Showing posts sorted by relevance for query hakim. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query hakim. Sort by date Show all posts

Thursday, December 13, 2012

Ini Dia 3 Hakim Agung yang Menghukum Julia Perez 3 Bulan Penjara




Julia Perez (dok.pri)
Jakarta – Nasib artis seksi Julia Perez alias Jupe berubah 180 derajat. Hal ini seiring dengan diubahnya hukuman Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) dari hukuman percobaan menjadi 3 bulan penjara.
“Mengabulkan kasasi JPU,” demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Kamis (13/12/2012).
Perkara kasasi bernomor 913 K/PID/2012 diadili 3 hakim agung dari jalur non karier. Mereka adalah Dr Artidjo Alkostar, Prof Gayus Lumbuun dan Dr Salman Luthan. Siapakah ketiga hakim agung tersebut?
1. Dr Artidjo Alkostar
Artidjo dalam perkara ini duduk selaku ketua majelis. Pria kelahiran 22 Mei 1948 ini dulunya dikenal sebagai aktivis jalanan dengan ditandai sebagai wakil direktur LBH Yogyakarta tahun 1978. Artidjo pula yang tampil terdepan membela kematian misterius wartawan Bernas, Udin. Di masa Orde Baru pula, dia bergabung dalam tim pembela insiden Santa Cruz Dili, 1992.
Catatan di atas menjadi modal Artidjo menjadi hakim agung lewat pilihan DPR. Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini kini melenggang menjadi Ketua Muda Bidang Pidana Umum. Dia bersama hakim agung Timur Manurung menduduki jabatan struktural MA dari kalangan hakim non karier.
2. Prof Gayus Lumbuun
Mantan politikus PDIP ini menduduki kursi hakim agung pada 2011 lalu. Sebelum memutus perkara Jupe, Gayus bersama Artidjo dan Salman juga turut mengadili Ryan ‘Jagal dari Jombang’ dengan hukuman mati di tingkat peninjauan kembali (PK).
Jiwa demokrasi yang dia bawa dari parlemen ternyata tetap mewarnai dirinya meski telah masuk lembaga peradilan tertinggi di Indonesia. Terakhir, dia berseteru dengan Sekretaris MA Nurhadi dan juru bicara MA Djoko Sarwoko. Saat itu dia meminta MA transparan namun mendapat tekanan balik dari keduanya.
3. Dr Salman Luthan
Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Salman Luthan menginjakkan kaki di MA setelah dipilih DPR menjadi hakim agung pada 18 Februari 2010. Salman meraih penilaian tertingggi yaitu dengan memperoleh sebanyak 55 suara.
Dirinya ikut mengadili Prita Mulyasari di tingkat kasasi. Saat itu dia berseberangan dengan 2 hakim agung lainnya yang menghukum Prita Mulyasari dengan vonis 6 bulan penjara masa percobaan 1 tahun. Namun suara Salman kalah suara, meski dia bersikukuh Prita tidak bersalah.
“Saya sendiri menganggap perbuatan Prita Mulyasari tidak memenuhi kualifikasi tindak pidana pencemaran nama baik dengan adanya surat elektronik itu,” kata Salman Luthan kala itu.
Di tingkat PK, Prita bebas. Majelis hakim PK sependapat dengan pendirian Salman.
(asp/nwk)

Saturday, December 22, 2012

Ratusan TKI Ikuti Isbat Nikah di Konsulat RI di Tawau

Ratusan WNI yang sebagian besar TKI (Tenaga Kerja Indonesia) menjalani sidang isbat nikah di kantor Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Malaysia. Seperti apa kegiatannya?
————
AGUSSALAM SANIP, Tawau
———–
SEBANYAK 490 pasangan suami istri (pasutri) berkebangsaan WNI yang sebagian besar TKI akhirnya bisa bernapas lega. Setelah keluar dari ruangan sidang isbat, pernikahan mereka akhirnya diakui negara. Para pasutri pun memiliki buku nikah yang disampulknya terdapat gambar garuda.

Isbat nikah masal merupakan program Konsulat RI di Tawau yang didukung Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Direktorat Pelayanan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia  bekerja sama dengan Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Kegiatannya sendiri berlangsung mulai 17 Desember, dan berakhir kemarin (21/12).
 
Konsulat RI bekerja sama dengan sejumlah lembaga tersebut menyelenggarakan isbat nikah (penetapan nikah) untuk 490 pasutri yang berada di wilayah kerjanya. Selama penyelenggaraan istbat nikah, setiap harinya ditargetkan 100-an pasutri hadir untuk diisbatkan. Melalui program ini memberikan legalitas kepada Pasutri yang sebelumnya telah melakukan pernikahan siri secara Islam. Dengan legalitas istbat nikah ini, anak-anak Pasutri tersebut akan mendapatkan Surat Keterangan Kelahiran (Akta Kelahiran) yang memiliki status hukum sebagai anak dari Pasutri yang diisbatkan.

Penyelenggaraan sidang isbat dibuka oleh Kepala Konsulat RI Tawau, Muhammad Soleh pada Selasa lalu (17/12) di kantornya Jalan Sin Onn Batu 2 ½, dihadiri Ketua Pengadilan Agama (PA) Jakarta Pusat Drs. H. Khalilurrahman dan Wakil Ketua Drs. Abdul Hakim, serta hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat Dra. Hj. Rosmida M. Nur, SH. MH dan Dra. Nadhifah SH, MH.
 
Sesuai dan peraturan peraturan undang-undang Republik Indonesia, setiap subjek hukum WNI yang berada di luar negeri, harus beracara atau masuk dalam yurisdiksi hukum “di ibukota negara” dalam hal ini artinya mereka disentralkan  untuk beracara di Pengadilan Negeri Jakarta pusat atau di Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Karena itu, Kementrian Luar Negeri memfasilitasi untuk memproses sebagai upaya perlindungan WNI di luar negeri dalam program Isbat nikah yang juga merupakan program Konsulat RI Tawau.

“Program ini bentuk perlindungan dan keberpihakan kepada WNI yang berada di wilayah kerja Konsulat RI Tawau,” kata Mohammad Soleh.

Untuk memudahkan kegiatan tersebut, Kementerian Luar Negeri yang berkoordinasi dengan Pengadilan  Agama (Jakarta Pusat, telah menugaskan tim yang terdiri dari “majelis hakim” lengkap yang terdiri dari hakim ketua dan dua orang hakim anggota, beserta perangkatnya yang terdiri dari panitera dan operator IT yang mengatur dan menyambut (bukan secara “on line”)  pemberkasan perkara yang langsung didepositokan dalam sistem komputerrisasi yang dimiliki oleh pengadilan agama.

“Semoga melalui kegiatan bisa membantu legalitas hukum pernikahan sesuai peraturan perundang–undangan RI, bagi WNI atau TKI di wilayah kerja Konsulat RI Tawau,” harapnya.

Para pasutri yang mengikuti isbat nikah kata Saleh, rata-rata telah tinggal di Sabah lebih dari lima tahun, dan telah melakukan pernikahan siri dengan pasangannya di perkebunan tempat mereka bekerja. Mayoritas mereka berasal dari daerah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

Keseluruhan 490 Pasutri bekerja di ladang di wilayah kerja Konsulat RI Tawau antara lain Ladang Felda Sahabat, Ladang Bongalio, Ladang Sebrang, Ladang Bagahak, Ladang Felcra, Ladang Imam Sime Darby, Ladang KL Kepong, Ladang Ikut Maju, dan Ladang-ladang persendirian.

Hari pertama saja telah diselesaikan 84 perkara. Hari kedua (Selasa, 18/12) telah diselesaikan 114 perkara, dan hari ke-3, sekitar pukul 16.00 waktu tawau telah diselesaikan 92 pasutri.
 
“Jadi total pasutri yang sudah diisbatkan di hari ketiga ini mencapai 290 pasutri. Sesuai dengan yang terdaftar 490 Pasutri,” sebut Soleh.

Menurut Soleh lagi, mereka yang turut serta istbat atau pasutri tersebut diharuskan membayar biaya perkara sebesar Rp 116 ribu yang penyetoran dilakukan langsung oleh para pasutri dengan difasilitasi transfernya oleh para pemilik ladang ke rekening bank milik Pengadilan Agama, Jakarta Pusat. Transfer biaya istbat itu sendiri akan ditetapkan dalam amar putusan sidang isbat (tertulis dalam petikan keputusan hakim isbat).

Untuk proses biaya perkara ini sudah dilakukan sebelum hari “H” persidangan. Artinya seminggu sebelum dilaksanakan sidang para  pasutri tersebut harus menunjukkan bukti  bahwa biaya istbat sudah ditransfer. Mengingat bahwa pengadilan agama juga memiliki bukti dengan on line system bahwa biaya perkara sudah ditransfer sebagai pendapatan negara bukan pajak, maka sidang dapat dibuka untuk memeriksa dan memberikan keabsahan dalam sidang istbat tersebut.

Kementrian Luar Negeri dalam hal ini Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler cq. Direktorat Perlindungan WNI, mendukung “deployment” para hakim pengadilan agama untuk memproses sidang di kantor KRI Tawau, sebagai bagian dari wilayah yuridiksi hukum Indonesia.
 
Setelah porses penetapan istbat nikah selesai, mereka juga mendapatkan suvenir berupa “photo session” di pelaminan yang difasilitasi oleh pihak  Konsulat RI Tawau, yang tujuan memberikan semangat  dan gambaran bahwa mereka adalah sebagai pengantin baru yang resmi menurut hukum di negara Republik Indonesia.(***)

Article source: http://news.detik.com/read/2012/12/18/165313/2121674/934/kristen-dan-islam-agama-terbesar-di-dunia?881101934


Ratusan TKI Ikuti Isbat Nikah di Konsulat RI di Tawau

Friday, February 2, 2018

Mahkamah sivil boleh dengar permohonan keluar Islam, kata Mahkamah Persekutuan


Mahkamah sivil boleh dengar permohonan keluar Islam, kata Mahkamah Persekutuan







© Provided by MToday News Sdn Bhd
Zainun-Ali-indira

PETALING JAYA: Keputusan Mahkamah Persekutuan pada Isnin yang membatalkan sijil masuk Islam 3 anak bawah umur turut menunjukkan yang kes memohon keluar Islam juga boleh dibicarakan di mahkamah sivil.
Tan Sri Zainun Ali yang menyampaikan penghakiman sebulat suara bersama 5 panel hakim berkata mahkamah sivil tidak boleh mengelak mendengar kes penukaran agama kerana ia adalah hak perlembagaan.
“Kami mengambil pendirian tegas terhadap perkara ini – sebelum mahkamah sivil menolak bidang kuasa berdasarkan pada kekuatan Perkara 121(1A), ia harus terlebih dahulu memeriksa atau meneliti sifat perkara tersebut.
“Jika ia melibatkan isu perlembagaan, ia tidak sepatutnya menolak untuk mendengar hanya berdasarkan bidang kuasa,” kata Zainun dalam penghakiman 101 muka surat.
Keputusan itu juga memberi isyarat bahawa penghakiman sebelum ini seperti dalam kes Lina Joy dan Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (2007) serta Haji Ramli Abdullah dan Siti Hasnah Vangarama Abdullah (2014) mungkin salah kerana menganggap mahkamah sivil tidak mempunyai bidang kuasa.
Lina, seorang Melayu Islam yang ingin memeluk agama Kristian untuk berkahwin dengan teman lelakinya, memohon kepada Mahkamah Tinggi untuk perintah pengisytiharan berdasarkan klausa (1) Perkara 11 Perlembagaan, yang menjamin setiap orang mempunyai hak untuk mengaku dan mengamalkan agamanya.
Beliau juga memohon perintah ketua pengarah Jabatan Pendaftaran Negara memasukkan namanya ke dalam buku pendaftaran kerana telah keluar daripada agama Islam.
Ketua Hakim Tun Ahmad Fairuz Sheikh Abdul Halim, yang mengetuai keputusan majoriti, kemudiannya menolak rayuan Lina dan memutuskan “seseorang yang ingin meninggalkan agamanya harus berbuat demikian mengikut undang-undang atau amalan agama sedia ada,” termasuk dalam meninggalkan agamanya.
Dalam kes Haji Ramli, Ketua Hakim Tun Arifin Zakaria berkata kesahihan penukaran agama Hasnah kepada Islam pada 1989 ketika berusia 7 tahun semasa dia berada di Rumah Anak Yatim Ramakrishna mesti ditentukan oleh mahkamah syariah.
Menurut aduan ibu kepada 3 anak itu, pegawai Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia | PERKI(Perkim) Raimi Abdullah dan Majlis Agama Islam Pulau Pinang secara salah menyebabkan beliau meninggalkan agama Hindu dan memeluk agama Islam.
“Dengan hormatnya, pendekatan ini terlalu mudah. Ia berbaloi mengulangi kesan Perkara 121(1A) bukan untuk menyingkirkan bidang kuasa mahkamah sivil sebaik sahaja perkara dikaitkan dengan agama Islam,” kata Zainun dalam penghakimannya.
Zainun berkata trend kehakiman masa lalu mengambil tempat sejak perkara penukaran agama melibatkan undang-undang dan amalan Islam, dan mengikut mahkamah syariah yang mempunyai bidang kuasa.
Beliau berkata kuasa semakan kehakiman, pentafsiran perlembagaan atau statutori adalah unsur utama kuasa kehakiman mahkamah sivil di bawah Perkara 121(1).
Zainun berkata sebagai sebahagian daripada struktur asas perlembagaan, ia tidak boleh diberikan kepada mahkamah syariah, sama ada dengan pindaan perlembagaan, tindakan {arlimen atau undang-undang negara.
Dalam membenarkan rayuan M Indira Gandhi untuk mengetepikan penukaran agama 3 anaknya oleh bekas suaminya Riduan Abdullah, mahkamah berpendapat suami atau isteri yang memeluk agama Islam tidak boleh menukar agama anak-anak mereka yang masih kecil tanpa persetujuan pasangan yang tidak menukar agama.
Selain Zainun, panel hakim diketuai Presiden Mahkamah Rayuan, Tan Sri Zulkefli Ahmad Makinudin dan turut dianggotai hakim Tan Sri Richard Malanjum, Tan Sri Abu Samah Nordin dan Tan Sri Ramly Ali.


Thanks for watching our article Mahkamah sivil boleh dengar permohonan keluar Islam, kata Mahkamah Persekutuan. Please share it with responsible.
Sincery Berita Masuk Islam
SRC: https://www.msn.com/en-my/news/national/mahkamah-sivil-boleh-dengar-permohonan-keluar-islam-kata-mahkamah-persekutuan/ar-BBIAD2m

powered by Blogger Image Poster

Tuesday, January 7, 2014

AS Hukum Perempuan Amerika "Jihad Jane" 10 Tahun Penjara

VIVAnews – Hakim di pengadilan Kota Philadelphia, Amerika Serikat, menghukum penjara selama sepuluh atas seorang warganya, yang menyebut diri sebagai “Jihad Jane”. Terpidana bernama Colleen LaRose itu pada Senin waktu setempat dinyatakan bersalah terlibat upaya pembunuhan atas seorang artis Swedia yang dianggap telah menghina Islam.

Menurut kantor berita Reuters, dalam vonis itu LaRose kena masa potong tahanan empat tahun, yang telah dia jalani. LaRose bisa saja terancam hukuman penjara seumur hidup atas kasus percobaan pembunuhan, namun bobot hukuman diperingan setelah dia mengaku bersalah mengikuti perintah membunuh dari anggota jaringan teroris al-Qaeda pada 2009.


“Itu adalah hukuman yang adil dan masuk akal,” kata pengacara LaRose, Mark Wilson, setelah vonis hakim. “Dia [terpidana] puas. Sepuluh tahun memang sudah jadi harapan kami,” lanjut Wilson.


Hakim Pengadilan Distri Petrese Tucker menyatakan kejahatan LaRose itu sangat serius. “Pengadilan tidak ragu bahwa, bila mendapat peluang, yang bersangkutan bakal menuntaskan misinya,” kata Tucker. 


Tucker menyatakan hukuman atas LaRose menjadi lebih ringan karena dia telah bekerjasama dengan Biro Penyelidik Federal (FBI) dalam membongkar sejumlah kasus terorisme sejak dia ditangkap pada 2009, maupun atas kasus kejahatan maupun pelecehan seksual yang menimpa dia. 


LaRose, yang menggunakan nama “Jihad Jane” sejak bergabung dalam suatu komunitas daring (online) Muslim, pergi ke Eropa pada 2009 untuk ikut dalam suatu misi menembak mati seorang artis Swedia, Lars Vilks, sebanyak enam kali di dada. Namun LaRose bersitegang dengan orang-orang yang membujuk dia ke Eropa sehingga dia akhirnya menyerah setelah enam pekan di sana. Setiba di Philadelphia, LaRose ditangkap oleh pihak berwenang yang mengetahui rencana itu.


Dalam sidang Senin kemarin, LaRose meminta maaf karena begitu menuruti instruksi dari orang-orang yang menyuruhnya.
 
Salah satu dari mereka, Ali Damache, ditahan di Irlandia dan kini berupaya agar tidak diekstradisi ke AS atas tuduhan terorisme. Satunya lagi, Jamie Paulin Ramirez, telah mengaku bersalah atas tuduhan terorisme dan akan mendengar vonis dari hakim pada Rabu esok. 


Menurut laporan dari harian The Guardian – yang bersumber dari bocoran rahasia Edward Snowden – FBI mulai menguntit LaRose setelah Badan Keamanan Nasional (NSA) menyadap percakapannya lewat telepon. (umi)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/11/09/md7ryn-islam-mendapat-tempat-di-seychelles-1


AS Hukum Perempuan Amerika "Jihad Jane" 10 Tahun Penjara

Tuesday, March 5, 2013

VIDEO: Diego Michiels Kini Lebih Religius

VIDEO: Diego Michiels Kini Lebih Religius

Liputan6.com, Jakarta : Kasus yang menjerat Diego Michiels gara-gara ribut dengan Mef Paripurna di Domain Cafe beberapa waktu lalu, ternyata memberi pelajaran penting untuk Diego. Pesepakbola yang merupakan kekasih artis Nikita Willy itu kini lebih religius.

Pesepakbola berdarah Belanda yang baru menjadi mualaf itu bahkan menyempatkan diri untuk salat di sela-sela persidangan kasusnya. Diego tampak serius mendalami agama Islam yang baru dipeluknya itu.

Diego pun mengaku kapok mendatangi tempat dugem (dunia gemerlap). “No. No more party,” ceplos kekasih Nikita Willy itu usai menjalani sidang di PN Jakarta Pusat (4/3/2013) kemarin. Ia kini fokus menghadapi hari pembacaan putusan oleh hakim. Diego optimisitis dirinya tak bersalah.

Tapi ia juga bersiap dengan kemungkinan terburuk bila hakim menyatakan dirinya harus menjalani hukuman. “Saya nggak merasa bersalah apa-apa. Tapi di Indonesia kita nggak pernah tahu seperti apa nanti. Setiap hari saya di dalam tahanan, jadi kalau hakim katakan enam bulan, ya sudah jalani saja,” ungkap bek timnas Indonesia ini.

Rencananya, nasib Diego akan diputus majelis hakim PN Jakarta Pusat, pada Kamis (7/3/2013) mendatang.(Waswas/FEI/ANS)

Article source: http://entertainment.kompas.com/read/2013/02/23/23313455/Ringgo.Agus.Rahman.Bingung.Ben.Affleck.Tidak.Masuk.Nominasi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


VIDEO: Diego Michiels Kini Lebih Religius

Thursday, May 9, 2013

Menggiurkan, Bisnis Makanan Halal Dunia Beromzet Rp 6,2 Triliun

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang


TRIBUNNEWS.COM - Lukmanul Hakim, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOK) Majelis Ulama Indonesia (MUI), memberikan usulan diselenggarakan wisata Syariah. Pucuk dicinta ulam tiba, ditanggapi Gubernur Jakarta Jokowi dan Kementerian Pariwisata, sehingga Oktober nanti diselenggarakan Wisata Syariah akan dimulai dan akan diresmikan mulainya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


“Sebenarnya ini bukan ide baru. Sebelum Gubernur Jokowi kita pernah sampaikan ke Gubernur sebelumnya tapi kurang respons. Syukurlah kini ditanggapi cepat oleh Jokowi dan seiring pula dengan rencana Kementerian Pariwisata Indonesia,” papar Lukmanul Hakim khusus kepada Tribunnews.com, Kamis (9/5/2013) di Tokyo.


Lukmanul melihat, Jakarta sebagai pintu masuk Indonesia sebagai  negara terbesar dalam Islam. Tetapi selama ini kurang terlihat karakter Islamnya. “Bagaimana kalau jadi market wisata halal, restorar juga harus beridentitas halal, sertifikat halal kalau yang mau halal. Tapi yang tak mau halal harus diinformasikan kepada konsumen.”


Bagi yang tidak mau menjadi restoran yang tidak halal, menurutnya, harus ada keterbukaan konsumen produsen. Ada orang Islam masuk ke sana, ada makanan bukan untuk non-Islam, pemilik toko harus beritahu tamu Islam. Nantinya akan ada regulasi bagi hal tersebut yaitu agar pemilik toko restoran harus menjawanb jelas  kalau ada pertanyaan dari tamunya, harus jelas memberitahu makanan yang ada di dalam restoran, bahwa itu bukan makanan untuk kaum muslimin, tekannya.


“Kampanye halal yang damai supaya diterima baik, dalam implementasi di masyarakat,” jelasnya. Penyelenggaraan wisata syariah tersebut akan dilengkapi dengan hotel yang halal, “Kita siapkan restoran, kitchennya halal, akan ada guidebook Syariah. sampai regulasi. Sedang kita siapkan sekarang, pak Sumunar Jati wakil saya itu ikut menyiapkan semua ini.”


Indonesia tampaknya memang terlambat mengenai Wisata Halal atau Wisata Syariah ini, “Padahal di luar negeri beberapa negara termasuk Jepang sudah membuat wisata Syariah seperti ini,” tekannya lagi.


Dengan label dan sertifikat halal, Lukmanul hakim melihat sebagai satu hal yang sangat positif bagi semua manusia, bukan hanya bagi kaum muslimin saja, karena sudah pasti sehat dan tidak tercemar yang tidak baik.


Bisnis perdagangan makanan halal di dunia saat ini memang sangat besar dengan omzet mencapai sekitar 640 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,2 triliun (kurs Rp 9.700 per dollar AS).


Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/05/09/mmi84p-muslim-bisa-jadi-jembatan-bagi-bali


Menggiurkan, Bisnis Makanan Halal Dunia Beromzet Rp 6,2 Triliun

Monday, April 29, 2013

Empat 'Penguasa Underground' Jakarta Jajal Jadi Wakil Rakyat

JAKARTA, KOMPAS.com – Bursa calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014 bukan saja diramaikan dengan kehadiran para artis atau pesohor negeri. Sejumlah pentolan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Ibu Kota yang memiliki basis massa juga mencoba peruntungan menjadi calon wakil rakyat. Mereka sering disebut sebagai penguasa bawah tanah Jakarta, yang memimpin massa akar rumput dan punya pengaruh cukup kuat di kelompoknya masing-masing.


Pada Pemilu 2014 mendatang, setidaknya ada empat penguasa bawah tanah Ibu Kota yang maju sebagai bakal calon anggota legislatif:

1. Jhony Indo

Inilah “Si Robinhood”. Nama aslinya Johanes Hubertus Eijkenboom, namun lebih populer dengan nama Johny Indo. Jhony pada tahun 1970-an merupakan salah satu pentolan preman Ibu Kota yang yang cukup disegani.


Ia dikenal sebagai perampok toko emas yang hasil rampokannya dibagi-bagikan kepada rakyat miskin. Dari situlah, Jhony kemudian mendapat julukan “Robinhood”. Dalam melancarkan aksinya, Jhony selalu bersama dengan kelompoknya yang bernama Pasukan Cina Kota atau yang disebut “Pachinko”. Mereka menyatroni toko emas pada siang hari.


Namun, setelah sekian kali lolos, akhirnya Jhony tertangkap. Ia kemudian dijatuhi hukuman penjara 14 tahun dan dijebloskan ke Penjara Nusa Kambangan. Meski sudah masuk ke penjara dengan tingkat keamanan tinggi, Jhony sempat kabur dari selnya dan bersembunyi di antara bukit dan parit yang berada di penjara di pulau itu. Namun, keberadaan Jhony tetap bisa diendus aparat.


Kini, Jhony mengaku sudah tobat. Ia kini menjadi pelatih bela diri untuk para sekuriti di Bumi Perkemahan Cibubur. Pada tahun ini, Jhony menyatakan maju sebagai bakal  calon anggota legislatif dari Partai Nasdem untuk DPRD Sukabumi.


2. Tito Refra Kei
Fransiscus Kei atau yang akrab disapa Tito Kei. Ia maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN). Kali ini, ia tidak maju dari kota kelahirannya, Pulau Kei, Maluku Tenggara, tetapi justru dari daerah pemilihan Papua Barat.


Nama Tito sangat melekat dengan kebesaran nama sang kakak, John Kei, yang dibui atas tuduhan sebagai otak pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung pada tahun 2012 lalu. Kedua kakak beradik ini juga sempat berurusan dengan aparat kepolisian lantaran memotong jari dua pemuda pada Agustus 2008.


John dan Tito sempat diseret ke meja hijau akibat kasus itu. Ketika itu, proses peradilan terpaksa dilakukan di Surabaya untuk mencegah amuk massa. Setelah perkara itu muncul, Tito juga sempat terlibat dalam kasus “Ampera Berdarah”. Saat itu, massa kelompok Kei bentrok dengan kelompok asal Flores pimpinan Thalib Makarim di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat sidang kasus bentrok Blowfish digelar. Tito bahkan tertembak di bagian dadanya yang nyaris mengenai jantung. Namun, Tito akhirnya selamat dalam tragedi tahun 2010 tersebut.


Di luar catatan hukumnya itu, Tito merupakan seorang advokat. Ia pun mendirikan firma hukum bernama Tito Refra, Cosmas Refra and Partner.


3. Lutfi Hakim
Lutfi Hakim merupakan Ketua Umum Front Betawi Rempug (FBR) setelah Ketua Umum sebelumnya meninggal dunia pada tahun 2009 lalu. Ia sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal FBR. Lutfi Hakim termasuk salah satu tokoh Betawi yang cukup populer di kalangan masyarakat.


Kini, Lutfi maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Provinsi DKI Jakarta, tanpa atribut partai politik apa pun.


4. Munarman
Munarman adalah mantan aktivis HAM dan mantan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ia menanggalkan aktivitasnya di lembaga bantuan hukum itu, setelah menyatakan bergabung dengan sebuah organisasi massa, Front Pembela Islam (FPI).


Di FPI, Munarman pernah menjadi Panglima Komando Laskar Islam dan kini kerap tampil sebagai juru bicara ormas tersebut. Ia juga menjadi salah seorang penentang keberadaan Ahmadiyah di Indonesia bersama tokoh-tokoh lainnya.


Munarman pernah terlibat dalam insiden Monas, 1 Juni 2008. Saat itu, ia bersama Laskar Islam FPI melakukan penyerangan terhadap massa AKK-BB. Pada tanggal 4 Juni 2008, sekitar 1.500 polisi diturunkan ke Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, setelah tidak ada dari pihak FPI yang menyerahkan diri. Munarman pun menolak menyerahkan diri hingga menjadi buronan.


Setelah bersembunyi beberapa hari, Munarman akhirnya menyerahkan diri pada tanggal 8 Juni 2008. Selepas keluar dari penjara, Munarman masih aktif di FPI. Pada Pemilu 2014, Munarman menjadi bakal caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II.


Berita-berita jelang Pemilu dapat Anda ikuti dalam topik:
Geliat Politik Jelang 2014
Kabar dari KPU
Verifikasi DCS Pemilu 2014


 
















Article source: http://utama.seruu.com/read/2013/04/22/159222/jadi-caleg-angel-lelga-maju-dari-dapil-solo


Empat 'Penguasa Underground' Jakarta Jajal Jadi Wakil Rakyat

Tuesday, December 10, 2013

Perbenturan agama dan pekerjaan

Liston Siregar


Wartawan BBC Indonesia


Celestina Mba akhirnya terpaksa berhenti kerja pada tahun 2010 karena kantornya meminta dia bekerja hari Minggu.


Perempuan berusia 58 tahun itu merupakan penganut Kristen yang taat dan sejak awal tidak bersedia kerja pada hari Minggu atau Sabat, yang berdasarkan hukum keempat dalam 10 perintah Tuhan merupakan hari khusus untuk memuja Tuhan.


Walau dia menegaskan siap bekerja Sabtu malam -asal Minggu bisa libur- kantornya bergeming dan akhirnya Mba berhenti kerja.


Namun perjuangannya diteruskan lewat ruang pengadilan dengan pemikiran bahwa Dewan Kota Merton -tempatnya bekerja- tidak menghormati agamanya.


Gugatan yang akhirnya ditolak sampai di tingkat banding pada Kamis 5 Desember.


Fakta bahwa waktu masa awal bekerja tiga tahun sebelumnya dia tidak perlu masuk hari Minggu namun belakangan diharuskan, sepertinya bukan menjadi alasan kuat -paling tidak menurut pengadilan- untuk menolak kerja.


Alam sekularisme?


Celestina Mba

Celestina Mba berpendapat Dewan Kota Merton tidak menghormati agamanya.


Semakin hari rasanya memang semakin terbuka ‘kontak langsung’ antara agama dan kebutuhan masyarakat modern.


Rumitnya kehidupan modern yang meningkatkan kebutuhan sehari-hari membuat tuntutan untuk produksi maupun pelayanan semakin tinggi pula.


Kalau dulu mungkin hanya beberapa sektor yang perlu beroperasi total 24 jam penuh dan 365 hari dalam setahun -misalnya rumah sakit, kantor berita, dan polisi- kini semakin banyak orang yang bekerja tanpa batasan waktu.


Dan dalam situasi seperti itu, ada kecenderungan untuk memisahkan lebih tegas lagi antara urusan agama dan pekerjaan.


Orang lebih dikejar untuk mengutamakan dunia material dibanding kehidupan spritual dan rasanya semakin banyak orang yang tidak keberatan untuk itu.


Kasus demi kasus


Tapi apakah kasus Mba bisa dikatakan sebagai bukti dari ketidakpedulian Inggris terhadap keyakinan orang demi pelayanan umum?


Mba bekerja untuk membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan permanen dan menurut hakim para anak-anak itu harus mendapat layanan penuh.


Dalam kasusnya, mungkin hakim berpendapat bahwa ada kepentingan umum yang sebaiknya tidak bisa ditawar-tawar lagi.


Tapi dalam kasus lain, polisi yang memeluk Sikh diizinkan untuk tetap mengenakan turban saat bertugas karena dianggap tidak akan menghalanginya dalam melaksanakan pekerjaan.



Sementara permintaan seorang karyawan beragama Islam agar selalu libur pada hari Jumat namun bekerja di hari Minggu ditolak dengan pertimbangan semua orang seharusnya diperlakukan setara sehingga bergiliran bekerja pada akhir pekan.


Akhirnya, saya pikir, tak ada pegangan mutlak ketika terjadi pertemuan antara keyakinan agama dan pekerjaan.


Di dekat rumah saya ada supermarket kecil yang juga menjual alkohol dan seorang pegawai di kasir mengenakan kerudung.


Saya sempat tertanya-tanya, apakah dia tidak terganggu saat menjual alkohol.


Belakangan saya lihat jika ada pembeli yang membawa alkohol ke mejanya maka dia memanggil temannya untuk mengurus penjualan alkohol itu. Urusan beres.


Di zaman modern, semuanya bisa diatur -paling tidak menuru saya. Anda setuju atau tidak?


Article source: http://www.aktualpost.com/2013/11/17/5456/5-gereja-di-dunia-yang-berubah-menjadi-masjid/


Perbenturan agama dan pekerjaan

Tuesday, December 3, 2013

Jonas Bohong Jadi Mualaf, Alasan Asmirandah Batalkan Pernikahan

Jonas Bohong Jadi Mualaf, Alasan Asmirandah Batalkan Pernikahan
Showbiz News Wed, 27 Nov 2013 15:30:00 WIB

Oleh Julian Edward


Banyak hal yang bisa membuat seorang pasangan mengajukan pembatalan pernikahan ke pengadilan agama. Dalam kasus Asmirandah, ia salah sangka dengan sikap yang ditunjukkan Jonas Rivanno (Vanno), pria yang telah menikahinya pada 17 Oktober lalu.


Yang dimaksud salah sangka, Andah, sapaan Asmirandah, menilai Vanno memeluk Islam pada akhir Agustus lalu karena dorongan hati. Ternyata, seperti diberitakan sebelumnya, Vanno mualaf demi menikahi Andah. Setelah itu, Vanno memutuskan untuk kembali agamanya semula.


“Salahsatu alasan karena ada salah sangka terhadap suaminya. Semula pemohon (Andah) meyakini suaminya sudah Islam tetapi ternyata di belakang hari mengaku tidak lagi Islam. Itu yang jadi alasan pemohon,” jelas Humas PA Depok, Suryadi, di kantornya, Rabu (27/11/2013).


Alasan Andah itu dibenarkan dalam Pasal 27 ayat 2 UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. “Di situ disebutkan jika salah sangka dalam suami-istri bisa menjadi alasan pembatalan perkawinan,” terang dia.


“Setiap perkara yang diajukan harus mempunyai alasan dan dalil. Jika tidak ada alasan dalam permohonan itu maka hakim tidak bisa mengabulkan permohonan itu,” jelas Suryadi.


Rencananya, sidang batal nikah Asmirandah akan kembali digelar pada Rabu (4/12) mendatang. Majelis hakim meminta pihak yang berselisih, terutama Andah, untuk hadir pada sidang tersebut. (fei)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/humaira/samara/13/12/01/mx3pcr-bahaya-pernikahan-beda-agama


Jonas Bohong Jadi Mualaf, Alasan Asmirandah Batalkan Pernikahan

Saturday, July 27, 2013

Nikmatnya Tarawih di Masjid Tempe

REPUBLIKA.CO.ID, Daya tarik Sydney Opera House yang megah mendadak sirna, tergantikan oleh kesederhanaan Masjid Tempe yang mengobati kerinduan untuk melaksanakan sholat tarawih di tanah air. Berikut ragam cerita pengalaman mengenai aktivitas yang dilakukan oleh komunitas masyarakat islam Indonesia di Sydney, Australia.


                                                                   *******
“Jamaah yang parkir di pom bensin dan Railway station road, mohon memindahkan mobilnya ke tempat yang agak jauh, kita harus menjaga dengan tetangga-tetangga di sekitar kita. Kalau memang ada tempat kosong yang kita gunakan tapi alangkah baiknya kita agak jalan jauh sedikit demi menjaga agar kita semua dapat menyambut berkah kehadiran bulan Ramadhan ini” demikian pengumuman Ustadz Lukman Hakim, President Center of Islamic Dakwah and Education (CIDE) usai shalat Isya pada malam pertama menyongsong bulan Ramadhan 1434 H.


“Kehati-hatian” yang disampaikan oleh Ustadz Lukman Hakim tersebut, bukan hanya karena umat Muslim minoritas di Australia. Sebagai umat mayoritas pun, Islam selalu mengajarkan untuk menghormati tetangga dan orang-orang di sekitar lingkungan kita.


Umat Islam di Australia memang hanya 2,2 persen, ini jauh berbanding terbalik dengan di tanah air yang mayoritas penduduknya Muslim. Dari data wikipedia, 61 persen penduduk Australia adalah Kristen, termasuk diantaranya 25,3 persen adalah Katolik Roma dan 17,1 persen Protestan. Sementara 22,2 persen adalah pemeluk nonagama termasuk mereka yang atheis, humanis dan agnostik. Jumlah 2,2 persen umat Muslim di Australia berarti hanya kurang dari 500 ribu orang, bila dihitung dari populasi seluruh Australia sebesar 22 juta jiwa yang berarti hanya sepersepuluh dari penduduk Indonesia.


Perbedaannya, bila di tanah air hampir di setiap kelurahan atau daerah memiliki masjid atau mushola, tidak demikian halnya dengan di Australia. Umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah tarawih harus melakukan perjalanan untuk mencari masjid yang dekat di wilayah mereka. Beberapa kota bahkan tidak memiliki masjid sama sekali. Meskipun untuk kota-kota besar di Australia seperti Sydney, Melbourne, Perth, Adeleaide dan Canberra, mereka memiliki masjid.


Sydney tergolong kota yang banyak masjidnya karena selain banyak penduduk Australia yang berasal dari Timur Tengah seperti Libanon, Irak, Afghanistan, maupun komunitas Turki, Indonesia dan negara-negara yang banyak memiliki penduduk Muslim. Khusus di Sydney, jamaah Indonesia memiliki masjid sendiri. Masjid al Hijrah atau biasa juga dikenal dengan Masjid Tempe merupakan salah satu masjid dimana mayoritas pengurusnya adalah umat Islam dari Indonesia. 


Di Sydney, terdapat kurang lebih 20 masjid yang tersebar di beberapa suburbs (kecamatan). Salah satu masjid terbesar dan tertua ada di suburb Auburn, yakni Masjid Auburn Galipoli. Dengan kubah birunya yang berukuran cukup besar maka masjid Auburn ini mirip dengan masjid berukuran menengah di tanah air.


Selain Auburn, suburb lain yang merupakan pusat komunitas Timur tengah adalah Lakemba. Di Lakemba terdapat mushola yang juga menjadi tempat bagi komunitas Timur Tengah untuk melaksanakan ibadah sholat termasuk sholat tarawih pada bulan Ramadhan. Selain masjid, Lakemba juga banyak menawarkan jajanan khas Timur Tengah yang mengggugah selera, seperti Pide,Baklava asal Turki. Ini mengingatkan pada Masjid Ampel di Surabaya yang juga memiliki ragam wisata kuliner beragam mulai dari sambosa, roti mariam atau cane yang khas.


Kedua masjid tersebut merupakan dua masjid yang relatif besar di Sydney, selain kedua masjid tersebut, ada masjid Surry Hills yang lebih kecil namun terletak cukup strategis di tengah kota. Ada juga beberapa hall yang disewa oleh komunitas muslim yang biasanya pada hari jumat disulap menjadi tempat sholat jumat dan pada bulan Ramadhan, apabila banyak jamaah yang ingin tarawih, mereka patungan untuk bersama-sama menyewa hall tersebut untuk dijadikan tempat shalat tarawih.


Sedangkan Masjid Al Hijrah berada di Eastern Suburb, pinggiran kota Sydney yang terletak dekat dengan Airport Sydney. Hanya berjarak kurang 400 meter dari IKEA, brand furniture asal Swedia yang cukup favorit di Sydney.


Suasana masjid Al Hijrah rata-rata selalu penuh tiap malam. Dengan luas sekitar 10 x 25 meter persegi, maka kurang lebih 200-250 jamaah setiap harinya hadir sholat tarawih di masjid tersebut. Masjid yang tegolong kecil tersebut menjadi oase bagi umat Muslim Indonesia di Australia untuk menyambut bulan penuh berkah, bulan dimana terdapat didalamnya malam yang lebih baik dari seribu bulan.


Dari segi waktu, puasa Ramadhan di Sydney cukup pendek bila dibandingkan dengan di Indonesia. Waktu subuh mulai pukul 05.28, sedangkan waktu berbuka adzan maghrib masuk sejak pukul 17.03. Artinya, waktu puasa kurang dari 12 jam. Ini karena Australia sedang dalam musim dingin. Berkebalikan dengan musim di Eropa dan Amerika yang sedang musim panas. Meskipun Sydney tergolong kota yang musim dinginnya tidak terlalu dingin dengan suhu 7-17 derajat celcius, namun khususnya wudhu untuk shalat subuh, hawa dingin yang merasuk tubuh cukup mengemertakkan gigi dan membuat badan menggigil. 


Tausiyah yang disampaikan di Masjid al Hijrah biasanya dalam bahasa Indonesia, namun demikian, dalam beberapa kesempatan juga menghadirkan beberapa ustadz yang memberikan tausiyah dalam bahasa Inggris. Meskipun waktu Isya sudah masuk sejak pukul 18.35, shalat Isya dan tarawih di Masjid Tempe dilaksanakan pada pukul 19.30. Ini untuk mengakomodasi jamaah-jamaah yang tinggalnya jauh


Jadi setelah shalat Isya, akan disampaikan kultum selama kurang lebih 7-15 menit, setelah itu shalat tarawih dan witir, baru kemudian dilanjutkan oleh kajian ramadhan setiap harinya yang disampaikan oleh Ustadz Aep Saepulloh Lc Ma. Ustadz Aep malam itu memberikan khutbah dengan tema ‘Mengenal Surga rupanya mendapat sambutan yang cukup antusias oleh jamaah yang hadir. Meskipun waktu telah menunjukkan pukul  22.00, mayoritas jamaah masih menyimak penjelasan mengenai sungai-sungai di surga.


“Jadi ada empat sungai di dunia yang nanti juga ada di Surga yakni Jeihan, Saihan, Furat (Eufrat), dan Nil. ini merupakan nama-nama sungai di surga. Dalam ayat lain, sungai di surga itu akan mengali sungai madu, sungai susu, dan sunga arak. Namun araknya tidak akan memabukkan. Jadi kalau punya anak perempuan kalau bisa diberi nama empat ini, artinya sungai di Surga. Subhanallah” kata Ustadz Aep.


Selain tarawih, pengurus CIDE juga menyambut Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Diantaranya Kultum short course Ramadhan, Family Talk in English, kajian dhuha, kajian Ashar, I’tikaf 10 malam terakhir, dan shalat Idul Fitri di lapangan masjid Tempe. Mereka yang mengikuti Kultum short course Ramadhan akan diberikan kesempatan untuk ‘manggung’ dan menyampaikan kultum pada saat tarawih.


Kiriman:
Mohammad Ridwansyah Saidi Ungsi, WNI di Sidney, Australia


Article source: http://www.rancahpost.com/2013075813/masuk-islam-bella-saphira-pilih-diam-seribu-bahasa/


Nikmatnya Tarawih di Masjid Tempe

Friday, December 6, 2013

Perbenturan agama dan pekerjaan

Liston Siregar



Wartawan BBC Indonesia


Celestina Mba akhirnya terpaksa berhenti kerja pada tahun 2010 karena kantornya meminta dia bekerja hari Minggu.



Perempuan berusia 58 tahun itu merupakan penganut Kristen yang taat dan sejak awal tidak bersedia kerja pada hari Minggu atau Sabat, yang berdasarkan hukum keempat dalam 10 perintah Tuhan merupakan hari khusus untuk memuja Tuhan.



Walau dia menegaskan siap bekerja Sabtu malam -asal Minggu bisa libur- kantornya bergeming dan akhirnya Mba berhenti kerja.



Namun perjuangannya diteruskan lewat ruang pengadilan dengan pemikiran bahwa Dewan Kota Merton -tempatnya bekerja- tidak menghormati agamanya.



Gugatan yang akhirnya ditolak sampai di tingkat banding pada Kamis 5 Desember.



Fakta bahwa waktu masa awal bekerja tiga tahun sebelumnya dia tidak perlu masuk hari Minggu namun belakangan diharuskan, sepertinya bukan menjadi alasan kuat -paling tidak menurut pengadilan- untuk menolak kerja.



Alam sekularisme?


Celestina Mba

Celestina Mba berpendapat Dewan Kota Merton tidak menghormati agamanya.


Semakin hari rasanya memang semakin terbuka kontak langsung antara agama dan kebutuhan masyarakat modern.



Rumitnya kehidupan modern yang meningkatkan kebutuhan sehari-hari membuat tuntutan untuk produksi maupun pelayanan semakin tinggi pula.



Kalau dulu mungkin hanya beberapa sektor yang perlu beroperasi total 24 jam penuh dan 365 hari dalam setahun -misalnya rumah sakit, kantor berita, dan polisi- kini semakin banyak orang yang bekerja tanpa batasan waktu.



Dan dalam situasi seperti itu, ada kecenderungan untuk memisahkan lebih tegas lagi antara urusan agama dan pekerjaan.



Orang lebih dikejar untuk mengutamakan dunia material dibanding kehidupan spritual dan rasanya semakin banyak orang yang tidak keberatan untuk itu.



Kasus demi kasus


Tapi apakah kasus Mba bisa dikatakan sebagai bukti dari ketidakpedulian Inggris terhadap keyakinan orang demi pelayanan umum?


Mba bekerja untuk membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan permanen dan menurut hakim para anak-anak itu harus mendapat layanan penuh.



Dalam kasusnya, mungkin hakim berpendapat bahwa ada kepentingan umum yang sebaiknya tidak bisa ditawar-tawar lagi.



Tapi dalam kasus lain, polisi yang memeluk Sikh diizinkan untuk tetap mengenakan turban saat bertugas karena dianggap tidak akan menghalanginya dalam melaksanakan pekerjaan.


Sementara permintaan seorang karyawan beragama Islam agar selalu libur pada hari Jumat namun bekerja di hari Minggu ditolak dengan pertimbangan semua orang seharusnya diperlakukan setara sehingga bergiliran bekerja pada akhir pekan.



Akhirnya, saya pikir, tak ada pegangan mutlak ketika terjadi pertemuan antara keyakinan agama dan pekerjaan.



Di dekat rumah saya ada supermarket kecil yang juga menjual alkohol dan seorang pegawai di kasir mengenakan kerudung.



Saya sempat tertanya-tanya, apakah dia tidak terganggu saat menjual alkohol.



Belakangan saya lihat jika ada pembeli yang membawa alkohol ke mejanya maka dia memanggil temannya untuk mengurus penjualan alkohol itu. Urusan beres.



Di zaman modern, semuanya bisa diatur -paling tidak menuru saya. Anda setuju atau tidak?



(bbc/bbc)





Lebih Banyak Lagi dari BBC Indonesia:


BBC





Lapsus


Article source: http://www.solopos.com/2013/10/09/mr-bean-masuk-islam-media-masih-ngotot-rowan-atkinson-mualaf-454827


Perbenturan agama dan pekerjaan

Friday, December 9, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank U So Much for Visiting this Blog

Friday, December 9, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank U Very Much for Visiting this Article

Thursday, December 8, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank Very Much for Visit this News

Thursday, June 27, 2013

Istanbul: Ibu Kota Kekaisaran Utsmani

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Chairul Akhmad


Sultan Mehmet II melangkah masuk ke kota dengan penuh kemenangan pada Selasa sore, 29 Mei 1453 M, melewati Gerbang Adrianopolis yang kini dikenal dengan Eirne Kapi. Bangsa Turki menyebutnya sebagai Fatih, sang Penakluk. Julukan ini yang membuat Mehmet II terkenal di kemudian hari.


Dia baru berusia 21 tahun saat menjadi sultan selama dua tahun terakhir, tapi kini menaklukkan kota yang paling terkenal di seluruh dunia yang dikenal bangsa Turki sebagai Istanbul.


Sebuah plakat di gerbang mencatat perjalanan masuk Fatih yang penuh kemenangan. Saat itu, sang sultan mengenakan serban lancip di kepalanya dan sepatu berwarna biru langit di kakinya, menunggang seekor keledai dan membawa pedang Nabi Muhammad di tangannya. Ia berjalan di depan 70 – 80 ribu ksatria, sambil berseru, “Jangan berhenti para penakluk! Kalian adalah penakluk Konstantinopel!”


Sang Penakluk kemudian berkuda menuju Gereja Aya Sofia. Tiba di sana, ia turun dari tunggangannya lalu berlutut mengucurkan sejumput tanah ke atas serbannya sebagai tanda kerendahan hati. Fatih menatap gereja itu dan memerintahkan agar dialihfungsikan menjadi masjid dengan nama Aya Sofia Camii Kabir, Masjid Agung Aya Sofia.


Sehari setelah penaklukan, tepatnya 30 Mei 1453, dia pun memeriksa isi kota, setelah itu mengumumkan bahwa Istanbul akan dijadikan ibu kota negara. Fatih mendorong orang-orang Yunani yang melarikan diri dari Konstantinopel sebelum penaklukan itu untuk pulang kampung. Dia juga menempatkan para tahanan yang menjadi bagiannya dari rampasan perang di kota. Fatih memberikan tanah dan rumah kepada orang-orang ini dan membebaskan mereka dari pajak untuk waktu tertentu.


Di samping itu, sebagian besar populasi baru dipicu ketetapan kekaisaran yang memanggil orang-orang untuk menetap di ibu kota. John Freely dalam Istanbul: The Imperial City mengatakan, para penduduk baru ini yang terdiri atas kaum Muslim, Kristen, dan Yahudi berasal dari seluruh pelosok kekaisaran. “Banyak di antara mereka yang ikut serta dalam sejumlah ekspedisi yang dilakukan Fatih dalam penaklukan Konstantinopel,” tulisnya.


Kaum Muslim segera membangun masjid atau mengubah gereja-gereja Bizantium menjadi masjid seperti yang dilakukan Fatih atas Aya Sofia. Beberapa masjid pertama yang didirikan setelah penaklukan masih bisa dilihat di daerah pasar di sepanjang Tanduk Emas antara Galata dan Jembatan Ataturk—walau semuanya dibangun kembali atau dipugar pada abad-abad berikutnya.


Pengembangan ibu kota
Penduduk yang bukan beragama Islam dikelompokkan dalam millet atau “bangsa” menurut agamanya. Masing-masing dipimpin kepala agamanya, sehingga millet Yunani dipimpin patriark Ortodoks, bangsa Armenia dipimpin patriark Gregorian, dan Yahudi dipimpin kepala rabi.


Kewenangan yang diberikan Fatih, menurut Freely, tak hanya untuk urusan keagamaan. Tapi, juga pada sebagian besar masalah hukum selain kasus kriminalitas yang harus ditangani hakim-hakim sang sultan. Dan, sistem millet yang dilanjutkan penerus Fatih sampai akhir Kesaisaran Utsmani menjadi sebuah alat dalam kebijakan pemerintah. “Sesuatu yang berjalan dengan baik dalam Negara Utsmani yang berkarakter multietnis,” kata Freely.


Tak lama setelah penaklukan, Fatih membangun sebuah benteng dalam Gerbang Emas bernama Yedikule, Puri Tujuh Menara. Pada akhir 1453 M, ia pun memindahkan istananya dari Edirne ke Istanbul. Saat itu, dia membangun sebuah istana di Bukit Ketiga yang digambarkan sebagai “lokasi terindah di kota”. Istana ini kemudian dikenal sebagai Eski Saray, Istana Tua. Sebab, enam tahun kemudian Fatih memutuskan untuk membangun sebuah istana baru di Bukit Pertama, Topkapi Saray yang terkenal.


Atas desakannya, sejumlah wazir pun mendirikan kompleks masjid kota itu yang tiga di antaranya masih berfungsi. Kota Turki baru, Istanbul, berkembang di sekeliling kompleks-kompleks masjid yang dibangun sang sultan dan para wazirnya—perkembangan yang berlanjut pada zaman penerus Fatih.


Fatih juga mendirikan Kapali Carsi atau Bazar Tertutup, sebuah pasar raksasa di Bukit Ketiga di dekat Beyazit Meydani. Di sekeliling Kapali Carsi terhampar han besar atau caravanserai, di mana para pedagang Utsmani membawa barang dagangan mereka di toko-toko berkubah yang masih memenuhi gang beratap dari labirin yang luas ini. Ini adalah jantung perdagangan Istanbul pada masa pemerintahan Fatih dan masih bertahan hingga kini.


Sensus Pertama di Istanbul
Sensus pertama di ibu kota Istanbul, termasuk Galata, diperintahkan Fatih pada 1477 M. Sensus yang hanya meliputi kediaman sipil dan tak menyertakan kelas militer atau mereka yang hidup di istana kekaisaran, menghitung keluarga dalam kategori agama dan etnis.


Hasilnya, tercatat 9.486 Muslim, 4.127 Yunani, 1.687 Yahudi, 434 Armenia, 267 Genoa, dan 332 keluarga Eropa selain Genoa. Semua anggota kelompok terakhir hidup di Galata. Jumlah populasi Istanbul dari sensus itu diperkirakan mencapai 80 – 100 ribu orang, menggandakan populasi yang menempati kota itu sebelum penaklukan.


Warga yang berada dalam Kota Istanbul di balik tembok tuanya meliputi 88 persen dari populasi ibu kota tersebut. Sisanya, hidup di Galata dan sebagian lagi hidup desa-desa Bosporus atau lingkungan di ibu kota di kedua sisi selat. Tujuh puluh persen yang tinggal di Kota Istanbul yang dilindungi tembok pertahanan adalah Muslim Turki dan sisanya non-Muslim. Sedangkan, di Galata sebaliknya.


Sensus pada 1477 M itu juga mencatat ada 31 keluarga Gipsi di Istanbul. Semuanya tinggal di mahalle yang dikenal sebagai Sulukule, tepat di dalam Tembok Theodosius di Bukit Keenam. Tempat perkemahan mereka tercatat sejak abad ke-14 dan keturunan mereka masih hidup hingga saat ini.


Article source: http://index.okezone.com/read/2012/05/30/373/638184/mico-fasilitasi-keberagaman-agama-di-tanah-air


Istanbul: Ibu Kota Kekaisaran Utsmani

Thursday, December 8, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank So Much for Reading this News

Friday, January 11, 2013

Surat Cinta untuk Politisi Muslim (2)

Home Gazw Al-Fikr

Surat Cinta untuk Politisi Muslim (2)


 


Sabtu, 12 Januari 2013

oleh: Nuim Hidayat

Misi Dakwah Islam

Kini kita tahu bersama, banyak masyarakat yang antipati terhadap partai politik atau politik. Golongan putih makin lama makin menaik. Mereka muak terhadap tingkah laku banyak para politisi yang tidak peka terhadap kondisi rakyat. Di tengah-tengah rakyat Indonesia yang masih 40 juta miskin, malah menurut Bank Dunia, kalau kategori miskin di bawah 2 dolar US per hari, jumlah penduduk miskin bisa mencapai 100 juta orang, para politisi seenaknya bepergian ke luar negeri menghabiskan uang negara dan seterusnya.

Di sisi lain, banyak aktivis-aktivis Muslim yang tidak lagi istiqamah dalam memperjuangkan dakwah Islam. Dakwah Islam sebagai inti dari dibentuknya sebuah partai atau organisasi Islam, kini hanya tinggal slogan. Para politisi Muslim banyak yang tidak memberikan keteladanan dakwah ketika ia menjabat sebagai politisi atau eksekutif. Gaya hidup dan pergaulan tidak lagi mencerminkan sebagai seorang dai. Padahal dulu mereka diajari “Aku adalah Muslim (dai) sebelum segala sesuatu”.

Konsep-konsep dan praktek-praktek dalam politik tidak mencerminkan semangat dan nilai-nilai mendasar dalam Islam. Sehingga banyak politisi-politisi muda akhirnya kecewa terhadap partai Islam. Ada teman penulis yang kecewa dengan tingkah laku para politisi partai Islam, akhirnya membuat partai sekuler.

Tentu hal itu tidak kita ingini bersama. Kita menginginkan politisi-politisi di Partai Islam, makin Islami dan politisi-politisi Muslim di partai-partai sekuler berani melakukan islamisasi di partainya.

Lihatlah kini media massa dan masyarakat, gegap gempita menyiarkan gebrakan-gebrakan yang dilakukan Jokowi dan Ahok. Turun langsung ke masyarakat, berani memotong anggaran-anggaran yang mubazir, menggaji para pemulung dan lain-lain. Seharusnya politisi-politisi Muslim –terutama yang di partai-partai Islam- malu kalah gebrakannya dengan mereka berdua. Seharusnya politisi-politisi Muslim membuat gebrakan yang lebih hebat dari mereka. Misalnya minta penurunan gaji baik sebagai pejabat eksekutif atau legislatif, karena masih puluhan juta orang miskin di tanah air atau seperti Dahlan Iskan yang berani mengumumkan orang yang mencoba menyuap dan sebagainya.

Bila para politisi Muslim tidak berbuat demikian, kukuh terhadap akidah Islam dan membuat gebrakan-gebrakan yang ‘revolusioner’, maka masyarakat akan antipati terhadap politik Islam. Dan ini bisa disebut kegagalan politik Islam.  Kalau sudah demikian apa makna membentuk partai politik Islam? Apa makna dari pentingnya politisi Muslim memegang jabatan? Ya menjadi tidak bermakna.

Renungkanlah mengapa dulu Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin (dan dilanjutkan sahabat-sahabat terkemuka) berhasil dalam dakwahnya. Dakwah di masa mereka menyebar cepat, tidak sampai 50 tahun Islam menyebar ke seluruh jazirah Arab, Afrika, Asia dan Eropa. Tidak lain karena menyatunya antara konsep dan praktik (akhlak) mereka. Hidup sederhana menjadi ciri para pemimpin Muslim saat itu. Para ulama di saat itu selalu mengingatkan bahaya hidup bermewah-mewah, apalagi bila uang yang dipakai uang rakyat dan seterusnya. Selain itu, juga keteguhan aqidah dan semangat dakwah yang tinggi yang menjadikan Islam adalah agama yang tercepat pertumbuhannya dalam sejarah dunia.

Para pemimpin Islam itu bangga dengan Islamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wassalam dalam surat-suratnya sering menyerukan ‘Aslim taslam’. Masuk Islam lah engkau pasti selamat. Sayyidina Umar ra, begitu teguhnya memegang Islam dan begitu tinggi tasamuhnya (misalnya ketika menaklukkan Yerusalem), sehingga para pendeta pun hormat kepadanya.

Umar ra  selalu menggelorakan dakwah Islam dan menyampaikan kemuliaan Islam, karena rasa kasihannya terhadap nasib non Muslim di akherat nanti.

Pernah suatu waktu, khalifah Umar melewati sebuah tempat ibadah seorang rahib/pendeta, lalu ia berhenti sejenak. Rahib itu kemudian dipanggil dan diberi tahu bahwa khalifah Umar datang. “Ini adalah Amirul Mukminin”. Rahib itu kemudian menghadap Umar ra. Keadaaannya kurus dan lemah karena lelah dan kesulitan hidupnya. Rahib itu dalam hidupnya berusaha meninggalkan dunia. Umar ra kemudian menangis melihat kondisi Rahib itu. Seorang sahabat mengingatkan.”Rahib itu seorang Nasrani.” Umar ra menjawab,”Aku tahu itu. Dan aku teringat firman Allah Subhanahu wata’ala yang berbunyi,”Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas.”  (al Ghasyiyah 3-4). Aku merasa kasihan pada nasib dan kesungguhannya itu, padahal ia akan masuk neraka nantinya.”

Begitulah nurani yang halus dan keteguhan Umar. Ia memberikan keteladanan yang tinggi dalam memimpin, hidup sederhana, selalu berkeliling memantau kondisi rakyat, selalu aktif menggelorakan dakwah dll, karena menginginkan Islam ini dipeluk sebanyak-banyaknya umat manusia. Karena Umar ra faham, Islam ini nilainya lebih dari emas sepenuh langit dan bumi.
Al-Qur’an yang mulia mengingatkan;

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الأرْضِ ذَهَباً وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُوْلَـئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

“Sungguh orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seorang diantara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri mereka dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.” (QS: Ali Imran [3]: 91).

Jadi bila dakwah menjadi inti utama partai Islam, maka kebanggaan sebenarnya adalah bila berhasil partai Islam itu mengislamkan orang-orang non Muslim atau berhasil dalam program Islamisasinya. Bukan bangga memasukkan orang-orang non Muslim dalam partainya.

Mengapa kita perhatian terhadap partai Islam? Ya karena merekalah ujung tombak dakwah Islam dalam bidang politik. Bila citra mereka anjlok di kalangan masyarakat, berarti bisa dikatakan dakwah Islam gagal dalam bidang politik.

Politik memang tidak segalanya. Tapi politik banyak mempengaruhi kehidupan kita. Undang-undang dilahirkan dalam keputusan politik, kebijakan pembagian keuangan pusat dan daerah diputuskan lewat politik, kebijakan pendidikan siapa yang boleh mengajar, siapa guru yang akan diberi uang negara adalah keputusan politik. Keputusan memberikan modal baik bagi pengusaha besar maupun kecil juga keputusan politik. Pengangkatan hakim agung yang akan memutuskan perkara juga keputusan politik.  Jadi bila umat meninggalkan politik, maka alangkah ruginya umat Islam ini. Bisa dikatakan mereka telah meninggalkan tanggungjawab dan amanat yang besar dalam pengaturan tanah air, yang merupakan bumi Allah ini. Padahal Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan kita sebagai khalifah adalah untuk memakmurkan bumi ini.

Entah bagaimana wajah politik Islam tahun 2014 nanti, ketika presiden berganti. Tapi bila politisi Muslim –terutama yang berada di partai-partai Islam- tidak memperbaiki sikapnya, mungkin partai-partai sekuler akan terus menguasai negeri ini. Dan negeri ini, yang telah diperjuangkan oleh para ulama dan ‘wali’ dalam sejarahnya, sulit menjadi negeri Muslim yang disegani dunia. Apalagi menjadi pemimpin dunia Muslim. Mungkin hanya jadi pemimpi.
Akhirnya marilah kita renungkan, nasihat Sayidina Ali kepada gubernur di Mesir saat itu yang isinya aktual hingga kini:

“Sesungguhnya orang-orang akan melihat segala urusanmu, sebagaimana engkau dahulu melihat urusan para pemimpin sebelummu.  Rakyat akan mengawasimu dengan matanya yang tajam, sebagaimana kamu menyoroti pemerintahan sebelumnya juga dengan pandangan yang tajam.”

Ali melanjutkan: ”Mereka akan bicara tentangmu, sebagaimana kau bicara tentang mereka.  Sesungguhnya rakyat akan berkata yang baik-baik tentang mereka yang berbuat baik pada mereka… Karenanya, harta karun terbesar akan kau peroleh jika kau dapat menghimpun harta karun dari perbuatan-perbuatan baikmu.  Jagalah keinginan-keinginanmu agar selalu di bawah kendali dan jauhkan dirimu dari hal-hal yang terlarang.  Dengan sikap yang waspada itu,   kau akan mampu membuat keputusan di antara sesuatu yang baik atau yang tidak baik untuk rakyatmu.

Kembangkanlah sifat kasih dan cintailah rakyatmu dengan lemah lembut.  Jadikanlah itu sebagai sumber kebijakan dan berkah bagi mereka.  Jangan bersikap kasar dan jangan memiliki sesuatu yang menjadi milik dan hak mereka.

Jangan katakan:”Aku ini telah diangkat menjadi pemimpin, maka aku bisa memerintahkan dan harus ditaati”, karena hal itu akan merusak hatimu sendiri, melemahkan keyakinanmu pada agama dan menciptakan kekacauan dalam negerimu. Bila kau merasa bahagia dengan kekuasaan atau malah merasakan semacam gejala rasa bangga dan ketakaburan, maka pandanglah kekuasaan dan keagungan pemerintahan Allah atas semesta, yang kamu sama sekali tak mampu kuasai. Hal itu akan meredakan ambisimu, mengekang kesewenang-wenangan dan mengembalikan pemikiranmu yang terlalu jauh.

Sesungguhnya tiang agama, kekuatan kaum Muslimin dan senjata untuk menghadapi musuh adalah rakyat jelata.  Karena itu, jagalah hubungan baik dengan mereka dan perhatikan kesejahteraan mereka.” Wallahu aliimun hakim.* Habis

Penulis adalah Dosen STEI Husnayain, Jakarta
 

Baca juga: Surat Cinta untuk Politisi Muslim (1)

Red: Cholis Akbar

Article source: http://news.okezone.com/read/2013/01/12/340/745083/silaturahmi-ke-mui-chairuman-minta-umat-islam-jangan-golput


Surat Cinta untuk Politisi Muslim (2)