Showing posts sorted by relevance for query diundang. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query diundang. Sort by date Show all posts

Monday, August 19, 2013

Disebut Komunis, TKI Hong Kong Buka Suara soal Kasus Solmed

Senin, 19 Agustus 2013 13:52 wib

Edi Hidayat – Okezone

Ustadz Solmed (Foto: Edi Hidayat)

Ustadz Solmed (Foto: Edi Hidayat)

JAKARTA – Kasus pembatalan tausiah secara sepihak yang dilakukan Ustadz Solmed semakin memanas. Yang terkini, muncul sebuah surat terbuka yang ditujukan untuk Solmed.


Surat tersebut ditulis oleh seseorang bernama Rihanu Alifa, yang mengaku sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hong Kong. Dia merasa sakit hati dengan kicauan Solmed di Twitter yang menaruh curiga ada unsur komunis dalam kisruh tersebut.


Berikut isi suratnya:

Kepada Yth :
Ustaz Solmed


Ustaz Solmed yang terhormat, saya adalah salah satu TKI Hong Kong yang terluka dengan pernyataan ustaz di twitter yang mencurigai kami (TKI Hong Kong) sebagai jaringan dari komunis. Saya (masih) memaklumi jika ustaz memasang tarif saat diundang untuk berceramah.


Itu hak ustaz. Pun, saya juga mengerti jika ustaz membela diri ketika ustaz dituding menaikkan tarif saat diminta ceramah di Hong Kong, terlepas dari benar atau tidaknya argumen yang ustad sampaikan. Namun, ketika ustad “berkicau” di twitter dengan menyatakan kecurigaan bahwa TKI Hong Kong merupakan bagian dari jaringan komunis, maka saya sebagai bagian dari TKI Hong Kong merasa terluka, teriris hati saya mendengar hal ini.


Saya suka menulis, saya menyampaikan hal ini melalui tulisan dan mem-broadcastnya di sosmed bukan untuk mencari sensasi, apalagi popularitas. Ini adalah suara hati saya. Sedih tak terkira saya melihat seorang ustad “memerangi” saudara seagamanya dengan bersenjatakan media.


Miris, melihat dan mendengar pemberitaan beberapa media yang menurunkan berita timpang (tidak balance, hanya memaparkan berita dari pihak ustad Solmed, tidak berusaha melakukan cross check dengan pihak EO di Hong Kong).


Secara pribadi, saya tidak ada dendam dengan ustad. Saya pertama kali melihat ustazmelalui tayangan sinetron di televisi (saya lupa judulnya). Tayangan itu saya saksikan melalui internet. Saya bukan pecinta sinetron, hanya saja saya tertarik menyaksikan sinetron tersebut karena ada Maher Zain yang ikut syuting di dalamnya (sewaktu dia berkunjung ke Indonesia).


Sebagai TKI Hong Kong, saya memang mengikuti perkembangan konflik ustad dengan salah satu event organizer (EO) di Hong Kong yang mengundang ustad untuk berceramah. Namun, saya tak ikut ambil pusing.


Saya bukan bagian dari EO tersebut, dan (tadinya) saya pikir, perselisihan ustad dengan EO tersebut dapat menemui titik temu (damai). Tetapi, semakin lama, ustad semakin membuat pernyataan yang tidak-tidak, bahkan cenderung memfitnah. Di infotainment, ustad menyebut angka Rp150 juta yang bakalan dikeruk oleh EO di Hong Kong dari penjualan tiket masuk yang dijual kepada para jamaah.


Izinkan saya bertanya, dari mana ustaz dapatkan angka fantastis tersebut?


Hampir tujuh tahun saya di Hong Kong dan selama empat tahun terakhir ini saya berkecimpung dalam organisasi yang kadang menjadi EO suatau acara dengan mengundang bintang tamu artis dari Indonesia.


Sedikit banyak, saya tahu seluk-beluk penyelenggaraan acara di Hong Kong. Untuk gedung di Sheung Wan yang rencananya akan dipakai untuk acara yang sedianya akan ustad hadiri tersebut, setidaknya sudah tiga kali saya memasukinya.


Gedung tersebut merupakan ruangan berbentuk L yang kapasitasnya (menurut pengamatan orang awam seperti saya), hanya muat untuk 500 orang (itu juga kalau dijejal-jejal).


Jika tiket masuk dijual seharga 50 (Hong Kong dolar), dan pengajian diadakan dua sesi, maka hasil dari penjualan tiket adalah : 50 x 1000 orang = 50.000 (Hong Kong dolar).


Kurs saat ini : HK$ 1 = Rp. 1300 (kurang lebih, karena kurs naik turun). Jadi, jika ustazmenyebut angka 150 juta rupiah, maka saya katakan hal tersebut adalah AJAIB (kalau tak mau dikatakan OMONG KOSONG).


Lagipula, angka HK$50. 000 itu dengan asumsi bahwa tiket terjual habis (sold out)*. Pada kenyataanya, tidak semua tiket bisa terjual habis.


Dan uang sejumlah itu bisa dikatakan sangat pas-pasan untuk membiayai sebuah acara di Hong Kong. Ini berdasarkan pengalaman saya selama bergelut dalam organisasi Forum Lingkar Pena Hong Kong.


Perlu ustaz ketahui, pengajian di Hong Kong dengan menjual tiket (entah itu HK$20, 50, atau 100) itu sudah lazim di kalangan tenaga kerja Indonesia di Hong Kong ini.


Di Hong Kong ini, memakai mesjid atau gedung TIDAK BISA GRATIS. Minimal perlu HK$ 4.000 untuk sewa satu gedung (ini harga sewa gedung di pelosok, kalau di pusat kota minimal bisa dua kali lipatnya).


Belum lagi sewa sound systemnya (tidak mungkin ‘kan ustad teriak-teriak atau lari sana-sini agar suara ustad dapat didengar oleh jamaah yang hadir).


Harga sewa sound system bisa berkisar HK$ 5.000 ke atas. Belum lagi ditambah biaya pembelian tiket pesawat untuk ustad dan manajer ustad, biaya hotel, konsumsi,transportasi, dll. Jika pun acara dilaksanakan di tempat terbuka, seperti lapangan Victoria Park, itu juga harus ada izin dari pengelolanya.


Setidaknya, penyelenggara acara harus membayar uang asuransi pada pengelola taman jika ingin menggunakan area tersebut. Hal ini saya ketahui saat mencari info tentang penggunaan lapangan rumput dan tenda putih atas Victoria Park.


Dan lebih fantastis lagi, sound system kalau untuk outdoor seperti di lapangan Victoria Park, harga sewanya bisa mencapai belasan juta rupiah. Jadi, jika ustad mengatakan bahwa dakwah ustad dijadikan lahan bisnis oleh EO di Hong Kong, saya sangat meragukan hal ini.


Karena, yang saya tahu, jika pun acara pengajian itu memperoleh keuntungan dari penjulan tiket serta dana dari kotak amal (yang diedarkan saat pengajian berlangsung), maka dana tersebut tidak akan masuk ke kantong panitia penyelenggara, melainkan disumbangkan ke Indonesia, entah itu untuk pembangunan masjid, pesantren, dll.


Mengenai hal ini, mungkin ustaz bisa bertanya pada EO yang mengundang ustaz, berapa pondok pesantren yang sudah mereka biayai dari uang sisa yang didapat dari acara pengajian yang mereka adakan.


Ustad akan lebih tercengang lagi, jika melihat fakta bahwa begitu banyak mujahidah di Hong Kong ini yang rela berpanas-hujan menjual majalah, meminjamkan buku melalui perpustakaan lesehan, menjual buku, dll demi mendapat keuntungan 1 atau 2 dolar yang mereka kumpulkan untuk kemudian disumbangkan ke Indonesia.


Bayangkan, mereka rela berlelah-lelah di hari yang seharusnya menjadi hari libur mereka. Saya sendiri pun pernah mengalaminya, menggeret-geret koper besar berisi buku-buku untuk dipinjamkan.


Uang penyewaan buku hanya numpang lewat di tangan saya,untuk kemudian disumbangkan ke Indonesia. Jika ustad mengatakan bahwa seluruh biaya yang saya sebutkan itu (tiket pesawat, hotel, dll) sudah ditanggung oleh sponsor, maka silakan disebutkan siapa saja sponsor acara tersebut, berapa banyak uang yang mereka berikan sehingga bisa mengcover seluruh biaya tersebut?


Setahu saya, untuk satu event semisal pengajian, 3 atau 4 sponsor saja itu belum tentu ada, karena kini semakin banyak organisasi TKI di Hong Kong, banyak acara yang bisa mereka pilih untuk didukung.


Satu sponsor saja, biasanya member support materi yang tidak begitu banyak, sekitar HK$500 – HK$ 2.000, sangat jauh untuk bisa menutup biaya-biaya yang harus dikeluarkan.


Saya berbicara berdasarkan fakta. Menurut pengalaman saya dalam mencari dana dari sponsor, kadang dana dari sponsor tidak diberikan dalam bentuk tunai, tapi berupa barang yang harus dijual, jadi tidak berbentuk cash money.


Well, dua pertanyaan itu (dari mana angka 150 juta itu ustad dapat dan sponsor mana yang mau mendanai penuh acara yang akan ustad hadiri), akan membuktikan kebenaran dari ucapan ustad.


Mari bicara fakta, atau diam jika hanya menimbulkan fitnah, menyakiti kami (TKI Hong Kong) yang ustad sebut sebagai “saudara”. Sekali lagi, saya sangat maklum jika benar ustad memasang tariff dan meminta fasilitas ini-itu pada panitia. Saya juga tidak menyalahkan jika ustad (mungkin) berbohong di media untuk menjaga reputasi ustad. Itu manusiawi.


Silakan saja, dosa ditanggung ustad sendiri. Namun, jika konfliknya melebar sampai ustad koar-koar di twitter dengan menyatakan kecurigaan bahwa TKI Hong Kong adalah jaringan dari komunis, itu sudah keterlaluan.


Curiga boleh saja, tapi tak harus berkicau di sosmed tanpa fakta, tanpa tabayyun, karena itu semua akan menjadi fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan.


Untuk media-media di Indonesia Di Indonesia, mungkin nama ustad Solmed sangat layak jual. Sehingga otomatis, berita yang menyangkut dirinya akan menarik bagi masyarakat.


Namun, setahu saya setiap berita yang diturunkan haruslah berimbang, tidak boleh hanya dari satu sisi saja. Meskipun narasumber berita jauh, wartawan harus tetap mengusahakan untuk mewawancarainya meski hanya melalui saluran telefon.


Jika si narasumber tidak dapat dihubungi, maka hal tersebut juga harus disampaikan kepada masyarakat, bahwa si wartawan sudah berusaha menghubungi, namun hingga saat berita diturunkan, narasumber belum memberikan jawaban.


Silakan menghubungi dan mewawancarai langsung EO yang mengundang ustad Solmed ke Hong Kong, agar berita yang disampaikan pada masyarakat tidak berat sebelah, dan tidak lebay (saya pernah melihat tayangan infotainment yang menampilan media yang memuat berita dengan judul “Astaga, tarif ustad Solmed 150 juta”.


Menurut saya judul tersebut sangatlah lebay karena angka 150 juta tersebut bukan tarif yang dipatok sang ustad, melainkan angka perkiraan sang ustad dari penghitungan penjulan tiket yang dijual oleh panitia). Memang, judul bombastis bisa menaikkan berita, tapi akan merugikan media sendiri jika judul tak sesuai dengan isi.


Akibatnya, bukan tidak mungkin media yang seperti itu akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat yang berimbas pada kematian media itu sendiri.


TKI di Hong Kong mudah dijumpai di jejaring social Facebook. Itulah mengapa, ketika ustad Solmed koar-koar di Twitter, yang ikut me-retweet dari kalangan TKI Hong Kong hanya mempunyai beberapa follower, karena memang TKI Hong Kong hanya sedikit saja yang ber-twitter ria. Kami lebih nyaman di Facebook karena bisa membaca info-info menarik dari catatan fans fage, sharing foto, dll, sedangkan twitter tidak memungkinkan hal itu, karena membatasi penulisan hanya 140 karakter saja.


Untuk teman-teman TKI/BMI Hong Kong, kita adalah satu tubuh, ketika ada pihak yang menyakiti bagian dari diri kita, tentu kita akan ikut terluka. Demikian pula halnya dengan diri saya. Awalnya saya tak ingin angkat bicara, malas koar-koar di sosmed.


Tetapi, saya melihat beberapa aktivis BMI HK yang biasanya vocal membela BMI, diam melihat hal ini, sama sekali tak berkomentar. Dan yang bukan aktivis, ada saja yang nyinyir dengan mengatakan bahwa pengajian harus gratis lah, salah panitia ngundangnya artis lah, dll. Untuk yang belum pernah berkecimpung di organisasi BMI, tentu pernyataan “gratis” tadi wajar saja, karena ketidaktahuan mereka bahwa tidak ada yang gratis di Hong Kong ini.


Lagipula, tiket dijual kepada mereka yang bersedia membayar, tak ada paksaan. Pun dengan kotak amal, tidak ada paksaan untuk mengisinya. Saya ungkapkan di sini, event pengajian yang diadakan berbagai organisasi BMI di Hong Kong, tidaklah bertujuan untuk mengeruk untung ataupun dijadikan lahan bisnis seperti yang dikatakan ustaz Solmed. Saudara-saudara kita berjuang menegakkan agama islam di negeri non muslim ini.


Jika pun ada yang membisniskan pengajian, itu adalah oknum, jangan pernah melakukan generalisir dengan menyebutkan BMI/TKI Hong Kong, karena akan sangat fatal akibatnya, menjadi fitnah yang menyakiti semua.


Kita bisa saja memaafkan ustad Solmed atas pernyataannya di twitter yang mencurigai TKI Hong Kong sebagai komunis, kita juga bisa memboikot ustad Solmed dengan menganjurkan keluarga kita agar meninggalkan segala tontonan yang menampilkan ustad Solmed. Kita adalah kekuatan yang besar jika bersatu. Kita dikatakan komunis, komunis itu tak bertuhan, rela kita dikatakan demikian?


Untuk teman-teman yang berkecimpung di organisasi, terutama dalam bidang keagamaan, mari jadikan kasus ini sebagai pelajaran. Selama ini, mungkin teman-teman tidak pernah membuat perjanjian (kontrak) tertulis dengan tamu (ustaz/artis) yang akan diundang. 


Belajar dari hal ini, tawarkanlan surat perjanjian pada tamu yang akan diundang. Jika hal itu dianggap merepotkan, maka gunakan fasilitas rekam suara di HP. Kita bisa merekam pembicaraan di HP dengan sang tamu yang akan diundang.


Atau, simpanlah bukti sms/whatsapp untuk setiap deal yang teman-teman lakukan dengan calon tamu. Jadi, jika di kemudian hari terjadi konflik seperti ustad Solmed di atas, teman-teman punya bukti kuat.


Demikian yang ingin saya ungkapkan. Mohon maaf jika ada pembaca yang kurang berkenan dengan tulisan saya ini. Silakan diluruskan jika da kekeliruan dalam tulisan saya ini.
Saya Rihanu Alifa, saya TKI Hong Kong, tidak kenal ustad Solmed, juga tidak kenal dengan organisasi TKI Hong Kong yang berseteru dengannya. Saya tidak memihak siapapun.


Saya menuliskan hal ini karena bagaimanapun juga, saya adalah bagian dari TKI Hong Kong yang akan terluka jika nama TKI Hong Kong dinodai. Yang benar hanya dari Allah. Semoga tulisan saya ini bermanfaat dan ada hikmah yang dapat dipetik di dalamnya, tidak menjadi ghibah, apalagi fitnah.


 
Shatin, 17 Agustus 2013


Salam santun,
Rihanu Alifa.


(nsa)






mobile

Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com

untuk BlackBerry


Article source: http://peraktoday.com/?p=130819


Disebut Komunis, TKI Hong Kong Buka Suara soal Kasus Solmed

Friday, December 9, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank U So Much for Visiting this Blog

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank U Very Much for Visiting this Article

Thursday, December 8, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank Very Much for Visit this News

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank So Much for Reading this News

Saturday, March 16, 2013

Berbagi kenangan bersama Dian Piesesha

Jakarta (ANTARA News) – Tanpa panggung megah, tata lampu gemerlap, dan aksi panggung sensasional, Dian Piesesha hadir dengan suara merdu mendayu khasnya di hadapan keluarga, sahabat, dan penggemar yang menyaksikan konser “Kerinduan” pada Jumat (15/3) malam.

Pukul 20.30 WIB, saat rintik hujan membasahi sebagian wilayah Jakarta, musik intro lagu “Tak Ingin Sendiri” mengantar Dian ke panggung yang ditata sederhana di Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta. 

Ia mengenakan celana panjang hitam dan baju hitam berlengan panjang dengan aksen keemasan rancangan putrinya, Poppy Karim. Rambutnya disanggul rapi.

Penonton yang hampir memenuhi ruangan dengan sekitar 350 kursi itu menyambutnya dengan sorakan, suitan, dan tepuk tangan riuh. Dian lantas membuka konser dengan melantunkan lagu “Kucoba Hidup Sendiri.”

“Bagaimana mungkiiin percaya kepadamu, sedangkan ulang tahunku kau tak ingat lagiii. Bagaimana mungkiiin kau masih menyayangku, sedangkan kehadiranmu bagai aaangin laaluuuu….”

Ia juga melantunkan lagu-lagu yang pada masa lalu populer seperti “Hadirmu”, “Cemara-Cemara Cinta”, “Kerinduan”, “Pengorbanan”, “Tak Ingin Sendiri”, “Cinta”, Permata Hatiku”, dan “Engkau Segalanya Bagiku” dengan iringan musik dari Audiensi Band.

“Saya malam ini ingin mengajak semua nyanyi dan nostalgia. Dan saya senang semua keluarga saya bisa hadir di sini…,” katanya.

Menurut Dian, ini adalah pertunjukan pertama dia yang disaksikan oleh seluruh keluarga, ibunda, adik-adik, anak-anak, dan cucunya. 

“Ibunda saya seharusnya sudah berangkat umroh ke Tanah Suci, tapi karena (penerbangan) pesawatnya ditunda jadi dia bisa berada di sini melihat saya,” kata Dian serta menghampiri, mencium dan mengucap terima kasih kepada ibunda yang selalu mendukung ia menyanyi.

Lantas dengan panduan Dorce Gamalama, sebagian penonton menyenandungkan, “Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku”, lagu Melly Goeslaw yang berjudul “Bunda”.

Di sela-sela konser yang berlangsung sampai sekitar pukul 23.00 WIB itu Dian juga menghampiri dan menyapa para penggemar dan rekan-rekan yang hadir.

“Ada Mbak Dorce, Titi Sumantri, Tuti Wasiah, Yayuk Suseno, pacarnya Jelly Tobing, Ayu Soraya, Cintami Atmanegara, Yetti… Juga ada penggemar dari Masamba, Makassar, serta Malaysia,” kata Dian, yang sejak tahun 1980-an sampai sekarang sudah merilis 22 album.

Kawan yang lain, Dewi Yull, Eddy Silitonga, dan Wahyu OS–salah satu penyanyi JK Records– berbagi panggung dengan Dian. 

Dian berduet dengan Wahyu OS. Ia juga menyanyikan lagu tradisional Sunda, “Es Lilin”, bersama Dewi Yull sebelum Dewi menghangatkan ruang konser dengan dua lagu lamanya, “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” dan “Terus Berlari Mengejar Matahari”.

Sementara Eddy Silitonga membawakan tiga lagu, termasuk “Biarlah Sedih” dan “Mama”, dengan lengkingan suaranya.

Nostalgia
Dian tak hanya membawa orang-orang bernostalgia dengan lagu-lagu lawasnya, dia juga berbagi hadiah dan cerita dengan keluarga, sahabat dan para penggemar.

Penyanyi berbintang Pisces yang lahir pada 9 Maret 1961 dengan nama Dida Diah Daniar itu bercerita tentang masa kecil yang dia habiskan di sebuah desa di Bandung Selatan.

Dia bertutur tentang kesukaannya menyanyi, juga bagaimana dia belajar menyanyi dan menjadikannya sebagai profesi untuk membantu keluarga. 

“Umur 16 tahun saya belajar menyanyi untuk cari uang. Waktu itu saya hanya tahu beberapa lagu. Lalu saya lihat orang China ini, mualaf yang banyak berkecimpung dalam dunia kebudayaan Sunda. Saya dikasih belajar lagu-lagu Mandarin, yang membuat saya banyak diundang untuk manggung,” katanya tentang gurunya, Tan De Seng.

Tan De Seng, salah satu maestro kesenian Sunda, memetik gitar mengiringi Dian kembali ke masa-masa dia belajar menyanyi dengan melantunkan lagu satu lagu berbahasa Mandarin.

Dian juga mengenang masa-masa dia menyanyi untuk TNI. “Tahun 1970-an sampai 1980-an saya adalah penyanyi Kopassus, penyanyi yang diangkut dengan Hercules. Waktu itu kami menyanyi tanpa bayaran,” kenangnya.

Dorce mengingat Dian sebagai penampil sederhana kala itu. “Waktu show di Mabes TNI sepatunya putus, lantas saya iba, sepatu saya saya pinjamkan kepadanya. Itulah pengorbanan saya untuk Dian,” kata penyanyi dan komedian itu berlagak serius, mengundang derai tawa penonton.

Dewi Yull, yang mengaku menyaksikan metamorfosa Dian Pesesha dari masa muda hingga dewasanya, mengatakan “Dia tetap rendah hati dan bersuara indah.”

Sementara Eddy Silitonga, penyanyi bersuara tinggi dan melengking kelahiran Pematang Siantar, mengingat Dian sebagai “penyanyi bersuara merdu tapi galak.”

“Suaranya masih prima, salah satu penyanyi Indonesia yang saya suka dan saya banggakan,” kata penyanyi kelahiran 17 November 1950 itu.

Penggemar Dian juga mengenang suara merdunya. Kerinduan mereka mendengarkan suara Dian yang mendayu terobati malam itu.

Nelly Kardinal (60) dan suaminya Kardinal (71) ada di antara barisan penonton yang menyaksikan penampilan Dian. Kedua pensiunan itu menikmati lagi lagu-lagu Dian yang populer semasa mereka muda.

“Nostalgia masa dulu, biar nggak cepet pikun,” kata Nelly, yang mengaku masih sering membeli kaset-kaset Dian, serta menambahkan,”Sampai kadang sudah beli, beli lagi, sampai numpuk di rumah.”

Aziz, pekerja butik asal Pemalang yang kini berusia 46 tahun, juga gembira bisa menyaksikan langsung penyanyi kesukaannya manggung. “Saya suka hampir semua lagu-lagunya, suaranya merdu dan mendayu,” katanya.

Nova dan Susan yang sudah menyukai suara Dian sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, tahun 1979, hampir selalu mengikuti Dian melantunkan lagu meski kadang mereka sudah tak hafal lagi judulnya.

“Suaranya dari dulu sampai sekarang masih bagus,” kata Susan, yang kini tinggal di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kerinduan dan sambutan para penggemar juga menyuntikan semangat kepada Dian, yang sebelumnya ragu bisa tampil menyanyikan sampai 16 lagu dalam sebuah konser setelah sempat mengalami kelumpuhan tahun lalu.

“Malam ini sangat berarti… Saya yakin semua yang hadir di sini masih sayang dan mencintai saya. Terimakasih atas kehadirannya. Ini semangat untuk saya melanjutkan karya pada usia yang sudah berkepala lima,” demikian Dian Piesesha.

Editor: Aditia Maruli

Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/01/05/mg5byb-ppp-usung-arief-mudatsir-cagub-jateng


Berbagi kenangan bersama Dian Piesesha

Tuesday, June 11, 2013

Lima Tokoh Muslim Paling Berpengaruh untuk Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Peningkatan ekskalasi serangan Islamofobia memicu keprihatinan Muslim Inggris.


LSM Watchdog Faith Matters melaporkan telah menerima 50 panggilan telepon insiden serangan Islamofobia. Situasi ini melupakan sumbangsih umat Islam terhadap dinamisasi masyarakat Inggris.


Mereka manfaatkan posisinya sebagai olahragawan, politikus dan hiburan untuk mempromosikan ajaran Islam yang damai. Mereka juga mengharumkan nama Inggris melalui kemampuan yang dimilikinya.


Seperti dikutip Kettlemag, Selasa (11/6), berikut ini sejumlah tokoh Muslim yang memberikan sumbangsihnya terhadap masyarakat Inggris:


1) Maajid Nawaz


Mantan tahanan politik yang kini menjadi Ketua Quailliam. Ia merupakan pencetus perlawanan terhadap ekstremisme. Beberapa tulisannya tentang ekstremis telah dipublikasikan di beberapa surat kabar terkemuka dunia. Ia juga kerap diundang berbicara di berbagai event internasional.


2) James Caan


Pengusaha yang gemar membantu perbaikan pendidikan kalangan Muslim dan masyarakat Inggris. Ia juga mempromosikan kewirausahaan sebagai jalan keluar dari kesulitan ekonomi.


3) Amir Khan


ia seorang petinju terbaik yang dimiliki Inggris. Selama menjalani karir profesionalnya, ia berhasil mencapai rekor hanya tiga kali kalah dari 31 pertandingan. Tak lupa kacang pada kulitnya, ia pun banyak membantu kalangan Muslim dan mempromosikan ajaran Islam dimana ia bertanding.


4) Shazia Mirza


Komedian tersukses ini mampu memanfaatkan kemampuannya itu untuk mempromosikan ajaran Islam. Terakhir, ia masuk dalam daftar 20 perempuan tersukses di Inggris.


5) Mishal Husain


Ia seorang jurnalis BBC. Saat ini, ia menjadi jurnalis Muslim paling menonjol di Inggris.


6) Baroness Warsi


Terkenal dengan sikap tegasnya pada masalah ekstrimis. Karena sikap tegasnya itu, ia begitu dihormati dan menjadi perempuan Muslim paling berpengaruh di Inggris. Ia juga bekerja keras menjembatani Muslim dan masyarakat Inggris.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28782/30/05/2013/china-batasi-kegiatan-islam-pada-etnis-uighur.html


Lima Tokoh Muslim Paling Berpengaruh untuk Inggris

Monday, July 15, 2013

Ingrid Mattson, wanita mualaf pemimpin ormas Islam di Amerika


ISLAMIC Society of North America (ISNA) tepat sekali memilih Ingrid Mattson sebagai orang nomor satu. Banyak orang sepakat bahwa sosok Ingrid sangat tepat untuk memimpin Komunitas Islam Amerika Utara, yang merupakan salah satu pemimpin agama yang kini cukup berpengaruh di Amerika Serikat.



Siapa yang mengira bahwa mualaf ini akan memimpin sebuah organisasi besar dan berpengaruh di Amerika. Siapa sebenarnya Ingrid dan bagaimana kisah hidupnya sehingga bisa menjadi muslimah kesohor?



Ingrid Mattson dilahirkan Kitchener, Waterloo, Ontario, Kanada pada 1964. Mattson lahir dari keluarga penganut Katolik Roma yang sangat taat. Waktu kecil dia tumbuh sebagai anak yang rajin melakukan misa harian.



“Saya punya kesalehan kanak-kanak yang polos dan sederhana,” ujar Ingrid dalam buku ‘Seeking Truth Finding Islam (Kisah Empat Mualaf yang Menjadi Duta Islam di Barat) halaman 44, Minggu (7/7).



Meski tumbuh dan besar dalam lingkungan Kristen di Kitchener, Ontario, Kanada, di usianya yang ke 16 tahun, Ingrid justru memutuskan berhenti pergi ke gereja. Saat itu Ingrid sempat menjadi atheis alias tidak mempercayai Tuhan. Ingrid memilih fokus untuk menimba ilmu di Universitas Waterloo dan memilih jurusan Seni dan filsafat. Dan dari situ lah dirinya mengenal cahaya Islam.



Di Departemen Seni Rupa Universitas Waterloo, dia berkelana ke berbagai museum sejarah dan seni. Secara kebetulan, di Museum Louvre yang berada di tengah Kota Paris, dia berkenalan dengan beberapa Muslimah dari Senegal.



Mattson terpesona dengan ketulusan dan martabat yang dia lihat dari diri teman-teman Muslimnya itu. Bahkan di saat para muslim tersebut menghadapi prasangka buruk di sekelilingnya. Hal itulah yang kemudian membawanya untuk mempelajari Alquran. “Mereka punya kebijaksanaan yang seimbang,” ujarnya.



Sejak saat itu, Mattson mulai menggali tentang ketuhanan dan kepribadian Muhammad melalui Alquran terjemahan. Yang membuatnya semakin tertarik dengan Islam adalah semua umat Muhammad tidak hanya mengikutinya dalam hal beribadah, tetapi juga di dalam semua aspek kehidupan, mulai dari kebersihan diri sampai pada cara bersikap terhadap anak-anak dan tetangga.



Di tahun 1986, dia lalu memutuskan bersyahadat dan menjadi muslimah. Dia pun menukar pakaiannya dengan busana muslimah lengkap dengan jilbab. Saat itu usianya 23 tahun.



Saat pertama kali salat, Mattson sangat terkejut oleh perasaan kedekatan dengan Tuhan yang telah hilang sejak remaja dari dalam dirinya. “Tuhan tidak lagi ada di gereja, tetapi ada di mana-mana. Dia ada di alam, seni dan wajah-wajah muslimah yang ikhlas,” ujar Mattson.



Pada tahun 1987, Mattson lalu memutuskan pergi ke Pakistan untuk menjadi relawan kemanusiaan. Selama berada di Pakistan, Mattson akhirnya menemukan seorang pemuda yang juga menjadi relawan, Aamer Atek, seorang insinyur asal Mesir. Merasa sehati, keduanya memutuskan menikah.



Mattson mendapatkan gelar Ph.D. di studi Islam dari Universitas Chicago pada tahun 1999. Dia terus menjadi sangat aktif dalam mendidik Muslim Kanada untuk menjadi partisipan aktif dalam masyarakat Kanada pada umumnya.



Pada tahun 2001 Mattson terpilih menjadi Wakil Presiden ISNA. Selama menjadi wakil, Mattson dinyatakan memiliki reputasi dan nilai yang sempurna. Hal itulah yang kemudian pada tahun 2006 menghantarkannya terpilih sebagai presiden wanita pertama dalam organisasi itu.



Nama Ingrid Mattson sempat menjadi topik pembicaraan hangat di berbagai media Barat. Hal ini lantaran namanya masuk dalam daftar salah satu tokoh yang diundang pada inagurasi Barack Obama, setelah kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat itu menang dalam pemilu.



Saat itu, Mattson masih menjabat sebagai presiden Komunitas Islam Amerika Utara (ISNA) merupakan salah satu pemimpin agama yang akan berbicara pada acara doa yang digelar di Cathedral Nasional di Washington DC, sehari setelah pelantikan Obama sebagai presiden AS ke-44.



Undangan yang ditujukan kepada Mattson ini menuai kontroversi publik Amerika. Sebab, yang bersangkutan dicurigai jaksa federal terkait dengan jaringan teroris. Seperti diketahui, pada Juli 2007, jaksa federal di Dallas, mengajukan tuntutan kepada ISNA karena diduga memiliki jaringan dengan Hamas organisasi Islam di Palestina yang dikelompokkan Pemerintah AS sebagai organisasi teroris.



Namun, baik Mattson maupun organisasinya tidak pernah dihukum. Jaksa hanya menyatakan memiliki bukti-bukti dan kesaksian yang dapat menghubungkan kelompok tersebut ke Hamas dan jaringan radikal lainnya. | sumber: merdeka.com


Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=294239:jo-taslim-jadi-mualaf&catid=103:film&Itemid=149


Ingrid Mattson, wanita mualaf pemimpin ormas Islam di Amerika

Tuesday, April 16, 2013

Mualaf, Dubes Norwegia Lebih Cocok Masuk NU?

JAKARTA - Dalam kuliah umum di kantor CDCC, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik menceritakan ke publik bahwa dirinya adalah seorang mualaf dan kini cukup tertarik dengan nilai-nilai dari ajaran Sufi. Selaku teman dekat Traavik, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Samsuddin menilai, nilai-nilai Islam yang menarik bagi Traavik banyak terdapat di Nahdatul Ulama (NU).

“Saya masuk Islam ketika bertugas di Afghanistan dan saya menganut paham Sunni. Saya juga tertarik dengan nilai-nilai Sufi dan Islam merupakan agama yang penuh toleransi. Ini sangat membuat saya menjadi bahagia,” ujar Traavik, dalam kuliah umum di kantor CDCC, Jakarta (17/3/2013).


Traavik juga bercerita, istrinya adalah seorang warga keturunan Afghanistan. Namun istri Traavik adalah seorang Muslim Syiah, dan Traavik tidak mempermasalahkan hal itu.


Dalam pidato pembukaannya di kuliah umum tersebut, Traavik juga memberikan apresiasinya pada Muhammadiyah yang dipimpin oleh Din. Sebagai seorang utusan kenegaraan, Traavik memang akrab dengan Din. Saat itu, Traavik langsung ditanya apakah dirinya akan bergabung dalam Muhammadiyah, dan pria yang hobi dengan olahraga Judo itu tertawa.


Din pun ditanyai mengenai hal itu ketika acara kuliah umum itu selesai. Namun Din mengatakan bahwa nilai-nilai Islam yang menarik bagi Traavik lebih ada di Nahdatul Ulama.


“Dia itu Muslim, pernah bertugas di Afghanistan dan istrinya orang Afghanistan. Tapi secara paham keagamaan dia senang hal-hal yang bersifat Suffi, itu jelas lebih banyak di NU. Tapi mungkin ya dia sudah menyaksikan dialog-dialog kita (Muhammadiyah) dan dia juga dekat dengan saya,” ujar Din.


Din menambahkan kembali, Dubes Traavik akan segera diundang ke Universitas Muhammadiyah Malang pada 15 Mei mendatang. Di Universitas itu, Traavik akan memberikan kuliah umumnya.


Berita Selengkapnya Klik di Sini


(AUL)


Article source: http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=84158


Mualaf, Dubes Norwegia Lebih Cocok Masuk NU?

Saturday, February 16, 2013

Melunasi Utang Sosial

Melunasi Utang Sosial

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Minggu, 17/02/2013 04:38 WIB

PENYELESAIAN suatu tahapan proses berkehidupan — apalagi satu tahapan cukup penting, rupa-rupanya, lebih dari sebatas psikologis (hendak mengatakan pada diri sendiri bahwa satu tahap kehidupan cukup penting sudah didapat/mampu diselesaikan, dan keluarga ikut berbahagia). Entah di dalam perspektif lingkungan sosial pula, penyelesaian suatu tahapan proses kehidupan memiliki nilai — seakan sekaligus menunaikan suatu beban tanggungjawab sosial. Ibaratnya nilai/beban tanggungjawab sosial adalah utang, penyelesaian satu taha­pan proses kehidupan yang penting terasa menjadi/dirasakan sebagai sudah membayarkan utang—utang ke lingkungan (keluarga dan masyarakat yang mengenal diri kita). Sebagai makhluk h sosial dan atau sebagai khalifah di muka bumi, manusia, dalam pemahaman Cucu Magek Dirih, memang memiliki nilai/beban tang­gungj­awab sosial pada keluarga dan masyarakat lingkungannya.

 

Masalahnya, kemudian, setidak­nya sejauh menurut Cucu Magek Dirih, ada sebagian kita yang me­mahami/memiliki perspektif dan kesa­daran tentang nilai/beban tang­gungjawab sosial yang harus ditu­naikan, dan sebagian kita yang lain pula tidak memahami/memiliki per­spek­tif dan kesadaran tentang nilai/beban tanggungjawab sosial tersebut — secara keras dan kasar bahwa orang demikian disebut egois/hanya memikirkan diri sendiri (keberadaan orang lain pun dipandang hanya untuk dirinya) atau sebagai tidak memiliki kepekaan/kepedulian terhadap mas­ya­rakat lingkungannya atau a-sosial. Ter­lebih pada masyarakat yang me­miliki nilai bersama tentang kolegial/kekeluargaan — betapa pun negara mengakui keberadaan hak individu pun! Nilai/penilaian masyarakat lingkungan terhadap diri seseorang atau tingkah lakunya atau perbuatan seseorang menjadi perlu dan penting — tergantung seseorang tadi memiliki perpektif tentang nilai/beban tanggu­ngjawab sosial itu.

 

Secara spesifik, seorang anak tidak dapat mengabaikan keberadaan dan peranan dari kedua orang tuanya, misalnya, dan tidak dapat menga­bai­kan keberadaan/peranan/penilaian masyarakat lingkungannya. Pada masyarakat Minangkabau, selain kesadaran tentang ada/keberadaa dari para pemuka masyarakat/tetua adat yang harus dihormati/kata dan nase­hat­nya harus didengar dan dilak­sana­kan, juga ada nilai/beban tang­gung­jawab sosial terhadap masyarakat lingkungan suku/korong/nagari, misalnya. Bilamana di dalam paruik/suku dan atau korong/nagari ada kegiatan bersama, maka seseorang yang menjadi warga paruik/suku dan atau warga korong/nagari otomatis mempunyai nilai/beban tang­gung­jawab sosial yang harus mereka tunaikan. Katakanlah kenduri perni­kahan dan atau berita kematian — kaba baik baimbauan (memberi tahu/mengundang)/kaba buruak baam­bauan (kalau tahu harus datang tanpa diberitahu/diundang pun!).

 

Sedang dalam kehidupan, ada pekerjaan/tugas dan atau nilai/beban dari pekerjaan/tugas yang sebetulnya lebih pada diri sendiri, tapi, rupanya juga memiliki nilai/beban sosial untuk menunaikannya. Misalnya, mamak (bersama sumandonya) bertang­gung­jawab segala sesuatu di atas rumahnya (mencarikan suami bagi anak/kema­na­kan; rumah gadang katirisan — juga membangun rumah bagi keluarga; dan mayik tabujua di ateh rumah/harus menyelenggarakan proses me­man­dikan dan mengu­burkan mayat), misalnya. Karna seseorang dikenal/cukup dikenal secara luas, maka segala sesuatu pada diri seseorang itu men­jadi milik masyarakat lingkungan — seakan masyarakat lingkungan berhak me­nge­­tahui/menanyakan/mem­per­soal­kan satu hal atau beberapa hal (tugas/pekerjaan/kegiatan) berkaitan dengan diri seseorang. Suka atau tidak suka, masyarakat lingkungan akan me­nge­tahui atau menanyakan atau bahkan mempertanyakannya

 

BEGITULAH yang dialami/dilalui Cucu Magek Dirih dengan penye­lesaian pendidikan degree strata-1 di jurusan pendidikan bahasa Arab Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol (PBA-Faktar-IAIN-IB) Padang. Bahwa sebagai mahasiswa pada jurusan PBA-Faktar-IAIN-IB Padang angkatan tahun 1974, Cucu Magk Dirih sudah diwisuda jadi sarjana muda (1978). Sesuai kebijakan otoritas pendidikan tinggi Kemenag saat itu, tingkatan pendidikan tinggi dilanjutkan ke doktoral I dan doktoral II — saat itu belum ada sistem kredit semester. Tahun 1979, Cucu Magek Dirih menyelesaikan doktoral II pada jurusan PBA-Faktar-IAIN-IB Padang — kecuali ujian dua mata kuliah doktoral I/II mata kuliah ilmu hadits dan ilmu tafsir yang dosennya Drs. H. Sanoesi Latief (saat itu Rektor IAIN-IB Padang). Ujian ilmu hadits dan ilmu tafsir doktoral I (1978) belum dibo­leh­kan Sanoesi Latief karena pekerjaan sebagai staf/pegawai honor (Pj. Sek­retaris) pada Lembaga Bahasa dan permintaan beliau agar melengkapi persyaratan untuk diajukan jadi pegawai negeri sipil (PNS) golongan lu­lusan sarjana muda belum dise­lesaikan.

 

Sebetulnya, juga karena kon­se­kuensi logis dari keterlibatan Cucu Magek Dirih sebagai salah seorang aktivis mahasiswa. Setelah Pang­kopkamtib Laksamana TNI Soedomo membekukan lembaga student gober­ment/organisasi intra­kampus dewan mahasiswa (DM)  — masih mem­pertahankan senat-senat ma­hasiswa (SM) di fakultas-fakultas (1978), Cucu Magek Dirih terlalu berani menye­leng­ga­rakan pertemuan/mengumpulkan para aktivis pengurus DM — juga dari Universitas Andalas dan IKIP Padang di laboratorium Lembaga Bahasa IAIN IB Padang (di mana Cucu Magek Dirih jadi pegawai honorer) Sabtu atau Minggu. Lalu, Cucu Magk Dirih dik­e­tahui mengadakan pembicaraan de­ng­an para pengurus senat-senat ma­hasiswa di lingkungan IAIB IB Padang. Ia ditangkap Laksusda/Kodam III 17 Agustus Sumbar/Riau — Rektor Sanoesi meneyerahkan Cucu Magek Dirih kepada dua perwira TNI berpa­kaian pereman yang datang men­jem­put ke kampus Sudirman Padang.

 

Keluar dari tahanan Laksusda/Kodam III 17 Agustus Sumbar/Riau, Cucu Magek Dirih merasa ia selalu diawasi — ruang geraknya dibatasi. Lalu, terbuka peluang bagi Cucu Magek Dirih menjadi wartawan/koresponden di Harian Pagi Kompas Jakarta untuk daerah kerja provinsi Sumatera Barat. Koordinator warta­wan/koresponden Harian Pagi Kom­pas wilayah Sumatera Barat/Riau memilih Cucu Magek Dirih untuk melalui masa percobaan tiga bulanan — singkatnya ia diterima menjadi wartawan/korespondn Kompas Ja­karta daerah kerja di provinsi Su­matera Barat (1979). Bersamaan pula karena situasi politis tidak men­gun­tungkan, Rektor Sanoesi digantikan caretaker Kol. Purn. Hasnawi Karim (saat itu ia menjabat Kepala Kanwil Depag Sumatera Barat). Situasi itu tak menguntungkan bagi penyelesaian studi Cucu Magk Dirih. Sampai ak­hirnya Cucu Magek Dirih dipindahkan kantor redaksinya menjadi wartawan/koresponden untuk wilayah provinsi Riau — termasuk wilayah provinsi Kepulauan Riau sekarang (1983).

 

Tadinya, Cucu Magek Dirih men­yang­ka penyelesaian kesarjanaannya dapat dilakukan di IAIN Sutan Qasim di Pekanbaru. Rupanya, untuk jurusan PBA di Faktar IAIN Sutan Qasim Pekanbaru belum ada doktoral (baru sampai sarjana muda). Lalu, dari Pekanbaru Cucu Magek Dirih ditarik ke kantor redaksi Kompas Jakarta (1987) — persiapan ke Persda Kelom­pok Kompas Gramedia (KKG) me­nangani proyek kerjasama dengan Harian Umum Sriwijaya Post Pa­lem­bang (1988-1990). Keluar dari Kom­pas/KKG, masuk ke Klompok Usaha Bakri (KUB) — menangani proyek Harian Umum Pelita Jakarta (1990-1992). Lalu, keluar. Masuk ke KUB lagi dan menangani Harian Umum Nusa Tenggara/sekaligus percetakannya. Akhir tahun 1998, return ke Padang, menangani Harian Pagi Padang Ek­spres — terbit perdana pada 26 Januari 1999. Sejak itu terbuka kembali peluang Cucu Magek Dirih menye­lesaikan kesarjanaan-lengkapnya.

 

ALHAMDULILLAH — atas pe­nye­lesaian kesarjanaan di jurusan PBA­-Faktar-IAIN-IB Padang (muna­qasah skripsi judul “Istikhdamu Kasaili al-I’lami Kawasailatun Tarabawiyatun fi Tanmiyati ath-Thaaqaati at-Ta’a­la­miyati Lillungati al-’Arabiyah, se­jum­lah kesalahpahaman terhadap kesar­janaan Cucu Magek Dirih sudah dapat dijawab/diatasi. Selama ini, ada sejumlah kenalan/masyarakat yang menganggap Cucu Magek Dirih lulu­san strata-1 (sarjana) — bahkan ada yang tidak percaya bilamana dijelas­kan bahwa Cucu Magek Dirih adalah orang surau dan atau karena pe­nam­pilan/jabatan Cucu Magek Dirih memimpin beberapa perusahaan lalu menganggap dirinya sarjana ekonomi. Kini, nilai/beban tangungjawab sosial dari Cucu Magek Dirih menerima anggapan/penilaian beberapa pihak tentang pendidikan tinggi/kesar­janaan­nya dapat dijawab — ibaratnya hutang sudah dapat dilunasinya.

 

What ever, sekarang Cucu Magek Dirih memang seorang lulusan strata-1 (sarjana lengkap) untuk jurusan pendidikan bahasa Arab Faktar-IAIN-IB Padang — walaupun sertifikat sarjana tersebut tak akan digunakan jadi PNS. Andai masih ada pihak/kenalan yang menyangka/mengang­gap dan atau menulis nama Cucu Magek Dirih yang menambahkan “drs” atau “SE”, tentu beban morilnya tidak seberat semula — sesungguhnya Cu­cu Magek Dirih adalah seorang su­rau yang semestinya menjadi guru ba­hasa Arab madrasah aliyah/sekolah menengah atas/sederajat. Bukan sar­jana ilmu politik dan atau ilmu eko­nomi yang selama ini dianggap oleh se­ba­gian — terutama saat Cucu Magek Di­­rih bertugas/jadi pemakalah di Ja­kar­ta/di Palembang Sumatera Se­latan dan sekitarnya/di Denpasar Ba­li dan se­kitarnya atau di tempat-tempat lainnya.

 

Akhirnya, di atas segalanya, Cucu Magek Dirih bersyukur kepada Allah — alhamdulillah hamdan jiddan, dan berterima kasih pada keluarganya. Khususnya isterinya Desnayetti yang menguruskan segala hal berkaitan dengan penyelesaian kuliah enam sistem kredit semester tambahan satu semester — karena di doktoral tahun 1978-1979 dahulu mata kuliah itu tak ada, mengurus makalah/tugas diberi­kan dari dosen, mengikuti ujian komp­re, penulisan/perbanyakan naskah skripsi — mencari/mengumpulkan buku dan dokumen diperlukan untuk penulisan skripsi dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing (Cucu Magek Dirih belum pulih dari sakit), dan kepada ibunya, Saribanun. Cucu Magek Dirih menyampaikan terima kasih kepada dua dosen pembimbing Prof. Dr. Armen Mukhtar dan Dr. Reihani M. Ag, kepada dekan Prof. Dr. H. Duski Samad MA, penguji Prof. Dr. Masnal Jazuly M.Ag dan Drs. Lokot Nasution M.Ag.***

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=257113:-partai-islam-harus-segera-jalin-komunikasi&catid=17:politik&Itemid=30


Melunasi Utang Sosial

Tuesday, April 30, 2013

Orangtua Ani Polisikan Eyang Subur atas Tuduhan Bawa Lari Anaknya

Jakarta – Mantan pengikut Eyang Subur, Arya Wiguna mendatangi Polda Metro Jaya bersama Ade Junaedi, ayah istri ketujuh Subur, Ani. Mereka akan melaporkan Subur atas tuduhan membawa lari Ani.

Rombongan berjumlah sepuluh orang itu pun langsung masuk ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Polda, Selasa (30/4/2013) sekitar pukul 14:30 WIB. Mereka didampingi kuasa hukum Fahmi Bachmid SH.


Sebelumnya rombongan itu telah mengadu soal Subur ke Komnas Perempuan. Di sana, Ade Junaedi mengisahkan awal mula pertemuan anaknya dengan Subur.


“Tahun 2004 akhir atau 2005 awal saya pulang dari Sulawesi Tenggara. Saya kedatangan adik saya (Arya wiguna), kemudian anak saya meminta persetujuan izin restu sama saya. Dia mau menikah dengan Pak Subur,” kisahnya.


Ade pun mengaku tak memberi izin karena kala itu Ani akan dijadikan istri keenam Subur. “Saya bilang, istri lebih dari empat itu nggak boleh dalam Islam, dilanggar itu. Anak saya tetap minta persetujuan, minta direstui,” tuturnya.


Menurut Ade, satu bulan kemudian ia pun mendatangi rumah Subur. Namun pernikahan tersebut batal digelar.


“Tapi sebulan kembali saya datang lagi ke Jakarta tiba-tiba anak saya bilang, sudah menikah dengan Pak Subur,” lanjut Ade.


Ade menambahkan, pernikahan itu digelar di kediaman Haji Memet di kawasan Bekasi, Jawa Barat. “Saya tak diundang. Haji Memet itu artis. Dia saksinya mungkin,” ujarnya.


Setelah itu, hampir setiap tiga bulan ia datang ke Jakarta untuk menemui anaknya yang tinggal di rumah Subur. Namun ia mengaku mulutnya seperti terkunci.


“Delapan tahun Ani nggak boleh pulang. Anak saya dikondisikan sesuai eyang gaibnya. Keluarga boleh pulang, tapi Ani nggak boleh,” ungkap Ade.


(nu2/mmu)


<!–HUT ke-13, detikcom bagi-bagi 13 iPad 2, juga puluhan ribu tiket bus dan kereta. Daftar di sini. –>


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/04/19/m2puoq-inilah-kisah-muslimah-yahudi-tentang-kekejaman-nazi


Orangtua Ani Polisikan Eyang Subur atas Tuduhan Bawa Lari Anaknya

Thursday, December 27, 2012

Janet Jackson Akan Menikah Secara Islam dengan Konglomerat Timur Tengah Ini

TRIBUNNEWS.COM  
Penyanyi tenar Janet Jackson dikabarkan akan segera menikah dengan miliarder Timur Tengah, Wissam Al Mana, tahun depan.

Wissam dikenal sebagai pengusaha kaya asal Doha, Qatar. Situs Zimbio melansir, pasangan ini akan menikah secara Islam di Kota Doha. Janet kabarnya sudah menjadi mualaf (masuk Islam),
Informasi Janet telah menjadi mualaf disampaikan oleh Adnan Oktar alias Harun Yahya, seorang penulis asal Turki.

Namun, soal masuk Islamnya Janet kabarnya sengaja dirahasiakan dari jangkauan para penggemar Janet di Amerika Serikat. Perkawinan Janet disebut-sebut bakal menjadi pernikahan terbesar dalam sejarah di tahun depan. Belum ada informasi, kapan tanggal pasti prosesi akad nikah dan resepsi pasangan ini.

Situs US Weekly melansir, Wissam Al Mana sudah melamar Janet pada awal tahun ini dengan  menghadiahi Janet sebuah cincin sangat mahal dan mewah. Cincin itu oleh Janet benar-benar disimpan dengan sangat baik lantaran khawatir hilang.

Sumber lain menyebutkan, pasangan ini akan menikah pada musim semi ini di Qatar dan diprediksi akan berlangsung wah dengan biaya pesta bernilai jutaan dolar AS. Kerabat dan keluarga besar Janet dikabarkan akan diundang di pestanya nanti, termasuk 20 lebih keponakan- keponakannya.

Janet Jackson belum memberikan konfirmasi ihwal pertunangannya dengan Wissam Al Mana. Namun, dia pernah mengunggah foto Natal indahnya untuk fansnya di Twitter beberapa hari lalu. (Choirul Arifin)

Baca Artikel Menarik Lainnya

  • Tiga Bintang Film Ini Ditunggu Komentarnya Terkait Meninggalnya…
  • Akun Twitter Agnes Monica: Crazy Enough (syuting di Ruang ICCU!)
  • Gugatan Cerai Lyra Virna Dikabulkan Hakim
  • Kate Winslet Menikah Lagi
  • Januari 2013 Tiwi T2 Menikah


Article source: http://www.merdeka.com/artis/10-film-berkompetisi-jadi-best-visual-effect-oscar-2013.html


Janet Jackson Akan Menikah Secara Islam dengan Konglomerat Timur Tengah Ini

Wednesday, August 14, 2013

Rayakan Idul Fitri di Korsel, Krisdayanti tetap sajikan opor ayam

Krisdayanti bersama Yuni Shara dan keluarganya pilih merayakan momen Idul Fitri di Korea Selatan. Meski demikian, istri Raul Lemos itu tetap menghidangkan masakan yang selalu disajikan saat lebaran tiba.



“Tetap ada lontong, opor, rendang semua dibikin di sana,” ungkap wanita kelahiran 24 Maret 1975 itu saat sampai di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (14/8).



Krisdayanti tetap merayakan Lebaran dengan opor ayam meski tengah berada di Korea Selatan.



10 Penjara Paling Mengerikan di Seluruh Dunia
10 Seni Penyajian Makanan Yang Super Imut, Ingin Mencicipi?
10 Fashion Show Gila dan Tidak Biasa
10 Rumah Pohon Paling Unik di Dunia, Ingin Menginap?
10 Item Yang Wajib Ditambahkan di Menu K-Pop



Penyanyi asal Batu, Jawa Timur itu mengaku baru sampai di Korsel pas malam takbiran. Bersama keluarganya, ia melaksanakan salat Idul Fitri keesokan harinya di Korea. “Malam takbiran sampai sana, paginya kita salat Ied di Itaewon,” katanya.



KD mengaku bersyukur, karena mayoritas orang yang berada di kota tersebut, mayoritas memeluk agama Islam. Makanya suasana lebaran di sana pun lebih terasa.



“Di Itaewon itu daerah muslim, jadi di bis takbir sendiri. Terasa banget suasananya, ketemu pelajar Indonesia di Korea dan siangnya jam satu kita diundang open house di kedubes Indonesia di Seoul,” pungkasnya. (kpl/aal/abs/sjw)












Article source: http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=3720


Rayakan Idul Fitri di Korsel, Krisdayanti tetap sajikan opor ayam

Wednesday, December 26, 2012

10 Film berkompetisi jadi Best Visual Effect Oscar 2013

10 Film telah masuk dalam daftar pendek nominasi Oscar untuk kategori Visual Effects. Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) telah mengumumkan daftar pendek tersebut, Jumat (30/11).

Daftar tersebut menyertakan 4 film terlaris tahun ini seperti THE AVENGERS, THE DARK KNIGHT RISES, THE AMAZING SPIDER-MAN, dan SKYFALL. Sepuluh film yang ada dalam daftar memang semuanya menghadirkan efek visual yang menawan, mulai dari fiksi ilmiah seperti PROMETHEUS sampai film fantasi seperti THE HOBBIT: AN UNEXPECTED JOURNEY.

Hulk adalah salah satu pencapaian efek visual dalam THE AVENGERS.

Para anggota AMPAS divisi Efek Visual akan diundang untuk melihat klip sepanjang 10 menit dari tiap film untuk kemudian dipilih 5 yang terbaik pada tanggal 3 Januari nanti. Film yang menang di kategori ini pada Oscar tahun lalu adalah HUGO arahan Martin Scorcese

Berikut ini daftar lengkapnya:

  1. THE AMAZING SPIDER-MAN
  2. CLOUD ATLAS
  3. THE DARK KNIGHT RISES
  4. THE HOBBIT: AN UNEXPECTED JOURNEY
  5. JOHN CARTER
  6. LIFE OF PI
  7. THE AVENGERS
  8. PROMETHEUS
  9. SKYFALL
  10. SNOW WHITE AND THE HUNTSMAN

Siapa yang nantinya keluar sebagai pemenangnya. Tonton dulu kesemuanya untuk menentukan siapa yang layak jadi pemenangnya.

(dgs/dka)

Article source: http://regional.kompas.com/read/2012/11/23/19584684/Dianggap.Sesat.Seorang.Dosen.Syahadat.Lagi


10 Film berkompetisi jadi Best Visual Effect Oscar 2013

Friday, August 23, 2013

Bella Saphira Mulai Sebar Undangan Pernikahan

Liputan6.com, Jakarta : Simpang siur pernikahan Bella Saphira dengan Mayjen Agus Surya Bakti sebentar lagi akan terjawab. Pasalnya, dalam hitungan hari Bella akan menyebar undangan kepada rekan selebriti.

Setidaknya, Bella telah menanyakan alamat pengiriman undangan tersebut kepada rekannya sesama artis, Alya Rohali. “Kalau Bella sih saya juga nunggu undangan. Nggak tahu kapan. Nggak ngobrol banyak juga. Cuma nanya alamat saja. Dan bilang nanti semua undangan dikirim saja ya. Dan nggak tahu kapan,” terang Alya, saat ditemui di acara Yayasan Jantung Indonesia, Senayan City, Jakarta, Jumat (23/8/2013).


Sebelumnya, santer tersiar Bella akan menikah dengan Agus bertepatan pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Namun hingga hari itu berlalu, pernikahan tak juga terlaksana. Terakhir, katanya pernikahan tersebut diundur menjadi 30 Agustus 2013 mendatang.


Diungkapkan Alya, Bella sudah menghubungi sejak beberapa minggu yang lalu. Ia pun sempat mengungkapkan selamat kepada Bella. “Sudah dari kapan ya, beberapa minggu lalu. Saya nggak kepo (penasaran ingin tahu) juga. Cuma ya bilang ‘Bel, semoga lu bahagia’,” ucapnya.


“Cerita banyak sih nggak. Saya tahu beritanya dari media online. Saya juga nggak berusaha konfirmasi apapun lah, sekarang dalam taraf undangan. Kalau nggak jauh dan diundang, ya datang. Kapannya saya nggak tahu,” kata Alya.


Pernikahan Bella dengan Agus memang agak tertutup. Maklum, pernikahan ini cukup menyita perhatian masyarakat lantaran sebelum menikah, Bella terlebih dahulu menjadi mualaf pada 26 Juli di Masjid Istiqlal, Jakarta. Keputusan Bella memeluk Islam juga membuat keluarga Bella tak merestui pernikahan tersebut. Bahkan salah seorang perwakilah keluarga Bella mengatakan, mereka tak akan menghadiri pernikahan Bella-Agus, meski menolak memberikan alasan. (Fei)


Article source: http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=46429


Bella Saphira Mulai Sebar Undangan Pernikahan

Thursday, January 10, 2013

Timnas U-23 Wakili Indonesia di ISG

JAKARTA, KOMPAS.com - Timnas U-23 selain dipersiapkan untuk SEA Games 2013 di Myanmar juga akan mewakili Indonesia pada kejuaraan negara-negara Islam, yaitu Islamic Solidarity Games (ISG) ke-3 di Pekanbaru, Riau, 6-17 Juni.

“Memang benar. Sebelum turun di SEA Games Myanmar, timnas U-23 akan turun dulu di ISG,” kata Manajer Timnas U-23, Edi Nurinda Susila, di Jakarta, Rabu (10/1/2013).

Menurut dia, pertandingan di ISG dinilai sangat penting bagi perkembangan anak asuh Aji Santoso karena pertandingan nanti juga dijadikan sebagai ajang uji coba sebelum turun di SEA Games 2013 akhir tahun nanti.

Ada beberapa tim yang berpeluang akan menjadi lawan Indonesia di ISG, di antaranya Mesir, Malaysia, Kuwait, atau Irak. Ini dinilai sangat menguntungkan bagi perkembangan anak asuh Aji Santoso.

Guna menghadapi dua kejuaraan besar ini, PSSI telah memanggil 58 pemain untuk menjalani seleksi dan selanjutnya akan menjalani pelatnas jangka panjang yang telah terprogram. Pemain yang diundang mengikuti seleksi, kata Edi, adalah pemain-pemain terbaik yang ada di Indonesia saat ini. Para pemain diberikan kesempatan yang sama untuk masuk timnas.

“Kami tidak bilang ini pemain IPL atau ISL. Yang kami panggil adalah pemain terbaik. Untuk nama sebentar lagi akan kami rilis,” kata pria yang juga menjabat Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga di Kemenpora itu.

Edi menambahkan, 58 pemain yang dipanggil selanjutnya akan dikerucutkan hingga 30 pemain saja. Jumlah ini sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh PRIMA dan semua biaya selama pelatnas akan ditanggung oleh pemerintah.

ISG di Pekanbaru Riau akan mempertandingkan 17 cabang olahraga yaitu atletik, panahan, aquatic, badminton, basket (U-23), sepak bola, senam, karate, pencak silat, sepak takraw, sport climbing, taekwondo, tenis, traditional boad race, bola voli indoor, voli pantai, angkat besi, dan wushu. (ANT)

 


Timnas U-23 Wakili Indonesia di ISG

Friday, January 3, 2014

Fokus ke Jonas, FPI Acuhkan Isu Pindah Agama Asmirandah

Jum’at, 3 Januari 2014 18:32 wib

Marieska Harya Virdhani – Okezone

FPI Depok (Foto: Marieska/Okezone)

FPI Depok (Foto: Marieska/Okezone)

DEPOK – Front Pembela Islam (FPI) bersikeras melanjutkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan artis Jonas Rivano. Saat ini, tahapan kasus tersebut tinggal menunggu gelar perkara dari Polres Bogor.


Kuasa Hukum FPI Papang Sapari mengatakan, tanggal 4 Januari 2014 besok dijadwalkan gelar perkara bakal dilakukan. Sejauh ini, hanya tinggal menunggu kehadiran saksi ahli.


“Besok gelar perkara, baru penyidikan, saat itulah akan ditentukan Jonas sebagai tersangka atau tidak. Januari ini nasibnya ditentukan, dia bisa tersangka atau tidak. Proses penyelidikan, setelah gelar perkara baru penyidikan,” katanya kepada Okezone, Jumat (03/01/2014).


Papang menambahkan, saat ini yang perlu dihadirkan yakni saksi ahli berupa saksi ahli pidana, dan saksi ahli bahasa. Jonas pun sudah dipanggil dua kali ke Polres Bogor.


“Karena libur panjang, jadi tertunda. Jonas sudah dua kali. Kasusnya penistaan agama. Harus kita selesaikan, saya minta diundang saat gelar perkara nanti,” jelasnya.


Menurut Papang, pernyataan Jonas di media yang membantah ia mualaf didukung dengan bukti-bukti lainnya, sudah cukup menjadi alat bukti. Pernikahan Asmirandah dan Jonas juga sudah batal demi hukum.


“Soal Asmirandah isunya pindah agama, kami enggak urusin itu, bukan masalah itu, tapi kasus hukumnya,” tegasnya.


(rik)






mobile

Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com

untuk BlackBerry


Article source: http://www.sinarharian.com.my/adakah-nabi-masih-hidup-1.236806


Fokus ke Jonas, FPI Acuhkan Isu Pindah Agama Asmirandah

Monday, August 12, 2013

Aktor Hollywood Ben Youcef Kumandangkan Azan di Gereja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meski masjid bisa dihitung dengan jadi di Los Angeles, Amerika Serikat, bukan berarti menghentikan kumandang azan di Negeri Paman Sam. Beruntung, Muslim Amerika memiliki Bin Youcef, aktris Hollywood yang kini mengabdikan diri menjadi seorang muazin.


Ya, Bin Youcef atau Ben Youcef yang sebelumnya hanya menjadi bintang iklan, mulai dikenal sebagai bintang film Hollywood ketika bermain di film ‘Law and Order’ dan ‘Munich’. Karier pria pemilik nama lengkap Abdul Wahab Bin Yusuf di Hollywood melesat pascatragedi 11 September 2001.


Keimanan Bin Youcef sempat terguncang pascaperistiwa 11 September. “Saya bertanya-tanya mengapa orang berpikir buruk tentang agama saya. Saya bingung dengan apa yang terjadi di dunia ini. Mereka menyerang keyakinan saya dan agama saya,” ujarnya seperti dilansir Voanews.com, Sabtu (10/8).


Tapi, peristiwa 11/9 membawanya masuk ke dunia peran. Kepiawaian Bin Youcef bermain peran menuai decak kagum sejumlah sutradara di Amerika. Akhirnya, ia ditawari berlaga di sejumlah film berlatar Islam. Film yang diperankannya, terkait dengan ekstremisme agama dan topik lain yang berkaitan dengan serangan 11 September.


Direktur Artists Group, Robert Malcolm adalah orang pertama untuk menangkap karakteristik unik Bin Youcef. Saat itu, aktor berwajah etnis Arab memang tiba-tiba banyak dicari.


Bin Youcef menerima panggilan untuk audisi dengan sebuah rumah produksi di Los Angeles. Ketika itu, ia memerankan lima menit adegan dari drama ‘A Hatfull of Rain’. Drama itu menjadi pintu pembuka karier Bin Youcef.


Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai pertanyaan yang ia dapat mengenai Islam mendorongnya untuk mengkaji lebih dalam tentang berbagai isu yang berkaitan dengan Islam. “Saya sempat berhenti shalat, hingga saya berumur 20 tahun dan mulai shalat lagi. Sejak itu, saya mulai mengumandangkan azan dan saya merasa saya telah menemukan keyakinan saya,” ujarnya.


Kini ia tak begitu serius melakoni kariernya di dunia perfilman. Ia lebih dikenal sebagai seorang muadzin. Beberapa kalangan menggambarkan Abdul Wahab bin Youcef sebagai simbol toleransi beragama di Amerika, terutama aktivitasnya dalam berbagai kegiatan lintas agama.


Bin Youcef meyakini, kegiatan lintas agama cukup berpengaruh kepada orang-orang di AS, terlepas apakah mereka seseorang adalah Muslim, Kristen, Yahudi, Budha atau tanpa agama sekalipun. Dalam aktifitas lintas agamanya, Bin Youcef pernah diundang ke Gereja Marble Collegiate di kawasan Manhattan, New York untuk mengumandangkan azan di hadapan pemuka-pemuka berbagai agama saat dialog tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi.


“Saya ingin menunjukkan kepada dunia agama saya,” kata Bin Youcef. “Bahwa Islam adalah agama yang indah, tetapi beberapa orang telah salah paham dan menyalahgunakannya,” sambungnya.


Article source: http://edukasi.kompas.com/read/xml/2012/07/07/11530699/Jalur.Ujian.Tulis.UI.Tampung.2.000.Mahasiswa.Baru


Aktor Hollywood Ben Youcef Kumandangkan Azan di Gereja