Showing posts sorted by relevance for query Minggu. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Minggu. Sort by date Show all posts

Wednesday, April 3, 2013

“Mengkristenkan Jawa”

Home Catatan Akhir Pekan


Catatan Akhir Pekan ke-358

“Mengkristenkan Jawa”


 

Dengan bantuan kolonial dan strategi pre-evangelisation, misi Kristen di Jawa meningkat tajam


Kamis, 04 April 2013

Oleh: Dr. Adian Husaini

”Mengkristenkan Jawa: Dukungan Pemerintah Kolonial Belanda terhadap Penetrasi Misi Kristen”. Itulah judul buku karya Muhammad Isa Anshary, alumnus Program Magister Pemikiran Islam—Universitas Muhammadiyah Surakarta. Buku terbitan Pustaka Lir-Ilir, Surakarta, tahun 2013, ini diangkat dari Tesis penulis di Universitas yang sama. Karena kajiannya yang mendalam dan komprehensif, buku ini bisa dijadikan sebagai salah satu rujukan penting dalam studi Misi Kristen di Indonesia, khususnya di Tanah Jawa.

Studi yang dilakukan Muhammad Isa Anshory melengkapi studi sejenis yang pernah dilakukan oleh Aqib Suminto, Deliar Noer, Alwi Shihab, dan sebagainya. Studi ini juga menguatkan kesimpulan para peneliti sebelumnya, bahwa pemerintah penjajah Belanda secara sistematis membantu kegiatan misi Kristen di Indonesia. Disimpulkan: ”Melihat praktiknya, politik etis sebenarnya adalah upaya pemerintah Hindia Belanda untuk mengkristenkan atau membaratkan rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim.”

Catatan Akhir Pekan (CAP) kali ini sepenuhnya didasarkan pada data yang disajikan dalam buku ”Mengkristenkan Jawa” tersebut. Untuk bahan-bahan referensi lebih lanjut, pembaca dipersilakan merujuk langsung pada buku tersebut.

Hasil kajian Isa Anshory ini menunjukkan, bahwa laju penyebaran agama Kristen di Hindia Belanda (Indonesia) sangat terkait erat dengan perkembangan politik kolonial. Awal abad ke-20 ditandai dengan peningkatan kegiatan misi Kristen. Pidato Ratu Wihelmina (1901) lebih menegaskan sikap terhadap kebijakan mendukung kegiatan misi Kristen yang telah berjalan.

Politik etis dilaksanakan pada masa kejayaan kolonialisme Belanda di Indonesia dan saat umat Islam mengalami kebangkitan. Arus Kristenisasi mencapai puncaknya saat Abraham Kuyper, pemimpin Partai Kristen Anti-Revolusioner, menduduki kursi Perdana Menteri Belanda pada 1901. Banyak anggota Parlemen Belanda menuntut agar pemerintah membatasi pengaruh Islam di Indonesia. Van Baylant, misalnya, memperingatkan pemerintah akan seriusnya bahaya penyebaran Islam dan menuntut ditingkatkannya misi Kristen. Sementara itu, W.H. Bogat meluncurkan kampanye anti-Islam yang keras dan menuduh agama ini sebagai penyebab ”kurang bermoralnya” masyarakat.”

Diangkatnya Alexander Willem Frederik Idenburg sebagai Menteri Urusan Penjajahan (1902—1909) dan selanjutnya sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda (1909—1916) lebih menguatkian arus Kristenisasi. Setelah tahun 1909, kelompok misi Kristen dengan cepat meluaskan kegiatan mereka di kepulauan Indonesia. Gerakan misi Kristen beroperasi dalam ruang lingkup yang luas untuk pembangunan kesejahteraan dan ekonomi. Pembatasan jumlah dan tempat misi dihapuskan, sehingga daerah baru di kepulauan ini pun terbuka bagi kegiatan misi Kristen. Idenburg menjadikan Kristenisasi sebagai tugas politik utama pemerintahannya.

Di hadapan Tweede Kamer, dia mengucapkan: De uitbreiding van het Christendom in Indië, als wortel van onze hoogere beschaving, is een zaak van groot politiek belang. (Penyebaran agama Kristen di Hindia Belanda sebagai dasar peradaban yang tinggi adalah tugas politik utama).

Pemerintah Penjajah juga mencoba untuk melanjutkan pokok-pokok ajaran Kristen di dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan tata pemerintahan Hindia Belanda. Sebagai contoh adalah keluarnya ”Edaran Minggu” atau ”Edaran Pasar” yang diterbitkan oleh Gubernur Jenderal Idenburg, 1910. ”Edaran Minggu” memberi sugesti bahwa tidak pantas untuk mengadakan pesta kenegaraan pada hari Minggu. Edaran ini juga meminta agar seluruh administratur dan pegawai sipil agar menghindari kegiatan-kegiatan resmi atau setengah resmi pada hari Minggu. ”Edaran Pasar” melarang diadakannya hari pasar orang Indonesia apabila ini jatuh pada hari Minggu.

Fakta tentang ”Edaran Minggu” ini menarik untuk kita cermati. Jangan-jangan tradisi libur pada hari Minggu kita saat ini masih melanjutkan kebijakan yang dibuat oleh Gubernur Jenderal Idenburg yang sangat fanatik Kristen dan anti-Islam. Idenburg, misalnya, menyatakan, bahwa satu-satunya jalan untuk melanjutkan penjajahan adalah pengkristenan.

Seperti dikutip Robert E. Speer, Idenburg menegaskan: ”The issue for Mohammedan world is not Mohammed and Christ. Ia not Mohammed or Christ. It is Christ. It is Christ or decay and death.” (Pilihan untuk dunia Islam bukan Muhammad dan Kristus; bukan Muhammad atau Kristus; tetapi pilihannya hanya Kristus. Pilih Kristus atau akan mengalami pembusukan dan kematian).
   
Misi dengan lembaga

Selain mendapat bantuan dari negara, peningkatan Kristenisasi pada masa politik etis juga diakibatkan adanya perubahan strategi. Abad ke-19, strategi zending Protestan maupun misi Katolik pada umumnya masih diarahkan pada misi secara langsung. Tapi, pada abad ke-20, strategi misi sudah berganti dengan pendirian kelembagaan misi, seperti sekolah, rumah sakit, rumah yatim piatu,  dan beberapa kegiatan sosial lainnya. Melalui kegiatan di bidang pendidikan dan kesehatan itu, zending sanggup memikat hati orang yang masih bersikap menolak terhadap Kristenisasi secara langsung.

Strategi ini disebut pre-evangelisation, yaitu suatu usaha yang perlu diadakan untuk mempersiapkan daerah supaya siap menerima Kristen. Di sekolah-sekolah zending, kesetiaan kepada pemerintah dan ratu Belanda ditanamkan ke dalam hati para murid. Meski membutuhkan biaya besar dan waktu lama, Kristenisasi lewat pendidikan ini berhasil mengkonversi banyak pribumi Muslim.

Sebagai contoh, sekolah yang didirikan oleh Frans van Lith di Muntilan, Jawa Tengah. Di desa kecil Semampir dia mendirikan sebuah sekolah desa dan sebuah bangunan gereja. Saat itulah dia memulai kompleks persekolahan Katolik di Muntilan, mulai dari Normaalschool pada 1900, sekolah guru berbahasa Belanda atau Kweekschool pada 1904, kemudian pendidikan guru-guru kepala pada 1906. Anak-anak lelaki yang masuk sekolah ini semuanya Muslim. Akan tetapi, mereka semua tamat sebagai orang Katolik. Beberapa dari kelompok siswa pertama bahkan melanjutkan studi mereka untuk menjadi imam.

Teman van Lith, Hoevenaars, juga menempuh cara serupa. Dia membangun berbagai sekolah di Mendut dan mengumpulkan para murid yang masih belia. Semua guru sekolah tersebut beragama Katolik, namun para muridnya seluruhnya berasal dari keluarga-keluarga Muslim.

Sebagaimana misionaris lainnya, Hoevenaars berpikir bahwa agama Islam yang mereka anut hanyalah kepatuhan superfisial atau nominal sehingga tidak akan menghalangi para murid untuk berpindah ke agama Katolik. Mantan murid sekolah-sekolah Muntilan dan Mendut itu kebanyakan menjadi guru pada jejaring sekolah-sekolah dasar Katolik yang dikembangkan dengan cepat di berbagai kota dan kampung di Jawa. Para guru itu kemudian berupaya menghasilkan jemaat-jemaat Katolik baru. Dengan demikian, sekolah yang dibangun oleh Frans van Lith maupun Hoevenaars adalah sekolah kader.   

Sebuah ungkapan penting dari Frans van Lith:

“Tujuan kita adalah memberi pendidikan yang tinggi kepada pemuda-pemuda Jawa sehingga mereka mendapat kedudukan yang baik dalam masyarakat. Kepada mereka kita memberikan pendidikan Kristiani, dan bila mereka nanti tersebar di seluruh Pulau Jawa, kita akan menanti tumbuh dan mekarnya benih-benih yang kita sebar.”

Strategi budaya

Strategi lain dalam menyebarkan agama Kristen di Jawa pada dekade pertama abad ke-20 adalah penyesuaian ajaran Kristen dengan budaya Jawa. Strateginya: memisahkan agama Islam dari budaya Jawa, setidak-tidaknya dalam teori dan juga dalam praktek sejauh hal itu dimungkinkan. Semua konfrontasi langsung dengan agama Islam mesti dihindari.

Untuk itulah di sekolah Muntilan, penggunaan bahasa Melayu dihindari sejauh mungkin. Sebab, bahasa Melayu dianggap identik dengan bahasa kaum Muslim. Penggunaan bahasa Melayu dikhawatirkan akan menyiratkan dukungan terhadap agama Islam. J.D. Wolterbeek mengatakan, “Bahasa Melayu yang erat hubungannya dengan Islam merupakan suatu bahaya besar untuk orang Kristen Jawa yang mencintai Tuhannya dan juga bangsanya.” 

Senada dengan ini, Imam Yesuit Frans van Lith berpendapat,

Dua bahasa di sekolah-sekolah dasar (yaitu bahasa Jawa dan Belanda) adalah batasannya. Bahasa ketiga hanya mungkin bila kedua bahasa yang lain dianggap tidak memadai. Melayu tidak pernah bisa menjadi bahasa dasar untuk budaya Jawa di sekolah-sekolah, tetapi hanya berfungsi sebagai parasit. Bahasa Jawa harus menjadi bahasa pertama di Tanah Jawa dan dengan sendirinya ia akan menjadi bahasa pertama di Nusantara.

Dengan bantuan pemerintah kolonial dan strategi pre-evangelisation, kegiatan misi Kristen di Jawa meningkat tajam pada masa politik etis. Walaupun orang Kristen tetap terbilang sebagai minoritas kecil, namun jumlah pribumi Muslim Jawa, terutama di Jawa Tengah, yang murtad ke agama Kristen cukup besar. Mengutip kesimpulan seorang anggota muda Yesuit, Karel Steenbrink mengatakan: ”Barangkali tidak ada wilayah misi lain di seantero dunia dimana imam pribumi dikembangkan sedemikian cepat dan berhasil seperti di Jawa Tengah.”

Total populasi penduduk Pulau Jawa pada 1906 adalah 28.746.688 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 24.270.600 adalah Muslim. Lapangan yang sangat luas dan sulit ini digarap oleh enam lembaga misionaris. C. Albers, Jr. dan J. Verhoeven, Sr. melaporkan pada tahun tersebut bahwa pengaruh Islam menjadi rintangan berat bagi para misionaris. Akan tetapi, berkat bantuan medis dan penyelenggaraan sekolah, mereka berhasil mengkonversi pribumi Muslim ke agama Kristen.

Dengan sokongan pemerintah jajahan, pada era 1930-an, banyak terjadi kasus pelecehan Islam oleh kaum Kristen. Di Pesako Sulawesi Utara, pasukan Bala Keselamatan masuk ke dalam masjid dengan memakai sepatu dan menyanyikan lagu-lagu Kristen dalam masjid dengan alat-alat musik yang mereka bawa. Di Solo, buku-buku Kristen ditulis dalam bahasa Arab, dibagikan secara gratis kepada umat Islam yang sedang melaksanakan shalat Jumat di Masjid Mangkunegaran. Di Tasikmalaya, seekor anjing dibawa masuk ke mushalla. Di Menado, opsir Bala Keselamatan, Ernst Brandt, pada 13 April 1938 dengan terang-terangan menghina Nabi Muhammad SAW, dengan mengatakan: “Muhammad seorang miskin dan penggembala. Ia menikah dengan Khadijah janda kaya dan menghabiskan hartanya. Muhammad mempunyai 14 istri, perampas istri orang, dan menuruti hawa nafsunya. Mana bisa kesucian dari orang begitu. Siapa saja yang tidak mau mengikuti agamanya, ditusuknya dengan pedang terhunus.”

Respon Muslim

Menghadapi serbuan misi Kristen yang dahsyat seperti itu, kaum Muslim tentu saja tidak berdiam diri. Sebuah respon penting dalam menghadapi misi Kristen dilakukan oleh Muhammadiyah, yang berdiri tahun 1912 –di masa Gubernur Jenderal Idenburg. Tahun 1933, Muhammadiyah bersama 30 organisasi Islam, mengadakan rapat akbar di Solo,  menentang pemberian izin masuknya dua orang misionaris Kristen Advent dari pemerintah Jajahan di Vorstenlanden (Yogyakarta dan Surakarta).

Tahun 1939, Sidang Tanwir Muhammadiyah di Kudus, juga menolak dicabutnya artikel 177 Indische Staatsregeling  yang isinya adalah kewajiban misionaris untuk mendapat izin dari pemerintah Jajahan. Secara individual, mubaligh Muhammadiyah asal Surakarta, R. Moehammad Sardjana, pernah menerbitkan buku “Agama Kristen” sebagai jawaban terhadap dua jilid buku tokoh Gereja, Henderick Kraemer, yang berjudul “Agama Islam”. Secara kelembagaan, Muhammadiyah masih terus menjadi salah satu garda penting umat Islam dalam membendung arus Kristenisasi, sampai hengkangnya penjajah Kristen dari bumi Indonesia.

Pendiri organisasi ini, KH Ahmad Dahlan, dikenal sangat serius dalam mengajak umat Islam untuk membandung arus Kristenisasi. Sebuah ucapannya yang terkenal: “Islam tak mungkin lenyap dari seluruh dunia, tetapi tidak mustahil Islam hapus dari bumi Indonesia. Siapakah yang bertanggungjawab?”

Walhasil, dalam rangka memahami sejarah, strategi, dan taktik Kristenisasi di Indonesia, buku Muhammad Isa Anshory ini sangat baik untuk dibaca. Wallahu a’lam.*/Depok, 28 Maret 2013

Penulis Ketua Program Doktor Pendidikan Islam – Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan [CAP] adalah hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com

Red: Cholis Akbar

Article source: http://www.merdeka.com/peristiwa/5-kemampuan-tempur-istimewa-idjon-djanbi-bapak-kopassus-tni-ad.html


“Mengkristenkan Jawa”

Tuesday, December 10, 2013

Perbenturan agama dan pekerjaan

Liston Siregar


Wartawan BBC Indonesia


Celestina Mba akhirnya terpaksa berhenti kerja pada tahun 2010 karena kantornya meminta dia bekerja hari Minggu.


Perempuan berusia 58 tahun itu merupakan penganut Kristen yang taat dan sejak awal tidak bersedia kerja pada hari Minggu atau Sabat, yang berdasarkan hukum keempat dalam 10 perintah Tuhan merupakan hari khusus untuk memuja Tuhan.


Walau dia menegaskan siap bekerja Sabtu malam -asal Minggu bisa libur- kantornya bergeming dan akhirnya Mba berhenti kerja.


Namun perjuangannya diteruskan lewat ruang pengadilan dengan pemikiran bahwa Dewan Kota Merton -tempatnya bekerja- tidak menghormati agamanya.


Gugatan yang akhirnya ditolak sampai di tingkat banding pada Kamis 5 Desember.


Fakta bahwa waktu masa awal bekerja tiga tahun sebelumnya dia tidak perlu masuk hari Minggu namun belakangan diharuskan, sepertinya bukan menjadi alasan kuat -paling tidak menurut pengadilan- untuk menolak kerja.


Alam sekularisme?


Celestina Mba

Celestina Mba berpendapat Dewan Kota Merton tidak menghormati agamanya.


Semakin hari rasanya memang semakin terbuka ‘kontak langsung’ antara agama dan kebutuhan masyarakat modern.


Rumitnya kehidupan modern yang meningkatkan kebutuhan sehari-hari membuat tuntutan untuk produksi maupun pelayanan semakin tinggi pula.


Kalau dulu mungkin hanya beberapa sektor yang perlu beroperasi total 24 jam penuh dan 365 hari dalam setahun -misalnya rumah sakit, kantor berita, dan polisi- kini semakin banyak orang yang bekerja tanpa batasan waktu.


Dan dalam situasi seperti itu, ada kecenderungan untuk memisahkan lebih tegas lagi antara urusan agama dan pekerjaan.


Orang lebih dikejar untuk mengutamakan dunia material dibanding kehidupan spritual dan rasanya semakin banyak orang yang tidak keberatan untuk itu.


Kasus demi kasus


Tapi apakah kasus Mba bisa dikatakan sebagai bukti dari ketidakpedulian Inggris terhadap keyakinan orang demi pelayanan umum?


Mba bekerja untuk membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan permanen dan menurut hakim para anak-anak itu harus mendapat layanan penuh.


Dalam kasusnya, mungkin hakim berpendapat bahwa ada kepentingan umum yang sebaiknya tidak bisa ditawar-tawar lagi.


Tapi dalam kasus lain, polisi yang memeluk Sikh diizinkan untuk tetap mengenakan turban saat bertugas karena dianggap tidak akan menghalanginya dalam melaksanakan pekerjaan.



Sementara permintaan seorang karyawan beragama Islam agar selalu libur pada hari Jumat namun bekerja di hari Minggu ditolak dengan pertimbangan semua orang seharusnya diperlakukan setara sehingga bergiliran bekerja pada akhir pekan.


Akhirnya, saya pikir, tak ada pegangan mutlak ketika terjadi pertemuan antara keyakinan agama dan pekerjaan.


Di dekat rumah saya ada supermarket kecil yang juga menjual alkohol dan seorang pegawai di kasir mengenakan kerudung.


Saya sempat tertanya-tanya, apakah dia tidak terganggu saat menjual alkohol.


Belakangan saya lihat jika ada pembeli yang membawa alkohol ke mejanya maka dia memanggil temannya untuk mengurus penjualan alkohol itu. Urusan beres.


Di zaman modern, semuanya bisa diatur -paling tidak menuru saya. Anda setuju atau tidak?


Article source: http://www.aktualpost.com/2013/11/17/5456/5-gereja-di-dunia-yang-berubah-menjadi-masjid/


Perbenturan agama dan pekerjaan

Saturday, February 8, 2014

Nabil, "lu kena fikirlah sendiri".....

Syabas Astro kerana memberikan ruang untuk mencungkil bakat para pelawak. Syabas juga kerana pelawak inilah yang bakal menjadi pelapis pelawak-pelawak yang ada. Kerana jika tidak, dunia lawak negara akan mati sebab mereka adalah hero yang tidak didendang, berbanding hero-hero lain dalam industri hiburan.


Dan tentunya yang saya maksudkan ialah Maharaja Lawak Mega yang baru saja berlalu dengan kemenangan Sepahtu. Ada yang suka ada yang tak puas rasa sebab kumpulan kegemaran gagal jadi juara. Tapi ini adalah adat, bukan semua keputusan itu boleh menepati kehendak semua.


Syabas Sepahtu kerana mempunyai gandingan yang mantap sekalipun ada minggu-minggu yang mereka sangat tidak kelakar. Dan, siapa sangka pendatang baru seperti Bocey boleh pukul kumpulan yang lebih senior.


Meskipun bukan setiap minggu saya berpeluang menyaksikan MLM ini namun saya percaya rancangan ini punya peminat tersendiri. Bahkan ramai yang boleh baca dan kenal pelawak yang naik pentas dengan tangan kosong (tak bersedia) bila merekamerepek meraban saja dari mula tunjuk muka sampai lah bila signal berbunyi.


Memang boleh kenal siapa yang naik dengan tak bersedia dan hanya merapu, tapi juri bagi empat bintang jugak!!


Apapun, seperti komen standard juri yang sangat apologetik, “Bukan senang melawak”, saya memahami bukan mudah mencari modal untuk buat orang ketawa setiap minggu. Mungkin ada sampai kena mental block, tak ada idea dan tak ada modal.


Ini bukan perkara mustahil. Untuk buat orang menangis memang senang tapi lebih sukar membuat orang ketawa. Sebab itu ada masa Sepahtu pun turun kedudukan kerana merapu entah apa-apa.


Ada juga cadangan agar akan datang MLM ini dibuat dua minggu sekali, agar memberikan lebih waktu untuk para peserta/pelawak menimba ilham dengan idea yang lebih mantap. Tapi itulah namanya bersaing siapa yang lebih mega dan terbaik.


Ramai yang menonton peringkat akhir Maharaja Lawak Mega Jumaat lepas memberikan pelbagai reaksi. Ada yang suka dengan keputusan yang menyaksikan kumpulan Sepahtu sebagai Juara MLM , Shiro tempat kedua dan kupulan baru, Boceytempat ketiga.


Seperti mana-mana pertandingan, tidak kurang juga yang kurang senang dengan kedudukan kerana calon kegemaran tidak mendapat tempat pertama. Begitulah, selalunya.


Namun, bagaimana berbeza pun pendapat dan pandangan, pada akhirnya masyarakatpenonton rancangan hiburan boleh terima setiap keputusan. Maksudnya tidaklah sampai nak baling kerusi atau baling botol ke pentas atau bertumbuk di belakang pentas atau di bilik solek, semata-mata kerana tidak puas hati.


Dalam bab ini, kita jauh lebih stabil emosi daripada penonton bolasepak, tak ada yang berkelahi sekalipun tak suka dengan juri atau tak suka dengan kemenangan Sepahtu. (Contoh).


Kerana kita ini kelompok yang bertamaddun, sudah semestinya apa yang disajikan juga haruslah seiring bahkan jauh lebih besar. Cerita dan isinya perlulah sejajar dengan kematangan penonton masakini. Maksudnya, orang yang masuk bersaing untuk melawak itu perlukan isi cerita yang mantap. Melawak pun harus ada ilmu.


Teknik dan cara mesti kena dan melawak pun mesti ada batas batas tertentu. Sebab itu apabila Nabil ‘mengenakan” Luna Maya, ramai orang tidak menyenanginya.


Malahan ia telah menjejaskan reputasi pelawak solo ini yang nampak macam ada gaya untuk berjaya dalam “stand-up comedy” seperti Harith Iskandar. Semuanya macam okay, sehinggalah beliau cuba kaitkan masa silam Luna Maya yang pada saya adalah satu cara yang bukan saja tidak manis, bahkan sangat tidak patut, tidak gentleman, apatah lagi yang dikenakan itu adalah seorang wanita.


Betul ia hanya lawak dan mungkin Nabil tidak berniat jahat, tapi ia telah dibuat dengan “bad taste” kata orang putih. Tak kena cara dan gaya.


Memang sindiran-sindiran begini adalah biasa dalam standup comedy terutama di Barat. Tetapi itu Barat yang jauh sekali berbeza dengan masyarakat kita yang penuh dengan adab dan kesopanan serta sikap saling hormat menghormati.


Kalau di Baratitu, berbogel atau separuh bogel pun sudah tak jadi apa. Tapi kita ini orang Malaysia dan lawak kita semestinya punya batas dan tidak mengguris hati orang lain.


Apatah lagi untuk membuat lawak tentang masa silam orang sedangkan hari ini orang itu sudah berubah, tentu sekali tidak kena. Dalam Islam pun, adalah tidak elok kita membuka aib orang, apatah lagi ianya benda yang sudah lama berlalu.


Ini bukan kerana saya membela Luna Maya, dan juga bukan kerana saya ini tidak suka Nabil kerana dalam satu rencana Nabil telah memberikan komen yang semua ini dilakukan oleh para haters beliau.


Lebih mengejutkan beliau hairan mengapa dibesar-besarkan isu beliau usik Luna Maya sedangkan artis kita sendiri lagi teruk dikutuk di Indonesia. Tidak tahulah sama ada itu komen sebenar Nabil, tapi yang jelas sebagai pelawak, bukan semua benda boleh jadi bahan. Kita ada akal, pandailah kita sendiri menapisnya.


Jadi, ia bukan soal Luna Maya atau mana-mana orang luar. Ini soal menghormati orang, apatah lagi wanita. Apakah kita suka jika kisah aib isteri atau ibu atau adik kita sendiri ditelanjangkan di khalayak ramai?


Sifirnya senang saja. Melawaklah macam mana sekalipun asal jangan aibkan orang lain. Ceritalah apa saja, tak perlulah sampai jatuhkan air muka orang. Melawak juga seperti seni lain dalam dunia hiburan – ia perlu ada imaginasi, kreativiti dan ilmu.


Sepatutnya Nabil hanya perlu meminta maaf dan mengakui kesilapannya. Titik.


Tutup cerita. Kerana dalam dunia hiburan, itu adalah cara yang paling wajar dan lebih selamat. Tidak ada siapa yang tidak pernah buat silap, Jadi akuilah kesilapan dan buka lembaran baru.


Naik ke pentas dengan cerita baru – itu yang sepatutnya dilakukan bila Nabil naik pentas akhir malam itu. Dia seharusnya berbekal semangat baru dan mencabar diri untuk tebus kesilapan, dengan CERITA BARU. Bukan sambung cerita lama.


Tapi, sayangnya. Dia jadi emosional dengan melakukan perkara yang tak sepatutnya dilakukan, iaitu menyambung cerita lama dan mengait balik Luna Maya. Lalu ia menjadi seperti ucapan selamat tinggal seorang bekas penagih di depan madrasah kampungnya yang sebak dan penuh dramatik.


Maka jadilah malam itu sepertio dia tersalah pentas. Kalau dah cerita sebak dan sayu macam itu, macam mana penonton nak ketawa? Mana lawaknya?


Nabil sepatutnya, “move on” bukan “get carried away” dengan separuh menangis.


Ia telah membunuh mood penonton. Macam mana nak gelak kalau dah cerita sedih macam tu?


Saya harap apa yang ditulis ini tidak dianggap sebagai komen seorang pembenci,Tidak. Anggaplah ini sebagai komen ikhlas kerana Nabil seorang yang berbakat dan perlu lebih menghalusi lagi lawak jenakanya yang ada kalanya dianggap sedikit kesar.


Usah kecewa tapi bangkit dengan semangat yang teguh. Akui kesilapan dan kelemahan. Terima kritikan dengan lebih positif, bukan berburuk sangka dengan menganggap anda ramai pembenci. Sebaliknya, anggaplah ini sebagai satu titik permulaan untuk terus maju dalam dunia lawak.


Sindiran ke arah kebaikan bukan tidak boleh tapi mestilah kena cara dan gaya…alah Nabil, macam you selalu cakap tu, “Lu pikirlah sendiri!”-8/2/2014



IKLAN


Radioterapi Kimoterapi dah buat?Jom cuba ini pula!!.


TRADING FOREX SECARA AUTOMATIK ATAU ROBOT (EA) PASTI MENGUNTUNGKAN !!!


ISTERI SUKA SUAMI TAHAN LAMA!


www.agendadaily.com.


Inginkan perfume original sila lawat dan like XINXARA.


Iklankan Perniagaan/produk anda disini. Hubungi kami disini.




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/10/mz5p58-ikut-jadi-mualaf-ibu-nina-meninggal-saat-belajar-shalat


Nabil, "lu kena fikirlah sendiri".....

Friday, December 6, 2013

Perbenturan agama dan pekerjaan

Liston Siregar



Wartawan BBC Indonesia


Celestina Mba akhirnya terpaksa berhenti kerja pada tahun 2010 karena kantornya meminta dia bekerja hari Minggu.



Perempuan berusia 58 tahun itu merupakan penganut Kristen yang taat dan sejak awal tidak bersedia kerja pada hari Minggu atau Sabat, yang berdasarkan hukum keempat dalam 10 perintah Tuhan merupakan hari khusus untuk memuja Tuhan.



Walau dia menegaskan siap bekerja Sabtu malam -asal Minggu bisa libur- kantornya bergeming dan akhirnya Mba berhenti kerja.



Namun perjuangannya diteruskan lewat ruang pengadilan dengan pemikiran bahwa Dewan Kota Merton -tempatnya bekerja- tidak menghormati agamanya.



Gugatan yang akhirnya ditolak sampai di tingkat banding pada Kamis 5 Desember.



Fakta bahwa waktu masa awal bekerja tiga tahun sebelumnya dia tidak perlu masuk hari Minggu namun belakangan diharuskan, sepertinya bukan menjadi alasan kuat -paling tidak menurut pengadilan- untuk menolak kerja.



Alam sekularisme?


Celestina Mba

Celestina Mba berpendapat Dewan Kota Merton tidak menghormati agamanya.


Semakin hari rasanya memang semakin terbuka kontak langsung antara agama dan kebutuhan masyarakat modern.



Rumitnya kehidupan modern yang meningkatkan kebutuhan sehari-hari membuat tuntutan untuk produksi maupun pelayanan semakin tinggi pula.



Kalau dulu mungkin hanya beberapa sektor yang perlu beroperasi total 24 jam penuh dan 365 hari dalam setahun -misalnya rumah sakit, kantor berita, dan polisi- kini semakin banyak orang yang bekerja tanpa batasan waktu.



Dan dalam situasi seperti itu, ada kecenderungan untuk memisahkan lebih tegas lagi antara urusan agama dan pekerjaan.



Orang lebih dikejar untuk mengutamakan dunia material dibanding kehidupan spritual dan rasanya semakin banyak orang yang tidak keberatan untuk itu.



Kasus demi kasus


Tapi apakah kasus Mba bisa dikatakan sebagai bukti dari ketidakpedulian Inggris terhadap keyakinan orang demi pelayanan umum?


Mba bekerja untuk membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan permanen dan menurut hakim para anak-anak itu harus mendapat layanan penuh.



Dalam kasusnya, mungkin hakim berpendapat bahwa ada kepentingan umum yang sebaiknya tidak bisa ditawar-tawar lagi.



Tapi dalam kasus lain, polisi yang memeluk Sikh diizinkan untuk tetap mengenakan turban saat bertugas karena dianggap tidak akan menghalanginya dalam melaksanakan pekerjaan.


Sementara permintaan seorang karyawan beragama Islam agar selalu libur pada hari Jumat namun bekerja di hari Minggu ditolak dengan pertimbangan semua orang seharusnya diperlakukan setara sehingga bergiliran bekerja pada akhir pekan.



Akhirnya, saya pikir, tak ada pegangan mutlak ketika terjadi pertemuan antara keyakinan agama dan pekerjaan.



Di dekat rumah saya ada supermarket kecil yang juga menjual alkohol dan seorang pegawai di kasir mengenakan kerudung.



Saya sempat tertanya-tanya, apakah dia tidak terganggu saat menjual alkohol.



Belakangan saya lihat jika ada pembeli yang membawa alkohol ke mejanya maka dia memanggil temannya untuk mengurus penjualan alkohol itu. Urusan beres.



Di zaman modern, semuanya bisa diatur -paling tidak menuru saya. Anda setuju atau tidak?



(bbc/bbc)





Lebih Banyak Lagi dari BBC Indonesia:


BBC





Lapsus


Article source: http://www.solopos.com/2013/10/09/mr-bean-masuk-islam-media-masih-ngotot-rowan-atkinson-mualaf-454827


Perbenturan agama dan pekerjaan

Monday, June 24, 2013

Raja Arab Ubah Hari Libur Jadi Jumat-Sabtu

Metrotvnews.com, Arab Saudi: Raja Arab Saudi Abdul Aziz Al Saud mengubah hari libur nasional menjadi Jumat dan Sabtu. Keputusan itu untuk mendekatkan dengan kebiasaan hari libur di masyarakat global, Sabtu dan Minggu.



Dalam surat keputusan Raja Arab Saudi yang dikeluarkan Minggu (23/6), Raja Abdullah menetapkan hari kerja akan berlangsung sepanjang Minggu hingga Kamis. Sementara hari libur akan berlangsung pada Jumat dan Sabtu.



Alasannya, perubahan hari libur untuk untuk memaksimalkan potensi ekonomi negaranya. Hari libur yang mendekati kalender internasional itu akan berlaku efektif pada 28 Juni.



Selama ini, negara emas hitam itu memiliki hari kerja dari Sabtu hingga Rabu. Sementara akhir pekan jatuh pada Kamis dan Jumat.



Ketetapan Raja Abdullah itu tentu menuai dukungan dari golongan konservatif Islam. Sebab, pemberlakuan hari libur selama ini membuat negara kehilangan potensi ekonomi.



“Kami akan segera mengadaptasi hari libur seperti bangsa Yahudi dan Kristiani,” ujar pebisnis ternama di Arab Abdul Rahman Al Jeraisy yang telah mengusulkan sejak tahun 2007. Kalangan pebisnis menyambut positif terkait dengan efektivitas dan efisiensi serta kedekatan dengan jadwal bisnis mereka dengan kalender di luar Arab Saudi.



Dekrit Raja itu juga menjelaskan, perubahan ini tentu saja akan mengubah sejumlah jadwal pelayanan publik di negara Muslim terbesar di dunia. Bursa Efek Saudi, Bank Sentral Saudi, dan lembaga keuangan serta kementerian keuangan berencana akan mulai mengefektifkan hari libur itu mulai 29 Juni. Sementara institusi pendidikan akan memberlakukan aturan ini mulai tahun ajaran baru.



“Perubahan kalender libur yang sejalan dengan negara-negara lain di dunia ini akan memberikan keuntungan bagi kerajaan terutama dari sisi ekonomi,” ujar Raja Abdullah dalam dekritnya.



Jumat tetap menjadi hari libur karena ibadah utama umat Muslim. Dengan perubahan masuk kerja di hari Minggu, Arab Saudi menyusul Oman, sekaligus negara terakhir dalam Gulf Cooperation Council yang meninggalkan liburan di Kamis dan Jumat.



Menurut pemberitaan media lokal, penguasa Saudi memutuskan hal tersebut untuk menyesuaikan dengan berbagai kebijakan dan bagian dari semacam proses adaptasi dengan komitmen internasional. (Daniel Wesly Rudolf)



Editor: Henri Salomo Siagian



Share:






 


cbn



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/24/mowgxd-komunitas-muslim-di-bhutan-terus-bertambah-bagian3-habis


Raja Arab Ubah Hari Libur Jadi Jumat-Sabtu

Sunday, February 24, 2013

Imlek dan Cap Go Meh

Imlek dan Cap Go Meh

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Minggu, 24/02/2013 04:02 WIB • 103 klik

H. Sutan Zaili Asril

ADALAH Cap Go Meh (juga disebut Festival Lentera/Lantern Festival) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari perayaan Tahun Baru Imlek di lingkungan  komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap atau chap berarti Sepuluh, go berarti lima, dan meh berarti malam). Ini juga berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama lima belas hari. Perayaan Cap Go Meh lazimnya dira­ya­kan dengan jamuan/makan besar dan berbagai kegiatan lainnya. Di Taiwan, misalnya, Cap Go Meh dirayakan sebagai Festival Lampion (Lantern Festival). Sedang di Asia Tenggara, Cap Go Meh dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, ketika perempuan/gadis yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut—suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

 

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia (di Kota Makassar, misalnya) diadakan secara rutin tiap setahun sekali. Di hari perayaan Cap Go Meh, daerah pecinaan Kota Makassar akan ditutup untuk kendaraan sejak pukul 10.00 WITA pagi, namun prosesi perarakan Cap Go Meh atau yang biasa disebut Karnaval Budaya Nusantara dimulai pukul 14.00 WITA, wali kota Makassar melepas puluhan ekor burung. Perarakan (karnaval) Cap Go Meh diawali rombongan Bhinneka Tunggal Ika antara lain terdiri atas berbagai tokoh agama/masyarakat diikuti Dara/Daeng Makassar, terus ke Kelenteng Kwang Kong, masyarakat Kajang Bulukumba/Vihara Dharma Loka, kelompok adat Aluktudolo Tana Toraja/Kelenteng Xian Ma, kelompok adat Bone/Kelenteng Pan Ku Ong, dari Galesong Kabupaten Takalar/Vihara Dharma Agung, Komunitas Bissu dari Segeri/Kabupaten Pangkep/Ma­pan­bumi/Kelompok Adat Mappasili Pallawa/Vihara Girinaga. Terakhir di­tutup Yayasan Budha Tzu Chi mem­bersihkan sampah di sepanjang jalan dilalui rombongan prosesi. Hampir setiap klenteng mengarak dewa/dewi. Klenteng Kwan Kong mengarak Dewa Kwan Kong sebagai dewa perang dan Dewi Kwan Im sebagai pembawa cinta kasih. Vihara Dharma Loka mengarak Dewa Cho Sua Kong atau dewa pengo­batan, dan Klenteng Xian Ma mem­bawa Dewi Xian Ma.

 

Mungkin, semua kita sudah tahu, Cap Go Meh adalah hari raya penutupan rangkaian acara perayaan Tahun Baru Imlek (Tahun Baru Saka/Cina) yang dirayakan tiap tanggal 15 Chia Gwee dalam penanggalan Tionghoa (Imlek). Biasanya, saat itu terang bulan pertama pada tahun baru Imlek. Bagi kaum tani Tionghoa/China ini adalah hari yang penting. Mereka umumnya akan melakukan persiapan satu minggu (menyebar benih) yang ditanam dalam dua-tiga minggu kemudian. Mereka mela­ku­kan turun ke sawah dengan segala perhitungan—salah-salah mereka bisa ke­laparan. Para petani baru sem­bahyang cheng beng (untuk/men­yembah leluhur) setelah selesai ber­tanam padi. Tanaman padi mereka akan dipanen kelak saat summer pada 5-6 bulan kemudian. Padi ditumbuk menjadi beras sebulan setelah panen (bulan kedelapan—menjelang pera­yaan Imlek/Cap Go Meh berikutnya). Jadi, terang bulan Cap Go Meh adalah pesta mooncake dan diramaikan dengan harvest festival. Perayaan hari Cap Go Meh dimeriahkan dengan festival lampion, karnaval barong-liong (barongsai-liongsai), makan ketupat Cap Go Meh, dan berbagai perayaan lainnya.

 

AKAN HALNYA Tahun Baru Im­lek pula, aslinya Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dila­kukan para petani di Cina biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan berkaitan pesta para petani men­yam­but musim semi. Perayaan ini dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir tanggal 15 bulan pertama. Acara meliputi sembahyang Imlek, sem­bahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan per­sem­bahyangan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, men­jamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan te­tangga. Karena perayaan Imlek berasal dari budaya petani, segala bentuk persembahan berupa berbagai jenis makanan. Tiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Di Cina, hidangan wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, yang dipilih adalah hidangan mempunyai arti kemak­muran, panjang umur, keselamatan, atau kebahagiaan, yang merupakan hidangan kesukaan leluhur.

 

Kue-kue yang dihidangkan akan lebih manis daripada biasa. Diha­rap­kan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Juga dihi­dang­kan kue lapis sebagai perlambang rezeki berlapis-lapis. Kue mangkok dan kue keranjang merupakan ma­ka­nan wajib dihidangkan di saat per­sembahyangan menyambut datang tahun baru Imlek. Biasanya, kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Ada makanan yang dihindari dan tak dihidangkan, misalnya bubur. Bubur tidak dihidangkan karena makanan ini lebih melambangkan kemiskinan. Kedua belas hidangan, lalu disusun di meja sembahyang yang bagian depan digantungi dengan kain khusus yang biasa bergambar naga berwarna merah. Pemilik rumah lalu berdoa memanggil para leluhurnya men­yantap hidangan disuguhkan.

 

Di malam tahun baru orang-orang biasa bersantap di rumah/di restoran. Se­lesai makan malam mereka bega­dang semalam suntuk dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki bisa leluasa masuk ke rumah. Pada waktu ini disediakan camilan khas Imlek berupa kuaci, kacang, dan permen. Pada waktu Imlek, makanan yang tidak boleh dilupakan adalah kue lapis legit, kue nastar, kue semprit, kue mawar, dan manisan kolang-kaling. Agar pikiran jadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol kehidupan yang terang. Tujuh hari sesudah hari Imlek dila­ku­kan persembahyangan kepada Sang Pencipta. Tujuannya adalah sujud kepadaNya dan memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru dimasuki. Lima belas hari sesudah Imlek dilakukan sebuah perayaan yang disebut Cap Go Meh. Warga keturunan Cina di Semarang, misalnya, mera­yakan dengan menyuguhkan lontong Cap Go Meh, terdiri dari lontong, opor ayam, lodeh terung, telur pindang, sate abing, dan sambal docang. Di Jakarta, menunya lontong, sayur godog, telur pindang, dan bubuk kedelai. Saat perayaan Imlek juga dirayakan ber­bagai macam keramaian, festival dan karnaval, yang menyuguhkan antara lain atraksi barongsai atau liongsai dan kembang api.

 

SEBETULNYA, kita—setidaknya seorang Cucu Magek Dirih—mele­takkan warga Cihna/keturunan Tiong­hoa sebagai/dalam perspektif warga negara Indonesia (UU Nomor 12/2006 tentang Warga Negara). Yang masih membuat perbedaan hanya keturunan—sebagai mana ada warga negara Indonesia keturuan Arab/keturunan India dan tentu saja berbe­da agama dan secara sub-etnik/suku bangsa (Jawa/Batak/Minang/Bugis, misalnya), serta beda budaya/adat/tradisi (dalam perspektif Bhinneka Tunggal Ika). Kita tidak dapat mem­vonis satu warga sebagai keturunan Arab/India/Cina sebagai tak memiliki hak/kewajiban yang berbeda. Setiap warga negara adalah sama, sama ada berbeda asal-usul (keturunan Arab/India/China, misalnya), atau berbeda suku bangsa (Jawa/Batak/Minang/Bugis dan lainnya, misalnya), dan atau beda agama (keturunan apa pun dan atau suku bangsa apa pun), tidak lagi menjadi masalah.

 

Misalnya, warga keturunan Tiong­hoa seperti pernah dikemukakan beberapa sahabat Cucu Magek Dirih dari Pondok, bukanlah keinginan mereka sejak dari dalam kandungan dilahirkan sebagai keturunan China—kalau mereka boleh/dapat memilih—kalau karena keturunan China lalu hak/kewajiban mereka didis­krimi­nasikan. Sama ada, warga RI ketu­runan Arab/keturunan India/ketu­runan Tionghoa bebas memeluk/menganut agama. Warga keturunan (Arab/India/China, misalnya) boleh jadi beragama Islam, Kristen, Budha, dan atau Hindu, serta Kong Hu Chu, misalnya—sama ada warga RI yang sub-etniknya Jawa/Batang/Minang/Bugis, misalnya, juga bebas memeluk agama diakui di Indonesia. Yang pasti semua warga negara (keturunan atau suku bangsa berbeda), sama-sama mempunyai hak dan kewajiban sama sebagai waarga negara.

 

Warga negara Indonesia ketu­runan China, misalnya, ada yang beragama Kong Hu Chu, Budha, Hindu, Kristen, dan atau Islam, sama halnya warga suku bangsa Jawa/Batak/Bugis, misalnya, memeluk agama-agama yang disebutkan. Kita tidak dapat melakukan sikap/perlakuan diskriminasi di antara sesama warga negara. Justru dalam perspektif/pandangan Cucu Magek Dirih, sebagaimana halnya kita di Padang ini dan atau provinsi Sumatra Barat, idealnya memandang warga negara Indonesia keturunan Tionghoa/Cina sebagai saudara dan memandang budaya dan adat/tradisi warga negara Indonesia keturunan China/Tionghoa sebagai kekayaan budaya Indonesia. Sejauh ini, justru warga keturunan China/Tionghoa yang tak banyak mengeluh karena masih diperlakukan berbeda/didiskriminasikan oleh warga negara Indonesia lainnya—tidak ter­ba­ya­ng­kan bilamana pemerintah daerah/aparat pemerintah daerah pula masih mendiskriminasi mereka pula? 

 

Mungkin akan dipandang berle­bihan oleh sebagian kita bilamana Cucu Magek Dirih mengatakan, sela­yak­nya kita di Padang menyemangati warga Pondok sekitarnya, misalnya, untuk merayakan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh sebagai keramaian/kemeriahan dan atau festival/karnaval bagi saudara kita di Pondok—tidak ada halangan bagi mereka melakukan perayaan Imlek dan Cap Go Meh sebagai khazanah/kekayaan budaya bangsa Indonesia di Padang, tapi, juga menjadi sebagai khazanah/kekayaan dan daya tarik wisatawan datang. Kalau saja kita mendorong warga Pondok melakukan perayaan pesta tahunan Imlek/Cap Go Meh yang direncanakan dan dipersiapkan den­gan saksama/baik—sebagai agen­da pariwisata khas di Padang, misalnya, dipromosikan dengan gen­car, mu­ngkin menarik wiatawan datang ke Padang—sebagaimana Malaysia suk­ses mengembangkan agenda wisa­tanya dan sukses mendatangkan wistawan. (*)

[ Red/Administrator ]

Article source: http://artis.inilah.com/read/detail/1955737/diego-michiels-mualaf


Imlek dan Cap Go Meh

Tuesday, August 6, 2013

Wako Ingin Pesantren Menasional

Wako Ingin Pesantren Menasional


Padang Ekspres • Selasa, 06/08/2013 13:58 WIB • Redaksi • 47 klik


M Yamin, Padek—Wali Kota Padang Fauzi Bahar berharap kegiatan Pesantren Ramadhan ya­ng rutin diadakan Pemko Pa­dang selama Ramadhan menjadi program nasional. Program ini ber­manfaat dalam pembentukan ka­rak­ter anak sejak dini.


 


Seperti diketahui Pesantren Ramadhan diikuti 54.897 murid SD, 47.435 siswa SMP, dan 42.790 siswa SMA dan siswa nonmuslim 4.766 siswa mulai dari SD hingga SMA.


 


“Ini hendaknya menjadi program nasional. Inilah yang dibilang Pak Presiden character building (pembangunan karakter). Ini se­ba­gai upaya pembentukannya dari awal,” kata Fauzi Bahar kepada sejumlah wartawan, usai pe­nu­tupan kegiatan pastoral di Gereja HKBP Padang, kemarin (5/8). Kegiatan pastoral dilaksanakan oleh siswa beragama Kristen.


 


Saat menutup Pesantren Ra­mad­han di Masjid Nurul Yakin, Kompleks Perumahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Mi­nggu (4/8) malam, Fauzi me­nga­takan, banyak manfaat yang di­dapat dari kegiatan tersebut, te­ru­tama meminimalisir kriminalitas.


 


“Orang Islam yang tidak taat pada agamanya rentan menjadi pelaku kriminal, kejahatan, ko­rup­si dan sebagainya. Begitu juga penganut Kristen, yang tidak taat akan melakukan kejahatan,” jelas­nya.


 


Melalui Pesantren Ramadhan, salah satu upaya menanami nilai-nilai agama bagi generasi muda sejak usia dini. “Negara ini men­jamin setiap umat, setiap warga untuk memeluk agama dan beri­ba­dah menurut agama dan ke­per­cayaan masing-masing,” tu­tur­nya.


 


Pembentukan karakter, ka­tanya, akan lebih ber­man­faat kendati mengeluarkan biaya besar. Manfaatnya akan dirasakan secara luas. “Jika kita bina olahraga sepakbola dengan biaya Rp 5 miliar ha­silnya tentu tidak akan begitu besar kita rasakan. Tapi jika kita bina anak-anak ini dengan pembentukan akhlak dan budi pekerti akan lebih bermanfaat karena akan langsung dira­sakan dampaknya. Ayah mana yang tidak suka anaknya da­tang ke gereja, masjid, vihara, dan pura,” terangnya.


 


Melalui kegiatan tersebut, intensitas beribadah anak-anak bertambah dari hari bia­sanya. “Saya terharu pada anak-anak tadi begitu antu­sias. Anak-anak ini berada di gereja 3 minggu berturut-turut. Tingkat intensitasnya beribadah meningkat diban­ding hari-hari biasa. Yang biasanya hanya sehari ke ge­reja, itu pun bersama ke­luarga. Kini mereka setiap hari selama tiga minggu ke gereja,” im­buhnya.


 


Di samping manfaat ter­se­but, pembentukan karak­ter dan akhlak ini dapat me­redam ge­sekan antaragama. “Selama ini terjadi gesekan antaragama di­sebabkan le­mah­nya pen­ge­ta­­huan agama mereka,” tu­kuk­nya. Fauzi berharap Pesantren Ramadhan dilanjutkan oleh wali kota terpilih nantinya. “Kalau wali kota berikutnya tidak melakukan hal ini, warga harus mendesaknya. Hal ini dibutuhkan warga,” paparnya.


 


Senada dengan itu, pen­deta gereja HKBP Padang, Afolo Waruwu, juga berharap kegiatan serupa dapat dilan­jutkan oleh wali kota Padang baru nantinya. “Disayangkan tidak dilanjutkan,” ujarnya.


 


Dia mengatakan, pem­bina­an rohani bagi siswa siswi Kristen bermanfaat mem­be­ntuk karakter mereka. De­ngan demikian, anak-anak terfokus untuk belajar pemahaman agama. “Anak-anak kita an­tusias” katanya.


 


Paraklaweh Unggul


 


Secara terpisah, Kelurahan Paraklaweh Kecamatan Lu­buk­begalung berhasil me­ngung­guli 14 kelurahan dalam pe­laksanaan Pesantren Ra­mad­han 1434 H/2013 M. Ini predikat terbaik ketiga kalinya yang diraih secara berturut-turut sejak 2011 lalu pada kegiatan yang sama.


 


“Ini prestasi yang ketiga kalinya untuk tingkat Ke­ca­ma­tan Lubeg. Jadi harapan kita tinggal selangkah lagi, yakni mengukir prestasi di tingkat Kota Padang nantinya,” ujar Lurah Paraklaweh Ganefardi, saat penutupan Pesantren Ramadhan tingkat Kecamatan di Masjid At Taubah, Parak Laweh, Lubeg, kemarin.


 


Total peserta pesantren 171 siswa terdiri dari 60 murid SD dan sederajat, 59 siswa dari SLTP serta sisanya pelajar SLTA.


 


Selain itu, aparatur kelurahan yang bekerja sama dengan Karang Taruna Aster Biru, Parak Laweh, juga men­ye­rahkan bantuan kepada 89 orang anak yatim yang ma­sing-masingnya mendapat santuan sebesar Rp 500 ribu.


 


Ketua Karang Taruna Aster Biru, Paraklaweh, Febrinal me­ngu­ngkapkan, selain fokus pada kegiatan sosial ke­mas­ya­rakatan, organisasinya juga aktif dalam mendukung pem­ben­tukan men­tal generasi muda salah satunya melalui Pesantren Ramadhan ini. (bis/zul)


[ Red/Administrator ]


Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/207819


Wako Ingin Pesantren Menasional

Sunday, December 30, 2012

Haram! Hura-hura di Tahun Baru

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) menyerukan masyarakat Aceh tidak melakukan kegiatan hura-hara pada malam pergantian tahun karena kegiatan seperti itu masuk kategori haram.

Imbauan mengisi malam pergantian tahun dengan zikir, doa, dan renungan diserukan oleh MPU Aceh dan MPU kabupaten/kota sehubungan akan masuknya tahun baru Masehi 2013.

“Jangan merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Hindari kegiatan hura-hura seperti bakar mercon, tiup terompet, dansa, serta tindakan yang melanggar syariat Islam. Menyambut tahun baru dengan hura-hura haram,” tandas Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali kepada Serambi, Minggu (30/12/2012) malam.

Tgk Faisal berharap masyarakat Aceh tidak menyambut tahun baru dengan cara-cara nonmuslim. Dianjurkan mengisi malam pergantian tahun dengan tausiah, zikir, dan renungan terhadap perbuatan yang dilakukan setahun lalu. “Jangan tiup terompet. Tiup terompet bukan budaya Islam. Kita orang beriman. Munculkan ciri islami karena itu karakternya Aceh,” katanya. “Pemerintah bersama aparatnya harus mengawasi secara ketat agar perayaan tahun baru tidak memunculkan hal-hal yang meresahkan,” pungkas Tgk Faisal.

Ketua MPU Aceh Utara, Tgk H Mustafa Ahmad, mengingatkan umat Islam agar tidak menyambut Tahun Baru 2013 dengan pesta pora, apalagi meniup terompet, membakar lilin, atau duduk berbaur pria dan wanita nonmuhrim, sebab semua itu merupakan perbuatan setan dan tergolong maksiat.

Imbauan itu disampaikan Tgk Mustafa Ahmad melalui Serambi, Minggu (30/12), menjelang tutup tahun 2012 dan masuknya tahun 2013 terhitung pukul 00.01 malam ini.

Menurut Tgk Mustafa, umat Islam baru saja menyambut tahun barunya, yakni Tahun Baru 1434 Hijriah yang bertepatan dengan 15 November 2012. “Cuma itu tahun baru kita selaku umat Islam. Oleh karenanya, umat Islam di daerah ini tidak perlu ikut-ikutan merayakan pergantian tahun 2012 ke tahun 2013. Apalagi sampai membakar lilin, bakar mercon, dan berpesta pora pakai keyboard segala,” kata ulama yang dijuluki “Abu Paloh Gadeng” ini.

Di akhir pembicaraannya dengan Serambi, Abu Paloh Gadeng menekankan, “Jangan sampai saat pergantian tahun Masehi syariat Islam dikotori dengan maksiat sekecil apa pun yang tidak membawa manfaat.”

Imbauan serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Lhokseumawe, Tgk H Misran Fuadi, dan Kepala DSI Bireuen, Drs Jamaluddin SE MM.

Tgk Misran Fuadi memperkirakan besarnya peluang terjadinya maksiat tinggi pada malam pergantian tahun baru yang melibatkan kawula muda.

“Prediksi ini berdasarkan pengalaman tiap malam tahun baru yang sudah-sudah. Banyak muda-mudi yang menyemarakkan malam tahun baru dengan maksiat. Misalnya, berdua-duaan di tempat sepi atau berduaan di atas kendaraan sambil keliling kota, tanpa malu pada orang sekitar,” ujar Tgk Misran Fuadi.

Kepala DSI Bireuen, Drs Jamaluddin SE MM juga tidak menginginkan penyambutan tahun dengan pesta kembang api atau berhura-hura. “Pesta kembang api bukanlah budaya masyarakat Aceh dalam menyambut tahun baru, tapi itu budaya luar yang berkembang di lingkungan masyarakat Aceh. Sebaiknya ditiadakan,” imbuhnya.

Ia anjurkan umat Islam di daerahnya untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat (mubazir), apalagi yang menjurus ke maksiat.

Malam ini, mulai pukul 22.00 hingga 02.00 WIB dini hari, seluruh ruas jalan dan persimpangan yang mengarah ke Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, ditutup untuk lalu lintas kendaraan roda dua dan empat. Ruas jalan yang ditutup itu dialihkan untuk pejalan kaki serta kegiatan masyarakat lainnya yang terbebas dari polusi udara saat menyambut detik-detik pergantian tahun 2012-2013.

Informasi penutupan semua akses ke bundaran Simpang Lima disampaikan Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Drs Unggul Sediyantoro MSi kepada Serambi, Minggu (30/12).

Menurut Unggul, untuk ketertiban dan kelancaran malam pergantian tahun itu, tidak kurang 800 petugas gabungan dari Polda Aceh, Polresta, Pomdam IM, Prajurit TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP diturunkan. “Jalur-jalur yang masuk car free night (malam bebas kendaraan) dikhususkan bagi pejalan kaki yang telah memarkirkan kendaraannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Di jalur car free night juga diperboleh bagi mereka pengguna sepeda serta aktivitas lain yang tidak mengganggu dan menimbulkan polusi udara,” pungkas Unggul.

Tujuan penutupan sejumlah ruas jalan tersebut, menurut Unggul agar tercipta kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan lain, terutama bagi mereka yang memiliki keperluan bersifat emergency, misalnya penanganan cepat medis. “Belajar dari pengalaman dan pemantauan pada malam pergantian tahun sebelumnya, selain menimbulkan kesemrautan dan kemacetan panjang, juga banyak ruas jalan yang sulit dilalui. Kami juga mengimbau seluruh warga yang memarkirkan kendaraannya agar memasang kunci tambahan,” kata Unggul.

Dirlantas Polda Aceh menyebutkan, jalur yang tetap dibuka, yakni pengguna jalan yang datang dari arah Darussalam berbelok ke kanan memasuki Jalan Syiah Kuala dan Jalan Pocut Baren (Jambo Tape) serta ke Jalan T Hasan Dek, hingga Simpang Surabaya. Selanjutnya Jalan Chik Ditiro , Jalan Chik Pante Kulu (depan Masjid Raya Baiturrahman), Jalan Muhammad Jam, Jalan KHA Dahlan, dan Jalan Tepi Kali Krueng Aceh.(mir/swa/ib/bah/yus)

Liputan Khusus Tahun Baru 2013

Baca juga:

  • Kapolri Dijadwalkan Tinjau Pelabuhan Bakauheni Pagi Ini
  • Pembakar Rumah Asal Singapura Siap Disidang di Batam
  • 300 Karyawan di Bintan Segera Di-PHK



Haram! Hura-hura di Tahun Baru

Monday, September 23, 2013

Korban ledakan gereja di Pakistan dikuburkan

Puluhan korban tewas akibat ledakan ganda di sebuah gereja di Peshawar, Pakistan, mulai dimakamkan hari ini.


Jumlah korban tewas akibat


aksi bom bunuh diri yang berlangsung hari Minggu kemarin tercatat sebanyak 80 jiwa, menjadikannya sebagai serangan paling mematikan bagi warga Kristen Pakistan.



Jandullah, sebuah faksi Taliban Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas serangan, sebagai bagian dari aksi balas dendam atas serangan pesawat tak berawak AS.



Serangan ini mendapat kecaman dari sejumlah pemimpin politik dan keagamaan, dan memicu kemarahan warga yang turun ke jalan memprotes pemerintah karena dianggap gagal melindungi kaum minoritas.



Kaum Kristen di Pakistan terdiri dari sekitar 1,6% jumlah warga negara yang mayoritas memeluk agama Islam.



Seorang anggota parlemen daerah, Fredrich Azeem Ghauri mengatakan ada sekitar 200.000 umat Kristen, 70.000 diantaranya tinggal di Peshawar.



Para pendemo memblokir jalan di Peshawar, Islamabad, Lahore dan Karachi sejak Minggu kemarin dan diperkirakan aksi akan berlanjut hari Senin (23/09).



Terburuk


Militan di Pakistan sering menjadikan kaum minoritas keagamaan sebagai sasaran target serangan mereka dalam beberapa tahun terakhir, termasuk memicu kekerasan sektarian antara Syiah dan Sunni, dimana militan Sunni sering melakukan serangan ke komunitas Syiah.


Ada sejumlah kekerasan yang timbul di kawasan dimana kaum Muslim dan Kristen tinggal berdampingan. Maret lalu, Muslim di Lahore membakar belasan rumah orang Kristen yang dianggap melakukan penistaan agama.



Tetapi serangan bom kemarin dianggap yang terburuk.



Pemerintah sendiri telah menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari.



Kelompok Kristen menyatakan akan menggelar misa khusus untuk mengenang para korban. Paus Fransiskus juga mengutuk serangan ini dengan mengatakan siapapun yang melakukan serangan telah membuat pilihan yang salah akibat kebencian dan perang.



Berbicara di London saat akan kembali ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, PM Nawaz Sharif mengatakan serangan ini tidak memberikan pertanda baik dalam setiap rencana pembicaraan dengan militan.



Insiden ledakan bom terjadi di gereja bersejarah All Saints di Kohati Gate, yang terletak di kawasan sibuk Peshawar, dua orang meledakkan diri saat jemaat membubarkan diri usai menghadiri Misa Minggu.



Saksi mata mengatakan mendengar dua ledakan, yang kedua lebih besar dari yang pertama. Rompi bom bunuh diri kemudian ditemukan di luar gereja, kata seorang petugas.



Laporan menyebut dinding gereja penuh dengan lubang akibat pecahan bola besi yang menjadi bagian dari alat peledak. Selain menewaskan 80 orang, ledakan juga melukai 120 orang.



(bbc/bbc)





Lebih Banyak Lagi dari BBC Indonesia:


BBC





Lapsus


Article source: http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/02/130228_bangladesh_kejahatan_perang.shtml


Korban ledakan gereja di Pakistan dikuburkan

Thursday, January 17, 2013

Polisi akan Panggil Farhat Abbas Pekan Ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan melayangkan panggilan kepada terlapor atas kasus kicauan Farhat Abbas di Twitter yang dinilai rasis dan juga mengandung SARA. Pemanggilan akan dilakukan minggu ini.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, terlebih dulu, penyidik akan memanggil saksi dan terlapor, memeriksa barang bukti, dan barulah memeriksa terlapor yaitu, Farhat Abbas. ”Panggilan di minggu ini. Kemungkinan di minggu depan, dilakukan pemeriksaan,” kata Rikwanto, Kamis (17/1), di Jakarta.

Karena ada tiga laporan yang diterima kepolisian melalui Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), maka mengenai siapa dan kapan jadwal pemeriksaan akan dilakukan, juga menjadi ketentuan penyidik. Ketiga laporan yang masuk tersebut, merupakan laporan dari pihak yang berbeda. Namun dengan nama terlapor yang sama, yaitu Farhat.

Sebelumnya pengacara sekaligus suami dari artis Nia Daniati tersebut, dilaporkan ke SPK Polda Metro Jaya oleh Ramdan Alamsyah dan Anton Medan. Pelaporan ini dilakukan pada Kamis (10/1). terkait kicauan di jejaring sosial dari  pria yang juga mencalonkan diri sebagai bakal calon presiden itu. Dalam akunnya, Farhat menuliskan soal pelat nomor kendaraan yang statusnya dipertanyakan Wakil Gubernur DKI, yaitu Basuki Tjahaja Purnama.

Ramdan melaporkan hal ini dengan mengatasnamakan dirinya sebagai warga Jakarta serta mewakili Komunitas Intelektual Muda Betawi dan Himpunan Advokat Muda Indonesia. Nomor atas laporan ini ialah TBL/82/I/2013/PMJ/Dit Reskrimsus.

Sementara, masih terkait hal yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPP PITI), Anton Medan, melaporkan Farhat, dengan nomor laporan TBL/86/I/2013/PMJ Dit Reskrimsus.

Kemudian, laporan ketiga atas Farhat yaitu, oleh Ketua Masyarakat Muslim Tionghoa M Jusuf Hamka. Laporan ini dilakukan Jumat (11/1) lalu ke SPK Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan TBL /100/I/2013/PMJ Dit Reskrimsus.

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/17/mgr4lt-hebat-muslim-california-jadi-delegasi-partai-demokrat


Polisi akan Panggil Farhat Abbas Pekan Ini

Thursday, August 1, 2013

Bella Saphira masuk Islam sampai Nikita Mirzani, 'hot' di Google

Seperti minggu lalu, di hari Jumat (02/08) ini, Google kembali merilis berita-berita populer yang terjadi selama seminggu ini.


Di minggu ketida Ramadan ini, 10 berita populer di Google berisikan beragam topik. Mulai dari yang menyangkut ilmu pengetahuan sampai dunia hiburan banyak dicari pengguna internet di Indonesia.


Berikut daftar 10 pencarian paling populer di minggu ketiga bulan Ramadan 2013 ini.



Nikita Mirzani

Mulai dari :Rosalind Franklin




Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/07/29/mqj6y0-jadi-mualaf-bella-saphira-tak-diwajibkan-ganti-nama


Bella Saphira masuk Islam sampai Nikita Mirzani, 'hot' di Google

Tuesday, February 4, 2014

Minggu Ini Asmirandah Akan Kembali Diperiksa Polres Bogor

Laporan Wartawan Wartakota, Heribertus Irwan Wahyu Kintoko


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesinetron dan bintang film Asmirandah Zantman (24) berencana memberikan keterangan lagi ke penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)Polres Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terkait kasus dugaan penistaan agama.


Kepala Satreskrim Polres Kabupaten Bogor AKP Didi Purwanto mengatakan, kemungkinan Andah –sapaan Asmirandah Zantman– akan kembali diperiksa, pekan ini. Namun, polisi belum dapat memastikan waktu pemeriksaan Andah.


“Kemungkinan (Andah) diperiksa lagi minggu ini. Tapi saya belum bisa memastikannya,” kata Didi ketika melalui telepon, Selasa (4/2/2014) siang.


Semula, Andah akan menjalani pemeriksaan yang kedua, Rabu (29/1/2014). Melalui Afdal Zikrie, pengacara Andah, pemain film ‘Liar’ tersebut tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik karena jadwalnya bersamaan dengan pekerjaan. Penyidik kemudian hanya memeriksa Anton Zantman, ayah Andah.


Sepekan lalu, jelas Didi, penyidik hanya memintai keterangan dari Anton terkait kasus pernikahan Andah dan Vanno yang dilaksanakan di Masjid An-Nur, kawasan Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, pada 17 Oktober 2013.


Dalam pemeriksaannya sebagai saksi, jelas Didi, Anton mengungkapkan, jika dirinya merestui pernikahan Andah dan Jonas Rivanno Watimena (25) alias Vanno. “Bapaknya Andah tidak ada masalah dengan pernikahan itu,” ucap Didi.


Hanya saja, lanjut Didi, Anton kecewa setelah mendengar pernyataan Vanno yang tidak mau mengakui pernikahannya dengan Andah. Tidak hanya itu saja. Anton semakin kecewa setelah Vanno juga membantah jadi mualaf.


Andah dan Vanno harus berurusan dengan polisi setelah sebuah organisasi keagamaan wilayah Depok mengadukan Vanno ke Polres Kabupaten Bogor atas tudingan telah melakukan penistaan agama, medio November 2013. Sebelumnya, Vanno dan Andah menjalani proses klarifikasi kasus tersebut di Polres Kabupaten Bogor pada 10 Desember 2013. (kin)


Article source: http://www.merdeka.com/politik/jk-penyebab-konflik-bukan-agama-tapi-ketimpangan-demokrasi.html


Minggu Ini Asmirandah Akan Kembali Diperiksa Polres Bogor

Tuesday, May 7, 2013

SMAN 28 Jakarta: Meraih Prestasi, Mempertebal Keimanan




SMAN 28 Jakarta: Meraih Prestasi, Mempertebal Keimanan



EDISI KHUSUS: Sekolah Para Juara


Setiap tahun, siswa SMA Negeri 28 Jakarta langganan meraih juara dalam ajang prestasi. Robotik menjadi ikon ekskul sekolah. Alumninya diterima di perguruan tinggi negeri favorit.  


Jakarta, GATRAnews – Bangunan kelir hijau berlantai tiga di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu menjadi ”rumah” bagi keluarga besar SMA Negeri 28 Jakarta. Suasana sejuk terasa ketika memasuki gerbang sekolah lantaran banyak pepohonan rindang di berbagai sisinya. Sekolah ini secara resmi berdiri sejak 5 Maret 1970. Sebelumnya, sekolah ini bernama SMA 11 filial, didirikan Djoko Soetedjo dan Sumardi pada 2 Agusus 1965. Djoko Soetedjo sekaligus menjadi kepala sekolah pertama periode 1965-1980.


 


Sempat pindah lokasi beberapa kali serta mengalami renovasi besar-besaran pada 1977, sejak 2003 SMA Negeri 28 Jakarta ditunjuk pemerintah menjadi SMA plus tingkat Provinsi DKI Jakarta. Kemudian, pada tahun pelajaran 2004/2005, sekolah ini ditetapkan sebagai sekolah plus standar nasional. Sebelum program rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dihapus pemerintah, SMA Negeri 28 juga pernah menyediakan program unggulan tersebut.


 


Selain memiliki kelas reguler per angkatan sebanyak enam kelas, sekolah yang kini dipimpin Nani Kurniasih itu juga membuka program kelas internasional sejak tahun pelajaran 2009/2010, dengan jumlah siswa 24 orang per kelas.


 


Sekolah yang memiliki visi “Menguasai Iptek Berdasarkan Imtak” ini memiliki kultur religi yang patut diacungi jempol. Setiap pagi pukul 06.30-07.00 WIB, murid beragama Islam diwajibkan tadarus (membaca Al-Quran) bersama di kelas masing-masing. Seorang guru memimpin tadarus ini melalui speaker sekolah yang terdengar ke ruang-ruang kelas. Untuk siswa yang menganut agama Kristen pun diadakan semacam kebaktian di ruang audio-visual sekolah tersebut. “Tradisi itu kami laksanakan sejak tahun 2006,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Tauhid.


 


Selain tradisi keagamaan yang berjalan baik, pihak sekolah juga memberi perhatian besar terhadap pengembangan siswa-siswi melalui ekstrakurikuler (ekskul). Disediakan ekskul bidang olahraga, seni, maupun sains dan teknologi. Dari sekian banyak ekskul yang ada, robotik menjadi ekskul favorit sekaligus ikon SMA Negeri 28 Jakarta.


 


Selain aktif melakukan kegiatan di lingkungan sekolah, para siswa yang tergabung dalam ekskul robotik sering pula mengikuti dan memenangkan perlombaan robotik bertaraf nasional hingga internasional. Salah satunya, The 13th International Robot Olympiad 2011 yang diikuti Fadel Mahadika Putra dan timnya. Mereka berhasil menyabet medali emas.


 


Prestasi di tingkat Olimpiade Sains Nasional (OSN) juga didapatkan para siswa. Tahun 2011, siswa bernama Devin membawa pulang medali emas OSN ekonomi. Saat ini, Devin menempuh studi di Universitas Indonesia. Bagi siswa yang meraih prestasi membanggakan di perlombaan tingkat nasional dan internasional, pihak sekolah memberikan penghargaan berupa sertifikat dan beasiswa.


 


Tauhid menjelaskan, banyak alumnus SMA Negeri 28 Jakarta yang diterima di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Banyak pula dari mereka yang diterima di perguruan tinggi negeri favorit melalui penelusuran minat dan kemampuan (PMDK) atau jalur undangan tanpa tes. Pada 2010-2011 sebanyak 59 siswa diterima masuk UI melalui PMDK, 24 orang diterima tanpa tes masuk ke ITB, dan beberapa lainnya diterima tanpa tes di IPB, UGM, serta Universitas Brawijaya.


 


Untuk memberikan ruang apresiasi bagi siswanya, pihak sekolah mengadakan Mimbar Kreasi, yaitu pergelaran seni internal sekolah yang diselenggarakan setiap Senin pada minggu ketiga setiap bulan. Dalam acara ini, siswa bebas menampilkan karya puisi, grafis, mementaskan teater, ataupun bermusik. “Tujuannya, agar mereka bisa berkolaborasi dan saling mengapresiasi di antara mereka,” ungkap Tauhid, yang juga mengajar bidang studi fisika.


 


Keistimewaan lain SMA Negeri 28 Jakarta terlihat dari hubungan harmonis antara guru dan siswanya. Menurut Tauhid, para guru sebisa mungkin menciptakan hubungan egaliter kepada muridnya, tanpa melupakan etika dan rasa hormat. “Memang kami menganggap mereka sebisa mungkin sebagai teman. Tapi mereka juga tetap hormat. Ketika diskusi, kami bisa menempatkan diri sebagai teman, biasanya mereka lebih terbuka,” ujarnya.


 


Dari segi kurikulum, SMA Negeri 28 Jakarta menerapkan kurikulum nasional dengan pengembangan-pengembangan. Misalnya, untuk kelas internasional, digunakan dua kurikulum sekaligus: nasional dan Cambridge, Inggris. “Setelah selesai, mereka langsung mendapat double degree, sertifikat kelulusan dalam negeri dan sertifikat dari Cambridge. Tesnya pun double, karena kami memang berafiliasi dengan Cambridge,” Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Baharai Lubis, menjelaskan.


 


Sertifikat Cambridge International General Certificate of Secondary Education (IGCSE) yang dimiliki siswa kelas internasional dapat digunakan untuk mendaftar ke universitas-universitas internasional yang mengakui dan menerima sertifikat tersebut, dan diterima di tingkat foundation. Kelas internasional juga memiliki program study tour ke luar negeri. Tahun 2012, siswa kelas internasional diberangkatkan ke Sydney, Australia. Siswa merasakan kuliah di Sydney University selama satu minggu dan mendapat sertifikat.


 


Menurut Bahari, seluruh siswa yang ada di SMA Negeri 28 Jakarta tergolong siswa jenius. Sebab tidak ada siswa yang IQ-nya kurang dari 120. Maklum, proses seleksi masuk sekolah ini tidak sembarangan. Setiap tahun pelaajaran baru, pihak sekolah mengundang pendaftar melalui website resmi SMA Negeri 28 Jakarta. Hanya siswa yang memiliki nilai rapor rata-rata 7,5 yang bisa lolos seleksi awal tersebut.


 


Tahun lalu, sekitar 1.300 anak lulus untuk seleksi nilai rapor, tapi hanya 192 orang dengan nilai ujian nasional SMP tertinggi yang diterima menjadi enam kelas. “Makanya, saya berani bilang, tidak ada mengajar matematika yang lebih enak daripada di sekolah ini. Saya pernah ngajar dimana-mana. Memang mereka ini beda daya tangkapnya,” ujar Bahari, yang mengajar matematika.


Sujud Dwi Pratisto dan Mira Febri Mellya


Edisi Khusus Pendidikan Majalah GATRA, 


No 24 Tahun ke XIX, Beredar Kamis, 2 Mei


—————————————-


Dapatkan versi digital di toko:


GATRA Apps, Wayang Force, Scanie, Scoop, Indobook


 


Article source: http://www.beritasatu.com/blog/nasional-internasional/2323-tasamuh-dalam-beragama.html


SMAN 28 Jakarta: Meraih Prestasi, Mempertebal Keimanan

Thursday, December 8, 2016

MTQ Mualaf Sukses, Kemenag Kaltara Salut

PROKAL.CO, TARAKAN - Sebagai puncak acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-2 Mualaf Kota Tarakan 2016, Minggu (6/11) dilaksanakan penutupan dan pemberian hadiah kepada para pemenang.  

Event tahunan yang digelar atas kerja sama Baznas Tarakan dan Kementerian Agama Kota Tarakan itu secara resmi ditutup oleh Wali Kota Tarakan yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkot Tarakan Ir. Jamaluddin. 

Hadir juga Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara H.Suriasyah, S.Ag, M.Pd. pejabat Kaltara yang baru dilantik bulan lalu itu secara khusus datang menyaksikan langsung MTQ Mualaf yang diketahuinya hanya ada satu-satunya di Indonesia. 

“Yang saya tahu ini hanya ada di Kota Tarakan, belum pernah ada di daerah-daerah lain. Tarakan ini memang luar biasa, meskipun kota kecil, di pulau yang kecil tetapi banyak mencetuskan gagasan-gagasan besar hingga di tingkat nasional,” puji Suriansyah dalam kesempatan sambutannya. 

Pejabat pertama di Kementerian Agama Kaltara ini merasa salut dan bangga atas sukses pelaksanaan MTQ Mualaf di Tarakan. Dirinya juga menjanjikan untuk memperjuangkan agar event tersebut dapat juga dilaksanakan di daerah lain se-Kaltara hingga ke tingkat provinsi.  “Insya Allah akan kami anggarkan nanti di Kementerian Agama Provinsi Kaltara, sehingga tahun depan atau di tahun berikutnya sudah bisa dilaksanakan MTQ yang sama di tingkat provinsi,” katanya yang langsung disambut aplaus dari para tamu undangan yang hadir. 

Di ujung acara, panitia membagikan hadiah kepada para pemenang dalam bentuk tropi, uang pembinaan ditambah hadiah dari donatur yaitu voucher menginap gratis di Swiss Belhotel, Royal, Paradise dan Galaxy Hotel, ditambah lagi tabungan dari Bank CIMB Niaga kepada seluruh pemenang I, II dan III. Kegiatan hiburan yang tak kalah menariknya adalah pembagian doorprize. Banyak hadiah menarik yang disediakan para donatur yaitu dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Hotel Tarakan Plaza, BRI, Kantor Pelayanan Pajak Pratama, BPK, CV. Menara Baru Express, Butik Robbani, Cantique, A2 Tiara, Telkomsel, Toko Barokah H.Seni, PT. Telkom dan beberapa donatur perorangan. 

Panitia pelaksana Syamsi Sarman mengungkapkan kepada Radar Tarakan, pihaknya sengaja memfasilitasi para donatur untuk mensponsori kegiatan ini, agar syiarnya lebih semarak dan untuk menggembirakan para mualaf. 

“Sebetulnya sudah ada tropi kejuaraan dan uang pembinaan dari panitia, tapi kami upayakan ada tambahan hadiah lagi biar lebih semarak dan menggembirakan para peserta. Dan Alhamdulillah banyak dukungan hadiah dari para donatur termasuk untuk meramaikan acara ini dengan doorprize. Ada tiket Tarakan-Balikpapan plus menginap di hotel berbintang di Balikpapan, ada kulkas, jam dinding, paket busana muslim, dan lain-lain,” ungkap Syamsi. (adv/har)

"

| Mualaf | Sukses, | Kemenag | Kaltara | Salut | PROKAL | strong> | TARAKAN | Sebagai | puncak | acara | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | Kota | 2016 | Minggu | dilaksan | penutupan | pemberian | hadiah | kepada | para | pemenang | p> Event | tahunan | yang | digelar | atas | kerja | sama | Baznas | Kementerian | Agama | secara | resmi | ditutup | oleh | Wali | diwakili | Asisten | Bidang | Ekonomi | Pembangunan | Setkot | Jamaluddin | p> Hadir | juga | Kepala | Provinsi | Kalimantan | Utara | Suriasyah | pejabat | baru | dilantik | bulan | khusus | datang | menyaksikan | langsung | diketahuinya | hanya | satu | satunya | Indonesia | p> “Yang | saya | tahu | pernah | daerah | lain | memang | luar | biasa | meskipun | kota | kecil | pulau | banyak | mencetuskan | gagasan | besar | tingkat | nasional | puji | Suriansyah | dalam | kesempatan | sambutannya | p> Pejabat | pertama | merasa | salut | bangga | sukses | pelaksanaan | Dirinya | menjanjikan | untuk | memperjuangkan | agar | event | tersebut | dapat | provinsi |  “Insya | Allah | kami | anggarkan | nanti | tahun | depan | atau | berikutnya | katanya | disambut | aplaus | tamu | undangan | hadir | p> Di | ujung | panitia | membagikan | bentuk | tropi | uang | pembinaan | ditambah | donatur | yaitu | voucher | menginap | gratis | Swiss | Belhotel | Royal | Paradise | Galaxy | Hotel | lagi | tabungan | Bank | CIMB | Niaga | seluruh | Kegiatan | hiburan | kalah | menariknya | adalah | pembagian | doorprize | Banyak | menarik | disedi | maskapai | penerbangan | Sriwijaya | Plaza | Kantor | Pelayanan | Pajak | Pratama | Menara | Baru | Express | Butik | Robbani | Cantique | Tiara | Telkomsel | Toko | Barokah | Seni | Telkom | beberapa | perorangan | p> Panitia | pelaksana | Syamsi | Sarman | mengungkapkan | Radar | pihaknya | sengaja | memfasilitasi | mensponsori | kegiatan | syiarnya | lebih | semarak | menggembir | mualaf | p> “Sebetulnya | kejuaraan | upay | tambahan | biar | peserta | Alhamdulillah | dukungan | termasuk | meramaikan | dengan | tiket | Balikpapan | plus | hotel | berbintang | kulkas | dinding | paket | busana | muslim | ungkap | (adv | har)< | p> |

Thank You Very Very Much for Read this News

Sunday, April 7, 2013

Hatta Mulai Dilirik Konstituen Partai Islam

JAKARTA - Nama-nama dari kalangan partai politik (parpol) yang akhir-akhir ini sering disebut sebagai  kandidat calon presiden (capres), makin terdongkrak elektabilitasnya. Seiring terdongkraknya elektabilitas capres, elektabilitas parpol pun ikut terkerek.


Berdasarkan hasil survei Indonesia Network Election Survei (INES) yang dilakukan selama periode 18-30 Maret, posisi Partai Gerindra mulai mengancam PDIP yang selama ini bertengger di peringkat kedua di bawah Golkar. Dari survei INES yang dipublikasikan Minggu (7/4), Golkar masih menjadi jawara dengan elektabilitas 19,7 persen.



Sedangkan PDIP ada di peringkat kedua dengan elektabilitas 18,5 persen, dibayangi Gerindra dengan 18,2 persen. Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) menyodok ke urutan keempat dengan elektabilitas 10,6 persen.



Namun berdasarkan elektabilitas capres, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra berada di peringkat pertama dengan elektabilitas 39,8 persen. Angka itu melejit dibanding survei INES Oktober tahun lalu, yang menempatkan elektabilitas Prabowo pada angka 19,8 persen.



Direktur Eksekutive INES, Sudrajat Sacawisastra, Minggu (7/4), memaparkan, di samping Prabowo secara elektoral memang menanjak, elektabilitas Gerindra pun meningkat karena dipersepsikan jauh dari kasus korupsi. “Jadi Prabowo  punya kans¬†yang kuat secara elektoral untuk menjadi presiden pada Pilpres 2014, apalagi didukung trend kenaikan elektabilitas¬† Gerindra karena dipersepsikan terbersih dari kasus korupsi,” kata Sudrajat.



Mengacu hasil survei terakhir INES itu, elektabilitas Megawati pun ikut terdongkrak dari 13,16 persen pada Oktober 2012 menjadi 17,2 persen pada Maret lalu. “Ini dikarenakan kerja PDIP yang makin positif dan sikap publik yang mulai bangkit kepercayaannya terhadap PDIP dan Megawati,” sambung Sudradjat.



Sedangkan Aburizal Bakrie tertolong dengan maraknya iklan yang menonjolkan sosok pengusaha yang jadi capres Partai Golkar itu. Dari 7,36 persen pada survei Oktober lalu, kini elektabilitas Ical -panggilan Aburizal- naik menjadi 10, 3 persen. “Kenaikannya karena pengaruh iklan di tivi yang sangat masif,” sambung Sudradjat.



Namun ada yang menarik dari survei INES, yakni mulai bergesernya suara pemilih Islam ke figur Hatta Rajasa yang hingga saat ini belum mendeklarasikan diri sebagai capres. “Banyak konstituen¬† capres dari PKS, PPP dan PKB yang¬† beralih ke Hatta karena paling dianggap sebagai representasi partai Islam,” sambungnya.



Berdasarkan survei INES, Hatta memang memiliki ekeltabilitas 14,4 persen. Artinya, ada kenaikan dibanding survei Oktober tahun lalu yang menempatkan Hatta hanya dengan elektabilitas 11, 3 persen.



Nama capres lain dari parpol yang muncul adalah Wiranto. Ketua Umum Partai Hanura itu mengantongi elektabilitas 3,3 persen. Salah satu penyebab naiknya elektabilitas Wiranto adalah masuknya pengusaha Hary Tanoesoedibjo ke Hanura yang disertai pembertitaan masif tentang kegiatan Hanura lewat media-media milik bos MNC Group itu.



Sedangkan nama bekas Gubernur DKI, Sutiyoso, masuk dalam salah satu bursa capres karena lolosnya PKPI sebagai partai peserta Pemilu 2014. “Tapi elektabilitas Sutiyoso masih 0,7 persen,” ucap Sudradjat.



Sudrajat menjelaskan, survei INES dilakukan melalui wawancara langsung terhadap 6000 responden. Margin of error pada survei itu dipatok kurang lebih 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen.



Namun demikian ia juga megaskan bahwa survei INES itu murni dengan biaya sendiri.  “Survei ini didasari atas mulai memanasnya atmosfir politik menjelang pemilu legislatif maupun Pilpres, seiring banyaknya pemberitaan parpol dan elit untuk pencitraan,” pungkasnya.(ara/jpnn)


Article source: http://news.liputan6.com/read/554329/tak-percaya-pemkot-alasan-warga-ahmadiyah-bertahan-di-masjid


Hatta Mulai Dilirik Konstituen Partai Islam

Tuesday, September 24, 2013

Jandullah Klaim Bertanggung Jawab Bom Gereja yang Tewaskan 80 Jemaat ...

Tribunnews.com, Islamabad - Puluhan korban tewas akibat ledakan ganda di sebuah gereja di Peshawar, Pakistan, mulai dimakamkan Senin (23/9/2013).


Jumlah korban tewas akibat aksi bom bunuh diri yang terjadi Minggu (22/9/2013),  tercatat sebanyak 80 orang, menjadikannya sebagai serangan paling mematikan bagi warga Kristen Pakistan.


Jandullah, sebuah faksi Taliban Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, yang mereka sebut sebagai bagian dari aksi balas dendam atas serangan pesawat tak berawak AS.


Serangan ini mendapat kecaman dari sejumlah pemimpin politik dan keagamaan, dan memicu kemarahan warga yang turun ke jalan memprotes pemerintah karena dianggap gagal melindungi kaum minoritas.


Umat Kristen di Pakistan terdiri dari sekitar 1,6 persen dari seluruh jumlah warga negara Pakistan yang mayoritas memeluk agama Islam.


Seorang anggota parlemen daerah, Fredrich Azeem Ghauri mengatakan terdapat sekitar 200.000 umat Kristen, 70.000 orang di antaranya tinggal di Peshawar. Para pendemo memblokir jalan di Peshawar, Islamabad, Lahore dan Karachi sejak Minggu dan diperkirakan aksi akan berlanjut, Senin (23/9/2013).


Terburuk


Militan di Pakistan sering menjadikan kaum minoritas keagamaan sebagai sasaran target serangan mereka dalam beberapa tahun terakhir, termasuk memicu kekerasan sektarian antara Syiah dan Sunni, di mana militan Sunni sering menyerang komunitas Syiah.


Ada sejumlah kekerasan yang timbul di kawasan tempat umat Muslim dan Kristen tinggal berdampingan. Maret lalu, sekelompok umat Muslim di Lahore membakar belasan rumah warga Kristen yang dianggap melakukan penistaan agama.


Namun, serangan bom di gereja itu dianggap sebagai bentuk serangan yang terburuk. Pemerintah Pakistan telah menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari.


Umat Kristen menyatakan akan menggelar misa khusus untuk mengenang para korban. Paus Fransiskus mengutuk serangan ini dengan mengatakan siapapun yang melakukan serangan telah membuat pilihan yang salah akibat kebencian dan perang.


Berbicara di London saat akan kembali ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, PM Nawaz Sharif mengatakan serangan ini tidak memberikan pertanda baik dalam setiap rencana pembicaraan dengan kelompok militan.


Saksi mata mengatakan mendengar dua ledakan, yang kedua lebih besar dari yang pertama. Rompi bom bunuh diri kemudian ditemukan di luar gereja, kata seorang petugas.


Laporan menyebut dinding gereja penuh dengan lubang akibat pecahan bola besi yang menjadi bagian dari alat peledak. Selain menewaskan 80 orang, ledakan bom itu juga melukai 120 orang.


Article source: http://www.jpnn.com/read/2013/09/24/192431/Winda-Idol-Mantap-Dinikahi-Pria-Muallaf-


Jandullah Klaim Bertanggung Jawab Bom Gereja yang Tewaskan 80 Jemaat ...