Showing posts sorted by relevance for query tiket. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tiket. Sort by date Show all posts

Monday, August 19, 2013

Disebut Komunis, TKI Hong Kong Buka Suara soal Kasus Solmed

Senin, 19 Agustus 2013 13:52 wib

Edi Hidayat – Okezone

Ustadz Solmed (Foto: Edi Hidayat)

Ustadz Solmed (Foto: Edi Hidayat)

JAKARTA – Kasus pembatalan tausiah secara sepihak yang dilakukan Ustadz Solmed semakin memanas. Yang terkini, muncul sebuah surat terbuka yang ditujukan untuk Solmed.


Surat tersebut ditulis oleh seseorang bernama Rihanu Alifa, yang mengaku sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hong Kong. Dia merasa sakit hati dengan kicauan Solmed di Twitter yang menaruh curiga ada unsur komunis dalam kisruh tersebut.


Berikut isi suratnya:

Kepada Yth :
Ustaz Solmed


Ustaz Solmed yang terhormat, saya adalah salah satu TKI Hong Kong yang terluka dengan pernyataan ustaz di twitter yang mencurigai kami (TKI Hong Kong) sebagai jaringan dari komunis. Saya (masih) memaklumi jika ustaz memasang tarif saat diundang untuk berceramah.


Itu hak ustaz. Pun, saya juga mengerti jika ustaz membela diri ketika ustaz dituding menaikkan tarif saat diminta ceramah di Hong Kong, terlepas dari benar atau tidaknya argumen yang ustad sampaikan. Namun, ketika ustad “berkicau” di twitter dengan menyatakan kecurigaan bahwa TKI Hong Kong merupakan bagian dari jaringan komunis, maka saya sebagai bagian dari TKI Hong Kong merasa terluka, teriris hati saya mendengar hal ini.


Saya suka menulis, saya menyampaikan hal ini melalui tulisan dan mem-broadcastnya di sosmed bukan untuk mencari sensasi, apalagi popularitas. Ini adalah suara hati saya. Sedih tak terkira saya melihat seorang ustad “memerangi” saudara seagamanya dengan bersenjatakan media.


Miris, melihat dan mendengar pemberitaan beberapa media yang menurunkan berita timpang (tidak balance, hanya memaparkan berita dari pihak ustad Solmed, tidak berusaha melakukan cross check dengan pihak EO di Hong Kong).


Secara pribadi, saya tidak ada dendam dengan ustad. Saya pertama kali melihat ustazmelalui tayangan sinetron di televisi (saya lupa judulnya). Tayangan itu saya saksikan melalui internet. Saya bukan pecinta sinetron, hanya saja saya tertarik menyaksikan sinetron tersebut karena ada Maher Zain yang ikut syuting di dalamnya (sewaktu dia berkunjung ke Indonesia).


Sebagai TKI Hong Kong, saya memang mengikuti perkembangan konflik ustad dengan salah satu event organizer (EO) di Hong Kong yang mengundang ustad untuk berceramah. Namun, saya tak ikut ambil pusing.


Saya bukan bagian dari EO tersebut, dan (tadinya) saya pikir, perselisihan ustad dengan EO tersebut dapat menemui titik temu (damai). Tetapi, semakin lama, ustad semakin membuat pernyataan yang tidak-tidak, bahkan cenderung memfitnah. Di infotainment, ustad menyebut angka Rp150 juta yang bakalan dikeruk oleh EO di Hong Kong dari penjualan tiket masuk yang dijual kepada para jamaah.


Izinkan saya bertanya, dari mana ustaz dapatkan angka fantastis tersebut?


Hampir tujuh tahun saya di Hong Kong dan selama empat tahun terakhir ini saya berkecimpung dalam organisasi yang kadang menjadi EO suatau acara dengan mengundang bintang tamu artis dari Indonesia.


Sedikit banyak, saya tahu seluk-beluk penyelenggaraan acara di Hong Kong. Untuk gedung di Sheung Wan yang rencananya akan dipakai untuk acara yang sedianya akan ustad hadiri tersebut, setidaknya sudah tiga kali saya memasukinya.


Gedung tersebut merupakan ruangan berbentuk L yang kapasitasnya (menurut pengamatan orang awam seperti saya), hanya muat untuk 500 orang (itu juga kalau dijejal-jejal).


Jika tiket masuk dijual seharga 50 (Hong Kong dolar), dan pengajian diadakan dua sesi, maka hasil dari penjualan tiket adalah : 50 x 1000 orang = 50.000 (Hong Kong dolar).


Kurs saat ini : HK$ 1 = Rp. 1300 (kurang lebih, karena kurs naik turun). Jadi, jika ustazmenyebut angka 150 juta rupiah, maka saya katakan hal tersebut adalah AJAIB (kalau tak mau dikatakan OMONG KOSONG).


Lagipula, angka HK$50. 000 itu dengan asumsi bahwa tiket terjual habis (sold out)*. Pada kenyataanya, tidak semua tiket bisa terjual habis.


Dan uang sejumlah itu bisa dikatakan sangat pas-pasan untuk membiayai sebuah acara di Hong Kong. Ini berdasarkan pengalaman saya selama bergelut dalam organisasi Forum Lingkar Pena Hong Kong.


Perlu ustaz ketahui, pengajian di Hong Kong dengan menjual tiket (entah itu HK$20, 50, atau 100) itu sudah lazim di kalangan tenaga kerja Indonesia di Hong Kong ini.


Di Hong Kong ini, memakai mesjid atau gedung TIDAK BISA GRATIS. Minimal perlu HK$ 4.000 untuk sewa satu gedung (ini harga sewa gedung di pelosok, kalau di pusat kota minimal bisa dua kali lipatnya).


Belum lagi sewa sound systemnya (tidak mungkin ‘kan ustad teriak-teriak atau lari sana-sini agar suara ustad dapat didengar oleh jamaah yang hadir).


Harga sewa sound system bisa berkisar HK$ 5.000 ke atas. Belum lagi ditambah biaya pembelian tiket pesawat untuk ustad dan manajer ustad, biaya hotel, konsumsi,transportasi, dll. Jika pun acara dilaksanakan di tempat terbuka, seperti lapangan Victoria Park, itu juga harus ada izin dari pengelolanya.


Setidaknya, penyelenggara acara harus membayar uang asuransi pada pengelola taman jika ingin menggunakan area tersebut. Hal ini saya ketahui saat mencari info tentang penggunaan lapangan rumput dan tenda putih atas Victoria Park.


Dan lebih fantastis lagi, sound system kalau untuk outdoor seperti di lapangan Victoria Park, harga sewanya bisa mencapai belasan juta rupiah. Jadi, jika ustad mengatakan bahwa dakwah ustad dijadikan lahan bisnis oleh EO di Hong Kong, saya sangat meragukan hal ini.


Karena, yang saya tahu, jika pun acara pengajian itu memperoleh keuntungan dari penjulan tiket serta dana dari kotak amal (yang diedarkan saat pengajian berlangsung), maka dana tersebut tidak akan masuk ke kantong panitia penyelenggara, melainkan disumbangkan ke Indonesia, entah itu untuk pembangunan masjid, pesantren, dll.


Mengenai hal ini, mungkin ustaz bisa bertanya pada EO yang mengundang ustaz, berapa pondok pesantren yang sudah mereka biayai dari uang sisa yang didapat dari acara pengajian yang mereka adakan.


Ustad akan lebih tercengang lagi, jika melihat fakta bahwa begitu banyak mujahidah di Hong Kong ini yang rela berpanas-hujan menjual majalah, meminjamkan buku melalui perpustakaan lesehan, menjual buku, dll demi mendapat keuntungan 1 atau 2 dolar yang mereka kumpulkan untuk kemudian disumbangkan ke Indonesia.


Bayangkan, mereka rela berlelah-lelah di hari yang seharusnya menjadi hari libur mereka. Saya sendiri pun pernah mengalaminya, menggeret-geret koper besar berisi buku-buku untuk dipinjamkan.


Uang penyewaan buku hanya numpang lewat di tangan saya,untuk kemudian disumbangkan ke Indonesia. Jika ustad mengatakan bahwa seluruh biaya yang saya sebutkan itu (tiket pesawat, hotel, dll) sudah ditanggung oleh sponsor, maka silakan disebutkan siapa saja sponsor acara tersebut, berapa banyak uang yang mereka berikan sehingga bisa mengcover seluruh biaya tersebut?


Setahu saya, untuk satu event semisal pengajian, 3 atau 4 sponsor saja itu belum tentu ada, karena kini semakin banyak organisasi TKI di Hong Kong, banyak acara yang bisa mereka pilih untuk didukung.


Satu sponsor saja, biasanya member support materi yang tidak begitu banyak, sekitar HK$500 – HK$ 2.000, sangat jauh untuk bisa menutup biaya-biaya yang harus dikeluarkan.


Saya berbicara berdasarkan fakta. Menurut pengalaman saya dalam mencari dana dari sponsor, kadang dana dari sponsor tidak diberikan dalam bentuk tunai, tapi berupa barang yang harus dijual, jadi tidak berbentuk cash money.


Well, dua pertanyaan itu (dari mana angka 150 juta itu ustad dapat dan sponsor mana yang mau mendanai penuh acara yang akan ustad hadiri), akan membuktikan kebenaran dari ucapan ustad.


Mari bicara fakta, atau diam jika hanya menimbulkan fitnah, menyakiti kami (TKI Hong Kong) yang ustad sebut sebagai “saudara”. Sekali lagi, saya sangat maklum jika benar ustad memasang tariff dan meminta fasilitas ini-itu pada panitia. Saya juga tidak menyalahkan jika ustad (mungkin) berbohong di media untuk menjaga reputasi ustad. Itu manusiawi.


Silakan saja, dosa ditanggung ustad sendiri. Namun, jika konfliknya melebar sampai ustad koar-koar di twitter dengan menyatakan kecurigaan bahwa TKI Hong Kong adalah jaringan dari komunis, itu sudah keterlaluan.


Curiga boleh saja, tapi tak harus berkicau di sosmed tanpa fakta, tanpa tabayyun, karena itu semua akan menjadi fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan.


Untuk media-media di Indonesia Di Indonesia, mungkin nama ustad Solmed sangat layak jual. Sehingga otomatis, berita yang menyangkut dirinya akan menarik bagi masyarakat.


Namun, setahu saya setiap berita yang diturunkan haruslah berimbang, tidak boleh hanya dari satu sisi saja. Meskipun narasumber berita jauh, wartawan harus tetap mengusahakan untuk mewawancarainya meski hanya melalui saluran telefon.


Jika si narasumber tidak dapat dihubungi, maka hal tersebut juga harus disampaikan kepada masyarakat, bahwa si wartawan sudah berusaha menghubungi, namun hingga saat berita diturunkan, narasumber belum memberikan jawaban.


Silakan menghubungi dan mewawancarai langsung EO yang mengundang ustad Solmed ke Hong Kong, agar berita yang disampaikan pada masyarakat tidak berat sebelah, dan tidak lebay (saya pernah melihat tayangan infotainment yang menampilan media yang memuat berita dengan judul “Astaga, tarif ustad Solmed 150 juta”.


Menurut saya judul tersebut sangatlah lebay karena angka 150 juta tersebut bukan tarif yang dipatok sang ustad, melainkan angka perkiraan sang ustad dari penghitungan penjulan tiket yang dijual oleh panitia). Memang, judul bombastis bisa menaikkan berita, tapi akan merugikan media sendiri jika judul tak sesuai dengan isi.


Akibatnya, bukan tidak mungkin media yang seperti itu akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat yang berimbas pada kematian media itu sendiri.


TKI di Hong Kong mudah dijumpai di jejaring social Facebook. Itulah mengapa, ketika ustad Solmed koar-koar di Twitter, yang ikut me-retweet dari kalangan TKI Hong Kong hanya mempunyai beberapa follower, karena memang TKI Hong Kong hanya sedikit saja yang ber-twitter ria. Kami lebih nyaman di Facebook karena bisa membaca info-info menarik dari catatan fans fage, sharing foto, dll, sedangkan twitter tidak memungkinkan hal itu, karena membatasi penulisan hanya 140 karakter saja.


Untuk teman-teman TKI/BMI Hong Kong, kita adalah satu tubuh, ketika ada pihak yang menyakiti bagian dari diri kita, tentu kita akan ikut terluka. Demikian pula halnya dengan diri saya. Awalnya saya tak ingin angkat bicara, malas koar-koar di sosmed.


Tetapi, saya melihat beberapa aktivis BMI HK yang biasanya vocal membela BMI, diam melihat hal ini, sama sekali tak berkomentar. Dan yang bukan aktivis, ada saja yang nyinyir dengan mengatakan bahwa pengajian harus gratis lah, salah panitia ngundangnya artis lah, dll. Untuk yang belum pernah berkecimpung di organisasi BMI, tentu pernyataan “gratis” tadi wajar saja, karena ketidaktahuan mereka bahwa tidak ada yang gratis di Hong Kong ini.


Lagipula, tiket dijual kepada mereka yang bersedia membayar, tak ada paksaan. Pun dengan kotak amal, tidak ada paksaan untuk mengisinya. Saya ungkapkan di sini, event pengajian yang diadakan berbagai organisasi BMI di Hong Kong, tidaklah bertujuan untuk mengeruk untung ataupun dijadikan lahan bisnis seperti yang dikatakan ustaz Solmed. Saudara-saudara kita berjuang menegakkan agama islam di negeri non muslim ini.


Jika pun ada yang membisniskan pengajian, itu adalah oknum, jangan pernah melakukan generalisir dengan menyebutkan BMI/TKI Hong Kong, karena akan sangat fatal akibatnya, menjadi fitnah yang menyakiti semua.


Kita bisa saja memaafkan ustad Solmed atas pernyataannya di twitter yang mencurigai TKI Hong Kong sebagai komunis, kita juga bisa memboikot ustad Solmed dengan menganjurkan keluarga kita agar meninggalkan segala tontonan yang menampilkan ustad Solmed. Kita adalah kekuatan yang besar jika bersatu. Kita dikatakan komunis, komunis itu tak bertuhan, rela kita dikatakan demikian?


Untuk teman-teman yang berkecimpung di organisasi, terutama dalam bidang keagamaan, mari jadikan kasus ini sebagai pelajaran. Selama ini, mungkin teman-teman tidak pernah membuat perjanjian (kontrak) tertulis dengan tamu (ustaz/artis) yang akan diundang. 


Belajar dari hal ini, tawarkanlan surat perjanjian pada tamu yang akan diundang. Jika hal itu dianggap merepotkan, maka gunakan fasilitas rekam suara di HP. Kita bisa merekam pembicaraan di HP dengan sang tamu yang akan diundang.


Atau, simpanlah bukti sms/whatsapp untuk setiap deal yang teman-teman lakukan dengan calon tamu. Jadi, jika di kemudian hari terjadi konflik seperti ustad Solmed di atas, teman-teman punya bukti kuat.


Demikian yang ingin saya ungkapkan. Mohon maaf jika ada pembaca yang kurang berkenan dengan tulisan saya ini. Silakan diluruskan jika da kekeliruan dalam tulisan saya ini.
Saya Rihanu Alifa, saya TKI Hong Kong, tidak kenal ustad Solmed, juga tidak kenal dengan organisasi TKI Hong Kong yang berseteru dengannya. Saya tidak memihak siapapun.


Saya menuliskan hal ini karena bagaimanapun juga, saya adalah bagian dari TKI Hong Kong yang akan terluka jika nama TKI Hong Kong dinodai. Yang benar hanya dari Allah. Semoga tulisan saya ini bermanfaat dan ada hikmah yang dapat dipetik di dalamnya, tidak menjadi ghibah, apalagi fitnah.


 
Shatin, 17 Agustus 2013


Salam santun,
Rihanu Alifa.


(nsa)






mobile

Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com

untuk BlackBerry


Article source: http://peraktoday.com/?p=130819


Disebut Komunis, TKI Hong Kong Buka Suara soal Kasus Solmed

Tuesday, October 1, 2013

Cakra Khan dan Siti Nurhaliza di Penutupan ISG

Foto Terkait


Indonesia Kalah 1-2 dari Maroko di Final ISG


Video Terkait


Promosikan Tinju Untuk Kurangi Kejahatan




TEMPO.CO, Palembang - Sejumlah grup band dan artis papan atas dipastikan akan menjadi pengisi acara malam penutupan Islamic Solidarity Games III di Palembang, Selasa malam, 1 Oktober 2013. Selain Armada dan Warna Band, tamu yang hadir dalam acara penutupan akan dihibur pula oleh Chakra Khan, Siti Nurhaliza, dan Denada. Sementara tarian kolosal masih menampilkan hasil karya Denni Malik.


Ketua Deputi I Panitia Pelaksana Islamic Solidarity Games Sumatera Selatan Ahmad Najib menjelaskan secara umum acara penutupan akan sama persis dengan acara pembukaan dua pekan lalu. Hanya yang membedakannya jumlah penari yang bakal tampil akan lebih sedikit. Kondisi tersebut merupakan kesepakatan antara panitia Indonesia dan pihak dari ISG yang menginkan acara penutupan lebih sederhana. “Pastinya acara akan tetap meriah karena masih dihibur para artis top,” katanya, Selasa 1 Oktober 2013.


Panitia tetap memberlakukan sistem tiket dan undangan untuk setiap penonton yang akan masuk ke arena penutupan. Padahal sebelumnya tindakan itu sempat dikeluhkan karena tiket yang mahal. Ahmad beralasan sistem tiket dan undangan masih diperlukan untuk mempermudah kontrol terhadap tamu yang masuk. Selain itu, menurutnya, animo masyarakat tetap tinggi untuk membeli tiket.


Sementara itu, koreografer kenamaan Denni Malik selaku penanggung jawab acara menyatakan konsep sajian tari dan musik tetap menyuguhkan budaya Nusantara. Dia juga akan menyelipkan nuansa Islam dan Timur Tengah. Namun, perbedaannya terletak pada komposisi budaya Islam yang akan disuguhkan. Jika pada pembukaan lalu dia sengaja menampilkan cerita melalui tari-tarian yang menggambarkan peristiwa masuk agama Islam di sini, kali ini dia akan lebih mengedepankan perkembangan agama Islam di Nusantara.


“Seluruhnya ada enam tarian yang melambangkan cara Islam dalam bermasyarakat dan hidup berdampingan dengan agama lain,” kata Denni.


Meski sederhana, Denni mengungkapkan tetap terdapat kejutan pada acara penutupan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring itu, meliputi rancangan musik dan kostum penari. Dia juga memastikan hasil karyanya akan tetap enak dinikmati meskipun penarinya berkurang hingga lebih dari 400 orang. Bila saat pembukaan terdapat sekitar 600 penari maka pada ajang penutupan dia hanya membutuhkan sekitar 150-160 penari.


PARLIZA HENDRAWAN


Article source: http://news.detik.com/read/2013/08/09/175428/2326273/10/jadi-dokter-berjilbab-di-as-ranti-tak-lelah-lawan-diskriminasi


Cakra Khan dan Siti Nurhaliza di Penutupan ISG

Thursday, December 8, 2016

MTQ Mualaf Sukses, Kemenag Kaltara Salut

PROKAL.CO, TARAKAN - Sebagai puncak acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-2 Mualaf Kota Tarakan 2016, Minggu (6/11) dilaksanakan penutupan dan pemberian hadiah kepada para pemenang.  

Event tahunan yang digelar atas kerja sama Baznas Tarakan dan Kementerian Agama Kota Tarakan itu secara resmi ditutup oleh Wali Kota Tarakan yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkot Tarakan Ir. Jamaluddin. 

Hadir juga Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara H.Suriasyah, S.Ag, M.Pd. pejabat Kaltara yang baru dilantik bulan lalu itu secara khusus datang menyaksikan langsung MTQ Mualaf yang diketahuinya hanya ada satu-satunya di Indonesia. 

“Yang saya tahu ini hanya ada di Kota Tarakan, belum pernah ada di daerah-daerah lain. Tarakan ini memang luar biasa, meskipun kota kecil, di pulau yang kecil tetapi banyak mencetuskan gagasan-gagasan besar hingga di tingkat nasional,” puji Suriansyah dalam kesempatan sambutannya. 

Pejabat pertama di Kementerian Agama Kaltara ini merasa salut dan bangga atas sukses pelaksanaan MTQ Mualaf di Tarakan. Dirinya juga menjanjikan untuk memperjuangkan agar event tersebut dapat juga dilaksanakan di daerah lain se-Kaltara hingga ke tingkat provinsi.  â€œInsya Allah akan kami anggarkan nanti di Kementerian Agama Provinsi Kaltara, sehingga tahun depan atau di tahun berikutnya sudah bisa dilaksanakan MTQ yang sama di tingkat provinsi,” katanya yang langsung disambut aplaus dari para tamu undangan yang hadir. 

Di ujung acara, panitia membagikan hadiah kepada para pemenang dalam bentuk tropi, uang pembinaan ditambah hadiah dari donatur yaitu voucher menginap gratis di Swiss Belhotel, Royal, Paradise dan Galaxy Hotel, ditambah lagi tabungan dari Bank CIMB Niaga kepada seluruh pemenang I, II dan III. Kegiatan hiburan yang tak kalah menariknya adalah pembagian doorprize. Banyak hadiah menarik yang disediakan para donatur yaitu dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Hotel Tarakan Plaza, BRI, Kantor Pelayanan Pajak Pratama, BPK, CV. Menara Baru Express, Butik Robbani, Cantique, A2 Tiara, Telkomsel, Toko Barokah H.Seni, PT. Telkom dan beberapa donatur perorangan. 

Panitia pelaksana Syamsi Sarman mengungkapkan kepada Radar Tarakan, pihaknya sengaja memfasilitasi para donatur untuk mensponsori kegiatan ini, agar syiarnya lebih semarak dan untuk menggembirakan para mualaf. 

“Sebetulnya sudah ada tropi kejuaraan dan uang pembinaan dari panitia, tapi kami upayakan ada tambahan hadiah lagi biar lebih semarak dan menggembirakan para peserta. Dan Alhamdulillah banyak dukungan hadiah dari para donatur termasuk untuk meramaikan acara ini dengan doorprize. Ada tiket Tarakan-Balikpapan plus menginap di hotel berbintang di Balikpapan, ada kulkas, jam dinding, paket busana muslim, dan lain-lain,” ungkap Syamsi. (adv/har)

"

| Mualaf | Sukses, | Kemenag | Kaltara | Salut | PROKAL | strong> | TARAKAN | Sebagai | puncak | acara | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | Kota | 2016 | Minggu | dilaksan | penutupan | pemberian | hadiah | kepada | para | pemenang | p> Event | tahunan | yang | digelar | atas | kerja | sama | Baznas | Kementerian | Agama | secara | resmi | ditutup | oleh | Wali | diwakili | Asisten | Bidang | Ekonomi | Pembangunan | Setkot | Jamaluddin | p> Hadir | juga | Kepala | Provinsi | Kalimantan | Utara | Suriasyah | pejabat | baru | dilantik | bulan | khusus | datang | menyaksikan | langsung | diketahuinya | hanya | satu | satunya | Indonesia | p> “Yang | saya | tahu | pernah | daerah | lain | memang | luar | biasa | meskipun | kota | kecil | pulau | banyak | mencetuskan | gagasan | besar | tingkat | nasional | puji | Suriansyah | dalam | kesempatan | sambutannya | p> Pejabat | pertama | merasa | salut | bangga | sukses | pelaksanaan | Dirinya | menjanjikan | untuk | memperjuangkan | agar | event | tersebut | dapat | provinsi |  â€œInsya | Allah | kami | anggarkan | nanti | tahun | depan | atau | berikutnya | katanya | disambut | aplaus | tamu | undangan | hadir | p> Di | ujung | panitia | membagikan | bentuk | tropi | uang | pembinaan | ditambah | donatur | yaitu | voucher | menginap | gratis | Swiss | Belhotel | Royal | Paradise | Galaxy | Hotel | lagi | tabungan | Bank | CIMB | Niaga | seluruh | Kegiatan | hiburan | kalah | menariknya | adalah | pembagian | doorprize | Banyak | menarik | disedi | maskapai | penerbangan | Sriwijaya | Plaza | Kantor | Pelayanan | Pajak | Pratama | Menara | Baru | Express | Butik | Robbani | Cantique | Tiara | Telkomsel | Toko | Barokah | Seni | Telkom | beberapa | perorangan | p> Panitia | pelaksana | Syamsi | Sarman | mengungkapkan | Radar | pihaknya | sengaja | memfasilitasi | mensponsori | kegiatan | syiarnya | lebih | semarak | menggembir | mualaf | p> “Sebetulnya | kejuaraan | upay | tambahan | biar | peserta | Alhamdulillah | dukungan | termasuk | meramaikan | dengan | tiket | Balikpapan | plus | hotel | berbintang | kulkas | dinding | paket | busana | muslim | ungkap | (adv | har)< | p> |

Thank You Very Very Much for Read this News

Sunday, November 10, 2013

Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Rugi ratusan juta Rupiah, Panitia bakal gugat Pemkab Pamekasan

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan akhirnya membatalkan pergelaran pesta musik Disc Jockey (DJ) yang rencananya digelar Sabtu (9/11) tadi malam, di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo. Pemkab melarang kegiatan tersebut karena panitia pergelaran tidak mengantongi izin keramaian sesuai ketentuan.


Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan DR Alwi SH MM menegaskan bahwa Pemkab tidak menggagalkan event tersebut, namun hanya meminta agar pelaksanaan kegiatan itu tidak dilaksanakan karena ada persyaratan  yang tidak bisa dipenuhi oleh panitia, yaitu izin keramaian dari Polres Pamekasan. Karena belum lengkapnya izin yang dikantongi itulah, kata Alwi, maka otomatis pergelaran tidak bisa dilaksanakan.


Pihak panitia sendiri mengaku telah mengantongi izin prinsip yang dikeluarkan oleh Kantor Perizinan Pemkab Pamekasan.


Bagaimana jika panitia mensomasi dan menuntut Pemkab Pamekasan atas peristiwa itu ?  Alwi  mempersilakan panitia untuk menggugat. “Yang pasti kami tidak pernah membatalkan acara itu. Ini karena izinnya tidak lengkap,” tandasnya.


Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman mengatakan Polres merasa tidak mengeluarkan izin keramaian untuk kegiatan tersebut. Karena itu dia meminta membongkar panggung di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo yang telah dipersiapkan oleh  Panitia.


Dia mengatakan pihaknya tidak mengeluarkan izin keramaian karena pihak Pemkab melalui Wabup Khalil Asyari  telah menyatakan akan membatalkan pergelaran tersebut.


Khalil Asyari mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan kegiatan pergelaran musik itu pada saat menerima aksi demontrasi yang menolak pagelaran  DJ itu, Jumat (8/11). Saat itu dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan batal dan tidak akan terjadi. Dia menilai kegiatan tersebut berbau maksiat dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam.


Sementara itu, karena merasa tidak bersalah dan dirugikan, panitia pesta music bertajuk Let’s Night Party dengan mendatangkan Disc DJ Jimmy dari Surabaya itu berencana menuntut Pemkab Pamekasan secara perdata. Ini dilakukan karena Pemkab dinilai telah melakukan pembatalan sepihak, sehari sebelum acara digelar. Padahal sebelumnya Pemkab sudah mengeluarkan izin prinsip atas even tersebut.


Yang membuat panitia tidak terima adalah panggung yang sudah mulai terpasang mulai Jumat sore, terpaksa harus dibongkar pada malam harinya sekitar pukul 19.00 atas perintah Kapolres Pamekasan.


Panitia awalnya menolak atas pembongkaran itu, sebab izin penyelenggaraan sudah dikantongi dari Pemkab Pamekasan. Termasuk izin dari Polsek Pademawu, Koramil Pademawu, Camat Pademawu, dan Lurah Lawangan daya. Namun karena Kapolres tetap meminta panitia untuk membongkar, maka akhirnya dibongkar.


“Saya tidak paham dengan aturan di Pamekasan ini. Kalau memang even ini tidak boleh di gelar, kenapa izinnya dikeluarkan oleh Pemkab, dan dibatalkan secara sepihak sehari sebelum pelaksanaan. Kan kami yang dirugikan. Sementara kami telah mengeluarkan banyak dana untuk persiapan acara ini,” kata Achmad Fariji, Ketua Panitia Pelaksana.


Dia mengaku telah mengeluarkan dana sekitar Rp 150 juta untuk biaya kontrak dengan para artis, promosi, pembayaran pajak hiburan, sewa hotel, pemain musik, sewa music, sewa panggung, serta kebutuhan dan peralatan lainnya.


Disamping itu, tiket masuk seharga Rp 25.000 sudah terjual sebanyak 2.500 lembar di seluruh Madura. “Bisa dipastikan, pembeli tiket akan komplain dan kami harus mengembalikannya. Apa pemkab mau bertanggung jawab atas semua kerugian ini,” paparnya.  mas


Article source: http://www.utusan.com.my/utusan/Dalam_Negeri/20131019/dn_08/Festival-Kesenian-Kebudayaan-Islam-Antarabangsa-sasar-500000-pengunjung


Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Sunday, January 12, 2014

Hard Rock: Bir RM8, kalau minum Coke RM16



KUALA LUMPUR: “Nama pun sudah Hard Rock, macam mana nak ada persembahan nasyid? Memang mustahil,” kata bekas pemain gitar bass Kumpulan XPDC, Zuar diiringi ketawa geli hati.


Zuar atau nama sebenarnya Azuar Md Tasi, 48, menyifatkan cadangan Menteri Wilayah Persekutuan, Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor agar Putrajaya membuka Hard Rock Cafe (HRC) yang tidak menyajikan minuman keras dan mempunyai persembahan nasyid sebagai tidak masuk akal.


Ketika diminta memberikan pandangan mengenai HRC dari kaca matanya sebagai bekas artis kumpulan Heavy Metal dan Hard Rock, Zuar berkata, mimuman keras merupakan hidangan wajib malah lebih murah berbanding minuman biasa.


“Hard Rock itu sendiri kita dengar pun dah tahu macam mana. Dalamnya dengan muzik, dengan liquor (minuman keras) dia, sebut sahaja Hard Rock orang akan terbayang benda-benda haram itu.


“Saya pernah masuk dulu, bir lebih murah daripada minuman biasa. Bir RM8, kalau minum Coke RM16.


“Dulu pernahlah masuk nak tengok persembahan tapi tak minum. Pesan Coke sahaja sudah RM16, sekali ganda mahal dari minuman keras.


“Kalau kata nak buka Hard Rock Islamik memang tak logik. Kena tukar konsep dan nama baru boleh,” katanya ketika ditemui di sebuah restoran, dekat sini baru-baru ini.


Cawangan HRC kini terdapat di Kuala Lumpur, Pulau Pinang dan Melaka.


Menurut Zuar yang sudah berhijrah dan menyertai PAS pada 2011 berkata, pada era 90-an, HRC memang mengutamakan artis dari luar negara.


“Dulu masa dengan XPDC pernah masuk Hard Rock tapi bukan showcase pun, cuma kita buat sidang media. Dulu kalau artis boleh buat sidang media di Hard Rock memang rasa banggalah.


“Hard Rock itu sendiri bukan artis-artis Malaysia yang buat persembahan, kebanyakan artis luar. Artis tempatan tak dapat tempat. Resident band pun dari Filipina, Indonesia, jarang pemuzik Malaysia,” katanya lagi.


Bercerita lagi, Zuar berkata, kebanyakan pengunjung HRC ialah orang Melayu dari golongan korporat.


“Kebanyakan yang masuk Hard Rock dan jadi ahli kelab Orang Melayu Malaysia dan golongan VIP, korporat.


“80 peratus orang Melayu, 25 tahun ke atas. Pekerja pun ramai lelaki dan perempuan Melayu. Hard Rock buka 24 jam cuma siang cuma ada makan dan iringan muzik sahaja. Hiburan mula jam 10 malam hingga dua pagi.


“Kalau ada artis dia kenakan bayaran meja. Kalau ada show kena ada tiket. Kalau ada tiket minuman pertama percuma.


“Pengalaman saya, yang banyak lepak di Hard Rock ni golongan korporat. Jarang budak-budak muda sebab mahal. Yang datang mereka nak berhibur di tempat yang tertutup.


“Sebab itu nak buka di Putrajaya, targetnya pegawai-pegawai atasan kerajaan, korporat,” katanya.


Di akhir perbualan, Zuar mencadangkan agar pusat hiburan berkonsepkan Islamik dibuka di Putrajaya dan sesuai untuk menjadi tempat bersantai bersama keluarga.


“Saya minta sangat kurangkanlah pusat hiburan berkonsepkan seperti Hard Rock. Kita nak hilangkan secara drastik tak boleh tapi kurangkanlah sebab kita nak menuju pentadbiran Islam.


“Bukalah restoran berkonsepkan hiburan Islam, utamakan ciri-ciri Melayu dan sesuai sebagai ruang santai bersama keluarga. Tak perlu Hard Rock,” katanya yang masih mengekalkan imej rambut panjang.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/14/01/05/myw4bu-ruba-qewar-jatuh-cinta-pada-alquran


Hard Rock: Bir RM8, kalau minum Coke RM16

Thursday, January 2, 2014

Pendakwah perlu tampil kontemporari


  • SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI


  • Inilah gaya pendakwah masa kini, perlu mempunyai imej menarik masyarakat.


  • Bro Shah (kanan) menjawab dengan tenang setiap lontaran soalan daripada bukan Islam.


“PUNCA awal saya masuk Islam adalah atas dasar perkahwinan. Ya, kerana saya mahu berkahwin dengan perempuan Islam. Salahkah kami masuk Islam kerana mahu berkahwin?



Sebenarnya masuk Islam kerana mahu berkahwin tidak salah. Mungkin itu qadak dan qadarnya, bersabit dengan perkahwinan seseorang itu mendapat hidayah dari ALLAH SWT. Yang salah ialah sudah masuk Islam tidak mahu belajar dan tidak mahu beramal dengan Islam.



“Saya pernah mendengar ceramah daripada ustaz sebelum memeluk Islam, tetapi cara penyampaian ustaz itu banyak menggunakan hukum hakam menyebabkan hatinya jauh dengan agama ALLAH ini,” katanya kepada Rehal.



Ceritanya, pertemuan dengan Ustaz Ali Chin dari Ipoh, Perak benar-benar mengagumkannya. Setiap persoalan akan dibalas dengan al-Quran dan hadis. Bro Shah pernah mengikuti kelasnya dan dia mengajar mengenai konsep ketuhanan (tauhid) dalam Islam.



Dia mengupas surah al-Ikhlas 112 ayat 1 hingga 4. Terjemahan surah itu benar-benar menyentuh hati Bro Shah dan secara automatiknya dia dapat mengenal Tuhan yang satu.



“Kemudian, saya terjumpa buku kecil yang menerangkan mengenai al-Quran dan sains. Sebaik membaca buku itu terdapat banyak ayat al-Quran yang menyentuh penemuan sains moden. Saya terkejut bagaimana mungkin al-Quran 1400 tahun dahulu boleh menceritakan perihal sains dan saya menguatkan kenyakinan saya  ia tidak mungkin daripada manusia sebaliknya daripada ALLAH. Dan tanggal 14 Februari 1996, saya melafazkan syahadah.



“Saya selalu berdoa saya mahu menunjukkan Islam kepada keluarga, kawan-kawan dan jiran. Jika mereka meninggal mereka akan meninggal sebagai orang kafir, bagaimana dengan nasib mereka. Saya bersyukur saya Islam tetapi mereka?. Kerana itu, saya memerlukan ilmu untuk berdakwah.



Alhamdulillah buat permulannya, Bro Shah diperkenalkan dengan tayangan video perdebatan melibatkan Ahmad Deedad dengan paderi Kristian diterbitkan Saba Islamic Media. Semasa menonton tayangan video itu ia banyak membuka mindanya.



Dalam Islam mengatakan Tuhan itu satu, tetapi mengapa  banyak agama?, agama mana yang benar?. Apabila tengok debat itu dapat mengetahui haq dan batil tidak sama.



Dalam Surah al-Baqarah: 256, ALLAH berfirman yang bermaksud: “Tidak ada paksaan dalam agama…kerana yang haq tidak sama denga yang batil,”. Daripada situ semakin menambahkan lagi kenyakinannya terhadap Islam.



Selepas itu, terdapat ura-ura Dr Zakir Naik datang ke Malaysia untuk bagi ceramah sekitar tahun 1998 di sekitar Kuala Lumpur. Semasa itu Bro Shah mempunyai tugasan di Pulau Pinang, cepat-cepat Bro Shah balik ke ibu kota demi mendengar ceramah Dr Zakir. 



Saba Islamic Media ada anjurkan bengkel teknik dakwah selama satu hari di Kumpulan Media Karangkraf, dalam masa yang sama Dr Zakir memberitahu dia akan mengadakan training dakwah di India secara intensif.




Bro Shah benar-benar teruja!



“Hari-hari saya call Saba Islamic Media, sehingga pengurusannya kenal suara saya. Tahun 1999, saya berada di Sabah selama sebulan, baru turun daripada Flight Saba Islamic Media call bagi tahu ada sesi interview program dakwah,  terus saya ambil tiket balik ke Kuala Lumpur.



“Saya tahu peluang saya tipis, terdapat 40 penyertaan, 25 diinterview dan hanya lima akan terpilih, berbanding saya, semua yang datang hebat belaka dan saya pada masa itu, al-Quran pun tidak lancar lagi, saya sangat yakin saya tidak berjaya.



Saya berdoa pada ALLAH saya nak pergi sangat walaupun duduk atas lantai dan saya mahu berdakwah. BerkatNya, saya tersenarai dalam lima calon yang berjaya untuk jalani kursus dakwah secara intensif sebulan di India,” katanya.



Menurut Bro Shah, banyak perkara yang dipelajari semasa menyertai kursus itu. Bro Shah cuba membuat kumpulan dakwah dengan kawan-kawannya di Ipoh, malangnya tidak menjadi, dalam masa yang sama, Saba Islamic Media memberi tawaran kerja kepadanya.



Bro Shah  kurang berminat memandang kerjayanya ketika itu mendatangkan banyak pulangan dan corak kerjayanya tidak terikat serta fleksibel.



Atas tiket untuk berdakwah, Bro Shah menerima tawaran Saba Islamic Media dan menjadi sebahagian daripadanya. Ternyata penglibatannya dalam Saba Islamic Media banyak membuka ruang untuk berdakwah kepadanya.



Saba Islamic Media bertindak sebagai perintis dalam menjemput speaker luar negara. Bro Shah menjadi tunggak utama mewakili Saba Islamic Media dalam menguruskan speaker yang datang dan daripada situ Bro Shah dapat belajar mengenai ilmu Islam, pandangan berbeza dan teknik yang berbeza.  



“Sekitar tahun 2001, saya ditemukan dengan Norudin Lemo dari Nigeria, bapanya Syeikh Lemo bekas kadi dan ibunya, Asiah Lemo, penulis buku cerita kanak-kanak berunsurkan Islam. Ilmunya cukup meluas terutama dalam bidang perbandingan agama, usul fiqh, bagaimana mahu menerangkan Islam kepada bukan Islam dan kenapa ulama berbeza pendapat, saya kagum akan ulama terdahulu, mereka mempunyai disiplin menuntut ilmu yang sangat tinggi dan mereka hebat.



“Banyak ilmu yang saya dapat, menonton tayangan videa Ahmad Deedat saya dapat belajar mengenai perdebatan dengan Krsitian, Dr Zakir saya dapat tahu bab perbandingan agama dan tekniknya, Norudin Lemo ajar cara menerangkan agama kepada orang bukan Islam, etika apabila berbeza pendapat, cara Norudin Lemo menjelaskan kepada saya mengenai kehebatan ulama membuatkan saya tepukau dengan pamahaman ulama terhadap al-Quran dan hadis, dengan wakil dari Turki iaitu Harun Yahya perihal teori evolusi” kata Bro Shah lagi.



Dan hari ini, selepas 17 tahun memeluk Islam, Bro Shah tampil bergaya kotemporari kerana baginya, seorang pendakwah perlu bijak menarik masyarakat mendekatinya.



Pengenalannya dengan Pengasas Khalifah Institut dan juga seorang saintis, ahli psikologi serta penulis buku yang menulis mengenai Islam sebelum memeluk Islam, Prof  Muhammad Afmahdi banyak mengajarnya cara untuk membuat keputusan secara rasional, saintifik, objektif dan belajar mengenai asas psikologi.



Bro Shah giat berdakwah di gereja, di universiti seluruh Malaysia dan banyak menerima respon positif daripada masyarakat Islam dan bukan Islam.



NAMA: SHAH KIRIT KAKULAL GOVINDJI
STATUS: BERKAWHIN
MOTO: BUATLAH SESUATU KERANA ALLAH BUKAN KERANA MANUSIA.

 


Article source: http://www.sinarharian.com.my/kolumnis/ajaran-khomeini-di-malaysia-1.236611


Pendakwah perlu tampil kontemporari

Thursday, December 8, 2016

MTQ Mualaf Sukses, Kemenag Kaltara Salut

PROKAL.CO, TARAKAN - Sebagai puncak acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-2 Mualaf Kota Tarakan 2016, Minggu (6/11) dilaksanakan penutupan dan pemberian hadiah kepada para pemenang.  

Event tahunan yang digelar atas kerja sama Baznas Tarakan dan Kementerian Agama Kota Tarakan itu secara resmi ditutup oleh Wali Kota Tarakan yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkot Tarakan Ir. Jamaluddin. 

Hadir juga Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara H.Suriasyah, S.Ag, M.Pd. pejabat Kaltara yang baru dilantik bulan lalu itu secara khusus datang menyaksikan langsung MTQ Mualaf yang diketahuinya hanya ada satu-satunya di Indonesia. 

“Yang saya tahu ini hanya ada di Kota Tarakan, belum pernah ada di daerah-daerah lain. Tarakan ini memang luar biasa, meskipun kota kecil, di pulau yang kecil tetapi banyak mencetuskan gagasan-gagasan besar hingga di tingkat nasional,” puji Suriansyah dalam kesempatan sambutannya. 

Pejabat pertama di Kementerian Agama Kaltara ini merasa salut dan bangga atas sukses pelaksanaan MTQ Mualaf di Tarakan. Dirinya juga menjanjikan untuk memperjuangkan agar event tersebut dapat juga dilaksanakan di daerah lain se-Kaltara hingga ke tingkat provinsi.  â€œInsya Allah akan kami anggarkan nanti di Kementerian Agama Provinsi Kaltara, sehingga tahun depan atau di tahun berikutnya sudah bisa dilaksanakan MTQ yang sama di tingkat provinsi,” katanya yang langsung disambut aplaus dari para tamu undangan yang hadir. 

Di ujung acara, panitia membagikan hadiah kepada para pemenang dalam bentuk tropi, uang pembinaan ditambah hadiah dari donatur yaitu voucher menginap gratis di Swiss Belhotel, Royal, Paradise dan Galaxy Hotel, ditambah lagi tabungan dari Bank CIMB Niaga kepada seluruh pemenang I, II dan III. Kegiatan hiburan yang tak kalah menariknya adalah pembagian doorprize. Banyak hadiah menarik yang disediakan para donatur yaitu dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Hotel Tarakan Plaza, BRI, Kantor Pelayanan Pajak Pratama, BPK, CV. Menara Baru Express, Butik Robbani, Cantique, A2 Tiara, Telkomsel, Toko Barokah H.Seni, PT. Telkom dan beberapa donatur perorangan. 

Panitia pelaksana Syamsi Sarman mengungkapkan kepada Radar Tarakan, pihaknya sengaja memfasilitasi para donatur untuk mensponsori kegiatan ini, agar syiarnya lebih semarak dan untuk menggembirakan para mualaf. 

“Sebetulnya sudah ada tropi kejuaraan dan uang pembinaan dari panitia, tapi kami upayakan ada tambahan hadiah lagi biar lebih semarak dan menggembirakan para peserta. Dan Alhamdulillah banyak dukungan hadiah dari para donatur termasuk untuk meramaikan acara ini dengan doorprize. Ada tiket Tarakan-Balikpapan plus menginap di hotel berbintang di Balikpapan, ada kulkas, jam dinding, paket busana muslim, dan lain-lain,” ungkap Syamsi. (adv/har)

"

| Mualaf | Sukses, | Kemenag | Kaltara | Salut | PROKAL | strong> | TARAKAN | Sebagai | puncak | acara | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | Kota | 2016 | Minggu | dilaksan | penutupan | pemberian | hadiah | kepada | para | pemenang | p> Event | tahunan | yang | digelar | atas | kerja | sama | Baznas | Kementerian | Agama | secara | resmi | ditutup | oleh | Wali | diwakili | Asisten | Bidang | Ekonomi | Pembangunan | Setkot | Jamaluddin | p> Hadir | juga | Kepala | Provinsi | Kalimantan | Utara | Suriasyah | pejabat | baru | dilantik | bulan | khusus | datang | menyaksikan | langsung | diketahuinya | hanya | satu | satunya | Indonesia | p> “Yang | saya | tahu | pernah | daerah | lain | memang | luar | biasa | meskipun | kota | kecil | pulau | banyak | mencetuskan | gagasan | besar | tingkat | nasional | puji | Suriansyah | dalam | kesempatan | sambutannya | p> Pejabat | pertama | merasa | salut | bangga | sukses | pelaksanaan | Dirinya | menjanjikan | untuk | memperjuangkan | agar | event | tersebut | dapat | provinsi |  â€œInsya | Allah | kami | anggarkan | nanti | tahun | depan | atau | berikutnya | katanya | disambut | aplaus | tamu | undangan | hadir | p> Di | ujung | panitia | membagikan | bentuk | tropi | uang | pembinaan | ditambah | donatur | yaitu | voucher | menginap | gratis | Swiss | Belhotel | Royal | Paradise | Galaxy | Hotel | lagi | tabungan | Bank | CIMB | Niaga | seluruh | Kegiatan | hiburan | kalah | menariknya | adalah | pembagian | doorprize | Banyak | menarik | disedi | maskapai | penerbangan | Sriwijaya | Plaza | Kantor | Pelayanan | Pajak | Pratama | Menara | Baru | Express | Butik | Robbani | Cantique | Tiara | Telkomsel | Toko | Barokah | Seni | Telkom | beberapa | perorangan | p> Panitia | pelaksana | Syamsi | Sarman | mengungkapkan | Radar | pihaknya | sengaja | memfasilitasi | mensponsori | kegiatan | syiarnya | lebih | semarak | menggembir | mualaf | p> “Sebetulnya | kejuaraan | upay | tambahan | biar | peserta | Alhamdulillah | dukungan | termasuk | meramaikan | dengan | tiket | Balikpapan | plus | hotel | berbintang | kulkas | dinding | paket | busana | muslim | ungkap | (adv | har)< | p> |

Thank Very Much for Visit this News

Thursday, February 21, 2013

Jadi Mualaf, Diego Michiels Tak Sedih Ditinggal Nikita Willy Umroh

Jakarta – Artis Nikita Willy akan melaksanakan ibadah umroh di penghujung minggu ini. Sang kekasih, Diego yang sudah menjadi mualaf mengaku berkeinginan untuk pergi umroh bersama Nikita jika bebas nanti.

Selama ini Nikita terlihat selalu hadir di sidang kasus penganiayaan Diego untuk memberikan dukungan. Lantas, sedihkah Diego ditinggal umroh sang kekasih?

“Nggak. Menurut saya itu hal yang baik pergi beribadah ke Mekkah,” ungkap Diego usai sidang di PN Jakarta Pusat.

Sementara Nikita yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, ibadah umrohnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Diakui Nikita, 2012 merupakan tahun yang lumayan berat untuknya.

“Karena tahun kemarin dan tahun ini banyak masalah. Pastinya banyak sekali doa yang aku ingin aku panjatkan, pengen fokus berdoa,” ujarnya, Kamis (21/2/2013) malam.

“Mungkin ini cara aku dan mama aku untuk menenangkan diri dan lebih rileks, merasa damai,” tandasnya.

Diego sendiri sudah memeluk Agama Islam. Ia mengumumkan dirinya mualaf pada awal Februari ini. Diego pun kini sudah miliki nama Islam, Diego Mohammad.

(kmb/kmb)

<!–HUT ke-13, detikcom bagi-bagi 13 iPad 2, juga puluhan ribu tiket bus dan kereta. Daftar di sini. –>

Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/11/12/mddjf4-di-nepal-muslim-bukan-lagi-warga-kelas-dua-1


Jadi Mualaf, Diego Michiels Tak Sedih Ditinggal Nikita Willy Umroh

Wednesday, October 23, 2013

Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...

Flashback Setahun Jokowi-Ahok





Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...




Liputan6.com, Jakarta : Selain kinerja, sosok Jokowi-Ahok juga menjadi sorotan. Begitu terbuka, begitu apa adanya. Apalagi pas mendengar musik favorit. Tak ada jaim-jaimnya…


Berita Terkait



Revitalisasi Pasar Tak Beres, Jokowi Panggil Dirut PD Pasar Jaya


Revitalisasi Pasar Tak Beres, Jokowi Panggil Dirut PD Pasar Jaya



Beroperasi di Jalan Raya, 5 Odong-odong Kena Razia


Beroperasi di Jalan Raya, 5 Odong-odong Kena Razia


Uniknya selera musik keduanya berbanding terbalik dari penampilan karakternya. Jokowi yang berkarakter tenang dan kalem malah menyukai musik heavy metal. Sedangkan Ahok yang temperamental malah lihai dangdutan.


Jokowi kian dielu-elukan dan didorong-dorong sebagai capres. Sejumlah parpol berupaya meminangnya. Berbagai survei menempatkannya di posisi puncak. Ada juga sekelumit tantangan sumpah pocong dari pengacara Farhat Abbas hingga Lurah Susan nan cantik. Plus ‘nasihat’ dari Fauzi Bowo alias Foke sang mantan rival Jokowi-Ahok.


Berikut flashback sepak terjang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada bulan kesebelas memimpin DKI Jakarta dalam kurun waktu 15 Agustus hingga 14 September 2013:


Metal-Dangdut


Metallica menggelar konser di Jakarta pada 25 Agustus. Jokowi tak kuasa menahan rasa girang. Teringat bass yang diberikan pembetot bass Metallica Robert Trujillo telah disita KPK dari Jokowi. “Ya kalau dikasih lagi ya diambil. Setahu saya kalau dikasih langsung itu tidak akan disita,” kata Jokowi.


Jokowi pun memborong 6 tiket dan yakin konser Metallica tidak akan rusuh. Kostum khusus pun disiapkan Jokowi. “Yang jelas kaosnya warna hitam. Mau kaos apa? Sebut saja! Lamb of God, Megadeth, Metallica, ada semua. Itu kaosnya barang-barang lama semua. Saya itu kalau nonton-nonton konser itu selalu beli. Nonton Lamb of God, beli. Terakhir saya beli waktu nonton Guns N Roses,” urai Jokowi.


Bakal moshing saat nonton konser? “Ya ndak apa-apa, tapi masak gubernur disuruh moshing, disuruh head banging, kalau dulu waktu masih muda boleh-boleh saja,” seloroh Jokowi. Persiapannya? “Saya ya makan yang banyak, tapi wah… kok disuruh nyanyi?” elaknya.


Beredarlah BBM yang menyebutkan Front Pembela Islam (FPI) sweeping konser Metallica. Namun FPI membantahnya dan menyebut itu isu kacangan! Jokowi yakin pawai ribuan anggota FPI yang bersamaan hari digelarnya konser Metallica tidak rusuh. Polisi pun menerjunkan 2.694 personel untuk mengamankan konser Metallica.


Hari H menonton konser Metallica, Jokowi dikawal ketat. Jokowi yang mengenakan kaos hitam Metallica dan jaket kulit coklat pun ‘tersihir‘ Metallica, larut bareng sederet artis.


“Saya puaasss!” seru Jokowi. Sempat headbanging, Pak? “Ya mau bagaimana, mau jingkrak juga penuh kaya gitu. Mau headbanging ya ndak mungkin.” Menurut Jokowi yang tetap menjadi magnet dalam konser, penonton Metallica di Jakarta ‘ngerock‘ tapi santun.


Tidak hanya menghadiri konser musisi internasional, Jokowi juga menjajal jadi backing vocal band tanah air Slank. “Luar biasa banget. Baru kali ini gua liat pejabat daerah yang kayak gini,” ujar drummer Slank, Bimbim.


Eits ada 1 lagi… Jokowi main angklung bersama Ahok. Mengayunkan bait-bait nada dalam lagu Munajat Cinta ciptaan Ahmad Dhani. Hasilnya: kompak!


Tapi yang tak kalah heboh tentu yang satu ini. Ahok dangdutan Terajana di atas panggung Lebaran Betawi di Monas. Mengenakan kostum lengkap baju koko Betawi putih, peci hitam, dan syal merah, Ahok yang biasa terlihat marah-marah kali ini asyik bergoyang.


“Pinggul bergoyang-goyang, rasa ingin berdendang… Terajaanaaa…,” dendang Ahok dengan suara lantang. Penasaran liat gaya manggung Ahok? Klik videonya di sini.


Capres


Komite Konvensi Capres ingin mengundang Jokowi, tapi Demokrat tidak. PDIP membebaskan Jokowi mengikuti Konvensi Capres Demokrat. Namun Jokowi memastikan tidak ikut. “Saya ini PDIP,” tegas Jokowi. Politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka angkat bicara. “Mas Jokowi itu tak gampang tergoda, dan bukan cowok penggoda.”


Demokrat menilai Jokowi pasti KO jika berdebat dengan salah satu peserta Konvensi Capres yakni Anies Baswedan. Keduanya dinilai berbeda dan Anies lebih unggul. Demokrat juga yakin ‘kejayaan’ Jokowi pupus awal 2014.


Meski demikian anggota Komite Konvensi Capres Demokrat Hinca Pandjaitan mengakui mencoba menggoda Jokowi. “Boleh dikatakan tidak etis, tapi tidak melanggar hukum. Tugas kami hanya menggoda,” ungkapnya.


Saat menemani Presiden SBY melepas lomba lari `Independence Day Run` di depan Istana, Jokowi bahkan mengalahkan pamor para menteri. Dia dikerubuti warga dan diantre foto bersama. Cocok nih jadi capres? “Ah, saya ndak mikirin gituan,” singkat Jokowi.


Rebutan Duet


Banyak yang kepincut berduet maupun dijodohkan dengan Jokowi. Pengamat politik Joko J Prihatmoko menjodohkan Jokowi dengan mantan Wapres Jusuf Kalla. Jokowi-JK dinilai sebagai duet ideal Pilpres 2014. Tanggapan JK? “Lihat saja nanti.” Sedangkan Jokowi, “Tanya ke partai (PDIP).” Ketum Aburizal Bakrie alias Ical memastikan Golkar tidak akan menduetkan JK dengan Jokowi.


Ada juga yang menjodohkan Jokowi menjadi cawapres Menteri BUMN Dahlan Iskan. Namun Ahok kurang sreg. “Bukan nggak cocok. Sayang. Masa Pak Jokowi nomor 2? Kalau survei paling tinggi, nomor 1 dong,” cetusnya.


Golkar ‘kesengsem‘ Jokowi menjadi cawapres Ical. PAN juga membuka kemungkinan menduetkan Ketum Hatta Rajasa dengan Jokowi. Jokowi diperebutkan 3 parpol yakni Gerindra, Golkar, PAN.


Gerindra mengingatkan kontrak politik Pilkada DKI yang melarang Jokowi nyapres. Ahok membantah itu sebagai langkah menjegal Jokowi. PDIP meminta Gerindra mengurus diri sendiri, apalagi tidak ada kontrak politik seperti itu “Urus Jakarta saja sudah pusing,” komentar Jokowi. Gerindra pun dinilai takut jagoannya yakni Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto kalah. Namun Gerindra mengingatkan, Jokowi adalah murid terkenal yang disukseskan sang guru, Prabowo.


Berbagai survei pun senantiasa memunculkan nama Jokowi dengan berbagai hasil. Ada yang menyebut PDIP akan menikmati ‘madu‘ Jokowi. Ada versi Jokowi dikalahkan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo. Jokowi kandidat tertinggi. Bahkan cara menjatuhkan Jokowi.


Ada juga survei yang menempatkan Prabowo mengalahkan Jokowi. Sampai-sampai Ahok ‘curiga‘… “Jangan-jangan Surveinya Gerindra?” Lalu ada survei yang menempatkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri-Jokowi bersaing ketat dengan Ketum Partai Hanura Wiranto-Hary Tanoesoedibjo. Kemudian survei Jokowi teratas, Megawati nomor buncit.


Hingga terungkap fakta sosial: publik ingin Jokowi jadi presiden. Bahkan majalah Inggris menulis: hanya Jokowi capres yang tepat.


Getaran Bung Karno


Rakernas PDIP di Ancol pada 6 September diprediksi bakal mendeklarasikan Jokowi menjadi capres. Namun putra Bung Karno menilai Jokowi belum pantas menjadi presiden. Sedangkan cucu Bung Karno menyatakan Jokowi masuk pertimbangan capres PDIP.


Nama Jokowi memang ditimang-timang dalam Rakernas PDIP. Nama Mega juga masih kuat. Namun PDIP memilih menunggu hasil Konvensi Capres Demokrat. Sementara spanduk ‘Jokowi For President 2014′ bertebaran. Bahkan tukang becak di Solo mengarak ‘Jokowi’ capres.


Jokowi diberi panggung dalam Rakernas PDIP. Membacakan ‘Dedication of Life‘ Bung Karno. Sinyal Jokowi capres PDIP? Entahlah, yang jelas bagi Mega, Jokowi mendapat getaran Bung Karno. Bahkan Mega mengklaim Jokowi lahir dari rahim PDIP.


“Kami siapkan pemimpin muda, salah satunya Jokowi,” ucap Mega lantang. Pernyataan yang ditangkap sebagai sinyal Mega mencapreskan Jokowi.


Jokowi mengakui telah menerapkan nilai-nilai Bung Karno. Namun soal diberi sinyal oleh Mega, Jokowi berkilah. “Siap… Urusan Jakarta saya siap. Yang mau jadi capres itu siapa? Tunggu rekomendasi DPP.” Dari 17 rekomendasi Rakernas PDIP, tak ada disebutkan Jokowi capres.


Pencapresan Jokowi dinilai bakal menjadi preseden buruk karena masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta belum selesai. Ahok pun khawatir dengan tingginya elektabilitas Jokowi. Meski demikian Ahok tak mau jadi cawapres Jokowi. “Rugi dong gua!”


Namun Ahok ‘keceplosan‘ menyebut Jokowi mau jadi presiden. “… Kayaknya,” ucapnya kemudian. Ahok mengaku belum siap ditinggalkan Jokowi. Ahok ingin Jokowi tetap menjadi bempernya. Namun kemudian Ahok menyatakan siap menjadi Gubernur DKI jika Jokowi nyapres.


“Urus PKL saja masih pusing!” kilah Jokowi. “Saya tak punya tim sukses, ngurus Jakarta aja jumpalitan,” tampik Jokowi. Dengan berbagai cara Jokowi ‘ngeles‘ dari topik pencapresan. Namun sebenarnya Jokowi mengalami ‘kontroversi hati‘.


Foke Farhat Abbas


Foke memberi peringatan kepada Jokowi. Jakarta sudah termasuk dalam 20 kota besar yang akan tenggelam bila tidak ada langkah taktis untuk menanggulanginya. Ada juga serangkaian kritik Foke untuk Jokowi-Ahok.


Menanggapi Foke, Jokowi pun berjanji mempercepat pembangunan Giant Sea Wall. Kapan mulainya? “Maunya besok pagi!” singkat Jokowi. Sedangkan komentar Ahok, “Dari saya sekolah tahun 80-an, sejak jaman saya sekolah sudah selalu dengar peringatan itu. Jakarta sudah diperingati bakal tenggelam.”


Soal warning Foke Jakarta bisa bangkrut, Jokowi menyatakan duit Jakarta banyak, tak seperti Detroit, AS. “APBD bleeding? Nggak akan bangkrut!” cetus Jokowi. Sedangkan Ahok berujar, “Semua negara juga sama, kalau tidak hati-hati, pasti bisa bangkrut. Nabi palsu kalau Jakarta tak bangkrut.”


Mengenai warning ledakan kaum urban, Jokowi mengakui harus ada jurus yang jitu, supaya tidak ada yang ke Jakarta lagi. Berikut cara Jokowi-Ahok membalas berbagai kritikan Foke. Klik di sini.


Farhat Abbas menantang Jokowi sumpah pocong. Ada 5 cibiran suami biduanita Nia Daniati ini kepada Jokowi di Twitter. Cek di sini. Namun tak satupun cibiran itu diladeni Jokowi.


Lurah Susan


Warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menolak Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang beragama non-muslim. Ahok naik pitam. “Tolak juga Jokowi dan saya. Malah bapaknya Susan itu muslim lho,” cetus Ahok.


Jokowi dengan tegas menyatakan tidak akan mencopot Susan dan belum mau mengevaluasi lurah berparas cantik itu. Lurah Susan pun menjadi kontroversi.


Meski demikian, Lurah Susan punya cara untuk mendekati tokoh agama Lenteng Agung. “Mereka warga saya,” ucap Susan. Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor ikut membela. “Itu kan yang penting Lurah bisa menjalankan amanah. Kita harap dengan kinerja bagus, masyarakat nanti akan berubah pandangannya,” pesan Syamsuddin.


Filsuf dan Komidi Putar


Lagi-lagi sisi lain Jokowi-Ahok. Ahok mengklaim demokrasi Indonesia lebih baik dari AS. Dia bahkan mengutip Teori Lao Tse, filsuf kuno asal China.


“Wong Solo bisa jadi gubernur. Turunan Belitung jadi wagub. Padahal dulu itu, saya pernah minta pindah ke Kanada karena saya frustrasi. Bapak saya marah besar dengar itu. Makanya saya bertahan. Sekarang Jakarta membuktikan. Saya yang katanya muka minyak babi bisa jadi wagub sekarang,” curhat Ahok.


Lain lagi curhat versi Jokowi. “Saya ini dari jadi Walikota Solo sampai jadi Gubernur Jakarta banyak yang bilang wajah saya ini wong ndeso, orang desa. Padahal kalau dibanding dengan Dude Herlino, ndak jauh-jauh banget. Tapi itu hanya perasaan saya aja, ndak tahu kata orang lain gimana. Wajah saya ndeso, tetapi ajudan di pinggir saya lebih gagah. Setiap tamu yang datang, yang disalami dia terus. 3 Bulan saya nggak kuat,” begitu keluh kesah Jokowi sambil tertawa lebar.


Meski Jokowi ndeso, namun Ahok bangga memiliki Jokowi. “Saya beruntung punya gubernur wong Solo. Halus orangnya. Kalau saya kan kasar. Orang bilang kami berani, tapi sebetulnya dijorokin. Kami berdua tiba-tiba didorong,” ucap Ahok yang mengaku hanya beda jam makan dengan Jokowi.


Bagi Ahok, dalam memimpin Jakarta, tidak butuh melatih otak, cuma butuh melatih otot. “Otot jantung, syaraf, agar tidak deg-degan menghadapi banyak orang yang melanggar perda, seperti berjualan di jalan dan membangun rumah di waduk,” ujarnya.


Ahok pun memuji Jokowi sebagai pemimpin yang baik. “Saya bisa sampai hari ini karena Beliau kan? Beliau ngarahin gini-gini. Itu baru pemimpin dong. Dia bisa ngatur orang kerja kan pemimpin. Dia bisa ngatur wakilnya kerja buat dia kan berarti pemimpin dong,” puji Ahok.


Sementara Jokowi asyik ‘kumpul bocah‘ di Dufan, Ancol, dalam Peringatan Hari Anak Nasional. Naik komidi putar Turangga-rangga bersama seorang anak. Mau lihat senyum Jokowi saat naik komidi putar? Klik di sini. Dia juga membagi-bagi sepeda dan nyanyi bareng ribuan bocah.


Jokowi bahkan menyelenggarakan pertandingan Sumo di Gelora Bung Karno pada 24-25 Agustus. Ini merupakan yang pertama kalinya Sumo dilakukan di luar Jepang. Jokowi pun tampak ‘mungil‘ diapit 2 pesumo.


Jokowi punya uang dolar? “Saya punya dolar, tapi bukan penyimpan. Saya kan eksportir, dolar untuk produksi. Kalau sudah cair, dolarnya tukar lagi jadi rupiah,” jelas pria bertubuh kurus yang masih tetap makan tempe meski berukuran kecil ini saat penganan khas Indonesia itu langka. (Sss)






Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/04/140927/2133214/10/solusi-kemenag-soal-pungli-di-kua-tetapkan-tarif-atau-beri-insentif?9911012


Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...

Saturday, March 23, 2013

Jadi Mualaf, Diego Michiels Sering Diajari Nikita Willy Salat

Jakarta – Pesepakbola sekaligus kekasih Nikita Willy, Diego Michiels memutuskan untuk memeluk agama islam. Nikita sendiri mengaku sering mengajari Diego cara bagaimana salat.

Hal tersebut dilakukan sebagai bukti dukungan dari Nikita. Meski tak mudah, ia pun selalu berusaha sabar saat mengajarkan salat kepada kekasihnya itu.

“Semenjak dia jadi mualaf ya saya terkadang suka ngajarin dia tentang salat. Ya mesti sabar-sabar juga,”ungkapnya saat ditemui di Mall Taman Anggrek, Sabtu (23/3/2013).

Bintang sinetron ‘Putri yang Ditukar’ itu bahkan berencana untuk mengajak Diego beribadah umroh. Namun, ia masih belum tahu kapan hal tersebut akan terlaksana.

“Ya karena kemaren kan saya baru balik umroh, ya do’a in aja semoga bisa terlaksana,” tuturnya.

(fk/fk)

<!–HUT ke-13, detikcom bagi-bagi 13 iPad 2, juga puluhan ribu tiket bus dan kereta. Daftar di sini. –>

Article source: http://edukasi.kompas.com/read/xml/2012/05/29/17430510/MUI.Riau.Usulkan.Pelajaran.Agama.Masuk.UN


Jadi Mualaf, Diego Michiels Sering Diajari Nikita Willy Salat

Thursday, March 7, 2013

Setelah Menikahi Tiwi T2, Shogo Memutuskan Jadi Mualaf


Setelah Menikahi Tiwi T2, Shogo Memutuskan Jadi Mualaf

Kamis, 07 Maret 2013 14:14

Nana Rohanawati

BERBEDA latar belakang budaya dan keyakinan, tak membuat Shogo, pengusaha asal Jepang ini gentar saat mendekati Tiwi T2.

Kesungguhannya untuk mendapatkan cinta personel T2 ini bahkan dia buktikan dengan berganti keyakinannya, menjadi seorang mualaf.

Cerita ini disampaikan oleh Tiwi, saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (7/3). Penyanyi jebolan AFI Indosiar ini menuturkan bahwa suaminya resmi menjadi mualaf sejak 19 Februari lalu, 3 hari setelah mereka resmi menikah. Tiwi-Shogo menikah di Bali, 16 Februari lalu.

“Dia itu mualaf, setelah kami menikah. Tepatnya sejak tanggal 19 Februari,” ujar penyanyi bernama lengkap Prastiwi Dwiarti itu kepada wartawan.

Tiwi telah menjalin hubungan dengan Shogo sejak setahun yang lalu. Shogo memang telah lama menetap di Bali. Sejak awal berkenalan dan menjalin kedekatan dengan Shogo, Tiwi mengaku kerap kali menjejalkan ajaran-ajaran Islam pada pria yang kini jadi suaminya itu.

“Dari awal ketemu juga aku sudah kasih penjelasan soal Islam,” tutur Tiwi yang mengaku bahwa bahasa Indonesia suaminya masih belum terlalu lancar.

(Nana/yb)

Foto-foto: Tiwi T2

Berita Terkait:

Menikah dengan Pria Jepang, Tiwi T2 Punya Kebiasaan BaruHari Ini, Tiwi T2 Menikah Dengan Pengusaha Asal JepangTiwi T2 Menikah Awal Tahun 2013Terlanjur Beli Tiket VIP Konser Lady Gaga, Tiwi T2 Kecewa Jika Sampai Gagal

Berikan komentar

Article source: http://web.inilah.com/read/detail/1965407/polisi-israel-masuk-masjid-al-aqsa-picu-bentrokan


Setelah Menikahi Tiwi T2, Shogo Memutuskan Jadi Mualaf

Tuesday, April 30, 2013

Orangtua Ani Polisikan Eyang Subur atas Tuduhan Bawa Lari Anaknya

Jakarta – Mantan pengikut Eyang Subur, Arya Wiguna mendatangi Polda Metro Jaya bersama Ade Junaedi, ayah istri ketujuh Subur, Ani. Mereka akan melaporkan Subur atas tuduhan membawa lari Ani.

Rombongan berjumlah sepuluh orang itu pun langsung masuk ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Polda, Selasa (30/4/2013) sekitar pukul 14:30 WIB. Mereka didampingi kuasa hukum Fahmi Bachmid SH.


Sebelumnya rombongan itu telah mengadu soal Subur ke Komnas Perempuan. Di sana, Ade Junaedi mengisahkan awal mula pertemuan anaknya dengan Subur.


“Tahun 2004 akhir atau 2005 awal saya pulang dari Sulawesi Tenggara. Saya kedatangan adik saya (Arya wiguna), kemudian anak saya meminta persetujuan izin restu sama saya. Dia mau menikah dengan Pak Subur,” kisahnya.


Ade pun mengaku tak memberi izin karena kala itu Ani akan dijadikan istri keenam Subur. “Saya bilang, istri lebih dari empat itu nggak boleh dalam Islam, dilanggar itu. Anak saya tetap minta persetujuan, minta direstui,” tuturnya.


Menurut Ade, satu bulan kemudian ia pun mendatangi rumah Subur. Namun pernikahan tersebut batal digelar.


“Tapi sebulan kembali saya datang lagi ke Jakarta tiba-tiba anak saya bilang, sudah menikah dengan Pak Subur,” lanjut Ade.


Ade menambahkan, pernikahan itu digelar di kediaman Haji Memet di kawasan Bekasi, Jawa Barat. “Saya tak diundang. Haji Memet itu artis. Dia saksinya mungkin,” ujarnya.


Setelah itu, hampir setiap tiga bulan ia datang ke Jakarta untuk menemui anaknya yang tinggal di rumah Subur. Namun ia mengaku mulutnya seperti terkunci.


“Delapan tahun Ani nggak boleh pulang. Anak saya dikondisikan sesuai eyang gaibnya. Keluarga boleh pulang, tapi Ani nggak boleh,” ungkap Ade.


(nu2/mmu)


<!–HUT ke-13, detikcom bagi-bagi 13 iPad 2, juga puluhan ribu tiket bus dan kereta. Daftar di sini. –>


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/04/19/m2puoq-inilah-kisah-muslimah-yahudi-tentang-kekejaman-nazi


Orangtua Ani Polisikan Eyang Subur atas Tuduhan Bawa Lari Anaknya