Showing posts sorted by relevance for query Alisya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Alisya. Sort by date Show all posts

Sunday, January 12, 2014

'Cara Berdakwah Pemilik Biro Perjalanan Umrah'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dakwah bisa dilakukan dengan medium apapun. Ini termasuk, berdakwah via biro perjalanan perjalanan.


Sejak dua tahun lalu, Alisya Fianne merintis biro perjalanan. Ia memberi nama usahanya itu, Al-Isya Nurul Baqi. Cukup tegas makna dari nama tersebut, yakni setia dan amanah.


“Berdirinya Al-Isya ini bermodalkan keyakinan lilahita’ala dan awalnya kan niat memberangkatkan umrah para marbot, mualaf dengan biaya sendiri,” ungkap dia kepada ROL, Ahad (12/1).


Niatan itu, lanjut Alisya, didukung dengan suami yang berniat memberangkatkan umrah gratis setiap tahun. Jadi, Alhamdulillah, semua berjalan dengan izin dari Allah sehingga banyak kemudahan yang didapat. “Kalau dipikir memang sulit, tapi ketika Allah berkhendak maka terjadilah,” kata dia.


Selama dua tahun terakhir sudah ratusan, marbot, mualaf, dhuafa yang diberangkatkan melalui Al-Isya. Selama dua tahun itu pula, banyak peningkatan jamaah yang mempercayakan niatan umrah melalui Al-Isya. Tahun 2012 lalu, Al-Isya hanya memberangkatkan lima orang jamaah.


Setahun kemudian, mencapai 500 orang. Pada Januari tahun 2014 hingga April, jamaah yang mempercayakan umrah pada Al-Isya sudah mencapai 360 jamaah. “Alhamdulilah, Insya Allah bisa 1.000 jamaah,” kata dia.


Alisya dan suami sedari awal menyadari begitu banyak Biro umrah dan Haji beroperasi di tanah air. Ini merupakan tantangan yang tak mudah. Belum lagi, masalah penipuan berkedok umrah. Itu sebabnya, keduanya bekerja keras membuat Al-Isya berbeda dengan yang lain.”Jelas berbeda yah, Al-Isya berdiri guna memberangkatkan mereka yang tak mampu,” kata dia.


Selain itu, diawal Al-Isya memerapkam keterbukaan dan kekeluargaan, dimana ketika Al-Isya selalu menyampaikan hak yang sesungguhnya kepada jamaah. Ini termasuk, kondisi di lapangan.


Begitu luar biasa membangun kepercayaan jamaah sehingga Alisya kerap jatuh sakit. Baginya, itu sudah menjadi konsekuensi demi terpenuhinya kebutuhan jamaah. “Kemarin baru ke UGD, ya, modal percaya dan niat karena Allah saja. Jadi, dukanya tidak berasa karena melakukan segala sesuatunya karena Allah,” kata dia.


Duka itu pula yang mendorong Alisya lebih bersemangat memajukan Al-Isya. Apalagi, ia tengah mendapatkan momentumnya. Tahun ini, jika tanpa ada halang rintang, akan memberangkatkan 1.000 jamaah. Itu meliputi pula para marbot, mualaf, dhuafa dan kalangan tak mampu yang memang berniat umrah. 


“Saya ingin memberangkatkan orang-orang yang sudah tua-tua, mereka yang rindu ke Baitullah tapi enggak punya duit, saya rindu memberangkatkan mereka,” ucapnya.


Memetik Hasil


Kerja keras Ketua Yayasan Al-Isya Nurul Baqi ini dalam merintis biro tour and travel berbuah manis. Jamaah yang mempercayakan perjalanan umrah kepadanya meningkat pesat.


Itu yang kemudian mengantarkan Al-Isya Nurul Baqi meraih penghargaan Rangking of The Best Perfomer, yakni The Best Tour and Travel as Execellent Services of the Year. Penghargaan itu diberikan oleh Pusat Penghargaan Indonesia dan Asosiasi Penghargaan Indonesia.


Secara resmi, penghargaan itu akan diberikan kepada Alisya, selaku Direktur Utama Al-Isya Nurul Baqi pada 24 Januari mendatang.”Alhamdulillah, ketika Allah mengatakan terjadi maka terjadilah,” kata dia yang meneteskan air mata.


Bagi Alisya penghargaan tersebut membuatnya ingin memperbaiki layanan kepada para jamaah. Termasuk menjangkau lebih banyak marbot, mualaf, kalangan tak mampu yang ingin berangkat umrah tapi tak memiliki uang berlebih.


“Ya, semoga Al-Isya dapat membawa jamaah sebanyak-banyaknya ke tanah suci, Amin. Saya selalu berdoa dan saya punya keyakinan itu,” ucapnya. 


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/12/04/meiblx-cahaya-islam-di-negeri-samurai-1


'Cara Berdakwah Pemilik Biro Perjalanan Umrah'

Thursday, December 8, 2016

Alisya: Relawan itu Bekerja dengan Hati

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Semenjak bersyahadat, Alisya Fianne komit berdakwah. Ketua Yayasan Alisya Nurul Baqi ini mulainya dengan membimbing mualaf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

"Saya InsyaAllah selalu perjuangkan mualaf agar bisa istiqomah," kata dia dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Selasa (6/12).

Menurut Presiden Direktur Alisya Tour and Travel ini, perjuangan yang menjadi tujuan seorang mualaf itu adalah keimanan. Dalam iman mualaf tersebut terhadap panggilan hati.

Hal itu yang kemudian mendorong Fianne untuk siaga 24 jam membantu mualaf yang membutuhkan. Baik sekedar konsultasi maupun curhat. "Jadi, seperti relawan kan ada yang diperjuangkan," kata dia.

Menurut pemahaman Fianne, relawan itu bekerja menggunakan hati bukan materi semata. Intinya, relawan yang bekerja karena Allah tentu akan menikmati setiap prosesnya. "Kayak kemarin sewaktu aksi damai, semua tergerak karena Allah tanpa ada embel-embel," kata dia.

Karena itu, ia berharap kepada mereka yang bertugas sebagai relawan bekerjalah dengan hati. Dengan begitu, Allah akan memudahkan setiap upaya yang dilakukan.

"

| Alisya: | Relawan | Bekerja | dengan | Hati | REPUBLIKA | JAKARTA | Semenjak | bersyahadat | Alisya | Fianne | komit | berdakwah | Ketua | Yayasan | Nurul | Baqi | mulainya | membimbing | mualaf | Masjid | Agung | Sunda | Kelapa | Jakarta | p> Saya | InsyaAllah | perjuangkan | agar | istiqomah | kata | dalam | pesan | singkatnya | kepada | Republika | Selasa | p> Menurut | Presiden | Direktur | Tour | Travel | perjuangan | yang | menjadi | tujuan | seorang | adalah | keimanan | Dalam | iman | tersebut | terhadap | panggilan | hati | p> Hal | kemudian | mendorong | untuk | siaga | membantu | membutuhkan | Baik | sekedar | konsultasi | maupun | curhat | Jadi | seperti | relawan | diperjuangkan | pemahaman | bekerja | menggun | bukan | materi | semata | Intinya | karena | Allah | tentu | menikmati | setiap | prosesnya | Kayak | kemarin | sewaktu | aksi | damai | semua | tergerak | tanpa | embel | p> Karena | berharap | bertugas | sebagai | bekerjalah | Dengan | begitu | memudahkan | upaya | dilakukan | p> |

Thank Very Very Much for Visiting this Blog

Alisya: Relawan itu Bekerja dengan Hati

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Semenjak bersyahadat, Alisya Fianne komit berdakwah. Ketua Yayasan Alisya Nurul Baqi ini mulainya dengan membimbing mualaf di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

"Saya InsyaAllah selalu perjuangkan mualaf agar bisa istiqomah," kata dia dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Selasa (6/12).

Menurut Presiden Direktur Alisya Tour and Travel ini, perjuangan yang menjadi tujuan seorang mualaf itu adalah keimanan. Dalam iman mualaf tersebut terhadap panggilan hati.

Hal itu yang kemudian mendorong Fianne untuk siaga 24 jam membantu mualaf yang membutuhkan. Baik sekedar konsultasi maupun curhat. "Jadi, seperti relawan kan ada yang diperjuangkan," kata dia.

Menurut pemahaman Fianne, relawan itu bekerja menggunakan hati bukan materi semata. Intinya, relawan yang bekerja karena Allah tentu akan menikmati setiap prosesnya. "Kayak kemarin sewaktu aksi damai, semua tergerak karena Allah tanpa ada embel-embel," kata dia.

Karena itu, ia berharap kepada mereka yang bertugas sebagai relawan bekerjalah dengan hati. Dengan begitu, Allah akan memudahkan setiap upaya yang dilakukan.

"

| Alisya: | Relawan | Bekerja | dengan | Hati | REPUBLIKA | JAKARTA | Semenjak | bersyahadat | Alisya | Fianne | komit | berdakwah | Ketua | Yayasan | Nurul | Baqi | mulainya | membimbing | mualaf | Masjid | Agung | Sunda | Kelapa | Jakarta | p> Saya | InsyaAllah | perjuangkan | agar | istiqomah | kata | dalam | pesan | singkatnya | kepada | Republika | Selasa | p> Menurut | Presiden | Direktur | Tour | Travel | perjuangan | yang | menjadi | tujuan | seorang | adalah | keimanan | Dalam | iman | tersebut | terhadap | panggilan | hati | p> Hal | kemudian | mendorong | untuk | siaga | membantu | membutuhkan | Baik | sekedar | konsultasi | maupun | curhat | Jadi | seperti | relawan | diperjuangkan | pemahaman | bekerja | menggun | bukan | materi | semata | Intinya | karena | Allah | tentu | menikmati | setiap | prosesnya | Kayak | kemarin | sewaktu | aksi | damai | semua | tergerak | tanpa | embel | p> Karena | berharap | bertugas | sebagai | bekerjalah | Dengan | begitu | memudahkan | upaya | dilakukan | p> |

Thank Very Much for Visit this News

Monday, September 23, 2013

Pembinaan Mualaf Juga Butuh Peran Pesantren

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Pembinaan mualaf merupakan tugas seluruh umat Islam, termasuk pesantren. Itu sebabnya, sosialisasi perkembangan dakwah dikalangan mualaf perlu dilakukan, dengan harapan pesantren dapat turut berperan.


Yayasan Al-Isya Nurulbaqi, selaku lembaga pembinaan mualaf, Ahad (22/9) kemarin melakukan sosialisasi pemahaman tersebut sekaligus silaturahmi akbar di Ponpes Nur El Falah, Kubang, Serang, Banten. Hadir dalam acara itu, Menteri Agama, Suryadharma Ali.


“Sosialisasi ini merupakan bagian dari pengembangan pembinaan mualaf di seluruh daerah baik tingkat kelurahan hingga pusat,” ungkap Ketua Yayasan Al-Isya Nurulbaqi, Alisya Fianne, dalam pesan singkat kepada ROL, Senin (23/9).


Menurut Fianne, melalui sosialisasi ini diharapkan pesantren dapat menjadi mitra yayasan dalam pengembangan dakwah mualaf di Banten. Ini sekaligus memperkuat usaha dimana lembaga mualaf terus berinovasi dalam upaya menjangkau seluruh mualaf.


Sosialisasi yang dimaksud bagaimana perkembangan dakwah dikalangan mualaf saat ini. Lalu tantangan apa saja yang dihadapi mualaf. Lalu bagaimana peranan umat Islam dalam hal ini. Apa saja yang dilakukan Yayasan dalam upaya mendorong mualaf sehingga menjadi Muslim yang kaffah.


“Tentunya, pesantren lebih mengetahui bagaimana cara mencintai Islam. Ketika mualaf sudah mencintai Islam, Insya Allah akan lebih mudah menerima Islam,” kata dia.


Pada kesempatan itu, Yayasan Al-Isya Nurulbaqi yang juga bergerak dibidang Tour and Travel ini memberikan bantuan kepada anak-anak pesantren yang tidak mampu. Mereka memberikan beasiswa sebesar 1 juta rupiah kepada tiga orang santri yang tidak mampu namun berprestasi. Yayasan juga memberikan hadiah dua paket umrah dan dua tabungan umrah masing-masing sebesar lima juta rupiah.


“Melalui bantuan ini, saya ingin katakan seorang muallaf itu bisa menyantunilewat al-isya nurulbaqi. Jadi, mualaf tidak lagi disantuni terus tetapi juga menyantuni sehingga ada kebanggan menjadi seorang mualaf,” katanya,


Article source: http://www.riauterkini.com/politik.php?arr=63836


Pembinaan Mualaf Juga Butuh Peran Pesantren

Sunday, December 15, 2013

'Dua Ribuan' untuk Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menjadi kewajiban setiap Muslim untuk membantu mualaf. Itu bisa dilakukan dengan banyak hal.


Yang menjadi masalah, umat Islam kadang bingung bagaimana cara membantu mereka. “Iya, memang masalahnya seperti itu. Mereka bingung mau bantu apa,” ungkap Alisya Fianne, Wakil Ketua Paguyuban Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), kepada ROL, Kamis (21/11).


Selain bingung, kata dia, kemana harus membantu. Ini terjadi, karena tidak semua masjid memiliki pembinaan mualaf. “Padahal tidak seperti itu, setiap masjid kendati tidak ada pembinaan mualaf, tentukan ada satu atau dua orang yang memutuskan bersyahadat di sana,” kata dia.


Selain masalah kemana, kata dia, ada yang bingung berapa dan apa bantuan yang harus diberikan. Menurut Fianne, besaran bantuan yang diberikan itu tidak penting. Yang utama adalah niat dan kemampuan. “Bantuannya kecil, apapun itu bentuknya kalau niat untuk membantu, Insya Allah akan membawa berkah,” kata dia.


Melihat dari situasi ini, Fianne berencana membuat satu kampanye yang intinya mengajak umat Islam untuk membantu mualaf. “Sebenarnya tidak mualaf saja, tapi banyak pihak yang dibantu. Nah, bentuk bantuannya ini, umat Islam hanya cukup menyisihkan uangnya dua ribu rupiah saja,” kata dia.


“Seperti saya katakan setiap bantuan besar atau kecilnya akan mendapatkan balasan dua kali lipat. Jangan lihat nominal tapi semangat untuk membantu, jadi bisa lho dengan hal kecil bisa berdampak besar,” kata dia.


Nantinya, kata dia, dua ribu yang terkumpul ini akan disalurkan kepada yang berhak. Selain itu, uang yang terkumpulkan akan dipergunakan kepada mereka yang belum umrah dan mungkin tidak bisa berhaji. “Saya ketika berkeliling daerah, banyak ditemukan orang tua yang belum haji tapi mereka telah mengumpulkan uang sejak lama, nah mereka ini salah satu yang dibantu,” kata dia.


Terkait mekanismenya, kata Fianne, akan disiapkan satu wadah yang akan mempemudah masyarakat untuk menyisihkan uangnya. Sebagai contoh saja, setiap majelis taklim akan menyiapkan satu kotak amal yang bertujuan untuk itu.  “Intinya, apa yang kami kumpulkan ini disalurkan langsung,” kata dia.


Fianne berharap melalui kampanye ini akan tergerak satu semangat berdakwah. “Beramalkan juga dakwah. Saya percaya jiwa sosial umat Islam begitu tinggi. Sudah banyak contoh soal itu, tapi ini cakupannya lebih luas tidak hanya satu orang tapi banyak orang,” kata dia.


Article source: http://jaringnews.com/seleb/movie/23934/protes-film-anti-islam-iran-boikot-oscar-


'Dua Ribuan' untuk Mualaf