Showing posts sorted by relevance for query kondisi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kondisi. Sort by date Show all posts

Wednesday, July 17, 2013

Divonis 730 Tahun Penjara, Disiksa sampai Buta

Divonis 730 Tahun Penjara, Disiksa sampai Buta


Pejuang Palestina Berkeliling Dunia Mencari Dukungan


Padang Ekspres • Rabu, 17/07/2013 12:02 WIB • Adiyansyah Lubis • 213 klik


Syekh Doktor Abdul Aziz memberikan cenderamata kepada Padang Ekspres


Warga Palestina terus berjuang untuk kemerdekaan negaranya terhadap penjajahan Zionis Israel. Berbagai cara mereka tempuh untuk membuka mata dunia tentang biadabnya perlakuan Israel terhadap masyarakat Palestina.


 


Seperti yang dilakukan Syekh Doktor Abdul Aziz, seorang pemikir Palestina yang menetap di Qatar karena ditangkap, dipenjarakan dan diusir Israel dari negaranya. Dia berkeliling ke negara-negara Islam untuk menceritakan kondisi bang­sanya, sehingga tidak menelan bulat-bulat berita yang dibuat Israel, seolah-olah Israel yang diserang.


 


Kemarin (16/7), Syekh Doktor Abdul Aziz, berkunjung ke kantor redaksi Padang Ekspres Jalan Bypass Pisang KM 7. Doktor Jurusan Sastra Inggris itu didampingi Komite Nasio­nal untuk Rakyat Palestina (KNRP) yang dibawa Wakil Ketua DPRD Pa­dang, Budiman dan seorang penter­jemah, Sumar Suhartono.


 


Abdul Aziz menceritakan, kondisi umat Islam di Palestina hidup dalam ketakutan. Mereka setiap hari diburu dan dibunuh tentara Zionis.


 


Abdul Aziz ingin mem­perlihatkan kepada dunia in­ter­nasional bahwa Palestina tidak aman. Masyarakat Pales­tina di bawah bayang-bayang tentara Israel yang setiap saat menebar ancaman.


 


Abdul datang ke Sumbar pada Minggu (14/7) lalu, dan berencana mengakhiri kunju­ngannya Sabtu (20/7) depan. “Dia bakal mengunjungi mas­jid-masjid di Sumbar,” kata Budiman.


 


Abdul melalui penerje­mahnya menceritakan, saat ini hampir 5 ribuan masyarakat Palestina menjadi tahanan tentara Israel dan menjalani penyiksaan.


 


Demikian juga yang dira­sakan Abdul. Selama di taha­nan, Abdul sempat mera­sakan sakitnya disiksa dengan sinar X yang dipancarkan ke otak­nya. Tujuannya, untuk mem­buatnya gila. Tentara Israel menyiksa masyarakat Pales­tina, terutama yang mempu­nyai pendidikan tinggi.


 


“Mereka takut, kondisi sebenarnya yang dialami Pa­les­tina tersebar ke dunia inter­nasional. Mereka ber­usaha menutup semua kanal infor­masi yang bisa membuat kon­disi sebenarnya di Palestina itu menyebar,” ujarnya.


 


Abdul mengungkapkan, Israel menguasai media infor­masi dan menyebarkan opini propaganda dengan cara me­nu­tup informasi sebe­narnya di Palestina. “Israel yang mem­bantai dan membunuh masya­rakat Palestina, tapi di luar seolah-olah Israel lah yang menjadi korban. Sebaliknya, kami yang berusaha mem­pertahankan Masjidil Aqsha, berjuang tidak saja untuk Palestina tapi juga untuk du­nia, justru dianggap sebagai pembunuh,” papar Abdul.


 


Abdul menceritakan, dia ditangkap dan diburu di ru­mahnya. Waktu itu tengah malam, tentara Yahudi meng­geledah dan merusak semua peralatan dan perabotan ru­mahnya dan menangkapnya.


 


Abdul diadili pengadilan Israel. Abdul dinyatakan ber­salah dan dihukum 730 tahun. “Luar biasa hukumannya. Pa­da­hal saya tak ada salah, hanya karena punya pendidikan lebih saja. Saya dipenjara bersama ribuan warga Palestina lain­nya,” tuturnya.


 


Beruntung bagi Abdul, dia dibebaskan setelah dilakukan pertukaran tahanan dengan tentara Israel yang berhasil ditangkap pejuang Palestina. Satu nyawa tentara Israel di­har­gai dengan 1.027 nyawa warga Palestina. “Saya waktu itu sudah menjalani hukuman 7 tahun 1 bulan,” terangnya.


 


Meski begitu, Abdul belum juga mendapatkan kebebasan. Dia malah tak diperbolehkan tinggal di Palestina. “Kini saya menetap di Qatar dan men­dapat suaka di sana,” jelasnya.


 


Bukti kekejaman Israel dirasakan Abdul. Selama di tahanan mendapat siksa, mem­buat Abdul kehilangan penglihatan. Meski demikian, semangat Abdul untuk terus berjuang demi tanah kela­hirannya tak pernah pudar.


 


Abdul menceritakan, kehi­dupan warga Palestina hidup seperti di dalam penjara. Kom­pleks Masjidil Aqsha disekat Israel sekelilingnya dengan membangun dinding sepan­jang 700 meter dan tinggi 10 meter lebih. Warga Palestina dilarang untuk masuk ke Mas­jidil Aqsha, terutama untuk melaksanakan ibadahnya.


 


Di sepanjang benteng itu dibuat pos polisi yang jum­lahnya lebih dari 70 ribu pos. Setiap orang yang ingin masuk harus melapor terlebih dahulu.


 


Saat ini, katanya, Israel gencar mendatangkan Yahudi-Yahudi dari berbagai belahan dunia. Orang-orang Yahudi itu berkumpul di Palestina untuk menguasai Palestina. “Tapi kami tetap bertahan. Kami yakin Allah SWT akan meno­long kami,” aku Abdul yang berharap simpati dunia inter­nasional pada Palestina.


 


“Semoga apa yang saya sampaikan menyentuh hati dan perasaan umat muslim di seluruh dunia agar mau mem­bantu warga Palestina bebas dari ketidaknyamanan yang terjadi selama ini,” tambahnya.


 


Pemimpin Perusahaan Pa­dang Ekspres, Twoefly menye­but, “Perang hari ini tidak lagi perang dengan senjata, tapi perang propaganda informasi. Para Ikhwanul Muslimin juga harus melakukan hal serupa. Menyampaikan informasi se­be­narnya kepada media bahwa kondisi di sana lebih buruk dibandingkan dengan apa yang diberikan di media Israel selama ini,” paparnya. (bis)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://beritasore.com/2013/06/12/pemkab-labuhanbatu-beri-beasiswa-420-siswa-masuk-ptn/


Divonis 730 Tahun Penjara, Disiksa sampai Buta

Sunday, April 21, 2013

Tantangan Ber-Islam di Zaman Modern

foto googleSungguh berat nian untuk ber-Islam dengan baik di jaman moderen ini. Jaman disaat perubahan terjadi begitu drastis. Jaman dimana banyak hal dalam Islam yang katanya sudah tidak lagi sesuai. Islam kemudian terpinggirkan, dianggap ketinggalan jaman dan tidak lagi sesuai dengan nafas pembaharuan. Padahal dahulu Islam datang menyerukan pembaharuan. Hampir di semua lini kehidupan Rasulullah memberikan panduannya. Islam dahulu menjadi panduan yang komplit bagi setiap manusia untuk menjadi lebih baik, lebih baik dari kondisi orang-orang di jamannya.


Islam itu (seharusnya) progresif dan revolusioner. Tapi mengapa saat ini, wajah Islam seolah-olah kasar, kaku, miskin, tidak berpendidikan dan tertinggal? Adakah yang salah dengan Islam ini? Banyak orang kemudian berdalih untuk tidak membandingkan Islam dengan penganutnya. Kemudian pertanyaannya adalah, darimana kita melihat keagungan dan keunggulan Islam? Logika sangat sederhana untuk melihat kehebatan koki dari masakannya, kehebatan sebuah sekolah dari lulusannya. Saya yakin ada yang salah dalam hal ini. Islamkah yang salah?


Saya sedikit penasaran, bagaimana generasi emas, para pengukir sejarah Islam hidup dan berkembang dahulu. Saya sempatkan untuk mencari-cari dan membaca-baca literatur, hingga akhirnya saya membaca kembali tulisan lama dari penulis favorit saya, Yusuf Qardhawi, dengan tulisannya Fiqih Prioritas. Saya pikir tulisan ini cukup mewakili sudut pandang orang-orang yang hidup sebagai generasi emas Islam. Setidaknya begitu bagi saya, sudut pandang yang diberikan Yusuf Qardhawi dalam buku tersebut sangat progresif dan revolusioner. Dan seperti itulah Islam seharusnya, gerbong perubahan. Tidak berniat untuk menjadi hiperbolis mengatakan bahwa dengan ber-Islam-lah Anda bisa berubah, tapi ada beberapa semangat dalam ber-Islam yang seharusnya bisa mengubah kita. Dengan begitu, jika Islam mengalami stagnansi, itu bukanlah Islam, bukan semangat ke-Islam-an yang dulu pernah digelorakan generasi pertama.


Di sini saya kemudian juga harus jujur, bahwa hampir semua ajaran yang ada di muka bumi ini datang dengan semangat yang sama, semangat perubahan, tidak hanya Islam. Tulisan ini dibuat bukan untuk membandingkan atau melebihkan, tidak ada kapasitas saya untuk melakukan itu. Inti yang ingin saya sampaikan adalah, mempertanyakan kembali kalimat Islam sebagai rahmatan lil’alamin, karena semangat dan nafasnya Islam itu yah letaknya disana, bahwa Islam itu mempunyai semangat perbaikan, dimana semangat perbaikan itu berbeda dengan nilai konservatif dan status-quo yang cenderung stagnan.


Saya akan coba ulas beberapa hal yang saat ini sering menjadi pokok masalah didalam umat Islam sendiri, yang menurut saya menjadi sumber kemerosotan kebermanfaatan muslim di lingkungan sekitar. Kadang permasalahan ini malah menggerogoti keindahan Islam itu sendiri.


1. Fatwa-fatwa yang sudah tidak sesuai dengan jaman sudah seharusnya direvisi


Perubahan kondisi dunia hingga seperti saat ini memerlukan perubahan cara pandang di diri seorang muslim. Para ahli fiqih harus mengubah fatwa-fatwa lama yang sekiranya sudah tidak cocok lagi dengan perkembangan jaman, dengan berpegang pada faktor keluwesan dan keleluasan dalam syariat Islam yang sejalan dengan As Sunnah dan Al Quran. Kondisi saat ini tentu berbeda dengan jaman dahulu sehingga pendekatan-pendekatan dalam pembuatan fatwa pun tentu berbeda, sehingga peninjauan terhadap fatwa-fatwa lama pun harus dilakukan.


Contoh yang diberikan Yusuf Qardhawi adalah bagaimana seharusnya muslim saat ini melihat dunia muslim dan dunia selain muslim. Jaman dahulu ada fatwa di dunia muslim yang membagi dunia ke dalam Dar Islam dan Dar Harb, sebuah pandangan mengenai hubungan dunia muslim dengan bukan muslim adalah peperangan. Selain tidak sesuai dengan kondisi saat ini, fatwa ini juga dinilai lemah karena banyak penjelasan-penjelasan di As Sunnah dan Al Quran yang menyatakan kebalikannya, seperti
“… dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal…“(al-Hujurat: 13) dan ”..Dan Allah menghindarkan orang-orang Mukmin dari peperangan...” (al-Ahzab: 25)


Walaupun saya yakin banyak muslim saat ini yang memiliki pandangan bahwa peperangan bukan jalan dakwah yang bisa ditempuh saat ini. Namun pandangan anarkis dalam menyebarkan keindahan Islam ini masih saja menodai langkah perjalanannya saat ini, seperti aksi kekerasan terhadap golongan lainnya dengan mengatasnamakan dakwah.


Fatwa-fatwa lama, bisa jadi telah mendarah daging sehingga tanpa kita sadari telah menjadi keseharian muslim-muslim di dunia tanpa mengetahui jika itu tidak lagi sesuai jamannya. Muslim-muslim mengikuti fatwa-fatwa tanpa mengetahui sebab musababnya dan tanpa pengetahuan, sehingga yang ada hanya sikap fanatisme kosong. Ada teguran yang cukup jelas tentang hal ini.


“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya...” (al-Isra’: 36)


“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. an-Nahl : 43)


Untuk masalah ini kadangkala masyarakat kita sangat mudah percaya bahwa sesuatu adalah benar jika itu mengatasnamakan Islam ataupun dakwah. Sudah jelas dalam ayat diatas bahwa ijtihad itu di atas taqlid, artinya kebiasaan menggali informasi serta memperkaya diri dengan informasi dan pengetahuan merupakan salah satu muslim sejati. Sehingga wajar saja di jamannya dulu, generasi emas Islam menorehkan banyak karya untuk ilmu pengetahuan. Rasa penasaran begitu besar memang tertanam dan diperintahkan.


2. Memperbaiki diri sebelum memperbaiki lingkungan lebih besar


“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (ar-Ra’d: 11)


Ada beberapa orang yang beranggapan, sistem dulu diperbaiki baru semuanya bisa lebih baik. Saya sangat menyangsikan proposisi ini, bahkan Rasulullah yang utusan langsung saja melakukan pembinaan bertahun-tahun sebelum akhirnya bisa membina sebuah masyarakat yang memiliki aturan dan sistem. Tapi itu kan dulu? Saya pikir sama saja, hidup ini kan terus berputar dan menurut saya cara Rasul adalah sebaik-baiknya cara.


Yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana Rasulullah ini menjalankan perbaikan sistem di tempat-tempat baru. Beliau tidak kemudian memaksakan sistem dan pemahamanan-pemahaman yang ada dalam Islam untuk dipaksakan pada orang-orang bukan Islam. Ke-khalifah-an bukanlah tujuan akhir yang ingin Rasulullah kejar, tapi menyebarkan indahnya Islam sebagai rahmatan lil’alamin, ke-khalifah-an bisa jadi salah satu cara yang ditempuh. Intinya adalah kita harus jeli melihat mana yang tujuan dan mana yang cara. Jika melihat bagaimana kisah Rasul, jelas terlihat bahwa pembinaan individu itu senantiasa dilakukan oleh Rasulullah dengan menyebarkan kebaikan demi kebaikan ke setiap individu sampai akhir hayatnya, dan itu cara yang dipilih oleh beliau.


Ini bukan berarti sistem atau lingkungan tidak penting, karena individu adalah pembentuk sistem. Layaknya sebuah perusahaan yang fokus terhadap pengembangan personal sumberdaya manusianya, maka dia akan mendapatkan sistem yang lebih optimal.


3. Memahami perbedaan itu sebagai sebuah keluwesan dan keleluasaan yang dikarunia Allah


Hal yang tersulit dilakukan saat ini adalah menghargai perbedaan. Perbedaan itu fitrah dan berkah. Namun sebagian besar manusia memang tidak menyadari itu dan menjadi perbedaan itu sebagai dasar perpecahan dan persengketaan yang berkepanjangan. Termasuk diantaranya adalah bagaimana umat muslim mengintrepretasikan isi Al Quran, banyak sekali pendekatan-pendekatan berbeda sehingga memunculkan istilah aliran-aliran tertentu. Patut disadari bahwa dalam Al Quran memang ada ayat-ayat yang sifatnya muhkamat (terang-benderang) dan mutasyabihat (yang mengandung beberapa pengertian). Jika seandainya Allah menginginkan manusia dalam satu pemahaman maka isi Al Quran tentunya mengandung ayat-ayat muhkamat.


Yang paling penting itu adalah kemudian untuk tidak merubah-rubah ayat muhkamat menjadi mutasyabihat ataupun sebaliknya. Banyak sekali perdebatan yang muncul akibat kondisi yang dijelaskan sebelumnya. Yusuf Qardhawi dengan jelas menuliskan bahwa masalah-masalah yang dinggap besar selalu dituliskan sebagai ayat muhkamat, dan kita dilarang untuk berselisih di dalam hal ini, misalnya seperti masalah aqidah. Sedangkan untuk masalah kecil yang tersirat dalam ayat mutasyabihat memang terkadang memunculkan perbedaan hukum oleh fuqaha-fuqaha, dan ini diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan ayat-ayat muhkamat. Dalam hal ini kemudian umat Islam tidak boleh dengan mudahnya tercerai berai, inilah yang dijelaskan diawal sebagai berkah perbedaan.


Allah memberikan ruang keleluasaan dan keluwesan bagi manusia untuk berinovasi dalam koridor tertentu, bahkan disini Allah menunjukkan bahwasanya Islam bisa terus bersifat progresif dan revolusioner disesuaikan dengan jamannya. Satu hal yang paling penting, ukhuwah Islamiyah adalah hal yang tetap patut dijaga terlepas dari perbedaan-perbedaan yang ada.


4. Fokus kepada isu-isu sentral yang ada dalam Al Quran


Sebelum memikirkan apa yang harus diperbaiki dari umat Islam ini, ada baiknya kita kembali ke Al Quran. Penekanan yang diperlihatkan di dalam Al Quran dengan mengulang-ulang kata-kata dan istilah-istilah tertentu, adalah tanda bahwa hal-hal tersebut sudah seharusnya menjadi prioritas. Seperti pokok-pokok ibadah dan syiar-syiarnya, mendirikan shalat dan membayar zakat, puasa, haji, zikir kepada Allah, bertasbih, tahmid, istighfar, tobat, tawakkal kepada-Nya, mengharapkan rahmat dan takut terhadap azab-Nya, syukur kepada nikmat-nikmat-Nya, bersabar terhadap cobaan-Nya, dan ibadah-ibadah batiniah, serta maqam-maqam ketuhanan yang tinggi. Dan juga pokok-pokok keutamaan, akhlak yang mulia, sifat-sifat yang baik, kejujuran, kebenaran, kesederhanaan, ketulusan, kelembutan, rasa malu, rendah hati, pemurah, rendah hati terhadap orang-orang yang beriman dan berbesar hati menghadapi orang kafir, mengasihi orang yang lemah, berbuat baik terhadap kedua orangtua, silaturahim, menghormati tetangga, memelihara orang miskin, anak yatim dan orang yang sedang dalam perjalanan.


Sebenernya dengan melihat penekanan-penekanan dalam Al Quran ini kita bisa menilai mana yang kemudian lebih penting ketimbang lainnya. Sehingga dalam bersikap kita bisa lebih proporsional terhadap perintah-perintah Allah, tidak kemudian memakai kacamata kuda untuk bersikeras memaksakan ayat-ayat yang dia sukai saja. Tiap ayat di Al Quran saling terkait satu sama lain, sehingga jika menerapkannya dalam keseharian berdasarkan prioritas tentu kita bisa melihat gambaran kebesaran Rasulullah didalamnya. Beliau bisa begitu lembut pada siapa pun, bahkan musuh Allah sekalipun. Beliau tidak membenci kecuali atas seizin Allah.


Saya rasa propaganda kebencian umat Islam terhadap umat lain memang sudah saatnya dihentikan, karena sudah tidak sesuai semangat yang ditunjukkan oleh Al Quran dan As Sunnah. Ada hal yang menarik sebenarnya, di Al Quran disebutkan, misalnya contoh bentuk kebencian terhadap kaum Yahudi. Tetapi disisi lain kita juga dihadapkan contoh dimana Rasul kita bisa begitu sabar dan lembutnya menghadapi orang-orang Yahudi. Dan bagaimana toleran dan luwesnya Rasul kita dalam membuat perjanjian-perjanjian dengan pihak-pihak di luar Islam.


Menurut pendapat saya kebencian yang kita miliki pun harus proporsional, bukan tanpa alasan dan bukan fanatisme kosong belaka. Sudah jelas bahwa kebencian Rasulullah bukannlah kebencian terhadap personal, bukan kebencian yang pada dasarnya adalah kepada manusia. Rasulullah memperlakukan binatang pun penuh dengan perasaan apalagi manusia, sejahat apapun mereka. Kebencian kita memang sudah sepatutnya ditujukan kepada sifat-sifat jeleknya yang melekat pada personal-personal itu, dan tugas kita untuk menjauhkan diri dari sifat-sifat itu, menjauhkan keluarga dari sifat-sifat itu dan menjauhkan sifat-sifat itu dari personal-personal umat manusia. Itulah dakwah yang diajarkan Rasulullah, sehingga tidak ada alasan bagi Rasulullah untuk membenci personal, bagi Rasullah setiap pribadi adalah manusia yang wajib beliau ajak ke jalan ke-Islam-an. Itupun berlaku bagi kita, umatnya.


Kemudian bagaimana peperangan yang dahulu umat Islam lakukan. Seperti yang saya jelaskan, dalam Al Quran ayat peperangan ini bahkan tidak masuk prioritas. Peperangan ini ada karena memang pada zamannya itu tidak bisa dihindarkan. Dan kalaupun ada peperangan bukan kebenciannya yang ditebarkan, sekali lagi peperangan itu hanyalah metode yang diambil pada zaman itu dan tidak bisa dihindarkan.


Melihat kondisi dunia seperti saat ini, isu-isu kemanusiaan mungkin bisa dijadikan sebagai sarana menyebarkan kebaikan Islam. Umat muslim sudah seharusnya ada di garda terdepan memerangi kemiskinan sebagaimana banyak ayat-ayat yang membahas tentang zakat, shadaqah dan fakir miskin, memberantas kebodohan sebagaimana banyaknya ayat yang membicarakan tentang ilmu dan menghentikan kemerosotan akhlak individu sebagaimana banyaknya ayat yang membahas bagaimana seharusnya pribadi muslim sejati itu.


Ijtihad-ijtihad dalam hal-hal ini diperlukan, ketika kita berbicara masalah kemiskinan, umat muslim harus terdepan memoderenisasikan pokok-pokok keIslaman dalam tatanan kehidupan berekonomi, saat berbicara kebodohan, umat muslim harus memiliki seribu satu gerakan untuk menyebarkan ilmu ke seluruh pelosok daerah, dan ketika berbicara masalah akhlak, muslim juga harus memiliki standar etika yang jelas, standar pribadi muslim. Bukan muslim yang bermuka dua, yaitu mereka menebar kebencian terhadap personal tetapi muslim yang menebar kebaikan dan memusuhi kejelekan, kepada siapapun orangnya. Dengan semangat ini semangat Islam sebagai rahmatan lil’alamin tentu bisa kita perlihatkan dan buktikan bukan hanya pada umat Islam saja, juga umat-umat lainnya. Kata kunci yang harus dipegang muslim saat ini adalah kebermanfaatan untuk umat manusia, bukan hanya umat muslim saja.


Tulisan ini dibuat tidak kemudian untuk menjadikan Islam terlihat lebih hebat dan superior dari ajaran apapun. Tetapi ini adalah hak dan kewajiban dari umat Islam untuk menjadikan diri mereka lebih baik bagi lingkungan sekitarnya berdasarkan Al Quran dan As Sunnah. InshaAllah dengan menjadi lebih baik, cahaya Islam itu sendiri tidak kemudian tertutup oleh debu-debu keterbatasan manusia. Memberikan manfaat kepada sesama, bukankah itu sebaik-baiknya manusia. Pun rekan-rekan yang beragama lain pun dipersilakan mencari mutiara didalam ajarannya masing-masing dan mari menjadi lebih baik bagi lingkungan dan dunia. Mari kita hiasi dunia dengan indahnya kebersamaan dan kebermanfaatan dalam rasa cinta dan kasih sayang.


Wallahualam Bishowab


Oleh: Iwa Kartiwa, Seoul


[006-fimadani]


 


Article source: http://index.okezone.com/read/2012/12/29/337/738766/fpi-wahid-institute-sebar-berita-fitnah


Tantangan Ber-Islam di Zaman Modern

Friday, March 1, 2013

Aher-Demiz Unggul Tipis pada Rekapitulasi Penghitungan Suara Kota Bandung

Bismillaahirrohmaanirrohiiim
Segala puja dan puji seluruhnya hanya milik Allaah SWT semata, Rabb-nya manusia, Raja-nya manusia, Sembahan-nya manusia dan Pemilik alam jagat raya ini beserta semua isinya baik yang nyata/riil/kelihatan maupun yang tidak/ghaib.
Allaah SWT Yang Kuasa, Maha Gagah Perkasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang !!!
Jika bukan karena Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta Rahmat Allaah SWT maka bangsa Indonesia akan selalu menderita siang dan malam, lahir maupun bathin di bawah kaki kaum imperialis/libralis/kapitalis Yahudi dan Nashrani baik bangsa Eropa (Belanda, Inggris, Portugis) ataupun kaum atheis/penyembah matahari bangsa Asia yaitu Jepang dan Yahudi Asia !!!
Selama berabad-abad lamanya bangsa Indonesia dari mulai nenek moyang Soekarno, Soeharto, Gus Dur termasuk nenek moyang kita dijajah, dihina, dicaci, dimaki diperkosa hak-haknya oleh bangsa lain selama itu pula tidak ada seorang yang berdaya.
Seluruh bangsa ini diam seribu basa dan hanya para mujahidlah yang berani untuk berperang melawan para penjajah. Para mujahid dan mujahidah Islam dari mulai wilayah Indonesia bagian barat seperti Imam Bonjol, Cut Nya Dien, Cik Di Tiro dll, di wilayah tengah Pangeran Diponogoro, Pangeran Antasari, Sultan Agung, Sultan Ageng, Raden Fatah dll, di wilayah timur Hasanudin, Jamaludin dll. Mereka rela berjuang karena terdorong oleh dua hal yaitu “mati syahid dan hidup mulia” bukan karena ingin kedudukan atau jabatan baik jabatan presiden, gubernur, walikota/bupati, camat, lurah, rw dan rt !!!
Sangat berbeda sekali dengan para pejuang sekarang, mereka berjuang karena hanya mengejar tahta, harta, wanita !!!
Mereka berjuang hanya untuk menyalurkan nafsu keserakahan semata seperti di zaman orde lama setelah duduk menjadi pimpinan hartanya melimpah dan wanitanya pun banyak serta hidupnya bermewah-mewah akantetapi tidak terexkpos karena semua (rakyat Indonesia) terfokus fikirannya hanya pada urusan perut (banyak yang kelaparan) semata tidak seperti sekarang bisa menilai segala dan keadaan semua orang yang ada di negara ini dari a s/d z.
Kondisi ini berlangsung dari mulai sebelum merdeka s/d 1965 ( zaman PKI ).
Pada zaman pasca PKI s/d orde reformasi, sekarang para pejuang bergerak di kancah perpolitikan karena dorongan mengejar tahta, harta, wanita dengan berbagai cara !!!
Itulah manusia dari mulai zaman nabi Adam AS sebagai manusia pertama di muka bumi ini sifat dimiliki seperti sifat tamak, sombong, serakah, dlolim.bengis, biadab dan sebagainya serta kondisi ini akan terus bergulir s/d hari kiamat nanti !!!
Dan alasan di ataslah mengapa Allaah SWT menurunkan para nabi dan rasul untuk membimbing ummat kepada jalan yang diridhoi-Nya !!!
Allaah SWT mengutus para dan rasul adalah karena sifat Kasih dan Sayang-Nya, supaya manusia bahagia lahir dan bathin di dunia serta di akhirat !!!
Kondisi seperti di atas terjadi tidak hanya di negeri orang akantetapi di negara kita termasuk di Jawa Barat !!!
Untuk menyalurkan hasrat tersebut di atas orang-orang yang pinter dari mulai prof s/d dengan tukang batagor rame-rame berlomba-lomba di dalam mencapai cita-cita tersebut dengan berdalihkan demokrasi tanpa mengenal halal dan haram !!!
Mereka lebih memilih aturan manusia daripada aturan Allaah SWT sebagai Rabb-nya manusia, Raja-nya manusia, Sembahan-nya manusia !!!
Mereka lebih memilih taat dan patuh kepada aturan manusia sekalipun ujung-ujungnya neraka jahanam !!!
Mereka berpesta pora memakai uang rakyat yaitu dari APBD Jabar senilai Rp satu triliunan lebih !!!
Di dalam ajaran Islam sudah dijelaskan bahwa memubadzirkan sesuatu itu adalah perbuatan
syaithan sementara syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi seluruh ummat manusia dan jin !!!
Mereka lebih memilih berpesta daripada membantu memberi makan anak yatim dan orang-orang miskin !!!
Orang-orang yang menderita karena tidak punya duit berjuta-juta jumlahnya, mereka tidak memiliki uang :
- untuk membeli beras,
- untuk berobat ke rumah sakit
- untuk biaya sekolah
- untuk membayar hutang
- untuk modal
- dll
Pertanyaannya adalah
apakah orang-orang tersebut masih bertuhan ???
apakah orang-orang tersebut masih memiliki hati nurani ???
Karena hasil dari pesta itu adalah Gubernurnya KH Ahmad Heryawan tetap seperti keadaan semula !!!
Dan ternyata Beliau masih dipilih oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat !!!
Artinya kualitas calon-calon Gubernur selain Beliau masih di bawah !!!
Daripada uang Rp 1 (satu) Triliunan dipakai untuk berpesta seperti itu alangkah bijak jika dialokasikan untuk masalah-masalah yang lebih penting !!!
Karena dengan berdemokrasi seperti bangsa lain, bangsa Indonesia ini belum siap ???
Baik kualitas pemilih dan yang dipilihnya secara pendidikan maupun taraf hidupnya !!!
Bukti tersebut seperti berita demo di atas !!!
Marilah kita merenung sejenak untuk berintropeksi diri masing-masing, apakah kita sudah benar-benar di jalur yang benar ???
Jangan sampai kotoran kecil yang ada pada orang lain jelas terlihat sementara kotoran yang nambru/nempel besar di muka kita tidak terlihat artinya kalau kesalahan orang lain lain sekecil apapun kita bisa melihat akantetapi kesalahan yang fatal pada diri sendiri, kita pura-pura tidak melihat ???
Sanes ti kamari atuh Akang-akang demona sateu acan dicairkeun dana anu Rp. 1,3 triliun kanggo pilkada Jabar 2013-2018 ari geus beres nembe demo mani sigap, siap menerkam, menerjang ?????
Ari atos aya anu eleh nembe ribut, boa-boa anu demo teh ti kubu anu kawon atawa anu dibayar nya ???
Telat jang atuh demo-na lamun saacan dana keur pilkada anu Rp. 1,3 Triliun dicairkeun mah Abah oge bade turun pasang badan, ari ayeuna mah da atos telat atuh !!!
Boa-boa lamun telat kieu mah demo jalma-jalma anu hoyong ngaramekeun Tatar Sunda nya ???
Patarosanana lamun kitu carana mah aya 2 kamungkinan hiji kelompok anu kawon, kadua kelompok anu hoyong wilayah tatar Sunda ricuh/kacau balau anu mana tah ???
Cing atuh ka para inohong partai atawa sayap-sayapna, simpatisan jeung kelompok anu gaduh kapentingan sing nyaah ka diri jeung kadulur-dulur !!!
Lamun hayang aman mah ti kamari usulkeun dina 5 calon teh sakali ewang mimpinna sataun sakali gantina !!!
Lamun kitu geus teu kudu aya kaluar waragad keur spanduk, brosur jeung sajabana nya ???
PILKADAL JABAR teh bakal efektif jeung efisien hartina harapan kacumponan milih pamimpin bari waragad sagalana irit !!!
Jeung moal aya istilah money politic (politik bagi-bagi uang), Black compaiyn (kampanye hitam) moal aya perkeliruan formulir C, moal aya PNS anu digiring-giring jiga meri jeung sajabana nya !!!
Para cagub cawagub ti no 1 nepi ka no 5 bakal tenang sabab kabeh bakal kabagean nya, satuju ???
Tong jiga ayeuna ari mimiti mah jiga nu enya ti no 1 nepi ka no 5 saling mengklaim ari pek teh eleh, kumaha pokna teh “awas sia pokokna Oneng mah rek eleh atawa meunang oge bakal bebeja / ngalapor ka MK ( mahkamah konstitusi ) asa ningali budak leutik pasea ari keur mimiti mah sok sia wani ka aing ari pek teh digeubuk ku babaturanana ngagerewek bari ceurik manehna ngancam dibejakeun siah ka Mamah !!!
Matak demokrasi di urang mah demokrasi budak leutik ari taen hayang nurutan Amerika ari prak-prakanana jiga dina sinetron bajaj bajuri anu leuwih pikaseurian deui nyaeta panontonna pipiluweun (lauk buruk milu buruk) kusabab hayang kapake kucalon jagoanana polah kitu jiga Taufiq Kiemas ceuk anjeunna pokokna mah Oneng neunang ngan kudu ditingalina tanggal tilu / 3 Maret 2013, eta teu kabayang lamun tanggal 3 Maret 2013 pas diumumkeun teh eleh rek kumaha Nyai Oneng, jigana gogoleranana lain di imah Taufiq kiemas tapi di monas jadi engke mah lain Soekarno wae anu aya sangkut pautna jeung monas teh, sanggeus Anas, Oneng gogoleran pedah Taufiq kiemas ngaramalna salah nya !!!
Kedah Isin ku urang Garut sareung warga Tatar Sunda, batur mah nyengseurikeun sanajan jiga anu ngadukung, tah urang Sunda anu sejenna bisa disakompet daunkeun, boro-boro hayang jadi Gubernur Jabar gawe di DPR RI komisi IX oge teu bisa ngabeberes rumah sakit-rumah sakit anu bararenggal boh di daerah soranganana komo deui di Jakarta, hoyong buktos mangga engke sakali-kali rurumpaheun ka rumah sakit Garut wae heula saacan ka daerah anu sejen, di rumah sakit masih seueur keneh anu gaduh jamkesmas, jamkesda masih dipersulit komo anu teu gaduheun !!!
Cing atuh geura salaladar kamari Anas anu rek di gantung di monas, maenya ayeuna Oneng anu bakal gogoleran di monas ku sabab eleh di pilkadal Jabar !!!
Tapi eta oge hukum karma ari pasien miskin mah ditolak ku 8 rumah sakit di Jakarta, careurik maratan langit ngoceak maratan jagat kulantaran ku kamiskinan !!!
Ari Oneng mah ceurik gogoleran di monas kulantaran Taufiq kiemas ngaramalna salah.
Karma Oneng yaeta Manehna 1000% punya andil dina ditolakna pasien miskin ku 8 rumah sakit di Jakarta sabab Oneng adalah salah satu anggota DPR RI Komisi IX anu garapanana urusan kasehatan !!!
Ngarah aman demo mah ti kamari wae !!!
Usulna jiga kieu ngabring paksa KPU Jabar kerahkeun pendukung Oneng sa-Indonesia bari uleum Mega, Taufiq K. Jokowi bila perlu Nagara RRC oge Eropa Timur termasuk Amerika dan Israel ulah kagok supaya milih gubernur teh jiga kos di luhur sakali ewang nya, kumaha dulur-dulur satuju ???
Tong jiga ayeuna ari geus beres bari aya anu kengingna nembe ribut, kumaha ari ujang jiga si Kabayan wae !!!
Untuk para pimpinan partai dari PDIP Mega + Taufiq K, PAN Amin, Gerindra Prabowo, PKB Gus Dur, Demokrat SBY dan para calon Independen dan para sponsornya serta pendukung fanatiknya di mohon dengan hormat supaya bisa mengendalikan massanya masing-masing jika tidak mampu maka citra partai dan nama besar para tokoh di atas akan semakin terpuruk !!!
Ingat pada Pilkada Jabar sekarang yang GOLPUT 40 % kemungkinan untuk PEMILU 2014 yang GOLPUT akan semakin besar dan partai-partai yang ada akan dibubarkan Karena rakyat Indonesia sudah tidak percaya lagi kepada mereka !!!
Akibatnya stabilitas nasional akan kacau balau seperti di negara-negara yang sedang kemelut seperti Suriah, Irak, Afghanistan dan lain sebagainya perang saudarapun tak dapat dihindarkan, apakah kondisi seperti itu yang di harapkan oleh para tokoh partai termasuk para pendukungnya ???
Supaya mudah untuk merebut kekuasaannya karena dengan cara demokrasi kalah terus, seharusnya sadar diri dan harus malu karena Megawati sudah ada kesempatan untuk menata bangsa ini tapi hasilnya adalah kemiskinan merajalela asset-aset negarapun dijual Laksamana, kumaha atuh ari kondisina, ari ku batur ulah kusorangan teu bisa ???
Ngomong-ngomong berpihak ka wong cilik, ari wong cilikna dimanfaatkeun keur kapentingan ngeruk suara dina kampanye wungkul, ari geus kitu mah wong cilik kalaparan eweh anu nulungan ari keluarga Mega mah naek turun mobil alus, kumaha nya ???
Adanya demokrasi itu secara teori adalah agar saluran pendapat rakyat dapat tersalurkan secara baik dan aman akantetapi pada kenyataannya di Indonesia itu tidak seperti itu bahkan sebaliknya kondisi yang tadinya kondusif menjadi kacau balau istri dan suami berbeda pilihan cerai,ulama dengan ulama beda calon yang didukung silaturahmi putus, sekelas orang-orang yang jadi panutan cerai berai apalagi masyarakat awam yang miskin harta dan miskin ilmu !!!
Wong cilik dari hari ke hari ditipu dan ditipu, katanya NKRI itu milik seluruh bangsa Indonesia, dina waktuna Jokowi disurvei ku lembaga survey ternyata urutanana saluhureun Mega ceuk keluarga Mega teh “Anak Macan ( Jokowi ) mau makan Induknya ( Mega)” ka Jokowi wae anu didukung ku Mega jadi Gubernurna tegana mega nyangka kitu komo ka batur, naha nya ???
Baca di media tong sarare wae !!!
Padahal awalna Jokowi dipuji-puji ku keluargana Mega tapi nalika ngelehkeun Mega dina survey keluarga Mega ngambek, pertanyaanana naha ari NKRI teh nu saha ???
Anu Soekarno, oh pedah eta Soekarno jadi proklamator, ari proklamator teh lain Soekarno wungkul tapi Bung Hatta oge aya, jeung keluarga Bung Hatta mah teu jiga Mega. Apan dina proklamasi kemerdekaan mah Soekarno sareung Bung Hatta ngawakilan bangsa Indonesia, hartina NKRI teh anu bogana teh seluruh bangsa Indonesia lain anu Mega !!!
Ieu dibuktikeun dina hiji acara nalika Taufiq kiemas ngomong ka anak Nyai Puan pokna teh Puan sing ingeut yen NKRI teh apan anu bogana teh Aki (Soekarno).
Jeung lamun bener NKRI warisan ti Soekarno naha ari keluarga anu sejen teu dibere kasempetan pikeun ilu biung dina kapartaean jiga Guruh, rahma jeung nu sejenna ???
Sadarlah wahai saudara-saudaraku sebangsa setanah air !!!
Ayeuna anu ngajajah bangsa urang teh geuning lain bangsa deungeun tapi dulur sorangan anu ngajual ngaran kolotna, nya ???
Sadarlah wahai para tokoh bangsa, kita sekarang sudah ada diujung tanduk alias sudah mendekati kehancuran jika kita tidak mencegah maka sia-sialah kita berjuang beratus-ratus tahun lamanya untuk mewujudkan NKRI ini !!!
Jika kekacauan ini terjadi maka kita sudah tidak akan susah mencari dalangnya, mereka itu adalah :

- kelompok Libralis
- kelompok Komunis
- kelompok Atheis
Kenapa Islam tidak disebut, karena dunia luar sudah tahu secara historis terwujudnya NKRI adalah hasil jerih payah para ulama dan Ummat Islam, sebagai bukti Belanda sangat sulit untuk menundukkan Islam di Sumatera sampai mereka memasukkan Snouck Horjhe ke dalam Islam supaya kelemahan Islam dapat diketahui dan pada akhirnya berhasil pula, Pangeran Diponogoro Ulama Jawa Tengah ditipu Belanda dengan siasat akan diadakannya perundingan dan kenyataan ditipu dan akhirnya Beliau wafat, Kesultanan-kesultanan banyak yang diadu domba dari mulai Indonesia bagian, tengah dan Timur, KH Zaenal Musthafa pesantren Sukamanah di Tasikmalaya dibunuh Jepang karena berontak Beliau tidak mau menyembah matahari dan masih banyak lagi para Kyai/ ulama pahlawan yang lainnya !!!
Dan ingat para pejuang (para ulama dan ummat Islam) tidak ada seorangpun yang mengaku-ngaku bahwa NKRI itu adalah milik mereka dan keturunan !!!
Tidak seperti keluarga Mega !!!
Urang luar negeri sudah pada tahu bahwa yang berani melawan para penjajah ini adalah Ummat Islam dan para Ulamanya !!!
Karena ada slogan “ mati syahid atau hidup mulia “ !!!
Ingat istilah di atas tidak dikenal di dalam agama atau kepercayaan lain selain Ajaran Islam !!!
Kemerdekaan ini dicapai melalui peperangan bukan hadiah dari penjajah !!!
Yang berani berperang pada waktu itu adalah hanyalah orang-orang yang faham artinya perang !!!
Siapakah mereka ???
Para ulama dan ummat Islam !!!
Karena orang-orang nasionalis yang berduit kebanyakan sekolah ke luar negeri maka mustahil bila mereka berani turun bertempur karena mereka orang-orang pinter, sebelum bertindak itu difikir secara matang karena saking lamanya mikir akhirnya lebih memilih mengembangkan ilmu ke luar negeri dari pada mati di negeri sendiri karena hitungannya adalah pertempuran yang tak berimbang kita bamboo runcing penjajah memakai tank-tank dan senjata lengkap !!!
Dan yang menggembar-gemborkan demokrasi itu adalah negara barat sementara di Indonesia itu mayoritas pemerintahan dijalankan oleh para Sultan !!!
Sekarang kita sudah mengikuti cara-cara demokrasi seperti di negara lain ternyata sayang sekali para pimpinan partai dan para pendukungnya masih harus banyak belajar tentang demokrasi !!!
Sing emut Kang, ari dina demokrasi mah pasti aya anu kenging oge aya anu kawon nya ???
Eta mutlak ayana, teu tiasa dihayang-hayang, teu tiasa diembung-embung, kudu siap narima eleh !!!
Teu tiasa upami eleh teh rek bebeja ka anu-ka anu !!!
Lamun datangna ka anu geus pinter berdemokrasi mah seperti orang Amerika !!! Naha atuh bet ngiringan nyalon atuh Nyai atawa Kang ???
Di Amerika mah partaina ngan 2 siki, jadi lamun anu hiji eleh engke teh dina waktu anu meunang ngajalankeun pamarentahanana bisa ngiritik nepi ka bongkar borok-borok nya dian pemilihan dina waktu anu sejen boga senjata mematikan nyaeta data-data anu kapanggih dina nalika lawan politik urang nuju ngajabat, kitu tah ceu oneng !!!
Matak tong demo wae bari mamawa buruh anu antukna kawajiban ngurus anu miskin, elmu anu diteangan modelna ngan ka RRC, Kuba, Eropa Timur embung maca artikel ti barat the komo deui buku-buku Islam jigana mah panas nya !!!
Upami ayeuna tos jelas posisi Oneng the kawon teu kenging nektreg da masih seueur batur anu sami-sami kawon, kandidat no. 1,2, 3 mah parantos lempar handuk bari ngucapkeun selamet tur sadar legowo !!!
Naha ari salira ???
Engke oge lima taun kapayun aya deui !!!
Mun bade manggung deui, tah engke mah nyaankeun !!!

Upami alim kawon atanapi hoyong kenging mah ti kamari keneh perjuangkeun artos anggaran pilkada Jabar anu Rp. 1 Triliunan langkung teh, alokasikan kanggo jalmi-jalmi anu marariskin Insya Allaah Nyai/Akang akan mendapat ganjaran ti Allaah SWT Anu Maha Benghar oge kenging gelar pahlawan ti para dua’fa (kaum lemah harta/elmu) itu namina pejuang !!!
Upami Nyai/Akang wantun dina raraga kabela kaum dua’fa (lemah) karena mencari ridho Allaah SWT berarti Insya Allaah Nyai/Akang ka golong para Mujahid sapertos Imam Bonjol, Hasanudin, Pangeran Diponogoro !!!

Oleh karena itulah marilah kita bersama-sama merenung sejenak dan bertaubat kepada Allaah SWT Yang Maha Pengampun serta berdoa’ semoga kita semua diampuni segala dosa baik yang disengaja ataupun yang tidak baik yang terlihat maupun yang tidak !!! Aamiiin
Hatur nuhun.


Aher-Demiz Unggul Tipis pada Rekapitulasi Penghitungan Suara Kota Bandung

Saturday, April 27, 2013

Sang Panutan Telah Berpulang - Makassar Terkini

JAKARTA – Indonesia kehilangan dai kondang, Ustaz Jefry Al Bukhory, 40, kemarin. Wafatnya dai muda secara mendadak ini menyisakan duka mendalam. Ribuan orang pun larut dalam kesedihan dalam pemakamannya


Sebelum dikebumikan, ribuan jamaah turut menyalati jenazah Uje seusai salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Ketika rombongan memasuki pelataran Istiqlal, ribuan pelayat yang sudah menunggu di dalam masjid, langsung tak kuasa menahan air mata begitu melihat keranda berisikan jenazah ustaz yang dicintainya itu.


Mereka saling berebut bisa menggotong keranda ataupun mendekat ke jasad sang “dai gaul” ini. Prosesi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin Tanah Abang, Jakarta Pusat pun tak kalah tumpah ruah dipenuhi ribuan pelayat. TPU yang berada di samping Jalan Mas Mansyur ini dipenuhi kendaraan bermotor serta mobil. Karena banyaknya masyarakat yang hendak melihat prosesi ini, sejumlah anggota ormas keagamaan membantu menjadi sweeper agar ambulans yang membawa jenazah Ustaz Jefry bisa lewat.


Tak lama kemudian, seorang yang menggunakan kopiah putih datang membawa foto diri Ustaz Jefry berjalan di depan ambulans yang membawa jasad Jefry. Sesekali terdengar suara pria yang meminta masyarakat untuk mundur. Butuh waktu 15 menit untuk membawa jasad Jefry sampai depan liang lahatnya. Siang kemarin, ribuan orang mulai keluarga, saudara, tetangga, pejabat, sahabat, hingga anggota jamaah pengajian sengaja ikut hadir langsung dalam pemakaman demi bisa melihat Uje untuk terakhir kalinya. Jasad Uje dimakamkan satu liang dengan ayahnya, Haji Ismail Modal, yang meninggal pada 1992 lalu.


Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah Uje selesai dimakamkan. Meski demikian, ribuan pelayat masih berada di pemakaman, bahkan masih banyak yang berdatangan. Ustaz Jefry meninggal dunia setelah motor yang dikendarainya menabrak sebuah pohon di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat dini hari kemarin sekitar pukul 01.00 WIB. Korban sempat mendapatkan perawatan selama setengah jam di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.


Namun, nyawa Uje tak terselamatkan karena luka di kepalanya yang cukup parah. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan AKBP Hindarsono mengatakan, Uje diketahui mengendarai sepeda motor Kawasaki ER 6N bernopol B 3590 SGQ. “Saat kecelakaan, helm korban terlepas, sedangkan kondisi sepeda motornya cukup parah,” katanya. Saat helm terlepas, kepalanya diduga terbentur yang mengakibatkan kepalanya terluka parah. Diduga, luka tersebut yang membuat Uje meninggal dunia. Sebelum kecelakaan, Uje melintas dari arah timur menuju barat di Jalan Gedung Hijau Raya.


Sesampainya di depan rumah No 17 PB-38, motor korban menabrak trotoar dan pohon palem di sebelah kiri jalan. Akibatnya, korban terpental beberapa meter dalam posisi telungkup. Korban yang kala itu sendirian mengendarai sepeda motornya, kemudian ditolong oleh pengawalnya di belakang motornya. Uje langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah. Namun karena lukanya yang cukup parah, dia akhirnya menghadap Sang Ilahi. Polisi sempat membawa Ustaz Uje ke RS Fatmawati.


Namun, pihak keluarga akhirnya meminta jenazah untuk tidak divisum dan menganggap apa yang terjadi adalah musibah. Setelah itu, jenazah Uje dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan. Almarhummeninggalkanseorangistri, Pipik Dian Irawati Popon, dan tiga anak yakni Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. Adik kandung almarhum, Deki Fajar Sidiq, menjelaskan bahwa sebelum kecelakaan, Ustaz Uje minum kopi bersama rekanrekannya di kawasan Kemang.


Malam itu kondisi Uje sebenarnya sedang dalam keadaan kurang sehat. Bahkan, dia sempat meminta kakaknya agar tidak ikut dalam kongko tersebut. Namun, permintaannya ditolak. “Beliau mengajak saya. Awalnya saya menolak dan mengingatkan agar istirahat, karena kondisi beliau sedang tak terlalu sehat. Tapi begitulah, kalau beliau punya kemauan susah dilarang. Akhirnya saya ikut juga,” ujarnya. Sambil minum kopi di Kemang, Ustaz Uje membahas rencana kegiatan pada bulan Ramadan mendatang dan syuting di Arab Saudi. “Kita pulang sekitar pukul 24.00 WIB,” katanya.


Saat pulang, Uje kembali mengendarai motornya sendirian. Ketika tiba di lokasi kejadian, di Gedung Hijau Raya Pondok Indah tepat di depan rumah No 17 PB 38, Jakarta Selatan, Uje mengalami kecelakaan, sekitar pukul 01.00. Deki menilai Ustaz Uje adalah sosok yang amat baik dan sayang keluarga. “Dia merupakan panutan. Semoga amal dan ibadahnya diterima Allah serta diberikan tempat di sisi-Nya,” jelas dia. Ruslia, 27, salah seorang pelayat, mengatakan sengaja ikut salat ke Masjid Istiqlal demi bisa melayat mendiang Ustaz Jefry. Menurutnya, Ustaz Jefry telah mengajarkan agama Islam dengan baik dan mudah dipahami.


“Saya kan mualaf, ketika saya mendengar ceramah beliau, saya jadi cepat mengerti. Karena cara mengajarnya yang mudah dicerna. Tentu ini sebuah kehilangan besar bagi saya,” ujar warga Pulogadung, Jakarta Timur tersebut. Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan Ustaz Uje telah berjasa membimbing umat agar tetap beriman dan berada di jalan Allah. “Indonesia telah kehilangan ustaz muda yang menjadi panutan,” kata Suryadharma sambil meneteskan air mata ketika melepas jenazah Uje di Masjid Istiqlal.


Pengakuan senada dikatakan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar. Di sejumlah daerah, salat gaib untuk Ustaz Uje juga dilaksanakan, seperti di Bogor, Batam, dan Bali. KORAN SINDO – helmisyarif/ridwansyah/ ayurachamaningtyas/ ant


Article source: http://regional.kompas.com/read/2012/06/11/17145258/Mahasiswa.Akan.Demo.Kedatangan.Boediono


Sang Panutan Telah Berpulang - Makassar Terkini

Wednesday, January 16, 2013

Banjir Satu Meter, Warga Mengungsi di Makam

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian warga di Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Rabu (15/1/2013), mengungsi di makam pahlawan Wijaya Kusuma. Makam ini berada di permukaan yang tinggi sehingga air luapan Kali Angke tidak masuk ke area pemakaman tersebut.

Makam tersebut merupakan makam salah seorang penguasa pada masa kekuasaan Pangeran Jayakarta. Wijaya Kusuma yang bertugas sebagai penasihat pengeran telah memberikan banyak sumbangsih kepada masyarakat di wilayah sekitar Grogol Petamburan.

Salah seorang pengungsi, Hadidoyo (60) mengatakan sudah mengungsi di makam tersebut selama tiga hari. Kondisi rumahnya yang banjir setinggi satu meter membuatnya terpaksa mengungsi di makam ini. “Tempat yang agak tinggi dan dekat dari rumah cuma di sini. Jadi kita ngungsinya di sini,” kata Hadidoyo.

Hadidoyo dan beberapa pengungsi lain lebih nyaman mengungsi di area pemakaman Wijaya Kusuma. Selain dekat dengan tempat tinggal, area pemakaman juga memiliki atap dan lantai yang bersih, sehingga ia bersama pengungsi lainnya tidak perlu berjejal ditenda, belum lagi jika hujan turun dan tenda pengungsian alami kebocoran.

Alasan lainnya, karena sehari-hari Hadidoyo memang bertugas menjadi penjaga makam pahlawan cagar budaya Wijaya Kusuma. Makam yang sudah berdiri sejak zaman Ali Sadikin ini memberikan banyak manfaat kepada dirinya, keluarga, maupun masyarakat sekitar.

Setiap banjir besar lima tahunan, Hadidoyo selalu mengungsi di makam tersebut. Ia sendiri sudah menjadi penjaga makam generasi ketiga dari Marto, kakeknya yang sudah wafat. “Saya generasi ketiga. Pertama kakek saya, Marto, kemudian ayah saya, Kiran, dan sekarang saya,” ungkapnya.

Sementara Maih (51), Ketua RW 5 Wijaya Kusuma mengatakan, lokasi RW 5 rata-rata memang mengalami banjir. Sebanyak 13 RT di RW 5 tergenang air mulai dari 30 sentimeter sampai 1,5 meter. Tempat pengungsian warga RW 5 dibagi menjadi tiga lokasi, yaitu di pemakaman Wijaya Kusuma, mushala RT 1 Baitul Ihsan, dan Masjid Nurul Islam.

Lokasi banjir RW 05 memiliki 13 RT yang terdiri dari 2.500 jiwa. Struktur tanah yang lebih rendah membuat air dari kali Angke pasti mengarah ke pemukiman warga di Wijaya Kusuma. Selain itu, kondisi pemukiman warga yang mayoritas kumuh membuat resapan air tidak lagi berfungsi.

Bangunan yang padat dan saluran air yang kurang membuat lokasi ini tidak pernah absen dari banjir tahunan. “RW 5 ini bisa dibilang kantung air. Air dari mana-mana bermuaranya di sini,” kata Maih.

Walaupun ada 2.500 jiwa yang rumahnya terendam banjir, hanya sekitar 30 persen warga yang tinggal di pengungsian. Sedangkan 70 persen lainnya masih bertahan di lantai dua rumah masing-masing. Mayoritas warga tidak mau mengungsi karena tidak mau repot tinggal di pengungsian. Mereka merasa mudah melakukan aktivitas di dalam rumah sendiri.

Dalam banjir ini, Maih dan pengungsi lainnya hanya berharap pemerintah memberikan bantuan makanan kepada warga yang membutuhkan. Selain itu, selimut juga sangat diperlukan karena kondisi cuaca yang dingin dan sering turun hujan.






Article source: http://us.dunia.news.viva.co.id/news/read/338054-hidayah--wanita-inggris-masuk-islam-di-gaza


Banjir Satu Meter, Warga Mengungsi di Makam

Friday, January 11, 2013

Surat Cinta untuk Politisi Muslim (2)

Home Gazw Al-Fikr

Surat Cinta untuk Politisi Muslim (2)


 


Sabtu, 12 Januari 2013

oleh: Nuim Hidayat

Misi Dakwah Islam

Kini kita tahu bersama, banyak masyarakat yang antipati terhadap partai politik atau politik. Golongan putih makin lama makin menaik. Mereka muak terhadap tingkah laku banyak para politisi yang tidak peka terhadap kondisi rakyat. Di tengah-tengah rakyat Indonesia yang masih 40 juta miskin, malah menurut Bank Dunia, kalau kategori miskin di bawah 2 dolar US per hari, jumlah penduduk miskin bisa mencapai 100 juta orang, para politisi seenaknya bepergian ke luar negeri menghabiskan uang negara dan seterusnya.

Di sisi lain, banyak aktivis-aktivis Muslim yang tidak lagi istiqamah dalam memperjuangkan dakwah Islam. Dakwah Islam sebagai inti dari dibentuknya sebuah partai atau organisasi Islam, kini hanya tinggal slogan. Para politisi Muslim banyak yang tidak memberikan keteladanan dakwah ketika ia menjabat sebagai politisi atau eksekutif. Gaya hidup dan pergaulan tidak lagi mencerminkan sebagai seorang dai. Padahal dulu mereka diajari “Aku adalah Muslim (dai) sebelum segala sesuatu”.

Konsep-konsep dan praktek-praktek dalam politik tidak mencerminkan semangat dan nilai-nilai mendasar dalam Islam. Sehingga banyak politisi-politisi muda akhirnya kecewa terhadap partai Islam. Ada teman penulis yang kecewa dengan tingkah laku para politisi partai Islam, akhirnya membuat partai sekuler.

Tentu hal itu tidak kita ingini bersama. Kita menginginkan politisi-politisi di Partai Islam, makin Islami dan politisi-politisi Muslim di partai-partai sekuler berani melakukan islamisasi di partainya.

Lihatlah kini media massa dan masyarakat, gegap gempita menyiarkan gebrakan-gebrakan yang dilakukan Jokowi dan Ahok. Turun langsung ke masyarakat, berani memotong anggaran-anggaran yang mubazir, menggaji para pemulung dan lain-lain. Seharusnya politisi-politisi Muslim –terutama yang di partai-partai Islam- malu kalah gebrakannya dengan mereka berdua. Seharusnya politisi-politisi Muslim membuat gebrakan yang lebih hebat dari mereka. Misalnya minta penurunan gaji baik sebagai pejabat eksekutif atau legislatif, karena masih puluhan juta orang miskin di tanah air atau seperti Dahlan Iskan yang berani mengumumkan orang yang mencoba menyuap dan sebagainya.

Bila para politisi Muslim tidak berbuat demikian, kukuh terhadap akidah Islam dan membuat gebrakan-gebrakan yang ‘revolusioner’, maka masyarakat akan antipati terhadap politik Islam. Dan ini bisa disebut kegagalan politik Islam.  Kalau sudah demikian apa makna membentuk partai politik Islam? Apa makna dari pentingnya politisi Muslim memegang jabatan? Ya menjadi tidak bermakna.

Renungkanlah mengapa dulu Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin (dan dilanjutkan sahabat-sahabat terkemuka) berhasil dalam dakwahnya. Dakwah di masa mereka menyebar cepat, tidak sampai 50 tahun Islam menyebar ke seluruh jazirah Arab, Afrika, Asia dan Eropa. Tidak lain karena menyatunya antara konsep dan praktik (akhlak) mereka. Hidup sederhana menjadi ciri para pemimpin Muslim saat itu. Para ulama di saat itu selalu mengingatkan bahaya hidup bermewah-mewah, apalagi bila uang yang dipakai uang rakyat dan seterusnya. Selain itu, juga keteguhan aqidah dan semangat dakwah yang tinggi yang menjadikan Islam adalah agama yang tercepat pertumbuhannya dalam sejarah dunia.

Para pemimpin Islam itu bangga dengan Islamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wassalam dalam surat-suratnya sering menyerukan ‘Aslim taslam’. Masuk Islam lah engkau pasti selamat. Sayyidina Umar ra, begitu teguhnya memegang Islam dan begitu tinggi tasamuhnya (misalnya ketika menaklukkan Yerusalem), sehingga para pendeta pun hormat kepadanya.

Umar ra  selalu menggelorakan dakwah Islam dan menyampaikan kemuliaan Islam, karena rasa kasihannya terhadap nasib non Muslim di akherat nanti.

Pernah suatu waktu, khalifah Umar melewati sebuah tempat ibadah seorang rahib/pendeta, lalu ia berhenti sejenak. Rahib itu kemudian dipanggil dan diberi tahu bahwa khalifah Umar datang. “Ini adalah Amirul Mukminin”. Rahib itu kemudian menghadap Umar ra. Keadaaannya kurus dan lemah karena lelah dan kesulitan hidupnya. Rahib itu dalam hidupnya berusaha meninggalkan dunia. Umar ra kemudian menangis melihat kondisi Rahib itu. Seorang sahabat mengingatkan.”Rahib itu seorang Nasrani.” Umar ra menjawab,”Aku tahu itu. Dan aku teringat firman Allah Subhanahu wata’ala yang berbunyi,”Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas.”  (al Ghasyiyah 3-4). Aku merasa kasihan pada nasib dan kesungguhannya itu, padahal ia akan masuk neraka nantinya.”

Begitulah nurani yang halus dan keteguhan Umar. Ia memberikan keteladanan yang tinggi dalam memimpin, hidup sederhana, selalu berkeliling memantau kondisi rakyat, selalu aktif menggelorakan dakwah dll, karena menginginkan Islam ini dipeluk sebanyak-banyaknya umat manusia. Karena Umar ra faham, Islam ini nilainya lebih dari emas sepenuh langit dan bumi.
Al-Qur’an yang mulia mengingatkan;

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الأرْضِ ذَهَباً وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

“Sungguh orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seorang diantara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri mereka dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.” (QS: Ali Imran [3]: 91).

Jadi bila dakwah menjadi inti utama partai Islam, maka kebanggaan sebenarnya adalah bila berhasil partai Islam itu mengislamkan orang-orang non Muslim atau berhasil dalam program Islamisasinya. Bukan bangga memasukkan orang-orang non Muslim dalam partainya.

Mengapa kita perhatian terhadap partai Islam? Ya karena merekalah ujung tombak dakwah Islam dalam bidang politik. Bila citra mereka anjlok di kalangan masyarakat, berarti bisa dikatakan dakwah Islam gagal dalam bidang politik.

Politik memang tidak segalanya. Tapi politik banyak mempengaruhi kehidupan kita. Undang-undang dilahirkan dalam keputusan politik, kebijakan pembagian keuangan pusat dan daerah diputuskan lewat politik, kebijakan pendidikan siapa yang boleh mengajar, siapa guru yang akan diberi uang negara adalah keputusan politik. Keputusan memberikan modal baik bagi pengusaha besar maupun kecil juga keputusan politik. Pengangkatan hakim agung yang akan memutuskan perkara juga keputusan politik.  Jadi bila umat meninggalkan politik, maka alangkah ruginya umat Islam ini. Bisa dikatakan mereka telah meninggalkan tanggungjawab dan amanat yang besar dalam pengaturan tanah air, yang merupakan bumi Allah ini. Padahal Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan kita sebagai khalifah adalah untuk memakmurkan bumi ini.

Entah bagaimana wajah politik Islam tahun 2014 nanti, ketika presiden berganti. Tapi bila politisi Muslim –terutama yang berada di partai-partai Islam- tidak memperbaiki sikapnya, mungkin partai-partai sekuler akan terus menguasai negeri ini. Dan negeri ini, yang telah diperjuangkan oleh para ulama dan ‘wali’ dalam sejarahnya, sulit menjadi negeri Muslim yang disegani dunia. Apalagi menjadi pemimpin dunia Muslim. Mungkin hanya jadi pemimpi.
Akhirnya marilah kita renungkan, nasihat Sayidina Ali kepada gubernur di Mesir saat itu yang isinya aktual hingga kini:

“Sesungguhnya orang-orang akan melihat segala urusanmu, sebagaimana engkau dahulu melihat urusan para pemimpin sebelummu.  Rakyat akan mengawasimu dengan matanya yang tajam, sebagaimana kamu menyoroti pemerintahan sebelumnya juga dengan pandangan yang tajam.”

Ali melanjutkan: ”Mereka akan bicara tentangmu, sebagaimana kau bicara tentang mereka.  Sesungguhnya rakyat akan berkata yang baik-baik tentang mereka yang berbuat baik pada mereka… Karenanya, harta karun terbesar akan kau peroleh jika kau dapat menghimpun harta karun dari perbuatan-perbuatan baikmu.  Jagalah keinginan-keinginanmu agar selalu di bawah kendali dan jauhkan dirimu dari hal-hal yang terlarang.  Dengan sikap yang waspada itu,   kau akan mampu membuat keputusan di antara sesuatu yang baik atau yang tidak baik untuk rakyatmu.

Kembangkanlah sifat kasih dan cintailah rakyatmu dengan lemah lembut.  Jadikanlah itu sebagai sumber kebijakan dan berkah bagi mereka.  Jangan bersikap kasar dan jangan memiliki sesuatu yang menjadi milik dan hak mereka.

Jangan katakan:”Aku ini telah diangkat menjadi pemimpin, maka aku bisa memerintahkan dan harus ditaati”, karena hal itu akan merusak hatimu sendiri, melemahkan keyakinanmu pada agama dan menciptakan kekacauan dalam negerimu. Bila kau merasa bahagia dengan kekuasaan atau malah merasakan semacam gejala rasa bangga dan ketakaburan, maka pandanglah kekuasaan dan keagungan pemerintahan Allah atas semesta, yang kamu sama sekali tak mampu kuasai. Hal itu akan meredakan ambisimu, mengekang kesewenang-wenangan dan mengembalikan pemikiranmu yang terlalu jauh.

Sesungguhnya tiang agama, kekuatan kaum Muslimin dan senjata untuk menghadapi musuh adalah rakyat jelata.  Karena itu, jagalah hubungan baik dengan mereka dan perhatikan kesejahteraan mereka.” Wallahu aliimun hakim.* Habis

Penulis adalah Dosen STEI Husnayain, Jakarta
 

Baca juga: Surat Cinta untuk Politisi Muslim (1)

Red: Cholis Akbar

Article source: http://news.okezone.com/read/2013/01/12/340/745083/silaturahmi-ke-mui-chairuman-minta-umat-islam-jangan-golput


Surat Cinta untuk Politisi Muslim (2)

Tuesday, April 30, 2013

Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain Wash

Home Opini



Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain Wash





 


 




Selasa, 30 April 2013


Oleh: Abdullah al-Mustofa


AJANG Miss World 2013 yang sudah diagendakan akan diadakan di negara yang penduduknya mayoritas Muslim sekaligus memiliki penduduk Muslim terbesar jumlahnya di dunia (Indonesia)  menimbulkan penolakan keras dari para tokoh dan lembaga Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Penolakan dari para tokoh dan lembaga Islamm itu memang wajar dan tepat, karena event Miss World – meskipun dibungkus dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan ada wacana bikini diganti kebaya -  tetaplah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, serta agama, budaya dan adat istiadat mayoritas bangsa Indonesia


Miss World dan segala ajang sejenis dari tingkat lokal hingga internasional semua mempunyai satu kesamaan, sama-sama menilai kecantikan wajah dan semua segi penampilan fisik wanita.
Kontes-kontes kecantikan seperti Miss World dan Miss Indonesia adalah contoh yang jelas menunjukkan hal tersebut. Kontes-kontes semacam itu meskipun mengklaim tidak sekadar menilai para pesertanya dari segi penampilan fisik saja tapi juga dari segi kepribadian dan kecerdasan, namun tetap mementingkan penampilan fisik.


Mustahil jika kontes-kontes tersebut sama sekali tidak mementingkan penampilan fisik karena terbukti sejak proses perekrutan peserta. Yang layak menjadi peserta adalah wanita-wanita yang berpenampilan fisik yang menarik dan bagus.


Itulah sebagian fenomena di jaman edan ini yang merendahkan wanita. Tapi Barat atau mereka yang silau kepada Barat termasuk sebagian kaum Islam mengangap sebaliknya.


Mereka menganggap fenomena tersebut menghargai dan memuliakan wanita serta menjadikan wanita berharga dan mulia. Padahal sesungguhnya itru adalah racun yang mematikan tapi dianggap madu. Mereka yang tidak mengatakan dan tidak menganggap itu madu dianggap tidak waras. Sedangkan Islam yang sesungguhnya adalah madu dianggap racun. Mereka yang tidak mengatakan dan tidak menganggap itu racun dianggap tidak waras.


Kemuliakaan Wanita antara Islam dan Logika


Ada banyak dalil naqly (dalil al-Qur’an dan al-Hadits) dan ‘aqly (logis) yang menunjukkan Islam sangat memuliakan wanita. Salah satu dalil naqly adalah: Dalam riwayat Aisyah ra bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata;  “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi)


Ketentuan di atas menunjukkan adanya sedikit perbedaan antara pia dan wanita dalam batas aurat dan ketentuan berpakaian. Batas aurat bagi wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Sedangkan ketentuan berpakaian bagi wanita adalah pakaian harus longgar, tidak transparan dan tidak tipis.


Perbedaan ini bukan untuk merendahkan wanita dan memperlakukannya secara tidak adil. Sebaliknya hal itu menunjukkan Islamm menghargai, menghormati dan memuliakan wanita, serta mendudukkan wanita pada posisi yang sangat tinggi dan mulia. Mengapa demikian?


Secara logika, dengan memenuhi ketentuan menutup aurat sesuai syar’i membuat seorang wanita tidak kelihatan bentuk dan kondisi tubuh, serta bentuk dan warna rambutnya. Hal ini mendorong dan menciptakan kondisi di mana wanita tidak termotivasi untuk berusaha mencapai dan mendapatkan penghargaan dari pihak lain, menilai dan menghargai dirinya sendiri dari, serta berlomba-lomba dalam segi pemampilan fisik, tapi dari segi selain itu, yakni kecerdasan, kepribadian, kualitas pribadi, ketakwaan, prestasi dan amal shaleh.


Kondisi ini tidak terbatas berlaku bagi wanita yang bersangkutan saja. Namun juga berlaku bagi wanita lainnya, pria, orang-orang di sekitarnya dan masyarakat dalam lingkup terkecil seperti keluarga dan lingkup yang luas seperti negara.  Semua pihak tersebut akan menilai dan menghargai wanita bukan dari segi penampilan fisik, tapi dari segi lainnya yang antara lain meliputi kecerdasan (IQ, EQ dan SQ) dan prestasi  mereka.


Mass Brainwashing


Sejatinya, dibalik Miss World dan semua ajang sejenis –seperti berbagai hiburan dan tontonan yang diproduksi Barat dan para pembantunya– selalu ada udang di balik batu (hidden agenda) berupa mass brainwashing (cuci otak besar-besaran) yang diagendakan.


Barat selalu menanamkan worldview dan isme-isme yang dianutnya ke dalam otak sebanyak mungkin warga dunia. Worldview Barat adalah sekular-liberal. Isme-isme Barat di antaranya materialisme, liberalisme, pluralisme, humanisme, feminisme dan  pragmatisme.


Untuk mendukung agenda cuci otak besar-besaran tersebut, Barat dibantu oleh para “robot-robot” yang berasal dari warga pribumi termasuk dari kalangan Muslimin.


Di antara para “robot” yang berkartu identitas Muslim itu adalah mmereka yang menyebut diri  mereka sebagai kaum liberal. Mereka tidak cukup masuk kedalam dan menggunakan bidang studi Islam – dengan memakai metodologi keilmuan dari Barat dan Kristen dalam melakukan pembacaan dan penafsiran yang baru dan nyleneh terhadap al-Qur’an dan Hadits -, tapi  mereka juga masuk ke dalam dan menggunakan bidang politik, pendidikan, sosial dan budaya.
Dalam bidang politik, di Indonesia mmereka masuk kedalam partai politik-partai politik, DPR dan atau melobi anggotanya, masuk ke dalam Kementrian Agama dengan dibentuknya Kelompok Kerja Pengarus-utamaan Gender dan Tim Penyusun Counter Legal Draft KHI, dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.


Dalam pendidikan, ereka memasukkan worldview dan isme-isme Barat ke dalam pesantren dan  dalam kurikulum dan buku-buku pegangan mulai pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi Islam maupun umum.


Dalam bidang sosial antara lain  mereka mempromosikan kebebasan wanita dalam menentukan orientasi seksual, untuk menikah atau tidak, menikah dengan sesama jenis kelamin, untuk tidak menyusui anak, dan mentalak suami. Dalam bidang budaya antara lain mereka mempromosikan kebebasan wanita dalam berpakaian dan berekspresi.


Tidak mengherankan, bila cara berpikir, berpendapat, bersikap dan bertindak para ‘robot-robot’ Barat ini selalu mengkampanyekan ‘bebas dari Tuhan’. 
 
Dalam kehidupan nyata, sebagian masyarakat Indonesia telah menjadi korban cuci otak yang berkaitan dengan Miss World dan ajang lain sejenisnya. Tidak sedikit gadis-gadis Indonesia yang bermimpi terpilih sebagai Miss World, Miss Indonesia, Miss Jilbab atau gelar-gelar lain sejenis. Hal itu terbukti ketika event-event seperti itu akan diselanggarakan selalu tidak sepi dari peminat.


Agen Setan


Sungguh aneh, di negeri yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa ini ada warganya yang bisa menjadi korban cuci otak. Sungguh lebih aneh lagi ada pihak-pihak tertentu yang ikut terlibat dalam mensukseskan Miss World, semua event sejenis dan proyek-proyek cuci otak lainnya yang diagendakan Barat di negeri ini.


Tapi lebih aneh lagi karena  mereka  kok mau-maunya menjadi setan. Sebab al-Quran dengan tegas menyebutkan  agen ‘cuci otak’ seperti ini adalah setan.


الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ


“yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, mereka semua adalah setan-setan dari golongan manusia.” (QS. An-Naas [114]:6).* 


Penulis peneliti  Islammic Studies Forum for Indonesia (ISFI) Kuala Lumpur Malaysia, Pengelola fanspage fb SBQ (Sukses Bersama Qur’an)


Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/dicecar-soal-artis-hot-masuk-ppp-lukman-hakim-tolak-berkomentar/34700


Miss World, Kemuliaan Wanita dan Brain Wash

Wednesday, August 21, 2013

Geliat Islam di Polandia

REPUBLIKA.CO.ID,


Muslimin dapat hidup damai dan tak pernah bersengketa dengan masyarakat setempat.


Polandia, negara di Eropa Tengah, ini jarang didengar gaungnya dalam menaungi kehidupan Muslimin. Namun siapa sangka, negara bekas komunis tersebut memiliki sejarah Islam yang panjang, yakni sekitar 600 tahun silam.
 
Islam pertama kali masuk ke Polandia dibawa oleh bangsa Tartar Muslim yang melarikan diri dari negara mereka akibat perang sipil.


Awalnya, mereka bermigrasi ke Lithuania. Namun, kemudian Raja Polandia merekrut mereka menjadi prajurit tangguh kaki tangan raja.
 
Para prajurit Tartar itu pun dengan gagah berani bertempur mengamankan Polandia dari berbagai ancaman luar, seperti gangguan Kerajaan Teknokil pada awal abad ke-15.


Mereka bahkan dikabarkan menjadi prajurit dalam Perang Wina di kubu Kerajaan Kristen Austro-Hongaria dalam melawan pasukan Turki Usmani.
 
Hingga ketika Polandia terlibat Perang Dunia II, pasukan Tartar ini masih menjadi militer tangguh negara. Dengan posisi penting sebagai ujung pedang negara, para prajurit Tartar itu tentu saja mendapat hak spesial.


Mereka setara dengan para bangsawan dan mendapat banyak hak istimewa serta fasilitas utama dari raja. Pasukan Tartar ini pun mendapat sebidang tanah untuk mereka tinggali dan membentuk komunitas.


Itulah komunitas Islam pertama di negara tetangga Jerman tersebut. Mereka pun kemudian menikahi wanita setempat dan mengenalkan Islam kepada keluarganya. Tak hanya itu, mereka juga diizinkan membangun masjid.


Menurut halaman Planeta Islam yang dipublikasikan komunitas Muslim Polandia, saat itu komunitas Muslim telah berjumlah sekitar 200 ribu orang dengan 160 masjid tegak berdiri.
 
Sayang beribu sayang, komunitas awal Islam ini meredup seiring bergantinya zaman. Semakin lama hidup di tengah mayoritas Kristen, mereka kemudian terbawa budaya dan tradisi masyarakat setempat.


Maka, mulai hilanglah nilai-nilai Islam yang ditanamkan generasi awal. Anak cucu pasukan Tartar pun memilih menjadi nasrani.
 
Kondisi Muslimin yang makin meredup itu pun kemudian diselamatkan oleh sekelompok Muslim yang membentuk sebuah organisasi pada 1917. Mereka menamakan diri sebagai “Persatuan Muslim Polandia”.


Namun, kondisi tak mendukung pergerakan mereka. Polandia di bawah rezim komunis mengakibatkan penurunan jumlah Muslimin yang besar. Pasalnya, banyak Muslimin yang dideportasi ke Siberia, tanah mereka pun dirampas, dan masjid-masjid ditutup.
 
Disebutkan oleh Planeta Islam, jumlah Muslimin pasca-insiden tersebut tersisa sekitar 5.000 orang. Puluhan masjid pun tersisa dua saja, yakni di Bohoniki dan Kruszyniany.


Tak hanya minim secara kuantitas, Muslimin kala itu juga minim kualitas. Pemahaman mereka terhadap agama sangat buruk sehingga rawan terjadi konversi iman. Apalagi, tak adanya lembaga yang memberikan mereka pendidikan syariat.
 
Mati surinya Muslimin Polandia ini pun kemudian bangkit ketika banyak imigran Muslim dari bangsa Arab. Semangat Islam kemudian digalakkan kembali. Kelompok yang berada di garda terdepan dakwah Islam saat itu justru para mahasiswa Muslim. 


Pada 1989 mereka membentuk Perkumpulan Mahasiswa Muslim Polandia. Organisasi ini kemudian membenahi pendidikan Islam Muslimin yang dimulai dari anak-anak. “Mereka mendirikan beberapa pendidikan Islam dasar untuk anak-anak Tatar,” dikutip dari Islamweb.
 
Sejak itulah Islam kembali menggeliat di Polandia. Saat ini, jumlah Muslimin lebih dari 30 ribu jiwa dengan komposisi Tartar, sang Muslimin awal hanya 5.000 jiwa. Kemudian, Muslim imigran asing sekitar 25 ribu serta Muslimin setempat atau para mualaf sekitar 500 hingga seribu orang.
 
Dalam kehidupan sehari-hari, Muslimin Polandia masih memiliki banyak hambatan. Dalam pangan misalnya, mereka hanya memiliki satu toko halal yang berlokasi di ibu kota, Warsawa.


Banyaknya jumlah masjid yang ditutup pun membuat mereka kekurangan fasilitas ibadah. Masjid tak pernah cukup menampung jamaah. Tak hanya itu, Muslimin di sana juga berada di bawah garis kemiskinan.
 
Dalam pendidikan Islam pun, Muslimin masih membutuhkan banyak literatur Islam. Bahkan, untuk terjemahan Alquran, terdapat satu karya terjemah dari era Tartar abad ke-19.


Namun, terjemahan itu pun baru rampung sebagian. Bagian yang tersisa justru dirampungkan oleh seorang orientalis non-Muslim bernama Jozef Bielawski serta sebagian lain oleh kelompok Ahmedija.
 
Kendati banyak memiliki kesulitan, Muslimin Polandia hidup bahagia. Mereka dapat hidup damai dan tak pernah bersengketa dengan masyarakat setempat. Dibanding negara Eropa sekitarnya, Muslimin Polandialah yang dapat merasakan hidup tenteram tanpa diskriminasi sodial.
 
Untuk menjaga keharmonisan dengan agama mayoritas, terdapat dewan umum di Polandia yang menanganinya. Dewan Katolik dan Muslim merupakan salah satu lembaga yang memediasi dialog antaragama di negara tersebut.


Anggota dewan itu sekaligus ketua komunitas Muslim di kawasan Bialystok, Halima Szahidewicz, menuturkan, tak pernah ada pertikaian ataupun ketegangan dalam hubungan antaragama. Kondisi damai tersebut pun telah berlaku sejak generasi Muslim pertama Polandia.


“Banyak sekali hal yang berubah dalam 600 tahun terakhir, tapi ada satu hal yang tak berubah, yakni toleransi terhadap kami Muslimin,” ujarnya.



Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Geliat Islam di Polandia

Monday, September 23, 2013

Kemenangan Politik Bukan Target Umat Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, THAILAND — Sebagai sebuah negara plural dengan mayoritas penduduk Muslim, kondisi Indonesia mirip dengan Madinah di jaman Nabi Muhammad AS.


Untuk menyatukan masyarakat, Nabi AS lalu membuat Piagam Madinah sebagai dasar negara. Sedangkan Indonesia mempunyai Pancasila untuk fungsi yang sama.


“Meskipun hukum agama bukan dasar negara, pemerintah memiliki kewajiban moral untuk menjamin kehidupan beragama rakyatnya,” ujar Menteri Agama Suryadarma Ali di Islamic Academy and Arabic Study, Princess of Naradhiwas University, Kok Kian Sub-district, Amphur Muang, Narathiwat Province, Thailand, Senin (23/9).


Islam tidak diragukan lagi mengambil peran dalam politik pada awal pembentukan Indonesia. Namun pembentukan negara sekuler tidak cocok di Indonesia karena beragamnya etnis dan agama yang hidup bersama.


Pemerintah sejak awal telah mengambil jalan tengah dengan menempatkan Pancasila sebagai acuan untuk membangun Indonesia. Pancasila juga menjadi dasar untuk merespon banyaknya mahzab Islam yang ada di Indonesia. 


Menag mengingatkan agar berjuang di jalan agama tidak identik dengan kemenangan politik. Selain itu, menjaga persatuan dan menghindari pertumpahan darah juga harus diprioritaskan.


“Akan menjadi sia-sia, ketika agama dan nilai Islam justru tidak ditemukan dalam jiwa pejuangnya. Artinya, tidak ada rasa keadilan, toleransi dan kasih sayang,” Menag melanjutkan.


Semua umat Muslim yang berjuang demi perbaikan nasib, diimbau untuk tetap berdiri pada kedaulatan negara yang sudah diputuskan sejak awal.


Pengalaman mengajarkan bahwa target utama bukan pada kemenangan politik, melainkan keadilan ekonomi dan sosial. Untuk itu, komunitas muslim harus menemukan nilai umum yang bisa menyatukan masyarakat demi mencapai nilai-nilai bersama.


Kasus di Indoensia untuk taraf tertentu sangat relevan dengan kondisi muslim di Thailand. Pertama, kedua negara memasukkan konsep politik Islam dalam membentuk negara di jaman modern. Lalu, kedua negara juga terdiri dari ragam agama dan budaya yang mencoba untuk hidup harmonis.


Latar belakang historis diharapkan bisa mempengaruhi umat Islam dalam bersikap terkait negaranya. Islam sejak dahulu tidak memisahkan agama dengan politik. 


Lalu, Islam yang solutif harus kembali ditempatkan mengisi ruang pubil. “Pemikiran yang memisahkan Islam dan politik tidak dapat diterima, begitupun sekulerisasi,” ia melanjutkan.


Dekan Academic Pengajian Islam dan Bahasa Arab Princess of Naradhiwas University, Abdulrashid Abdullah Hameeyae mengatakan Islam berkembang di Thailand pada abad ke-15 oleh rakyat Patani. Namun penyebaran ajaran Islam masih sembunyi-sembunyi dan dalam lingkup kecil.


Setelah penguasa saat itu, Raja Patani Sultan Ismail Shah dan keluarganya masuk Islam, barulah Islam dengan terang-terang. Peradaban umat Islam pernah mencapai puncak sebelum Thailand melancarkan serangan terhadap rakyat Patani.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/27288/15/02/2013/di-australia,-geert-wilders-akan-kampanye-anti-islam-.html


Kemenangan Politik Bukan Target Umat Muslim

Sunday, April 14, 2013

Pengusaha Singkirkan Aktifis Idealis dari Panggung Politik

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR- Perpolitikan nasional semakin mengkhawatirkan. Para pemimpin bangsa, dan daerah lahir dari proses politik yang semakin pragmatis dan transaksional yang ditandai dengan fenomena ongkos politik teramat mahal. Akibatnya para aktifis idealis tersingkir dari panggung politik, digantikan orang-orang berduit. Pengusaha makin dominan di partai politik.


Sejumlah senior dari organisasi ekstra universitas yang dikenal dengan sebutan Kelompok Cipayung hadir dan berbicara di forum Konferensi Nasional III Forkoma PMKRI di Denpasar, Bali, yang berakhir Minggu (14/4/2013).


Mereka tampil sebagai pembicara tentang kepemimpinan nasional. Mereka adalah Ketua Harian Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) M Alfan Alfian, Sekjen Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Riad Oscha Chalik, Sekjen Persatuan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)/mantan anggota DPR dari PKB Effendy Choirie, dan Sekjen Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Andaru Sanyoto.


Dari tuan rumah adalah Ketua Forkoma PMKRI Bali Yohanes Usfunan
dan Ketua Forum Komunikasi Alumni PMKRI Hermawi Fransiskus Taslim.


Forum Alumni Kelompok Cipayung di deklarasikan tanggal 25 Januari 2012, bertepatan memperingati 40 tahun dibentuknya Kelompok Cipayung, di Cipayung, Bogor, Jawa Barat, 25 Januari 1972.


Saat itu forum bersama ini dibentuk lima organisasi kemahasiswaan, yakni Mahasiswa Islam (MI), Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).


Para pembicara memetakan kekuatan dan kelemah, teladan atau contoh, dan mengkritisi kepemimpinan nasional sejak Indonesia merdeka, sampai saat ini. Menurut Alfan Alfian, saat pendiri bangsa, Soekarno-Hatta mempimpin negeri ini, Indonesia berada dalam kondisi pasang- surut untuk ukuran demokrasi.


Kebebasan demokrasi mengalami puncaknya saat diterapkan demokrasi liberal yang ditandai pemilu bebas tahun 1955. Era Soekarno berakhir, dan digantikan Soeharto. Pengganti baru ini kemudian dikenal dengan Orde Baru, ditandai dengan yang berkuasa adalah elite militer. Kemudian pada era reofrmasi, tampilnya presiden BJ Habibie, disusul Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.


Kondisi terkini, pemimpin bangsa lahir dari situasi politik yang semakin pragmatis dan traksaksional. “Politik kita hari-hari ini, semakin pragmatisme-transaksional. Saya sekadar menguatkan elite politik dari kalangan pebisnis. Kalaupun ada aktifis, barangkali aktifis yang berbisnis,” ujar Alfan.


Sekjen Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Riad Oscha Chalik, senada memotret peta politik nasional. “Transaksional ini mewarisi Orde Baru terlalu prosedural administratif. Saat ini, situasi terbolak-balik. Pengusaha yang meng-engineer parpol sedemikian rupa, penguasa masuk ke parpol dan akan menjadi penguasa,” katanya.


Jika pada zaman Oder Baru, segala sesuatu dibatasi, karena pemimpin dari militer sangat kuat, sedangkan sekarang sebaliknya. “Seharusnya, pemimpin dengan postur militer yang sangat kuat, tetapi senyatanya lebih lembek dari sipil.”


Menurutnya, sektor politik, semakin ditandai transaksional. Biaya politik terlalu mahal. Prosedural pelaksanaan kongres satu parpol misalnya, untuk 459 cabang di 34 provinsi, peserta harus diongkosi dari daerah masing-masing ke lokasi kongres. Untuk pemilihan presiden satu kali putaran saja, seorang calon harus menyiapkan dana minimal 250 miliar.


“Ini persoalan bangsa. Belum lagi soal diskriminasi. Tujuh kata sudah dicabut dari pembukaan UUD 45, tetapi pemimpin masih tetap harus orang Jawa dan Muslim. Ini diskriminasi. Mestinya siapa pun boleh mencalonkan diri, tidak perlu dilarang, masalah terpilih atau nggak, itu urusan lain,” kata Riad.


Gurubesar Universitas Udayana yang menbajat Ketua Forkoma PMKRI Bali Drs Yohanes Usfunan mengatakan, dia dua kali mencoba maju sebagai calon bupati di NTT namun selalu gagal. “Mungkin karena saya terlalu idealis, tidak mau money politics,” ujarnya.


Ada pun Andaru Sanyoto mengatakan, republik ini lahir hanya dari satu pernyataan Sumpah Pemuda menjadi Sumpah bangsa. Kalau sudah perkataan tidak sama dengan perbuatan, entah masih adakah NKRI ke depan.


“Tuntutan zaman, meminta pemimpin yang mampu mendengar dan memutuskan. “Saya sudah memantau, saya sudah mengunjungi, tapi keberanian memutuskan tidak ada. Pemimpin ke depan, tidak hanya gagah perwira, tetapi harus juga berani memutuskan,” kata Andaru. (tribunnews.com/domu d ambarita)


Article source: http://www.solopos.com/2013/02/08/kover-sesuai-isi-376867


Pengusaha Singkirkan Aktifis Idealis dari Panggung Politik

Saturday, January 26, 2013

Empat Orang Terpelesat Masuk Kolam Limbah

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA – Dua tewas dan dua lainnya dalam kondisi kritis setelah terpeleset masuk bak penampungan limbah pabrik pengolahan kulit Nugraha di Kampung Cibuntu, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Sabtu (26/1/2013) sore. Kedua korban tewas adalah Kusnadi si pemilik pabrik dan Andi, karyawan di pabrik tersebut.

Menurut keterangan warga yang dihimpun Tribun, keempat korban terpeleset masuk kolam penampungan limbah saat membenahi penampunan limbah yang lokasinya di belakang pabrik. Kusnadi dan tiga karyawannya memperbaiki kolam penampungan limbah yang penuh setelah diguyur hujan terus-menerus.

Kusnadi (50), tercatat sebagai warga Kampung Cibuntu. Sedangkan Andi (20), warga Kampung Ciharashas, Kelurahan Sumelap. Andi ditemukan tewas di dalam kolam penampungan limbah. Sedangkan Kusnadi mengembuskan nafas di RS Islam, Jalan Tamansari.

Dua korban lainnya yang kondisinya kritis adalah adalah Eful (20), warga Kampung Cigintung, Kelurahan Sumelap, Tasikmalaya dan Engkos (50), warga Kampung Pasiripis, Kelurahan Kotabaru, Tasikmalaya. Eful dan Engkos juga tercatat sebagai karyawan di pabrik pengolahan kulit Nugraha. Keduanya kini masih dalam perawatan intensif di RS Islam.

Kecelakaan yang menewaskan dua orag itu, menurut sejumlah saksi, diawali dengan terpelesetnya Andi yang tengah membetulkan saluran air di kolam penampungan limbah dengan kedalaman sekitar 2,5 meter itu. Melihat Andi tenggelam dan sambil berteriak meminta tolong, ketiga korban lainnya berupaya memberikan pertolongan.

“Namun karena kondisi tepian kolam tanpa ditembok itu sangat licin, ketiga orang yang akan memberikan pertolongan itu akhirnya bernasib sama dengan Andi,” kata salah seorang warga, Suherman (45).

Suara teriakan korban terdengar warga. Warga pun berlarian menuju lokasi kolam limbah di belakang pabrik. Melihat para korban mulai tenggelam, warga segera memberikan pertolongan, dengan menggunakan tangga kayu.

Eful dan Engkus langsung bisa diangkat karena baru sebagian badannya yang tenggelam. Sedangkan Kusnadi dan Andi sudah tenggelam ketika warga datang. Ketika berhasil diangkat oleh warga, Andi sudah tak bernyawa lagi. Kusnadi yang berhasil diselamatkan, meninggal setelah mendapat perawatan di RS Islam.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian segera memasang police line di sekitar kolam limbah. Di lokasi pabrikm polisi menemukan tujuh kolam penampungan limbah yang semuanya tidak diberi pengaman yang memadai. Padahal tujuh kolam penampungan limbah itu berada di jalan setapak yang biasa dilalui warga. (stf)

Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/kedepankan-muatan-nilai-agama-bukan-penambahan-jam-belajar/29108


Empat Orang Terpelesat Masuk Kolam Limbah

Sunday, June 9, 2013

Nelson Mandela dalam Kondisi Serius Tapi Stabil

Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela masih berada dalam keadaan serius tapi stabil hari Minggu, di rumah sakit di kota Pretoria, di mana ia dirawat karena infeksi paru-paru.


Article source: http://www.solopos.com/2013/06/09/aksi-sweeping-rumah-hiburan-karaoke-dirusak-karyawan-disandera-413976


Nelson Mandela dalam Kondisi Serius Tapi Stabil

Friday, October 25, 2013

Ayah Terbaring Sakit, Ratna Dilla Tunda Tur Show




Jumat, 25 Oktober 2013 19:35:57 WIB


dilami2510


BOGOR (Pos Kota) – Penyanyi pop dan dangdut, Ratna Dilla, terpaksa menunda lawatan tur show dan promo radio ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, karena ayahanda tercintanya Oding Saputra saat ini dirawat di RS Islam Bogor akibat penyakit Tumor Colon.


“Saya harus mementingkan kondisi Papa ketimbang memaksakan diri menjalani tur show dan promo radio. Sebab, orangtua itu buat saya segalanya,” tegas Ratna yang setia menunggu ayah kandungnya itu saat dikunjungi Poskotanews.com.


Menurut dia kondisi kesehatan sang ayah agak drof. Pernah beberapa kali masuk rumah sakit dan dirawat, namun kini kambuh lagi. “Sebagai anak, saya harus memberikan perhatian lebih, agar Papa bisa kembali sehat,” tuturnya lagi.


Sebelumnya, Ratna mengaku baru saja pulang dari keliling tur show dan promo radio di sejumlah kota di Jawa Timur dan Bali. Akibat harus menghadapi orangtua sakit, terpaksa pelantun tembang pop ‘Nyut-Nyut’ ciptaan Dodi ‘Kangen’ Band tersebut, membatalkan janji dengan sejumlah panitia dan radio swasta nasional.


“Saya minta pengunduran waktunya saja. Jadi, bukannya batal untuk tur show atau promo radio. Kalau Papa sudah kembali sehat, Insya Allah saya siap memenuhi jadwal untuk mengunjungi para fans di sana,” pungkas artis kelahiran Bogor yang juga dikenal sebagai produser musik tersebut. (santosa)


Teks :Ratna Dilla saat menunggu ayah kandungnya, Oding Saputra, di RS Bogor



Article source: http://posmetropadang.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1805&Itemid=34


Ayah Terbaring Sakit, Ratna Dilla Tunda Tur Show

Friday, December 9, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank U So Much for Visiting this Blog