Showing posts sorted by relevance for query TAAT. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query TAAT. Sort by date Show all posts

Tuesday, January 7, 2014

Indriana Purnamawati, Terlahir Kembali dengan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Akhlaknya yang bagus membuat keluarganya tertarik pada Islam.


Perempuan yang menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya ini mengenakan jilbab dan sangat ramah. Ibadah shalatnya pun bisa dibilang rajin.


Tak banyak yang tahu, perempuan berusia 50 tahun bernama Indriana Purnamawati itu lahir dan dibesarkan bukan oleh keluarga Islam. Masa kecilnya dipenuhi dengan kehidupan keluarga yang taat pada ajaran Katolik.


Namun, rasa ingin tahunya yang besar merintis jalannya untuk mengenal Islam, hingga akhirnya muncul keinginan kuat untuk menjadi Muslimah.


Perempuan yang akrab disapa Nina ini terlahir sebagai Katolik. Sejak TK hingga SMP, ia selalu mengenyam pendidikan di sekolah Katolik.


Ketika duduk di bangku SMA, ia bersekolah di SMA negeri. Saat itu, matanya terbuka, ternyata ia hidup menjadi minoritas di antara banyak kawannya yang Muslim.


Saat menghadapi syok karena melihat kebiasaan baru agama lain, ia banyak penasaran. Misalnya, ia melihat ada temannya yang membawa mukena ke sekolah dan mengetahui apa saja ibadah wajib yang harus dilakukan umat Islam. “Saya dulu melihat, kok Islam itu ribet banget, ya,” ujarnya kepada Republika, pekan lalu.


Ia juga dekat dengan lelaki Muslim, yang kemudian menjadi kekasihnya kala itu. Pria ini selalu menggiringnya agar ia masuk menjadi Muslimah. “Saya tidak suka dengan cara seperti ini sehingga saat itu saya jadi benci setengah mati dengan Islam,” katanya.


Namun, saat duduk di kelas dua SMA, ia justru mulai tertarik dengan Islam. Rasa penasarannya yang sangat tinggi membuatnya banyak belajar hal baru dan informasi-informasi mengenai Islam. “Bahkan, saya iseng-iseng ikut pelajaran agama Islam juga,” ujarnya.


Saat itu, ketika datang waktu ulangan pelajaran agama Islam, ia harus mencontek juga belajar menghafal mati-matian agar tidak terlalu jelek nilainya.


Ketika masa kuliah, ia semakin dekat dengan Islam. Teman kos sekamarnya Muslim yang taat dan banyak mempunyai buku agama yang menarik perhatiannya. “Awalnya ngumpet-ngumpet baca buku agama teman saya ini dan lama-lama tertarik,” kata Nina.


Banyak pengetahuan baru yang didapatnya ketika mempelajari Islam. Salah satunya adalah kenyataan Allah itu bersifat esa dan tidak diperanakkan.


Setelah banyak membaca buku agama  Islam, rasa ingin tahunya semakin besar. Ia akhirnya berani membuka Alquran yang di dalamnya ada terjemahannya. “Melihat bahasanya, saya nggak ngerti sama sekali,” ujarnya.


Namun,  ia tidak menyerah. Ia terus membuka Alquran dan membaca buku-buku agama. Melalui proses yang panjang,


Nina akhirnya merasakan mendapatkan hidayah. Hingga ia minta diajarkan shalat oleh teman. Pada 1983, ia akhirnya mantap mengucapkan syahadat di depan teman-teman juga ustaz yang membimbingnya.


Awalnya, Nina menyembunyikan identitas barunya sebagai Muslimah apalagi di depan keluarga. Karena, ia tahu keluarganya adalah penganut Katolik yang taat.


Suatu hari, keluarganya akhirnya mengetahui juga. Saat itu, orang tuanya melihat ia sedang shalat. Ia pun kemudian dimarahi habis-habisan oleh bapaknya. “Saat dimarahi itu, saya ya diam saja terus,” katanya.


Ia mencari pembelaan kepada kakaknya yang telah menjadi mualaf juga karena menikah dengan orang Islam. Namun, ia kecewa karena kakaknya sama sekali tidak tahu tentang esensi Islam dan tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan.


Kakaknya ini hanya ikut-ikutan shalat seperti pasangannya, namun tidak mengetahui ilmu-ilmu agama Islam. “Berbeda dengan saya. Kalau saya mempelajari dulu, tahu ilmunya, baru belajar shalat dan memutuskan masuk Islam,” ujar Nina.


Nina merasa jalan Islam yang ia pilih ini sudah sangat tepat dan ia mantap karena ini muncul dari keinginan sendiri.


Sebelumnya, ia banyak mendulang informasi dan ilmu dari buku-buku dan bertanya kepada orang-orang yang bisa memberikan jawaban memuaskan untuknya. Jadi, ia masuk Islam benar-benar karena kemauan sendiri, tanpa paksaan dari pihak manapun dan bukan sekadar ikut-ikutan.


Setelah masuk Islam, ia merasa banyak perubahan besar yang terjadi terhadapnya. Jika mau melakukan sesuatu, ia akan banyak berpikir terlebih dahulu, akibatnya apa nanti dan dihubungkan dulu dengan hukum Islam.


Selain itu, ia selalu mengambil hikmah dalam setiap apa yang telah dilakukannya. “Saya selalu merasa disayang Allah,” kata Nina.


Ia merasa seperti terlahir kembali setelah masuk Islam tersebut. Nina merasa menjadi orang baru dengan pandangan hidup baru yang lebih nyaman baginya. Meski begitu, ia tetap menghormati orang-orang di sekelilingnya yang mempunyai pandangan sendiri-sendiri.


Ketika lama tak bertemu kawan lama, banyak yang kaget melihat penampilannya sekarang apalagi sekarang ia mengenakan jilbab. “Tapi, alhamdulillah hubungan kami tetap baik, hubungan sosial tetap terjaga, apa pun kepercayaan yang kamu anut,” ujarnya.


Meski mendapatkan kecaman dan dihadapkan pada amarah bapaknya karena pindah agama, Nina tetap mantap memilih Islam. Ketika ia dimarahi, ia selalu diam, tak membantah ataupun balas membentak orang tuanya.


Perilakunya pun tidak berubah, ia tetaplah menjadi Nina yang baik hati, cerdas, dan manis. Bahkan, semakin hari akhlaknya kian bagus. Inilah yang membuat keluarganya yang lain tertarik juga pada Islam.


“Alhamdulillah, akhirnya semua keluarga saya jadi Islam. Bahkan, ibu saya memutuskan menjadi mualaf dan langsung ngebut belajar shalat dan agama di sisa usianya. Ia meninggal saat sedang ingin shalat, sudah mengenakan mukena, namun tiba-tiba ambruk dan meregang nyawa,” kata Nina.


Article source: http://hot.detik.com/read/2011/04/08/140904/1611824/230/aniesa-amalia-langganan-peran-komedi?880006fa


Indriana Purnamawati, Terlahir Kembali dengan Islam

Tuesday, October 15, 2013

Bibel Antarkan Lopez Casanova kepada Kebenaran Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Lopez Casanova terlahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Protestan yang sangat taat.  Dalam keluarganya ada beberapa pastor, penginjil, pendeta, dan guru. Kedua orangtuanya menginginkan agar Lopez menjadi pemimpin Kristen. Karenanya, sejak kecil ia dimasukan pada sekolah Bibel.


Namun, Allah SWT memberinya hidayah. Dalam perjalanan hidupnya Lopez akhirnya menemukan Islam. Ia pun memeluk agama Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai agama terakhirnya. Perjalanannya menemukan Islam berawal dari Bibel yang dipelajarnya sejak kecil.


‘’Aku bersyukur dilahirkan dalam keluarga Protestan yang relijius yang memungkinkanku mempelajari Bibel. Jika tidak, aku mungkin tidak mampu memahami pesan Islam,” ujarnya.


Lopez menjadi seorang Muslimah karena kepercayaan dan keyakinannya terhadap Tuhan. ‘’Itulah yang kemudian membuatku mengakui validitas Islam sebagai agama dari Tuhan.” Lalu bagaimana perjalanan spiritualnya dalam menemukan Islam?


                                                                            
                                                                     ***


Lopez tumbuh dalam keluarga yang relijius. Keluarga dari pihak ibu Lopez adalah penganut Kristen Protestan yang taat. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk dan senantiasa hidup dengan perasaan takut terhadap Tuhan. Sedangkan keluarga sang ayahnya adalah pemeluk Katolik Roma.


Maka jadilah Lopez sebagai seorang Kristen Protestan. Di sekolah menengah, Lopez bergaul dengan teman-teman Kristen dari sektor atau denominasi yang bermacam-macam. Ia juga berteman dengan mereka yang beragama Yahudi, juga seorang Saksi Yehuwa.


‘’Aku tak pernah menghakimi apa yang mereka yakini, dan akupun tidak memiliki ketertarikan terhadap kelompok agama manapun,’’ ujarnya.


Menurut dia, Kristen non-denominasi seperti dirinya selalu diajarkan bahwa “Jika kamu percaya Kristus, maka kamu adalah seorang umat Kristen, dan kita semua sama di mata Tuhan, apapun denominasi yang membedakan kita.”


Meski ada banyak kepercayaan di sekitarnya, Lopez selalu diyakinkan bahwa hanya ada satu Tuhan. Menurut Lopez, perbedaan interpretasi dan perbedaan versi Bibel yang digunakan oleh umat Kristen membuat agama tersebut terbagi menjadi beberapa bagian.


Padahal, kata dia, menambah dan mengurangi naskah Bibel adalah dosa. Namun, selalu saja muncul sektor baru yang menciptakan versi Bibel yang baru. Untuk itu, ibunya selalu menekankan sejak ia masih kecil untuk menolak buku-buku agama, pamflet, maupun literatur Kristen dari orang lain.


 ”Bibel sudah cukup menjadi rujukan,” katanya menirukan ucapan ibunya. Seiring perjalanan Lopez dihadapkan pada sebuah kegamangan akan agama yang dianutnya. ‘’Aku tidak mengetahui seberapa lama Bibel telah diubah dan dimodifikasi. Setiap golongan dalam Kristen selalu mengklaim bahwa golongan merekalah yang benar, sedang yang lainnya salah.”


Sebagai seorang Kristiani, Lopez mempercayai bahwa Kristen adalah kelanjutan dari Yudaisme. Sejatinya, ia tidak pernah mengenal Islam pada waktu itu. Ia pertama kali mendengar nama “Allah” dari pengajarnya di sekolah Bibel. “Orang Cina berdoa pada Buddha, dan orang Arab berdoa pada Allah.” Saat itu, ia menyimpulkan bahwa Allah adalah nama sebuah berhala.


                                                                     ***


Kuliah di jurusan Bisnis Internasional membuat Lopez merasa perlu menguasai bahasa asing untuk menunjang kariernya di masa depan. Atas saran teman kuliahnya, Lopez mempelajari bahasa Arab.


“Temanku beralasan, negara manapun yang memiliki penduduk Muslim menggunakan bahasa Arab karena itu merupakan bahasa asli Alquran,” katanya.


Saat itu, tahun 2006, Lopez mendengar kata “Alquran” untuk pertama kalinya. Di kelas bahasa Arab yang diikutinya, Lopez mengenal banyak mahasiswa Muslim. Mereka umumnya keturunan Timur Tengah yang lahir dan besar di AS.


Kelas pertama yang diambilnya pada 2006 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Lopez terkesan dengan amalan puasa yang dilakukan teman-teman Muslimnya. Ia memandangnya sebagai bentuk ketundukan hamba di hadapan Tuhannya.


Lopez pun mencoba berpuasa. Bukan karena tertarik menjadi Muslim, namun semata untuk mengekspresikan ketundukannya sebagai umat Kristen yang taat. “Itupun karena puasa juga ada dalam agama Kristen. Yesus pernah berpuasa selama 40 hari,” katanya.


Pada bulan Ramadhan itu, seorang teman Muslim memberinya literatur Islam dan sekeping Compact Disk (CD) yang ditolaknya. Ia teringat ucapan ibunya, “Semua agama yang salah adalah benar menurut kitab mereka.” Lopez tak tergoda untuk mengenal Islam, agama asing yang salah di matanya.


                                                                    
                                                                       ***


Musim panas 2008, Lopez bergabung dengan para misionaris Kristen dan melakukan perjalanan ke Jamaika untuk sebuah misi Kristenisasi. Ia dan timnya membantu orang-orang miskin di sana. Ia dan timnya dan berhasil mengkristenkan sekitar 55 ribu orang dalam sepekan.


Sepulang dari  Jamaika, Lopez berdoa memohon petunjuk. Ia ingin melakukan lebih banyak pengabdian pada Tuhan. “Permintaan itu dijawab-Nya dengan memberiku seorang teman Muslim,” katanya.


Ia beberapa kali mengajak teman Muslimnya ke gereja, dan berpikir bahwa temannya akan terpengaruh dan menjadi seorang Kristen sepertinya.Suatu saat, temannya mengatakan bahwa gereja adalah tempat yang bagus, namun ia menyayangkan kepercayaan jamaatnya yang mempercayai Trinitas.


“Sayangnya, temanku salah menguraikan pengertian dari Trinitas itu. Aku hanya tertawa dan meralatnya,” kata Lopez. Ia sempat  berpikir tentang betapa fatalnya jika ia melakukan hal yang sama. Memberikan komentar soal agama lain yang tidak dipahami dengan baik adalah sesuatu yang dinilainya sebagai ucapan yang kurang berpendidikan.


Ia pun memutuskan mempelajari hal-hal mendasar tentang Islam. Lopez mulai menemukan persamaan antara Kristen dan Islam. Itu terjadi ketika ia mengetahui bahwa ternyata Yudaisme, Kristen, dan Islam berbagi kisah dan nabi, dan bahwa ketiganya dapat diusut asal muasalnya hingga bertemu di silsilah sejarah yang sama.


“Sebenarnya, lebih banyak persamaan antara Kristen dan Islam dibanding perbedaan antara keduanya,” kata Lopez.


                                                                         ***


Suatu hari, ia kagum dengan teman Muslimnya yang tidak malu berdoa dan shalat di tempat umum, dengan lutut dan kepala di atas lantai. “Sementara, aku bahkan terkadang malu untuk sekadar menundukkan kepala sambil memejamkan mata (berdoa) saat hendak makan di tempat-tempat umum.”


Di lain hari, teman Muslimnya kembali ikut serta pergi ke gereja bersama Lopez. Di tengah perjalanan dengan mobil itu, temannya memohon izin memutar CD Alquran di mobilnya, karena ia sedang mempersiapkan diri untuk shalat.


“Agar sopan, aku mengizinkannya. Selanjutnya aku hanya ikut mendengarkan dan menyimaknya,” kata Lopez.


Hal yang tidak diduga pun terjadi. Ia masih ingat bagaimana ayat-ayat Alquran yang didengarnya memunculkan sebuah perasaan aneh. Perasaan itu berbaur dengan kebingungan yang tak bisa dijelaskan.


“Aku tidak bisa memahami mengapa diriku bisa mengalami perasaan semacam itu terhadap sesuatu di luar Kristen.”


Setelah pengalaman di mobil waktu itu, perasaan takut sekaligus ingin tahu ikut menyergapnya. Ia memutuskan melihat isi sebuah DVD berjudul “The Legacy of Prophet Muhammad (Warisan Nabi Muhammad).”


Usai memutarnya, Lopez menangis untuk alasan yang lagi-lagi tak dipahaminya. Ia mengagumi sosok Muhammad SAW dan belajar tentang bagaimana menjadi umat yang baik dari sosoknya.


Lopez berkesimpulan, kedisiplinan dalam Islam membuatnya menjadi umat Kristen yang lebih baik, dan itu menjadi alasannya untuk terus mempelajari Islam. Keingintahuan Lopez membawanya belajar lebih jauh tentang Islam, dan ia sampai pada konsep monoteisme.


“Aku berhenti sejenak, karena itu seperti sebuah persimpangan. Aku hanya berniat mempelajari kesamaan Islam dan Kristen, sedangkan monoteisme berlawanan dengan konsep Trinitas.”
 
Pada titik sulit itu, ia berusaha tidak terpengaruh oleh siapapun, baik dari kelompok Kristen maupun Islam, sehingga ia memutuskan untuk mempelajarinya seorang diri.
Lopez pun membaca seluruh bagian tentang Yesus dalam Bibel, dan menelaah kata-kata yang dikutip dari perkataan Yesus. Saat itu, ia menyadari bahwa ternyata Yesus mengajarkan monoteisme, bukan Trinitas seperti yang diyakininya sejak lama.


“Di sini aku menemukan bahwa pesan Yesus selaras dengan Islam.”


Sampai di situ, Lopez merasa tertipu dengan kecewa. Ia menyadari bahwa segala praktik agama yang diamalkannya bukanlah yang diajarkan Yesus. “Yang terjadi adalah aku merasa dibelokkan dari menyembah Tuhan menjadi menyembah Yesus. Aku menjadi paham mengapa ada bagian dari Kristen yang tidak mempercayai Trinitas.”


Selesai dengan penjelasan Bibel, Lopez memberanikan diri meminjam salinan terjemahan Alquran dari seorang teman Muslim yang juga mengajarinya cara shalat. Lopez mulai melakukannya lima kali sehari untuk belajar, karena ia belum menjadi Muslim.


“Setiap selesai, aku berdoa pada Tuhanku agar mengampuniku karena telah melakukan shalat, seolah aku telah melakukan sesuatu yang salah. Ada pertempuran dalam batinku.”


Setelah beberapa lama pergolakan batin itu dirasakannya, Lopez memutuskan berislam. Namun hingga hari penting itu, ia masih menyimpan perasaan takut. Hingga saat menyetir mobilnya, ia berdoa, “Tuhan, lebih baik aku mati dan dekat dengan-Mu daripada hidup selama satu hari namun jauh dari-Mu.”


Lopez berpikir, mengalami kecelakaan mobil lebih baik dialaminya jika menuju Islamic Center San Diego untuk bersyahadat adalah pilihan yang salah. Ia tiba di tujuan dengan selamat dan mengikrarkan keislamannya di hadapan publik.


Jumat itu, 28 Agustus 2008, beberapa hari menjelang Ramadhan, Lopez memeluk Islam. “Sejak itu, aku adalah seorang Muslim yang bahagia, yang mencintai shalat dan puasa. Keduanya mengajarkanku kedisiplinan sekaligus ketundukan kepada Tuhan.”


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/06/06/078486229/Konvensi-Demokrat-Terbuka-untuk-Anas-Urbaningrum


Bibel Antarkan Lopez Casanova kepada Kebenaran Islam

Thursday, May 16, 2013

Isu Selingkuh, Suami Inggrid Kansil: Ini Semua Fitnah

Isu Selingkuh, Suami Inggrid Kansil: Ini Semua Fitnah


Liputan6.com, Jakarta : Inggrid Kansil dan suami, Syarief Hasan akhirnya bicara kepada media mengenai isu perselingkuhan Inggrid dengan anak tirinya. Sebagai suami, Syarief menjamin isu perselingkuhan hanya finah belaka. Ia juga menjamin istri dan anak-anaknya adalah muslim taat.

Inggrid dan Syarief secara khusus mengundang wartawan untuk mengklarifikasi isu perselingkuhan di kediamannya, di perumahan Widya Chandra, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2013) siang. Padahal sebelumnya, lewat pesan singkat Blackberry Messenger (BBM), Inggrid Kansil memberitahu pembatalan konferensi pers yang sedianya digelar Kamis pagi (16/5/2013). [Baca: Isu Selingkuh dengan Anak Tiri, Inggrid Kansil Batal Konpers]


“Sebenarnya saya tidak merasa perlu melakukan preskon tadinya. Karena saya pikir saya punya prinsip masalah ini benar-benar fitnah,” ujar Syarif dalam keterangan persnya.


Syarief yang merupakan Menteri Koperasi dan UKM mengaku sama sekali tak percaya dengan isu yang ramai berkembang di media sosial. Ia yakin, meski Inggrid seorang mualaf, sang istri kini menjadi muslimah yang taat. Begitu juga dengan anak-anaknya, yang menurut Syarief sangat rajin mengerjakan kewajiban salat lima waktu.


“Keluarga saya itu keluarga yang taat. Saya alhamdulillah salat lima kali tidak pernah absen, istri saya juga mualaf tidak absen salat, anak-anak juga pendidikan agama bagus. Masyarakat sudah tahu langkah kami dari bangun pagi sampai tidur lagi. Jadi sebenarnya kalau ada isu difitnah begitu, ya teman-teman sudah pasti tahu,” jelas Syarief.


Gosip perselingkuhan Inggrid dengan anak tirinya pertama kali muncul dan ramai di Twitter dengan pemilik nama akun TrioMacan2000. Dalam Twitter tersebut disebut-sebut kalau wanita yang diduga Inggrid Kansil selingkuh dengan anak tertua Syarief dari istri sebelumnya. (Fei)


Article source: http://www.fajar.co.id/read-20130410075440-farhat-abbas-serang-pengacara-eyang-subur


Isu Selingkuh, Suami Inggrid Kansil: Ini Semua Fitnah

Monday, July 8, 2013

Lima Bintang Sepakbola yang Tetap Bermain Walau Berpuasa

Lima Bintang Sepakbola yang Tetap Bermain Walau Berpuasa


Liputan6.com, London : Bagi para pesepakbola muslim, bulan Ramadan akan menjadi tantangan tersendiri. Selain, terkadang akan menimbulkan pertentangan dengan manajer klub atau pelatih, yang tak ingin performa pemainnya terganggu, bulan puasa juga terkadang membuat penampilannya menurun.

Beberapa pemain bersikeras untuk tetap berpuasa setiap harinya. Ini merupakan bagian dari keyakinan mereka untuk menjalankan perintah agama. Beberapa di antaranya mungkin berpuasa selama latihan, tapi tidak saat pertandingan. Klub-klub cenderung mengatasi hal ini dengan kompromi, tapi hal ini bukanlah masalah yang mudah bagi para pemain dan manajer.


Berikut daftar pemain bintang sepakbola top dunia yang memeluk agama Islam. Mereka juga menjalankan puasa ditengah ketatnya kompetisi yang berada di Eropa, berikut lima diantaranya seperti yang dikutip dari berbagai sumber, Selasa (9/7/13).


1. Robin van Persie


Siapa yang tidak mengenali pemain satu ini. Pemain mualaf dari Belanda ini adalah sosok pemain yang luar biasa dan patut dibanggakan oleh umat muslim. Banyak beredar isu yang menyebutkan bahwa meskipun ia menikahi seorang muslimah, ia tidak masuk Islam.


Akan tetapi, saat dia diwawancarai oleh media Inggris, ia berkata “Itu tidak benar. Saya bukan seorang Muslim, bukan pula seorang Kristen, dan bukan juga seorang Yahudi. Jika Anda ingin menjadi seorang Muslim, itu harus datang dari hati,” dilansir laman robinvanpersienews.blogspot.


Oleh karena itu, mungkin sampai saat ini dirinya belum siap untuk sepenuhnya masuk Islam. Ia tak ingin masuk Islam hanya karena menikahi seorang muslimah.


Meski begitu, banyak orang yang menilai perkataan itu hanyalah sekedar menutup-nutupi bahwa dirinya sebenarnya memang mualaf. Semenjak dia memeluk agama Islam, pemain Manchester United itu dikabarkan rutin menjalankan puasa walaupun ketatnya kompetisi Liga Premier Inggris.


2. Eric Abidal


Sejak masuk Islam, Abidal berusaha menjadi Muslim yang taat. Penggemar La Liga Spanyol pasti mengenal sosok Abidal. Pasalnya, dia dikenal sebagai bek andal yang memperkuat Barcelona dan timnas Prancis. Apalagi dia suka membaca Al Quran sebelum bertanding.


Di setiap sesi latihan klub sepakbola Barcelona, Abidal sering terlihat membawa tas kecil, mungkin banyak yang mengira isi tasnya sama seperti teman teman di klubnya barcelona jika latihan bola yaitu sepatu dan perlengkapannya yang menunjang untuk latihan.


Sebenarnya yang pemain AS Monaco itu membawa Al Quaran yang selalu dia baca sebelum ataupun setelah pertandingan berlangsung. Selain, itu ketika masih berseragam Barcelona Abidal juga berpuasa walaupun sempat ditentang oleh pelatih The Blaugrana saat itu, Pep Guardiola akan tetapi Abidal tetapi melanjutkan ibadahnya itu.


3. Nicolas Anelka


Di kehidupan pribadi, Anelka menikah dengan seorang perempuan berkebangsaan Belgia, Barbara Tausia, pada 9 Juni 2007 di Marrakesh, Maroko.


Pernikahannya dengan wanita yang berprofesi sebagai seorang koreografer ini tidak membuat Anelka memilih meninggalkan keyakinan barunya tersebut yakni Islam. Bahkan, Anelka berencana untuk tinggal di Uni Emirates Arab setelah pensiun nanti.


Sebagai seorang pemain sepak bola profesional dan penganut Islam yang taat, kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan tidak membuat Anelka kesulitan untuk tetap menjalankan aktivitasnya di lapangan hijau. Seperti kebanyakan pemain sepak bola Muslim lainnya di Liga Inggris, Anelka berusaha tetap menjalankan ibadah puasa.


Dalam sebuah wawancara dengan majalah FourFourTwo pada beberapa waktu lalu, peraih Golden Boot Premiership musim kompetisi 2008/2009 ini mengungkapkan bahwa sebagai seorang Muslim yang taat, ia wajib menghormati bulan Ramadhan dengan menjalankan kewajiban puasa.


”Sebetulnya puasa bukan suatu hal yang sulit untuk dijalankan. Saya pernah melakukannya beberapa kali. Namun, dalam beberapa kali Ramadhan saya mengalami dua atau tiga cedera. Sehingga, hal itu membuat saya tidak bisa berpuasa,” ujar penyerang West Bromwich Albion.


4. Frank Ribery


Mualaf setelah menikahi seorang gadis Perancis keturunan Maroko. Memiliki nama Islam yaitu Frank Bilal Ribery. Menurutnya Islam membawanya pada keselamatan. Islam yang menjadi sumber kekuatannya di dalam maupun di luar lapangan. Di saat ia mengalami masa-masa sulit dalam karirnya, Islam datang memberikan kedamaian.


“Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan. Hingga kemudian saya menemukan Islam.” Begitulah Ribery memahami Islam.


5. Frederic Kanoute


Jika banyak pemain yang memilih untuk tidak berpuasa saat Ramadan, tidak begitu dengan Freddie Kanoute. Pemain yang lama membela klub La Liga, Sevilla, itu mengaku sebisa mungkin menjalankan kewajibannya tersebut.


“Saya coba menghormati kepercayaanku dan mengikutinya sebaik mungkin. Secara personal, kepercayaan saya membuat badan dan permainan saya sehat. Saya tahu kalau berpuasa menambah kekuatan dan tidak melemahkan seorang Muslim,” ujar Kanoute yang dikutip oleh BBC pada beberapa waktu lalu.


Ia juga mengungkapkan banyak pesepakbola tidak mau ditanya soal kewajibannya menjalankan ibadah puasa karena merasa itu adalah kepercayaan antara dirinya dengan sang pencipta. ()


Baca juga:
* Thiago Pergi ke MU, Barca Incar Pemain Ajax Amsterdam
* Pemain Berdarah Indonesia Segera jadi Milik Inter Milan
* Dua Pemain yang Bakal Dijual Inter Milan
* Tiga Skenario Transfer Chelsea
* Messi Jadi Tamu Kehormatan Pesta Mewah Ronaldo


Article source: http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=3573


Lima Bintang Sepakbola yang Tetap Bermain Walau Berpuasa

Saturday, October 12, 2013

Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

JAKARTA – Warna rambut boleh sama hitam, namun setiap orang punya pendapat beragam tentang segala sesuatu. Apalagi menyangkut masalah keyakinan. Meskipun sama-sama muslim, umat Nabi Muhammad punya cara dan pendapat yang beragam soal ritual dan ajaran Islam. Itulah sebagian ‘warna’ yang ingin ditampilkan dalam ‘99 Cahaya di Langit Eropa’.


 Selain menampilkan perjalanan spiritual Hanum Rais (Acha Septriasa) di tanah Eropa, film ‘99 Cahaya di Langit Eropa’ juga melibatkan karakter-karakter lain yang memiliki pandangan sendiri soal kepercayaan. Mereka adalah teman-teman Rangga (Abimana) di lingkungan kampus.


Sosok pria yang tak percaya dengan agama, akan dimainkan oleh Nino Fernandez sebagai Stefan. Sedangkan Alex Abbad, memerankan tokoh Khan, pemuda keturunan Pakistan yang sangat memegang ketat ajaran agamanya.


“Khan ini orang Pakistan yang sangat strict sampai disertasinya dia tentang halal dan haram, dan ini memang real,” ujar sutradara Guntur Soeharjanto disela-sela lokasi syuting di Wina, Austria akhir September lalu.


Khan yang merupakan kalangan minoritas sebagai muslim di Wina, ‘menuntut’ haknya akan label halal dan haram sehingga ia bisa menjalankan perintah agamanya dengan tenang.  “Karena dia butuh pernyataan itu dari pemerintah, bahwa dia seorang muslim harus dijamin,” tambah Guntur.


Sementara karakter Stefan, selalu berargumen dengan logika. Ketika suatu hal tidak masuk rasionalnya, akan terjadi benturan pandangan antara si Khan dan Stefan melalui Rangga.


“Stefan sering mempertanyakan kenapa makan babi dilarang, dan sebagainya. Stefan kan porsinya lumayan banyak, karena film butuh sesuatu yang detail, akhirnya kita kembangkan dari bukunya,” jelas sutradara yang sebelumnya mengarahkan ‘Tampan Tailor’ itu.


Isu besar yang dibawa dalam film adalah ingin menampilkan bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin. Eksekutif Produser Yoen K menjelaskan, contoh menjadi agen muslim yang baik seperti digambarkan dalam film, misalnya, ada beberapa kali tokoh anak muslim yang di-bully, tetapi dia bukan membalas dengan melakukan hal sama.


 


Tetapi dia memberikan pelajaran dengan menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya. Bukan Islam yang menebar kebencian atas nama agama, seperti yang lebih sering disorot dunia Barat.


“Ini juga bukan film tentang bagaimana seorang wanita mendapat hidayah untuk berhijab, itu kan sebuah proses ya,” tambah Yoen.


Film ini juga dibuat dengan semangat toleransi yang besar. Meskipun bertema religi Islam, menurut Yoen film ini melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda.



“Yang terlibat di film ini bukan cuma teman-teman dari Muslim. Katolik, Kristen, Budha, Hindu pun ada. Ini film dari awal sudah ditegaskan bahwa film ini bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk memberikan gambaran rahmatan lil alamin,” terangnya dilansir detik.


‘99 Cahaya di Langit Eropa’ menampilkan Raline Shah, Acha Septriasa, Abimana, Nino Fernandezz, Alex Abbad, dan Marissa Nasution. Fatin Shidqia Lubis dan Dian Pelangi juga akan memeriahkan film produksi Maxima Pictures ini.


Proses syuting sudah dimulai sejak 9 September lalu di Wina, Austria. Dilanjutkan pengambilan gambar di Paris, Cordoba dan Istanbul. dtc



Article source: http://international.okezone.com/read/2013/10/10/412/879780/80-prajurit-israel-gerebek-masjid-al-aqsa


Pergolakan antara Si Ateis dan Muslim yang Taat

Sunday, March 31, 2013

Pasangan Kumpul Kebo Diminta Taat Hukum

MEDAN, KOMPAS.com – Warga yang selama ini sering melakukan praktik kumpul kebo atau hidup serumah tanpa nikah diminta menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Perbuatan kumpul kebo dinilai bukan hanya dilarang oleh undang-undang (UU), melainkan juga ketentuan dalam ajaran Agama Islam.

“Ketentuan hukum tersebut agar tetap dipatuhi dan jangan lagi dilanggar, karena ini tujuannya tidak lain untuk menyadarkan masyarakat menghindari perbuatan yang tercela dan sangat memalukan itu,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia  Sumatera Utara H Abdullah Syah di Medan, Minggu (31/3/2013).

Oleh karena itu, katanya, pelaku yang terbukti melaksanakan kumpul kebo harus diberikan sanksi hukum yang tegas, sehingga dapat membuat efek jera dan tidak mengulangi lagi perbuatan melanggar hukum. Apalagi, kata dia, kumpul kebo juga meresahkan masyarakat dan harus dilarang dan tidak dibenarkan tinggal di suatu daerah.

Abdullah mengatakan bahwa pihaknya sependapat dan mendukung bahwa kumpul kebo masuk dalam Rancangan Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mempidanakan para pelakunya. Sebab selama ini, jelasnya, perbuatan kumpul kebo tidak diatur dalam Ketentuan UU tersebut, lain dengan zina yang masuk dalam peraturan KUHP.

Dengan adanya sanksi hukum yang berat bagi pelaku kumpul kebo itu, maka diharapkan tidak akan ada lagi masyarakat yang mau hidup serumah, tanpa menikah dan diatur dalam UU Perkawinan.

“Perbuatan kumpul kebo itu merugikan masyarakat. Jika dari kegiatan kumpul kebo melahirkan anak, bagaimana status hukum dari anak tersebut? Karena kedua orang tuanya tidak menikah dan diatur dalam UU Perkawinan,” kata pria yang juga menjadi Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara.

Pemerintah maupun masyarakat, kata dia, diharapkan ikut bertanggung jawab untuk menyadarkan para pelaku kumpul kebo. Dia menyarankan sebaiknya pasagan yang saling mencintai agar menikah saja.

“Kalau kedua pasangan tersebut sudah memang benar-benar saling mencintai, tidak perlu kumpul kebo dan langsung saja menikah sesuai dengan ketentuan UU Perkawinan,” katanya.

Sekadar informasi, dalam ketentuan Pasal 485 Rancangan KUHP, setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan yang sah, dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda Rp 30 juta. Hukuman ini bersifat alternatif, yaitu hakim dapat memilih apakah dipidana atau didenda.

 






Article source: http://www.tabloidbintang.com/berita/polah/60110-merry-putrian-belajar-agama-demi-anak.html


Pasangan Kumpul Kebo Diminta Taat Hukum

Tuesday, August 6, 2013

Wako Ingin Pesantren Menasional

Wako Ingin Pesantren Menasional


Padang Ekspres • Selasa, 06/08/2013 13:58 WIB • Redaksi • 47 klik


M Yamin, Padek—Wali Kota Padang Fauzi Bahar berharap kegiatan Pesantren Ramadhan ya­ng rutin diadakan Pemko Pa­dang selama Ramadhan menjadi program nasional. Program ini ber­manfaat dalam pembentukan ka­rak­ter anak sejak dini.


 


Seperti diketahui Pesantren Ramadhan diikuti 54.897 murid SD, 47.435 siswa SMP, dan 42.790 siswa SMA dan siswa nonmuslim 4.766 siswa mulai dari SD hingga SMA.


 


“Ini hendaknya menjadi program nasional. Inilah yang dibilang Pak Presiden character building (pembangunan karakter). Ini se­ba­gai upaya pembentukannya dari awal,” kata Fauzi Bahar kepada sejumlah wartawan, usai pe­nu­tupan kegiatan pastoral di Gereja HKBP Padang, kemarin (5/8). Kegiatan pastoral dilaksanakan oleh siswa beragama Kristen.


 


Saat menutup Pesantren Ra­mad­han di Masjid Nurul Yakin, Kompleks Perumahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Mi­nggu (4/8) malam, Fauzi me­nga­takan, banyak manfaat yang di­dapat dari kegiatan tersebut, te­ru­tama meminimalisir kriminalitas.


 


“Orang Islam yang tidak taat pada agamanya rentan menjadi pelaku kriminal, kejahatan, ko­rup­si dan sebagainya. Begitu juga penganut Kristen, yang tidak taat akan melakukan kejahatan,” jelas­nya.


 


Melalui Pesantren Ramadhan, salah satu upaya menanami nilai-nilai agama bagi generasi muda sejak usia dini. “Negara ini men­jamin setiap umat, setiap warga untuk memeluk agama dan beri­ba­dah menurut agama dan ke­per­cayaan masing-masing,” tu­tur­nya.


 


Pembentukan karakter, ka­tanya, akan lebih ber­man­faat kendati mengeluarkan biaya besar. Manfaatnya akan dirasakan secara luas. “Jika kita bina olahraga sepakbola dengan biaya Rp 5 miliar ha­silnya tentu tidak akan begitu besar kita rasakan. Tapi jika kita bina anak-anak ini dengan pembentukan akhlak dan budi pekerti akan lebih bermanfaat karena akan langsung dira­sakan dampaknya. Ayah mana yang tidak suka anaknya da­tang ke gereja, masjid, vihara, dan pura,” terangnya.


 


Melalui kegiatan tersebut, intensitas beribadah anak-anak bertambah dari hari bia­sanya. “Saya terharu pada anak-anak tadi begitu antu­sias. Anak-anak ini berada di gereja 3 minggu berturut-turut. Tingkat intensitasnya beribadah meningkat diban­ding hari-hari biasa. Yang biasanya hanya sehari ke ge­reja, itu pun bersama ke­luarga. Kini mereka setiap hari selama tiga minggu ke gereja,” im­buhnya.


 


Di samping manfaat ter­se­but, pembentukan karak­ter dan akhlak ini dapat me­redam ge­sekan antaragama. “Selama ini terjadi gesekan antaragama di­sebabkan le­mah­nya pen­ge­ta­­huan agama mereka,” tu­kuk­nya. Fauzi berharap Pesantren Ramadhan dilanjutkan oleh wali kota terpilih nantinya. “Kalau wali kota berikutnya tidak melakukan hal ini, warga harus mendesaknya. Hal ini dibutuhkan warga,” paparnya.


 


Senada dengan itu, pen­deta gereja HKBP Padang, Afolo Waruwu, juga berharap kegiatan serupa dapat dilan­jutkan oleh wali kota Padang baru nantinya. “Disayangkan tidak dilanjutkan,” ujarnya.


 


Dia mengatakan, pem­bina­an rohani bagi siswa siswi Kristen bermanfaat mem­be­ntuk karakter mereka. De­ngan demikian, anak-anak terfokus untuk belajar pemahaman agama. “Anak-anak kita an­tusias” katanya.


 


Paraklaweh Unggul


 


Secara terpisah, Kelurahan Paraklaweh Kecamatan Lu­buk­begalung berhasil me­ngung­guli 14 kelurahan dalam pe­laksanaan Pesantren Ra­mad­han 1434 H/2013 M. Ini predikat terbaik ketiga kalinya yang diraih secara berturut-turut sejak 2011 lalu pada kegiatan yang sama.


 


“Ini prestasi yang ketiga kalinya untuk tingkat Ke­ca­ma­tan Lubeg. Jadi harapan kita tinggal selangkah lagi, yakni mengukir prestasi di tingkat Kota Padang nantinya,” ujar Lurah Paraklaweh Ganefardi, saat penutupan Pesantren Ramadhan tingkat Kecamatan di Masjid At Taubah, Parak Laweh, Lubeg, kemarin.


 


Total peserta pesantren 171 siswa terdiri dari 60 murid SD dan sederajat, 59 siswa dari SLTP serta sisanya pelajar SLTA.


 


Selain itu, aparatur kelurahan yang bekerja sama dengan Karang Taruna Aster Biru, Parak Laweh, juga men­ye­rahkan bantuan kepada 89 orang anak yatim yang ma­sing-masingnya mendapat santuan sebesar Rp 500 ribu.


 


Ketua Karang Taruna Aster Biru, Paraklaweh, Febrinal me­ngu­ngkapkan, selain fokus pada kegiatan sosial ke­mas­ya­rakatan, organisasinya juga aktif dalam mendukung pem­ben­tukan men­tal generasi muda salah satunya melalui Pesantren Ramadhan ini. (bis/zul)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/207819


Wako Ingin Pesantren Menasional

Wednesday, June 5, 2013

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Harinya Aburijal

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Harinya Aburijal


Sahabat yang semoga dirahmati Allah Swt, ada seorang bapak telah mendapat surat peringatan dari kantornya karena selalu telat datang ke kantor. Maka untuk menghindari surat peringatan yang berikutnya, ia selalu berusaha bangun pagi agar tidak telat lagi. Lihatlah betapa bapak ini begitu taat dan takut kalau dia datang kesiangan ke kantor karena aturan manusia.


Sekarang pernakah kita berpikir berapa kali kita sering telat bangun pagi untuk shalat subuh berjamaah? Dan pernahkah kita merasa takut akan surat peringatan dan sanksi dari Allah Swt, sebagaimana bapak yang di atas begitu takut terkena sanksi dari atasannya.


Rasulullah saw pernah bersabda, sesungguhnya Shalat Subuh dan dan Sholat Isya’ secara berjamaah di masjid sangat sulit dikerjakan oleh orang-orang yang munafik. Maukah sanksi dan gelar ini melekat pada diri kita? Tentu tidak. Maka marilah kita bangun pagi untuk melaksanakan perintah Allah. Sebagaimana bapak tersebut tidak mau kesiangan karena perintah atasannya.


Allah Swt akan mengubah apa yang terjadi di muka bumi ini dari kegelapan menjadi keadilan, dari kerusakan menuju kebaikan. Semua itu terjadi pada waktu yang mulia, ialah waktu Subuh.


Berhati-hatilah, jangan sampai tertidur pada saat yang mulia ini. Allah Swt akan memberikan jaminan kepada orang yang menjaga salat Subuhnya, yaitu terbebas dari siksa neraka jahanam.


Diriwayatkan dari Ammarah bin Ruwainah ra, ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Tidak akan masuk neraka, orang yang salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari’.” (HR Muslim).


Shalat Subuh merupakan hadiah dari Allah Swt. Hadiah ini tidak diberikan, kecuali kepada orang-orang yang taat lagi bertobat. Hati yang diisi dengan cinta kemaksiatan, bagaimana mungkin akan bangun untuk shalat Shubuh


Orang munafik tidak mengetahui kebaikan yang terkandung dalam shalat Subuh berjamaah di masjid. Sekiranya mereka mengetahui kebaikan yang ada di dalamnya, niscaya mereka akan pergi ke masjid, bagaimanapun kondisinya, seperti sabda Rasulullah saw, ” Maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak.”


Article source: http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2012-12-02/pendukung-presiden-morsi-lakukan-demo-imbangi-protes-oposisi/1054694


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Harinya Aburijal

Friday, December 9, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank U So Much for Visiting this Blog

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank U Very Much for Visiting this Article

Sunday, December 1, 2013

Jared Craig Morris Yakin pada Islam Saat Menatap Mata Putrinya

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Rosita Budi Suyaningsih

Ia menemukan jawaban semua pertanyaannya di dalam Alquran.


Tak pernah terbayangkan dalam hidup Jared Craig Morris (26 tahun) berpindah soal keyakinannya. Ia dibesarkan dalam keluarga Kristen Protestan dan saat kecil ia pernah punya cita-cita menjadi seorang pastor.


Satu momen yang paling diingatnya, yang memantapkan dirinya untuk masuk Islam adalah saat menggendong putri pertamanya. Tiga tahun lalu, tepatnya 7 Juni 2010, putrinya yang diberi nama Mary Lee Rose lahir.


”Saat itu, bidan memberikannya pada saya untuk digendong, kemudian dia langsung berhenti menangis,” ujarnya dilansir dari laman ifoundislam, pekan lalu.


Momen ini tak pernah akan dilupakannya. ”Saat itu, saya memandang lekat mata indah anak perempuan saya, dan saya merasa yakin tentang keberadaan Allah,” kata pria Amerika ini.


Latar belakang keluarga Craig sebenarnya adalah Kristen yang taat. Saat berusia 12 tahun, ia punya cita-cita untuk menjadi pastor.


Semua kesehariannya fokus pada cita-cita tersebut, banyak membaca buku, dan bertemu ahli agama Kristen. Alkitab selalu dipelajarinya secara nonsteop, dibawa kemana pun dan dibacanya berkali-kali.


Ia lahir di Indianapolis, negara bagian Indiana, kemudian besar di daerah Hamilton. Selama itu, tak pernah ia bersentuhan langsung dengan Islam.


Hingga akhirnya, ia bertemu seorang mualaf di tempat kerjanya, enam bulan sebelum kelahiran putrinya. Mereka kemudian banyak berbincang tentang Islam.


Sang mualaf tersebut tidak pernah bermaksud untuk mengajak, apalagi memaksa Jared agar masuk Islam. Obrolan mereka kebanyakan bersifat ringan, diiringi gelak tawa, layaknya mengobrol bersama dengan teman lainnya.


Dalam setiap obrolan tersebut, ia mendapatkan gambaran tentang Islam. Sebuah hal yang tidak pernah dikenalnya sejak ia kecil.


Ketika kecil saat ia rajin membaca buku-buku agama, ia tak pernah mendapatkan informasi tentang Islam. Agama lain seperti Buddha, Hindu, ia pernah tahu. Namun Islam, baru ia dengar sekarang.


Selain kurang informasi, ia sendiri sangat jarang bertemu dengan orang yang beragama Islam. Justru, di Amerika semua media, baik televisi maupun surat kabar, terkesan memusuhi Islam dan selalu menjelek-jelekkannya.


Temannya ini membuka matanya pada Islam. Ia pun punya kesimpulan Islam dan Kristen sebenarnya sangat mirip, hanya ada beberapa perbedaan esensi di antara keduanya.


Kemudian, temannya yang mualaf itu pindah. Ia pun merasa kehilangan. ”Walau ia telah jauh, tapi kami terus berhubungan,” katanya.


Di saat ia merasa kehilangan seorang teman yang membuka wawasannya tentang Islam, ia pun mempertanyakan imannya. ”Saya ingin lebih yakin pada keberadaan Tuhan,” ujarnya.


Perang batin ini membuatnya frustrasi. Ia muak dengan semua dokumentasi yang menjelek-jelekkan Islam. Padahal, ia mulai mengagumi Islam, salah satunya adalah cara ibadahnya yang menyembah pencipta-Nya (ini berarti sikap sujud ketika shalat).


Lama kelamaan, ia justru melihat sisi jelek dari agama yang selama ini ia anut. Ia pun mulai membandingkan. Ia merasa dia tidak sesuci umat Islam. Bahkan, ia iri dengan umat Muslim yang bisa setaat itu pada Tuhannya.


Ia hanya ingin menjadi manusia yang taat dan bisa percaya pada Tuhannya dengan sepenuh hati. Namun, ia tidak tahu harus mencari informasi yang menenteramkan jiwanya ke mana lagi.


Dalam kebimbangannya ia merasa mendapatkan jalan buntu. Ia bahkan ditinggalkan oleh calon istrinya, mengalami kesulitan keuangan, dan ia pun menjadi pengangguran.


Ia sadar, saat itu tak ada lagi yang peduli padanya. Padahal, selama ini ia telah bekerja keras untuk menjadi seorang penganut Kristen yang baik.


Ia pun frustrasi dengan hal ini dan saat itu hatinya berkata untuk mulai mencari tahu tentang Islam. Ia mengunjungi Masjid Al Huda dan bertemu dengan beberapa kaum Muslim di sana.


Selama dua hari, ia banyak berbincang tentang Islam. ”Mereka mengatakan kepada saya, betapa pentingnya menjadi seorang Muslim,” katanya.


Di sana ia juga diperlihatkan sebuah Alquran dan ia terkejut ternyata kisah lahirnya Yesus dijelaskan. Di sanalah ia mendapatkan informasi yang benar tentang Islam, terorisme yang dilakukan ternyata tidak dibenarkan oleh Alquran.


Sepulangnya dari tempat tersebut, justru ia bertambah galau. Ia pun pergi ke gereja dan mengajukan banyak pertanyaan pada pendetanya.


Sang pendeta tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan berdasarkan Alkitab. ”Ini sangat berbeda dengan Alquran di mana semua jawaban atas pertanyaan saya ada di sana,” ujarnya.


Alquran, menurutnya, bisa memberikan jawaban dengan cara yang masuk akal. ”Saya masih ingin lebih banyak bukti dan lebih banyak bukti lagi yang meyakinkan bahwa Islam adalah agama yang tepat bagi saya,” katanya.


Satu hal lagi yang memantapkan hatinya adalah konsep politik dan kepemimpinan dalam Islam. Selain itu, seringnya ia bertemu dengan orang Muslim membuat kedekatan antarsesama Muslim ini seperti saudara. ”Saya pun mantap untuk mengucapkan dua kalimat syahadat,” katanya.


Gugup. Itu yang ia rasakan sebelum bersyahadat. Apalagi, kesaksiannya masuk Islam disaksikan orang banyak.


Namun, setelah dua kalimat syahadat terlontar dari mulutnya, ia langsung merasa berbeda. ”Saya merasa benar-benar tanpa dosa untuk pertama kalinya dalam hidup saya,” ujarnya.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/13/10/16/murdls-yayasan-orbit-bagikan-daging-kurban-kepada-mualaf-lautze


Jared Craig Morris Yakin pada Islam Saat Menatap Mata Putrinya

Thursday, December 8, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank Very Much for Visit this News

Wednesday, January 15, 2014

Khidr Salaam Lebih Tenang dengan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih

Ia menemukan kedamaian dan ketenangan hati setelah memeluk Islam.

Laki-laki Amerika ini terlahir dari ibu beragama Buddha dan ayah yang entah ia tak pernah tahu agamanya. Yang ia tahu, ayahnya setiap hari mabuk-mabukan dan tak pernah memperhatikan keluarganya.


Khidr Shahid Salaam dibesarkan tanpa pendidikan agama dari orang tuanya. Namun, karena lingkungan tempatnya tinggal membuatnya akrab dengan Kristen.


Ia pun sering pergi ke gereja bersama teman-temannya. Tapi aktivitas religius ini hanya dilakukannya sekadar ikut-ikutan, tak benar-benar merasuk ke kalbunya.


Peristiwa 9/11, yakni saat itu hampir semua media mainstream Amerika menuduh Islam sebagai pelaku dan teroris, membuatnya terhenyak. Ia sebelumnya tak pernah mengenal dengan baik apa itu Islam. Juga jiwanya kosong karena tak pernah diteduhkan oleh agama.


Rasa benci pada Islam mulai timbul pada dirinya. Ia mempunyai niat untuk membalas dendam kepada semua orang Islam di dunia ini.


Atas nama rasa benci tersebut, ia kemudian mendaftarkan diri menjadi anggota tentara Angkatan Darat Amerika Serikat agar bisa dikirim ke Timur Tengah dan membunuh orang-orang Muslim di sana.


“Karena saya sebenarnya bukan orang Kristen yang terlalu taat, saya bahkan minta dibaptis dulu untuk menguatkan keinginan saya membunuh orang-orang Muslim nanti,” ujarnya.


Sayang, ia tidak lolos tes masuk sehingga keinginan untuk membalas dendam dan membunuh orang Muslim tersebut pupus sudah.


Justru, saat itu ia mulai merasa kecewa dengan agama Kristen. Karena ia memiliki sebuah keinginan yang sangat kuat namun Tuhannya tak mengabulkannya.


Rasa kecewa yang sangat parah akhirnya membuat Salaam terjerumus dalam gaya hidup yang merusak dirinya, mabuk-mabukan dan melakukan seks bebas. “Saat itu saya sudah dewasa, lebih dari 21 tahun, dan saya sudah boleh melakukan hal-hal tersebut,” katanya.


Kehidupannya semakin parah karena mengantarkannya pada hal-hal yang bersifat kriminal, pencurian, perampokan, penggelapan kendaraan, dan berbagai tindakan kriminal lainnya sering dilakukannya.


Akibatnya, sudah pasti ia tertangkap dan mendekam di dalam penjara. Di penjara wilayah yang menjadi tempat tahanannya, ia mencoba mencari pertolongan dari Tuhan, padahal selama ini ia mengaku dirinya adalah orang ateis.


Tuhan yang ia tahu hanyalah Tuhan dari agama Kristen. Setiap hari dan malam, ia terus membaca Alkitab. Salaam ingin mendekatkan diri kepada Tuhan dan percaya Tuhannya nanti pasti akan membebaskannya.


Pengadilan akhirnya memutuskan hukuman yang sangat berat baginya. Hukuman penjara selama 75 tahun untuk perampokan yang dilakukannya, 25 tahun untuk pencurian, dan 20 bulan karena mengendarai mobil ilegal.


“Tak sampai satu jam setelah hakim membacakan keputusan itu, hilanglah kepercayaanku kepada Tuhan,” ujarnya.


Ia kecewa karena Tuhannya sekali lagi tak mengabulkan permintaannya hingga akhirnya jiwanya dipenuhi kebencian pada semua hal. Dalam menjalani masa hukuman, Salaam bertemu dengan komunitas narapidana Muslim.


Komunitas ini menamakan dirinya Lima Persen karena jumlah mereka yang sangat kecil dibandingkan penghuni penjara lainnya. Mereka juga tidak pernah mendapatkan pelayanan serta fasilitas ibadah dari pengelola penjara.


Di awal masa tahanannya, keluarga serta istrinya sering mengunjunginya pada akhir pekan. Namun, setelah sekian lama, istrinya tak lagi datang. Kemudian, ia mengetahui istrinya tersebut telah meninggalkannya. Kesedihannya bertambah Salaam juga mendapatkan kabar ayahnya meninggal.


Kekosongan jiwanya dan runtuhnya kepercayaan kepada Tuhan menuntun Salaam untuk bergaul dengan para anggota komunitas ini. Ia melihat komunitas tersebut sangat taat beribadah dan disiplin.


“Saya dibolehkan ikut shalat Jumat kala itu meski hanya menirukan gerakan orang lain. Dan, ketika mendengarkan khutbah, itu langsung menyentuh diri saya. Rasanya sang imam seperti sedang berbicara langsung pada saya,” katanya.


Setelah itu, ia mempelajari Islam lebih lanjut. Banyak buku tentang Islam yang Salaam baca dan ia juga belajar gerakan dan bacaan shalat serta doa-doa.


Saat itu, ia merasa lebih tenang dan nyaman. “Aku menyukai kata-kata dalam al-Fatihah dan bacaan-bacaan Islam yang memuji Allah,” ujarnya.


Ini yang membuatnya berpikir Islam berbeda dengan agamanya yang dulu. Di dalam Kristen, ia selalu berdoa untuk minta sesuatu.


Sedangkan dalam Islam, doa-doa yang dipanjatkan dipenuhi dengan puji-pujian dan semakin meneguhkan iman.


Pada  2008, akhirnya ia mantap mengucapkan dua kalimat syahadat. Di masa awalnya menjadi mualaf, yang paling berat dirasakannya adalah melakukan puasa karena itu bertepatan dengan musim panas di Amerika.


Namun dari Alquran yang dibacanya, ia percaya setelah melewati masa sesuatu yang berat, pasti akan diberikan masa yang lebih mudah. “Dan benar, setelah itu saya tidak pernah berada dalam situasi yang lebih baik dalam hidup saya,” ujarnya.


Setelah masuk Islam, ia merasakan banyak hikmah dan keajaiban terjadi pada hidupnya. Hukuman penjaranya menjadi lebih ringan, hanya sembilan tahun saja, dan kini ia telah menghirup udara bebas.


Ia kemudian dipertemukan dengan perempuan Muslim salihah, yang lebih baik daripada istrinya yang pertama, dan kemudian menjadi istrinya.


Rasa syukur terus dipanjatkannya karena kini ia telah diberikan kehidupan yang tenteram, pekerjaan yang layak, sebuah rumah indah, serta rasa bahagia yang terus ada dalam dirinya.



Article source: http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/11/26/1430093/Ayah.Asmirandah.Seharusnya.Vanno.Berani.Ambil.Risiko?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Khidr Salaam Lebih Tenang dengan Islam

Friday, July 12, 2013

Amru bin Ash, Si Cerdik dari Arab










Masjid Amr bin AshJakarta – Amru bin Ash adalah anak dari seorang pemuka Quraisy yang bernama Ash dan ibunya bernama Nabighah binti Harmalah. Ayahnya pernah hidup di masa Islam namun dia tidak pernah memeluk Islam sampai akhir hayatnya.

Amru bin Ash berprofesi sebagai pedagang sehingga dia sempat menjelajah Mesir, Habasyah, dan Yaman. Dari perjalanan ini pula dia mendapatkan banyak pengalaman, terutama pengalaman beramsyarakat, dan banyak mempelajari budaya-budaya negara


yang pernah dia singgahi. Dari pengalaman inilah juga dia menjadi seorang yang cakap, berwawasan luas serta intelektual di negeri Arab. Orang yang terkenal cakap, berwawasan luas dan intelektul selain Amru bin Ash adalah, Muawiyah bin Abu Sufiyan, dan Mughirah bin Syu’bah.


Beberapa sahabat Nabi yang taat tapi dia lemah oleh Nabi diperintahkanya untuk berhijrah ke negeri Habasyah yang menganut agama Nasrani. Negeri ini dipimpin oleh seorang Raja Negus yang sangat taat dan paham betul dengan ajaran Agama Nasrani.


Sahabat nabi yang hijrah ke negeri ini untuk menghindar dari kekejaman orang-orang Quraisy yang tidak suka dengan keimananya dan untuk menjaga agamanya.


Maka ketika para pemuka Quraisy mendengar hijrahnya para sahabat Nabi ke negeri Habasyah, spontan mereka marah dan kemudian menyuru Amru Bin Ash untuk menjemputnya. Amru bin Ash kemudian menjemput kaum muslim yang lemah itu ke ke negeri


Habasyah, dengan membawa hadiah yang sangat banyak untuk dipersembahkan kepada Raja Negus agar Raja Negus mau mengembalikan kaum muslimin ke negerinya. Terjadilah percakapan antara Amru dan Raja Negus. Sang Raja berkata, “Kenapa kau tidak ikut agama baru yang dibawa Muhammad?”


“Apakah demikian wahai baginda?”


“Memang benar demikian adanya, demi Allah!” jawab Raja Negus.


Hal ini membuat Amru bin Ash terngiang-ngiang dalam kepalanya ketika dia kembali pulang dengan tangan Hampa. Sampailah Amru bin Ash di Mekah. Kemudian dia dan Khalid bin Walid datang menghadap Rasulullah untuk menyatakan keislaman mereka.


Setelah Amru bin Ash masuk Islam, Rasulullah mengutusnya untuk menyampaikan sepucuk surat ke penguasa Oman Jaifar bin Julanda dan saudarana Abd bin Julanda. Surat itu berisikan ajakan kepada penguasa Oman untuk memeluk Islam. Namun Amru bin Ash tahu bahwa Abd bin Julanda memiliki sikap lemah lembut sehingga Abd lah yang dia temui dulu dan mengajaknya memeluk Islam. Sehingga sampai keduanya memeluk Islam dan Amru bin Ash pun menetap di Oman sampai wafatnya Rasulullah.


Pada masa Khalifah Abu Bakar, Amru bin Ash diutus untuk menumpas kaum murtad di daerah Qudha’ah. Hasilnya, dia berhasil menumpas orang-orang murtad di daerah tersebut.


Pembebasan Palestina


Amru bin Ash adalah salah satu prajurit yang ikut berperan dalam futuhat Islamiyah (pembebasan berbagai negeri oleh pasukan muslim). Pada saat pertempuran dengan Romawi, pertempuran pertama kali yang dijalani Amru bin Ash adalah pembebasan Palestina termasuk Gaza, Nablus dan Rafah. Selanjutnya Amru bin Ash bergerak menuju Ajnadain yang saat itu masih dikuasai oleh Romawi. Pada sat itu gubernurnya adalah Artavon. Amru bin Ash dan pasukan Muslimin berhasil mengepung


Ajnadain, sehingga Artavon tidak bisa bergerak sama sekali walaupun dengan jalan diplomasi. Amru bin Ash bergerak sendirian dengan menyamar sebagai utusan. Amru bin Ash menyampaikan maksudnya, di samping itu juga dia menyimak ucapan Artavon baik-baik dan melihat kekuatanya. Namun Artavon adalah Gubernur cerdik sehingga dia bisa mengetahui bahwa utusan yang datang kepadanya pasti bukan orang biasa. Dia pasti seorang pemimpin atau juga utusan yang sangat didengar oleh pemimpinnya. Maka Artavon menyuruh pengawalnya untuk mencegat Amru.


Amru bin Ash tahu niat buruk Artavon maka kemudian dia berkata kepada Artavon, “Aku telah mendengar informasi darimu dan engkaupun juga mendengar dariku. Aku sangat kagum dengan pembicaraanmu. Aku ini hanyalah 10 dari salah satu orang yang diutus oleh Umar bin Khatab kepada penguasa negeri ini untuk mengepungnya hingga penguasa negeri ini mau memberikan kondisinya. Oleh karena itu, aku pulang terlebih dahulu dan aku akan ajak teman-temanku itu (untuk kesini lagi). Maksudku, jika teman-temanku mengetahui sendiri sebagaimana yang aku lihat tentang kondisinya ini, tentu panglima kami dan para pasukan akan mengetahuinya. Tetapi jika teman-temanmu tidak mau melihatnya aku akan kembalikan mereka ke markas mereka, dan aku akan kembali lagi ke sini dan selanjutnya terserah kamu”.


Artavon berkata “baiklah”. Lalu menyuruh pengawal yang dipanggilnya agar menyingkir. Artavon berkata kepada Amru, “Pergilah dan kemudian datang lagi bersama teman-temanmu”.


Ketika Romawi telah ditaklukan dan Artavon menjadi tawanan dia baru tahu kalau utusan yang dulu datang kepadanya adalah panglima perang Amru bin Ash.


Pembebasan Baitul Maqdish


Pada tahun 16 H, tepatnya pada bulan Rabiul Awal, Baitul Maqdis berhasil dibebaskan oleh Amru bin Ash dari cengkeraman Romawi. Amru bin Ash juga membebaskan Gaza dan Nablus. Amru bin Ash hendak menaklukan kota Elia, Artavon menulis surat kepada Amru bin Ash dengan mengatakan “demi Allah, Amru tidak akan bisa membebaskan suatu negeripun setelah Ajnadian.”


Amru pun kemudian menulis surat kepada Khalifah Umar dengan mengatakan,“Sungguh, aku menghadapi musuh yang amat licik dan kuat, dan menghadapi negeri untuk anda taklukan. Bagaimana pendapat anda?”


Pembesar Mesir


Mesir adalah kota Fir’aun yang berpenduduk 10 juta Jiwa. bukan hanya itu Mesir juga memiliki kesuburan alam yang luar biasa. Hal ini yang membuat Amru bin Ash tertarik untuk menduduki Mesir. Namun keberanian Amru bin Ash untuk menduduki Mesir dengan membawa pasukan Muslimin sebanyak kurang dari 4.000 orang. Pertama kali tiba Amru di Arisy dan membebaskanya, kemudian membebaskan Farma, lalu Dimyath, lalu melakukan pengepungan terhadap kota Bilbis, pasukan Muslim mulai menyerang pasukan Bilbis dan menawan 1.000 orang. Sedangkan sisanya melarikan diri berlindung kepada Raja Muqaquis. Amru bin Ash dalam menghadapi Raja Muqaquis memilih lunak dengan membebaskan putri sang raja yang tertawanya. Hal ini dilakukan untuk membuka diplomasi dengan Raja Muqaquis.


Pengepungan Benteng Babylon


Benteng Babylon sangatlah kuat sehingga kekuatan benteng itu masih bisa kita saksikan sampai abad ke-20. Pada waktu pengepungan benteng itu, pasukan Muslim yang dipimpin Amru bin Ash hanya sebanyak 3.500 personil. Hal ini dirasa tidak mungkin bisa menaklukan benteng sekuat itu, sehingga Amru bin Ash meminta bantuan kepada Khalifah Umar agar menambah pasukan. Maka dikirimlah sebanyak 12.000 personil yang di dalamnya ada Zubair bin Awwam. Amru bin Ash langsung saja menyambut kedatangan pasukan ini dan kemudian sama-sama menuju benteng untuk mengepungnya. Setelah berhasil menguasai benteng tersebut, tentara Kristen-Koptik pun melarikan diri ke Gezirah (Jazirat Ar-Raudhah).


Pembebasan Alexandria


Selanjutnya, Amru bin Ash menulis surat kepada Khalifah Umar agar memberi izin untuk melanjutkan ekspedisi pembebasan Iskandaria (Alexandaria). Khalifah Umar memberi izin maka Amru bin Ash pun langsung bergerak bersama pasukanya menuju Alexandaria. Di sana pasukan Romawi telah berkumpul untuk menyambut kedatangan pasukan Muslimin. Pasukan muslimpun melakukan pengepungan dan terjadi pertempuran yang berakhir dengan kemenangan di pihak pasukan muslimin.


Pembebasan Zuwailah dan Tripoli


Setelah berhasil menaklukan Alexandaria Amru bin Ash melanjutkan perjalanan ke Maroko. Ketika Amru bin Ash dan pasukannya sampai di kota Riqqah, penduduk kota itu sepakat untuk membayar jizyah kepada kaum muslim. Amru bin Ash dan pasukannya melanjutkan perjalanan ke Zuwailah dan Tripoli. Saat di Tripoli, Khalifah Umar memberi perintah untuk menghentikan ekspedisi. Sejak itulah Amru bin Ash kembali ke Fushat dan bermukim di sana. Amru bin Ash kemudian membangun Masjid yang diberi nama Masjid Jami’ Amru bin Ash. Masjid ini pertama kali dibangun di Mesir.


Amru bin Ash diberhentikan


Di Mesir, Amru menjadi Gubenur pada masa Khalifah Umar dan Usman namun ketika Khalifah Usman melihat perkembangan Mesir dengan menghabiskan banyak dana sedangkan pajak yang diperoleh dari Mesir sangat sedikit, maka Khilafah Usman memberhentikan Amru bin Ash sebagai Gubenur Mesir. Hal ini membuat sangat kecewa hati Amru bin Ash.


Setelah wafatnya Khilafah Usman digantikan Khalifah Ali, terjadilah persoalan di mana Gubenur Syam Muawiyah bin Abu Sufyan memproklamirkan diri berdiri sendiri tidak di bawah Khalifah Ali di Madinah. Amru bin Ash melihat ini sebagai peluang untuk menjalankan dua siasatnya. Pertama, pada perang Siffin, dia mengangkat Mushaf di hadapan para pendukung Ali.


Kedua, Amru bin Ash berhasil memperdaya Abu Musa Al-Asy’ari dalam peristiwa tahkim yang saat itu Abu Musa Al-Asy’ari mendapatkan kesempatan dahulu mencopot jabatan Khalifah dari Ali. Melihat Abu Musa Al-Asy’ari mencopot jabatan Ali maka kemudian Amru bin Ash menyematkan jabatan tersebut terhadap temannya Muawiyah bin Abu Sufyan.


Setelah kemenangan itu akhirnya Amru bin Ash diangkat kembali oleh Muawiyah sebagai gubernur Mesir dan Amru bin Ash melanjutkan kembali Masjid yang sempat dirobohkan oleh Khalifah Usman dan Ali.






( rmd / rmd )









Tutup


 Share to Facebook:


You are redirected to Facebook


 Share to Twitter:


You are redirected to Twitter


Sending your message


Message has successfully sent


An Error has Occured




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/06/05/mnwkx2-dahsyatnya-shalat-subuh


Amru bin Ash, Si Cerdik dari Arab

Thursday, December 8, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank So Much for Reading this News