Showing posts sorted by relevance for query Suami. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Suami. Sort by date Show all posts

Monday, March 11, 2013

Tiwi T2 Belum Mau Ikut Suami ke Jepang

ADA yang berbeda dengan Tiwi personel T2 pasca menikah. Pemilik nama lengkap Prastiwi Dwiarti yang dipersunting pengusaha asal Jepang, Shogo, 16 Februari lalu di Bali itu nampak lebih ceria. Jebolan Akademi Fantasi Indosiar ini mengaku tengah menikmati kebersamaan bersama sang suami.

Menurutnya, tak ada masalah yang muncul meski keduanya memiliki latar belakang budaya yang berbeda. “Sebelum kita pacaran, dia juga sudah ngenalin banyak kebiasaan dan tradisi di Jepang,” ujarnya saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (7/3).

Tak hanya dari suaminya, mantan kekasih Ade Govinda ini juga banyak membaca kebudayaan suaminya tersebut. “Selain itu aku juga baca-baca. Setelah sering ketemu jadi makin tahu,” kata wanita kelahiran Bandung, 5 Februari 1986 itu.

Tak hanya itu, perbedaan usia yang terpaut hingga sembilan tahun dengan suami, juga tak membuat Tiwi kesulitan menjalani rumah tangga dengan Shogo. Tiwi mengaku sangat menikmati peran barunya sebagai seorang istri. “Alhamdulilah saya sudah nikah, jadi sekarang punya kebiasaan baru, mudah-mudahan menyenangkan,” kata wanita berzodiak Aquarius itu.

Meski sudah menikah, Tiwi bersyukur suaminya tak membatasi karirnya didunia tarik suara. Dia pun tak mau buru-buru diboyong ke negeri asal sang suami. “Kalau untuk ke Jepang, mungkin nanti. Tapi keluarga suami sudah dateng sih,” tukasnya.

Sempat menjadi pertanyaan mengenai perbedaan agama, Tiwi menegaskan kalau suaminya tersebut telah menjadi mualaf. Tiwi mengaku, sejak awal bertemu suami, dia mulai mengenalkan agama Islam. “Si Shogo itu mualaf, setelah dia menikah. Dari awal ketemu juga aku sudah jejalin Islam ke dia,” ungkapnya.

Lantas, kapan Tiwi akan mengenalkan sosok suaminya di depan umum? Pelantun Malu Dong itu mengatakan, suaminya tidak senang tampil di depan kamera. “Kalau untuk ke acara-acara segera, dia agak kurang senang kamera. Dia nggak begitu senang sama kayak begitu-begitu,” pungkasnya. (dew)

Article source: http://internasional.kompas.com/read/2012/09/14/08253075/Unjuk.Rasa.di.Kairo.Berlanjut


Tiwi T2 Belum Mau Ikut Suami ke Jepang

Wednesday, June 12, 2013

Kaasiyaatun 'Aariyaat

Ali r.a. berkunjung kepada Nabi saw. bersama Fatimah r.anha. Nabi saw sedang menangis terisak. Ali bertanya, “Bapak dan Ibuku menjadi tebusan atas kesedihanmu, hai Rasulullah, apa sebenarnya yang menyebabkan engkau menangis ?”


Rasulullah saw menjawab, “Hai Ali pada malam ketika aku diisra’kan ke langit, kulihat beragam wanita dari umatku disiksa di neraka, aku menangis karena beratnnya siksaan itu. Aku lihat wanita digantung rambutnya dan otaknya mendidih. Ada wanita digantung dengan lidahnya, sedang air mendidih dituang ke tenggorokan. Ada lagi wanita kedua kakinya dipasung hingga buah dada dan kedua tangannya terbelenggu di ubun-ubun. Allah Swt perintahkan ular dan kalajengking untuk menyiksa. Ada wanita digantung dengan kedua buah dadanya. Ada wanita berkepala babi dan berbadan keledai, mengalami beribu siksa. Ada wanita berbentuk anjing, sedang api neraka membakar dirinya masuk melalui lubang mulut dan keluar melalui duburnya, sementara para malaikat memukulinya dengan godam panas.”


Fatimah r.anha bangkit dan berkata, “Wahai kekasih dan permata hatiku, sesungguhnya apa yang mereka lakukan dengan siksa seberat itu ?” Rasulullah saw: “Wahai putriku, perempuan digantung dengan rambut sendiri karena tak menutup rambut dari pandangan lelaki lain. Perempuan digantung menggunakan lidah karena menyakiti suami. Perempuan digantung dengan kedua buah dada karena mengotori tempat tidur (bersetubuh dengan lelaki lain). Perempuan dipasung kedua kakinya dan kedua tangannya dirantai ke ubun-ubun, Allah perintahkan ular dan kalajengking menyiksa, karena tak mandi junub, tak mandi setelah haid dan melalaikan sholat. Perempuan berkepala babi berbadan keledai karena pengadu lagi pendusta. Perempuan berbentuk anjing dan api membakar masuk melalui mulut dan keluar melalui dubur, karena suka mengungkit (pemberian ke suami) dan dengki. Putriku, celakalah istri maksiat pada suami’.


Kemudian Nabi saw bwesabda :


“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim/2128).


Belum pernah ada tapi terjadi setelah beliau tiada. Menurut An Nawawi, ‘kasiyaatun ‘aariyah dalam hadis itu, bermakna; Pertama, wanita mendapat nikmat tapi tak bersyukur. Buka aurat, kepala, telapak kaki, paha, celana dan rok di atas dengkul. Budaya barat berbumbu maksiat bercumbu aurat. Kedua, wanita berpakaian tapi kosong amal, tak mengutamakan akhirat dan tidak taat. Ketiga, wanita sengaja pamer anggota tubuh. Berpakaian tapi telanjang. Keempat, wanita berpakaian tipis hingga jelas bagian dalam. Zohirnya berpakaian, hakikatnya telanjang. (Syarh Muslim, 9/240). Akan muncul di kalangan umatku, lelaki menunggang atas pelana, turun di pintu masjid. Isteri dan anak perempuannya berpakaian tipis dan ketat. Di kepalanya bonggolan (sanggul atau tocang) seperti punuk unta. Laknatlah mereka. Sungguh mereka wanita terlaknat” (HR Ahmad 2/223).


Ibnu ‘Abdil Barr rah.a memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat; wanita berpakaian tipis menggambarkan bentuk tubuh. Pakaian belum menutup anggota tubuh yang wajib ditutup sempurna. Berpakaian namun hakikatnya telanjang. Perempuan muslim mengenakan kerudung menutup kepala dan rambut, namun bahan tipis, transparan, ketat, sehingga menampakkan lekuk tubuh. Kepala dibalut kerudung atau jilbab, kaos ketat, celana full pressed body, konon kerudung gaul. Padahal mereka melecehkan syariat. Simbolnya Islam modelnya batil. Wanita berkerudung gaul tutup aurat dengan paradigma, ‘perempuan harus mensyukuri keindahan tubuh sebagai anugerah Allah, lalu memamerkannya.’ Maraknya kerudung gaul akibat akal minim dilanda iklim. Ikut-ikutan, korban iklan, sambil berangan, ‘Nikmatilah keindahan tubuh dan kecantikanku.’ Adakah yang mau mendekat ? Adakah yang mau memandang ? Adakah yang mau tersenyum ? Setiap orang mengigau, ‘Aduhai betapa cantiknya ?’ Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa berpakaian sombong (berbangga) di dunia maka Allah akan pakaikan kehinaan di akhirat.’(HR Abu Dawud). Al Munawi memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat (berpakaian tapi telanjang); wanita berpakaian tipis tampak kulit. Menampakkan perhiasan tanpa pakaian takwa. Makna lain, tandanya tidak syukur nikmat. Menutup sebagian, membuka sebagian. (Faidul Qodir, 4/275).


Kaasiyaatun ‘aariyaat ; ‘Wanita berpakaian tipis nampak bagian dalam tubuhnya dan membuka sebagian aurat yang wajib ditutup.’ Jika wanita mengetahui sesuatu haram tapi menghalalkannya, maka ia jatuh ke derjat kafir. Bagi mukminah, menundukkan pandangan; menjaga kemaluan; tidak menunjukkan perhiasan kecuali apa yang seharusnya; menutupi dada dengan kerudung; tidak menampakkan perhiasan kecuali kepada suami dan mahram.


Di sini akan tampak selas bahwa syariat itu berkaitan langsung pada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat. Setiap amalan menuju kesempurnaan tauhid. Berpakaian bukan sekadar tutup aurat, adat atau model dari keadaan dan tempat tertentu, tapi kaitannya adalah ketaatan terhadap syariat. Ada pendapat kalau di kolam renang boleh pakai bikini, di lapangan bola boleh pakai celana pendek, cadar itu budaya Arab tidak cocok untuk Indonesia, berjubah dan berjanggut budaya Arab tidak sesuai budaya kita. Itulah mulut- mulut tak bertanggungjawab. Padahal itu ajaran Islam yang jelas, baku, bersih dan furqon (pembeda), dilandasi nash yang qath’i. Coba anda jalan-jalan di Amerika, London, Meulborne (Australia), Nagoya (Jepang) jelas kelihatan wanita muslimah dan non muslimah dari cara berpakaian. Padahal muslimnya minoritas. Justru terbalik, di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia. Di tempat umum, kita enggan mengucap salam, kalau-kalau yang dihadapi non muslim. Karena hak menjawab salam dengan kata Alaikumussalaam wajib dan untuk sesama muslim. Tapi karena orang Islam (terutama wanitanya) kebanyakan cara berpakaiannya sama saja dengan wanita non muslimah, bahkan pada waktu-waktu shalat kebanyakan muslimahnya tidak shalat, sehingga tak ada yang membedakan mereka, maka menjadi rancu. Tak menunjukkan Islam sebagai Furqon. Islam KTP, tak ada dalam kehidupan nyata. Semestinya ingat, isi neraka itu mayoritas perempuan. Rasulullah saw. sekembali Isra dan Mi’raj, menyaksikan, perempuan digantung dengan rambutnya, otak di kepalanya mendidih. Mereka dulu tak melindungi rambut (tak berjilbab) agar tak dilihat lelaki lain. Perempuan yang digantung dengan lidahnya, tangan dikeluarkan dari punggungnya, kerongkongan dituang minyak panas. Mereka suka menyakiti hati suami dengan kata-kata. Perempuan mengunyah-ngunyah badan sampai hancur sambil berteriak kesakitan, Allah cipta badan baru dan lebih mulus, lalu dikunyah-kunyah lagi. Dulu, di dunia sering mempertontonkan tubuh dan aurat di depan khalayak (seperti penyanyi, penari, perenang, artis dan sebagainya). Perempuan digantung dengan buah dada dari arah punggung dan air pohon zaqqum dituang ke kerongkongannya. Merekalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa izin suami. Perempuan diikat dua kaki dan dua tangan sampai ke ubun-ubun dan dibelit ular dan kala jengking. Mereka yang mampu sholat dan puasa, tapi tak mau mengerjakan, tak berwudhu dan tak mau mandi junub. Keluar rumah tanpa izin suami (wanita karir, TKW), tidak mandi dan tidak bersuci selesai haid dan nifas. Perempuan makan daging tubuhnya sementara di bawahnya api menyala. Perempuan berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang (para artis, selebritis, wartawan gosip, antara lain dalam infotainment, tari-tarian, showbiz dan wanita karir). Perempuan memotong badan sendiri dengan gunting neraka. Karena suka mencari perhatian orang agar melihat perhiasan diri (artis dan selebritis). Perempuan kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai. Suka mengadu domba dan pendusta. Perempuan berwajah anjing, ular dan kala jengking masuk ke mulut dan keluar melalui dubur. Yakni, suka marah kepada suami dan memfitnah orang. Jika ancamannya jelas, kenapa wanita masih pakai rok dosa ? pamer paha ? pamer rambut ? pamer telapak kaki ? pamer leher ? Jawabannya ada pada iman masing-masing.


                                                        Penulis, pemerhati masalah keislaman.


Article source: http://utama.seruu.com/read/2013/03/29/154627/mui-sumut-pelaku-kumpul-kebo-harus-dihukum-berat


Kaasiyaatun 'Aariyaat

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Jengkel Soal Isu Mualaf dan Nikah Siri dengan Suami Artis Afifa Syahira | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Kakak sekaligus manajer Angel, Daniel, mengungkap kalau adiknya itu cukup resah karena tertimpa isu tak sedap.

image

WowKeren.com - Angel Karamoy kembali diisukan menjadi mualaf dan menikah siri. Bahkan ia juga dirumorkan menikah dengan Syaiful Drajat, produser sekaligus suami artis muda Afifa Syahira.

Kedekatan Angel dengan produser sinetronnya, "Surga Yang Kedua", itu semakin jadi sorotan. Ini karena mantan istri Steven Rumangkang itu sempat liburan bareng keluarga Syaiful.

Menanggapi isu tersebut, kakak sekaligus manajer Angel, Daniel Karamoy, tak mau banyak bicara. Hanya saja, Daniel mengungkap kalau Angel sempat kesal karena diberitakan yang tidak-tidak.

"Dia (Angel) bilang 'Kenapa sih semua tindakan gue salah?' soalnya inframe sama ini digosipin, terserah saja deh mau gimana," kata Daniel. "Ya namanya gosip, tersebar cepat, apalagi yang miring-miring. Ya terserah mereka mau ngomong apa. Kasihan aja sama Angel, baru kemarin, nanti inframe sama siapa kena lagi."

Daniel juga mengklarifikasi soal kabar Angel liburan bareng Syaiful. "Terserah mereka mau ngomong apa, yang jelas kami sedang syuting di Marbella, Anyer hingga Sabtu," seru Daniel menirukan jawaban Angel.

Daniel menambahkan kalau Angel juga sering curhat padanya. Namun ia berusaha bersikap profesional sebagia manajer. "Kalau udah kehidupan pribadi saya nggak mau urusin. Saya urus jadwal aja. Pasti lah (curhat). Saya kan kakaknya. Pasti dia ngomong. Yang penting kita benar-benar aja. Angel bilang, 'Yang penting aku syuting kerja, ngurusin anak-anak," seru Daniel. (wk/ri)

loading...

loading...

Berita Angel Karamoy terkait :
̢ۢ Angel Karamoy Dikabarkan Pacari Suami Afifa Syahira, Begini Reaksi Steven Rumangkang
̢ۢ Isu Angel Pacari Suami Artis 'GGS' Afifa Syahira, Netter Sindir Skandal Foto Pasha
̢ۢ Sudah Move On, Angel Karamoy Akhirnya Akui Punya Pacar Baru
̢ۢ Sahabat Kecewa, Isyaratkan Angel Karamoy Berubah Drastis Karena Pindah Agama?
̢ۢ Lihat berita terbaru Angel Karamoy ...

Koleksi foto Angel Karamoy terkini (95 foto):
"

| Angel | Karamoy | Jengkel | Soal | Mualaf | Nikah | Siri | dengan | Suami | Artis | Afifa | Syahira | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Kakak | sekaligus | manajer | Daniel | mengungkap | kalau | adiknya | cukup | resah | karena | tertimpa | sedap | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Karamoy< | kembali | diisukan | menjadi | mualaf | menikah | siri | Bahkan | juga | dirumorkan | Syaiful | Drajat | produser | suami | artis | muda | p>Kedekatan | sinetronnya | Surga | Yang | Kedua | semakin | jadi | sorotan | mantan | istri | Steven | Rumangkang | sempat | liburan | bareng | keluarga | p>Menanggapi | tersebut | kakak | banyak | bicara | Hanya | kesal | diberit | yang | p>Dia | (Angel) | bilang | Kenapa | semua | tind | gue< | salah | soalnya | inframe | sama | digosipin | terserah | gimana | kata | namanya | gosip | tersebar | cepat | apalagi | miring | ngomong | Kasihan | baru | kemarin | nanti | siapa | kena | lagi | p>Daniel | mengklarifikasi | soal | kabar | Terserah | jelas | kami | syuting | Marbella | Anyer | Sabtu | seru | menirukan | jawaban | menambahkan | sering | curhat | padanya | Namun | berusaha | bersikap | profesional | sebagia | Kalau | udah | kehidupan | pribadi | saya | nggak | urusin | Saya | urus | jadwal | Pasti | (curhat) | kakaknya | penting | benar | kerja | ngurusin | anak | ri)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Dikabarkan | Pacari | Begini | Reaksi | Rumangkang< | a>̢ۢ | Netter | Sindir | Skandal | Foto | Pasha< | Sudah | Move | Akhirnya | Akui | Punya | Pacar | Baru< | Sahabat | Kecewa | Isyaratkan | Berubah | Drastis | Karena | Pindah | Agama | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | foto | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Much for Visit this News

Angel Karamoy Jengkel Soal Isu Mualaf dan Nikah Siri dengan Suami Artis Afifa Syahira | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Kakak sekaligus manajer Angel, Daniel, mengungkap kalau adiknya itu cukup resah karena tertimpa isu tak sedap.

image

WowKeren.com - Angel Karamoy kembali diisukan menjadi mualaf dan menikah siri. Bahkan ia juga dirumorkan menikah dengan Syaiful Drajat, produser sekaligus suami artis muda Afifa Syahira.

Kedekatan Angel dengan produser sinetronnya, "Surga Yang Kedua", itu semakin jadi sorotan. Ini karena mantan istri Steven Rumangkang itu sempat liburan bareng keluarga Syaiful.

Menanggapi isu tersebut, kakak sekaligus manajer Angel, Daniel Karamoy, tak mau banyak bicara. Hanya saja, Daniel mengungkap kalau Angel sempat kesal karena diberitakan yang tidak-tidak.

"Dia (Angel) bilang 'Kenapa sih semua tindakan gue salah?' soalnya inframe sama ini digosipin, terserah saja deh mau gimana," kata Daniel. "Ya namanya gosip, tersebar cepat, apalagi yang miring-miring. Ya terserah mereka mau ngomong apa. Kasihan aja sama Angel, baru kemarin, nanti inframe sama siapa kena lagi."

Daniel juga mengklarifikasi soal kabar Angel liburan bareng Syaiful. "Terserah mereka mau ngomong apa, yang jelas kami sedang syuting di Marbella, Anyer hingga Sabtu," seru Daniel menirukan jawaban Angel.

Daniel menambahkan kalau Angel juga sering curhat padanya. Namun ia berusaha bersikap profesional sebagia manajer. "Kalau udah kehidupan pribadi saya nggak mau urusin. Saya urus jadwal aja. Pasti lah (curhat). Saya kan kakaknya. Pasti dia ngomong. Yang penting kita benar-benar aja. Angel bilang, 'Yang penting aku syuting kerja, ngurusin anak-anak," seru Daniel. (wk/ri)

loading...

loading...

Berita Angel Karamoy terkait :
̢ۢ Angel Karamoy Dikabarkan Pacari Suami Afifa Syahira, Begini Reaksi Steven Rumangkang
̢ۢ Isu Angel Pacari Suami Artis 'GGS' Afifa Syahira, Netter Sindir Skandal Foto Pasha
̢ۢ Sudah Move On, Angel Karamoy Akhirnya Akui Punya Pacar Baru
̢ۢ Sahabat Kecewa, Isyaratkan Angel Karamoy Berubah Drastis Karena Pindah Agama?
̢ۢ Lihat berita terbaru Angel Karamoy ...

Koleksi foto Angel Karamoy terkini (95 foto):
"

| Angel | Karamoy | Jengkel | Soal | Mualaf | Nikah | Siri | dengan | Suami | Artis | Afifa | Syahira | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Kakak | sekaligus | manajer | Daniel | mengungkap | kalau | adiknya | cukup | resah | karena | tertimpa | sedap | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Karamoy< | kembali | diisukan | menjadi | mualaf | menikah | siri | Bahkan | juga | dirumorkan | Syaiful | Drajat | produser | suami | artis | muda | p>Kedekatan | sinetronnya | Surga | Yang | Kedua | semakin | jadi | sorotan | mantan | istri | Steven | Rumangkang | sempat | liburan | bareng | keluarga | p>Menanggapi | tersebut | kakak | banyak | bicara | Hanya | kesal | diberit | yang | p>Dia | (Angel) | bilang | Kenapa | semua | tind | gue< | salah | soalnya | inframe | sama | digosipin | terserah | gimana | kata | namanya | gosip | tersebar | cepat | apalagi | miring | ngomong | Kasihan | baru | kemarin | nanti | siapa | kena | lagi | p>Daniel | mengklarifikasi | soal | kabar | Terserah | jelas | kami | syuting | Marbella | Anyer | Sabtu | seru | menirukan | jawaban | menambahkan | sering | curhat | padanya | Namun | berusaha | bersikap | profesional | sebagia | Kalau | udah | kehidupan | pribadi | saya | nggak | urusin | Saya | urus | jadwal | Pasti | (curhat) | kakaknya | penting | benar | kerja | ngurusin | anak | ri)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Dikabarkan | Pacari | Begini | Reaksi | Rumangkang< | a>̢ۢ | Netter | Sindir | Skandal | Foto | Pasha< | Sudah | Move | Akhirnya | Akui | Punya | Pacar | Baru< | Sahabat | Kecewa | Isyaratkan | Berubah | Drastis | Karena | Pindah | Agama | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | foto | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> |

Thank You So Much for Read this Article

Thursday, January 30, 2014

Rhonda Refaat Terinspirasi dari Sebuah Lagu

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh; Rosida Budi Suryaningsih


Suami tidak pernah memaksanya untuk segera masuk Islam.


Banyak orang menganggap masuknya Rhonda Refaat menjadi bagian dari Muslim karena dipaksa suaminya. Padahal, jauh sebelum ia bertemu dengan suaminya, Rhonda sudah mulai tertarik dengan Islam.


Ia banyak berkutat dengan dunia maya. Rasa penasarannya pada Islam membawanya pada sebuah chat room di Yahoo yang berisikan orang-orang Muslim.


“Saya ingin tahu tentang agama ini dan ingin belajar lebih banyak tentangnya,” katanya, seperti dilansir dari ifoundislam, beberapa waktu lalu.


Tak cukup hanya dari dunia maya saja. Ia juga banyak membaca buku di perpustakaan dan membeli buku-buku yang bisa menjelaskan Islam dengan sangat baik.


Ia lahir dan dibesarkan secara Kristen. Ia juga rajin pergi ke gereja dan membaca Alkitab. Sebenarnya, ada satu pertanyaan yang selalu mengusiknya sejak ia kecil, yaitu tentang status Yesus.


“Saya dulu bertanya kepada ibu saya, mengapa Yesus dianggap sebagai anak Tuhan dan mengapa Tuhan membutuhkan seorang anak?” tanyanya. Namun, pertanyaan itu tak bisa ditemukan jawabannya hingga ia dewasa.


Akan tetapi, Islam mampu menjawab pertanyaan yang membuatnya penasaran setelah bertahun-tahun lamanya.


Setelah banyak membaca buku Islam dan puas akan jawaban yang diberikan oleh sudut pandang Islam, ia semakin yakin pada agama Allah ini. Namun, ia belum berani untuk berpindah agama.


Ia tetap mempertahankan agamanya, bahkan ketika ia menikahi pria Muslim. Ia menikah di Mesir pada Agustus 2006.


Rhonda bersyukur suaminya tak pernah memaksakan kehendak agar ia berpindah agama. Islam memang tak pernah melakukan metode paksaan untuk menggaet umat.


Namun secara halus, suaminya menghujaninya dengan lagu-lagu Islami sepanjang waktu. Setelah menikah, ia kembali ke Amerika Serikat dan selalu dikirimi lagu-lagu Islami.


“Suami saya tahu, saya menyukai musik. Untuk itu, ia tak pernah memaksa saya pindah agama namun memberikan sentuhan halus secara tidak langsung agar saya jatuh cinta dengan Islam,” ujarnya menjelaskan.


Pertama kali ia dikirimi lagu-lagu yang dibawakan Sami Yusuf. Ia kemudian mengoleksi semua album dan selalu memperhatikan makna dari lirik-lirik dari lagunya.


Salah satu lagu favoritnya berjudul Al Mualim, yang menceritakan Muhammad adalah seorang nabi, utusan Allah untuk membawa manusia ke jalan kebenaran. “Aku mulai percaya pada hal ini,” katanya.


Musisi Islam lain yang menarik perhatiannya adalah seorang penyanyi bersuara merdu, Zain Bikha. Lagu-lagu berikut musiknya yang sangat pas, menyentuh hati terdalamnya. Dalam lagu I am a Moslem, lirik lagunya benar-benar merasuk ke benaknya.


Kira-kira liriknya seperti ini, “Ketika aku lahir, kata-kata pertama yang aku dengar adalah kata-kata Allah yang dibisikkan lewat telingaku dan sejak itu aku telah merasakan kekuasaan Allah dalam jiwaku, mengisi kehidupanku. Aku seorang Muslim, Islam ada dalam diriku, Allah Tuhanku, Alquran firman-Nya, Muhammad nabiku, dan kuberikan pujian kepadanya sepanjang waktu. Saya seorang Muslim selamanya.”


Mendengar lirik tersebut, Rhonda pun menitikkan air mata. Ia merasa pastilah sangat beruntung para perempuan yang lahir sebagai Muslim dan hidupnya menjadi tenang, tidak sepertinya.


Banyak memahami makna dari lirik lagu Islami ini, akhirnya membuat Rhonda semakin mantap untuk masuk Islam. Hal ini kemudian diutarakan kepada suaminya saat ia mengunjungi Mesir pada Juli 2007.


Meski suaminya sangat senang dengan hal ini, ia ingin memastikan Rhonda benar-benar yakin dengan keputusannya.


Ia kemudian memberikan waktu selama satu bulan untuk mempertimbangkan masalah tersebut dan benar-benar yakin pada langkah yang akan diambil nantinya.


“Suami saya sangat bijaksana sekali. Dalam waktu satu bulan selama saya di Mesir ini, saya terus berdoa menggunakan bahasa Inggris dan mulai belajar bahasa Arab, juga belajar gerakan shalat dan surat-surat pendek dalam bacaan Alquran, terutama surat al-Fatihah,” ujarnya.


Pada 14 Agustus 2007, suami Rhonda membawanya ke Al Azhar, kemudian membantunya untuk bertemu imam di sana dan mengucapkan syahadat secara resmi.


Rhonda akhirnya masuk Islam dengan senyum puas mengembang setelahnya. “Saya sangat bangga mengucapkan ‘saya seorang Muslimah’ pada dunia,” katanya.


Meski syahadat telah diucapkan, ia belum berani untuk mengenakan jilbab. Lagi-lagi suaminya pun tak memaksanya untuk harus menggunakan jilbab.


“Suami saya berkata, memakai jilbab itu adalah sebuah pilihan bagi saya, tentang hubungan saya dengan Allah. Ia tak mau jika saya mengenakan jilbab hanya demi dirinya,” ujar Rhonda menjelaskan.


Lama kelamaan Rhonda pun tahu hukum memakai jilbab bagi seorang Muslimah. Sama halnya dengan keputusannya masuk Islam, keputusannya untuk mengenakan jilbab dan busana Muslim datang dari hatinya sendiri, tanpa paksaan dari siapa pun.


Article source: http://www.wartanews.com/timur-tengah/827c3d75-3a1d-4447-90a1-78334a73766f/bassem-yousef-nampak-cantik-harus-memakai-jilbab-seperti-wanita


Rhonda Refaat Terinspirasi dari Sebuah Lagu

Friday, May 3, 2013

Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

JANTHO – Pasangan suami istri, Sobar (50 th) dan Ukurta (45 th) asal Tanah Karo, Sumatera Utara mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam, Jumat (3/5/2013). Pensyahadatan mereka dibimbing oleh pengurus MPU Aceh Besar, Tgk Syahabuddin dan dilakukan usai shalat Jumat di Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho.


Usai disyahadatkan, Sobar berganti nama Islam menjadi Muhammad Sabar dan istrinya berubah nama menjadi Siti Aisyah. Pasangan suami istri yang sebelumnya beragama Kristen itu menyatakan masuk Islam tanpa paksaan dari siapapun.


Airmata terharu juga terlihat dari wajah pasangan suami istri yang kini menetap di perumahan mualaf binaan Baitul Mal Aceh Besar di Gampong Awek, Kecamatan Kota Jantho.


Hadir dalam kegiatan pensyahadatan tersebut, Imam Besar Masjid Al-Munawwarah Kota Jantho, Tgk Zaini ZA SAg MH, Kadis Syariat Islam Aceh Besar T Hasbi SH, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, KepalaTatausaha Kemenag Aceh Besar Nasrullah SAg dan Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar Drs M Zain MPd, anggota DPRK Aceh Besar Iwan Sulaiman, para PNS, serta tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Kota Jantho.


Dalam bimbingannya, Tgk Syahabuddin mengharapkan agar pasangan suami istri tersebut terus mendalami ajaran Islam agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan kesehariaan.


Kepada tokoh dan warga muslim, diharapkan dapat membimbing kedua saudara seiman tersebut, sehingga menjadi umat Islam yang taat dan bertakwa kepada Allah SWT. ”Alhamdulillah, Saudara Muhammad Sabar dan istri telah dengan kerelaan hati memeluk agama Islam dan memperoleh hidayah dari Allah SWT. Semoga dapat terus mendalami dan mengamalkan ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari,” harapnya.  


Pensyahatan pasangan suami istri ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Jantho yang ke-29 yang jatuh pada Jumat (3/5/2013). Pemkab Aceh Besar sendiri pagi tadi menggelar upacara HUT Aceh Besar dan Sidang Paripurna DPRK.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/05/03/mm6nzv-saat-dihina


Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

Thursday, May 16, 2013

Isu Selingkuh, Suami Inggrid Kansil: Ini Semua Fitnah

Isu Selingkuh, Suami Inggrid Kansil: Ini Semua Fitnah


Liputan6.com, Jakarta : Inggrid Kansil dan suami, Syarief Hasan akhirnya bicara kepada media mengenai isu perselingkuhan Inggrid dengan anak tirinya. Sebagai suami, Syarief menjamin isu perselingkuhan hanya finah belaka. Ia juga menjamin istri dan anak-anaknya adalah muslim taat.

Inggrid dan Syarief secara khusus mengundang wartawan untuk mengklarifikasi isu perselingkuhan di kediamannya, di perumahan Widya Chandra, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2013) siang. Padahal sebelumnya, lewat pesan singkat Blackberry Messenger (BBM), Inggrid Kansil memberitahu pembatalan konferensi pers yang sedianya digelar Kamis pagi (16/5/2013). [Baca: Isu Selingkuh dengan Anak Tiri, Inggrid Kansil Batal Konpers]


“Sebenarnya saya tidak merasa perlu melakukan preskon tadinya. Karena saya pikir saya punya prinsip masalah ini benar-benar fitnah,” ujar Syarif dalam keterangan persnya.


Syarief yang merupakan Menteri Koperasi dan UKM mengaku sama sekali tak percaya dengan isu yang ramai berkembang di media sosial. Ia yakin, meski Inggrid seorang mualaf, sang istri kini menjadi muslimah yang taat. Begitu juga dengan anak-anaknya, yang menurut Syarief sangat rajin mengerjakan kewajiban salat lima waktu.


“Keluarga saya itu keluarga yang taat. Saya alhamdulillah salat lima kali tidak pernah absen, istri saya juga mualaf tidak absen salat, anak-anak juga pendidikan agama bagus. Masyarakat sudah tahu langkah kami dari bangun pagi sampai tidur lagi. Jadi sebenarnya kalau ada isu difitnah begitu, ya teman-teman sudah pasti tahu,” jelas Syarief.


Gosip perselingkuhan Inggrid dengan anak tirinya pertama kali muncul dan ramai di Twitter dengan pemilik nama akun TrioMacan2000. Dalam Twitter tersebut disebut-sebut kalau wanita yang diduga Inggrid Kansil selingkuh dengan anak tertua Syarief dari istri sebelumnya. (Fei)


Article source: http://www.fajar.co.id/read-20130410075440-farhat-abbas-serang-pengacara-eyang-subur


Isu Selingkuh, Suami Inggrid Kansil: Ini Semua Fitnah

Monday, November 18, 2013

Langkah Asmirandah-Jonas Khawatir Ditiru

Jonas dan Asmirandah


FPI menuduh Jonas telah melakukan penistaan agama

JAKARTA- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni dan Budaya KH A Cholil Ridwan khawatir tindakan Asmirandah dan Jonas Rivanno akan ditiru banyak orang mengingat profesi keduanya sebagai publik figur.


Pernikahan Jonas dan Asmirandah menuai sorotan karena Jonas memeluk agama Islam atau mualaf sebelum menikah. Namun, setelah isu pernikahannya terkuak, Jonas membantah telah masuk Islam dan mengaku masih Kristen.


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok dan Front Pembela Islam (FPI) Depok pun langsung mengecam bantahan Jonas. MUI Depok mengaku punya bukti kuat Jonas telah memeluk agama Islam seperti surat, foto dan saksi.  “Iya takutnya seperti itu (ditiru),” kata Cholil Ridwan dilansir okezone.


FPI pun melaporkan Jonas ke polisi karena dianggap melecehkan agama Islam. Mereka juga menganggap Jonas telah melecehkan lembaga negara seperti MUI dan KUA karena pura-pura masuk Islam agar bisa resmi menikahi Asmirandah. Setelah menikah, Jonas lantas kembali kepada agamanya semula.


Dalam hal ini Cholil Ridwan menilai status keislaman Jonas Rivanno gugur karena suami Asmirandah itu pernah membantah menjadi mualaf dan mengaku masih beragama Kristen.


“Berarti dia bukan Islam karena pernyataannya belakangan. Pernyataan itu menghapus kemualafannya. Masuk Islam itu menyatakan Islam dengan baca syahadat. Tapi dia tidak mengakui berarti kemualafannya gugur, keislamannya gugur,” tandasnya.


Menurut Cholil, Jonas harus membaca dua kalimat syahadat kembali jika untuk mendapatkan status keislamannya. Namun, Cholil mengatakan bahwa bintang sinetron itu akan dianggap telah mempermainkan agama.


“Dia harus baca syahadat lagi, tapi itu akan bisa dianggap mempermainkan agama. Secara syariat kalau baca syahadat lagi berarti dia Islam lagi,” terangnya.


Karena pernikahannya gugur, pasangan selebriti yang sering bermain sinetron bareng itupun bukan suami istri. Meski diwarnai kontroversi, Jonas dan Andah memang tetap merasa masih suami istri dan tinggal bersama.


“Masuk Islam itu menyatakan Islam dengan baca syahadat. Tapi dia tidak mengakui berarti kemualafannya gugur, keislamannya gugur. Karena dia tidak mengakui keislamannya, otomatis bukan suami istri lagi,” tegasnya.


Seperti diketahui, Jonas memeluk agama Islam dengan dipimpin Ketua MUI Depok pada bulan Agustus 2013 sebelum menikahi Asmirandah. Namun, setelah pernikahannya terkuak Jonas membantah telah masuk Islam dan mengaku masih beragama Kristen.


Sontak saja, MUI Depok mengecam bantahan Jonas itu karena mereka memiliki surat mualaf Jonas. Front Pembela Islam (FPI) Depok pun langsung melaporkan Jonas ke polisi karena dianggap mempermainkan agama.


Pada Sabtu kemarin, FPI kembali ke Polres Bogor untuk memberikan keterangan. “Kami baru menghadirkan saksi, yaitu keterangan MUI dan DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Masjid (An Nur). Dan Ane baru di minta keterangannya sebagai pelapor,” kata Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri dilansir tempo.


FPI menuduh Jonas melakukan penistaan agama Islam karena membantah telah masuk Islam. Padahal, FPI memiliki bukti berupa pengakuan Ketua MUI Beji, Depok yang mengislamkan Jonas. Menurut Idrus, Jonas bisa kena pasal penghinaan dan penodaan terhadap agama. “Polisi akan mengembangkan kasus ini barang kali ada pasal (lain) yang berkaitan status Jonas,” kata dia. okz,tmp


Article source: http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/13/09/06/msod7e-hamas-serukan-semarakan-al-aqsha-untuk-melawan-aksi-ekstrimis-yahudi


Langkah Asmirandah-Jonas Khawatir Ditiru

Saturday, January 19, 2013

Terjerat Aliran Sesat, Istri Laporkan Suami ke Polisi

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Tak tahan dipaksa menjadi budak seks, Haisa (40) warga Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar ini melaporkan suaminya, Hawu ke polisi.

Haisa mengaku kerap dipaksa menjadi budak seks sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan derajat keimanan yang sempurna dalam kelompok zikir dan tafakur Sandita Bapa Caulu.

Hawu, yang juga menjadi khalifat aliran kelompok ini untuk wilayah Sulawesi Barat kini menjadi buronan polisi. Hawu diduga melarikan diri dari sejak sang istri melaporkan kegiatan kelompok yang dinilai tak sesuai ajaran Islam ini ke polisi.

Haisa mengaku sudah menjadi pengikut aliran ini sejak 2008, sementara suaminya sudah jadi pengikut sejak belum menikah. Haisa selama menjadi pengikut  aliran sandita Bapa Caulu, dia dan sejumlah perempuan lain kerap dipaksa menjadi budak seks, pemimpian aliran yang dipanggil Puang Kulla.

“Saya malam itu bersama empat perempuan yang juga istri pengikut aliran ini masuk kamar, setelah pergelangan tangan kami diraba Puang Kulla kami  seperti dihipnotis, semua permintaan puang kami ikuti termasuk hubungan suami istri, saat suami kami berada di luar kamar,” ujar Haisa.

Menurut Haisa yang hanya bisa berbahasa Mandar ini, aliran ini juga melakukan penipuan. Setiap anggota kelompok dijanjikan emas batangan bernilai miliaran rupiah dan naik haji untuk menyempurnaakan ajaran mereka.

Namun, untuk mendapatkan itu semua para anggota dimintai sejumlah uang dengan besara bervariasi untuk mendapatkan emas batangan dan naik haji.

Hal yang sama juga dilakukan Haisa. Sayangnya meski Haisa sudah menjual hampir seluruh hartanya seperti lahan kebun dan emas 200 gram miliknya, hingga kini emas batangan dan naik haji yang dijanjikan belum diperolehnya.

Jamalauddin, keponakan Haisa, mengatakan pengikut aliran ini di Sulawesi Barat  diduga mencapai ratusan orang. Namun, Jamaluddin menduga banyak pengikut aliran ini yang kemudian mengetahui telah menjadi korban penipuan malu menceritakan hal sebenarnya.

“Pengikutnya ratusana orang di Sulbar, kebetulan rumah Haisa, adalah rumah kalifah wilayah Sulbar maka foto-foto dan KTP pengikutnya ada di sana,”ujar Jamaluddin.

Kapolsek Campalagian, Polewali Mandar, AKP Masdar Mansur mengakui telah menerima laporan pengaduan korban. Namun, polisi mengaku kesulitan mengungkap kasus ini lantaran Hawu, sang khalifah wilayah Sulbar melarikan diri sejak sebulan lalu.

Sedangkan, pemimpin tertinggi aliran Sandita Bapa Caulu diyakini tidak tinggal di Makassar dan Bone, Sulawesi Selatan.

“Kami sedang mencari Hawu dan telah jadi DPO, kami kesulitan mengorek keterangan untuk membuktikan kebnenaran laporan korban,”ujar Masdar. (K25-11/Junaedi)






Article source: http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=5455:jalan-kaki-datangi-markas-polisi&catid=60:news-update&Itemid=134


Terjerat Aliran Sesat, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Monday, January 7, 2013

Melanie Putria Beda Pendapat dengan Suami Soal Rencana Pendidikan Anak


Melanie Putria Beda Pendapat dengan Suami Soal Rencana Pendidikan Anak

Senin, 07 Januari 2013 13:28

| Nana Rohanawati

MASA depan anak penting untuk dipersiapkan dengan matang. Hal itu juga menjadi pemikiran Melanie Putria dan suaminya Angga “Maliq and D’Essentials”.

Menjelang 2 tahun usia anak semata wayang mereka, Sheemar Rahman Puradiredja, Melanie bertekad untuk memberikan pendidikan terbaik bagi sang buah hati.

Ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/1) malam, Putri Indonesia 2002 itu mengutarakan keinginannya untuk membawa anaknya mengenyam pendidikan menuju sekolah bertaraf internasional.

“Aku pengin Sheemar mencoba untuk masuk sekolah internasional karena sekarang sekolah internasional ada dimana-mana dan semua anak temenku masuk sekolah internasional”, ungkap Melanie kepada wartawan, Sabtu (5/1) malam lalu.

Namun keinginan Melanie nampaknya tidak berjalan mulus, sang suami justru menginginkan sang buah hati mengenyam pendidikan di sekolah Islami.

“Angga lulusan Al Azhar, dari TK sampai SMA dia masuk sekolah Islam sedangkan aku dari sekolah negeri. Angga tetap berpegang teguh pengin Sheemar masuk sekolah Islam”, ujar Melanie menggebu-gebu.

Meskipun begitu, Melanie dan Angga tak lantas memaksakan kehendak. Wanita bernama lengkap Melanie Putria Dewita Sari ini berujar akan mencoba mencari titik tengah.

“Ya udah, mungkin Sheemar akan masuk sekolah Islam yang sistemnya internasional. Dicari titik tengahnya ya walaupun Angga belum tentu setuju sih tapi sama-sama deh mencoba untuk kompromi dan mencoba yang terbaik untuk semua”, papar Melanie.

(nana/gur)

 

Berita Terkait:

Kulit Cokelat Bikin Melanie Putria Percaya DiriTak Jaga Penampilan Usai Melahirkan, Melanie Putria Sepi JobPunya Anak, Melanie Putria Sering Merasa TersiksaMelanie Putria Siap Eksis Lagi Pasca Melahirkan

Komentar   

raherlana

Berikan komentar

Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/12/30/167640/Sweeping-FPI-di-Lepau-Tuak-Mendapat-Perlawanan/6


Melanie Putria Beda Pendapat dengan Suami Soal Rencana Pendidikan Anak

Thursday, April 11, 2013

Kakak Perempuan Michael Jackson Tinggalkan Karir Masuk Islam?

Home Internasional



Kakak Perempuan Michael Jackson Tinggalkan Karir Masuk Islam?





 




Kamis, 11 April 2013


Hidayatullah.com–Penyanyi pop dunia, Janet Jackson yang juga kakak kandung mendiang Michael Jackson dikabarkan meninggalkan karir dan memeluk agama Islam. Kabar ini diperkuat pemberitaan National Enquirer yang mengangkat kehidupan Islam sang megabintang.


Aktris Janet Jackson juga diberitakan  telah pensiun dari industri hiburan setelah menikah dengan suami terakhirnya, Wissam Al Mana. Janet Jackson juga dikabarkan telah pindah ke Timur Tengah dengan suami barunya dan telah memeluk agama Islam.


“Dia telah pensiun. Dia menikah dengan seorang miliarder Arab. Mereka punya rumah di tiga negara. Janet dan suaminya kini  menghabiskan waktu mereka di Timur Tengah dan dia kini telah menjadi seorang Muslim,” kata seorang sumber, menurut laman The Indian Express, hari Rabu (10/04/2013).


Jackson telah merilis sepuluh album,enam diantaranya berhasil menduduki puncak tangga lagu di Amerika dan ia pernah membintangi beberapa acara TV dan film.


Isu lama


Kabar Janet Jackson memeluk Islam memang bukan hal baru. Sebelumnya isu ini sudah menghangat sejak tahun 2012. Dalam laporan utamanya, sebuah tabloid yang beredar khusus di swalayan Amerika Serikat mengangkat tajuk berjudul; “Rahasia kehidupan Muslim Janet Jackson”.


Guna memperkuat bahan pemberitaannya, tabloid tersebut memasang foto Janet yang tengah mengenakan penutup kepala yang menyerupai kerudung berwarna hitam.


Masih menurut tabloid tersebut, Janet juga dikabarkan akan segera melangsungkan pernikahan mewah dengan seorang miliuner Arab Saudi.  Penikahan tersebut bakal digelar dengan konsep super-mewah yang ditaksir menelan biaya 20 juta dolar AS (sekitar Rp 200 miliar).


Kendati pilihannya menjadi mualaf disebut akibat pengaruh sang calon suami, namun Islam sejatinya bukan hal yang baru bagi adik Michael Jackson itu. Sang kakak, Jermaine Jackson, malah sudah lama menjadi mualaf. Eks personel Jackson 5 itu telah mengganti namanya menjadi Mohammad Abdul Aziz.*


Rep: Panji Islam
Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27988/04/04/2013/%E2%80%9Cmengkristenkan-jawa%E2%80%9D.html


Kakak Perempuan Michael Jackson Tinggalkan Karir Masuk Islam?

Sunday, August 11, 2013

Bella Saphira Masih Bungkam, Calon Suami Akui Akan Menikah Bulan Agustus

WowKeren.com – Bella Saphira akan menikah dengan Mayor Jenderal H. Agus Surya Bhakti, bulan ini. Namun sampai sekarang, artis berusia 40 tahun ini tetap bungkam terkait rencana pernikahannya tersebut.



Bella terakhir kali bicara pada media, akhir Juli lalu setelah ia resmi menjadi mualaf. Ketika itu, Bella hanya menegaskan kalau ia masuk Islam bukan karena paksaan siapapun.



Sementara itu, Agus justru sumringah dan memohon doa agar pernikahan keduanya itu berjalan lancar. Namun Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut mengaku kalau ia dan Bella belum akan menikah pada 17 Agustus.



Agus mengaku kalau ia dan Bella masih mempersiapkan banyak hal untuk pernikahan mereka. “Untuk pernikahan, doakan semoga lancar ya. Yang pasti bulan ini tapi bukan tanggal 17 Agustus karena itu ulang tahun Kemerdekaan Indonesia dan ulang tahun saya,” gurau mantan komandan grup 3 Kopassus tersebut.



Sebelumnya, Agus pernah menikah namun sang istri telah meninggal dunia karena penyakit kanker. Dari pernikahan tersebut, Agus dikaruniai dua anak. (wk/ri)









Berita Bella Saphira terbaru :

• Bella Saphira Diisukan Akan Menikah 17 Agustus

• Bella Saphira Akan Dinikahi Deputi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme

• Bella Saphira Jadi Mualaf Demi Calon Suami?

• Keluarga dan Teman Diduga Tak Setuju Bella Saphira Masuk Islam

• Bella Saphira Akhirnya Resmi Menjadi Mualaf

• Berita Bella Saphira lainnya …


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Bella Saphira Masih Bungkam, Calon Suami Akui Akan Menikah Bulan Agustus

Sunday, September 15, 2013

Jejak Bintang: 'Botak' sanggup berselipar ke sekolah

Jejak Bintang minggu ini, RAP menyelongkar kisah pelakon yang sedang mencipta nama iaitu Johan Ariff As’ari, 27, atau nama pentasnya Johan As’ari. Dia mula dikenali ramai menerusi aksi hebatnya dalam drama bersiri Juvana, arahan Faizal Ishak dan sejak itu dia terus melakar kejayaan dalam kerjaya seninya.


Pasti penonton menyampah melihat aksi jahatnya sebagai Botak dalam Juvana, tetapi di luar lokasi, perwatakan dan karektor sebenarnya amat berbeza.


Johan dilahirkan pada 3 Disember, 1986. Dia anak kedua daripada empat beradik. Untuk mengenali secara dekat peribadi Johan, RAP menemubual ibunya, Datin Firdaus Datuk Abdul Kader, 56, iaitu wanita yang melahir dan membesarkannya.


“Johan seorang anak yang baik dan tidak kedekut. Bukan saja dengan saya, ayah dan adik-beradiknya malah dia juga tidak pernah berkira dengan sepupu dan kawan-kawannya,” kata ibu Johan, Datin Firdaus Datuk Abdul Kader, 56, mengenai aktor yang dikenali selepas membintangi drama bersiri Juvana yang disiarkan di TV3, pada April 2011.



Seperti pada Ramadan lalu, Firdaus beritahu Johan yang telefon bimbitnya tidak berfungsi dengan baik.


“Apabila saya menceritakannya kepada Johan, saya tak bermaksud minta dia belikan saya telefon baru kerana saya bercadang minta ayahnya (Datuk As’ari Ibrahim) yang belikan. Namun sehari sebelum Aidilfitri lalu, dia bawa balik telefon baru bagi menggantikan telefon saya yang rosak itu.


“Paling membuatkan saya terharu dia belikan saya telefon Ipone 5 (64G), sedangkan untuk dirinya sendiri dia beli Ipone 5 (32G). Dia kata untuk saya, dia belikan telefon yang paling canggih dan terbaik. Dia punya yang biasa-biasa saja, tak mengapa.


“Macam itulah sikap Johan, kalau dia dengar saja saya atau adik-beradiknya teringinkan apa-apa, dia akan cari. Beberapa hari sebelum hari raya dia berikan saya duit untuk belikan hadiah kepada semua sepupu perempuannya. Dia tak ada, tak apa, asalkan dia boleh menggembirakan hari orang lain,” kata Firdaus ketika penulis berkunjung ke kediamannya di Ampang, baru-baru ini.


Apabila mengenangkan kebaikan dan keluhuran hati anak kedua daripada empat beradik itu, Firdaus teringatkan kisah Johan dan adiknya (Muhammad Hazwan, kini berusia 23 tahun) sewaktu mereka bersama-sama bersekolah di Sekolah Menengah Tinggi Melaka (SMTM).


“Sudah sampai di sekolah baru Hazwan perasan yang dia tertinggal tali leher di rumah. Di SMTM, pelajar lelaki diwajibkan pakai tali leher. Melihatkan adiknya yang dah nak menangis, Johan berikan tali lehernya kepada Hazwan. Katanya, biar dia yang kena denda kerana dia lebih besar.


“Saya yang menghantar mereka ke sekolah pagi itu, bergenang air mata saya melihatkan gelagat mereka dua beradik. Betapa Johan sayangkan adiknya,” katanya.


Adik beradik Johan yang lain, Farah Alya, 29, dan Siti Aisyah, 25.


Cerita Firdaus lagi, ketika dia pergi bercuti di Palembang minggu lalu, Johan beri kad debit bank miliknya kepada ibunya itu agar Firdaus boleh membeli-belah di sana.


“Dia beri kadnya untuk saya berbelanja di sana dan dia tidak meletakkan had keluaran,” katanya.


Ketika Johan belajar di sekolah rendah, dia beri kasut sekolahnya kepada kawan kerana kasut kawannya itu sudah buruk.


“Selepas itu dia sendiri ke sekolah dengan berselipar. Yang ini saya marah kerana dia sanggup berkorban untuk orang lain sampai menyusahkan diri sendiri. Saya beritahu padanya, kalau nak tolong kawan pun, tengoklah juga keadaannya. Tetapi itulah Johan, dia tak sanggup tengok orang susah.


“Pada ketika yang lain, dia nak keluar dengan kawan-kawannya. Saya beri dia RM10 dan ada juga bekalkan dia makanan. Saya fikir dengan bekal itu dia dapat simpan duit belanja yang saya beri kepadanya. Rupanya dia gunakan duit itu belanja kawan-kawan pula.


“Johan seorang yang hatinya lembut dan kalau kita nak tegur dia pun kena cakap perlahan-lahan. Kita tak boleh berkasar dengannya,” katanya.


Menyambung perbualan, jelas Firdaus pada November ini, Johan akan bercuti ke Dubai bersama peminatnya dan dia mengajak semua ahli keluarganya pergi bersama.


“Insya-Allah jika tiada aral, kami akan ikut Johan. Kemudian pada Disember, sekali lagi dia akan ke sana untuk menjalani penggambaran drama. Dalam apa situasi pun, Johan tidak pernah melupakan keluarga,” katanya.


Imbas zaman kecil Johan, selepas melahirkan Johan, mereka sekeluarga berpindah dari Kuala Lumpur (KL) dan menetap di Melaka kerana mengikut bapanya yang aktif politik bertugas di negeri itu.


“Sebelum berkahwin dan sehingga lahirnya Farah, saya bekerja dengan FELDA. Waktu itu, suami sibuk dengan aktiviti politiknya di Melaka dan dia terpaksa berulang-alik antara Melaka dan KL. Kalau suami sibuk, saya akan bawa Farah balik ke Melaka. Selepas saya melahirkan Johan saya berhenti kerja dengan FELDA kerana sukar nak menguruskan anak kecil dan pada sama suami pula tinggal berasingan.


“Kami tinggal di Ayer Molek, Melaka. Di sana saya bekerja dengan Yayasan Melaka. Tidak lama selepas itu saya berhenti kerja menguruskan rumah tangga sepenuh masa. Johan dan tiga adik-beradiknya membesar di sana dan kami sekeluarga berpindah semula ke KL lima tahun lalu,” katanya.


Johan agak nakal ketika kecil.


“Waktu dia berusia sekitar tiga, empat tahun, pintu almari yang menyimpan pinggan mangkuk kena ikat dengan tali kerana dia suka memunggah barang. Dia jenis yang tak duduk diam, ada saja benda yang nak dibuatnya.


“Pernah sekali, ketika itu saya masih bekerja, saya tinggalkan Johan bersama kakak dan adiknya di rumah bersama pembantu, tetapi pembantu rumah saya ini suka berkebun. Tiba-tiba, jiran hubungi saya beritahu salah satu bilik di rumah kami berasap tebal. Nasib baik rumah tak terbakar.


“Rupanya Johan ambil bunga api yang saya simpan atas para dan bawa masuk ke bilik saya. Apabila saya tanya dia macam mana bilik saya boleh terbakar, katanya selepas bermain bunga api dia membuangnya dalam tong sampah yang terdapat dalam bilik itu. Dia tak tahu yang bara daripada batang bunga api itu lama-lama boleh membakar sampah dalam tong sampah itu.


“Mujur api itu hanya menyambar tilam dan ia membakar dalam tilam itu perlahan-lahan sehingga mengeluarkan asap hitam. Api belum sempat merebak ke ruang lain, kalau tidak saya tak tahu apa jadi dengan rumah dan mereka adik-beradik. Ngeri saya nak membayangkannya,” katanya.


Johan suka main parang.


“Dia libas-libas parang itu pada kakaknya yang buat kerja sekolah dan terkena belakang Farah sampai kena jahitlah,” katanya.


Selepas tamat sekolah menengah, Johan menyambung pengajiannya di Universiti Telekom Malaysia Melaka. Namun, selepas dua tahun belajar di sana, dia beritahu ayahnya yang dia tidak mampu meneruskan pengajiannya di sana.


“Kemudian ayahnya minta dia belajar agama dan seterusnya dia dihantar mendalami agama di Jambi, Indonesia. Dia belajar di sana pun tak lama kerana selepas dua tahun dia nak balik kerana dia tak tahan dengan disiplinnya yang ketat.


“Sebagai pelajar agama yang belajar menghafal al-Quran, mereka tidak boleh makan dan minum sebarangan. Kali kedua ayahnya pergi melawat dia di sana, dia minta dikeluarkan daripada sana dan balik ke sini dia belajar pula di Kolej Universiti Islam Antarabangsa Melaka, dalam jurusan Kaunseling. Apabila dapat berlakon dalam Juvana, dia minta cuti dengan pihak kolej selama setahun tetapi sekarang dah masuk tahun kedua.


“Saya harap dia dapat menyambung pengajiannya yang tertangguh itu,” katanya.
Jelas Firdaus, Johan sebenarnya suka menyanyi dan tidak pernah terlintas pun nak jadi pelakon. Ini mungkin kerana dia mengikut hobi ayahnya yang suka menyanyi.


“Sewaktu musim pertama Akademi Fantasia, dia belajar dalam tingkatan lima dan dia sanggup turun ke KL untuk menyaksikan program itu di sana. Barangkali tak ramai yang tahu Johan pernah pergi menghadiri uji bakat Mentor musim kelima dan bercita-cita nak jadi protege kepada Afdlin Shauki kerana dia amat meminati pelakon itu, tetapi tidak berjaya.


“Ketika uji bakat itu dia buat lawak dan Afdlin kata dia lebih sesuai jadi pelakon daripada penyanyi. Dia jadi pelakon hanya kebetulan kerana Farah yang menulis skrip dan bekerja di belakang tabir dunia penerbitan beritahu Johan, ada uji bakat mencari pelakon Juvana dan waktu itu Johan bercuti semester.


“Dia pergi ke uji bakat itu dan pengarah Juvana, Kamal Ishak mengambilnya berlakon untuk pilot drama itu untuk ditunjukkan kepada TV3. Pihak stesen TV suka dengan lakonan Johan dan Kamal terus mengambilnya berlakon dalam Juvana,” katanya.


Bapa Johan tak suka dia berlakon kerana mahu anak lelakinya itu menyelesaikan pengajiannya setahun saja lagi. Johan berkeras mahu berlakon dan dia memujuk bapanya serta berjanji untuk menamatkan pengajiannya.


“Melihatkan kesungguhan Johan, ayahnya terpaksa mengalah. Selepas dia dah berlakon banyaklah pula gosip yang timbul, tetapi kami sekeluarga tidak terkejut sangat kerana dah tahu industri ini macam mana. Namun sebagai ibu bapa kami berpesan kepadanya supaya berhati-hati dalam setiap tindak tanduk dan percakapannya,” katanya.


Apabila dia digosipkan dengan artis wanita terutamanya Nabila Huda, Firdaus tidak pernah melarang atau pun membantah.


“Siapa pun wanita yang Johan pilih sebagai kawannya atau calon isterinya, kami terima. Apa yang penting ialah kebahagiaan Johan dan siapa pun jodohnya kelak sama ada artis atau orang biasa, saya harap dia bertemu dengan wanita yang baik dan dapat menerima Johan seadanya serta menghormati orang tua.


“Johan ada beritahu saya yang dia nak berkahwin tetapi belum ada calon,” katanya.


Artikel ini disiarkan pada : 2013/09/16





Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=282185:artis-masuk-politik-jangan-hanya-popularitas&catid=17:politik&ItemId=30


Jejak Bintang: 'Botak' sanggup berselipar ke sekolah

Wednesday, January 9, 2013

LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso


LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso

Jakarta, GATRAnews – Lian Gogali menggagas sekolah perempuan untuk ibu-ibu korban konflik Poso. Usahanya yang menginspirasi dan tanpa lelah mengantarkannya menjadi penerima Coexist Prize. —

Kota Poso yang terik, awal November lalu, sekitar 50 ibu-ibu berkerumun di bawah tugu Jam Kota Poso, yang terletak di Jalan Kalimang. Mereka membawa poster kertas putih bertulisan ajakan agar menciptakan perdamaian di kota yang pernah terpecah oleh konflik selama hampir satu dekade itu. ”Kami Perempuan Poso Ingin Damai”, ”Ciptakan Poso yang Bebas dari Ketakutan”, ”Damai Tak Butuh Kekerasan”, begitu beberapa kalimat dalam poster yang dipertontonkan para perempuan setengah baya itu.

Mereka juga meneriakkan yel-yel agar perempuan Poso maju bersama membangun perdamaian dan menolak segala bentuk kekerasan, sembari membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang lewat. Seorang peserta aksi kadang memberikan seruan dan disambut balasan teriakan, ”Sintuwu maroso,” yang berarti bersatu dan kuat. ”Peristiwa kekerasan di Poso bukanlah kasus agama. Kekerasan Poso adalah bentuk kegagalan pemerintah, dan kami menolak segala bentuk kekerasan,” begitu pesan aksi damai itu yang dibacakan Lina Laando, koordinator lapangan.

Ibu-ibu pendemo dari berbagai latar belakang agama dan suku yang berasal dari Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Poso Kota, Lage, dan wilayah Tentena itu memang ingin kampung mereka damai, tak ada pertikaian lagi. Sejak ada konflik horizontal sekitar tahun 2000, hingga yang paling terbaru adanya pembantaian warga oleh oknum tak bertanggung jawab, akhir Agustus lalu, Poso memang seperti tak henti dirundung teror.

Trauma itu membuat perempuan Poso tenggelam dalam ketakutan. Jangankan menyuarakan pendapat, berkumpul atau berkomunikasi dengan orang berbeda keyakinan pun tak berani. Namun hari itu para perempuan yang merupakan anggota Sekolah Perempuan Mosintuwu itu sudah tak punya rasa takut untuk bersuara.

Ketakutan yang kini berganti menjadi kekuatan itu adalah salah satu hasil usaha panjang perempuan bernama Lian Gogali. Perempuan kelahiran Poso, 24 April 1978, ini tahu benar kondisi sosial budaya masyarakat di sana. Konflik telah memicu saling curiga, kebencian, dan permusuhan antar-warga.

Ketika konflik Poso pecah, keluarga Lian menjadi korban. Harta dijarah, rumah juga dihancurkan oleh api dan banyak yang terluka. Pada saat itu, Lian sedang belajar untuk meraih gelar master di Universitas Sanata Darma, Yogyakarta. Dia sempat pulang ke rumahnya, menyaksikan dan mengalami langsung getirnya konflik yang terjadi. Meski sedih, dia menyatakan tidak memegang dendam. Ia pun kemudian memutuskan menulis tentang resolusi konflik untuk tesisnya.

Maka, pada 2002-2004, Lian melakukan penelitian di beberapa wilayah pengungsian saat konflik Poso. Ia mewawancarai ratusan perempuan dan anak-anak. Selama penelitiannya itu, Lian menemukan bahwa perempuan adalah yang pertama memulai gerakan perdamaian pra dan pasca-konflik.

Seperti di masa lalu, selama konflik, sayuran, buah, dan lauk memiliki “agama”. Kristen menolak ikan yang berasal Poso Timur karena takut diracun. Sebaliknya, umat Islam di Poso menyingkirkan sayuran dari permukiman Kristen. Tapi para wanita tidak peduli. Bagi mereka, ini adalah masalah bertahan hidup. Suami dan anak-anak butuh makan.

Ratusan wanita juga membantu satu sama lain selama bentrokan. Seorang ibu muslim di Lage menyembunyikan wanita Kristen selama serangan. Di sisi lain, para pengungsi muslim menerima makanan dari pengungsi Kristen.

Dalam penelitian itu, Lian juga menemukan sesuatu yang kelak mengubah jalan hidupnya. Saat itu, seorang responden bertanya kepadanya, ”Setelah meneliti, menulis, dan mendapat gelar, lalu mau apa dengan wawancara ini?” Pertanyaan sederhana itu membuat Lian tersadar. Pertanyaan itu selalu diingatnya, bahkan setelah dia kembali ke Yogya untuk menyempurnakan tesisnya. “Saya memutuskan kelak kembali ke Poso dan bekerja untuk isu perempuan dan anak-anak,” katanya.

Dan, memang, begitu kuliahnya kelar sekitar tahun 2009, Lian memilih bekerja pada Asian Muslim Action Network (AMAN) sebagai fasilitator sekolah perempuan (SP) yang dibangun di Poso. Ketika AMAN menghentikan programnya, berbekal pengalaman dan pembelajaran yang didapat, Lian memutuskan membuat SP sendiri. “Saya percaya, ada kebutuhan mendesak bagi perempuan untuk berbicara dan berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Lalu didatangilah desa-desa di Poso, bertemu para wanitanya, untuk mengenal karakter mereka. Waktu itu, Lian sudah berketetapan hati untuk mengajar perempuan berpenghasilan rendah serta kelompok-kelompok minoritas yang tidak memiliki akses terhadap gender dan pengetahuan soal membangun perdamaian. Dia sengaja tak minta rekomendasi dari aparat desa atau tetua desa. Sebab biasanya dia diarahkan kepada pribadi-pribadi yang punya pamrih, bukan mereka yang benar-benar ingin memperbaiki diri.

Jadi, ada beberapa kriteria calon muridnya waktu itu. Pertama, mereka harus memiliki visi perdamaian inklusif dan keadilan. Mereka juga harus memiliki kemauan berjuang untuk orang lain. Lian pun mengutamakan muridnya adalah para korban kekerasan, karena mereka memiliki akses terbatas pada informasi dan biasanya tak berdaya.

Dengan dana yang terbatas, pada 2011 Lian bisa menyelenggarakan sesi awal SP Mosintuwu di teras rumah kontrakannya di Pamona. Sebuah ruang besar terbuka dengan dinding kayu. Angkatan pertama SP ini, kata Lian, awalnya sekitar 80 orang saja, terdiri dari umat Kristen 50%, Islam 40%, dan Hindu 10%. Semuanya ibu rumah tangga biasa, lulusan SD, maksimal SMP. Mereka juga diajari menonton film bersama, bermain peran, mengunjungi rumah ibadah, dan sebagainya.

***

Pada awalnya, kegiatan belajar-mengajar tidak berjalan lancar. Pertemuan pertama diawali tatapan mata saling curiga. Beberapa peserta juga ada yang tidak memiliki komitmen dan meninggalkan kelas. Mosintuwu yang berarti hidup bersama ini pun mengembangkan kurikulumnya sendiri di sekolah itu. Akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, dan perempuan diundang untuk duduk bersama mendiskusikan kebutuhan bahan kurikulum sekitar seminggu. Lantas kurikulum dielaborasi oleh Lian dan dibantu Jhon Lusikooy, seorang akademisi yang juga aktivis sosial di Tentena.

Meski tertatih, lambat laun sekolah itu bisa digelar sekali sepekan selama empat jam. Dalam menjalankan SP dan kemudian dilengkapi dengan sanggar anak, Lian membiayainya dari honor bekerja sebagai peneliti dan penulis. Suatu ketika, seorang kawan peneliti dari Belanda merekomendasikannya untuk menceritakan mimpi-mimpinya tentang SP ke organisasi Mensen Men Een Missie. “Mereka pun membiayai operasional SP,” tuturnya.

Ternyata dana dari Belanda itu sangat berguna. Begitu lulusan pertama kelar, banyak desa yang minta agar perempuannya dilibatkan dalam SP dan meminta agar SP berdiri di sana. Lian pun bersiap memperluas jaringannya. Apalagi, bila hanya membuka di Pamona, program pemulihan konflik berlatar keyakinan ini tak akan efektif.

Lian akhirnya dengan cepat bisa mendirikan SP setidaknya di 10 desa di tiga kecamatan. Antara lain Kecamatan Lage yang terdiri dari Desa Toyado, Labuan, Malei, Bategencu; Kecamatan Poso Kota yang terdiri dari Desa Bukit Bambu, Sayo, Tegalrejo; dan Kecamatan Poso Pesisir Selatan yang terdiri dari Desa Tangkura, Betalembah, Patiwunga. Mereka dari berbagai suku, seperti Pamona, Toraja, Bugis, Gorontalo, Bajo, dan Mori.

Namun, karena keterbatasan dana, tempat mengajar ini juga sederhana. Lian sudah biasa mengajar di rumah-rumah penduduk dan teras mereka, bahkan di ladang. Untuk menjaga semangat para perempuan itu, Lian rutin berpatroli ke tiap desa.

Saking semangatnya, ia pernah mengalami kecelakaan hingga perlu menggunakan kruk. Kakinya patah dan menderita infeksi. Dia sempat menjalani sembilan kali operasi. Namun ibu satu anak ini tetap bersemangat. Ia senang murid-muridnya menemukan ruang yang aman dan terbuka untuk berbicara.

Awalnya memang tak mudah menggandeng para perempuan itu. “Ada yang datang dengan dugaan ada uang duduk, setelah tahu tidak ada, terus mundur,” kata Lian. Lalu, karena pesertanya ibu rumah tangga, sang suami kerap melarangnya. “Ada anggapan, istrinya sudah tidak memperhatikan rumah tangga dan hanya mau sekolah,” ia menambahkan.

Sementara itu, beberapa warga berpikir, bekerja atau belajar di luar rumah tanpa izin suami tidaklah baik. Muncul pula asumsi, jika ikut SP, ibu-ibu berbicara lebih lantang dan melawan. “Beberapa sempat mengancam lewat SMS,” ungkapnya.

Namun ada pula warga yang mendukung karena istrinya bertambah pintar dan berwawasan ketika diajak berdiskusi. Perubahan paling nyata, menurut Lian, dirasakan para perempuan peserta SP sendiri. “Mereka mulai paham, saling menaruh respek, dan terbuka terhadap perbedaan agama yang ada,” kata perempuan yang telah menulis tiga buku, antara lain Konflik Poso: Suara Perempuan dan Anak Menuju Rekonsiliasi Ingatan, itu.

Di sebuah SP yang ada di Pamona, misalnya, sekolah dibuka para peserta dengan menceritakan persoalan yang dialami, seperti KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Lalu mereka mencoba saling mendukung, berempati, dan bersumbang saran. Kegiatan juga diisi dengan diskusi, bermain drama, menonton film, analisis film, kunjungan lapangan ke rumah ibadah agama Islam, Kristen, dan Hindu untuk mengenal dan mengetahui agama, membuat film pendek, dan permainan.

Hasil tempaan Lian memang luar biasa. Pada upacara wisuda angkatan pertama di Tentena, lulusan Mosintuwu sepakat untuk mengabdikan diri bagi masyarakat dengan membangun sebuah rumah untuk perlindungan perempuan dan anak.

***

SP Mosintuwu kini memiliki delapan modul kurikulum dan yang bisa diselesaikan dalam 10 bulan. Mata pelajaran yang diajarkan adalah toleransi dan perdamaian, gender dan isu-isu politik, berbicara di depan umum dan pembangunan ekonomi. Melalui kurikulum ini, para anggota diminta menghilangkan praduga, kecurigaan, trauma, dan dendam, membangun kepercayaan diri serta saling percaya, dan meningkatkan kerja sama.

Tahun ini, SP angkatan kedua, menurut Lian, dibiayai dari hasil Coexist Prize, yang diterimanya pada 20 Maret lalu di Skirball Center, Universitas New York, Amerika Serikat. Penghargaan internasional dari Coexist Foundation yang bermarkas di Inggris itu diberikan kepada mereka yang dianggap sebagai unsung hero, sosok tidak dikenal yang bekerja dan memperjuangkan isu perdamaian serta gerakan interfaith.

“Saya tidak tahu dan mendadak masuk daftar panjang nominasi. Setelah itu lupa, tidak ingat lagi,” katanya, merendah. Lian terpilih dari 300 lebih nominator yang masuk dari seluruh dunia. Lian dan para finalis lolos setelah melalui tahap penjurian yang ketat oleh Dr. Ali Gomaa, Rabbi David Superstein, Bishop Mark S. Hanson, dan Mary Robinson.

Dalam penjelasan resmi di website Coexist Foundation disebutkan bahwa Coexist Prize baru pertama kali diadakan pada 2012 ini. Para juri memilih enam nominator sebagai finalis. Hingga akhirnya, juri berkeputusan bulat memilih Lian sebagai penerima Coexist Prize. ”Lian Gogali menjadi pemenang karena dia contoh terbaik dari sebuah pengalaman pribadi dan sebuah proyek yang menginspirasi,” kata David Ford, profesor di Universitas Cambridge, Inggris, mewakili para juri.

Saat menerima hadiah senilai US$ 100.000 itu, Lian Gogali menuturkan bahwa Coexist Prize yang diterimanya adalah penghargaan untuk semua perempuan dan anak-anak yang selama ini bekerja bersama-sama dengannya dalam segala keterbatasan untuk memperjuangkan perdamaian dan keadilan. Termasuk untuk semua pihak yang tetap percaya dan terus berjuang bagi kesetaraan, untuk perdamaian dan keadilan, melalui gerakan interfaith.

Coexist merupakan yayasan yang sejak 2006 mengupayakan pendekatan antar-keyakinan untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik antara orang-orang Yahudi, Kristen, dan Islam, juga masyarakat lain, melalui pendidikan, dialog, dan penelitian. Penghargaan buat Lian itu adalah sebuah pengakuan atas usahanya membangun perempuan Poso menjadi bagian terbaik dalam mereduksi pengaruh hasutan ideologi kebencian.

Kini, setelah satu langkah dilalui Lian, ada satu harapan lagi yang ingin dia wujudkan. Lian ingin menggelar Kongres Perempuan Poso. Kongres ini dimaksudkan untuk membuka ruang bicara perempuan Poso serta akses ruang publik dan ruang politik, sehingga perempuan bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan mendapatkan keadilan. “Saya pun ingin membangun sekolah perempuan di beberapa tempat di Indonesia, juga di luar, khususnya di daerah-daerah pasca-konflik,” katanya. (Mukhlison S. Widodo dan Rach Alida Bahaweres)


LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso

Monday, November 11, 2013

Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia

Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia




Liputan6.com, Jakarta : Setelah resmi mendarat di perangkat Android dan iPhone, euforia aplikasi BlackBerry Messenger lintas platform cenderung menurun. Namun bukan berarti informasi seputar dunia teknologi tidak lagi diminati oleh pengguna internet di Tanah Air.


Berita Terkait



Timnas U-19 dan Evan Dimas Ramai Diburu di Internet


Timnas U-19 dan Evan Dimas Ramai Diburu di Internet



`BBM for Android` Masuk Dalam Pencarian Terpopuler Google


`BBM for Android` Masuk Dalam Pencarian Terpopuler Google


Meski tidak seramai pencarian informasi mengenai BlackBerry Messenger lintas platform, namun kehadiran aplikasi karikatur dan smartphone untuk kelas menengah ramai diperbincangkan di dunia maya. Berikut 10 tema yang banyak dicari oleh pengguna internet yang berhasil dihimpun oleh Google Indonesia.


1. Doa Awal Tahun, Doa Akhir Tahun, Tahun Baru Islam


Minggu lalu atau tepatnya 5 November, umat muslim di seluruh dunia baru saja melewati pergantian tahun Hijriah. Dalam pergantian tahun Hijriah, umat muslim lokal banyak mencari informasi mengenai doa awal tahun, doa akhir tahun, dan tahun baru Islam.


Tradisi pawai obor pun banyak dilakukan oleh sejumlah muslim di beberapa daerah di Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menyambut malam pergantian tahun dengan hal-hal menarik yang menarik dan membawa suasana meriah.

2. Anggara Putra Trisula


Sejak kasus kecelakaan massal malam pergantian tahun yang melibatkan nama Afriani, hingga kini kejadian serupa kerap terulang di beberapa lokasi. Kali ini kasus kecelakaan maut melibatkan salah satu siswi bernama Anggara Putra Trisula.


Anggara diketahui menabrak sejumlah SMA 2 Hang Tuah Sidoarjo pada akhir Oktober lalu. Kasus kecelakaan ini mencuat terkait dengan statur Anggara sebagai salah satu anak Purnawirawan Jenderal Kepolisian.


3. Hasil Liga Champion


Indonesia dan sepak bola seakan sudah menjadi satu hal yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain. Sejumlah tayangan olahraga ‘rakyat’ di televisi pun tidak pernah sepi peminat dan kerap menjadi bahan perbincangan yang menarik.


Salah satunya merupakan euforia liga champion yang telah memasuki matchday 4 pada pekan pertama November. Hasil pertandingan antar klub dari masing-masing grup di Liga Champion pun banyak dicari oleh netter lokal.


4. Moment Camera


Informasi mengenai aplikasi edit foto asal China dengan nama Moman Xiang Ji masuk dalam daftar pencarian terpopuler Google. Aplikasi yang bisa diunduh gratis di Apple AppStore dan Google Play Store ini memungkinkan foto pengguna diubah menjadi layaknya sebuah karikatur.


Menariknya, aplikasi ini masuk dalam aplikasi yang paling banyak diunduh di kedua platform populer tersebut. Bahkan ketertarikan pengguna Android dan iOS terhadap aplikasi ini berhasil membawa Moment Camera sebagai yang paling banyak diunduh. Ketenarannya berhasil melampaui aplikasi BlackBerry Messenger dan WhatsApp Messenger di kedua toko aplikasi online tersebut.


5. Andi Soraya


Nama artis cantik Andi Soraya atau lebih dikenal dengan panggilan Aya kembali menjadi sorota. Artis yang sempat tinggal serumah dan melahirkan seorang anak dari hubungannya dengan Steve Immanuel kali ini dikabarkan tengah diambang perceraian.


Aya dikabarkan telah ditalak melalui pesan singkat oleh sang suami, Rudi Sutopo. Bahkan sang suami yang juga berprofesi sebagai pengusaha kabarnya telah mendatarkan gugatan cerai tersebut ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.


6. Hari Pahlawan


Makna perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah kembali muncul saat peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya. Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November kerap diisi dengan upacara pengibaran bendera dan ziarah mengunjungi makam sejumlah pahlawan.


Dalam peringatan kali ini, pemerintah menghimbau agar masyarakat mengheningkan cipta selama 60 detik pada pukul 08.00 untuk sekedar mendoakan dan mengingat jasa para pejuang bangsa.


7. Anggita Sari


Kasus perceraian pedangdut Ayu Ting Ting dengan Enji melibatkan nama wanita cantik Anggita Sari. Anggita yang diketahui juga sebagai mantan kekasih bandar narkoba Freddy Budiman mengaku sempat bertunangan dan dihamili oleh Enji.



8. Samsung Galaxy Ace 3


Dominasi Samsung pada bisnis ponsel pintar berbasis Android masih terasa kental. Salah satu kehadiran ponsel kelas menengah, Galaxy Ace 3 berhasil mencuri perhatian pecinta gadget tanah air.


Informasi mengenai ponsel yang mengusung spesifikasi memadai dengan banderol harga yang relatif terjangkau banyak menarik minat netter di Indonesia untuk mencari tahu informasi tersebut secara lebih rinci.


9. Ayu Ting Ting


Jika sebelumnya nama Ayu Ting Ting sempat melonjak melalui lagu berjudul Alamat Palsu, kali ini kabar mengani kehidupan pribadinya banyak dicari pengguna internet. Sayangnya bukan kabar baik mengenai kehamilannya, namun kabar mengenai retaknya hubungan pernikahannya dengan Enji.


Kisruhnya hubungan rumah tangga yang dijalani keduanya menyita perhatian banyak orang. Mengingat usia pernikahan yang belum genap satu tahun tersebut juga melibatkan nama wanita cantik yang kabarnya menjadi orang ketiga diantara Ayu dan Enji.


10. Miss Universe


Ajang pencarian ratu sejagat ‘Miss Universe’ yang diadakan setiap tahunnya kembali menyita perhatian banyak orang. Tahun ini Indonesia kembali mengirimkan wakilnya di ajang prestijius tersebut.


Meskipun tidak terpilih sebagai pemenang, namun Whulandary Herman sebagai wakil Indonesia mampu masuk dalam daftar 16 besar. (vin/dew)







Article source: http://sabili.co.id/berita/inter/item/657-inilah-politisi-belanda-anti-islam-yang-kini-masuk-islam.html


Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia

Friday, August 16, 2013

[VIDEO] Diundur, Bella Saphira Kemungkinan Menikah di Binjai

[VIDEO] Diundur, Bella Saphira Kemungkinan Menikah di Binjai




Liputan6.com, Jakarta : Setelah menjadi mualaf pada pekan terakhir Juli 2013, Bella Saphira siap melangsungkan pernikahan dengan Agus Surya Bakti. Pria yang berhasil menjerat hati ratu sinetron era 90-an ini adalah jenderal bintang dua di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT.


Berita Terkait



Ditanya soal Pernikahan, Ini Jawaban Calon Suami Bella Saphira


Ditanya soal Pernikahan, Ini Jawaban Calon Suami Bella Saphira



Positif Bulan Ini, Bella Saphira Tak Nikah di Hari Kemerdekaan


Positif Bulan Ini, Bella Saphira Tak Nikah di Hari Kemerdekaan


Pasangan ini sempat merencanakan mengikat tali suci pernikahan tepat pada hari kemerdekaan 17 Agustus. Namun belakangan merebak kabar bahwa rencana pernikahan mereka diundur. Adapun kabar ini pertama kali diangkat sebuah harian Ibu Kota.


Dikabarkan pula, keduanya kemungkinan menikah di Binjai, Sumatra Utara, kampung halaman Mayor Jenderal Agus Surya Bakti yang tak lain mantan Komandan Grup 3 Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.


Namun ketika ditanya wartawan di kantornya kawasan Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat pada Rabu (14/8/2013), duda dua anak itu enggan menjawab seputar pernikahannya dengan Bella Saphira yang kabarnya akan berlangsung di Binjai.


“Itu masalah pribadi ya. Tolong dipahami ya, teman-teman,” ucap Mayjen Agus.


Adapun sejak menjadi mualaf dan mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada akhir bulan silam, nama Bella Saphira kembali menjadi buah bibir masyarakat. Banyak kalangan mengaitkan hijrahnya artis berusia 40 tahun itu sebagai pemeluk agama Islam dengan sosok Mayjen Agus Surya Bakti.


Dalam wawancara di sebuah tabloid terbitan Ibu Kota, wanita bernama lengkap Bella Saphira Veronica Simanjuntak membenarkan memundurkan rencana pernikahannya. Ini lantaran artis berusia 40 tahun itu mengaku keteteran mengurus dokumen untuk kepentingan menikah.


Ini memang bisa dimaklumi, terlebih sejak memeluk Islam Bella belum mengurus perubahan status agamanya di beberapa dokumen pentingnya. Bella pun dipusingkan untuk mengurus surat pengantar nikah bila memang benar akan menikah di Binjai.


Paling tidak Bella harus mengurus surat ke kantor kecamatan tempat ia tinggal hingga kantor urusan agama di Binjai.


Berdasarkan hasil penelusuran tim Waswas, mulai Kantor Kelurahan Pangkalan Jati hingga Kantor Urusan Agama Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, mereka menyatakan belum menerima surat permohonan menikah atau pengantar nikah.


“Sampai saat sekarang ini memang belum ada permintaan pengantar nikah atas nama Bella Saphira,” ucap Sugianto, Lurah Pangkalan Jati. Hanya saja, Sugianto mengaku tak mengetahui ketika ditanyakan kemungkinan Bella telah pindah alamat dan mengganti kartu tanda penduduk-nya.


Adapun alasan tim Waswas mengecek ke sana lantaran orangtua Bella Saphira berdomisili di kawasan Pangkalan Jati, Cinere, Depok.(Ans)






Article source: http://sidomi.com/206195/bella-saphira-masuk-islam-keluarga-menjauh/


[VIDEO] Diundur, Bella Saphira Kemungkinan Menikah di Binjai