Showing posts sorted by relevance for query mendalami. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query mendalami. Sort by date Show all posts

Thursday, December 8, 2016

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank U Very Very Much for Reading this Article

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank So Much for Read this Article

Friday, May 3, 2013

Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

JANTHO – Pasangan suami istri, Sobar (50 th) dan Ukurta (45 th) asal Tanah Karo, Sumatera Utara mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam, Jumat (3/5/2013). Pensyahadatan mereka dibimbing oleh pengurus MPU Aceh Besar, Tgk Syahabuddin dan dilakukan usai shalat Jumat di Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho.


Usai disyahadatkan, Sobar berganti nama Islam menjadi Muhammad Sabar dan istrinya berubah nama menjadi Siti Aisyah. Pasangan suami istri yang sebelumnya beragama Kristen itu menyatakan masuk Islam tanpa paksaan dari siapapun.


Airmata terharu juga terlihat dari wajah pasangan suami istri yang kini menetap di perumahan mualaf binaan Baitul Mal Aceh Besar di Gampong Awek, Kecamatan Kota Jantho.


Hadir dalam kegiatan pensyahadatan tersebut, Imam Besar Masjid Al-Munawwarah Kota Jantho, Tgk Zaini ZA SAg MH, Kadis Syariat Islam Aceh Besar T Hasbi SH, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, KepalaTatausaha Kemenag Aceh Besar Nasrullah SAg dan Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar Drs M Zain MPd, anggota DPRK Aceh Besar Iwan Sulaiman, para PNS, serta tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Kota Jantho.


Dalam bimbingannya, Tgk Syahabuddin mengharapkan agar pasangan suami istri tersebut terus mendalami ajaran Islam agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan kesehariaan.


Kepada tokoh dan warga muslim, diharapkan dapat membimbing kedua saudara seiman tersebut, sehingga menjadi umat Islam yang taat dan bertakwa kepada Allah SWT. ”Alhamdulillah, Saudara Muhammad Sabar dan istri telah dengan kerelaan hati memeluk agama Islam dan memperoleh hidayah dari Allah SWT. Semoga dapat terus mendalami dan mengamalkan ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari,” harapnya.  


Pensyahatan pasangan suami istri ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Jantho yang ke-29 yang jatuh pada Jumat (3/5/2013). Pemkab Aceh Besar sendiri pagi tadi menggelar upacara HUT Aceh Besar dan Sidang Paripurna DPRK.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/05/03/mm6nzv-saat-dihina


Dari Tanah Karo, Bersyahadat di Ulang Tahun Kota Jantho

Thursday, December 8, 2016

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank You So Much for Reading this Article

Saturday, June 8, 2013

Mantan Gelandang Tengah Real Madrid Resmi Jadi Mualaf

Mantan Gelandang Tengah Real Madrid Resmi Jadi Mualaf


Liputan6.com, Bordeaux : Mantan gelandang Real Madrid, Julien Faubert membuat kabar menggemparkan di negaranya, Prancis. Paslanya, kepada surat kabar, LEquipe ia mengaku telah memeluk agama islam.


Mantan pemain timnas Prancis itu mengungkapkan alasan dibalik keputusannya memeluk agama Islam. Menurutnya faktor hubungan dengan teman-temannya yang muslim semasa remaja di kota Le Havre telah menuntunnya untuk mendalami dan mencari tahu tentang ajaran suci ini.


Seperti dilansir Mulimina pada Jumat (7/6/13), Faubert memutuskan untuk masuk Islam setelah ia merasa bahwa Islam mengajarkan keagungan terhadap yang Tuhan Maha Esa, kemuliaan moral, tenggang rasa dan hal-hal baik lainnya melalui Al-Quran dan sunnah nabi.


“Akhirnya saya telah menemukan sumber kepribadian dan moral teman-teman saya itu adalah kembali pada keinginan mereka untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan. Inilah yang mendorong saya untuk mendalami agama ini dan menemukan nilai-nilai etika yang sangat tinggi dan juga nilai-nilai tenggang rasa,” ujar mantan gelandang West Ham Ini.


Pemain yang kini merumput di Bordeaux ini juga menegaskan faktor istrinya yang merupakan muslimah Aljazair telah memberikan kontribusi besar yang sangat vital dalam memahami agamanya barunya tersebut. ()


Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/29/020529/2154723/10/jaksa-kpk-ditelepon-zulkarnaen-wamenag-bantu-muluskan-proyek-alquran?991101mainnews


Mantan Gelandang Tengah Real Madrid Resmi Jadi Mualaf

Thursday, December 8, 2016

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank Very Very Much for Visit this Article

Friday, June 28, 2013

Scott Lynch, Anak Pendeta yang Menemukan Cahaya Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Lebih dari dua dekade Scott Lynch mencari kebenaran hakiki. Pada akhir pencariannya ia menemukan Islam. Komunikasi intensif dengan sang Pencipta  melalui kewajiban shalat lima waktu menjadi pertimbangan Lynch.


Selama dua dekade, Lynch hanya memahami Muslim memiliki karakteristik berperawakan gelap, rambut hitam, berjenggot, menetap di Timur Tengah dan Asia. Seorang Muslim hanya mengenakan pakaian sederhana dan serba tertutup.


“Saya merasa cukup aneh ketika terbiasa dengan penampilan warga AS yang berambut pirang, bermata biru, beragama Kristen. Namun, umat Islam begitu beragam,” kata dia seperti dikutipOnislam.net, Jumat (28/6).


Semasa remaja, beberapa kali Lynch berpindah tempat tinggal. Di mana ia tinggal, Lynch tidak menemukan keberagaman. Latar belakang keluarga Lynch cukup dengan gereja. Ia sendiri merupakan anak seorang pendeta.


“Ayah seorang pendeta. Anda bisa bayangkan bagaimana tradisi Kristen mewarnai kehidupan saya. Setiap akhir pekan, saya rutin beribadah di gereja,” kenang dia,


Lynch dibesarkan dalam pemahaman Yesus sebagai anak Tuhan. Namun, dirinya seolah menolak pemahaman itu. Akantetapi rasa takut kepada orang tuanya membuat ia harus menerima pemahaman itu. “Saya meyakini kisah Yesus itu tidak masuk akal,” kata dia.


Ia merasa aneh ketika sosok Yesus itu akan menyelamatkan setiap orang yang percaya kepadanya. Pertanyaan pun muncul, bagaimana orang-orang sebelum kedatangan Yesus. “Saya diam-diam mulai mempertanyakan masalah ini,” kata dia.


Kendati mempertanyakan, Lynch tidak memperlihatkan apa yang ia rasakan kepada orang tuanya. Lynch hanya bisa menahan dalam hati. Di saat bersamaan, orang tuanya terus menerus meminta anaknya itu menerima kehadiran Yesus.


Selama lima tahun ke depan, Lynch terus berpura-pura. Ia memang hadiri kajian Injil. Namun, ia tidak pernah terpikir mempelajarinya. Lulus SMA, Lnych mendapatkan momentum. Ia niatkan diri pada satu hal penting yakni kebebasan mempelajari agama lain.


Hal yang pertama dilakukannya, ia pelajari ajaran Katolik Roma. Tapi itu tidak lama. Lnych kembali melanjutkan pencariannya. Untuk mempermudah niatannya itu, Lynch mempelajari agama Yahudi. Ia tertarik mendalami bahasa Ibrani. Saat itu, ia belajar bersama seorang rabi. Lagi-lagi, Lynch merasa buntu dengan tradisi Yahudi.


Barulah, ia menilik Islam. Pertemuan ini memang tidak sengaja. Saat itu, ia mengambil kelas Lembaga dan Tradisi Islam. Di kelas itu, ia berinteraksi dengan Muslim. Satu kesan yang ia dapat, Islam mengajarkan kesederhanaan dan rendah hati. Tak lama, ia mulai memberanikan diri mendatangi masjid. Di masjid, Lynch mulai menemukan kecocokan dengan apa yang dipikirkan tentang konsep Ketuhanan.


“Saya tahu ada satu Allah, tapi siapa dia, dimana dia,” tanyanya.


Memasuki dunia kerja, kecocokan itu berlanjut. Lynch menyimpulkan Islam memiliki dasar keyakinan yang kuat  tentang Ketuhanan. Islam menyatakan Tuhan itu satu, Tuhan itu melalui utusan-Nya coba menyampaikan hal tersebut. Islam itu merupakan pedoman hidup manusia.


“Saat itu, saya mulai tertarik untuk bertanya lebih jauh tentang Islam,” kata dia,


Suatu waktu, Lynch beremu dengan pria Muslim bernama Hani. Kepadanya, Lynch banyak bertanya tentang Islam dan Muslim. Oleh Hani, ia diberikan Alquran. Ketika membaca, ia merasa terkejut. Alquran banyak bercerita tentang Kristen dan Yahudi. “Tuhan apakah Engkau menginginkanku bangun pagi dan menyembah-Mu. Setelah begitu yakin, saya memutuskan mengucapkan syahadat,” kata dia. 


Usai mengucapkan syahadat, Lynch berpikir apa yang akan ia katakan kepada keluarga dan rekan kerjanya. Itu terjadi selama berbulan-bulan, tapi Lynch berusaha tenang menghadapi masalah tersebut. 


“Saya coba lupakan itu, dengan mulai mendalami ajaran Islam. Disini saya siap mengambil langkah berikutnya,” kenang dia.


Pada Januari 2001, Hani mengundang Lynch mengunjungi Islamic Center Fort Collins, Colorado.Berada di sana, Lynch seolah dipanggil melakukan sesuatu. Apa yang ia rasakan coba diutarakan pada Hani. Oleh temannya itu, ia disarankan membaca Alquran dan mulai mempelajari tata cara shalat.


“Jujur saya sedikit gugup,” kata dia.


Tak terasa, setahun sudah Lynch menjadi Muslim. Selama itu, Lynch merasakan kemajuan, kemunduran dan keraguan. Kondisi itu ia coba pahami sebagai satu upaya menjadi Muslim yang kaffah. “Saya ini manusia biasa, tentu Allah memahami kelemahan saya itu. Yang pasti, dalam hati, saya telah bekerja keras mengikut jalan-Nya,” kata dia.


Article source: http://www.republika.co.id/berita


Scott Lynch, Anak Pendeta yang Menemukan Cahaya Islam

Sunday, June 30, 2013

Scott Lynch, anak pendeta yang menemukan cahaya Islam


LEBIH dari dua dekade Scott Lynch mencari kebenaran hakiki. Pada akhir pencariannya ia menemukan Islam. Komunikasi intensif dengan sang Pencipta  melalui kewajiban shalat lima waktu menjadi pertimbangan Lynch.



Selama dua dekade, Lynch hanya memahami Muslim memiliki karakteristik berperawakan gelap, rambut hitam, berjenggot, menetap di Timur Tengah dan Asia. Seorang Muslim hanya mengenakan pakaian sederhana dan serba tertutup.



“Saya merasa cukup aneh ketika terbiasa dengan penampilan warga AS yang berambut pirang, bermata biru, beragama Kristen. Namun, umat Islam begitu beragam,” kata dia seperti dikutipOnislam.net, Jumat (28/6).



Semasa remaja, beberapa kali Lynch berpindah tempat tinggal. Di mana ia tinggal, Lynch tidak menemukan keberagaman. Latar belakang keluarga Lynch cukup dengan gereja. Ia sendiri merupakan anak seorang pendeta.



“Ayah seorang pendeta. Anda bisa bayangkan bagaimana tradisi Kristen mewarnai kehidupan saya. Setiap akhir pekan, saya rutin beribadah di gereja,” kenang dia,



Lynch dibesarkan dalam pemahaman Yesus sebagai anak Tuhan. Namun, dirinya seolah menolak pemahaman itu. Akantetapi rasa takut kepada orang tuanya membuat ia harus menerima pemahaman itu. “Saya meyakini kisah Yesus itu tidak masuk akal,” kata dia.



Ia merasa aneh ketika sosok Yesus itu akan menyelamatkan setiap orang yang percaya kepadanya. Pertanyaan pun muncul, bagaimana orang-orang sebelum kedatangan Yesus. “Saya diam-diam mulai mempertanyakan masalah ini,” kata dia.



Kendati mempertanyakan, Lynch tidak memperlihatkan apa yang ia rasakan kepada orang tuanya. Lynch hanya bisa menahan dalam hati. Di saat bersamaan, orang tuanya terus menerus meminta anaknya itu menerima kehadiran Yesus.



Selama lima tahun ke depan, Lynch terus berpura-pura. Ia memang hadiri kajian Injil. Namun, ia tidak pernah terpikir mempelajarinya. Lulus SMA, Lnych mendapatkan momentum. Ia niatkan diri pada satu hal penting yakni kebebasan mempelajari agama lain.



Hal yang pertama dilakukannya, ia pelajari ajaran Katolik Roma. Tapi itu tidak lama. Lnych kembali melanjutkan pencariannya. Untuk mempermudah niatannya itu, Lynch mempelajari agama Yahudi. Ia tertarik mendalami bahasa Ibrani. Saat itu, ia belajar bersama seorang rabi. Lagi-lagi, Lynch merasa buntu dengan tradisi Yahudi.



Barulah, ia menilik Islam. Pertemuan ini memang tidak sengaja. Saat itu, ia mengambil kelas Lembaga dan Tradisi Islam. Di kelas itu, ia berinteraksi dengan Muslim. Satu kesan yang ia dapat, Islam mengajarkan kesederhanaan dan rendah hati. Tak lama, ia mulai memberanikan diri mendatangi masjid. Di masjid, Lynch mulai menemukan kecocokan dengan apa yang dipikirkan tentang konsep Ketuhanan.



“Saya tahu ada satu Allah, tapi siapa dia, dimana dia,” tanyanya.



Memasuki dunia kerja, kecocokan itu berlanjut. Lynch menyimpulkan Islam memiliki dasar keyakinan yang kuat  tentang Ketuhanan. Islam menyatakan Tuhan itu satu, Tuhan itu melalui utusan-Nya coba menyampaikan hal tersebut. Islam itu merupakan pedoman hidup manusia.



“Saat itu, saya mulai tertarik untuk bertanya lebih jauh tentang Islam,” kata dia,



Suatu waktu, Lynch beremu dengan pria Muslim bernama Hani. Kepadanya, Lynch banyak bertanya tentang Islam dan Muslim. Oleh Hani, ia diberikan Alquran. Ketika membaca, ia merasa terkejut. Alquran banyak bercerita tentang Kristen dan Yahudi. “Tuhan apakah Engkau menginginkanku bangun pagi dan menyembah-Mu. Setelah begitu yakin, saya memutuskan mengucapkan syahadat,” kata dia. 



Usai mengucapkan syahadat, Lynch berpikir apa yang akan ia katakan kepada keluarga dan rekan kerjanya. Itu terjadi selama berbulan-bulan, tapi Lynch berusaha tenang menghadapi masalah tersebut. 



“Saya coba lupakan itu, dengan mulai mendalami ajaran Islam. Disini saya siap mengambil langkah berikutnya,” kenang dia.



Pada Januari 2001, Hani mengundang Lynch mengunjungi Islamic Center Fort Collins, Colorado.Berada di sana, Lynch seolah dipanggil melakukan sesuatu. Apa yang ia rasakan coba diutarakan pada Hani. Oleh temannya itu, ia disarankan membaca Alquran dan mulai mempelajari tata cara shalat.



“Jujur saya sedikit gugup,” kata dia.



Tak terasa, setahun sudah Lynch menjadi Muslim. Selama itu, Lynch merasakan kemajuan, kemunduran dan keraguan. Kondisi itu ia coba pahami sebagai satu upaya menjadi Muslim yang kaffah. “Saya ini manusia biasa, tentu Allah memahami kelemahan saya itu. Yang pasti, dalam hati, saya telah bekerja keras mengikut jalan-Nya,” kata dia. | sumber : republika


Article source: http://sidomi.com/161056/diego-michiels-masuk-agama-islam/


Scott Lynch, anak pendeta yang menemukan cahaya Islam

Saturday, December 10, 2016

Maria Elaine Memilih Ikuti Pelajaran Agama Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski ayahnya sudah lebih dulu menjadi mualaf, Maria Elaine Venerissa tetap mengalami masa-masa gelisah menentukan keyakinan yang akan dipegangnya. Ia tertarik dan ingin tahu banyak hal tentang Islam.

Ia mempertanyakan mengapa perlu puasa? Mengapa perempuan haid tidak boleh beribadah? Mengapa ada istilah bukan mahrom? Mengapa banyak kategori aurat pada perempuan? Ayahnya tak pernah memaksakan putri sulungnya itu untuk mengikuti jejaknya.

Meski sebagai orangtua, ayahnya berpesan akan lebih baik jika Maria menjadi Muslim. Meski begitu, ayahnya tetap mengantar Maria ke gereja setiap akhir pekan untuk beribadah. Ia sendiri merasa keputusan menjadi Muslim karena panggilan hati. Suara adzan membawa ketenangan di hatinya.

Selama jam pelajaran agama Islam semasa SMP dan SMA, Maria juga lebih memilih duduk mendengarkan pelajaran itu di kelas. Ia juga sudah bisa membaca dan menulis Alquran, tapi belum memahami artinya.

Jadilah ia penolong bagi teman-teman sekelasnya untuk mencatatkan ayat atau hadits. Hingga akhirnya di 2012, Maria bersyahadat. Momen akbar bagi hidup bagi gadis 19 tahun itu berlangsung sederhana.

Dengan keyakinan yang bulat, ia bersyahadat didampingi guru agama Islam dan seorang guru yang selama ini memang dekat dengannya. Ujian terhadap orang beriman juga ia rasakan. Ditanya-tanya tentang Islam oleh keluarga dan ia belum bisa menjawab, Maria sempat merasa tertekan.

‘’Saat itu ilmu saya masih sedikit. Saya merasa keyakinan saya atas Islam sedang diuji Allah SWT,’’ ungkap Maria. Akan tetapi masalah demi masalah bisa dilewatinya. Ia juga tak menyerah untuk mempelajari dan mendalami agama Islam. Ia sangat bersyukur telah menemukan pencerahan dan kedamaian dalam Islam.

"

| Maria | Elaine | Memilih | Ikuti | Pelajaran | Agama | Islam | REPUBLIKA | JAKARTA | Meski | ayahnya | lebih | dulu | menjadi | mualaf | Venerissa | tetap | mengalami | masa | gelisah | menentukan | keyakinan | yang | dipegangnya | tertarik | ingin | tahu | banyak | tentang | p> Ia | mempertany | mengapa | perlu | puasa | Mengapa | perempuan | haid | boleh | beribadah | istilah | bukan | mahrom | kategori | aurat | pada | Ayahnya | pernah | memaks | putri | sulungnya | untuk | mengikuti | jejaknya | p> Meski | sebagai | orangtua | berpesan | baik | jika | Muslim | begitu | mengantar | gereja | setiap | akhir | pekan | sendiri | merasa | keputusan | karena | panggilan | hati | Suara | adzan | membawa | ketenangan | hatinya | p> Selama | pelajaran | agama | semasa | juga | memilih | duduk | mendengarkan | kelas | membaca | menulis | Alquran | memahami | artinya | p> Jadilah | penolong | bagi | teman | sekelasnya | mencatatkan | ayat | atau | hadits | Hingga | akhirnya | 2012 | bersyahadat | Momen | akbar | hidup | gadis | tahun | berlangsung | sederhana | p> Dengan | bulat | didampingi | guru | seorang | selama | memang | dekat | dengannya | Ujian | terhadap | orang | beriman | Ditanya | tanya | oleh | keluarga | menjawab | sempat | tertekan | p> ‘’Saat | ilmu | saya | masih | sedikit | Saya | atas | diuji | Allah | ’’ | ungkap | Akan | masalah | demi | dilewatinya | menyerah | mempelajari | mendalami | sangat | bersyukur | telah | menemukan | pencerahan | kedamaian | dalam | p> |

Thank You Very Much for Visiting this Article

Friday, December 9, 2016

Cerita Lucky Perdana yang Calon Istrinya Seorang Mualaf

Jakarta - Pemain sinetron Lucky Perdana diam-diam ternyata sudah memiliki kekasih hati. Ia memiliki cerita tentang calon istrinya yang ternyata seorang mualaf.

"Dia namanya Veronica, seorang mualaf nggak lama beberapa bulan lalu setelah pacaran sama saya," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Apakah calon istrinya itu seorang mualaf karena ingin menikah dengan Lucky?

"Dia mualaf untuk dirinya sendiri, dia mendalami seperti apa memeluk agama yang tidak dianut dari kecil. Saya tidak berhenti coba berikan keyakinan dan kepercayaan dia. Menganut agamaku tak sesusah yang dibayangkan," cerita Lucky.

Veronica bukanlah seorang pekerja seni. Lucky mengatakan calon istrinya adalah seorang pemain saham.

"Umurnya sama kayak saya. Sama-sama tua, umurnya 30 tahun," paparnya lagi.

Meski hingga saat ini belum tahu kapan akan menikah, namun Lucky mengatakan dirinya sangat yakin akan melaju ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.

"Nggak ragu sama sekali dengan dia, yakin menikah dengan dia," bebernya.

(wes/dal)

Photo Gallery

> >
"

| Cerita | Lucky | Perdana | yang | Calon | Istrinya | Seorang | Mualaf | Jakarta< | strong> | Pemain | sinetron | diam | ternyata | memiliki | kekasih | hati | cerita | tentang | calon | istrinya | seorang | mualaf | namanya | Veronica | nggak | lama | beberapa | bulan | setelah | pacaran | sama | saya | ceritanya | saat | ditemui | kawasan | Cinere | Depok | Jawa | Barat | Rabu | 2016) | p>Apakah | karena | ingin | menikah | dengan | p>Dia | untuk | dirinya | sendiri | mendalami | seperti | memeluk | agama | dianut | kecil | Saya | berhenti | coba | berikan | keyakinan | kepercayaan | Menganut | agamaku | sesusah | dibayangkan | p>Veronica | bukanlah | pekerja | seni | mengat | adalah | pemain | saham | p>Umurnya | kayak | Sama | umurnya | tahun | paparnya | lagi | p>Meski | tahu | kapan | sangat | yakin | melaju | jenjang | pernikahan | dalam | waktu | dekat | p>Nggak | ragu | sekali | bebernya | p>(wes | dal)< | p>Photo< | span> | Gallery< | span>< | p> < | a> < | div> |

Thank You Very Much for Reading this Article

Tuesday, April 23, 2013

Artis Bertarung Jadi Wakil Rakyat




Rabu, 24 April 2013 07:03:04 WIB


ilusartis


JAKARTA (Pos Kota) – Pertarungan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 mendatang dimeriahkan kalangan artis. Mereka tak hanya ingin mengejar kursi wakil rakyat di DPRD, tapi juga jadi politisi di DPR RI Senayan.


Mat Solar yang pernah kondang sebagai pemeran Bajuri di serial ‘Bajay Bajuri’ dan Haji Sulam di sinetron ‘Tukang Bubur Naik Haji’, sudah masuk daftar calon legislatif dengan bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP).


“Insya Allah, ane minta doanya aje ye? Semua persyaratan sudah selesai dan ane sudah lolos seleksi dan uji kompetensi,” tegasnya.


Penyanyi dangdut Dessy Koes Endang pun memastikan diri maju jadi calon legislatif DPRD DKI Jakarta dengan dukungan dari  Partai Golkar di daerah pemilihan Jakarta Utara. “Saya siap karena memperoleh dukungan besar dari Partai Golkar. Buat saya terjun jadi politisi merupakan tantangan tersendiri. Saya ingin benar-benar jadi wakil rakyat yang bisa membela kepentingan masyarakat kecil,” tuturnya pada Pos Kota.


Ridho Rhoma diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menjadi politisi Senayan. Sedang untuk daerah pemilihan, putra dari Raja Dangdut Rhoma Irama tersebut, bakal bertarung di daerah pemilihan Jawa Barat, Bogor dan sekitarnya. “Awalnya karena Papa memberikan dukungan, akhirnya saya memberanikan diri untuk tampil,” katanya


POLITIK ISLAM


Mantan istri Raja Dangdut Rhoma Irama, Angel Lelga mengaku mau menjadi calon legislatif (caleg) PPP karena ingin berada dalam komunitas yang pas, sehingga bisa lebih mendalami tentang Islam, termasuk belajar politik Islam.


Pengakuan Angel disampaikan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali saat menanyakan alasannya bergabung dengan partainya. “Saya telah wawancara langsung dengan Angel Lelga untuk mengetahu motivasi nya bergabung dengan PPP,” papar Suryadharma usai membuka Konferensi Internasional Islam dan Perdamaian, di Jakarta, Selasa.


Sejumlah artis yang menjadi caleg PPP yakni Okky Asokawati di DKI II (Jaksel-Jakpus), Ratih Sanggarwati di Jabar IX (Sumedang, Majalengka, Subang), Nashrullah ‘Tukang Bubur’ Mat Solar di Dapil DKI III (Jakbar, Jakut, Pulau Seribu), dan Angel Lelga di Jateng V (Surakarta, Boyolali, Klaten), Emilia Contessa.(santosa/johara/rf/ird)



Article source: http://www.merdeka.com/artis/ditantang-adzan-ini-jawaban-pengacara-eyang-subur.html


Artis Bertarung Jadi Wakil Rakyat

Thursday, August 15, 2013

Sufisme Menangkal Ekstrimisme


Setiap tahun, ribuan sufi dari seluruh dunia berkumpul di Indonesia. Mereka tidak bicara soal kesesatan, mereka lebih memilih bercakap-cakap soal cinta kasih sembari mencari titik-titik temu antar beragam keyakinan.



Januari 2013, para sufi dunia berkumpul di Pekalongan, pulau Jawa. Mereka akan bicara tentang banyak hal terutama konflik di Timur Tengah.



Indonesia menjadi surga bagi para sufi. Jutaan orang menjadi pengikut aliran yang sering disebut sarjana barat sebagai mistikus Islam: mereka yang lebih mengedepankan batin dalam mendekati Tuhan.



Sufisme vs. Ekstrimisme



Mistikus Islam, kelompok tarekat atau tasawuf adalah nama-nama lain bagi mereka yang mempraktekkan sufisme.



“Sufisme fokusnya pada yang batin, sementara kelompok fundamentalis fokusnya adalah kewajiban melaksanakan hukum agama. Itulah yang membuat sufisme dalam sejarah Islam selalu berkonflik dengan kelompok fundamentalis,” kata Media Zainul Bahri, pakar sufisme yang sedang mengikuti program riset Post Doktoral Yayasan Humbolt di Universitas Köln Jerman kepada Deutsche Welle.



“Ketika seseorang mendalami dimensi batin agama, maka dia akan ‘bertemu’ dengan agama-agama lain. Karena itulah sufisme sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan, karena dia lebih melihat pada dimensi batin agama.“



Meski dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim moderat, namun belakangan Indonesia mengalami gelombang pasang intoleransi: pemboman oleh kelompok teroris maupun penyerangan atas kelompok minoritas oleh kelompok Islam radikal.



Kelompok sufisme sangat tidak suka dengan kelompok radikal, kata Zainul Bahri. Tapi pandangan mereka sayangnya jarang diekspos oleh media massa. Dia meyakini bahwa sufisme sangat efektif untuk melawan doktrin-doktrin di dalam Islam yang bersifat ekstrim.



“Pengikut sufisme itu bagian dari silent majority di dalam Islam”


“Sufi sangat toleran dengan perbedaan” Pakar Sufisme Media Zainul Bahri



Surga Sufisme



Islam masuk ke Indonesia abad ke-15 melalui sufisme. Menurut Zainul Bahri, para Wali Songo ketika pertama kali memperkenalkan Islam lebih banyak bicara soal nilai-nilai budi pekerti atau akhlak, dan itu dekat dengan ajaran Hindu dan Buddha yang saat itu menjadi agama mayoritas.



Sifat sufisme yang lebih banyak bicara soal nilai-nilai kebaikan itu membuat Islam menjadi lebih gampang diterima di Indonesia.



Zainul Bahri memperkirakan, kini ada lebih dari tujuh juta orang di Indonesia yang mengikuti ajaran sufisme. Organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama, bahkan mempunyai sayap organisasi tasawuf. Sebagian besar pengikut sufi, ada di pedesaan.



Namun beberapa tahun terakhir muncul gejala sufisme perkotaan. Di sejumlah perumahan paling elit Jakarta: kawasan Pondok Indah, Kuningan atau bahkan di hotel-hotel mewah digelar pengajian Tasawuf.



Zainul Bahri yang sempat mengajar di salah satu pengajian tasawuf elit Jakarta bercerita bahwa sebagian besar yang bergabung adalah kalangan pengusaha atau bekas pejabat.



Cendekiawan Islam paling terkemuka seperti almarhum Nurcholish Madjid, Haidar Bagir dan Jalaluddin Rakhmat termasuk diantara mereka yang “menularkan” sufisme di kalangan elit perkotaan.



Orang kaya lebih senang belajar tasawuf karena mereka ingin mencari ketenangan batin. Mereka menemukan kedamaian hati dan pencerahan: wajah Islam yang damai, toleran dan bersahabat.



Sufi Twitter



Jangan bayangkan jubah putih, sufi yang satu ini berbeda. Berambut gondrong, suka bercelana jeans, dan menenteng Ipad ke manapun dia pergi.


Sufi Twitter @candramalik


Namanya @candramalik, usianya 34 tahun. Dia mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter. Follower-nya di jejaring sosial lebih dari 30 ribu. Serial Tweet-nya, terutama di malam hari lewat #FatwaRindu dan #Seucap disukai para pengikut.



Indonesia adalah negara yang menggilai Twitter. Akhir 2012, lembaga riset Semiocast asal Prancis mengungkapkan bahwa Jakarta adalah kota dengan lalu lintas percakapan Twitter paling tinggi di dunia, mengalahkan di urutan berikutnya New York, Tokyo, London, Sao Paolo. Nomor enam tertinggi di dunia adalah: Bandung, yang mengalahkan Paris dan Los Angeles.



“Lewat Twitter, saya bisa menyampaikan pesan sufisme secara lebih terbuka, egaliter, dan bisa diperdebatkan siapa saja tanpa penghalang, itu sangat cocok dengan jiwa sufisme yang selalu membuka ruang bagi dialog“ kata Candra Malik kepada Deutsche Welle.



“Ketika mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter, sebetulnya saya sedang mendekonstruksi sufisme untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya sufisme sangat dekat dan berada di tengah masyarakat.“



Sufi masa kini, menurut Candra Malik tidak perlu selalu berjubah, pakai surban, dan menyembunyikan diri dari publik.



Candra Malik mempunyai pesantren tasawuf di Solo. Dia juga mengajar kelas sufi di kota-kota besar: Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya hingga Bali. Dia mengaku punya 3.500 murid dan sepuluh persen diantaranya mempunyai latar keyakinan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen hingga Kejawen.



“Sufisme mengajarkan tentang cinta damai, kasih sayang, tentang bagaimana menghargai kemanusiaan. Seorang sufi selalu berusaha mengerti keberadaan manusia berasal dari keyakinan masing-masing tanpa memaksakan kehendak mana yang lebih benar.“



Saat bulan puasa 2012, Candra Malik merilis album kidung sufi “Samudera Cinta“, dia juga mengisi acara Ramadhan di salah satu stasiun televisi. Dalam beberapa konser, Candra Malik melibatkan paduan suara gereja.



“Twitter atau musik lebih efektif untuk menyebarkan sufisme di dalam masyarakat modern. Kalau hanya berhenti di pengajian atau mesjid, maka gagasan yang cinta damai itu tidak akan bisa merangkul kalangan yang lebih luas,“ pungkas Candra Malik.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Sufisme Menangkal Ekstrimisme

Friday, February 2, 2018

Bule Tiba-tiba Nyelonong Masuk Masjid, Ternyata Ini yang Diinginkannya - Sekadau News


Bule Tiba-tiba Nyelonong Masuk Masjid, Ternyata Ini yang Diinginkannya



Sumber Gambar : Facebook/Abu Zahwa Ana

SEKADAU NEWS - Sore itu, Senin (7/11/2017), orang-orang di masjid Agung Nurul Falaq, Labuanbajo, Nusa Tenggara Timur mendadak keheranan.
Bagaimana tidak, ketika mereka hendak menunaikan kewajiban umat Islam itu, seorang pria bule datang.
Tanpa mengucapkan 'assalamualaikum' atau kalimat lain, bule tersebut langsung saja 'nyelonong' ke dalam masjid.
Berkemeja jeans, memakai topi, hitam dan celana pendek, bule yang tidak diketahui identitasnya itu hanya diam saja saat ditanya pengurus masjid.
"Mau salat? Diam saja. Terus dikasih sarung dipakai jadi selimut," tulis seorang pengguna Facebook Abu Zahwa Ana yang membagikan kisah bule tersebut ke media sosial, Senin (7/11/2017).
Jemaah sudah menyelesaikan salatnya, bule itupun masih diam dengan ketidakjelasannya.
Untuk menjawab rasa penasaran, pengurus masjid dan jemaah lain mendekati dan bertanya pada bule tersebut.
Jawaban yang keluar dari mulut bule itu sungguh membuat hati bergetar.
Bule itu ternyata ingin masuk Islam.
"Kemudian dia menjawab, 'I want to be muslim'," lanjut pemilik akun Abu Zahwa Ana.
Bule itu pun dibimbing bersyahadat.
Usai masuk Islam, namanya kini berganti menjadi Muhamad Better Muslim.
Okta Zahra: "masya allah amin smg bs istikomah."
Fitriyani Rahayu: "Ya allah sungguh indah caramu."
Nur Hermansyah: "Maha suci allah... jika dia berkenhendak pasti ada jalan nya. Takbir... takbir... takbir."
Yuni Kya: "Masyaallah... Semoga dia menjadi muslim yang taat.."
Puteri Natasya: "Subhanallah,dia diberi hidayah oleh Allah, semoga dia dapat mendalami islam dengan baik. Amin..."
Abah Kabayan: "Subhanallah Walhamdullilah Allahu Akbar..BagiMU tiada yg ga mgkin akan kehendakMU.Amin.
August Suherman: "jika Allah swt sdh berkehendak,apapun bs terjadi,subhanallah wabikhamdi subhanallah hil'adzim."

Sumber : Tribun Jabar

Editor : Hariza



Thanks for reading our article Bule Tiba-tiba Nyelonong Masuk Masjid, Ternyata Ini yang Diinginkannya - Sekadau News. Please share it with pleasure.
Sincery Berita Masuk Islam
SRC: http://www.sekadau.com/2018/02/bule-tiba-tiba-nyelonong-masuk-masjid-ternya-ini-yang-diinginkannya.html

powered by Blogger Image Poster

Saturday, October 26, 2013

Bella Saphira Rajin Mengaji Sepulang Berhaji

Jum’at, 25 Oktober 2013 14:33 wib

Alan Pamungkas – Okezone

Bella Saphira (Foto: Facebook)

Bella Saphira (Foto: Facebook)

JAKARTA - Setelah menyandang status Hajjah, Bella Saphira semakin ingin menambah kualitas beribadah. Dia pun lebih tekun belajar mengaji.


Itu disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal K.H. Ali Musthafa Yaqub, yang mengislamkan Bella. Dia pun akan menyiapkan guru wanita khusus untuk mengajari Bella mengaji.


“Ibu Bella juga akan mendalamkan ilmu agama, kita juga akan mempesiapkan guru wanita untuk menjadi guru Ibu Bella mendalami ilmu agama,” kata Ali saat dihubungi Okezone melalui sambungan telefon, Jumat (25/10/2013).


Lebih lanjut, Ali mengungkapkan, istri Mayjend Agus Surya Bhakti itu memiliki keinginan kuat memelajari agama. Sebelum memutuskan menjadi mualaf, Bella sudah belajar tentang Islam.


“Bella itu sudah belajar agama setahun sebelum dia mengucapkan syahadat, jadi akan mudah,” tutup pria kelahiran 2 Maret 1952 itu.


(nsa)






mobile

Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com

untuk BlackBerry


Article source: http://www.solopos.com/2013/10/04/mr-bean-masuk-islam-berita-rowan-atkinson-salah-penerjemahan-teks-453550


Bella Saphira Rajin Mengaji Sepulang Berhaji

Friday, January 4, 2013

Sufi Indonesia: Melawan Ekstrimisme Lewat Twitter

Setiap tahun, ribuan sufi dari seluruh dunia berkumpul di Indonesia. Mereka tidak bicara soal kesesatan, mereka lebih memilih bercakap-cakap soal cinta kasih sembari mencari titik-titik temu antar beragam keyakinan.

Januari 2013, para sufi dunia berkumpul di Malang, sebuah kota sejuk yang ada di bagian Timur pulau Jawa. Mereka akan bicara tentang banyak hal terutama konflik di Timur Tengah.

Indonesia menjadi surga bagi para sufi. Jutaan orang menjadi pengikut aliran yang sering disebut sarjana barat sebagai mistikus Islam: mereka yang lebih mengedepankan batin dalam mendekati Tuhan.

Sufisme vs. Ekstrimisme

Mistikus Islam, kelompok tarekat atau tasawuf adalah nama-nama lain bagi mereka yang mempraktekkan sufisme.

“Sufisme fokusnya pada yang batin, sementara kelompok fundamentalis fokusnya adalah kewajiban melaksanakan hukum agama. Itulah yang membuat sufisme dalam sejarah Islam selalu berkonflik dengan kelompok fundamentalis,” kata Media Zainul Bahri, pakar sufisme yang sedang mengikuti program riset Post Doktoral Yayasan Humbolt di Universitas Köln Jerman kepada Deutsche Welle.

“Ketika seseorang mendalami dimensi batin agama, maka dia akan ‘bertemu’ dengan agama-agama lain. Karena itulah sufisme sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan, karena dia lebih melihat pada dimensi batin agama.“

Meski dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim moderat, namun belakangan Indonesia mengalami gelombang pasang intoleransi: pemboman oleh kelompok teroris maupun penyerangan atas kelompok minoritas oleh kelompok Islam radikal.

Kelompok sufisme sangat tidak suka dengan kelompok radikal, kata Zainul Bahri. Tapi pandangan mereka sayangnya jarang diekspos oleh media massa. Dia meyakini bahwa sufisme sangat efektif untuk melawan doktrin-doktrin di dalam Islam yang bersifar ekstrim.

“Pengikut sufisme itu bagian dari silent majority di dalam Islam”

Surga Sufisme

Islam masuk ke Indonesia abad ke-15 melalui sufisme. Menurut Zainul Bahri, para Wali Songo ketika pertama kali memperkenalkan Islam lebih banyak bicara soal nilai-nilai budi pekerti atau akhlak, dan itu dekat dengan ajaran Hindu dan Buddha yang saat itu menjadi agama mayoritas.

Sifat sufisme yang lebih banyak bicara soal nilai-nilai kebaikan itu membuat Islam menjadi lebih gampang diterima di Indonesia.

Zainul Bahri memperkirakan, kini ada lebih dari tujuh juta orang di Indonesia yang mengikuti ajaran sufisme. Organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama, bahkan mempunyai sayap organisasi tasawuf. Sebagian besar pengikut sufi, ada di pedesaan.

Namun beberapa tahun terakhir muncul gejala sufisme perkotaan. Di sejumlah perumahan paling elit Jakarta: kawasan Pondok Indah, Kuningan atau bahkan di hotel-hotel mewah digelar pengajian Tasawuf.

Zainul Bahri yang sempat mengajar di salah satu pengajian tasawuf elit Jakarta bercerita bahwa sebagian besar yang bergabung adalah kalangan pengusaha atau bekas pejabat.

Cendikiawan Islam paling terkemuka seperti almarhum Nurcholish Madjid, Haidar Bagir dan Jalaludin Rakhmat termasuk diantara mereka yang “menularkan” sufisme di kalangan elit perkotaan.

Orang kaya lebih senang belajar tasawuf karena mereka ingin mencari ketenangan batin. Mereka menemukan kedamaian hati dan pencerahan: wajah Islam yang damai, toleran dan bersahabat.

Sufi Twitter

Jangan bayangkan jubah putih, sufi yang satu ini berbeda. Berambut gondrong, suka bercelana jeans, dan menenteng Ipad ke manapun dia pergi.

Namanya @candramalik, usianya 34 tahun. Dia mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter. Follower-nya di jejaring sosial lebih dari 30 ribu. Serial Tweet-nya, terutama di malam hari lewat #FatwaRindu dan #Seucap disukai para pengikut.

Indonesia adalah negara yang menggilai Twitter. Akhir 2012, lembaga riset Semiocast asal Prancis mengungkapkan bahwa Jakarta adalah kota dengan lalu lintas percakapan Twitter paling tinggi di dunia, mengalahkan di urutan berikutnya New York, Tokyo, London, Sao Paolo. Nomor enam tertinggi di dunia adalah: Bandung, yang mengalahkan Paris dan Los Angeles.

“Lewat Twitter, saya bisa menyampaikan pesan sufisme secara lebih terbuka, egaliter, dan bisa diperdebatkan siapa saja tanpa penghalang, itu sangat cocok dengan jiwa sufisme yang selalu membuka ruang bagi dialog“ kata Candra Malik kepada Deutsche Welle.

“Ketika mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter, sebetulnya saya sedang mendekonstruksi sufisme untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya sufisme sangat dekat dan berada di tengah masyarakat.“

Sufi masa kini, menurut Candra Malik tidak perlu selalu berjubah, pakai surban, dan menyembunyikan diri dari publik.

Candra Malik mempunyai pesantren tasawuf di Solo. Dia juga mengajar kelas sufi di kota-kota besar: Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya hingga Bali. Dia mengaku punya 3.500 murid dan sepuluh persen diantaranya mempunyai latar keyakinan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen hingga Kejawen.

“Sufisme mengajarkan tentang cinta damai, kasih sayang, tentang bagaimana menghargai kemanusiaan. Seorang sufi selalu berusaha mengerti keberadaan manusia berasal dari keyakinan masing-masing tanpa memaksakan kehendak mana yang lebih benar.“

Saat bulan puasa 2012, Candra Malik merilis album kidung sufi “Samudera Cinta“, dia juga mengisi acara Ramadhan di salah satu stasiun televisi. Dalam beberapa konser, Candra Malik melibatkan paduan suara gereja.

“Twitter atau musik lebih efektif untuk menyebarkan sufisme di dalam masyarakat modern. Kalau hanya berhenti di pengajian atau mesjid, maka gagasan yang cinta damai itu tidak akan bisa merangkul kalangan yang lebih luas,“ pungkas Candra Malik.

Andy Budiman

Editor: Christa Saloh Foerster

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/25321/09/10/2012/muhammadiyah-masuk-anggota-icg-untuk-bantu-damaikan-konflik-moro.html


Sufi Indonesia: Melawan Ekstrimisme Lewat Twitter

Thursday, September 26, 2013

Samantha Lewthwaite, Diakah Teroris Asal Inggris?

INILAH.COM, London – Nama Samantha Lewthwaite kembali berkibar. Perempuan warga negara Inggris ini dikait-kaitkan dengan penyerangan di mal Westgate, Nairobi, Kenya 21 September 2013.


Meskipun itu masih sekadar kecurigaan, namun pemerintah Kenya yakin ia bersama kelompok militan Somalia, al-Shabab tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga memimpin teror yang menewaskan 72 orang yang terdiri dari 61 warga sipil, enam polisi dan lima teroris.


Ia kini diburu oleh Interpol atas permintaan Kenya. Uniknya perburuan itu tidak mengaitkannya dengan teror di Kenya. Pihak al-Shabab yang mengakui perbuatannya di Kenya juga membantah keterlibatan Samantha.


Siapa Samantha Lewthwaite? Dia dulunya seorang gadis pemalu asal Buckinghamshire. Namanya pertama kali muncul setelah terjadi peristiwa pengeboman di stasiun kereta bawah tanah di Piccadilly, London pada 7 Juli 2005. Ia merupakan janda Germaine Lindsay, pelaku pengeboman itu.


Ia masuk Islam sejak gadis karena tertarik pada Islam setelah diperkenalkan oleh tetangganya. Samantha tak mempunyai catatan terorisme di Inggris namun diburu oleh Polisi Kenya sebelum terjadi penyerangan Westgate dengan tuduhan pemalsuan paspor dan memiliki hubungan dengan sel teroris yang berniat melakukan pengeboman di negara itu.


Ia sendiri mengutuk serangan 7 Juli oleh suaminya itu dan menyebutnya sebagai tindakan keji. Ia mengatakan pikiran suaminya tercemar karena sering datang ke masjid radikal. “Saya tidak habis pikir bagaimana bisa ia diracuni dan menjadi orang yang sangat menakutkan. Dia itu orang yang polos, naif, dan sederhana. Saya berharap ia pasangan yang pas untuk saya,” ujarnya kepada tabloid the Sun.


Namun, tak lama setelah serangan itu, ia menghilang. Ia kemudian diketahui berada di Kenya dan tahun lalu, dia dinyatakan oleh pejabat Kenya telah meninggalkan negara itu dan pergi ke Somalia. Ia diketahui sering berganti-ganti identitas, termasuk juga menggunakan nama aslinya.


Sejumlah kalangan di Inggris masih meragukan keterlibatannya dalam aksi teror karena tidak pernah ada bukti yang mengarah ke sana. Perempuan yang besar di Buckinghamshire, Aylesbury itu diyakini tidak memiliki karakter keras.


Seorang angota Dewan kota Aylesbury, Raj Khan, mengatakan bahwa dia mengenal Samantha sejak kecil. “Saya kenal dia waktu masih kecil. Dia benar-benar perempuan polos, minder, pemalu dan mudah dipengaruhi orang. Dia hanya pengikut, bukan pemimpin (teror),” ujarnya.


Ia mengatakan tidak percaya Samantha terlibat dalam teror di Nairobi. “Teror itu perlu orang yang canggih, seperti teroris kelas internasional.”


Namun, setelah masuk Islam ia begitu percaya diri saat bersekolah di Grange School in Aylesbury. Menurut Novid Shaid, gurunya di sekolah itu, ia percaya diri sekali mengenakan hijab. Ia sama sekali tidak terpengaruh meskipun orang-orang sekelilingnya menganggapnya aneh.


Setelah beberapa tahun, ia tidak hanya mengenakan jilbab, tetapi menenakan galabiya penuh (baju Muslimah yang panjang dan menutupi semua anggota tubuh. “Kami tahunya ia semakin serius mendalami Islam,” tutur Shaid.


Bahkan pada 2002, ia mendaftar untuk kuliah di jurusan ilmu politik dan keagamaan di School of Oriental and African Studies di London. Namun, baru dua bulan kuliah ia memutuskan untuk berhenti.


Ia kemudian bertemu dengan Gabriel Lindsay, seorang muslim kelahiran Jamaika, di internet. Mereka berkenalan lalu memutuskan untuk menikah beberapa bulan kemudian. Mereka tinggal di Huddersfield lalu pindah ke Aylesburry pada September 2003.


Enam bulan kemudian ia melahirkan bayi pertamanya. Bayi yang kedua dilahirkan setelah terjadi peristiwa pengeboman di London.


Sejumlah kalangan percaya ia menikah lagi setelah ditinggal oleh Lindsay dan diperkirakan punya tiga atau empat anak. Ayah, ibu dan keluarganya juga kehilangan kontaknya sejak terjadi pengeboman di London. [BBC/tjs]


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/06/29/mp4ht5-scott-lynch-anak-pendeta-yang-menemukan-cahaya-islam


Samantha Lewthwaite, Diakah Teroris Asal Inggris?

Thursday, July 11, 2013

Dulu Membenci, Setelah Jadi Mualaf Kini Mencintai Puasa

REPUBLIKA.CO.ID, Namanya Marcos. Dia berasal dari Manila, Filipina. Lelaki ini tinggal di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), selama lebih dari sembilan tahun. Marcos awalnya merupakan seorang non-Muslim.


Baginya, dahulu puasa adalah bentuk pengorbanan bodoh. Menurut Marcos, menahan diri dari semua kebutuhan jasmani merupakan suatu mimpi buruk.


Bulan Ramadhan adalah kiamat kecil bagi saya. Ketika semua tempat hiburan ditutup, kata dia kepada Arab News, beberapa waktu lalu. Menurut dia, puasa bertentangan dengan naluri dan hak-hak mahkluk hidup. Puasa perbuatan tidak logis dan menyiksa.


Pertanyaan mengapa seorang Muslim harus berpuasa terus memunculkan pertanyaan di otaknya setiap hari. Mengapa ada agama besar yang melarang manusia menikmati  ciptaan Tuhan? Mengapa harus menyiksa diri menahan lapar dan haus, padahal dua kebutuhan itu sangat penting?


Namun, perlahan hidayah mulai menghampiri Marcos. Seorang teman sekamar menjawab semua gelembung pertanyaan di otaknya itu. Semua prasangka negatifnya tentang puasa ternyata tidak benar. Apalagi, setelah dia membuktikan sendiri.


“Allah memberikan saya Islam. Saya menemukan tentang pernyataan-pernyatan saya (dahulu) yang ternyata tidak benar, “kata dia.


Marcos memilih bersyahadat dan mengubah namanya menjadi Ahmed Moamen. Tahun ini adalah Ramadhan yang kesekian kalinya dia hadapi pascakeislamannnya.


Pengalamannya berpuasa memberi keyakinan, rukun Islam ketiga itu adalah cara hidup yang sehat. Tubuh-tubuh ini juga punya hak untuk beristirahat. Setidaknya, setahun sekali. Ini adalah kebijaksanaan yang agung, ujarnya seperti dikutip Onislam.


Pengalaman yang mirip juga dialami mualaf lainnya, Amnah Jordon (Jordon Caroline) dari Afrika Selatan. Bagi dia, Ramadhan adalah momen paling intim antara manusia dengan Sang Maha. Kegiatan baik apa pun terganjar dengan kebaikan yang dinilai berlipat ganda.


Ini kegiatan keagamaan yang mudah dan paling saya nanti. Hati saya merasa dekat bersama-Nya, ujar dia. Pengalaman Jordon menjadi pengalaman-pengalaman pribadi dalam mendalami agama yang diimaninya beberapa tahun lalu.




Article source: http://travel.kompas.com/read/xml/2013/06/27/0949061/Senja.di.Kota.Lama.Jerusalem


Dulu Membenci, Setelah Jadi Mualaf Kini Mencintai Puasa

Sunday, April 7, 2013

Nikita Willy Senang Diego Jadi Mualaf yang Sempurna

Jakarta – Setelah menjadi mualaf, pesepakbola Diego ‘Muhammad’ Michiels akhirnya menjalani khitanan pada Rabu (3/4/2013). Sang kekasih Nikita Willy pun ikut senang Diego akhirnya menjadi mualaf yang sempurna.

“Kemarin kan dia baru menyempurnakan dirinya menjadi mualaf, ya aku jadi senang dia kayak gitu,” ujar bintang sinetron ‘Kutunggu Kau di Pasar Minggu’ saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (7/4/2013).


“Akhirnya dia berani melakukan (sunat),” lanjutnya.


Sebagai kekasih, Nikita siap memberi dukungan kepada Diego untuk lebih mendalami Islam. Pelantun lagu ‘Kutetap Menanti’ itu berharap Diego bisa menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab.


“Karena aku orang terdekatnya aku harus siap membantunya,” tutur gadis yang kini berusia 18 tahun itu.



(hkm/hkm)


<!–HUT ke-13, detikcom bagi-bagi 13 iPad 2, juga puluhan ribu tiket bus dan kereta. Daftar di sini. –>


Article source: http://www.metrotvnews.com/lifestyle/video/2013/04/05/912/174764/Sejuta-Pesona-Wisata-di-Tapanuli-Tengah


Nikita Willy Senang Diego Jadi Mualaf yang Sempurna

Wednesday, December 12, 2012

Terisolisasi karena Jadi Mualaf di Negara Non-Muslim? Intip Solusinya

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–Salah Satu tantangan terbesar seorang mualaf setelah memeluk Islam adalah terisolasi dari keluarga dan lingkungan. Kondisi itu juga kian diperparah dengan rasa tidak nyaman dari mualaf ketika berada di lingkungan non-Muslim.

Pendiri SuperMuslimah Project, Amal Stapley mengungkap situasi itu sangat wajar. Setiap mualaf butuh proses untuk merasa nyaman. “Tentu, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi,” kata dia seperti dikutip onislam.net, Rabu (21/11).

Faktor yang dimaksud mencakup dimana mualaf tinggal, dukungan masyarakat, juga status perkawinan, proses mualaf memeluk Islam, pemahaman dan harapan, dan kepribadian mualaf sendiri. Menurut Amal, Allah SWT membawa setiap mualaf menuju jalur yang terbaik dengan sebelumnya memberikan semacam tes untuk mengkonfirmasi level keimanan mualaf.

“Memang tidak ada hal yang baku dalam masalah ini. Yang pasti, butuh penyesuaian dengan melihat dari kebutuhan si mualaf,” kata dia. Akantetapi Amal menyarankan kepada para mualaf beberapa poin terkait masalah tersebut.

Poin pertama, setiap mualaf harus memiliki harapan yang realistis. “Islam adalah cara hidup ideal. Tapi perlu diketahui tidak setiap muslim baik dan mungkin tidak bisa memberikan bantuan kepada para mualaf, ” kata dia.

Poin kedua, kata Amal, setiap mualaf disarankan untuk bergabung dengan komunitas mualaf. Ini dilakukan guna mempermudah mualaf berbagi pengalaman. “Kalau sulit ditemukan, coba cari via internet atau hubungi masjid terdekat. Insya Allah akan banyak informasi soal komunitas,” kata dia.

Setelah menemukan komunitas, kata dia, cobalah untuk aktif dalam setiap kegiatan. Itu juga membantu mualaf untuk lebih mendalami Islam sekaligus banyak berkenalan dengan sesama mualaf. “Ini sangat berguna dalam proses transisi yang anda alami,” ucapnya.

Poin ketiga, lanjutnya, menjadi bagian dari komunitas masjid. Mengapa demikian? Sebab masjid merupakan pusat kegiatan umat Islam. Di masjid, mualaf akan menemukan berbagai komunitas muslim. “Jangan gugup atau malu. Ajaklah siapapun untuk berbicara. Bersosialisasilah. Itu akan bermanfaat bagi anda,” ucapnya.

Poin terakhir, lanjut dia, coba untuk mencaga hubungan baik dengan keluarga meski mereka non-Muslim. Nabi Muhamamad SAW misalnya, beliau memperlakukan pamannya dengan penuh cinta kasih. Meski pamannya bukan seorang Muslim dan menolak Islam.

“Anda tidak tahu, apa rencana Allah soal mereka. Bisa jadi, satu saat mereka akan diberikan hidayah,” tuturnya. Hal penting lainnya, kerabat atau tetangga yang non-Muslim sebelumnya memiliki peran penting dalam kehidupan mualaf.

Itu menjadi alasan bagi setiap mualaf untuk tetap memperlakukan mereka dengan baik. Tentu dengan catatan, hindari permintaan apapun dari mereka yang mendorong mengingkari peringa Allah SWT. “Yang anda butuhkan adalah modifikasi posisi anda,” kata dia.

Article source: http://www.merdeka.com/ramadan/masuk-surga-tanpa-salat.html


Terisolisasi karena Jadi Mualaf di Negara Non-Muslim? Intip Solusinya

Thursday, July 18, 2013

Kisah Jono 'GBS' Jadi Mualaf Saat Berkunjung ke Aceh

Jakarta – Bassis band Gugun Blues Shelter (GBS), Johnathan Amstrong atau biasa disapa Jono menceritakan perjalanan religinya yang membuatnya hingga menjadi seorang mualaf. Sebelumnya, Jono berasal dari keluarga Kristen yang taat, namun Aceh mengubah hidupnya.

Jono mengatakan, beberapa tahun lalu dirinya menginjakkan kaki pertama kalinya di tanah rencong. Di sanalah dirinya langsung berkenalan dengan Islam.


“Karena aku pertama kali ke negara Islam, langsung ke Indonesia, Aceh lagi. Dan, di sana Islam sangat kuat. Aku lihat orang-orang di sana sangat friendly, terus kekeluargaan masih kental,” kata Jono yang sudah lumayan fasih berbahasa Indonesia meski terkadang masih sedikit terbata itu, Rabu (17/7/2013) malam.


“Jadi saya semakin penasaran, kok bisa begini ya? Dari situ saya mulai tanya-tanya tentang Islam. Terus dijelasin sama teman-teman. Dari situ saya beli Al Quran berbahasa Inggris, saya pelajari,” sambung Jono.


Jono yang asli London-Inggris itu pun semakin mendalami Islam sejak itu. Perjalanan ke Aceh itu sebenarnya tak disengaja, karena ia memang harus transit ke Asia.


Saat transit ke Indonesia itulah akhirnya Jono memilih Aceh sebagai tempat berlabuhnya sejenak. Tak disangka, Aceh memang membuat hidupnya berubah. Setelah pulang ke negara asalnya, Jono pun merindukan Aceh.


Pergolakan batin pun dirasakan semenjak mengenal Islam. Singkat cerita, Jono lantas kembali ke Aceh dan akhirnya bertemu dengan wanita yang menjadi pendampingnya kini, Fauziah.


Jono pun akhirnya menikahi Fauziah dan memeluk Islam. “Dari situ penasaran saya nggak berhenti, baru saya ketemu sama istri. Dia jelasin lebih dalam lagi. Dari situ saya memutuskan untuk menjadi mualaf,” kisahnya.


Article source: http://ramadan.detik.com/read/2013/07/16/141113/2304296/631/sejarah-islam-akan-masuk-dalam-kurikulum-pendidikan-di-inggris?992204cbr


Kisah Jono 'GBS' Jadi Mualaf Saat Berkunjung ke Aceh