Showing posts sorted by relevance for query menimpa. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query menimpa. Sort by date Show all posts

Monday, June 10, 2013

Muslim Inggris Diminta Tak Berspekluasi Soal Islamofobia

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Muslim Inggris diminta tidak berspekulasi soal kebakaran yang menimpa Islamic Center dan sebuah sekolah di London Utara. Permintaan ini disampaikan anggota parlemen Inggris, Bob Neil.


“Kami merasa prihatin soal ini, dan kita akan mencari tahu lebih lanjut soal masalah ini. Jangan terlalu dini melompat pada satu kesimpulan lantaran penyelidikan terus dilakukan,” kata Neil seperti dikutip BBC, Senin (10/6).


Semenjak kebekaran itu, komunitas Muslim merasa khawatir dengan keselamatan mereka. Sebab, kebakaran yang menimpa dua bangunan miliki komunitas Muslim terjadi tak lama sejak serangan terhadap tentara Inggris. Kekhawatiran bertambah lantaran ada indikasi keterlibatan kelompok sayap kanan.


Untuk menenangkan situasi, kepolisian Metropolitan London meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi soal kebakaran. “Kebakaran ini memang masuk dalam kategori mencurigakan. Tapi masyarakat jangan berspekulasi soal ini sebelum penyelidikan dilakukan secara tuntas,” tutur Neil.


Usai kebakaran Sabtu lalu, pelajar dan staf sekolah mulai kembali ke sekolah. Mereka menolak diminta komentar soal kebakaran itu lantaran ada permintaan dari pihak sekolah dan kepolisian. Namun, mereka berharap penyelidikan segera tuntas untuk mengungkap siapa pelakunnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, merujuk pada proyek TellMama, tercatat lebih dari 212 insiden serangan terhadap Muslim terjadi. Sekitar sebelas serangan diantarannya menyasar masjid.


Article source: http://www.merdeka.com/khas/merasa-damai-usai-bersyahadat-franck-ribery-3.html


Muslim Inggris Diminta Tak Berspekluasi Soal Islamofobia

Thursday, December 8, 2016

Malaysia Siapkan Aturan Stop Anak-Anak Jadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia Nazri Aziz menyambut baik rencana amandemen aturan perkawinan dan perceraian untuk menghentikan konversi minoritas yang kurang terliterasi menjadi Muslim. Ia menilai hal itu juga akan baik bagi citra Islam.

"Sebagai seorang Muslim saya gembira dengan hal itu, ini bagus untuk Islam. Saya juga tak ingin Islam dijadikan alat bagi sebagian orang untuk lari dari tanggungjawab terhadap pasangannya," ungkap Nazri seperti dikutip New Strait Times, Senin (21/11).

Menurut Nazri, suami atau istri yang sudah menjadi mualaf tidak boleh berpikir mereka tak harus memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga mereka. Sebelumnya, Pejabat Departemen Perdana Menteri Malaysia Azalina Othman mengatakan bahasan amandemen aturan ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan antaragama antara orang Muslim dan non-Muslim. Amandemen akan dilakukan pada bagian yang mengatur pernikahan, perceraian, dan waris.

Usulan juga mencakup agama anak-anak dari orangtua yang berbeda agama. Salah satunya Pasal 88A (1) tertera jika salah satu orang tua menjadi mualaf, agama anak tetap sama kecuali jika kedua orangtua sepakat menjadikan anak mereka mualaf juga.

Pada 25 Agustus lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan Pemerintah Malaysia tengah mencari cara meredakan konflik antara para mualaf dengan pasangan mereka terutama soal anak-anak. Salah satu kasus yang mencuat adalah kasus yang menimpa wanita Hindu, M Indira Ghandi yang kehilangan akses atas anak bungsunya Prasana Diksa yang dibawa mantan suaminya untuk menjadi mualaf.

"

| Malaysia | Siapkan | Aturan | Stop | Anak-Anak | Jadi | Mualaf | REPUBLIKA | KUALA | LUMPUR | Menteri | Pariwisata | Kebudayaan | Nazri | Aziz | menyambut | baik | rencana | amandemen | aturan | perkawinan | perceraian | untuk | menghentikan | konversi | minoritas | yang | kurang | terliterasi | menjadi | Muslim | menilai | juga | bagi | citra | Islam | p>Sebagai | seorang | saya | gembira | dengan | bagus | Saya | ingin | dijadikan | alat | sebagian | orang | lari | tanggungjawab | terhadap | pasangannya | ungkap | seperti | dikutip | Strait | Times< | Senin | p>Menurut | suami | atau | istri | mualaf | boleh | berpikir | harus | memenuhi | tanggung | jawab | keluarga | Senya | Pejabat | Departemen | Perdana | Azalina | Othman | mengat | bahasan | bertujuan | menyelesaikan | persoalan | antaragama | antara | Amandemen | dilakukan | pada | bagian | mengatur | pernikahan | waris | p>Usulan | mencakup | agama | anak | orangtua | berbeda | Salah | satunya | Pasal | tertera | jika | salah | satu | tetap | sama | kecuali | kedua | sepakat | menjadikan | p>Pada | Agustus | Najib | Razak | Pemerintah | tengah | mencari | cara | mered | konflik | para | pasangan | terutama | soal | kasus | mencuat | adalah | menimpa | wanita | Hindu | Indira | Ghandi | kehilangan | akses | atas | bungsunya | Prasana | Diksa | dibawa | mantan | suaminya | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this News

Malaysia Siapkan Aturan Stop Anak-Anak Jadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia Nazri Aziz menyambut baik rencana amandemen aturan perkawinan dan perceraian untuk menghentikan konversi minoritas yang kurang terliterasi menjadi Muslim. Ia menilai hal itu juga akan baik bagi citra Islam.

"Sebagai seorang Muslim saya gembira dengan hal itu, ini bagus untuk Islam. Saya juga tak ingin Islam dijadikan alat bagi sebagian orang untuk lari dari tanggungjawab terhadap pasangannya," ungkap Nazri seperti dikutip New Strait Times, Senin (21/11).

Menurut Nazri, suami atau istri yang sudah menjadi mualaf tidak boleh berpikir mereka tak harus memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga mereka. Sebelumnya, Pejabat Departemen Perdana Menteri Malaysia Azalina Othman mengatakan bahasan amandemen aturan ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan antaragama antara orang Muslim dan non-Muslim. Amandemen akan dilakukan pada bagian yang mengatur pernikahan, perceraian, dan waris.

Usulan juga mencakup agama anak-anak dari orangtua yang berbeda agama. Salah satunya Pasal 88A (1) tertera jika salah satu orang tua menjadi mualaf, agama anak tetap sama kecuali jika kedua orangtua sepakat menjadikan anak mereka mualaf juga.

Pada 25 Agustus lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan Pemerintah Malaysia tengah mencari cara meredakan konflik antara para mualaf dengan pasangan mereka terutama soal anak-anak. Salah satu kasus yang mencuat adalah kasus yang menimpa wanita Hindu, M Indira Ghandi yang kehilangan akses atas anak bungsunya Prasana Diksa yang dibawa mantan suaminya untuk menjadi mualaf.

"

| Malaysia | Siapkan | Aturan | Stop | Anak-Anak | Jadi | Mualaf | REPUBLIKA | KUALA | LUMPUR | Menteri | Pariwisata | Kebudayaan | Nazri | Aziz | menyambut | baik | rencana | amandemen | aturan | perkawinan | perceraian | untuk | menghentikan | konversi | minoritas | yang | kurang | terliterasi | menjadi | Muslim | menilai | juga | bagi | citra | Islam | p>Sebagai | seorang | saya | gembira | dengan | bagus | Saya | ingin | dijadikan | alat | sebagian | orang | lari | tanggungjawab | terhadap | pasangannya | ungkap | seperti | dikutip | Strait | Times< | Senin | p>Menurut | suami | atau | istri | mualaf | boleh | berpikir | harus | memenuhi | tanggung | jawab | keluarga | Senya | Pejabat | Departemen | Perdana | Azalina | Othman | mengat | bahasan | bertujuan | menyelesaikan | persoalan | antaragama | antara | Amandemen | dilakukan | pada | bagian | mengatur | pernikahan | waris | p>Usulan | mencakup | agama | anak | orangtua | berbeda | Salah | satunya | Pasal | tertera | jika | salah | satu | tetap | sama | kecuali | kedua | sepakat | menjadikan | p>Pada | Agustus | Najib | Razak | Pemerintah | tengah | mencari | cara | mered | konflik | para | pasangan | terutama | soal | kasus | mencuat | adalah | menimpa | wanita | Hindu | Indira | Ghandi | kehilangan | akses | atas | bungsunya | Prasana | Diksa | dibawa | mantan | suaminya | p> |

Thank U So Much for Read this Blog

Friday, February 1, 2013

Ihsan Ali Fauzi: Jangan Silau oleh Klaim Agama

Banyak orang terkejut saat Komisi Pemberantasan Korupsi KPK menangkap Presiden Partai Keadilan Sejahtera PKS Luthfi Hasan Ishaaq atas tuduhan menerima suap. Luthfi yang kini telah mengundurkan diri dari jabatan Presiden PKS ditangkap KPK bersama sejumlah anggota PKS lainnya.

Kasus ini menarik karena PKS banyak dipandang sebagai salah satu benteng terakhir aspirasi Islam dalam panggung politik di Indonesia.

Politik dan agama adalah isu yang tak ada habisnya dibicarakan para sarjana. Apalagi di masa ketika Islam politik sedang bangkit di banyak belahan dunia. Kemenangan Ikhwanul Muslimin di Mesir, atau berkuasanya partai Islam Al-Nahda di Tunisia disebut sebagai tanda menguatnya politik Islam.

Pertanyaan klasik yang muncul: apakah agama akan membuat politik menjadi lebih baik?

Ihsan Ali Fauzi adalah intelektual muslim yang menjabat Direktur Yayasan Paramadina.“Jangan silau oleh klaim partai agama,” kata Ihsan Ali Fauzi kepada Deutsche Welle.

Deutsche Welle

Bagaimana anda melihat kasus yang kini menimpa PKS?

Ihsan Ali Fauzi

Ini menunjukkan bahwa korupsi bisa terjadi pada siapapun, termasuk pada politisi yang mengklaim atas nama agama. Biasanya kan politisi yang mengklaim atas nama agama tertentu itu dianggap suci dsb. Tapi sebenarnya kita tahu, bahwa faktanya, norma agama tidak bisa berpengaruh seperti yang kita duga sebelumnya.

Deutsche Welle

Apakah kasus serupa juga terjadi di negara lain?

Ihsan Ali Fauzi

Misalanya Jerussalem Post yang menurunkan laporan bahwa ada sebuah lembaga agama yang cukup besar di Israel kini sedang dililit kasus korupsi. Kini ada banyak aktivis anti korupsi Israel yang mendesak agar lembaga-lembaga agama diperiksa karena seringkali mereka dianggap kebal dari tuduhan korupsi. Kita juga tahu bahwa indeks persepsi korupsi yang paling tinggi ada di negara-negara yang tingkat keber-agama-annya tinggi: Nigeria, Mali, Indonesia, Pakistan atau India. Bahkan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Departemen Agama di Indonesia dianggap yang paling parah tingkat korupsinya. Belakangan kita juga tahu bahwa KPK kini sedang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama.

Deutsche Welle

Banyak yang meyakini bahwa memasukkan agama ke dalam politik akan membuat politik menjadi lebih bersih. Apakah anda setuju?

Ihsan Ali Fauzi

Tak ada riset yang menunjukkan bahwa semakin banyak agamawan masuk ke dalam politik akan membuat politik lebih bersih. Berbagai riset menunjukkan bahwa korupsi jika sudah menjadi sistemik atau budaya, akan menimbulkan aksi kolektif. Artinya orang akan merasa bahwa kalau tidak korupsi maka dia akan rugi: kalau orang lain korupsi kenapa saya tidak? Di tengah situasi seperti itu, norma-norma agama yang mengajarkan kepatutan dan kejujuran tidak bisa menembus sistem atau budaya korup yang telah berakar kuat.

Deutsche Welle

Apa yang bisa dipelajari masyarakat Indonesia dari kasus yang kini menimpa PKS?

Ihsan Ali Fauzi

Perlakukan orang seperti orang biasa. Jangan silau oleh klaim karena saya berasal dari partai agama, maka saya akan lebih bersih atau lebih suci.

Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/12/27/167484/Unjuk-Rasa-Mahasiswa-di-Pandeglang-Ricuh/6


Ihsan Ali Fauzi: Jangan Silau oleh Klaim Agama

Wednesday, June 19, 2013

Karen Armstrong: Alquran Mengajarkan Belas Kasih

REPUBLIKA.CO.ID, Wawancara Karen Armstrong Pakar Agama: Alquran Mengajarkan Belas Kasih


Di ambang pintu, Karen Armstrong menyungging senyum. Ia mempersilakan masuk, menyapa ramah, dan mengucapkan “How do you do?” Lalu, ia duduk di sofa putih di kamar hotel ia menginap. Perempuan Inggris ini mengisahkan konsep belas kasih yang ia dengungkan, Islam, dan dirinya kepada wartawan Republika, Ferry Kisihandi, dan fotografer, Prayogi, Jumat (14/6) sore. Berikut petikannya.


Sebegitu pentingkah belas kasih bagi Anda?

Saya pikir ini merupakan hal terpenting di dunia. Ini juga menjadi ujian bagi pemeluk agama untuk menjalankannya. Di Alquran, misalnya, bertebaran ajaran yang mendorong untuk berlaku belas kasih terhadap orang lain. Di antaranya, memperlakukan orang dengan hormat, menyantuni fakir miskin, dan menciptakan masyarakat berkeadilan.


Menurut saya, ini merupakan tantangan dan kesempatan bagi semua agama. Ini juga sarana untuk membantu kita bertahan. Jika kita memperlakukan orang lain dengan buruk tentu dampaknya juga akan menimpa diri kita. Dan, kita melihat dunia sekarang mengalami hal seperti ini. Maka, sudah seharusnya kondisi semacam itu tak lagi berlangsung. Saya melihat Sang Buddha, Konfusius, dan Yesus semuanya bekerja di sebuah masyarakat yang penuh keserakahan. Tapi, mereka mampu bertahan dengan menggerakkan sikap belas kasih.


Bagaimana mempraktikkannya di tengah dunia yang sekarang sarat kekerasan dan konflik ini?


Saya akui, kini kita tinggal di tempat yang sangat terpolarisasi dan berbahaya. Tapi, pada dasarnya, kita tak bisa mengabaikan pengembangan ide belas kasih ini. Karena itu, sangat mendesak membangun kesadaran global soal ini. Lalu, membangun hubungan lebih baik dengan orang-orang yang berbeda dengan kita.


Semua sudah melihat, hampir semua musnah oleh senjata yang manusia buat. Demikian pula kalau merunut pada sejarah perang ratusan tahun silam. Itu berulang dan meletuslah perang di Afghanistan, Irak, dan sekarang terjadi di Suriah. Ini situasi berbahaya. Bila agama tak mampu tampil dengan pesan belas kasih yang ada pada ajarannya, mereka akan gagal mengatasi ini semua. Dengan demikian, mereka harus mampu. Apa yang mereka lakukan adalah untuk generasi kita sekarang.


Anda optimistis agama bisa memainkan perannya dengan baik?

Tergantung. Kita semua mempunyai jejak rekam bagus dalam mendorong upaya yang baik. Namun, karena rasa malas, hal itu tak berkembang. Saya bahagia dengan respons terhadap pesan belas kasih yang kemudian dituangkan dalam Piagam Belas Kasih. Muncul gerakan yang begitu aktif di Amerika Serikat (AS), Yordania, dan Pakistan juga di Indonesia. Jadi, secara alamiah, saya optimistis.


Tapi, kita masih menghadapi kendala utama, yaitu prasangka walaupun telah ada serangkaian dialog antarkeyakinan yang digelar?


Ini sisi alamiah manusia dan pada prinsipnya prasangka harus diatasi. Anda dapat melakukan seperti apa yang ditempuh Islamic Society of North America (ISNA), sebuah organisasi Muslim besar di Amerika Serikat dan Kanada. Beberapa tahun lalu mereka menegaskan untuk menerapkan prinsip belas kasih lewat Piagam Belas Kasih.


Imam masjid yang memimpin kegiatan ISNA menetapkan tekad menciptakan masjid yang penuh belas kasih. Ini maknanya, masjid harus ramah gender dan pemuda, mesti memperluas dialog antarkeyakinan, serta mempelajari cara dalam mengahadapi terjadinya penyalahgunaan agama oleh segelintir orang.


Mereka juga menyebarkan pesan belas kasih yang juga terdapat pada ajaran Islam dalam berbagai pelatihan imam. Maka intinya, akar rumput menjadi bagian yang vital. Di sisi lain, saya melihat adanya dialog di antara para pemimpin agama. Namun sebaiknya, ini tak berakhir pada konferensi. Dan, cara terbaik adalah dengan bekerja bersama-sama.


Langkah ini dapat dilakukan oleh Yahudi, Muslim, Kristen, Buddhis, maupun pemeluk Hindu. Karena itu, alangkah baiknya setiap masjid, gereja, maupun kuil saling menjalankan program untuk saling merangkul dan berdialog dengan orang lain.


Tak jarang, peristiwa semacam pengeboman di Boston membuat seluruh komunitas Muslim disalahkan?

Saya pikir, komunitas Muslim perlu benar-benar proaktif. Terkadang tak ada yang menaruh perhatian penuh saat muncul pernyataan bahwa Islam menentang pembunuhan terhadap orang tak berdosa. Tak pernah digambarkan oleh media mainstream. Di sisi lain, umat Islam harus terus memperlihatkan dalam kehidupan sehari-hari bahwa Muslim berbelas kasih dan menentang kekerasan.


Apakah Anda berpikir Muslim akan mampu melakukannya?


Saya tidak tahu. Muslim harus mencoba melakukannya sendiri. Tuhan menyatakan, Dia tak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka tak mengubahnya. Ini pernyataan yang terkandung dalam Alquran. Saya pikir, jihad sebenarnya adalah berusaha menjadikan hal itu terwujud.


Anda pernah menulis buku tentang Muhammad, kapan pertama kali tertarik mengkaji Islam?

Saat saya bekerja di televisi. Saya membuat program mengenai Perang Salib. Ini berarti saya harus mempelajari tentang Islam. Banyak orang memandang miring agama ini, saya tak paham apa yang mereka katakan. Saya dapat mempelajari Islam dengan baik. Lalu, saya ingin membuat Islam dapat diakses bagi warga Barat sehingga mereka lebih memahami agama ini.


Bagaiman pandangan Anda tentang Muslim di Indonesia?


Saya diundang oleh penerbit buku (Mizan) saya di sini. Dalam kurun 10 tahun ini saya sibuk bepergian ke sejumlah tempat. Pernah juga singgah ke Malaysia. Bagi saya, mesti tinggal beberapa saat dulu di Indonesia, berbicara dengan orang-orangnya, dan mempelajarinya, baru saya bisa menyampaikan opini mengenai Muslim di sini. Saya baru berada di sini pada Rabu (12/6) malam lalu.


Anda menikmati saat berbicara dari satu kuliah umum ke kuliah umum lainnya?

(Karen menjawab sambil tertawa). Tidak benar-benar. Saat kuliah umum, saya selalu mengatakan kepada setiap orang tentang apa yang mesti dilakukan. Saya pergi dari sini kemudian menuju tempat lainnya. Meski tak benar-benar menikmati, saya terkesan dengan sambutan-sambutan yang hangat dan saya sangat menghargainya. Anda tahu, sebenarnya saya adalah seorang yang sangat soliter.


Saya hidup sendiri, saya menyukai keheningan. Saya membutuhkannya termasuk saat menulis. Terlalu berat bagi saya untuk selalu berada di tengah orang banyak. Ini bukan nature saya. Tapi, dalam kunjungan ke Indonesia ini, saya tersentuh. Sebab, ada sambutan hangat dan banyak yang berbuat baik kepada saya. n ed: nur hasan murtiaji


Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.


Article source: http://www.harianterbit.com/2013/03/23/ratusan-biksu-budha-kejar-warga-muslim-di-meiktila/


Karen Armstrong: Alquran Mengajarkan Belas Kasih

Saturday, March 9, 2013

Melanie Ricardo pun ikut mencari Julia Perez

Sejak ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, artis seksi Yulia Rachmawati atau Julia Perez menjadi sulit untuk ditemui. Sebagai sahabat, Melanie Richardo prihatin dengan peristiwa yang menimpa wanita yang dipanggil Jupe itu.

“Untuk sahabatku Julia Perez, saya sedih, prihatin pasti. Pokoknya saya, Olga, temen-temen yang lain sempet pada nanyain, ‘Jupe ke mana?’. Kita tahu dia hilang,” ujar Melanie di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (27/2).

“Terakhir kita ketemu pas suatu acara. Kata dia, mau sendiri dulu. Orang kalau lagi ada masalah kalau lagi rame mungkin mumet, nah, mungkin dia lagi berdoa, sholat karena dia muslim. Pokoknya aku doain dia yang terbaik,” lanjut Melanie.

Dengan peristiwa yang dialami Jupe, Melanie sangat menyayangkan. “Karena sayang banget, Jupe potensial banget bagi seorang artis. Sehari bisa menghasilkan uang dengan pekerjaan dia yang halal,” tandasnya. (kpl/hen/rea/dar)


{paging_prev_label}

{paging_next_label}


Article source: http://www.tribunnews.com/2013/01/16/guru-besar-rantau-bemban-dijerat-tiga-pasal


Melanie Ricardo pun ikut mencari Julia Perez

Tuesday, June 25, 2013

Kisah Singa yang Tunduk kepada Nabi Daniyal

REPUBLIKA.CO.ID,   Oleh Afriza Hanifa


Allah memerintahkan si raja hutan tersebut untuk tunduk dan patuh.


Dua singa buas berputarputar di dalam lubang. Sesekali, para raja hutan itu mendongak ke atas, menunggu mangsa masuk ke kandang. Mata mereka awas, taring mereka tajam. Tiba-tiba, kandang dibuka, seorang pria hendak dilemparkan ke dalam lubang. Maka, singa-singa itu pun langsung beringas, siap menerkam. Apa pun yang masuk ke markas mereka akan tamat, bahkan sebelum mencapai dasar lubang. Mereka pasti akan langsung mencabiknya.


Bukan sembarang orang, pria yang hendak dilempar ke lubang singa itu merupakan seorang nabiyullah. Daniyal, sang utusan Allah bagi Bani Israil itu telah siap menerima hukuman. Tapi, sebenarnya hukuman itu hanya mengada-ada karena sang nabi tak melakukan pelanggaran ataupun kesalahan. Ia pun tak gentar, lisannya terus memohon pertolongan Allah.


Perkara Daniyal bermula ketika Raja Babylonia (Babel, sekarang Irak), Nebukadnezar, membutuhkan seorang penafsir mimpi. Sang raja bermimpi melihat sebuah patung raksasa yang setiap bagian tubuhnya terbuat dari logam yang berbeda.


Kepalanya terbuat dari emas, dada dan lengannya dari perak, perutnya terbuat dari tembaga, pahanya dari besi dan kakinya terbuat dari besi dan tanah liat. Tapi, kemudian sebuah batu menghancurkan patung tersebut hingga semuanya hancur luluh dan menjadi sebuah gunung. Tak ada yang mampu menafsirkan mimpi tersebut hingga kemudian raja dipertemukan dengan sang nabi.


Nabi Daniyal pun kemudian menafsirkan mimpi tersebut. Patung tersebut menunjukkan kekuasaan yang silih berganti. Emas mewakili Babylonia yang kemudian akan hancur diganti Kerajaan Persia yang diwakili perak. Kemudian, beralih ke Yunani dengan tembaga, lalu Romawi dengan besi. Tapi, semua kekuasaan itu akan hancur dan luluh lantak. Mendapat jawaban tafsir mimpi yang memuaskan, raja pun mengangkat Nabi Daniyal menjadi penasihatnya.


Namun, bukan hal baik yang didapat. Jabatan tersebut justru mela hir kan petaka. Para pejabat kerajaan merasa iri hati dan terus memfitnah. Hingga, mereka pun memengaruhi raja agar membenci Daniyaal. Terdapat fitnah yang mengatakan, Daniyal telah mencela raja. Fitnah lain menguak ibadah Daniyal ke Yerusalem yang rutin melanggar ketentuan raja. Fitnah lain mengatakan, kerajaan Babel akan hancur kecuali sang penafsir mimpi harus dibunuh. Berhasil dengan beragam fitnah yang diberikan, sang raja pun kemudian membenci Daniyal.


Raja kemudian memerintahkan pengawal membuat lubang dan me masukkan dua ekor singa ke dalamnya. Setelah itu, Daniyal pun segera diseret dan dimasukkan ke dalam kandang singa. Dua ekor singa pun telah siap menerkam. Tapi, Nabi Daniyal tetap sabar dan memohon pertolongan Allah. Ajaib, singasinga yang lapar itu membungkam mulut mereka. Tak sedikitpun taring tajam diperlihatkan dihadapan sang nabi. Saat Daniyal dimasukkan ke dalam kandang mereka, singa-singa itu justru menjilati sang nabi. Singa yang garang berubah menjadi hewan yang patuh. Sungguh tak masuk diakal kecuali memang karena kekuasaan- Nya. Allah memerintahkan singasinga tersebut agar patuh.


Beberapa hari dikurung di kan dang singa, Daniyal tetap selamat. Ia hidup bersama para singa. Hingga, kemudian rasa lapar dirasa kan sang nabi. Allah pun kembali memberi pertolongan. Allah me wahyukan kepada seorang nabi lain yang berada di Syam (kini Su riah, Yordania, dan Palestina), yakni nabi Yeremia (Jeremia) untuk menyiapkan makanan bagi Daniyal.


Namun, Yeremia kebingungan, “Ya Tuhan, saya sekarang ini berada di Yerussalem, sementara Daniyal ada di Babel,” ujarnya. Allah pun mewahyukan, “Lakukanlah apa yang Saya perintahkan dan Saya akan mengirimkan sesuatu yang akan membawamu ke sana,” firman Allah kepada nabinya.


Maka, Yeremia pun segera menyiap kan makanan. Nyata, Allah mengirimkan sesuatu yang kemudian mengantarkan Yeremia menuju Babel. Saat ia telah tiba di ambang lubang, Da niyal pun terkejut. “Siapakah itu?” kata Daniyaal. “Saya Yeremia, Tuhan mengutusku kepadamu” jawabnya.


Kemudian, terjadilah interaksi antara dua nabi tersebut. Daniyal pun sangat gembira dan bersyukur atas pertolongan Allah yang senantiasa diterimanya. “Segala puji bagi Allah yang tak pernah lupa kepada para hamba-Nya, Ia menghalau bahaya setelah kesulitan, menghargai kesabaran dengan keselamatan, melapangkan saat kewalahan, dan memberikan harapan atas ditengah keputusasaan,” kata Daniyal bersyukur tanpa henti.


Versi lain dalam kitab Yahudi dan Nasrani dikisahkan, fitnah yang menimpa nabi Daniyal terjadi di masa kekuasaan Parsi. Sang raja yang dekat dengan Daniyal bernama Dairus. Karena mendapat tekanan dari pejabatnya, Dairus terpaksa memasukkan Daniyal, penasihat kesayangannya, ke dalam lubang singa. Tapi, Darius justru terus gelisah dan terus menengok kondisi sang nabi.


Kisah Nabi Daniyaal memang terdapat dalam kitab suci Yahudi dan Nasrani. Kisahnya ditulis dalam bahasa Ibrani dan Aramia dalam kitab Tanakh milik umat Yahudi, serta dalam perjanjian lama milik Nash rani. Adapun bagi Musli min, kisah Daniyal tak disebutkan di dalam Al quran. Hanya saja, terdapat hadis dari para sahabat Rasulullah yang membenarkan sebagian kisah tersebut.


Saat ini, banyak negara mengaku memiliki makam Nabi Daniyal. Sedikitnya ada enam lokasi yang mengaku memiliki makamnya. Tapi, hanya Allah yang tahu ke benarannya. Mengenai ki sah para sahabat nabi yang menemukan kabar Nabi Daniyal tersebut dikabar kan oleh Ibnu Katsir. Rujuklah kitab Story of the Prophet karya Ibnu Kat sir untuk mengetahui detailnya. Wallahua’lam bish shawab.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/03/mg1ikp-sejarah-islam-di-asia-tenggara-1


Kisah Singa yang Tunduk kepada Nabi Daniyal

Tuesday, January 7, 2014

AS Hukum Perempuan Amerika &#34;Jihad Jane&#34; 10 Tahun Penjara

VIVAnews – Hakim di pengadilan Kota Philadelphia, Amerika Serikat, menghukum penjara selama sepuluh atas seorang warganya, yang menyebut diri sebagai “Jihad Jane”. Terpidana bernama Colleen LaRose itu pada Senin waktu setempat dinyatakan bersalah terlibat upaya pembunuhan atas seorang artis Swedia yang dianggap telah menghina Islam.

Menurut kantor berita Reuters, dalam vonis itu LaRose kena masa potong tahanan empat tahun, yang telah dia jalani. LaRose bisa saja terancam hukuman penjara seumur hidup atas kasus percobaan pembunuhan, namun bobot hukuman diperingan setelah dia mengaku bersalah mengikuti perintah membunuh dari anggota jaringan teroris al-Qaeda pada 2009.


“Itu adalah hukuman yang adil dan masuk akal,” kata pengacara LaRose, Mark Wilson, setelah vonis hakim. “Dia [terpidana] puas. Sepuluh tahun memang sudah jadi harapan kami,” lanjut Wilson.


Hakim Pengadilan Distri Petrese Tucker menyatakan kejahatan LaRose itu sangat serius. “Pengadilan tidak ragu bahwa, bila mendapat peluang, yang bersangkutan bakal menuntaskan misinya,” kata Tucker. 


Tucker menyatakan hukuman atas LaRose menjadi lebih ringan karena dia telah bekerjasama dengan Biro Penyelidik Federal (FBI) dalam membongkar sejumlah kasus terorisme sejak dia ditangkap pada 2009, maupun atas kasus kejahatan maupun pelecehan seksual yang menimpa dia. 


LaRose, yang menggunakan nama “Jihad Jane” sejak bergabung dalam suatu komunitas daring (online) Muslim, pergi ke Eropa pada 2009 untuk ikut dalam suatu misi menembak mati seorang artis Swedia, Lars Vilks, sebanyak enam kali di dada. Namun LaRose bersitegang dengan orang-orang yang membujuk dia ke Eropa sehingga dia akhirnya menyerah setelah enam pekan di sana. Setiba di Philadelphia, LaRose ditangkap oleh pihak berwenang yang mengetahui rencana itu.


Dalam sidang Senin kemarin, LaRose meminta maaf karena begitu menuruti instruksi dari orang-orang yang menyuruhnya.
 
Salah satu dari mereka, Ali Damache, ditahan di Irlandia dan kini berupaya agar tidak diekstradisi ke AS atas tuduhan terorisme. Satunya lagi, Jamie Paulin Ramirez, telah mengaku bersalah atas tuduhan terorisme dan akan mendengar vonis dari hakim pada Rabu esok. 


Menurut laporan dari harian The Guardian – yang bersumber dari bocoran rahasia Edward Snowden – FBI mulai menguntit LaRose setelah Badan Keamanan Nasional (NSA) menyadap percakapannya lewat telepon. (umi)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/11/09/md7ryn-islam-mendapat-tempat-di-seychelles-1


AS Hukum Perempuan Amerika "Jihad Jane" 10 Tahun Penjara

Tuesday, February 5, 2013

Konsekuensi Mengusung Ideologi

Konsekuensi Mengusung Ideologi

Oleh : Jeffrie Geovanie

Founder The Indonesian Institute

Padang Ekspres • Selasa, 05/02/2013 11:46 WIB • 22 klik

Jeffrie Geovanie

Kecaman terhadap kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi tersangka korupsi jauh lebih keras dari kader partai lain yang melakukan hal yang sama. Mengapa begitu? Mari kita lihat.

 

Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya, begitu­pun saat memilih ideologi. Partai Demokrat di Ame­rika Serikat yang dalam tampilan publiknya saat ini diwakili oleh performance Presiden Barack Obama, pernah mendapatkan kritik keras dari lawan-lawan po­litiknya pada saat terlampau pe­duli dengan asuransi ke­sehatan masyarakat. Mungkin kita heran, kenapa peduli pada masyarakat kok malah di­kritik? Bukankah itu hal yang baik?

 

Peduli pada masyarakat itu baik, tapi bukan pakemnya Par­tai Demokrat yang beri­deologi liberal. Program asu­ransi ke­sehatan Barack Obama di­kritik karena membuat Par­tai Demokrat lebih mirip de­ngan Partai Republik. Itulah politik. Yang positif dan bermanfaat pun tetap dikritik jika dianggap tidak la­zim. Karena kepedulian negara yang tinggi pada na­sib masyarakat adalah kredo partai berhaluan kon­servatif.

 

Di Indonesia, partai-partai nyaris tanpa ideologi. Ka­laupun dianggap punya ideologi, tidak ada pe­r­bedaan signifikan antara yang satu dengan lainnya. Se­mua menyebut diri sebagai partai nasionalis, wa­laupun ada sebagian yang diberi embel-embel, “aga­mis” atau “demokrat”.

 

Semua partai politik ingin berada di wilayah “tengah”, dengan tujuan mau menarik simpati semua golongan. Bahkan PKS yang jelas-jelas berideologi Is­lam pun berusaha masuk ke “tengah”. Karena begitu kuatnya keinginan itu, belakangan partai ini mengu­sung semboyan “PKS untuk Semua”.

 

Kita menghormati pilihan itu sebagai bagian dari hak po­litik PKS. Tapi, sekali lagi, se­tiap pilihan punya kon­sekuensi, bisa po­sitif, bisa juga sebaliknya. Kon­sekuensi positifnya, PKS re­latif diterima semua kalangan, bah­­­kan di wilayah-wilayah mi­no­ritas Muslim, ada kader PKS yang non-Muslim. Mungkin karena upayanya yang terus ke tengah itulah, suara PKS terus me­ningkat, dari tujuh kursi pada Pe­milu 1999 (saat masih ber­nama PK) naik menjadi 45 kursi pada Pemilu 2004, dan naik lagi menjadi 57 kursi pada Pemilu 2009.

 

Apa dampak negatifnya? Secara perlahan namun pasti, PKS kian pudar dari political branding-nya sebagai partai dakwah, yang secara konotatif tak bisa lepas dari Islam yang cenderung fanatik. Kalau brand-nya hanya partai Islam tidak ber­beda dengan Partai Persa­tuan Pem­bangunan (PPP), Partai Ke­bangkitan Bangsa (PKB), atau Par­tai Amanat Nasional (PAN) yang tak bisa dilepaskan dari ba­sis massa Islam. Partai dak­wah, lebih dari sekadar Islam, tapi Islam yang lebih aktif mengajak un­tuk berislam secara kaffah (me­nyeluruh dalam semua as­pek kehidupan).

 

Ketika branding partai dak­wah memudar, dampaknya ne­gatif karena PKS menjadi sama saja dengan partai-partai Islam lain­n­ya yang cenderung men­ja­dikan agama hanya seba­tas ko­moditas politik yang pada ke­nyataannya tidak berbeda de­ngan partai-partai yang sama sekali tidak membawa-bawa nama agama.

 

Karena semakin me­mu­dar­nya ruh dakwah itu­lah, saya bisa memahami jika kader-ka­der PKS pun, dalam aktivitas po­li­tiknya, mulai nyerempet-nye­rem­pet pe­rilaku yang syubhat (di­ragu­kan kadar halal­nya), atau bah­kan mulai memasuki wi­layah yang haram, semisal ko­rup­si.

 

Maka pada saat ada kader PKS yang menjadi tersangka ko­rupsi, apalagi presidennya, pu­blik dibuat terkaget-kaget. Kok bisa ya, partai dakwah ko­rupsi? Pertanyaan ini datang ber­t­ubi-tubi menjejali ruang pu­blik, terutama di jejaring media sosial hingga “maaf” ada yang me­m­plesetkan singkatan PKS men­jadi “Partai Korupsi Sapi”. Duh!!

 

Menurut saya, inilah konse­kuen­si dari pilihan ideologi. Dari awal kelahirannya PKS memilih ideologi yang sensitif, yakni Islam. Saya sebut sensitif karena dalam terminologi Islam terda­pat muatan etika yang sangat ketat. Jika masuk wilayah politik, etika yang ketat ini akan mudah berbenturan dengan banyak perkara yang menurut Islam masuk dalam kategori haram.

 

Ketika ada kader PKS yang ter­jerat perbuatan haram (ko­rup­si), hantaman publik tentu jauh lebih keras. Mirip kasusnya se­­perti yang menimpa kader Par­­tai Demokrat. Bedanya, par­tai asuhan Presiden Susilo Bam­bang Yudhoyono ini dihan­tam ke­ras bukan karena ideologi yang diusungnya tapi lebih ka­rena iklan anti korupsinya yang sangat gencar. Intinya sama saja, kecaman publik muncul lan­ta­ran ada jurang antara apa yang di­usung dengan yang diker­jakan.

 

Sejatinya, apa pun nama dan ideologinya, setiap partai yang (ka­d­ernya) terlibat korupsi ha­rus dikecam, untuk mem­berikan efek jera. Kecaman terhadap PKS berbeda (jauh lebih keras) di­­s­­ebabkan karena kebe­ra­nian­nya mengusung ideologi aga­ma yang secara doktrinal melarang keras menyuap atau menerima suap. Wallahu a’lam! (*)

 

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/12/30/167640/Sweeping-FPI-di-Lepau-Tuak-Mendapat-Perlawanan/6


Konsekuensi Mengusung Ideologi

Thursday, January 31, 2013

Kasus Luthfi bisa perburuk citra PKS

Selepas Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN), kini giliran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diguncang masalah menghebohkan. Presiden partai bernuansa Islam ini, Luthfi Hasan Ishaaq, menjadi tersangka dalam kasus impor daging sapi.

Komisi Pemberantasan Korupsi Rabu malam mengumumkan status itu dan langsung menjemput tersangka di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS, bilangan T.B Simatupang, Jakarta Selatan. Para pentolan partai mendadak bungkam. telepon seluler mereka sulit dihubungi.

Akhirnya, Tifatul Sembiring, mantan presiden PKS dan kini menjabat menteri komunikasi dan informasi buka suara. Dia mengakui kasus menimpa Luthfi bakal mempengaruhi citra PKS. Berikut penuturan Tifatul saat dihubungi Islahuddin dan Faisal Assegaf dari merdeka.com melalui telepon selulernya, Kamis (31/1):

Bagaimana komentar Anda tentang penetapan Luthfi Hasan sebagai tersangka oleh KPK?

Pertama, tentunya kami menghormati proses hukum sedang berlangsung di KPK. Kita berharap proses itu akan berjalan adil dan tidak terpengaruh oleh tekanan politik dari pihak mana pun.

Apakah Anda pernah menyangka sebelumnya presiden PKS akan menjadi tersangka?

Kalau soal itu kami kaget semua. Ini yang tertangkap tangan bukan Pak Luthfi, ini adalah Pak Polman adalah teman dari Pak Luthfi. Pak Lutfi juga sebelumnya belum pernah dipanggil, jadi saat ditetapkan sebagai tersangka, kami juga kaget. Pada intinya, PKS akan memberikan bantuan hukum kepada Pak Luthfi. Kami menghormati asa praduga tak bersalah.

Yusuf Supendi pernah melaporkan elite PKS ke KPK, apakah ini salah satu efeknya?

Semua tuduhan Yusuf Supendi itu sudah terbantahkan di pengadilan. Tuduhan-tuduhan itu tidak benar. Artinya kalau kita berpegang kepada keputusan hakim pada waktu itu, tidak ada kaitannya dengan yang sekarang. Sekarang ini, tuduhannya itu menerima suap untuk impor daging. Pak Luthfi ini anggota komisi I tidak terkait peternakan, tapi bidang hubungan luar negeri, pertahanan, komunikasi, dan informatika.

Saat penetapan menjadi tersangka, dia sedang berada di mana?

Sedang rapat di Kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera.

Apakah sudah tahu Luthfi akan menjadi tersangka, baru kemudian menggelar rapat?

Itu belum dipanggil belum diapakan juga. Kami juga kaget, yang disebut bertahun-tahun di televisi belum juga jadi tersangka. Tapi baru kemarin malah Pak Luthfi jadi tersangka.

Apakah ada motif politik menjelang 2014 buat merusak popularitas PKS?

Kami juga waspada karena memang suasananya sedang panas jelang 2014. Tapi apa pun kami serahkan kepada KPK dan kami imbau agar tidak ada tekanan politik. Hal ini tidak dikaitkan dengan politik.

Kalau sampai Luthfi masuk penjara, apakah PKS sudah menyiapkan calon presiden dan wakil presiden?

Saat Pak Luthfi masih di DPP saja, kita belum menentukan calon presiden dan wakil presiden.

Bukankah nama Luthfi pernah dimunculkan dalam bursa calon presiden PKS?

Keputusan majelis syuro terakhir belum menetapkan calon presiden dan calon wakil presiden. Kami akan menunggu perolehan hasil pada 2014 dari legislatif.

Apakah status Luthfi ini akan mempengaruhi popularitas PKS ini?

Kalau diserang setiap hari akan berpengaruh. Tapi maksud saya, idealisme perjuangan PKS tidak akan kiamat. Kalau dibandingkan partai-partai lain jumlah kadernya sudah tertangkap sudah ada yang puluhan, bahkan ada yang belasan.

Bukankah partai lain hanya kader biasa tapi PKS langsung presidennya?

Iya jelas itu ada pengaruhnya.

Apakah sudah ada gejolak di tingkat bawah kader PKS dengan status Luthfi ini?

Kita memberikan penjelasan-penjelasan kepada kader.

Bagaimana tanggapan Hilmi Aminuddin selaku ketua dewan syuro?

Sampai saat ini belum ada, sampai saat ini masih rapat.

Partai mana mengambil untung dari status Luthfi?

Jangan kira-kira dong. Saya mengimbau supaya tidak ada tekanan politik (dengan nada meninggi). Kira-kira partai lain maksud situ apa?

Bukankah Anda tadi bilang, ini tahun panas jelang 2014. Partai mana menurut Anda akan menrusak popularitas PKS. Demokrat dengan kasus Hambalang, PAN dengan Wanda, dan tiba-tiba sekarang PKS?

Itu perlu analisa dalam. Kita tidak bisa tiba-tiba menuding, itu tidak boleh juga. Bukan hanya sesama Islam, yang lain juga. Panas maksud saya jelang 2014 ini bukan itu maksudnya tapi persaingannya.

Selama ini presiden PKS dikenal bersih, apakah ada yang salah dari seleksi kader di PKS dan makin turunnya kredibilitas kader?

Tidak. Yang tertangkap tangan bukan Pak Lutfi-nya. Itu pengakuan dari yang tertangkap tangan, kalau uang itu untuk Pak Luthfi. Pak Luthfi juga tidak tahu. Kita serahkan saja ke KPK, kita lihat saja bukti-buktinya nanti. Makanya nanti itu keputusannya di pengadilan.

Apakah Anda yakin Luthfi akan bebas dari semua tuduhan?

Kita berharap seperti itu. Selama saya bergaul dengan Pak Luthfi, sejak jadi tetangga sampai sekarang, tidak ada gejala-gejala begini. Beliau sederhana, tidak neko-neko.

Apa sanksi kader PKS terbukti korupsi dalam peraturan partai?

Kalau terlibat, berarti terbukti. Ini baru pertama kali kader PKS kena. Kalau cuma dituding tidak bisa (kena sanksi). Kita lihat dulu masalahnya. Kita ada aturan membahas hal itu namanya bidang syariah pusat. Itu yang menetapkan sanksi kepada angggota atau semua kader.

Biodata:

Nama:
Tifatul Sembiring

Tempat dan Tanggal Lahir:
Bukittinggi, Sumatera Barat, 28 September 1961

Pendidikan:
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer, Jakarta

Karir:
Humas Partai Keadilan
Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah I Sumatera
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (2005-2010)
Menteri Telekomunikasi dan Informatika (2009-sekarang)

Article source: http://www.solopos.com/2012/12/22/2013-ada-kloter-haji-khusus-lansia-360993


Kasus Luthfi bisa perburuk citra PKS

Monday, June 24, 2013

Cinta kelembutan benci kekerasan

Dicaci, diseret, diusir dari tanah kelahiran mereka. Itulah nasib menimpa 168 pengungsi Syiah di Gedung Olah Raga Sampang, Madura Jawa Timur, Kamis pekan lalu.


Mereka mengungsi di sana setelah permukiman mereka di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dirusak dan dibakar, akhir Agustus tahun lalu. Penyerangan oleh sekitar 200 orang itu membuat dua penganut Syiah terbunuh, puluhan lainnya luka, dan sepuluh rumah terbakar.


“Kami pasrah kepada Allah. Kami tidak takut karena kami tidak mengganggu mereka,” kata Iklil Almila saat dihubungi merdeka.com Jumat pekan lalu melalui telepon selulernya. Iklil adalah adik dari Tajul Muluk, pemimpin komunitas Syiah di Sampang. Dia kini mendekam di penjara karena dituduh menodai agama.


Banyak pihak mengecam kejadian itu, termasuk Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama Said Aqil Siradj. Dia menegaskan pengusiran itu menyalahi prinsip Islam. “Umat Islam itu harus memelihara keutuhan agama dan pendapat, keselamatan jiwa, harta, keluarga, dan kebebasan mempertahankan harga diri.”


Tindakan itu memang bertolak belakang dengan ajaran Nabi Muhammad. Rasul termulia ini selalu mencintai kelembutan dan membenci kekerasan.


Seperti hadis diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar dari Muhammad bin Jafar dari Syubah dari Abi Ishaq dari Abi Abdullah al-Jadali bersumber dari Aisyah: “Rasulullah bukan orang keji. Beliau tidak membiarkan kekejian, tiada mengeluarkan suara keras di pasar-pasar, dan tidak membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan. Beliau suka memaafkan dan berjabat tangan.”


Dalam hadis lain diriwayatkan oleh Harun bin Ishaq al-Hanzani dari Ubadah dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya bersumber dari Aisyah: “Rasulullah tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya kecuali kala beliau berjihad. Beliau pun tidak pernah memukul pembantu dan perempuan.”


Kalau masih belum percaya, simak sejumlah riwayat menyebutkan Rasulullah setia menyuapi menggunakan tangan kanannya nenek renta pengemis kafir di pojokan sebuah pasar. Padahal, pengemis ini kerap mencaci dan menghina nabi. Tapi nabi tidak membalas.


Nabi juga tidak pernah memberi tahu kalau yang dihina adalah dirinya. Pengemis tak tahu diri itu baru mengetahui setelah Rasulullah meninggal. Ceritanya Abu Bakar menggantikan tugas nabi menyuapi pengemis itu. Rupanya, nenek ini tahu cara menyuapi Abu Bakar berbeda.


Setelah diberitahu yang menyuapi telah meninggal, pengemis ini terkejut. Dia makin kaget lantaran tahu yang memberi makan selama ini adalah Rasulullah. Tanpa berpikir panjang, pengemis ini lantas masuk Islam.


Karena akhlak mulianya pula, seorang Yahudi saban hari mencaci, menghina, dan meludahi nabi juga masuk Islam. Sebab, Rasulullah adalah orang pertama menengok dia ketika sakit.


Seperti inilah seharusnya perilaku kaum mengaku umat Nabi Muhammad: mencintai kelembutan dan membenci kekerasan.












Article source: http://www.utusan.com.my/utusan/Rencana/20130607/re_03/969-bukan-nombor-bertuah


Cinta kelembutan benci kekerasan

Monday, December 31, 2012

Pemberontak Suriah penggal lelaki Kristen untuk makanan anjing

Pemberontak Suriah dilaporkan telah memenggal kepala pengemudi taksi, Andrei Arbashe, dan membuang mayatnya untuk dijadikan makanan anjing. Arbashe merupakan warga Kristen Suriah.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (31/12), biarawati dari Biara Santo James, Suster Agnes-Mariam de la Croix, mengatakan dunia Barat telah mengabaikan kebengisan dibuat kelompok Islam ekstremis. Dia mengatakan korban diculik setelah abangnya menyebut kelompok pemberontak bertingkah layaknya bandit.

Mayat lelaki itu ditemukan di pinggir jalan dan dikerumuni banyak anjing lapar. Agnes menyebut Arbashe baru saja menikah dan akan mempunyai anak. “Kejahatan menimpa dia hanya lantaran abangnya mengkritisi kelompok pemberontak dan menyebut mereka layaknya segerombolan penjahat,” kata dia.

Jumlah kejahatan dibuat sekelompok Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dilaporkan semakin meningkat. Kelompok ini merupakan bentuk perlawanan terhadap rezim Presiden Suriah Basyar al-Assad dan diakui oleh Inggris serta dunia Barat.

Agnes juga mengutuk Inggris dan negara-negara Barat lantaran mendukung pemberontak meski bukti terkait adanya pelanggaran terhadap kemanusiaan terus meningkat. Dia mengatakan kejadian seperti pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, dan perampokan menjadi hal biasa di Suriah. “Negara-negara bebas dan demokrasi justru mendukung kelompok ekstremis ini,” kata Agnes. Dia menyebut pemberontak Suriah ingin menerapkan Syariah Islam dan menciptakan negara Islam di Suriah.

Dia mengatakan Suriah telah masuk ke dalam konflik sektarian dan orang Kristen yang harus membayar mahal. sekitar 300 ribu warga Kristen Suriah telah diungsikan setelah meletupnya konflik. Sekitar 80 ribu di antaranya terpaksa harus keluar dari Kota Homs.

Sebanyak 44 ribu warga Suriah dilaporkan tewas sejak meningkatnya konflik antara rezim Assad dengan pemberontak Suriah sejak Maret tahun lalu.

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/03/13/m0s9xs-banyak-politisi-indonesia-seperti-geert-wilders


Pemberontak Suriah penggal lelaki Kristen untuk makanan anjing

Friday, December 21, 2012

Kalah, Tertantang, dan Kemudian Menang (bag. 2)

Home Sejarah


Perang Salib

Kalah, Tertantang, dan Kemudian Menang (bag. 2)


 

Menjelang Perang Salib III, Shalahuddin yang menggantikan Nuruddin Zanki


Jum’at, 21 Desember 2012

Oleh: Alwi Alatas

Kekalahan yang diikuti dengan kemenangan pada peristiwa Perang Salib

Bagaimanapun, bukan hanya kemenangan yang bisa berakhir dengan kekalahan. Kekalahan juga bisa disikapi dan dikelola dengan baik sehingga akhirnya berbalik menjadi kemenangan. Hal ini bisa kita lihat pada peristiwa Perang Salib.

Perang Salib I dimulai dengan seruan Paus Urbanus II pada sidang gereja di Clermont, Prancis. Seruan ini pada asalnya merupakan tanggapan positif gereja Katholik atas permintaan bantuan dari Byzantium untuk menghadapi pasukan-pasukan Turki Saljuk yang mengganggu wilayahnya. Namun isu ini kemudian dikembangkan dan diarahkan oleh Paus untuk merebut kota al-Quds atau Yerusalem. Paus tentu mempunyai pertimbangan pribadi saat menyampaikan seruannya. Gereja Katholik ketika itu sedang banyak masalah: perselisihan gereja dengan kaisar Jerman (Holy Roman Empire), adanya paus tandingan (anti-pope), perpecahan Katholik dengan Kristen Orthodoks yang berpusat di Byzantium, ditambah lagi dengan berbagai masalah sosial di Prancis dan beberapa negara Eropa Barat lainnya. Penguasaan Yerusalem, yang mereka yakini sebagai tempat disalibnya Yesus tentu akan menjadi prestasi yang menonjol dan meningkatkan pengaruh gereja Katholik di Eropa (Paine, 2005: 32).

Orang-orang yang hadir menyambut seruan Paus itu dengan penuh semangat. Sepanjang khutbah Paus Urbanus II mereka berseru, ”Deus Vult! Deus Vult! (Tuhan menghendakinya! Tuhan menghendakinya!) (Cole, 1991: 1-2). Setelah itu, beberapa pendeta mengkhususkan diri untuk menyebarluaskan seruan Paus kepada masyarakat. Manusia kemudian berbondong-bondong datang untuk menyertai Perang Salib yang pertama (1095-1099). Kata Edward Gibbon, seorang Sejarawan Inggris abad ke-18, khutbah Paus itu telah ”menyentuh syaraf perasaan (Eropa) yang paling halus” dan mendorong mereka untuk menyambutnya dengan penuh semangat. 

Terjadinya pasukan Salib I bertepatan dengan keadaan kekhalifahan Abbasiyah yang sedang mengalami perpecahan. Pemerintahan di kekhalifahan Abbasiyah ketika itu dipimpin oleh orang-orang Turki Saljuk. Ketika pemimpin tertingginya meninggal dunia pada tahun 1092, keadaan menjadi tidak stabil dan para emir saling memperebutkan wilayah dan memperjuangkan kepentingannya sendiri-sendiri. Perpecahan ini membuka jalan bagi pasukan Salib untuk masuk ke wilayah Muslim di Asia Minor, Suriah dan Palestina dan menguasai beberapa kota. Kota Nicaea (Iznik) jatuh pada tahun 1097, Antioch (Antakya) pada tahun 1098, dan Yerusalem (al-Quds) pada tahun 1099. Beberapa kota Muslim lainnya juga jatuh ke tangan pasukan Salib pada tahun-tahun tersebut. Selama puluhan tahun berikutnya, tidak ada satu pun kekuatan di dunia Islam yang mampu membebaskan kota-kota tersebut dan menghadapi pasukan Salib secara efektif.

Kaum Muslimin mengalami kekalahan yang telak. Kekalahan itu bukan disebabkan oleh musuh yang sangat hebat, tetapi lebih disebabkan oleh kelemahan yang menimpa kaum Muslimin. Mereka terkena penyakit cinta dunia dan jatuh dalam perpecahan dan permusuhan di antara sesama mereka. ”Para penguasa semuanya dalam keadaan berselisih …,” kata Ibn al-Athir (2006: 22), ”dan demikianlah orang-orang Frank menaklukkan negeri-negeri (Muslim).” Dr. Majid Irsan al-Kilani (2007: 49) memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kemunduran dan kelemahan kaum Muslimin pada masa itu, termasuk para ulamanya:

“Mereka menjalani rutinitas harian tanpa arahan yang benar, standar nilai Islam lenyap dari panggung kehidupan nyata, sedangkan nafsu dan syahwat merajalela. Pengaruh-pengaruh negatif terasa begitu kental dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan kemiliteran. Bidang-bidang tersebut hancur, fundamen internal masyarakat rapuh dan daya tahannya lemah serta rentan terhadap segala macam krisis dan keterpurukan.”

Keadaan ini menyebabkan mereka kalah, walaupun sebenarnya jumlah mereka lebih banyak dibandingkan musuh dan peradaban mereka jauh lebih maju. Untungnya keadaan ini tidak berlangsung terus menerus. Belakangan ada beberapa ulama yang berupaya sungguh-sungguh untuk memperbaiki keadaan ummat. Mereka memahami bahwa semua kekalahan itu adalah disebabkan oleh masalah internal kaum Muslimin. Maka mereka pun berusaha memperbaiki kondisi internal kaum Muslimin, khususnya memperbaiki barisan ulamanya agar menjadi ulama yang lurus dan mampu menerangi ummat (Al-Kilani, 2007).

Kemudian muncul juga seorang peminpin yang shaleh di Suriah, yaitu Nuruddin Zanki, sehingga semakin menyempurnakan perjuangan kaum Muslimin dalam menghadapi pasukan Salib. Nuruddin Zanki menjadi sultan menggantikan ayahnya pada tahun 1146, hampir bersamaan dengan terjadinya Perang Salib II (1147-1148). Pada Perang Salib II inilah mulai terlihat perubahan signifikan di dunia Islam, dan juga di kalangan orang-orang Frank (Prancis) dan Kristen pada umumnya. Dalam menghadapi gelombang kedatangan pasukan Salib yang baru ini, para pemimpin Muslim di Suriah mulai berupaya untuk menjalin kerja sama. Ketika pasukan Salib menjadikan Damaskus sebagai target serangan, emir Damaskus mengirim surat permintaan bantuan kepada Nuruddin Zanki di Aleppo dan kakaknya yang memerintah di Mosul. Keduanya segera menyambut permintaan bantuan itu.

Sebaliknya, orang-orang Kristen justru mulai mengalami perpecahan. Kaisar Byzantium mengijinkan pasukan Prancis dan Jerman melewati wilayahnya dan memfasilitasi mereka untuk menyeberang ke Asia Minor, tetapi tampaknya diam-diam memberikan informasi kepada orang-orang Turki Saljuk di wilayah itu untuk menghadang pasukan dari Prancis dan Jerman ini. Orang-orang Eropa yang baru datang itu juga belakangan mengalami perselisihan dengan orang-orang Frank yang telah lama berada di Palestina. Semua itu menyebabkan pasukan Salib mengalami kekalahan dan pasukan Salib II itu terpaksa kembali ke negerinya masing-masing dengan tangan hampa (Alatas, 2012: 286-292). Steven Runciman (1987: 288), seorang sejarawan yang menulis tentang sejarah Perang Salib mengomentari Perang Salib II dengan kata-kata berikut:

”Tidak ada usaha (enterprise) abad pertengahan yang dimulai dengan harapan yang begitu baiknya. Direncanakan oleh Paus, dikhotbahkan dan diinspirasikan oleh Santo Bernard, dan dipimpin oleh dua raja utama Eropa Barat, ia menjanjikan begitu banyak kejayaan dan keselamatan bagi dunia Kristen. Namun ketika ia sampai pada akhir yang begitu memalukan berupa penarikan pasukan dari Damaskus, semua yang berhasil dicapainya adalah memperburuk hubungan antara orang-orang Kristen di (Eropa) Barat dan orang-orang Byzantium hingga ke titik yang paling serius, menaburkan kecurigaan di antara tentara-tentara Salib yang baru datang dengan orang-orang Frank yang menetap di Suriah, memisahkan para bangsawan Frank di antara sesama mereka, menarik kaum Muslimin untuk saling mendekat dan bersatu, dan menghancurkan reputasi orang-orang Frank dalam hal kecakapan militer.”

Pada perang-perang Salib berikutnya kaum Muslimin juga mampu menahan serangan pasukan Salib. Menjelang Perang Salib III, Shalahuddin yang menggantikan Nuruddin Zanki yang meninggal dunia pada tahun 1174 berhasil membebaskan al-Quds. Pasukan Salib tidak pernah lagi mampu merebut kota al-Quds sejak saat itu. 

Kaum Muslimin memang kalah pada Perang Salib I. Tetapi para ulama dan pemimpinnya dapat merespon kekalahan itu dengan baik dan berjuang untuk mengubah keadaan internal kaum Muslimin sehingga mereka akhirnya mampu menghadapi lawan dan membebaskan kembali kota-kota di Palestina dan Suriah.

Kaum Muslimin pada hari ini juga sedang mengalami kekalahan. Mereka telah dikalahkan sejak lama. Mampukah para ulama dan pemimpinnya untuk bangkit memperbaiki ummat sehingga suatu saat nanti mereka dapat mengubah kekalahan menjadi kemenangan? Semoga saja.*/Jakarta, 3 Safar 1434/ 17 Desember 2012 

Daftar Pustaka

Alatas, Alwi. Nuruddin Zanki dan Perang Salib. Jakarta: Zikrul Hakim. 2012.

Ibn al-Athir. The Chronicle of Ibn al-Athīr for the Crusading Period from al-Kāmil fi’l-ta’rīkh, part 1, The 

Years 491-541/ 1097-1146, The Coming of the Franks and the Muslim Response (terjemahan oleh  D.S. Richards). Aldershot: Ashgate. 2006.

Gibbon, Edward. History of the Decline And Fall of the Roman Empire, vol. 5. e-text edition by David Reed.

Al-Kilani, Dr. Majid ‘Irsan. Misteri Masa Kelam Islam dan Kemenangan Perang Salib (terjemahan dari Hakadza Zhahara Jil Salah al-Din wa Hakadza ‘Adat al-Quds). Bekasi: Kalam Aulia Mediatama. 2007.

Al-Maqqari, Ahmed ibn Muhammed. 1984. The History of the Mohammedan Dynasties in Spain, extracted from the Nafhu-t-Tib min Ghosni-l-Andalusi-r-Rattib wa Tarikh Lisanu-d-din Ibni-l-Khattib, vol. I II, translated and ilustrated with critical notes by Pascual de Gayangos. Delhi: Idarah-I Adabiyat-I Delhi.

Paine, Michael. The Crusades. Harpenden: Pocket Essentials. 2005.

Runciman, Steven. A History of the Crusades, 2: The Kingdom of Jerusalem. Cambridge: Cambridge University Press. 1987.

 

Red: Cholis Akbar

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26448/21/12/2012/penyesatan-opini-paham-pembela-kebathilan.html


Kalah, Tertantang, dan Kemudian Menang (bag. 2)

Friday, August 23, 2013

Imam New York: Umat Muslim RI Bisa Hidup Tenang di AS


Shamsi Ali (tengah)





Jakarta – Imam Islamic Center New York Shamsi Ali menyatakan umat muslim Indonesia di AS tidak menjadi korban Islamophobia. Ketakutan berlebih terhadap Islam hanya menimpa pada umat Muslim dari Timur Tengah.

“Kalau orang Indonesia tidak terlalu banyak mengalami aksi kekerasan Islamophobia. Karena stereotipenya muslim itu Arab. Yang mendapat diskriminasi itu ya orang Arab. Dan untunglah wajah saya ini wajah Indonesia,” kata Shamsi mengungkapkan realitas keagamaan di Negeri Paman Sam.


Pria kelahiran Bulukumba, Sulsel, 45 tahun lalu ini berbicara hal tersebut di sela-sela Kongres Diaspora Indonesia II, di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2013).


Dia menuturkan, pasca peristiwa pengeboman menara kembar WTC New York, kondisi perpolitikan pun mengarah ke diskriminasi terhadap umat muslim. Namun kini, suasana kehidupan antarumat beragama di AS sudah berangsur cair.


“Secara umum, umat Islam dari Indonesia tidak mengalami banyak tantangan. Realitasnya sangat tenang, baik, menikmati kehidupan demokrasi di sana,” ungkapnya.


Pria yang sudah 17 tahun tinggal di AS ini kini menjadi aktivis kerukunan antarumat beragama di AS. Menurutnya, upaya dialoglah yang harus terus dijalin agar tidak terjadi kesalahpahaman antarumat beragama.


Shamsi mengisahkan pertemuannya dengan salah seorang rabbi Yahudi bernama Marc Schneier. Pada pertemuan pertama, Marc mengaku dirinya tak sudi menatap wajah Shamsi. Ini karena kebenciannya yang mendalam terhadap muslim.


Namun pada 2005 ketika mereka bertemu dalam acara simpatik terkait wafatnya Paus Yohannes II, mereka menjadi akrab. Mereka meninggalkan kebencian masing-masing dan membuat kerjasama mewujudkan gerakan toleransi antarumat beragama.


“Sekarang dia (Schneiner) menjadi pembela pertama jika umat muslim mendapat tentangan,” tuturnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di “Reportase Sore” pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV


(nik/nrl)









Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Imam New York: Umat Muslim RI Bisa Hidup Tenang di AS

Wednesday, February 5, 2014

DIET (did I eat that?) Ala Rasulullah SAW

REPUBLIKA.CO.ID, Assalaamu’alaikum Wr.Wb.


Bismillaahirrahmaanirrahiim,


Dalam satu literatur saya menemukan singkatan dari diet. Disebutnya dalam bahasa inggris “DIET” stands for: Did I Eat That?. Tapi pemahaman diet yang umum adalah mengatur pola makan.


Menurut istriku, adiknya yang kembar Hilma pernah jatuh lemas dan sekujur tubuhnya berkeringat dingin dikarenakan pola “Diet” yang salah, begitu juga saudara kembarnya Hilda sakit perut yang berkepanjangan, bahkan sampai sesak nafasnya. Awalnya dikarenakan pola makan yang tidak teratur.


Memang agar kurus banyak hal yang diupayakan oleh banyak orang, bukan hanya kaum hawa saja tetapi juga banyak juga para pria yang ingin menjaga penampilannya. Dari mulai Atkins diet, Rawfood diet, Food combaining, diet macan, diet mediterania, acai berry dan berbagai nama diet sampai laris manisnya alat-alat penurun berat badan di tv media.


Biayanya pun beragam dari yang murah sampai yang mahal banget. Tapi saya agak ragu apakah metoda dan pola-pola diet itu banyak berhasilnya atau justru lebih banyak gagalnya.


Jika menela’ah kehidupan Rasulullah SAW, beliau jarang sekali sakit. Pola hidupnya sangatlah sehat. Dari mulai pola makan, istirahat, berolahraga dan sebagainya. Dan mungkin saja bisa dibuat metoda Diet syar’i yang mengikuti pola beliau.


Tentu perlu kajian lebih lanjut dikarenakan makanan-makanan yang berbeda jenisnya dengan makanan kita. Namun ada baiknya kita simak bagaimana islam menuntun umatnya, sebagaimana Alloh swt berfirman; “Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah, 2 : 168).


Sesungguhnya pangkal penyakit kebanyakan bersumber dari makanan. Maka tak heran bila Rasulullah memberi perhatian besar dalam masalah ini. Prinsip pertama makanan dan minuman harus halal dan thoyib (baik).


Maksudnya selain masuk kategori halal, maka makanan dan minuman kaum muslimin juga harus bersih dan mengandung kandungan gizi yang cukup. Juga menghindari dari pola makan yang berlebihan. Sebagaimana ayat ; Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al A’raf, 7 : 31).


Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.” (HR. Ibnu Majah no. 3349 dan dinilai shahih oleh Al Albani dalam shahih sunan Ibnu Majah no. 2720).


Al Fudhail bin Iyyadh mengatakan, “Ada dua hal yang menyebabkan hati menjadi beku dan keras yaitu banyak berbicara dan banyak makan.”“Orang beriman itu makan dengan menggunakan satu lambung sedangkan orang yang kafir makan dengan menggunakan tujuh lambung.” (HR. Bukhari no. 5393, dan Muslim no. 2060).


Mengkonsumsi makanan berlebih selain menyebabkan berbagai macam penyakit juga memotivasi keinginan terhadap dunia yang berlebih. Menurut kajian tasawuf sumber malapetaka yang menimpa manusia itu disebabkan oleh kerakusan terhadap dunia, yang memotivasinya adalah perut dan alat kelamin.


Syahwat kelamin berkaitan dengan perut yang kekenyangan, sedang lapar adalah satu sarana menutup pintu kebinasaan. Ilmu tidak akan masuk kedalam perut yang terisi penuh makanan, banyak makan, banyak minum dan banyak tidur.


Nabi selalu mengambil makanan yang terdekat, memberikan keteladanan kepada orang yang beriman agar tidak diperkenankan “rakus” dan serakah dalam soal makanan.


Rasul lebih sering makan Nabati meski juga memakan daging tapi sesekali saja dan tidak banyak. Daging yang disukai nabi adalah daging yang mudah dicerna yaitu daging bagian lengan. Makanan favorit Rasul adalah labu.


Dari Anas bin Malik mengisahkan, “Seorang tukang jahit mengundang Rasulullah SAW untuk menikmati hidangan makan yang disajikannya. Maka aku mendatangi undangan makan itu bersama Rasulullah. Dia pun menghidangkan di hadapan Rasulullah roti gandum serta kuah berisi labu dan daging. Lalu aku melihat Rasulullah menjumputi labu dari pinggiran pinggan. Maka sejak hari itu aku selalu menyukai labu.”(HR Bukhari).
 
Berikut secara ringkas pola sehat kebiasaan Rasulullah SAW. Beliau bangun di sepertiga malam sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Rasulullah SAW juga biasa bersiwak.


Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda “Seandainya tidak memberatkan ummatku, maka sungguh aku sudah memerintahkan mereka Untuk bersiwak (sikat gigi) setiap kali berwudlu” (HR.Malik, Ahmad, dan Nasai dan dinilai Shohih oleh Ibnu Khuzaimah).


Menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan madu. Tujuh butir kurma ajwa (matang) menjadi kebiasaan Rasulullah saw Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, diriwayatkan hadits dari Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi SAW, bahwa beliau pernah bersabda.“Artinya : Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”.


Hal ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang Khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Sementara itu Bisyir ibnu Al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah saw selamat dari racun tersebut.


Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah Khol (cuka) adalah sejenis cairan. Jika kurma dimasukkan ke dalamnya, cairan tersebut akan terasa manis sehingga bisa diminum,dan minyak zaitun dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti gandum. Manfaatnya banyak sekali, di antara mencegah lemah tulang, kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.
 
Di malam hari, menu utama makan malam adalah sayur- sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Sayyidina Umar ra, berkata : Jangan kau jadikan perutmu sebagai binatang ternak. Maka makanan Komposisi terbaik adalah : 10 % Hewani, 60 % biji-bijian, 30 % Sayuran dan buah.


Nabi makan dari berbagai makanan karena sesungguhnya bila makanan yang satu panas akan dipadamkan oleh makanan lain yang dingin. Sebagaimana hadist dari Abdullah bin Ja’far ra, ia menceritakan, bahwasanya ia melihat Rasulullah SAW menyantap kurma dengan mentimun. (HR. Bukhari dan Muslim)


Setelah makan malam Rasulullah tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas seperti sholat terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Nabi bersabda: “Hancurkan makanmu dengan dzikir dan shalat serta Janganlah tidur setelah makan maka hatimu menjadi keras.” (HR. Ibnu Sunni, Thabrani dan Baihaqi).


Dengan pola seperti itu belum lagi ditambah, pengelolaan hati yang sempurna seperti tidak mudah marah, tidak terganggu stress, selalu berbaik sangka, selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan, jika sakit minum obat-obatan herbal, seperti habbats, madu, juz kurma, dan banyak lagi faktor yang membuat Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa pola hidup sehat adalah pola hidup islami.


Karenanya diet syar’i menjadi salah satu persyaratan dari sekian banyak persyaratan agar menjadi sehat yang terintegrasi. Bukan hanya jasadnya saja tetapi juga sekaligus sehat secara ruhiyah. Semoga duo kembar Hilda dan Hilma, juga kita semua dapat mengambil hikmah diet syar’i ‘ala sunnah ini. Insya Allah.


Article source: http://www.freemalaysiatoday.com/category/opinion/2012/08/24/apa-aku-peduli/


DIET (did I eat that?) Ala Rasulullah SAW

Saturday, June 22, 2013

Berpecah kerana kejahilan, bukan perbezaan

Syiah adalah mazhab yang wujud hasil dari warisan sejarah Islam lampau. Mereka mazhab yang lahir dari isu politik, maka mereka sangat mahir berpolitik. Kita semakin rancak berbual tentang Syiah sejak krisis kemanusiaan yang kini berlaku di Syria.

Mahu terima atau tidak, populasi Syiah telah mewakili 20 peratus dari populasi Muslim di dunia. Pertembungan tamadun Syiah dan Sunni menyebabkan mereka berkongsi budaya dan sejarah.


palestine middle east conflict 160407 armedInstitusi ilmu terkenal bagi Muslim Sunni, Universiti Al-Azhar telah dibina oleh dinasti Syiah. Cendekiawan dari Syiah seperti Ibnu Sina, al-Biruni, Imam Khomeini, dan Ali Shariati banyak menyumbang kepada tamadun Islam.


Mahu terima atau tidak, kestabilan politik Timur Tengah dipengaruhi oleh penganut Syiah dari Iran, Lubnan, Iraq, dan Syria.


Iran yang secara terbuka menyokong gerakan Hizbullah, Hamas, dan Jihad Islami untuk melawan penindasan Israel. Keseimbangan politik ini penting untuk mengelak Israel dari menjadi kuasa pembuli di Timur Tengah.


Mahu terima atau tidak, Syiah sudah bertapak di Alam Melayu sejak abad ke 12 Masihi. Kebudayaan dan kesusasteraan Alam Melayu juga dipengaruhi oleh Syiah. Bubur Asyura yang diraikan setiap 10 Muharam adalah untuk berkabung syahid Imam Hussein RA.


Persembahan Boria di beberapa negeri Tanah Melayu adalah untuk mengenang kekejaman yang menimpa cucu Rasulullah di Karbala. Perarakan Maulidur Rasul pula sebenarnya dimulakan oleh kerajaan Syiah, Khilafah Fatimmiyah di Mesir.


azlanMahu terima atau tidak, semangat Revolusi Iran 1979 telah meresap masuk dalam kebangkitan kesedaran politik di Malaysia. Revolusi Iran telah menjadikan PAS sebuah parti revolusioner yang menuntut perubahan. Buku Imam Khomeini, Hukumah Islamiah telah di bawa masuk dan ditukar bahasa oleh ABIM pada tahun 1983.


Perbezaan dan persengketaan Syiah dan Sunni adalah warisan sejarah kuno yang menyebabkan umat Islam lemah secara keseluruhannya.


Apa yang kita perlu perjuangkan bukan membongkar konflik politik masa silam yang jelas tidak akan ada manfaatnya. Tugas kita ialah menemukan titik pertemuan ajaran Islam yang selama ini ditutup oleh sifat jahil, sektarian dan fanatisisme.


Perpecahan dan permusuhan antara mazhab tidak akan menguntungkan kita, tetapi ia sebenarnya digalakkan oleh kuasa Barat. Perpecahan umat Islam akan mengekalkan hegemoni Barat di negara Islam supaya mereka boleh mengawal sumber asli khususnya di Timur Tengah.


Berdakwah bukan melaknat

Selepas tamat Perang Dunia Pertama, kuasa Barat melaksana dasar pecah dan perintah untuk mengawal sumber asli.


Mereka menipu pemerintah Arab supaya menyokong perang mereka terhadap Khilafah Uthmaniah dengan menjanjikan kemerdekaan bagi tanah Arab, tetapi selepas mengalahkan Turki, Britain dan Perancis membahagikan wilayah antara mereka dan menubuhkan Israel dan Arab Saudi.


NONESelepas tamat perang dunia, sekali lagi mereka menghasut negara Arab untuk menyertai Amerika Syarikat dan Israel menghapuskan kuasa Syiah.


Perang Iraq-Iran selama sepuluh tahun tidak menguntungkan sesiapa, tetapi mengukuhkan sekuriti Israel. Hari ini, kita dapat melihat ulangan dasar yang sama di Syria. Aspirasi rakyat Syria yang asalnya mahu menjatuhkan rejim telah diapi-apikan dengan isu sektarian.


Ada pun, yang mahu menyelamatkan akidah saudara Islam mereka tidak perlu melaungkan “Syiah laknatullah“, say no to Shia” mahupun mengkafirkan mereka.


Tiada pula Nabi Muhammad mengajar kita berdakwah dengan melaknat, mengkafir, dan menutup ruang berbincang dengan fahaman yang bertentangan dengan kita.


Penganut Syiah di Malaysia pula harus mengelak dari bersikap mencurigakan yang membuat penganut majoriti Sunni tidak senang. Seperti mana Imam Khomeini pernah menasihati jemaah Syiah supaya tidak mengasingkan diri mereka daripada orang Islam yang lain.


NONE“Rakyat Iran dan golongan Syiah dari negara lain dikehendaki untuk mengelakkan semua tindakan yang boleh menimbulkan perpecahan sesama umat Islam.


“Mereka juga perlu menyertai perhimpunan Sunni dan mengelakkan menghadiri atau membentuk solat di rumah atau memasang pembesar suara untuk menentang mereka.


“Mereka mestilah mengelakkan daripada melutut di makam suci atau melakukan apa sahaja yang tidak selaras dengan undang-undang yang mulia”, kata Imam Khomeini (atas).


Kita perlu sedar perpecahan umat Islam bukan kerana kita berbeza pendapat dan jemaah. Kita berpecah kerana sifat jahil, sektarian, dan fanatisisme.


“Resolusi 152 Akademi Fikah Islam Antarabangsa menyeru supaya umat Islam bersepakat dan saling menghormati. Dialog antara Syiah dan Sunni mestilah digalakkan dan disuburkan. Menggunakan kekerasan bukan cara untuk kita mempertahankan akidah kerana akidah perlu didirikan atas ilmu.




ARIFFIN ABDULLAH pelajar tahun akhir Kejuruteraan Mekanikal Universiti Malaysia Pahang.

Article source: http://sidomi.com/176198/nikita-willy-senang-diego-michiels-berani-khitan/


Berpecah kerana kejahilan, bukan perbezaan

Wednesday, August 21, 2013

Tanggapan untuk Ibu Titi Supratignyo



Menanggapi surat Ibu Dra Titi Supratignyo, MEd yang dimuat 18 Juli di surat pembaca, kami dari Happy Hakken Club (H2C) ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian Ibu. Kami sangat menghargai apa yang Ibu tulis, karena ini menunjukkan adanya perhatian, empati, dan peduli pada kegiatan H2C. Koreksi dari Ibu sangat berarti buat kami. Mudah-mudahan Ibu Titi juga senang merajut. Kini Club H2C akan menjadi Happy Haken Club.


Club H2C terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar maupun yang sudah bisa merajut untuk bergabung.


Pertemuan rutin H2C di­adakan setiap bulan, dan bagi yang bisa merajut diharapkan bisa berbagi ilmu dengan teman-te­man yang ingin belajar. Kegiatan lain H2C yaitu pameran dan show. Ke depan diharapkan bisa lebih berkembang lagi. Untuk lebih jelasnya, dapat menghubungi Nadine di 3513 054.


 
Edith
Humas Happy Haken Club
Jl Sembodro 2B/19
Semarang


 
*?*?*


 


 


 


Dampak Perceraian
 


Apa yang Anda pikirkan jika pasangan minta cerai? Pernahkan Anda peduli pada suasana hati pasangan dan masa depan anak-anak saat mengajukan perceraian? Meski anak-anak pasangan artis Jamal Mirdad dan Lidya Kandou tampak tegar saat mengetahui gugatan cerai sudah masuk di Pengadilan Agama, namun mereka saat itu tetap berharap kedua orang tua mereka dapat rujuk dan mesra kembali sebagaimana puluhan tahun silam.


Media selalu menayangkan informasi akibat perceraian sebagaimana yang dialami oleh artis Marshanda. Demikian juga gadis remaja berstatus siswi SMP di Jawa Timur yang akhirnya terjerumus di dunia prostitusi, dan tidak sedikit anak-anak terabaikan hingga menjadi pecandu narkoba. Apakah Anda tetap akan bercerai dan terus menciptakan generasi ‘’penderita’’, sementara Anda menginginkan hidup nyaman seolah-olah bahagia di antara anak-anak yang terluka sebagai akibat dari perceraian?


Data kasus perceraian di Pengadilan Agama Tingkat I Semarang yang disidangkan setiap harinya mencapai 50-60 kasus dengan keputusan sidang mayoritas cerai. Sedang pasangan yang berhasil didamaikan persentasenya sangat kecil, bahkan mengarah ke nihil. Total kasus perceraian hingga semester pertama tahun 2013 di Semarang mencapai 1.479 kasus, jumlah tersebut diprediksi mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kasus perceraian selama tahun 2012 yang berjumlah 3.034 kasus.


Bagi pasangan yang berkeinginan cerai, luangkanlah sedikit waktu untuk menghayati setiap bait lagu Iwan Fals berikut :  Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu, kemesraan ini, ingin kukenang selalu. Hatiku damai, jiwaku tentram di sampingmu, hatiku damai, jiwaku tentram bersamamu’’ Hal ini karena tu­juan perkawinan menurut UU RI No 1 Tahun 1974 Pasal 1 adalah membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.


Jika pasangan tetap harus cerai, hendaknya hal tersebut ditempuh bukan untuk memuluskan keinginan untuk mengikat perkawinan dengan pasangan yang baru, tetapi sadarilah bahwa hal tersebut suatu kegagalan yang harus disesali. Kemudian fokus untuk mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak yang dianugerahkan Tuhan sebagai hasil dari perkawinan yang telah dilalui.


Berilah kesempatan kepada anak untuk menikmati hidup dengan kasih sayang dan perhatian yang cukup sebagai tanggung jawab orang tua. Ingat, Allah itu maha pengampun dan penyayang dan setiap kita sudah mendapat pengampunan sehingga wajar jika kita harus berusaha untuk dapat saling mengampuni.
 


Manogar Rajagukguk
BK SMK 17 Agustus 1945
Jl Ki Mangunsarkoro No 19
Semarang


*?*?*
 


 


 


Ulah Oknum FPI Mengusik Ketenangan


 


Ulah oknum anggota FPI (Front Pembela Islam) yang mengusik ketenangan penduduk Sukorejo, Kendal, kami rasa memalukan. Imbauan kami, Presiden SBY menindak oknum FPI yang menjadi sumber keke­rasan. Sebagai warga negara yang taat hukum dan patuh terhadap perintah agama, kita wajib men­desak pemerintah pusat hingga daerah memberlakukan kebijakan penghapusan hak-hak dalam berorganisasi kepada FPI ataupun ormas lain yang melakukan tindakan anarkis, merusak, main hakim sendiri. Baik berdalih kebenaran agama sendiri maupun kelompok.


Ormas semacam itu sering menimbulkan kericuhan lokal maupun nasional, bahkan mengakibatkan jatuhnya korban. Jika masih dibiarkan, apalagi Peme­rintah Daerah Jawa Tengah sendiri abai menindaklanjuti aspirasi sebagian masyaratnya, ke-mungkinan kejadian seperti di Kendal akan terulang.


Kami berharap gubernur yang baru, Ganjar Pranowo da-lam masa kepemimpinannya kelak bisa mengembalikan ketenangan masyarakat Jawa Tengah yang sering terusik terorisme dan kekerasan. Semoga kemuliaan Ramadhan yang baru berlalu, senantiasa hadir mengantarkan kita mendapatkan gelar muttaqin (hamba Allah yang bertaqwa). Memiliki prinsip dan bersikap rahmatan lil alamiin (kasih sayang lintas agama, bangsa, yang tak terbatas), tidak mudah terprovokasi maupun bertindak menang sendiri. Amin.


 
H Bayu Aghustin
Mohammad Iqbal, SE
Jl Galungan 3/1/96
RT 05/06 Krapyak
Semarang Barat
 


*?*?*


 


 
 


Masuk Anggota TNI Tak Dipungut Biaya
 


Menjadi seorang TNI adalah cita-cita yang didambakan oleh pemuda, tak heran akhir-akhir ini animo pendaftar sangat banyak, bahkan melebihi batas yang ditentukan. Maka sangat disayangkan jika tidak mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum mendaftar.


Proses penerimaan yang ingin menjadi anggota TNI, khususnya TNI AD, tidak akan diminta dana sama sekali. Namun masih ada masyarakat yang punya persepsi (pandangan) yang salah tentang seleksi, masuk menjadi prajurit TNI harus bayar.


Apalagi masih ada berita di media bahwa masuk TNI dipu­ngut biaya, seperti yang terjadi baru-baru ini menimpa seorang PNS di Kabupaten Grobogan. Dia meratapi nasibnya dan harus ke­hilangan uang Rp 67 juta karena telah ditipu. Warga Ngembel Ki­dul RT 02 RW 04 Tanggungharjo, Grobogan itu telah menitipkan anaknya yang bernama Janu Pur­wantono untuk menjadi TNI kepada seseorang yang katanya bisa meloloskan bisa masuk menjadi prajurit TNI.


Fenomena yang berkembang saat ini justru masih ada anggota masyarakat beranggapan untuk menjadi anggota TNI paling tidak menyiapkan dana hingga ratusan juta rupiah. Persepesi yang salah tersebut apabila dibiarkan sangat merugikan institusi TNI.


Untuk itu kami berharap agar berhati-hati. Bila anak ingin menjadi prajurit TNI sebaiknya mempersiapkan diri agar bisa lolos seleksi. Lakukan latihan fisik seperti lari, renang, dan lainnya agar bisa lolos. Bila perlu tanya kepada prajurit terdekat bagaimana menghadapi tes wawancara, psikologi ataupun tes lain.


Jangan sia-siakan waktu dan gunakan untuk mempersiapkan jauh hari sebelum mendaftar, karena pendaftaran setahun dua kali. Jadi jangan jauh hari malah mempersiapkan dana untuk bisa lolos. Hilangkan persepsi seperti itu. Untuk menjadi anggota tentara tidak dipungut biaya sepeser pun. Kepada orang tua maupun calon prajurit yang mengikuti tes masuk, jangan mempercayai jika ada orang yang mengiming-imingi bisa membantu kelulusan.


Apabila masih menemukan orang yang menawari dengan janji bisa meloloskan jadi prajurit TNI, segera laporkan ke pihak aparat yang terkait seperti Polisi Militer (PM) atau aparat terkait agar jangan sampai kena tipu seperti yang barusan dialami oleh warga Grobogan tersebut.


 
Sukirman S
Asrama TNI-AD Kalisari
Blok A/5
RT 01/05 Barusari
Semarang Selatan
 


*?*?*


 


 


 


Pinjaman di BRI Lunas Agunan Belum Diberikan
 


Salam sejahtera, semoga kita selalu mendapatkan lindungan-Nya, amin. Perlu kami sampaikan terkait dengan permasalahan yang kami hadapi dengan PT Bank BRI Unit Margorejo. Hal itu terkait dengan agunan kami (sertifikat) atas nama Muslikah, Desa Sokokulon, Margorejo, Pati, yang sampai saat ini belum kami terima. Padahal kewajiban kami selaku nasabah sudah kami laksanakan dengan pelunasan atas tanggungan kami, 20 Mei 2013.


Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak bank dan mengirimkan surat ke Cabang Pati 2, namun sampai saat ini belum mendapat jawaban dan kepastian. Harapan kami agar pihak bank bisa berkoordinasi dan bertanggung jawab atas semua kerugian.


 
Muslikah
Sokokulon RT 02/01
Margorejo, Pati


(/)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter
twitter
dan Facebook
Facebook


Article source: http://www.theglobejournal.com/Opini/catatan-kecil-untuk-kita-dan-mirza--alfath/index.php


Tanggapan untuk Ibu Titi Supratignyo