Showing posts sorted by relevance for query disaksikan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query disaksikan. Sort by date Show all posts

Friday, August 2, 2013

Warga Nias masuk Islam di Aceh Timur disaksikan Bupati Rocky


FAUMA Natula Lase, 48 tahun, warga Nias, Sumatera Utara, memeluk agama Islam setelah pensyahadatan disaksikan ratusan jamaah Masjid Agung Darusshalihin Idi, Aceh Timur, tadi usai salat Jumat.



Proses pensyahadatan Fauma dibimbing Imam Masjid Agung Darusshalihin, Tgk. H. M. Nur Amin akrap disapa Abi Gureb, turut disaksikan Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib akrab disapa Rocky, sejumlah anggota dewan, Camat Idi, Zulkhaidir dan Kepala KUA Idi, Tgk. Syahrul dan Tgk. H. Sofyan dari Ranto Peureulak.



Setelah memeluk Islam, Fauma Natula Lase yang awalnya beragama Kristen Protestan kini diberi nama Maulana Hidayat. Maulana mengaku memeluk Islam secara sadar.  Ia berharap dalam Islam dirinya bisa menjadi umat yang benar-benar taat dan patuh terhadap tuntunanNya.



Maulana menjelaskan dirinya tertarik dengan Islam karena selama mendalami Islam dengan berbagai media termasuk wawancara sejumlah kiai, akhirnya ia yakin Islam agama yang sempurna dan mampu menjamin keselamatan umatnya dunia akhirat.



“Sejak tahun 1980-an saya merautau ke Aceh dan sudah mempelajari beberapa agama selain Islam seperti Hindu dan Budha, tapi kesempurnaan saya lihat hanya ada dalam Islam,” ujar Maulana.



Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur, Drs. Tgk. H. Faisal Hasan melalui Kepala KUA Idi, Tgk. Syahrul mengatakan Maulana Hidayat saat ini berdomisili di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk. Dia menjabat Manager PT Cipta Rizki Bersama di Idi.



“Harapan kita istri dan anaknya juga memeluk Islam, sehingga seluruh keluarganya benar-benar sempurna dalam keislaman,” ujar Tgk. Syahrul.



Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Timur Rocky memberikan bingkisan kepada Maulana Hidayat, warga asal Nias  yang telah beragama Islam dan kini tinggal di Aceh Timur.[]


Article source: http://www.solopos.com/2013/08/02/gagasan-komersialisasi-alquran-tanpa-pemaknaan-433975


Warga Nias masuk Islam di Aceh Timur disaksikan Bupati Rocky

Saturday, February 9, 2013

Diego Michiels Peluk Agama Islam

INILAH.COM, Jakarta – Diego Michiels resmi menjadi mualaf setelah memutuskan untuk memeluk agama Islam. Pesepakbola kelahiran Belanda itu sudah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Salah satu syarat untuk bisa memeluk agama Islam adalah dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Mantan pemain Pelita Jaya itu sudah melakukan hal tersebut dengan disaksikan oleh beberapa saksi.

“Diego sudah masuk Islam dan sudah mengucapkan dua kalimat syahadat yang disaksikan Riandi Rusman, Vidi Galenso dan Elsa Syarif,” ujar kuasa hukum Diego, Kapitra Ampera, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat.

Setelah memeluk agama Islam, pemain yang juga pernah membela Persija IPL itu mengganti namanya menjadi Diego Muhammad.

“Ini kejutan, berkah dan harus diumumkan. Ada keinginan dari Diego jadi muslim. Hal ini tidak boleh ditunda-tunda, apalagi status dia sebagai tahanan. Saya yang bimbing dia sebagai muslim,” ia menandaskan.

Saat ini Diego tengah berurusan dengan hukum karena terlibat dalam aksi pemukulan yang dilakukan di sebuah klub malam beberapa waktu lalu. Alhasil, Diego tak bisa memperkuat Timnas Indonesia yang kala itu tengah mempersiapkan diri untuk terjun di Kejuaraan Piala AFF 2012.


Diego Michiels Peluk Agama Islam

Thursday, April 18, 2013

Abanda Herman Jadi Mualaf

Bandung – Pemain belakang Persib Bandung, Abanda Herman, kini memeluk agama Islam. Berjalan dengan khusyuk, Abanda menjadi mualaf dengan disaksikan langsung oleh rekan-rekannya di ‘Maung Bandung’.

“Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.”


Dua kalimat syahadat itu meluncur tanpa hambatan dari mulut Abanda dan terdengar oleh seluruh tamu yang hadir melalui pengeras suara. Abanda mengucap kalimat tersebut sembari duduk sila beralas karpet di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (18/4/2013), tepat pukul 16.16 WIB


Pengucapan dua kalimat syahadat oleh pesepakbola kelahiran 20 Februari 1984 itu dibimbing oleh Ustaz Jujun Junaedi. Jujun membaca syahadat di hadapan Abanda yang memakai peci putih dan berbalut jubah putih. Lalu mantan pemain Persija itu mengikutinya.


Di samping kanan Abanda duduk pelatih Persib Jajang Nurjaman, sementara Manajer Persib Umuh Muchtar menjadi saksi.


“Saksi sebenarnya cukup dua orang. Tapi ini disaksikan ratusan orang,” jelas Jujun.


Masjid yang lokasinya tak jauh dari rumah Umuh itu desesaki banyak orang, yang di antaranya adalah ibu-ibu pengajian. Usai menjadi muslim, Abanda tersenyum semringah.


Sejumlah pemain Persib yakni Maman Abdurrahman dan Airlangga Sucipto mengabadikan momen tersebut. Keduanya bergegas merogoh ponsel kamera dalam saku celana dan langsung menjepretkannya. Selain itu, player Persib yang hadir antara lain Atep, Cecep Supriatna, I Made Wirawan.


(bbn/din)


Article source: http://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/internasional/masuk-masjid---kate-middleton-berkerudung-dan-lepas-sepatu.html


Abanda Herman Jadi Mualaf

Friday, December 9, 2016

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank So Much for Visit this Article

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank U Very Very Much for Read this News

Saturday, March 16, 2013

Berbagi kenangan bersama Dian Piesesha

Jakarta (ANTARA News) – Tanpa panggung megah, tata lampu gemerlap, dan aksi panggung sensasional, Dian Piesesha hadir dengan suara merdu mendayu khasnya di hadapan keluarga, sahabat, dan penggemar yang menyaksikan konser “Kerinduan” pada Jumat (15/3) malam.

Pukul 20.30 WIB, saat rintik hujan membasahi sebagian wilayah Jakarta, musik intro lagu “Tak Ingin Sendiri” mengantar Dian ke panggung yang ditata sederhana di Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta. 

Ia mengenakan celana panjang hitam dan baju hitam berlengan panjang dengan aksen keemasan rancangan putrinya, Poppy Karim. Rambutnya disanggul rapi.

Penonton yang hampir memenuhi ruangan dengan sekitar 350 kursi itu menyambutnya dengan sorakan, suitan, dan tepuk tangan riuh. Dian lantas membuka konser dengan melantunkan lagu “Kucoba Hidup Sendiri.”

“Bagaimana mungkiiin percaya kepadamu, sedangkan ulang tahunku kau tak ingat lagiii. Bagaimana mungkiiin kau masih menyayangku, sedangkan kehadiranmu bagai aaangin laaluuuu….”

Ia juga melantunkan lagu-lagu yang pada masa lalu populer seperti “Hadirmu”, “Cemara-Cemara Cinta”, “Kerinduan”, “Pengorbanan”, “Tak Ingin Sendiri”, “Cinta”, Permata Hatiku”, dan “Engkau Segalanya Bagiku” dengan iringan musik dari Audiensi Band.

“Saya malam ini ingin mengajak semua nyanyi dan nostalgia. Dan saya senang semua keluarga saya bisa hadir di sini…,” katanya.

Menurut Dian, ini adalah pertunjukan pertama dia yang disaksikan oleh seluruh keluarga, ibunda, adik-adik, anak-anak, dan cucunya. 

“Ibunda saya seharusnya sudah berangkat umroh ke Tanah Suci, tapi karena (penerbangan) pesawatnya ditunda jadi dia bisa berada di sini melihat saya,” kata Dian serta menghampiri, mencium dan mengucap terima kasih kepada ibunda yang selalu mendukung ia menyanyi.

Lantas dengan panduan Dorce Gamalama, sebagian penonton menyenandungkan, “Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku”, lagu Melly Goeslaw yang berjudul “Bunda”.

Di sela-sela konser yang berlangsung sampai sekitar pukul 23.00 WIB itu Dian juga menghampiri dan menyapa para penggemar dan rekan-rekan yang hadir.

“Ada Mbak Dorce, Titi Sumantri, Tuti Wasiah, Yayuk Suseno, pacarnya Jelly Tobing, Ayu Soraya, Cintami Atmanegara, Yetti… Juga ada penggemar dari Masamba, Makassar, serta Malaysia,” kata Dian, yang sejak tahun 1980-an sampai sekarang sudah merilis 22 album.

Kawan yang lain, Dewi Yull, Eddy Silitonga, dan Wahyu OS–salah satu penyanyi JK Records– berbagi panggung dengan Dian. 

Dian berduet dengan Wahyu OS. Ia juga menyanyikan lagu tradisional Sunda, “Es Lilin”, bersama Dewi Yull sebelum Dewi menghangatkan ruang konser dengan dua lagu lamanya, “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” dan “Terus Berlari Mengejar Matahari”.

Sementara Eddy Silitonga membawakan tiga lagu, termasuk “Biarlah Sedih” dan “Mama”, dengan lengkingan suaranya.

Nostalgia
Dian tak hanya membawa orang-orang bernostalgia dengan lagu-lagu lawasnya, dia juga berbagi hadiah dan cerita dengan keluarga, sahabat dan para penggemar.

Penyanyi berbintang Pisces yang lahir pada 9 Maret 1961 dengan nama Dida Diah Daniar itu bercerita tentang masa kecil yang dia habiskan di sebuah desa di Bandung Selatan.

Dia bertutur tentang kesukaannya menyanyi, juga bagaimana dia belajar menyanyi dan menjadikannya sebagai profesi untuk membantu keluarga. 

“Umur 16 tahun saya belajar menyanyi untuk cari uang. Waktu itu saya hanya tahu beberapa lagu. Lalu saya lihat orang China ini, mualaf yang banyak berkecimpung dalam dunia kebudayaan Sunda. Saya dikasih belajar lagu-lagu Mandarin, yang membuat saya banyak diundang untuk manggung,” katanya tentang gurunya, Tan De Seng.

Tan De Seng, salah satu maestro kesenian Sunda, memetik gitar mengiringi Dian kembali ke masa-masa dia belajar menyanyi dengan melantunkan lagu satu lagu berbahasa Mandarin.

Dian juga mengenang masa-masa dia menyanyi untuk TNI. “Tahun 1970-an sampai 1980-an saya adalah penyanyi Kopassus, penyanyi yang diangkut dengan Hercules. Waktu itu kami menyanyi tanpa bayaran,” kenangnya.

Dorce mengingat Dian sebagai penampil sederhana kala itu. “Waktu show di Mabes TNI sepatunya putus, lantas saya iba, sepatu saya saya pinjamkan kepadanya. Itulah pengorbanan saya untuk Dian,” kata penyanyi dan komedian itu berlagak serius, mengundang derai tawa penonton.

Dewi Yull, yang mengaku menyaksikan metamorfosa Dian Pesesha dari masa muda hingga dewasanya, mengatakan “Dia tetap rendah hati dan bersuara indah.”

Sementara Eddy Silitonga, penyanyi bersuara tinggi dan melengking kelahiran Pematang Siantar, mengingat Dian sebagai “penyanyi bersuara merdu tapi galak.”

“Suaranya masih prima, salah satu penyanyi Indonesia yang saya suka dan saya banggakan,” kata penyanyi kelahiran 17 November 1950 itu.

Penggemar Dian juga mengenang suara merdunya. Kerinduan mereka mendengarkan suara Dian yang mendayu terobati malam itu.

Nelly Kardinal (60) dan suaminya Kardinal (71) ada di antara barisan penonton yang menyaksikan penampilan Dian. Kedua pensiunan itu menikmati lagi lagu-lagu Dian yang populer semasa mereka muda.

“Nostalgia masa dulu, biar nggak cepet pikun,” kata Nelly, yang mengaku masih sering membeli kaset-kaset Dian, serta menambahkan,”Sampai kadang sudah beli, beli lagi, sampai numpuk di rumah.”

Aziz, pekerja butik asal Pemalang yang kini berusia 46 tahun, juga gembira bisa menyaksikan langsung penyanyi kesukaannya manggung. “Saya suka hampir semua lagu-lagunya, suaranya merdu dan mendayu,” katanya.

Nova dan Susan yang sudah menyukai suara Dian sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, tahun 1979, hampir selalu mengikuti Dian melantunkan lagu meski kadang mereka sudah tak hafal lagi judulnya.

“Suaranya dari dulu sampai sekarang masih bagus,” kata Susan, yang kini tinggal di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kerinduan dan sambutan para penggemar juga menyuntikan semangat kepada Dian, yang sebelumnya ragu bisa tampil menyanyikan sampai 16 lagu dalam sebuah konser setelah sempat mengalami kelumpuhan tahun lalu.

“Malam ini sangat berarti… Saya yakin semua yang hadir di sini masih sayang dan mencintai saya. Terimakasih atas kehadirannya. Ini semangat untuk saya melanjutkan karya pada usia yang sudah berkepala lima,” demikian Dian Piesesha.

Editor: Aditia Maruli

Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/01/05/mg5byb-ppp-usung-arief-mudatsir-cagub-jateng


Berbagi kenangan bersama Dian Piesesha

Friday, February 8, 2013

Diego Michiels resmi peluk Islam

WASPADA ONLINE
JAKARTA – Pesepak bola Indonesia, Diego Robbie Michiels, dikabarkan memeluk Islam. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di ruang R.2.09 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (7/2) sekitar pukul 16.00 WIB.
Pengucapan dua kalimat syahadat pemuda 22 tahun itu disaksikan Kapitra Ampera sekaligus kuasa hukumnya. Kapitra Ampera mengungkapkan, Diego sudah mempelajari Islam sejak berada di Belanda. Sejak itu, ia tertarik dan ingin menjadi Muslim.

“Karena Islam itu tidak mengenal tempat dan tidak ditunda-ditunda, sekitar 10 menit lalu dia mengucapkan dua kalimat syahadat,” ujar Kapitra saat menggelar jumpa pers di PN Pusat, tadi malam.
Sejumlah kuasa hukum, yakni Riandi Rusman, Vidi Galenso, dan Elza Syarief menjadi saksi kekasih Nikita Willy itu mengucapkan dua kalimat syahadat.
Keputusan Diego Michiels memeluk agama Islam mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Diego mengaku mengutarakan keinginannya itu sekitar sebulan lalu. “Saya sudah berbicara pada orang tua sekitar sebulan lalu, dan mereka mengizinkan,” kata Diego di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Sebelumnya Diego menampik jika keputusannya menjadi mualaf untuk memuluskan jalan menikahi kekasihnya, pesinetron Nikita Willy. “Bukan karena kekasih saya Islam,” kata Diego.
Ia mengatakan, ajaran Islam sudah lama ia kenal semenjak dirinya masih berstatus warga negara Belanda. “Sebelum saya ke Indonesia saya sering bermain bersama teman saya yang Islam, lalu saya mulai mempelajari buku dan akhirnya saya sekarang memutuskan masuk Islam,” ucap Diego yang mengenakan peci warna putih.
Diego pun mengaku bahagia bisa mewujudkan keinginannya itu. “Saya senang sekarang,” ujarnya sambil tersenyum bahagia.
(dat03/republika)

Thursday, January 16, 2014

Kisah Anis Matta dan Tujuh Gadis Eropa Timur

Jakarta - Szilvia Fabula bukan satu-satunya gadis Eropa Timur yang dikenal Presiden PKS Anis Matta. Anis Matta pernah bertemu dengan sorang Imam yang punya 7 gadis Eropa Timur yang baru saja masuk Islam. Namun Anis Matta memilih Szilvia sebagai istri keduanya.

Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengisahkan hal tersebut melalui akun twitternya, Jumat (28/12/2013).


Szilvia Fabula masih studi S2 ekonomi saat mengenal Anis Matta di sebuah toko buku di Budapest, Hongaria. Setelah cukup lama sejak pertemuan pertama yang disaksikan Wasekjen PKS Fahri Hamzah itu, keduanya bertemu kembali di Budapest. Pertemuan kedua ini sudah banyak perubahan pada diri Szilvia.


Szilvia kini sudah memeluk agama Islam. Dia pun berani bertanya ke Anis Matta soal hukum Islam poligami.


“Rupanya dia sempat dikirimi Quran dengan terjemahan Inggris dan lalu diarahkan ke Islamic Center Budapest oleh Jen (Anis Matta),” kata Fahri.


Anis Matta pun menjelaskan tentang hukum poligami. Perdebatan pun terjadi karena awalnya Silvia menentang poligami. Namun entah mengapa setelah itu Szilvia semakin mantap mengubah penampilan.


“Waktu kami berjumpa Kerudungnya sudah sempurna. Dan dia menyampaikan terima kasih kepada kami,” kata Fahri.


Szilvia juga mengantarkan Anis Matta dan Fahri ke Islamic Center of Budapest dan mempertemukan dengan pimpinannya. Kala itu pemimpinnya memuji Anis Matta. 


“Sore itu kami dikenalkan oleh sang imam 7 gadis dari kawasan eropa timur yang menjadi muallaf bersama-sama,” kenang Fahri yang memilih tak poligami ini.


Perdebatan tentang poligami itu mengantar hubungan Anis Matta dan Szilvia semakin jauh. “Sampai kami kembali lagi ke Jakarta, kami belum mendengar ada kisah cinta. Semuanya dialog tentang Islam,” kilah Fahri yang belum mau mengugkit kisah cinta Anis dan Szilvia secara lebih mendalam ini.


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/11/16/219530118/Asmirandah-Mengaku-Minta-Jonas-Masuk-Islam


Kisah Anis Matta dan Tujuh Gadis Eropa Timur

Thursday, May 16, 2013

Penggeledahan rumah kerabat Baasyir sempat dihalangi keluarga

Penggeledahan rumah terduga teroris Qomasu Nuawiyah Arob alias Nuaim (39) Rabu (15/5) siang, selain berlangsung lama, juga sempat mendapat protes keras dari istri dan keluarga.


Adik kandung Nuaim, Muhammad Fauzi kepada wartawan usai penggeledahan mengatakan, pihak keluarga merasa belum mendapat pemberitahuan resmi mengenai penggeledahan tersebut. Pihaknya juga meminta agar saat penggeledahan disaksikan oleh Tim Pengacara Muslim (TPM).


“Kami hanya minta polisi menunjukkan surat resmi (penggeledahan) sebelum masuk ke rumah. Karena saat datang tidak ada pemberitahuan dan tidak ada surat resminya,” katanya.


Menurut Fauzi, pihaknya juga menanyakan alasan Densus 88 menangkap kakaknya. “Kami tidak tahu sama sekali apa salah Nuiam sehingga ditangkap Densus 88,” ujarnya.


Setelah berdebat cukup lama, akhirnya Densus 88 memberikan surat penangkapan dengan nomor SPJK – 40/4/5/2013. Dalam surat tersebut disebutkan, Nuaim ditangkap terkait dengan penangkapan terduga teroris lainnya, William Maksum.


“Kami dari pihak keluarga tidak mengenal William Maksum,” tegasnya.


Sementara mengenai barang bukti yang disita polisi menurut Fauzi, tidak serta merta bisa menyimpulkan bahwa Nuaim terkait tindak terorisme.


“Benda-benda itu biasa didapati di rumah-rumah warga pada umumnya. Lagian benda-benda tersebut juga tidak disembunyikan,” terangnya.


Fauzi mencontohkan, gulungan kabel, itu dibeli untuk memperbaiki saluran listrik di rumah. Sementara paralon itu sebenarnya peredam senapan angin yang sudah rusak. Kalau sarung pistol itu dibeli Nuaim dari pasar barang bekas dan jadi mainan anaknya.


“Itu tadi kan ditemukan di kotak mainan anaknya. Kalau CD dan buku-buku yang disinyalir berkaitan dengan tindak terorisme, itu tidak benar. Buku-buku itu kan bisa dibeli di pasaran,” tambahnya.


Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus penggeledahan, di tempat tinggal terduga teroris Nuaim, kampung Padangan, Joyotakan RT 03 RW 04 Serengan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/5).


Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan dan membawa beberapa barang bukti, antara lain sebuah sarung senjata, Majalah Sabili, buku-buku dengan judul “Islam Arab dan Yahudi Zionis, “Jihad dan Terorisme”, “Melawan Kafir Yahudi”, “Salibis tunggangi SBY”.


Selain barang tersebut, polisi juga menyita beberapa potongan pipa paralon, satu ikat kepala bertuliskan “freedem Palestina”, lima VCD tanpa cover, dan beberapa kabel tiga warna.










Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/12/03/165621/Mahasiswa-dan-Polisi-Terlibat-Baku-Pukul/6


Penggeledahan rumah kerabat Baasyir sempat dihalangi keluarga

Sunday, April 21, 2013

Pemain Asal Kamerun Abanda Herman Masuk Islam




Jumat, 19 April 2013 10:41:54 WIB


abang-sub


BANDUNG (Pos Kota) – Pemain palang pintu Persib Bandung asal Kamerun, Abanda Herman, Kamis sore berikrar masuk Islam. Prosesi pengislaman pemain jangkung ini berlangsung di Mesjid Nurul Iman, Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat. Dipandu KH Jujun Junaedi,M.Ag,  Abanda mengucapkan dua kalimat sahadat. “ Alhamdulillah, bek tangguh  dan jangkung kini sudah masuk Islam,“ komentar warga setempat.


Prosesi ikrar syahadat yang diucapkan Abanda Herman mantan pemain Persija ini berlangsung pukul 15:30 Wib. Disaksikan manajer Hj. Umuh Muhtar, pelatih Jajang Nurjaman, serta ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan, Abanda mengucapkan kalimat syahadat dengan nada terputus putus.


Usai berikrar, Abanda pun mengaku lega, kemudian dia mendapat ucapan selamat, baik dari pengurus Persib, dan pemainya, juga warga setempat. Bahkan warga pengajian pun serempak mengucapkan selamat. “Kang Abanda kita kini seikhwan,“ celetuk bobotoh Persib yang usia belasan tahun di mesjid tersebut.


Jujun Jkunaedi, menegaskan, pihaknya akan terus membimbing Abanda Herman. “ Dia sudah mualaf, jadi perlu bimbingan. Kami siap memberikan bimbingan kepada pemain Persib ini,“ tandas jujun yang sekaligus Dosen Fakultas Dakwah UIN SGD Bandung.


(dono/sir)



Article source: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=323521


Pemain Asal Kamerun Abanda Herman Masuk Islam

Saturday, November 2, 2013

Dikabarkan Menikah, Keluarga Asmirandah Syok

Pasangan artis Asmirandah-Jonas Rivanno


JAKARTA - Kabar pernikahan pasangan artis Asmirandah-Jonas Rivanno mengundang heboh. Bukan saja karena tanggal pernikahan yang disampaikan antara pihak keluarga dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat berbeda, tapi juga menyangkut Jonas yang dikabarkan telah menjadi mualaf. Tak ayal, simpang siur soal hal itu membuat keluarga Asmirandah syok.


“Semuanya kaget dan syok, kok beritanya mencuat sekali. Makanya, aku coba untuk mengklarifikasi,” kata Asmirandah di Kota Wisata, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (29/10).


Berikut poin klarifikasinya:


Jonas jadi mualaf (masuk Islam, red)


Versi Asmirandah:


“Ini memang yang menjadi pembicaraan yang cukup serius. Aku tegaskan bahwa itu belum (mualaf)


Versi Ketua MUI Kecamatan Beji Depok, Ustadz Mahari Madarif


“Keluarga dari Asmirandah langsung ke saya, ‘Ada yang mau masuk Islam Pak Haji’. Ya biasa, begitu ngomongnya lalu kami ikuti prosesnya dan kami laksanakan,” ujar Mahari.
Menurut Mahari, ia meng-Islam-kan Jonas pada 21 Agustus 2013 pagi di Masjid An-Nur, Depok. “Kalau soal mualaf sudah benar. Suratnya sudah dipegang. Mungkin dia mau jaga hubungan,” ujar Mahari saat ditemui di Beji, Selasa (29/10).


Mahari menuturkan, proses Jonas menjadi mualaf disaksikan Asmirandah dan 4-5 orang kerabat. Prosesi tersebut memakan waktu 40 menit.


Sebelum memutuskan menjadi muslim, Jonas terlebih dulu berkonsultasi kepada Mahari. Pada konsultasi ketiga, baru Jonas memutuskan hari dan tanggal penetapannya sebagai mualaf. “Dia masuk Islam penuh keikhlasan, tanggung jawab. Jadi sudah ikhlaslah menyatakan syahadat,” ujar Mahari.


Namun meski tak ditemani keluarga, ada Asmirandah yang berada di samping Vanno kala itu. Hal tersebut diungkapkan oleh imam yang membimbing aktor 26 tahun tersebut saat menjalani prosesi pindah agama. “Waktu itu ada sekitar empat atau lima orang, ada Asmirandah juga,” urai Mahari Madarif.


Pernikahan tanggal 17 Oktober 2013?


Versi Jonas:


“Gak ada apa-apa di tanggal 17 itu. Masalah aku dan Andah menikah Januari ya betul,”


Meski membantah sudah menikah 17 Oktober lalu, Jonas Rivanno membenarkan rencana pernikahannya dengan bintang sinetron Maha Kasih ini. Dia dan keluarganya tak mau persiapan pernikahannya terganggu dengan berita ganti keyakinan ini. Mereka akan menikah pada Januari tahun depan.


Vanno mengungkapkan dirinya memang sempat tak direstui keluarga terkait hal tersebut. Vanno yang didampingi Andah dalam jumpa pers menuturkan, hingga kini ia masih terus mencari jalan keluar agar keinginannya untuk menikahi Andah bisa terwujud.


Pesinetron kelahiran 20 Maret 1987 itu mengaku soal beda agama menjadi beban yang berat untuk dihadapi.


Versi H Sobari, Pencatat nikah KUA Beji, Depok, Jawa Barat


“Ya, daftarnya tanggal 10 (Oktober 2013) kemarin. Yang datang ke sini bapak dan anaknya, Asmirandah. Pernikahan tertutup itu dilangsungkan di kediaman keluarga Asmirandah. Yang menikahkan langsung Pak Kepala (KUA), memang yang datang keluarga saja.ins


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Dikabarkan Menikah, Keluarga Asmirandah Syok

Thursday, February 7, 2013

Diego Michiels Mualaf

INILAH.COM, Jakarta – Diego Michiels menjadi mualaf. Diego yang menginginkannya.

“Diego sudah masuk Islam dan sudah mengucapkan dua kalimat syahadat, disaksikan Riandi Rusman, Vidi Galenso dan Elsa Syarif,” ujar kuasa hukum Diego, Kapitra Ampera di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

“Ini kejutan, berkah dan harus diumumkan,” terang Kapitra.

Menurut pengakuan Kapitra, kekasih Nikita Willy tersebut mualaf karena bimbingannnya.

“Ada keinginan dari Diego jadi muslim. Hal ini tidak boleh ditunda-tunda, apalagi status dia sebagai tahanan. Saya yang bimbing dia sebagai muslim,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Diego menjadi tersangka kasus pemukulan beberapa waktu lalu. Diego sampai saat ini masih menjalani proses peradilan. [aji]

Article source: http://regional.kompas.com/read/2012/12/19/1403566/Duh.Truk.TNI.Tabrak.Warga.Polisi.Bungkam


Diego Michiels Mualaf

Thursday, April 18, 2013

Abanda Herman Resmi Jadi Mualaf

Jakarta – Bek andalan Persib Bandung asal Kamerun, Abanda Herman, resmi menjadi mualaf atau masuk Islam setelah mengucapkan dua kalimah syahadat di Mesjid Nurul Iman Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (18/4) malam.


Abanda yang hadir dengan mengenakan baju muslim dan kopiah putih mengucapkan syahadat di hadapan Ustadz H Jujun Junaedi dan disaksikan seratusan jemaah majelis taklim di mesjid yang berdekatan dengan rumah Manajer Persib H Umuh Muhtar itu.


Ikrar untuk menjadi mualaf itu dilakukan oleh Abanda Herman setelah melalui perjuangan cukup lama. Butuh 15 menit bagi bek tandem Maman Abdurahman dan Tony Sucipto itu untuk tuntas membacakan syahadat.


Begitu ia tuntas membacakan ikrar itu, hadirin yang hadir menyaksikan prosesi itu langsung menyambut dengan bacaan Al Fatihah secara khusu. Doapun dipanjatkan dengan dipandu oleh Ustadz H Jujun Junaedi.


Abanda menambahkan nama Ahmad di depan nama aslinya yang berarti kebenaran. Ia pun mendapat ucapan selamat dan doa dari hadirin dan para saksi yang menyaksikan prosesi tersebut.


Seusai resmi menjadi mualaf, Ahmad Abanda Herman mengaku lega telah lulus melakukan ikrar sekaligus mengawali kehidupan baru sebagai seorang muslim.


“Saya lega telah memeluk Islam, setelah ini saya akan memenuhi kewajiban sebagai muslim, shalat lima waktu, nanti puasa dan lainnya,” katanya.


Rencananya, Abanda akan menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci bersama Manajer Persib Bandung H Umuh Muhtar saat libur kompetisi.


Article source: http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/12/29/119138/Athena-akan-Bangun-Masjid-Pertama/7


Abanda Herman Resmi Jadi Mualaf

Sunday, September 29, 2013

Dubes Paraguay Masuk Islam

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Duta Besar Republik Paraguay, Cecar Estebon Grillion memutuskan masuk agama islam dan resmi menjadi seorang mualaf.


Pengesahan muslim Cecar dengan pengucapan dua kalimat syahadat ini dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9/2013) di hadapan ribuan jemaah salat Jumat dengan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali.


Pengucapan syahadat Cecar Estebon Grillion dibimbing langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub. Dengan sedikit terbata-bata Cecar mengucapkan syahadat dengan bahasa Arab.


Cecar mengakui memang telah sejak lama tertarik dengan Islam. Namun, ia belum berani untuk mengungkapkan keinginannya untuk menjadi muslim.


“Saya mengenal islam setelah mempelajari buku-buku ajaran Islam milik anak saya,” ujar Cecar seperti dikutip situs resmi Kementerian Agama.


Selain itu juga ditunjukkan Tuhan melalui jodoh yang ia dapatkan, yakni seorang muslimah dari Indonesia bernama Yulie Setyohadi. Dari sinilah ia memantapkan akan mempelajari Islam.


“Saya berjanji pengislaman saya bukan sekedar perayaan, tapi bisa menjadi Islam yang baik dengan bantuan semua,” ujar Cecar.


Menteri Agama Suryadharma Ali berharap masuk islamnya Cecar dapat menginspirasi saudara yang lain untuk mengambil jalan yang diridhai Allah.


“Semoga keimanannya makin kuat, menjadi Muslim yang saleh serta mematuhi perintah Allah SWT,” ucap Menag.


Menurut Menag, orang yang masuk islam bagaikan baru lahir dari ibu kandungnya.


“Tapi bagi pak Cecar, lahir sudah punya ilmu pengetahuan tinggal menata kehidupan dengan prinsip keislaman yang benar,” ucap Menag lagi.


Sementara itu Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub mengatakan keinginan Cecar memeluk islam ini bukan karena tekanan atau karena akan menikah dengan wanita muslimah semata, tapi memang karena hidayah dari Allah.


Keseriusan Cecar ini pun dapat dilihat ketika ia memutuskan akan mempelajari Islam langsung dari tokoh besar umat Islam indonesia, Prof. KH. Quraish Shihab dan ia sendiri sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Untuk nama pengganti, Cecar menginginkan nama Ibrahim.


“Saya usul ditambah Muhammad,” kata Menag Suryadharma Ali. (*)


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Dubes Paraguay Masuk Islam

Thursday, February 7, 2013

Diego Michiels Jadi Mualaf

Diego Michiels Jadi Mualaf

Liputan6.com, Jakarta : Kabar mengejutkan datang dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Di sela-sela kasusnya yang sedang berjalan, Diego Michiels memutuskan untuk berganti agama. Ia menjadi mualaf dan masuk islam kurang dari setengah jam lalu.

Kini jangan lagi panggil dia dengan nama Diego Michiels. Kekasih Nikita Willy itu memilih nama baru, Diego Muhammad. Keinginannya ini langsung diutarakan Diego kepada kuasa hukumnya.

“Ada keingininan dari Diego jadi muslim. Karena tidak boleh ditunda-tunda, apalagi status dia sebagai tahanan, saya yang bimbing dia sbagai muslim,” cetus kuasa hukum Diego, Kapitra Ampera di PN Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2013).

Ketika menyatakan perpindahan agamanya, Diego langsung mengenakan peci putih. Hal ini pun disaksikan langsung oleh sang kekasih, Nikita Willy. Rona bahagia tampak di wajah Nikita.

Ia bertanya kepada Nikita. “Aku bagus kan pakai ini?” Tanya Diego. Tanpa berkata-kata, Nikita pun mengangguk senang.(JUL/MER)

Article source: http://news.liputan6.com/read/499823/menyibak-misteri-bahtera-nabi-nuh-di-gunung-ararat


Diego Michiels Jadi Mualaf

Thursday, November 14, 2013

Cuma Mau Tanya Agama, Polisi Buru Jonas ke Rumah Asmirandah

Kamis, 14 November 2013 18:37 wib

Jonas bersama ulama (Foto: ist)

Jonas bersama ulama (Foto: ist)

DEPOK- Polres Depok bertindak cepat menanggapi laporan Front Pembela Islam (FPI) Untuk mencari tahu agama apa yang sebenarnya dianut Jonas Rivanno. Polisi langsung mendatangi kediaman kekasih Jonas, Asmirandah di daerah Cibubur, Kamis (14/11/2013).


Namun, bukan jonas yang ditemui, melainkan poster bertuliskan rumah telah dijual yang terpampang di pintu gerbang rumah Asmirandah. Sejumlah anggota kepolisian Polresta Depok yang menggunakan kemeja putih menyambangi kediaman Asmirandah yang berlokasi di Kota Wisata.


Rumah Asmirandah tampak sepi tak berpenghuni. Pintunya tertutup rapat dan terpasang gembok menandakan bahwa tidak ada orang di dalamnya. Anggota polisi pun akhirnya meminta keterangan dari sejumlah petugas keamanan yang sedang berjaga. Menurut informasi yang didapat rumah bernomor 16 itu merupakan rumah Asmirandah.


Sementara poster bertuliskan rumah dijual baru terpasang kurang lebih empat hari yang lalu, petugas keamanan tak dapat memberikan informasi secara gamblang lantaran setiap terjadi jual beli rumah di perumahan ini langsung dari agen ke agen tanpa sepengetahuan mereka.


Tujuan anggota kepolisian menjemput Jonas untuk mencari data terkait dengan agama apa yang sebenarnya dianutnya. Pasalnya, beberapa pekan ini telah ramai jadi berbincangan publik bahwa Jonas dianggap mempermainkan agama oleh FPI dan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Karena ternyata lokasi yang dituju sudah termasuk kawasan Bogor, maka polisi pun kemudian pulang dengan tangan hampa dan tidak dapat melanjutkan penyelidik karena kondisi lokasi sudah bukan kapasitas Polresta Depok.


Jonas sebelumnya disebut memeluk agama Islam sebelum menikahi Asmirandah. Namun, Jonas membantah telah masuk Islam dan mengaku masih beragama Kristen. Padahal, ketua MUI Depok mengaku mengislamkan langsung Jonas dan disaksikan Asmirandah.


(Iyung Rizki/RCTI/rik)






mobile

Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com

untuk BlackBerry


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Cuma Mau Tanya Agama, Polisi Buru Jonas ke Rumah Asmirandah

Friday, April 12, 2013

Usai Jadi Khatib Jumat, Anis Matta Islamkan Ekspatriat Asal AS


Advertisement



Anis Matta bimbing Antony Todd Foster masuk Islam.

Jakarta – Seorang warga negara berkebangsaan Amerika Serikat mengikrarkan diri masuk Islam hari ini. Warga AS yang diketahui bernama Antony Todd Foster itu mengucap dua kalimat syahadat di hadapan Presiden PKS Anis Matta.

Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari Humas PKS, Jumat (12/4/2013), Anis bersama sejumlah pengurus DPP PKS sedang melakukan kunjungan ke Kalimantan Timur. Anis juga menjadi khatib dan memimpin salat Jumat di Masjid Istiqamah, Balikpapan.


Usai memimpin salat Jumat, Anis diminta kesediaan oleh pengurus masjid untuk membantu membimbing Foster mengucapkan dua kalimat syahadat. Proses keber-Islaman ekspatriat AS itu disaksikan juga oleh ratusan jamaah masjid.


Usai membimbing proses keber-Islaman Foster, Anis Matta menghadiahi nama baru untuk Foster dengan menambahi kata ‘Muhammad’ di depan kata namanya yang terakhir. Dalam bahasa Inggris, Anis lalu menyampaikan sejumlah pesan dan nasihat kepada Foster tentang kewajiban dan hak yang baru bagi seorang muslim mualaf.


Seperti diketahui, sejak menjadi mundur dari pimpinan dan keanggotaan DPR karena menjadi Presiden PKS, Anis Matta melakukan road show ke sejumlah daerah untuk melakukan konsolidasi. Kunjungan dilakukan terutama untuk daerah-daerah yang tengah menggelar pemilihan gubernur. Setelah mengunjungi Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali, NTB, dan Maluku Utara, saat ini Anis berada di Kalimantan Timur.


(rmd/nrl)







Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/12/30/167640/Sweeping-FPI-di-Lepau-Tuak-Mendapat-Perlawanan/6


Usai Jadi Khatib Jumat, Anis Matta Islamkan Ekspatriat Asal AS

Sunday, February 10, 2013

Diego Michiels Pilih Jadi Mualaf

Kapanlagi.com – Atlet Sepakbola Diego Michiels membuat keputusan mengejutkan. Setelah berkonsultasi dengan salah satu kuasa hukumnya, Kapitra Ampera, kekasih Nikita Willy ini memutuskan untuk menjadi seorang muallaf.

Kapitra sempat kaget karena Diego mempunyai banyak referensi tentang agama Islam. “Hal yang mengejutkan, Diego ternyata banyak menyimpan referensi tentang Islam dan dia memutuskan untuk memeluk Islam di bawah bimbingan saya,” ujar Kapitra di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta, Kamis (7/1).

Diego Michiels – Nikita Willy

Pada kesempatan yang sama, Diego mengaku telah lama tertarik dengan Islam. Hal ini disebabkan dirinya telah lama hidup dan tinggal dalam komunitas muslim.

Proses pembacaan lafal Kalimat Syahadat disaksikan oleh tiga orang saksi mereka adalah Riandi Rusman, Vidi Galenso dan Elza Syarief. (kpl/mdk/abs/dar)


Diego Michiels Pilih Jadi Mualaf

Sunday, April 7, 2013

Masih Ada Upaya Saling Serag Karena Beda Ormas

SOREANG, (PRLM).- Banyaknya ormas Islam di Indonesia bukanlah tanda adanya perpecahan umat Islam melainkan harus dijadikan ajang untuk berlomba dalam kebaikan (fastabiqul-khairat). Namun, sampai saat ini masih ada upaya saling serang bahkan “mengafirkan” kepada sesama Muslim hanya karena beda ormas.


“Tiap ormas Islam hanya mengajak masuk Islam dan menjalankan ajaran Islam bukan mengajak warga agar masuk ormasnya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Syarikat Islam (SI) Jabar, KH. DR. Ade Suherman, SH.I, dalam pelantikan DPW SI di Masjid Alhikmah. Cikoneng, Bojongsoang, Minggu (7/4/2013).


Kiai Ade mengatakan, tidak boleh sebuah ormas islam mengklaim masjid yang dibangunnya sebagai masjid ormas Islam. “Semua masjid adalah milik Allah sehingga beda paham dalam Islam tidak menghalangi seseorang masuk dan beribadah di dalam masjid,” ujarnya.


Dia merasa prihatin dengan banyaknya klaim terhadap masjid-masjid sehingga masjid terbatasi jemaahnya. “Kadang ada klaim masjid ini milik ormas Islam sehingga Muslimin dari ormas Islam lainnya tidak mau masuk ke masjid. Ini kan ironis,” katanya.


Pelantikan DPW SI Jabar dilakukan Ketua DPP SI, KH. Amarullah, disaksikan ratusan Muslimin pengurus dan kader SI se-Kab. Bandung.(A-71/A-147)***


Article source: http://www.tribunnews.com/2013/01/06/pengajian-dibubarkan-polisi-kapuas


Masih Ada Upaya Saling Serag Karena Beda Ormas

Friday, September 27, 2013

Baca Dua Kalimat Syahadat, Dubes Paraguay Masuk Islam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Duta Besar Republik Paraguay, Cecar Estebon Grillion memutuskan masuk agama islam dan resmi menjadi seorang mualaf.
Pengesahan muslim Cecar dengan pengucapan dua kalimat syahadat ini dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9/2013) di hadapan ribuan jemaah salat Jumat dengan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali.


Pengucapan syahadat Cecar Estebon Grillion dibimbing langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub. Dengan sedikit terbata-bata Cecar mengucapkan syahadat dengan bahasa Arab.


Cecar mengakui memang telah sejak lama tertarik dengan islam. Namun, ia belum berani untuk mengungkapkan keinginannya untuk menjadi muslim.


“Saya mengenal islam setelah mempelajari buku-buku ajaran Islam milik anak saya,” ujar Cecar seperti dikutip situs resmi Kementerian Agama.


Selain itu juga ditunjukkan Tuhan melalui jodoh yang ia dapatkan, yakni seorang muslimah dari Indonesia bernama Yulie Setyohadi. Dari sinilah ia memantapkan akan mempelajari Islam.


“Saya berjanji pengislaman saya bukan sekedar perayaan, tapi bisa menjadi Islam yang baik dengan bantuan semua,” ujar Cecar.


Menteri Agama Suryadharma Ali berharap masuk islamnya Cecar dapat menginspirasi saudara yang lain untuk mengambil jalan yang diridhai Allah.


“Semoga keimanannya makin kuat, menjadi Muslim yang saleh serta mematuhi perintah Allah SWT,” ucap Menag.


Menurut Menag, orang yang masuk islam bagaikan baru lahir dari ibu kandungnya.


“Tapi bagi pak Cecar, lahir sudah punya ilmu pengetahuan tinggal menata kehidupan dengan prinsip keislaman yang benar,” ucap Menag lagi.


Sementara itu Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub mengatakan keinginan Cecar memeluk islam ini bukan karena tekanan atau karena akan menikah dengan wanita muslimah semata, tapi memang karena hidayah dari Allah.


Keseriusan Cecar ini pun dapat dilihat ketika ia memutuskan akan mempelajari Islam langsung dari tokoh besar umat Islam indonesia, Prof. KH. Quraish Shihab dan ia sendiri sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Untuk nama pengganti, Cecar menginginkan nama Ibrahim.


“Saya usul ditambah Muhammad,” kata Menag Suryadharma Ali.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/09/08/mssumi-jadilah-kesatria-sejati


Baca Dua Kalimat Syahadat, Dubes Paraguay Masuk Islam