Showing posts sorted by relevance for query agamaku. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query agamaku. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank U Very Very Much for Reading this Article

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank So Much for Read this Article

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank You So Much for Reading this Article

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank Very Very Much for Visit this Article

Friday, December 9, 2016

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank You Very Much for Reading this Article

Friday, March 22, 2013

Tasamuh Dalam Beragama

Sebuah hasil penelitian dari Surat kabar The Daily Mail yang dirilis beberapa waktu yang lalu menyebutkan, bahwa dua agama yang memiliki pemeluk terbesar di dunia adalah Kristen dan Islam. Kedua agama ini, tersebar hampir di semua negara-negara di dunia, dengan dinamika dan sebaran yang beragam. Hal yang cukup menarik yang diungkap dalam penelitian ini menunjukkan bahwa posisi ketiga, dari jumlah pemeluk terbesar agama ditempati oleh atheisme atau agnotisime. Yakni kepercayaan tentang ketidak-percayaan terhadap Tuhan dan Agama. Penganut ”agama” ini, mengalahkan jumlah pemeluk agama-agama besar seperti Hindu, Budha, Yahudi dan lainnya.

Islam dan Kristen, dalam lintasan sejarahnya memiliki akar konflik yang luar biasa besar. Meskipun kedua agama ini merupakan rumpun agama Abrahamik (agama samawi), namun konfrontsi antar keduanya telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah. Puncaknya adalah pada perang Salib. Perang yang terjadi dalam ukuran abad, dan melibatkan beberapa generasi ini telah mengorbankan ribuan nyawa dari kedua pihak. Dan hal ini masih menyisakan luka sejarah perih, yang pada titik tertentu melahirkan apa yang disebut dendam sejarah.

Tidak bisa dielakkan, hal inilah yang menjadi akar geneologi keberadaan konflik antar kedua agama tersebut. Berbagai sentimen, stereotipe, curiga, stigma dan beban psikologis selalu menjadi pemicu konflik, yang juga masuk pada ranah-ranah kehidupan keberagamaan.

Dua dasawarsa yang lalu, seorang futurolog pernah meramalkan akan benturan besar antar kedua agama tersebut. Adalah Samuel Huntington yang memprediksikan bahwa pasca Perang Dingin akan terjadi apa yang ia sebut sebagai “clash of civilization”, benturan antar peradaban. Meskipun Huntington tidak secara specifik menyebut “agama” sebagai basis pemicu benturan, namun Huntington mengindikasikan adanya entitas agama, dengan menyebut sebagai sebuah peradaban. Tiga peradaban yang akan berbenturan tersebut adalah perababan Islam dan Confusion melawan peradaban WASP (White Anglo Saxon Protestan) yang kemudian dikenal dengan peradaban Barat. Hal ini setidaknya memberi legitimasi bahwa kedua agama tersebut, Islam dan Kristen selalu diposisikan secara berhadap-hadapan, dan berpotensi melahirkan konflik yang besar.

Membangun Toleransi
Indonesia merupakan negara plural, di mana di dalamnya terdapat beberapa agama yang dianut oleh pemeluknya. Meskipun secara kuantitas, Agama Islam merupakan agama mayoritas, namun kebebasan untuk beragama sangat dilindungi dan dihargai. Dalam perkembangannya, memang terjadi letupan-letupan kecil konflik antar kedua agama ini. Konflik terbesar yang bisa kita sebutkan disini barang kali adalah konflik Ambon pada tahun 1999. Pasca itu, konflik hanya terjadi pada sekala kecil dan terjadi secara sporadis. Namun, tidak menutup kemungkinan, jika perbedaan ini tidak dikelola dengan baik, suatu saat bisa jadi akan menjadi bom waktu. Disinilah kiranya, perlu membangun budaya toleran antar kedua agama tersebut.

Dalam perspektif Islam, toleransi atau tasamuh dalam beragama menjadi spirit ajaran agama yang sangat urgen. Islam dalam sebuah teks sucinya menyatakan bahwa tujuan diturunkannya risalah Islam adalah menjadi rahmat bagi semesta alam, rahmatan li a-alamin. Islam sangat menghargai perbedaan agama dan keyakinan. Sehingga tidak boleh ada paksaan dalam memeluk suatu agama, la iqraha fi al-din. Setiap orang boleh melaksanakan ajaran agamanya dengan bebas, tanpa ada rasa kekhawatiran dan ketakutan. Karena dalam persoalan pelaksanaan ajaran agama, berlaku prinsip lakum dinukum waliya din, bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Inilah inti ajaran agama, membangun toleransi dan harmoni dalam kehidupan manusia. Islam juga menjaga hak kemanusiaan kepada non muslim, selagi mereka mau menjaga hubungan yang baik dengan ummat Islam. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa, siapa yang menyakiti seorang non muslim yang dzimmy, maka ia sama saja dengan menyakiti Rasulullah Muhammad SAW.

Menjadi seorang muslim yang tasamuh adalah keniscayaan dalam rangka membumikan tujuan risalah islam tersebut. sikap fanatisme yang berlebihan, dengan merampas hal-hak kemanusiaan ummat lain adalah sebuah tindakan anarkisme yang tidak bisa dibenarkan. Menganggap agama kita yang paling benar adalah sebuah keyakinan yang sah, namun jika disertai dengan melakukan kekerasan terhadap orang lain yang tidak seagama atau sealiran dengan kita tentunya bukan merupakan inti ajaran islam.

Islam adalah agama yang ramah dan murah, hanafiah al-samhah, bukan agama yang marah. Islam menganjurkan untuk memberikan kemudahan dan kegembiraan kepada orang lain, bukan malah menyulitkan dan menakutkan. Sabda nabi dalam sebuah riwayat, yassiru wala tu’assiru, basysyiru wana tunaffiru, permudahlah jangan mempersulit, gembirakanlah jangan menakuti. Mari kita beragama dengan toleran, demi terwujudnya tatanan dunia yang penuh rahmah!

Article source: http://www.tribunnews.com/2013/01/06/jat-densus-88-melanggar-ham


Tasamuh Dalam Beragama

Sunday, July 21, 2013

Islam dan Pluralisme

ISLAM merupakan agama rahmatan lil alamin. Bisa pula diartikan agama penuh kedamaian. Tidak mempersoalkan perbedaan yang mengerucut hingga terjadinya konflik antar sesama manusia.


Banyak dalil di Alquran yang bisa dijadikan dasar bahwa Islam menjunjung tinggi perbedaan. Salah satunya dalam surah Al Kafirun ayat 6 yang artinya “”Untukmu agamamu, untukkulah agamaku”". Sangat jelas bahwa perbedaan bukan menjadi persoalan umat yang cukup fundamental.



Di Indonesia, khususnya Surabaya, masyarakatnya beragam. Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, semua ada di Surabaya. Bahkan dalam satu permukiman, bisa jadi di satu gang, agama penghuninya berbeda-beda. Meski begitu, mereka bisa hidup damai, saling membantu. Seperti itulah yang diharapkan dalam Islam yang sebenarnya.



Sungguh sebuah keprihatinan yang mendalam ketika primordialisme yang berlebihan itu merusak kerukunan umat. Indikasinya, merasa paling benar sehingga tidak menghargai orang lain dan melecehkan agama lain. Tanpa didasari, hal itu memicu konflik dan ketidaknyamanan di masyarakat.



Bila itu terjadi, penilaian orang yang disampaikan adalah keyakinan. Misalnya, si A seorang muslim. Setiap hari datang ke masjid, mengenakan sarung, peci, layaknya seorang kiai. Sementara itu, rumahnya bersebelahan dengan orang miskin yang berbeda keyakinan dengan dirinya.



Sikap fanatik yang berlebihan membuat si A merasa lebih dari segalanya dibanding tetangganya yang beda keyakinan tersebut. Tidak sedikit pun ada rasa hormat meski hidup bersebelahan. Bahkan, saat si tetangga terkena musibah, si A tidak mau membantu dengan dalih tidak seiman.



Praktis, tetangga lain pasti mencela. Satu kalimat yang biasa keluar dari mereka adalah “”Orang Islam kok kayak gitu”. Jelas sekali, agama yang kerap menjadi kambing hitam atas sikap individu yang tidak menghargai pluralisme. Bukan agama yang tidak menekankan penghargaan terhadap pluralisme itu sendiri.



Di zaman Rasulullah pun demikian. Semua aktivitas berlangsung dengan baik. Kerja sama bidang ekonomi juga terjadi antara umat muslim dan lainnya. Tentu saja mereka menjunjung tinggi kemaslahatan umat. Dengan begitu, tidak ada yang dirugikan dalam mewujudkan kongsi dagang tersebut.



Selain itu, tidak pernah ada paksaan untuk memeluk Islam di zaman Rasulullah. Itu diperkuat dengan surah Al Baqarah ayat 256 yang intinya “”Tidak boleh ada paksaan dalam memeluk agama Islam…”"



Islam hanya pernah memberikan pilihan. Bergabung satu agama menyembah Allah atau membayar pajak. Pilihan itu biasa disampaikan kepada raja-raja yang telah ditaklukkan Islam. Jika mereka menginginkan tetap memeluk keyakinannya yang lama, Islam tidak melarang.



Hanya mewajibkan mereka membayar pajak. Dari dua pilihan itu, hampir semua pemimpin memilih bergabung dengan memeluk agama Islam. Jadi, bukan karena paksaan, tapi atas pilihan sendiri.



Dalam Alquran juga dijelaskan bahwa diciptakannya manusia dengan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. Artinya, penekanan untuk menghargai perbedaan sangat tinggi.



Tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak menghargai perbedaan. Baik perbedaan suku maupun keyakinan. Sebab, di mata Allah, bukan wujud fisik yang menjadi pertimbangan. Namun, wujud ketakwaan yang diakui di hadapan Allah.



Alangkah baiknya, menjaga kebersamaan dan kerukunan. Hal itu merupakan cara menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Selain itu, seorang muslim yang mampu mewujudkan kedamaian secara tidak langsung menjadi dai atas dirinya sendiri dan orang lain. (riq/c7/end)



*Penulis adalah General Manager Masjid Cheng Hoo, Surabaya


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26732/12/01/2013/surat-cinta-untuk-politisi-muslim-(2).html


Islam dan Pluralisme