Showing posts sorted by date for query sedikit. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query sedikit. Sort by relevance Show all posts

Friday, February 2, 2018

Salat Gerhana di Al-Azhar, Ketua MPR Bicara Kekuatan Umat Islam


Salat Gerhana di Al-Azhar, Ketua MPR Bicara Kekuatan Umat Islam


Jakarta
-
Ketua MPR Zulkifli Hasan memberi sambutan seusai Salat Gerhana Bulan di Masjid Al-Azhar. Dia bicara soal kekuatan umat Islam hingga pentingnya anak muda dan pendidikan.
Awalnya, Zulkifli mengingatkan jemaah bahwa zaman saat ini telah berubah. Menurutnya, sistem yang ada sekarang adalah sistem liberal dan kapitalis.
"Saya mengingatkan saja bapak bapak suka, atau tidak suka, zaman kita ini sudah berubah, kita memasuki babak baru. Apa yang disebut liberalis kapitalis. Masuk pada persaingan bebas. Pertarungan bebas," kata Zulkifli di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (31/1/2018).
Karena itu, dia meminta umat Islam tidak hanya berlaku baik saja namun harus cerdas dalam menghadapi tantangan zaman. Dia juga berharap kekuatan umat Islam itu bisa dikonversi menjadi kekuatan di bidang ekonomi dan politik.
"Karena itu, baik tidak cukup, baik, pintar dan berani. Umat Islam yang berani harus mampu kita konversi menjadi kekuatan. Baik kekuatan ekonomi maupun politik. Tanpa itu kita akan selalu jadi pengikut," tutur Zulkifli yang juga Ketum PAN.
Dia lantas menyampaikan tiga pesan kepada jemaah yang hadir. Pertama, bangsa Indonesia dan umat Islam harus mampu menyadari karakter dirinya masing-masing.
"Karena itu menghadapi situasi sekarang ini pertarungan bebas. Apalagi ini masuk tahun politik. Bung Hatta sudah mengingatkan kita. Umat Islam yang besar akan akan berdaulat kalau umat Islam itu menyadari, kalau umat Islam itu sadar," imbuhnya.
"Apa maknanya? Maknanya tidak melakukan persaksian yang palsu dalam hal zaman ini tahun politik, pilpres, pilkada, pileg. Persaksian dalam memilih imamnya, pemimpinnya, wakilnya tidak karena hutang budi. Tidak karena iming-iming, tidak karena uang, sembako. Tapi sungguh-sungguh menyadari," sambungnya.
Selanjutnya, Zulkifli mengingatkan jemaah untuk senantiasa melakukan evaluasi diri. Menurutnya, fenomena alam yang terjadi hari ini harus dijadikan momentum untuk melihat kembali peran dari umat Islam.
"Mari kita peristiwa alam yang langka ini menjadi perenungan alam, kita berkontemplasi sejauh mana peram kita, peran umat Islam, kita kalau melihat dunia sedikit kita. Saudara-saudara kita di belahan dunia sana, kocar-kacir berkelahi satu sama lain, karena itu umat Islam bersatu, apapun ormasnya, sudahlah saling menghormati," imbuhnya.
Terakhir, Zulkifli meminta umat Islam untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Bagi Zulkifli, tanpa ilmu, generasi muda Indonesia akan kalah saing dengan bangsa lain.
"Anak muda kita persiapkan. Ilmu, ilmu, ilmu. Tanpa ilmu kita akan menjadi kuli di negeri sendiri dan negeri orang," ucapnya.

(knv/rvk)



Thanks for reading our article Salat Gerhana di Al-Azhar, Ketua MPR Bicara Kekuatan Umat Islam. Please share it with responsible.
Sincery Berita Masuk Islam
SRC: https://news.detik.com/berita/3843873/salat-gerhana-di-al-azhar-ketua-mpr-bicara-kekuatan-umat-islam

powered by Blogger Image Poster

Saturday, December 10, 2016

Maria Elaine Memilih Ikuti Pelajaran Agama Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski ayahnya sudah lebih dulu menjadi mualaf, Maria Elaine Venerissa tetap mengalami masa-masa gelisah menentukan keyakinan yang akan dipegangnya. Ia tertarik dan ingin tahu banyak hal tentang Islam.

Ia mempertanyakan mengapa perlu puasa? Mengapa perempuan haid tidak boleh beribadah? Mengapa ada istilah bukan mahrom? Mengapa banyak kategori aurat pada perempuan? Ayahnya tak pernah memaksakan putri sulungnya itu untuk mengikuti jejaknya.

Meski sebagai orangtua, ayahnya berpesan akan lebih baik jika Maria menjadi Muslim. Meski begitu, ayahnya tetap mengantar Maria ke gereja setiap akhir pekan untuk beribadah. Ia sendiri merasa keputusan menjadi Muslim karena panggilan hati. Suara adzan membawa ketenangan di hatinya.

Selama jam pelajaran agama Islam semasa SMP dan SMA, Maria juga lebih memilih duduk mendengarkan pelajaran itu di kelas. Ia juga sudah bisa membaca dan menulis Alquran, tapi belum memahami artinya.

Jadilah ia penolong bagi teman-teman sekelasnya untuk mencatatkan ayat atau hadits. Hingga akhirnya di 2012, Maria bersyahadat. Momen akbar bagi hidup bagi gadis 19 tahun itu berlangsung sederhana.

Dengan keyakinan yang bulat, ia bersyahadat didampingi guru agama Islam dan seorang guru yang selama ini memang dekat dengannya. Ujian terhadap orang beriman juga ia rasakan. Ditanya-tanya tentang Islam oleh keluarga dan ia belum bisa menjawab, Maria sempat merasa tertekan.

‘’Saat itu ilmu saya masih sedikit. Saya merasa keyakinan saya atas Islam sedang diuji Allah SWT,’’ ungkap Maria. Akan tetapi masalah demi masalah bisa dilewatinya. Ia juga tak menyerah untuk mempelajari dan mendalami agama Islam. Ia sangat bersyukur telah menemukan pencerahan dan kedamaian dalam Islam.

"

| Maria | Elaine | Memilih | Ikuti | Pelajaran | Agama | Islam | REPUBLIKA | JAKARTA | Meski | ayahnya | lebih | dulu | menjadi | mualaf | Venerissa | tetap | mengalami | masa | gelisah | menentukan | keyakinan | yang | dipegangnya | tertarik | ingin | tahu | banyak | tentang | p> Ia | mempertany | mengapa | perlu | puasa | Mengapa | perempuan | haid | boleh | beribadah | istilah | bukan | mahrom | kategori | aurat | pada | Ayahnya | pernah | memaks | putri | sulungnya | untuk | mengikuti | jejaknya | p> Meski | sebagai | orangtua | berpesan | baik | jika | Muslim | begitu | mengantar | gereja | setiap | akhir | pekan | sendiri | merasa | keputusan | karena | panggilan | hati | Suara | adzan | membawa | ketenangan | hatinya | p> Selama | pelajaran | agama | semasa | juga | memilih | duduk | mendengarkan | kelas | membaca | menulis | Alquran | memahami | artinya | p> Jadilah | penolong | bagi | teman | sekelasnya | mencatatkan | ayat | atau | hadits | Hingga | akhirnya | 2012 | bersyahadat | Momen | akbar | hidup | gadis | tahun | berlangsung | sederhana | p> Dengan | bulat | didampingi | guru | seorang | selama | memang | dekat | dengannya | Ujian | terhadap | orang | beriman | Ditanya | tanya | oleh | keluarga | menjawab | sempat | tertekan | p> ‘’Saat | ilmu | saya | masih | sedikit | Saya | atas | diuji | Allah | ’’ | ungkap | Akan | masalah | demi | dilewatinya | menyerah | mempelajari | mendalami | sangat | bersyukur | telah | menemukan | pencerahan | kedamaian | dalam | p> |

Thank You Very Much for Visiting this Article

Saturday, February 8, 2014

Nabil, "lu kena fikirlah sendiri".....

Syabas Astro kerana memberikan ruang untuk mencungkil bakat para pelawak. Syabas juga kerana pelawak inilah yang bakal menjadi pelapis pelawak-pelawak yang ada. Kerana jika tidak, dunia lawak negara akan mati sebab mereka adalah hero yang tidak didendang, berbanding hero-hero lain dalam industri hiburan.


Dan tentunya yang saya maksudkan ialah Maharaja Lawak Mega yang baru saja berlalu dengan kemenangan Sepahtu. Ada yang suka ada yang tak puas rasa sebab kumpulan kegemaran gagal jadi juara. Tapi ini adalah adat, bukan semua keputusan itu boleh menepati kehendak semua.


Syabas Sepahtu kerana mempunyai gandingan yang mantap sekalipun ada minggu-minggu yang mereka sangat tidak kelakar. Dan, siapa sangka pendatang baru seperti Bocey boleh pukul kumpulan yang lebih senior.


Meskipun bukan setiap minggu saya berpeluang menyaksikan MLM ini namun saya percaya rancangan ini punya peminat tersendiri. Bahkan ramai yang boleh baca dan kenal pelawak yang naik pentas dengan tangan kosong (tak bersedia) bila merekamerepek meraban saja dari mula tunjuk muka sampai lah bila signal berbunyi.


Memang boleh kenal siapa yang naik dengan tak bersedia dan hanya merapu, tapi juri bagi empat bintang jugak!!


Apapun, seperti komen standard juri yang sangat apologetik, “Bukan senang melawak”, saya memahami bukan mudah mencari modal untuk buat orang ketawa setiap minggu. Mungkin ada sampai kena mental block, tak ada idea dan tak ada modal.


Ini bukan perkara mustahil. Untuk buat orang menangis memang senang tapi lebih sukar membuat orang ketawa. Sebab itu ada masa Sepahtu pun turun kedudukan kerana merapu entah apa-apa.


Ada juga cadangan agar akan datang MLM ini dibuat dua minggu sekali, agar memberikan lebih waktu untuk para peserta/pelawak menimba ilham dengan idea yang lebih mantap. Tapi itulah namanya bersaing siapa yang lebih mega dan terbaik.


Ramai yang menonton peringkat akhir Maharaja Lawak Mega Jumaat lepas memberikan pelbagai reaksi. Ada yang suka dengan keputusan yang menyaksikan kumpulan Sepahtu sebagai Juara MLM , Shiro tempat kedua dan kupulan baru, Boceytempat ketiga.


Seperti mana-mana pertandingan, tidak kurang juga yang kurang senang dengan kedudukan kerana calon kegemaran tidak mendapat tempat pertama. Begitulah, selalunya.


Namun, bagaimana berbeza pun pendapat dan pandangan, pada akhirnya masyarakatpenonton rancangan hiburan boleh terima setiap keputusan. Maksudnya tidaklah sampai nak baling kerusi atau baling botol ke pentas atau bertumbuk di belakang pentas atau di bilik solek, semata-mata kerana tidak puas hati.


Dalam bab ini, kita jauh lebih stabil emosi daripada penonton bolasepak, tak ada yang berkelahi sekalipun tak suka dengan juri atau tak suka dengan kemenangan Sepahtu. (Contoh).


Kerana kita ini kelompok yang bertamaddun, sudah semestinya apa yang disajikan juga haruslah seiring bahkan jauh lebih besar. Cerita dan isinya perlulah sejajar dengan kematangan penonton masakini. Maksudnya, orang yang masuk bersaing untuk melawak itu perlukan isi cerita yang mantap. Melawak pun harus ada ilmu.


Teknik dan cara mesti kena dan melawak pun mesti ada batas batas tertentu. Sebab itu apabila Nabil ‘mengenakan” Luna Maya, ramai orang tidak menyenanginya.


Malahan ia telah menjejaskan reputasi pelawak solo ini yang nampak macam ada gaya untuk berjaya dalam “stand-up comedy” seperti Harith Iskandar. Semuanya macam okay, sehinggalah beliau cuba kaitkan masa silam Luna Maya yang pada saya adalah satu cara yang bukan saja tidak manis, bahkan sangat tidak patut, tidak gentleman, apatah lagi yang dikenakan itu adalah seorang wanita.


Betul ia hanya lawak dan mungkin Nabil tidak berniat jahat, tapi ia telah dibuat dengan “bad taste” kata orang putih. Tak kena cara dan gaya.


Memang sindiran-sindiran begini adalah biasa dalam standup comedy terutama di Barat. Tetapi itu Barat yang jauh sekali berbeza dengan masyarakat kita yang penuh dengan adab dan kesopanan serta sikap saling hormat menghormati.


Kalau di Baratitu, berbogel atau separuh bogel pun sudah tak jadi apa. Tapi kita ini orang Malaysia dan lawak kita semestinya punya batas dan tidak mengguris hati orang lain.


Apatah lagi untuk membuat lawak tentang masa silam orang sedangkan hari ini orang itu sudah berubah, tentu sekali tidak kena. Dalam Islam pun, adalah tidak elok kita membuka aib orang, apatah lagi ianya benda yang sudah lama berlalu.


Ini bukan kerana saya membela Luna Maya, dan juga bukan kerana saya ini tidak suka Nabil kerana dalam satu rencana Nabil telah memberikan komen yang semua ini dilakukan oleh para haters beliau.


Lebih mengejutkan beliau hairan mengapa dibesar-besarkan isu beliau usik Luna Maya sedangkan artis kita sendiri lagi teruk dikutuk di Indonesia. Tidak tahulah sama ada itu komen sebenar Nabil, tapi yang jelas sebagai pelawak, bukan semua benda boleh jadi bahan. Kita ada akal, pandailah kita sendiri menapisnya.


Jadi, ia bukan soal Luna Maya atau mana-mana orang luar. Ini soal menghormati orang, apatah lagi wanita. Apakah kita suka jika kisah aib isteri atau ibu atau adik kita sendiri ditelanjangkan di khalayak ramai?


Sifirnya senang saja. Melawaklah macam mana sekalipun asal jangan aibkan orang lain. Ceritalah apa saja, tak perlulah sampai jatuhkan air muka orang. Melawak juga seperti seni lain dalam dunia hiburan – ia perlu ada imaginasi, kreativiti dan ilmu.


Sepatutnya Nabil hanya perlu meminta maaf dan mengakui kesilapannya. Titik.


Tutup cerita. Kerana dalam dunia hiburan, itu adalah cara yang paling wajar dan lebih selamat. Tidak ada siapa yang tidak pernah buat silap, Jadi akuilah kesilapan dan buka lembaran baru.


Naik ke pentas dengan cerita baru – itu yang sepatutnya dilakukan bila Nabil naik pentas akhir malam itu. Dia seharusnya berbekal semangat baru dan mencabar diri untuk tebus kesilapan, dengan CERITA BARU. Bukan sambung cerita lama.


Tapi, sayangnya. Dia jadi emosional dengan melakukan perkara yang tak sepatutnya dilakukan, iaitu menyambung cerita lama dan mengait balik Luna Maya. Lalu ia menjadi seperti ucapan selamat tinggal seorang bekas penagih di depan madrasah kampungnya yang sebak dan penuh dramatik.


Maka jadilah malam itu sepertio dia tersalah pentas. Kalau dah cerita sebak dan sayu macam itu, macam mana penonton nak ketawa? Mana lawaknya?


Nabil sepatutnya, “move on” bukan “get carried away” dengan separuh menangis.


Ia telah membunuh mood penonton. Macam mana nak gelak kalau dah cerita sedih macam tu?


Saya harap apa yang ditulis ini tidak dianggap sebagai komen seorang pembenci,Tidak. Anggaplah ini sebagai komen ikhlas kerana Nabil seorang yang berbakat dan perlu lebih menghalusi lagi lawak jenakanya yang ada kalanya dianggap sedikit kesar.


Usah kecewa tapi bangkit dengan semangat yang teguh. Akui kesilapan dan kelemahan. Terima kritikan dengan lebih positif, bukan berburuk sangka dengan menganggap anda ramai pembenci. Sebaliknya, anggaplah ini sebagai satu titik permulaan untuk terus maju dalam dunia lawak.


Sindiran ke arah kebaikan bukan tidak boleh tapi mestilah kena cara dan gaya…alah Nabil, macam you selalu cakap tu, “Lu pikirlah sendiri!”-8/2/2014



IKLAN


Radioterapi Kimoterapi dah buat?Jom cuba ini pula!!.


TRADING FOREX SECARA AUTOMATIK ATAU ROBOT (EA) PASTI MENGUNTUNGKAN !!!


ISTERI SUKA SUAMI TAHAN LAMA!


www.agendadaily.com.


Inginkan perfume original sila lawat dan like XINXARA.


Iklankan Perniagaan/produk anda disini. Hubungi kami disini.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/10/mz5p58-ikut-jadi-mualaf-ibu-nina-meninggal-saat-belajar-shalat


Nabil, "lu kena fikirlah sendiri".....

Friday, February 7, 2014

Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Riana Garniati Rahayu

Bangunan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian arsitektur tertinggi kaum pembawa Islam ke Spanyol.


Matador dan tari flamenco, mungkin itu yang terpikir ketika mendengar Spanyol. Belum banyak yang tahu bahwa Spanyol menyimpan pesona tersendiri, terutama bagi umat Islam.


Bagian selatan Spanyol atau yang akrab disebut dengan Andalusia merupakan saksi sejarah bahwa kejayaan Islam pernah mencapai tanah Eropa.


Beberapa peninggalan agama Islam masih bisa ditemui di sana, termasuk sebuah masjid megah yang kini telah berubah menjadi gereja katedral Katolik.


Mezquita-catedral de Cordoba yang artinya Katedral-Masjid Cordoba terletak di Kota Cordoba. Dari tempat tinggal kami di Sevilla, butuh sekitar satu jam untuk sampai ke sana.


Jika Anda tiba di Cordoba dengan kereta api seperti kami, katedral ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer dari stasiun.


Untuk pilihan menumpang bus, haltenya pun tak jauh dari lokasi stasiun. Dengan pertimbangan bahwa kami membawa dua balita, bus menjadi pilihannya. Kami turun di kawasan kota tua dan meneruskan perjalanan dengan sedikit berjalan kaki.


Setibanya di sana, hanya melihat dari luar saja kami sudah dibuat takjub dengan gagahnya the Mezquita atau nama populer katedral tersebut.


Setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung untuk mengagumi bangunan yang mengesankan ini. Kombinasi berbagai gaya arsitektur yang menyatukan unsur-unsur agama Islam dan Kristen memberikan daya tarik tersendiri.


Mengunjungi Mezquita memberikan gambaran tentang bagaimana peradaban dari 1.000 tahun lalu. Bangunan ini pada awalnya merupakan kuil Pagan pada zaman Romawi yang kemudian diubah menjadi gereja Visigoth.


Ketika Islam masuk pada abad pertengahan, Khalifah Abdurrahman I, pemimpin kekhalifahan Cordoba saat itu, membangun dan mengembangkannya menjadi masjid pada 785 Masehi.


Pembangunan dan pengembangan Mezquita kemudian berlangsung sekitar 200 tahun yang dilanjutkan khalifah-khalifah setelahnya.


Pada zaman kekhalifahan Cordoba, umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan. Kota Cordoba merupakan pusat ilmu pengetahuan di kawasan mediterania dengan Mezquita sebagai jantung peradabannya.


Ilmuwan Muslim Ibnu Rusydi atau Averroes adalah salah satu yang terlahir di kota ini. Pada masa Islam, Mezquita tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai tempat pengadilan syariah dan tempat perkuliahan.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/14/02/06/n0k2hb-mezquita-jejak-islam-yang-tersisa-di-spanyol-bagian2-habis


Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

Wednesday, February 5, 2014

Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol (Bagian-1)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Riana Garniati Rahayu

Bangunan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian arsitektur tertinggi kaum pembawa Islam ke Spanyol.


Matador dan tari flamenco, mungkin itu yang terpikir ketika mendengar Spanyol. Belum banyak yang tahu bahwa Spanyol menyimpan pesona tersendiri, terutama bagi umat Islam.


Bagian selatan Spanyol atau yang akrab disebut dengan Andalusia merupakan saksi sejarah bahwa kejayaan Islam pernah mencapai tanah Eropa.


Beberapa peninggalan agama Islam masih bisa ditemui di sana, termasuk sebuah masjid megah yang kini telah berubah menjadi gereja katedral Katolik.


Mezquita-catedral de Cordoba yang artinya Katedral-Masjid Cordoba terletak di Kota Cordoba. Dari tempat tinggal kami di Sevilla, butuh sekitar satu jam untuk sampai ke sana.


Jika Anda tiba di Cordoba dengan kereta api seperti kami, katedral ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer dari stasiun.


Untuk pilihan menumpang bus, haltenya pun tak jauh dari lokasi stasiun. Dengan pertimbangan bahwa kami membawa dua balita, bus menjadi pilihannya. Kami turun di kawasan kota tua dan meneruskan perjalanan dengan sedikit berjalan kaki.


Setibanya di sana, hanya melihat dari luar saja kami sudah dibuat takjub dengan gagahnya the Mezquita atau nama populer katedral tersebut.


Setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung untuk mengagumi bangunan yang mengesankan ini. Kombinasi berbagai gaya arsitektur yang menyatukan unsur-unsur agama Islam dan Kristen memberikan daya tarik tersendiri.


Mengunjungi Mezquita memberikan gambaran tentang bagaimana peradaban dari 1.000 tahun lalu. Bangunan ini pada awalnya merupakan kuil Pagan pada zaman Romawi yang kemudian diubah menjadi gereja Visigoth.


Ketika Islam masuk pada abad pertengahan, Khalifah Abdurrahman I, pemimpin kekhalifahan Cordoba saat itu, membangun dan mengembangkannya menjadi masjid pada 785 Masehi.


Pembangunan dan pengembangan Mezquita kemudian berlangsung sekitar 200 tahun yang dilanjutkan khalifah-khalifah setelahnya.


Pada zaman kekhalifahan Cordoba, umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan. Kota Cordoba merupakan pusat ilmu pengetahuan di kawasan mediterania dengan Mezquita sebagai jantung peradabannya.


Ilmuwan Muslim Ibnu Rusydi atau Averroes adalah salah satu yang terlahir di kota ini. Pada masa Islam, Mezquita tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai tempat pengadilan syariah dan tempat perkuliahan.


Article source: http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/06/18/6/179051/Ratusan-Jemaah-Keluar-dari-Ajaran-Ahmadiyah


Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol (Bagian-1)

Monday, February 3, 2014

PPP: Lihat Perubahan Angel Lelga, Dulu Rok Mini Kini Berhijab

Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan mengaku menggaet artis seksi Angel Lelga sebagai calon legislator bukan semata untuk meraup suara yang banyak. Tapi lebih dari itu, yakni sisi syiarnya.


Ketua Dewan Pengurus Pusat PPP Reni Marlinawati menjelaskan maksud sisi syiar adalah partai berlambang kabah ini bisa menyampaikan pesan agama serta moral lewat kadernya. Justru, dengan pemilihan Angel ini dinilai PPP tepat karena sebagai publik figur yang berlatar belakang seksi.


Reni menyoroti perubahan sosok Angel yang dari seksi menjadi berhijab merupakan hal yang harus dilihat masyarakat. “Justru ini pengaruh syiarnya. Perubahan Angel yang dilihat ke arah benar. Bukan jadi alasan kenapa PPP menginginkan artis yang kemarin pakai rok mini, seksi atau rambut diwarnain,” katanya kepada detikcom, Kamis (30/01).


“Kami ini partai Islam. Bukan hanya kekuasaan yang diraih tapi ada sisi syiarnya,” lanjut Reni menegaskan.


Kalau Angel nanti terpilih, Reni tidak berani sesumbar menyebut bekas istri Rhoma Irama itu bakal ditempatkan di Komisi 8 yang membidangi agama atau komisi berapapun. Baginya, terlalu dini karena belum dimulai kampanye.


Ia hanya berharap setiap kader termasuk Angel harus siap ditempatkan komisi mana pun oleh fraksi. “Kalau bisa milih ya milih kan. Tapi, setiap kader harus siap perang kalau ditempatkan partai,” tuturnya.


Ketua Badan Pemenangan Pemilu PPP Fernita Darwis mengatakan kepopuleran seseorang tidak menjamin seorang caleg lolos ke Senayan. “Tapi, kalau Angel lolos ya dia berarti punya kualitas,” ujar Fernita dihubungi detikcom, Kamis (30/01).


Dia menjelaskan PPP tidak pernah memaksa setiap artis untuk menjadi calegnya di Pemilu nanti. Setiap artis termasuk Angel memiliki visi dan misi untuk mewujudkan perjuangan bersama parpol. Fernita pun menegaskan para caleg sudah menjadi daftar calon tetap yang berarti memiliki kualitas dan sudah kompeten untuk bertarung di Pemilu.


Adapun Koordinator Forum Masyarakat Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang berpandangan Angle Lelga bukan sosok yang mumpuni untuk menjadi anggota DPR. Jika kelak terpilih, Angle akan masuk ke bagian orang yang hanya diam saja di DPR. Sebab, Angle tak memiliki pengalaman di organisasi politik.


“Jika dia terpilih ya gak apa-apa, tapi kan Anda tahu tidak sedikit orang yang hanya diam saja di DPR gak pernah ngomong. Kalau Angle terpilih mungkin dia jadi bagian orang yang diam aja di DPR,” ujar Sebastian kepada detikcom akhir pekan lalu.


 


Article source: http://nasional.inilah.com/read/detail/2033366/dubes-paraguay-menjadi-pemeluk-agama-islam


PPP: Lihat Perubahan Angel Lelga, Dulu Rok Mini Kini Berhijab

Sunday, February 2, 2014

Si mata sepet, berkulit putih

SEJAK seminggu ini saya turut sama menerima ucapan Selamat Tahun Baharu Cina. Terima kasih. Saya tidak marah apatah lagi ucapan tersebut datang daripada orang yang tidak saya kenali sama sekali. Daripada rakan-rakan, saya tahu mereka kuat mengusik.


Lagipun, hendak marah apa? Hendak menyorok mata sepet dan kulit putih melepak ini? Tidak mungkin. Kerana malu? Tidak sama sekali. Memang sebelah mak berdarah Cina. Mak dan kakak yang bertudung pun sampai hari ini masih ada yang bertanya Cina masuk Islam ke?”


Kepada soalan itu, tidak juga kami jawab. Malas hendak layan. Bukan kerana malu mengaku mualaf. Sebab bukan mualaf pun. Dan apa hinakah menjadi mualaf? Kurang sedarjat awak selaku orang Islam di Malaysia? Ini sudah menyeleweng. Darjat kita sebagai orang Islam dikira daripada amalan, bukan sama ada awak lahir Islam atau baharu memeluk Islam.


Hujung tahun lepas saya sekeluarga ke utara. Singgah makan nasi beriani di Seberang Jaya. Seperti biasa, akan ada orang datang ke meja makan minta sedekah atau mahu menjual cakera padat atau buku agama. Luar biasa bila tidak seorang pun berhenti di meja saya.


Ini berbeza di Shah Alam. Penjual atau peminta sedekah guna konsep pukul rata. Semua orang dimintanya. Di Seberang Jaya, ada sedikit privacy. Perkara ini tidaklah suatu isu negara tetapi sekadar menjadi bahan jenaka kami sekeluarga.


Sebenarnya, daripada kecil mata sepet dan kulit putih pucat ini menyebabkan saya menjadi sedikit canggung walaupun secara jujurnya saya tidak endahkan sangat. Kawan sekolah menggelar saya Jo Jepun. Ejekan itu lumrah pada zaman persekolahan, kata saya kepada anak-anak yang mewarisi wajah Cina ini. Tidak perlu jadi hal pergaduhan. Anggapnya sebagai keistimewaan.


Memiliki wajah Pan-Oriental ini semasa zaman remaja memang ada disalahgunakan terutama pada bulan Ramadan. Malah pernah dipaksa rakan-rakan untuk menolong membeli makanan kepada mereka. Tetapi ini cerita zaman jahiliah. Bab mencari pacaran, ada yang melabel orang kacukan sebagai eksotik. Sila guna imaginasi anda.


Daripada kecil hinggalah dewasa, setiap hari akan ada sahaja orang bertanya mengenai identiti diri. Di negeri asal Sarawak, spesies mata sepet dan kulit cerah bukan eksotik. Tetapi sudah biasa. Di Semenanjung ini, nampaknya masih suatu konsep yang dipelajari, baik oleh masyarakat Melayu mahupun Cina dan India.


Memang mahu ketawa dibuatnya bila orang Cina menegur saya sebab tidak tahu berbahasa Cina. Menegur ini mirip-mirip kesal dan marah. Terpaksalah dinyatakan ringkas mak Cina, bapa Melayu… Apek kedai pun mengangguk faham.


Dewasa ini, bila bersemuka dengan orang Melayu, mereka pantas berbahasa Inggeris dengan saya. Mungkin was-was saya tidak fasih berbahasa Melayu. Mungkin syak saya orang Singapura. Lazimnya saya jawab dengan ucapan Terima Kasih. Bukan disebabkan hendak tunjuk saya sebenarnya bukan Cina tetapi mahu galakkan penggunaan bahasa Melayu.


Untuk pengetahuan ringkas anda yang belum tahu, spesies kami ini terhasil daripada perkahwinan campur Melayu-Cina jauh lebih awal daripada pembentukan Malaysia, jauh lebih awal daripada kempen integrasi nasional. Bukan seperti masyarakat Baba dan Nyonya di Melaka. Tetapi telah melalui proses asimilasi sepenuhnya dari Cina kepada adat resam, bahasa dan agama Melayu-Melanau-Islam. Tidak juga buang Cina sama sekali. Masakan bisa? Mata sepet dan kulit putih pucat terus kekal bagi mengingatkan asal-usul kami dari Tanah Besar. Cuma tidak ada lagilah tradisi atau pakaian, apalagi bahasa diamalkan. Setakat berbahasa Hokkien untuk menyumpah seranah, rasanya skil itu masih terpelihara.


Bermata sepet dan kulit putih pucat ini juga menjadi ironi dengan kerjaya saya di Utusan Melayu. Bagi sahabat sekerja yang kenal lama, ironi itu hanya sekadar pada wajah. Jiwa dan jati diri ini tiada ragu-ragu. Mereka juga tahu saya mengaku jati diri sebagai orang Melayu berketurunan Melanau atau istilah politiknya ialah Bumiputera, sekali gus mendorong saya kekal menyokong Parti Pusaka Bumiputera Bersatu Sarawak (PBB) walaupun bermastautin di Selangor.


Cuma bila berangan-angan menjadi ahli politik, mungkin sukar untuk saya ke pentas melaungkan slogan disebabkan mata sepet saya. Walaupun demikian, hakikat itu tidak menghalang saya membuat keputusan politik untuk mengundi calon Perkasa di Shah Alam.


Perkara mata sepet dan kulit cerah orang Melayu yang mirip orang Cina ini sengaja saya ketengahkan di sini agar boleh sama-sama direnungkan hari ini, sempena sambutan Tahun Baharu Cina agar usaha ke arah perpaduan nasional tidak terhenti tetapi sebaliknya diperteguhkan.


Aspek perpaduan nasional sekarang seolah-olah diabaikan, kebanyakan masa demi meraih undi. Yang mempertahankan Melayu dikata rasis. Yang berhujah hal jurang kekayaan ekonomi antara Melayu dan Cina dipertikai sebagai ekstremis.


Isu-isu semasa yang dipalit oleh unsur politik melampau hari ini, amat merimaskan. Satu benda pun tidak menyumbang kepada usaha perpaduan nasional. Ada parti bergaduh sesama sendiri dan paksa bikin pilihan raya. Isu pengundi Cina-Melayu juga ditimbulkan.


Boleh tak untuk sekali ini, semua ahli politik berhenti menggunakan modal perkauman? Boleh tak fokus kepada soal integriti parti yang bertanding? Bermoralkah penyandang meletak jawatan, bagi memberi laluan kepada ketuanya untuk mencapai cita-cita politik? Kata mahu jimat duit rakyat tapi paksa pilihan raya sama sahaja bazir duit rakyat. Fokus hal ini. Tidak perlu cerita hal kaum.



Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/628764/jadi-muallaf-rina-diana-berharap-segera-berhijab


Si mata sepet, berkulit putih

Sunday, January 26, 2014

Angel Lelga, 'insyaf' dari artis panas jadi caleg PPP

Berita Terkait



  • Fenomena model seksi jadi caleg di Pemilu 2014

    Fenomena model seksi jadi caleg di Pemilu 2014


  • ‘Model seksi punya hak untuk nyaleg, toh rakyat yang memilih’


  • Jadi caleg, model seksi ini siap perjuangkan wanita Indramayu

Merdeka.com – Artis seksi Angel Lelga memutuskan terjun ke dunia politik dengan mencoba peruntungannya di Pemilu 2014. Janda Raja Dangdut Rhoma Irama itu menjadi caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V yang meliputi Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta.


Angel memiliki alasan mengapa maju sebagai caleg dari partai berhaluan Islam. Salah satunya karena Angel adalah seorang mualaf.


“Kenapa mau masuk ke PPP karena saya mualaf. Karena bekerja yang begitu besar amanahnya buat masyarakat, saya mau berlandaskan agama yang baik,” kata Angel dalam acara diskusi di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Rabu (4/9).


Angel yang dulu terbiasa mengenakan pakaian seksi kini berubah dengan mengenakan busana muslim yang menutupi auratnya. Namun, Angel membantah penggunaan jilbab itu dilakukannya setelah dia maju sebagai caleg.


“Saya tidak merasa ada perubahan. Karena memang Angel Lelga dari dulu senang dengan busana sopan elegant dan humble,” ujarnya kepada KapanLagi.com, Senin (24/6)


Angel berjanji akan konsen menjadi wakil rakyat jika terpilih sebagai anggota DPR di Pemilu mendatang. Dia bahkan berjanji akan meninggalkan dunia entertainment demi mengemban amanah rakyat.


PPP sebagai kendaraan politik Angel di Pemilu 2014 tak masalah atas masa lalu Angel. PPP menghargai pertobatan yang dilakukan oleh penyanyi dangdut itu.


“Setiap orang punya masa lalu. PPP menghargai niat dan kesungguhan angel untuk menjadi muslimah yang lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Sekjen PPP M Romahurmuziy, Selasa (30/4).


Romy yakin Angel sudah bertobat dan menjadi sosok yang lebih baik lagi saat ini. Waktu yang nantinya, kata dia, akan menguji kesungguhan Angel sebagai kader PPP.


“Dunia selebritis memang dapat menarik orang menjadi jauh dari ajaran agama, namun tidak sedikit yang kemudian sadar dan kembali. Tentu waktu yang akan menguji kesungguhan Angel,” imbuhnya.


Nama Angel Lelga pertama mencuat saat terendus media menjadi istri siri dari Rhoma Irama. Angel Lelga dan Rhoma Irama sempat dekat lantaran pernah beradu akting dalam sinetron yang sama. Namun tak lama setelah diketahui media, Rhoma akhirnya menceraikan Angel Lelga.


Angel sempat mencoba peruntungan sebagai penyanyi dangdut dengan menyanyikan lagu ‘Jera’ karya Rhoma Irama. Namun karirnya di bidang tarik suara belum bisa mendongkrak namanya.


Wanita yang pernah tinggal lama di Solo, Jawa Tengah ini pun pernah membintangi sebuah film horor erotis khas film Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Angel beradu akting dengan bintang porno asal Amerika Serikat Tera Patrick.


Baca juga:
Benarkah caleg artis tak ada isinya?
Kisah Destiara, model seksi yang banting setir jadi caleg PKPI
5 Wakil rakyat ini dulunya model seksi
Fenomena model seksi jadi caleg di Pemilu 2014
‘Model seksi punya hak untuk nyaleg, toh rakyat yang memilih’


Topik Pilihan
#Gempa Kebumen | #Banjir Jakarta | #Jokowi Ahok | #Kakek Dibuang Dari Ambulans | #Caleg Seksi












Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/09/27/mtrte4-dubes-paraguay-untuk-asean-masuk-islam-di-masjid-istiqlal


Angel Lelga, 'insyaf' dari artis panas jadi caleg PPP

Friday, January 24, 2014

Angel Lelga Foto Seksi di Sampul Album Slank Sebelum Jadi Mualaf

Jakarta – Angel Lelga secara khusus menggelar jumpa pers untuk menanggapi mencuatnya kembali foto seksi dirinya yang dijadikan sampul album Slank, ‘Virus’ pada 2001. Kendati kejadiannya sudah 15 tahun lalu, Angel tetap merasa perlu untuk bicara.

Seiring masuknya dirinya ke kancah politik, foto yang memperlihatkan perut langsing dengan sedikit pemandangan payudaranya itu mendadak heboh lagi. Angel pun mengakui, yang ada di foto itu memang tubuhnya.


Tapi, ia memberikan penjelasan bahwa ia menjadi model untuk sampul album Slank itu sebelum dirinya masuk Islam.


“Itu kan sudah 15 tahun yang lalu, pas saya belum mualaf. Saya sudah anggap Bunda Iffet ibu saya sendiri,” ungkapnya dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2014).


Angel mengaku sampai saat ini belum melihat foto asli dirinya itu. Di perut Angel pada foto itu terdapat tato lambang Slank. Sementara di bawah pusarnya tertulis ‘Virus’. Menurutnya, kala itu ia bersedia pose seperti itu karena nge-fans dengan band tersebut.


Bahkan istri Kaka ‘Slank’ juga adalah sahabatnya. “Saya nggak megang foto aslinya. Waktu itu Bunda Iffet temani saya waktu perut saya diukir,” kisahnya menyebut nama ibunda para personel sekaligus manajer Slank.


Angel kini tengah sibuk dengan persiapannya sebagai calon anggota legislatif dari PPP untuk Pemilu, April nanti. Di tengah konsentrasinya bertugas di Dapil Jateng 5, ia mengaku sedih dengan mencuatnya kembali soal foto tersebut.


(nu2/mmu)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS Windows Phone. Install sekarang!



Article source: http://news.detik.com/read/2013/05/20/124346/2250573/10/20-anggota-jemaah-ahmadiyah-di-tasikmalaya-jadi-mualaf?9922032


Angel Lelga Foto Seksi di Sampul Album Slank Sebelum Jadi Mualaf

Monday, January 20, 2014

Islam Berkembang di Alabama

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Minat masyarakat untuk menghormati dan tidak memusuhi Muslim semakin tinggi.


Sejak peristiwa bom 9/11 yang masih membekas bagi warga dunia, tak ada yang mengira bahwa jumlah Muslim di Amerika justru mengalami pertumbuhan.


Di sebuah kota bernama Tuscaloosa, yang masuk wilayah negara bagian Alabama, ada sebuah masjid yang masih aktif dan dipenuhi jamaah. Di sini, ketakutan warga Amerika kepada Islam semakin memudar.


Dari laman AL.com, masjid yang berada di Islamic Center Tuscaloosa itu menjadi tempat umat Islam melakukan berbagai aktivitas.


Di sini tergambar bagaimana harmonisnya hubungan umat Islam yang selalu diterima oleh masyarakat dan bisa bersosialisasi dengan lancar.


Ketua Tuscaloosa Islam Society Muhammad Sharif mengatakan, memang dulu peristiwa 11 September membuat warga menjadi cemas, takut, dan kesal dengan orang Muslim.


“Namun ternyata, kami menemukan banyak orang meninggalkan bunga di pintu kami dan memperlakukan kami dengan lebih baik. Tak semua orang membenci orang Muslim. Kami sangat menghargai hal ini dan berharap semoga keadaan bisa kembali normal seperti dulu lagi,” ujarnya.


Menurutnya, kini justru lebih banyak yang datang mencarinya untuk mendapatkan informasi tentang konsep Islam yang sebenarnya. Mereka ingin mendengar dari mulut orang Islam sendiri bahwa terorisme yang dilakukan pada peristiwa 11 September tersebut bukanlah bagian dari tuntunan Islam.


Hubungan antara Islam dan agama lain, misalnya Kristen pun, semakin membaik. Mereka sering melakukan kerja sama dan membentuk kelompok untuk kegiatan amal dan kemanusiaan. Persahabatan antara Muslim dan masyarakat lainnya juga semakin terjalin dengan eratnya.


Salah satu penduduk Muslim Alabama, Mirza Beg (68 tahun), percaya masyarakat di Tuscaloosa kini semakin terbuka pada Islam.


Ahli geologi di Geological Survey of Alabama ini sering mendapatkan pertanyaan dari kawan-kawannya yang Kristen tentang apa yang ia percaya selama ini. “Kini semakin banyak kawan saya yang ingin tahu apa itu Islam,” katanya.


Sejak 1992, terjadi peningkatan jumlah Muslim hingga berkali-kali lipat. Paling tidak ada 1,7 juta Muslim yang merupakan warga pendatang dari luar Amerika.


Berdasarkan survei yang dilakukan Pew Research Center of Asia Amerika, jumlah kaum Muslim di seluruh Amerika terus bertambah hingga kini mencapai tujuh juta. Persentase umat Islam meningkat dari lima persen pada 1992 menjadi 10 persen pada 2012.


Meski jumlahnya sedikit namun masih ada masyarakat Amerika yang dengan teguh pada pendirian Islamnya.


Dengan jumlahnya yang sedikit itu mereka menjaga eksistensi mereka dan tak kenal lelah menyebarkan informasi yang sebenarnya mengenai Islam.


Kita bisa melihatnya pada komunitas Muslim yang tinggal di Alabama yang merupakan negara bagian Amerika Serikat yang terletak di bagian tenggara. Sebelah selatannya, langsung berbatasan dengan Teluk Meksiko.


Alabama merupakan daerah pertanian. Dulu, daerah ini dikenal sebagai penghasil kapas terbesar di Amerika.


Namun, kini bukan hanya kapas yang menjadi andalan, melainkan berbagai hasil pertanian lain juga peternakan menjadi denyut nadi wilayah itu. Ada pula beberapa kota yang ramai di Alabama.


10 Masjid


Alabama beribu kota di Montgomery. Sedangkan, kota terbesar di wilayah ini adalah Huntsville dan kota berpenduduk terpadat adalah Birmingham.


Ada juga kota-kota lain yang masuk dalam wilayah tersebut, di antaranya kota tua Mobile yang didirikan oleh koloni Perancis, Tuscaloosa, Selma, dan banyak lagi kota lainnya.


Di seluruh negara bagian Alabama ada sekitar 10 masjid yang melayani kebutuhan ibadah umat Islam. Jumlah ini termasuk banyak.


Di Birmingham kita bisa menemukan empat masjid, yaitu Al Masjidul Al Ka’bah, Masjid As Sabiqqon, Masjid Alquran, dan Masjid Birmingham Islamic Society. Sedangkan, di Ibu Kota Alabama, Montgomery, terdapat sebuah masjid yang diberi nama Masjid Qasim Bilal El Amin.


Selain itu, di Kota Mobile ada tiga masjid utama, yaitu Masjid Baitul Haqq, Masjid Al Islam, dan sebuah Islamic center. Masih ada tiga Islamic center lainnya, lengkap dengan masjid besar dan berbagai kegiatan aktifnya, yang selalu mengisi kehidupan religius umat Islam di sana. Tiga Islamic center tersebut berada di Kota Tuscaloosa, Huntsville, dan Selma.


Belum ada survei tentang berapa jumlah pasti penduduk Muslim di sana. Namun, minat masyarakat untuk menghargai, menghormati, dan tidak memusuhi Muslim semakin tinggi. Beberapa sekolah Islam pun berdiri di tempat tersebut. Salah satunya Alabama Islamic School.


Di perguruan tinggi, tepatnya di University of South Alabama, terdapat pula komunitas mahasiswa Muslim. Dari laman resminya, Asosiasi Mahasiswa Muslim di Universitas South Alabama mendeklarasikan dirinya sebagai sebuah organisasi independen yang didedikasikan untuk menyediakan komunitas bagi anggota universitas yang ingin mendapatkan informasi dan gambaran yang akurat tentang apa itu Islam yang sebenarnya, juga tujuannya.


“Dalam dunia di mana informasi hampir tak terbatas, sangat penting jika kita memperoleh informasi tentang agama lain dari sumber yang tepercaya dan representatif,” tulis laman tersebut.


Itu sebabnya komunitas ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang ajaran Islam sesuai konteks aslinya.


“Misi kami adalah untuk menyampaikan informasi yang akurat tentang Islam, menjelaskan prinsip-prinsip Islam, dan menjawab berbagai pertanyaan dengan harapan bisa menciptakan pemahaman dan menghilangkan segala kesalahpahaman tentang keyakinan kita,” tulisnya.


Jika masyarakat luar telah memahami Islam secara benar, harapan selanjutnya adalah bagaimana agar bisa tercipta keharmonisan hubungan dengan masyarakat secara damai meski berbeda agama atau ideologi.


Selain itu, komunitas ini juga banyak menggelar kegiatan yang melibatkan Muslim maupun mahasiswa non-Muslim.


Di antaranya, makan malam bersama dalam peringatan hari besar Islam, berbagai diskusi informal, informasi berbagai beasiswa dan lomba akademik, serta banyak acara lainnya.


Article source: http://www.solopos.com/2012/12/21/perlu-perda-wajib-madrasah-diniah-360611


Islam Berkembang di Alabama

Saturday, January 18, 2014

Video Rasis Israel, New York Times Tak Ingin Pembaca Tahu

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika menteri-menteri dalam pemerintahan Israel memicu amuk massal, menyebut imigran Afrika ‘kanker’, kaum minoritas di sana juga menghadapi wajah lain rasisme yang selalu dialami warga Palestina.


Hanya saja situasi itu sangat jarang masuk media arus besar. Salah satunya video di bawah “Israel’s New Racism: The Persecution of African Migrants in the Holy Land” yang diproduksi oleh David Sheen dan  Max Blumenthal.


Blumenthal, yang pernah bergabung pula di Daily Beast, dikenal kerap mereportase gerakan sayap kanan di AS dan rasisme di Israel. Reputasi hasil reportasi yang nyaris tanpa bias membuat ia dihormati di Barat dan juga di dunia Islam terutama Timur Tengah.


Atas alasan itu pula, satu media terbesar di Amerika Serikat, The New York Times, memintanya membuat video dokumenter mengenari rasisme di Israel dengan durasi kurang lebih 11 menit. Ia menjelaskan kepada Consortium News, mengenai permintaan New York Times Hanya saja begitu para redaktur koran melihat hasilnya, mereka menolak menayangkan.


“Saya diminta membuat video oleh opini dokumenter The New York Times, rubrik terbaru dalam website mereka yang menayangkan video dokumenter. Saya dikenal untuk video pendek dokumenter-dokumenter mengenai sayap kanan di AS dan ekstremisme di Israel, mereka khusus meminta video dari saya,” tutur Blumenthal kepada Consortium News awal pekan ini.


Ketika ia tidak berhasil menggarap videonya tepat waktu, New York Times bahkan memanggilnya dan mengatakan mereka menginginkan video dari Blumenthal segera.


‘Jadi saya pun mengirimkan satu video yang saya buat bersama kolega saya, David Sheen, seorang jurnalis Israel yang juga selalu meliputi situasi dan kondisi non-Yahudi Afrika di Israel dengan topik sangat luas dibanding jurnalis siapa pun di dunia.


Ia mengakui mengambil juga adegan menggambarkan program-program membuat syok dari pemerintah terhadap komunitas Afrika di Tel Aviv dan mewawancara aktivis hak asasi manusia. “Saya pikir itu adalah dokumenter jujur yang dibuat baik menggambarkan situasi di sana, yang sangat sedikit diketahui oleh orang Amerika di sini,” paparnya.


Inti video Blumenthal dan Sheen ialah penggambaran bagaimana tak hanya warganya tetapi juga pemerintah Israel dalam memperlakukan imigran Afrika. Kesimpulannya, sangat mengejutkan.


“Kami juga memasukkan analisa. Kami merangkaianya dalam gaya mereka (New York Times) dan ditolak, begitu saja tanpa penjelasan setelah mereka sendiri yang meminta,” ungkap Blumenthal. Ia juga mengirim vide tersebut ke situs berita portal utama di sana dan mereka tidak meresponnya. “Padahal mereka sering kali meminta artikel khusus dari saya di masa lalu,” paparnya.


Akhirnya, The Nation–yang sebenarnya tipe media cukup ‘pemalu’ dalam menayangkan kritik terhadap Israel–setuju mempublikasikan video tersebut. Saat itulah video itu menyebar dan juga tayang di YouTube.


Komentar Sheen, termasuk menu utama yang bagus bagi mereka yang tidak akrab dengan topik tersebut.


Di dalamnya juga ada wawancara dengan Michael Ben-Ari yang tak pernah dipublikasikan. Tokoh ini adalah salah satu rasis anti-Afrika paling terkenal di Israel dan mantan anggota parlemen Israel, Knesset.


Ben Ari juga memiliki sejarah panjang menyulut rasisme dan kebencian terhadap Palestina dan Kristen.


Seperti juga videonya, buku baru Blumenthal juga menggabarkan realitas blak-blak rasisme di Israel, yang hingga kini media arus besar Amerika tak punya nyali dan tak mau untuk menghadapinya.


Article source: http://news.liputan6.com/read/784415/kisah-anis-matta-taklukkan-gadis-hungaria


Video Rasis Israel, New York Times Tak Ingin Pembaca Tahu

Thursday, January 9, 2014

Sekilas tentang Islam di Tanah Naga Petir

REPUBLIKA.CO.ID, Tersembunyi jauh di Pegunungan Himalaya, Bhutan merupakan kerajaan kecil yang diapit negara besar Cina dan India.


Di utara, wilayahnya berbatasan dengan Cina. Sedangkan, di selatan, timur, dan barat, berbatasan dengan India.


Bhutan, dalam bahasa Bhutan, Druk Yul, artinya Tanah Sang Naga Petir. Naga berwarna putih mewujud jelas dalam bendera Bhutan. Kerajaan ini mulai membuka diri kepada dunia luar pada 1970-an.


Karena luasnya yang tidak besar, populasi Muslim di Bhutan sangat sedikit. Negara ini hanya mempunyai luas wilayah sekitar 38 ribu kilometer persegi.


Menurut CIA Factbook, Muslim hanya satu persen dari populasi di Bhutan. Pada 2009, Pusat Riset Pew memperkirakan jumlah yang sama, yakni 7.000 Muslim dengan populasi sekitar 1,8 juta jiwa.


Bhutan adalah satu-satunya negara di dunia yang mengakui Buddha Mahayana sebagai agama resmi. Pemerintah tidak memiliki data resmi jumlah Muslim karena agama lain selain Buddha dan Hindu dilarang.


Pemberitaan media barat yang gencar mengenai Muslim yang terlibat terorisme mau tak mau memengaruhi persepsi warga Bhutan mengenai Islam.


Dalam pemberitaan itu, pelakunya kerap diberi label Islamist rebel atau Islamist bad guy. Akibatnya, warga Bhutan cenderung memandang negatif Islam dan pemeluknya.


Asal muasal rakyat Bhutan berasal dari Nepal, Burma Utara, timur laut India, dan Tibet. Mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha. Agama yang tergolong minoritas adalah Islam, Hindu, dan Kristen.


Pada 2008, komunitas Ahmadiyah di Bhutan mendirikan Masjid. Inilah masjid satu-satunya yang dimiliki Muslim Bhutan. Sesuai namanya, Masjid Jaigaon atau Joygaon terletak di sebuah kota kecil di Bengal, Barat India.


Lokasinya berada di perbatasan Bhutan dengan India. Tidak banyak informasi tersedia mengenai masjid ini. Bagaimana bentuk dan arsitekturnya pun tidak pernah dipublikasikan.


Sebagai negara yang berada di wilayah pegunungan, Bhutan mempunyai pemandangan gunung, bukit, dan lembah yang menakjubkan. Ekologi dan hewan-hewan liar masih terjaga dengan baik.


Sayangnya, pemerintah membatasi kunjungan wisata. Para wisatawan yang ingin berkunjung harus ikut paket wisata. Disarankan tidak mengunjungi Bhutan sebagai backpacker atau wisatawan perorangan.


Ketersediaan makanan halal sangat jarang. Agar aman, seorang Muslim yang akan berkunjung ke Bhutan sebaiknya menghindari mengonsumsi daging.


Bisa juga bertanya pada masyarakat lokal mengenai tempat menemukan makanan halal. Tapi, Bhutan memiliki banyak jenis masakan vegetarian yang terkenal kelezatannya.


 


Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/11/18/201406/Teuku-Shireen-Bulan-Madu-ke-Norwegia-


Sekilas tentang Islam di Tanah Naga Petir

Friday, January 3, 2014

Adakah Nabi masih hidup?


  • Kehidupan alam barzakh hanya diketahui ALLAH SWT. – Foto: Sumber internet


DALAM hadis perpecahan umat, Rasulullah SAW mengkhabarkan umat Islam akan terpecah kepada 73 golongan. Semuanya akan singgah ke neraka kecuali hanya satu terselamat dari neraka dan terus masuk ke syurga, iaitu golongan yang mengikuti jalan Nabi dan sahabat.



Ini menjadi petunjuk tidak semua umat Islam akhir zaman ini berada di atas jalan benar. Zaman ini begitu jauh dari zaman Nubuwwah dan pelbagai kefahaman serta tokok tambah meresapi ajaran Islam yang asal.



Hal ini tidak dapat dicegah, namun menjadi tuntutan ke atas kita mempelajari ilmu al-Quran dan Hadis agar mampu membezakan antara kebenaran dan kebatilan, seterusnya berpegang teguh dengan kebenaran, iaitu pegangan Nabi dan Sahabat.



Itulah satu-satunya jalan lurus yang ALLAH redai, jalan orang diberi nikmat.



Berbicara mengenai kumpulan yang mengangkat kedudukan orang soleh melebihi kedudukan yang sepatutnya, bahkan menyeru dan memohon pertolongan daripada mereka, dan beribadah di kubur mereka, kita bawakan firman ALLAH SWT: “Katakanlah (Wahai Muhammad): ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain ALLAH, mereka tidak memiliki kuasa untuk menghilangkan bahaya daripada mu, dan tidak mampu mengubahnya’.



Orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada ALLAH). Mereka mengharap rahmat-Nya dan takut azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhan mu itu suatu yang harus ditakuti.” (Surah Al-Israa: 56-57)



Ketika ditanya mengenai orang yang meminta syafaat daripada Nabi setelah kewafatannya dengan alasan Nabi SAW hidup di dalam kubur, Syaikh Muhammad Soleh al-Uthaimin rahimahullah menjawab, “Bantahan atas mereka ini mudah, iaitu Nabi SAW telah wafat tanpa syak berdasarkan firman ALLAH, “Sesungguhnya kamu akan mati, dan sesungguhnya mereka akan mati (juga).” (Surah Al-Zumar: 30).



Firman ALLAH: “Tidaklah Muhammad itu melainkan seorang Rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Adakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (Surah Al Imran: 144)



Golongan sahabat sepakat Nabi  Muhammad SAW telah wafat. Mereka memandikan, mengkafani dan menguburkan Baginda. Dengan itu, Baginda telah wafat tanpa syak.



Namun di sana ada kehidupan lain iaitu kehidupan barzakh yang ada bagi golongan syuhada, dan golongan Nabi tentu lebih utama dalam hal ini. ALLAH SWT berfirman, “Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan ALLAH itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki” (Surah Al Imran: 169)



“Mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurnia ALLAH yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang yang tinggal di belakang yang belum menyusul mereka.Tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati.” (Surah Al Imran : 170)



Inilah kehidupan alam barzakh yang ilmunya di sisi ALLAH. Kita tidak mengetahui bagaimana. Orang yang mati tidak perlukan udara, air, makanan dan selainnya. Inilah jawapan bagi mereka yang mengatakan Rasulullah SAW hidup di dalam kubur.




Berbeza alam kehidupan



Ya, memang Baginda hidup, tapi bukan seperti kehidupan dunia yang manusia di dalamnya mungkin bekerja, taat, rukuk, sujud dan seterusnya. Ini adalah perkara ghaib tidak dihukumi seperti hukum orang-orang yang hidup. (Jalasat wa Fatawa)



Imam Al-Zahabi Rahimahullah berkata, “Nabi hidup di sisi Tuhan mereka seperti kehidupan syuhada’ di sisi Tuhan mereka. Kehidupan mereka tidak sama dengan kehidupan orang di dunia dan tidak sama dengan kehidupan manusia nanti di akhirat.” (Tarikh Al-Islam)



Ketika terjadinya fitnah besar pada zaman pemerintahan Khalifah Uthman dan Ali RA, mahupun berlaku pertelingkahan kalangan Sahabat, mereka tidak pergi ke kubur Baginda untuk meminta tolong untuk jalan penyelesaian.



Ternyata, golongan Nabi telah wafat dan tidak berhubung dengan alam dunia, sebaliknya roh Nabi Muhammad SAW berada di ‘Illiyun di tempat tertinggi, sebagaimana perkataan terakhir Baginda sebelum menghembus nafas terakhir, “Al-Rafiq Al-A’la (bersama teman yang tertinggi di atas)”.



Sebahagian orang salah faham hal ini sehingga menyangka golongan Nabi dan syuhada itu hidup seperti hidup di dunia. Mereka menyangka orang mati di dalam kubur mendengar seruan dan panggilan mereka, melihat, dan hadir ke majlis mereka.



Ini dakwaan yang tidak didasari petunjuk al-Quran dan Sunnah, bahkan menyalahinya.

ALLAH berfirman, “Dan engkau (Muhammad) tidak mungkin dapat menjadikan orang di dalam kubur dapat mendengar.” (Surah Fathir: 22).



“Sungguh kamu tidak dapat menjadikan orang mati dapat mendengar dan tidak pula menjadikan orang yang tuli dapat mendengar panggilan apabila mereka berpaling ke belakang.” (Surah al-Naml: 80)



Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Sahihnya, ketika orang Yahudi datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang roh, Nabi SAW terdiam dan tidak memberikan jawapan. Ini kerana ia adalah hal ghaib, yang hanya diketahui ALLAH. Baginda diam sehinggalah turun wahyu daripada ALLAH, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Surah Al-Isra’: 85)



Syaikh al-Albani rahimahullah ketika menjelaskan hadis yang menyatakan kehidupan para Nabi di kubur berkata, “Ketahuilah kehidupan yang ditetapkan oleh hadis bagi para Nabi adalah kehidupan alam barzakh, bukan kehidupan dunia sedikit pun.



Oleh itu, wajib mengimaninya tanpa memberi perumpamaan, atau berusaha menjelaskan bagaimana kaifiatnya dan menyamakannya dengan sesuatu yang diketahui dalam kehidupan dunia.




Jauhi Amalan Bidaah



Inilah sikap orang mukmin iaitu beriman kepada hadis tanpa memberi tambahan berupa qias dan pelbagai pemikiran sebagaimana dilakukan sebahagian ahli bidaah yang mendakwa kehidupan Nabi SAW di dalam kubur adalah kehidupan hakiki (seperti alam dunia).



Mereka berkata Baginda makan, minum dan menyetubuhi isterinya. Padahal itu adalah kehidupan alam Barzakh, tidak diketahui hakikatnya kecuali oleh ALLAH”. (Sahihah)



Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya hari kamu yang paling utama adalah Jumaat, maka perbanyakkanlah selawat ke atas ku pada hari itu. Sesungguhnya selawat kamu disampaikan kepadaku.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana selawat kami disampaikan kepadamu padahal engkau telah hancur menjadi tanah? ”Baginda menjawab, “Sesungguhnya ALLAH mengharamkan atas bumi menghancurkan jasad golongan Nabi.” (Sahih, Abu Daud)



Hadis ini menunjukkan kefahaman golongan Sahabat, iaitu orang yang mati tidak akan mendengar ucapan orang yang masih hidup. Rasulullah SAW tidak mendengar ucapan salam kepadanya, bagaimanapun sabda Nabi dalam hadis lain: “Sesungguhnya ALLAH memiliki malaikat yang berkeliling di bumi untuk menyampaikan kepada ku salam daripada umatku.” (Riwayat Ahmad)



Sekiranya orang mati dapat mendengar perbicaraan di alam dunia, sudah tentu Rasulullah yang paling layak untuk mendengar. Dan sekiranya Rasulullah mendengar perbicaraan di alam dunia, sudah tentu Baginda mendengar secara langsung selawat dan salam yang diucapkan kepada Baginda.



Namun sebaliknya, Baginda menjelaskan selawat dan salam ‘disampaikan’ kepada Baginda melalui golongan malaikat yang berkeliling di bumi. Jelas Baginda tidak mengetahui secara langsung apa yang berlaku di alam dunia selepas Baginda wafat.



Bahkan Nabi SAW menceritakan umatnya yang akan terhalang daripada minum di telaga Baginda di akhirat kelak, “Benar-benar suatu kaum daripada umatku akan ditolak dari telaga sebagaimana unta asing ditolak (dari kerumunan unta)”, maka aku berkata, “Ya ALLAH, itu adalah umatku.” Maka dikatakan: “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan selepas kewafatanmu.” (Riwayat Bukhari Muslim)



Hadis ini menunjukkan Nabi SAW tidak tahu apa yang berlaku kepada umatnya setelah wafat. Maka sungguh batil dakwaan sesetengah kumpulan yang mendakwa Nabi SAW hadir ke majlis mereka lalu mereka pun berdiri menghormati kehadiran Nabi! Ditambah dengan qasidah yang menyeru dan meminta daripada Nabi SAW dan orang soleh yang telah wafat.



Ini benar-benar menyalahi petunjuk Nabi SAW dan petunjuk sahabat RA. Semoga ALLAH memberikan kita taufiq dan keselamatan dalam beragama, dan beramal sesuai dengan petunjuk Nabi SAW dan sahabatnya, serta meninggalkan yang selainnya.




* Penulis ialah Penasihat Eksekutif Ilmuwan Malaysia (iLMU)


Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/11/02/163205/Obama-dan-Dunia-Islam/7


Adakah Nabi masih hidup?

Wednesday, January 1, 2014

Cita-cita Gus Dur yang Belum Terwujud: Ahok Jadi Gubernur atau Presiden



JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok menceritakan kenangannya bersama mantan Presiden ke-4 RI, almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Sebagai tokoh yang pernah mendukungnya maju sebagai calon gubernur Bangka Belitung di Pilgub Babel 2007, Gus Dur meyakini Basuki dapat menjadi gubernur, bahkan pemimpin Indonesia.


Saat mendapat penolakan dari berbagai pihak, kepercayaan diri Basuki menipis begitu mengetahui ia merupakan warga minoritas.


“Siapa bilang orang turunan Tionghoa belum bisa jadi gubernur? Jadi presiden, kamu aja bisa,” kata Basuki seraya menirukan ucapan Gus Dur saat memberi testimoni di haul ke-4 Gus Dur di Pondok Pesantren Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2013) malam.


Walaupun akhirnya gagal menjadi gubernur, Basuki sangat berkesan saat-saat dirinya berjuang dibantu Gus Dur.


Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku bersyukur bisa mengenal Gus Dur. Sebab, Gus Dur pula yang mempengaruhinya terjun ke dunia politik.


Salah satu alasan mengapa Basuki ingin menjadi gubernur Bangka Belitung ialah karena ia ingin mewujudkan jaminan kesehatan. Ia menginginkan Bangka Belitung dapat menjadi wilayah yang diperhitungkan di AFTA 2015.


Cita-citanya pun sama dengan cita-cita Gus Dur, yaitu membangun pemerintahan yang mewujudkan keadilan sosial, bukanlah bantuan sosial. Gus Dur pula yang mengingatkan Basuki untuk tetap teguh pada keyakinannya.


“Timses saya pernah menyuruh untuk jadi mualaf agar dapat suara banyak. Tapi, Gus Dur bilang enggak boleh. Beliau adalah contoh yang tidak pernah menggadaikan agama demi sebuah jabatan politik,” kata Basuki lagi.


Di samping itu, Gus Dur juga pernah membela Basuki saat ia mengajukan gugatan di Mahkamah Agung karena merasa dicurangi dalam kekalahan di pilkada. Bahkan, Gus Dur berniat mengirim sebanyak 2.000 banser untuk membela Basuki.


Ide “gila” Gus Dur tak berhenti sampai di situ. Gus Dur berniat membuatkan tenda bagi para banser itu. Namun, Basuki tidak menerima ide Gus Dur. Sebab, ia tidak mau sampai ada pihak yang mengorbankan nyawa demi niatnya menjadi gubernur.


Alumnus Universitas Trisakti itu juga pernah mendapat pujian dari Gus Dur karena membebaskan biaya kesehatan saat memimpin Kabupaten Belitung Timur.


Haul ke-4 Gus Dur itu dikunjungi oleh sekitar 4.000 orang dari sejumlah pesantren, majelis taklim, dan kalangan umum di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.


Selain Basuki, tak sedikit pejabat lain yang hadir dan mendoakan Gus Dur, antara lain mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman, politisi Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan tokoh agama Frans Magnis Suseno.



Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/10/30/219525793/Ini-Kata-Jonas-Rivanno-Soal-Mualaf


Cita-cita Gus Dur yang Belum Terwujud: Ahok Jadi Gubernur atau Presiden

Tuesday, December 31, 2013

Ahok: Saya Tionghoa, Apa Bisa Jadi Gubernur?

Tribunnews.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok menceritakan kenangannya bersama mantan Presiden RI ke-4, almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.


Sebagai tokoh yang pernah mendukungnya maju sebagai calon Gubernur Bangka Belitung di Pilgub Babel 2007, Gus Dur meyakini Basuki dapat menjadi gubernur bahkan pemimpin Indonesia.


Saat mendapat penolakan dari berbagai pihak, kepercayaan diri Basuki menipis begitu mengetahui ia merupakan warga minoritas.


“Siapa bilang orang turunan Tionghoa belum bisa jadi gubernur? Jadi presiden, kamu aja bisa,” kata Basuki seraya menirukan ucapan Gus Dur, saat memberi testimoni di Haul ke-4 Gus Dur, di Pondok Pesantren Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2013) malam.


Walaupun akhirnya gagal menjadi gubernur, Basuki sangat berkesan saat-saat berjuang dibantu Gus Dur.


Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku bersyukur bisa mengenal Gus Dur. Karena Gus Dur pula yang mempengaruhinya terjun ke dunia politik.


Salah satu alasan mengapa Basuki ingin menjadi Gubernur Bangka Belitung, karena ingin mewujudkan jaminan kesehatan. Ia menginginkan Bangka Belitung dapat menjadi wilayah yang diperhitungkan di AFTA 2015.


Cita-citanya pun sama dengan cita-cita Gus Dur yaitu membangun pemerintahan yang mewujudkan keadilan sosial bukanlah bantuan sosial. Gus Dur pula yang mengingatkan Basuki untuk tetap teguh pada keyakinannya.


“Timses saya pernah menyuruh untuk jadi mualaf agar dapat suara banyak. Tapi, Gus Dur bilang enggak boleh. Beliau adalah contoh yang tidak pernah menggadaikan agama demi sebuah jabatan politik,” kata Basuki lagi.


Di samping itu, Gus Dur juga pernah membela Basuki saat ia mengajukan gugatan di Mahkamah Agung karena merasa dicurangi dalam kekalahan di Pilkada. Bahkan, Gus Dur berniat mengirim sebanyak 2.000 banser untuk membela Basuki.


Ide “gila” Gus Dur tak berhenti sampai di situ. Gus Dur berniat membuatkan tenda bagi para banser itu. Namun, Basuki tidak menerima ide Gus Dur. Sebab, ia tidak mau sampai ada pihak yang mengorbankan nyawa demi niatnya menjadi gubernur.


Alumnus Universitas Trisakti itu juga pernah mendapat pujian dari Gus Dur karena membebaskan biaya kesehatan saat memimpin Kabupaten Belitung Timur.


Haul ke-4 Gus Dur itu dikunjungi oleh sekitar 4.000 orang dari sejumlah pesantren, majelis taklim, dan kalangan umum di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.


Selain Basuki, tak sedikit pejabat lain yang hadir dan mendoakan Gus Dur. Antara lain mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kapolri (Jend) Sutarman, politisi Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan tokoh agama Frans Magnis Suseno.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/10/23/mcc38s-damainya-islam-di-kamboja-2habis


Ahok: Saya Tionghoa, Apa Bisa Jadi Gubernur?

Raffi Ahmad, Julia Perez, Dul, Ahmad Dhani di 10 Skandal Artis 2013

WowKeren.com – Sejumlah artis mengalami berbagai masalah mulai dari kasus penculikan anak, narkoba, pertikaian, kecelakaan bahkan pembatalan pernikahan. Berikut ini daftar 10 kasus hukum seleb Indonesia 2013:



1. Penculikan anak Nassar dan Muzdalifah





Januari 2013, Nassar mengejutkan publik dengan mengungkap kalau anak dari istrinya, Muzdalifah, telah diculik. Gadis kecil bernama Nana itu diculik di SDN 6 Tangerang, Jl. Ahmad Yani No 20 Kel. Sukarasa Kec. Tangerang. Nassar maupun Muzdalifah yang sedang menantikan kelahiran pertama anak mereka merasa panik sekaligus syok. Runner-Up “Kontes Dangdut Indonesia” (KDI) season 1 bahkan siap memberikan imbalan besar bagi siapapun yang bisa menemukan Nana. Untungnya setelah polisi melakukan penyelidikan, Nana berhasil ditemukan di Cibubur, 26 Januari. Sang penculik juga berhasil ditangkap dan mengaku menyekap Nana karena benci dengan Nassar yang suka pamer kekayaan.



2. Kasus Narkoba Raffi Ahmad





Sehari setelah berakhirnya kasus penculikan anak tiri Nassar, Raffi Ahmad bernasib nahas. Tepatnya di 27 Januari, mantan kekasih Yuni Shara itu terjaring razia oleh BNN di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta. Selain Raffi, Wanda Hamidah, Zaskia Sungkar dan Irwansyah sempat pula diperiksa atas dugaan kasus narkoba. Namun ketiga artis itu terbukti tak mengkonsumsi ataupun terlibat. Sementara itu, Raffi harus menjalani rehabilitasi karena walau tak terbukti memakai narkoba, ia tetap positif menggunakan zat narkotika jenis baru, metilon. Kasus hukum ini sempat pula membuat nama Yuni Shara menuai sorotan. Pasalnya, ia disebut-sebut sebagai pihak yang melaporkan Raffi ke BNN. Meski begitu, Yuni diwakili kuasa hukum telah menyangkal tuduhan tersebut.



3. Adi Bing Slamet Korban Ajaran Sesat Eyang Subur





12 Maret 2013, Adi Bing Slamet curhat pada media kalau ia menjadi korban ajaran sesat Eyang Subur. Adi menggandeng beberapa anggota Srimulat dan pria bernama Arya Wiguna untuk melawan Eyang Subur. Berkat kasus tersebut, Arya Wiguna juga sempat menjadi artis dadakan. Sayangnya kasus Adi vs Eyang Subur itu belum juga tuntas walau masing-masing kubu telah saling lapor pada pihak berwajib.



4. Julia Perez Masuk Penjara



Julia Perez harus membayar kesalahannya atas kasus pertikaian fisik dengan Dewi Persik yang terjadi 2010 lalu. Setelah mengajukan banding, Jupe tetap ditetapkan bersalah dan menjalani hukuman penjara tiga bulan di Rutan Pondok Bambu. Selain masalah hukum, Jupe sempat berduka karena ayahnya, Angkasa Jaya, meninggal di usia 52 tahun, 2 Desember lalu. Meski begitu, kesedihan Jupe bisa sedikit sirna karena Gaston Castano melamarnya, dua hari setelah wafatnya Angkasa Jaya.



5. Kasus Pencemaran Nama Baik Olga Syahputra



Olga Syahputra memang dikenal sebagai artis yang kerap melontarkan candaan yang terkadang menyinggung lawan bicara. Salah satu “korbannya” yakni seorang dokter Febby Karina yang melaporkan Olga ke Polda Metro Jaya. Sang dokter tak terima karena Olga mengejeknya berselingkuh dengan petinggi stasiun TV saat sesi syuting acara live “Pesbukers” ANTV, 23 Mei 2013. Olga yang sebelumnya bungkam sempat syok dan dirawat di rumah sakit.



6. Kisruh Rumah Tangga Ayu Ting Ting dan Enji





Memasuki bulan puasa, Juli 2013, pedangdut Ayu Ting Ting dirumorkan sudah pisah ranjang dengan Enji. Setelah awalnya menyangkal, Ayu mengakui kalau pernikahannya dengan Enji sedang bermasalah. Ia siap menggugat cerai Enji jika anak pertama telah lahir. Tak lama setelah itu, muncul seorang model bernama Anggita Sari yang mengaku pernah bertunangan dan hamil anak Enji. Bahkan beredar pula foto mesra Enji dan Anggita. Ayu pun makin serius untuk segera mengakhiri pernikahannya dengan putra dari mantan Kapolri Jenderal (pur) Bambang Hendarso Danuri tersebut. Sementara itu, Enji juga diperiksa untuk dugaan kasus pengeroyokan di Plaza Indonesia, 29 November 2013.



7. Zaskia Gotik Ditipu Vicky Notonegoro dan Bahasa ‘Kontroversi Hati’





Pemilik Goyang Itik, Zaskia, sempat merasa gembira karena menggelar pertunangan mewah dengan pengusaha bernama Vicky Notonegoro, 1 September. Namun siapa yang mengira kalau Vicky ternyata sudah menikah dan memiliki anak. Selain itu, Vicky juga gemar merayu pedangdut lain seperti Deasy Kitaro dan Ade Nurul serta melontarkan bahasa ajaib seperti labil ekonomi, mempertakut, harmonisisasi, statusisasi kemakmuran dan kontroversi hati. Tak lama setelah terkuak identitas aslinya, Vicky ditangkap polisi atas kasus pemalsuan surat tanah. Masa lalu Zaskia yang hanya lulusan SD dan foto-foto seksinya saat baru merintis karir juga terungkap bersamaan dengan penipuan yang dilakukan Vicky.



8. Dul Jaelani Tersangka Kasus Kecelakaan Tol Jagorawi





Di usianya yang masih belia, Dul Jaelani ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di Tol Jagorawi, 8 September 2013. Putra ketiga Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu dinilai bersalah telah menewaskan 7 orang. Saat kejadian, Dul menyetir sendiri mobil Lancer milik sang ayah padahal masih dibawah umur. Akibat tabrakan maut dengan dua mobil lainnya, Dul juga harus dirawat karena luka parah. Baik Dhani maupun Maia disorot media dan masyarakat karena membolehkan Dul menyetir sendiri.



Kasus tersebut juga membuat Dhani diejek Farhat Abbas. Hingga akhirnya dua putra Dhani, Al Ghazali dan El Rumi tak terima. Mereka kemudian membuat kehebohan dengan menantang Farhat untuk berduel tinju. Dhani yang merasa terganggu kemudian melaporkan Farhat ke polisi dan demikian juga sebaliknya.



9. Istri Piyu Padi Lakukan Pengrusakan di Rumah Mertua Dian Sastro



Piyu Padi dan Anastasia Florina Limasnax telah menikah 17 September 2005. Namun rumah tangga mereka bermasalah setelah Flo dituduh melakukan pengrusakan di rumah Vika Dewayani dan Adiguna Sutowo (mertua Dian Sastro) yang bertempat di kawasan Pulomas Barat, Pulogadung, Jakarta Timur, 26 Oktober. Walau Piyu membantah, polisi akhirnya menetapkan Flo sebagai tersangka, awal November lalu. Menurut rumor, Flo melakukan hal itu karena curiga Piyu telah selingkuh dengan Vika. Polisi pun masih mencari keberadaan Flo yang menghilang setelah kejadian.



10. Pembatalan Pernikahan Asmirandah dan Jonas Rivanno



Asmirandah dan Jonas Rivanno kerap beradu akting di sejumlah sinetron yakni “Nikita” (2009), “Kemilau Cinta Kamila” (2010) dan “Binar Bening Berlian” (2012). November 2012, Andah mengiyakan saat ditanya fans soal jalinan kasihnya dengan Vanno. Namun di 2013, pasangan yang selalu terlihat serasi itu harus menghadapi masalah. Semua bermula ketika rencana pernikahan Andah dan Vanno akhirnya terungkap. Sempat akan menikah Januari 2014, Andah dan Vanno telah mengakhiri masa lajang, 17 Oktober 2013.



Perbedaan keyakinan membuat publik menduga kalau Vanno telah menjadi mualaf sebelum menikahi Andah. Namun, Vanno membantah anggapan masuk Islam itu. Baru setelah dilaporkan oleh FPI Depok ke Polres Bogor, pesinetron asal Surabaya itu serta Andah segera meminta maaf. Sayangnya, Andah berubah pikiran dengan sikap plin-plan Vanno yang kembali ke agamanya semula. Ia kemudian mengajukan pembatalan pernikahan, 7 November lalu. Permohonan itu resmi dikabulkan Pengadilan Agama Depok, Rabu (18/12). (wk/ri)



Berita Kaleidoskop terkait :

• 10 Gosip Artis Hollywood Terheboh 2013

• 10 Peristiwa Penting di Jagad Teknologi Sepanjang 2013

• 10 Bayi Selebriti Hollywood Terimut yang Lahir 2013

• 11 Berita Musik Paling Fenomenal Selama 2013







Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/13/12/14/mxrdxt-masjid-sebagai-hadiah-pernikahan


Raffi Ahmad, Julia Perez, Dul, Ahmad Dhani di 10 Skandal Artis 2013

Saturday, December 28, 2013

Cita-cita Gus Dur yang Belum Terwujud: Ahok Jadi Gubernur atau Presiden

Dok: KompasJakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok menceritakan kenangannya bersama mantan Presiden RI ke-4, almarhum Abdurrachman Wahid alias Gus Dur. 


Sebagai tokoh yang pernah mendukungnya maju sebagai calon Gubernur Bangka Belitung di Pilgub Babel 2007, Gus Dur meyakini Basuki dapat menjadi gubernur bahkan pemimpin Indonesia.


Saat mendapat penolakan dari berbagai pihak, kepercayaan diri Basuki menipis begitu mengetahui ia merupakan warga minoritas.


“Siapa bilang orang turunan Tionghoa belum bisa jadi gubernur? Jadi presiden, kamu aja bisa,” kata Basuki seraya menirukan ucapan Gus Dur, saat memberi testimoni di Haul ke-4 Gus Dur, di Pondok Pesantren Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu  malam yang ditulis Minggu (29/12/2013).


Walaupun akhirnya gagal menjadi gubernur, Basuki sangat berkesan saat-saat berjuang dibantu Gus Dur.


Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku bersyukur bisa mengenal Gus Dur. Karena Gus Dur pula yang mempengaruhinya terjun ke dunia politik.


Salah satu alasan mengapa Basuki ingin menjadi Gubernur Bangka Belitung, karena ingin mewujudkan jaminan kesehatan. Ia menginginkan Bangka Belitung dapat menjadi wilayah yang diperhitungkan di AFTA 2015.


Cita-citanya pun sama dengan cita-cita Gus Dur yaitu membangun pemerintahan yang mewujudkan keadilan sosial bukanlah bantuan sosial. Gus Dur pula yang mengingatkan Basuki untuk tetap teguh pada keyakinannya.


“Timses saya pernah menyuruh untuk jadi mualaf agar dapat suara banyak. Tapi, Gus Dur bilang enggak boleh. Beliau adalah contoh yang tidak pernah menggadaikan agama demi sebuah jabatan politik,” kata Basuki lagi.


Di samping itu, Gus Dur juga pernah membela Basuki saat ia mengajukan gugatan di Mahkamah Agung karena merasa dicurangi dalam kekalahan di Pilkada. Bahkan, Gus Dur berniat mengirim sebanyak 2.000 banser untuk membela Basuki.


Ide “gila” Gus Dur tak berhenti sampai di situ. Gus Dur berniat membuatkan tenda bagi para banser itu. Namun, Basuki tidak menerima ide Gus Dur. Sebab, ia tidak mau sampai ada pihak yang mengorbankan nyawa demi niatnya menjadi gubernur.


Alumnus Universitas Trisakti itu juga pernah mendapat pujian dari Gus Dur karena membebaskan biaya kesehatan saat memimpin Kabupaten Belitung Timur.


Haul ke-4 Gus Dur itu dikunjungi oleh sekitar 4.000 orang dari sejumlah pesantren, majelis taklim, dan kalangan umum di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.


Selain Basuki, tak sedikit pejabat lain yang hadir dan mendoakan Gus Dur. Antara lain mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Kapolri (Jend) Sutarman, politisi Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan tokoh agama Frans Magnis Suseno. [005-kompas]


Article source: http://showbiz.liputan6.com/read/733088/nama-jonas-rivanno-setelah-memeluk-islam


Cita-cita Gus Dur yang Belum Terwujud: Ahok Jadi Gubernur atau Presiden

Tuesday, December 24, 2013

Keluar dari Klub Malam, Jamie Fletcher Temukan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA — Banyak hal tak terduga dialami para muallaf dalam menemukan Islam. Seperti yang dialami Jamie Fletcher. Seorang muallaf dari Kolombia. Ia menemukan Islam sesudah dirinya pulang dari sebuah klub malam dalam kondisi mabuk.


“Suatu malam saya dan teman saya pulang dari klub malam dan mabuk. Sepulang dari sana kami duduk di depan rumahnya sembari menatap botol minuman. Tak di duga temen saya berkata,’Aku tak percaya masih melakukan ini’,” ceritanya kepada Public Radio International (PRI) pada hari Senin, 23 Desember.


Fletcher yang  penasaran mencoba bertanya kembali. Ia bertanya apa maksud dari perkataan temannya tadi. “Aku bertanya padanya apa maksud dari tidak percaya. Lalu temanku bercerita bahwa dirinya tak percaya masih melakukan hal ini setelah pulang dari Mekah,” kenangnya.


Mendengar kata Makkah, Fletcher kembali bertanya kepada temannya apa itu Makkaah. Dan Ia mendapatkan jawaban bahwa Mekah adalah rumah dari Allah. Temennya yang seorang muslim, juga menjelaskan sedikit tentang Islam. “Islam adalah agama yang benar dari Allah,” ceritanya. saat itu Fletcher menyangkal dengan alasan semua orang menganggap agamanya adalah benar. Akan tetapi obrolan singkat tersebut memercikan keingin tahuan Fletcher akan Islam.


Seperti kebanyakan Latin, Fletcher dibesarkan dalam keluarga Katolik, tapi dia bilang orang tuanya juga mendorong dia untuk menemukan kebenaran sendiri. Dalam usahanya mencari kebenaran, ia belajar agama Kristen, Yahudi, Taoisme dan Buddhisme. Anehnya, didalam pencariannya tersebut, Ia mulai meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar dari Allah.


Saat itulah, ia memutuskan untuk mulai masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Mujahid Fletcher. “Islam membawa rasa yang jelas untuk meminta pengampunan atau pertobatan langsung kepada Tuhan, tanpa perantara, ” kata Fletcher.


Tak hanya sebatas puas dalam menemukan kebenaran akan islam. Fletcher pun bertekad untuk meneyebarkan Islam di kalangan latinos (masyarakat Amerika Latin) lainnya.


Oleh karena itu, Ia meluncurkan sebuah perusahaan bernama Islam di Spanyol di mana Ia mulai melakukan terjemahan dan membuat rekaman audio dari ayat-ayat. Dia dan ayahnya, yang juga masuk Islam, telah tercatat lebih membuat 500 CD dan 200 akses TV kabel yang beriskan hal-hal tentang Islam. “Tujuan akhir dengan Islam di Spanyol adalah untuk mendidik Latin tentang Islam di seluruh dunia,” katanya.


Sekarang, Fletcher juga rutin hadir di Maryam Islamic Center yang terletak di Sugar Land, sebuah pinggiran kota makmur dari Houston. Masjid besar disana memiliki arsitektur yang sama seperti di Timur Tengah atau Turki dimna bangunanannya sngat menarik dan tinggi, pintu masuk melengkung, terdapat pilar dan dua menara.


Fletcher mengatakan Muslim Latino tersebar di kantong-kantong kecil di kota-kota besar seperti Houston.


Article source: http://www.tribunnews.com/2013/05/24/bupati-tasikmalaya-tak-tanggapi-warga-ahmadiyah


Keluar dari Klub Malam, Jamie Fletcher Temukan Islam

Wednesday, December 18, 2013

Cindy Weber, Jalan Hidayah Sang Misionaris

REPUBLIKA.CO.ID,


Ia terpesona dengan cara hidup Muslim yang hangat dan harmonis.


Jika mualaf pada umumnya harus melalui perjuangan dan perjalanan panjang dalam menemukan Islam, lain halnya dengan Cindy Weber.


Ia merasa jalan menuju Islam memang telah dipersiapkan untuknya. “Saya hanya berpikir, Tuhan ingin membimbing saya, jadi tak ada penghalang apa pun yang merintangi jalan saya menuju Islam,” ujarnya.


Sejak kecil Cindy dibesarkan di Gereja Katolik. Ia dididik oleh biarawati hingga akhirnya menjadi misionaris. Tak banyak yang diceritakan Cindy bagaimana ia mempelajari Katolik dan menyebarkannya ke berbagai penjuru dunia.


Yang pasti, kisah hidayah Cindy bermula saat ia bertugas di Kenya sebagai misionaris tentunya. Di Kenya, Cindy banyak berinteraksi dengan Muslim. Diam-diam, ia terpesona dengan kehidupan umat Islam. Hanya itu yang menjadi kunci ketertarikannya pada Islam.


“Saya melihat bagaimana mereka menjalani hidup. Mereka memiliki kehidupan keluarga yang baik dan saya pikir itu sesuatu yang saya cari,” kisah Cindy dalam program They Chose Islam di The Algerian TV yang  bisa disaksikan di YouTube.


Cindy melihat keluarga Muslim begitu bahagia. Mereka gemar berkumpul, kemudian makan bersama. Pemandangan tersebut sangat asing bagi Cindy yang terbiasa hidup di tengah individualisme masyarakat AS.


“Kondisi yang kontras bagi saya di Amerika yang saat Minggu sore hanya di depan televisi, menonton permainan bola dengan sekotak bir. Benar-benar terasa kosong,” tuturnya mengenang.


Tak ada saudara dan teman Muslim, apalagi ustaz, membuat wanita kelahiran Burlington, Wisconsin, AS tersebut terpaksa menelaah Islam sendirian, secara otodidak.


Meski tanpa guru dan tanpa ada yang menjawab pertanyaannya tentang keimanan, Cindy tak butuh waktu lama untuk memutuskan Islam akan menjadi agamanya.


Tak ada keraguan sedikit pun. Cindy merasa seakan-akan diantar untuk memeluk Islam saat kembali ke AS. Begitu mudah jalan Cindy hingga kemudian menyatakan syahadat di Chicago.


Dua pekan sebelum mengucap syahadat, Cindy sempat pergi ke Islamic Center di Chicago. Ia hanya mengatakan, “Saya tertarik pada Islam”. Padahal, saat itu Cindy sudah mempelajari Islam, bahkan telah berniat untuk mengucapkan syahadat.


Pengurus Islamic Center Chicago tersebut pun memberinya beberapa literatur dan buku Islam. Setelah menerima buku tersebut, Cindy pun pergi.


Tetapi, tiba-tiba seorang Muslim dari Islamic Center tersebut memanggilnya, “Tunggu, tunggu… Kenapa kau tak menjadi Muslim sekarang saja?” Cindy menirukan pertanyaan Muslim tersebut.


“Well, saya hanya membaca buku-buku ini dan dan hal-hal serupa. Saya hanya memikirkan tentang itu,” jawab Cindy.


“Baiklah, apakah kau tahu jika kamu tidak menjadi Muslim hari ini, kemudian kamu melintas jalan itu kemudian tewas, kau akan masuk neraka,” ujar Muslim tersebut mengajak Cindy bersegera menuju kebaikan. “Tidak, itu tidak mungkin karena saya seorang Katolik dan Katolik tak akan masuk neraka,” kata Cindy.


“Oke, kami tahu, kau sebenarnya ingin pergi minum dengan teman-temanmu, meminum alkohol, semalam sebelum kau menjadi seorang Muslim. Itulah mengapa kau tak ingin menjadi Muslim hari ini,” ujar Muslim tersebut menebak. “Aku tidak minum alkohol,” jawab Cindy berdusta.


Cindy tertawa kecil, pipinya memerah ketika mengisahkan percakapan dengan pengurus Islamic Center tersebut.


Ia benar-benar mengingat peristiwa tersebut meski telah berlalu 25 tahun silam. Percakapan tersebut berujung pada pemberian sebuah alamat masjid besar di Chicago.


Pengurus Islamic Center menyerah, Cindy tak langsung memeluk Islam pada hari itu. “Jadi, saya menerima alamat (Masjid Besar Chicago) dan dua minggu kemudian saya pergi ke sana, mengucapkan syahadat,” tutur Cindy.


Begitu sederhana perjalanan sang misionaris hingga memeluk agama Islam. Cindy mengatakan, jalan Islam memang seperti sudah ditakdirkan baginya.


Ia tak merasakan kesulitan sedikit pun. Sebaliknya, kemudahan demi kemudahanlah yang ia alami saat menempuh jalan menuju hidayah.


Berkiprah di bidang sosial

Setelah memeluk Islam, Cindy menjadi Muslimah yang taat. Ia berjilbab, kemudian menikah dengan pria Muslim dan tinggal di Dallas.


Ia bahkan aktif di sebuah yayasan kemanusiaan Islam dan menghabiskan waktunya untuk berdakwah. Di sana ia membicarakan tentang Islam dan berbagi ilmu melalui dakwah.


Yayasan tersebut melindungi komunitas pengungsi di Dallas. Sekitar 50 persen pengungsi di sana adalah Muslim.


“Kami menerima mereka dan memberi tahu menerapkan syariat Islam di Amerika itu mudah. Mereka dapat menjaga iman dan tak perlu menyembuyikannya ataupun berpura-pura bukan sebagai Muslim,” ujar Cindy.


Di gedung pusat yayasan tersebut, shalat lima waktu digelar setiap hari.  Pelajaran agama Islam dan bahasa Arab pun diajarkan untuk anak-anak Muslim. Ada pula kelas bahasa Inggris yang diikuti tak hanya oleh anak-anak Muslim, tetapi juga non-Muslim.


Bahkan, guru bahasa Inggris di kelas tersebut merupakan seorang Katolik. “Kami bermitra dengan yayasan Katolik dan mereka mengirimkan pengajar aktif bahasa Inggris untuk mengajarkan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Jadi, kami memiliki semua agama di sini, dan semua orang menyambutnya,” kata Cindy toleran.


Tujuh hari dalam sepekan, waktunya dihabiskan di yayasan tersebut. Meski demikian, Cindy menikmatinya. Tetapi, diakuinya, banyak hal yang berubah setelah ia memeluk Islam. Setelah berislam dan berjilbab, Cindy sering kali diperlakukan berbeda.


Ketika belanja, misalnya, kasir sering kali bersikap kasar. “Itu hanya hal kecil, yang Anda hanya bisa menerimanya dan pergi begitu saja karena Anda tahu, orang itu tak akan bersikap seperti itu jika tahu betapa bagusnya Islam. Yang perlu Anda lakukan hanyalah berperilaku sebaik mungkin.”



Article source: http://news.liputan6.com/read/470796/kaum-tak-beragama-ranking-3-setelah-kristen-dan-islam


Cindy Weber, Jalan Hidayah Sang Misionaris