Showing posts sorted by relevance for query Times<. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Times<. Sort by date Show all posts

Saturday, January 18, 2014

Video Rasis Israel, New York Times Tak Ingin Pembaca Tahu

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika menteri-menteri dalam pemerintahan Israel memicu amuk massal, menyebut imigran Afrika ‘kanker’, kaum minoritas di sana juga menghadapi wajah lain rasisme yang selalu dialami warga Palestina.


Hanya saja situasi itu sangat jarang masuk media arus besar. Salah satunya video di bawah “Israel’s New Racism: The Persecution of African Migrants in the Holy Land” yang diproduksi oleh David Sheen dan  Max Blumenthal.


Blumenthal, yang pernah bergabung pula di Daily Beast, dikenal kerap mereportase gerakan sayap kanan di AS dan rasisme di Israel. Reputasi hasil reportasi yang nyaris tanpa bias membuat ia dihormati di Barat dan juga di dunia Islam terutama Timur Tengah.


Atas alasan itu pula, satu media terbesar di Amerika Serikat, The New York Times, memintanya membuat video dokumenter mengenari rasisme di Israel dengan durasi kurang lebih 11 menit. Ia menjelaskan kepada Consortium News, mengenai permintaan New York Times Hanya saja begitu para redaktur koran melihat hasilnya, mereka menolak menayangkan.


“Saya diminta membuat video oleh opini dokumenter The New York Times, rubrik terbaru dalam website mereka yang menayangkan video dokumenter. Saya dikenal untuk video pendek dokumenter-dokumenter mengenai sayap kanan di AS dan ekstremisme di Israel, mereka khusus meminta video dari saya,” tutur Blumenthal kepada Consortium News awal pekan ini.


Ketika ia tidak berhasil menggarap videonya tepat waktu, New York Times bahkan memanggilnya dan mengatakan mereka menginginkan video dari Blumenthal segera.


‘Jadi saya pun mengirimkan satu video yang saya buat bersama kolega saya, David Sheen, seorang jurnalis Israel yang juga selalu meliputi situasi dan kondisi non-Yahudi Afrika di Israel dengan topik sangat luas dibanding jurnalis siapa pun di dunia.


Ia mengakui mengambil juga adegan menggambarkan program-program membuat syok dari pemerintah terhadap komunitas Afrika di Tel Aviv dan mewawancara aktivis hak asasi manusia. “Saya pikir itu adalah dokumenter jujur yang dibuat baik menggambarkan situasi di sana, yang sangat sedikit diketahui oleh orang Amerika di sini,” paparnya.


Inti video Blumenthal dan Sheen ialah penggambaran bagaimana tak hanya warganya tetapi juga pemerintah Israel dalam memperlakukan imigran Afrika. Kesimpulannya, sangat mengejutkan.


“Kami juga memasukkan analisa. Kami merangkaianya dalam gaya mereka (New York Times) dan ditolak, begitu saja tanpa penjelasan setelah mereka sendiri yang meminta,” ungkap Blumenthal. Ia juga mengirim vide tersebut ke situs berita portal utama di sana dan mereka tidak meresponnya. “Padahal mereka sering kali meminta artikel khusus dari saya di masa lalu,” paparnya.


Akhirnya, The Nation–yang sebenarnya tipe media cukup ‘pemalu’ dalam menayangkan kritik terhadap Israel–setuju mempublikasikan video tersebut. Saat itulah video itu menyebar dan juga tayang di YouTube.


Komentar Sheen, termasuk menu utama yang bagus bagi mereka yang tidak akrab dengan topik tersebut.


Di dalamnya juga ada wawancara dengan Michael Ben-Ari yang tak pernah dipublikasikan. Tokoh ini adalah salah satu rasis anti-Afrika paling terkenal di Israel dan mantan anggota parlemen Israel, Knesset.


Ben Ari juga memiliki sejarah panjang menyulut rasisme dan kebencian terhadap Palestina dan Kristen.


Seperti juga videonya, buku baru Blumenthal juga menggabarkan realitas blak-blak rasisme di Israel, yang hingga kini media arus besar Amerika tak punya nyali dan tak mau untuk menghadapinya.


Article source: http://news.liputan6.com/read/784415/kisah-anis-matta-taklukkan-gadis-hungaria


Video Rasis Israel, New York Times Tak Ingin Pembaca Tahu

Tuesday, February 26, 2013

Perusahaan wajib diboikot

Organisasi muslim inminds di Inggris melansir perusahaan-perusahaan berserta produk mereka masuk dalam daftar boikot. Alasannya, perusahaan-perusahaan itu membantu Israel, menanamkan modal di Israel, atau memiliki kaitan dengan pengusaha atau perusahaan Israel.

Berikut daftar perusahaan wajib diboikot pada tahun lalu, seperti dilansir situs inminds.co.uk.

AOL Times Warner

Produk dan perusahaan afiliasi: AOL Internet, majalah Time, majalah Life, penerbitan Time-Life, CNN, ICQ (program obrolan di Internet).

Sebanyak 30 persen dari total investasi AOL di Israel. Selama satu dekade terakhir, mereka telah menanam modal lebih dari USD 0,5 miliar di negara Zionis itu. Pada 1998, mereka membeli Mirabilis, perusahaan Israel pe,mbuat ICQ, senilai USD 287 juta.

Apax Partners Co. Ltd.

Produk dan perusahaan afiliasi: Merlin Entertainment Group, Stead Simpson Group, Brands Hatch Leisure Holdings, easyEverything Limited, Yell, Jonny Rockets Group, Protection One, Sunglass Hut, Greenbacks.

Pada 2000, Apax berinvestasi USD 100 juta di israel dan berencana menambah menjadi USD 600 juta dalam tiga tahun.

Coca Cola

Perusahaan ini menghasilkan tiga ribu mereka, di antaranya Coca-Cola, Coca-Cola Zero, diet Coke, Sprite, Fanta, Lilt, Dr Pepper, Oasis, Kia-Ora, Schweppes, Five Alive, Minute Maid, Roses, Powerade, Relentless, Malvern, glacéau vitaminwater.

Sejak 1996, Coca Cola dipandang sebagai penyokong sejati Israel. Mereka memiliki kantor pusat di kota yang sama dengan gedung konsulat Israel, yakni di Kota Atlanta, Amerika Serikat. Mereka juga mempunyai hubungan dekat dengan Dewan Dagang Amerika-Israel (AICC), juga sama-sama bermarkas di Atlanta.

Pada 1997, misi ekonomi Israel memberi Coca Cola penghargaan the Israel Trade Award Dinner lantaran selama tiga dasawarsa menyokong negara Bintang Daud itu dan menolak keputusan Liga Arab untuk memboikot Israel.

Pentolan Coca Cola juga masuk dalam petinggi AICC. Sebagai balasan, perusahaan ini membiayai seluruh kegiatan AICC. Mereka juga mensponsori pemberian penghargaan oleh AICC terhadap individu atau kelompok atas jasa-jasa mereka terhadap Israel.

Selama lima tahun berturut-turut (1991-1996), agen Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) bernama Moshe Wertheim memimpin AICC Dia bersama bos Coca Cola yang meninggal pada Desember 1998, Abraham Feinberg, membawa masuk ke Coca Cola ke Israel. Wertheim sekarang memimpin Coca Cola Israel.

Coca Cola Israel merupakan perusahaan makanan dan minuman terbesar ketiga di negara Yahudi itu. Mereka memiliki kawasan pertanian di permukiman ilegal Shadmot Mechola, Lembah Sungai Yordania, dan kawasan industri Katzenin di daerah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Cater Pillar

Masuk dalam daftar boikot lantaran buldoser-buldoser buatan perusahaan ini dipakai buat meratakan rumah-rumah milik warga Palestina.

Danone

Produk dan perusahaan afiliasi: Strauss dairy, Danone yogart, Jacob biscuits, HP foods, Evian, Volvic, Galbani, LEA PERRINS, LU Biscuits.

Pada Juli 1998, Danone membuka fasilitas penelitian dan pengembangan di Israel. mereka memiliki seperlima saham di perusahaan makanan terbesar kedua di negara itu, Strauss Group. Danone Israel menjadi pemasok utama produk Danone di Timur Tengah.

Walt Disney

Produk dan perusahaan afiliasi: Disneyland, EuroDisney, Disney Products.

Pameran bertajuk Walt Disneys Millennium di the Epcot Centre, Florida, Amerika Serikat, menggambarkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal, menurut resoludi Dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 242, 237, dan 405, Yerusalem berada dalam status internasional dan tidak bisa menjadi ibu kota Israel.

Liga Arab berencana memboikot pameran itu, namun di menit-menit akhir niat mereka digagalkan oleh Pangeran Walid bin Talal dari Arab Saudi. “Jika kita memboikot Disney, Israel akan menang karena itu akan membuat citra kita negatif di Amerika Serikat,” kata pemilik saham di Euro Disney ini.

Hampir 200 ribu warga Arab melawat ke Disney saban tahun dan hubungan dagang perusahaan itu dengan Timur Tengah menghasilkan USD 100 juta per tahun.

Estee Lauder

Produk dan perusahaan afiliasi: Aramis, Clinique, DKNY, Presciptives, Origins Natural Resources, MAC Cosmetics, La Mer, Bobbi Brown Essentials, Tommi Hilfiger, Aveda, Stila Cosmetics, Jo Malone, Bumble and Bumble, Kate Spade.

Sang pemilik, Ronlad Lauder, pernah menjabat ketua the Conference of Presidents of Major American Jewish Organizations. Dia kini memimpin Dana Nasional yahudi (JNF) yang berusaha membuat penjajahan Israel terhadap Palestina sah di mata hukum internasional.

Home Depot

Produk dan perusahaan afiliasi: Home Depot retails stores, EXPO Design Centers, Villager’s Hardware stores, Apex Supply Company, Georgia Lighting, Maintenance Warehouse, National Blinds and Wallpaper.

Pemilik Home Depot, Bernard Marcus, merupakan pegiat Zionis. Dia sekarang mengepalai Ernet, sebuah jaringan media pro-Israel yang bertugas memastikan semua media di Amerika serikat tetap mendukung Israel.

IBM

Perusahaan ini menanamkan modal besar di Israel dan mempekerjakan sekitar 1.700 orang di sana. “Tanah terjepit dan berlimpah ide ini sangat penting buat IBM,” kata Wakil Presiden Senior IBM Lawrence Ricciardi dalam wawancara khusus dengan surat kabar the Jerusalem Post. IBM beroperasi di Israel sejak 1949, setahun setelah Israel berdiri.

Intel

Produk dan perusahaan afiliasi: Processors – Celeron, Pentium, Itanium, etc, Motherboards, Chipsets, Adapters, Controllers, Network Products, Wireless components, Embeded Products, Software Development Tools.

Intel adalah salah satu pendukung terbesar Israel. Pusat riset dan pengembangan di luar Amerika Serikat pertama dibuka di Kota Haifa pada 1974. Sejak itu, mereka terus menambah nilai investasi di negara ini.

Johnson Johnson

Mereka telah membeli perusahaan Israel, Biosense, seharga USD 400 juta.

Kimberly-Clark

Produk dan perusahaan afiliasi: Kleenex, Kotex, Huggies, Andrex.

Lewis Trust Group Ltd.

Produk dan perusahaan afiliasi: River Island, Isrotel hotels in Palestine, Ibrotel hotels in Spain/Portugal, Britannia Pacific Properties.

Sang pemilik David Lewis, dikenal sebagai penyokong Israel. Dia aktif menggalang dana buat Dana Nasional Yahudi (JNF). Dia juga anggota Dewan Bisnis Inggris-Israel (IBBC).

The Limited Inc.

Produk dan perusahaan afiliasi: Express (667 stores), The Limited (389 stores), Lerner New York (560 stores), Structure (469 stores), New York and Company (79 stores), Mast Industries (apparel manufacturer), Intimate Brands, Inc. meliputi Victoria’s Secret, Bath Body Works, White Barn Candle Company, Henri Bendel (Fifth avenue – single store).

Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 2.800 toko di seluruh dunia dan lima merek ritel khusus ternama.

Pemilik the Limited Inc. Les Wexner adalah seorang Zionis. Dia anggota dewan direktur Ernet, perusahaan media pro-Israel yang bertugas memastikan seluruh media di Amerika Serikat tetap membela negara Zionis itu.

Pada 1984, Wexner termasuk 200 orang paling tajir yang membentuk Yayasan Wexner dengan misi memperkuat kepemimpinan Yahudi di Amerika Utara dan israel.

Yayasan ini memiliki program beasiswa bagi sepuluh pejabat Israel saban tahun untuk belajar di Universitas Harvard. mereka juga membiayai perjalanan para pemuda keturunan Yahudi Amerika ke Israel tiap tahun dengan nama program Birtright Israel.

L’Oreal

Produk dan perusahaan afiliasi: Giorgio Armani Perfumes, Redken 5th Avenue NYC, Lancome Paris, Vichy, Cacharel, La Roche-Posay, Garnier, Biotherm, Helena Rubinstein, Maybelline, Ralph Lauren Perfumes, Carson.

Amerika Serikat pada 1995 pernah mendenda perusahaan ini USD 1,4 juta karena mengirim surat kepada Liga Arab. Mereka mengaku telah menghentikan produksi di negara itu.

Selepas itu, investasi dan hubungan dagang L’Oreal dengan Israel terus berkembang. Kongres Yahudi Amerika (AJC) menyatakan sangat puas dengan perusahaan ini. L’OREAL telah menjadikan Israel sebagai pusat dagang di Timur Tengah.

Marks Spencer

Produk dan perusahaan afiliasi: MS stores, St. Michaels.

Sejak awal kelahirannya, Marks Spencer memang sangat terkait gerakan Zionis. Mantan bos, Lord Marcus Sieff, pernah menulis salah satu tujuan dasar berdirinya perusahaan itu adalah membantu pertumbuhan ekonomi Israel. Mereka membantu negara itu dengan nilai dagang saban tahun USD 233 juta.

McDonald’s

The Jewish United Fund menyebut McDonald sebagai perusahaan besar penyeokong setia Israel. Lembaga ini bekerja untuk memelihara dukungan militer, ekonomi, dan diplomatik Amerika Serikat atas negara Zionis itu.

Hingga 1996, McDonald’s memiliki 125 restoran di seantero Israel. Mereka memiliki kebijakan memceat karyawan ketahuan berbahasa Arab. Aturan ini menuai korban pada 2004, ketika seorang karyawan beretnis Arab diketahui berbincang menggunakan bahasa ibu mereka dengan pekerja lain.

Restoran pertama McDonald’s di Timur Tengah adalah di Israel, dibuka pada 1993. Siapa pun direktur utama McDonald’s otomatis menjadi direktur kehormatan di Dewan Dagang Amerika-Israel (AICC).

Motorola

Perusahaan ini memasok kebutuhan militer Israel, mulai dari sistem bom, peluru kendali, sistem komunikasi militer, radar dan kamera pengintai, serta jaringan telepon seluler di seluruh permukiman Yahudi. Motorola mulai menanamkan modal sejak Israel merdeka pada 1948.

Nestle

Produk dan perusahaan afiliasi: NescafĂ©, Perrier, Vittel, Pure Life, Carnation, Libby’s, Milkmaid, Nesquik, Maggi, Buitoni, Crosse Blackwell, Milkybar, KitKat, Quality Street, Smarties, After Eight, Lion, Aero, Polo Shreddies cereal, KitKat, Quality Street, Smarties, Baci, After Eight, Baby Ruth, Butterfinger, Lion, Aero, Polo, Frutips, Felix (makanan kucing).

Nestle adalah perusahaan makanan terbesar sejagat. mereka menguasai 53,8 persen saham perusahaan produsen makanan ternama Israel, Osem, senilai USD 850 juta. Nestle juga memiliki 30 persen saham di

L’Oreal.

News Corporation Limited

Produk dan perusahaan afiliasi:

Fox TV Network (85% share)
20th Century Fox Films, Fox Kids, etc
Sky TV Network

Star TV Network:
hindi channels, chinese channels (Phoenix), Granada (uk), CNBC

National Geographical, Weekly Standard Newspaper, TV Guide, News of the World (UK)
The Sun (UK), The Times (UK), Sunday Times, Times Educational Suppliment (TES), etc
The Telegraph (Australia), Gold Coast Bulletin, Herald Sun, Newsphotos, Sunday Herald, Sunday Mail ..etc… lots more Australian papers!
The New York Post (US)newspaper, Harper Collins Book Publishers, Ragan Books, Zondervan, Nursery World, Rawkus, NDS, Mushroom Records, ChinaByte.com, Festival Records.

Perusahaan milik Rupet Murdoch ini menanam modal sangat besar di Israel. News Corporation dipuji sebagai satu dari tiga perusahaan di Amerika Serikat setia menyokong negara Zionis itu. Mereka memiliki perusahaan teknologi digital berkantor di Yerusalem.

Nokia

Manajer Umum Nokia Lars Wolf menegaskan perusahaannya benar-benar berfokus pada israel dalam semua perspektif. Pada Desember 2000, mereka menggelontorkan USD 500 juta buat meningkatkan investasi di negara itu.

Revlon

Produk dan perusahaan afiliasi: Revlon cosmetic products, New World Entertainment, Forbes.

Sang pemilik, Ronald Perelman adalah seorang Zionis. Dia menyokong semua kegiatan Zionis, termasuk menjadi pengelola dana di The Simon Wiesenthal Center yang menggunakan Holocaust untuk mrmpromosikan Zionisme dan Israel.

Sara Lee

Produk dan perusahaan afiliasi: Hanes, Hillshire Farm, Playtex, Champion, Leggs, Jimmy Dean, Douwe Egberts, Sara Lee Bakery, Bryan, Dim, Ambi Pur, Ball Park, Bali, Superior Coffee, Just My Size, Kiwi, Maison Cafe, Aoste, Nur die, Pilao, Lovable, Outer Banks, Wonderbra, Sanex, Pickwick, Gossard, Body Mist, Brylcreem, Aqua Velva, Radox.

Sara lee menguasai 30 persen saham perusahaan tekstil ternama Israel, Delta Galil.

Siemens

Selfirdges

Mereka mengimpor produk dari permukiman yahudi ilegal di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan label Buatan Israel.

Starbucks

Produk dan perusahaan afiliasi: kedai kopi Starbucks (4.709 lokasi di seluruh dunia), Produk kopi, cokelat, es krim, dan biskuit Starbucks, Seattle Coffee Company in the United Kingdom with more than 60 retail locations (aquired 1998), Pasqua Inc., a San Francisco based coffee retailer in (aquired 1998), Hear Music, a San Francisco based music company (aquired 1999), Tazo®, a Portland, Oregon based tea company (aquired 1999).

Bos Starbucks Howard Shultz dikenal sebagai pegiat Zionis. kementerian Luar negeri Israel memuji dia lantaran propagandanya menyokong negara itu.

Timberland

Bos Timberland Jeffrey Swartz mengunjungi Israel beberapa hari setelah pembantaian warga Palestina di Kota jenin, Tepi Barat, April 2002. Dia juga anggota dewan direksi Birtright Israel yang mengirim seribuan orang Yahudi ke Israel saban tahun. Dia giat dalam kegiatan pengumpulan dana bagi kepentingan negara Zionis itu.


{paging_prev_label}

{paging_next_label}


Article source: http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/29/316324/284/1/Dua-Posisi-Kabinet-Kosong-Momentum-Reshuffle-Kabinet


Perusahaan wajib diboikot

Sunday, April 21, 2013

Paman Sebut Tamerlan Tsarnaev Dicuci Otak oleh Seorang Mualaf di Boston


Advertisement



Tamerlan Tsarnaev (ibtimes.com/Johannes Hirn)

Boston – Tersangka bom Boston, Tamerlan Tsarnaev diyakini telah menjalani radikalisasi Islam di wilayah Boston, Amerika Serikat. Disebut-sebut, ada seseorang yang mempengaruhi dan mencuci otak Tamerlan.

Sang paman Ruslan Tsarni yang tinggal di Maryland, AS seperti dilansir New York Times, Senin (22/4/2013), mengaku menyadari perubahan pada diri keponakannya pada tahun 2009. Tsarni kemudian meminta bantuan seorang kerabatnya untuk mencari tahu apa yang terjadi pada kakak Dzhokhar Tsarnaev, yang kini terbaring tak berdaya di rumah sakit.


“Saya terkejut ketika mendengar kata-katanya (Tamerlan), ucapannya, setiap kata yang diucapkannya diawali dalam nama Tuhan. Saya menanyakan apa pekerjaan dia, dan dia mengklaim dirinya memasrahkan semuanya kepada takdir Tuhan. Itu menjadi perhatian besar bagi saya. … Itu bukanlah keyakinan, melainkan hal lain, yang bisa disebut radikalisasi. Saya tidak memahami apa yang dia bicarakan. Dia hanya berkata-kata dengan kata-kata yang dia tahu dan tidak memahami artinya,” jelasnya.


Menurut kerabat tersebut, seperti diceritakan Tsarni, proses radikalisasi terhadap Tamerlan berawal ketika pemuda berusia 26 tahun tersebut bertemu dengan seorang mualaf di wilayah Boston. Belakangan diketahui bahwa Tamerlan bertemu dengan orang yang mempengaruhinya tersebut pada tahun 2007 silam.


Orang yang masih misterius itu, disebut-sebut berhasil mencuci otak Tamerlan. Sang paman mengungkapkan percakapannya dengan Tamerlan pada tahun 2009 silam. Saat itu, Tsarni melihat, keponakannya seperti kehilangan harapan hidup.


“Anak-anak muda semacam ini, yang tidak mampu mengatasi masalah pribadi mereka memang menjadi sasaran empuk,” tutur Tsarni kepada media Inggris, Sunday Times, dan dilansir New York Post.


“Dia (orang misterius-red) semacam mencuci otaknya,” imbuh Tsarni yang berprofesi sebagai pengacara ini.


Meski mengaku tidak mengetahui pasti siapa yang meradikalisasi Tamerlan, Tsarni menyebut orang tersebut berasal dari Armenia. “Saya ingin menekankan bahwa dia (kenalan) merupakan keturunan Armenia,” ucapnya. Armenia termasuk dalam ras Kaukasia yang sebagian besar penduduknya penganut Kristen.


Lebih lanjut, Tsarni menyebut, Tamerlan sengaja mempengaruhi dan mencuci otak Dzhokhar, sang adik. Tsarni bahkan sempat menyebut Tamerlan sebagai pengecut.


“Dia (Dzhokhar) hanyalah korban dari kakaknya… Kakaknya membawanya ke situ. Dzhokhar hanya seorang anak yang ingin memiliki kakak yang menjadi panutan. Selain sebagai seorang pembunuh, Tamerlan sebenarnya kakak yang penyayang,” ceritanya.


“Jadi, yang disebut radikalisasi tersebut memang terjadi di sini (AS-red), tidak di Kaukasia, tidak di Rusia, tidak di Chechnya, yang sama sekali tidak ada kaitan dengan kasus ini,” tandas Tsarni.


(nvc/ita)







Article source: http://www.tubasmedia.com/berita/ulil-justru-saya-orang-baru-berani-ngomong-anas-lengser/


Paman Sebut Tamerlan Tsarnaev Dicuci Otak oleh Seorang Mualaf di Boston

Thursday, December 8, 2016

Malaysia Siapkan Aturan Stop Anak-Anak Jadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia Nazri Aziz menyambut baik rencana amandemen aturan perkawinan dan perceraian untuk menghentikan konversi minoritas yang kurang terliterasi menjadi Muslim. Ia menilai hal itu juga akan baik bagi citra Islam.

"Sebagai seorang Muslim saya gembira dengan hal itu, ini bagus untuk Islam. Saya juga tak ingin Islam dijadikan alat bagi sebagian orang untuk lari dari tanggungjawab terhadap pasangannya," ungkap Nazri seperti dikutip New Strait Times, Senin (21/11).

Menurut Nazri, suami atau istri yang sudah menjadi mualaf tidak boleh berpikir mereka tak harus memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga mereka. Sebelumnya, Pejabat Departemen Perdana Menteri Malaysia Azalina Othman mengatakan bahasan amandemen aturan ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan antaragama antara orang Muslim dan non-Muslim. Amandemen akan dilakukan pada bagian yang mengatur pernikahan, perceraian, dan waris.

Usulan juga mencakup agama anak-anak dari orangtua yang berbeda agama. Salah satunya Pasal 88A (1) tertera jika salah satu orang tua menjadi mualaf, agama anak tetap sama kecuali jika kedua orangtua sepakat menjadikan anak mereka mualaf juga.

Pada 25 Agustus lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan Pemerintah Malaysia tengah mencari cara meredakan konflik antara para mualaf dengan pasangan mereka terutama soal anak-anak. Salah satu kasus yang mencuat adalah kasus yang menimpa wanita Hindu, M Indira Ghandi yang kehilangan akses atas anak bungsunya Prasana Diksa yang dibawa mantan suaminya untuk menjadi mualaf.

"

| Malaysia | Siapkan | Aturan | Stop | Anak-Anak | Jadi | Mualaf | REPUBLIKA | KUALA | LUMPUR | Menteri | Pariwisata | Kebudayaan | Nazri | Aziz | menyambut | baik | rencana | amandemen | aturan | perkawinan | perceraian | untuk | menghentikan | konversi | minoritas | yang | kurang | terliterasi | menjadi | Muslim | menilai | juga | bagi | citra | Islam | p>Sebagai | seorang | saya | gembira | dengan | bagus | Saya | ingin | dijadikan | alat | sebagian | orang | lari | tanggungjawab | terhadap | pasangannya | ungkap | seperti | dikutip | Strait | Times< | Senin | p>Menurut | suami | atau | istri | mualaf | boleh | berpikir | harus | memenuhi | tanggung | jawab | keluarga | Senya | Pejabat | Departemen | Perdana | Azalina | Othman | mengat | bahasan | bertujuan | menyelesaikan | persoalan | antaragama | antara | Amandemen | dilakukan | pada | bagian | mengatur | pernikahan | waris | p>Usulan | mencakup | agama | anak | orangtua | berbeda | Salah | satunya | Pasal | tertera | jika | salah | satu | tetap | sama | kecuali | kedua | sepakat | menjadikan | p>Pada | Agustus | Najib | Razak | Pemerintah | tengah | mencari | cara | mered | konflik | para | pasangan | terutama | soal | kasus | mencuat | adalah | menimpa | wanita | Hindu | Indira | Ghandi | kehilangan | akses | atas | bungsunya | Prasana | Diksa | dibawa | mantan | suaminya | p> |

Thank U Very Very Much for Visit this News

Malaysia Siapkan Aturan Stop Anak-Anak Jadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia Nazri Aziz menyambut baik rencana amandemen aturan perkawinan dan perceraian untuk menghentikan konversi minoritas yang kurang terliterasi menjadi Muslim. Ia menilai hal itu juga akan baik bagi citra Islam.

"Sebagai seorang Muslim saya gembira dengan hal itu, ini bagus untuk Islam. Saya juga tak ingin Islam dijadikan alat bagi sebagian orang untuk lari dari tanggungjawab terhadap pasangannya," ungkap Nazri seperti dikutip New Strait Times, Senin (21/11).

Menurut Nazri, suami atau istri yang sudah menjadi mualaf tidak boleh berpikir mereka tak harus memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga mereka. Sebelumnya, Pejabat Departemen Perdana Menteri Malaysia Azalina Othman mengatakan bahasan amandemen aturan ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan antaragama antara orang Muslim dan non-Muslim. Amandemen akan dilakukan pada bagian yang mengatur pernikahan, perceraian, dan waris.

Usulan juga mencakup agama anak-anak dari orangtua yang berbeda agama. Salah satunya Pasal 88A (1) tertera jika salah satu orang tua menjadi mualaf, agama anak tetap sama kecuali jika kedua orangtua sepakat menjadikan anak mereka mualaf juga.

Pada 25 Agustus lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan Pemerintah Malaysia tengah mencari cara meredakan konflik antara para mualaf dengan pasangan mereka terutama soal anak-anak. Salah satu kasus yang mencuat adalah kasus yang menimpa wanita Hindu, M Indira Ghandi yang kehilangan akses atas anak bungsunya Prasana Diksa yang dibawa mantan suaminya untuk menjadi mualaf.

"

| Malaysia | Siapkan | Aturan | Stop | Anak-Anak | Jadi | Mualaf | REPUBLIKA | KUALA | LUMPUR | Menteri | Pariwisata | Kebudayaan | Nazri | Aziz | menyambut | baik | rencana | amandemen | aturan | perkawinan | perceraian | untuk | menghentikan | konversi | minoritas | yang | kurang | terliterasi | menjadi | Muslim | menilai | juga | bagi | citra | Islam | p>Sebagai | seorang | saya | gembira | dengan | bagus | Saya | ingin | dijadikan | alat | sebagian | orang | lari | tanggungjawab | terhadap | pasangannya | ungkap | seperti | dikutip | Strait | Times< | Senin | p>Menurut | suami | atau | istri | mualaf | boleh | berpikir | harus | memenuhi | tanggung | jawab | keluarga | Senya | Pejabat | Departemen | Perdana | Azalina | Othman | mengat | bahasan | bertujuan | menyelesaikan | persoalan | antaragama | antara | Amandemen | dilakukan | pada | bagian | mengatur | pernikahan | waris | p>Usulan | mencakup | agama | anak | orangtua | berbeda | Salah | satunya | Pasal | tertera | jika | salah | satu | tetap | sama | kecuali | kedua | sepakat | menjadikan | p>Pada | Agustus | Najib | Razak | Pemerintah | tengah | mencari | cara | mered | konflik | para | pasangan | terutama | soal | kasus | mencuat | adalah | menimpa | wanita | Hindu | Indira | Ghandi | kehilangan | akses | atas | bungsunya | Prasana | Diksa | dibawa | mantan | suaminya | p> |

Thank U So Much for Read this Blog

Friday, January 10, 2014

Restoran Aparteid di Pakistan

Restoran Aparteid di Pakistan


Onislam/gulfnews/ Meidia — HARIAN TERBIT




Resto




Normal

0



false

false

false


IN

X-NONE

X-NONE


MicrosoftInternetExplorer4




<w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"

DefSemiHidden=”true” DefQFormat=”false” DefPriority=”99″

LatentStyleCount=”267″>

<w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Normal”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”heading 1″/>



<w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Title”/>


<w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Subtitle”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Strong”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Emphasis”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Table Grid”/>


<w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”No Spacing”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 1″/>


<w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”List Paragraph”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Quote”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Intense Quote”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Subtle Emphasis”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Intense Emphasis”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Subtle Reference”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Intense Reference”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Book Title”/>



/* Style Definitions */

table.MsoNormalTable

{mso-style-name:”Table Normal”;

mso-tstyle-rowband-size:0;

mso-tstyle-colband-size:0;

mso-style-noshow:yes;

mso-style-priority:99;

mso-style-qformat:yes;

mso-style-parent:”";

mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;

mso-para-margin:0in;

mso-para-margin-bottom:.0001pt;

mso-pagination:widow-orphan;

font-size:11.0pt;

font-family:”Calibri”,”sans-serif”;

mso-ascii-font-family:Calibri;

mso-ascii-theme-font:minor-latin;

mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;

mso-fareast-theme-font:minor-fareast;

mso-hansi-font-family:Calibri;

mso-hansi-theme-font:minor-latin;

mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;

mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}


ISLAMABAD — Pemilik sebuah restoran Perancis di Pakistan mendapat kecaman karena menerapkan kebijakan aparteid setelah melarang warga lokal makan di sana kecuali ditemani orang asing.


“Ini jelas kebijakan ofensif dan menjengkelkan. Mengapa klub khusus yang didirikan individu dengan melarang masyarakat umum justru dapat beroperasi di sini,” keluh Cyril Almeida, seorang wartawan terkenal Pakistan yang ditolak masuk ke dalam restoran itu.


Didirikan pada Oktober lalu, “La Maison” adalah sebuah restoran kecil khas Perancis di lantai dasar rumah milik Philippe Lafforgue di Islamabad. Menu yang dihidangkan termasuk hidangan yang dianggap haram dalam Islam seperti saus daging babi, puding darah dan minuman anggur.


Kontroversi seputar restoran ini terjadi pada Desember lalu ketika Almeida mengeluh karena staf restoran menolak melayani warga lokal kecuali pengunjung yang memiliki paspor asing. Setelah tidak mendapat meja makan, Almedia melancarkan kampanye di media sosial dengan hashtag berjudul “NoToApartheid”.


Dalam kampanyenya itu, Almeida mempublikasikan alamat La Maison di internet, mengontak polisi, kementerian dalam negeri dan anggota parlemen. Untuk membuktikan kebenarannya, dua polisi mencoba memesan meja di restoran yang penuh dekorasi itu. Keduanya tidak mendapat jawaban dari pelayan restoran, kejadian yang sama seperti yang dialami Almeida. Akhirnya polisi menggerebek restoran itu dan menutupnya serta menangkap dua staf lokal dan menyita 300 botol bir dan anggur.


Sebagian orang membandingkan kebijakan aparteid itu dengan kebijakan diskriminasi yang terjadi selama era penjajahan ketika Pakistan masih bagian India yang diperintah Inggris.


Penjualan dan produksi minuman keras resmi dilarang di Pakistan, dimana orang muslim mewakili lebih dari 95 persen dari 170 juta penduduk. Namun izin masih dikeluarkan untuk hotel tertentu dan toko minuman anggur yang menjual produknya kepada kelompok minoritas kebanyakan orang Kristen dan Hindu.


Lafforgue sendiri ngotot akan membuka lagi restorannya. Koki Perancis yang pindah ke Pakistan pada 2005 lalu itu tetap akan menerapkan kebijakan sama, kali ini  mendaftar usahanya sebagai klub pribadi. Almeida tidak keberatan dengan klub pribadi asalkan tidak menolak keanggotaan orang berdasarkan kewarganegaraan.


Editor — ramli


Baca Juga


Article source: http://www.sinarharian.com.my/rencana/syurga-dan-calon-penghuninya-1.239172


Restoran Aparteid di Pakistan

Tuesday, November 26, 2013

Lima Tahun Teror Mumbai


Malam 26 November 2008 di kota metropolis Mumbai berdenyut selazimnya. Ratusan ribu pegawai terjebak macet saat hendak pulang ke rumah. Hotel dan penginapan di selatan kota masih dipenuhi tamu dari luar dan dalam negeri. Lalu terjadilah ledakan yang kini masuk dalam ingatan kolektif dengan akronim 26/11 itu: kelompok teror Islam tanpa aba-aba melepaskan tembakan dari senjata otomatis terhadap pejalan kaki, meledakan bom dan melemparkan granat tangan ke arah jalan.



Mereka membunuh semua yang teridentifikasi sebagai warga Amerika Serikat, Inggris atau Yahudi. Sandera disekap di dalam hotel dan pertokoan, sebuah tempat peribadatan Yahudi diserbu dan diluluhlantakkan.



Media-media India menampilkan gambar kehancuran, korban yang tewas atau yang sedang meregang nyawa. Pertempuran antara aparat keamanan dan kelompok teroris berlangsung hingga 29 November. Pada akhirnya sembilan orang teroris tewas terbunuh. Seorang pelaku, warga Pakistan, Ahmal Kasab berhasil ditangkap aparat keamanan. Sedikitnya 166 penduduk, sebagian besar warga India, tewas. Amnesty International mengklaim pihaknya mencatat lebih dari 300 korban luka-luka.



“Perang melawan India”


Reaksi demonstran terhadap eksekusi hukuman mati terhadap salah satu pelaku serangan teror Mumbai, Ajmal Kasab di penjara Pune.


Sesaat setelah serangan pemerintah Pakistan menangkap sejumlah tersangka. Saat ini, lima tahun kemudian, mereka dibebaskan lantaran diklaim kekurangan bukti. Sebaliknya warga AS, David Coleman Headly divonis 35 tahun penjara di Chicago lantaran terbukti ikut merencanakan serangan. Sementara Kasab disidang di India dengan dakwaan memicu “perang melawan India”. Ia kemudian divonis hukuman mati dan digantung pada November 2012.



Lima tahun setelah serangan, kasus yang sempat mengguncang dunia itu telah terungkap nyaris sepenuhnya, terutama berkat pengakuan Headley dan Kasab. Adalah Laskar-e Toyiba yang berada di belakang serangan tersebut, sebuah organisasi militan Islam di Lahore yang memiliki kedetakan dengan Dinas Militer Pakistan ISI dan sejak lama berulangkali melakukan serangan terhadap fasilitas militer India di Kashmir.



Amerika Serikat sejak 2001 telah mendeklarasikan organisasi tersebut sebagai kelompok teroris. 2002 pemerintah Pakistan memasukan Laskar-e Toiba ke dalam daftar hitam keamanan. 2010 Uni Eropa menyusul.



Pakistan tidak serius mengungkap


Seorang penduduk Mumbai memperingati korban serangan teror India


Pakistan hingga kini tidak berbuat banyak untuk mengungkap kasus tersebut. Kepada Deutsche Welle Arsgad Mahmood, sejarahwan Pakistan, mengklaim pemerintahannya “menuduh India tidak memaparkan bukti-bukti terkait tersangka. Padalah Pakistan jelas tidak ingin pengadilan membuktikan keterlibatannya dalam serangan tersebut, karena akan sangat memalukan.”



Buat Toqeer Gilani, seorang aktivis di Kashmir, sikap non kooperatif yang ditunjukkan Islamabad tidak cuma sekedar karena ingin menyelamatkan wajah sendiri, “Saya sangat yakin, organisasi Islam Laskar-e Toiba mendapat dukungan dari dinas rahasia Pakistan. Melawan organisasi itu seakan-akan menyerang pemerintahan sendiri.”



Lima tahun kemudian dialog keamanan antara kedua negara yang berlangsung alot belum membuahkan hasil signifikan. Vinod Sharma, wartawan “Hindustan Times”, mengatakan kecurigaan India bertambah besar ketika “jelas bahwa Pakitan tidak memiliki niat menghukum para tersangka.” Menurut Arshad Mahmood, India akan kesulitan berdamai dengan trauma bom Mumbai selama Pakistan tidak berbuat apapun terhadap dalang serangan.



Dialog berlangsung alot



Buat Sharma media di kedua negara ikut memikul tanggungjawab terhadap stagnasi dalam hubungan antara Pakistan dan India. Adalah hal yang lumrah bagi media Pakistan untuk menyerang India, begitupula sebaliknya. “Politik harus berlandaskan dialog. Tapi pandangan ini diacuhkan oleh media-media di kedua negara,” katanya.



Kendati begitu Vinod Sharma tetap optimis terkait masa depan hubungan bilateral kedua negara. Setidaknya Perdana Menteri baru Pakistan, Narwaz Shariif sempat berjanji akan mendorong normalisasi hubungan dengan India.



“Kami yakin terpilihnya Sharif adalah peluang terbaik untuk memperbaiki hubungan bilateral. Tapi segalanya beragantung pada kemampuannya mengatasi perlawanan di dalam negeri,” tukasnya. Menurut pengamat Pakistan, upaya normalisasi hubungan dipersulit lantaran dukungan untuk kelompok ekstrimis Islam sangat meluas di Pakistan, antara lain di Muslimliga, partai pimpinan Sharif.


Article source: http://www.poskotanews.com/2013/10/25/ayah-terbaring-sakit-ratna-dilla-tunda-tur-show/


Lima Tahun Teror Mumbai

Thursday, January 31, 2013

Singapura Dicuncang Gay

Bila di Indonesia sedang ramai gugatan undang-undang (UU) mengenai migas dan sekolah, di Singapura pemerintahannya ‘panas-dingin’ menghadapi tuntutan aturan pernikahan pasangan gay.

Kasus pernikahan sejenis kembali mengguncang publik. Kini giliran Singapura yang menghadapi dilemma tersebut.Pemerintah Singapura dalam rilisnya  mengatakan akan menggelar proses persidangan untuk menghadapi gugatan yang dilakukan pasangan gay terhadap salah satu pasal hukum pidana negara kota itu.

Gary Lim dan Kenneth Chee, pasangan gay, resmi menggugat pasal 377A yang menyatakan perbuatan homoseksual sebagai tindakan kriminal. Pasangan yang sudah hidup bersama selama 15 tahun itu menilai, pasal 377A tidak konstitusional.

“Kami tidak takut akan ditangkap polisi karena kami hidup sebagai pasangan gay, tetapi pasal itu melabel kaum kami sebagai kriminal, dan kami tidak menginginkannya,” jelas Kenneth.

Proses persidangan di Mahkamah Agung akan dilaksanakan 14 Februari mendatang. Aedit Abdullah, Kepala Jaksa Penuntut Singapura, akan bertindak sebagai perwakilan pemerintah. Gugatan ini sendiri bukanlah gugatan pertama. Sebelumnya Tan Eng Hong, menggugat pasal itu setelah dia ditangkap tahun 2010 dengan tuduhan melakukan seks oral di toilet mal.

Gary menambahkan, walaupun pemerintah sudah melunak dengan tidak akan terlalu pro-aktif dalam menerapkan pasal itu, namun kasus di mana individu dijerat dengan pasal 377A masih kerap terjadi. Selain itu, kata Gary, sangatlah mungkin, ada pihak-pihak yang mengeluh terhadap kaum gay dan menggunakan pasal ini untuk menjerat komunitas gay.

Pengacara Choo Zheng Xi, yang mewakili Gary dan Kenneth menyatakan, pasal ini mempersulit upaya organisasi non-profit yang bergerak di bidang perlindungan kaum gay. “Pasal ini menyebabkan masyarakat mempertahankan stigma dan diskriminasi terhadap kaum gay, mulai dari sekolah dan tempat kerja hingga menyebabkan (gay, red) bunuh diri,” jelasnya.

Pasangan yang berprofesi sebagai desainer ini telah banyak menghabiskan waktu untuk komunitas gay. Mereka mendirikan grup sosial, The Bear Project, dan juga telah mengumpulkan petisi untuk menggugat pasal kontroversial itu. Mereka berharap dapat melakukan yang lebih baik lagi melalui gugatan ini.

Pro-Kontra
Gereja-gereja di Singapura pun menyerukan jemaatnya secara khusus dan masyarakat secara umum untuk membentuk ‘barikade’ menghadapi gugatan hukum pasangan gay.

Asia One melaporkan, mobilisasi akan dilakukan secara terbuka dan online oleh 100 gereja dan 40.000 anggota jemaat Kristen yang tergabung dalam komunitas LoveSingapore. Mereka akan menyerukan penolakan keras terhadap pencabutan pasal tersebut.

Dimotori oleh Pendeta Lawrence Khong, gembala sidang di Faith Community Baptist Church, Khong memperingatkan nilai-nilai keluarga dan kebebasan beragama akan terancam jika pasal itu dicabut.
“Negara-negara lain yang mencabut pasal sejenis telah menyaksikan kehancuran keluarga yang merupakan unit paling dasar dari kehidupan. Hal ini berimbas negatif ke masyarakat dan juga pembangunan bangsa,” ucap Khong.

Khong mendesak Pemerintah Singapura untuk memelopori upaya memberikan pendidikan moral yang tepat kepada masyarakat dan memastikan bahwa definisi keluarga tetap terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

Sementara itu, Pendeta Yang Tuck Yoong, anggota eksekutif LoveSingapore, menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab terhadap isu ini. “Kami siap untuk pertempuran ini.”

Paerin Choa, pimpinan komunitas Pink Dot, menjawab Singapura adalah negara yang beraneka ragam dan mereka menghargai perbedaan pendapat.

Bereaksi lebih keras, grup humanis di bawah pimpinan Mark Kwan mengeluarkan pernyataan bahwa pasal ini mengkriminalisasi gay yang tidak berafiliasi ke agama apa pun atau yang memiliki kepercayaan. Gay bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan agama mereka. Kwan merilis surat terbuka kepada Menteri Kehakiman K Shanmugam untuk mencabut pasal itu.

Kondisi makin memanas. Sebab, Scott Teng, seorang peneliti, melaporkan Pendeta Yang Tuck Yoong ke kepolisian menyusul komentar pedasnya terhadap komunitas gay Singapura. Yang memicu kontroversi menyusul tulisannya di situs web gereja tempatnya bertugas, Cornerstone Community Church.

Dalam tulisan berjudul “Firing the First Salvo” yang menyerukan umat Kristiani untuk mempersiapkan diri menghadapi “perang” melawan kaum gay. Dia juga menegaskan bahwa gereja tidak boleh lengah menghadapi bahaya homoseksualitas yang sudah berada di depan mata. Yang mengakhiri tulisannya dengan menekankan bahwa ini adalah tanggung jawab gereja untuk menghancurkan “kekuatan gelap” tersebut.

Pendeta Yang sendiri sudah mengganti judul tulisannya menjadi “Times and Seasons” dan menghilangkan referensi secara spesifik terhadap kaum gay.

Teng, yang merupakan seorang gay, memutuskan untuk melaporkan Yang karena dia menilai tulisan tersebut bernada menghasut masyarakat yang berpotensi menimbulkan kekerasan fisik terhadap kaum gay. “Sangat mungkin ada jemaat ataupun pengikut Dr Yang yang menanggapi tulisan ini secara harfiah dan memicu hal yang tidak diinginkan,” jelas Teng.ins

Indonesia Sepakat Pernikahan Sejenis Haram
Di Indonesia isu pernikahan sejenis juga snater beredar. Bahkan beberapa artis pria diduga memiliki hubungan ‘janggal’ tersebut. Sebut saja gosip percintaan Indra Bruggman Bertrand Antolin hingga Olga Saputra dan Chand Kelvin. Meski semuanya menampik kabar tersebut.

Pemerintah dan seluruh elemen bangsa sendiri sepakat, atas alasan apa pun pernikahan sejenis melanggar nilai-nilai ajaran agama apa pun. Islam secara tegas mengharamkan pernikahan tersebut.

Anggota Majlis Tarjih PP Muhammadiyah Marifat Iman mengatakan, mereka yang mendukung pernikahan sejenis atas nama hak asasi manusia (HAM) justru melanggar HAM itu sendiri. “Jika HAM yang seharusnya diperjuangkan adalah hak yang sesuai dengan kodrat alam dan digariskan Tuhan,” katanya. Menurutnya, manusia diciptakan berpasang-pasangan. Bahkan, binatang saja ditakdirkan untuk hidup bersama lawan jenisnya.

Ketua Komisi Fatwa MUI Ma’ruf Amin mengungkapkan, pernikahan sejenis melanggarkan nilai-nilai ajaran agama Islam. “Agama Islam jelas melarang pernikahan sejenis. Haram hukumnya,” ujarnya. Menurutnya, mereka yang menyukai sesama jenis memiliki masalah psikologis yang perlu diobati. “Itu harus disembuhkan. Bukan dituruti maunya. Dalam hatinya ada penyakit,” ujarnya.

Menurut hadis Rasulullah SAW, “Barang siapa yang mendapatkan orang-orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (praktik homoseksual dan lesbian) maka ia harus menghukum mati, baik yang melakukannya maupun yang dikumpulinya,” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-baihaqi).

Rakyat Barat Menolak
Penolakan terhadap pernikahan sejenis atau terkenal dengan kelompok lesbian, gay, bisexual, transgender (LGBHT) tidak hanya datang dari kalangan Muslim. Sebelumnya, pemimpin Katolik Roma di Inggris dan Wales mengkritik rencana Pemerintah Inggris yang akan melegalkan pernikahan sejenis dalam kotbah malam natalnya. Uskup Agung Westminster Vincent Nichols menyatakan, rencana itu sangat tidak masuk akal.

Ratusan penduduk Paris juga memprotes rencana pelaksanaan rancangan undang-undang yang memperbolehkan pernikahan sejenis di Prancis oleh Presiden, Francois Hollande menjelang Juni ini.

Anehnya, para petinggi negeri itu tampaknya tak mengubris. Tak tanggung-tanggung, Undang-Undang yang digagas Perdana Menteri Inggris David Cameron itu akan memberi sanksi kepada siapapun yang nantinya menolak adanya pernikahan sejenis.

“Panitera alias pejabat kantor sekretariat pengadilan bakal dituntut apabila ketahuan menolak pengajuan pernikahan sesama jenis atau gay,” demikian isi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pernikahan gay di Inggris, seperti dikutip Dailymail.

Meskipun dihujani protes dan kritik pedas, Cameron tetap bersikeras akan memperjuangkan aturan ini. Sementara, sejumlah menteri kabinetnya banyak yang menentang apa yang Cameron yakini sebagai sebuah keadilan yang harus ditegakkan.

Menteri Pendidikan Michael Gove menyatakan akan melindungi para guru penentang pernikahan sejenis yang bakal dipecat atas sikapnya itu. Namun, seorang sumber di Departemen Pendidikan mengkhawatirkan pemecatan guru-guru tetap akan tetap terjadi.

Sementara, Menteri Kebudayaan Inggris Maria Miller, yang juga menteri atas kesetaraan, menyatakan akan mengkaji dan mendalami perlakuan yang sama dan adil terhadap pasangan gay.

“Pernikahan adalah institusi yang sangat penting dan sakral, salah satu yang kerap berubah sepanjang sejarah kita, dan akan terus berubah. Nilai-nilai kekeluargaan mengikat perkawinan dan masyarakat bersama-sama,” jelas Miller.

Dalam kasus ini, lanjut dia, kita akan lebih memperkuat pentingnya arti pernikahan dalam masyarakat. RUU ini melindungi sekaligus mempromosikan kebebasan beragama, sehingga semua organisasi keagamaan dapat bertindak sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing.

Selain menteri, sejumlah anggota parlemen juga mengkhawatirkan efek domino dari RUU tersebut. Apabila RUU tersebut telah sah menjadi UU, kemungkinan besar akan diadopsi negara-negara lain.ins

NEGARA YANG MELEGALKAN PERNIKAHAN SEJENIS
1. Belanda
Pemerintah Belanda melegalkan pernikahan sejenis pada tahun 1996, 15 tahun setelah aktivis gay mengusung isu tersebut ke permukaan pada awal tahun 1980. Parlemen Belanda membentuk satu komisi khusus untuk melihat efek hukum dari legalitas pernikahan sejenis. Empat tahun kemudian undang-undang pun disahkan. Alhasil, sejak tanggal 1 April 2001, pernikahan sejenis telah resmi diakui secara hukum di Belanda.

2. Belgia
Satu tahun setelah legalitas pernikahan sejenis diberlakukan di Belanda, undang-undang serupa diajukan pula ke parlemen Belgia. Kemudian pada tanggal 1 Juni 2003, pernikahan gay pertama dilakukan secara resmi dan diakui secara hukum. Salah satu pasangan pertama yang menikah adalah Alain De Jonge dan Olivier Pierret.

3. Spanyol
Pada tanggal 8 Juni 1901, Elisa Sanchez Loriga, berpakaian layaknya seorang pria dan menggambar alias seperti laki-laki. Wanita ini menikahi pasangan lesbinya, Marcela Gracia Ibeas. Setelah kebenaran itu terkuak (dan diterbitkan dalam dua surat kabar), mereka kehilangan pekerjaan, dikucilkan, dan harus meninggalkan Spanyol untuk menghindari penangkapan. Maka, pernikahan mereka menjadi pernikahan sejenis pertama yang tercatat dalam sejarah Spanyol.

Pada tanggal 30 Juni 2005, Parlemen Spanyol melegalkan pernikahan sejenis. RUU ini sangat ditentang oleh Gereja Katolik, tetapi hasil jajak pendapat menunjukkan 62% dari majelis mengabulkan UU tersebut.

4. Kanada
Pada saat Parlemen mengesahkan pernikahan gay pada 20 Juli 2005, hampir semua provinsi di Kanada telah melegalkan hukum tersebut. Setelah mengesahkan UU tersebut, Kanada menerbitkan lebih dari 15.000 surat nikah bagi pasangan sejenis yang tinggal di negara itu atau hanya datang untuk menikah.

5. Afrika Selatan
Di beberapa negara Afrika, seorang pria dapat dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup jika ketahuan gay. Namun Afrika Selatan memiliki hukum berbeda, negara ini memberi hak-hak kepada kaum LGBT untuk menikah sejak 30 November 2006.

6. Norwegia
Pernikahan sejenis menjadi topik diskusi di dewan pemerintah Norwegia. Pada tahun 1993, Norwegia menjadi negara kedua, setelah Denmark, yang melegalkan pernikahan sejenis.

7. Swedia
Swedia adalah salah satu negara paling liberal di dunia dan 71% penduduknya mendukung pernikahan sejenis. Legislasi pernikahan sejenis disahkan pada bulan Mei 2008. Lima bulan kemudian Gereja Lutheran Swedia mengumumkan dukungan penuh untuk pernikahan sesama jenis.

8. Portugal
Homoseksualitas dipandang sebagai sebuah kejahatan di Portugal sampai tahun 1982. Kemudian tahun 2009, para LGBT hanya menerima dukungan 40% dari parlemen. Setelah Perdana Menteri Jose Socrates kembali terpilih tahun 2009, ia membuat UU yang melegalkan pernikahan sejenis. Hukum itu mulai berlaku sejak 5 Juni 2010.

9. Islandia
Di Islandia, tidak satu pun anggota parlemen memberikan suara “Tidak!” tentang legalisasi pernikahan sejenis. Keputusan itu didukung oleh orang paling kuat di Islandia, Perdana Menteri Johanna Sigurdardottir. Mungkinkah ini hanya sebuah kebetulan? Pada tanggal 27 Juni 2010, hari yang sama saat undang-undang itu mulai berlaku, Perdana Menteri Islandia menikahi pasangan gaynya.

10. Argentina
Argentina menjadi negara bagian terakhir di Amerika Selatan yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Tepat pada tanggal 22 Juli 2010, hukum itu mulai berlaku di Argentina.

11. Meksiko
Sejak 21 Desember 2009, pernikahan sesama jenis dapat dilakukan di ibukota Meksiko, Mexico City. Rupanya, hukum tersebut hanya berlaku di kota itu.

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=277445:kapolres-sambut-baik-terbentuknya-pamk&catid=15:sumut&Itemid=28


Singapura Dicuncang Gay

Monday, February 18, 2013

Dubai Ajak Wisatawan Masuk Islam

REPUBLIKA.CO.ID,  Organisasi masyarakat Dar Al Ber mengelola sebuah Pusat Informasi Islam di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Mereka melayani segala informasi bagi para calon muallaf.

Sejak didirikan tahun 1993, pusat informasi tersebut telah mengislamkan 15 ribu orang dari 200 kebangsaan.

Tak hanya memberikan informasi Islam semata, pusat tersebut juga menjadi wahana pertemuan para muallaf UEA. Mereka saling berbagi kisah perjalanan mereka hingga akhirnya memeluk agama Islam.

Acara “sharing”tersebut juga terbuka bagi pengunjung non-muallaf dan non-muslim.

“Non-Muslim juga memiliki kesempatan yang baik untuk bertemu Muslim baru dan mendengaran kisah syahadat rekan-rekan mereka dalam bahasa mereka masing-masing,” ujar Direktur Pusat Informasi Islam Dar Al Ber, Rashid Aljunaibi, dikutip dari media lokal Khaleej Times.

Selain itu, mereka yang tertarik akan Islam dapat memperoleh booklet, CD ataupun kaset tentang Islam dengan bahasa yang beragam sesuai kemampuan mereka. Beragam ceramah dan pelatihan pun seringkali digelar tak hanya bagi para muallaf namun juga keluarga mereka.

Bersama Departemen Urusan Islam dan Kegiaan Amal (DIACA) UAE, Dar Al Ber telah memuslimkan 4.229 orang pada tahun lalu. Sebanyak 2.322 muallaf berasal dari 77 negara berbeda.

Uniknya, jumlah muallaf tersebut didominasi oleh wanita. Dari 2.322 muallaf, 1.630 diantaranya merupakan perempuan.

Direktur DIACA, Hamad Bin Al Sheikh Ahmed Al Shaibani mengatakan, pihaknya hanya mengupayakan penyampaian pesan toleransi Islam, pengembangan sadar budaya Islam serta membangun identitas nasional.

DIACA, kata Al Shaibani, menyediakan para muallaf baru dengan beragam fasilitas yang dibutuhkan mereka untuk benar-benar memeluk agama Islam, Dewan tersebut pula yang meresmikan keislaman mereka selain menjawab segala pertanyaan tentang ajaran Islam.

Kepala Orientasi Agama dan Bagian Pendidikan, Aisha Al Kash mengatakan, para muallaf memeluk agama Islam atas kemauan pribadi, tanpa paksaan. Sebagian besar mereka tersentuh pada ajaran budi pekerti luhur dalam Islam. “Orang-oranmg tersentuh oleh petunjuk Islam yang penuh kasih yang memerintahkan umat untuk bersikap jujur, adil dan baik pada semua orang tanpa peduli agama, ras, bahasa dan warna kulit,” ujarnya.

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/10/19/mc4v7w-islam-mulai-bersemi-di-tonga-1


Dubai Ajak Wisatawan Masuk Islam

Wednesday, September 11, 2013

Ikhwanul Muslimin paksa umat Kristen Koptik masuk Islam

Ikhwanul Muslimin di Mesir dan para pendukungnya kini mulai memaksa sekitar 15 ribu penganut Kristen Koptik di Desa Dalga untuk membayar pajak jizyah seperti dinyatakan dalam Alquran.


Penulis dan penerjemah Raymond Ibrahim melaporkan kabar itu Ahad lalu, seperti dilansir surat kabar the Washington Times, Rabu (11/9).


Jizyah adalah uang yang harus dibayar umat non Muslim kepada penguasa Muslim untuk menjaga keberadaan mereka.


Menurut seorang warga bernama Yunis Shawqi kemarin di Dalga, semua umat Kristen Koptik itu desa itu dipaksa untuk membayar pajak tanpa kecuali.


“Jumlah yang harus dibayarkan berbeda-beda di tiap daerah di desa itu. Ada yang harus membayar sebesar Rp 225 ribu per hari, ada juga yang Rp 832 ribu per hari,” kata Shawqi.


Dalam beberapa kejadian, warga yang tidak sanggup membayar diserang. Sebanyak 40 keluarga Kristen di Dalga kini mengungsi karena takut.












Article source: http://www.riauterkini.com/usaha.php?arr=63592


Ikhwanul Muslimin paksa umat Kristen Koptik masuk Islam

Tuesday, March 12, 2013

Turki, Negara Islam yang Beraroma Kristen

TUESDAY, 12 MARCH 2013

Total View : 522 times

Turki memang negara yang unik. Negara Islam ini masuk menjadi anggota NATO meski sebagian anggota NATO menghambat keanggotaannya. Dengan penduduk berjumlah 70 juta jiwa, 90 persennya beragama Islam namun dicatat sebagai negara pluralis. Selain Islam, Turki juga dikenal sebagai negara yang toleran sehingga di sana juga ada pemeluk agama Kristen, Yahudi, Hindu, dan Konghucu.

Turki menjadi bukti sejarahnya Kristen. Nama delapan kota di Turki diambil tertera dalam Alkitab dan Taurat, seperti Philadelphia. Fakta unik lainnya adalah Turki merupakan tempat rumah terakhir bunda Maria, ibu Yesus Kristus berada. Tidak hanya itu, nabi Musa yang terkenal sebagai pembelah Laut Merah pun meninggalkan tongkatnya di Turki. Semaunya itu menjadi salah satu kekayaan budaya masyarakat Turki yang sampai sekarang mereka lestarikan.

Hal ini disampaikan oleh Muhamed Cetin, PhD dari Komisi Luar Negeri Parlemen Turki, yang sedang berkunjung ke Indonesia dalam rangka mengadakan persahabatan dan kerjasama bisnis di Yogyakarta, Indonesia. Menurutnya, banyak perubahan mendasar yang terjadi di Turki selama 15 tahun terakhir, terutama terlihat dari kudeta militer yang sudah tidak ada lagi.

Indahnya persatuan di tengah keberagaman yang patut dipelihara. Di Indonesia sendiri, konflik antar agama masih sering terjadi padahal Indonesia meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam namun bukanlah negara Islam. Kita patut meniru Turki agar kedamaian terjadi di bumi pertiwi.

 

Baca juga :

Peneliti Temukan Kapal Nuh di Turki

Komunitas Kristen Tertua di Dunia Terancam Punah

Mari Membangun Bangsa dengan Memberkati Mereka

Bagaimana Caranya Memberkati Musuh?

Berbagai Masalah Anak dan Cara Penanganan Orangtua

Tips Mudah Cara Benar Pakai Masker

Mengenal Makanan Tradisi Indonesia : Tumpeng

Haii, JCers yang Gabung di Bulan Maret 2013!!

Sumber : inilah.com by lois horiyanti/jawaban.com


Lintas.me


About CBN - Jenice

Article source: http://oase.kompas.com/read/2013/03/12/00270780/Menikmati.Hidup.dengan.Cara.Berbeda?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp


Turki, Negara Islam yang Beraroma Kristen

Thursday, January 24, 2013

Umat Kristen Dianiaya: Afrika dan Timur Tengah Diawasi

THURSDAY, 24 JANUARY 2013

Total View : 328 times

Yayasan Kristen internasional, Open Doors telah menyatakan bahwa ada 50 negara di daftar khusus mereka untuk diawasi ketat pada tahun 2013, terutama negara-negara Afrika dan Timur Tengah di mana banyak terjadi penyiksaan umat Kristen akhir-akhir ini.

Beberapa negara yang disebutkan adalah Uganda, Tanzania, Kenya, dan Nigeria yang merupakan “pendatang baru” dalam daftar milik Open Doors. Negara-negara tersebut masuk ke daftar Open Doors karena agama Islam telah menyebar dengan sangat mudah dan cepat di negara-negara tersebut. Telah banyak terjadi peristiwa pengeboman gereja, pembakaran rumah, serta pembantaian umat Kristen sepanjang tahun 2012 oleh kelompok Islam Boko Harem yang berupaya mengubah Nigeria menjadi negara Muslim.

Sementara Ethiopia, Eritrea, dan Libya telah naik peringkat di daftar pengawasan yayasan Open Doors. Ethiopia dari peringkat 38 ke 15, sementara Mali yang juga pendatang baru langsung menempati nomor 7 sebagai tempat paling berbahaya bagi umat Kristen.

“Padahal sebelumnya Mali adalah negara yang patut dijadikan contoh,” juru bicara yayasan Open Doors, Jerry Dykstra, menyebutkan. “Situasi di daerah utara memang selalu dipenuhi ketegangan, tapi umat Kristen dan para misionaris masih bisa bekerja dengan aktif. Tapi sekarang situasi di Mali mirip dengan yang terjadi di Arab Saudi. Tidak ada umat Kristen yang diperbolahkan tinggal di sana.”

Negara-negara yang ada di 10 besar daftar pengawasan Open Doors adalah: Korea Utara, Arab Saudi, Afganistan, Irak, Somalia, Republik Maldives, Mali, Iran, dan Yemen. Negara-negara tersebut adalah negara yang melakukan penyiksaan keji terhadap umat Kristen. Di Korea Utara, contohnya, umat Kristen akan langsung ditangkap dan dijebloskan dalam penjara penampungan hanya dengan memiliki Alkitab.

Menurut yayasan Open Doors, penganiayaan umat Kristen terjadi di sekitar 60 negara di seluruh dunia, namun yang mereka daftar sebagai negara yang paling berbahaya bagi umat beriman untuk tinggal adalah 50 negara.

Keberadaan yayasan Open Doors telah memberikan secercah harapan kepada umat Kristen di seluruh dunia yang tinggal dalam ketakutan. Marilah kita membantu mereka dengan terus berdoa dan berharap bagi keselamatan saudara-saudara kita.


Baca juga artikel lainnya:

Ivana Lie Pergi, Roy Suryo Tembak Susi Susanti

Istana Enggan Komentari Soal Patung Bugil Penyebab Banjir

True Story: The Successful Entrepreneur from the Poor Family

Sumber : christiannews.net / Zee


Lintas.me


About CBN - Rosita

Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/kedepankan-muatan-nilai-agama-bukan-penambahan-jam-belajar/29108


Umat Kristen Dianiaya: Afrika dan Timur Tengah Diawasi

Monday, February 4, 2013

Setiap Tahun Mualaf Bertambah di Perancis

Setiap Tahun Mualaf Bertambah di Perancis

Wartanews,Paris- Bernard Godard, seorang pejabat yang bertanggung jawab atas isu agama di Kementerian Dalam Negeri Perancis, mengatakan sekitar 100.000 dari enam juta Muslim Perancis diperkirakan mualaf, sebelumnya sekitar 50.000 masyarakat prancis masuk islam pada tahun 1986, sebagaimana diterbitkan New York Times pada hari Minggu 3/2.

“Fenomena konversi (Mualaf ) sangat signifikan dan mengesankan, terutama sejak tahun 2000 ungkap Godard.

Samir Amghar, seorang sosiolog dan pakar Islam Eropa mengatakan, hingga non-Muslim mengamati bulan suci Ramadhan di lingkungan mayoritas dihuni umat Islam karena mereka suka “efek kelompok”.

Dilain sisi banyak umat Islam di Perancis, selalu dicurigai oleh pemerintah Hollande.

Pemerintah prancis mempertimbangkan UU 2.010 melarang cadar dengan wajah penuh (Burqa) sementara publik mengkhawatirkan konversi sebagai refleksi dari intoleransi Perancis.

Disamping paris menyatakan bahwa setiap wanita Perancis atau asing yang mengenakan niqab atau burqa di depan umum akan didenda € 150 dan bagi mereka yang memaksa perempuan untuk mengenakan penutup tersebut akan menghadapi denda jauh lebih besar setidaknya hukuman penjara dua tahun .

Sementara para analis memperkirakan meningkatnya jumlah konversi ke Islam di Perancis menjadikan Paris memiliki tantangan yang berkembang karena pemerintah sekuler memegang sikap canggung atau kadang-kadang memusuhi umat Islam.(GH-Jo)

Article source: http://www.republika.co.id//berita/dunia-islam/mualaf/12/05/15/m42jcw-helena-islam-seiring-sejalan-dengan-ilmu-pengetahuan-2habis


Setiap Tahun Mualaf Bertambah di Perancis

Saturday, January 26, 2013

Penduduk Mali Tidak Bisa Masuk Gereja

SATURDAY, 26 JANUARY 2013

Total View : 148 times

Uskup Augustin Traore yang bertugas di keuskupan di Mali menyatakan bahwa para penduduk Mali bersembuyi di rumah mereka dan tidak berani keluar. Walaupun gereja mereka masih utuh, masyarakat tetap takut masuk karena gereja mereka terletak di jalur operasi pemberontak Islam sehingga hal tersebut dapat membahayakan keutuhan gereja-gereja katolik di Mali.

“Tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi sampai kericuhan karena bom Perancis dan pertikaian berakhir,” kata Uskup Traore 16 januari lalu.

Di saat yang sama pasukan perang Perancis telah bersiap untuk menghadapi pemberontakan di Diabaly, 145 km di utara Segou.

Sementara itu Uskup Traore juga menambahkan bahwa hubungan antara orang-orang Kristen dan Muslim di Mali masih tergolong baik menurut skala lokal dan tidak terpengaruh oleh pemberontakan-pemberotakan Islam karena masyarakat masih sangat berkomitmen terhadap karakter sekuler Mali.

“Masyarakat di sini sangat berharap agar konflik ini segera berakhir. Kebutuhan mereka sangatlah mendesak, termasuk kebutuhan tempat yang aman untuk berdoa dan memuji Tuhan,” kata Uskup Traore.

Pemberontakan etnik Tuareg yang menuntut negara bagian terpisah telah menyerbu sebagian besar negara Mali bagian utara. Etnik Tuareg beroperasi bersama dengan grup Islam Ansar Eddine yang dipercayai sebagai bagian dari al-Qaida.

Sean Gallagher, perwakilan Catholic Relief Services, Layanan Bantuan Katolik di Mali mengabarkan bahwa agen pengembangan keuskupan internasional di Amerika telah memberikan bantuan untuk orang-orang yang melarikan diri dari daerah-daerah Keuskupan Mopti yang telah diduduki oleh para pemberontak.

Ia menambahkan bahwa banyak yang sudah melarikan diri ke Segou namun karena ancaman pemberontak di Segou dan Mopti telah meningkat, maka meteka akan bergerak kea rah selatan menuju Bamako.

Uskup Agung Jean Zerbo di Bamako mengingatkan para umat Kristen untuk tetap berharap bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, karena walaupun komunitas internasional telah banyak membantu, namun nasib penduduk Mali akan tetap ada di tangan mereka sendiri.

Kekacauan di Mali merupakan satu dari banyak kasus mengerikan yang terjadi pada umat Kristen di seluruh dunia. Dukungan doa dari saudara-saudara Kristen akan sangat mambantu saudara-saudara kita untuk tetap kuat dalam menghadapi musibah tersebut.


Baca juga artikel lainnya:

Vina Panduwinata Nyaris Terjebak Banjir di UOB Plaza

Single dan Bahagia

Meraih Kekayaan di Tahun Baru (Part 1)

Sumber : christiantelegraph.com / Zee


Lintas.me


About CBN - Rosita

Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/218886


Penduduk Mali Tidak Bisa Masuk Gereja