Showing posts sorted by relevance for query hasil. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hasil. Sort by date Show all posts

Sunday, February 17, 2013

Bagi Hasil Makin Tak Jelas

SP/HairuddinSisi Madura Jembatan Tol Suramadu tampak dari atas.

Sampang – Keberadaan jembatan Suramadu yang menelan anggaran hingga mencapai Rp 4,2 triliun diharapkan tidak hanya sekedar menjadikan pajangan saja. Sebaliknya, jembatan terpanjang di Indonesia ini harus mampu membangkitkan perekonomian di Pulau Madura.

Namun tuntutan 6 daerah yakni Pemerintah Propinsi Jatim, Pemkot Surabaya, Kab. Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep yang menginginkan bagi hasil dana retribusi tol Suramadu nampaknya masih belum jelas. Padahal sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 27/2008, tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura, pemerintah pusat menyetujui tentang bagi hasil tersebut, tetapi rupanya sampai kini masih belum ada signal tentang rencana tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Sampang, Hoda’i menyatakan, jangan sampai keberadaan jembatan Suramadu hanya sekedar menjadi obyek wisata saja. Tapi bagaimana pemerintah memberikan dukungan anggaran agar keberadaannya benar-benar bermanfaat bagi rakyat Madura. ’’Diantaranya dengan upaya perbaikan sarana infrastruktur sehingga akan memudahkan bagi investor masuk. Selain disparitas wilayah dan perekonomian bisa terdongkrak,’’ tegas politisi Partai Demokrat itu, dihubungi Minggu (17/2).

Hoda’i meminta ketegasan pemerintah pusat dalam bagi hasil retribusi tol Suramadu yang telah diatur dalam Perpres tersebut, karena berdasarkan data yang ada pendapatan dari kendaraan yang memanfaatkan jembatan itu dalam setahun mencapai ratusan miliar rupiah. ’’Kondisi perekonomian dan pembangunan di wilayah Madura saat ini masih jauh tertinggal, sehingga kita berharap dengan adanya bagi hasil retribusi tol itu akan membantu 4 daerah di Madura untuk meningkatkan percepatan ketertinggalan dari daerah lain di Jawa,’’ tukasnya.

Berdasarkan penjelasan Kepala Gerbang Tol Suramadu, Suharyono, PT Jasa Marga yang mengelola Jembatan Tol Suramadu, total kendaraan yang melintas dalam sehari minimal mencapai 44 ribu kendaraan roda empat maupun roda dua. Menurut dia dalam sehari jumlah roda empat dan roda enam yang melintasi Jembatan Suramadu mencapai 14 ribu kendaraan, sedangkan untuk kendaraan roda dua mencapai 30 ribu motor.  

Sesuai dengan tarif Tol Jembatan Suramadu, terang Suharyono, roda empat dikenai biaya karcis Rp 30 ribu dikalikan 14 ribu kendaraan, maka pemasukan dari roda empat mencapai Rp 420 juta. Begitu juga dengan kendaraan roda dua yang tarifnya Rp 3 ribu, jika dikalikan dengan jumlah 30 ribu kendaraan, maka dirata-rata pemasukannya sebanyak Rp 90 juta. Sehingga total pendapatan dari kendaraan tersebut mencapai  Rp 510 juta.

’’Volume kendaran akan semakin meningkat tajam apabila memasuki hari-hari besar Islam yakni Perayaan Maulud Nabi Muhammad, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, maupun menjelang pergantian tahun baru. Diperkirakan dalam sehari kendaraan yang melintas berkisar 73 ribu sampai 83 ribu kendaraan, namun 72 % didominasi kendaraan roda dua,’’ terang Suharyono.

Bahkan dalam setahun, rata-rata pendapatan dari hasil retribusi tol Suramadu rata-rata mencapai Rp 160 miliar. Rinciannya, retribusi kendaraan roda empat sebesar Rp 130 miliar sedangkan kendaraan roda dua sebesar Rp 30 miliar. rud

Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/02/17/158771/70-Persen-Pelajar-Lakukan-Seks-Bebas-


Bagi Hasil Makin Tak Jelas

Wednesday, June 19, 2013

SNMPTN Jangan Diskriminatif Terhadap Siswa Madrasah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kabar siswa lulusan madrasah aliyah (MA) di Yogyakarta yang tidak lolos satu pun dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) di Universitas Gadjah Mada (UGM) memunculkan keprihatinan, termasuk dari Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam.


Dirjen Pendis meminta agar UGM lebih transparan dan terbuka terhadap mekanisme dan hasil nilai rekrutmen siswa yang lolos SNMPTN agar tidak ada anggapan diskriminasi. “Sistem rekrutmen dan hasilnya harus terbuka agar adil dan tidak memunculkan diskriminasi,” kata Nur Syam kepada Republika, Selasa (18/6).


Keterbukaan mekanisme dan hasil ini, tambah dia, penting supaya tidak memunculkan tuduhan dalam proses SNMPTN. Walau demikian, ia yakin UGM dan mungkin perguruan tinggi negeri (PTN) lain tidak ada niat untuk mengesampingkan siswa lulusan MA atau mungkin pesantren.


Tapi, alangkah baiknya transparansi mekanisme dan hasil angka lulusan SNMPTN ini tetap disampaikan. Terkait apakah ini berarti kualitas lulusan MA yang masih belum memenuhi standar masuk PTN.


Nur Syam mengatakan, saat ini sudah banyak siswa lulusan MA yang berhasil masuk PTN dengan berbagai seleksi masuk, apakah SNMPTN, beasiswa unggulan, atau tes khusus. Selain itu, beberapa madrasah unggulan binaan Kemenag pun sudah menjadi idola orang tua siswa karena hampir sebagian besar lulusan dapat melanjutkan ke PTN.


“Contoh Madrasah Insan Cendikia. Madrasah ini banyak menghasilkan kualitas siswa MA yang memenuhi syarat PTN, bahkan sampai standar sekolah internasional,” ujarnya.


Jadi, Nur Syam melanjutkan, tidak ada alasan bila MA dianggap masih belum memenuhi kualitas dan standar kelulusan untuk masuk ke PTN. Ia juga tidak terlalu setuju bila siswa lulusan madrasah mendapatkan porsi khusus untuk masuk ke PTN.


Menurut dia, biarkan siswa lulusan MA masuk PTN dengan mekanisme yang ada tanpa perlu porsi khusus atau seleksi yang berbeda. Dengan tidak adanya keistimewaan siswa lulusan MA ini membuat lulusan MA pun memiliki daya saing dengan siswa lulusan sekolah menengah atas (SMA). Asalkan, PTN juga tetap menyeleksi dengan transparan sesuai dengan aturan yang berlaku.


Sebelumnya, hasil dari SNMPTN siswa yang masuk ke UGM pada tahun ini menunjukkan tidak satu pun lulusan dari MA. Bahkan, beberapa MA unggulan di Yogyakarta, seperti MAN 1 Yogyakarta yang setiap tahunnya memiliki banyak lulusan yang masuk UGM, juga tidak ada satu pun siswa mereka yang masuk. Ini membuat kekecewaan para pimpinan MA di Yogyakarta.


Kepala MAN I Yogyakarta Imam Sujangi bahkan menilai adanya diskriminasi lulusan MA terkait tidak adanya siswa lulusan MA yang masuk UGM ini. Padahal, kata Imam, hampir setiap tahun setidaknya ada 20 lulusan madrasah tersebut yang diterima di UGM. Bahkan, pada 2012, 25 lulusan madrasah itu diterima di kampus tersebut. Tapi, sayang, tahun ini tidak satu pun lulusannya yang diterima di sana.


Pihak UGM menampik bila mereka melakukan diskriminasi terhadap siswa lulusan madrasah. Kepala Humas UGM Wijayanti mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan yang sama antara lulusan SMA dan MA untuk masuk ke UGM. “Mekanismenya sama untuk semua lulusan SMA atau MA dan tidak ada diskriminasi. Ini semua hanya masalah nilai,” kata dia.


Namun demikian, ia mengakui akan melakukan transparansi terkait hasil nilai lulusan yang telah berhasil masuk dengan cara SNMPTN sebagai bahan evaluasi penerimaan mahasiswa baru.


Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso menyatakan tidak pernah ada sikap diskriminasi terhadap siswa lulusan MA. Semua diberlakukan sama dengan standar masuk nilai lulusan yang sama pula.


Permasalahan tidak adanya siswa lulusan MA Yogyakarta yang masuk ke UGM, menurut Djoko, lebih pada standar nilai, bukan karena masalah dikriminasi. Ia pun mengimbau agar pihak madrasah memahami hal tersebut. Namun, pihaknya berjanji akan tetap transparan terkait seleksi yang dilakukan di setiap PTN agar tidak memunculkan kesalahpahaman antarlulusan SMA dan MA. n amri amrullah ed: chairul akhmad


Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/16/116473642/Ustad-Indonesia-Orang-Berpengaruh-di-New-York


SNMPTN Jangan Diskriminatif Terhadap Siswa Madrasah

Saturday, June 1, 2013

Ini Tips SMPN 1 Kota Magelang Raih Nilai UN Tertinggi Nasional



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>



MAGELANG, KOMPAS.com — Menduduki peringkat pertama nasional dalam perolehan nilai hasil ujian nasional (UN) 2013/2013 menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMP Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah. Sebab, prestasi ini adalah yang pertama kali dicapai dalam sepanjang sejarah.


“Pada tahun ajaran ini sekolah kami mampu mencapai nilai rata-rata hasil UN 9,14. Pencapaian ini adalah yang terbaik dalam sepanjang sejarah,” ungkap Kunadi, Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang, Sabtu (1/6/2013).


Menurutnya, tahun ajaran lalu, sekolah tersebut hanya dapat mencapai peringkat 6 nasional. Padahal, kata Kunadi, tahun ajaran ini tingkat kesulitan soal-soal lebih tinggi dibanding tahun lalu. Ditambah lagi dengan sistem 20 paket soal yang berbeda tiap kelas. Sementara itu, tahun lalu hanya 5 paket soal berbeda tiap ruang.


Kunadi menyebutkan, dari 162 siswa peserta UN, sebanyak 71 di antaranya meraih nilai 10 untuk mata pelajaran matematika, kemudian dua siswa nilai 10 untuk Bahasa Inggris, dan tiga siswa meraih nilai 10 untuk IPA.


“Pencapaian ini adalah hasil kerja keras kami, bukan hanya para siswa akan tetapi adanya sinergitas antara siswa, tim guru, karyawan, komite, dan juga orangtua wali murid,” tuturnya.


Untuk dapat meraih prestasi tersebut, Kunadi mengakui, memang harus ada strategi antara lain selalu menerapkan profesionalitas guru, utamanya guru yang mengampu mata pelajaran yang di-UN-kan. Selain itu, pihaknya juga senantiasa menekankan pada proses dan kualitas pembelajaran pada siswa.


“Meski status sekolah kami sudah tidak Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) lagi sejak Januari lalu, tapi kami tetap optimistis, bekerja keras dan tetap mepertahankan prestasi belajar anak didik kami,” tuturnya.


Wakil Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang Sri Endah Cahyani menambahkan, untuk memacu prestasi siswa, pihak sekolah sudah menerapkan disiplin sejak mulai masuk kelas IX. Siswa sudah diwajibkan mengikuti pendalaman materi atau biasa disebut jam ke-0 (pukul 06.00 – 07.00 WIB).


“Pada jam tersebut mereka harus mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya. Kemudian dibahas bersama guru mata pelajaran yang bersangkutan. Setiap sebulan sekali siswa juga wajib mengikuti tes kompetisi. Di sini siswa menjadi terbiasa mengerjakan soal-soal dan berkompetisi secara sehat,” jelasnya.


Selain latihan soal secara intensif, pihaknya juga melatih siswa untuk disiplin dalam berdoa. Setiap hari siswa-siswa yang beragama Islam dianjurkan untuk menjalankan shalat dhuha berjemaah di masjid sekolah. Demikian pula bagi yang non-muslim, juga disediakan waktu khusus untuk berdoa di sekolah.


Yang lebih penting pula, kata Sri, pihak guru juga senantiasa menerapkan sikap jujur dan mandiri. Hampir setiap ujian sekolah maupun ujian nasional, guru-guru tidak pernah melakukan pengawasan yang berlebihan.


“Ini kami terapkan untuk melatih kejujuran dan percaya diri anak-anak. Jika kami para guru sudah terlalu ketat dalam pengawasan, misalnya keliling kelas memperhatikan siswa satu persatu justru membuat anak takut dan merasa tidak diberi kepercayaan,” pungkasnya.


Sekolah yang terletak di Jalan Pahlawan Kota Magelang ini memang dikenal dengan sekolah unggulan terbaik di Kota Magelang. Ribuan prestasi telah ditorehkan oleh siswa-siswa dan para guru sekolah ini. Tidak hanya prestasi akademik tapi juga nonakademik, baik tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional bahkan Internasional.


Untuk bisa masuk di sekolah ini pun, calon siswa harus mengikut beberapa tahapan seleksi. Antara lain harus mengikuti tes tulis khusus yang diselenggarakan sekolah. Kemudian hasil tes tersebut akan ditambah dengan rata-rata nilai SD.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>







































Article source: http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/gavin-susantio-bahagia-memiliki-keluarga-campur-5bba37.html


Ini Tips SMPN 1 Kota Magelang Raih Nilai UN Tertinggi Nasional

Saturday, January 12, 2013

Lanskap Baru Politik 2014

Muhammad Qodari 

JAKARTA, KOMPAS.com – Hasil rapat pleno KPU soal verifikasi faktual parpol peserta Pemilu 2014 diperkirakan meloloskan 10 partai dari 34 yang mendaftar ke KPU (Kompas, 8/1). Ke-10 partai itu adalah PAN, Demokrat, PDI-P, Hanura, Gerindra, Partai Golkar, PKB, PKS, PPP, dan Nasdem.

Bagi yang optimistis, lolosnya 10 parpol untuk Pemilu 2014 membuka lanskap baru politik Indonesia ke depan. Lanskap pertama, harapan bahwa pilihan masyarakat akan lebih berkualitas karena jumlah partai jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. Bandingkan jumlah parpol peserta Pemilu 2014 dengan Pemilu 1999 yang 48 parpol, 2004 (24), dan 2009 (38).

Pilihan yang sedikit ini diharapkan kondusif untuk masyarakat membuat pilihan berkualitas. Apalagi 9 dari 10 parpol yang lolos adalah partai lama yang sudah dikenal kiprahnya, baik di legislatif, eksekutif, di media, maupun di masyarakat. Jadi, masyarakat punya catatan tentang kinerja mereka. Pemilu 2014 akan menjadi hari penilaian bagi parpol-parpol tersebut.

Harapan yang lebih berkualitas juga diharapkan terjadi untuk level calon anggota legislatif (caleg). Berkurangnya jumlah partai secara signifikan secara dramatis juga mengurangi jumlah caleg.

Lanskap berikutnya, kemungkinan perubahan wajah politik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Saat ini terjadi perbedaan situasi antara konstelasi politik di pusat (DPR) dan di daerah (DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota). Jika di pusat hanya ada 9 partai politik, di daerah jumlah parpol jauh lebih banyak sehingga lebih ”hiruk-pikuk”. Di DPRD 2009, jumlah parpol lebih banyak sebagai kombinasi dari tiadanya ambang batas parlemen untuk masuk DPRD dan jumlah peserta pemilu 38 parpol. Akibat tak ada ambang batas parlemen untuk DPRD, tak ada kursi DPRD yang ”hangus” seperti terjadi di DPR.

Pasca-keputusan Mahkamah Konstitusi, aturan Pemilu 2014 hanya memberlakukan ambang batas di tingkat nasional seperti pada 2009 (sebelum keputusan itu ambang batas juga berlaku di tingkat daerah). Namun, dengan jumlah peserta pemilu yang hanya 10 parpol, jumlah parpol di DPRD juga tidak akan lebih dari 10. Ini membuat komposisi parpol di DPRD kurang lebih akan sama dengan DPR. Perbedaannya pada posisi dan jumlah kursi sesuai daerah masing-masing.

Skeptisisme

Jika analisis di atas menampilkan kemungkinan perubahan dan harapan pada Pemilu 2014, bagian berikut menampilkan kekhawatiran dan skeptisisme. Skeptisisme pertama adalah kinerja DPR hasil Pemilu 2014. Disinyalir salah satu sebab rendahnya produktivitas legislasi DPR akibat jumlah partai dan fraksi yang terlalu banyak di Senayan.

Salah satu solusinya mengurangi jumlah partai dan fraksi di DPR dengan ambang batas parlemen. Namun, ambang batas 3 persen yang ditetapkan untuk Pemilu 2014 (naik 0,5 persen dibanding Pemilu 2009) diduga tidak akan mampu mengurangi jumlah parpol di DPR secara signifikan. Bahkan, bukan mustahil jumlah parpol di DPR justru naik dari 9 ke 10 parpol, dengan asumsi 9 partai lama dan satu partai baru (Nasdem) semua mendapat suara di atas ambang batas. Kemungkinan ini besar karena Hanura sebagai partai ”bontot” dalam Pemilu 2009 meraih suara di atas 3 persen pada pemilu itu. Sementara Nasdem telah menembus suara di atas 3 persen dalam aneka survei akhir-akhir ini.

Skeptisisme berikutnya soal wajah politik nasional Indonesia secara umum di masa yang akan datang. Mafhum diketahui banyaknya kekecewaan masyarakat terhadap kinerja parpol, politisi, dan aneka lembaga pemerintahan. Kenyataan bahwa 9 dari 10 parpol yang lolos pemilu adalah partai lama dapat ditafsirkan: wajah politik Indonesia ke depan tidak akan berubah banyak karena aktornya secara garis besar yang itu-itu saja. Termasuk peta calon presiden yang notabene akan keluar dari parpol-parpol tersebut di atas.

Sekarang, bagaimana cara menjawab potensi kekecewaan tersebut di atas? Soal ambang batas tidak mungkin diubah. Karena itu, harus diterima kemungkinan jumlah parpol di DPR tetap 9 atau malah jadi 10. Berdasarkan pengalaman pemilu di era Reformasi, memang angka ambang batas yang bisa memangkas jumlah parpol di DPR adalah minimal 5 persen. Solusinya adalah memperbaiki mekanisme pembahasan UU di DPR dan di tiap parpol agar target legislasi dapat tercapai.

Adapun solusi kekecewaan terhadap parpol di masa depan secara inheren terkandung dalam mekanisme demokrasi itu sendiri. Dalam demokrasi diharapkan terjadi proses reward and punishment (hadiah dan hukuman) dari masyarakat terhadap peserta pemilu dan selanjutnya proses belajar dan memperbaiki diri dari para peserta pemilu itu terhadap kesalahannya. Saya meyakini mekanisme hadiah dan hukuman itu berlaku dalam politik Indonesia. Buktinya PDI-P yang menang Pemilu 1999 bisa kalah di 2004, sedangkan Partai Golkar yang menang di 2004 kalah di 2009, sementara hasil survei menunjukkan dukungan terhadap Demokrat yang menang Pemilu 2009 turun.

Tentang calon presiden 2014, ada tiga langkah untuk memunculkan alternatif wajah calon pemimpin nasional. Pertama, menurunkan aturan presidential threshold (ambang batas capres) Pemilu 2009 yang mencapai 20 persen suara dan/atau 25 persen kursi. Pilihan yang mudah adalah ”menyamakan”-nya dengan ambang batas parlemen, yakni 3 persen, untuk mengajukan pasangan calon sendiri. Namun, melihat pengalaman politik selama ini, agaknya angka itu akan bertemu di tengah, yaitu di rentang 10 persen-15 persen. Kedua, partai membuka kesempatan kepada tokoh-tokoh muda untuk tampil sebagai calon. Ketiga, partai membuka pintu bagi tokoh-tokoh di luar partai.

Agamis vs nasionalis

Lepas dari harapan dan skeptisisme terhadap calon peserta Pemilu 2014, jumlah peserta yang 10 sebetulnya kian mendekati opini masyarakat. Paling tidak ini terungkap dari hasil berbagai survei, di antaranya survei oleh Indo Barometer pada Juni 2008 dan Agustus 2010.

Secara ideologi, 10 partai peserta pemilu juga cukup mencerminkan konstruksi ideologi parpol di Indonesia yang kerap dibagi dalam dua spektrum. Untuk spektrum partai agamis/berbasis massa agama versus nasionalis/sekuler, ke-10 partai itu dapat dibagi dalam partai agamis (PKS, PPP, PAN, PKB) dan nasionalis (PDI-P, Partai Golkar, Partai Demokrat, Gerindra, Hanura, Nasdem).

Dalam spektrum partai agamis, ada dua subspektrum, yakni agamis Islam dan Kristen. Subspektrum agamis Islam bisa dibagi lagi dalam sub-subspektrum agamis Islam modernis dan agamis Islam tradisionalis. Adapun yang hilang dalam 10 parpol peserta Pemilu 2014 adalah wakil dari subspektrum agamis Kristen.

Sementara untuk spektrum partai nasionalis, dapat dibagi lagi dalam subspektrum kanan/developmentalis versus kiri/ populis. Tentu penggolongan ini relatif dan dapat diperdebatkan. Akan tetapi, pesannya adalah: walau jumlah partai peserta pemilu menurun jauh dibandingkan 2009, sebetulnya cukup mewakili spektrum ideologi politik yang ada.

Muhammad Qodari Direktur Eksekutif Indo Barometer

 







Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26737/12/01/2013/dsn-mui:-ulama-mesir-haramkan-sukuk-karena-alasan-maslahat-.html


Lanskap Baru Politik 2014

Friday, June 7, 2013

Tarian separuh bogel hasil pemerintah tidak prihatin hukum agama

KUALA LUMPUR: Dewan Ulamak PAS Pusat menyifatkan persembahan tayangan separuh bogel di sebuah pasaraya di Segamat secara terbuka sesuatu yang mengaibkan dan tidak mempedulikan sensitiviti agama.


Setiausaha Dewan Ulamak PAS Pusat Dr Mohd Khairudin Aman Razali berkata, ianya juga menunjukkan betapa pemerintah hari ini kurang prihatin terhadap hukum agama.


“Kejadian aib ini adalah petanda bahawa pemerintah harini kurang mempedulikan sensitiviti agama, khususnya dalam pelanggaran hukum allah secara terbuka.


“Pihak berkuasa sepatutnya sedar bahawa keizinan yang diberikan untuk penganjur mengadakan pertunjukan separuh bogel ini bukan sahaja mengundang bala daripada Allah, tetapi juga akan merosakan moral masyarakat,” katanya dalam satu kenyataan.


Beliau yang juga Ahli Parlimen Kuala Nerus menegaskan, masyarakat Islam hari ini menjadi semakin jauh daripada agama, kemudian berhadapan pula dengan media massa yang menawarkan paparan hiburan di luar batasan akhlak, termasuk media baru yang begitu bebas membentuk pemikiran generasi muda.


“Kini, kerajaan membenarkan pula unsur negatif melalui persembahan tarian separuh bogel yang sudah tentu berbau lucah dan membuka jalan kepada zina,” katanya lagi.


Menurutnya, sepatutnya pihak kerajaan berusaha untuk membentuk jati diri rakyat berasaskan budaya ketimuran dan keislaman, sesuai dengan kedudukan islam sebagai agama persekutuan, bukannya membawa masuk budaya hedonisme yang melalaikan.


Kerana itu, dewan ulamak tegasnya membantah program seperti itu dan mendesak supaya kerajaan mengambil tindakan keras terhadap penganjur dan memastikan ia tidak berulang pada masa akan datang.


Tarian separuh bogel hasil pemerintah tidak prihatin hukum agama


 




LAPORAN HARAKAHDAILY SEBELUM INI




Article source: http://www.jpnn.com/read/2012/12/03/149009/Dahlan-Iskan-Didoakan-Jadi-Capres-


Tarian separuh bogel hasil pemerintah tidak prihatin hukum agama

Wednesday, June 26, 2013

Menelisik Kasus Syiah Sampang dan Kerancuan Toleransi

Home Gazw Al-Fikr



Menelisik Kasus Syiah Sampang dan Kerancuan Toleransi





 

Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (25/06/2013) bertajuk “Syiah Diusir, Negara Kemana?”



 




Rabu, 26 Juni 2013


Oleh: Kholili Hasib


PROGAM Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (25/06/2013) bertajuk “Syiah Diusir, Negara Kemana?” meninggalkan banyak catatan. Pertama, tema “Syiah Diusir, Negara Kemana”  telah menunjukkan TV One berada dalam posisi kelompok Syiah. Kedua, tak adanya banyak perwakillan Sunni yang sejak lama keberatan ulah Syiah yang dinilai menyakiti perasaannya (baca; mayoritas NU). Karenanya, agak aneh saja jika acara ini justru dirasakan menjadi ajang pembelaan tokoh-tokoh Syiah. Sementara perasaan dan hak kaum mayoritas (Sunni-NU) justru diabaikan.


Fokus Persoalan


Sudut pandang menilai kasus Syiah di Sampang harus terfokus pada akar persoalan. Bahwa kasus ini murni karena dipicu dakwah pelecehan Shahabat Nabi. M. Nur, mantan pengikut Tajul Muluk –pemimpin Syiah Sampang– memberi kesaksian, “Sejak 2008 Tajul mulai menyampaikan khutbah Jumat bahwa rukun Islam ada 8, rukun iman ada 5, khalifah Nabi Muhammad bukan Abu Bakar, Abu Bakar dikatakan merampok dari Ali”. Demikian seperti dalam release laporan tim BASRA (Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura) yang pernah berdialog dengan Tajul Muluk.


Berkaitan dengan itu, PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur pada Oktober 2012 mengirim peneliti yaitu HM. Shiddiq Abdurrahman untuk investigasi lapangan. Hasil investigasi PWNU di antaranya menyimpulkan bahwa ada indikasi kuat kejadian bentrokan telah disekenario sejak awal oleh Syiah. Menurut laporan PWNU yang dimuat majalah AULA edisi Oktober 2012, bahwa sekenario bentrok telah dipersiapkan di kota Malang. Mereka melanggar kesepakatan bahwa anak-anak Syiah mau dibina di pesantren Ahlus Sunnah, agar mereka tidak terjerak ajaran sesat. Berikut sebagian hasil investigasi PWNU Jawa Timur:
“Kala itu terjadi perdebatan sengit ketika ada rombongan anak-anak Syiah yang mau balik pondok. Para santri mempertanyakan keseriusan Pemkab Sampang untuk memondokkan mereka. Demikian juga mereka menolak tidak berangkat ke Bangil lantaran terikat aturan pesantren yang mengharuskan para santri untuk segera ke pondok. Pada saat bersamaan, penduduk bersikukuh untuk melarang rombongan meneruskan perjalanan lantaran sudah terikat kesepakatan bahwa anak-anak tersebut akan modok di pesantren Ahlus Sunnah bukan Syiah dengan biaya Pemkab.


Para penduduk yang awalnya mencegat, ikut mengawal minibus yang membawa anak-anak Syiah tersebut karena khawatir rombongan hanya pura-pura pulang, namun tetap berusaha berangkat dengan cara diam-diam. Saat akan memasuki kediaman Tajul inilah, ada seseorang Syiah yang membuat garis di jalan sambil mengingatkan dengan suara keras: “Polisi dan para penguntit dilarang masuk. Kalau sampai melewati garis, akan mati”.


Dari arah pesantren Tajul Muluk, ternyata ada sekelompok orang berseragam serba hitam dengan senjata tajam terhunus di tangan. Dan benar adanya, begitu ada penduduk yang melewati garis, ternyata terjadi ledakan dan beberapa benda keras beterbangan. Sebagian penduduk terluka, termasuk dalam hal ini Kapolsek Omben. Suasana pun berubah liar, kedua belah pihak saling lempar batu.


Dengan siap siaganya beberapa orang yang bereseragam hitam dan menghunus senjata tajam, serta adanya bahan peledak di area kediaman Tajul Muluk, kuat indikasi bahwa kejadian tersebut sudah disekenariokan sejak awal. Bahkan ada kabar bahwa kondisi ini sudah dimusyawarahkan di Malang, meskipun kebenarannya perlu diungkap.


Para penduduk yang sejak awal memang tidak mempersiapkan diri untuk bertarung akhirnya terdesak. Terpaksa mereka mundur ke perkampungan, menghindar serangan warga Syiah. Dalam situasi terdesak, ada sebagian penduduk menggunakan pengeras suara milik Masjid.


Dari speaker disampaikan kesediaan masyarakat sekitar untuk membantuk menghadapi serangan pengikut Tajul Muluk. Gayung pun bersambut. Terjadilah saling serang antar dua kubu”.


Dari laporan tersebut, sesungguhnya ada pelanggaran kesepakatan dari pihak Syiah. Jika saja, pengikut Tajul Muluk memenuhi kesepakatan dan menerima persyaratan damai dengan cara tidak akan menyebarkan ajaran pelecehan, pasti tidak akan terjadi bentrok.


Dari hasil kajian, beberapa pihak terkait melakukan upaya-upaya penyelesaian. MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim mencegah aliran Syiah dengan upaya edukatif, menerbitkan fatwa tentang Syiah. Surat fatwa bernomor 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 berisi kesesatan ajaran Syiah. Sementara Gubernur Jatim menerbitkan Peraturan Gubernur No. 55 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur.


Baik fatwa maupun Pergub Jatim diterbitkan untuk mencegah umat Islam Jatim melakukan tindakan tercela yang bisa memicu chaos. Upaya edukatif ini berusaha mewujudkan umat yang beradab, memahami etika beragama dan bermu’amalah antar sesama. Bahwa tindakan menghina ajaran lain bisa memantik konflik sosial. Dengan diterbitkannya dua surat keputusan tersebut, diharapkan di Sampang maupun di daerah-daerah lain tidak adalagi umat yang terinfiltrasi ajaran-ajaran ‘aneh’ dengan menghina Sahabat Nabi, istri Nabi dan lain-lain.


Pembinaan Penganut Agama


Berdasarkan hal itu, Pemkot Sampang pun berjanji membiayai anak-anak Syiah untuk mengirim ke pondok pesantren Ahlus Sunnah. Pencegahan dini harus dilakukan. Sebab, jika anak-anak tersebut dibiarkan jadi menganut ajaran penistaan terhadap Sahabat, maka Sampang akan terus membara lagi kelak.


Upaya-upaya aparatur pemerintah, ulama dan pihak keamanan harus didukung. Solusi mereka menyentuh akar utama penyebab konflik. Bahwa, penistaan terhadap Sahabat dan Istri Nabi yang dilakukan secara publik yang menjadi sebab bentrok. Menutupi akar utama, apalagi memotongnya justru akan memelihara konflik menjadi lebih besar lagi.


Yang harus kita cerna baik-baik, bahwa kekerasan membabi buta adalah kriminil tapi bukan berarti Islam tidak memiliki sikap tegas terhadap  penistaan agama. Terhadap aliran sesat, Islam memiliki aturan yang adil. Memang ada perintah bersikap ramah namun diperintah pula bersikap tegas. Dalam catatan sejarah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah merobohkan masjid Dhirar yang dibangun oleh Abu ‘Amir Ar-Rahib.


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam harus bertindak tegas, sebab masjid Dhirar dibangun dengan tujuan untuk menghasut umat Islam, membela kaum kafir dan berefek memecah belah para sahabat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengirim beberapa orang untuk meruntuhkan masjid itu menjelang kedatangan beliau di Madinah.


Peristiwa itu direkam dalam al-Qur’an: “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu’min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu’min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” (QS. al-Taubah: 107-108).


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mungkin membiarkan penyimpangan itu yang bisa mamantik perpecahan umat Islam. Pertimbangannya dua hal penting; Abu ‘Amir Ar-Rahib berpotensi melakukan penyesatan massal dan memancing permusuhan.


Yahudi bani Quinuqa’ dan bani Nadzir pernah diusir oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Madinah. Gara-garanya, mereka mengkhianati perjanjian. Bahkan, beberapa orang Yahudi dari bani Quraidzah dieksekusi karena ganasnya mereka memusuhi dan mengancam fisik para sahabat. Kecuali wanita dan anak-anak, mereka dilindungi dan diperlakukan dengan lembut (Sirah Ibn Hisyam jilid 3).


Berbuat baik dan bersikap bijak terhadap non-muslim atau  penganut kepercayaan yang berbeda, tidak menghalangi Islam untuk berdakwah. Mereka tetap disebut dakwah Islam, tapi bukan bersifat memaksa. Namun tidak ada kompromi terhadap penyimpangan agama, penistaan atau pencampur adukkan agama atas nama toleransi. Jika ada penyimpangan dan penistaan – yang bisa memancing konflik sosial – Islam segera mencegahnya, tidak boleh dibiarkan.


Dalam konteks Negara Indonesia, ajaran-ajaran ekstrim Syiah yang melecehkan Shahabat serta gerak dakwah politik Syiah harus jadi catatan pemerintah. Perlu ada penelusuruan lebih dalam lagi. Apalagi terdapat laporan tentang sayap militant Syiah. H. As’ad Said Ali, Wakil Ketua PBNU, pernah mengatakan bahwa terdapat jaringan militansi Syiah. Dalam tulisannya berjudul “Gerakan Syiah di Indonesia”, di www.nuonline.com pada 30/5/2011, As’ad berpendapat bahwa terdapat jaringan yang berupaya membuat lembaga bernama Marja’iyyat al-Taqlidi seperti di Iran. Pemicunya adalah, doktrin kemutlakan imamah berdasarkan politik.


Maka dapat disimpulkan bahwa ajaran pelecehan terhadap kesucian agama-lah yang sesungguhnya memicu konflik sosial. Ajaran seperti ini jika dibiarkan memperkeruh keamanan masyarakat, karena penodaan agama hakikatnya melanggar Hak Asasi Manusia. Pelecehan terhadap agama hakikatnya pelecehan terhadap hak manusia. Sebab, hak manusia yang paling asasi adalah hak untuk menjaga agamanya. Jika kesucian agama dihujat, maka telah terjadi pelanggaran hak asasi yang berat. Pelecehan agama bukan domain toleransi lagi, sebab toleransi adalah menghormati tanpa mencaci-maki. Jika konsep toleransi ‘dibumbui’ caci maki Shahabat, maka ini toleransi yang ilusi alias rancu.*


Penulis adalah peneliti InPAS Surabaya


Red: Cholis Akbar


Article source: http://news.liputan6.com/read/622779/komnas-ham-cuek-soal-tebus-ijazah-anak-bapak-mantap-jual-ginjal


Menelisik Kasus Syiah Sampang dan Kerancuan Toleransi

Sunday, March 10, 2013

Terapkan 'Smarter, Harder, dan Faster'

Persaingan bisnis perbankan tahun 2013 diprediksi semakin ketat, khususnya persaingan antara bank umum baik syariah maupun konvensional dengan Bank Perkreditan Rakyat/Syariah (BPR/S). Dengan tetap menanamkan dan menerapkan budaya kerja ‘Smarter, Harder, dan Faster’ terhadap seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki, Tri Hari Widjajanto yakin perusahaannya terus mencatatkan pertumbuhan.

Tidak tanggung-tanggung, Direktur PT BPRS Baktimakmur Indah ini memproyeksikan pertumbuhan aset perusahaan yang digawanginya tahun ini mencapai Rp 144,48 miliar atau tumbuh 51 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp95,9 miliar, dengan target petumbuhan pembiayaan sebesar 64 persen atau RP 132,39 miliar. Sementara tahun sebelumnya perusahaan bisa membukukan pembiayaan sebesar Rp 80,5 miliar atau tumbuh 71 persen dari 2011.

Semua pencapaian di atas tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Widjajanto mengenang, saat pertama kali masuk menjadi Direktur tahun 1998 silam, total aset PT BPRS Baktimakmur Indah hanya Rp 100 miliar. Namun, tangan dingin pria kelahiran Kediri, 28 Februari 1965 ini membawa banyak perubahan di dalam tubuh perusahaan. Saat ini operasional BPRS yang dikelolanya bersama dengan seorang direksi lainnya memiliki 70 staf dan 30 tenaga non staf, serta jaringan kantor sebanyak 6 kantor cabang. Salah satu upaya yang dilakukan diantaranya dengan menerapkan ‘Smarter, Harder, dan Faster’.

Smarter menurutnya harus dimiliki oleh semua orang. Dalam artian, dalam menghadapi kompetisi yang sekarang sudah semakin ketat, SDM perusahaan harus cerdas. “Dengan kecerdasan itu, semua upaya kita menjadi efisien,” katanya.

Sedangkan harder, kata dia, semua dikerjakan dengan kerja keras. Pekerjaan harus dituntaskan dan tidak bisa kerja setengah-tengah. Dan terakhir adalah faster. “Kita harus lincah dan lebih cepat dibandingkan dengan kompetitor kita,” ujarnya.

Terbukti, penerapan ketiga unsur tersebut membawa nama Widjajanto makin disegani di kalangan perbankan Jawa Timur, terutama perbankan syariah. Sehingga, tahun 1999-2004 ia didapuk menjadi Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Jawa Timur. “Ketua Asbisindo Jatim yang pertama adalah saya, sehingga saya tahu persis kondisi perbankan syariah di Jawa Timur,” katanya.
 
Di sisi lain, ia mengungkapkan kesuksesannya mengelola BPRS tidak lepas dari prinsip kejujuran, amanah, dan apa adanya. Semua pekerjaan dilakukan secara serius, dan tidak berdasarkan main-main. Meski demikian, sukses memimpin BPR Syariah diakuinya bukan hasil jerih payahnya sendiri. Diakuinya, semua kesuksesan itu merupakan hasil menghimpun atau menggerakkan tenaga-tenaga berkompeten yang ada di sekitarnya.

Kendati begitu, bukan berarti perjalanan menuju kesuksesannya itu tidak mengalami kendala. Apalagi, terjadinya liberalisasi perbankan sekarang ini sudah tidak bisa terhindarkan lagi. “Pasar atau segmen kita sudah ada liberisasi perbankan. Itu menyebabkan persaingan pasar menjadi lebih besar dan kompetitif. Siapa yang punya modal besar, itu yang menang. Kita bagaimana? Kita dalam menghadapi itu menggunakan 3 hal, yaitu ‘Smarter, Harder, dan Faster’. Dan juga harus memanfaatkan yang orang lain tidak bisa,” paparnya.

Ia mencontohkan, ketika kejadian lumpur Sidoarjo tahun 2006 silam, banyak perbankan memilih keluar dari Porong untuk menghindari dampak langsung semburan lumpur Sidoarjo. Akan tetapi Widjajanto melihat sebaliknya. Ia merasa yakin, di porong itu sekecil apapun masih ada transaksi ekonomi, yang memungkinkan perbankan masih bisa hidup. Peluang itu dimanfaatkan betul oleh Widjajanto.

Dia mencoba membuka kantor perwakilan di kawasan Candi Sidoarjo yang lokasinya dekat dengan Porong. “Dan alhamdulillah perkembangan disana sampai sekarang masih bagus. Disana saya memanfaatkan peluang. Saya melihat disana masih ada orang jual tempe dan jual sayur. Dari situ berarti ada orang kulak kedelai untuk di buat tempe, orang kulak sayur untuk dijual kembali. Disana ada transaksi perdagangan, dan saya masuk,” jelasnya.

Ke depan, ia berencana melakukan ekspansi dengan menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan non bank. Kerjasama yang dikenal dengan aliansi strategis itu bukan didasari dengan Ukuwah Islamiyah, melainkan Ukuwah Muammalah.

Bahkan, walaupun berlabel syariah, ia tidak ingin menjaring nasabah hanya terbatas pada umat muslim. Karena menurutnya perintah Nabi Muhammad bahwa perbankan syariah tidak dikhususkan untuk orang islam, tapi memakai cara-cara orang islam. “Cara kerja nabi secara muammalat atau berhubungan bisnis dengan siapapun, termasuk nasrani maupun yahudi, sehingga kita sebagai perbankan syariah memiliki nasabah dari berbagai macam kalangan,” jelasnya. “Kalau kita bicara non muslim, maka harus bicara keuntungan secara rasional. Kalau berhubungan dengan perbankan syariah yakin aman dan menguntungkan, dan kita tidak boleh membatasi,” tambahnya.

Tantangan krisis
Krisis ekonomi 1998 adalah krisis yang telah memukul sistem ekonomi di Asia terutama Asia Tenggara dan Korea Selatan. Widjajanto ingat betul, bagaimana krisis itu menyebabkan nilai rupiah melemah, ditambah para spekulan bereaksi dengan membeli dolar, sehingga menurunkan nilai rupiah lebih jauh lagi.

Hal ini akhirnya membuat banyak perusahaan di Indonesia menjadi bangkrut akibat beban hutang yang melonjak sampai hampir 10 kali lipat. Bangkrutnya perusahaan-perusahaan tersebut menyebabkan pinjaman-pinjaman yang dikucurkan oleh perbankan menjadi macet. Sehingga bank menghadapi masalah likuiditas. Tercatat ada 25 bank yang dinyatakan dilikuidasi pada tahun 1998.

Di saat seperti itu, Widjajanto harus memutar otak bagaimana caranya bisa bertahan dari hantaman krisis. Beruntung, karena perbankan syariah tidak ikut-ikutan memakai bunga simpanan yang besar tapi dengan sistem bagi hasil, pada tahun 1999 krisis pun bisa dilaluinya. Bahkan, di tahun yang sama dia mendapatkan award dari Info Bank kriteria bank dengan BPR Syariah yang mempunyai laba terbesar di Indonesia. “Apa sih kuncinya? Manfaatkan peluang yang ada. Di saat bank lain keluar, maka kami masuk. Itu memang tantangan,” tandasnya.

Ia pun tidak khawatir dengan ancaman Non Performing Loan (NPL) tinggi. Pada kenyataannya NPL yang ada selalu bisa diminimalisir. Ia berpandangan, penyebab NPL tinggi dimulai dari bagus atau tidak menganalisa pembiayaan yang masuk. Sebelum memberikan pembiayaan atau kredit, terlebih dahulu harus menganalisa secara tajam. “Sejak permohonan masuk kita harus selektif, dari situ kita terhindar,” sarannya.

Adapun segmen yang menjadi bidikannya rata-rata dari sektor perdagangan tradisional. Sejauh ini, sekitar 80 persen pembiayaan berasal dari sektor tersebut. Berkat mengoptimalkan layanan dengan jemput bola dan pro aktif, pihaknya yakin bisa memenangkan persaingan di segmen tersebut.

“Untuk merebut pasar kita harus jadi bank yang teller mate, seperti penjahit. Produk kita harus fleksibel. Apa yang dibutuhkan nasabah asal itu syariah dan sesuai dengan sistem perbankan, apapun kita harus layani,” tukasnya.

Pernah bangkrut
Walau sekarang menduduki jabatan Direktur PT BPRS Baktimakmur Indah, Tri Hari Widjajanto mengisahkan pernah menghadapi getirnya hidup. Selepas kuliah strata satu di Fakultas hukum Universitas Negeri Surakarta (UNS) tahun 1990 silam, ia tidak langsung bekerja. Ia mengakui betapa sulitnya saat itu mencari kerja. Untuk itu, dia mulai membuka usaha dengan modal dari orang tuanya. Sayang, usahanya itu tidak berlangsung lama.

Kemudian tahun 1992, Widjajanto melamar di Koperasi BPR yang berlokasi di Nongkojajar Pasuruan Jawa Timur. Rupanya Dewi fortuna tidak jauh darinya. Ia diterima kerja sebagai collector funding. Tugasnya keluar masuk pasar untuk menjemput dana tabungan ke pedagang. Pekerjaan itu hanya bertahan sampai tahun 1993.

Keluar dari Koperasi itu, dia hijrah ke Surabaya dan bekerja di Bank Bumi Putera sampai dengan 1997. Lagi-lagi, ia harus resign karena bank tersebut terkena likuidasi. Tidak patah arang, mendengar informasi lowongan sebagai direktur di PT BPRS Baktimakmur Indah, ia bergegas mengirim lamaran kerja. Diperusahaan itu Widjijanto diterima sebagai direktur.

Punya latarbelakang hukum tidak membuatnya kesulitan beradaptasi dalam dunia perbankan. Bahkan, dalam menghadapi nasabah ia lebih pede (confidence) karena tahu hukum transaksi. “Tapi saya belajar banyak di bidang ekonomi. Saya bisa dikatakan mengatasinya,” pungkasnya. ins

Article source: http://www.tribunnews.com/2013/02/01/hujan-batu-di-hotel-emerald-medan


Terapkan 'Smarter, Harder, dan Faster'

Wednesday, January 9, 2013

LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso


LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso

Jakarta, GATRAnews – Lian Gogali menggagas sekolah perempuan untuk ibu-ibu korban konflik Poso. Usahanya yang menginspirasi dan tanpa lelah mengantarkannya menjadi penerima Coexist Prize. —

Kota Poso yang terik, awal November lalu, sekitar 50 ibu-ibu berkerumun di bawah tugu Jam Kota Poso, yang terletak di Jalan Kalimang. Mereka membawa poster kertas putih bertulisan ajakan agar menciptakan perdamaian di kota yang pernah terpecah oleh konflik selama hampir satu dekade itu. ”Kami Perempuan Poso Ingin Damai”, ”Ciptakan Poso yang Bebas dari Ketakutan”, ”Damai Tak Butuh Kekerasan”, begitu beberapa kalimat dalam poster yang dipertontonkan para perempuan setengah baya itu.

Mereka juga meneriakkan yel-yel agar perempuan Poso maju bersama membangun perdamaian dan menolak segala bentuk kekerasan, sembari membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang lewat. Seorang peserta aksi kadang memberikan seruan dan disambut balasan teriakan, ”Sintuwu maroso,” yang berarti bersatu dan kuat. ”Peristiwa kekerasan di Poso bukanlah kasus agama. Kekerasan Poso adalah bentuk kegagalan pemerintah, dan kami menolak segala bentuk kekerasan,” begitu pesan aksi damai itu yang dibacakan Lina Laando, koordinator lapangan.

Ibu-ibu pendemo dari berbagai latar belakang agama dan suku yang berasal dari Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Poso Kota, Lage, dan wilayah Tentena itu memang ingin kampung mereka damai, tak ada pertikaian lagi. Sejak ada konflik horizontal sekitar tahun 2000, hingga yang paling terbaru adanya pembantaian warga oleh oknum tak bertanggung jawab, akhir Agustus lalu, Poso memang seperti tak henti dirundung teror.

Trauma itu membuat perempuan Poso tenggelam dalam ketakutan. Jangankan menyuarakan pendapat, berkumpul atau berkomunikasi dengan orang berbeda keyakinan pun tak berani. Namun hari itu para perempuan yang merupakan anggota Sekolah Perempuan Mosintuwu itu sudah tak punya rasa takut untuk bersuara.

Ketakutan yang kini berganti menjadi kekuatan itu adalah salah satu hasil usaha panjang perempuan bernama Lian Gogali. Perempuan kelahiran Poso, 24 April 1978, ini tahu benar kondisi sosial budaya masyarakat di sana. Konflik telah memicu saling curiga, kebencian, dan permusuhan antar-warga.

Ketika konflik Poso pecah, keluarga Lian menjadi korban. Harta dijarah, rumah juga dihancurkan oleh api dan banyak yang terluka. Pada saat itu, Lian sedang belajar untuk meraih gelar master di Universitas Sanata Darma, Yogyakarta. Dia sempat pulang ke rumahnya, menyaksikan dan mengalami langsung getirnya konflik yang terjadi. Meski sedih, dia menyatakan tidak memegang dendam. Ia pun kemudian memutuskan menulis tentang resolusi konflik untuk tesisnya.

Maka, pada 2002-2004, Lian melakukan penelitian di beberapa wilayah pengungsian saat konflik Poso. Ia mewawancarai ratusan perempuan dan anak-anak. Selama penelitiannya itu, Lian menemukan bahwa perempuan adalah yang pertama memulai gerakan perdamaian pra dan pasca-konflik.

Seperti di masa lalu, selama konflik, sayuran, buah, dan lauk memiliki “agama”. Kristen menolak ikan yang berasal Poso Timur karena takut diracun. Sebaliknya, umat Islam di Poso menyingkirkan sayuran dari permukiman Kristen. Tapi para wanita tidak peduli. Bagi mereka, ini adalah masalah bertahan hidup. Suami dan anak-anak butuh makan.

Ratusan wanita juga membantu satu sama lain selama bentrokan. Seorang ibu muslim di Lage menyembunyikan wanita Kristen selama serangan. Di sisi lain, para pengungsi muslim menerima makanan dari pengungsi Kristen.

Dalam penelitian itu, Lian juga menemukan sesuatu yang kelak mengubah jalan hidupnya. Saat itu, seorang responden bertanya kepadanya, ”Setelah meneliti, menulis, dan mendapat gelar, lalu mau apa dengan wawancara ini?” Pertanyaan sederhana itu membuat Lian tersadar. Pertanyaan itu selalu diingatnya, bahkan setelah dia kembali ke Yogya untuk menyempurnakan tesisnya. “Saya memutuskan kelak kembali ke Poso dan bekerja untuk isu perempuan dan anak-anak,” katanya.

Dan, memang, begitu kuliahnya kelar sekitar tahun 2009, Lian memilih bekerja pada Asian Muslim Action Network (AMAN) sebagai fasilitator sekolah perempuan (SP) yang dibangun di Poso. Ketika AMAN menghentikan programnya, berbekal pengalaman dan pembelajaran yang didapat, Lian memutuskan membuat SP sendiri. “Saya percaya, ada kebutuhan mendesak bagi perempuan untuk berbicara dan berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Lalu didatangilah desa-desa di Poso, bertemu para wanitanya, untuk mengenal karakter mereka. Waktu itu, Lian sudah berketetapan hati untuk mengajar perempuan berpenghasilan rendah serta kelompok-kelompok minoritas yang tidak memiliki akses terhadap gender dan pengetahuan soal membangun perdamaian. Dia sengaja tak minta rekomendasi dari aparat desa atau tetua desa. Sebab biasanya dia diarahkan kepada pribadi-pribadi yang punya pamrih, bukan mereka yang benar-benar ingin memperbaiki diri.

Jadi, ada beberapa kriteria calon muridnya waktu itu. Pertama, mereka harus memiliki visi perdamaian inklusif dan keadilan. Mereka juga harus memiliki kemauan berjuang untuk orang lain. Lian pun mengutamakan muridnya adalah para korban kekerasan, karena mereka memiliki akses terbatas pada informasi dan biasanya tak berdaya.

Dengan dana yang terbatas, pada 2011 Lian bisa menyelenggarakan sesi awal SP Mosintuwu di teras rumah kontrakannya di Pamona. Sebuah ruang besar terbuka dengan dinding kayu. Angkatan pertama SP ini, kata Lian, awalnya sekitar 80 orang saja, terdiri dari umat Kristen 50%, Islam 40%, dan Hindu 10%. Semuanya ibu rumah tangga biasa, lulusan SD, maksimal SMP. Mereka juga diajari menonton film bersama, bermain peran, mengunjungi rumah ibadah, dan sebagainya.

***

Pada awalnya, kegiatan belajar-mengajar tidak berjalan lancar. Pertemuan pertama diawali tatapan mata saling curiga. Beberapa peserta juga ada yang tidak memiliki komitmen dan meninggalkan kelas. Mosintuwu yang berarti hidup bersama ini pun mengembangkan kurikulumnya sendiri di sekolah itu. Akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, dan perempuan diundang untuk duduk bersama mendiskusikan kebutuhan bahan kurikulum sekitar seminggu. Lantas kurikulum dielaborasi oleh Lian dan dibantu Jhon Lusikooy, seorang akademisi yang juga aktivis sosial di Tentena.

Meski tertatih, lambat laun sekolah itu bisa digelar sekali sepekan selama empat jam. Dalam menjalankan SP dan kemudian dilengkapi dengan sanggar anak, Lian membiayainya dari honor bekerja sebagai peneliti dan penulis. Suatu ketika, seorang kawan peneliti dari Belanda merekomendasikannya untuk menceritakan mimpi-mimpinya tentang SP ke organisasi Mensen Men Een Missie. “Mereka pun membiayai operasional SP,” tuturnya.

Ternyata dana dari Belanda itu sangat berguna. Begitu lulusan pertama kelar, banyak desa yang minta agar perempuannya dilibatkan dalam SP dan meminta agar SP berdiri di sana. Lian pun bersiap memperluas jaringannya. Apalagi, bila hanya membuka di Pamona, program pemulihan konflik berlatar keyakinan ini tak akan efektif.

Lian akhirnya dengan cepat bisa mendirikan SP setidaknya di 10 desa di tiga kecamatan. Antara lain Kecamatan Lage yang terdiri dari Desa Toyado, Labuan, Malei, Bategencu; Kecamatan Poso Kota yang terdiri dari Desa Bukit Bambu, Sayo, Tegalrejo; dan Kecamatan Poso Pesisir Selatan yang terdiri dari Desa Tangkura, Betalembah, Patiwunga. Mereka dari berbagai suku, seperti Pamona, Toraja, Bugis, Gorontalo, Bajo, dan Mori.

Namun, karena keterbatasan dana, tempat mengajar ini juga sederhana. Lian sudah biasa mengajar di rumah-rumah penduduk dan teras mereka, bahkan di ladang. Untuk menjaga semangat para perempuan itu, Lian rutin berpatroli ke tiap desa.

Saking semangatnya, ia pernah mengalami kecelakaan hingga perlu menggunakan kruk. Kakinya patah dan menderita infeksi. Dia sempat menjalani sembilan kali operasi. Namun ibu satu anak ini tetap bersemangat. Ia senang murid-muridnya menemukan ruang yang aman dan terbuka untuk berbicara.

Awalnya memang tak mudah menggandeng para perempuan itu. “Ada yang datang dengan dugaan ada uang duduk, setelah tahu tidak ada, terus mundur,” kata Lian. Lalu, karena pesertanya ibu rumah tangga, sang suami kerap melarangnya. “Ada anggapan, istrinya sudah tidak memperhatikan rumah tangga dan hanya mau sekolah,” ia menambahkan.

Sementara itu, beberapa warga berpikir, bekerja atau belajar di luar rumah tanpa izin suami tidaklah baik. Muncul pula asumsi, jika ikut SP, ibu-ibu berbicara lebih lantang dan melawan. “Beberapa sempat mengancam lewat SMS,” ungkapnya.

Namun ada pula warga yang mendukung karena istrinya bertambah pintar dan berwawasan ketika diajak berdiskusi. Perubahan paling nyata, menurut Lian, dirasakan para perempuan peserta SP sendiri. “Mereka mulai paham, saling menaruh respek, dan terbuka terhadap perbedaan agama yang ada,” kata perempuan yang telah menulis tiga buku, antara lain Konflik Poso: Suara Perempuan dan Anak Menuju Rekonsiliasi Ingatan, itu.

Di sebuah SP yang ada di Pamona, misalnya, sekolah dibuka para peserta dengan menceritakan persoalan yang dialami, seperti KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Lalu mereka mencoba saling mendukung, berempati, dan bersumbang saran. Kegiatan juga diisi dengan diskusi, bermain drama, menonton film, analisis film, kunjungan lapangan ke rumah ibadah agama Islam, Kristen, dan Hindu untuk mengenal dan mengetahui agama, membuat film pendek, dan permainan.

Hasil tempaan Lian memang luar biasa. Pada upacara wisuda angkatan pertama di Tentena, lulusan Mosintuwu sepakat untuk mengabdikan diri bagi masyarakat dengan membangun sebuah rumah untuk perlindungan perempuan dan anak.

***

SP Mosintuwu kini memiliki delapan modul kurikulum dan yang bisa diselesaikan dalam 10 bulan. Mata pelajaran yang diajarkan adalah toleransi dan perdamaian, gender dan isu-isu politik, berbicara di depan umum dan pembangunan ekonomi. Melalui kurikulum ini, para anggota diminta menghilangkan praduga, kecurigaan, trauma, dan dendam, membangun kepercayaan diri serta saling percaya, dan meningkatkan kerja sama.

Tahun ini, SP angkatan kedua, menurut Lian, dibiayai dari hasil Coexist Prize, yang diterimanya pada 20 Maret lalu di Skirball Center, Universitas New York, Amerika Serikat. Penghargaan internasional dari Coexist Foundation yang bermarkas di Inggris itu diberikan kepada mereka yang dianggap sebagai unsung hero, sosok tidak dikenal yang bekerja dan memperjuangkan isu perdamaian serta gerakan interfaith.

“Saya tidak tahu dan mendadak masuk daftar panjang nominasi. Setelah itu lupa, tidak ingat lagi,” katanya, merendah. Lian terpilih dari 300 lebih nominator yang masuk dari seluruh dunia. Lian dan para finalis lolos setelah melalui tahap penjurian yang ketat oleh Dr. Ali Gomaa, Rabbi David Superstein, Bishop Mark S. Hanson, dan Mary Robinson.

Dalam penjelasan resmi di website Coexist Foundation disebutkan bahwa Coexist Prize baru pertama kali diadakan pada 2012 ini. Para juri memilih enam nominator sebagai finalis. Hingga akhirnya, juri berkeputusan bulat memilih Lian sebagai penerima Coexist Prize. ”Lian Gogali menjadi pemenang karena dia contoh terbaik dari sebuah pengalaman pribadi dan sebuah proyek yang menginspirasi,” kata David Ford, profesor di Universitas Cambridge, Inggris, mewakili para juri.

Saat menerima hadiah senilai US$ 100.000 itu, Lian Gogali menuturkan bahwa Coexist Prize yang diterimanya adalah penghargaan untuk semua perempuan dan anak-anak yang selama ini bekerja bersama-sama dengannya dalam segala keterbatasan untuk memperjuangkan perdamaian dan keadilan. Termasuk untuk semua pihak yang tetap percaya dan terus berjuang bagi kesetaraan, untuk perdamaian dan keadilan, melalui gerakan interfaith.

Coexist merupakan yayasan yang sejak 2006 mengupayakan pendekatan antar-keyakinan untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik antara orang-orang Yahudi, Kristen, dan Islam, juga masyarakat lain, melalui pendidikan, dialog, dan penelitian. Penghargaan buat Lian itu adalah sebuah pengakuan atas usahanya membangun perempuan Poso menjadi bagian terbaik dalam mereduksi pengaruh hasutan ideologi kebencian.

Kini, setelah satu langkah dilalui Lian, ada satu harapan lagi yang ingin dia wujudkan. Lian ingin menggelar Kongres Perempuan Poso. Kongres ini dimaksudkan untuk membuka ruang bicara perempuan Poso serta akses ruang publik dan ruang politik, sehingga perempuan bisa berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan mendapatkan keadilan. “Saya pun ingin membangun sekolah perempuan di beberapa tempat di Indonesia, juga di luar, khususnya di daerah-daerah pasca-konflik,” katanya. (Mukhlison S. Widodo dan Rach Alida Bahaweres)


LIAN GOGALI: Ruang Bicara Perempuan Poso

Saturday, April 13, 2013

1,6 Juta Lebih Siswa Madrasah Siap Ikuti UN

Jakarta, (Analisa).Tercatat sebanyak 1.659.717 siswa madrasah siap mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2012/2013, terdiri dari: 484.230 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 829.884 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 345.603 siswa Madrasyah Aliyah (MA), kata seorang pejabat Departemen Agama.


“Untuk siswa MA, terbagi dalamjurusan IPA: 103.835 siswa, IPS: 214.946 siswa, Bahasa: 9.460 siswa, dan Keagamaan: 17.362 siswa,” kata kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Agama, Zubaidi di Jakarta, Sabtu.


Terkait waktu pelaksanaan UN, ia menjelaskan bahwa UN siswa madrasah dilaksanakan berbarengan dengan UN siswa sekolah. Untuk UN siswa MA akan dilaksanakan pada 15 – 18 April 2013. Adapun ujian susulannya dijadwalkan pada 22 – 25 April 2013. “Menteri Agama, Dirjen Pendidikan Islam, Direktur Pendidikan Madrasah, dan saya sendiri dijadwalkan akan melakukan pemantauan langsung di MAN Insan Cendekia Serpong,” tutur Zubaidi.


UN bagi siswa MTs, lanjut Zubaidi, akan dilaksanakan pada 22 – 25 April 2013, dengan susulan pada 29 April – 2 Mei 2013. Adapun UN bagi siswa MI, dilaksanakan pada 6 – 8 Mei 2013 dan ujian susulannya dilaksanakan pada 13 – 15 Mei 2013.


Ia menambahkan bahwa hasil UN ini nantinya akan digunakan sebagai bahan pemetaan program dan/atau satuan pendidikan dan dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Hasil UN juga akan menjadi penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, serta sebagai dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.


“Mata pelajaran yang diujikan pada UN MA, selain Jurusan Keagamaan, sama dengan SMA. Mata pelajaran yang diujikan pada UN MTs sama dengan SMP. Mata pelajaran yang diujikan pada UN MI, sama dengan SD,” kata Zubaid.


Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan angka dan kualitas kelulusan siswa madrasah tahun ini. Kalau tahun lalu angka kelulusan mencapai 99 persen, diharapkan tahun ini bisa mencapai 100 persen. “Kementerian Agama dan seluruh siswa madrasah siap menyukseskan Ujian Nasional dengan jujur dan berprestasi,” kata Zubaidi menambahkan. (Ant)


Article source: http://www.solopos.com/2012/12/17/pandeyan-empat-kali-kebanjiran-pemkot-masih-cuek-358739


1,6 Juta Lebih Siswa Madrasah Siap Ikuti UN

Monday, November 11, 2013

Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia

Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia




Liputan6.com, Jakarta : Setelah resmi mendarat di perangkat Android dan iPhone, euforia aplikasi BlackBerry Messenger lintas platform cenderung menurun. Namun bukan berarti informasi seputar dunia teknologi tidak lagi diminati oleh pengguna internet di Tanah Air.


Berita Terkait



Timnas U-19 dan Evan Dimas Ramai Diburu di Internet


Timnas U-19 dan Evan Dimas Ramai Diburu di Internet



`BBM for Android` Masuk Dalam Pencarian Terpopuler Google


`BBM for Android` Masuk Dalam Pencarian Terpopuler Google


Meski tidak seramai pencarian informasi mengenai BlackBerry Messenger lintas platform, namun kehadiran aplikasi karikatur dan smartphone untuk kelas menengah ramai diperbincangkan di dunia maya. Berikut 10 tema yang banyak dicari oleh pengguna internet yang berhasil dihimpun oleh Google Indonesia.


1. Doa Awal Tahun, Doa Akhir Tahun, Tahun Baru Islam


Minggu lalu atau tepatnya 5 November, umat muslim di seluruh dunia baru saja melewati pergantian tahun Hijriah. Dalam pergantian tahun Hijriah, umat muslim lokal banyak mencari informasi mengenai doa awal tahun, doa akhir tahun, dan tahun baru Islam.


Tradisi pawai obor pun banyak dilakukan oleh sejumlah muslim di beberapa daerah di Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menyambut malam pergantian tahun dengan hal-hal menarik yang menarik dan membawa suasana meriah.

2. Anggara Putra Trisula


Sejak kasus kecelakaan massal malam pergantian tahun yang melibatkan nama Afriani, hingga kini kejadian serupa kerap terulang di beberapa lokasi. Kali ini kasus kecelakaan maut melibatkan salah satu siswi bernama Anggara Putra Trisula.


Anggara diketahui menabrak sejumlah SMA 2 Hang Tuah Sidoarjo pada akhir Oktober lalu. Kasus kecelakaan ini mencuat terkait dengan statur Anggara sebagai salah satu anak Purnawirawan Jenderal Kepolisian.


3. Hasil Liga Champion


Indonesia dan sepak bola seakan sudah menjadi satu hal yang tidak dapat terpisahkan satu sama lain. Sejumlah tayangan olahraga ‘rakyat’ di televisi pun tidak pernah sepi peminat dan kerap menjadi bahan perbincangan yang menarik.


Salah satunya merupakan euforia liga champion yang telah memasuki matchday 4 pada pekan pertama November. Hasil pertandingan antar klub dari masing-masing grup di Liga Champion pun banyak dicari oleh netter lokal.


4. Moment Camera


Informasi mengenai aplikasi edit foto asal China dengan nama Moman Xiang Ji masuk dalam daftar pencarian terpopuler Google. Aplikasi yang bisa diunduh gratis di Apple AppStore dan Google Play Store ini memungkinkan foto pengguna diubah menjadi layaknya sebuah karikatur.


Menariknya, aplikasi ini masuk dalam aplikasi yang paling banyak diunduh di kedua platform populer tersebut. Bahkan ketertarikan pengguna Android dan iOS terhadap aplikasi ini berhasil membawa Moment Camera sebagai yang paling banyak diunduh. Ketenarannya berhasil melampaui aplikasi BlackBerry Messenger dan WhatsApp Messenger di kedua toko aplikasi online tersebut.


5. Andi Soraya


Nama artis cantik Andi Soraya atau lebih dikenal dengan panggilan Aya kembali menjadi sorota. Artis yang sempat tinggal serumah dan melahirkan seorang anak dari hubungannya dengan Steve Immanuel kali ini dikabarkan tengah diambang perceraian.


Aya dikabarkan telah ditalak melalui pesan singkat oleh sang suami, Rudi Sutopo. Bahkan sang suami yang juga berprofesi sebagai pengusaha kabarnya telah mendatarkan gugatan cerai tersebut ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.


6. Hari Pahlawan


Makna perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah kembali muncul saat peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya. Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November kerap diisi dengan upacara pengibaran bendera dan ziarah mengunjungi makam sejumlah pahlawan.


Dalam peringatan kali ini, pemerintah menghimbau agar masyarakat mengheningkan cipta selama 60 detik pada pukul 08.00 untuk sekedar mendoakan dan mengingat jasa para pejuang bangsa.


7. Anggita Sari


Kasus perceraian pedangdut Ayu Ting Ting dengan Enji melibatkan nama wanita cantik Anggita Sari. Anggita yang diketahui juga sebagai mantan kekasih bandar narkoba Freddy Budiman mengaku sempat bertunangan dan dihamili oleh Enji.



8. Samsung Galaxy Ace 3


Dominasi Samsung pada bisnis ponsel pintar berbasis Android masih terasa kental. Salah satu kehadiran ponsel kelas menengah, Galaxy Ace 3 berhasil mencuri perhatian pecinta gadget tanah air.


Informasi mengenai ponsel yang mengusung spesifikasi memadai dengan banderol harga yang relatif terjangkau banyak menarik minat netter di Indonesia untuk mencari tahu informasi tersebut secara lebih rinci.


9. Ayu Ting Ting


Jika sebelumnya nama Ayu Ting Ting sempat melonjak melalui lagu berjudul Alamat Palsu, kali ini kabar mengani kehidupan pribadinya banyak dicari pengguna internet. Sayangnya bukan kabar baik mengenai kehamilannya, namun kabar mengenai retaknya hubungan pernikahannya dengan Enji.


Kisruhnya hubungan rumah tangga yang dijalani keduanya menyita perhatian banyak orang. Mengingat usia pernikahan yang belum genap satu tahun tersebut juga melibatkan nama wanita cantik yang kabarnya menjadi orang ketiga diantara Ayu dan Enji.


10. Miss Universe


Ajang pencarian ratu sejagat ‘Miss Universe’ yang diadakan setiap tahunnya kembali menyita perhatian banyak orang. Tahun ini Indonesia kembali mengirimkan wakilnya di ajang prestijius tersebut.


Meskipun tidak terpilih sebagai pemenang, namun Whulandary Herman sebagai wakil Indonesia mampu masuk dalam daftar 16 besar. (vin/dew)







Article source: http://sabili.co.id/berita/inter/item/657-inilah-politisi-belanda-anti-islam-yang-kini-masuk-islam.html


Tahun Baru Islam Paling Banyak Dicari Netter Indonesia

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Dikabarkan Mualaf Serta Menikah Dengan Produser GGS, Begini Tanggapan Sang Kakak ?

Angel Karamoy Pindah AgamaAngel Karamoy Pindah Agama>

Swadeka.com â€" Masih ingat dengan rumor yang menyebutkan Angel Karamoy sudah muallaf ? Walau berita ini masih simpang siur, tetapi beberapa fakta lain terkuak seputar mualafnya Angel Karamoy. Kini, mantan istri Steven Rumangkang ini dikabarkan menikah dengan produser Ganteng-Ganteng Serigala, Syaiful Drajat. Wow, berita ini pun lantas mengejutkan banyak pihak.

Namun begitu, kabar ini sebetulnya pernah berhembus beberapa waktu lalu. Terkait kabar ini, manajer yang sekaligus kakak Angel Karamoy, Danny Karamoy angkat bicara. Dirinya mengaku tidak tahu menahu soal kabar tersebut. “Itu kabar dari mana lagi (Angel masuk Islam). Saya nggak tahu apa apa,” ujar Danny pada 3 Agustus lalu, seperti dilansir Suara.com.

Danny menambahkan, sebagai manajer dirinya hanya mengurusi jadwal kegiatan artisnya. Sementara itu untuk urusan pribadi, Danny menuturkan dirinya tak ikut campur.

“Dia sudah di atas 17 tahun. Sebagai kakak, saya hanya bisa kasih tahu apa yang bagus dan tidak. Keputusannya nanti seperti apa, itu hasil dia sendiri,” tandasnya. Malahan, beberapa waktuyang lalu tepatnya Agustus. Angel Karamoy sempat menuliskan status. Kegalauan sahabat Angel ini langsung dikomentari para netizen. Mereka masih penasaran apakah Angel akan benar-benar pindah agama.

“Susah klo udah urusan hati sama Tuhan, semoga keputusan dia yg terbaik.. kadang gw suka gimana gt sama yg pindah agama, gw Muslim, tapi klo liat ada yg muallaf kadang suka mikir gt, apa yg dirasain dihatinya??.. ada perang batin ga ya??.. dari lahir Kristen,dan keliatan bgt klo di infotainment umat Kristen yg kuat..yaahh semoga ini yg terbaik deh mbak Angel,” kata netizen.

“Ini no offense ya. tapi kalo gue misalnya punya sahabat seiman sm gue, kita berdoa dan menguatkan sama2, lalu dia memutuskan untuk beralih, walau itu hak masing2 indvidu, gue sih sedih. apalagi kalo dr post ini kayanya segitu dekatnya mereka kek sodara. apalagi your preference decides your attitude, dan attitudenya jd beda (dr postnya kan condong ke sana), kecewa lah. gue setuju, itu hak masing2. gue inget bgt dulu pernah baca media kristiani si mbak cantik ini blg dia itu selalu berusaha jd terang dan garam (like, an inspiration of christ) di antara teman2 artisnya. trs dia begini skg. gue jd bertanya, trs point artikel itu apa skg?” kata followers lainnya.

loading...

"

| Angel | Karamoy | Dikabarkan | Mualaf | Serta | Menikah | Dengan | Produser | GGS, | Begini | Tanggapan | Sang | Kakak | div> Swadeka | com< | strong> | Masih | ingat | dengan | rumor | yang | menyebutkan | Karamoy< | span> | muallaf | Walau | berita | masih | simpang | siur | beberapa | fakta | lain | terkuak | seputar | mualafnya | Kini | mantan | istri | Steven | Rumangkang | dikabarkan | menikah | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | lantas | mengejutkan | banyak | pihak | p> Namun | begitu | kabar | sebetulnya | pernah | berhembus | waktu | Terkait | manajer | sekaligus | kakak | Danny | angkat | bicara | Dirinya | mengaku | tahu | menahu | soal | tersebut | “Itu | mana | lagi | (Angel | masuk | Islam) | Saya | nggak | ujar | pada | Agustus | seperti | dilansir | Suara | p> Danny | menambahkan | sebagai | dirinya | hanya | mengurusi | jadwal | kegiatan | artisnya | Sementara | untuk | urusan | pribadi | menuturkan | ikut | campur | p> “Dia | atas | tahun | Sebagai | saya | kasih | bagus | Keputusannya | nanti | hasil | sendiri | tandasnya | Malahan | waktuyang | tepatnya | sempat | menuliskan | status |  Kegalauan | sahabat | langsung | dikomentari | para | netizen | Mereka | penasaran | apakah | benar | pindah | agama | p> “Susah | udah | hati | sama | Tuhan | semoga | keputusan | terbaik | kadang | suka | gimana | Muslim | liat | mikir | dirasain | dihatinya | perang | batin | lahir | Kristen | keliatan | infotainment | umat | kuat | yaahh | mbak | kata | p> “Ini | offense | kalo | misalnya | punya | seiman | berdoa | menguatkan | sama2 | memutuskan | beralih | walau | masing2 | indvidu | sedih | apalagi | post | kayanya | segitu | dekatnya | sodara | your | preference | decides | attitude | attitudenya | beda | postnya | condong | sana) | kecewa | setuju | inget | dulu | baca | media | kristiani | cantik | berusaha | terang | garam | (like | inspiration | christ) | antara | teman2 | begini | bertanya | point | artikel | followers | lainnya | p> loading | p> < | div> |

Thank U Very Much for Read this Blog

Sunday, April 7, 2013

Hatta Mulai Dilirik Konstituen Partai Islam

JAKARTA - Nama-nama dari kalangan partai politik (parpol) yang akhir-akhir ini sering disebut sebagai  kandidat calon presiden (capres), makin terdongkrak elektabilitasnya. Seiring terdongkraknya elektabilitas capres, elektabilitas parpol pun ikut terkerek.


Berdasarkan hasil survei Indonesia Network Election Survei (INES) yang dilakukan selama periode 18-30 Maret, posisi Partai Gerindra mulai mengancam PDIP yang selama ini bertengger di peringkat kedua di bawah Golkar. Dari survei INES yang dipublikasikan Minggu (7/4), Golkar masih menjadi jawara dengan elektabilitas 19,7 persen.



Sedangkan PDIP ada di peringkat kedua dengan elektabilitas 18,5 persen, dibayangi Gerindra dengan 18,2 persen. Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) menyodok ke urutan keempat dengan elektabilitas 10,6 persen.



Namun berdasarkan elektabilitas capres, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra berada di peringkat pertama dengan elektabilitas 39,8 persen. Angka itu melejit dibanding survei INES Oktober tahun lalu, yang menempatkan elektabilitas Prabowo pada angka 19,8 persen.



Direktur Eksekutive INES, Sudrajat Sacawisastra, Minggu (7/4), memaparkan, di samping Prabowo secara elektoral memang menanjak, elektabilitas Gerindra pun meningkat karena dipersepsikan jauh dari kasus korupsi. “Jadi Prabowo  punya kans¬†yang kuat secara elektoral untuk menjadi presiden pada Pilpres 2014, apalagi didukung trend kenaikan elektabilitas¬† Gerindra karena dipersepsikan terbersih dari kasus korupsi,” kata Sudrajat.



Mengacu hasil survei terakhir INES itu, elektabilitas Megawati pun ikut terdongkrak dari 13,16 persen pada Oktober 2012 menjadi 17,2 persen pada Maret lalu. “Ini dikarenakan kerja PDIP yang makin positif dan sikap publik yang mulai bangkit kepercayaannya terhadap PDIP dan Megawati,” sambung Sudradjat.



Sedangkan Aburizal Bakrie tertolong dengan maraknya iklan yang menonjolkan sosok pengusaha yang jadi capres Partai Golkar itu. Dari 7,36 persen pada survei Oktober lalu, kini elektabilitas Ical -panggilan Aburizal- naik menjadi 10, 3 persen. “Kenaikannya karena pengaruh iklan di tivi yang sangat masif,” sambung Sudradjat.



Namun ada yang menarik dari survei INES, yakni mulai bergesernya suara pemilih Islam ke figur Hatta Rajasa yang hingga saat ini belum mendeklarasikan diri sebagai capres. “Banyak konstituen¬† capres dari PKS, PPP dan PKB yang¬† beralih ke Hatta karena paling dianggap sebagai representasi partai Islam,” sambungnya.



Berdasarkan survei INES, Hatta memang memiliki ekeltabilitas 14,4 persen. Artinya, ada kenaikan dibanding survei Oktober tahun lalu yang menempatkan Hatta hanya dengan elektabilitas 11, 3 persen.



Nama capres lain dari parpol yang muncul adalah Wiranto. Ketua Umum Partai Hanura itu mengantongi elektabilitas 3,3 persen. Salah satu penyebab naiknya elektabilitas Wiranto adalah masuknya pengusaha Hary Tanoesoedibjo ke Hanura yang disertai pembertitaan masif tentang kegiatan Hanura lewat media-media milik bos MNC Group itu.



Sedangkan nama bekas Gubernur DKI, Sutiyoso, masuk dalam salah satu bursa capres karena lolosnya PKPI sebagai partai peserta Pemilu 2014. “Tapi elektabilitas Sutiyoso masih 0,7 persen,” ucap Sudradjat.



Sudrajat menjelaskan, survei INES dilakukan melalui wawancara langsung terhadap 6000 responden. Margin of error pada survei itu dipatok kurang lebih 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen.



Namun demikian ia juga megaskan bahwa survei INES itu murni dengan biaya sendiri.  “Survei ini didasari atas mulai memanasnya atmosfir politik menjelang pemilu legislatif maupun Pilpres, seiring banyaknya pemberitaan parpol dan elit untuk pencitraan,” pungkasnya.(ara/jpnn)


Article source: http://news.liputan6.com/read/554329/tak-percaya-pemkot-alasan-warga-ahmadiyah-bertahan-di-masjid


Hatta Mulai Dilirik Konstituen Partai Islam

Tuesday, October 29, 2013

Tamadun bukan dari Barat saja


  • Dr Asyraf Wajdi Dusuki


Perkembangan dan pembinaan tamadun yang terbentuk di Malaysia merupakan peranan dan sumbangan besar tamadun Islam. Dalam hal ini, sebagaimana yang telah disepakati ramai sarjana, proses pembinaan tamadun bangsa dan negara, melalui proses transmisi langsung dari kawasan pusat dan kelahiran Islam, iaitu Timur Tengah baik dari segi keilmuan, pemikiran, tingkah laku, budaya dan sosial.



Pada masa sama, pelbagai gejala ‘penyakit’ sosial, budaya dan pemikiran masyarakat merupakan ‘sumbangan’ Barat yang tidak ternilai kepada terbentuknya individu manusia yang rosak. Isu-isu hangat diperkatakan belakangan ini seperti isu sekularisme, pluralisme dan liberalisme (sepilis), seksualiti merdeka dan semakin beraninya golongan bukan Islam menuntut hak-hak mereka yang tidak masuk akal, itu semua berpunca daripada khazanah Barat yang terlalu mengagungkan kebebasan bertindak dan berfikir.



Kita akui Barat punya ‘track record’ yang baik dalam perkara pengurusan dan masalah kedisiplinan. Oleh sebab itu, kita juga patut hargai budaya kerja mereka yang telah membawa kejayaan setakat ini. Tetapi itu bukan bermakna kita perlu mencontohi dan mengagumi Barat. Ini kerana Islam telah menyediakan segala asas dan konsep kemajuan di segala bidang kehidupan. Semuanya kita pulangkan kepada diri sendiri untuk mencipta kejayaan.       



Ini bermakna, Barat tidak boleh mendabik dada dan mendakwa sebagai satu-satunya yang dominan dalam pembinaan tamadun sebuah bangsa. Sesiapa pun tidak menafikan tamadun yang menguasai dunia pada hari ini ialah tamadun Barat. Namun bukanlah tamadun Barat itu lebih unggul daripada tamadun Islam.



Kononnya mereka telah diciptakan untuk memimpin, memerintah dan menguasai sesiapa sahaja. Manakala bangsa lain diciptakan untuk mengabdi diri dan tunduk kepada mereka. Inilah antara ciri-ciri dan sifat pendukung tamadun Barat yang berasakan dirinya lebih tinggi daripada bangsa lain.



Sebenarnya kita tidak pernah  menafikan kecemerlangan tamadun Barat yang mempunyai kesan positif dan hasil yang baik bagi kehidupan manusia. Ini dirasai oleh setiap manusia dalam dirinya dan di persekitarannya. Tamadun ini telah mampu menerokai ilmu-ilmu seperti matematik, fizik dan seterusnya penerapan teknologinya yang memberi kepada manusia kemampuan dan kekuatan menghayati kehidupan duniawi.



Namun di sebalik keunggulan tamadun ciptaan Barat itu terdapat lebih banyak kesan keburukan yang ditimbulkannya seperti keruntuhan akhlak, kemusnahan institusi keluarga, kegelisahan jiwa manusia dan kecelaruan akal sehingga membawa kesengsaraan hidup manusia.



Kalau kita menyingkap kembali sejarah kecemerlangan tamadun Islam Andalusia Sepanyol, bagaimana Raja Inggeris King George II pernah mengutus surat kepada Khalifah Hisham III (Kerajaan Umayyah Sepanyol), antara lain maksud surat itu memberitahu tentang keinginan bangsa Eropah yang dikelilingi kebodohan waktu itu untuk menimba ilmu di Andalusia. Inilah hadiah peradaban yang paling besar Islam kepada Barat yang kini dinafikan oleh mereka. Mereka bangkit di atas puncak kemajuan ilmu pengetahuan kaum Muslimin.



Tidak keterlaluan juga, jika dikatakan bahawa orang Barat sebenarnya `mudah lupa’. Mereka `lupa’ dan mungkin juga `buat-buat lupa’ bahawa kemajuan dan kecemerlangan yang dicapai oleh mereka adalah hasil sumbangan tamadun Islam yang terlebih dahulu mempelopori ilmu-ilmu moden yang ada pada hari ini.



Maka dalam hal ini, Barat seharusnya berterima kasih dan bersikap benar serta adil kerana pendapat yang lebih ekstrem pernah meletakkan bahawa peradaban Barat moden itulah seperti Dajal yang ditunggu-tunggu.



Siapa boleh menyelamatkan umat manusia moden yang sedang mengalami kecemasan dan kegelisahan di bawah dominan tamadun Barat moden yang berkuasa sekarang. Agama Kristian jauh sama sekali, apatah lagi untuk membina manusia yang dicitakan oleh tamadun manusia. Demikian juga agama Yahudi, lebih tidak mampu.



Umat manusia memerlukan tamadun baru yang memberikan ia agama, tetapi ia tidak kehilangan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan keimanan tetapi tidak melenyapkan akal, yang memberi roh (jiwa) tetapi tidak menghalang material, yang memberi akhirat tetapi tidak menghalang ia dari dunia. Tamadun sedemikian ini hanya pada tamadun Islam.




* Penulis ialah Yang Dipertua Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim)


Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/733088/nama-jonas-rivanno-setelah-memeluk-islam


Tamadun bukan dari Barat saja

Monday, December 30, 2013

Presiden PKS Anis Matta Pamer Isteri Muda Bukan Urusan Partai

TRIBUNJOGJA.COM - Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridlo membantah terkait tudingan Presiden PKS Anis Matta yang sengaja ‘memamerkan’ istri mudanya di hadapan publik, menjadi strategi untuk meningkatkan elektabilitas partai.


Ridlo mengaku tidak mengintervensi kadernya untuk memamerkan para istri muda ke hadapan publik demi mendapat perhatian dan meningkatkan elektabilitas.


“Tidak begitu, poligami itu urusan pribadi, jangan masuk ke ruang pribadi. PKS juga tidak menyuruh menghadirkan istri muda ke publik untuk menaikan elektabilitas,” katanya saat ditemui usai pemaparan hasil Pemira PKS di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (28/12/2013).


Menurutnya, Anis Matta kepergok berjalan dengan istri keduanya, Szilvia Fabula (28) di Taman Suropati Jakarta Pusat beberapa waktu lalu hanyalah sebuah kebetulan yang tidak disengaja.


“Kemarin itu kebetulan ada olah raga dan ada wartawan, jadi diliput, jadi ramai deh. Itu urusan pribadi masing-masing,” katanya.


Diketahui, Anis Matta menggandeng istri keduanya di hadapan publik dengan mengajaknya jogging di Taman Suropati, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.


Anis tidak ragu menceritakan ihwal istri keduanya itu. Szilvi bersama tiga anak laki-laki, Azzam, Aiman, dan Roid merupakan anak Anis dari istri pertama, Anaway Irianti Mansyur, mendampingi di samping kiri dan kanan Anis, kala itu.


Anis menuturkan, dirinya bertemu Szilvi pada 2005 saat dirinya ikut konferensi di Turki.


Usai perkenalan, lanjut Anis, dia surat-suratan sekitar enam bulan. Awal 2006, Szilvi menjadi mualaf dan datang ke Indonesia. Tidak lama kemudian, Anis menikahi Szilvi.


Hasil pernikahannya dengan Szilvi, Anis mempunyai seorang putri kecil yang diberi nama Shofia. Sedangkan dari istri pertama Anis dikarunia sembilan anak. (*)



Presiden PKS Anis Matta Pamer Isteri Muda Bukan Urusan Partai

Thursday, December 8, 2016

Angel Karamoy Dikabarkan Mualaf Serta Menikah Dengan Produser GGS, Begini Tanggapan Sang Kakak ?

Angel Karamoy Pindah AgamaAngel Karamoy Pindah Agama>

Swadeka.com â€" Masih ingat dengan rumor yang menyebutkan Angel Karamoy sudah muallaf ? Walau berita ini masih simpang siur, tetapi beberapa fakta lain terkuak seputar mualafnya Angel Karamoy. Kini, mantan istri Steven Rumangkang ini dikabarkan menikah dengan produser Ganteng-Ganteng Serigala, Syaiful Drajat. Wow, berita ini pun lantas mengejutkan banyak pihak.

Namun begitu, kabar ini sebetulnya pernah berhembus beberapa waktu lalu. Terkait kabar ini, manajer yang sekaligus kakak Angel Karamoy, Danny Karamoy angkat bicara. Dirinya mengaku tidak tahu menahu soal kabar tersebut. “Itu kabar dari mana lagi (Angel masuk Islam). Saya nggak tahu apa apa,” ujar Danny pada 3 Agustus lalu, seperti dilansir Suara.com.

Danny menambahkan, sebagai manajer dirinya hanya mengurusi jadwal kegiatan artisnya. Sementara itu untuk urusan pribadi, Danny menuturkan dirinya tak ikut campur.

“Dia sudah di atas 17 tahun. Sebagai kakak, saya hanya bisa kasih tahu apa yang bagus dan tidak. Keputusannya nanti seperti apa, itu hasil dia sendiri,” tandasnya. Malahan, beberapa waktuyang lalu tepatnya Agustus. Angel Karamoy sempat menuliskan status. Kegalauan sahabat Angel ini langsung dikomentari para netizen. Mereka masih penasaran apakah Angel akan benar-benar pindah agama.

“Susah klo udah urusan hati sama Tuhan, semoga keputusan dia yg terbaik.. kadang gw suka gimana gt sama yg pindah agama, gw Muslim, tapi klo liat ada yg muallaf kadang suka mikir gt, apa yg dirasain dihatinya??.. ada perang batin ga ya??.. dari lahir Kristen,dan keliatan bgt klo di infotainment umat Kristen yg kuat..yaahh semoga ini yg terbaik deh mbak Angel,” kata netizen.

“Ini no offense ya. tapi kalo gue misalnya punya sahabat seiman sm gue, kita berdoa dan menguatkan sama2, lalu dia memutuskan untuk beralih, walau itu hak masing2 indvidu, gue sih sedih. apalagi kalo dr post ini kayanya segitu dekatnya mereka kek sodara. apalagi your preference decides your attitude, dan attitudenya jd beda (dr postnya kan condong ke sana), kecewa lah. gue setuju, itu hak masing2. gue inget bgt dulu pernah baca media kristiani si mbak cantik ini blg dia itu selalu berusaha jd terang dan garam (like, an inspiration of christ) di antara teman2 artisnya. trs dia begini skg. gue jd bertanya, trs point artikel itu apa skg?” kata followers lainnya.

loading...

"

| Angel | Karamoy | Dikabarkan | Mualaf | Serta | Menikah | Dengan | Produser | GGS, | Begini | Tanggapan | Sang | Kakak | div> Swadeka | com< | strong> | Masih | ingat | dengan | rumor | yang | menyebutkan | Karamoy< | span> | muallaf | Walau | berita | masih | simpang | siur | beberapa | fakta | lain | terkuak | seputar | mualafnya | Kini | mantan | istri | Steven | Rumangkang | dikabarkan | menikah | produser | Ganteng | Serigala | Syaiful | Drajat | lantas | mengejutkan | banyak | pihak | p> Namun | begitu | kabar | sebetulnya | pernah | berhembus | waktu | Terkait | manajer | sekaligus | kakak | Danny | angkat | bicara | Dirinya | mengaku | tahu | menahu | soal | tersebut | “Itu | mana | lagi | (Angel | masuk | Islam) | Saya | nggak | ujar | pada | Agustus | seperti | dilansir | Suara | p> Danny | menambahkan | sebagai | dirinya | hanya | mengurusi | jadwal | kegiatan | artisnya | Sementara | untuk | urusan | pribadi | menuturkan | ikut | campur | p> “Dia | atas | tahun | Sebagai | saya | kasih | bagus | Keputusannya | nanti | hasil | sendiri | tandasnya | Malahan | waktuyang | tepatnya | sempat | menuliskan | status |  Kegalauan | sahabat | langsung | dikomentari | para | netizen | Mereka | penasaran | apakah | benar | pindah | agama | p> “Susah | udah | hati | sama | Tuhan | semoga | keputusan | terbaik | kadang | suka | gimana | Muslim | liat | mikir | dirasain | dihatinya | perang | batin | lahir | Kristen | keliatan | infotainment | umat | kuat | yaahh | mbak | kata | p> “Ini | offense | kalo | misalnya | punya | seiman | berdoa | menguatkan | sama2 | memutuskan | beralih | walau | masing2 | indvidu | sedih | apalagi | post | kayanya | segitu | dekatnya | sodara | your | preference | decides | attitude | attitudenya | beda | postnya | condong | sana) | kecewa | setuju | inget | dulu | baca | media | kristiani | cantik | berusaha | terang | garam | (like | inspiration | christ) | antara | teman2 | begini | bertanya | point | artikel | followers | lainnya | p> loading | p> < | div> |

Thank U Very Very Much for Reading this News