Showing posts sorted by relevance for query tergerak. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tergerak. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Alisya: Relawan itu Bekerja dengan Hati

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Semenjak bersyahadat, Alisya Fianne komit berdakwah. Ketua Yayasan Alisya Nurul Baqi ini mulainya dengan membimbing mualaf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

"Saya InsyaAllah selalu perjuangkan mualaf agar bisa istiqomah," kata dia dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Selasa (6/12).

Menurut Presiden Direktur Alisya Tour and Travel ini, perjuangan yang menjadi tujuan seorang mualaf itu adalah keimanan. Dalam iman mualaf tersebut terhadap panggilan hati.

Hal itu yang kemudian mendorong Fianne untuk siaga 24 jam membantu mualaf yang membutuhkan. Baik sekedar konsultasi maupun curhat. "Jadi, seperti relawan kan ada yang diperjuangkan," kata dia.

Menurut pemahaman Fianne, relawan itu bekerja menggunakan hati bukan materi semata. Intinya, relawan yang bekerja karena Allah tentu akan menikmati setiap prosesnya. "Kayak kemarin sewaktu aksi damai, semua tergerak karena Allah tanpa ada embel-embel," kata dia.

Karena itu, ia berharap kepada mereka yang bertugas sebagai relawan bekerjalah dengan hati. Dengan begitu, Allah akan memudahkan setiap upaya yang dilakukan.

"

| Alisya: | Relawan | Bekerja | dengan | Hati | REPUBLIKA | JAKARTA | Semenjak | bersyahadat | Alisya | Fianne | komit | berdakwah | Ketua | Yayasan | Nurul | Baqi | mulainya | membimbing | mualaf | Masjid | Agung | Sunda | Kelapa | Jakarta | p> Saya | InsyaAllah | perjuangkan | agar | istiqomah | kata | dalam | pesan | singkatnya | kepada | Republika | Selasa | p> Menurut | Presiden | Direktur | Tour | Travel | perjuangan | yang | menjadi | tujuan | seorang | adalah | keimanan | Dalam | iman | tersebut | terhadap | panggilan | hati | p> Hal | kemudian | mendorong | untuk | siaga | membantu | membutuhkan | Baik | sekedar | konsultasi | maupun | curhat | Jadi | seperti | relawan | diperjuangkan | pemahaman | bekerja | menggun | bukan | materi | semata | Intinya | karena | Allah | tentu | menikmati | setiap | prosesnya | Kayak | kemarin | sewaktu | aksi | damai | semua | tergerak | tanpa | embel | p> Karena | berharap | bertugas | sebagai | bekerjalah | Dengan | begitu | memudahkan | upaya | dilakukan | p> |

Thank Very Very Much for Visiting this Blog

Alisya: Relawan itu Bekerja dengan Hati

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Semenjak bersyahadat, Alisya Fianne komit berdakwah. Ketua Yayasan Alisya Nurul Baqi ini mulainya dengan membimbing mualaf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

"Saya InsyaAllah selalu perjuangkan mualaf agar bisa istiqomah," kata dia dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Selasa (6/12).

Menurut Presiden Direktur Alisya Tour and Travel ini, perjuangan yang menjadi tujuan seorang mualaf itu adalah keimanan. Dalam iman mualaf tersebut terhadap panggilan hati.

Hal itu yang kemudian mendorong Fianne untuk siaga 24 jam membantu mualaf yang membutuhkan. Baik sekedar konsultasi maupun curhat. "Jadi, seperti relawan kan ada yang diperjuangkan," kata dia.

Menurut pemahaman Fianne, relawan itu bekerja menggunakan hati bukan materi semata. Intinya, relawan yang bekerja karena Allah tentu akan menikmati setiap prosesnya. "Kayak kemarin sewaktu aksi damai, semua tergerak karena Allah tanpa ada embel-embel," kata dia.

Karena itu, ia berharap kepada mereka yang bertugas sebagai relawan bekerjalah dengan hati. Dengan begitu, Allah akan memudahkan setiap upaya yang dilakukan.

"

| Alisya: | Relawan | Bekerja | dengan | Hati | REPUBLIKA | JAKARTA | Semenjak | bersyahadat | Alisya | Fianne | komit | berdakwah | Ketua | Yayasan | Nurul | Baqi | mulainya | membimbing | mualaf | Masjid | Agung | Sunda | Kelapa | Jakarta | p> Saya | InsyaAllah | perjuangkan | agar | istiqomah | kata | dalam | pesan | singkatnya | kepada | Republika | Selasa | p> Menurut | Presiden | Direktur | Tour | Travel | perjuangan | yang | menjadi | tujuan | seorang | adalah | keimanan | Dalam | iman | tersebut | terhadap | panggilan | hati | p> Hal | kemudian | mendorong | untuk | siaga | membantu | membutuhkan | Baik | sekedar | konsultasi | maupun | curhat | Jadi | seperti | relawan | diperjuangkan | pemahaman | bekerja | menggun | bukan | materi | semata | Intinya | karena | Allah | tentu | menikmati | setiap | prosesnya | Kayak | kemarin | sewaktu | aksi | damai | semua | tergerak | tanpa | embel | p> Karena | berharap | bertugas | sebagai | bekerjalah | Dengan | begitu | memudahkan | upaya | dilakukan | p> |

Thank Very Much for Visit this News

Monday, April 15, 2013

Artis berprestasi diincar PPP - Waspada

WASPADA ONLINE

JAKARTA – Musim pencalegan tiba, PPP incar sejumlah artis serta atlit berprestasi. Ada Bambang Pamungkas alias Bepe, Aura Kasih dan Bunga Cipta Lestari masuk radar PPP.


Seperti disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PPP Suharso Manoarfa, beberapa atlit berprestasi serta artis tenar itu, layak menjadi caleg (calon legislatif) PPP.


“PPP adalah parpol Islam yang terbuka. Kami harus bisa mengakomodir semua golongan, tidak perlu alergi dengan artis atau publik figur lainnya. Termasuk atlit berprestasi seperti Bepe,” terangnya  di Jakarta kemarin.


Dikatakan mantan Menpera itu, pemain sepakbola seperti Bepe, artis Aura Kasih, BCL (Bunga Cipta Lestari) serta Mat Solar adalah publik figur yang memiliki kemampuan dalam memajukan bangsa ini.


“Dari kalangan artis yang sudah resmi menjadi caleg PPP adalah Doni Damara. Kita harapkan tokoh lainnya tergerak untuk berpartisipasi. Artis, atlit atau presenter kondang seperti Sandrina Malakiano, boleh juga,” terang Monoarfa.


Dalam menjaring caleg, lanjutnya, PPP tidak akan asal comot. Mereka harus sanggup menandatangani pakta integritas. Di dalamnya mengatur larangan black champaign, serta terbebas dari segala tindak korupsi atau tercela lainnya. “Target PPP di pemilu 2014 adalah 72 kursi di DPR-RI. Insya Allah terpenuhi,” pungkasnya.
(dat18/inilah)




Name *
URL
Code

  
ChronoComments by chronoengine.com

Article source: http://www.malaysia-chronicle.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=41318:umnos-mashitah-sued-for-accusing-hadi-of-sex-scandal&Itemid=2


Artis berprestasi diincar PPP - Waspada

Tuesday, July 9, 2013

Angel Lelga Berhijab karena Masuk Parpol Islam

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiaji P


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis Angel Lelga mengakui keputusannya untuk berhijab lantaran dirinya maju sebagai caleg dari Partai Persatuan Pembangunan. Ia mengaku tak enak jika tak berhijab, sementara kader perempuan PPP lainnya berhijab.


“Saya berhijab karena masuk parpol Islam. Dan lihat contoh bagaimana ibu Menteri, teman-teman saya berhijab, enggak ada satu orang pun yang suruh saya. Enggak nyaman kalau saya sendiri yang mengurai rambut dan yang lain tertutup,” ceplos Angel di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2013).


Bintang film ‘Rintihan Kuntilanak Perawan’ itu menuturkan dirinya saat ini memang tengah fokus di Dapil Jawa Tengah V, yang menjadi daerah pemilihannya. Menurutnya saat ini ia terus melakukan kegiatan sosialisasi, apalagi pada bulan Ramadan.


“Aku fokus di caleg, bolak-balik terbang kesana. Kegiatan sosialisasi terus, apalagi mau masuk Ramadan, datangi ustaz-ustaz,” tuturnya.


Mantan istri siri raja dangdut Rhoma Irama itu kemabli menegaskan, ia memutuskan berhijab bukan karena kebetulan. “Enggak ada semua yang serba kebetulan. Mungkin lewat PPP saya berhijab, saya lihat lingkungan partai dan tergerak hatinya,” imbuhnya.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/29185/01/07/2013/15-anggota-jamaah-ahmadiyah-tasikmalaya-kembali-bersyahadat.html


Angel Lelga Berhijab karena Masuk Parpol Islam

Sunday, December 15, 2013

'Dua Ribuan' untuk Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menjadi kewajiban setiap Muslim untuk membantu mualaf. Itu bisa dilakukan dengan banyak hal.


Yang menjadi masalah, umat Islam kadang bingung bagaimana cara membantu mereka. “Iya, memang masalahnya seperti itu. Mereka bingung mau bantu apa,” ungkap Alisya Fianne, Wakil Ketua Paguyuban Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), kepada ROL, Kamis (21/11).


Selain bingung, kata dia, kemana harus membantu. Ini terjadi, karena tidak semua masjid memiliki pembinaan mualaf. “Padahal tidak seperti itu, setiap masjid kendati tidak ada pembinaan mualaf, tentukan ada satu atau dua orang yang memutuskan bersyahadat di sana,” kata dia.


Selain masalah kemana, kata dia, ada yang bingung berapa dan apa bantuan yang harus diberikan. Menurut Fianne, besaran bantuan yang diberikan itu tidak penting. Yang utama adalah niat dan kemampuan. “Bantuannya kecil, apapun itu bentuknya kalau niat untuk membantu, Insya Allah akan membawa berkah,” kata dia.


Melihat dari situasi ini, Fianne berencana membuat satu kampanye yang intinya mengajak umat Islam untuk membantu mualaf. “Sebenarnya tidak mualaf saja, tapi banyak pihak yang dibantu. Nah, bentuk bantuannya ini, umat Islam hanya cukup menyisihkan uangnya dua ribu rupiah saja,” kata dia.


“Seperti saya katakan setiap bantuan besar atau kecilnya akan mendapatkan balasan dua kali lipat. Jangan lihat nominal tapi semangat untuk membantu, jadi bisa lho dengan hal kecil bisa berdampak besar,” kata dia.


Nantinya, kata dia, dua ribu yang terkumpul ini akan disalurkan kepada yang berhak. Selain itu, uang yang terkumpulkan akan dipergunakan kepada mereka yang belum umrah dan mungkin tidak bisa berhaji. “Saya ketika berkeliling daerah, banyak ditemukan orang tua yang belum haji tapi mereka telah mengumpulkan uang sejak lama, nah mereka ini salah satu yang dibantu,” kata dia.


Terkait mekanismenya, kata Fianne, akan disiapkan satu wadah yang akan mempemudah masyarakat untuk menyisihkan uangnya. Sebagai contoh saja, setiap majelis taklim akan menyiapkan satu kotak amal yang bertujuan untuk itu.  “Intinya, apa yang kami kumpulkan ini disalurkan langsung,” kata dia.


Fianne berharap melalui kampanye ini akan tergerak satu semangat berdakwah. “Beramalkan juga dakwah. Saya percaya jiwa sosial umat Islam begitu tinggi. Sudah banyak contoh soal itu, tapi ini cakupannya lebih luas tidak hanya satu orang tapi banyak orang,” kata dia.


Article source: http://jaringnews.com/seleb/movie/23934/protes-film-anti-islam-iran-boikot-oscar-


'Dua Ribuan' untuk Mualaf

Wednesday, July 17, 2013

Pasar Ramadhan di Tepian Katedral

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG — Ketika hari mulai sore, para pedagang mulai merapikan tempat jualannya untuk menyajikan beraneka macam kue, minuman ringan, es buah serta beraneka jenis makanan lainnya menjelang umat muslim berbuka puasa.


Trotoar di tepian Katedral Kristus Raja dan Bank Mandiri Kupang yang terletak di Jalan Ir Soekarno itu ramai dipadati pengunjung, baik yang muslim maupun nonmuslim, ketika mentari merangkak perlahan menuju keperaduannya.


Ruas jalan Ir Soekarno, terutama di depan Katedral Kristus Raja Kupang sampai ke Bank Mandiri dan Telkom Plaza menjadi macet karena padatnya arus lalu lintas, terutama kendaraan roda dua dan empat yang mampir sebentar di Pasar Ramadhan itu.


“Itu Pasar Ramadhan yang baru dibuka khusus untuk menyambut bulan puasa. Jika ada umat muslim yang tak sempat buka puasa bersama keluarga, bisa langsung menikmati di Pasar Ramadhan, atau membeli jajan di tempat itu untuk buka bersama keluarga di rumah,” kata Sulaiman Kopong (37 tahun), seorang warga Kota Kupang kelahiran Flores Timur.


Beraneka ragam kue dan jajanan yang disajikan itu, terkesan menggoda selera setiap orang yang melintas di kawasan tersebut. “Enak juga menikmati es buah sambil cuci mata di sini,” komentar Paulus Tadon (30), salah seorang pegawai swasta di Kupang.


Pasar Ramadhan di trotoar tepian Gereja Katolik Kristus Raja Kupang dan Bank Mandiri itu merupakan pengembangan dari pasar senja yang sebelumnya dibuka para pedagang dari Kelurahan Air Mata Kupang di seberang jalan Kantor Bupati Kupang. 


Kawasan itu terkenal dengan Jajan Air Mata (JAM), karena diproduksi oleh para pedagang dari Kelurahan Air Mata. Kawasan itu masih tetap saja ramai meski sudah berkembang ke arah Katedral Kristus Raja dan Bank Mandiri Kupang.


JAM mulai berkembang pada masa pemerintahan Gubernur NTT Herman Musakabe (1993-1998). Ketika itu, isteri sang gubernur, Jeanette Agnes Musakabe, berupaya memberdayakan para pedagang, khususnya kaum ibu rumah tangga dari Kampung Air Mata lewat penjualan jajan tersebut.


Beraneka ragam kue dan makanan ringan lainnya disajikan di atas kereta dorong itu. Lezatnya JAM inilah yang kemudian menjadi pusat perhatian umat muslim di Kota Kupang dan sekitarnya saat buka puasa.


Saat menjelang buka puasa, kawasan itu padat dengan pengunjung. Ada yang langsung buka di tempat itu, ada pula yang hanya membeli jajan untuk buka bersama keluarga di rumah masing-masing. JAM menjadi sangat populer bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.


Perkampungan muslim di Kota Kupang, terdapat di Kelurahan Air Mata, Bonipoi dan Kampung Solor. Mereka umumnya pendatang muslim dari Kepulauan Solor di Kabupaten Flores Timur, NTT serta turunan Arab. Mereka hidup rukun dan damai dalam bingkai kultur bersama umat agama lainnya seperti Katolik dan Protestan, tanpa adanya persoalan.


Munandjar Widiyatmika, seorang peneliti masuknya agama Islam di NTT dan penulis buku tentang Sejarah Islam di NTT, menyebutkan Islam masuk pertama kali di NTT pada abad ke-15 yang dibawa oleh para pedagang dan ulama dari Palembang di Kepulauan Solor, Kabupaten Flores Timur.


Sejak masuknya agama Islam di NTT sampai abad ke-16, para perintis belum tergerak mewujudkan lembaga sosial keagamaan Islam dan lembaga pendidikan Islam sebagai penunjang penyebaran agama, seperti penyebaran agama Islam di Pulau Jawa yang tidak saja ditunjang oleh para wali dan ulama, tetapi juga lewat sistem pendidikan di Pondok Pesantren.


Meskipun demikian, kehidupan umat muslim di NTT tetap dihormati dan dihargai oleh mayoritas orang Katolik dan Protestan, karena umat muslim membangun relasi sosial dengan saudara-saudaranya dari Kristen atas dasar bingkai budaya.


Atas dasar itu, munculnya Pasar Ramadhan di trotoar Jalan Ir Soekarno di depan Gereja Katolik Kristus Raja Kupang itu sebagai sebuah simbol nyata bahwa kerukunan hidup antarumat beragama dan antaragama di NTT tidak perlu diragukan lagi, sebab mereka diikat dalam sebuah bingkai budaya yang hakiki.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Pasar Ramadhan di Tepian Katedral