Showing posts sorted by relevance for query berdoa. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query berdoa. Sort by date Show all posts

Tuesday, October 15, 2013

Bibel Antarkan Lopez Casanova kepada Kebenaran Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Lopez Casanova terlahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Protestan yang sangat taat.  Dalam keluarganya ada beberapa pastor, penginjil, pendeta, dan guru. Kedua orangtuanya menginginkan agar Lopez menjadi pemimpin Kristen. Karenanya, sejak kecil ia dimasukan pada sekolah Bibel.


Namun, Allah SWT memberinya hidayah. Dalam perjalanan hidupnya Lopez akhirnya menemukan Islam. Ia pun memeluk agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai agama terakhirnya. Perjalanannya menemukan Islam berawal dari Bibel yang dipelajarnya sejak kecil.


‘’Aku bersyukur dilahirkan dalam keluarga Protestan yang relijius yang memungkinkanku mempelajari Bibel. Jika tidak, aku mungkin tidak mampu memahami pesan Islam,” ujarnya.


Lopez menjadi seorang Muslimah karena kepercayaan dan keyakinannya terhadap Tuhan. ‘’Itulah yang kemudian membuatku mengakui validitas Islam sebagai agama dari Tuhan.” Lalu bagaimana perjalanan spiritualnya dalam menemukan Islam?


                                                                            
                                                                     ***


Lopez tumbuh dalam keluarga yang relijius. Keluarga dari pihak ibu Lopez adalah penganut Kristen Protestan yang taat. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk dan senantiasa hidup dengan perasaan takut terhadap Tuhan. Sedangkan keluarga sang ayahnya adalah pemeluk Katolik Roma.


Maka jadilah Lopez sebagai seorang Kristen Protestan. Di sekolah menengah, Lopez bergaul dengan teman-teman Kristen dari sektor atau denominasi yang bermacam-macam. Ia juga berteman dengan mereka yang beragama Yahudi, juga seorang Saksi Yehuwa.


‘’Aku tak pernah menghakimi apa yang mereka yakini, dan akupun tidak memiliki ketertarikan terhadap kelompok agama manapun,’’ ujarnya.


Menurut dia, Kristen non-denominasi seperti dirinya selalu diajarkan bahwa “Jika kamu percaya Kristus, maka kamu adalah seorang umat Kristen, dan kita semua sama di mata Tuhan, apapun denominasi yang membedakan kita.”


Meski ada banyak kepercayaan di sekitarnya, Lopez selalu diyakinkan bahwa hanya ada satu Tuhan. Menurut Lopez, perbedaan interpretasi dan perbedaan versi Bibel yang digunakan oleh umat Kristen membuat agama tersebut terbagi menjadi beberapa bagian.


Padahal, kata dia, menambah dan mengurangi naskah Bibel adalah dosa. Namun, selalu saja muncul sektor baru yang menciptakan versi Bibel yang baru. Untuk itu, ibunya selalu menekankan sejak ia masih kecil untuk menolak buku-buku agama, pamflet, maupun literatur Kristen dari orang lain.


 ”Bibel sudah cukup menjadi rujukan,” katanya menirukan ucapan ibunya. Seiring perjalanan Lopez dihadapkan pada sebuah kegamangan akan agama yang dianutnya. ‘’Aku tidak mengetahui seberapa lama Bibel telah diubah dan dimodifikasi. Setiap golongan dalam Kristen selalu mengklaim bahwa golongan merekalah yang benar, sedang yang lainnya salah.”


Sebagai seorang Kristiani, Lopez mempercayai bahwa Kristen adalah kelanjutan dari Yudaisme. Sejatinya, ia tidak pernah mengenal Islam pada waktu itu. Ia pertama kali mendengar nama “Allah” dari pengajarnya di sekolah Bibel. “Orang Cina berdoa pada Buddha, dan orang Arab berdoa pada Allah.” Saat itu, ia menyimpulkan bahwa Allah adalah nama sebuah berhala.


                                                                     ***


Kuliah di jurusan Bisnis Internasional membuat Lopez merasa perlu menguasai bahasa asing untuk menunjang kariernya di masa depan. Atas saran teman kuliahnya, Lopez mempelajari bahasa Arab.


“Temanku beralasan, negara manapun yang memiliki penduduk Muslim menggunakan bahasa Arab karena itu merupakan bahasa asli Alquran,” katanya.


Saat itu, tahun 2006, Lopez mendengar kata “Alquran” untuk pertama kalinya. Di kelas bahasa Arab yang diikutinya, Lopez mengenal banyak mahasiswa Muslim. Mereka umumnya keturunan Timur Tengah yang lahir dan besar di AS.


Kelas pertama yang diambilnya pada 2006 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Lopez terkesan dengan amalan puasa yang dilakukan teman-teman Muslimnya. Ia memandangnya sebagai bentuk ketundukan hamba di hadapan Tuhannya.


Lopez pun mencoba berpuasa. Bukan karena tertarik menjadi Muslim, namun semata untuk mengekspresikan ketundukannya sebagai umat Kristen yang taat. “Itupun karena puasa juga ada dalam agama Kristen. Yesus pernah berpuasa selama 40 hari,” katanya.


Pada bulan Ramadhan itu, seorang teman Muslim memberinya literatur Islam dan sekeping Compact Disk (CD) yang ditolaknya. Ia teringat ucapan ibunya, “Semua agama yang salah adalah benar menurut kitab mereka.” Lopez tak tergoda untuk mengenal Islam, agama asing yang salah di matanya.


                                                                    
                                                                       ***


Musim panas 2008, Lopez bergabung dengan para misionaris Kristen dan melakukan perjalanan ke Jamaika untuk sebuah misi Kristenisasi. Ia dan timnya membantu orang-orang miskin di sana. Ia dan timnya dan berhasil mengkristenkan sekitar 55 ribu orang dalam sepekan.


Sepulang dari  Jamaika, Lopez berdoa memohon petunjuk. Ia ingin melakukan lebih banyak pengabdian pada Tuhan. “Permintaan itu dijawab-Nya dengan memberiku seorang teman Muslim,” katanya.


Ia beberapa kali mengajak teman Muslimnya ke gereja, dan berpikir bahwa temannya akan terpengaruh dan menjadi seorang Kristen sepertinya.Suatu saat, temannya mengatakan bahwa gereja adalah tempat yang bagus, namun ia menyayangkan kepercayaan jamaatnya yang mempercayai Trinitas.


“Sayangnya, temanku salah menguraikan pengertian dari Trinitas itu. Aku hanya tertawa dan meralatnya,” kata Lopez. Ia sempat  berpikir tentang betapa fatalnya jika ia melakukan hal yang sama. Memberikan komentar soal agama lain yang tidak dipahami dengan baik adalah sesuatu yang dinilainya sebagai ucapan yang kurang berpendidikan.


Ia pun memutuskan mempelajari hal-hal mendasar tentang Islam. Lopez mulai menemukan persamaan antara Kristen dan Islam. Itu terjadi ketika ia mengetahui bahwa ternyata Yudaisme, Kristen, dan Islam berbagi kisah dan nabi, dan bahwa ketiganya dapat diusut asal muasalnya hingga bertemu di silsilah sejarah yang sama.


“Sebenarnya, lebih banyak persamaan antara Kristen dan Islam dibanding perbedaan antara keduanya,” kata Lopez.


                                                                         ***


Suatu hari, ia kagum dengan teman Muslimnya yang tidak malu berdoa dan shalat di tempat umum, dengan lutut dan kepala di atas lantai. “Sementara, aku bahkan terkadang malu untuk sekadar menundukkan kepala sambil memejamkan mata (berdoa) saat hendak makan di tempat-tempat umum.”


Di lain hari, teman Muslimnya kembali ikut serta pergi ke gereja bersama Lopez. Di tengah perjalanan dengan mobil itu, temannya memohon izin memutar CD Alquran di mobilnya, karena ia sedang mempersiapkan diri untuk shalat.


“Agar sopan, aku mengizinkannya. Selanjutnya aku hanya ikut mendengarkan dan menyimaknya,” kata Lopez.


Hal yang tidak diduga pun terjadi. Ia masih ingat bagaimana ayat-ayat Alquran yang didengarnya memunculkan sebuah perasaan aneh. Perasaan itu berbaur dengan kebingungan yang tak bisa dijelaskan.


“Aku tidak bisa memahami mengapa diriku bisa mengalami perasaan semacam itu terhadap sesuatu di luar Kristen.”


Setelah pengalaman di mobil waktu itu, perasaan takut sekaligus ingin tahu ikut menyergapnya. Ia memutuskan melihat isi sebuah DVD berjudul “The Legacy of Prophet Muhammad (Warisan Nabi Muhammad).”


Usai memutarnya, Lopez menangis untuk alasan yang lagi-lagi tak dipahaminya. Ia mengagumi sosok Muhammad SAW dan belajar tentang bagaimana menjadi umat yang baik dari sosoknya.


Lopez berkesimpulan, kedisiplinan dalam Islam membuatnya menjadi umat Kristen yang lebih baik, dan itu menjadi alasannya untuk terus mempelajari Islam. Keingintahuan Lopez membawanya belajar lebih jauh tentang Islam, dan ia sampai pada konsep monoteisme.


“Aku berhenti sejenak, karena itu seperti sebuah persimpangan. Aku hanya berniat mempelajari kesamaan Islam dan Kristen, sedangkan monoteisme berlawanan dengan konsep Trinitas.”
 
Pada titik sulit itu, ia berusaha tidak terpengaruh oleh siapapun, baik dari kelompok Kristen maupun Islam, sehingga ia memutuskan untuk mempelajarinya seorang diri.
Lopez pun membaca seluruh bagian tentang Yesus dalam Bibel, dan menelaah kata-kata yang dikutip dari perkataan Yesus. Saat itu, ia menyadari bahwa ternyata Yesus mengajarkan monoteisme, bukan Trinitas seperti yang diyakininya sejak lama.


“Di sini aku menemukan bahwa pesan Yesus selaras dengan Islam.”


Sampai di situ, Lopez merasa tertipu dengan kecewa. Ia menyadari bahwa segala praktik agama yang diamalkannya bukanlah yang diajarkan Yesus. “Yang terjadi adalah aku merasa dibelokkan dari menyembah Tuhan menjadi menyembah Yesus. Aku menjadi paham mengapa ada bagian dari Kristen yang tidak mempercayai Trinitas.”


Selesai dengan penjelasan Bibel, Lopez memberanikan diri meminjam salinan terjemahan Alquran dari seorang teman Muslim yang juga mengajarinya cara shalat. Lopez mulai melakukannya lima kali sehari untuk belajar, karena ia belum menjadi Muslim.


“Setiap selesai, aku berdoa pada Tuhanku agar mengampuniku karena telah melakukan shalat, seolah aku telah melakukan sesuatu yang salah. Ada pertempuran dalam batinku.”


Setelah beberapa lama pergolakan batin itu dirasakannya, Lopez memutuskan berislam. Namun hingga hari penting itu, ia masih menyimpan perasaan takut. Hingga saat menyetir mobilnya, ia berdoa, “Tuhan, lebih baik aku mati dan dekat dengan-Mu daripada hidup selama satu hari namun jauh dari-Mu.”


Lopez berpikir, mengalami kecelakaan mobil lebih baik dialaminya jika menuju Islamic Center San Diego untuk bersyahadat adalah pilihan yang salah. Ia tiba di tujuan dengan selamat dan mengikrarkan keislamannya di hadapan publik.


Jumat itu, 28 Agustus 2008, beberapa hari menjelang Ramadhan, Lopez memeluk Islam. “Sejak itu, aku adalah seorang Muslim yang bahagia, yang mencintai shalat dan puasa. Keduanya mengajarkanku kedisiplinan sekaligus ketundukan kepada Tuhan.”


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/06/06/078486229/Konvensi-Demokrat-Terbuka-untuk-Anas-Urbaningrum


Bibel Antarkan Lopez Casanova kepada Kebenaran Islam

Saturday, July 27, 2013

Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, Hudzaifah Ibnul Yaman lahir di rumah tangga Muslim, dipelihara dan dibesarkan dalam pangkuan kedua orang tuanya yang telah memeluk agama Allah, sebagai rombongan pertama.


Oleh sebab itu, Hudzaifah telah Islam sebelum dia bertemu muka dengan Rasulullah. Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, Hudzaifah selalu mendampingi beliau bagaikan seorang kekasih. Hudzaifah turut bersama-sama dalam setiap peperangan yang dipimpinnya, kecuali dalam Perang Badar.


Dalam Perang Uhud, Hudzaifah ikut memerangi kaum kafir bersama dengan ayahnya, Al-Yaman. Dalam perang itu, Hudzaifah mendapat cobaan besar.


Dia pulang dengan selamat, tetapi bapaknya syahid oleh pedang kaum Muslimin sendiri, bukan kaum musyrikin. Kaum Muslimin tidak mengetahui jika Al-Yaman adalah bagian dari mereka, sehingga mereka membunuhnya dalam perang.


Rasulullah menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit.


Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisiplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.


Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum Muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat.


Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah memercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman—dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang.


Dengan memercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin.


Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan “Shahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah).


Pada puncak Perang Khandaq, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya. Beliau mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat.


“Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti. Dan laporkan kepadaku segera!” perintah beliau.


Hudzaifah pun bangun dan berangkat dengan takutan dan menahan dingin yang sangat menusuk. Maka, Rasulullah berdoa, “Ya Allah, lindungilah dia, dari depan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah.”


“Demi Allah, sesudah Rasulullah selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa,” tutur Hudzaifah.


Tatkala ia memalingkan diri dari Rasulullah, beliau memanggilnya dan berkata, “Hai Hudzaifah, sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!”


“Saya siap, ya Rasulullah,” jawab Hudzaifah. Hudzaifah pun pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam.


Ia berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah anggota pasukan mereka. Belum lama berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando.


“Hai, pasukan Quraisy, dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!”


Mendengar ucapan Abu Sufyan, Hudzaifah segera memegang tangan orang yang di sampingnya seraya bertanya, “Siapa kamu?” Jawabnya, “Aku si Fulan, anak si Fulan.”


Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, “Hai, pasukan Quraisy. Demi Tuhan, sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi.


Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat.”


Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat.


Seandainya Rasulullah tidak melarangnya melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, tentu ia akan membunuh Abu Sufyan dengan pedangnya.


Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekali pun. Bahkan Khalifah Umar bin Khathtab, jika ada orang Muslim yang meninggal, dia bertanya, “Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu?” Jika mereka menjawab, “Ada,” Umar turut menyalatkannya.


Suatu ketika, Khalifah Umar pernah bertanya kepada Hudzaifah dengan cerdik, “Adakah di antara pegawai-pegawaiku orang munafik?”"Ada seorang,” jawab Hudzaifah.


“Tolong tunjukkan kepadaku siapa?” kata Umar. Hudzaifah menjawab, “Maaf Khalifah, saya dilarang Rasulullah mengatakannya.”


Walau demikian, amat sedikit orang yang mengetahui bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman sesungguhnya adalah pahlawan penakluk Nahawand, Dainawar, Hamadzan, dan Rai.


Dia membebaskan kota-kota tersebut bagi kaum Muslimin dari genggaman kekuasaan Persia. Hudzaifah juga termasuk tokoh yang memprakarsai keseragaman mushaf Alquran, sesudah kitabullah itu beraneka ragam coraknya di tangan kaum Muslimin.


Ketika Hudzaifah sakit keras menjelang ajalnya tiba, beberapa orang sahabat datang mengunjunginya pada tengah malam. Hudzaifah bertanya kepada mereka,”Pukul berapa sekarang?”Mereka menjawab, “Sudah dekat Subuh.”


Hudzaifah berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari Subuh yang menyebabkan aku masuk neraka.”Ia bertanya kembali, “Adakah kalian membawa kafan?”


Mereka menjawab, “Ada.” Hudzaifah berkata, “Tidak perlu kafan yang mahal. Jika diriku baik dalam penilaian Allah, Dia akan menggantinya untukku dengan kafan yang lebih baik. Dan jika aku tidak baik dalam pandangan Allah, Dia akan menanggalkan kafan itu dari tubuhku.”


Sesudah itu dia berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu, aku lebih suka fakir daripada kaya, aku lebih suka sederhana daripada mewah, aku lebih suka mati daripada hidup.”


Sesudah berdoa demikian, ruhnya pun pergi menghadap Ilahi. Seorang kekasih Allah kembali kepada Allah dalam kerinduan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya.


 


 


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/240107


Hudzaifah, Pemegang Rahasia Rasulullah

Thursday, January 30, 2014

Foto Asmirandah Berdoa di Gereja Jadi Viral Internet

Solopos.com, JAKARTA – Perbincangan hangat di jejaring twitter beberapa hari terakhir banyak diisi oleh foto “penampakan” Asmirandah yang sedang berdoa di gereja bersama pasangannya Jonas Rivanno. Hal ini semakin memperkuat kabar Asmirandah telah pindah agama.


Akun twitter @eijanah dan @william_sancz jadi beberapa akun yang membagikan foto ini. Foto ini dituturkan diambil melalui kamera candid.


“Best candid Ever ! Welcome asmirandah ;) ” unkap JEin Martindas.


Foto Asmirandah ini lantas dikomentari oleh sejumlah akun twitter. Beberapa merasa kecewa, sebagian lain menjadi foto ini bahan guyonan.


“Kecewa berat sm Asmirandah!!!!!!!” kata @ms_yunni


“Kalau misalnya pindah agama, mata kuliah pendidikan agamanya harus ngulang atau gimana ya? misal aja ini sih… misal asmirandah masih TPB,” kata Fahli Sofyan


Beredarnya foto ini tidak dibantah oleh pihak Asmirandah. Urusan agama dan keyakinan, menurut Asmirandah adalah hak dirinya yang tidak bisa dicampuri orang lain.


“Agama hak aku, itu iman saya. Terserah orang mau nilai aku seperti apa, itu urusan aku sama Tuhan”, katanya seperti dikutip Kapanlagi.com, Rabu (29/1/2014).


Andah, demikian biasa dipanggil, mengaku tidak pernah membantah ataupun membenarkan, apakah dirinya berpindah keyakinan atau tidak. Perempuan kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1989 itu juga enggan untuk mencari tahu siapa yang mengabadikan gambar dan menyebarkan fotonya itu.


“Ga apa-apa lah. Mungkin ini kuasa Tuhan untuk menjawab semuanya,” ungkapnya.


Terkait pemberitaan ini ayah Asmirandah, Anton Zantman merasa miris dan sangat menyesalkan apa yang sudah dilakukan oleh anaknya tersebut.


Anton semakin yakin kalau Andah, sebutan Asmirandah sudah pindah agama.


“Kalau menurut aku sih, dia sudah. Tapi dia enggak berani ngomong sama saya. Lagian sudah lama Andah enggak pulang kemari,” kata Anton seperti dikutip aktualpost.com, Selasa (28/1/2014).


Ia juga mengakui selama ini dirinya tidak pernah mengetahui aktivitas Anda. “Masak mungkin untuk suaminya atau buat mantan suaminya atau juga buat calon suaminya. Ya saya nggak tahu,” katanya.


Bukan hanya harus berhadapan dengan cibiran publik, pasangan ini juga berhadapan dengan Front Pembela Islam (FPI) sebab kasus penistaan agama.


Diberitakan Solopos.com sebelumnya FPI memerkarakan Jonnas  Rivanno ke polisi lantaran diduga melakukan penistaan agama


“Laporan kami ini terkait dugaan penistaan atau penodaan agama karena si Vanno mempermainkan agama Islam saat tidak mengakui menjadi mualaf, jadi tetap kami akan lanjutkan,” kata Idrus Algadri.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/08/mz23yj-penyanyi-amerika-ini-masuk-islam-saat-belajar-bahasa-arab-di-maroko


Foto Asmirandah Berdoa di Gereja Jadi Viral Internet

Saturday, July 20, 2013

Pelajaran dari Surah Al Baqarah Ayat 101-141










Jakarta – Ayat 101-103

1.Nabi Sulaiman as. dan semua nabi dianugerahi Allah keluarbiasaan sebagai mukjizat. Mukjizat berbeda dengan sihir. Sihir dapat dipelajari oleh siapa pun, sedang mukjizat adalah anugerah Allah yang tidak dapat dipelajari.
2.Sihir tidak memiliki pengaruh positif atau negatif kecuali bila dikehendaki Allah swt. karena tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam raya ini tanpa izin-Nya.
3.Sihir tidak ada manfaatnya, bahkan justru memberi mudharat. Apa yang didambakan sebenarnya dapat diperoleh melalui keimanan dan ketakwaan kepadaa Allah.
4.Kisah Nabi Sulaiman as. dan dua “malaikat” yang di celah kisahnnya terdapat uraian tentang sihir harus menjadi pelajaran agar manusia tidak terpengaruh oleh ilusi.


Ayat 104-110


1.Seseorang hendaknya pandai-pandai memilih kalimat-kalimat dalam percakapannya sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman, tidak juga mengundang pelecehan dan penghinaan terhadap siapa pun.
2.Mukjizat seorang nabi merupakan kewenangan Allah swt., demikian juga penetapan hukum, keduanya disesuaikan dengan kondisi masing-masing masyarakat.
3.Bukanlah sifat terpuji mengajukan pertanyaan yang bukan pada tempatnya. Pertanyaan merupakan setengah dari pengetahuan sehingga pertanyaan yang tidak tepat menunjukkan kebodohan si penanya.
4.Tabiat dasar kaum Muslim adalah memaafkan, sabar, dan tabah, selama hal tersebut belum menimbulkan hal-hal yang bertentangan dengan kehormatan agama dan ketetapan-ketetapan Allah swt.


Ayat 111-115


1.Jangan mencela anutan dan sesembahan siapa pun. Hiduplah berdampingam karena hanya Allah yang menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah.
2.Pentingnya memelihara kesucian masjid dan rumah-rumah ibadah.
3.Pentingnya memberi kebebasan kepada setiap penganut agama untuk melaksanakan ajaran agamanya dengan tertib dan aman.
4.Allah di mana-mana. Karena itu di mana pun seseorang mengarah, maka dia menemukan Allah, hanya saja perlu diingat bahwa ada tempat-tempat tertentu yang ditetapkan-Nya guna menghadap kepada-Nya dalam shalat, yaitu arah Bait al-Maqdis di Palestina bagi Bani Israil dan arah Ka‘bah di Mekkah bagi umat Islam.


Ayat 116-119


1.Allah Maha Esa, tidak membutuhkan sesuatu, tetapi segala sesuatu butuh kepada-Nya. Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan. Tiada yang serupa dengan-Nya walau dalam khayalan. Jika Dia berkehendak, terlaksana kehendak-Nya kapan pun Dia kehendaki. Tanpa terikat oleh waktu, alat, atau apa pun.
2.Manusia—dalam kehidupan dunia ini—tidak dapat melihat atau bercakap-cakap langsung dengan Allah, karena manusia tidak memiliki potensi untuk itu.
3.Tidak diperlukan lagi bukti-bukti baru tentang wujud dan keesaan Allah, karena sudah demikian banyak bukti-bukti tentang hal tersebut yang terhampar di alam raya dan dalam diri manusia.
4.Tugas Nabi, demikian juga penganjur agama, hanyalah menyampaikan ajaran agama dengan penuh kesungguhan. Karenanya Nabi saw. atau siapa pun tidak bertanggung jawab atas kekufuran siapa pun.


Ayat 120-123


1.Kewajiban berhati-hati terhadap ajakan dan cara hidup yang diterapkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, bahkan semua cara hidup yang bertentangan dengan ajaran Islam.
2.Ada sebagian penganut agama Yahudi dan Nasrani, yang memeluk agama Islam dengan tulus setelah memahami pesan dan kandungan kitab suci mereka yang menguraikan tentang Nabi Muhammad saw.
3.Kewajiban mensyukuri nikmat Allah serta keharusan menyadari betapa dahsyat pertanggungjawaban yang akan dituntut oleh Allah dari setiap orang pada Hari Kemudian.


Ayat 124-129


1.Ujian Allah kepada Nabi Ibrahim as. merupakan pelajaran kepada manusia tentang perlunya menguji/mengetahui kemampuan seseorang sebelum diberi tugas.
2.Ka‘bah telah wujud sebelum Nabi Ibrahim as. Dia adalah rumah peribadatan pertama untuk umat manusia sehingga tidak berlebihan jika dikatakan ia dibangun oleh manusia pertama atau bahkan malaikat.
3.Salah satu makna Maqam Ibrahim adalah tempat yang terpatri padanya telapak kaki Nabi Ibrahim as. ketika beliau berdiri di atasnya guna meninggikan Ka‘bah agar dapat mencapai ketinggian yang melebihi ketinggian badannya.
4.Penyebutan keterlibatan Ismail bersama ayah beliau, Ibrahim as. dalam membersihkan Ka‘bah, memberi pelajaran agar orangtua hendaknya mengajak anaknya berpartisipasi dalam kebajikan.
5.Seorang pemimpin hendaknya tidak membatasi usahanya menyebarluaskan kesejahteraan duniawi kepada mereka yang seiman dengannya saja (hanya kelompok pendukungnya), tetapi harus mencakup seluruh penduduk tanpa diskriminasi.
6.Pada ayat 129, Nabi Ibrahim as. Berdoa agar Allah “mengutus untuk penduduk Mekkah seorang Rasul dari kalangan mereka,” maka itu berarti doanya baru dikabulkan setelah sekitar 3400 tahun, karena Nabi Muhammad saw. diutus pada tahun 610 M. Ini menjadi pelajaran agar yang berdoa jangan jemu berdoa dan jangan juga tergesa-gesa meminta pengabulan doanya.


Ayat 130-134


1.Nabi Ibrahim as. adalah tokoh yang sangat mulia. Penyebutan bahwa beliau terpilih di dunia dan di akhirat, mengisyaratkan bahwa ada tokoh yang hanya terkemuka di dunia, tetapi tidak di akhirat. Nabi Ibrahim as. menyandang kemuliaan dunia dan akhirat.
2.Islam adalah anutan serta pesan para nabi yang lalu kepada generasi mereka dan generasi-generasi selanjutnya.
3.Wasiat beliau: “Jangan sekali-kali mati kecuali dalam keadaan Muslim/berserah diri kepada Allah,” mengandung makna jangan meninggalkan agama Islam walau sesaat pun.
4.Setiap orang mempertanggungjawabkan amal perbuatannya. Seseorang tidak dapat mengandalkan leluhurnya dalam meraih keselamatan dan kebahagiaan ukhrawi.


Ayat 135-141


1.Agama Allah pada prinsipnya sama. Intinya adalah mengesakan Allah swt. serta beribadah secara murni dan tulus kepada-Nya sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim as.
2.Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ishaq as. bukanlah orang Yahudi atau penganut agama Yahudi.






( rmd / rmd )









Tutup


 Share to Facebook:


You are redirected to Facebook


 Share to Twitter:


You are redirected to Twitter


Sending your message


Message has successfully sent


An Error has Occured




Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Pelajaran dari Surah Al Baqarah Ayat 101-141

Thursday, June 27, 2013

Senja di Kota Lama Jerusalem



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>






KUBAH Dome of the Rock itu berkilauan diterpa sinar matahari sore. Warna kuning emasnya begitu cemerlang. Entah sudah berapa kali mata memandang kubah Masjid Umar yang menjadi ”landmark” Jerusalem itu. Namun, sekejap pun tak ada rasa jemu. Penat tubuh setelah seharian jalan mengelilingi kota yang dahulu pernah ditapaki para nabi itu justru hilang begitu masuk kota tua Jerusalem yang didirikan sekitar 1.800 SM.”Inikah yang disebut kota para nabi?” tanya seorang sahabat yang menjadi teman perjalanan.

Ya. Inilah bumi para nabi. Begitulah orang biasa menyebut. Cobalah baca lagi puisi yang ditulis Nizar Tawfig Qabbani (1923-1998), diplomat sekaligus penyair dan penerbit asal Suriah:

Oh Jerusalem yang wangi oleh para nabi


Jalan terpendek antara langit dan bumi….


Seorang anak cantik dengan jemari terbakar dan mata menunduk….


Oh Jerusalem, kota penderitaan,


Sebutir air mata menggenang di matamu….


Kau akan mencuci tembok-tembokmu yang berdarah?


Oh Jerusalem, yang kucintai


Esok pepohonan lemon akan berbunga; pepohonan zaitun akan bersuka cita; matamu akan menari-nari; dan merpati-merpati terbang kembali ke menara-menara sucimu.



KOMPAS/TRIAS KUNCAHYONO Gereja Makam Kristus.
Akhir zaman

Jerusalem atau Yerushalayim (Ibrani) dalam dirinya sudah mengandung kedamaian. Konon, nama Jerusalem berarti ”warisan perdamaian”—”warisan” (yerusha) dan ”damai” (salem atau shalom). Begitulah yang tercatat dalam sejarah Jerusalem.


Namun, apalah arti sebuah nama. Sebab, Jerusalem yang juga disebut ”Kota Suci” selalu menjadi sarang takhayul dan kefanatikan; impian, dambaan, dan sasaran rebutan para penguasa dunia. Meskipun kota yang berada di puncak perbukitan Yudea itu tidak punya nilai strategis, kota ini berkali-kali dihancurkan dan kemudian dibangun lagi. Sejarah seperti tergores pada tumpukan batu dan tembok-tembok kota yang hingga kini masih berdiri kokoh.


Lihatlah, Menara Daud yang juga disebut Pintu Gerbang Jaffa, di bagian barat tembok Kota Lama. Di tempat itulah dahulu, pada tahun 1187, Sultan Saladin dengan pasukannya bersiaga sebelum merebut kota. Saladin duduk tegak di atas kuda putihnya dan kedua matanya memadang tajam tembok kota.


Dari puncak Bukit Zaitun, di sebelah timur Kota Lama, yang dipisahkan Lembah Kidron, terlihat Pintu Gerbang Kerahiman yang begitu megah. Ini pintu gerbang terpenting—dari delapan pintu gerbang Kota Lama—sebab lewat pintu inilah nanti di akhir zaman diyakini Sang Pengadil Agung akan masuk ke Jerusalem untuk mengadili semua manusia.


Di Lembah Kidron inilah dimakamkan begitu banyak orang, dari dulu hingga sekarang. Bahkan, di sekitar Kota Lama banyak makam: makam Yahudi, makam Kristen, dan makam Muslim. Batu-batu nisan dan tanda kubur berlomba menunjuk ke langit. Mereka yang dimakamkan di tempat itu yakin akan bangkit sebagai yang pertama dari kubur nanti di akhir zaman.


Via Dolorosa


Ketika kaki menyusuri jalan-jalan bebatuan di Kota Lama yang sempit, kiri-kanan tembok-tembok tinggi atau toko-toko cendera mata, tiba-tiba pikiran seperti ditarik ke masa lalu. Di jalan bebatuan itu dulu tentara Romawi dengan naik kuda berpatroli. Bunyi teplak, teplok, teplak, teplok… benturan kaki kuda dengan badan jalan seperti terngiang-ngiang di telinga. Jauh masa sebelumnya, di jalan bebatuan itu, para nabi berjalan disanjung dan dimaki.



KOMPAS/TRIAS KUNCAHYONO Tembok Ratapan
Coba susuri Via Dolorosa, Jalan Penderitaan yang bagi umat Nasrani menjadi jalan paling penting di jagat ini. Di sepanjang jalan itulah, 2.000 tahun silam, Yesus, Nabi Isa, berjalan memanggul salib menuju Bukit Golgota. Itulah jalan air mata. Itulah jalan cinta, sekaligus jalan kemanusiaan.

Namun kini, dibutuhkan perjuangan keras dan berat agar bisa konsentrasi untuk bisa berdoa khusuk di sepanjang jalan itu. Karena di kiri- kanan Via Dolorosa yang sempit sekitar dua meter, penuh tokoh-toko cendera mata, juga menjadi jalan kendaraan roda dua dan empat. Para pedagang akan terus menawarkan dagangannya berbagai macam cendera mata kepada para peziarah.


Kadang para peziarah harus berjalan menepi, mepet tembok karena ada mobil yang melintas di jalan cinta itu. Rombongan peziarah yang berusaha khusuk berdoa tak jarang harus tercerai berai karena motor pengangkut barang yang menerabas di tengah-tengah mereka.


Suatu senja


Masjid Umar dengan kubah Dome of the Rock-nya yang merupakan salah satu dari begitu banyak situs di Jerusalem masih berdiri tegak setelah berbilang tahun. Di sana juga masih ada Masjid Al Aqsa, Tembok Ratapan, Gereja Makam Kristus, dan banyak tempat suci dan yang disucikan lainnya. Kesemuanya itu lebih menyerupai halaman-halaman manuskrip yang disulam dengan benang sutra menjadi satu buku yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.


Karena itu, Jerusalem atau yang dalam bahasa Arab disebut Al-Quds merepresentasikan jantung tiga agama dunia: Islam, Judaisme, dan Kristen. Jerusalem diyakini menjadi tempat penting di bumi ini untuk komunikasi antara Tuhan dan manusia. Langit di atasnya menjadi penghubung terdekat antara bumi dan surga.


Tengoklah pada celah-celah di Tembok Barat (Tembok Ratapan), tempat orang Yahudi berdoa, begitu banyak kertas berisi doa dan permohonan yang diselipkan. Setiap tahun, kertas-kertas itu diambil dan dikubur di Bukit Zaitun karena dianggap suci. ”Benar kata orang, di Jerusalem, kebenaran sering jauh lebih penting ketimbang mitos,” komentar rekan seperjalanan.



KOMPAS/TRIAS KUNCAHYONO Toko Cendera Mata.
Ketika langit di barat semakin memerah, suara azan masjid yang disusul dentang lonceng gereja petang itu menyeruak langit Jerusalem. Ada hawa kedamaian yang menyebar karenanya. Di Tembok Ratapan, puluhan orang Yahudi masih mendaraskan doa dan permohonan mereka kepada Yahwe, Tuhan Allah mereka. Bau dupa menyebar di Gereja Makam Suci, tempat ziarah umat Kristiani. Sebentar lagi pintu gereja akan ditutup.

Senja itu, mengingatkan bahwa Jerusalem adalah rumah satu Tuhan, tempat ibadah tiga agama… yang sekarang masih diperebutkan. Senja juga menjadi pertanda bahwa Matahari telah meninggalkan Jerusalem.


Ada segenggam damai di kota tua, senja itu…. (Trias Kuncahyono)


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>

































Article source: http://news.detik.com/read/2013/06/27/132543/2285850/10/lipi-prabowo-menang-lawan-siapa-pun-kecuali-jokowi


Senja di Kota Lama Jerusalem

Sunday, November 3, 2013

Din: Dialog Antar Agama Cegah Terjadinya konflik

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Din Syamsudin menilai, semua dialog antara Islam dengan Nasrani, maupun Islam dengan Yahudi itu penting. Sebab, semua agama berasal dari Nabi Ibrahim as.


“Kalau ada konflik itu hakekatnya berasal perseteruan antarkeluarga,” katanya di hadapan ratusan jamaah Pengajian Ahad Pagi di Masjid Ummul Mukminin, Jalan Barata Jaya VIII, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (3/11).


Ketua PP Muhammadiyah itu berkata, guna menghindari konflik hal terpenting adalah meneladani Ibrahim yang mengajarkan ‘hanifan musliman’ (Muslim yang berpegang teguh pada kebenaran).


Menjawab pertanyaan peserta pengajian tentang cara mengimplementasikan ‘hanif’ itu, Din menyebut tiga cara, yakni jangan setengah-tengah dalam berpegang teguh pada kebenaran. “Kalau memang ingin terlepas dari narkoba ya berusaha keras, meski sulit,” katanya.


Cara lain, hindari sistem yang penuh godaan. “Kalau banyak akademisi dan ustadz yang terjebak dalam sikap korup, karena dia justru masuk dalam sistem seperti itu, padahal dia tidak mampu bersikap hanif di dalam sistem,” katanya.


Cara yang juga penting adalah berdoa. “Kalau sudah berusaha berpegang teguh pada hal-hal yang hanif dan berusaha menghindari hal-hal yang tidak hanif, maka pasrah dan berdoa untuk memohon kepada Allah SWT juga harus dilakukan setiap hari,” tutup Din.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Din: Dialog Antar Agama Cegah Terjadinya konflik

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Dikabarkan Mualaf Serta Menikah Dengan Produser GGS, Begini Tanggapan Sang Kakak ?

Angel Karamoy Pindah AgamaAngel Karamoy Pindah Agama>

Swadeka.com â€" Masih ingat dengan rumor yang menyebutkan Angel Karamoy sudah muallaf ? Walau berita ini masih simpang siur, tetapi beberapa fakta lain terkuak seputar mualafnya Angel Karamoy. Kini, mantan istri Steven Rumangkang ini dikabarkan menikah dengan produser Ganteng-Ganteng Serigala, Syaiful Drajat. Wow, berita ini pun lantas mengejutkan banyak pihak.

Namun begitu, kabar ini sebetulnya pernah berhembus beberapa waktu lalu. Terkait kabar ini, manajer yang sekaligus kakak Angel Karamoy, Danny Karamoy angkat bicara. Dirinya mengaku tidak tahu menahu soal kabar tersebut. “Itu kabar dari mana lagi (Angel masuk Islam). Saya nggak tahu apa apa,” ujar Danny pada 3 Agustus lalu, seperti dilansir Suara.com.

Danny menambahkan, sebagai manajer dirinya hanya mengurusi jadwal kegiatan artisnya. Sementara itu untuk urusan pribadi, Danny menuturkan dirinya tak ikut campur.

“Dia sudah di atas 17 tahun. Sebagai kakak, saya hanya bisa kasih tahu apa yang bagus dan tidak. Keputusannya nanti seperti apa, itu hasil dia sendiri,” tandasnya. Malahan, beberapa waktuyang lalu tepatnya Agustus. Angel Karamoy sempat menuliskan status. Kegalauan sahabat Angel ini langsung dikomentari para netizen. Mereka masih penasaran apakah Angel akan benar-benar pindah agama.

“Susah klo udah urusan hati sama Tuhan, semoga keputusan dia yg terbaik.. kadang gw suka gimana gt sama yg pindah agama, gw Muslim, tapi klo liat ada yg muallaf kadang suka mikir gt, apa yg dirasain dihatinya??.. ada perang batin ga ya??.. dari lahir Kristen,dan keliatan bgt klo di infotainment umat Kristen yg kuat..yaahh semoga ini yg terbaik deh mbak Angel,” kata netizen.

“Ini no offense ya. tapi kalo gue misalnya punya sahabat seiman sm gue, kita berdoa dan menguatkan sama2, lalu dia memutuskan untuk beralih, walau itu hak masing2 indvidu, gue sih sedih. apalagi kalo dr post ini kayanya segitu dekatnya mereka kek sodara. apalagi your preference decides your attitude, dan attitudenya jd beda (dr postnya kan condong ke sana), kecewa lah. gue setuju, itu hak masing2. gue inget bgt dulu pernah baca media kristiani si mbak cantik ini blg dia itu selalu berusaha jd terang dan garam (like, an inspiration of christ) di antara teman2 artisnya. trs dia begini skg. gue jd bertanya, trs point artikel itu apa skg?” kata followers lainnya.

loading...

"

| Angel | Karamoy | Dikabarkan | Mualaf | Serta | Menikah | Dengan | Produser | GGS, | Begini | Tanggapan | Sang | Kakak | div> Swadeka | com< | strong> | Masih | ingat | dengan | rumor | yang | menyebutkan | Karamoy< | span> | muallaf | Walau | berita | masih | simpang | siur | beberapa | fakta | lain | terkuak | seputar | mualafnya | Kini | mantan | istri | Steven | Rumangkang | dikabarkan | menikah | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | lantas | mengejutkan | banyak | pihak | p> Namun | begitu | kabar | sebetulnya | pernah | berhembus | waktu | Terkait | manajer | sekaligus | kakak | Danny | angkat | bicara | Dirinya | mengaku | tahu | menahu | soal | tersebut | “Itu | mana | lagi | (Angel | masuk | Islam) | Saya | nggak | ujar | pada | Agustus | seperti | dilansir | Suara | p> Danny | menambahkan | sebagai | dirinya | hanya | mengurusi | jadwal | kegiatan | artisnya | Sementara | untuk | urusan | pribadi | menuturkan | ikut | campur | p> “Dia | atas | tahun | Sebagai | saya | kasih | bagus | Keputusannya | nanti | hasil | sendiri | tandasnya | Malahan | waktuyang | tepatnya | sempat | menuliskan | status |  Kegalauan | sahabat | langsung | dikomentari | para | netizen | Mereka | penasaran | apakah | benar | pindah | agama | p> “Susah | udah | hati | sama | Tuhan | semoga | keputusan | terbaik | kadang | suka | gimana | Muslim | liat | mikir | dirasain | dihatinya | perang | batin | lahir | Kristen | keliatan | infotainment | umat | kuat | yaahh | mbak | kata | p> “Ini | offense | kalo | misalnya | punya | seiman | berdoa | menguatkan | sama2 | memutuskan | beralih | walau | masing2 | indvidu | sedih | apalagi | post | kayanya | segitu | dekatnya | sodara | your | preference | decides | attitude | attitudenya | beda | postnya | condong | sana) | kecewa | setuju | inget | dulu | baca | media | kristiani | cantik | berusaha | terang | garam | (like | inspiration | christ) | antara | teman2 | begini | bertanya | point | artikel | followers | lainnya | p> loading | p> < | div> |

Thank U Very Much for Read this Blog

Tuesday, February 12, 2013

Warga Tionghoa Indonesia Nikmati Kebebasan Jalankan Tradisi Budaya Leluhur

Tidak semua warga Tionghoa mengatakan bisa mempraktekkan kepercayaan mereka secara terbuka.

Adzan, misalnya, tidak identik dengan Tahun Baru Imlek. Tetapi bagi sekelompok kecil warga Tionghoa, adzan jadi identik dengan perayaan “Tahun Ular” ketika dirayakan ala Islam di masjid ini.

“Saya baru pertama kali merayakan Tahun Baru Imlek di sebuah masjid karena saya baru menjadi mualaf bulan September lalu,” ujar Cung.

Itulah pendapat Cung Li Ha yang berusia 27 tahun. Sebagai bagian dari kelompok minoritas Tionghoa, pilihan agama menjadikannya seperti orang aneh di negara mayoritas berpenduduk Muslim ini.

Dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa, sekitar 9 juta terdiri dari warga Tionghoa – yang kebanyakan beragama Budha, Kristen dan Konghucu. Sedikit sekali yang beralih ke agama Islam.

Cung Li Ha mengatakan masih ada beberapa tantangan besar. Pagi ini misalnya, ia harus berbohong pada keluarganya tentang kemana ia akan pergi.

“Ini sangat sulit karena keluarga Tionghoa umumnya tidak dapat menerima jika anak-anak atau keluarganya beralih menjadi Muslim. Mereka umumnya lebih terbuka terhadap agama Kristen,” ungkap Cung.

Semasa masa kediktatoran Soeharto selama tiga puluh tahun, bahasa dan tradisi budaya Tionghoa ditekan.

Tapi sepuluh tahun terakhir ini warga Tionghoa bisa bebas merayakan Imlek – atau “Tahun Baru Cina” – dengan perayaan yang lebih rinci.

Di Jakarta, hiasan naga Cina berukuran besar digantung di beberapa pusat perbelanjaan dan di kuil-kuil, sementara ribuan jemaat berdoa sambil menyalakan dupa.

Tetapi warga Muslim-Tionghoa tidak suka pamer.

Warga etnis Tionghoa melakukan tarian Naga di Ancol, Jakarta untuk memperingati Tahun Baru Imlek (23/1).Warga etnis Tionghoa melakukan tarian Naga di Ancol, Jakarta untuk memperingati Tahun Baru Imlek (23/1).
​​Dalam komunitas warga Tionghoa ada persepsi bahwa Muslim-Tionghoa telah kehilangan warisan budaya mereka dan bukan lagi warga Tionghoa. Namun, warga Tionghoa yang berada di Masjid Lautze berbeda pendapat.

Ali Karim yang dibesarkan sebagai warga Muslim-Tionghoa mengatakan, penting untuk membedakan tradisi dan agama.

Masjid Lautze adalah satu-satunya masjid yang Jakarta yang punya ciri-ciri khas Tiongkok. Bukannya dihiasi dengan kubah tradisional dan menara, pintu masuk masjid ini dihiasi lampion merah.

Di dalam masjid ada kaligrafi Tiongkok kuno – yang bertuliskan kata-kata “Nabi Muhammad” – tergantung di dinding-dinding, dan sajadah sholat bergambar Mekkah berwarna merah cerah.

Mudhi Astuti yang berusia 46 tahun mengatakan di masjid Lautze ia merasa seperti berada di rumah, meskipun ia bukan warga Tionghoa. Ia mengatakan sekitar seribu warga Tionghoa yang beralih ke agama Islam di masjid Lautze, kebanyakan ditolak oleh keluarga mereka.

Sebagian di antara mereka bahkan meninggalkan pasangan dan anak-anaknya dan beralih ke agama Islam. Tetapi, waktu akan menyembuhkan semua ini – ujarnya – dan kadangkala setelah beberapa tahun mereka kembali membangun hubungan baik dengan keluarga mereka.

Ini merupakan tantangan rumit bagi Cung Li – yang baru saja masuk Islam – dan masih mencoba berhubungan dengan keluarganya. Ia mengatakan khawatir keluarganya tidak bisa menerima agama barunya, tetapi sejauh ini menurutnya perayaan Tahun Baru tidak terlalu berbeda.

“Saya kira ini sama saja. Hanya saja saya tidak pergi ke kuil, dan berdoa di depan meja yang dipenuhi nama-nama nenek moyang. Saya tidak melakukan itu dan saya mencoba untuk tidak makan babi, tetapi saya masih makan kue yang dibuat ibu saya, dan mie. Tetapi selain itu saya berupaya untuk tidak menyentuh makanan yang haram,” ujarnya.

Pada tahun baru ular ini, Cung Li Ha berharap bisa berani memberitahu kedua orang tuanya bahwa ia sudah masuk Islam. Meskipun tambahnya, mereka mungkin sudah tahu.

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=257675:hanya-lima-persen-umat-islam-sumbang-ekonomi&catid=77:fokusutama&Itemid=131


Warga Tionghoa Indonesia Nikmati Kebebasan Jalankan Tradisi Budaya Leluhur

Monday, December 17, 2012

HAMAS-Iran dan Kartu Penting bernama Palestina

DI BAWAH jepretan kamera para jurnalis, Khalid Misy’al menyungkurkan dahinya ke tanah. Ia bersujud syukur karena setelah sekian tahun lamanya, Ketua Biro Politik HAMAS itu dapat kembali lagi ke tanah Gaza untuk menghadiri peringatan Ulang Tahun Harakah Al-Muqawah Al-Ismaliyyah (Gerakan Perlawan Islam) atau disingkat HAMAS yang ke-25. Walaupun jatuh pada 14 Desember, selebrasinya sudah dilangsungkan pada 8 Desember 2012 lalu.
Selebrasi ini seolah melengkapi momen-momen bersejarah dalam perjalanan HAMAS. Awal bulan ini, Israel terpaksa mengajukan genjatan senjata setelah 8 hari pertempuran antara negara Yahudi itu dengan faksi-faksi perlawanan Palestina, utamanya HAMAS. Memungkas kemenangan, lewat Misy’al, pada 22 November 2012, HAMAS berterimakasih pada Mesir dan Iran.
Ucapan terima kasih ini seolah menguak kebenaran dari desas-desus yang selama ini berkembang, yaitu apakah Iran bermain dalam konflik ini, atau sederhananya apakah Iran mendukung perlawanan HAMAS?
Ketika HAMAS meluncurkan roket Fajr 5 yang memporakporandakan Iron Dome-nya Israel, sebagian kalangan mengklaim roket itu adalah buatan Iran, walaupun hampir mustahil sebuah senjata semisal roket dapat diselundupkan ke Gaza yang dikepung oleh garis yang dikuasai otoritas Israel.
Belakangan muncul kabar bahwa Iran menghentikan bantuan finansialnya ke Hamas dengan jumlah mencapai USD300 juta  atau sekira Rp2,8 triliun (Rp9.624 per USD). Hal ini menunjukan bahwa bantuan itu memang ada. Menurut seorang pejabat HAMAS, Usama Hamdan, penyebab berkurangnya jumlah bantuan itu adalah lantaran HAMAS tidak mengikuti kebijakan Iran yang mendukung rezim Suriah Bashar Asaad.
Sebelumnya, pada Selasa, (20/11/12) ketika konflik 8 hari Israel-Gaza masih berlangsung, Misy’al dalam konferensi persnya di Kairo mengatakan bahwa HAMAS berterimakasih kepada Iran atas bantuan dana dan persenjataannya. Ini bukti bahwa hubungan ini bukan hubungan baru, melainkan sudah terjalin sejak lama. Namun, untuk apa Iran membantu HAMAS? Hal ini membawa kita untuk menelusuri garis kebijakan politik luar negeri Iran sejak revolusi, terutama soal Timur Tengah dan Palestina.
Laa Syarqiyah wa Laa Gharbiyah
Setelah revolusi Iran 1979 yang menumbangkan Shah Pahlevi yang pro-Barat, politik luar negeri Iran berubah haluan. Imam Khomeini menggariskan kebijakan tersebut dengan ungkapan, “Laa Syarqiyah wa Laa Gharbiyah”, artinya Tidak Barat dan juga Tidak Timur.
Maksudnya, Republik Islam Iran mesti menjadi blok ideologis tersendiri. Tentu saja term ideologi ini harus kita pahami dalam konteks Islam-Syiah yang menjadi sekte resmi di negara.
Politik tersebut juga berarti tuntutan bagi Iran untuk menjadi kuasa hegemonik di kawasan Timur Tengah. Karenanya, Iran terus menerus berusaha meraih hati umat Islam sedunia dan bangsa Arab dengan menggunakan semangat anti-Israel. Ini bisa dilihat retorika-retorika Ahmadinejad yang seringkali berapi-api dan froaaaaantal terhadap Israel. Pada 27 Mei 2008, kepada Khalid Misy’al yang mewakili delegasi HAMAS dalam kunjungan ke Teheran, Ahmadinejad mengatakan, “bangsa Iran dan pemerintahnya akan terus mendukung bangsa Palestina.”
Hal ini melengkapi retorika pemimpin-pemimpin Iran yang lain, di antaranya sang pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Pada hari yang sama, Khamanei mengatakan pada Misy’al, “Hari ini menjadi jelas bahwa rezim Zionis berada pada titik terendah dan tidak dapat menahan kesabaran bangsa Palestina.”
Melengkapi hal itu, pada 1 Oktober 2008, dalam khutbah Idul Fithri ia menyebut Ismail Haniyah sebagai mujahid lalu mengatakan, “bangsa Iran tidak akan membiarkan Anda sendirian.”
Seolah berbalas pantun, Haniyah pada 2 Desember 2008 mengucapkan selamat kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada “Hari Jerusalem International”. Sumber di kantor Ismail Haniyah, telah menegaskan kepada Al-Sharq al-Awsat bahwa ia telah mengirim pesan kepada pemimpin tertinggi revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamene’i, dan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, menandai Hari Internasional Jerusalem, berdoa kepada Tuhan untuk melindungi mereka, dan menyuarakan harapan untuk berdoa bersama di Yerusalem.
Dukungan moral ini diikuti oleh dukungan materiil. Sepanjang tahun 2008 dilaporkan Iran memasok 120 mm mortir kepada HAMAS, di samping juga menyelundupkan roket dan senjata-senjata lainnya.
Jadi sekilas Iran menjadi “mendua”. Setelah ia menjadikan milisi Syiah itu sebagai “perwakilan resmi” di front perlawanan dengan Israel, sekarang Iran ingin masuk lebih jauh dengan menempatkan sahamnya di dalam batas wilayah Palestina, Gaza, di tengah-tengah pejuang yang lebih berhadapan langsung dengan Israel, faksi-faksi yang merupakan insider.
Namun patut didicatat bahwa laporan-laporan ini sebagiannya berasal dari laporan lembaga intelejen Zionis-Israel, yang entah fakta ataukah dugaan yang disengaja, mencerminkan ketakutan Israel akan aliansi Iran-Fatah, atau bisa juga sebagai upaya Israel untuk menempatkan HAMAS dan Iran pada satu blok musuh untuk menggiring publik dunia, khususnya Amerika, akan bahaya HAMAS. Sebagaimana dimaklumi, Israel giat melakukan monsterisasi Iran. Dan jika HAMAS ditempatkan sepihak dengan Iran, akan lebih mudah melakukan monsterisasi HAMAS, sebagaimana AS melakukan monsterisasi terhadap kelompok Islam yang lain dengan dalih “terkait jaringan al-Qaidah”.
Walaupun pernyataan-pernyataan HAMAS sebagaimana dipaparkan di awal mencerminkan adanya hubungan dengan Iran, di samping juga adanya laporan bahwa Iran juga memberi bantuan dana lewat Damaskus, hal ini tidak membuat gerakan perlawanan itu menjadi kepanjangan tangan Iran. HAMAS sendiri menegaskan bahwa ia independen dari Iran. Pada 3 Desember 2008, deputi Biro Politik HAMAS Abu Marzuq membuat klarifikasi, “Kami telah menjelaskan sikap kami ke Mesir yakni bahwa tidak ada campur tangan Iran dalam urusan Palestina. Hamas adalah gerakan yang paling independen dalam pengambilan keputusan.”
Palestina, Kartu Penting Bagi Iran
Mengapa Iran penting untuk membantu HAMAS? Setidaknya mengumbar retorika yang bernada dukungan terhadap HAMAS dan Palestina? Mengapa Iran tidak cukup puas dengan dukungannya terhadap Hizbullah atau Jihad Islam yang jelas-jelas milisi Syiah?  Ada beberapa indikasi yang dapat kit abaca bersama sebagai tujuan Iran di balik langkah-langkahnya ini;
Pertama, dengan memberi bantuan pada HAMAS, Iran ingin membeli hati rakyat Palestina yang sedang melawan. Kebetulan negara-negara Arab lain tidaklah memberi bantuan yang besar pada Palestina, di samping pemerintah-pemerintah Arab pada umumnya tidak bisa lepas dari kebijakan AS, berbeda dengan Iran yang, karena kebijakan politik dan terutama energi, dapat mandiri dari kepentingan Barat. Untuk apa Iran membeli hati Palestina? Hal ini terkait dengan tujuan kedua.
Kedua, kartu palestina dapat digunakan oleh Iran untuk menguatkan hegemoni di kawasan. Iran sangat menyadari bahwa konflik Arab-Israel menjadi sentra permasalahan Timur Tengah, maka siapapun yang mengendalikan jalannya konflik ini akan menjadi “penguasa kawasan”. Dalam hal ini, rivalitas Iran dengan blok AS-Israel memang betul-betul ada.
Tidak ada keterangan jelas apa motif di balik ambisi Iran mengintervensi Palestina. Apakah ia murni dorongan pembelaan terhadap Muslim dan Arab? Ataukah berdasar pada motif ideologis Syiah? Yang jelas, pertumbuhan pengaruh Iran seiring dengan penyebaran pengaruh Syiah pula. Ini dapat dilihat di Iraq dan Bahrain. Sebaliknya pula, adanya basis Syiah di berbagai negara turut membantu menopang perluasan pengaruh Iran (hal terakhir ini dapat kita lihat realitasnya di Indonesia). Jadi, dengan kaitan yang unik, politik luar negeri Iran selalu seiring sejalan dengan perluasan pengaruh Syiah.
Hanya saja, slogan-slogan ke-syiahan terlihat sedapat mungkin tidak dibunyikan dalam kancah politik luar negeri Iran. Ahmadinejad selalu ingin mewakili pikiran Arab tentang Palestina tanpa mengaitkan dengan Syiah. Dengan demikian umat Islam akan selalu berpikir bahwa Iran tidak berjuang untuk ke-syiahannya. Apalagi, jelas HAMAS bukan organisasi militan Syiah seperti Hizbullah, melainkan berafilisasi ke al Ikhwan al Muslimun yang Sunni. Mayoritas warga Palestina pun adalah penganut Sunni.
Penting dicatat bahwa di sini Iran tidak terlalu memberi perhatian kepada Jihad Islam yang Syiah, atau tidak mengekspos dukungannya pada faksi tersebut. Padahal milisi tersebut juga adalah insider sebagaimana HAMAS, tidak seperti Hizbullah yang outsider (di Libanon). Jadi, ada semacam pembangunan opini bahwa Iran membela umat Islam secara keseluruhan dan tidak ada kait mengkait dengan Syiah dan penyebarannya.
Konflik Suriah: Akhir Hubungan dengan Iran?
Iran nampaknya secara sungguh-sungguh dan secara konsisten membangun opini dan citra itu dengan beberapa harapan, setidaknya hasil yang menguntungkan bagi Iran.
Pertama, media-media internasional secara besar-besaran mengopinikan Iran sebagai negara paling anti-Israel dan anti-Amerika. Kedua, Iran diposisikan sebagai leader bagi umat Islam dan bangsa Arab di tengah-tengah diamnya negara-negara Arab terhadap AS, dengan mengesankan pengabaiannya terhadap aspek sektarian: Iran adalah pembela Muslim, tidak peduli Sunni ataupun Iran.
Namun, secara tak terduga, sejarah memperlihatkan kita kandasnya upaya ini ketika meletus konflik Suriah. Pada revolusi-revolusi sebelum Suriah yang lebih kental tuntutan demokratisasinya dibandingkan Islamnya.Terhadap revolusi Suriah yang telah berlangsung hampir 2 tahun dan telah mengorbankan ribuan syuhada dalam perlawanannya terhadap diktator lalim, Iran dan Hizbullah justru lebih kentara membela rezim.
Mengetahui bahwa yang terjadi di Suriah adalah bangkitnya perlawanan kaum Sunni melawan rezim bersekte sesat Syiah Nushairiyah, Iran dan Hizbullah membela habis-habisan rezim Asaad yang katanya aliansi penting untuk melawan Israel, tidak peduli pada fakta bahwa diktator itu telah membantai rakyatnya sendiri dan telah lama mengebiri pelaksanaan Islam yang benar.
Ahmadinejad dan Hasan Nasrallah,  memperlihatkan keberpihakan tersebut dalam wawancara-wawancara mereka di media elektronik (lihat di http://hidayatullah.com/read/25361/11/10/2012/the-innocence-of-shiah.html ). Ini menunjukkan bahwa blok Syiah itu adalah nyata.
Bagaimanapun,  kedok Iran mulai terkuak. Kebijakan hegemonik yang seiring dengan sentimen sektarian, yang jelas-jelas nampak pada pembelaan Iran kepada rezim Suriah, akan menodai pembelaan Iran atas umat Islam. Inilah yang dapat kita pahami dari pernyataan Usama Hamdan, “Perbedaan sikap mengenai konflik Suriah membuat Iran menghentikan sejumlah bantuannya ke pemerintahan Hamas di Gaza pimpinan Ismail Haniyah.” Walaupun kemudian Usama menambahkan, “sampai saat ini kami masih menjalin hubungan baik dengan Iran,” dapat diprediksi intervensi Iran pada Palestina perlahan akan berkurang. Apalagi, jika di Suriah umat Islam berhasil menumbangkan Asaad dan mendirikan negara Islam berbasis Sunni, tentu hentakan besar bagi Iran akan mengubah peta kekuatan di Palestina.
Bagaimana dengan HAMAS?
Bagi HAMAS, tentu posisinya tidak mudah. Berjuang di dalam sebuah penjara besar bernama Gaza, tidak akan berkutik tanpa bantuan yang berarti dari negara-negara di sekelilingnya. Dalam kunjungan delegasi Indonesia ke Gaza, pimpinan HAMAS Ismail Haniya mengatakan bahwa bantuan yang paling dibutuhkan rakyat Gaza adalah senjata. Sayangnya, selama ini negara-negara Arab masih malu-malu untuk membantu. Gejala inilah yang rupanya mainkan dan dimanfaatkan Iran.
Namun, kabar terbaru memperlihatkan perubahan di kalangan pemerintahan-pemerintahan Arab. Dalam sebuah konferensi pers bulan November di Universitas Kairo, Mesir, beberapa hari sebelum gencatan senjata, Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al  mengatakan, “Arab sudah banyak berubah. Meskipun belum maksimal. Kami tidak akan buru-buru. Rakyat mereka harus diprioritaskan. Selanjutnya silakan pikirkan kami.” [baca juga: “Arab Berubah, Kami Tak Terkejut Jadi Sasaran Pembunuhan, Al-Quran Mengabarkan Itu]
Beberapa hari yang lalu Liga Arab juga telah sepakat untuk memberi bantuan ratusan juta dolar kepada Palestina setelah diakuinya Palestina oleh PBB sebagai negara pengamat non-anggota.
Apakah ini secercah harapan agar Palestina bisa lepas dari intervensi Iran, ataukah hanya hiburan sesaat sebagaimana selama ini berlangsung? Kita lihat saja.*
Penulis pemerhari masalah sosial keagamaaan
Red: Cholis Akbar
Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=54310

HAMAS-Iran dan Kartu Penting bernama Palestina

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Dikabarkan Mualaf Serta Menikah Dengan Produser GGS, Begini Tanggapan Sang Kakak ?

Angel Karamoy Pindah AgamaAngel Karamoy Pindah Agama>

Swadeka.com â€" Masih ingat dengan rumor yang menyebutkan Angel Karamoy sudah muallaf ? Walau berita ini masih simpang siur, tetapi beberapa fakta lain terkuak seputar mualafnya Angel Karamoy. Kini, mantan istri Steven Rumangkang ini dikabarkan menikah dengan produser Ganteng-Ganteng Serigala, Syaiful Drajat. Wow, berita ini pun lantas mengejutkan banyak pihak.

Namun begitu, kabar ini sebetulnya pernah berhembus beberapa waktu lalu. Terkait kabar ini, manajer yang sekaligus kakak Angel Karamoy, Danny Karamoy angkat bicara. Dirinya mengaku tidak tahu menahu soal kabar tersebut. “Itu kabar dari mana lagi (Angel masuk Islam). Saya nggak tahu apa apa,” ujar Danny pada 3 Agustus lalu, seperti dilansir Suara.com.

Danny menambahkan, sebagai manajer dirinya hanya mengurusi jadwal kegiatan artisnya. Sementara itu untuk urusan pribadi, Danny menuturkan dirinya tak ikut campur.

“Dia sudah di atas 17 tahun. Sebagai kakak, saya hanya bisa kasih tahu apa yang bagus dan tidak. Keputusannya nanti seperti apa, itu hasil dia sendiri,” tandasnya. Malahan, beberapa waktuyang lalu tepatnya Agustus. Angel Karamoy sempat menuliskan status. Kegalauan sahabat Angel ini langsung dikomentari para netizen. Mereka masih penasaran apakah Angel akan benar-benar pindah agama.

“Susah klo udah urusan hati sama Tuhan, semoga keputusan dia yg terbaik.. kadang gw suka gimana gt sama yg pindah agama, gw Muslim, tapi klo liat ada yg muallaf kadang suka mikir gt, apa yg dirasain dihatinya??.. ada perang batin ga ya??.. dari lahir Kristen,dan keliatan bgt klo di infotainment umat Kristen yg kuat..yaahh semoga ini yg terbaik deh mbak Angel,” kata netizen.

“Ini no offense ya. tapi kalo gue misalnya punya sahabat seiman sm gue, kita berdoa dan menguatkan sama2, lalu dia memutuskan untuk beralih, walau itu hak masing2 indvidu, gue sih sedih. apalagi kalo dr post ini kayanya segitu dekatnya mereka kek sodara. apalagi your preference decides your attitude, dan attitudenya jd beda (dr postnya kan condong ke sana), kecewa lah. gue setuju, itu hak masing2. gue inget bgt dulu pernah baca media kristiani si mbak cantik ini blg dia itu selalu berusaha jd terang dan garam (like, an inspiration of christ) di antara teman2 artisnya. trs dia begini skg. gue jd bertanya, trs point artikel itu apa skg?” kata followers lainnya.

loading...

"

| Angel | Karamoy | Dikabarkan | Mualaf | Serta | Menikah | Dengan | Produser | GGS, | Begini | Tanggapan | Sang | Kakak | div> Swadeka | com< | strong> | Masih | ingat | dengan | rumor | yang | menyebutkan | Karamoy< | span> | muallaf | Walau | berita | masih | simpang | siur | beberapa | fakta | lain | terkuak | seputar | mualafnya | Kini | mantan | istri | Steven | Rumangkang | dikabarkan | menikah | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | lantas | mengejutkan | banyak | pihak | p> Namun | begitu | kabar | sebetulnya | pernah | berhembus | waktu | Terkait | manajer | sekaligus | kakak | Danny | angkat | bicara | Dirinya | mengaku | tahu | menahu | soal | tersebut | “Itu | mana | lagi | (Angel | masuk | Islam) | Saya | nggak | ujar | pada | Agustus | seperti | dilansir | Suara | p> Danny | menambahkan | sebagai | dirinya | hanya | mengurusi | jadwal | kegiatan | artisnya | Sementara | untuk | urusan | pribadi | menuturkan | ikut | campur | p> “Dia | atas | tahun | Sebagai | saya | kasih | bagus | Keputusannya | nanti | hasil | sendiri | tandasnya | Malahan | waktuyang | tepatnya | sempat | menuliskan | status |  Kegalauan | sahabat | langsung | dikomentari | para | netizen | Mereka | penasaran | apakah | benar | pindah | agama | p> “Susah | udah | hati | sama | Tuhan | semoga | keputusan | terbaik | kadang | suka | gimana | Muslim | liat | mikir | dirasain | dihatinya | perang | batin | lahir | Kristen | keliatan | infotainment | umat | kuat | yaahh | mbak | kata | p> “Ini | offense | kalo | misalnya | punya | seiman | berdoa | menguatkan | sama2 | memutuskan | beralih | walau | masing2 | indvidu | sedih | apalagi | post | kayanya | segitu | dekatnya | sodara | your | preference | decides | attitude | attitudenya | beda | postnya | condong | sana) | kecewa | setuju | inget | dulu | baca | media | kristiani | cantik | berusaha | terang | garam | (like | inspiration | christ) | antara | teman2 | begini | bertanya | point | artikel | followers | lainnya | p> loading | p> < | div> |

Thank U Very Very Much for Reading this News

Saturday, June 1, 2013

Ini Tips SMPN 1 Kota Magelang Raih Nilai UN Tertinggi Nasional



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>



MAGELANG, KOMPAS.com — Menduduki peringkat pertama nasional dalam perolehan nilai hasil ujian nasional (UN) 2013/2013 menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMP Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah. Sebab, prestasi ini adalah yang pertama kali dicapai dalam sepanjang sejarah.


“Pada tahun ajaran ini sekolah kami mampu mencapai nilai rata-rata hasil UN 9,14. Pencapaian ini adalah yang terbaik dalam sepanjang sejarah,” ungkap Kunadi, Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang, Sabtu (1/6/2013).


Menurutnya, tahun ajaran lalu, sekolah tersebut hanya dapat mencapai peringkat 6 nasional. Padahal, kata Kunadi, tahun ajaran ini tingkat kesulitan soal-soal lebih tinggi dibanding tahun lalu. Ditambah lagi dengan sistem 20 paket soal yang berbeda tiap kelas. Sementara itu, tahun lalu hanya 5 paket soal berbeda tiap ruang.


Kunadi menyebutkan, dari 162 siswa peserta UN, sebanyak 71 di antaranya meraih nilai 10 untuk mata pelajaran matematika, kemudian dua siswa nilai 10 untuk Bahasa Inggris, dan tiga siswa meraih nilai 10 untuk IPA.


“Pencapaian ini adalah hasil kerja keras kami, bukan hanya para siswa akan tetapi adanya sinergitas antara siswa, tim guru, karyawan, komite, dan juga orangtua wali murid,” tuturnya.


Untuk dapat meraih prestasi tersebut, Kunadi mengakui, memang harus ada strategi antara lain selalu menerapkan profesionalitas guru, utamanya guru yang mengampu mata pelajaran yang di-UN-kan. Selain itu, pihaknya juga senantiasa menekankan pada proses dan kualitas pembelajaran pada siswa.


“Meski status sekolah kami sudah tidak Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) lagi sejak Januari lalu, tapi kami tetap optimistis, bekerja keras dan tetap mepertahankan prestasi belajar anak didik kami,” tuturnya.


Wakil Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang Sri Endah Cahyani menambahkan, untuk memacu prestasi siswa, pihak sekolah sudah menerapkan disiplin sejak mulai masuk kelas IX. Siswa sudah diwajibkan mengikuti pendalaman materi atau biasa disebut jam ke-0 (pukul 06.00 – 07.00 WIB).


“Pada jam tersebut mereka harus mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya. Kemudian dibahas bersama guru mata pelajaran yang bersangkutan. Setiap sebulan sekali siswa juga wajib mengikuti tes kompetisi. Di sini siswa menjadi terbiasa mengerjakan soal-soal dan berkompetisi secara sehat,” jelasnya.


Selain latihan soal secara intensif, pihaknya juga melatih siswa untuk disiplin dalam berdoa. Setiap hari siswa-siswa yang beragama Islam dianjurkan untuk menjalankan shalat dhuha berjemaah di masjid sekolah. Demikian pula bagi yang non-muslim, juga disediakan waktu khusus untuk berdoa di sekolah.


Yang lebih penting pula, kata Sri, pihak guru juga senantiasa menerapkan sikap jujur dan mandiri. Hampir setiap ujian sekolah maupun ujian nasional, guru-guru tidak pernah melakukan pengawasan yang berlebihan.


“Ini kami terapkan untuk melatih kejujuran dan percaya diri anak-anak. Jika kami para guru sudah terlalu ketat dalam pengawasan, misalnya keliling kelas memperhatikan siswa satu persatu justru membuat anak takut dan merasa tidak diberi kepercayaan,” pungkasnya.


Sekolah yang terletak di Jalan Pahlawan Kota Magelang ini memang dikenal dengan sekolah unggulan terbaik di Kota Magelang. Ribuan prestasi telah ditorehkan oleh siswa-siswa dan para guru sekolah ini. Tidak hanya prestasi akademik tapi juga nonakademik, baik tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional bahkan Internasional.


Untuk bisa masuk di sekolah ini pun, calon siswa harus mengikut beberapa tahapan seleksi. Antara lain harus mengikuti tes tulis khusus yang diselenggarakan sekolah. Kemudian hasil tes tersebut akan ditambah dengan rata-rata nilai SD.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>







































Article source: http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/gavin-susantio-bahagia-memiliki-keluarga-campur-5bba37.html


Ini Tips SMPN 1 Kota Magelang Raih Nilai UN Tertinggi Nasional

Thursday, May 23, 2013

Merasa damai usai bersyahadat

Ritual dilakoni Franck Ribery seolah menguatkan berita dia telah masuk Islam. Di tengah lapangan menjelang laga antara tim nasional Prancis menghadapi Swiss dalam Piala Dunia 2006 di Jerman, dia berdoa seraya mengangkat kedua tangan.


Penonton di stadion sejenak terhenyak. Ribery tidak mempedulikan komentar orang. Saban mau bertanding, di atas lapangan rumput dia selalu memohon kepada Allah.


Warta soal Ribery menjadi mualaf sejatinya sudah meledak sejak awal 2006. Majalah terbitan Prancis L’Express pertama kali melansir berita ini. Mereka menulis sejumlah pemain tim nasional Prancis rutin salat di sebuah masjid di selatan Kota Marseille. Identitas mereka tidak disebut, namun Ribery ketika itu memperkuat klub di kota itu.


Walau Ribery meneruskan kebiasaan berdoa di lapangan sebelum pertandingan bergulir, masyarakat Prancis segan menyebut secara terbuka dia seorang muslim. Ribery pun tidak mau banyak berkomentar. Dia bilang agama adalah urusan pribadi dan bukan buat publikasi.


Spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut Ribery mulai mengenal Islam saat membela klub asal Turki Galatasaray. Dia dilaporkan kerap berkumpul dan berdiskusi dengan masyarakat muslim di sana.


Sebagian menilai Wahiba Belhami, perempuan keturunan Maroko, mempengaruhi dia masuk Islam. Dia kemudian menikahi Wahiba dan telah dikaruniai dua putri, Shahinez dan Hizya.


Ribery tidak pernah membenarkan atau membantah dua versi cerita dia masuk Islam. Meski tidak mau menyebutkan kapan dia bersyahadat, kepada majalah Paris Match, dia mengakui telah menjadi muslim. “Islam juga sumber kekuatan saya di dalam dan luar lapangan,” katanya. Saya pernah kesulitan dalam karier dan saya menemukan kedamaian dalam Islam.”


Kata Islam sendiri memang berarti keselamatan dan kedamaian.












Article source: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/04/23/154148/Jadi-Rumah-Besar-Tak-Ada-Alasan-PPP-Tolak-Mualaf


Merasa damai usai bersyahadat

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Dikabarkan Mualaf Serta Menikah Dengan Produser GGS, Begini Tanggapan Sang Kakak ?

Angel Karamoy Pindah AgamaAngel Karamoy Pindah Agama>

Swadeka.com â€" Masih ingat dengan rumor yang menyebutkan Angel Karamoy sudah muallaf ? Walau berita ini masih simpang siur, tetapi beberapa fakta lain terkuak seputar mualafnya Angel Karamoy. Kini, mantan istri Steven Rumangkang ini dikabarkan menikah dengan produser Ganteng-Ganteng Serigala, Syaiful Drajat. Wow, berita ini pun lantas mengejutkan banyak pihak.

Namun begitu, kabar ini sebetulnya pernah berhembus beberapa waktu lalu. Terkait kabar ini, manajer yang sekaligus kakak Angel Karamoy, Danny Karamoy angkat bicara. Dirinya mengaku tidak tahu menahu soal kabar tersebut. “Itu kabar dari mana lagi (Angel masuk Islam). Saya nggak tahu apa apa,” ujar Danny pada 3 Agustus lalu, seperti dilansir Suara.com.

Danny menambahkan, sebagai manajer dirinya hanya mengurusi jadwal kegiatan artisnya. Sementara itu untuk urusan pribadi, Danny menuturkan dirinya tak ikut campur.

“Dia sudah di atas 17 tahun. Sebagai kakak, saya hanya bisa kasih tahu apa yang bagus dan tidak. Keputusannya nanti seperti apa, itu hasil dia sendiri,” tandasnya. Malahan, beberapa waktuyang lalu tepatnya Agustus. Angel Karamoy sempat menuliskan status. Kegalauan sahabat Angel ini langsung dikomentari para netizen. Mereka masih penasaran apakah Angel akan benar-benar pindah agama.

“Susah klo udah urusan hati sama Tuhan, semoga keputusan dia yg terbaik.. kadang gw suka gimana gt sama yg pindah agama, gw Muslim, tapi klo liat ada yg muallaf kadang suka mikir gt, apa yg dirasain dihatinya??.. ada perang batin ga ya??.. dari lahir Kristen,dan keliatan bgt klo di infotainment umat Kristen yg kuat..yaahh semoga ini yg terbaik deh mbak Angel,” kata netizen.

“Ini no offense ya. tapi kalo gue misalnya punya sahabat seiman sm gue, kita berdoa dan menguatkan sama2, lalu dia memutuskan untuk beralih, walau itu hak masing2 indvidu, gue sih sedih. apalagi kalo dr post ini kayanya segitu dekatnya mereka kek sodara. apalagi your preference decides your attitude, dan attitudenya jd beda (dr postnya kan condong ke sana), kecewa lah. gue setuju, itu hak masing2. gue inget bgt dulu pernah baca media kristiani si mbak cantik ini blg dia itu selalu berusaha jd terang dan garam (like, an inspiration of christ) di antara teman2 artisnya. trs dia begini skg. gue jd bertanya, trs point artikel itu apa skg?” kata followers lainnya.

loading...

"

| Angel | Karamoy | Dikabarkan | Mualaf | Serta | Menikah | Dengan | Produser | GGS, | Begini | Tanggapan | Sang | Kakak | div> Swadeka | com< | strong> | Masih | ingat | dengan | rumor | yang | menyebutkan | Karamoy< | span> | muallaf | Walau | berita | masih | simpang | siur | beberapa | fakta | lain | terkuak | seputar | mualafnya | Kini | mantan | istri | Steven | Rumangkang | dikabarkan | menikah | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | lantas | mengejutkan | banyak | pihak | p> Namun | begitu | kabar | sebetulnya | pernah | berhembus | waktu | Terkait | manajer | sekaligus | kakak | Danny | angkat | bicara | Dirinya | mengaku | tahu | menahu | soal | tersebut | “Itu | mana | lagi | (Angel | masuk | Islam) | Saya | nggak | ujar | pada | Agustus | seperti | dilansir | Suara | p> Danny | menambahkan | sebagai | dirinya | hanya | mengurusi | jadwal | kegiatan | artisnya | Sementara | untuk | urusan | pribadi | menuturkan | ikut | campur | p> “Dia | atas | tahun | Sebagai | saya | kasih | bagus | Keputusannya | nanti | hasil | sendiri | tandasnya | Malahan | waktuyang | tepatnya | sempat | menuliskan | status |  Kegalauan | sahabat | langsung | dikomentari | para | netizen | Mereka | penasaran | apakah | benar | pindah | agama | p> “Susah | udah | hati | sama | Tuhan | semoga | keputusan | terbaik | kadang | suka | gimana | Muslim | liat | mikir | dirasain | dihatinya | perang | batin | lahir | Kristen | keliatan | infotainment | umat | kuat | yaahh | mbak | kata | p> “Ini | offense | kalo | misalnya | punya | seiman | berdoa | menguatkan | sama2 | memutuskan | beralih | walau | masing2 | indvidu | sedih | apalagi | post | kayanya | segitu | dekatnya | sodara | your | preference | decides | attitude | attitudenya | beda | postnya | condong | sana) | kecewa | setuju | inget | dulu | baca | media | kristiani | cantik | berusaha | terang | garam | (like | inspiration | christ) | antara | teman2 | begini | bertanya | point | artikel | followers | lainnya | p> loading | p> < | div> |

Thank So Much for Read this Article