Showing posts sorted by relevance for query sekedar. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query sekedar. Sort by date Show all posts

Monday, December 24, 2012

Baabullah, Pembebasan Nusantara dan “Jihad” Kita Hari Ini

Home Gazw Al-Fikr

Baabullah, Pembebasan Nusantara dan “Jihad” Kita Hari Ini


 


Senin, 24 Desember 2012

Oleh: Nuim Hidayat 

SULTAN Baabullah risau. Ia tidak ingin kematian ayahnya (Sultan Khairun) memadamkan semangat jihad rakyatnya. Segera setelah dilantik,  ia mengumumkan perang jihad melawan Portugis di seluruh negeri. Rakyat pun bersegera menyambut seruannya. Lebih dari 120 ribu penduduk menjadi mujahid sukarela melawan Portugis saat itu.

Dalam perang itu, Sultan Baabullah minta pembunuh ayahnya gubernur Lopez de Mesquita diserahkan kepadanya untuk diadili. Tapi Lopez menolak.  Sultan pun menyerbunya. Tidak lama kemudian benteng-benteng Portugis di Ternate yakni Tolucco, Santo Lucia dan Santo Pedro jatuh. Hanya benteng Sao Paulo kediaman Lopez yang bertahan. Benteng Sao Paulo dikepung dan diputuskan hubungannya dengan dunia luar.  Suplai makanan dibatasi hanya sekedar agar penghuni benteng bisa bertahan hidup. Sultan Baabullah bisa saja menguasai dengan cepat menghancurkan benteng itu, tapi ia masih kasihan banyak rakyat Ternate yang telah menikah dengan orang Portugis dan mereka tinggal dalam benteng itu. Karena tertekan dan frustasi, akhirnya Portugis memecat Lopez de Mesquita dan menggantinya dengan Alvaro de Ataide.

Baabullah pun melebarkan perlawanan. Ia mengobarkan perang Soya-Soya (perang pembebasan negeri).  Kedudukan Portugis di berbagai tempat digempur habis-habisan. Tahun 1571 pasukan Ternate berkekuatan 3000 pasukan, pimpinan Kapita Kalakinka (Kalakinda) menyerbu Ambon dan berhasil mendudukinya. Pasukan Portugis dibawah Kapten Sancho de Vasconcellos yang dibantu pribumi Kristen berhasil memukul mundur pasukan Ternate di pulau Buru untuk sementara. Namun tidak lama kemudian Portugis pun jatuh setelah pasukan Baabullah kembali menyrang di bawah pimpinan Kapita Rubuhongi.

Tahun 1575 seluruh kekuasaan Portugis di Maluku telah jatuh dan suku-suku atau kerajaan pribumi yang mendukung mereka telah berhasil ditundukkan.  Demikianlah, tanggal 15 Juli 1575, orang-orang Portugis pergi secara memalukan dari Ternate.

Dengan kepergian orang Portugis, Sultan Baabullah menjadikan benteng Sao Paulo sebagai benteng sekaligus istana, ia merenovasi dan memperkuat benteng tersebut kemudian mengubah namanya menjadi benteng Gamalama. Sultan Baabullah masih melanjutkan hubungan dagang dengan bangsa barat termasuk Portugis dan mengizinkan mereka menetap di Tidore. Sultan Baabullah bahkan mengeluarkan peraturan yang mewajibkan setiap bangsa Eropa yang tiba di Ternate untuk melepaskan topi dan sepatu mereka, sekedar untuk mengingatkan mereka agar tidak lupa diri.

Tahun 1580 Sultan Baabullah mengunjungi Makassar dan mengadakan pertemuan dengan raja Gowa Tunijallo, mengajaknya masuk Islam dan ikut serta dalam persekutuan melawan Portugis dan Spanyol. Sang raja tak langsung menyetujui ajakan Sultan untuk memeluk Islam namun setuju untuk ikut dalam persekutuan. Sebagai tanda persahabatan, Sultan Baabullah menghadiahkan Pulau Selayar kepada Raja Gowa.

Sultan Baabullah dijuluki “penguasa 72 negeri” yang semuanya memiliki raja yang tunduk kepadanya hingga menjadikan kesultanan Ternate sebagai kerajaan Islam terbesar di Indonesia timur.

Sultan Baabullah tetap melanjutkan kebijakan ayahnya dengan menjalin persekutuan dengan Aceh dan Demak untuk mengenyahkan Portugis dari Nusantara. Persekutuan Aceh-Demak-Ternate ini merupakan simbol persatuan Nusantara, karena ketiganya sebagai yang terbesar dan terkuat di masa itu merangkai wilayah Barat. Tengah dan Timur Nusantara dalam satu ikatan persaudaraan.

Sultan lahir pada 10 Februari 1528. Ia adalah Sultan Ternate ke-24 yang berkuasa antara tahun 1570-1583. Baabullah ketika itu berhasil mengusir Portugis dari Ternate-Maluku, yang selain menginginkan monopoli rempah-rempah juga berniyat mengkristenkan penduduk di sana. Misionaris yang terkenal Portugis, Francis Xavier (1506-1552) menyatakan,”(Jika) setiap tahunnya selusin saja pendeta datang ke sini dari Eropa, maka gerakan Islam tidak akan dapat bertahan lama dan semua penduduk kepulauan ini akan menjadi pengikut agama Kristen. “ (lihat Alwi Shihab, Membendung Arus Respons Gerakan Muhammadiyah terhadap Misi Kristen di Indonesia, 1998)

Portugis pergi, datanglah penjajah Belanda. Hampir sama dengan Portugis, Belanda juga mempunyai misi Kristenisasi di Indonesia. Van Goens, di akhir masa jabatannya sebagai gubernur, 1675 menulis: “Betapa orang Moor (Islam) di pulau ini sangat menghalangi kita setiap hari terlihat melalui aktivitas mereka, sungguh mereka tidak lebih dari kanker yang menggerogoti keuntungan kompeni dan perusak moral yang utama.” (lihat Karel Steenbrink, Kawan dalam Pertikaian: Kaum Kolonial Belanda dan Islam di Indonesia (1596-1942), 1995).

Idenburg, Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia (1906-1916) juga menyatakan,”Saya cukup sibuk dengan Kristenisasi atas daerah-daerah pedalaman.” Pidato Kerajaan Belanda pada 1901 menyatakan: “Sebagai sebuah bangsa Kristen, Belanda punya kewajiban meningkatkan kondisi orang-orang pribumi di kepulauan Nusantara, untuk memberi bantuan lebih banyak lagi kepada kegiatan-kegiatan misi, dan untuk memberitahukan kepada seluruh jajaran pemerintah bahwa bangsa Belanda punya kewajiban moral terhadap para penduduk di daerah-daerah itu.”

Baabullah, Antasari, Tjut Nyak Dien, Fatahillah, Diponegoro, KH Hasyim Asyari dan Natsir adalah beberapa pejuang Nusantara yang melawan kaum penjajah dengan ‘Bismillah’. Mereka tidak peduli dengan harta dan nyawa mereka yang bisa hilang dalam perlawanan. Niat menegakkan kalimah Allah di bumi Nusantara menjadikan ghirah mereka terus menyala.
Jihad memang lafadz yang bisa membuat penjajah berdiri bulu romanya. Jihad yang salah satunya bermakna perang fisik ini menjadi landasan bagi pahlawan-pahlawan Islam di negeri ini dalam mengusir penjajah. Baik Portugis, Belanda, Jepang atau Sekutu. Mereka tidak rela tanah air ini dirampas kekayaannya dan agama Kristiani menjadi mayoritas di negeri ini. Maka jangan heran meski Portugis dan Belanda khususnya, yang menjajah negeri ini ratusan tahun dan mencoba mengkristenkan penduduk-penduduk Nusantara mereka mengalami kegagalan. Islam yang telah tegak di Nusantara ini sejak abad ke-7, berkat para pejuang dan ulama, tetap menjadi mayoritas di negeri subur loh jinawi ini.

Jihad adalah roh kaum Muslimin. Dari Ibnu Umar beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian telah berjual beli ‘inah, mengambil ekor sapi dan ridho dengan pertanian serta meninggalkan jihad maka Allah akan menimpakan kalian kerendahan (kehinaan). Allah tidak mencabutnya dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Daud)

Ibnu Taimiyah menyatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa jihad melawan orang yang menyelisihi para rasul  dan mengarahkan pedang syariat kepada mereka, serta melaksanakan kewajiban-kewajiban disebabkan pernyataan mereka untuk menolong para nabi dan rasul, dan untuk menjadi pelajaran berharga bagi yang mengambilnya sehingga dengan demikian orang-orang yang menyimpang menjadi jera, termasuk amalan yang paling utama yang Allah perintahkan kepada kita untuk menjadikannya ibadah mendekatkan diri kepada-Nya.”

Kata jihad berasal dari kata Al Jahd (الجَهْد) dengan difathahkan huruf jimnya yang bermakna kelelahan dan kesusahan. Atau berasal dari Al Juhd (الجُهْدُ) dengan didhommahkan huruf jimnya yang bermakna kemampuan. Kalimat (بَلَغَ جُهْدَهُ) bermakna mengeluarkan kemampuannya.

Sehingga orang yang berjihad dijalan Allah adalah orang yang mencapai kelelahan karena Allah dan meninggikan kalimat-Nya yang menjadikannya sebagai cara dan jalan menuju surga.

Maka dalam Islam ada istilah mujahid dan mujtahid. Keduanya melaksanakan jihad baik dengan fikiran maupun fisiknya. Mujtahid lebih mengerahkan kemampuannya dalam berfikir atau berkarya. Sedangkan mujahid lebih mengerahkan kemampuan fisiknya. Imam Ibnul Qayyim menjelaskan jihad memiliki empat tingkatan, yaitu (1) jihad memerangi hawa nafsu, (2) jihad memerangi syetan, (3) jihad memerangi orang kafir dan (4) jihad memerangi orang munafik.

Imam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah cintai berupa iman dan amal shaleh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan”.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan, “Jihad memerangi musuh Allah yang di luar (jiwa) adalah cabang dari jihad memerangi jiwa, sebagaimana sabda Nabi saw,  “Mujahid adalah orang yang berjihad memerangi jiwanya dalam ketaatan kepada Allah dan Muhajir adalah orang yang berhijrah dari larangan Allah.” (HR. Ahmad). Juga sabdanya,“Perangilah kaum musyrikin dengan harta, jiwa dan lisan kalian.” (HR. Abu Daud).

Dengan spritit “jihad” di bawah pimpinan Sultan Baabullah, Ternate mencapai puncak kejayaan, wilayah kekuasaan dan pengaruhnya membentang dari Sulawesi Utara, Tengah dan Timur di bagian Barat hingga kepulauan Marshall di bagian timur, dari Filipina (Selatan) di bagian utara hingga sejauh kepulauan Kai dan Nusa Tenggara di bagian selatan.

Sultan Baabullah dijuluki “penguasa 72 negeri” yang semuanya memiliki raja yang tunduk kepadanya hingga menjadikan kesultanan Ternate sebagai kerajaan Islam terbesar di Indonesia timur.

Dengan sprit “jihad” pula,  benteng Konstantinopel (kini Istambul, Turki) di bawah kekuasaan Byzantium yang beragama Kristen Ortodok yang legendaris akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad al-Fatih, sultan ke-7 Turki Utsmani. 

Sultan Baabullah dan Sultan Muhammad al-Fatih adalah dua contoh pejuang Muslim yang menyerahkan waktu, tenaga, pikiran, ilmu dan hartanya untuk berjuang di jalan Allah. Lantas apa “jihad” kita hari ini?

Penulis aktif di Institute for the Study of the Islamic and Civilization (INSISTS)

Red: Cholis Akbar

Article source: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=317897


Baabullah, Pembebasan Nusantara dan “Jihad” Kita Hari Ini

Sunday, February 17, 2013

Bagi Hasil Makin Tak Jelas

SP/HairuddinSisi Madura Jembatan Tol Suramadu tampak dari atas.

Sampang – Keberadaan jembatan Suramadu yang menelan anggaran hingga mencapai Rp 4,2 triliun diharapkan tidak hanya sekedar menjadikan pajangan saja. Sebaliknya, jembatan terpanjang di Indonesia ini harus mampu membangkitkan perekonomian di Pulau Madura.

Namun tuntutan 6 daerah yakni Pemerintah Propinsi Jatim, Pemkot Surabaya, Kab. Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep yang menginginkan bagi hasil dana retribusi tol Suramadu nampaknya masih belum jelas. Padahal sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 27/2008, tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura, pemerintah pusat menyetujui tentang bagi hasil tersebut, tetapi rupanya sampai kini masih belum ada signal tentang rencana tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Sampang, Hoda’i menyatakan, jangan sampai keberadaan jembatan Suramadu hanya sekedar menjadi obyek wisata saja. Tapi bagaimana pemerintah memberikan dukungan anggaran agar keberadaannya benar-benar bermanfaat bagi rakyat Madura. ’’Diantaranya dengan upaya perbaikan sarana infrastruktur sehingga akan memudahkan bagi investor masuk. Selain disparitas wilayah dan perekonomian bisa terdongkrak,’’ tegas politisi Partai Demokrat itu, dihubungi Minggu (17/2).

Hoda’i meminta ketegasan pemerintah pusat dalam bagi hasil retribusi tol Suramadu yang telah diatur dalam Perpres tersebut, karena berdasarkan data yang ada pendapatan dari kendaraan yang memanfaatkan jembatan itu dalam setahun mencapai ratusan miliar rupiah. ’’Kondisi perekonomian dan pembangunan di wilayah Madura saat ini masih jauh tertinggal, sehingga kita berharap dengan adanya bagi hasil retribusi tol itu akan membantu 4 daerah di Madura untuk meningkatkan percepatan ketertinggalan dari daerah lain di Jawa,’’ tukasnya.

Berdasarkan penjelasan Kepala Gerbang Tol Suramadu, Suharyono, PT Jasa Marga yang mengelola Jembatan Tol Suramadu, total kendaraan yang melintas dalam sehari minimal mencapai 44 ribu kendaraan roda empat maupun roda dua. Menurut dia dalam sehari jumlah roda empat dan roda enam yang melintasi Jembatan Suramadu mencapai 14 ribu kendaraan, sedangkan untuk kendaraan roda dua mencapai 30 ribu motor.  

Sesuai dengan tarif Tol Jembatan Suramadu, terang Suharyono, roda empat dikenai biaya karcis Rp 30 ribu dikalikan 14 ribu kendaraan, maka pemasukan dari roda empat mencapai Rp 420 juta. Begitu juga dengan kendaraan roda dua yang tarifnya Rp 3 ribu, jika dikalikan dengan jumlah 30 ribu kendaraan, maka dirata-rata pemasukannya sebanyak Rp 90 juta. Sehingga total pendapatan dari kendaraan tersebut mencapai  Rp 510 juta.

’’Volume kendaran akan semakin meningkat tajam apabila memasuki hari-hari besar Islam yakni Perayaan Maulud Nabi Muhammad, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, maupun menjelang pergantian tahun baru. Diperkirakan dalam sehari kendaraan yang melintas berkisar 73 ribu sampai 83 ribu kendaraan, namun 72 % didominasi kendaraan roda dua,’’ terang Suharyono.

Bahkan dalam setahun, rata-rata pendapatan dari hasil retribusi tol Suramadu rata-rata mencapai Rp 160 miliar. Rinciannya, retribusi kendaraan roda empat sebesar Rp 130 miliar sedangkan kendaraan roda dua sebesar Rp 30 miliar. rud

Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/02/17/158771/70-Persen-Pelajar-Lakukan-Seks-Bebas-


Bagi Hasil Makin Tak Jelas

Thursday, December 8, 2016

Alisya: Relawan itu Bekerja dengan Hati

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Semenjak bersyahadat, Alisya Fianne komit berdakwah. Ketua Yayasan Alisya Nurul Baqi ini mulainya dengan membimbing mualaf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

"Saya InsyaAllah selalu perjuangkan mualaf agar bisa istiqomah," kata dia dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Selasa (6/12).

Menurut Presiden Direktur Alisya Tour and Travel ini, perjuangan yang menjadi tujuan seorang mualaf itu adalah keimanan. Dalam iman mualaf tersebut terhadap panggilan hati.

Hal itu yang kemudian mendorong Fianne untuk siaga 24 jam membantu mualaf yang membutuhkan. Baik sekedar konsultasi maupun curhat. "Jadi, seperti relawan kan ada yang diperjuangkan," kata dia.

Menurut pemahaman Fianne, relawan itu bekerja menggunakan hati bukan materi semata. Intinya, relawan yang bekerja karena Allah tentu akan menikmati setiap prosesnya. "Kayak kemarin sewaktu aksi damai, semua tergerak karena Allah tanpa ada embel-embel," kata dia.

Karena itu, ia berharap kepada mereka yang bertugas sebagai relawan bekerjalah dengan hati. Dengan begitu, Allah akan memudahkan setiap upaya yang dilakukan.

"

| Alisya: | Relawan | Bekerja | dengan | Hati | REPUBLIKA | JAKARTA | Semenjak | bersyahadat | Alisya | Fianne | komit | berdakwah | Ketua | Yayasan | Nurul | Baqi | mulainya | membimbing | mualaf | Masjid | Agung | Sunda | Kelapa | Jakarta | p> Saya | InsyaAllah | perjuangkan | agar | istiqomah | kata | dalam | pesan | singkatnya | kepada | Republika | Selasa | p> Menurut | Presiden | Direktur | Tour | Travel | perjuangan | yang | menjadi | tujuan | seorang | adalah | keimanan | Dalam | iman | tersebut | terhadap | panggilan | hati | p> Hal | kemudian | mendorong | untuk | siaga | membantu | membutuhkan | Baik | sekedar | konsultasi | maupun | curhat | Jadi | seperti | relawan | diperjuangkan | pemahaman | bekerja | menggun | bukan | materi | semata | Intinya | karena | Allah | tentu | menikmati | setiap | prosesnya | Kayak | kemarin | sewaktu | aksi | damai | semua | tergerak | tanpa | embel | p> Karena | berharap | bertugas | sebagai | bekerjalah | Dengan | begitu | memudahkan | upaya | dilakukan | p> |

Thank Very Very Much for Visiting this Blog

Alisya: Relawan itu Bekerja dengan Hati

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Semenjak bersyahadat, Alisya Fianne komit berdakwah. Ketua Yayasan Alisya Nurul Baqi ini mulainya dengan membimbing mualaf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

"Saya InsyaAllah selalu perjuangkan mualaf agar bisa istiqomah," kata dia dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Selasa (6/12).

Menurut Presiden Direktur Alisya Tour and Travel ini, perjuangan yang menjadi tujuan seorang mualaf itu adalah keimanan. Dalam iman mualaf tersebut terhadap panggilan hati.

Hal itu yang kemudian mendorong Fianne untuk siaga 24 jam membantu mualaf yang membutuhkan. Baik sekedar konsultasi maupun curhat. "Jadi, seperti relawan kan ada yang diperjuangkan," kata dia.

Menurut pemahaman Fianne, relawan itu bekerja menggunakan hati bukan materi semata. Intinya, relawan yang bekerja karena Allah tentu akan menikmati setiap prosesnya. "Kayak kemarin sewaktu aksi damai, semua tergerak karena Allah tanpa ada embel-embel," kata dia.

Karena itu, ia berharap kepada mereka yang bertugas sebagai relawan bekerjalah dengan hati. Dengan begitu, Allah akan memudahkan setiap upaya yang dilakukan.

"

| Alisya: | Relawan | Bekerja | dengan | Hati | REPUBLIKA | JAKARTA | Semenjak | bersyahadat | Alisya | Fianne | komit | berdakwah | Ketua | Yayasan | Nurul | Baqi | mulainya | membimbing | mualaf | Masjid | Agung | Sunda | Kelapa | Jakarta | p> Saya | InsyaAllah | perjuangkan | agar | istiqomah | kata | dalam | pesan | singkatnya | kepada | Republika | Selasa | p> Menurut | Presiden | Direktur | Tour | Travel | perjuangan | yang | menjadi | tujuan | seorang | adalah | keimanan | Dalam | iman | tersebut | terhadap | panggilan | hati | p> Hal | kemudian | mendorong | untuk | siaga | membantu | membutuhkan | Baik | sekedar | konsultasi | maupun | curhat | Jadi | seperti | relawan | diperjuangkan | pemahaman | bekerja | menggun | bukan | materi | semata | Intinya | karena | Allah | tentu | menikmati | setiap | prosesnya | Kayak | kemarin | sewaktu | aksi | damai | semua | tergerak | tanpa | embel | p> Karena | berharap | bertugas | sebagai | bekerjalah | Dengan | begitu | memudahkan | upaya | dilakukan | p> |

Thank Very Much for Visit this News

Wednesday, February 13, 2013

Muslim Beriman “Pantang” Rayakan Valentine's Day

Home Opini

Muslim Beriman “Pantang” Rayakan Valentine’s Day


 


Kamis, 14 Februari 2013

oleh: Zainal Arifin, S. Pd

APOLOGI kaum Orientalis-Nashrani ternyata belum mampu menjelaskan kebenaran asal-usul Valentine’s Day. Simpang-siurnya versi tentang sejarah Valentine’s Day membuktikan tidak logisnya memperingati dan merayakan rasa “Kasih Sayang” hanya setiap 14 Februari tiap tahunnya.

Dan sebagai umat Islam yang memiliki peradaban mulia, kita seyogyanya memakai kacamata iman untuk filterisasi kebudayaan kafir dan tidak sekedar ikut-ikutan apalagi dalam urusan keimanan.

Dalam al-Qur’an surat al-Israa’ [17] ayat 36, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

Selain tanggung jawab di akhirat kelak, manusia yang mengikuti ajaran dari golongan kafir yang sesat, sedangkan mereka telah mengetahui ilmu dan hukumnya, maka itulah golongan manusia yang zalim. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Baqarah [2] ayat 145 yang artinya:“…Dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, Sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.”

Dua firman Allah tersebut secara jelas melarang umat Islam mengikuti budaya orang kafir seperti Valentine’s Day. Terlebih-lebih peringatan tegas dari Rasulullah dalam haditsnya, “Tidak termasuk golonganku orang-orang yang menyerupai selain golongan ummatku (ummat Islam).” (Riwayat Tirmidzi).

Perkembangan umat Islam hingga detik ini belum diimbangi penerapan syari’at Islam secara kaffah, sehingga masih banyak generasi Islam di muka bumi ini yang terjebak dalam tradisi Valentine’s Day. Lihatlah papan reklame, iklan-iklan di media elektronik, poster-poster di jalanan, dekorasi di tempat-tempat perbelanjaan dan media masa yang bertebaran dewasa ini ketika mendekati 14 Februari, banyak diantaranya berisi pernak-pernik yang bernuansa pink dan menawarkan aksesoris Valentine’s Day.

Sungguh berbahayanya tradisi Valentine’s Day yang telah merasuki pikiran generasi umat manusia. Tradisi orang-orang kafir yang telah didesain untuk membujuk rayu generasi umat Islam masuk ke dalam “lubang biawak”. Rasulullah bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian selangkah demi selangkah, hingga kalian masuk lubang biawak (dhabb) sekalipun kalian akan ikut memasukinya”. Para sahabat bertanya, “Maksudnya Yahudi dan Nasrani? Jawab Rasulullah, “Lalu siapa lagi.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Begitu mudah musuh-musuh Islam memperdaya generasi Muslim dengan budaya hedon hasil rekayasa mereka. Dan keadaan ini sudah diprediksi oleh Rasulullah dalam haditsnya, “Akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa di dunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami di masa itu sedikit.” Rasulullah menjawab, “Jumlah kalian banyak tapi seperti buih di lautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahn’ dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi, “Apakah penyakit ‘wahn’ ituya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Cinta kepada dunia dan takut mati.” (Riwayat Abu Dawud).

Sulit diterima nalar sehat bahwa budaya Valentine’s Day yang tidak sesuai dengan syari’at Islam mampu konsisten digandrungi banyak kalangan umat Islam dari generasi ke generasi. Akibatnya, perlahan namun pasti banyak generasi Muslim yang menggeser nilai-nilai akidahnya dan banyak dari mereka yang memilih jalan kesesatan. Inilah konsekuensi yang pernah dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam dalam haditsnya; “Barangsiapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu.” (Riwayat Abu Dawud).

Bukankah peradaban Islam sudah cukup jelas memberi teladan mulia? Sebagaimana teladan dari nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam yang mencontohkan tingginya rasa kasih sayang beliau kepada sesama makhluk Allah. Kasih sayang yang tidak terkhusus pada satu hari ataupun satu orang saja.

Bahkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam begitu besar kasih sayangnya kepada musuh-musuh Allah meski di medan perang sekalipun. Belas kasih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam tercermin dari perilakunya yang lemah lembut kepada keluarga, sahabat atau siapapun termasuk tumbuhan dan binatang. Permasalahannya, mengapa St. Valentine yang diteladani sebagian generasi Islam saat ini?

Ingat, budaya Valentine’s Day adalah “cambuk” bagi umat Islam, umat yang senantiasa merindukan peradaban Islam kembali bangkit di muka bumi ini seperti zamannya Rasulullah dan para sahabat dulu. Upaya untuk menangkal arus globlisasi yang bermuatan negatif benar-benar urusan serius yang mesti diprioritaskan solusinya disamping gerakan dakwah lainnya. Strategi jitu melawan budaya Valentine’s Day menjadi kebutuhan primer generasi sekarang ini dan mesti segera dipenuhi, sebelum paganisme, liberalisme, pluralisme, sekulerisme dan sekutunya kian menjangkiti umat Islam.

Menolak Budaya Valentine’s Day

Bukan rahasia lagi jika dunia ini dihuni manusia-manusia yang heterogen, kondisi tersebut merupakan tantangan tersendiri dalam upaya menolak budaya pagan ala Valentine’s Day. Namun, Islam adalah rahmat bagi seluruh alam dan senantiasa memberi solusi dalam setiap permasalahan umat hingga akhir zaman. Berikut beberapa tuntunan Islam dalam rangka melawan propaganda kafir yang salah satunya Valentine’s Day.

Al-Qur’an Pedoman Hidup

William Ewart Gladstone, perdana menteri Inggris (periode: 1864-1874, 1880-1885, 1886-1891, 1892-1894), pernah mengatakan, “Selagi al-Qur’an masih berada di tangan kaum Muslimin, maka Eropa (bangsa Barat) tidak akan bisa menguasai Timur (mayoritas bangsa Islam). Bahkan Eropa itu sendiri akan terancam.”

Itulah ketakutan yang nyata dari musuh-musuh Islam, wajar jika kemudian mereka membuat perayaan Valentine’s Day agar generasi Islam larut di dalamnya dan melupakan al-Qur’an.

Diturunkannya kitab suci al-Qur’an kepada seluruh umat manusia adalah berkah bagi mereka yang memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran bagi orang-orang yang berpikir.

Al-Qur’an juga menyampaikan nikmat Allah SWT‎ karena menjadi petunjuk dan solusi atas segala macam problematika kehidupan ini. Allah berfirman dalam al-Qur’an surat al-‘Imran [3] ayat 103, yang artinya: ”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Membangkitkan Kesadaran Berilmu

Demi membebaskan manusia terutama kaum muslimin dari “cengkraman” Valentine’s Day yang merupakan product budaya jahiliyah yang penuh kehinaan, maka menuntut ilmu adalah suatu keharusan tanpa batas waktu. Dengan ilmu, ummat Islam tidak akan menjadi ummat yang hanya “mengekor” budaya kafir yang sudah jelas bertujuan merusak kesucian agama Islam. Drs. M. Zainuddin, MA dalam bukunya “Filsafat Ilmu Perspektif Pemikiran Islam” menyatakan, “Kedudukan ilmu adalah sebagai bagian dari agama dan fungsi dari ilmu adalah sebagai sarana memperoleh tujuan agama. Maka ilmu wajib dicari.” (Zainuddin, 2006:78).

Pernyataan yang sinergi dengan Hadits Rasulullah yang artinya: “Sedikit ilmu lebih baik daripada banyak beribadah (tetapi tidak berdasarkan ilmu).” (Riwayat Tirmidzi). Dan Allah telah menegaskan dalam al-Qur’an surat al-Mujaadilah [58] ayat 11, yang artinya: “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Demikianlah ulasan yang dapat penulis sampaikan sebagai sumbangsih pemikiran menuju perubahan umat. Sekedar refleksi atas merebaknya virus Valentine’s Day yang telah menciderai norma masyarakat beradab, tanpa mendiskriminasikan siapapun. Karena, penulis yakin masih banyak generasi umat Islam di dunia ini yang berdakwah dan berjuang dengan ikhlas demi mewujudkan peradaban Madani.*

Penulis adalah Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hidayatullah Batam

Red: Cholis Akbar

Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/189891


Muslim Beriman “Pantang” Rayakan Valentine's Day

Wednesday, May 15, 2013

Pesantren dibantu dana asing, siapa yang diuntungkan?

Anggaran bantuan pemerintah Australia saat ini meningkat hingga $100 juta.


Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sektor pendidikan masih menjadi salah satu sasaran bantuan demi mempercepat pemerataan pembangunan.


Dalam situs resmi lembaga penyalur bantuan AusAID, Kepala AusAID Indonesia Jacqui de Lacy, mengatakan bahwa bantuan di sektor pendidikan merupakan program prioritas dari AusAID.


Selain untuk pembangunan sekolah-sekolah dan perbaikan penyediaan pendidikan di tingkat dasar, menengah, dan pemberian bantuan beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi, Australia pun kini memberikan bantuan kepada ribuan pesantren di Indonesia.


Australia berkomitmen membangun lebih dari 2000 sekolah terutama sekolah Islam Madrasah dan Pondok Pesantren, salah satunya adalah Pondok pesantren Tarbiyatul Huda, di Jawa Barat.


Pesantren ini mendapat bantuan Australia sebesar Rp. 1 miliar pada tahun 2009, yang dipakai untuk perbaikan fasilitas mengajar, termasuk menambah enam ruangan kelas, ditambah sejumlah sarana penunjang seperti ruang laboratorium.


“Kami hanya menyediakan tanah, semua keperluan pembangunan sekolah ditanggung dari dana hibah itu. Sampai gambar dan layout sekolah juga AusAID yang sediakan.” tutur Kepala Sekolah Ponpes Tarbiyatul Huda, Ridwansyah.


Menurut Pembantu Rektor I Univesitas Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jamhari Ma’ruf, program bantuan pembangunan sekolah-sekolah Islam yang dilakukan Australia bisa membantu infrastruktur yang buruk, dan keterbatasan finansial lainnya.


Siapa yang sebenarnya diuntungkan?


Pemberian bantuan asing kepada pesantren-pesantren di Indonesia menimbulkan sejumlah pertanyaan, salah satunya adalah kecurigaan agar menciptakan Islam yang lebih moderat dan berpihak kepada negara-negara barat.


“Saya rasa ini adalah kecurigaan yang masuk akal, karena selama ini pesantren tidak pernah mendapatkan bantuan dari luar dan selalu konsisten dengan prinspinya yang memperjuangkan kemandirian,” jelas Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi , MPhil, MA, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.


Dr Hamid, yang juga akrab disebut Gus Hamid mengatakan bahwa kemandirian yang dimaksud bukan sekedar kemandirian secara finansial, tetapi juga dalam segi menentukan kurikulum.


Ia juga menegaskan adanya asumsi di negara-negara barat bahwa selama ini Islam mengajarkan kekerasan atau radikalisme.


“Ini hanya karena melihat Amrozy dan kawan-kawan adalah alumni pesantren, kemudian disimpulkan bahwa seluruh pesantren mengajarkan pemikiran-pemikiran yang radikal,” tegasnya.


“Ada kesimpulan yang salah bahwa pesantren melahirkan pemikiran yang radikal, sehingga harus diubah, dan yang dapat mengubah adalah orang asing.”


“Berapa pesantren yang mengajarkan pemikiran-pemikiran radikal di Indonesia? Jumlah pesantren di Indonesia itu 24.000, dan itu baru satu dan dua.”


Gus Hamid juga menjelaskan bahwa jika prinsip-prinsip kemandirian itu hilang dan malah mengandalkan bantuan-bantuan asing, justru keberadaan pesantren tidak akan berkesinambungan.


Sementara itu, Deputi VII Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Sujana Royat, mengatakan Australia juga diuntungkan dengan memberikan bantuan karena kestabilan politik dan keamanan di Indonesia memberikan jaminan keamanan bagi Australia.


Article source: http://www.malaysia-chronicle.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=91692:in-kuala-selangor-dzulkefly-not-spared-by-gutter-politics&Itemid=2


Pesantren dibantu dana asing, siapa yang diuntungkan?

Tuesday, November 26, 2013

Lima Tahun Teror Mumbai


Malam 26 November 2008 di kota metropolis Mumbai berdenyut selazimnya. Ratusan ribu pegawai terjebak macet saat hendak pulang ke rumah. Hotel dan penginapan di selatan kota masih dipenuhi tamu dari luar dan dalam negeri. Lalu terjadilah ledakan yang kini masuk dalam ingatan kolektif dengan akronim 26/11 itu: kelompok teror Islam tanpa aba-aba melepaskan tembakan dari senjata otomatis terhadap pejalan kaki, meledakan bom dan melemparkan granat tangan ke arah jalan.



Mereka membunuh semua yang teridentifikasi sebagai warga Amerika Serikat, Inggris atau Yahudi. Sandera disekap di dalam hotel dan pertokoan, sebuah tempat peribadatan Yahudi diserbu dan diluluhlantakkan.



Media-media India menampilkan gambar kehancuran, korban yang tewas atau yang sedang meregang nyawa. Pertempuran antara aparat keamanan dan kelompok teroris berlangsung hingga 29 November. Pada akhirnya sembilan orang teroris tewas terbunuh. Seorang pelaku, warga Pakistan, Ahmal Kasab berhasil ditangkap aparat keamanan. Sedikitnya 166 penduduk, sebagian besar warga India, tewas. Amnesty International mengklaim pihaknya mencatat lebih dari 300 korban luka-luka.



“Perang melawan India”


Reaksi demonstran terhadap eksekusi hukuman mati terhadap salah satu pelaku serangan teror Mumbai, Ajmal Kasab di penjara Pune.


Sesaat setelah serangan pemerintah Pakistan menangkap sejumlah tersangka. Saat ini, lima tahun kemudian, mereka dibebaskan lantaran diklaim kekurangan bukti. Sebaliknya warga AS, David Coleman Headly divonis 35 tahun penjara di Chicago lantaran terbukti ikut merencanakan serangan. Sementara Kasab disidang di India dengan dakwaan memicu “perang melawan India”. Ia kemudian divonis hukuman mati dan digantung pada November 2012.



Lima tahun setelah serangan, kasus yang sempat mengguncang dunia itu telah terungkap nyaris sepenuhnya, terutama berkat pengakuan Headley dan Kasab. Adalah Laskar-e Toyiba yang berada di belakang serangan tersebut, sebuah organisasi militan Islam di Lahore yang memiliki kedetakan dengan Dinas Militer Pakistan ISI dan sejak lama berulangkali melakukan serangan terhadap fasilitas militer India di Kashmir.



Amerika Serikat sejak 2001 telah mendeklarasikan organisasi tersebut sebagai kelompok teroris. 2002 pemerintah Pakistan memasukan Laskar-e Toiba ke dalam daftar hitam keamanan. 2010 Uni Eropa menyusul.



Pakistan tidak serius mengungkap


Seorang penduduk Mumbai memperingati korban serangan teror India


Pakistan hingga kini tidak berbuat banyak untuk mengungkap kasus tersebut. Kepada Deutsche Welle Arsgad Mahmood, sejarahwan Pakistan, mengklaim pemerintahannya “menuduh India tidak memaparkan bukti-bukti terkait tersangka. Padalah Pakistan jelas tidak ingin pengadilan membuktikan keterlibatannya dalam serangan tersebut, karena akan sangat memalukan.”



Buat Toqeer Gilani, seorang aktivis di Kashmir, sikap non kooperatif yang ditunjukkan Islamabad tidak cuma sekedar karena ingin menyelamatkan wajah sendiri, “Saya sangat yakin, organisasi Islam Laskar-e Toiba mendapat dukungan dari dinas rahasia Pakistan. Melawan organisasi itu seakan-akan menyerang pemerintahan sendiri.”



Lima tahun kemudian dialog keamanan antara kedua negara yang berlangsung alot belum membuahkan hasil signifikan. Vinod Sharma, wartawan “Hindustan Times”, mengatakan kecurigaan India bertambah besar ketika “jelas bahwa Pakitan tidak memiliki niat menghukum para tersangka.” Menurut Arshad Mahmood, India akan kesulitan berdamai dengan trauma bom Mumbai selama Pakistan tidak berbuat apapun terhadap dalang serangan.



Dialog berlangsung alot



Buat Sharma media di kedua negara ikut memikul tanggungjawab terhadap stagnasi dalam hubungan antara Pakistan dan India. Adalah hal yang lumrah bagi media Pakistan untuk menyerang India, begitupula sebaliknya. “Politik harus berlandaskan dialog. Tapi pandangan ini diacuhkan oleh media-media di kedua negara,” katanya.



Kendati begitu Vinod Sharma tetap optimis terkait masa depan hubungan bilateral kedua negara. Setidaknya Perdana Menteri baru Pakistan, Narwaz Shariif sempat berjanji akan mendorong normalisasi hubungan dengan India.



“Kami yakin terpilihnya Sharif adalah peluang terbaik untuk memperbaiki hubungan bilateral. Tapi segalanya beragantung pada kemampuannya mengatasi perlawanan di dalam negeri,” tukasnya. Menurut pengamat Pakistan, upaya normalisasi hubungan dipersulit lantaran dukungan untuk kelompok ekstrimis Islam sangat meluas di Pakistan, antara lain di Muslimliga, partai pimpinan Sharif.


Article source: http://www.poskotanews.com/2013/10/25/ayah-terbaring-sakit-ratna-dilla-tunda-tur-show/


Lima Tahun Teror Mumbai

Monday, November 11, 2013

Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia

Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia




Liputan6.com, Jakarta : Setelah resmi mendarat di perangkat Android dan iPhone, euforia aplikasi BlackBerry Messenger lintas platform cenderung menurun. Namun bukan berarti informasi seputar dunia teknologi tidak lagi diminati oleh pengguna internet di Tanah Air.


Berita Terkait



Timnas U-19 dan Evan Dimas Ramai Diburu di Internet


Timnas U-19 dan Evan Dimas Ramai Diburu di Internet



`BBM for Android` Masuk Dalam Pencarian Terpopuler Google


`BBM for Android` Masuk Dalam Pencarian Terpopuler Google


Meski tidak seramai pencarian informasi mengenai BlackBerry Messenger lintas platform, namun kehadiran aplikasi karikatur dan smartphone untuk kelas menengah ramai diperbincangkan di dunia maya. Berikut 10 tema yang banyak dicari oleh pengguna internet yang berhasil dihimpun oleh Google Indonesia.


1. Doa Awal Tahun, Doa Akhir Tahun, Tahun Baru Islam


Minggu lalu atau tepatnya 5 November, umat muslim di seluruh dunia baru saja melewati pergantian tahun Hijriah. Dalam pergantian tahun Hijriah, umat muslim lokal banyak mencari informasi mengenai doa awal tahun, doa akhir tahun, dan tahun baru Islam.


Tradisi pawai obor pun banyak dilakukan oleh sejumlah muslim di beberapa daerah di Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menyambut malam pergantian tahun dengan hal-hal menarik yang menarik dan membawa suasana meriah.

2. Anggara Putra Trisula


Sejak kasus kecelakaan massal malam pergantian tahun yang melibatkan nama Afriani, hingga kini kejadian serupa kerap terulang di beberapa lokasi. Kali ini kasus kecelakaan maut melibatkan salah satu siswi bernama Anggara Putra Trisula.


Anggara diketahui menabrak sejumlah SMA 2 Hang Tuah Sidoarjo pada akhir Oktober lalu. Kasus kecelakaan ini mencuat terkait dengan statur Anggara sebagai salah satu anak Purnawirawan Jenderal Kepolisian.


3. Hasil Liga Champion


Indonesia dan sepak bola seakan sudah menjadi satu hal yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain. Sejumlah tayangan olahraga ‘rakyat’ di televisi pun tidak pernah sepi peminat dan kerap menjadi bahan perbincangan yang menarik.


Salah satunya merupakan euforia liga champion yang telah memasuki matchday 4 pada pekan pertama November. Hasil pertandingan antar klub dari masing-masing grup di Liga Champion pun banyak dicari oleh netter lokal.


4. Moment Camera


Informasi mengenai aplikasi edit foto asal China dengan nama Moman Xiang Ji masuk dalam daftar pencarian terpopuler Google. Aplikasi yang bisa diunduh gratis di Apple AppStore dan Google Play Store ini memungkinkan foto pengguna diubah menjadi layaknya sebuah karikatur.


Menariknya, aplikasi ini masuk dalam aplikasi yang paling banyak diunduh di kedua platform populer tersebut. Bahkan ketertarikan pengguna Android dan iOS terhadap aplikasi ini berhasil membawa Moment Camera sebagai yang paling banyak diunduh. Ketenarannya berhasil melampaui aplikasi BlackBerry Messenger dan WhatsApp Messenger di kedua toko aplikasi online tersebut.


5. Andi Soraya


Nama artis cantik Andi Soraya atau lebih dikenal dengan panggilan Aya kembali menjadi sorota. Artis yang sempat tinggal serumah dan melahirkan seorang anak dari hubungannya dengan Steve Immanuel kali ini dikabarkan tengah diambang perceraian.


Aya dikabarkan telah ditalak melalui pesan singkat oleh sang suami, Rudi Sutopo. Bahkan sang suami yang juga berprofesi sebagai pengusaha kabarnya telah mendatarkan gugatan cerai tersebut ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.


6. Hari Pahlawan


Makna perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah kembali muncul saat peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya. Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November kerap diisi dengan upacara pengibaran bendera dan ziarah mengunjungi makam sejumlah pahlawan.


Dalam peringatan kali ini, pemerintah menghimbau agar masyarakat mengheningkan cipta selama 60 detik pada pukul 08.00 untuk sekedar mendoakan dan mengingat jasa para pejuang bangsa.


7. Anggita Sari


Kasus perceraian pedangdut Ayu Ting Ting dengan Enji melibatkan nama wanita cantik Anggita Sari. Anggita yang diketahui juga sebagai mantan kekasih bandar narkoba Freddy Budiman mengaku sempat bertunangan dan dihamili oleh Enji.



8. Samsung Galaxy Ace 3


Dominasi Samsung pada bisnis ponsel pintar berbasis Android masih terasa kental. Salah satu kehadiran ponsel kelas menengah, Galaxy Ace 3 berhasil mencuri perhatian pecinta gadget tanah air.


Informasi mengenai ponsel yang mengusung spesifikasi memadai dengan banderol harga yang relatif terjangkau banyak menarik minat netter di Indonesia untuk mencari tahu informasi tersebut secara lebih rinci.


9. Ayu Ting Ting


Jika sebelumnya nama Ayu Ting Ting sempat melonjak melalui lagu berjudul Alamat Palsu, kali ini kabar mengani kehidupan pribadinya banyak dicari pengguna internet. Sayangnya bukan kabar baik mengenai kehamilannya, namun kabar mengenai retaknya hubungan pernikahannya dengan Enji.


Kisruhnya hubungan rumah tangga yang dijalani keduanya menyita perhatian banyak orang. Mengingat usia pernikahan yang belum genap satu tahun tersebut juga melibatkan nama wanita cantik yang kabarnya menjadi orang ketiga diantara Ayu dan Enji.


10. Miss Universe


Ajang pencarian ratu sejagat ‘Miss Universe’ yang diadakan setiap tahunnya kembali menyita perhatian banyak orang. Tahun ini Indonesia kembali mengirimkan wakilnya di ajang prestijius tersebut.


Meskipun tidak terpilih sebagai pemenang, namun Whulandary Herman sebagai wakil Indonesia mampu masuk dalam daftar 16 besar. (vin/dew)







Article source: http://sabili.co.id/berita/inter/item/657-inilah-politisi-belanda-anti-islam-yang-kini-masuk-islam.html


Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia

Thursday, February 14, 2013

Hisbullah: Sebuah Organisasi Teror?

Kalau Hisbullah sedang terpojok, para anggotanya akan disuruh bungkam. “Bulgaria? Oh maaf, tak ada komentar”, begitu tegas Rana, jurubicara organisasi Hisbullah di Beirut. Dengan ramah ditambahkannya: “betul-betul, saya minta maaf ya“

Pusat media di jalan Dahiye yang ramai lalu lintas. Kawasan selatan Beirut ini dikuasai oleh Hisbullah. Pengaruhnya terlihat pada sekolah-sekolah, rumah sakit dan juga di pencakar langit yang pembangunannya mereka danai.

“Kaum Hisbullah sudah berakar di Libanon“, ungkap Björn Blaschke, koresponden media Jerman, ARD di lokasi. “Mereka terlibat dalam pemerintahan Libanon dan diwakili di parlemen, jadi bukan sekedar partai, tapi juga gerakan sosial.” Kaum Hisbullah juga memberikan bea siswa dan membiayai panti asuhan.

“Hisbollah itu segalanya”

Namun bukan hanya itu, Hisbullah memiliki sayap bersenjata, yang lahir dari perlawanan Libanon pada Israel tahun 1980-an dan menjadi kuat seiring perang saudara Libanon.

Hassan Nazrallah

Banyak pengikut Islam Syiah yang menetap di selatan Libanon yang dari segi pembangunan tertinggal, ketimbang bagian lain negara itu. Karena itu Hisbullah, atau partai Tuhan itu bisa disebut sebuah partai Syiah.

Pemimpinnya adalah seorang ulama Syiah. Turban hitam yang dikenakan Sekjen Hisbullah Hassan Nasrallah menunjukkan bahwa ia keturunan langsung dari Nabi.Singkatnya: “Hisbullah adalah segalanya”, begitu Blaschke.

Philipp Mißfelder, jurubicara partai Kristen Jerman menggunakan kata-kata lain, “Hisbullah itu bukan organisasi sosial seperti yang sering dicitrakannya, melainkan kelompok politik yang agresif dan fundamentalis dan siap menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya.“ Mißfelder menunjuk pada investigasi pembunuhan pertengahan tahun lalu atas 5 turis Israel dan supirnya. Menurut pemerintah Bulgaria, pelakunya anggota Hisbullah.

“Barat Kurang Tegas “

Oleh sebab itu, Mißfelder menuntut bahwa Hisbullah dimasukkan dalam daftar teror Uni Eropa. Saat ini sudah sejumlah organisasi seperti Hamas atau Al-Qaeda masuk daftar itu. Ini organisasi yang menurut definisi Uni Eropa, telah melakukan sejumlah pelanggaran hukum berat, seperti penyanderaan atau pembunuhan dengan tujuan mengintimidasi masyarakat dan mendestabilisasi atau menghancurkan struktur dasar sebuah negara.”

Pawai Hisbullah di Libanon

“Barat hingga kini kurang tegas mengenai Hisbullah”, begitu Mißfelder. Hisbullah bisa bergerak tanpa masalah di Eropa. Kegiatannya didanai dari bisnis-bisnis legal atau ilegal. Seandainya Hisbullah berada dalam daftar teror, maka badan-badan keamanan Eropa dan Jerman bisa bertindak lebih keras dan tajam. Bahkan membuka peluang untuk menjatuhkan sanksi atau larangan masuk bagi anggota Hisbullah.

Di Amerika Serikat dan Israel, yang telah mengkategorikan Hisbullah sebagai organisasi teror, langkah tersebut akan disambut. Tapi sejumlah negara Uni Eropa keberatan, karenanya Mißfelder melihat kemungkinan Jerman bertindak sendiri. Satu model kompromi yang dipertimbangkan serupa dengan sikap pemerintah Inggris menghadapi kelompok teroris IRA dulu. Yakni, berdialog dengan sayap politiknya, dan mengkategorikan sayap militer IRA sebagai teroris. “Ini merupakan pemisahan maya, tapi mungkin bisa diterima oleh Brussel”, tambah Mißfelder.

Menguatkan pengaruh Hisbullah

Di pihak lain, Nadim Shehadi dari think-tank Inggris, Chatham House, memperingatkan akan bahaya tindakan yang tergesa-gesa. Memang sejumlah definisi teroris bisa ditempelkan pada sebagian kelompok Hisbullah, yang melakukan serangan berdarah saat perang saudara Libanon. Namun, Shehadi kuatir akan dampaknya bagi Libanon.

Demonstrasi anti Suriah di Beirut

Nyatanya Hisbullah adalah bagian resmi dari pemerintah negara itu. Seandainya kelompok ini ditetapkan sebagai organisasi teroris dan dijatuhi sanksi, maka Libanon akan terisolir. “Ini malah akan menguatkan pengaruh Hisbullah, dan bukan melemahkan organisasi itu.”

Jurnalis Björn Blaschke berpandangan serupa. “Saya tidak tahu, apakah memberi label organisasi teror kepada Hisbullah adalah hal yang baik.” Namun menghentikan dialog adalah strategi yang salah. “Bila Hisbullah ditekan oleh asing, maka mereka bisa merasa harus membela diri.” Nadim Shehadi mengingatkan bahwa kaum Hisbullah masih memiliki cukup senjata untuk menjalankan perang lagi.

Hisbullah Mendorong Deeskalasi

Belakangan kaum Hisbullah di Libanon menghadapi tekanan besar di dalam negeri karena berpihak dengan rezim Assad dalam konflik Suriah. Menurut Blaschke, posisinya yang beraliansi dengan Iran ini telah menyebabkan Hisbullah kehilang banyak dukungan.

Karenanya Hisbullah, berusaha untuk tidak melakukan tindakan yang provokatif. Blaschke melaporkan, foto-foto pemimpin revolusi Iran kini dicopot dari gedung-gedung di Libanon. “Bahkan dari rumah sakit Dahiye yang didanai oleh Iran.” Juga ketika perang Gaza berlangsung akhir tahun lalu, kaum Hisbullah tampak sangat terkendali. Menurut Blaschke, itu pertanda bahwa Hisbullah tengah menjalankan taktik deeskalasi.

Seandainya Uni Eropa betul-betul menaruh Hisbullah di daftar teror, maka jalur dialog akan terancam gagal. Bagaimana pandangan Hisbullah tentang ini belum jelas. Mungkin Hassan Nasrallah akan berpidato akhir pekan ini, ungkap jurubicara Rana. Mungkin juga tidak. Yang pasti Rana harus diam seribu bahasa.


Hisbullah: Sebuah Organisasi Teror?

Saturday, August 3, 2013

Bella Saphira & Jenderal Menikah di Binjai 17 Agustus Mendatang

Setelah menjadi mualaf, Bella Saphira akan menikah dengan Mayor Jenderal (Mayjen) H. Agus Surya Bhakti. Kabarnya, pernikahan mereka akan digelar pada Agustus mendatang.


Bella Sapphira Jenderal//H. Agus Surya Bhakti.

Bella Sapphira dan Jenderal//H. Agus Surya Bhakti.


Dikutip dari tabloid Cek n Ricek edisi terbaru yang terbit Selasa (30/7), pernikahan keduanya rencananya akan digelar di Binjai, Sumatera Utara, tepat pada hari perayaan kemerdekaan 17 Agustus. Kota Binjai adalah kampung halaman jenderal bintang dua tersebut.


Mereka akan menikah di rumah orangtua Agus. Menurut sebuah sumber, resepsi akan digelar akhir Agustus 2013. Tanggal dan tempat belum ditetapkan karena masih dicari.


Sumber itu pun mengungkapkan, Bella dan sang jenderal sudah menjalin hubungan cinta selama dua tahunn

Mereka memang tidak pernah memublikasikan hubungan tersebut. Namun, jenderal dari TNI Angkatan Darat itu ikut mendampingi Bella saat menjalani prosesi masuk Islam di Masjid Istiqal, Jumat pekan lalu. Agus yang saat itu mengenakan baju koko warna putih gading dan duduk di seberang Bella, luput dari jepretan kamera para wartawan.


Sayangnya, sampai saat ini, Bella, artis berdarah Batak yang lahir di Magelang belum bisa dimintai komentarnya terkait kabar ini.


Pada Jumat (26/7) pekan lalu, Bella Saphira menjalani prosesi masuk Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Saat itu berembus kabar, Bella menjadi mualaf karena akan menikah dengan seorang jenderal. Kini, teka-teki itu mulai terkuak.


Duda dua anak tersebut saat ini menjabat sebagai Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Istri Agus, Mila, meninggal akibat kanker paru-paru, sekitar empat tahun lalu.


Seorang sumber menuturkan, Bella dekat dengan Agus sejak dua tahun silam. Agus adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) Magelang, angkatan 1984. Sejak menyandang pangkat Letnan Dua, Agus berkarier di kecabangan Infanteri.


Agus juga pernah berkarir di Korps Baret Merah, menjabat Komandan Grup III Sandiyudha Kopassus pada 2002. Selanjutnya, Agus menjadi Komandan Ke-20 di Pusat Pendidikan Intelijen TNI AD dari 2007 hingga 2008.


Alumni Akabri tahun 1984 dan Lemhannas tahun 2001 ini juga pernah menjabat sebagai Danton Kopassandha, Asintel Kodam Iskandar Muda, Dan Pusdik Intel Kodiklat TNI AD, Bais TNI, Danrem-152/Babullah, Wakil Asisten Teritorial Kasa.


Pria yang pernah mengenyam di bidang intelijen ini  latar belakangnya sebagai Komandan Grup 3 Kopassus/Sandhi Yuda yang memiliki spesifik tugas perang rahasia ‘clandestine operation’, termasuk kemampuan dalam intelijen tempur, dan kontra pemberontakan seperti dikutip dari wikipedia.

Grup 3 Kopassus lahir pada tanggal 24 Juli 1967 dan bermarkas di Cijantung Jakarta Timur. Calon personel di grup ini diseleksi sangat ketat di internal mulai dari calon prajurit yang masih pendidikan hingga personel yang sudah bertugas aktif di kesatuan, namun juga mempunyai bakat intelijen yang kemudian akan dilatih lagi.


Sekedar diketahui, Bella belum pernah menikah, namun ia pernah menjalin kasih dengan Adjie Massaid selama 20 bulan atau hampir 2 tahun di masa lalunya. (dtc/int)




Share on facebook



Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Bella Saphira & Jenderal Menikah di Binjai 17 Agustus Mendatang

Monday, May 6, 2013

FUUI: Tak Aneh Jalal Masuk PDI-P, tapi Umat Islam Perlu Waspada!

Home Nasional



FUUI: Tak Aneh Jalal Masuk PDI-P, tapi Umat Islam Perlu Waspada!





 

Jalaluddin Rakhmat bertemu tokoh Syiah di Iran belum lama ini (foto: Abna)



 




Selasa, 07 Mei 2013


Hidayatullah.com–Menjelang Pemilihan Legislatif (pileg) yang akan berlangsun tahun depan telah bermunculan calon-calon legislatif (caleg) yang beraneka ragam latar belakangnya. Umat Islam diminta waspada dan hati-hati memilih calon.


“Kita memang amati dan terlihat beberapa tahun terakhir ini kaum yang mengaku minoritas mulai bergeser dan lebih memilih jalur parlemen sebagai wakil rakyat dalam memperjuangkan keberadaannya.Itu mereka manfaatkan karena peluangnya ada dan sangat terbuka,”ujar Ketua FUUI KH.Athian Ali Dai kepada hidayatullah.com, Senin malam (06/05/2013).


Lebih lanjut Athian mengatakan bahwa jalur parlemen tersebut mereka pilih karena dianggap lebih strategis dan mempunyai sasaran yang jelas yakni ikut serta dalam pembuatan berbagai kebijkan yang akan melindungi kelompoknya. Hal ini sambungnya,ditempuh karena mereka beranggapan sering merasa kalah dalam tataran praktis dilapangan,sehingga melalui jalur legislatif suara mereka akan lebih didengar.


Sementara disinggung soal pencalonan menjadi anggota legislatif oleh pentolan dari kalangan yang mengaku kelompok minoritas yang selama ini mengaku korban ketidakadilan hukum seperti Syiah dan Ahmadiyah,Athian mengaku tidak merasa aneh. Ia melihat memang tepat jika mereka pilih parpol berlambang kepala banteng tersebut.


“Memang tidak salah jika PDIP menjadi tempat bernaung dan berjuang bagi mereka,” ujarnya.
Apalagi, menurutnya,  beberapa partai yang getol pembela Syiah dan Ahmadiyah, selalu berdalih alasan HAM, bukan kesesatannya.


Seperti diketahui, beberapa media  mengabarkan Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Dr Jalaluddin Rakhmat  masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) dari PDI P.


“Karena hanya PDI Perjuangan yang saya lihat dan saya nilai membela kaum minoritas,” kata Ustad Jalal saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Jumat (03/05/2013).


Menurut tokoh Syiah yang juga dikenal pakar komunikasi itu,  ia tak memilih partai-partai Islam, ia menuduh, selama ini partai-partai Islam tidak pernah menjadikan isu pembelaan terhadap kaum minoritas sebagai isu utama politiknya.


Athian menduga mereka-mereka ini sengaja di rekrut sebagai caleg sebagai alat untuk mendulang suara saja.


“Sulit membayangkan jika wakil rakyat nantinya diisi oleh orang-orang demikian.Selama ini saja kita merasa umat Islam tidak terwakili,apalagi nanti. Boleh jadi pemikiran pluralisme akan semakin berkembang,” sambungnya.


Untuk itu ia berharap umat Islam lebih waspada,lebih cerdas dan bisa memilah wakil rakyat yang hendak di pilih nantinya.Hal itu menurutnya karena pertanggungjawabannya dunia akherat atas pilihan yang diambil. Selain itu ia juga berharap umat Islam tersadar untuk tidak sekedar menjadi alat mendulang suara saja dan ketika hendak membuat kebijakan,umat sering kali dilupakan.


Ia juga mengajak umat untuk senantiasa berharap pada pertolongan Allah semata.Mengingat jika terlalu berharap pada pertolongan manusia sering kali mengecewakan. Problem umat yang demikian komplek selayaknya tidak saja diserahkan pada manusia semata dalam menyelesaikannya.*


Rep: Ngadiman Djojonegoro
Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28193/17/04/2013/masyarakat-tv-sehat-desak-kpi-hentikan-sinetron-rendahkan-simbol-islam.html


FUUI: Tak Aneh Jalal Masuk PDI-P, tapi Umat Islam Perlu Waspada!

Wednesday, January 29, 2014

Warisan Budaya Hancur Akibat Perang

Jembatan Dua Dunia


Stari Most, sebuah jembatan di Bosnia dan Herzegovina, lebih dari sekedar situs budaya. Selama berabad-abad, jembatan ini menjadi penghubung simbolik antara timur dan barat, antara dunia Kristen dan Islam, dan antara warga Katolik Kroasia dan Ortodoks Serbia. Jembatan hancur November 1993 saat Perang Bosnia. Namun sejak itu telah dibangun kembali dan masuk daftar Warisan Budaya tahun 2005.


Article source: http://www.tribunnews.com/regional/2014/01/20/pemuda-desa-kema-2-dan-kema-3-perang-batu


Warisan Budaya Hancur Akibat Perang

Sunday, September 29, 2013

Dubes Paraguay Masuk Islam

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Duta Besar Republik Paraguay, Cecar Estebon Grillion memutuskan masuk agama islam dan resmi menjadi seorang mualaf.


Pengesahan muslim Cecar dengan pengucapan dua kalimat syahadat ini dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9/2013) di hadapan ribuan jemaah salat Jumat dengan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali.


Pengucapan syahadat Cecar Estebon Grillion dibimbing langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub. Dengan sedikit terbata-bata Cecar mengucapkan syahadat dengan bahasa Arab.


Cecar mengakui memang telah sejak lama tertarik dengan Islam. Namun, ia belum berani untuk mengungkapkan keinginannya untuk menjadi muslim.


“Saya mengenal islam setelah mempelajari buku-buku ajaran Islam milik anak saya,” ujar Cecar seperti dikutip situs resmi Kementerian Agama.


Selain itu juga ditunjukkan Tuhan melalui jodoh yang ia dapatkan, yakni seorang muslimah dari Indonesia bernama Yulie Setyohadi. Dari sinilah ia memantapkan akan mempelajari Islam.


“Saya berjanji pengislaman saya bukan sekedar perayaan, tapi bisa menjadi Islam yang baik dengan bantuan semua,” ujar Cecar.


Menteri Agama Suryadharma Ali berharap masuk islamnya Cecar dapat menginspirasi saudara yang lain untuk mengambil jalan yang diridhai Allah.


“Semoga keimanannya makin kuat, menjadi Muslim yang saleh serta mematuhi perintah Allah SWT,” ucap Menag.


Menurut Menag, orang yang masuk islam bagaikan baru lahir dari ibu kandungnya.


“Tapi bagi pak Cecar, lahir sudah punya ilmu pengetahuan tinggal menata kehidupan dengan prinsip keislaman yang benar,” ucap Menag lagi.


Sementara itu Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub mengatakan keinginan Cecar memeluk islam ini bukan karena tekanan atau karena akan menikah dengan wanita muslimah semata, tapi memang karena hidayah dari Allah.


Keseriusan Cecar ini pun dapat dilihat ketika ia memutuskan akan mempelajari Islam langsung dari tokoh besar umat Islam indonesia, Prof. KH. Quraish Shihab dan ia sendiri sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Untuk nama pengganti, Cecar menginginkan nama Ibrahim.


“Saya usul ditambah Muhammad,” kata Menag Suryadharma Ali. (*)


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Dubes Paraguay Masuk Islam

Wednesday, January 2, 2013

Jadikan Shalat sebagai Madrasah

Home Tazkiyatun Nafs

Jadikan Shalat sebagai Madrasah


 

Shalat mendidik keberanian mengingatkan pimpinan


Kamis, 03 Januari 2013

Oleh: Sholih Hasyim

SETIAP momentum bulan Rajab, biasanya  seorang muslim disegarkan ingatannya oleh peristiwa  monumental, yaitu Isra dan Mi’raj Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam . Beliau diperjalankan  oleh Allah Subhanahu Wata’ala setelah mengalami tahun kesedihan (‘amul huzni). Disebabkan oleh kematian istri tercintanya dan paman yang dihurmatinya, yang selama ini keduanya selalu mensupport beliau dalam suka dan duka merintis jalan dakwah. 

Perjalanan beliau menembus dimensi ruang dan waktu, memberikan pelajaran mendasar bahwa kerumitan apapun yang dihadapi seorang pejuang kebenaran dan keadilan akan ditemukan solusinya dengan media menegakkan shalat. Dengan shalat, kesulitan apapun yang dihadapi akan menjadi mudah, karena  mengundang intervensi dan keterlibatan Allah Subhanahu Wata’ala (tadakhul rabbani).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[*], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah (2) : 153). 

Ada pula yang mengartikan : mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar (keteguhan dan ketegaran jiwa) dan shalat. Ash Shalatu mi’rajul mukmin (shalat adalah mi’raj – media untuk berinteraksi ke langit  -  seorang mukmin) (al-Hadits).

Selain itu, peristiwa Isra dan Mi’raj menjadi bukti yang sangat valid  alangkah agungnya perintah ibadah shalat. Berbeda dengan perintah yang lain, perintah shalat diterima oleh Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam secara langsung menghadap-Nya di Sidratul Muntaha, tanpa melalui perantara malaikat Jibril. 

Peristiwa bersejarah tersebut, seharusnya memberikan pelajaran berharga bagi seorang muslim untuk mengadakan evaluasi secara total dan radikal (fundamental) mutu pelaksanaan shalat kita. Dengan harapan ibadah mahdhah tersebut mampu memberikan pengaruh yang signifikan (atsarun fa’aal) dalam membentuk kepribadian muslim secara utuh baik dari sisi mujahadah (kecerdasan spiritual), ijtihad (kecerdasan intlektual) dan jihad (kesedian untuk berkurban di jalan Allah Subhanahu Wata’ala). 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Munafiqun (63) : 9)

Dengan dievaluasi secara berkesinambungan,  semoga kelak hisab shalat lebih ringan. Juga ada peningkatan mutu baik pisik dan dimensi ruhani. Shalat yang kita lakukan tidak sebatas kaya ritus formal serimonial yang menjemukan, tetapi miskin aplikasi. Kita berharap shalat yang kita lakukan fungsional memberikan maknawiyah (spirit), yang dapat mengantarkan kita menjadi sholih linafsihi (sholih untuk dirinya) dan shalih lighoirihi (shalih kepada orang lain). Dan menjaga keseimbangan dimensi hablun minallah (hubungan vertical) dan hablun minannas (hubungan horizontal).

Nilai-Nilai Tarbiyah dalam Shalat

Secara empiris mengajarkan, setidaknya ada sembilan pelajaran penting (hikmah)  yang diserap  dalam ibadah shalat.

Pertama: Tazkiyatun Nafs (mensucikan jiwa). Shalat mendidik pelakunya untuk mensucikan dirinya dari virus ruhani yang menjadi pemicu pelanggaran/penyimpangan dalam sejarah perjalanan kehidupan manusia dahulu sampai sekarang. Yaitu, penyakit serakah (thama’), yang diwariskan oleh Adam as. Yang berefek pada terusirnya dari surge, takabur (sombong) yang ditularkan oleh Iblis, berakibat sebagai penghalang masuk surga dan hasud (dengki) yang dipusakakan oleh Qabil, pemicu terjadinya pembunuhan pertama kali di dunia ini.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al Ankabut (29) : 45)

Kedua: Tarbiyatul Wahdah Al Islamiyah (pendidikan persatuan umat Islam). Orang yang shalat menghadap ke tempat/arah yang sama (kiblat), yaitu Baitullah (Ka’bah). Hal ini menunjukkan pentingnya mewujudkan persatuan yang diikat oleh nilai-nilai prinsip (jamaah), bukan sekedar bergerombol (majmu’ah), berkumpul karena ikatan kerja (materi). Jamaah akan terwujud jika didorong oleh kebersihan hati individunya dari berbagai kepentingan kecuali menomorsatukan Allah Subhanahu Wata’ala dan mengagungkan syi’ar-syi’arnya. Semua bentuk persahabatan, kesepahaman akan memicu permusuhan dikemudian hari kecuali didasari oleh spirit iman dan takwa. Tahapan persatuan diawali dari saling mengenal (taaruf), saling memahami (tafahum), saling menyayangi (tarahum), saling menanggung (takaful), saling menolong (tanashur).

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az Zuhruf (43): 67).

Ketiga: Harish ‘ala waqtihi (bersungguh-sungguh dalam mengelola waktunya)

Seorang Muslim jadual kehidupannya diatur oleh waktu shalat. Transaksi milyaran rupiah akan dia batalkan jika panggilan shalat telah dikumandangkan. Ia yakin, jika memperoleh undangan seseorang, maka yang mengundang sudah mempersiapakan hidangan kepada yang diundang. Apalagi yang mengundang adalah Zat Yang Maha Kaya, sudah tentu yang disisi-Nya lebih baik dari dunia dan seisinya. Maka, dia beruapaya melakukannya untuk tepat waktu. Memenuhi adab lahir dan batin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al Anfal (8): 24)

Keempat: Munadhdhamun fil Jama’ah (disiplin dalam berorganisasi). Sholat mendidik tertib organisasi, menyangkut tertibnya berjamaah dengan barisan yang rapi, rapat. Tidak boleh ada barisan yang kosong agar tidak dimasuki syetan. Muslim yang satu dengan yang lain bergaul dengan penuh kedekatan, keeratan dan keakraban. Rasulullah bersabda : Orang beriman itu mudah untuk harmonis dan mudah untuk diharmoniskan, tiada kebaikan bagi mukmin yang tidak mudah jinak dan tidak mudah dijinakkan (al Hadits). Dalam al-Quran panggilan untuk orang-orang beriman (ya ayyuhalladzina amanu – menggunakan jama’ -). Tidak ditemukan dalam al-Quran, sebutan untuk orang beriman dengan kata tunggal (ya ayyuhal mukmin). Hal ini menunjukkan bahwa konsekwensi keimanan seseorang adalah ia harus menempatkan dirinya bagian dari kaum muslimin di seluruh dunia.

Kelima:  Tarbiyatus Sam’i wath Tha’ati (pendidikan ketaatan). Shalat mendidik ketaatan kepada pemimpin. Mengikuti gerakan iman, tidak mendahului walaupun sesaat, menunjukkan adanya ketaatan dan komitmen (keterikatan yang kuat) atau loyal, serta meniadakan penolakan perintahnya, selama perintah itu tidak untuk bermaksiat. Sesungguhnya efek ketaatan itu akan kembali kepada kita sendiri. “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.”(HR Ahmad). Seorang makmum menyadari jika ia tidak berhasil menanamkan kultur sami’na wa ‘atha’na terhadap pemimpin yang disepakati, maka kelak anak buahnya tidak akan patuh kepadanya. Agar kita memiliki anak shalih/ah, terlebih dahulu kita harus menjadi putra yang shalih/ah bagi orang tua kita. Jika kita mudah mengobral kutukan kepada sesepuh kita, maka anak kita nanti akan mengutuk kita.

Keenam: Qaulu Kalimatil hak ‘inda sulthanin jair (berani menyampaikan kebenaran di depan pemimpin yang zhalim). Shalat mendidik keberanian mengingatkan pimpinan. Karena ia mencintai pemimpinnya, tetapi lebih mencintai kepada kebenaran. Maka, jika imam lupa, makmum mengingatkannya (membaca subhanallah), hal ini menunjukkan keharusan rakyat untuk mengingatkan pemimpinnya jika melakukan kesalahan. Tidak membiarkannya melakukan kezhaliman. Teman yang benar bukanlah yang selalu setuju dengan pendapat kita, tetapi yang selalu meluruskan kita jika terjerumus dalam lubang kehancuran.

Ketujuh: Tarbiyatul Musawah  (mendidik sikap egaliter). Shalat mendidik persamaan hak. Surga berhak ditempati bagi orang yang bersegera menuju ketaatan sekalipun dia berasal dari suku Habasyah dan neraka berhak ditempati bagi orang yang berbuat maksiat walaupun ia berasal dari suku Quraisy.  Pada shalat berjamaah, dalam mengisi shaf tidak didasarkan pada status social jamaah, tidak pula memandang kekayaan atau pangkat, walau dalam shaf terdepan sekalipun. Gambaran ini menunjukkan adanya persamaan hak tanpa memandang tinggi kedudukan maupun tua umurnya. Karena, Allah SWT tidak menilai kedudukan, keturunan, warna kulit, tetapi menilai hati dan amal kita.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat (49) : 13)

Kedelapan: Tarbiyatush Shihhiyyah (pendidikan kesehatan). Shalat mendidik hidup sehat. Shalat memberikan kesan kesehatan, yang diwujudkan dalam gerakan di setiap rakaat, yang setiap harinya minimal 17 rakaat secara seimbang. Hal ini merupakan olahraga fisik secara sederhana dan mudah gerakannya. Kata ahli hikmah : Bergeraklah terus karena dalam gerakan itu ada barakah (tambahan kebaikan). Air yang  menggenang, tidak mengalir akan menjadi sarang kuman. Demikian pula apabila pisik tidak bergerak secara stimulan dan simultan akan mudah keropos dan gampang terserang penyakit.

Kesembilan: Tarbiyatu Mudawamatidz Dzikr (pendidikan kesinambungan mengingat Allah SWT). Secara etimologis shalat bermakna doa. Karena lafadz yang dibaca dalam shalat adalah berisi doa dan dzikir. Bahkan menegakkan shalat sesungguhnya untuk mengingat kebesaran, kemuliaan dan keagungan-Nya.

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.” (QS. Thaha (20) : 14)

Dengan shalat yang dilakukan lima kali sehari semalam akan menjadikan seseorang untuk selalu mengingat-Nya. Dengan zikir kepada Allah Subhanahu Wata’ala hati menjadi tenang, karena selalu ditemani oleh-Nya. Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: Saya selalu menemani orang yang mengingat-KU (ana jaliisu man dzakarani).

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d (13) : 28)

Bahkan, jika kita selalu mengingat Allah Subhanahu Wata’ala, Ia akan selalu mengingat kita. Ada kedekatan hubungan hamba dengan Al Khalik. Jika seseorang dekat dengan-Nya, maka dekat dengan rahmat, maghfirah, dan karunia-Nya.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqarah (2) : 152).

Indikator Diterimanya Shalat

Jika shalat dilakukan dengan khusyu’ dan berlatih untuk berpisah dengan dunia maka akan melahirkan perubahan secara kongkrit pada ranah pola piker dan perilaku pelakunya. Selesai shalat melahirkan manusia baru.  Manusia yang tawadhu (rendah hati), tidak bersikap sombong kepada sesama, tidak meneruskan berbuat maksiat, pada siang hari selalu kontak dengan Allah Subhanahu Wata’ala dengan zikir, memiliki kepekaan social terhadap kaum dhuafa dan mustadh’afin.

Ada lima indikator utama yang bisa menjadi standar (tolak ukur) diterimanya shalat seseorang, sebagaimana hadits qudsi berikut :

اِنَّمَا اَتَقَبَّلُ الصَّلاَةَ مِمَّنْ تَوَاضَعَ بِهَا لِعُظْمَتِي وَلَمْ يَسْتَطِلْ عَليَ خَلْقِي وَلَمْ يَبِتْ مُصِرًّا عَلَى مَعْصِيَتِي وَقَطَعَ النَّهَارَ لِذِكْرِي وَرَحِمَ  المَسَاكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلَ وَالاّرْمَلّةَ وَرَحِمَ المُصَابَ

“Sesungguhnya Aku hanya akan menerima shalat dari orang yang merendahkan diri dengan shalatnya karena kebesaran-KU, yang tidak menyombongkan diri kepada makhluk-KU, yang tidak meneruskan maksiat kepada-KU, yang mengisi sebagian siang dengan berdzikir kepada-KU, yang menyayangi orang miskin, orang dalam perjalanan, wanita yang ditinggal mati suaminya, dan yang mengasihi orang yang ditimpa musibah.” (Sayid Sabiq, dalam karya tulisnya : Islamuna, hal.119)

Jika nilai-nilai shalat tersebut diatas diwujudkan dalam kehidupan setiap muslim maka secara aksiomatik akan terjadi pencerahan (transformasi) dan penataan ulang orientasi dan perilaku keislaman dan keimanan dalam seluruh aspek kehidupannya baik dalam skala kehidupan individu, keluarga, bangsa, Negara dan dunia. Insya Allah.* 

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudus, Jawa Tengah 

 

Red: Cholis Akbar

Article source: http://internasional.kompas.com/read/2012/11/29/06123825/Hari.Ini.Rombongan.DPR.RI.Masuk.ke.Gaza


Jadikan Shalat sebagai Madrasah

Friday, February 22, 2013

Bantah Diego jadi Mualaf Karena Nikita Willy

JAKARTA – Keputusan Diego Michiels untuk menjadi mualaf terus menuai kontroversi. Pasalnya keputusan Diego untuk memeluk agama Islam tersebut dituding hanya untuk tujuan menikahi kekasihnya yaitu Nikita Willy. Hal itupun akhirnya dibantah oleh pihak Nikita.

Ibunda Nikita Willy, Yora Febrine membantah bahwa keputusan Diego Michiels menjadi seorang mualaf lantaran ingin menikahi putrinya. Justru dirinya melarang jika Nikita menikah di usia muda saat ini.

“Jangan fitnah seperti itu. Kasihan hubungan mereka yang sehat-sehat saja. Belum ada pikirkan nikah muda dan tante melarang itu,” tegas Yora saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (18/2).

Kata Yora, orangtua Diego sendiri yang menitipkan anaknya yang kini tengah berurusan dengan proses hukum di Indonesia. Menurut Yora, Diego menjadi seorang mualaf karena keinginan dari dirinya sendiri.

“Orangtuanya menitipkan Diego ke tante. Dan Diego beberapa kali minta ke tante jadi mualaf. Saya suruh pikir lagi, jangan karena Nikita. Tapi dia kekeuh,  kebetulan pengacaranya kan ustadz,” jelasnya.

Sekedar diketahui, sejak memutuskan pacaran, pasangan Nikita Willy dan Diego Michiels selalu terlihat bahagia. Apalagi, setelah Diego memutuskan menjadi mualaf. Kata Diego, kekasihnya sangat bahagia ketika dirinya memutuskan menjadi Muslim.

Dia juga memastikan masuk Islam bukan karena permintaan Nikita. “Ini hidupku, aku dan pacarku sudah bahagia, dan kita tahu satu sama lain,” ucap Diego.

Bahkan, tak hanya Nikita yang senang dengan keputusan Diego. Rekan-rekannya juga turut senang dirinya menjadi mualaf. Tak jarang, kata Diego, temannya yang Muslim selalu mengajarinya salat lima waktu. okz

Article source: http://www.merdeka.com/dunia/nikahi-presenter-pakistan-duta-besar-austria-masuk-islam.html


Bantah Diego jadi Mualaf Karena Nikita Willy

Friday, July 5, 2013

Madonna Sering Cari Sensasi dengan Hal-hal Gila

Madonna Sering Cari Sensasi dengan Hal-hal Gila


Liputan6.com, Los Angeles : Aksi terakhir Madonna memang membuat publik tercengang khususnya umat muslim. Bagaimana tidak, jika sang artis berdandan dengan cadar mirip hijab yang dipakai kaum wanita yang memeluk agama Islam. Foto itu dinilai kontroversial.

Seperti diberitakan oleh The Sun, Jumat (5/7/2013), sebulan lalu, pelantun Material Girl itu pernah menodongkan pistol ke arah kelapa seorang laki-laki hanya untuk mempromosikan filmnya.


Tak hanya itu, pada turnya baru-baru ini wanita berusia 54 tahun itu juga menarik payudaranya keluar sampai putingnya terlihat di tengah kerumunan orang banyak dan juga mencium pacarnya dengan menjulurkan lidahnya di atas panggung.


Dari serentetan fakta itu Madonna sepertinya gemar menciptakan sensasi yang membuat orang-orang lebih dari sekedar terkejut. Saat ini Madonna dinilai sebagai artis yang menyebalkan lantaran kelakuan yang telah menodai kariernya sebagai penyanyi pop yang legendaris.


Publik berharap agar Madonna menghentikan kegilaannya dan kembali membawa prestasi dan karya musik yang mengagumkan.
(Fei)


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/29260/05/07/2013/iman-dan-faktor-faktor-lain-kejatuhan-konstantinopel-(3-habis).html


Madonna Sering Cari Sensasi dengan Hal-hal Gila

Friday, September 27, 2013

Baca Dua Kalimat Syahadat, Dubes Paraguay Masuk Islam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Duta Besar Republik Paraguay, Cecar Estebon Grillion memutuskan masuk agama islam dan resmi menjadi seorang mualaf.
Pengesahan muslim Cecar dengan pengucapan dua kalimat syahadat ini dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9/2013) di hadapan ribuan jemaah salat Jumat dengan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali.


Pengucapan syahadat Cecar Estebon Grillion dibimbing langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub. Dengan sedikit terbata-bata Cecar mengucapkan syahadat dengan bahasa Arab.


Cecar mengakui memang telah sejak lama tertarik dengan islam. Namun, ia belum berani untuk mengungkapkan keinginannya untuk menjadi muslim.


“Saya mengenal islam setelah mempelajari buku-buku ajaran Islam milik anak saya,” ujar Cecar seperti dikutip situs resmi Kementerian Agama.


Selain itu juga ditunjukkan Tuhan melalui jodoh yang ia dapatkan, yakni seorang muslimah dari Indonesia bernama Yulie Setyohadi. Dari sinilah ia memantapkan akan mempelajari Islam.


“Saya berjanji pengislaman saya bukan sekedar perayaan, tapi bisa menjadi Islam yang baik dengan bantuan semua,” ujar Cecar.


Menteri Agama Suryadharma Ali berharap masuk islamnya Cecar dapat menginspirasi saudara yang lain untuk mengambil jalan yang diridhai Allah.


“Semoga keimanannya makin kuat, menjadi Muslim yang saleh serta mematuhi perintah Allah SWT,” ucap Menag.


Menurut Menag, orang yang masuk islam bagaikan baru lahir dari ibu kandungnya.


“Tapi bagi pak Cecar, lahir sudah punya ilmu pengetahuan tinggal menata kehidupan dengan prinsip keislaman yang benar,” ucap Menag lagi.


Sementara itu Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub mengatakan keinginan Cecar memeluk islam ini bukan karena tekanan atau karena akan menikah dengan wanita muslimah semata, tapi memang karena hidayah dari Allah.


Keseriusan Cecar ini pun dapat dilihat ketika ia memutuskan akan mempelajari Islam langsung dari tokoh besar umat Islam indonesia, Prof. KH. Quraish Shihab dan ia sendiri sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Untuk nama pengganti, Cecar menginginkan nama Ibrahim.


“Saya usul ditambah Muhammad,” kata Menag Suryadharma Ali.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/09/08/mssumi-jadilah-kesatria-sejati


Baca Dua Kalimat Syahadat, Dubes Paraguay Masuk Islam

Monday, July 8, 2013

Lima Bintang Sepakbola yang Tetap Bermain Walau Berpuasa

Lima Bintang Sepakbola yang Tetap Bermain Walau Berpuasa


Liputan6.com, London : Bagi para pesepakbola muslim, bulan Ramadan akan menjadi tantangan tersendiri. Selain, terkadang akan menimbulkan pertentangan dengan manajer klub atau pelatih, yang tak ingin performa pemainnya terganggu, bulan puasa juga terkadang membuat penampilannya menurun.

Beberapa pemain bersikeras untuk tetap berpuasa setiap harinya. Ini merupakan bagian dari keyakinan mereka untuk menjalankan perintah agama. Beberapa di antaranya mungkin berpuasa selama latihan, tapi tidak saat pertandingan. Klub-klub cenderung mengatasi hal ini dengan kompromi, tapi hal ini bukanlah masalah yang mudah bagi para pemain dan manajer.


Berikut daftar pemain bintang sepakbola top dunia yang memeluk agama Islam. Mereka juga menjalankan puasa ditengah ketatnya kompetisi yang berada di Eropa, berikut lima diantaranya seperti yang dikutip dari berbagai sumber, Selasa (9/7/13).


1. Robin van Persie


Siapa yang tidak mengenali pemain satu ini. Pemain mualaf dari Belanda ini adalah sosok pemain yang luar biasa dan patut dibanggakan oleh umat muslim. Banyak beredar isu yang menyebutkan bahwa meskipun ia menikahi seorang muslimah, ia tidak masuk Islam.


Akan tetapi, saat dia diwawancarai oleh media Inggris, ia berkata “Itu tidak benar. Saya bukan seorang Muslim, bukan pula seorang Kristen, dan bukan juga seorang Yahudi. Jika Anda ingin menjadi seorang Muslim, itu harus datang dari hati,” dilansir laman robinvanpersienews.blogspot.


Oleh karena itu, mungkin sampai saat ini dirinya belum siap untuk sepenuhnya masuk Islam. Ia tak ingin masuk Islam hanya karena menikahi seorang muslimah.


Meski begitu, banyak orang yang menilai perkataan itu hanyalah sekedar menutup-nutupi bahwa dirinya sebenarnya memang mualaf. Semenjak dia memeluk agama Islam, pemain Manchester United itu dikabarkan rutin menjalankan puasa walaupun ketatnya kompetisi Liga Premier Inggris.


2. Eric Abidal


Sejak masuk Islam, Abidal berusaha menjadi Muslim yang taat. Penggemar La Liga Spanyol pasti mengenal sosok Abidal. Pasalnya, dia dikenal sebagai bek andal yang memperkuat Barcelona dan timnas Prancis. Apalagi dia suka membaca Al Quran sebelum bertanding.


Di setiap sesi latihan klub sepakbola Barcelona, Abidal sering terlihat membawa tas kecil, mungkin banyak yang mengira isi tasnya sama seperti teman teman di klubnya barcelona jika latihan bola yaitu sepatu dan perlengkapannya yang menunjang untuk latihan.


Sebenarnya yang pemain AS Monaco itu membawa Al Quaran yang selalu dia baca sebelum ataupun setelah pertandingan berlangsung. Selain, itu ketika masih berseragam Barcelona Abidal juga berpuasa walaupun sempat ditentang oleh pelatih The Blaugrana saat itu, Pep Guardiola akan tetapi Abidal tetapi melanjutkan ibadahnya itu.


3. Nicolas Anelka


Di kehidupan pribadi, Anelka menikah dengan seorang perempuan berkebangsaan Belgia, Barbara Tausia, pada 9 Juni 2007 di Marrakesh, Maroko.


Pernikahannya dengan wanita yang berprofesi sebagai seorang koreografer ini tidak membuat Anelka memilih meninggalkan keyakinan barunya tersebut yakni Islam. Bahkan, Anelka berencana untuk tinggal di Uni Emirates Arab setelah pensiun nanti.


Sebagai seorang pemain sepak bola profesional dan penganut Islam yang taat, kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan tidak membuat Anelka kesulitan untuk tetap menjalankan aktivitasnya di lapangan hijau. Seperti kebanyakan pemain sepak bola Muslim lainnya di Liga Inggris, Anelka berusaha tetap menjalankan ibadah puasa.


Dalam sebuah wawancara dengan majalah FourFourTwo pada beberapa waktu lalu, peraih Golden Boot Premiership musim kompetisi 2008/2009 ini mengungkapkan bahwa sebagai seorang Muslim yang taat, ia wajib menghormati bulan Ramadhan dengan menjalankan kewajiban puasa.


”Sebetulnya puasa bukan suatu hal yang sulit untuk dijalankan. Saya pernah melakukannya beberapa kali. Namun, dalam beberapa kali Ramadhan saya mengalami dua atau tiga cedera. Sehingga, hal itu membuat saya tidak bisa berpuasa,” ujar penyerang West Bromwich Albion.


4. Frank Ribery


Mualaf setelah menikahi seorang gadis Perancis keturunan Maroko. Memiliki nama Islam yaitu Frank Bilal Ribery. Menurutnya Islam membawanya pada keselamatan. Islam yang menjadi sumber kekuatannya di dalam maupun di luar lapangan. Di saat ia mengalami masa-masa sulit dalam karirnya, Islam datang memberikan kedamaian.


“Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan. Hingga kemudian saya menemukan Islam.” Begitulah Ribery memahami Islam.


5. Frederic Kanoute


Jika banyak pemain yang memilih untuk tidak berpuasa saat Ramadan, tidak begitu dengan Freddie Kanoute. Pemain yang lama membela klub La Liga, Sevilla, itu mengaku sebisa mungkin menjalankan kewajibannya tersebut.


“Saya coba menghormati kepercayaanku dan mengikutinya sebaik mungkin. Secara personal, kepercayaan saya membuat badan dan permainan saya sehat. Saya tahu kalau berpuasa menambah kekuatan dan tidak melemahkan seorang Muslim,” ujar Kanoute yang dikutip oleh BBC pada beberapa waktu lalu.


Ia juga mengungkapkan banyak pesepakbola tidak mau ditanya soal kewajibannya menjalankan ibadah puasa karena merasa itu adalah kepercayaan antara dirinya dengan sang pencipta. ()


Baca juga:
* Thiago Pergi ke MU, Barca Incar Pemain Ajax Amsterdam
* Pemain Berdarah Indonesia Segera jadi Milik Inter Milan
* Dua Pemain yang Bakal Dijual Inter Milan
* Tiga Skenario Transfer Chelsea
* Messi Jadi Tamu Kehormatan Pesta Mewah Ronaldo


Article source: http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=3573


Lima Bintang Sepakbola yang Tetap Bermain Walau Berpuasa