Showing posts sorted by relevance for query ri)<. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query ri)<. Sort by date Show all posts

Saturday, December 22, 2012

Ratusan TKI Ikuti Isbat Nikah di Konsulat RI di Tawau

Ratusan WNI yang sebagian besar TKI (Tenaga Kerja Indonesia) menjalani sidang isbat nikah di kantor Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia. Seperti apa kegiatannya?
————
AGUSSALAM SANIP, Tawau
———–
SEBANYAK 490 pasangan suami istri (pasutri) berkebangsaan WNI yang sebagian besar TKI akhirnya bisa bernapas lega. Setelah keluar dari ruangan sidang isbat, pernikahan mereka akhirnya diakui negara. Para pasutri pun memiliki buku nikah yang disampulknya terdapat gambar garuda.

Isbat nikah masal merupakan program Konsulat RI di Tawau yang didukung Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Direktorat Pelayanan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia  bekerja sama dengan Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Kegiatannya sendiri berlangsung mulai 17 Desember, dan berakhir kemarin (21/12).
 
Konsulat RI bekerja sama dengan sejumlah lembaga tersebut menyelenggarakan isbat nikah (penetapan nikah) untuk 490 pasutri yang berada di wilayah kerjanya. Selama penyelenggaraan istbat nikah, setiap harinya ditargetkan 100-an pasutri hadir untuk diisbatkan. Melalui program ini memberikan legalitas kepada Pasutri yang sebelumnya telah melakukan pernikahan siri secara Islam. Dengan legalitas istbat nikah ini, anak-anak Pasutri tersebut akan mendapatkan Surat Keterangan Kelahiran (Akta Kelahiran) yang memiliki status hukum sebagai anak dari Pasutri yang diisbatkan.

Penyelenggaraan sidang isbat dibuka oleh Kepala Konsulat RI Tawau, Muhammad Soleh pada Selasa lalu (17/12) di kantornya Jalan Sin Onn Batu 2 ½, dihadiri Ketua Pengadilan Agama (PA) Jakarta Pusat Drs. H. Khalilurrahman dan Wakil Ketua Drs. Abdul Hakim, serta hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat Dra. Hj. Rosmida M. Nur, SH. MH dan Dra. Nadhifah SH, MH.
 
Sesuai dan peraturan peraturan undang-undang Republik Indonesia, setiap subjek hukum WNI yang berada di luar negeri, harus beracara atau masuk dalam yurisdiksi hukum “di ibukota negara” dalam hal ini artinya mereka disentralkan  untuk beracara di Pengadilan Negeri Jakarta pusat atau di Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Karena itu, Kementrian Luar Negeri memfasilitasi untuk memproses sebagai upaya perlindungan WNI di luar negeri dalam program Isbat nikah yang juga merupakan program Konsulat RI Tawau.

“Program ini bentuk perlindungan dan keberpihakan kepada WNI yang berada di wilayah kerja Konsulat RI Tawau,” kata Mohammad Soleh.

Untuk memudahkan kegiatan tersebut, Kementerian Luar Negeri yang berkoordinasi dengan Pengadilan  Agama (Jakarta Pusat, telah menugaskan tim yang terdiri dari “majelis hakim” lengkap yang terdiri dari hakim ketua dan dua orang hakim anggota, beserta perangkatnya yang terdiri dari panitera dan operator IT yang mengatur dan menyambut (bukan secara “on line”)  pemberkasan perkara yang langsung didepositokan dalam sistem komputerrisasi yang dimiliki oleh pengadilan agama.

“Semoga melalui kegiatan bisa membantu legalitas hukum pernikahan sesuai peraturan perundang–undangan RI, bagi WNI atau TKI di wilayah kerja Konsulat RI Tawau,” harapnya.

Para pasutri yang mengikuti isbat nikah kata Saleh, rata-rata telah tinggal di Sabah lebih dari lima tahun, dan telah melakukan pernikahan siri dengan pasangannya di perkebunan tempat mereka bekerja. Mayoritas mereka berasal dari daerah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

Keseluruhan 490 Pasutri bekerja di ladang di wilayah kerja Konsulat RI Tawau antara lain Ladang Felda Sahabat, Ladang Bongalio, Ladang Sebrang, Ladang Bagahak, Ladang Felcra, Ladang Imam Sime Darby, Ladang KL Kepong, Ladang Ikut Maju, dan Ladang-ladang persendirian.

Hari pertama saja telah diselesaikan 84 perkara. Hari kedua (Selasa, 18/12) telah diselesaikan 114 perkara, dan hari ke-3, sekitar pukul 16.00 waktu tawau telah diselesaikan 92 pasutri.
 
“Jadi total pasutri yang sudah diisbatkan di hari ketiga ini mencapai 290 pasutri. Sesuai dengan yang terdaftar 490 Pasutri,” sebut Soleh.

Menurut Soleh lagi, mereka yang turut serta istbat atau pasutri tersebut diharuskan membayar biaya perkara sebesar Rp 116 ribu yang penyetoran dilakukan langsung oleh para pasutri dengan difasilitasi transfernya oleh para pemilik ladang ke rekening bank milik Pengadilan Agama, Jakarta Pusat. Transfer biaya istbat itu sendiri akan ditetapkan dalam amar putusan sidang isbat (tertulis dalam petikan keputusan hakim isbat).

Untuk proses biaya perkara ini sudah dilakukan sebelum hari “H” persidangan. Artinya seminggu sebelum dilaksanakan sidang para  pasutri tersebut harus menunjukkan bukti  bahwa biaya istbat sudah ditransfer. Mengingat bahwa pengadilan agama juga memiliki bukti dengan on line system bahwa biaya perkara sudah ditransfer sebagai pendapatan negara bukan pajak, maka sidang dapat dibuka untuk memeriksa dan memberikan keabsahan dalam sidang istbat tersebut.

Kementrian Luar Negeri dalam hal ini Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler cq. Direktorat Perlindungan WNI, mendukung “deployment” para hakim pengadilan agama untuk memproses sidang di kantor KRI Tawau, sebagai bagian dari wilayah yuridiksi hukum Indonesia.
 
Setelah porses penetapan istbat nikah selesai, mereka juga mendapatkan suvenir berupa “photo session” di pelaminan yang difasilitasi oleh pihak  Konsulat RI Tawau, yang tujuan memberikan semangat  dan gambaran bahwa mereka adalah sebagai pengantin baru yang resmi menurut hukum di negara Republik Indonesia.(***)

Article source: http://news.detik.com/read/2012/12/18/165313/2121674/934/kristen-dan-islam-agama-terbesar-di-dunia?881101934


Ratusan TKI Ikuti Isbat Nikah di Konsulat RI di Tawau

Tuesday, April 23, 2013

Bacaleg Artis Menjamur

Bacaleg Artis Menjamur


Di Sumbar, 31 Orang Mendaftar Balon DPD RI


Padang Ekspres • Selasa, 23/04/2013 11:38 WIB • REDAKSI • 114 klik


-


Jakarta, Padek—Fenomena calon legislatif dari kalangan artis sudah berkembang saat pen­calonan anggota dewan di pemilu 2009. Namun, meski kualitasnya masih diragukan, jumlah caleg artis yang maju untuk Pemilu Legislatif 2014 ternyata makin bertambah. Sedangkan di Sum­bar, sebanyak 31 orang bakal calon DPD RI bersaing.


 


Menjamurnya caleg artis ter­ung­kap saat peserta Pemilu 2014 mendaftarkan caleg­nya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Puncaknya kema­rin (22/4), saat caleg artis itu ditampilkan bak pajangan setiap parpol.


 


Dimulai dari Partai NasDem yang datang paling pagi ke kantor KPU. Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella mem­perkenalkan sejumlah caleg artis­nya. “Ada pendatang baru yang sebetulnya tidak pernah di bidang politik seperti Donny Damara, Ricky Subagja, mudah-mudahan membawa perubahan,” ujar Rio.


 


Donny ditempatkan di dae­rah pemilihan Jawa Barat IX (Subang, Majalengka, Suka­bumi). Setelah Partai NasDem, Partai Gerakan Indonesia Raya pim­pinan Prabowo Subianto pun me­miliki stok artis tak kalah banyak. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menjagokan caleg artisnya seperti Irwansyah, Bella Saphira dan Iis Sugiarto.


 


Sementara PAN memiliki deretan nama artis yang panjang. Beberapa di antaranya Ikang Fawzi, Marissa Ha­que, Dessy Ratnasari, Gading Martin, Alex Djodi, Eko Patrio, Anang Her­man­syah, Primus Yustisio, Dwiki Dharmawan, Ayu Azhari, dan Norman Camaru.


 


PAN juga memiliki caleg dari olahragawan seperti mantan petenis nasional Yayuk Basuki, atlet atletik Emma Tahapary serta legenda judo Krisna Bayu.


 


Sedangkan caleg artis dari PPP seperti Angel Lelga dan Mat Solar. Masih ada caleg artis incumbent seperti Ratih Sanggarwati. Emilia Contessa yang gagal di pemilu 2009 juga siap maju kembali. “Saya kan mualaf, jadi pas dengan PPP sebagai rumah besar umat Islam,” ujar Angel saat ditemui di kantor KPU. Angel ditempatkan di dapil Jateng.


 


Sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mencalonkan Yessy Gusman, Edo Kondologit, presenter Nico Siahaan dan Sonny Tu­lung. Anggota Komisi IX Rieke Diah Pitaloka juga dipastikan tetap maju.


 


Partai Kebangkitan Bangsa pun tak mau kalah. Beberapa caleg artis direkrut seperti Arzetti Bilbina, Said Bajuri, Aditya ‘Sayuti’ Warman, Krisna Mukti, dan Vicki Rhoma Irama. PKB juga memiliki stok artis di incumbent DPR seperti Gita KDI.


 


Bakal Bersaing


 


Di Sumbar, tercatat 31 orang men­daftarkan diri sebagai calon anggota DPD RI ke KPU Sumbar di hari penu­tupan pendaftaran, (Selengkapnya Lihat Grafis, Klik disini!) kemarin (22/4). Beberapa wajah lama ikut men­calon­kan diri kembali adalah Emma Yohan­na, Irman Gusman, dan Alirman Sori.


 


“Saya mencalonkan diri lagi untuk melanjutkan kembali perjuangan saya untuk masyarakat Sumbar. Juga, menampung kembali aspirasi demi kemajuan Sumbar,” ujar Ketua DPD RI, Irman Gusman kepada wartawan usai mendaftar ke KPU Sumbar.


 


Jumlah dukungan yang dikantongi Irman, lebih 11 ribu dari syarat minimal 3.000 dukungan yang ditetapkan KPU.


 


Zulkarnain Kamsya, balon anggota DPD RI lainnya, mengklaim telah mengantongi 6 ribu dukungan masya­rakat di 16 daerah minus Pariaman, Bukittinggi dan Sawahlunto. “Jika saya terpilih, saya memperjuangkan nasib fakir miskin,” ungkap Ketua Yayasan Lembaga Penyantun Anak Yatim, Piatu dan Miskin Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PTI) Kota Padang tersebut.


 


Lalu Muhammad Rahmad, balon DPD, menyatakan tekadnya menarik dana pusat lebih besar untuk Sumbar untuk peningkatan kualitas pen­didikan.


 


Irdinansyah Tarmizi mengatakan keinginannya maju lewat jalur DPD didasari permintaan pendukungnya setelah mendapatkan restu dari Golkar Sumbar yang merupakan partainya.


 


“Dukungan lebih dari 3.000 KTP ini telah menjadi modal saya maju ke DPD RI. Selain itu, keinginan saya untuk maju ini juga atas permintaan masyarakat Sumbar yang me­ngi­nginkan perubahan,” ujar anggota DPRD Sumbar ini.


 


Ketua DPRD Padang, Zulher­man juga menyatakan kesiapannya maju ke Senayan via DPD. Dia telah mengum­pulkan 4.000 dukungan masyarakat. “Ini kesempatan bagi saya membuk­tikan diri memberikan yang terbaik untuk pemerataan pembangunan infrastruktur di Sum­bar,” ungkapnya. (jpnn/zul)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/232149


Bacaleg Artis Menjamur

Wednesday, March 27, 2013

Berdakwah Dana Sendiri, Mualafkan 250 Orang Setahun

Berdakwah Dana Sendiri, Mualafkan 250 Orang Setahun

Ustad Syamsi Ali, Ulama Besar Amerika Menyebarkan Islam

Padang Ekspres • Rabu, 27/03/2013 13:43 WIB • • 25 klik

Ustad Syamsi Ali memberikan ceramah, di Masjid Istiqomah, Sawahan, Kecamatan Pad

Geliat Islam kian terasa sejak 10 tahun terakhir di Amerika Serikat. Di Islamic Center of New York, tercatat 250 orang mualaf tiap tahun. Salah seorang tokoh paling berpengaruh di balik syiar Agama Islam di negeri Paman Sam itu adalah Ustad Syamsi Ali.

 

DUA hari lalu—Senin hing­ga Selasa (24-25/3)—Ustad Syamsi Ali melakukan kun­jungan dakwah ke Padang. Sebelumnya, ulama besar Ame­rika ini juga mengunjungi Ja­kar­ta, Balikpapan, Bulukumba dan Makassar (Sulawesi Sela­tan). Setiap kunjungannya, Ustad Syamsi berbagi spirit mengembangkan Islam di ne­geri Barack Obama itu.

 

“Dakwah Islam di Amerika didanai kantong sendiri. Di sana, dai tidak digaji. Tak jarang pula, saya dicurigai karena perawakan tidak bule,” papar Ustad Syamsi ketika ditemui Padang Ekspres di Masjid Istiqomah, Sawahan, Kecamatan Padang Timur, ke­marin (26/3).

 

Dua hari di Padang, agenda Ustad Syamsi benar-benar pa­dat. Senin, Ustad Syamsi ber­ceramah di Masjid Jabal Rah­mah Komplek PT Semen Pa­dang, Indarung dan Kam­pus UPI. Kemarin, Ustad Syam­si ceramah di Masjid Nurul Ilmi Kampus Universitas Andalas Limaumanih usai Shalat Subuh, siangnya ke Masjid Istiqomah, dan sejumlah agenda lainnya.

 

Perdamaian dunia diyakini Ustad Syamsi, dapat terwujud jika keadilan tercapai karena keadilan bermuara pada kese­jahteraan. Untuk mewujudkan itu, seluruh kegiatan manusia haruslah beranjak dari nilai-nilai keislaman.

 

“Seperti pedagang, jual beli dengan kaidah mu’amalah, tenaga pendidik mengajar de­ngan mawaddah wa rahmah, dan politikus menjadikan poli­tik wahana untuk membangun masyarakat adil dan berkea­dilan sesuai tuntunan syariat,” katanya.

 

Pertarungan dakwah di Amerika, turut mewarnai pe­nga­jian Ustad Syamsi Ali. Upa­ya membangun hubungan baik dengan agama lain, menu­rut Ustad Syamsi, merupakan usa­ha tidak mudah. Rutinitas itulah yang digelutinya usai me­nerima tawaran berdakwah di New York awal tahun 1997 lalu.

 

Kesempatan berdakwah di Paman Sam, berawal pada musim haji tahun 1996 lalu. Waktu itu, Ustad Syamsi ber­kesempatan berceramah di Konsulat Jenderal RI Jeddah di Arab Saudi. Putra Bulukumba, Sulawesi Selatan itu bertemu jamaah haji luar negeri, ter­masuk Dubes RI untuk PBB. Dari situlah tawaran ber­dak­wah di New York meng­ham­pirinya. Kini, pria kelahiran 5 Oktober itu dipercaya sebagai imam besar di Islamic Centre of New York.

 

Geliat Islam di Amerika akhir-akhir ini memang me­nak­jubkan. Ketertarikan warga setempat terhadap Islam sema­kin meningkat. Namun, gairah itu belum diiringi dengan kebe­radaan dai di Amerika Serikat. “Ini bertolak belakang dengan Indonesia. Jumlah dai terus meningkat, sementara kecinta­an penganut makin menurun. Kegiatan keagamaan sebatas simbolisasi. Seakan menga­baikan nilai-nilai substansi,” ujarnya.

 

Melalui kegiatannya selama dua minggu di Indonesia ini, Ustad Syamsi ingin mengin­formasikan gerak dakwah dan pertumbuhan muslim di Ame­rika. Road show dakwah ini bertajuk “Meretas Dakwah Melintas Batas”

 

Ustad Syamsi memiliki kei­nginan kuat memiliki gedung khusus di New York untuk pusat pembinaan para mualaf. Gedung juga berfungsi mencip­takan dai-dai bule; berkulit putih, bermata biru, dan be­ram­but pirang. “Kita akan satukan visi menciptakan dai-dai baru lewat pembinaan in­ten­sif,” ujar Ustad Syamsi.

 

Selain jadi imam besar pada Islamic Center, masjid terbesar di New York, Ustad Syamsi juga dipercaya menjadi Direktur Jamaica Muslim Center. Ini ada­lah yayasan dan masjid di ka­wa­san timur New York yang dikelola komunitas muslim asal Asia Selatan, seperti Bangla­desh, Pakistan dan India.

 

“Amerika dalam banyak hal, lebih pantas dikatakan negara Islam ketimbang ba­nyak negara yang diakui seba­gai negara Islam saat ini,” kata pria berasal dari sebuah desa kecil di Sulawesi Selatan tersebut.

 

Negara kiblat demokrasi dunia itu, katanya, lebih banyak menegakkan syariat Islam ke­tim­bang negara-negara menga­ku mengusung syariat. “Seo­rang muslim paham soal kon­sep masyarakat dalam Islam, tidak akan pernah mem­per­masalahkan itu lagi. Sebalik­nya, nonmuslim harusnya tidak perlu over worried mengenai hal tersebut,” tegasnya.

 

Di setiap dakwahnya, Ustad Syamsi senantiasa menyebut­kan bahwa Islam adalah agama mengakui persaudaraan umat manusia. “Islam tak membenci umat lain. Justru Islam datang untuk mengangkat derajat manusia,” kata Ustad Syamsi.

 

Dia termasuk ulama berpe­ran penting mengembalikan kepercayaan warga Amerika pasca-serangan teroris gedung WTC pada 11 September 2001 lalu. Sejak itu, semakin banyak orang di Amerika Serikat ingin tahu lebih mendalam mengenai Islam. “Inilah tugas saya untuk memberi penjelasan sebe­nar­nya soal Islam yang rahmatan lil alamin,” katanya.

 

Kepiawaian Ustad Syamsi berdakwah sudah tampak sejak menjadi santri di Pondok Pe­san­tren Bulukumba. Setamat pesantren, dia menimba ilmu ke Arab Saudi dan Pakistan. Sebelum menjadi lokal staf di Perwakilan Tetap RI di New York, dia mengharumkan citra Islam Indonesia yang moderat dengan aktif di berbagai forum internasional. (cr1)

 

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.merdeka.com/artis/kena-demam-harlem-shake-jessica-iskandar-joget-nungging.html


Berdakwah Dana Sendiri, Mualafkan 250 Orang Setahun

Monday, February 4, 2013

Yusuf Supendi sebut PKS blunder pilih Anis Matta jadi presiden

Salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi satu persatu mengungkap kebobrokan partai berlogo bulan dan padi itu. Menurutnya, terpilihnya Anis Matta sebagai presiden PKS merupakan pilihan yang salah.

“Dewan Pimpinan Tinggi Partai (DPTP) terlalu tergesa menentukan presiden PKS. Kenapa tidak lewat Majelis Syuro? Jadi kalau sekarang ini karena Anis Matta itu dikalangan kader banyak catatannya. Sederhana saja kasus pakai jam rolex, secara Islam sah saja, tapi tidak etis,” katanya usai menghadiri diskusi di Jakarta, Senin (4/2).

Apalagi, lanjut Yusuf, pernikahan Anis Matta dengan perempuan asing merupakan salah satu blunder anggota komisi I DPR RI itu.

“Kasus dia kawin lagi dengan orang bule, apakah tidak ada lagi wanita Indonesia yang mau jadi istrinya, sementara istrinya masih mualaf. Itu kan jadi masalah,” imbuhnya.

Yusuf menjelaskan kondisi PKS sekarang ini tidak pernah disadari Majelis Syuro sebagai konsolidasi partai tertinggi. Karena menurutnya, anggota Majelis Syuro juga ikut mengamankan setiap individu yang diduga terlibat kasus suap impor daging tersebut.

“Ini nampaknya tidak disadari. Ketua Majelis Syuro tidak berpikir kemaslahatan lebih jauh, hanya untuk mengamankan, dan apabila merembet ke Ketua Majelis Syuro, dan ketangkap ke KPK, itu habis. PKS kan partai moral, itu akan habis dengan sendirinya,” ujarnya.

Article source: http://finance.detik.com/read/2013/02/04/083349/2160105/4/kisah-peternak-sapi-as-yang-merana-akibat-ri-hentikan-impor-daging?991104topnews


Yusuf Supendi sebut PKS blunder pilih Anis Matta jadi presiden

Sunday, December 29, 2013

Yunan Nasution tokoh pers, politikus, dan dai

Jakarta (ANTARA News) – Bidang pers adalah awal karier Haji Mohammad Yunan Nasution, yang Sabtu (28/12) diperingati 100 tahunnya di Aula Buya Hamka Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta.


Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring yang membuka Seminar 100 Tahun H.M. Yunan Nasution termasuk salah satu pengagum tokoh tersebut.



Ia menilai sosok tokoh Islam itu mempunyai pribadi yang konsisten, kokoh, dan tangguh.



Berduet dengan Buya Hamka, Yunan Nasution memimpin Majalah Pedoman Masyarakat dan Soeloeh Islam di Medan tahun 1930-an.



Semasa penjajahan Belanda hingga masa revolusi, dia turut berjuang melawan Belanda dan dua kali masuk bui serta dikenai larangan tinggal (passenstelsel) di Sumatra Barat dan Tapanuli.



Yunan Nasution pernah aktif sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) hingga terpilih sebagai anggota DPR RI.



Ternyata pengalamannya di bidang pers sangat banyak manfaatnya sewaktu dia memutuskan untuk aktif di pergerakan politik pada tahun 1940-an dan 1950-an.



Yunan Nasution pernah menjadi Ketua Masyumi Jakarta Raya serta Ketua Komite Aksi Pemilihan Umum (KAPU) tahun 1955, pemilu pertama di Indonesia.



Nazar Nasution, salah seorang putra beliau, mengatakan bahwa prestasi kemenangan Masyumi tahun 1955 menjadikan ayahnya terpilih sebagai Sekjen Masyumi selama dua dasawarsa, termasuk memimpin harian Abadi, corong Partai Masyumi.



Semasa itu, terjalin hubungan yang akrab antara dia dan sahabat-sahabatnya separtai, seperti M. Natsir, Prawoto, Muhamad Roem, Kasman Singodimedjo, Anwar Haryono, hingga tokoh PSI Sutan Syahrir, Hamid Algadri, bahkan tokoh Katolik Kasimo dan tokoh Kristen A.M. Tambunan.



“Mereka memiliki karakter dan kepribadian yang kokoh,” kata Nazar.



Yunan Nasution bergaul luwes dan harmonis dengan sesama tokoh partai sealiran maupun lintas aliran: Islam, Kristen, Katolik, Sosialis, dan Nasionalis.



Sesungguhnya dialog antariman (interfaith dialogue) sudah dimulai sejak 1950-an, kata Nazar, salah seorang tokoh Angkatan 66.



Demikian pula moto yang saat ini hangat dipopulerkan “Thousand Friends, Zero Enemy”, sudah lama menjadi panduan politikus RI saat itu.



Tidak ada permusuhan, pertengkaran terbuka, apalagi dendam. Kepemimpinan yang berkarakter dan berkepribadian. Kehidupan politik dan kenegaraan pada tahun 50-an itu patut dijadikan contoh dan ditiru generasi muda.



“Mereka semua adalah negarawan sejati,” ujar Nazar Nasution.



Pemikiran ini dibenarkan oleh Akbar Tandjung dan Jimly Asshiddiqie, yang mewakili generasi muda dalam seminar tersebut.



Yunan Nasution mempunyai kemampuan manajemen yang mumpuni, kata Jimly.



Akbar menyebutnya sebagai pejuang yang gigih dan teladan sejati.



Sejumlah budayawan, seperti Taufiq Ismail dan Taufiq Abdullah, serta pemuka agama seperti K.H. Rasyid Abdullah Syafei dan Yunan Yusuf menyebutkan Yunan Nasution adalah pribadi yang sulit dicari bandingannya abad ini.



Adnan Buyung Nasution yang membuat pengantar untuk penerbitan kembali buku “Kesan-kesan Selama di Penjara Rezim Orde Lama” menyatakan bahwa pengorbanan Yunan Nasution yang berkali-kali mendekam dalam penjara pada masa penjajahan, kemudian berlanjut pada masa Orde Lama, membuat Yunan Nasution pantas dianugerahi pahlawan nasional.




Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/04/140927/2133214/10/solusi-kemenag-soal-pungli-di-kua-tetapkan-tarif-atau-beri-insentif?9911012


Yunan Nasution tokoh pers, politikus, dan dai

Saturday, March 30, 2013

NU: Santet Nyata, Mengakuinya tak Musyrik

JAKARTA – Pencak Silat Pagar Nusa, salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama, merespon pembahasan masuknya santet ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP yang saat ini tengah dibahas oleh DPR RI. Ditegaskan santet ada dan dikenal di agama Islam, serta mengakui keberadaannya bukan sebuah tindakan musyrik.

Ketua Pimpinan Pusat PS NU Pagar Nusa KH Abdussalam Sokhib mengatakan, sejarah keberadaan santet bahkan sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. “Saat itu Nabi disihir oleh kaum Yahudi, hingga Allah SWT menurunkan ayat  di surat An Nas dan Al Falaq, yang mana ayat itu menjadi obat bagi Rasulullah untuk menghilangkan sihir yang mengenainya,” kata Gus Salam di Jakarta, Rabu (20/3).

Gus Salam menyesalkan adanya pernyataan dari MUI Jawa Tengah yang menyebut mengakui keberadaan santet adalah tindakan musyrik. Karena itu dia mengingatkan agar MUI Jateng berhati-hati jika menyebutkan orang lain musyrik.

“Menyebut orang lain musyrik, kafir, dan lain sebagainya itu perlu kehati-hatian. Mengkafirkan seorang muslim yang sejatinya tidak kafir, bisa jadi kita sendiri yang bisa disebut kafir. Kalau santet, itu ada dan diakui oleh agama, apakah percaya keberadaannya bisa dikatakan kafir?” urai Gus Salam.

Terkait rencana dimasukkannya santet ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP, Gus Salam mengatakan hal tersebut bisa dilakukan. Layaknya ilmu kedokteran,  santet ditegaskannya juga bisa dibuktikan.

“Ini hanya masalah metode keilmuan saja. Santet bisa dipelajari, dan orang yang mempelajarinya bisa dijadikan saksi untuk sebuah kasus yang dibawa ke persidangan,” ujarnya.

Dalam keterangannya Gus Salam juga mengutarakan alasan yang lebih penting dari dukungannya santet masuk ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP. Yaitu tujuan pencegahan agar kejahatan santet tak lagi marak terjadi di tengah kehidupan masyarakat.

DPR RI saat ini tengah membahas RUU KUHP, yang salah satunya terdapat rencana santet masuk di dalamnya. Meski demikain terdapat pro dan kontra di tengah masyarakat, di mana penolakan muncul salah satunya karena santet dianggap tidak bisa dibuktikan.(fat/jpnn)

Article source: http://index.okezone.com/read/2012/04/03/285/604689/mengkaji-fenomena-nii-secara-kritis


NU: Santet Nyata, Mengakuinya tak Musyrik

Sunday, December 29, 2013

Yunan Nasution Tokoh Pers, Politikus, dan Dai

Jakarta – Bidang pers adalah awal karier Haji Mohammad Yunan Nasution, yang Sabtu (28/12) diperingati 100 tahunnya di Aula Buya Hamka Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta.


Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring yang membuka Seminar 100 Tahun H.M. Yunan Nasution termasuk salah satu pengagum tokoh tersebut.


Ia menilai sosok tokoh Islam itu mempunyai pribadi yang konsisten, kokoh, dan tangguh.


Berduet dengan Buya Hamka, Yunan Nasution memimpin Majalah Pedoman Masyarakat dan Soeloeh Islam di Medan tahun 1930-an.


Semasa penjajahan Belanda hingga masa revolusi, dia turut berjuang melawan Belanda dan dua kali masuk bui serta dikenai larangan tinggal (passenstelsel) di Sumatra Barat dan Tapanuli.


Yunan Nasution pernah aktif sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) hingga terpilih sebagai anggota DPR RI.


Ternyata pengalamannya di bidang pers sangat banyak manfaatnya sewaktu dia memutuskan untuk aktif di pergerakan politik pada tahun 1940-an dan 1950-an.


Yunan Nasution pernah menjadi Ketua Masyumi Jakarta Raya serta Ketua Komite Aksi Pemilihan Umum (KAPU) tahun 1955, pemilu pertama di Indonesia.


Nazar Nasution, salah seorang putra beliau, mengatakan bahwa prestasi kemenangan Masyumi tahun 1955 menjadikan ayahnya terpilih sebagai Sekjen Masyumi selama dua dasawarsa, termasuk memimpin harian Abadi, corong Partai Masyumi.


Semasa itu, terjalin hubungan yang akrab antara dia dan sahabat-sahabatnya separtai, seperti M. Natsir, Prawoto, Muhamad Roem, Kasman Singodimedjo, Anwar Haryono, hingga tokoh PSI Sutan Syahrir, Hamid Algadri, bahkan tokoh Katolik Kasimo dan tokoh Kristen A.M. Tambunan.


“Mereka memiliki karakter dan kepribadian yang kokoh,” kata Nazar.


Yunan Nasution bergaul luwes dan harmonis dengan sesama tokoh partai sealiran maupun lintas aliran: Islam, Kristen, Katolik, Sosialis, dan Nasionalis.


Sesungguhnya dialog antariman (interfaith dialogue) sudah dimulai sejak 1950-an, kata Nazar, salah seorang tokoh Angkatan 66.


Demikian pula moto yang saat ini hangat dipopulerkan “Thousand Friends, Zero Enemy”, sudah lama menjadi panduan politikus RI saat itu.


Tidak ada permusuhan, pertengkaran terbuka, apalagi dendam. Kepemimpinan yang berkarakter dan berkepribadian. Kehidupan politik dan kenegaraan pada tahun 50-an itu patut dijadikan contoh dan ditiru generasi muda.


“Mereka semua adalah negarawan sejati,” ujar Nazar Nasution.


Pemikiran ini dibenarkan oleh Akbar Tandjung dan Jimly Asshiddiqie, yang mewakili generasi muda dalam seminar tersebut.


Yunan Nasution mempunyai kemampuan manajemen yang mumpuni, kata Jimly.


Akbar menyebutnya sebagai pejuang yang gigih dan teladan sejati.


Sejumlah budayawan, seperti Taufiq Ismail dan Taufiq Abdullah, serta pemuka agama seperti K.H. Rasyid Abdullah Syafei dan Yunan Yusuf menyebutkan Yunan Nasution adalah pribadi yang sulit dicari bandingannya abad ini.


Adnan Buyung Nasution yang membuat pengantar untuk penerbitan kembali buku “Kesan-kesan Selama di Penjara Rezim Orde Lama” menyatakan bahwa pengorbanan Yunan Nasution yang berkali-kali mendekam dalam penjara pada masa penjajahan, kemudian berlanjut pada masa Orde Lama, membuat Yunan Nasution pantas dianugerahi pahlawan nasional.[006-antara]


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/10/19/mc4v7w-islam-mulai-bersemi-di-tonga-1


Yunan Nasution Tokoh Pers, Politikus, dan Dai

Saturday, February 9, 2013

Anggota DPR: Anak Muda Wajib Masuk Pesantren

Home Nasional

Anggota DPR: Anak Muda Wajib Masuk Pesantren


 

“Tidak mungkin nenek-nenek disuruh masuk pesantren lagi”


Ahad, 10 Februari 2013

Hidayatullah.com–Anggota Komisi VIII DPR RI Syafwatillah menilai, generasi muda Islam harus belajar di pondok pesantren (ponpes) yang banyak tersebar se-Indonesia. Sebab baginya, bapak-bapak mereka sudah tidak ada kesempatan lagi mengenyam dunia pesantren.

“Tidak mungkin nenek-nenek disuruh masuk pesantren lagi. Tidak mungkin bapak-bapak yang sudah sibuk dimasukkan pesantren. Tapi ada anak muda, wajib hukumnya masuk pesantren,” ujar Syafwatillah dalam sambutannya saat meresmikan Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2013).

Menurutnya, dikatakan wajib karena generasi Muslim saat ini rawan tergerus budaya asing.
“Di era globalisasi seperti sekarang ini, jangankan di luar, di pesantren saja ada yang masih terkontaminasi dengan budaya-budaya barat yang menyimpang dari ajaran Islam,” terangnya.

“Tapi tentu saja, di pesantren jauh lebih baik dari pada berada di luar (pesantren),” lanjutnya lagi.

Menurut Syafwatillah, untuk masuk pesantren tak harus dengan niat muluk-muluk.

“Ketika saya dulu dimasukkan oleh orangtua saya ke pesantren, apa tujuannya? Bukan untuk jadi (anggota)  DPR RI, bukan juga untuk jadi kiai,” tandasnya.

Syafwatillah mengaku, orangtuanya saat itu memondokkannya agar dia bisa belajar al-Qur’an dan nilai-nilai agama.

“Agar saya menjadi anak yang sholeh,” tambah kiai yang mengasuh sebuah pesantren di Palembang ini.

Pada acara yang digelar di kompleks Ponpes Hidayatullah, Jl. Kalimulya, Sukmajaya itu, alumnus Ponpes Moderen Ar-Risalah, Ponorogo, Jawa Timur ini menyindir banyaknya lulusan pesantren yang masih menganggur.

Menurutnya, jika ada santri yang tidak bekerja, santri tersebut layak disebut bodoh. Sebab, kata dia, seorang santri memiliki potensi untuk tetap berkarya.

“Gali potensi, raih prestasi,” serunya.*

Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Cholis Akbar

Article source: http://www.tribunnews.com/2013/02/06/mengukur-kekuatan-anas-urbaningrum-di-demokrat


Anggota DPR: Anak Muda Wajib Masuk Pesantren

Monday, April 15, 2013

Komisi III DPR Akan Panggil Eyang Subur




Komisi III DPR Akan Panggil Eyang Subur




Jakarta, GATRAnews – Anggota Komisi III DPR RI, yang membidangi hukum, sepakat menghadirkan Eyang Subur, guna didengar keterangannya atas tudingan yang dilontarkan artis yang juga mantan murid spiritualnya, Adi Bing Slamet.


 


Usulan tersebut disampaikan beberapa orang anggota Komisi III, setelah mendengarkan aduan Adi, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi III dengan sejumlah pihak yang mengadukan berbagai permasalah hukum di ruang sidang Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/4).


 


“Soal yang disampaikan Adi, memang banyak kejanggalannya, sehingga saya usulkan Subur itu kita panggil,” usul anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Buchori Yusuf.


 


Senada dengan Buchori, Anggota Komisi III lainnya juga menyampaikan hal yang sama. “Untuk kasus Adi, apalagi ada hubungan dengnan RUU KUHP tentang Pasal Santet, apakah ini menyangkut santet, dan saya sepakat. Setelah reses kita panggil dia,” ujar Sayet Muhammad Muladi.


 


Nudirman Munir pun menyatakan hal serupa. “Saya setuju dengan kawan-kawan, Subur harus dihadirkan ke sini. Ada pencemaran terhadap agama Islam yang membelok-belokkan.”


 


Mendapat usulan dari sejumlah anggotanya, pimpinan RDPU, Al Mujamil Yusuf, yang merupakan Wakil Komsi III asal Fraksi PKS mengatakan, pemanggilan itu terkendala waktu.


 


“Terkait adi, beberapa anggota usulkan panggil Subur, tapi kita besok akhir reses dan baru masuk 1 bulan ke depan. Jadi kalau tidak reses kita minggu depan akan langsung panggil,” pungkasnya.(IS)


 


 


 


 


Article source: http://jakarta.tribunnews.com/2013/01/26/rahmat-rampok-bank-saat-khutbah-jumat


Komisi III DPR Akan Panggil Eyang Subur

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Jengkel Soal Isu Mualaf dan Nikah Siri dengan Suami Artis Afifa Syahira | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Kakak sekaligus manajer Angel, Daniel, mengungkap kalau adiknya itu cukup resah karena tertimpa isu tak sedap.

image

WowKeren.com - Angel Karamoy kembali diisukan menjadi mualaf dan menikah siri. Bahkan ia juga dirumorkan menikah dengan Syaiful Drajat, produser sekaligus suami artis muda Afifa Syahira.

Kedekatan Angel dengan produser sinetronnya, "Surga Yang Kedua", itu semakin jadi sorotan. Ini karena mantan istri Steven Rumangkang itu sempat liburan bareng keluarga Syaiful.

Menanggapi isu tersebut, kakak sekaligus manajer Angel, Daniel Karamoy, tak mau banyak bicara. Hanya saja, Daniel mengungkap kalau Angel sempat kesal karena diberitakan yang tidak-tidak.

"Dia (Angel) bilang 'Kenapa sih semua tindakan gue salah?' soalnya inframe sama ini digosipin, terserah saja deh mau gimana," kata Daniel. "Ya namanya gosip, tersebar cepat, apalagi yang miring-miring. Ya terserah mereka mau ngomong apa. Kasihan aja sama Angel, baru kemarin, nanti inframe sama siapa kena lagi."

Daniel juga mengklarifikasi soal kabar Angel liburan bareng Syaiful. "Terserah mereka mau ngomong apa, yang jelas kami sedang syuting di Marbella, Anyer hingga Sabtu," seru Daniel menirukan jawaban Angel.

Daniel menambahkan kalau Angel juga sering curhat padanya. Namun ia berusaha bersikap profesional sebagia manajer. "Kalau udah kehidupan pribadi saya nggak mau urusin. Saya urus jadwal aja. Pasti lah (curhat). Saya kan kakaknya. Pasti dia ngomong. Yang penting kita benar-benar aja. Angel bilang, 'Yang penting aku syuting kerja, ngurusin anak-anak," seru Daniel. (wk/ri)

loading...

loading...

Berita Angel Karamoy terkait :
̢ۢ Angel Karamoy Dikabarkan Pacari Suami Afifa Syahira, Begini Reaksi Steven Rumangkang
̢ۢ Isu Angel Pacari Suami Artis 'GGS' Afifa Syahira, Netter Sindir Skandal Foto Pasha
̢ۢ Sudah Move On, Angel Karamoy Akhirnya Akui Punya Pacar Baru
̢ۢ Sahabat Kecewa, Isyaratkan Angel Karamoy Berubah Drastis Karena Pindah Agama?
̢ۢ Lihat berita terbaru Angel Karamoy ...

Koleksi foto Angel Karamoy terkini (95 foto):
"

| Angel | Karamoy | Jengkel | Soal | Mualaf | Nikah | Siri | dengan | Suami | Artis | Afifa | Syahira | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Kakak | sekaligus | manajer | Daniel | mengungkap | kalau | adiknya | cukup | resah | karena | tertimpa | sedap | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Karamoy< | kembali | diisukan | menjadi | mualaf | menikah | siri | Bahkan | juga | dirumorkan | Syaiful | Drajat | produser | suami | artis | muda | p>Kedekatan | sinetronnya | Surga | Yang | Kedua | semakin | jadi | sorotan | mantan | istri | Steven | Rumangkang | sempat | liburan | bareng | keluarga | p>Menanggapi | tersebut | kakak | banyak | bicara | Hanya | kesal | diberit | yang | p>Dia | (Angel) | bilang | Kenapa | semua | tind | gue< | salah | soalnya | inframe | sama | digosipin | terserah | gimana | kata | namanya | gosip | tersebar | cepat | apalagi | miring | ngomong | Kasihan | baru | kemarin | nanti | siapa | kena | lagi | p>Daniel | mengklarifikasi | soal | kabar | Terserah | jelas | kami | syuting | Marbella | Anyer | Sabtu | seru | menirukan | jawaban | menambahkan | sering | curhat | padanya | Namun | berusaha | bersikap | profesional | sebagia | Kalau | udah | kehidupan | pribadi | saya | nggak | urusin | Saya | urus | jadwal | Pasti | (curhat) | kakaknya | penting | benar | kerja | ngurusin | anak | ri)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Dikabarkan | Pacari | Begini | Reaksi | Rumangkang< | a>̢ۢ | Netter | Sindir | Skandal | Foto | Pasha< | Sudah | Move | Akhirnya | Akui | Punya | Pacar | Baru< | Sahabat | Kecewa | Isyaratkan | Berubah | Drastis | Karena | Pindah | Agama | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | foto | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> |

Thank You Very Much for Visit this News

Friday, August 23, 2013

Imam New York: Umat Muslim RI Bisa Hidup Tenang di AS


Shamsi Ali (tengah)





Jakarta – Imam Islamic Center New York Shamsi Ali menyatakan umat muslim Indonesia di AS tidak menjadi korban Islamophobia. Ketakutan berlebih terhadap Islam hanya menimpa pada umat Muslim dari Timur Tengah.

“Kalau orang Indonesia tidak terlalu banyak mengalami aksi kekerasan Islamophobia. Karena stereotipenya muslim itu Arab. Yang mendapat diskriminasi itu ya orang Arab. Dan untunglah wajah saya ini wajah Indonesia,” kata Shamsi mengungkapkan realitas keagamaan di Negeri Paman Sam.


Pria kelahiran Bulukumba, Sulsel, 45 tahun lalu ini berbicara hal tersebut di sela-sela Kongres Diaspora Indonesia II, di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2013).


Dia menuturkan, pasca peristiwa pengeboman menara kembar WTC New York, kondisi perpolitikan pun mengarah ke diskriminasi terhadap umat muslim. Namun kini, suasana kehidupan antarumat beragama di AS sudah berangsur cair.


“Secara umum, umat Islam dari Indonesia tidak mengalami banyak tantangan. Realitasnya sangat tenang, baik, menikmati kehidupan demokrasi di sana,” ungkapnya.


Pria yang sudah 17 tahun tinggal di AS ini kini menjadi aktivis kerukunan antarumat beragama di AS. Menurutnya, upaya dialoglah yang harus terus dijalin agar tidak terjadi kesalahpahaman antarumat beragama.


Shamsi mengisahkan pertemuannya dengan salah seorang rabbi Yahudi bernama Marc Schneier. Pada pertemuan pertama, Marc mengaku dirinya tak sudi menatap wajah Shamsi. Ini karena kebenciannya yang mendalam terhadap muslim.


Namun pada 2005 ketika mereka bertemu dalam acara simpatik terkait wafatnya Paus Yohannes II, mereka menjadi akrab. Mereka meninggalkan kebencian masing-masing dan membuat kerjasama mewujudkan gerakan toleransi antarumat beragama.


“Sekarang dia (Schneiner) menjadi pembela pertama jika umat muslim mendapat tentangan,” tuturnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di “Reportase Sore” pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV


(nik/nrl)









Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Imam New York: Umat Muslim RI Bisa Hidup Tenang di AS

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Jengkel Soal Isu Mualaf dan Nikah Siri dengan Suami Artis Afifa Syahira | Kabar, Berita, Artikel & Hot Gossip

Kakak sekaligus manajer Angel, Daniel, mengungkap kalau adiknya itu cukup resah karena tertimpa isu tak sedap.

image

WowKeren.com - Angel Karamoy kembali diisukan menjadi mualaf dan menikah siri. Bahkan ia juga dirumorkan menikah dengan Syaiful Drajat, produser sekaligus suami artis muda Afifa Syahira.

Kedekatan Angel dengan produser sinetronnya, "Surga Yang Kedua", itu semakin jadi sorotan. Ini karena mantan istri Steven Rumangkang itu sempat liburan bareng keluarga Syaiful.

Menanggapi isu tersebut, kakak sekaligus manajer Angel, Daniel Karamoy, tak mau banyak bicara. Hanya saja, Daniel mengungkap kalau Angel sempat kesal karena diberitakan yang tidak-tidak.

"Dia (Angel) bilang 'Kenapa sih semua tindakan gue salah?' soalnya inframe sama ini digosipin, terserah saja deh mau gimana," kata Daniel. "Ya namanya gosip, tersebar cepat, apalagi yang miring-miring. Ya terserah mereka mau ngomong apa. Kasihan aja sama Angel, baru kemarin, nanti inframe sama siapa kena lagi."

Daniel juga mengklarifikasi soal kabar Angel liburan bareng Syaiful. "Terserah mereka mau ngomong apa, yang jelas kami sedang syuting di Marbella, Anyer hingga Sabtu," seru Daniel menirukan jawaban Angel.

Daniel menambahkan kalau Angel juga sering curhat padanya. Namun ia berusaha bersikap profesional sebagia manajer. "Kalau udah kehidupan pribadi saya nggak mau urusin. Saya urus jadwal aja. Pasti lah (curhat). Saya kan kakaknya. Pasti dia ngomong. Yang penting kita benar-benar aja. Angel bilang, 'Yang penting aku syuting kerja, ngurusin anak-anak," seru Daniel. (wk/ri)

loading...

loading...

Berita Angel Karamoy terkait :
̢ۢ Angel Karamoy Dikabarkan Pacari Suami Afifa Syahira, Begini Reaksi Steven Rumangkang
̢ۢ Isu Angel Pacari Suami Artis 'GGS' Afifa Syahira, Netter Sindir Skandal Foto Pasha
̢ۢ Sudah Move On, Angel Karamoy Akhirnya Akui Punya Pacar Baru
̢ۢ Sahabat Kecewa, Isyaratkan Angel Karamoy Berubah Drastis Karena Pindah Agama?
̢ۢ Lihat berita terbaru Angel Karamoy ...

Koleksi foto Angel Karamoy terkini (95 foto):
"

| Angel | Karamoy | Jengkel | Soal | Mualaf | Nikah | Siri | dengan | Suami | Artis | Afifa | Syahira | Kabar, | Berita, | Artikel | Gossip | Kakak | sekaligus | manajer | Daniel | mengungkap | kalau | adiknya | cukup | resah | karena | tertimpa | sedap | em>< | p> < | div> WowKeren | com< | strong> | Karamoy< | kembali | diisukan | menjadi | mualaf | menikah | siri | Bahkan | juga | dirumorkan | Syaiful | Drajat | produser | suami | artis | muda | p>Kedekatan | sinetronnya | Surga | Yang | Kedua | semakin | jadi | sorotan | mantan | istri | Steven | Rumangkang | sempat | liburan | bareng | keluarga | p>Menanggapi | tersebut | kakak | banyak | bicara | Hanya | kesal | diberit | yang | p>Dia | (Angel) | bilang | Kenapa | semua | tind | gue< | salah | soalnya | inframe | sama | digosipin | terserah | gimana | kata | namanya | gosip | tersebar | cepat | apalagi | miring | ngomong | Kasihan | baru | kemarin | nanti | siapa | kena | lagi | p>Daniel | mengklarifikasi | soal | kabar | Terserah | jelas | kami | syuting | Marbella | Anyer | Sabtu | seru | menirukan | jawaban | menambahkan | sering | curhat | padanya | Namun | berusaha | bersikap | profesional | sebagia | Kalau | udah | kehidupan | pribadi | saya | nggak | urusin | Saya | urus | jadwal | Pasti | (curhat) | kakaknya | penting | benar | kerja | ngurusin | anak | ri)< | strong>< | p> loading | p> loading | p> < | div> Berita | terkait | :̢ۢ | Dikabarkan | Pacari | Begini | Reaksi | Rumangkang< | a>̢ۢ | Netter | Sindir | Skandal | Foto | Pasha< | Sudah | Move | Akhirnya | Akui | Punya | Pacar | Baru< | Sahabat | Kecewa | Isyaratkan | Berubah | Drastis | Karena | Pindah | Agama | Lihat | berita | terbaru | p> Koleksi | foto | terkini | foto< | a>):< | div> < | div> < | div> |

Thank You So Much for Read this Article

Wednesday, December 12, 2012

ICMI Desak Presiden Tunda Kunjungan ke Malaysia

INILAH.COM, Jakarta – Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Nanat Fatah Natsir mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunda kunjungannya ke Malaysia terkait pernyataan mantan Menteri Penerangan Malaysia Tan Sri Zainuddin Maidin kepada mantan Presiden RI BJ Habibie.
Nanat berharap setidaknya Malaysia meminta maaf terlebih dulu kepada pemerintah Indonesia, atas pernyataan Maidin yang telah menganggap BJ Habibie sebagai ‘Dog of Imperialism’.
“Presiden harus mempertimbangkan lagi bila ingin berkunjung ke Malaysia. Dan pemerintah Indonesia juga mestinya menuntut Malaysia meminta maaf kepada pemerintah Indonesa terkait hinaan terhadap mantan Presiden RI BJ Habibie,” ujarnya.
Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Universitas Islam Negeri Bandung itu mengecam keras pernyataan pejabat Malaysia yang telah menghina mantan Presiden BJ Habibie. Karena hal itu tidak sesuai dengan sejarah Indonesia.
“Justru pintu masuk demokrasi di Indonesia adalah pada masa pemerintahan BJ Habibie. Mestinya pejabat Malaysia itu menarik pernyataan dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia,” tambahnya. [ANT]

ICMI Desak Presiden Tunda Kunjungan ke Malaysia

Wednesday, March 20, 2013

NU: Santet Nyata, Mengakuinya Bukan Musyrik


JAKARTA – Pencak Silat Pagar Nusa, salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), merespons pembahasan masuknya santet ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP yang saat ini tengah dibahas oleh DPR RI. Ditegaskan santet ada dan dikenal di Agama Islam, serta mengakui keberadaannya bukan sebuah tindakan musyrik.
 
Ketua Pimpinan Pusat PS NU Pagar Nusa KH Abdussalam Sokhib, mengatakan, sejarah keberadaan santet bahkan sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Gus Salam, demikian Kiai Abdussalam disapa, dalam kesehariannya menegaskan mengakui keberadaan santet bukanlah tindakan musyrik.
 
“Saat itu Nabi disihir oleh kaum Yahudi, hingga Allah SWT menurunkan ayat di surat An Nas dan Al Falaq, yang mana ayat itu menjadi obat bagi Rasulullah untuk menghilangkan sihir yang mengenainya,” kata Gus Salam dalam keterangan tertulis kepada Okezone di Jakarta, Rabu (20/3/2013).
 
Gus Salam menyesalkan adanya pernyataan dari MUI Jawa Tengah yang menyebut mengakui keberadaan santet adalah tindakan musyrik.
 
“Menyebut orang lain musyrik, kafir, dan lain sebagainya itu perlu kehati-hatian. Mengkafirkan seorang muslim yang sejatinya tidak kafir, bisa jadi kita sendiri yang bisa disebut kafir. Kalau santet itu ada dan  diakui oleh agama, apakah percaya keberadaannya bisa dikatakan kafir?” urai Gus Salam.
 
Terkait rencana dimasukkannya santet ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP, Gus Salam mengatakan hal tersebut bisa dilakukan. Layaknya ilmu kedokteran,  santet ditegaskannya juga bisa dibuktikan. “Ini hanya masalah metode keilmuan saja. Santet bisa dipelajari, dan orang yang mempelajarinya bisa dijadikan saksi untuk sebuah kasus yang dibawa ke persidangan,” ujarnya.
 
Dalam keterangannya Gus Salam juga mengutarakan alasan yang lebih penting dari dukungannya santet masuk ke dalam salah satu pasal di RUU KUHP. Yaitu tujuan pencegahan agar kejahatan santet tak lagi marak terjadi di tengah kehidupan masyarakat.
 
“Kalau ada ancaman pidananya, diharapkan orang akan berfikir ulang melakukan santet. Tapi saya juga ingin mengingatkan, dibutuhkan kehati-hatian dalam pembahasan masalah ini,” tandas Gus Salam.
 
DPR RI saat ini tengah membahas RUU KUHP, yang salah satunya terdapat rencana santet masuk di dalamnya. Meski demikian terdapat pro dan kontra di tengah masyarakat, di mana penolakan muncul salah satunya karena santet dianggap tidak bisa dibuktikan.

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(ful)

Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/02/17/158771/70-Persen-Pelajar-Lakukan-Seks-Bebas-


NU: Santet Nyata, Mengakuinya Bukan Musyrik

Wednesday, July 24, 2013

Masjid ISPNG, pendorong penyebaran Islam di Papua Nugini

Papua Nugini merupakan sebuah wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Islam di sana masih terbilang sangat kecil dan belum berkembang pesat.


Belum banyak penduduk yang familiar dengan Islam. Walaupun begitu, Papua Nugini sudah mempunyai sebuah masjid dan pusat masyarakat Islamnya sendiri.


Masjid pertama yang pernah ada di sana dinamakan Masjid Islamic Society of Papua New Guinea (ISPNG). Masjid yang awalnya bernama Port Moresby Central Muslim ini dibangun atas kerja keras umat muslim yang tinggal di sana.


Awal cerita pembangunan masjid ini dimulai ketika Muslim World League (Rabita Al Alam Al Islami) yang beroperasi di Arab Saudi menawarkan kerja sama dengan umat muslim Papua Nugini pada 1987. Kerja sama mereka menghasilkan sebuah masjid di atas lahan di Lot 4 Sect 63 Queensc Life, Korobosea National District dengan daya tampung maksimal 50 orang.


Seiring dengan perkembangan zaman, kuantitas muslim Papua Nugini pun bertambah. Hal ini mengakibatkan tempat beribadah kecil mereka kewalahan melayani umat muslim yang ada. Sehingga tempat salat dipindahkan ke halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia.


Menanggapi hal tersebut, umat Islam Papua Nugini mengusulkan akan pembangunan sebuah masjid. Kali ini, respon luar biasa berdatangan dari banyak pihak. Mulai dari pemerintah Papua Nugini yang menyumbangkan 3500 meter persegi lahan di Lot 1R 2 Sektor 138, Malas Street, Hohola, National Capital District. Lalu dana sebesar $100.000 juga dilayangkan oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila kepada pengurus Port Moresby Islamic Center.


Peletakan batu pertama dan peresmian masjid ini dilakukan oleh Duta Besar RI di Port Moresby. Acara pembukaan dan peresmian masjid dihadiri oleh Duta Besar RI di Port Moresby, Wakil dari Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila, wakil dari Maybank Malaysia dan Imam Mikail Abdul Azis selaku wakil Muslim World League.


Selain tempat beribadah, Masjid Islamic Society ini juga membuka pesantren, pengajian, dan pembelajaran Islam lainnya. Keberadaan masjid ini jelas mendorong penyebaran dan perkembangan Islam di Papua Nugini. Setidaknya terdapat 200 warga Papua yang masuk Islam semenjak berdirinya masjid bersejarah tersebut.












Article source: http://celebrity.okezone.com/read/2012/11/20/385/720917/dawan-khai-nyaris-tampar-happy-salma-saat-akting


Masjid ISPNG, pendorong penyebaran Islam di Papua Nugini

Sunday, December 22, 2013

Hukum meraikan Krismas bagi orang Islam



Soalan:
Saya bekerja di sebuah pasar raya besar dan ternama. Setiap kali musim perayaan kami akan menghias dan meraikannya mengikut perayaan tersebut. Hari krismas tidak lama lagi dan kami diwajibkan memakai topi merah sepanjang bertugas sehinggalah berakhirnya krismas. Apakah hukum saya memakai topi tersebut? Adakah menjejaskan akidah saya? Saya memakai topi tersebut hanya kerana tugas bukan kerana meraikan perayaan itu. Minta penjelasan. Terima kasih.


Jawapan:
Rata-rata masyarakat di dunia ini hidup dalam sebuah negara yang mempunyai pelbagai penganut berbeza agama. Mana kala dalam setiap agama pula mempunyai tarikh-tarikh tertentu yang dirayakan bagi memperingati sesuatu peristiwa. Keadaan yang sama berlaku dalam negara Malaysia dan beberapa buah negara di Timur Tengah.


“Christmas Day” menurut orang Kristian adalah sambutan hari ulang tahun kelahiran anak Allah di muka bumi, iaitu Jesus. Walaupun di sana ada perselisihan pendapat pada tarikh kelahirannya, tumpuan utama adalah pada diri Jesus yang telah dikorbankan oleh Allah demi menghapuskan dosa-dosa manusia. Pengorbanan sebesar ini tidak patut dilupakan begitu sahaja, maka ia diingati dengan sambutan Hari Krismas. Jelas, perayaan ini disambut bersempena dua perkara; Pertama: Jesus sebagai anak Allah dan kedua: pengorbanan Jesus yang disalib demi menebus dosa manusia.


Persoalan: Adakah perayaan ini boleh disambut oleh orang Islam dan bagaimana jika kita hanya mengucapkan tahniah/memberikan ucapan kepada masyarakat Kristian?


Jawapan: Hukum sambutan krsimas ini boleh dibahagikan kepada dua :


1.Hukum Menyambut Perayaan Krismas Bersama Orang Kafir:


Ulama bersepakat dalam PENGHARAMAN meraikannya atau turut serta dalam apa-apa sahaja bentuk sambutan yang berkaitan dengan perayaan orang kafir termasuk perayaan Krismas. Seperti yang telah diterangkan di atas, umat Islam hanya mempunyai dua perayaan yang besar iaitu ‘Idulfitri dan ‘Iduladha.


Imam ibnu Qayyim menerangkan dalam kitabnya “Ahkam Ahli Zimmah” tentang hukum sambutan perayaan orang kafir: (TIDAK HARUS bagi orang mukmin itu menghadiri perayaan orang kafir dengan persetujuan semua para ulama. Perkara ini telah dijelaskan oleh para fuqaha’ mazhab empat dalam kitab mereka, berdasarkan hadis riwayat Imam Baihaqi daripada Umar bin al-Khattab berkata “Janganlah kamu masuk bersama orang kafir ke dalam gereja mereka pada hari perayaan mereka, maka sesungguhnya kemurkaan diturunkan kepada mereka”.


Imam an-Nawawi juga menjelaskan dalam kitabnya al-Majmu’ akan tegahan daripada bersama-sama dengan orang kafir di dalam majlis mereka kerana perbuatan tersebut memuliakan mereka dan dikira menyamakan kemuliaan orang mukmin dengan orang kafir, maka perkara tersebut adalah tidak harus.


Antara pendapat ulama dalam mengharamkan sambutan perayaan orang kafir adalah berdasarkan beberapa dalil antaranya :


i.Sambutan tersebut menyerupai orang kafir. Pengharaman ini berdasarkan hadis baginda SAW yang bermaksud:


“Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu An Nadhr, berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Tsabit, berkata, telah menceritakan kepada kami Hassan bin Athiyah dari Abu Munib Al Jurasyi dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa bertasyabuh dengan suatu kaum, maka ia sebahagian dari mereka. Barangsiapa yang menyerupai (meniru) suatu kaum (yang bukan Islam), maka dia tergolong dalam golongan mereka.” (Hadith ke-3512 riwayat Imam Abu Daud)


ii.Penyertaan atau menyambut perayaan tersebut merupakan satu daripada tanda kita menyukai dan cinta kepada mereka. Allah SWT berfirman, maksudnya:


“Wahai orang-orang Yang beriman! janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani itu sebagai teman rapat, kerana setengah mereka menjadi teman rapat kepada setengahnya yang lain; dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman rapatnya, maka Sesungguhnya ia adalah dari golongan mereka itu mereka itu. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum Yang berlaku zalim.” (Surah al-Maidah : ayat 51)


2.Hukum Mengucapkan Tahniah/Memberikan Ucapan Perayaan Kepada Mereka


Berhubung permasalahan mengucapkan tahniah kepada orang kafir pada perayaan mereka, terdapat perselisihan pendapat ulama. Ada yang membenarkan dan ada pula yang mengharamkan tindakan ini.


Imam Ibnu Qayyim mengharamkan ucapan tahniah ini dengan katanya dalam kitabnya “Ahkam Ahli Zimmah” pada Bab Ucapan Tahniah Kepada Ahli Zimmi: (dan adapun ucapan tahniah terhadap  syiar yang telah dikhusukan kepada orang kafir adalah haram secara sepakat, seperti ucapan tahniah terhadap perayaan dan puasa mereka, dengan ucapan : Eid Mubarak ‘Alaika / tahniah atas perayaan ini, atau sebagainya).


Tetapi menurut Dr Yusuf Qardawi dalam fatwanya, beliau mengharuskan tindakan ini selagi mana kita tidak menyambut perayaan mereka dan sekadar ucapan tahniah kepada mereka sebagai tanda hubungan kemasyarakatan. Pendapat ini bersandarkan kepada firman Allah SWT yang bermaksud:


“Dan apabila kamu diberikan penghormatan dengan sesuatu ucapan hormat (seperti memberi salam), maka balaslah penghormatan itu dengan Yang lebih baik daripadanya, atau balaslah dia (dengan cara yang sama). Sesungguhnya Allah sentiasa menghitung tiap-tiap sesuatu. (Surah an-Nisaa’ : ayat 86)


“Allah tidak melarang kamu daripada berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangi kamu kerana agama (kamu), dan tidak mengeluarkan kamu dari kampung halaman kamu; Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang Yang berlaku adil.” (Surah al-Mumtahanah : Ayat 8)


Namun, perlu diingat bahawa ucapan yang ditujukan kepada mereka adalah suatu ucapan yang bukan digambarkan dengan keredhaan kita terhadap agama mereka tetapi semata-mata ingin menjaga hubungan dan berbuat baik kepada mereka. Sikap ini dari satu sudut menunjukkan Islam merupakan agama yang mengamalkan sikap toleransi dengan penganut agama yang lain dengan menjaga batasan syara’ yang telah ditetapkan.


Kesimpulan:
Agama Islam merupakan agama yang menitikberatkan toleransi antara pengikutnya dan penganut agama lain. Namun, dalam masalah yang berkaitan dengan soal akidah, perkara ini adalah lebih utama. Berdasarkan kepada perbahasan yang telah diletakkan, kita dapat melihat penyelesaian kepada permasalahan adalah seperti berikut :


1.Haram menyambut perayaan orang kafir disebabkan kesalahan akidah yang dianuti oleh mereka. Secara umumnya, perkara ini disamakan seolah-olah kita turut sama menyokong pendirian dan pegangan mereka.


2.Dibolehkan memberikan ucapan atau tahniah pada hari kebesaran mereka dengan syarat bukan disebabkan kita berasa redha dengan perayaan ini tetapi  ingin menjaga hubungan kemasyarakatan dalam sebuah komuniti.


Yang paling penting ialah pendekatan yang digunakan oleh umat Islam dalam mendepani masyarakat berbeza bangsa dan agama dalam sesebuah kawasan. Cara ini perlu diberikan perhatian supaya Islam itu dapat diperlihatkan wajahnya yang indah dan kefahaman tentang suatu peristiwa itu dapat diperbetulkan.


“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Surah al-Maidah : ayat 2)


Memakai topi merah mengikut pandangan awam adalah seperti kita meraikan syiar mereka dan boleh menimbulkan fitnah. Sebaiknya, saudara/ri cuba usahakan untuk tidak memakai topi tersebut sekalipun ianya tidak menjejaskan akidah saudara/ri.



Article source: http://musik.kapanlagi.com/berita/evelyn-dan-arul-duo-mualaf-yang-konsisten-bawakan-lagu-religi-d6a1d0.html


Hukum meraikan Krismas bagi orang Islam

Sunday, February 24, 2013

Imlek dan Cap Go Meh

Imlek dan Cap Go Meh

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Minggu, 24/02/2013 04:02 WIB • 103 klik

H. Sutan Zaili Asril

ADALAH Cap Go Meh (juga disebut Festival Lentera/Lantern Festival) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari perayaan Tahun Baru Imlek di lingkungan  komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap atau chap berarti Sepuluh, go berarti lima, dan meh berarti malam). Ini juga berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama lima belas hari. Perayaan Cap Go Meh lazimnya dira­ya­kan dengan jamuan/makan besar dan berbagai kegiatan lainnya. Di Taiwan, misalnya, Cap Go Meh dirayakan sebagai Festival Lampion (Lantern Festival). Sedang di Asia Tenggara, Cap Go Meh dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, ketika perempuan/gadis yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut—suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

 

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia (di Kota Makassar, misalnya) diadakan secara rutin tiap setahun sekali. Di hari perayaan Cap Go Meh, daerah pecinaan Kota Makassar akan ditutup untuk kendaraan sejak pukul 10.00 WITA pagi, namun prosesi perarakan Cap Go Meh atau yang biasa disebut Karnaval Budaya Nusantara dimulai pukul 14.00 WITA, wali kota Makassar melepas puluhan ekor burung. Perarakan (karnaval) Cap Go Meh diawali rombongan Bhinneka Tunggal Ika antara lain terdiri atas berbagai tokoh agama/masyarakat diikuti Dara/Daeng Makassar, terus ke Kelenteng Kwang Kong, masyarakat Kajang Bulukumba/Vihara Dharma Loka, kelompok adat Aluktudolo Tana Toraja/Kelenteng Xian Ma, kelompok adat Bone/Kelenteng Pan Ku Ong, dari Galesong Kabupaten Takalar/Vihara Dharma Agung, Komunitas Bissu dari Segeri/Kabupaten Pangkep/Ma­pan­bumi/Kelompok Adat Mappasili Pallawa/Vihara Girinaga. Terakhir di­tutup Yayasan Budha Tzu Chi mem­bersihkan sampah di sepanjang jalan dilalui rombongan prosesi. Hampir setiap klenteng mengarak dewa/dewi. Klenteng Kwan Kong mengarak Dewa Kwan Kong sebagai dewa perang dan Dewi Kwan Im sebagai pembawa cinta kasih. Vihara Dharma Loka mengarak Dewa Cho Sua Kong atau dewa pengo­batan, dan Klenteng Xian Ma mem­bawa Dewi Xian Ma.

 

Mungkin, semua kita sudah tahu, Cap Go Meh adalah hari raya penutupan rangkaian acara perayaan Tahun Baru Imlek (Tahun Baru Saka/Cina) yang dirayakan tiap tanggal 15 Chia Gwee dalam penanggalan Tionghoa (Imlek). Biasanya, saat itu terang bulan pertama pada tahun baru Imlek. Bagi kaum tani Tionghoa/China ini adalah hari yang penting. Mereka umumnya akan melakukan persiapan satu minggu (menyebar benih) yang ditanam dalam dua-tiga minggu kemudian. Mereka mela­ku­kan turun ke sawah dengan segala perhitungan—salah-salah mereka bisa ke­laparan. Para petani baru sem­bahyang cheng beng (untuk/men­yembah leluhur) setelah selesai ber­tanam padi. Tanaman padi mereka akan dipanen kelak saat summer pada 5-6 bulan kemudian. Padi ditumbuk menjadi beras sebulan setelah panen (bulan kedelapan—menjelang pera­yaan Imlek/Cap Go Meh berikutnya). Jadi, terang bulan Cap Go Meh adalah pesta mooncake dan diramaikan dengan harvest festival. Perayaan hari Cap Go Meh dimeriahkan dengan festival lampion, karnaval barong-liong (barongsai-liongsai), makan ketupat Cap Go Meh, dan berbagai perayaan lainnya.

 

AKAN HALNYA Tahun Baru Im­lek pula, aslinya Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dila­kukan para petani di Cina biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan berkaitan pesta para petani men­yam­but musim semi. Perayaan ini dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir tanggal 15 bulan pertama. Acara meliputi sembahyang Imlek, sem­bahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan per­sem­bahyangan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, men­jamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan te­tangga. Karena perayaan Imlek berasal dari budaya petani, segala bentuk persembahan berupa berbagai jenis makanan. Tiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Di Cina, hidangan wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, yang dipilih adalah hidangan mempunyai arti kemak­muran, panjang umur, keselamatan, atau kebahagiaan, yang merupakan hidangan kesukaan leluhur.

 

Kue-kue yang dihidangkan akan lebih manis daripada biasa. Diha­rap­kan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Juga dihi­dang­kan kue lapis sebagai perlambang rezeki berlapis-lapis. Kue mangkok dan kue keranjang merupakan ma­ka­nan wajib dihidangkan di saat per­sembahyangan menyambut datang tahun baru Imlek. Biasanya, kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Ada makanan yang dihindari dan tak dihidangkan, misalnya bubur. Bubur tidak dihidangkan karena makanan ini lebih melambangkan kemiskinan. Kedua belas hidangan, lalu disusun di meja sembahyang yang bagian depan digantungi dengan kain khusus yang biasa bergambar naga berwarna merah. Pemilik rumah lalu berdoa memanggil para leluhurnya men­yantap hidangan disuguhkan.

 

Di malam tahun baru orang-orang biasa bersantap di rumah/di restoran. Se­lesai makan malam mereka bega­dang semalam suntuk dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki bisa leluasa masuk ke rumah. Pada waktu ini disediakan camilan khas Imlek berupa kuaci, kacang, dan permen. Pada waktu Imlek, makanan yang tidak boleh dilupakan adalah kue lapis legit, kue nastar, kue semprit, kue mawar, dan manisan kolang-kaling. Agar pikiran jadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol kehidupan yang terang. Tujuh hari sesudah hari Imlek dila­ku­kan persembahyangan kepada Sang Pencipta. Tujuannya adalah sujud kepadaNya dan memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru dimasuki. Lima belas hari sesudah Imlek dilakukan sebuah perayaan yang disebut Cap Go Meh. Warga keturunan Cina di Semarang, misalnya, mera­yakan dengan menyuguhkan lontong Cap Go Meh, terdiri dari lontong, opor ayam, lodeh terung, telur pindang, sate abing, dan sambal docang. Di Jakarta, menunya lontong, sayur godog, telur pindang, dan bubuk kedelai. Saat perayaan Imlek juga dirayakan ber­bagai macam keramaian, festival dan karnaval, yang menyuguhkan antara lain atraksi barongsai atau liongsai dan kembang api.

 

SEBETULNYA, kita—setidaknya seorang Cucu Magek Dirih—mele­takkan warga Cihna/keturunan Tiong­hoa sebagai/dalam perspektif warga negara Indonesia (UU Nomor 12/2006 tentang Warga Negara). Yang masih membuat perbedaan hanya keturunan—sebagai mana ada warga negara Indonesia keturuan Arab/keturunan India dan tentu saja berbe­da agama dan secara sub-etnik/suku bangsa (Jawa/Batak/Minang/Bugis, misalnya), serta beda budaya/adat/tradisi (dalam perspektif Bhinneka Tunggal Ika). Kita tidak dapat mem­vonis satu warga sebagai keturunan Arab/India/Cina sebagai tak memiliki hak/kewajiban yang berbeda. Setiap warga negara adalah sama, sama ada berbeda asal-usul (keturunan Arab/India/China, misalnya), atau berbeda suku bangsa (Jawa/Batak/Minang/Bugis dan lainnya, misalnya), dan atau beda agama (keturunan apa pun dan atau suku bangsa apa pun), tidak lagi menjadi masalah.

 

Misalnya, warga keturunan Tiong­hoa seperti pernah dikemukakan beberapa sahabat Cucu Magek Dirih dari Pondok, bukanlah keinginan mereka sejak dari dalam kandungan dilahirkan sebagai keturunan China—kalau mereka boleh/dapat memilih—kalau karena keturunan China lalu hak/kewajiban mereka didis­krimi­nasikan. Sama ada, warga RI ketu­runan Arab/keturunan India/ketu­runan Tionghoa bebas memeluk/menganut agama. Warga keturunan (Arab/India/China, misalnya) boleh jadi beragama Islam, Kristen, Budha, dan atau Hindu, serta Kong Hu Chu, misalnya—sama ada warga RI yang sub-etniknya Jawa/Batang/Minang/Bugis, misalnya, juga bebas memeluk agama diakui di Indonesia. Yang pasti semua warga negara (keturunan atau suku bangsa berbeda), sama-sama mempunyai hak dan kewajiban sama sebagai waarga negara.

 

Warga negara Indonesia ketu­runan China, misalnya, ada yang beragama Kong Hu Chu, Budha, Hindu, Kristen, dan atau Islam, sama halnya warga suku bangsa Jawa/Batak/Bugis, misalnya, memeluk agama-agama yang disebutkan. Kita tidak dapat melakukan sikap/perlakuan diskriminasi di antara sesama warga negara. Justru dalam perspektif/pandangan Cucu Magek Dirih, sebagaimana halnya kita di Padang ini dan atau provinsi Sumatra Barat, idealnya memandang warga negara Indonesia keturunan Tionghoa/Cina sebagai saudara dan memandang budaya dan adat/tradisi warga negara Indonesia keturunan China/Tionghoa sebagai kekayaan budaya Indonesia. Sejauh ini, justru warga keturunan China/Tionghoa yang tak banyak mengeluh karena masih diperlakukan berbeda/didiskriminasikan oleh warga negara Indonesia lainnya—tidak ter­ba­ya­ng­kan bilamana pemerintah daerah/aparat pemerintah daerah pula masih mendiskriminasi mereka pula? 

 

Mungkin akan dipandang berle­bihan oleh sebagian kita bilamana Cucu Magek Dirih mengatakan, sela­yak­nya kita di Padang menyemangati warga Pondok sekitarnya, misalnya, untuk merayakan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh sebagai keramaian/kemeriahan dan atau festival/karnaval bagi saudara kita di Pondok—tidak ada halangan bagi mereka melakukan perayaan Imlek dan Cap Go Meh sebagai khazanah/kekayaan budaya bangsa Indonesia di Padang, tapi, juga menjadi sebagai khazanah/kekayaan dan daya tarik wisatawan datang. Kalau saja kita mendorong warga Pondok melakukan perayaan pesta tahunan Imlek/Cap Go Meh yang direncanakan dan dipersiapkan den­gan saksama/baik—sebagai agen­da pariwisata khas di Padang, misalnya, dipromosikan dengan gen­car, mu­ngkin menarik wiatawan datang ke Padang—sebagaimana Malaysia suk­ses mengembangkan agenda wisa­tanya dan sukses mendatangkan wistawan. (*)

[ Red/Administrator ]

Article source: http://artis.inilah.com/read/detail/1955737/diego-michiels-mualaf


Imlek dan Cap Go Meh

Friday, March 1, 2013

Aher-Demiz Unggul Tipis pada Rekapitulasi Penghitungan Suara Kota Bandung

Bismillaahirrohmaanirrohiiim
Segala puja dan puji seluruhnya hanya milik Allaah SWT semata, Rabb-nya manusia, Raja-nya manusia, Sembahan-nya manusia dan Pemilik alam jagat raya ini beserta semua isinya baik yang nyata/riil/kelihatan maupun yang tidak/ghaib.
Allaah SWT Yang Kuasa, Maha Gagah Perkasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang !!!
Jika bukan karena Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta Rahmat Allaah SWT maka bangsa Indonesia akan selalu menderita siang dan malam, lahir maupun bathin di bawah kaki kaum imperialis/libralis/kapitalis Yahudi dan Nashrani baik bangsa Eropa (Belanda, Inggris, Portugis) ataupun kaum atheis/penyembah matahari bangsa Asia yaitu Jepang dan Yahudi Asia !!!
Selama berabad-abad lamanya bangsa Indonesia dari mulai nenek moyang Soekarno, Soeharto, Gus Dur termasuk nenek moyang kita dijajah, dihina, dicaci, dimaki diperkosa hak-haknya oleh bangsa lain selama itu pula tidak ada seorang yang berdaya.
Seluruh bangsa ini diam seribu basa dan hanya para mujahidlah yang berani untuk berperang melawan para penjajah. Para mujahid dan mujahidah Islam dari mulai wilayah Indonesia bagian barat seperti Imam Bonjol, Cut Nya Dien, Cik Di Tiro dll, di wilayah tengah Pangeran Diponogoro, Pangeran Antasari, Sultan Agung, Sultan Ageng, Raden Fatah dll, di wilayah timur Hasanudin, Jamaludin dll. Mereka rela berjuang karena terdorong oleh dua hal yaitu “mati syahid dan hidup mulia” bukan karena ingin kedudukan atau jabatan baik jabatan presiden, gubernur, walikota/bupati, camat, lurah, rw dan rt !!!
Sangat berbeda sekali dengan para pejuang sekarang, mereka berjuang karena hanya mengejar tahta, harta, wanita !!!
Mereka berjuang hanya untuk menyalurkan nafsu keserakahan semata seperti di zaman orde lama setelah duduk menjadi pimpinan hartanya melimpah dan wanitanya pun banyak serta hidupnya bermewah-mewah akantetapi tidak terexkpos karena semua (rakyat Indonesia) terfokus fikirannya hanya pada urusan perut (banyak yang kelaparan) semata tidak seperti sekarang bisa menilai segala dan keadaan semua orang yang ada di negara ini dari a s/d z.
Kondisi ini berlangsung dari mulai sebelum merdeka s/d 1965 ( zaman PKI ).
Pada zaman pasca PKI s/d orde reformasi, sekarang para pejuang bergerak di kancah perpolitikan karena dorongan mengejar tahta, harta, wanita dengan berbagai cara !!!
Itulah manusia dari mulai zaman nabi Adam AS sebagai manusia pertama di muka bumi ini sifat dimiliki seperti sifat tamak, sombong, serakah, dlolim.bengis, biadab dan sebagainya serta kondisi ini akan terus bergulir s/d hari kiamat nanti !!!
Dan alasan di ataslah mengapa Allaah SWT menurunkan para nabi dan rasul untuk membimbing ummat kepada jalan yang diridhoi-Nya !!!
Allaah SWT mengutus para dan rasul adalah karena sifat Kasih dan Sayang-Nya, supaya manusia bahagia lahir dan bathin di dunia serta di akhirat !!!
Kondisi seperti di atas terjadi tidak hanya di negeri orang akantetapi di negara kita termasuk di Jawa Barat !!!
Untuk menyalurkan hasrat tersebut di atas orang-orang yang pinter dari mulai prof s/d dengan tukang batagor rame-rame berlomba-lomba di dalam mencapai cita-cita tersebut dengan berdalihkan demokrasi tanpa mengenal halal dan haram !!!
Mereka lebih memilih aturan manusia daripada aturan Allaah SWT sebagai Rabb-nya manusia, Raja-nya manusia, Sembahan-nya manusia !!!
Mereka lebih memilih taat dan patuh kepada aturan manusia sekalipun ujung-ujungnya neraka jahanam !!!
Mereka berpesta pora memakai uang rakyat yaitu dari APBD Jabar senilai Rp satu triliunan lebih !!!
Di dalam ajaran Islam sudah dijelaskan bahwa memubadzirkan sesuatu itu adalah perbuatan
syaithan sementara syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi seluruh ummat manusia dan jin !!!
Mereka lebih memilih berpesta daripada membantu memberi makan anak yatim dan orang-orang miskin !!!
Orang-orang yang menderita karena tidak punya duit berjuta-juta jumlahnya, mereka tidak memiliki uang :
- untuk membeli beras,
- untuk berobat ke rumah sakit
- untuk biaya sekolah
- untuk membayar hutang
- untuk modal
- dll
Pertanyaannya adalah
apakah orang-orang tersebut masih bertuhan ???
apakah orang-orang tersebut masih memiliki hati nurani ???
Karena hasil dari pesta itu adalah Gubernurnya KH Ahmad Heryawan tetap seperti keadaan semula !!!
Dan ternyata Beliau masih dipilih oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat !!!
Artinya kualitas calon-calon Gubernur selain Beliau masih di bawah !!!
Daripada uang Rp 1 (satu) Triliunan dipakai untuk berpesta seperti itu alangkah bijak jika dialokasikan untuk masalah-masalah yang lebih penting !!!
Karena dengan berdemokrasi seperti bangsa lain, bangsa Indonesia ini belum siap ???
Baik kualitas pemilih dan yang dipilihnya secara pendidikan maupun taraf hidupnya !!!
Bukti tersebut seperti berita demo di atas !!!
Marilah kita merenung sejenak untuk berintropeksi diri masing-masing, apakah kita sudah benar-benar di jalur yang benar ???
Jangan sampai kotoran kecil yang ada pada orang lain jelas terlihat sementara kotoran yang nambru/nempel besar di muka kita tidak terlihat artinya kalau kesalahan orang lain lain sekecil apapun kita bisa melihat akantetapi kesalahan yang fatal pada diri sendiri, kita pura-pura tidak melihat ???
Sanes ti kamari atuh Akang-akang demona sateu acan dicairkeun dana anu Rp. 1,3 triliun kanggo pilkada Jabar 2013-2018 ari geus beres nembe demo mani sigap, siap menerkam, menerjang ?????
Ari atos aya anu eleh nembe ribut, boa-boa anu demo teh ti kubu anu kawon atawa anu dibayar nya ???
Telat jang atuh demo-na lamun saacan dana keur pilkada anu Rp. 1,3 Triliun dicairkeun mah Abah oge bade turun pasang badan, ari ayeuna mah da atos telat atuh !!!
Boa-boa lamun telat kieu mah demo jalma-jalma anu hoyong ngaramekeun Tatar Sunda nya ???
Patarosanana lamun kitu carana mah aya 2 kamungkinan hiji kelompok anu kawon, kadua kelompok anu hoyong wilayah tatar Sunda ricuh/kacau balau anu mana tah ???
Cing atuh ka para inohong partai atawa sayap-sayapna, simpatisan jeung kelompok anu gaduh kapentingan sing nyaah ka diri jeung kadulur-dulur !!!
Lamun hayang aman mah ti kamari usulkeun dina 5 calon teh sakali ewang mimpinna sataun sakali gantina !!!
Lamun kitu geus teu kudu aya kaluar waragad keur spanduk, brosur jeung sajabana nya ???
PILKADAL JABAR teh bakal efektif jeung efisien hartina harapan kacumponan milih pamimpin bari waragad sagalana irit !!!
Jeung moal aya istilah money politic (politik bagi-bagi uang), Black compaiyn (kampanye hitam) moal aya perkeliruan formulir C, moal aya PNS anu digiring-giring jiga meri jeung sajabana nya !!!
Para cagub cawagub ti no 1 nepi ka no 5 bakal tenang sabab kabeh bakal kabagean nya, satuju ???
Tong jiga ayeuna ari mimiti mah jiga nu enya ti no 1 nepi ka no 5 saling mengklaim ari pek teh eleh, kumaha pokna teh “awas sia pokokna Oneng mah rek eleh atawa meunang oge bakal bebeja / ngalapor ka MK ( mahkamah konstitusi ) asa ningali budak leutik pasea ari keur mimiti mah sok sia wani ka aing ari pek teh digeubuk ku babaturanana ngagerewek bari ceurik manehna ngancam dibejakeun siah ka Mamah !!!
Matak demokrasi di urang mah demokrasi budak leutik ari taen hayang nurutan Amerika ari prak-prakanana jiga dina sinetron bajaj bajuri anu leuwih pikaseurian deui nyaeta panontonna pipiluweun (lauk buruk milu buruk) kusabab hayang kapake kucalon jagoanana polah kitu jiga Taufiq Kiemas ceuk anjeunna pokokna mah Oneng neunang ngan kudu ditingalina tanggal tilu / 3 Maret 2013, eta teu kabayang lamun tanggal 3 Maret 2013 pas diumumkeun teh eleh rek kumaha Nyai Oneng, jigana gogoleranana lain di imah Taufiq kiemas tapi di monas jadi engke mah lain Soekarno wae anu aya sangkut pautna jeung monas teh, sanggeus Anas, Oneng gogoleran pedah Taufiq kiemas ngaramalna salah nya !!!
Kedah Isin ku urang Garut sareung warga Tatar Sunda, batur mah nyengseurikeun sanajan jiga anu ngadukung, tah urang Sunda anu sejenna bisa disakompet daunkeun, boro-boro hayang jadi Gubernur Jabar gawe di DPR RI komisi IX oge teu bisa ngabeberes rumah sakit-rumah sakit anu bararenggal boh di daerah soranganana komo deui di Jakarta, hoyong buktos mangga engke sakali-kali rurumpaheun ka rumah sakit Garut wae heula saacan ka daerah anu sejen, di rumah sakit masih seueur keneh anu gaduh jamkesmas, jamkesda masih dipersulit komo anu teu gaduheun !!!
Cing atuh geura salaladar kamari Anas anu rek di gantung di monas, maenya ayeuna Oneng anu bakal gogoleran di monas ku sabab eleh di pilkadal Jabar !!!
Tapi eta oge hukum karma ari pasien miskin mah ditolak ku 8 rumah sakit di Jakarta, careurik maratan langit ngoceak maratan jagat kulantaran ku kamiskinan !!!
Ari Oneng mah ceurik gogoleran di monas kulantaran Taufiq kiemas ngaramalna salah.
Karma Oneng yaeta Manehna 1000% punya andil dina ditolakna pasien miskin ku 8 rumah sakit di Jakarta sabab Oneng adalah salah satu anggota DPR RI Komisi IX anu garapanana urusan kasehatan !!!
Ngarah aman demo mah ti kamari wae !!!
Usulna jiga kieu ngabring paksa KPU Jabar kerahkeun pendukung Oneng sa-Indonesia bari uleum Mega, Taufiq K. Jokowi bila perlu Nagara RRC oge Eropa Timur termasuk Amerika dan Israel ulah kagok supaya milih gubernur teh jiga kos di luhur sakali ewang nya, kumaha dulur-dulur satuju ???
Tong jiga ayeuna ari geus beres bari aya anu kengingna nembe ribut, kumaha ari ujang jiga si Kabayan wae !!!
Untuk para pimpinan partai dari PDIP Mega + Taufiq K, PAN Amin, Gerindra Prabowo, PKB Gus Dur, Demokrat SBY dan para calon Independen dan para sponsornya serta pendukung fanatiknya di mohon dengan hormat supaya bisa mengendalikan massanya masing-masing jika tidak mampu maka citra partai dan nama besar para tokoh di atas akan semakin terpuruk !!!
Ingat pada Pilkada Jabar sekarang yang GOLPUT 40 % kemungkinan untuk PEMILU 2014 yang GOLPUT akan semakin besar dan partai-partai yang ada akan dibubarkan Karena rakyat Indonesia sudah tidak percaya lagi kepada mereka !!!
Akibatnya stabilitas nasional akan kacau balau seperti di negara-negara yang sedang kemelut seperti Suriah, Irak, Afghanistan dan lain sebagainya perang saudarapun tak dapat dihindarkan, apakah kondisi seperti itu yang di harapkan oleh para tokoh partai termasuk para pendukungnya ???
Supaya mudah untuk merebut kekuasaannya karena dengan cara demokrasi kalah terus, seharusnya sadar diri dan harus malu karena Megawati sudah ada kesempatan untuk menata bangsa ini tapi hasilnya adalah kemiskinan merajalela asset-aset negarapun dijual Laksamana, kumaha atuh ari kondisina, ari ku batur ulah kusorangan teu bisa ???
Ngomong-ngomong berpihak ka wong cilik, ari wong cilikna dimanfaatkeun keur kapentingan ngeruk suara dina kampanye wungkul, ari geus kitu mah wong cilik kalaparan eweh anu nulungan ari keluarga Mega mah naek turun mobil alus, kumaha nya ???
Adanya demokrasi itu secara teori adalah agar saluran pendapat rakyat dapat tersalurkan secara baik dan aman akantetapi pada kenyataannya di Indonesia itu tidak seperti itu bahkan sebaliknya kondisi yang tadinya kondusif menjadi kacau balau istri dan suami berbeda pilihan cerai,ulama dengan ulama beda calon yang didukung silaturahmi putus, sekelas orang-orang yang jadi panutan cerai berai apalagi masyarakat awam yang miskin harta dan miskin ilmu !!!
Wong cilik dari hari ke hari ditipu dan ditipu, katanya NKRI itu milik seluruh bangsa Indonesia, dina waktuna Jokowi disurvei ku lembaga survey ternyata urutanana saluhureun Mega ceuk keluarga Mega teh “Anak Macan ( Jokowi ) mau makan Induknya ( Mega)” ka Jokowi wae anu didukung ku Mega jadi Gubernurna tegana mega nyangka kitu komo ka batur, naha nya ???
Baca di media tong sarare wae !!!
Padahal awalna Jokowi dipuji-puji ku keluargana Mega tapi nalika ngelehkeun Mega dina survey keluarga Mega ngambek, pertanyaanana naha ari NKRI teh nu saha ???
Anu Soekarno, oh pedah eta Soekarno jadi proklamator, ari proklamator teh lain Soekarno wungkul tapi Bung Hatta oge aya, jeung keluarga Bung Hatta mah teu jiga Mega. Apan dina proklamasi kemerdekaan mah Soekarno sareung Bung Hatta ngawakilan bangsa Indonesia, hartina NKRI teh anu bogana teh seluruh bangsa Indonesia lain anu Mega !!!
Ieu dibuktikeun dina hiji acara nalika Taufiq kiemas ngomong ka anak Nyai Puan pokna teh Puan sing ingeut yen NKRI teh apan anu bogana teh Aki (Soekarno).
Jeung lamun bener NKRI warisan ti Soekarno naha ari keluarga anu sejen teu dibere kasempetan pikeun ilu biung dina kapartaean jiga Guruh, rahma jeung nu sejenna ???
Sadarlah wahai saudara-saudaraku sebangsa setanah air !!!
Ayeuna anu ngajajah bangsa urang teh geuning lain bangsa deungeun tapi dulur sorangan anu ngajual ngaran kolotna, nya ???
Sadarlah wahai para tokoh bangsa, kita sekarang sudah ada diujung tanduk alias sudah mendekati kehancuran jika kita tidak mencegah maka sia-sialah kita berjuang beratus-ratus tahun lamanya untuk mewujudkan NKRI ini !!!
Jika kekacauan ini terjadi maka kita sudah tidak akan susah mencari dalangnya, mereka itu adalah :

- kelompok Libralis
- kelompok Komunis
- kelompok Atheis
Kenapa Islam tidak disebut, karena dunia luar sudah tahu secara historis terwujudnya NKRI adalah hasil jerih payah para ulama dan Ummat Islam, sebagai bukti Belanda sangat sulit untuk menundukkan Islam di Sumatera sampai mereka memasukkan Snouck Horjhe ke dalam Islam supaya kelemahan Islam dapat diketahui dan pada akhirnya berhasil pula, Pangeran Diponogoro Ulama Jawa Tengah ditipu Belanda dengan siasat akan diadakannya perundingan dan kenyataan ditipu dan akhirnya Beliau wafat, Kesultanan-kesultanan banyak yang diadu domba dari mulai Indonesia bagian, tengah dan Timur, KH Zaenal Musthafa pesantren Sukamanah di Tasikmalaya dibunuh Jepang karena berontak Beliau tidak mau menyembah matahari dan masih banyak lagi para Kyai/ ulama pahlawan yang lainnya !!!
Dan ingat para pejuang (para ulama dan ummat Islam) tidak ada seorangpun yang mengaku-ngaku bahwa NKRI itu adalah milik mereka dan keturunan !!!
Tidak seperti keluarga Mega !!!
Urang luar negeri sudah pada tahu bahwa yang berani melawan para penjajah ini adalah Ummat Islam dan para Ulamanya !!!
Karena ada slogan “ mati syahid atau hidup mulia “ !!!
Ingat istilah di atas tidak dikenal di dalam agama atau kepercayaan lain selain Ajaran Islam !!!
Kemerdekaan ini dicapai melalui peperangan bukan hadiah dari penjajah !!!
Yang berani berperang pada waktu itu adalah hanyalah orang-orang yang faham artinya perang !!!
Siapakah mereka ???
Para ulama dan ummat Islam !!!
Karena orang-orang nasionalis yang berduit kebanyakan sekolah ke luar negeri maka mustahil bila mereka berani turun bertempur karena mereka orang-orang pinter, sebelum bertindak itu difikir secara matang karena saking lamanya mikir akhirnya lebih memilih mengembangkan ilmu ke luar negeri dari pada mati di negeri sendiri karena hitungannya adalah pertempuran yang tak berimbang kita bamboo runcing penjajah memakai tank-tank dan senjata lengkap !!!
Dan yang menggembar-gemborkan demokrasi itu adalah negara barat sementara di Indonesia itu mayoritas pemerintahan dijalankan oleh para Sultan !!!
Sekarang kita sudah mengikuti cara-cara demokrasi seperti di negara lain ternyata sayang sekali para pimpinan partai dan para pendukungnya masih harus banyak belajar tentang demokrasi !!!
Sing emut Kang, ari dina demokrasi mah pasti aya anu kenging oge aya anu kawon nya ???
Eta mutlak ayana, teu tiasa dihayang-hayang, teu tiasa diembung-embung, kudu siap narima eleh !!!
Teu tiasa upami eleh teh rek bebeja ka anu-ka anu !!!
Lamun datangna ka anu geus pinter berdemokrasi mah seperti orang Amerika !!! Naha atuh bet ngiringan nyalon atuh Nyai atawa Kang ???
Di Amerika mah partaina ngan 2 siki, jadi lamun anu hiji eleh engke teh dina waktu anu meunang ngajalankeun pamarentahanana bisa ngiritik nepi ka bongkar borok-borok nya dian pemilihan dina waktu anu sejen boga senjata mematikan nyaeta data-data anu kapanggih dina nalika lawan politik urang nuju ngajabat, kitu tah ceu oneng !!!
Matak tong demo wae bari mamawa buruh anu antukna kawajiban ngurus anu miskin, elmu anu diteangan modelna ngan ka RRC, Kuba, Eropa Timur embung maca artikel ti barat the komo deui buku-buku Islam jigana mah panas nya !!!
Upami ayeuna tos jelas posisi Oneng the kawon teu kenging nektreg da masih seueur batur anu sami-sami kawon, kandidat no. 1,2, 3 mah parantos lempar handuk bari ngucapkeun selamet tur sadar legowo !!!
Naha ari salira ???
Engke oge lima taun kapayun aya deui !!!
Mun bade manggung deui, tah engke mah nyaankeun !!!

Upami alim kawon atanapi hoyong kenging mah ti kamari keneh perjuangkeun artos anggaran pilkada Jabar anu Rp. 1 Triliunan langkung teh, alokasikan kanggo jalmi-jalmi anu marariskin Insya Allaah Nyai/Akang akan mendapat ganjaran ti Allaah SWT Anu Maha Benghar oge kenging gelar pahlawan ti para dua’fa (kaum lemah harta/elmu) itu namina pejuang !!!
Upami Nyai/Akang wantun dina raraga kabela kaum dua’fa (lemah) karena mencari ridho Allaah SWT berarti Insya Allaah Nyai/Akang ka golong para Mujahid sapertos Imam Bonjol, Hasanudin, Pangeran Diponogoro !!!

Oleh karena itulah marilah kita bersama-sama merenung sejenak dan bertaubat kepada Allaah SWT Yang Maha Pengampun serta berdoa’ semoga kita semua diampuni segala dosa baik yang disengaja ataupun yang tidak baik yang terlihat maupun yang tidak !!! Aamiiin
Hatur nuhun.


Aher-Demiz Unggul Tipis pada Rekapitulasi Penghitungan Suara Kota Bandung
Copyright © Berita Masuk Islam | Powered by Blogger
Design by ThemeTrust | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com