1908-1981) yang menulis Tafsir Al-Azhar.


Dalam buku Kontroversi Al-Qur’an Berwajah Puisi (1995) H.B. Jassin mengungkapkan keprihatinan dalam kata pengantarnya. Ia menuliskan mengapa Alquran yang beredar baik di Indonesia maupun di luar negeri tidak ditulis dalam bahasa puisi? Mengapa Alquran yang begitu indah bahasa dan kandungannya tidak ditulis pula secara indah perwajahannya?


Apa yang dikatakan H.B. Jassin seakan mengingatkan kembali kepada manusia abad ini yang bersemangat memenangkan perlombaan mencetak dan menerbitkan Alquran dengan mutu terbaik. Namun, masih belum menyentuh esensi Alquran yang begitu indah bahasa dan kandungannya.


Kita berdoa pihak-pihak yang terlibat di dalamnya menyelami kembali pemikiran H.B. Jassin tentang konsep memunculkan keindahan Alquran. Perbanyakan Alquran jangan hanya masuk dalam ranah duniawi/sekuler untuk memenuhi nalar konsumtif dan kapitalis. Dengan demikian hadirnya Alquran benar-benar mampu menjadi petunjuk dan penerang jiwa bagi siapa pun yang membacanya.


 


 


 


 


Article source: http://web.inilah.com/read/detail/1941716/athena-satu-satunya-ibu-kota-tak-punya-masjid


Komersialisasi Alquran Tanpa Pemaknaan

Thursday, December 8, 2016

Hujat MUI, Mualaf Ini Tobat dan Bersyahadat Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang mualaf di Kota Sukabumi mengaku khilaf dan bertobat karena telah menghujat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah tersebut dilakukan di depan pengurus MUI dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Sukabumi Jumat (9/12).

Warga tersebut adalah Yuanta Dharma Djohanli alias Yuan Lee bin Dharmawan Djohanli (49 tahun) warga Jalan Mayawati Atas RT 03 RW 01, Kelurahan  Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sebelumnya, dalam akun media sosial facebook, dia menuliskan hujatan dan hinaan terhadap MUI dan FPI.

"Saya mengakui telah membuat pernyataan di akun facebook pada tanggal 18 Nopember 2016 yang menghujat FPI dan MUI," ujar Yuan Lee, membacakan ikrar di depan pengurus MUI dan FPI di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi. Salah satu kalimatnya antara lain ‘kalian kelompok barbar yang ingin makar terhadap NKRI dan pemerintah yang sah, kalian ingin perang saudara dan kalian organisasi bajingan'.

Yuan Lee mengaku, pernyataan tersebut salah dan berdosa. Oleh karena itu, ia meminta maaf sedalam-dalamnya kepada MUI, FPI, dan organisasi Islam lainnya. Ia juga berjanji akan bertobat kepada Allah SWT dan tidak akan mengulangi perbuaan keji dan munkar.

Dalam ikrarnya juga, Yuan Lee meminta adanya bimbingan dan pembinaan dari MUI agar menjadi mualaf yang baik. Yuan Lee juga bersedia mondok di pesantren yang ditunjuk MUI Sukabumi minimal selama tiga bulan untuk memperdalam ajaran Islam.

Terakhir kata Yuan Lee, ia memohon kasus pelaporan yang dilakukan MUI ke polisi terkait posingan di facebook tersebut agar dicabut. Harapannya, kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. "Saya sangat menyesal dan tidak mengulangi lagi," kata Yuan Lee yang masuk Islam pada 2006 lalu. Ia mengaku, proses belajar Islamnya sempat terhenti sejak lama.

Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muhammad Kusoy mengatakan, sebelumnya MUI dan FPI telah melaporkan Yuan Lee ke Polres Sukabumi Kota pada 22 Nopember 2016 lalu. "Pelaporan terkait pernyataan Yuan Lee yang menghina dan menghujat MUI dan FPI," ujar dia.

Pelaporan tersebut, kata Kusoy, untuk menjaga nama baik MUI, kemuliaan ulama, dan ajaran Islam. Selain itu, untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di Kota Sukabumi.Namun terang Kusoy, pada 3 Desember 2016 terlapor Yuan Lee beserta keluarganya mendatangi Kantor MUI Sukabumi. Kedatangan terlapor untuk meminta maaf dan mengaku berdosa serta menyesal mengeluarkan pernyataan yang menghujat MUI.

Kusoy menambahkan, terlapor juga memohon bimbingan dari MUI dan meminta kasus diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya, selama ini belum mendapatkan pembinaan dari segi agama. Permohonan ini, ungkap Kuoy, langsung direspons dengan menggelar rapat antara MUI dan FPI.

Hasilnya, MUI, dan FPI memberikan maaf dengan syarat terlapor bersyahadat kembali dan menyampaikan permohonan maaf dan berikrar di hadapan pengurus MUI secara terbuka. "Terlapor juga harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan menebus dosanya dengan keimanan dan amal shaleh," katanya.

Selepas itu, terlapor juga harus mondok di Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi selama tiga bulan. Ketua MUI Kota Sukabumi Deddy Ismatullah menambahkan, terlapor Yuan Lee merupakan mualaf dan telah menjadi bagian saudara umat Islam. Sehingga, dengan adanya permintaan maaf dan bersyahadat, maka proses hukumnya akan segera dicabut. "MUI juga akan memberikan pembinaan kepada Yuan Lee. Sehingga harapannya Yuan Lee bisa menjadi Muslim yang taat menjalankan ajaran agama Islam," katanya.

"

| Hujat | MUI, | Mualaf | Tobat | Bersyahadat | Lagi | REPUBLIKA | SUKABUMI | Seorang | mualaf | Kota | Sukabumi | mengaku | khilaf | bertobat | karena | telah | menghujat | Majelis | Ulama | Indonesia | (MUI) | Langkah | tersebut | dilakukan | depan | pengurus | Front | Pembela | Islam | (FPI) | Jumat | p>Warga | adalah | Yuanta | Dharma | Djohanli | alias | Yuan | Dharmawan | tahun) | warga | Jalan | Mayawati | Atas | Kelurahan  | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | Senya | dalam | akun | media | sosial | facebook | menuliskan | hujatan | hinaan | terhadap | p>Saya | mengakui | membuat | pernyataan | pada | tanggal | Nopember | 2016 | yang | ujar | membac | ikrar | Gedung | Pusat | Kajian | Salah | satu | kalimatnya | antara | lain | ‘kalian | kelompok | barbar | ingin | makar | NKRI | pemerintah | kalian | perang | saudara | organisasi | bajingan | p>Yuan | salah | berdosa | Oleh | meminta | maaf | sedalam | dalamnya | kepada | lainnya | juga | berjanji | Allah | mengulangi | perbuaan | keji | munkar | p>Dalam | ikrarnya | adanya | bimbingan | pembinaan | agar | menjadi | baik | bersedia | mondok | pesantren | ditunjuk | minimal | selama | tiga | bulan | untuk | memperdalam | ajaran | p>Terakhir | kata | memohon | kasus | pelaporan | polisi | terkait | posingan | dicabut | Harapannya | diselesaikan | secara | kekeluargaan | Saya | sangat | menyesal | lagi | masuk | 2006 | proses | belajar | Islamnya | sempat | terhenti | sejak | lama | p>Sekretaris | Muhammad | Kusoy | mengat | senya | melaporkan | Polres | Pelaporan | menghina | p>Pelaporan | menjaga | nama | kemuliaan | ulama | Selain | mencipt | kerukunan | kedamaian | Namun | terang | Desember | terlapor | beserta | keluarganya | mendatangi | Kantor | Kedatangan | serta | mengeluarkan | p>Kusoy | menambahkan | Pasalnya | mendapatkan | segi | agama | Permohonan | ungkap | Kuoy | langsung | direspons | dengan | menggelar | rapat | p>Hasilnya | memberikan | syarat | bersyahadat | kembali | menyampaikan | permohonan | berikrar | hadapan | terbuka | Terlapor | harus | sungguh | menebus | dosanya | keimanan | amal | shaleh | katanya | p>Selepas | Pesantren | Dzikir | Alfath | Ketua | Deddy | Ismatullah | merup | bagian | umat | permintaan | maka | hukumnya | segera | harapannya | Muslim | taat | menjalankan | p> |

Thank U Very Very Much for Reading this Article

Tuesday, June 25, 2013

Kerjasama dengan bukan Islam dalam pemerintahan

Soalan;
Saya ingin bertanya tentang hukum bekerjasama dengan orang bukan Islam dalam pemerintahan dan pentadbiran negara.


Jawapan;


1. Berkerjasama dengan orang bukan Islam untuk mencapai perkara yang menjadi maslahah bersama sesama manusia (kesejahteraan hidup duniawi, keadilan, membenteras kezaliman, penyelewengan, rasuah, menjamin kehidupan rakyat yang lebih baik dan sebagainya) tanpa melanggar mana-mana hukum-hakam Syariat, hukumnya adalah harus. Dalam al-Quran, Allah menjelaskan bahawa Nabi Muhammad diutuskan sebagai rahmat untuk sekelian alam.

“Dan tidak Kami utuskan engkau wahai Muhammad melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (Surah al-Anbia : ayat 107)


Terdapat juga di dalam al-Quran ayat yang menegaskan tidak dilarang orang Islam untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang bukan Islam yang baik yang tidak memusuhi kaum muslimin sekalipun pada zahirnya sahaja.


“Allah tidak menegah kamu dari berbuat baik dan berlaku adil (kepada orang-orang bukan Islam) yang tidak memerangi kamu kerana agama kamu dan tidak mengusir kamu dari tanah air kamu. Allah mengasihi orang-orang yang berlalu adil.” (Surah al-Mumtahanah : ayat 8)

2. Dari segi praktik pula, Nabi Muhammad -sallalalhu ‘alaihi wasallam- telah mengadakan perjanjian Madinah (Sahifah Madinah/Piagam Madinah) yang membabitkan bukan sahaja golongan Islam tetapi juga kabilah Yahudi di Madinah. Jika berpakat dengan orang bukan Islam haram secara mutlaknya, nescaya Nabi tidak akan mengadakan perjanjian dengan mereka. Adapun ada kabilah Yahudi yang diusir dari Madinah oleh Nabi. Hal itu kerana mereka melanggar perjanjian dengan Nabi dan mengkhianati baginda. Jika mereka terus setia dengan Nabi, nescaya mereka akan terus hidup aman damai di Madinah sebagai Ahlul-Zimmah.


Rasulullah pernah memberitahu para sahabatnya bahawa beliau pernah menyaksikan persepakatan yang dibuat oleh beberapa pemimpin Quraisy di Makkah sebelum baginda dilantik menjadi Rasul (iaitu persepakatan yang dipanggil Halful-Fudhul. Ketika itu usia Nabi 25 tahun). Persepakatan itu mereka meterai bersama untuk mempertahankan sesiapa yang dizalimi di Makkah atau dirampas haknya. Nabi berkata; “Jika aku diajak untuk turut sama menyertai persepakatan serupa, nescaya aku akan menyertainya. Ia lebih aku suka daripada unta merah.” (al-Ahkam al-Sultaniyah, Imam al-Mawardi). Perhatikan, bagaimana Rasulullah berhasrat menyertai persepakatan yang baginda sendiri tahu bahawa mereka yang terlibat semuanya bukan Islam. Namun oleh sebab isi persepakatan itu sama dengan apa yang dituntut oleh Islam iaitu keadilan untuk manusia, maka baginda menyokongnya.


2. Kerjasama yang diharamkan ialah yang merugikan Islam dan kaum muslimin, antaranya untuk menegakkan mana-mana sistem pemerintahan yang bercanggah dengan Syariah Islam (sekular, sosialis, komunis dan sebagainya), membantu orang kafir untuk memerangi kaum muslimin (sebagaimana pemimpin-pemimpin Arab bersekongkol dengan Amerika untuk menyerang Iraq), menolak Syariat Allah atau mengambil pendekatan yang bercanggah dengan Syariat, menafikan hak kaum muslimin kerana lebih mengutamakan persepakatan dengan orang bukan Islam dan sebagainya lagi yang merugikan Islam dan umat Islam.  Dalam apa keadaan sekalipun, seorang muslim wajib mengutamakan Islam dan umat Islam. Jika suatu persepakatan boleh merugikan Islam dan umat Islam, haram orang Islam menyertai persepakatan sebegitu. Di dalam al-Quran Allah melarang orang beriman berteman rapat dengan orang-orang kafir dengan menyisihkan orang-orang beriman. Begitu juga, Allah melarang mengambil orang-orang yang memusuhi Islam dan umat Islam sebagai teman dan kawan.

“Janganlah orang-orang yang beriman mengambil orang-orang kafir menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Dan sesiapa yang melakukan (larangan) yang demikian maka tiadalah ia (mendapat perlindungan) dari Allah dalam sesuatu apapun, kecuali kamu hendak menjaga diri daripada sesuatu bahaya yang ditakuti dari pihak mereka (yang kafir itu). Dan Allah perintahkan supaya kamu beringat-ingat terhadap kekuasaan diri-Nya (menyeksa kamu). Dan kepada Allah jualah tempat kembali.” (Surah al-Imran : ayat 28)


“Sesungguhnya Allah hanyalah melarang kamu daripada menjadikan teman rapat orang-orang yang memerangi kamu kerana agama (kamu), dan mengeluarkan kamu dari kampung halaman kamu, serta membantu (orang lain) untuk mengusir kamu. Dan (ingatlah), sesiapa yang menjadikan mereka teman rapat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (surah al-Mumtahanah : ayat 9)


3. Dari segi pemerintahan negara, Ketua Negara (Khalifah/Sultan/Presiden) wajib dari kalangan orang Islam kerana kewajipan ketua negara dalam Islam bukan sahaja mentadbir negara, tetapi juga menegakkan agama. Imam al-Mawardi (salah seorang tokoh ulama silam dalam bidang politik Islam) tatkala mendefinisikan Khilafah (iaitu jawatan tertinggi dalam pemerintahan Islam), beliau menjelaskan; “Khilafah ialah pengganti kepada Rasulullah untuk melaksanakan tugas menegakkan agama dan mentadbir negara” (al-Ahkam as-Sultaniyah). Seorang bukan Islam sudah tentu tidak akan melaksanakan tugas menegakkan agama sekalipun mungkin mampu mentadbir negara dengan baik.


Selain itu, Allah berfirman (bermaksud); “Milik Allah lah kemuliaan, juga milik Rasul-Nya serta kaum muslimin”. Jika ketua negara bukan berada pada tangan orang Islam, pasti kemuliaan yang disebut Allah dalam ayat ini tidak akan berlaku. Oleh itu, wajib kaum muslimin memperjuangkan kepimpinan Islam atau mempertahankannya sebagaimana mereka wajib memperjuang dan mempertahan kedaulatan Syariah dalam perlembagaan dan undang-undang.


4. Adapun menteri (wazir), para ulama membahagikannua kepada dua kategori;
i. Wazir at-Tafwidh; iaitu menteri yang diserah mandat oleh ketua negara untuk membentuk kerajaan (termasuk melantik menteri dan penjawat jawatan penting negara/negeri seperti ketua hakim, ketua tentera dan sebagainya) dan mentadbir urusan negara berdasarkan ijtihad dan pertimbangannya. Pada hari ini, yang masuk dalam kategori ini ialah perdana menteri, menteri besar atau seumpama mereka. Menteri dalam kategori ini wajib dari orang Islam dengan sepakat para ulama. Tidak harus dilantik dari kalangan orang bukan Islam.
ii. Wazir at-Tanfidz; iaitu menteri-menteri pelaksana. Mereka adalah pelaksana dasar-dasar yang telah diputuskan oleh ketua negara atau majlis syura (Ahlul-Halli Wal-’Aqdi) dan tertakluk dengan arahan perdana menteri (atau orang yang memegang Wazir at-Tafwidh tadi). Menteri dalam kategori ini, menurut ulama – harus dilantik daripada kalangan orang bukan Islam mengikut kesesuaian jawatan dengan mereka.     


http://ilmudanulamak.blogspot.com/


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Kerjasama dengan bukan Islam dalam pemerintahan

Wednesday, May 15, 2013

Pesantren dibantu dana asing, siapa yang diuntungkan?

Anggaran bantuan pemerintah Australia saat ini meningkat hingga $100 juta.


Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sektor pendidikan masih menjadi salah satu sasaran bantuan demi mempercepat pemerataan pembangunan.


Dalam situs resmi lembaga penyalur bantuan AusAID, Kepala AusAID Indonesia Jacqui de Lacy, mengatakan bahwa bantuan di sektor pendidikan merupakan program prioritas dari AusAID.


Selain untuk pembangunan sekolah-sekolah dan perbaikan penyediaan pendidikan di tingkat dasar, menengah, dan pemberian bantuan beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi, Australia pun kini memberikan bantuan kepada ribuan pesantren di Indonesia.


Australia berkomitmen membangun lebih dari 2000 sekolah terutama sekolah Islam Madrasah dan Pondok Pesantren, salah satunya adalah Pondok pesantren Tarbiyatul Huda, di Jawa Barat.


Pesantren ini mendapat bantuan Australia sebesar Rp. 1 miliar pada tahun 2009, yang dipakai untuk perbaikan fasilitas mengajar, termasuk menambah enam ruangan kelas, ditambah sejumlah sarana penunjang seperti ruang laboratorium.


“Kami hanya menyediakan tanah, semua keperluan pembangunan sekolah ditanggung dari dana hibah itu. Sampai gambar dan layout sekolah juga AusAID yang sediakan.” tutur Kepala Sekolah Ponpes Tarbiyatul Huda, Ridwansyah.


Menurut Pembantu Rektor I Univesitas Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jamhari Ma’ruf, program bantuan pembangunan sekolah-sekolah Islam yang dilakukan Australia bisa membantu infrastruktur yang buruk, dan keterbatasan finansial lainnya.


Siapa yang sebenarnya diuntungkan?


Pemberian bantuan asing kepada pesantren-pesantren di Indonesia menimbulkan sejumlah pertanyaan, salah satunya adalah kecurigaan agar menciptakan Islam yang lebih moderat dan berpihak kepada negara-negara barat.


“Saya rasa ini adalah kecurigaan yang masuk akal, karena selama ini pesantren tidak pernah mendapatkan bantuan dari luar dan selalu konsisten dengan prinspinya yang memperjuangkan kemandirian,” jelas Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi , MPhil, MA, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.


Dr Hamid, yang juga akrab disebut Gus Hamid mengatakan bahwa kemandirian yang dimaksud bukan sekedar kemandirian secara finansial, tetapi juga dalam segi menentukan kurikulum.


Ia juga menegaskan adanya asumsi di negara-negara barat bahwa selama ini Islam mengajarkan kekerasan atau radikalisme.


“Ini hanya karena melihat Amrozy dan kawan-kawan adalah alumni pesantren, kemudian disimpulkan bahwa seluruh pesantren mengajarkan pemikiran-pemikiran yang radikal,” tegasnya.


“Ada kesimpulan yang salah bahwa pesantren melahirkan pemikiran yang radikal, sehingga harus diubah, dan yang dapat mengubah adalah orang asing.”


“Berapa pesantren yang mengajarkan pemikiran-pemikiran radikal di Indonesia? Jumlah pesantren di Indonesia itu 24.000, dan itu baru satu dan dua.”


Gus Hamid juga menjelaskan bahwa jika prinsip-prinsip kemandirian itu hilang dan malah mengandalkan bantuan-bantuan asing, justru keberadaan pesantren tidak akan berkesinambungan.


Sementara itu, Deputi VII Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Sujana Royat, mengatakan Australia juga diuntungkan dengan memberikan bantuan karena kestabilan politik dan keamanan di Indonesia memberikan jaminan keamanan bagi Australia.


Article source: http://www.malaysia-chronicle.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=91692:in-kuala-selangor-dzulkefly-not-spared-by-gutter-politics&Itemid=2


Pesantren dibantu dana asing, siapa yang diuntungkan?

Tuesday, October 29, 2013

Tamadun bukan dari Barat saja


  • Dr Asyraf Wajdi Dusuki


Perkembangan dan pembinaan tamadun yang terbentuk di Malaysia merupakan peranan dan sumbangan besar tamadun Islam. Dalam hal ini, sebagaimana yang telah disepakati ramai sarjana, proses pembinaan tamadun bangsa dan negara, melalui proses transmisi langsung dari kawasan pusat dan kelahiran Islam, iaitu Timur Tengah baik dari segi keilmuan, pemikiran, tingkah laku, budaya dan sosial.



Pada masa sama, pelbagai gejala ‘penyakit’ sosial, budaya dan pemikiran masyarakat merupakan ‘sumbangan’ Barat yang tidak ternilai kepada terbentuknya individu manusia yang rosak. Isu-isu hangat diperkatakan belakangan ini seperti isu sekularisme, pluralisme dan liberalisme (sepilis), seksualiti merdeka dan semakin beraninya golongan bukan Islam menuntut hak-hak mereka yang tidak masuk akal, itu semua berpunca daripada khazanah Barat yang terlalu mengagungkan kebebasan bertindak dan berfikir.



Kita akui Barat punya ‘track record’ yang baik dalam perkara pengurusan dan masalah kedisiplinan. Oleh sebab itu, kita juga patut hargai budaya kerja mereka yang telah membawa kejayaan setakat ini. Tetapi itu bukan bermakna kita perlu mencontohi dan mengagumi Barat. Ini kerana Islam telah menyediakan segala asas dan konsep kemajuan di segala bidang kehidupan. Semuanya kita pulangkan kepada diri sendiri untuk mencipta kejayaan.       



Ini bermakna, Barat tidak boleh mendabik dada dan mendakwa sebagai satu-satunya yang dominan dalam pembinaan tamadun sebuah bangsa. Sesiapa pun tidak menafikan tamadun yang menguasai dunia pada hari ini ialah tamadun Barat. Namun bukanlah tamadun Barat itu lebih unggul daripada tamadun Islam.



Kononnya mereka telah diciptakan untuk memimpin, memerintah dan menguasai sesiapa sahaja. Manakala bangsa lain diciptakan untuk mengabdi diri dan tunduk kepada mereka. Inilah antara ciri-ciri dan sifat pendukung tamadun Barat yang berasakan dirinya lebih tinggi daripada bangsa lain.



Sebenarnya kita tidak pernah  menafikan kecemerlangan tamadun Barat yang mempunyai kesan positif dan hasil yang baik bagi kehidupan manusia. Ini dirasai oleh setiap manusia dalam dirinya dan di persekitarannya. Tamadun ini telah mampu menerokai ilmu-ilmu seperti matematik, fizik dan seterusnya penerapan teknologinya yang memberi kepada manusia kemampuan dan kekuatan menghayati kehidupan duniawi.



Namun di sebalik keunggulan tamadun ciptaan Barat itu terdapat lebih banyak kesan keburukan yang ditimbulkannya seperti keruntuhan akhlak, kemusnahan institusi keluarga, kegelisahan jiwa manusia dan kecelaruan akal sehingga membawa kesengsaraan hidup manusia.



Kalau kita menyingkap kembali sejarah kecemerlangan tamadun Islam Andalusia Sepanyol, bagaimana Raja Inggeris King George II pernah mengutus surat kepada Khalifah Hisham III (Kerajaan Umayyah Sepanyol), antara lain maksud surat itu memberitahu tentang keinginan bangsa Eropah yang dikelilingi kebodohan waktu itu untuk menimba ilmu di Andalusia. Inilah hadiah peradaban yang paling besar Islam kepada Barat yang kini dinafikan oleh mereka. Mereka bangkit di atas puncak kemajuan ilmu pengetahuan kaum Muslimin.



Tidak keterlaluan juga, jika dikatakan bahawa orang Barat sebenarnya `mudah lupa’. Mereka `lupa’ dan mungkin juga `buat-buat lupa’ bahawa kemajuan dan kecemerlangan yang dicapai oleh mereka adalah hasil sumbangan tamadun Islam yang terlebih dahulu mempelopori ilmu-ilmu moden yang ada pada hari ini.



Maka dalam hal ini, Barat seharusnya berterima kasih dan bersikap benar serta adil kerana pendapat yang lebih ekstrem pernah meletakkan bahawa peradaban Barat moden itulah seperti Dajal yang ditunggu-tunggu.



Siapa boleh menyelamatkan umat manusia moden yang sedang mengalami kecemasan dan kegelisahan di bawah dominan tamadun Barat moden yang berkuasa sekarang. Agama Kristian jauh sama sekali, apatah lagi untuk membina manusia yang dicitakan oleh tamadun manusia. Demikian juga agama Yahudi, lebih tidak mampu.



Umat manusia memerlukan tamadun baru yang memberikan ia agama, tetapi ia tidak kehilangan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan keimanan tetapi tidak melenyapkan akal, yang memberi roh (jiwa) tetapi tidak menghalang material, yang memberi akhirat tetapi tidak menghalang ia dari dunia. Tamadun sedemikian ini hanya pada tamadun Islam.




* Penulis ialah Yang Dipertua Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim)


Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/733088/nama-jonas-rivanno-setelah-memeluk-islam


Tamadun bukan dari Barat saja

Sunday, September 15, 2013

Di Bali Miss World, di Jakarta World Muslimah

JAKARTA - Pada saat peserta pemilihan Miss World 2013 sedang menjalani karantina di Bali sejak minggu lalu, di Jakarta digelar kontes World Muslimah mulai Rabu (11/9). Ajang tersebut digelar sebagai wadah bagi para perempuan berjilbab yang tidak mau melepaskan pakaiannya untuk mengikuti kontes ratu kecantikan. 





Pendiri World Muslimah Foundation Eka Shanty mengatakan, penyelenggaraan ini tidak didesain untuk menyaingi kontes Miss World. “Kami sudah tiga kali mengadakan, justru Miss World yang datang ke sini,” ujarnya.





Sejak kali pertama diadakan pada 2011, World Muslimah juga selalu berlangsung pada September. 





Tahun ini ajang kecantikan bagi perempuan muslim sedunia itu akan diikuti 20 kontestan yang berasal dari enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Bangladesh, Nigeria, dan Iran. Eka menjelaskan, audisi peserta World Muslimah dilaksanakan secara online.





Mulanya, audisi awal diikuti sebelas negara dengan 551 peserta pada Juni hingga Juli 2013. Dari jumlah itu, terpilih top 100 semifinalis. Mereka lantas menyampaikan video tentang diri dan beragam aktivitas sosial yang sudah dilakukan. “Seleksi video dilakukan melalui YouTube,” tambahnya. 





Nah, saat ini terpilih 20 finalis yang berkumpul di Jakarta dari berbagai negara. Mereka akan bersaing untuk meraih gelar World Muslimah 2013, runner-up I, dan runner-up II. Selain itu, ada beberapa kategori baru. Yakni The Most Inspiring Video, The Most Favorite, The Most Talented, The Best Alquran Recitation, dan The World Netizen Muslimah. 





Konsep acara World Muslimah juga diklaim Eka berbeda dengan kontes ratu kecantikan lainnya. Pergelaran tersebut, menurut dia, lebih menonjolkan sisi spiritualisme. Dari segi kostum, dipastikan tidak akan ada sesi mengenakan pakaian minim. 





”Sebaliknya, semua pakaian modis kontestan harus sesuai dengan syariat Islam. “Apalagi, tahun ini aspek penilaian tak hanya melibatkan unsur kecantikan,” terang Eka, “tapi didasarkan pada tiga hal, yakni  salihah, smart, dan stylish.





Salihah adalah penilaian karakter dengan peserta akan mengaji bersama untuk mendapatkan sepuluh besar. Setelah itu ada segmen smart, yakni menilai komitmen, hingga terpilih lima besar. Sisanya akan masuk ke segmen stylish dan memilih satu di antara enam kategori pertanyaan. Enam kategori tersebut mengacu pada enam gaya hidup Islam yang akan dikampanyekan jika nanti terpilih sebagai World Muslimah. Keenamnya adalah islamic fashion, islamic syariah, food halal, fundamental education, funding, dan tourism. 





Eka mengakui, dalam pergelaran nanti, peserta tetap akan berlenggak-lenggok di atas catwalk. “Ya, kami tetap ada runway, tapi bukan untuk berpose atau hanya berlenggak-lenggok hanya untuk dilihat. Tapi, saat dia berjalan tentu dengan koreografi,” jelas Eka. 





Selain unik dari busana para finalisnya yang berjilbab serta proses seleksi, keunikan ditemukan dalam sistem penjurian. Tim juri akan menyeleksi kontestan hingga dua besar. “Selanjutnya, ada seratus anak yatim yang akan memilih pemenang dari dua besar yang terpilih,” terang Eka.





Malam final World Muslimah pada 18 September akan diramaikan artis-artis tanah air seperti The Massive, Opick, Melly Goeslaw, dan penyanyi cantik Raissa. “Selain itu, ajang kecantikan ini didukung desainer-desainer ternama yang akan menampilkan busana muslim,” ujar Eka. (puj/hen/c9/kim)



 



Article source: http://beritasore.com/2013/06/12/pemkab-labuhanbatu-beri-beasiswa-420-siswa-masuk-ptn/


Di Bali Miss World, di Jakarta World Muslimah

Saturday, June 15, 2013

Masjid Tuo Kayu Jao, Salah Satu Masjid Tertua di Sumbar



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>




SEBUAH bangunan kayu berbentuk segi empat berdiri apik di antara perbukitan menjulang di sekelilingnya. Atapnya berundak dengan lambang bulan dan bintang menyembul di ujungnya menandakan bangunan ini adalah rumah ibadah. Di salah satu sisi bagian atapnya berbentuk gonjong atau runcing seperti kebanyakan rumah adat tempatnya berada yakni di tanah Minang.


Di samping bangunan ada aliran anak sungai. Alirannya tak begitu deras namun sangat jernih. Saat suasana senyap gemericik air terdengar riuh sangat nyaman didengar. Untuk menuju ke tempat ini melewati jalan-jalan kecil desa yang masih mengandung kerikil-kerikil belum dipelur. Lokasi bangunan berada lebih rendah dibanding jalan. Ada satu papan nama telah usang yang menginformasikan nama bangunan ini yaitu Masjid Tuo Kayu Jao.


Pada papan nama juga tertulis bahwa bangunan ini adalah “situs cagar budaya” yang menandakan bangunan ini dilindungi oleh pemerintah daerah. Juru pelihara masjid, Firman, saat ditemui Kompas.com, menceritakan bahwa masjid ini merupakan salah satu yang tertua Sumatera Barat bahkan di nusantara. Masjid didirikan oleh pemuka agama, penduduk sekitar menyebutnya dengan Imam Musaur. Ia mengajak penduduk setempat secara bergotong royong mendirikan masjid.


Pada masanya, wilayah ini bisa dibilang sebagai pusat penyebaran Agama Islam. Sedangkan masjid yang berada di Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat tersebut dijadikan sebagai pusat kegiatan 3 anak nagari di Kanagarian Batang Barus.


Meski usia masjid sudah ratusan tahun tetapi masjid ini masih berfungsi selayaknya tempat ibadah. Bahkan anak-anak kecil masih menjadikan masjid sebagai tempat menimba ilmu dengan belajar mengaji pada waktu-waktu tertentu.


Kayu-kayu jati hitam menandakan bangunan ini pernah menjadi yang termegah pada masanya. Pilar-pilar kayu pun masih kokoh berdiri meski pada beberapa pilar terlihat memiliki warna berbeda menunjukkan bangunan ini pernah direnovasi. Bagian-bagian masjid sangat sederhana. Tak ada ukiran rumit terpatri di dinding, pilar, mimbar masjid bahkan jendela dan pintu. Hanya saja, jumlah jendela yang ada adalah melambangkan jumlah rukun dalam solat yaitu 13.


Seolah tak lengkap masjid tanpa adanya bedug sebagai pengingat waktu salat. Masjid Tuo Kayu Jao juga memiliki bedug sebagai “pasangannya”. Bedug masjid atau tabuah berbentuk cukup besar, digadang memiliki usia yang sama dengan masjid. Bedug juga beratap gonjong berada persis di depan pintu masuk masjid.


Meski terlihat sepi, ternyata masjid ini telah menjadi salah satu masjid yang ramai dikunjungi wisatawan yang sedang berpelesir di Sumatera Barat. Pada buku tamu yang dimiliki oleh masjid tercatat beberapa pengunjung yang datang berasal dari Banten, Jambi, Pekanbaru, Medan, Samarinda, dan Banjarmasin. Tak hanya pengunjung lokal, dalam catatan pun tertulis beberapa nama asing seperti dari Belanda, Perancis, dan Polandia.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>


































Article source: http://internasional.kompas.com/read/2013/01/02/23032881/Panglima.Perang.Afganistan.Berniat.Serang.Pasukan.NATO


Masjid Tuo Kayu Jao, Salah Satu Masjid Tertua di Sumbar

Thursday, February 14, 2013

Hisbullah: Sebuah Organisasi Teror?

Kalau Hisbullah sedang terpojok, para anggotanya akan disuruh bungkam. “Bulgaria? Oh maaf, tak ada komentar”, begitu tegas Rana, jurubicara organisasi Hisbullah di Beirut. Dengan ramah ditambahkannya: “betul-betul, saya minta maaf ya“

Pusat media di jalan Dahiye yang ramai lalu lintas. Kawasan selatan Beirut ini dikuasai oleh Hisbullah. Pengaruhnya terlihat pada sekolah-sekolah, rumah sakit dan juga di pencakar langit yang pembangunannya mereka danai.

“Kaum Hisbullah sudah berakar di Libanon“, ungkap Björn Blaschke, koresponden media Jerman, ARD di lokasi. “Mereka terlibat dalam pemerintahan Libanon dan diwakili di parlemen, jadi bukan sekedar partai, tapi juga gerakan sosial.” Kaum Hisbullah juga memberikan bea siswa dan membiayai panti asuhan.

“Hisbollah itu segalanya”

Namun bukan hanya itu, Hisbullah memiliki sayap bersenjata, yang lahir dari perlawanan Libanon pada Israel tahun 1980-an dan menjadi kuat seiring perang saudara Libanon.

Hassan Nazrallah

Banyak pengikut Islam Syiah yang menetap di selatan Libanon yang dari segi pembangunan tertinggal, ketimbang bagian lain negara itu. Karena itu Hisbullah, atau partai Tuhan itu bisa disebut sebuah partai Syiah.

Pemimpinnya adalah seorang ulama Syiah. Turban hitam yang dikenakan Sekjen Hisbullah Hassan Nasrallah menunjukkan bahwa ia keturunan langsung dari Nabi.Singkatnya: “Hisbullah adalah segalanya”, begitu Blaschke.

Philipp Mißfelder, jurubicara partai Kristen Jerman menggunakan kata-kata lain, “Hisbullah itu bukan organisasi sosial seperti yang sering dicitrakannya, melainkan kelompok politik yang agresif dan fundamentalis dan siap menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya.“ Mißfelder menunjuk pada investigasi pembunuhan pertengahan tahun lalu atas 5 turis Israel dan supirnya. Menurut pemerintah Bulgaria, pelakunya anggota Hisbullah.

“Barat Kurang Tegas “

Oleh sebab itu, Mißfelder menuntut bahwa Hisbullah dimasukkan dalam daftar teror Uni Eropa. Saat ini sudah sejumlah organisasi seperti Hamas atau Al-Qaeda masuk daftar itu. Ini organisasi yang menurut definisi Uni Eropa, telah melakukan sejumlah pelanggaran hukum berat, seperti penyanderaan atau pembunuhan dengan tujuan mengintimidasi masyarakat dan mendestabilisasi atau menghancurkan struktur dasar sebuah negara.”

Pawai Hisbullah di Libanon

“Barat hingga kini kurang tegas mengenai Hisbullah”, begitu Mißfelder. Hisbullah bisa bergerak tanpa masalah di Eropa. Kegiatannya didanai dari bisnis-bisnis legal atau ilegal. Seandainya Hisbullah berada dalam daftar teror, maka badan-badan keamanan Eropa dan Jerman bisa bertindak lebih keras dan tajam. Bahkan membuka peluang untuk menjatuhkan sanksi atau larangan masuk bagi anggota Hisbullah.

Di Amerika Serikat dan Israel, yang telah mengkategorikan Hisbullah sebagai organisasi teror, langkah tersebut akan disambut. Tapi sejumlah negara Uni Eropa keberatan, karenanya Mißfelder melihat kemungkinan Jerman bertindak sendiri. Satu model kompromi yang dipertimbangkan serupa dengan sikap pemerintah Inggris menghadapi kelompok teroris IRA dulu. Yakni, berdialog dengan sayap politiknya, dan mengkategorikan sayap militer IRA sebagai teroris. “Ini merupakan pemisahan maya, tapi mungkin bisa diterima oleh Brussel”, tambah Mißfelder.

Menguatkan pengaruh Hisbullah

Di pihak lain, Nadim Shehadi dari think-tank Inggris, Chatham House, memperingatkan akan bahaya tindakan yang tergesa-gesa. Memang sejumlah definisi teroris bisa ditempelkan pada sebagian kelompok Hisbullah, yang melakukan serangan berdarah saat perang saudara Libanon. Namun, Shehadi kuatir akan dampaknya bagi Libanon.

Demonstrasi anti Suriah di Beirut

Nyatanya Hisbullah adalah bagian resmi dari pemerintah negara itu. Seandainya kelompok ini ditetapkan sebagai organisasi teroris dan dijatuhi sanksi, maka Libanon akan terisolir. “Ini malah akan menguatkan pengaruh Hisbullah, dan bukan melemahkan organisasi itu.”

Jurnalis Björn Blaschke berpandangan serupa. “Saya tidak tahu, apakah memberi label organisasi teror kepada Hisbullah adalah hal yang baik.” Namun menghentikan dialog adalah strategi yang salah. “Bila Hisbullah ditekan oleh asing, maka mereka bisa merasa harus membela diri.” Nadim Shehadi mengingatkan bahwa kaum Hisbullah masih memiliki cukup senjata untuk menjalankan perang lagi.

Hisbullah Mendorong Deeskalasi

Belakangan kaum Hisbullah di Libanon menghadapi tekanan besar di dalam negeri karena berpihak dengan rezim Assad dalam konflik Suriah. Menurut Blaschke, posisinya yang beraliansi dengan Iran ini telah menyebabkan Hisbullah kehilang banyak dukungan.

Karenanya Hisbullah, berusaha untuk tidak melakukan tindakan yang provokatif. Blaschke melaporkan, foto-foto pemimpin revolusi Iran kini dicopot dari gedung-gedung di Libanon. “Bahkan dari rumah sakit Dahiye yang didanai oleh Iran.” Juga ketika perang Gaza berlangsung akhir tahun lalu, kaum Hisbullah tampak sangat terkendali. Menurut Blaschke, itu pertanda bahwa Hisbullah tengah menjalankan taktik deeskalasi.

Seandainya Uni Eropa betul-betul menaruh Hisbullah di daftar teror, maka jalur dialog akan terancam gagal. Bagaimana pandangan Hisbullah tentang ini belum jelas. Mungkin Hassan Nasrallah akan berpidato akhir pekan ini, ungkap jurubicara Rana. Mungkin juga tidak. Yang pasti Rana harus diam seribu bahasa.


Hisbullah: Sebuah Organisasi Teror?

Monday, October 28, 2013

Kalimah ALLAH: Bahan dakwah umat Islam


  • SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI


SELEPAS Mahkamah Rayuan memutuskan larangan penggunaan kalimah ALLAH oleh Gereja Katolik dalam penerbitan akhbar mingguannya, The Herald, pada 14 Oktober lalu lalu, ia mencetus reaksi pelbagai pihak.



Seminggu kemudian, Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak pula menjelaskan larangan tersebut tidak melibatkan amalan penganut Kristian di Sabah dan Sarawak memandangkan ia terkandung dalam resolusi 10 perkara peringkat Kabinet yang dikekalkan.



Susulan itu, pelbagai persoalan lain mula timbul kerana isu itu dilihat dan dibincangkan daripada perspektif berbeza. Sinar Harian mendapatkan pandangan Ketua Pegawai Dakwah Islamic Information Services Foundation (IIS), SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI.



Beliau yang dikenali sebagai Brother Shah pada asalnya beragama Hindu sebelum memeluk Islam pada 1996 dan pernah mengikuti intensif perbandingan agama menerusi kursus ‘Program Latihan Dakwah Antarabangsa’.



Ikuti temu bual wartawan NURULFATIHA MUAH bersama Shah Kirit mengenai pandangan beliau dalam isu ini.




Sinar Harian: Selepas Mahkamah Rayuan buat keputusan tentang larangan guna kalimah ALLAH dalam akhbar The Herald, timbul pula persoalan lain seperti bolehkah orang bukan Islam guna kalimah ALLAH sehingga menimbulkan pertelagahan pendapat. Bagaimana Brother Shah melihat perkara ini?




SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Saya melihatnya, suatu urusan mahkamah itu biarkan mahkamah buat keputusan dan kita sebagai rakyat Malaysia, akur kepada keputusan mahkamah sebab negara kita ada sistem penghakiman.



Komen yang saya hendak berikan tidaklah berkaitan keputusan mahkamah, tetapi ia perbincangan secara ilmiah dari segi teologi. Saya melihat perbalahan orang Islam memang berlaku kerana bincang isu ini dari sudut berbeza.



Bila dibincangkan sudut berbeza, maka kita mendapat keputusan berbeza, tetapi saya lihat, agak harmoni pandangan terhadap isu ini bila dilihat daripada sudut tertentu.



Contohnya, soalan pertama, bolehkah orang bukan Islam guna kalimah ALLAH?



Kedua, adakah wajar orang Kristian menterjemahkan perkataan God dalam Bible Bahasa Inggeris (BI), sebagai ALLAH dalam Bahasa Melayu (BM)?  Bagaimana pula dengan ‘uruf’ (budaya dan adat) tempatan? Melihat kepada adat kita di sini, sesuai ke orang Kristian menterjemahkan perkataan God dalam BI sebagai ALLAH dalam BM? Ada sudut yang berbeza di sini.



Bolehkah bukan Islam guna kalimah ALLAH? Untuk menerang seseorang membuat sesuatu, kita mesti menggunakan dalil, hujah, bukti yang jelas daripada al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebagai contoh, dalam al-Quran disebut dalam Surah al-Ankabut, ayat 61 dan 63; al-Zumar ayat 38 dan al-Zukhruf ayat 87: Apabila ALLAH SWT berfirman yang bermaksud: ALLAH bertanya kepada Musyrikin ini; “Siapakah yang menjadi langit dan bumi?” Nescaya mereka kata: ALLAH. Mereka merujuk ALLAH ini kepada ALLAH yang sebenarnya, bukan merujuk kepada berhala mereka. Bila ditanya soalan; “Siapakah yang turunkan hujan daripada langit?” Nescaya mereka kata: ALLAH. Dan kemudian dalam Surah al-Zukhruf ayat 87; “Siapakah yang menjadikan manusia?” Mereka tetap mengatakan ALLAH.



Tetapi di sini, ALLAH menempelak mereka. Yang ditempelak di sini bukan penggunaan kalimah ALLAH, tetapi walaupun mereka tahu ALLAH yang jadikan semua ini, tetapi mereka tetap hendak menyembah selain dari ALLAH. Jadi pada pemahaman saya, orang bukan Islam boleh guna kalimah ALLAH apabila mereka rujuk kepada ALLAH sesuai dengan sifatnya.



Namun, apabila mereka guna kalimah ALLAH tidak bersesuaian dengan sifat ALLAH, maka saya kurang setuju penggunaan tadi kerana dalam Surah Maryam, ayat 88 hingga 90. ALLAH berfirman yang bermaksud: “Sungguh keji kata-kata mereka mengatakan ALLAH ada anak sehinggakan langit hampir sahaja pecah, bumi terbelah dan gunung ganang runtuh”.



Jika orang mengatakan sesuatu tidak benar tentang ALLAH, sebagai orang Islam, sudah tentu saya tidak boleh duduk diam dan mesti ada tindakan balik iaitu berhujah dan berdialog dengan mereka.



Bagi orang Islam, perkataan ALLAH itu bukan nama am, tetapi nama khas. Kalau dalam Bahasa Arab, God itu bukannya ALLAH, tapi God itu ialah ‘Ilah’ ataupun ‘Rabb’. Namun, bagi orang Kristian, mereka tidak pandang ALLAH itu sebagai nama khas.



Dalam Bible, kalau rujuk kepada ‘God the father’, mereka akan sebut God, tetapi ia akan dirujuk sebagai ‘Lord’ kalau rujuk kepada Jesus. ‘Lord’ dalam BM diterjemah sebagai Tuhan, jadi hujah dia ialah, God dalam BI tadi akan diterjemahkan ke dalam BM sebagai ALLAH untuk membezakan antara ‘God’ dan ‘Lord’. Orang Kristian percaya kepada tuhan anak dan tuhan bapa. Ini bercanggah dengan kepercayaan konsep ALLAH dalam agama Islam.



Sinar Harian: Apa implikasi sekiranya kalimah ALLAH digunakan penganut Kristian?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI:  Ia dibincangkan dalam dua sudut berbeza iaitu apa akan berlaku kepada penganut agama Islam dan apa yang boleh berlaku kepada penganut agama Kristian pula? Orang Islam khuatir bila orang Kristian guna kalimah ALLAH dalam BM dan membacanya, dia akan terkeliru dan terpengaruh dengan ajaran Kristian. Kalau seseorang Islam itu faham akidah Islam dengan keyakinan, pada masa sama orang Kristian guna kalimah ALLAH, saya rasa mereka tidak mahu masuk Kristian.



Namun, hari ini kalau orang Kristian guna kalimah ALLAH, akan berlaku ancaman dan orang Islam mungkin terkeliru kerana kurang faham akidah Islam. Adakah salah orang Kristian atau Yahudi sekiranya orang Islam kurang faham akidah Islam? Itu kelemahan orang Islam sendiri walaupun kita ada kelas agama di sekolah dan pelbagai aktiviti Islam di Malaysia seperti dalam radio, televisyen dan surat khabar. Tetapi kenapa masyarakat Islam masih lagi rapuh dalam pemahaman akidah Islam mereka. Kita banyak beri tumpuan kpd isu fardu ain, hukum hakam, tetapi sangat kurang dalam bab tauhid.



Untuk berlaku adil, kita tinjau pula apa implikasi jika orang Kristian guna kalimah ALLAH? Dalam ‘Gospel of John’ (14; 28): Jesus menyebut dalam Bible, “My father is greater than I” (Tuhan bapa lebih besar dari saya). Apabila kita tukar tuhan bapa jadi ALLAH, ertinya ALLAH lebih besar dari Jesus (Nabi Isa). Apabila saya tanya banyak kali kepada orang Kristian, kebanyakan mereka menjawab tidak setuju dengan frasa tersebut.



Contoh lain, dalam ‘Gospel of Mark’ (12;29): Jesus ditanya, apakah perintah paling utama?  Jesus jawab; Wahai orang Israel, tuhan kamu, tuhan kita, tuhan adalah satu. Dalam bab ini, Jesus sebut bahawa ALLAH itu adalah ‘Ihad’ (satu).



Selain itu, dalam ‘Gospel of Matthew’ (26;39): ada dinyatakan “Jesus pray to God” (Jesus menyembah ALLAH). Dalam forum terbuka, saya tanya soalan itu kepada orang Kristian, namun semua tidak setuju dengan frasa itu. Dalam satu forum terbuka, saya bertanya; “Kamu setuju Tuhan kamu ialah ALLAH, boleh tak kamu mengucap Lailahaillallah (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan ALLAH)”. Kemudian, seorang yang mewakili agama Kristian dan merupakan pelatih kepada paderi Kristian berkata; “Tidak boleh mengucap begitu sebab ALLAH anda dan ALLAH saya berbeza”.



Kesimpulannya, kalau orang Kristian guna kalimah ALLAH, ia akan jadi bahan dakwah cukup besar bagi umat Islam. Bagaimanapun, dalam konteks umat Islam hari ini di Malaysia, saya lihat banyak organisasi Islam kurang berminat lakukan dakwah kepada orang bukan Islam dan kurang berminat ambil kesempatan ini untuk melakukan dakwah kepada bukan Islam. Kita dituntut supaya menyampaikan mesej Islam.



Sinar Harian: Sebelum ini, terdapat orang politik bukan beragama Islam menggunakan ayat-ayat ALLAH dalam laman sosial miliknya selepas Mahkamah Rayuan buat keputusan itu. Apa pandangan Brother Shah?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Saya tidak pasti itu. Apa yang banyak berlaku dalam Internet sekarang, ramai orang menyindir keputusan mahkamah terutamanya bukan Islam. Harus diambil perhatian. ada kitab-kitab suci bukan Islam memang merujuk Tuhan sebagai ALLAH.



Sebagai contoh, dalam kitab Hindu iaitu ‘Veda’, perkataan ‘Allo Upanishad’ antara lain juga merujuk Tuhan sebagai ALLAH. Dalam ‘Guru Granth’, kitab agama Sikh, nama ALLAH dirujuk pada Tuhan lebih 40 kali.



Kalau kita melarang orang bukan Islam guna kalimah ALLAH, banyak implikasi lain perlu kita lihat. Adakah kita akan melarang orang Sikh dan Hindu daripada membaca kitab sucinya sendiri? Ini belum lagi kita bangkitkan persoalan lain.



Pandangan saya ini adalah sebagai orang Islam biasa, bukan alim ulama atau orang mempunyai ilmu tinggi. Jika pandangan saya kurang tepat atau tidak betul, saya minta supaya jelaskan pandangan yang betul.



Sinar Harian: Penggunaan kalimah ALLAH di Sabah dan Sarawak serta negara jiran, Indonesia agak meluas. Boleh jelaskan mengenai perbezaan kawasan tersebut dengan Semenanjung Malaysia?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI:  Apabila ambil kira Indonesia sebagai contoh, tidak semestinya apa yang dilaksanakan Indonesia, Malaysia kena ikut. Ia bukan satu ukuran di Malaysia untuk kita lakukan sesuatu perkara. Contohnya, kalau jiran saya berikan anaknya makan makanan ringan, bukan bererti saya juga kena berikan anak saya makan ‘junk food’.



Jadi apa yang dilakukan di negara lain bukan satu ukuran di Malaysia untuk kita lakukan sesuatu perkara. Kita ada ‘uruf’ dan maslahah kita sendiri. Kena ambil kira semua aspek sebelum buat sesuatu keputusan.



Keduanya, bila melihat di Sabah dan Sarawak, ‘uruf’ di sana berbeza dengan di Semenanjung Malaysia. Di sana, Bible diterjemahkan dalam BM atau lebih tepat lagi diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dan kemudian ke BM. Sudah berpuluh-puluh tahun mereka gunakan kalimah ALLAH di sana. Sepanjang mereka gunakan kalimah ALLAH di situ, kita selalu kata ‘kalau bagi orang Kristian guna kalimah ALLAH, nanti kita akan jumpa macam-macam rumah ibadat orang Kristian’ dan pelbagai andaian lain. Namun, apabila kita sebut kerisauan, kita mestilah bersabit dengan fakta dan bukti serta lihat peratusan ancaman sebelum mengatakan perkara ini haram, makruh dan sebagainya.



Walaupun berpuluh-puluh tahun orang Kristian di Sabah dan Sarawak guna kalimah ALLAH, saya tak jumpa orang Islam yang membaca Bible mengandungi kalimah ALLAH di dalamnya, masuk Kristian. Yang saya banyak jumpa, orang Kristian baca Bible BM mengandungi kalimah ALLAH dan masuk Islam.



Saya pernah tanya orang Kristian  yang memeluk agama Islam; “Dulu, masa kamu Kristian, ada tak kamu nak mengkristiankan orang Islam?”. Mereka memang berharap juga berbuat demikian sebab pada mereka, mereka hanya hendak ‘menyelamatkan’ orang Islam, bukan hendak menyesatkan, tetapi tidak berjaya. Namun, akhirnya dia sendiri yang masuk Islam.



Jadi akidah umat Islam perlu diselamatkan berpandukan ajaran Islam yang berpegang teguh pada al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.



Apabila kita hendak menyebut sesuatu perkara, jangan hanya lihat hanya pada zahirnya, tetapi juga kena lihat pada apa yang tersirat, bukan hanya tersurat seperti tujuan, matlamat dan lihat secara menyeluruh dalam pelbagai situasi bagaimana mereka menyelesaikan sesuatu masalah. Wallahua’lam.



Undang-undang di setiap negeri berbeza mengenai isu ini, apa saranan Brother Shah untuk menyelaraskan undang-undang berkaitan Islam di negara ini?



Kita kena lihat realiti negara kita sebab kita berpandu kepada Perlembagaan Malaysia. Dalam perlembagaan negara, bab agama adalah di bawah kuasa Sultan bawah negeri masing-masing. Kita tidak boleh lakukan sebarang penyelarasan jika semua sultan tidak bersetuju.



Ia bukan tertakluk di bawah Persekutuan. Disebabkan itu, kita nampak ketidakseragaman berlaku, namun ada pro dan kontra di situ.



Sinar Harian: Sebagai panel kaunseling orang murtad, boleh kongsikan apa alasan yang mereka gunakan untuk murtad?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Saya sudah kaunseling berpuluh-puluh orang. Semuanya termasuk orang Melayu dan saudara baru yang masuk Islam kemudian murtad, semuanya murtad sebab tidak memahami akidah Islam.



Dalam kaunseling itu bila diterangkan tentang apa itu Islam dan tauhid dan sebagainya, kebanyakan mereka setuju Islam itu agama benar. Kebanyakan mereka pun mengatakan “kenapa dulu tak ada orang cerita perkara ini kepada saya, tetapi sekarang sudah terlambat”.



Ada yang dapat diselamatkan, tetapi yang sudah terlambat sebab dia sudah mendirikan rumah tangga dengan orang bukan Islam dan mempunyai anak sebab untuk dia kembali kepada Islam sekarang ini menjadi satu masalah yang besar.



Faktor utama mereka keluar daripada Islam ialah tidak memahami akidah Islam. Tidak ada seorang pun yang murtad ini, yang saya jumpa, dia terpengaruh dengan orang Kristian gunakan kalimah ALLAH dan dia masuk Kristian.



Dalam pengetahuan saya, saya belum jumpa satu pun manusia atas muka bumi ini semata-mata mengkaji Bible, dia masuk Kristian.



Mereka masuk Kristian kerana suka dengan akhlak, kebajikan diberikan, kasih sayang, perhatian, ekonomi yang dijaga dan akhlak orang Kristian, bukan sebab baca Bible BM. Semua yang saya sebutkan tadi memang ada dalam Islam, tetapi saya lihat orang Islam kurang melakukan perkara ini.



Sinar Harian: Orang Kristian dikatakan mahu guna kalimah ALLAH sebab ada agenda hendak murtadkan orang Islam. Sejauhmana dakwaan itu?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI:  Orang Kristian percaya dengan yakin, Kristian itu agama yang benar. Saya percaya, orang Kristian sudah pasti meletakkan hasrat untuk mengkristiankan orang-orang Melayu, tapi tujuan mereka untuk mengkristiankan orang Melayu, bukan untuk murtadkan orang Melayu.



Ia untuk menyelamatkan orang Melayu supaya sama-sama masuk syurga dan kita pula tidak lakukan dakwah kepada mereka.



Jadi bagaimana kita hendak menyalahkan mereka yang tidak tahu agama Islam?  Padahal kita sendiri tidak berdakwah kepada mereka. Saya tidak kata, tiada ustaz yang berdakwah kepada bukan Islam, tetapi saya cerita secara umum dan ia jarang berlaku.



Sebut soal gereja, ia terbahagi kepada dua, iaitu yang ‘established’ dan gereja kecil-kecilan. Gereja ‘established’ sangat berhati-hati dan tidak buat kerja-kerja ‘machinery’ kepada orang Islam dan undang-undang negara.



Banyak kali juga paderi Kristian panggil saya dan kata ada orang Islam datang minta bantuan kepada mereka, tetapi mereka minta saya tolong uruskan kerana khuatir disalah tafsir jika dibantu pihak gereja. Kenapa orang Islam kita lambat bergerak dalam bab ini? Ini kelemahan kita.



Sinar Harian: Apa langkah apa yang perlu diambil oleh orang Islam?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Katakanlah akhirnya keputusan kalimah ALLAH akan dibuat Mahkamah Persekutuan, mungkin mahkamah membenarkan Kristian guna kalimah ALLAH atau mungkin juga tidak. Kalau dibenarkan Kristian guna kalimah ALLAH, apa orang Islam hendak buat?



Dan kalau mahkamah kata Kristian tak boleh guna kalimah ALLAH, adakah masalah selesai? Bagaimana anda nak membendung dalam Internet? Orang kristian boleh guna kalimah ALLAH.



Pada saya tidak ada pilihan, orang Islam kena bangun sekarang dan marilah kita amal Islam dengan pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan.



Sinar Harian: Boleh ceritakan mengenai denominasi (‘mazhab’) orang Kristian?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Mereka ada banyak denominasi dan bukan semua denominasi setuju dengan penggunaan kalimah ALLAH. Ada denominasi berkeras tak boleh guna kalimah ALLAH merujuk kepada God. Dalam bab ini, denominasi yang tidak bersetuju hanya berdiam diri. Orang kritsian tidak berbalah sesama sendiri dalam keadaan terbuka.



Mereka pun kadang kala mengkafirkan antara satu sama lain, tapi mereka tak lakukannya di tempat awam. Orang Islam kadang kala perkara yang kecil menjadi perbalahan. Saya bukan rujuk kepada kalimah ALLAH, tetapi dalam bab lain.



Sinar Harian: Apa nasihat Brother Shah kepada orang Islam?



SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI: Merujuk pada surah Muhammad, ayat 38: …Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar), Dia (ALLAH) akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (derhaka) seperti kamu.  



Hari ini kalau kita lihat di Malaysia, yang menjadi pelindung kepada agama Islam adalah bangsa Melayu.



Apabila orang Melayu tidak lakukan kerja Islam berdakwah, orang akan gantikan orang Melayu dengan bangsa lain.



Saya cakap ini bukan kerana rasis, tapi hanya sebagai satu peringatan kepada kita semua. Sebagai orang Islam, kita ada tanggungjawab melakukan dakwah. Jangan letak kepentingan lain lebih tinggi daripada Islam.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Kalimah ALLAH: Bahan dakwah umat Islam

Tuesday, December 17, 2013

Orang Islam berpecah, Kristian 'masuk jarum'...

Kebimbangan masyarakat Islam terhadap penyalahgunaan kalimah Allah di samping terdapat agenda tersembunyi di sebaliknya ternyata benar apabila satu gerakan penyebaran agama bukan Islam secara terbuka dikesan di bandar raya ini.


Modus operandinya bukan lagi tersembunyi malah dilakukan secara terbuka oleh sekumpulan lelaki dan wanita di sekitar bandar raya dengan menjadikan kawasan tumpuan remaja dan pelajar sebagai sasaran mereka.


Kumpulan terbabit yang dipercayai diketuai oleh seorang lelaki yang mendakwa warga Amerika Syarikat (AS) serta fasih berbahasa Melayu dan beberapa orang lelaki serta wanita tempatan dipercayai dari Sabah bergerak mendekati golongan muda di kawasan ini minggu lalu.


Difahamkan kegiatan itu sudah bergerak aktif sejak awal tahun ini dan mereka bergerak secara berkumpulan untuk melaksanakan tujuan berkenaan.


Kebenaran mengenai kegiatan itu terbongkar apabila wartawan Utusan sendiri didekati oleh kumpulan berkenaan minggu lalu dengan membawakan penerangan mengenai beberapa konsep dalam ajaran agama tersebut seperti pengampunan dosa, syurga dan neraka.


Kaedah yang diguna pakai oleh kumpulan ini agak licik kerana mereka terlebih dahulu cuba bermesra dengan kelompok sasaran sebelum membawa kepada perbualan yang lebih lanjut.


Selain itu, kumpulan berkenaan turut memberikan beberapa buah buku tafsiran yang menerangkan mengenai kejadian Nabi Isa menurut kepercayaan agama tersebut. Buku-buku yang diberi itu juga mengandungi kalimah Allah yang tertera dalam isi kandungannya.


Tanpa sebarang rasa bersalah, kumpulan itu menjadikan Melayu dan Islam sebagai sasaran.


Sedangkan tindakan itu menyalahi dari segi perundangan kerana sebarang penyebaran agama bukan Islam kepada orang Islam adalah dilarang sama sekali di negara ini berdasarkan Enakmen Ugama Bukan Islam (Kawalan Perkembangan di Kalangan Orang Islam) 1988


Berdasarkan perbualan dengan salah seorang ahli kumpulan itu, mereka dikatakan berada di sekitar kawasan i-City di sini untuk melakukan kegiatan itu.


Bagi menarik perhatian golongan muda, kumpulan tersebut juga mengedarkan sebuah komik berunsur agama tersebut secara percuma kepada sasaran yang ditemui.


Komik yang memaparkan mengenai kisah hidup Nabi Isa yang secara tidak langsung bercanggah dengan al-Quran turut mengandungi ilustrasi kisah kehidupan dan kewujudan Nabi Isa yang dilakarkan dalam bentuk kartun.


Muka hadapan komik itu tidak mencatatkan sumber penerbitannya namun ditulis perkataan Artikel 11 Perlembagaan Persekutuan. Penceritaan dalam komik dengan ilustrasi mengenai agama bukan Islam itu dikhuatiri dapat menjejaskan kepercayaan serta akidah umat Islam.


Selain itu, kumpulan tersebut juga menyebarkan beberapa buah buku tafsir sebuah kitab yang tertera kalimah Allah di dalamnya.


Isi kandungan dalam buku itu mengandungi kalimah Allah yang tertera dalam setiap penerangan yang diberikan.-17/12/2013 



IKLAN


TRADING FOREX SECARA AUTOMATIK ATAU ROBOT (EA) PASTI MENGUNTUNGKAN !!!


ISTERI SUKA SUAMI TAHAN LAMA!


www.agendadaily.com.


Jom!Pusat Memancing UdangGalah Tuah.


Inginkan perfume original sila lawat dan like XINXARA.


Iklankan Perniagaan/produk anda disini. Hubungi kami disini.




Article source: http://news.liputan6.com/read/708601/euforia-pelantikan-kalemnya-jokowi-garangnya-ahok?wp.hdln


Orang Islam berpecah, Kristian 'masuk jarum'...