Showing posts sorted by relevance for query terakhir. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query terakhir. Sort by date Show all posts

Sunday, February 3, 2013

Korban Longsor Terakhir Ditemukan, Padri Dikenal Sebagai Anak Cerdas

Bookmark

PENCARIAN— Petugas BPBD Agam bersama sejumlah aparat TNI, dan polisi menyisiri lokasi longsor di Kenagarian Sungaibatang, Tanjung Raya, Agam dan berhasil menemukan Padri (9), korban terakhir.AGAM, METRO-Korban terakhir longsor yang mengakibatkan korban jiwa, Padri (9), ditemukan persis 7 hari pascabencana yang terjadi di Jorong Data, Kenagarian Sungaibatang, Kecamatan Tanjung Raya. Pencarian panjang namun melelahkan dari berbagai elemen itu, menemukan hasil pada Minggu (3/2), pukul 11.30 WIB.

Rasa lelah para anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, BPBD Sumbar, TNI dan polisi, mungkin terobati, dengan tuntasnya pencarian korban. Namun, bencana tetap saja menyisakan duka, bagi keluarga korban yang ditinggalkan, di lokasi yang tak jauh dari rumah Buya HAMKA itu.

Padri, merupakan korban ke-20 dari 20 orang yang dinyatakan tewas dalam longsor ini. Mayat berhasil dievakuasi oleh petugas dan dikuburkan menurut Agama Islam, tak lama berselang. Setelah lokasi diaduk-aduk alat berat, akhirnya penggalian dilakukan dengan cara manual atau dengan cangkul. Akhirnya, korban ditemukan 15 meter dari rumahnya, tepat di dekat lereng perbukitan dengan kedalaman penggalian sekitar 1,2m.

Kepala BPBD Agam, Bambang Warsito menyebutkan, penggalian dilakukan secara manual, karena masa tanggap darurat telah berakhir Sabtu (2/2). Para penggali harus berhadapan dengan bau yang tak sedap, dan lokasi atau medan yang berbahaya. Temuan ini, persis satu hari setelah kunjungan Ketua DPD RI Irman Gusman bersama anggota ke lokasi tanah  longsor.

“Menurut keluarganya, korban adalah seorang anak yang cukup cerdas dan mempunyai banyak teman baik di sekolah maupun di rumah,” kata Bambang Warsito didampingi Kabid Kedaruratan Rinaldi di di posko bencana. Menurutnya, dengan ditemukannya korban terakhir, maka petugas dari TNI dan Polri serta BPBD yang ditugaskan akan kembali ke markas masing-masing.

Dandim 0304 Agam Letkol Arh Trias Wijanarko menyebutkan, petugas kesehatan atau yang ditugaskan akan, belum bisa lepas tangan. Karena, harus ada kelanjutan dari BPBD khususnya pascatanggap darurat, misalnya pembersihan antikuman di mesjid, sebab sudah dipakai untuk perawatan jenazah.

Bupati Agam Indra Catri mengharapkan, masyarakat dapat lebih meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana, dan dapat saling menjaga diri dan keluarga, serta lingkungan. Dia berharap, tidak terjadi lagi korban susulan berikutnya. “Kami melihat, lokasi bencana sekarang terlihat labil dan masih akan berbahaya. Tim teknis akan melakukan pembenahan mungkin akan terus bekerja keras,” katanya.

Pemkab Agam, sebutnya, juga akan melakukan kajian khusus untuk memetakan wilayah tersebut apakah masuk kategori kritis, kategori rawan bencana, atau juga termasuk kategori zona merah. “Itu nanti akan kita tetapkan lebih lanjut,” sebut Indra Catri yang menyatakan kerugian mencapai Rp7,6 miliar materil. (den)

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/11/12/mddjf4-di-nepal-muslim-bukan-lagi-warga-kelas-dua-1


Korban Longsor Terakhir Ditemukan, Padri Dikenal Sebagai Anak Cerdas

Friday, April 19, 2013

PPP Kumpulkan DCS di Hari Terakhir

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah merampungkan daftar calon sementara (DCS) untuk Pemilu Legislatif 2014. Rencananya, partai berlambang kabah ini akan menyerahkan DCS pada hari terakhir pengumpulan, yakni Senin (22/4/2013).


“Sudah selesai, PPP akan mendaftarkannya ke KPU pada Senin. Ada 1.161 orang yang mendaftar, tapi kami saring menjadi 560 orang masuk dalam DCS untuk tingkat DPR RI,” ujar Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuzy di Kompleks Parlemen, Jumat (19/4/2013).


Romy, sapaan akrabnya, menuturkan dari seluruh bakal caleg, sebanyak 30 persen di antaranya adalah caleg perempuan. Selain itu, latar belakang para bakal caleg ini pun beragam mulai dari pengusaha, aktivis, hingga kalangan artis. “Ada lima artis yang bergabung,” kata Romy.


Sebelumnya, Ketua Bappilu PPP Fernita Darwis memastikan penyanyi dangdut Angel Lelga akan diusung sebagai caleg DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur V. Sementara itu, juru bicara Front Pembela Islam Munarman masuk sebagai caleg dari daerah pemilihan Sumatera Selatan 2.


Selain itu, ada pula penyanyi kawakan Emilia Kontesa yang juga maju sebagai caleg. Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran bagi partai politik untuk menyerahkan DCS hingga 22 April 2013.


Hingga kini, baru ada satu partai yang menyerahkan DCS, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebagian besar partai masih berkutat dengan kelengkapan syarat administrasi yang cukup banyak, utamanya legalisasi ijazah SMA.


Setelah DCS diserahkan, partai politik berhak mengajukan perbaikan DCS pada 9-22 Mei 2013. Pada masa perbaikan itu, partai politik bisa melengkapi persyaratan bakal caleg, menambah bakal caleg untuk mencapai jumlah maksimal, mengubah bakal caleg, hingga perubahan daerah pemilihan dan nomor urut. Namun, saat DCS sudah ditetapkan pada tanggal 23 Juli 2013 oleh KPU menjadi daftar calon tetap (DCT), partai politik tidak lagi memiliki hak untuk mengubahnya.


Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Geliat Politik Jelan 2014
















Article source: http://www.beritasatu.com/nasional/90702-jat-kutuk-penembakan-7-terduga-teroris-oleh-densus.html


PPP Kumpulkan DCS di Hari Terakhir

Wednesday, May 29, 2013

Diduga Terlibat, Pacar Pria Pemenggal Tentara Inggris Dibekuk

Diduga Terlibat, Pacar Pria Pemenggal Tentara Inggris Dibekuk


Liputan6.com, London : 2 Gadis bersaudara dibekuk kepolisan London karena mengencani duo pelaku penyerangan, yang salah satunya menjadi tersangka pemenggalan tentara Inggris Lee Rigby. Danielle Thomas (31) dan Rikki Thomas (29) pun diangkut ke kantor polisi setempat pada Kamis 23 Mei waktu London.

Menurut sumber yang identitasnya dirahasiakan seperti dilansir dari The Sun, Sabtu (25/5/2013), kedua wanita itu terlihat terakhir bersama Michael Adebolajo dan Michael Adebowale. Itulah alasan mereka dibekuk polisi, dan diinterogasi polisi selama berjam-jam di kantor polisi London.


Tapi setelah melakukan investigasi, detektif akhirnya membebaskan keduanya karena tak memiliki keterlibatan dalam pembantaian yang terjadi pada Rabu 23 Mei waktu setempat di Woolwich, London.


Meskipun menurut sumber keluarga kedua perempuan itu, Rikki telah masuk Islam selama 2 tahun terakhir, dan mengubah namanya menjadi nama muslim dan mengenakan pakaian tertutup.


Seorang sumber lainnya mengungkapkan, Adebolajo dan Adebowale – yang ditembak dan terluka oleh polisi di tempat kejadian pembunuhan itu – secara rutin mengunjungi rumah keluarga Thomas selama bulan-bulan sebelum pembunuhan Lee. Namun mereka bersikeras adik-adiknya itu tidak terlibat.


Seorang sumber mengatakan, “Rikki dan Danielle berasal dari keluarga Kristen yang sangat taat, dan tidak ada jalan bagi mereka terkait dengan semua ini (insiden pemenggalan kepala).


“Rikki masuk Islam dalam beberapa tahun terakhir setelah merasa mendapatkan panggilan. Ini (berpindah agama) bukan sesuatu yang mudah bagi keluarga untuk ditangani, tapi dia (Rikki) tidak bersikap radikal dan alasannya sangat masuk akal,” kata sumber itu.


Kakak tertua Rikki dan Danieele, Nathan Thomas (38) mengatakan: “Ini merupakan waktu yang sangat sulit, terutama bagi keluarga saya. Kami tidak ingin mengatakan apa-apa saat ini.”


Setelah tak terbukti terlibat dan dibebaskan, petugas pun menghentikan penjagaan di sekitar rumah Thomas bersaudara di perkebunan Greenwich saat makan siang.


Sebelumnya, seorang pria berusia 29 tahun juga dibekuk oleh polisi London karena diduga terkait insiden pemenggalan tentara Inggris itu. Namun pria yang identitasnya belum dipublikasikan itu hingga kini masih dalam tahanan.


Pasca-penangkapan Michael Adebolajo dan Michael Adebowale, polisi telah melakukan penggeledahan di rumah Adeniyi yang merupakan ayah Adebowale di Holloway, London Utara. Dalam penggeledahan tersebut, polisi membawa beberapa tas yang penuh dengan kaset video.


Sementara Adebowale dan Adebolajo saat ini tengah menjalani penahanan, meski dalam perawatan intensif akibat terkena tembakan saat akan menyerang polisi. (Tnt/*)


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/05/02/219477408/Lawan-Eyang-Subur-Adi-Bing-Slamet-Didampingi-TPM


Diduga Terlibat, Pacar Pria Pemenggal Tentara Inggris Dibekuk

Wednesday, February 20, 2013

Kebencian melahirkan empati

Islam bisa jadi agama paling kontroversial dan ramai orang memperdebatkannya lantaran bergolaknya revolusi di sejumlah negara Arab notabene identik dengan agama Nabi Muhammad ini sebab dari sanalah keyakinan samawi bermula. Lain kepala lain penafsiran, tingkat kekerasan dan kebrutalan akibat konflik membuat orang menghubungkannya dengan ajaran Rasulullah, terutama konsep jihad banyak dinilai salah kaprah dan memicu penganutnya berbuat hal tidak masuk akal seperti bom bunuh diri salah satunya.

Sentimen anti-Islam meningkat di pelbagai benua terutama di Eropa dan Amerika. Banyak negara membenci muslim dan melarang mereka untuk menjalani tata tertib sesuai akidah dengan alasan beleid di negara itu tidak sesuai dengan apa-apa yang mereka yakini.

Salah satu pernah kebakaran jenggot yakni mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Dia dituding menyebarkan Islamofobialantaran berusaha menggelar debat publik untuk mencari kecocokan Islam dengan nilai-nilai dianut negara sekuler, seperti dilansir surat kabar Al Bawaba (12/4/2012).

Sentimen anti-Islam juga menyebar ke negara lain. Masih lekat dalam bayangan saat seorang pemuda anggota band beraliran neo-Nazi menembak seorang penganut Sikh di Amerika Serikat lantara dia mengira penganut Sikh memakai turban itu muslim.

Namun yang terjadi sebaliknya malah membuat mereka tidak suka pada Islam gigit jari. Justru pertumbuhan agama samawi ini semakin pesat di beberapa negara dengan tingkat anti-muslim tinggi. Situs jewishpress.com melaporkan (8/11/2012) sebuah survei di Prancis melansir agama Muhammad ini menjadi paling banyak mendapat apresiasi warga Negeri Anggur itu dan menjadi sangat berpengaruh bahkan membuat ancaman bagi identitas nasional.

Prancis saat ini memiliki sekitar enam juta warga muslim. Jumlah itu merupakan angka muslim terbesar di negara Eropa. Bahkan angka itu lebih besar dari umat beragama Katolik Roma di Prancis.

Jumlah masjid di Prancis tumbuh dua kali lipat menjadi lebih dari dua ribu buah selama satu dekade terakhir. Pembangunan masjid di Prancis kini lebih sering ketimbang proyek gereja Katolik Roma. Hampir 150 masjid sedang dalam pembangunan di Prancis.

Sebuah penelitian dari koran beraliran Katolik Roma, La Croix, yang berpusat di Ibu Kota Paris, menyatakan hanya 20 gereja Katolik Roma dibangun selama satu dasawarsa terakhir. Lebih dari 60 gereja juga telah ditutup dan sebagian dijadikan masjid.

Mari berpindah ke Negara Adidaya menjadi corong dunia termasuk agama. Sebuah penelitian menyebutkan tentang pertumbuhan agama di Amerika. Hasilnya penganut Islam meningkat 2,6 juta setiap tahunnya, umat Protestan malah anjlok dan populasinya jadi 48 persen saja.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan (9/10/2012), penelitian dilakukan Pew Forum on Religion Public Life itu mengatakan, untuk pertama kalinya di Amerika jumlah penganut agama Kristen Protestan tidak lagi menjadi mayoritas. Hal ini terjadi lantaran meningkatnya penganut ateis.

Penelitian dari The Pew itu menyebutkan jumlah penganut ateis bertambah lima persen dalam lima tahun terakhir. Survei ini dilakukan sepanjang Juni-Juli tahun lalu dan melibatkan tiga ribu responden. Bahkan penganut Islam mendekati angka pengikut Yahudi sebagai agama kedua terbesar di Amerika.

Paling banyak muslim Amerika memang gabungan imigran asal Arab dan Asia, namun jumlah ini kalah dengan pemeluk Islam Afro-Amerika. Lekatnya Islam dengan penduduk Negeri Paman Sam berkulit hitam lantaran sepak terjang beberapa tokoh penting berpengaruh seperti Politisi Malcolm X dan petinju Muhammad Ali yang di masa gemilangnya menghentak sejagat dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Mereka memilih Islam sebab dalam agama Muhammad itu mengajarkan kesetaraan tanpa memandang warna kulit dan pada praktiknya juga demikian seperti dilansir surat kabar the Guardian (26/3/2007). Muslim kulit putih berbaur dengan kulit hitam di pelbagai aktivitas ibadah seperti salat jumat atau ketika berada di masyarakat mereka tidak segan saling mengucapkan salam.

Ini berbeda dengan umat Protestan notabene juga mengajarkan keindahan yang sama namun kenyataannya masih ada gereja yang membedakan warna kulit. Dalam ulasannya, the Guardian juga melansir pertumbuhan Islam yang pesat. Diperkirakan setiap hari ada tiga orang menjadi mualaf seantero Amerika. Falsafah karet ban yang ditekan dalam air ternyata berlaku bagi pertumbuhan Islam sejagat. Tekanan balik dari ban akan semakin kuat ke permukaan.

Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/218698


Kebencian melahirkan empati

Wednesday, December 4, 2013

Mahsita D Sari, Islam Menenangkan Jiwa

REPUBLIKA.CO.ID, — Tak seperti kebanyakan mualaf yang menghadapi banyak kendala ketika memilih Islam, Mahsita D Sari berjalan mulus.


Wanita kelahiran Jakarta, 16 November 1981, bersyukur mendapatkan kemudahan ketika menyatakan sebagai seorang Muslimah.


”Alhamdulillah tak ada kendala yang berarti,” ungkap wanita yang bekerja di Manufacturing Engineer Section Leader di ResMed LTD, Sydney, Australia melalui surat elektrnoik kepada Republika.


Master Engineering Science dari University of New South Wales ini mengaku justru mamanya yang sangat berperan ia menjadi seorang Muslimah.


”Yang paling banyak mendukung dalam mempelajari Islam adalah mama. Kami belajar Islam di waktu yang sama dan secara tidak sadar kami saling memacu satu sama lain,” paparnya.


Sita, begitu ia akrab disapa, dibesarkan di sekolah Katolik mulai Taman Kanak-kanak hingga SMP. Demikian juga dengan kakak-kakak dan adik-adiknya, waktu itu ibunya seorang Kristiani.


Sewaktu kecil, Sita sering diajak orang tuanya ke panti asuhan Kristen. ”Kami dididik orang tua jika ingin pakaian baru, maka pakaian lama harus diberikan kepada panti asuhan. Istilahnya beli satu baju baru berarti memberi satu baju lama,” kenangnya.


Begitu akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, Sita mengaku tergugah mencari tahu tentang Islam. Karena itu, ia berminat masuk SMA Negeri karena ada pelajaran agama Islam.


”Inilah awal dorongan untuk memeluk Islam. Waktu itu saya ada pilihan untuk melanjutkan ke sekolah Katolik atau di sekolah Negeri. Hati saya gundah gulana setiap kali saya ke SMA Katolik,” ungkapnya.


Akhirnya ia memutuskan masuk SMU Negeri walaupun diakuinya ada rasa takut karena harus belajar agama Islam. ”Agama yang tidak saya kenal walaupun di waktu kecil pernah belajar mengaji sebentar,” paparnya polos.


Rasanya saat itu, kata dia, pelajaran IPA tidak semenakutkan belajar agama Islam. ”Saya sempat stress karena waktu Penataran ada jadwal Shalat Zhuhur yang dilanjutkan dengan membaca Alqur’an sementara saya tidak bisa membaca Alqur’an.”


Jalan keluarnya, bersama sang mama, ia mencari Alqur’an dan terjemah. ”Alhamdulillah di sebuah toko buku Islam di Jakarta ada yang menjual Alqur’an dengan bahasa Arab dan latin. Hati agak tenang walau saya belum tahu bagaimana menavigasi isi Alqur’an,” ujarnya.


Sebagai upaya agar nilai pelajaran Agama tidak merah dan bisa naik kelas, Sita mulai belajar mengaji di rumah. Melalui besan dari kakaknya mama, keluarga Sita mendapatkan guru mengaji. ”Alhamdulillah, bersamaan dengan Sita belajar Islam di sekolah, kami sekeluarga juga mulai terbuka terhadap agama Islam,” jelasnya.


Awal belajar Islam di SMA penuh suka duka. Pertama kali ulangan agama stressnya luar biasa. Tulisan Arab ia hafalkan, belajar semalam suntuk dan besoknya curi-curi belajar di kelas sedangkan teman-teman dari Al Azhar tenang-tenang saja.


Waktu menerima hasil ulangan lebih was-was lagi dan kecewa berat karena guru Agama memberinya nilai huruf V terbalik sementara teman-teman kebanyakan paling tidak mendapat huruf V yang masih ada artinya dibanding V terbalik… Beberapa bulan baru saya tahu kalau V terbalik itu adalah angka delapan dalam bahasa Arab.


Tidak lama kemudian sang mama memberitahu Sita dan keluarga akan pergi umrah. ”Saya pun mencari tahu apa itu umrah? Apa yang harus dilakukan, apa maknanya. Berbagai buku saya baca mulai dari bacaan shalat sampai tata cara umrah.”


Semuanya mengenai ibadah. ”Fokus saya saat itu, saya harus tahu tentang agama Islam supaya saya bisa naik kelas dan tahu umrah itu apa. Hal ini ternyata membuka tidak hanya wawasan, juga hati saya. Kedekatan saya kepada Allah semakin terasa di waktu umrah,” ungkapnya penuh syukur.


Lantas, kenikmatan apa yang ia rasakan setelah menjadi Muslimah? Menurut Sita, Islam itu begitu pribadi, menenangkan jiwa dan kedekatan kepada Allah terasa lebih mudah. ”Sesuatu yang tidak saya rasakan sebelumnya,” ungkapnya penuh syukur.


Dalam kesulitan membaca Al Qur’an, kata dia, Allah SWT meringankan dan mendekatkan hati untuk membacanya dan terus berusaha. Saat hati gundah dan pikiran kusut, berdzikr menenangkan hati dan pikiran.


”Saat bingung harus bagaimana dan diri pasrah seringkali jawaban itu hadir saat membuka Al Qur’an. Halaman yang terbuka mengandung ayat jawaban dari masalah yang ada,” ujar Sita yang pernah aktif di The Dawn Quranic Institute dan Daar Aisha College, Sydney secara part time.


Sita membenarkan nasihat sang mama. when you are close to Allah problems will revolve around you and it won’t affect you  (Ketika kamu dekat dengan Allah SWT, persoalan yang berputar di sekitarmu, tidak akan memengaruhimu).


Sita mengaku tahu tentang Islam melalui tetangga yang juga guru ngaji di waktu kecil. Waktu itu pengetahuannya terbatas pada soal Ramadaan dan shalat taraweh di Komplek.


”Saya mulai mengenal dan belajar apa itu Islam tahun 1997 saat SMA. Umrah adalah titik balik dari hidup saya. Saat umrah ada seorang ibu asing yang mengajarkan tata cara shalat kepada Mama dan Sita di Masjid Nabawi waktu kami sedang menunggu waktu Shalat di Raudhah,” ungkapnya.


”Ibu tersebut mengantar kami ke Raudhah dan menuntun kami ke makam Rasulullah SAW. Ibu itu juga menunjukkan lokasi rumah Rasulullah SAW dan Fatimah Al Zahra. Perjalanan umrah itu menjadi perjalanan spiritual yang sangat berkesan,” paparnya haru.


Enam bulan kemudian, kata Sita, ia dan sekeluarga pergi haji. ”Subhanallah, dalam ibadah yang sibuk dan memerlukan banyak energy, banyak kemudahan yang kami rasakan,” ujarnya.


Menjelang kepulangan ke Tanah Air, sang kakak bertanya apakah ia akan tetap memakai hijab. ”Jawaban saya saat itu saya ingin pakai tapi saya masih ingin bermain basket dan segala kegiatan lain,” kata Sita.


”Kakak saya bilang dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman memakai hijab itu wajib. Pipi saya panas seperti ditampar, saya baru tahu memakai hijab itu wajib. Sepulang haji, saya memutuskan memakai hijab. Waktu itu saya kelas 2 SMA,” ungkapnya.


Sita yang aktif dalam berbagai kegiatan Islam di Australia seperti menjadi mentor Islamic Youth Camp di Canberra tahun lalu serta kegiatan Islam lainnya, mengaku senang tinggal di Australia.


Di Sydney misalnya, kata Sita, bisa memilih untuk hidup di lokasi yang banyak komunitas Muslimnya dan sepanjang mata memandang mayoritas adalah kaum Muslimin atau di lokasi-lokasi lain.


Walau demikian, sambung Sita, ber-Islam di Australia bisa dibilang memerlukan kepercayaan diri untuk tampil berbeda.


”Pertama tiba di Australia saya tinggal dengan Paman yang tinggal di daerah Northern Beaches di Sydney yang Muslimnya masih sangat sedikit.”


Menuju tempat kuliah, ia memerlukan perjalanan 1,5 jam dengan transport umum dari rumah. Sepanjang perjalanan selalu bertemu orang Australia, baru bertemu warga Asia kalau sudah di daerah kota (Sydney City).


Sita mengaku tak jarang mendapatkan pertanyaan, ”Mengapa kamu menutup kepala kamu? Apa kamu tidak kepanasan, ini kan sedang musim panas? Kamu Islam liberal atau radikal?” ungkapnya getir.


Semua itu memuncak, setelah peristiwa jatuhnya Twin Tower – September 11, tak lama ia menetap di Sydney. Ujiannya, sambung Sita, tak hanya sekadar ditanya mengenai hijab atau Islam tapi juga ujian kesabaran.


”Kebencian terhadap Islam memuncak saat itu karena kebencian itu didasari oleh ketidaktahuan. Beberapa kali saya dimaki karena saya seorang Muslimah dan mereka tidak terima “saya” atau “kaum muslimin” menghancurkan the twin towers dan menyebabkan banyak nyawa melayang.”


Sekali waktu di jalan, Sita disemprot dan dimaki orang-orang yang sedang naik mobil padahal mereka tak mengenal Sita. Tetapi melalui semua ini, ia dan kawan-kawannya dalam the Islamic Society di University of New South Wales dan di pengajian Keluarga Pelajar Islam Indonesia (KPII) justru semakin dekat dengan satu sama lain dan semakin teguh iman Islamnya.


”Persaudaraan kami menjadi lebih erat dan kami jadi mencari tahu lebih lagi tentang Islam terutama bagaimana cara terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Islam dan berdakwah.”


Sita mengungkapkan, dua sahabat terdekatnya memakai jilbab waktu di Sydney. Di perusahaannya, awalnya hanya Sita yang memakai hijab. ”Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir sudah ada dua Muslimah lain yang mengenakan hijab dan diterima bekerja di perusahaan saya. Semua itu ada hikmahnya. Alhamdulillah,” ungkapnya semringah.


Di Sydney selain bekerja sita mengajar anak-anak di salah satu TPA, bantu-bantu di kepengurusan Masjid Al Hijrah dan sekarang belajar tajwid dan hafalan Al Qur’an.


Sita bersyukur, banyak masjid yang menyelenggarakan kegiatan agama seperti ceramah Sabtu malam atau pun ceramah Jum’at. Ada juga TPA (Taman Pendidikan Alquran) yang di Australia dikenal sebagai Saturday School. ”Juga ada organisasi kemasyarakatan dan institusi pendidikan yang menyelenggarakan belajar agama baik secara gratis ataupun membayar.”


Ia mengakui, suasana ber-Islam di Australia sangat terasa terutama di bulan Ramadhaan. ”Masjid-masjid menyelenggarakan i’tikaf terutama di 10 hari terakhir. Banyak kawan yang mengambil cuti di 10 hari terakhir agar bisa memaksimalkan ibadah.”


Masjid Al Hijrah, Tempat Sita aktif membantu, biasanya mengundang ustadz dari Indonesia mengisi kegiatan sepanjang bulan Ramadhaan. ”Masjid lainnya, ada juga yang mengundang sheikh dari negara lain.”


Jum’at, Sabtu dan Ahad malam di bulan Ramadhan, kata Sita, biasanya penuh dengan iftar (buka puasa) di masjid atau iftar fundraising untuk berbagai kegiatan kemanusiaan di seluruh dunia. Pernah juga ada iklan billboard tentang Islam beberapa waktu lalu.


Aktivitas Sita dalam kegiatan TPA di Sydney memberikan pengalaman menarik baginya. Siswanya mulai usia 2.5 tahun, yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang agama dan belajar sambil main-main atau lari-lari karena usianya memang usia bermain, berubah menjadi ingin belajar dan selalu menunggu-nunggu waktu shalat.


”Pernah saat perubahan waktu shalat, anak-anak yang biasanya shalat dulu baru makan siang jadwalnya diganti menjadi makan siang dulu sebelum shalat. Saat disajikan makan siang beberapa dari mereka spontan bilang  “kita kan belum shalat. Makannya setelah shalat saja.” 
 
Yang menarik, sambung Sita, semangat belajar para siswanya akhrinya menarik orang tuanya untuk lebih serius belajar agama.


”Saat anak-anak belajar, ibu-ibu yang menunggu pun mengaji. Anak dan ibu kadang berlomba untuk bisa membaca Al Qur’an. Sungguh suatu keberkahan bisa menyaksikan dan terlibat dalam perubahan baik ini,” ungkapnya penuh syukur.
 
Sita menuturkan, dari berbagai observasi menyebutkan, dakwah terbaik adalah melalui amal perbuatan. Kawan-kawannya non-Muslim mengatakan perilaku umat Muslim membentuk persepsi mereka akan Islam.


Selain aktif membina di TPA, Sita dan teman-teman Muslim di Australia juga sering berdakwah melalui kegiatan sosial seperti Feed the Homeless (Memberi makan para tunawisma0, Clean-Up Australia Day dan kegiatan lainnya.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/13/10/14/munb2r-jamaah-haji-tamu-raja-berada-di-arafah


Mahsita D Sari, Islam Menenangkan Jiwa

Friday, January 3, 2014

Adakah Nabi masih hidup?


  • Kehidupan alam barzakh hanya diketahui ALLAH SWT. – Foto: Sumber internet


DALAM hadis perpecahan umat, Rasulullah SAW mengkhabarkan umat Islam akan terpecah kepada 73 golongan. Semuanya akan singgah ke neraka kecuali hanya satu terselamat dari neraka dan terus masuk ke syurga, iaitu golongan yang mengikuti jalan Nabi dan sahabat.



Ini menjadi petunjuk tidak semua umat Islam akhir zaman ini berada di atas jalan benar. Zaman ini begitu jauh dari zaman Nubuwwah dan pelbagai kefahaman serta tokok tambah meresapi ajaran Islam yang asal.



Hal ini tidak dapat dicegah, namun menjadi tuntutan ke atas kita mempelajari ilmu al-Quran dan Hadis agar mampu membezakan antara kebenaran dan kebatilan, seterusnya berpegang teguh dengan kebenaran, iaitu pegangan Nabi dan Sahabat.



Itulah satu-satunya jalan lurus yang ALLAH redai, jalan orang diberi nikmat.



Berbicara mengenai kumpulan yang mengangkat kedudukan orang soleh melebihi kedudukan yang sepatutnya, bahkan menyeru dan memohon pertolongan daripada mereka, dan beribadah di kubur mereka, kita bawakan firman ALLAH SWT: “Katakanlah (Wahai Muhammad): ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain ALLAH, mereka tidak memiliki kuasa untuk menghilangkan bahaya daripada mu, dan tidak mampu mengubahnya’.



Orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada ALLAH). Mereka mengharap rahmat-Nya dan takut azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhan mu itu suatu yang harus ditakuti.” (Surah Al-Israa: 56-57)



Ketika ditanya mengenai orang yang meminta syafaat daripada Nabi setelah kewafatannya dengan alasan Nabi SAW hidup di dalam kubur, Syaikh Muhammad Soleh al-Uthaimin rahimahullah menjawab, “Bantahan atas mereka ini mudah, iaitu Nabi SAW telah wafat tanpa syak berdasarkan firman ALLAH, “Sesungguhnya kamu akan mati, dan sesungguhnya mereka akan mati (juga).” (Surah Al-Zumar: 30).



Firman ALLAH: “Tidaklah Muhammad itu melainkan seorang Rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Adakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (Surah Al Imran: 144)



Golongan sahabat sepakat Nabi  Muhammad SAW telah wafat. Mereka memandikan, mengkafani dan menguburkan Baginda. Dengan itu, Baginda telah wafat tanpa syak.



Namun di sana ada kehidupan lain iaitu kehidupan barzakh yang ada bagi golongan syuhada, dan golongan Nabi tentu lebih utama dalam hal ini. ALLAH SWT berfirman, “Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan ALLAH itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki” (Surah Al Imran: 169)



“Mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurnia ALLAH yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang yang tinggal di belakang yang belum menyusul mereka.Tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati.” (Surah Al Imran : 170)



Inilah kehidupan alam barzakh yang ilmunya di sisi ALLAH. Kita tidak mengetahui bagaimana. Orang yang mati tidak perlukan udara, air, makanan dan selainnya. Inilah jawapan bagi mereka yang mengatakan Rasulullah SAW hidup di dalam kubur.




Berbeza alam kehidupan



Ya, memang Baginda hidup, tapi bukan seperti kehidupan dunia yang manusia di dalamnya mungkin bekerja, taat, rukuk, sujud dan seterusnya. Ini adalah perkara ghaib tidak dihukumi seperti hukum orang-orang yang hidup. (Jalasat wa Fatawa)



Imam Al-Zahabi Rahimahullah berkata, “Nabi hidup di sisi Tuhan mereka seperti kehidupan syuhada’ di sisi Tuhan mereka. Kehidupan mereka tidak sama dengan kehidupan orang di dunia dan tidak sama dengan kehidupan manusia nanti di akhirat.” (Tarikh Al-Islam)



Ketika terjadinya fitnah besar pada zaman pemerintahan Khalifah Uthman dan Ali RA, mahupun berlaku pertelingkahan kalangan Sahabat, mereka tidak pergi ke kubur Baginda untuk meminta tolong untuk jalan penyelesaian.



Ternyata, golongan Nabi telah wafat dan tidak berhubung dengan alam dunia, sebaliknya roh Nabi Muhammad SAW berada di ‘Illiyun di tempat tertinggi, sebagaimana perkataan terakhir Baginda sebelum menghembus nafas terakhir, “Al-Rafiq Al-A’la (bersama teman yang tertinggi di atas)”.



Sebahagian orang salah faham hal ini sehingga menyangka golongan Nabi dan syuhada itu hidup seperti hidup di dunia. Mereka menyangka orang mati di dalam kubur mendengar seruan dan panggilan mereka, melihat, dan hadir ke majlis mereka.



Ini dakwaan yang tidak didasari petunjuk al-Quran dan Sunnah, bahkan menyalahinya.

ALLAH berfirman, “Dan engkau (Muhammad) tidak mungkin dapat menjadikan orang di dalam kubur dapat mendengar.” (Surah Fathir: 22).



“Sungguh kamu tidak dapat menjadikan orang mati dapat mendengar dan tidak pula menjadikan orang yang tuli dapat mendengar panggilan apabila mereka berpaling ke belakang.” (Surah al-Naml: 80)



Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Sahihnya, ketika orang Yahudi datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang roh, Nabi SAW terdiam dan tidak memberikan jawapan. Ini kerana ia adalah hal ghaib, yang hanya diketahui ALLAH. Baginda diam sehinggalah turun wahyu daripada ALLAH, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Surah Al-Isra’: 85)



Syaikh al-Albani rahimahullah ketika menjelaskan hadis yang menyatakan kehidupan para Nabi di kubur berkata, “Ketahuilah kehidupan yang ditetapkan oleh hadis bagi para Nabi adalah kehidupan alam barzakh, bukan kehidupan dunia sedikit pun.



Oleh itu, wajib mengimaninya tanpa memberi perumpamaan, atau berusaha menjelaskan bagaimana kaifiatnya dan menyamakannya dengan sesuatu yang diketahui dalam kehidupan dunia.




Jauhi Amalan Bidaah



Inilah sikap orang mukmin iaitu beriman kepada hadis tanpa memberi tambahan berupa qias dan pelbagai pemikiran sebagaimana dilakukan sebahagian ahli bidaah yang mendakwa kehidupan Nabi SAW di dalam kubur adalah kehidupan hakiki (seperti alam dunia).



Mereka berkata Baginda makan, minum dan menyetubuhi isterinya. Padahal itu adalah kehidupan alam Barzakh, tidak diketahui hakikatnya kecuali oleh ALLAH”. (Sahihah)



Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya hari kamu yang paling utama adalah Jumaat, maka perbanyakkanlah selawat ke atas ku pada hari itu. Sesungguhnya selawat kamu disampaikan kepadaku.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana selawat kami disampaikan kepadamu padahal engkau telah hancur menjadi tanah? ”Baginda menjawab, “Sesungguhnya ALLAH mengharamkan atas bumi menghancurkan jasad golongan Nabi.” (Sahih, Abu Daud)



Hadis ini menunjukkan kefahaman golongan Sahabat, iaitu orang yang mati tidak akan mendengar ucapan orang yang masih hidup. Rasulullah SAW tidak mendengar ucapan salam kepadanya, bagaimanapun sabda Nabi dalam hadis lain: “Sesungguhnya ALLAH memiliki malaikat yang berkeliling di bumi untuk menyampaikan kepada ku salam daripada umatku.” (Riwayat Ahmad)



Sekiranya orang mati dapat mendengar perbicaraan di alam dunia, sudah tentu Rasulullah yang paling layak untuk mendengar. Dan sekiranya Rasulullah mendengar perbicaraan di alam dunia, sudah tentu Baginda mendengar secara langsung selawat dan salam yang diucapkan kepada Baginda.



Namun sebaliknya, Baginda menjelaskan selawat dan salam ‘disampaikan’ kepada Baginda melalui golongan malaikat yang berkeliling di bumi. Jelas Baginda tidak mengetahui secara langsung apa yang berlaku di alam dunia selepas Baginda wafat.



Bahkan Nabi SAW menceritakan umatnya yang akan terhalang daripada minum di telaga Baginda di akhirat kelak, “Benar-benar suatu kaum daripada umatku akan ditolak dari telaga sebagaimana unta asing ditolak (dari kerumunan unta)”, maka aku berkata, “Ya ALLAH, itu adalah umatku.” Maka dikatakan: “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan selepas kewafatanmu.” (Riwayat Bukhari Muslim)



Hadis ini menunjukkan Nabi SAW tidak tahu apa yang berlaku kepada umatnya setelah wafat. Maka sungguh batil dakwaan sesetengah kumpulan yang mendakwa Nabi SAW hadir ke majlis mereka lalu mereka pun berdiri menghormati kehadiran Nabi! Ditambah dengan qasidah yang menyeru dan meminta daripada Nabi SAW dan orang soleh yang telah wafat.



Ini benar-benar menyalahi petunjuk Nabi SAW dan petunjuk sahabat RA. Semoga ALLAH memberikan kita taufiq dan keselamatan dalam beragama, dan beramal sesuai dengan petunjuk Nabi SAW dan sahabatnya, serta meninggalkan yang selainnya.




* Penulis ialah Penasihat Eksekutif Ilmuwan Malaysia (iLMU)


Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/11/02/163205/Obama-dan-Dunia-Islam/7


Adakah Nabi masih hidup?

Tuesday, March 12, 2013

Turki, Negara Islam yang Beraroma Kristen

TUESDAY, 12 MARCH 2013

Total View : 522 times

Turki memang negara yang unik. Negara Islam ini masuk menjadi anggota NATO meski sebagian anggota NATO menghambat keanggotaannya. Dengan penduduk berjumlah 70 juta jiwa, 90 persennya beragama Islam namun dicatat sebagai negara pluralis. Selain Islam, Turki juga dikenal sebagai negara yang toleran sehingga di sana juga ada pemeluk agama Kristen, Yahudi, Hindu, dan Konghucu.

Turki menjadi bukti sejarahnya Kristen. Nama delapan kota di Turki diambil tertera dalam Alkitab dan Taurat, seperti Philadelphia. Fakta unik lainnya adalah Turki merupakan tempat rumah terakhir bunda Maria, ibu Yesus Kristus berada. Tidak hanya itu, nabi Musa yang terkenal sebagai pembelah Laut Merah pun meninggalkan tongkatnya di Turki. Semaunya itu menjadi salah satu kekayaan budaya masyarakat Turki yang sampai sekarang mereka lestarikan.

Hal ini disampaikan oleh Muhamed Cetin, PhD dari Komisi Luar Negeri Parlemen Turki, yang sedang berkunjung ke Indonesia dalam rangka mengadakan persahabatan dan kerjasama bisnis di Yogyakarta, Indonesia. Menurutnya, banyak perubahan mendasar yang terjadi di Turki selama 15 tahun terakhir, terutama terlihat dari kudeta militer yang sudah tidak ada lagi.

Indahnya persatuan di tengah keberagaman yang patut dipelihara. Di Indonesia sendiri, konflik antar agama masih sering terjadi padahal Indonesia meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam namun bukanlah negara Islam. Kita patut meniru Turki agar kedamaian terjadi di bumi pertiwi.

 

Baca juga :

Peneliti Temukan Kapal Nuh di Turki

Komunitas Kristen Tertua di Dunia Terancam Punah

Mari Membangun Bangsa dengan Memberkati Mereka

Bagaimana Caranya Memberkati Musuh?

Berbagai Masalah Anak dan Cara Penanganan Orangtua

Tips Mudah Cara Benar Pakai Masker

Mengenal Makanan Tradisi Indonesia : Tumpeng

Haii, JCers yang Gabung di Bulan Maret 2013!!

Sumber : inilah.com by lois horiyanti/jawaban.com


Lintas.me


About CBN - Jenice

Article source: http://oase.kompas.com/read/2013/03/12/00270780/Menikmati.Hidup.dengan.Cara.Berbeda?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Turki, Negara Islam yang Beraroma Kristen

Wednesday, May 8, 2013

Perancis Kesulitan Atasi Islam Radikal di Penjara - VOA Indonesia

— Di Perancis, jalan menuju Islam radikal seringkali dimulai dengan tindak kejahatan ringan yang melemparkan seorang anak muda ke penjara yang terlalu padat dan penuh kekerasan yang menghasilkan mualaf yang siap untuk jihad.


Saat negara ini meningkatkan keamanan sejak Januari ketika pasukan-pasukan Perancis mulai melawan kelompok Islamis yang terhubung al-Qaida di Mali, pihak berwenang semakin khawatir mengenai pertumbuhan militan di penjara Perancis.



Namun, meski ada upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini, kondisi di belakang jeruji besi masih mengubah pemuda Muslim sasaran empuk bagi mereka yang merekrut jihadis, menurut penjaga, kepala penjara, mantan narapidana, pemuka agama dan ahli pidana yang diwawancarai oleh kantor berita Reuters pada beberapa bulan terakhir.



“Saya bertemu orangtua-orangtua yang mengatakan: ‘Anak saya masuk penjara sebagai penjual narkoba dan keluar sebagai fundamentalis’,” ujar Hassen Chalghoumi, imam masjid di Drancy, pinggiran kota Paris.



Kelompok Islamis di Mali telah memperingatkan bahwa Perancis adalah sasaran untuk serangan, yang paling baru dalam sebuah video yang muncul Selasa. Hal ini menambah kekhawatiran dalam negara yang, menurut badan polisi Europol, telah menangkap 91 orang pada 2012 untuk dugaan terorisme yang diinspirasikan agama.



Perancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa, sekitar lima sampai enam juta orang, sebagian besar merupakan warga negara yang patuh dan cinta damai. Fenomena radikalisme agama di penjara bukan terjadi di Perancis saja, tapi juga di Inggris, Amerika Serikat sampai Afghanistan. Namun Perancis menonjol karena lebih dari setengah narapidananya merupakan Muslim, banyak diantaranya dari komunitas yang miskin dan pengangguran.



Kakak beradik dari Chechnya yang merupakan tersangka pemboman Boston, meski bukan mantan narapidana, lebih jauh menggarisbawahi ancaman yang diberikan oleh para militan soliter – anak-anak muda dari komunitas imigran yang bergerak sendiri atau dalam kelompok kecil yang terdrong ke dalam kelompok Muslim garis keras.



“Kita menghadapi musuh eksternal di Mali, namun juga musuh di dalam sebagai produk radikalisasi,” ujar Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls.



“Mereka mulai sebagai penjahat kelas teri, kemudian menjual narkoba, masuk penjara dan berubah menjadi Muslim radikal dan benci Barat,” ujarnya pada media lokal pada Februari.



Penjaga penjara Villepinte Blaise Glangbazo mengatakan radikalisasi Islam merupakan ancaman serius dalam sebagian besar penjara di Perancis.



“Namun di penjara yang lebih keras seperti Villepinte, kecenderungan itu semakin mudah. Ini sekolah yang baik.”



Populasi penjara Perancis meningkat sepertiganya dalam dekade terakhir, sebagian karena kebijakan pemerintah konservatif yang memberikan hukuman berat bagi pidana berulang.



Menurut para ahli, salah satu cara mengatasi Islam radikal di penjara adalah melalui pemuka agama yang memberikan ajaran moderat. Namun Perancis kurang memiliki pemimpin Muslim, yang jumlahnya hanya mencapai 160 orang dibandingkan dengan 700 pemuka agama Kristen.



Abdelhak Eddouk, rohaniwan untuk penjara Fleury-Merogis di luar kota Paris selama sembilan tahun sebelum ia mundur baru-baru ini, mengatakan perlu ada 480 rohaniwan Muslim, berikut panduan yang lebih jelas mengenai tugas mereka.



Pemerintah hanya menambah 30 orang untuk penjara tahun ini dan tahun depan. (Reuters/Alexandria Sage)



Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28193/17/04/2013/masyarakat-tv-sehat-desak-kpi-hentikan-sinetron-rendahkan-simbol-islam.html


Perancis Kesulitan Atasi Islam Radikal di Penjara - VOA Indonesia

Sunday, December 16, 2012

Dianggap Sesat, Seorang Dosen Syahadat Lagi - KOMPAS.com

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Mirza Alfath (37), disyahadatkan kembali di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (22/11) siang. Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat menyatakan bahwa Mirza sesat dari ajaran Islam, sehingga perlu lagi mengucap syadahat. 

Lahirnya rekom MPU Lhokseumawe bahwa Mirza sesat dari ajaran Islam dikaitkan dengan pernyataan-pernyataan dia di akun Facebook-nya yang terkesan merendahkan Islam, di samping terlalu mengagungkan rasionalitas serta tindakan Yahudi atas Palestina.

Persoalan ini mencuat, bermula dari insiden di rumah Mirza Alfaths di Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, yang dilempari batu oleh sekitar 20 anak-anak, Selasa (20/11) selepas magrib.

Aksi pelemparan itu diduga kuat terpicu oleh komentar Mirza di Facebook yang mengagung-agungkan Yahudi dan menghina Islam, sebagaimana dipersoalkan Teuku Zulkhairi MA, Ketua Depertemen Riset Rabithah Thaliban Aceh (RTA) dalam bentuk surat pembaca di Serambi edisi 20 November 2012 pada kolom Droe Keu Droe.

Malam itu, rumah Mirza yang baru dia bangun sedang kosong. Dia bersama keluarganya memang sering pulang ke rumah mertua yang juga bermukim di kawasan Keude Aceh, Lhokseumawe. Akibat dilempari, kaca jendela ruang tamu dan kamar tidur depan pecah.

Beberapa menit setelah rumah Mirza dilempari anak-anak usia SD dan SMP, polisi pun tiba di lokasi, langsung mengamankan rumah itu. Police line dipasang mengitari rumah Mirza.

Saat polisi tiba, masyarakat yang mendatang rumah Mirza makin ramai. Terdengar karut-marut warga terhadap Mirza, meski ia tak di rumah. Namun, berkat pendekatan persuasif pihak kepolisian dan para tokoh masyarakat setempat, akhirnya sekitar pukul 20.30 WIB warga yang bergerombol di depan rumah Mirza, membubarkan diri.

“Menghindari hal-hal yang tak diinginkan pascainsiden itu, Mirza bersama istrinya langsung kami amankan ke mapolres,” ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso, melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi MH, Rabu (21/11/2012).

Pascainsiden pelemparan batu tersebut, kata Supriadi, kondisi tetap stabil dan aman. Ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan masyarakat di Desa Keude Aceh yang ingin masalah itu diselesaikan sesuai prosedur, bukan dengan main hakim sendiri.

“Atas sikap damai yang diperlihatkan masyarakat sejak malam kejadian, membuat saya kagum dan bangga kepada masyarakat Keude Aceh,” demikian Kasat Reskrim.

Sementara itu, di Mapolres Lhokseumawe kemarin, Mirza “disidang” MPU Lhokseumawe atas pemikirannya terhadap Islam dan Alquran selama 3,5 jam (sejak pukul 08.30-12.00 WIB).

Ketua MPU Lhokseumawe, Tgk Asnawi, menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Mirza berterus terang bahwa akun Facebook tersebut adalah miliknya. Berdasarkan pengakuan tersebut dan setelah MPU mempelajari isi Facebook-nya, maka ditarik kesimpulan bahwa Mirza telah sesat dari ajaran Islam.

Didasari atas kesimpulan itu, sebut Tgk Asnawi, Mirza pun mengaku telah keliru dan ia minta maaf. “Setelah meminta maaf, dia pun bersyahadat di hadapan kami,” ucap Tgk Asnawi.

Setelah rekomendasi MPU keluar, kemudian pada pukul 15.00 WIB dilakukan pertemuan antara MPU, Majelis Adat Aceh (MAA), Muspika Banda Sakti, dan aparat Desa Keude Aceh dan Simpang IV yang difasiliatsi pihak kepolisian. Pertemuan di aula Mapolres Lhokseumawe ini melahirkan sejumlah rekomendasi.

Setelah ada kesepakatan itu, Mirza pun dihadirkan dalam ruang pertemuan pada pukul 17.00 WIB. Dia mengaku siap menandatangani seluruh butir kesepakatan itu.

Pertemuan akhirnya dihentikan sejenak, karena masuk jadwal shalat Magrib. Setelah itu Mirza membacakan poin-poin kesepakatan, lalu ia kembali bersyahadat. Dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan yang diikuti seluruh perwakilan yang hadir, kecuali polisi.

Dalam kesepakatan itu dimuat klausul bahwa Mirza harus minta maaf secara terbuka di Masjid Islamic Center Lhokseumawe. “Kapan waktunya dia harus minta maaf di Masjid Islamic Center ataupun permohonan maaf secara resmi melalui media massa sesuai hasil kesepakatan, akan didiskusikan kembali,” ujar Wakil Ketua MPU Lhokseumawe, Tgk H Abu Bakar Ismail.

Informasi terakhir diterima Serambi, untuk sementara hingga tadi malam Mirza masih diamankan pihak kepolisian. Dekan Fakultas Hukum Unimal, Sumiadi, menambahkan, sejak awal sampai perkembangan terakhir masalah yang melibatkan Mirza ini, proses akademik dan darma perguruan tinggi lainnya di FH Unimal berjalan normal.

“Di kampus tidak ada yang terpengaruh atau mengikuti pemikiran saudara Mirza,” tulis Sumiadi dalam suratnya ke Biro Serambi Indonesia di Lhokseumawe, Kamis kemarin. (bah)

 






Article source: http://www.theglobejournal.com/Sosial/siti-marhamah-itu-nama-barunya-sejak-masuk-islam/index.php


Dianggap Sesat, Seorang Dosen Syahadat Lagi - KOMPAS.com

Thursday, July 11, 2013

Sejarah dan Perkembangan Kaligrafi Arab

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa

Kaligrafi mendapat tempat tersendiri dalam kesenian Islam karena bertujuan memperindah lafal Allah.


Jika menyebut seni kaligrafi, belum tentu bertuliskan Arab atau menuliskan ayat suci Alquran. Banyak tulisan lain, seperti Jepang, Cina, dan Yunani, yang juga memiliki seni visual tersebut. Secara bahasa, kaligrafi memang bermakna seni tulisan indah, yakni dari bahasa Yunani allos yang bermakna indah dan graphein, yakni menulis.


Kaligrafi Arab (khat arab) atau yang sering dikenal dengan kaligrafi Islam, hanyalah salah satunya. Hanya, Muslimin Indonesia terbiasa menyebut kaligrafi pada huruf indah Arab yang menuliskan Alquran.


Bagi bangsa Arab, tulisan pun sebetulnya bukanlah hal yang utama. Bangsa Arab pada masa lalu lebih bangga dengan lisan yang pandai bersyair ketimbang menulis indah. Kebudayaan menulis sangat minim dilakukan. Jikalau ada syair yang amat cantik, itu pun hanya ditulis jika akan digantungkan pada Ka’bah. Pun ketika Islam datang.


Alquran hanyalah disimpan dalam memori para sahabat. Kitabullah baru ditulis setelah banyak hafiz yang wafat di medan pertempuran. Maka, barulah dimulai penulisan Alquran pada masa khalifah Abu Bakr Ash Shidiq dan baru mulai disusun rapi pada masa khalifah Utsman bin Affan.


Tak heran jika pada generasi awal Islam, kaligrafi bukan sesuatu yang diperhatikan. Meski aksara Arab diperkirakan telah muncul seabad sebelum Islam datang, kaligrafi baru muncul pada abad kedua dan ketiga Hijriyah. Meski perkembangannya lamban, kaligrafi pun mulai mendapat tempat di hati masyarakat Muslim.


Philip K Hitti dalam History of the Arab mengatakan, seni kaligrafi mendapat popularitas dan tempat tersendiri dalam kesenian Islam karena tujuan awalnya untuk memperindah lafal Allah dan didukung oleh ayat Alquran surah 68 ayat 1 dan 96 ayat 4. Kedua ayat tersebut, yakni “Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis”, surah al-Qalam ayat 1 dan “Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam”, surah al-Alaq ayat 4. Maka, saat muncul pada abad kedua dan ketiga Hijriyah, kaligrafi langsung menjadi primadona kesenian Islam.


                                                              *****



Pada tahap berikutnya, lanjut Hitti, kaligrafi sepenuhnya menjadi karya seni Islami dan membawa pengaruh pada seni lukis yang dikui banyak kalangan. Melalui karya kaligrafi, seorang Muslim menyalurkan bakat seninya yang tidak bisa diekspresikan melalui representasi objek-objek yang hidup. Seorang penulis kaligrafi atau kaligrafer menempati kedudukan yang terhormat dan mulia melebihi kedudukan para pelukis.


Terdapat beberapa pelopor pengembangan kaligrafi Arab, di antaranya, al-Raihani (meninggal 834) yang mengembangkan kaligrafi pada masa kekhalifahan al-Ma’mun dari Dinasti Abasiyah. Ia menyempurnakan gaya kaligrafi Rihan, sesuai dengan namanya. Kemudian, Ibn Muqlah (meninggal 940), seorang menteri Abasiyah yang tangan kanannya dipotong oleh Khalifah al-Radhi. Dengan tangan kiri, ia mampu menulis dengan indah.


Terdapat pula nama Ibn al-Bawwb (meninggal 1022 atau 1032), anak seorang pegawai di Majelis Umum Baghdad. Ia menemukan gaya kaligrafi muhaqqaq. Lalu, pelopor terakhir yang amat masyhur, yakni Yaqut al-Mutashimi. Muncul pada pengujung periode Abasiyah, ia sangat kondang sebagai ahli kaligrafi terkemuka yang namanya diabadikan sebagai nama gaya tulisan, yakni Yaquti.


“Dinilai dari karya kaligrafi Yaquti yang masih bertahan hingga kini dan sejumlah karya kaligrafi lain, capaian artistik dalam bidang kaligrafi pada periode ini tidak bisa dianggap tinggi. Bisa dikatakan kaligrafi merupakan satu-satunya kesenian Arab yang produknya saat ini, baik kalangan Muslim maupun Kristen, bisa kita lihat di Konstantinopel, Kairo, Beirut, dan Damaskus. Karya-karya mereka menampilkan nilai keindahan dan keagungan yang lebih tinggi dibandingkan terdahulu yang pernah diproduksi sepanjang masa,” kata Hitti.


 
                                                             *****


Lebih perinci, Habibullah Fadzoili dalam Athlasul Khat wa al-Kutub membagi enam periode perkembangan kaligrafi. Pertama, yakni era pertumbuhan di mana saat itu huruf Arab belum memiliki tanda baca atau masih gundul. Gaya kufi muncul saat periode ini. Kedua, yakni era pertumbuhan. Periode kedua baru dimulai saat kekhalifahan Bani Umayah. Saat itu, gaya kufi mulai perkembangan lebih indah. Gaya tsulus, naskhi, muhaqqaq, raihani, riq’I, dan tauqi’ muncul pada periode yang berlangsung hingga pertengahan kepemimpinan Dinasti Abasiyah tersebut.


Ketiga, periode penyempurnaan di mana mulai muncul metode kaligrafi lengkap dengan standardisasinya. Gaya-gaya sebelumnya mulai dimodifikasi dan diberi kaidah. Periode keempat, yakni pengembangan kaidah dan metode pada era sebelumnya. Saat itu mulai muncul harmonisasi dua gaya dalam satu kanvas. Kemudian, periode selanjutnya, yakni masuk ke pengolahan.


Pengembangan teknik lebih mendapat penekanan dalam era ini. Saat itu, ratusan gaya telah berhasil diciptakan para kaligrafer. Periode terakhir, yakni saat Dinasti Mamluk berkuasa di Mesir dan Dinasti Safawi berkuasa di Persia. Pengembangan gaya terus terjadi saat periode tersebut hingga mencapai puncak saat periode Turki Utsmani.


                                                    ******


 
Berkembang di Timur
Saat Dinasti Abasiyah runtuh akibat serangan Mongol, perkembangan kaligrafi justru makin memuncak. Apalagi, saat itu terdapat pelopor kaligrafer ternama, Yaqut. Islamnya putra Hulagu Khan, Abaga, menjadikan Dinasti Mongol menganut Islam. Saat itulah kaligrafi mengalami perkembangan di negeri Islam timur, terutama saat Mongol di bawah kepemimpinan Ghazan dan Uljaytu.


“Ghazan seorang Muslim yang terpelajar memberikan dukungan besar terhadap seni Islam, termasuk kaligrafi dan penyalinan buku. Tradisi tersebut kemudian dilanjutkan penggantinya, Uljaytu, yang kemudian menjadi era kemajuan seni dan sastra. Uljaytu memiliki dua orang kepercayaan, yakni Rashid al-Din dan Sa’d al-Din. Keduanyalah yang selalu melindungi para pelajar, seniman, dan kaligrafer. Pada masa Uljaytu inilah, perkembangan kaligrafi mencapai puncaknya,” demikian yang tertulis di web calligraphicworld.


Pascaberakhirnya generasi Mongol pada abad ke-14, kaligrafi masih menjadi primadona di bawah kekuasaan Dinasti Timurid yang pimpin Timur Leng. Dia menciptakan gaya baru kaligrafi untuk penulisan Alquran. Menggantikan gaya Mongol, gaya ini lebih memiliki pola megah dan geometris.


Article source: http://www.voaindonesia.com/content/ledakan-bom-di-kuil-buddha-lukai-2-orang/1696938.html


Sejarah dan Perkembangan Kaligrafi Arab

Sunday, February 24, 2013

Imlek dan Cap Go Meh

Imlek dan Cap Go Meh

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Minggu, 24/02/2013 04:02 WIB • 103 klik

H. Sutan Zaili Asril

ADALAH Cap Go Meh (juga disebut Festival Lentera/Lantern Festival) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari perayaan Tahun Baru Imlek di lingkungan  komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap atau chap berarti Sepuluh, go berarti lima, dan meh berarti malam). Ini juga berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama lima belas hari. Perayaan Cap Go Meh lazimnya dira­ya­kan dengan jamuan/makan besar dan berbagai kegiatan lainnya. Di Taiwan, misalnya, Cap Go Meh dirayakan sebagai Festival Lampion (Lantern Festival). Sedang di Asia Tenggara, Cap Go Meh dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, ketika perempuan/gadis yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut—suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

 

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia (di Kota Makassar, misalnya) diadakan secara rutin tiap setahun sekali. Di hari perayaan Cap Go Meh, daerah pecinaan Kota Makassar akan ditutup untuk kendaraan sejak pukul 10.00 WITA pagi, namun prosesi perarakan Cap Go Meh atau yang biasa disebut Karnaval Budaya Nusantara dimulai pukul 14.00 WITA, wali kota Makassar melepas puluhan ekor burung. Perarakan (karnaval) Cap Go Meh diawali rombongan Bhinneka Tunggal Ika antara lain terdiri atas berbagai tokoh agama/masyarakat diikuti Dara/Daeng Makassar, terus ke Kelenteng Kwang Kong, masyarakat Kajang Bulukumba/Vihara Dharma Loka, kelompok adat Aluktudolo Tana Toraja/Kelenteng Xian Ma, kelompok adat Bone/Kelenteng Pan Ku Ong, dari Galesong Kabupaten Takalar/Vihara Dharma Agung, Komunitas Bissu dari Segeri/Kabupaten Pangkep/Ma­pan­bumi/Kelompok Adat Mappasili Pallawa/Vihara Girinaga. Terakhir di­tutup Yayasan Budha Tzu Chi mem­bersihkan sampah di sepanjang jalan dilalui rombongan prosesi. Hampir setiap klenteng mengarak dewa/dewi. Klenteng Kwan Kong mengarak Dewa Kwan Kong sebagai dewa perang dan Dewi Kwan Im sebagai pembawa cinta kasih. Vihara Dharma Loka mengarak Dewa Cho Sua Kong atau dewa pengo­batan, dan Klenteng Xian Ma mem­bawa Dewi Xian Ma.

 

Mungkin, semua kita sudah tahu, Cap Go Meh adalah hari raya penutupan rangkaian acara perayaan Tahun Baru Imlek (Tahun Baru Saka/Cina) yang dirayakan tiap tanggal 15 Chia Gwee dalam penanggalan Tionghoa (Imlek). Biasanya, saat itu terang bulan pertama pada tahun baru Imlek. Bagi kaum tani Tionghoa/China ini adalah hari yang penting. Mereka umumnya akan melakukan persiapan satu minggu (menyebar benih) yang ditanam dalam dua-tiga minggu kemudian. Mereka mela­ku­kan turun ke sawah dengan segala perhitungan—salah-salah mereka bisa ke­laparan. Para petani baru sem­bahyang cheng beng (untuk/men­yembah leluhur) setelah selesai ber­tanam padi. Tanaman padi mereka akan dipanen kelak saat summer pada 5-6 bulan kemudian. Padi ditumbuk menjadi beras sebulan setelah panen (bulan kedelapan—menjelang pera­yaan Imlek/Cap Go Meh berikutnya). Jadi, terang bulan Cap Go Meh adalah pesta mooncake dan diramaikan dengan harvest festival. Perayaan hari Cap Go Meh dimeriahkan dengan festival lampion, karnaval barong-liong (barongsai-liongsai), makan ketupat Cap Go Meh, dan berbagai perayaan lainnya.

 

AKAN HALNYA Tahun Baru Im­lek pula, aslinya Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dila­kukan para petani di Cina biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan berkaitan pesta para petani men­yam­but musim semi. Perayaan ini dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir tanggal 15 bulan pertama. Acara meliputi sembahyang Imlek, sem­bahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan per­sem­bahyangan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, men­jamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan te­tangga. Karena perayaan Imlek berasal dari budaya petani, segala bentuk persembahan berupa berbagai jenis makanan. Tiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Di Cina, hidangan wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, yang dipilih adalah hidangan mempunyai arti kemak­muran, panjang umur, keselamatan, atau kebahagiaan, yang merupakan hidangan kesukaan leluhur.

 

Kue-kue yang dihidangkan akan lebih manis daripada biasa. Diha­rap­kan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Juga dihi­dang­kan kue lapis sebagai perlambang rezeki berlapis-lapis. Kue mangkok dan kue keranjang merupakan ma­ka­nan wajib dihidangkan di saat per­sembahyangan menyambut datang tahun baru Imlek. Biasanya, kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Ada makanan yang dihindari dan tak dihidangkan, misalnya bubur. Bubur tidak dihidangkan karena makanan ini lebih melambangkan kemiskinan. Kedua belas hidangan, lalu disusun di meja sembahyang yang bagian depan digantungi dengan kain khusus yang biasa bergambar naga berwarna merah. Pemilik rumah lalu berdoa memanggil para leluhurnya men­yantap hidangan disuguhkan.

 

Di malam tahun baru orang-orang biasa bersantap di rumah/di restoran. Se­lesai makan malam mereka bega­dang semalam suntuk dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki bisa leluasa masuk ke rumah. Pada waktu ini disediakan camilan khas Imlek berupa kuaci, kacang, dan permen. Pada waktu Imlek, makanan yang tidak boleh dilupakan adalah kue lapis legit, kue nastar, kue semprit, kue mawar, dan manisan kolang-kaling. Agar pikiran jadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol kehidupan yang terang. Tujuh hari sesudah hari Imlek dila­ku­kan persembahyangan kepada Sang Pencipta. Tujuannya adalah sujud kepadaNya dan memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru dimasuki. Lima belas hari sesudah Imlek dilakukan sebuah perayaan yang disebut Cap Go Meh. Warga keturunan Cina di Semarang, misalnya, mera­yakan dengan menyuguhkan lontong Cap Go Meh, terdiri dari lontong, opor ayam, lodeh terung, telur pindang, sate abing, dan sambal docang. Di Jakarta, menunya lontong, sayur godog, telur pindang, dan bubuk kedelai. Saat perayaan Imlek juga dirayakan ber­bagai macam keramaian, festival dan karnaval, yang menyuguhkan antara lain atraksi barongsai atau liongsai dan kembang api.

 

SEBETULNYA, kita—setidaknya seorang Cucu Magek Dirih—mele­takkan warga Cihna/keturunan Tiong­hoa sebagai/dalam perspektif warga negara Indonesia (UU Nomor 12/2006 tentang Warga Negara). Yang masih membuat perbedaan hanya keturunan—sebagai mana ada warga negara Indonesia keturuan Arab/keturunan India dan tentu saja berbe­da agama dan secara sub-etnik/suku bangsa (Jawa/Batak/Minang/Bugis, misalnya), serta beda budaya/adat/tradisi (dalam perspektif Bhinneka Tunggal Ika). Kita tidak dapat mem­vonis satu warga sebagai keturunan Arab/India/Cina sebagai tak memiliki hak/kewajiban yang berbeda. Setiap warga negara adalah sama, sama ada berbeda asal-usul (keturunan Arab/India/China, misalnya), atau berbeda suku bangsa (Jawa/Batak/Minang/Bugis dan lainnya, misalnya), dan atau beda agama (keturunan apa pun dan atau suku bangsa apa pun), tidak lagi menjadi masalah.

 

Misalnya, warga keturunan Tiong­hoa seperti pernah dikemukakan beberapa sahabat Cucu Magek Dirih dari Pondok, bukanlah keinginan mereka sejak dari dalam kandungan dilahirkan sebagai keturunan China—kalau mereka boleh/dapat memilih—kalau karena keturunan China lalu hak/kewajiban mereka didis­krimi­nasikan. Sama ada, warga RI ketu­runan Arab/keturunan India/ketu­runan Tionghoa bebas memeluk/menganut agama. Warga keturunan (Arab/India/China, misalnya) boleh jadi beragama Islam, Kristen, Budha, dan atau Hindu, serta Kong Hu Chu, misalnya—sama ada warga RI yang sub-etniknya Jawa/Batang/Minang/Bugis, misalnya, juga bebas memeluk agama diakui di Indonesia. Yang pasti semua warga negara (keturunan atau suku bangsa berbeda), sama-sama mempunyai hak dan kewajiban sama sebagai waarga negara.

 

Warga negara Indonesia ketu­runan China, misalnya, ada yang beragama Kong Hu Chu, Budha, Hindu, Kristen, dan atau Islam, sama halnya warga suku bangsa Jawa/Batak/Bugis, misalnya, memeluk agama-agama yang disebutkan. Kita tidak dapat melakukan sikap/perlakuan diskriminasi di antara sesama warga negara. Justru dalam perspektif/pandangan Cucu Magek Dirih, sebagaimana halnya kita di Padang ini dan atau provinsi Sumatra Barat, idealnya memandang warga negara Indonesia keturunan Tionghoa/Cina sebagai saudara dan memandang budaya dan adat/tradisi warga negara Indonesia keturunan China/Tionghoa sebagai kekayaan budaya Indonesia. Sejauh ini, justru warga keturunan China/Tionghoa yang tak banyak mengeluh karena masih diperlakukan berbeda/didiskriminasikan oleh warga negara Indonesia lainnya—tidak ter­ba­ya­ng­kan bilamana pemerintah daerah/aparat pemerintah daerah pula masih mendiskriminasi mereka pula? 

 

Mungkin akan dipandang berle­bihan oleh sebagian kita bilamana Cucu Magek Dirih mengatakan, sela­yak­nya kita di Padang menyemangati warga Pondok sekitarnya, misalnya, untuk merayakan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh sebagai keramaian/kemeriahan dan atau festival/karnaval bagi saudara kita di Pondok—tidak ada halangan bagi mereka melakukan perayaan Imlek dan Cap Go Meh sebagai khazanah/kekayaan budaya bangsa Indonesia di Padang, tapi, juga menjadi sebagai khazanah/kekayaan dan daya tarik wisatawan datang. Kalau saja kita mendorong warga Pondok melakukan perayaan pesta tahunan Imlek/Cap Go Meh yang direncanakan dan dipersiapkan den­gan saksama/baik—sebagai agen­da pariwisata khas di Padang, misalnya, dipromosikan dengan gen­car, mu­ngkin menarik wiatawan datang ke Padang—sebagaimana Malaysia suk­ses mengembangkan agenda wisa­tanya dan sukses mendatangkan wistawan. (*)

[ Red/Administrator ]

Article source: http://artis.inilah.com/read/detail/1955737/diego-michiels-mualaf


Imlek dan Cap Go Meh

Thursday, May 9, 2013

Asia Terancam Teroris Mancanegara

TEHERAN – Ketua Majelis (Parlemen) Iran Ali Larijani mengingatkan, Asia kini menghadapi teroris asal mancanegara. Saat berpidato dalam penutupan sidang Dialog Kerja Sama Asia (ACD), Rabu, Larijani mengatakan bahwa gejala terorisme dan ekstremisme di kawasan itu didukung AS dan jaringan mata-mata Barat, yang bertekad mengganggu perdamaian dan keamanan di Asia. “Pada abad terakhir, India, China, Jepang dan Iran menjadi kekuatan berpengaruh di dunia dan semua berada di benua Asia,” katanya. Meskipun menyebabkan masalah untuk Asia, pelatihan kelompok teroris oleh Barat dinilainya akan lebih berbahaya.



Diserang, Napi Pakistan Tewas


AMRITSAR – Seorang narapidana (napi) Pakistan yang diserang di penjara India akhirnya meninggal di rumah sakit, Kamis, setelah mengalami cedera dalam saling-balas serangan pekan lalu. Sanaullah Ranjay menderita cedera kepala parah di satu penjara di kota utara Jammu, dalam serangan tak lama setelah kematian seorang tahanan India, Sarabjit Singh, yang diserang di penjara Pakistan. Ranjay, seorang pembunuh dari kota Pakistan Sialkot, diserang oleh seorang tahanan diidentifikasi sebagai mantan tentara angkatan darat India hanya 24 jam setelah kematian Singh di penjara Lahore. Insiden ini bisa menyulut ketegangan baru antara India dan Pakistan. Sekitar 535 tahanan India, termasuk 483 nelayan, berada di penjara-penjara Pakistan, sementara 272 tahanan Pakistan berada di penjara-penjara di India.




Yordania Usir Duta Besar Israel


AMMAN – Parlemen Yordania setuju untuk mengusir duta besar Israel. Pengusiran itu merupakan balasan atas agresi Israel ke Masjid Al-Aqsa di Kota Yerusalem akhir-akhir ini. Kondisi di area masjid Al Aqsa saat ini memang sedang panas. Sekelompok ekstrimis Yahudi tiba-tiba menyerang masjid Al-Aqsa Selasa (7/5). Warga Palestina pun segera melindungi masjid yang dianggap suci oleh umat Islam itu. Mereka membangun blokade untuk melindungi area masjid Al-Aqsa. Yordania sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Israel. Negara itu merupakan salah satu dari segelintir Negara Arab yang memiliki perjanjian damai dengan Israel.




PM Australia Ditimpuk Roti


BRISBANE – Sandwich atau roti isi berisi Vegemite dilempar oleh seorang pelajar ke arah PM Australia Julia Gillard yang sedang mengunjungi sebuah sekolah di dekat Brisbane. Untungnya, sandwich itu tidak mendarat di wajah Gillard. Keramaian menyambut Gillard yang baru saja sampai di sekolah tersebut, banyak pelajar menyambut Gillard dengan sorak sorai dan foto bersama. Meski demikian, sejumlah pelajar terlihat mencemoohnya dan salah seorang diantara mereka melempar sandwich ke arahnya. Gillard justru terlihat santai dan bergurau mengenai insiden pelemparan itu. Gillard tidak memandang pelemparan sandwich itu sebagai tindakan protes atau penghinaan terhadap dirinya.




Beranak 7, Sutradara China Didenda


BEIJING – Pemerintah China tengah menyelidiki laporan bahwa sutradara ternama Zhang Yimou melanggar aturan keluarga berencana di negara tersebut dengan memiliki 7 anak, sehingga terancam denda sebanyak 160 juta yuan (26,05 juta dolar AS). China punya kebijakan 1 anak. Zhang mengundang decak kagum dunia dengan kemegahan pembukaan Olimpiade di Beijing yang ditanganinya pada 2008. Belum jelas dimana anak-anak Zhang dilahirkan, namun Komisi Populasi dan Keluarga Berencana Provinsi Jiangsu masih melakukan investigasi. Zhang (61) dikenal sebagai anak nakal di kalangan perfilman China karena beberapa filmnya pernah dilarang beredar di dalam negeri meski cukup tenar di luar negeri.




Biarawati Menyusup Reaktor Nuklir


TENNESSEE – Seorang biarawati ditahan petugas setelah menyusup masuk ke dalam reaktor nuklir di Negara Bagian Tennesse, AS. Dia pun terancam menerima hukuman 20 tahun penjara. Megan Rice melakukan aksinya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan nuklir AS. Menurutnya, nuklir hanya akan membawa kematian. Perempuan berusia 83 tahun itu menyusup ke dalam reaktor nuklir bersama 2 rekannya. Mereka menerobos pagar lalu mencoret-coret tembok bangunan reaktor dengan pesan anti-nuklir. Aksi Rice membuat malu Pemerintah AS. Mereka tidak menyangka reaktor nuklir yang harusnya dijaga ketat dapat disusupi dengan mudah oleh seorang lansia. Beberapa pejabat keamanan dimutasi akibat insiden ini dan perusahaan yang menjaga reaktor nuklir itu juga diputus kontraknya.




Meninggal Tersedak Hot-Dog


CHICAGO – Seorang guru yang berusia 28 tahun, Maureen Oleskewics, menghembuskan napas terakhir setelah ia tersedak hot dog saat menyaksikan pertandingan tim baseball Chicago Cubs di Wirgley Field, Chicago, dan jantungnya berhenti berdenyut secara mendadak. Maureeen tiba-tiba tersedak dan jatuh di antara barisan bangku stadion. Sang adik, Martin, mulanya mengira kakak perempuannya bercanda. Namun saat lagu nasional dikumandangkan, beberapa petugas tampak melakukan pernapasan buatan pada kakaknya. (AP/Ant/Adi)



Article source: http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/05/08/08335887/Militan.Boko.Haram.Serang.Kota..55.Orang.Tewas


Asia Terancam Teroris Mancanegara

Friday, December 9, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank U So Much for Visiting this Blog

Thursday, April 11, 2013

Pengesahan RUU Ormas Ditunda

JAKARTA, KOMPAS.com – Panitia khusus (Pansus) RUU Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) akhirnya bersepakat menunda pengesahan rancangan undang-undang ini yang seharusnya dilakukan dalam rapat paripurna pada Jumat (12/4/2013) pagi ini. Penundaan pengesahan dilakukan lantaran masih ada penyusunan bagian penjelasan yang belum rampung.


“Akhirnya ditunda dan alasan penundaan itu sebenarnya teknis karena substansi secara prinsipil, isinya sudah disepakati semua fraksi termasuk perubahan terakhir yang diusulkan Muhammadiyah itu sudah kita akomodir. Hanya penjelasan belum rapi, ada beberapa redaksi yang belum rapi, faktor teknis prosedur aja,” ujar Ketua Pansus RUU Ormas Abdul Malik Haramain saat dihubungi, Jumat.


Dengan belum selesainya penyusunan bagian penjelasan RUU ini, kata Malik, maka Pansus pun tidak akan membawanya ke rapat paripurna. Pimpinan pansus sudah berkirim surat kepada pimpinan DPR agar tidak mengagendakan pengesahan RUU ini. Pengesahan akan dilakukan setelah masa reses DPR yang akan mulai dilakukan besok hingga sebulan mendatang berakhir.


“Jadi ini ditunda sampai masa sidang berikutnya akan kita bahas lagi lalu kita rapikan dan selanjutnya kita agendakan (untuk pengesahan),” imbuh Malik.


Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan bahwa semua fraksi telah bersepakat untuk tidak membatalkan keseluruhan pembahasan RUU Ormas. Pasalnya, kata Malik, RUU ini masih dianggap penting. “Fraksi bulat menyepakatinya,” tutur Malik.


Sebelumnya, sejumlah unsur organisasi Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia dan Muhammadiyah akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran terkait penolakan atas RUU Ormas ini. Mereka masih belum sepakat tentang pokok penjelasan.


Bukan lagi soal asa


Dalam perbincangan dengan Kompas.com, juru bicara HTI Ismail Yusanto mengatakan, isu yang dipersoalkan ormas berbasis massa Islam atas RUU itu tak lagi soal asas. Dia mengatakan, sudah ada perubahan yang patut diapresiasi dari pembahasan RUU ini, merujuk kesepakatan pansus 9 April 2013. “(Termasuk soal) asas yang diatur dalam Pasal 2 RUU Ormas,” kata dia.


Menurut Ismail, berdasarkan kesepakatan pansus pada tanggal itu, rumusan soal asas ormas disepakati merujuk ketentuan yang dipakai dalam UU 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. “Asas ormas tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Itu saja,” sebut Ismail.


Ismail mengatakan, bila rumusannya demikian, ormas Islam tak lagi punya masalah soal pengaturan asas. Rumusan sebelumnya soal asas ini mengharuskan pencantuman Pancasila sebagai asas ormas, tetapi mengizinkan penggunaan asas lain selama tak bertentangan dengan Pancasila.


Namun itu bukan berarti sudah tak ada masalah dalam RUU Ormas. Ismail mengatakan, salah satu ganjalan yang akan terus mereka pertanyakan ke pansus adalah terkait penjelasan Pasal 61 RUU Ormas. “Bukan di batang tubuhnya, tapi penjelasan atas pasal tersebut,” ujar dia.


Pasal 61 RUU Ormas mengatur tentang larangan bagi ormas mengembangkan paham atau pemikiran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Penjelasan pasal tersebut dalam rumusan awal, ujar Ismail, menderetkan beragam paham itu mulai dari komunisme, ateisme, marxisme, kapitalisme, liberalisme, dan sosialisme.


“Namun, dalam rumusan terakhir per 9 April 2013, beberapa paham seperti kapitalisme dan liberalisme sudah tak lagi tercantum. Sementara di negara asalnya, kapitalisme sudah dipertanyakan, masa di sini dibolehkan? Apa kapitalisme yang eksploitatif sesuai dengan Pancasila?” tanya Ismail.


Ketentuan lain yang juga masih patut disayangkan, sebut Ismail, adalah rumusan Pasal 7 RUU Ormas. Pasal itu mengatur soal ranah kegiatan ormas. “Politik tidak masuk dalam ranah yang diperbolehkan dilakukan ormas,” kata dia.


Padahal, kegiatan ormas terkait politik bukanlah soal kekuasaan dan pragmatisme, tetapi terkait pendidikan dan penerapan ilmu politik yang lebih luas. “Itu kami sayangkan,” kata dia.
















Article source: http://www.voaindonesia.com/content/sejumlah-jemaat-rayakan-paskah-dalam-keprihatinan/1630685.html


Pengesahan RUU Ormas Ditunda

Sunday, January 5, 2014

Islam Bertahan di Kolombia

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Para imigran Muslim bisa mendapatkan pendidikan tinggi dan hidup sejahtera.

Kolombia terkenal sebagai negara berkembang yang banyak terjadi kriminalitas. Adanya kartel narkoba yang besar dan terpelihara hingga kini memperburuk kondisi negara yang berada di Amerika Selatan ini.


Namun, di antara hiruk pikuk kehidupan warganya, ada eksistensi dari umat Muslim yang selalu berusaha untuk menunaikan semua ibadahnya, hidup dengan damai, dan terus berdakwah.


Awal mula Muslim yang tinggal di wilayah ini adalah para imigran yang berasal dari negara-negara Timur Tengah sekitar akhir abad ke-19.


Kemudian, disusul para imigran yang berasal dari Asia Selatan dan kini juga banyak warga lokal yang tertarik menjadi mualaf.


Ada tiga hal yang mendorong lahirnya komunitas Muslim di negara yang menggunakan bahasa Spanyol sebagai bahasa pengantar ini. Pertama, periode setelah konflik politik di negara-negara Timur Tengah.


Kedua, jatuhnya Kekaisaran Ottoman yang mendorong minoritas Arab ke tanah Amerika. Ketiga, migrasi warga Palestina setelah perang dunia kedua dan setelah penciptaan Negara Israel pada 1948 serta migrasi warga Lebanon sekitar 1960-an.


Kolombia memiliki populasi Muslim sebanyak 86 ribu jiwa yang berarti mencakup 0,2 persen dari total penduduk yang berjumlah sekitar 42 juta orang. Kebanyakan Muslim Kolombia adalah orang Lebanon, Suriah, dan Palestina.


Mereka datang ke Kolombia sekitar 1880 hingga 1960. Mereka datang karena perang yang terjadi di Timur Tengah dan mencari kehidupan yang lebih baik lagi dibandingkan tempat asal mereka.


Kebanyakan, para imigran pertama tampak sebagai Muslim yang taat dibandingkan dengan generasi kedua dan ketiganya. Muslim generasi pertama sebagian besar masih berbicara dalam bahasa Arab antara satu dengan yang lain.


Dari tulisan Diego Castellanos yang berjudul Islam in Colombia: Between Assimilation and Exclusion, dijelaskan kehidupan Muslim di Kolombia sangatlah kompleks. Karena, budaya masyarakat lokal masih sangat kuat, tulisnya.


Muslim menjadi kaum minoritas di negara ini. Dan, melihat apa yang terjadi dalam kesehariannya, tidak terjadi proses asimilasi yang signifikan antara Islam dengan budaya masyarakat setempat. Warga asli menolak adanya proses asimilasi dengan Islam.


Tapi, justru karena inilah Islam malah bisa bertahan sesuai aslinya, berbeda dengan kedatangan agama lain, seperti Kristen Pantekosta yang mendaur ulang formasi praktik-praktik leluhur masyarakat asli Kolombia.


Kehadiran komunitas Muslim yang sudah selama 40 tahun ini menjaga eksistensinya justru memperlihatkan bahwa agama inilah yang paling luhur di antara yang lainnya, tulis Diego.


Para imigran Muslim ini justru bisa mendapatkan pendidikan tinggi dan hidup sejahtera lebih layak dibandingkan warga lainnya. Ini membuat orang-orang Muslim di Kolombia, disegani.


Padahal, fasilitas, sarana, serta gaya hidup warga Kolombia sangat tidak mendukung pada eksistensi komunitas Muslim. Karena, gaya hidup warganya yang sangat menyimpang dengan ajaran Islam membuat asimilasi Islam dan budaya setempat sulit tercapai. Ini membuat penyebaran Islam mengalami hambatan yang sangat besar.


Namun, dalam beberapa tahun terakhir, meskipun tersendat, komunitas Muslim tetap ada di sejumlah besar Kota Kolumbia. Akhir-akhir ini, terjadi fenomena yang begitu menggembirakan.


Banyak warga setempat yang akhirnya tertarik untuk masuk Islam. Ini membuat jumlah jamaah di masjid-masjid di Kolombia semakin bertambah banyak. Juga, berbagai lembaga sosial Islam yang punya banyak anggota baru.


Salah satu yang menjadi alasan kuat mengapa banyak orang Kolombia memutuskan masuk Islam karena menurut mereka, berdasarkan logika Islam menawarkan sebuah kehidupan religius yang dibangun berdasarkan ketuhanan Esa dan kepercayaan adanya Tuhan di sepanjang hidupnya.


Muslim di Kolombia bisa mengembangkan karakter yang universal yang memberikan pandangan bahwa Islam adalah agama yang bisa dipeluk oleh ras, etnis, ataupun warga negara manapun, jelasnya.


Satu hal lagi yang membuat jumlah mualaf semakin banyak di Kolombia adalah karena jalur perkawinan. Orang-orang Muslim di sana hanya mau menikahi orang Muslim juga. Ini membuat warga setempat yang jatuh cinta pada pemuda Muslim, akhirnya berani untuk masuk Islam.


Beberapa tahun terakhir Muslim Kolombia semakin terbuka untuk memperlihatkan identitas mereka, apalagi Pemerintah Kolombia tidak lagi menjadikan Katolik sebagai agama resmi negara.


Para perempuan yang mengenakan jilbab dan laki-laki menggunakan baju khas masyarakat Timur Tengah semakin banyak terlihat di jalan-jalan Kolombia.


Populasi Muslim Kolombia terbanyak berada di Kota Maicao, bagian dari wilayah La Guajira. Di sinilah masjid termegah se-Amerika Selatan, Omar Ibnu al Khattab, yang didirikan pada 1987 berada.


Populasi Muslim di sini diperkirakan sekitar 8.000 orang. Sayangnya, di kota ini terjadi banyak aksi kriminalitas, seperti penyelundupan, baik rokok, barang-barang elektronik, narkoba, senjata, hingga pencucian uang, sama seperti kota-kota lain di Kolombia.


Article source: http://sidomi.com/224403/rowan-atkinson-masuk-islam-mr-bean-muslim/


Islam Bertahan di Kolombia

Friday, December 9, 2016

Sejak Jadi Mualaf, Angelina Sondakh Sering Mengaji dan Khatam Al-Qur'an di Penjara

SERAMBINEWS.COM - Apa kabar Angelina Sondakh? Mantan anggota DPR yang terjegal kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang itu kini menjalani hidupnya dengan lebih tenang di dalam rutan Pondok Bambu.

Hal ini diungkapkan KH Muhammad Arifin Ilham usai bertemu secara tak sengaja dengan Angelina Sondakh ketika dirinya diundang untuk memberi ceramah di Penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah memenuhi undangan tersebut, Ustaz Arifin Ilham pun mengungkap mengenai kondisi terakhir dari wanita yang pernah menjadi bunga Senayan tersebut di dalam akun media sosial miliknya.

"SubhanAllah walhamdulillah bunda Angelina Sondakh mantan DPR RI merasakan hikmah besar setelah 5 tahun di pesantren Pondok Bambu. Beliau menemukan ARTI HIDUP sebenarnya, lebih tenang dan damai dg keteraturan TAAT dalam Sunnah Rasulullah," tulis KH Muhammad Arifin Ilham dalam postingannya di akun Facebook miliknya.

Tidak hanya menenukan ketenangan hidup, menurut Arifin, istri almarhum Adjie Massaid tersebut mengaku menghabiskan waktunya di balik jeruji dengan telah berpuluh kali khatam Alquran.

angelina

"Bahkan sudah berpuluh puluh kali khatam Alqur'an. Sejuta hikmah bagi hamba yg beriman," katanya lagi.

Kasus korupsi yang mebelit Angelina Sondakh membuatnya harus rela kehilangan kebebasannya.

Angelina Sondakh, diputuskan bersalah oleh hakim dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun.

Divonis pada tahun 2011, Angelina sudah melakoni 5 tahun hukuman hingga tahun 2016 ini.

Menurut Arifin, Angelina mendapat hikmah yang luar biasa dari kasus yang mengharuskannya mendekam di penjara tersebut.

"

| Sejak | Jadi | Mualaf, | Angelina | Sondakh | Sering | Mengaji | Khatam | Al-Quran | Penjara | SERAMBINEWS | COM< | strong> | kabar | Mantan | anggota | yang | terjegal | kasus | korupsi | Wisma | Atlet | Games | Palembang | kini | menjalani | hidupnya | dengan | lebih | tenang | dalam | rutan | Pondok | Bambu | p> Hal | diungkapkan | Muhammad | Arifin | Ilham | usai | bertemu | secara | sengaja | ketika | dirinya | diundang | untuk | memberi | ceramah | Jakarta | Timur | p> Setelah | memenuhi | undangan | tersebut | Ustaz | mengungkap | mengenai | kondisi | terakhir | wanita | pernah | menjadi | bunga | Senayan | akun | media | sosial | miliknya | p> SubhanAllah | walhamdulillah | bunda | mantan | meras | hikmah | besar | setelah | tahun | pesantren | Beliau | menemukan | ARTI | HIDUP | sebenarnya | damai | keteraturan | TAAT | Sunnah | Rasulullah | tulis | postingannya | Facebook | p> Tidak | hanya | menenukan | ketenangan | hidup | menurut | istri | almarhum | Adjie | Massaid | mengaku | menghabiskan | waktunya | balik | jeruji | telah | berpuluh | kali | khatam | Alquran | p> < | h5> Bahkan | puluh | Sejuta | bagi | hamba | beriman | katanya | lagi | p> Kasus | mebelit | membuatnya | harus | rela | kehilangan | kebebasannya | p> Angelina | diputuskan | bersalah | oleh | hakim | mendekam | penjara | selama | p> Divonis | pada | 2011 | melakoni | hukuman | 2016 | p> Menurut | mendapat | luar | biasa | mengharuskannya | p> |

Thank U Very Much for Visiting this Article