Showing posts sorted by relevance for query ditutup. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query ditutup. Sort by date Show all posts

Tuesday, July 9, 2013

Menyaksikan prosesi Sabbath

Empat sepeda motor bebek sudah terparkir pagi itu. Namun semua pemilik tidak terlihat. Pintu depan rumah tertutup oleh tirai bambu berwarna kuning kusam akibat sinar matahari dan hujan. Terasnya dipenuhi bunga bonsai ditanam dalam ember plastik.


Itulah rumah Rabbi Yobbi Ensel di Jalan 14 Februari 14, Teling Atas, Lingkungan Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara. Hampir semua tukang ojek di depan gang 14 tahu di sana lokasi berkumpulnya komunitas Yahudi saban pekan. “Maaf depan rumah harus ditutup tirai hanya untuk menghalangi sinar matahari,” kata Yobbi sambil mengjak masuk merdeka.com ke dalam rumahnya Sabtu pekan lalu.


Pagi itu adalah Sabbath, hari istimewa bagi umat Yahudi, persis Minggu buat kaum Nasrani dan Jumat untuk orang Islam. Jemaat Yahudi dipimpin Yobbi belum memiliki sinagoge. Jadi ritual Sabbath digelar di rumah Yobbi.


Tujuh anggota jemaat Yobbi sudah ada dalam ruang tamu berukuran sekitar 9×3,5 meter. Mereka adalah Titi (25 tahun) dan suaminya Mikcy (38 tahun), Viviyanti (24 tahun), Odhy (25 tahun), Phipus (60 tahun) bersama istrinya Rosiana (40 tahun), Ayyub (52 tahun). Di situ juga ada istri Yobbi, Yulita, dan dua anaknya. Setelah beramah tamah lima menit, Yobbi memberi isyarat dengan berdiri di depan meja berukuran sekitar 30×20 sentimeter setinggi satu meter.


Posisi Yobbi berdiri segaris dengan Bintang Daud terpacak di atas tembok. Meja itu berlapis taplak putih dengan garis pinggir biru tua. Di tiap sudut ada bordiran Bintang Daud. Taplak itu menutup hingga kaki meja.


Jemaat lelaki segera memperbaiki kippah di atas ubun-ubun mereka. Yang tidak bawa, bisa mengambil di meja. Semua jemaat perempuan sudah berkerudung. Mereka mengikuti semua gerakan dan ucapan Yobbi. Saat Yobbi memasang jubah ibadah berwarna putih menutup kepala hingga punggung juga diikuti jemaat laki-laki. Yulita mengambil tumpukan buku doa berwarna merah dengan sampul bertulisan huruf Ibrani.


Setelah semua jemaat mendapatkan buku doa disebut sidur itu, terdengar lantunan doa dalam bahasa Ibrani meluncur dari mulut Yobbi. Jemaatnya segera mengikuti. Tiap berhenti merapal doa, Yobbi memberikan aba-aba, halaman berapa harus dibuka.
Menurut Yobbi, dalam upacara Sabbath biasanya membaca ayat Mazmur berbeda tiap minggu.


Setelah semua doa pujian selesai, dilanjutkan pembacaan gulungan kitab Torah. Syarat membuka Torah minimal ada sepuluh jemaat. Jika kurang, Torah tidak bisa dibuka. “Makanya dalam Yahudi, syarat quorum itu minimal sepuluh orang, di parlemen Israel juga demikian,” tutur Yobbi.


Saat dikeluarkan dari dalam lemari, ada dua orang bertugas khusus memegang dan membuka sarung gulungan Torah. Setelah sarung gulungan dibuka, Torah kemudian diarak ke masing-masing jemaat untuk mencium gulungan atau disebut Keriah Torah.


Pengarak Torah atau Hakbaha saat itu adalah Odhy, sedangkan pembuka sarung Torah atau Gelila adalah Phipus. Begitu hati-hati kedua orang itu melakukan tugasnya. Setelah Torah diarak, gulungan Torah dibuka perlahan di atas meja. Yobbi selaku rabbi adalah pembaca pertama Torah saat gulungan dibuka. Setelah itu, jemaat lain bergantian membaca Torah menggunakan kalam khusus untuk menunjuk dengan bimbingan Yobbi.


Selama acara berlangsung, tidak ada jemaat berbicara. Semua khusyuk dengan sidur di tangan. Yobbi menerangkan hari itu pasal Torah dibaca adalah Parasha pinechas. Tiap peserta membaca lima ayat bergiliran. Semua jemaat terdengar lancar membaca Torah itu. Bacaan penutup dilakukan oleh Yobbi. Selepas itu, Torah kembali digulung, disarungkan, dan ditaruh dalam lemari. Acara diakhiri doa penutup.


Tinggi gulungan Torah sekitar 30 sentimeter. “Gulungan Torah langsung dari Israel dan bahannya dari kulit sapi. Ayat-ayat Torah ditulis tangan oleh sofer, penulis khusus Torah,” kata Yobbi.


Upacara berlangsung dari pukul 10.00 sampai pukul 13.00. Setelah semua sakramen doa selesai, acara ditutup dengan makan bersama. Siang itu ada banyak hidangan tersedia. Mulai dari sup ayam, pisang goreng, ubi goreng, hingga aneka jenis penganan lainnya. Setelah itu ditutup dengan meminum anggur.


Kemudian dilanjutkan diskusi membahas makna ayat-ayat dibaca saat upacara Sabbath tadi. Semua jemaat dipersilakan menafsir dan memberikan interpretasi atas ayat-ayat Torah itu. Yobbi lebih banyak diam dan mendengarkan. Rabbi akan bicara dan memberikan pandangan jika diskusi melenceng jauh. Menurut Mickey, biasanya diskusi bisa sampai pukul 24.00.


Sekitar pukul 13.00, merdeka.com pamit meninggalkan acara diskusi jemaat itu. Semua jemaat menyalami dan Yobbi mengantarkan sampai depan jalan rumahnya. “Maaf kalau jamaat saya terlihat takut diliput media. Tapi kami tidak bisa terus bersembunyi atas keyakinan kita anut.”












Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Menyaksikan prosesi Sabbath

Friday, January 25, 2013

Rahmat Rampok Bank Saat Khutbah Jumat

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA–Kumandang azan zuhur baru saja berkumandang di kompleks Yayasan Pendidikan Panglima Besar Soedirman, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (25/1/2013) siang sekira pukul 12.00 WIB.

Ratusan pria sekitar kompleks berbondong-bondong mendatangi masjid yang berada di lingkup yayasan tersebut untuk menunaikan ibadah salat Jumat , termasuk para anggota satuan pengamanan (Satpam) Kantor Kas Pembantu Cabang Bank Muamalat.

Situasi di sekitar menjadi sepi dan hanya menyisakan empat orang karyawan perempuan di dalam kantor.

Saat orang tengah khusyuk mengikuti khutbah yang menjadi rukun salat, seorang pria paruh baya berseragam ungu khas Bank Muamalat terlihat mendatangi kantor bank.

Tak ada gelagat mencurigakan dari perilaku yang ditunjukkan pria tersebut. Pun siapa nyana, pria yang belakangan diketahui bernama Rahmat itu tengah melancarkan aksi perampokan yang sudah ia rancang selama satu bulan.

Perampokan ia lakukan tanpa bantuan siapapun. Malah ia hanya bermodalkan sebilah pisau dapur yang telah berkarat untuk merampok. Seragam yang ia kenakan memang seragam Bank Muamalat.

Maklum saja, Rahmat rupanya mantan karyawan bank yang mengklaim mengusung syariat Islam dalam menjalankan kegiatannya tersebut.

Sofyan (35) seorang saksi mata menuturkan, Rahmat datang menumpangi motor Honda Revo bernomor polisi B 6640 RPN yag dikendarai sendiri. Situasi di kantor bank yang berlokasi di dalam kompleks pendidikan sekolah Islam tersebut memang sedang sepi karena bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat.

“Salat Jumat tengah (rukun) kutbah. Pelaku sepertinya tahu kondisi bank. Apalagi dia datang pakai seragam, jadi tak ada yang curiga,” ujar Sofyan yang ditemui Tribun Jakarta di sekitar lokasi, Jumat (25/1/2013).

Adapun, Kapolsek Pasar Rebo Kompol Sutardi menuturkan Rahmat berpura-pura masih menjadi karyawan bank. Sutardi menjelaskan, saat masuk kedalam bank Rahmat mengaku santai dan tidak grogi. Rahmat menggunakan papan nama palsu bertuliskan Bank Muamalat.

Di dalam kantor ia berdalih hendak mengantarkan surat. Nyatanya, amplop yang dibawa rahmat tak berisi apa-apa. Empat karyawati yang saat itu ada di dalam, Risma Amelia (34) dan Lisa (23) yang bertugas sebagai teller serta Lisa (23) selaku costumer service dan Rohani (34) petugas kebersihan pun terkelabuhi.

“Di bawah ancaman senjata tajam ketiga korban langsung diikat dengan sumbu kompor dan rafia. Selain itu mata ketiganya juga ditutup dengan menggunakan lakban warna hitam. Saat ketiga korban diikat, tiba-tiba Rohani, masuk diapun juga langsung ditodong dan diikat dengan sumbu kompor,” jelas Sutardi.

Usai melumpuhkan para korban, pelaku memaksa para karyawati itu untuk berbalik badan ke arah tembok. Rahmat juga memaksa para karyawati untuk menunjukan tempat menyimpan uang. Di laci teller, uang senilai Rp 55.390.000 ia gondol.

“Ditunjukan uang yang ada dalam laci teller. Lalu dimasukan kedalam dua kantong celanannya. Ia pun melarikan diri menggunakan sepeda motor ke pintu utara sekolah yang masih ditutup pagarnya,” jelas Sutardi.

Beruntung, ikatan Rohani -yang tengah hamil 7 bulan, tak begitu erat. Ia berhasil membebaskan diri dari simpul tali sumbu kompor lalu berteriak minta tolong.

Seorang Satpam sekolah bernama Gunardi yang kebutulan tak mengikuti salat Jumat serta seorang anggota TNI Angkatan Darat yang sedang menjemput anaknya berusaha menghalangi Rahmat yang menggeber motornya untuk melarikan diri. Keduanya pun mengejar Rahmat.

Pengejaran berakhir setelah motor yang dikendarai Rahmat terjatuh. Lokasi jatuh tak jauh dari kantor bank. Rahmat memang tak bisa kemana-mana. Sepertinya, Rahmat kurang teliti soal detail pelarian diri usai beraksi. Pagar mengelilingi kantor bank itu, pintu pagar pun masih tertutup.

“Dikejar naik motor, terus jatuh dari motor. Kebetulan semua pagar ditutup. Mungkin dia bingung mau kemana,” kata saksi mata, Sofyan yang ada di lokasi saat kejadian. Rahmat pun dibekuk dan diserahkan ke polisi.

Article source: http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/60929-%E2%80%9Cseparuh-aku%E2%80%9D-break-seminggu,-%E2%80%9Ctukang-bubur-naik-haji%E2%80%9D-tayang-3,5-jam,-bagaimana-performanya.html


Rahmat Rampok Bank Saat Khutbah Jumat

Saturday, January 19, 2013

Tak Sediakan Guru Agama, Sekolah Favorit di Blitar Terancam Ditutup



Blitar – 6 Sekolah favorit Katolik/Kristen terancam ditutup di Blitar. Pangkal persoalannya, sekolah itu disebut Kemenag tidak menyediakan guru agama. Rekomendasi itu akan diberikan Kantor Kementerian Agama Kota Blitar kepada Wali Kota.

“Katanya, Rabu kemarin (16/1) kepala sekolah enam sekolah ini, bertemu dengan yayasan, namun hingga kini, belum ada laporan masuk kepada kami, atas kesediaan mereka menjalankan PP 55 itu,” jelas Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama, Kantor Kemenag Kota Blitar, Baharudin saat dikonfirmasi, Sabtu (19/1/2013).

Baharudin menguraikan, 6 sekolah itu yakni SDK SM, SDK dan SMPK YS, SMPK YG, SMAK dan SMK D. Sekolah itu, seharusnya sesuai PP No 55 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan menyediakan guru agama bagi agama-agama siswa.

“Kepala sekolah masih menunggu keputusan yayasan,” imbuhnya.

Baharudin menepis kabar yang menyebar lewat BBM, bahwa ada pemaksaan pengajaran agama Islam bagi sekolah itu. Memang sesuai peraturan Wali Kota Blitar, setiap sekolah negeri, siswa muslim dari SD sampai SMP, dan SMP masuk SMA wajib bisa membaca pengajaran al quran.

Menurut Baharudin, atas kasus ini, Sabtu siang ini, ada agenda pertemuan antara kepala sekolah se-Kota Blitar di Aula Dinas Pendidikan Daerah Kota Blitar.

“Ya, ditunggu nanti jam 13.00 WIB, ada rapat dengan semua kepala sekolah di bawah yayasan agama di Dikda Kota Blitar, membahas masalah ini, termasuk enam kepala sekolah swasta dimaksud juga akan hadir,” terangnya.

(gik/ndr)

Article source: http://life.viva.co.id/news/read/343815-adzan-buat-christian-gonzales-terpikat-islam


Tak Sediakan Guru Agama, Sekolah Favorit di Blitar Terancam Ditutup

Thursday, December 8, 2016

MTQ Mualaf Sukses, Kemenag Kaltara Salut

PROKAL.CO, TARAKAN - Sebagai puncak acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-2 Mualaf Kota Tarakan 2016, Minggu (6/11) dilaksanakan penutupan dan pemberian hadiah kepada para pemenang.  

Event tahunan yang digelar atas kerja sama Baznas Tarakan dan Kementerian Agama Kota Tarakan itu secara resmi ditutup oleh Wali Kota Tarakan yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkot Tarakan Ir. Jamaluddin. 

Hadir juga Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara H.Suriasyah, S.Ag, M.Pd. pejabat Kaltara yang baru dilantik bulan lalu itu secara khusus datang menyaksikan langsung MTQ Mualaf yang diketahuinya hanya ada satu-satunya di Indonesia. 

“Yang saya tahu ini hanya ada di Kota Tarakan, belum pernah ada di daerah-daerah lain. Tarakan ini memang luar biasa, meskipun kota kecil, di pulau yang kecil tetapi banyak mencetuskan gagasan-gagasan besar hingga di tingkat nasional,” puji Suriansyah dalam kesempatan sambutannya. 

Pejabat pertama di Kementerian Agama Kaltara ini merasa salut dan bangga atas sukses pelaksanaan MTQ Mualaf di Tarakan. Dirinya juga menjanjikan untuk memperjuangkan agar event tersebut dapat juga dilaksanakan di daerah lain se-Kaltara hingga ke tingkat provinsi.  â€œInsya Allah akan kami anggarkan nanti di Kementerian Agama Provinsi Kaltara, sehingga tahun depan atau di tahun berikutnya sudah bisa dilaksanakan MTQ yang sama di tingkat provinsi,” katanya yang langsung disambut aplaus dari para tamu undangan yang hadir. 

Di ujung acara, panitia membagikan hadiah kepada para pemenang dalam bentuk tropi, uang pembinaan ditambah hadiah dari donatur yaitu voucher menginap gratis di Swiss Belhotel, Royal, Paradise dan Galaxy Hotel, ditambah lagi tabungan dari Bank CIMB Niaga kepada seluruh pemenang I, II dan III. Kegiatan hiburan yang tak kalah menariknya adalah pembagian doorprize. Banyak hadiah menarik yang disediakan para donatur yaitu dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Hotel Tarakan Plaza, BRI, Kantor Pelayanan Pajak Pratama, BPK, CV. Menara Baru Express, Butik Robbani, Cantique, A2 Tiara, Telkomsel, Toko Barokah H.Seni, PT. Telkom dan beberapa donatur perorangan. 

Panitia pelaksana Syamsi Sarman mengungkapkan kepada Radar Tarakan, pihaknya sengaja memfasilitasi para donatur untuk mensponsori kegiatan ini, agar syiarnya lebih semarak dan untuk menggembirakan para mualaf. 

“Sebetulnya sudah ada tropi kejuaraan dan uang pembinaan dari panitia, tapi kami upayakan ada tambahan hadiah lagi biar lebih semarak dan menggembirakan para peserta. Dan Alhamdulillah banyak dukungan hadiah dari para donatur termasuk untuk meramaikan acara ini dengan doorprize. Ada tiket Tarakan-Balikpapan plus menginap di hotel berbintang di Balikpapan, ada kulkas, jam dinding, paket busana muslim, dan lain-lain,” ungkap Syamsi. (adv/har)

"

| Mualaf | Sukses, | Kemenag | Kaltara | Salut | PROKAL | strong> | TARAKAN | Sebagai | puncak | acara | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | Kota | 2016 | Minggu | dilaksan | penutupan | pemberian | hadiah | kepada | para | pemenang | p> Event | tahunan | yang | digelar | atas | kerja | sama | Baznas | Kementerian | Agama | secara | resmi | ditutup | oleh | Wali | diwakili | Asisten | Bidang | Ekonomi | Pembangunan | Setkot | Jamaluddin | p> Hadir | juga | Kepala | Provinsi | Kalimantan | Utara | Suriasyah | pejabat | baru | dilantik | bulan | khusus | datang | menyaksikan | langsung | diketahuinya | hanya | satu | satunya | Indonesia | p> “Yang | saya | tahu | pernah | daerah | lain | memang | luar | biasa | meskipun | kota | kecil | pulau | banyak | mencetuskan | gagasan | besar | tingkat | nasional | puji | Suriansyah | dalam | kesempatan | sambutannya | p> Pejabat | pertama | merasa | salut | bangga | sukses | pelaksanaan | Dirinya | menjanjikan | untuk | memperjuangkan | agar | event | tersebut | dapat | provinsi |  â€œInsya | Allah | kami | anggarkan | nanti | tahun | depan | atau | berikutnya | katanya | disambut | aplaus | tamu | undangan | hadir | p> Di | ujung | panitia | membagikan | bentuk | tropi | uang | pembinaan | ditambah | donatur | yaitu | voucher | menginap | gratis | Swiss | Belhotel | Royal | Paradise | Galaxy | Hotel | lagi | tabungan | Bank | CIMB | Niaga | seluruh | Kegiatan | hiburan | kalah | menariknya | adalah | pembagian | doorprize | Banyak | menarik | disedi | maskapai | penerbangan | Sriwijaya | Plaza | Kantor | Pelayanan | Pajak | Pratama | Menara | Baru | Express | Butik | Robbani | Cantique | Tiara | Telkomsel | Toko | Barokah | Seni | Telkom | beberapa | perorangan | p> Panitia | pelaksana | Syamsi | Sarman | mengungkapkan | Radar | pihaknya | sengaja | memfasilitasi | mensponsori | kegiatan | syiarnya | lebih | semarak | menggembir | mualaf | p> “Sebetulnya | kejuaraan | upay | tambahan | biar | peserta | Alhamdulillah | dukungan | termasuk | meramaikan | dengan | tiket | Balikpapan | plus | hotel | berbintang | kulkas | dinding | paket | busana | muslim | ungkap | (adv | har)< | p> |

Thank You Very Very Much for Read this News

Wednesday, August 21, 2013

Geliat Islam di Polandia

REPUBLIKA.CO.ID,


Muslimin dapat hidup damai dan tak pernah bersengketa dengan masyarakat setempat.


Polandia, negara di Eropa Tengah, ini jarang didengar gaungnya dalam menaungi kehidupan Muslimin. Namun siapa sangka, negara bekas komunis tersebut memiliki sejarah Islam yang panjang, yakni sekitar 600 tahun silam.
 
Islam pertama kali masuk ke Polandia dibawa oleh bangsa Tartar Muslim yang melarikan diri dari negara mereka akibat perang sipil.


Awalnya, mereka bermigrasi ke Lithuania. Namun, kemudian Raja Polandia merekrut mereka menjadi prajurit tangguh kaki tangan raja.
 
Para prajurit Tartar itu pun dengan gagah berani bertempur mengamankan Polandia dari berbagai ancaman luar, seperti gangguan Kerajaan Teknokil pada awal abad ke-15.


Mereka bahkan dikabarkan menjadi prajurit dalam Perang Wina di kubu Kerajaan Kristen Austro-Hongaria dalam melawan pasukan Turki Usmani.
 
Hingga ketika Polandia terlibat Perang Dunia II, pasukan Tartar ini masih menjadi militer tangguh negara. Dengan posisi penting sebagai ujung pedang negara, para prajurit Tartar itu tentu saja mendapat hak spesial.


Mereka setara dengan para bangsawan dan mendapat banyak hak istimewa serta fasilitas utama dari raja. Pasukan Tartar ini pun mendapat sebidang tanah untuk mereka tinggali dan membentuk komunitas.


Itulah komunitas Islam pertama di negara tetangga Jerman tersebut. Mereka pun kemudian menikahi wanita setempat dan mengenalkan Islam kepada keluarganya. Tak hanya itu, mereka juga diizinkan membangun masjid.


Menurut halaman Planeta Islam yang dipublikasikan komunitas Muslim Polandia, saat itu komunitas Muslim telah berjumlah sekitar 200 ribu orang dengan 160 masjid tegak berdiri.
 
Sayang beribu sayang, komunitas awal Islam ini meredup seiring bergantinya zaman. Semakin lama hidup di tengah mayoritas Kristen, mereka kemudian terbawa budaya dan tradisi masyarakat setempat.


Maka, mulai hilanglah nilai-nilai Islam yang ditanamkan generasi awal. Anak cucu pasukan Tartar pun memilih menjadi nasrani.
 
Kondisi Muslimin yang makin meredup itu pun kemudian diselamatkan oleh sekelompok Muslim yang membentuk sebuah organisasi pada 1917. Mereka menamakan diri sebagai “Persatuan Muslim Polandia”.


Namun, kondisi tak mendukung pergerakan mereka. Polandia di bawah rezim komunis mengakibatkan penurunan jumlah Muslimin yang besar. Pasalnya, banyak Muslimin yang dideportasi ke Siberia, tanah mereka pun dirampas, dan masjid-masjid ditutup.
 
Disebutkan oleh Planeta Islam, jumlah Muslimin pasca-insiden tersebut tersisa sekitar 5.000 orang. Puluhan masjid pun tersisa dua saja, yakni di Bohoniki dan Kruszyniany.


Tak hanya minim secara kuantitas, Muslimin kala itu juga minim kualitas. Pemahaman mereka terhadap agama sangat buruk sehingga rawan terjadi konversi iman. Apalagi, tak adanya lembaga yang memberikan mereka pendidikan syariat.
 
Mati surinya Muslimin Polandia ini pun kemudian bangkit ketika banyak imigran Muslim dari bangsa Arab. Semangat Islam kemudian digalakkan kembali. Kelompok yang berada di garda terdepan dakwah Islam saat itu justru para mahasiswa Muslim. 


Pada 1989 mereka membentuk Perkumpulan Mahasiswa Muslim Polandia. Organisasi ini kemudian membenahi pendidikan Islam Muslimin yang dimulai dari anak-anak. “Mereka mendirikan beberapa pendidikan Islam dasar untuk anak-anak Tatar,” dikutip dari Islamweb.
 
Sejak itulah Islam kembali menggeliat di Polandia. Saat ini, jumlah Muslimin lebih dari 30 ribu jiwa dengan komposisi Tartar, sang Muslimin awal hanya 5.000 jiwa. Kemudian, Muslim imigran asing sekitar 25 ribu serta Muslimin setempat atau para mualaf sekitar 500 hingga seribu orang.
 
Dalam kehidupan sehari-hari, Muslimin Polandia masih memiliki banyak hambatan. Dalam pangan misalnya, mereka hanya memiliki satu toko halal yang berlokasi di ibu kota, Warsawa.


Banyaknya jumlah masjid yang ditutup pun membuat mereka kekurangan fasilitas ibadah. Masjid tak pernah cukup menampung jamaah. Tak hanya itu, Muslimin di sana juga berada di bawah garis kemiskinan.
 
Dalam pendidikan Islam pun, Muslimin masih membutuhkan banyak literatur Islam. Bahkan, untuk terjemahan Alquran, terdapat satu karya terjemah dari era Tartar abad ke-19.


Namun, terjemahan itu pun baru rampung sebagian. Bagian yang tersisa justru dirampungkan oleh seorang orientalis non-Muslim bernama Jozef Bielawski serta sebagian lain oleh kelompok Ahmedija.
 
Kendati banyak memiliki kesulitan, Muslimin Polandia hidup bahagia. Mereka dapat hidup damai dan tak pernah bersengketa dengan masyarakat setempat. Dibanding negara Eropa sekitarnya, Muslimin Polandialah yang dapat merasakan hidup tenteram tanpa diskriminasi sodial.
 
Untuk menjaga keharmonisan dengan agama mayoritas, terdapat dewan umum di Polandia yang menanganinya. Dewan Katolik dan Muslim merupakan salah satu lembaga yang memediasi dialog antaragama di negara tersebut.


Anggota dewan itu sekaligus ketua komunitas Muslim di kawasan Bialystok, Halima Szahidewicz, menuturkan, tak pernah ada pertikaian ataupun ketegangan dalam hubungan antaragama. Kondisi damai tersebut pun telah berlaku sejak generasi Muslim pertama Polandia.


“Banyak sekali hal yang berubah dalam 600 tahun terakhir, tapi ada satu hal yang tak berubah, yakni toleransi terhadap kami Muslimin,” ujarnya.



Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Geliat Islam di Polandia

Sunday, February 24, 2013

Imlek dan Cap Go Meh

Imlek dan Cap Go Meh

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Minggu, 24/02/2013 04:02 WIB • 103 klik

H. Sutan Zaili Asril

ADALAH Cap Go Meh (juga disebut Festival Lentera/Lantern Festival) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari perayaan Tahun Baru Imlek di lingkungan  komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap atau chap berarti Sepuluh, go berarti lima, dan meh berarti malam). Ini juga berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama lima belas hari. Perayaan Cap Go Meh lazimnya dira­ya­kan dengan jamuan/makan besar dan berbagai kegiatan lainnya. Di Taiwan, misalnya, Cap Go Meh dirayakan sebagai Festival Lampion (Lantern Festival). Sedang di Asia Tenggara, Cap Go Meh dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, ketika perempuan/gadis yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut—suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

 

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia (di Kota Makassar, misalnya) diadakan secara rutin tiap setahun sekali. Di hari perayaan Cap Go Meh, daerah pecinaan Kota Makassar akan ditutup untuk kendaraan sejak pukul 10.00 WITA pagi, namun prosesi perarakan Cap Go Meh atau yang biasa disebut Karnaval Budaya Nusantara dimulai pukul 14.00 WITA, wali kota Makassar melepas puluhan ekor burung. Perarakan (karnaval) Cap Go Meh diawali rombongan Bhinneka Tunggal Ika antara lain terdiri atas berbagai tokoh agama/masyarakat diikuti Dara/Daeng Makassar, terus ke Kelenteng Kwang Kong, masyarakat Kajang Bulukumba/Vihara Dharma Loka, kelompok adat Aluktudolo Tana Toraja/Kelenteng Xian Ma, kelompok adat Bone/Kelenteng Pan Ku Ong, dari Galesong Kabupaten Takalar/Vihara Dharma Agung, Komunitas Bissu dari Segeri/Kabupaten Pangkep/Ma­pan­bumi/Kelompok Adat Mappasili Pallawa/Vihara Girinaga. Terakhir di­tutup Yayasan Budha Tzu Chi mem­bersihkan sampah di sepanjang jalan dilalui rombongan prosesi. Hampir setiap klenteng mengarak dewa/dewi. Klenteng Kwan Kong mengarak Dewa Kwan Kong sebagai dewa perang dan Dewi Kwan Im sebagai pembawa cinta kasih. Vihara Dharma Loka mengarak Dewa Cho Sua Kong atau dewa pengo­batan, dan Klenteng Xian Ma mem­bawa Dewi Xian Ma.

 

Mungkin, semua kita sudah tahu, Cap Go Meh adalah hari raya penutupan rangkaian acara perayaan Tahun Baru Imlek (Tahun Baru Saka/Cina) yang dirayakan tiap tanggal 15 Chia Gwee dalam penanggalan Tionghoa (Imlek). Biasanya, saat itu terang bulan pertama pada tahun baru Imlek. Bagi kaum tani Tionghoa/China ini adalah hari yang penting. Mereka umumnya akan melakukan persiapan satu minggu (menyebar benih) yang ditanam dalam dua-tiga minggu kemudian. Mereka mela­ku­kan turun ke sawah dengan segala perhitungan—salah-salah mereka bisa ke­laparan. Para petani baru sem­bahyang cheng beng (untuk/men­yembah leluhur) setelah selesai ber­tanam padi. Tanaman padi mereka akan dipanen kelak saat summer pada 5-6 bulan kemudian. Padi ditumbuk menjadi beras sebulan setelah panen (bulan kedelapan—menjelang pera­yaan Imlek/Cap Go Meh berikutnya). Jadi, terang bulan Cap Go Meh adalah pesta mooncake dan diramaikan dengan harvest festival. Perayaan hari Cap Go Meh dimeriahkan dengan festival lampion, karnaval barong-liong (barongsai-liongsai), makan ketupat Cap Go Meh, dan berbagai perayaan lainnya.

 

AKAN HALNYA Tahun Baru Im­lek pula, aslinya Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dila­kukan para petani di Cina biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan berkaitan pesta para petani men­yam­but musim semi. Perayaan ini dimulai tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir tanggal 15 bulan pertama. Acara meliputi sembahyang Imlek, sem­bahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan per­sem­bahyangan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, men­jamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan te­tangga. Karena perayaan Imlek berasal dari budaya petani, segala bentuk persembahan berupa berbagai jenis makanan. Tiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Di Cina, hidangan wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak. Di Indonesia, yang dipilih adalah hidangan mempunyai arti kemak­muran, panjang umur, keselamatan, atau kebahagiaan, yang merupakan hidangan kesukaan leluhur.

 

Kue-kue yang dihidangkan akan lebih manis daripada biasa. Diha­rap­kan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Juga dihi­dang­kan kue lapis sebagai perlambang rezeki berlapis-lapis. Kue mangkok dan kue keranjang merupakan ma­ka­nan wajib dihidangkan di saat per­sembahyangan menyambut datang tahun baru Imlek. Biasanya, kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Ada makanan yang dihindari dan tak dihidangkan, misalnya bubur. Bubur tidak dihidangkan karena makanan ini lebih melambangkan kemiskinan. Kedua belas hidangan, lalu disusun di meja sembahyang yang bagian depan digantungi dengan kain khusus yang biasa bergambar naga berwarna merah. Pemilik rumah lalu berdoa memanggil para leluhurnya men­yantap hidangan disuguhkan.

 

Di malam tahun baru orang-orang biasa bersantap di rumah/di restoran. Se­lesai makan malam mereka bega­dang semalam suntuk dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki bisa leluasa masuk ke rumah. Pada waktu ini disediakan camilan khas Imlek berupa kuaci, kacang, dan permen. Pada waktu Imlek, makanan yang tidak boleh dilupakan adalah kue lapis legit, kue nastar, kue semprit, kue mawar, dan manisan kolang-kaling. Agar pikiran jadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol kehidupan yang terang. Tujuh hari sesudah hari Imlek dila­ku­kan persembahyangan kepada Sang Pencipta. Tujuannya adalah sujud kepadaNya dan memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru dimasuki. Lima belas hari sesudah Imlek dilakukan sebuah perayaan yang disebut Cap Go Meh. Warga keturunan Cina di Semarang, misalnya, mera­yakan dengan menyuguhkan lontong Cap Go Meh, terdiri dari lontong, opor ayam, lodeh terung, telur pindang, sate abing, dan sambal docang. Di Jakarta, menunya lontong, sayur godog, telur pindang, dan bubuk kedelai. Saat perayaan Imlek juga dirayakan ber­bagai macam keramaian, festival dan karnaval, yang menyuguhkan antara lain atraksi barongsai atau liongsai dan kembang api.

 

SEBETULNYA, kita—setidaknya seorang Cucu Magek Dirih—mele­takkan warga Cihna/keturunan Tiong­hoa sebagai/dalam perspektif warga negara Indonesia (UU Nomor 12/2006 tentang Warga Negara). Yang masih membuat perbedaan hanya keturunan—sebagai mana ada warga negara Indonesia keturuan Arab/keturunan India dan tentu saja berbe­da agama dan secara sub-etnik/suku bangsa (Jawa/Batak/Minang/Bugis, misalnya), serta beda budaya/adat/tradisi (dalam perspektif Bhinneka Tunggal Ika). Kita tidak dapat mem­vonis satu warga sebagai keturunan Arab/India/Cina sebagai tak memiliki hak/kewajiban yang berbeda. Setiap warga negara adalah sama, sama ada berbeda asal-usul (keturunan Arab/India/China, misalnya), atau berbeda suku bangsa (Jawa/Batak/Minang/Bugis dan lainnya, misalnya), dan atau beda agama (keturunan apa pun dan atau suku bangsa apa pun), tidak lagi menjadi masalah.

 

Misalnya, warga keturunan Tiong­hoa seperti pernah dikemukakan beberapa sahabat Cucu Magek Dirih dari Pondok, bukanlah keinginan mereka sejak dari dalam kandungan dilahirkan sebagai keturunan China—kalau mereka boleh/dapat memilih—kalau karena keturunan China lalu hak/kewajiban mereka didis­krimi­nasikan. Sama ada, warga RI ketu­runan Arab/keturunan India/ketu­runan Tionghoa bebas memeluk/menganut agama. Warga keturunan (Arab/India/China, misalnya) boleh jadi beragama Islam, Kristen, Budha, dan atau Hindu, serta Kong Hu Chu, misalnya—sama ada warga RI yang sub-etniknya Jawa/Batang/Minang/Bugis, misalnya, juga bebas memeluk agama diakui di Indonesia. Yang pasti semua warga negara (keturunan atau suku bangsa berbeda), sama-sama mempunyai hak dan kewajiban sama sebagai waarga negara.

 

Warga negara Indonesia ketu­runan China, misalnya, ada yang beragama Kong Hu Chu, Budha, Hindu, Kristen, dan atau Islam, sama halnya warga suku bangsa Jawa/Batak/Bugis, misalnya, memeluk agama-agama yang disebutkan. Kita tidak dapat melakukan sikap/perlakuan diskriminasi di antara sesama warga negara. Justru dalam perspektif/pandangan Cucu Magek Dirih, sebagaimana halnya kita di Padang ini dan atau provinsi Sumatra Barat, idealnya memandang warga negara Indonesia keturunan Tionghoa/Cina sebagai saudara dan memandang budaya dan adat/tradisi warga negara Indonesia keturunan China/Tionghoa sebagai kekayaan budaya Indonesia. Sejauh ini, justru warga keturunan China/Tionghoa yang tak banyak mengeluh karena masih diperlakukan berbeda/didiskriminasikan oleh warga negara Indonesia lainnya—tidak ter­ba­ya­ng­kan bilamana pemerintah daerah/aparat pemerintah daerah pula masih mendiskriminasi mereka pula? 

 

Mungkin akan dipandang berle­bihan oleh sebagian kita bilamana Cucu Magek Dirih mengatakan, sela­yak­nya kita di Padang menyemangati warga Pondok sekitarnya, misalnya, untuk merayakan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh sebagai keramaian/kemeriahan dan atau festival/karnaval bagi saudara kita di Pondok—tidak ada halangan bagi mereka melakukan perayaan Imlek dan Cap Go Meh sebagai khazanah/kekayaan budaya bangsa Indonesia di Padang, tapi, juga menjadi sebagai khazanah/kekayaan dan daya tarik wisatawan datang. Kalau saja kita mendorong warga Pondok melakukan perayaan pesta tahunan Imlek/Cap Go Meh yang direncanakan dan dipersiapkan den­gan saksama/baik—sebagai agen­da pariwisata khas di Padang, misalnya, dipromosikan dengan gen­car, mu­ngkin menarik wiatawan datang ke Padang—sebagaimana Malaysia suk­ses mengembangkan agenda wisa­tanya dan sukses mendatangkan wistawan. (*)

[ Red/Administrator ]

Article source: http://artis.inilah.com/read/detail/1955737/diego-michiels-mualaf


Imlek dan Cap Go Meh

Sunday, December 30, 2012

Haram! Hura-hura di Tahun Baru

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) menyerukan masyarakat Aceh tidak melakukan kegiatan hura-hara pada malam pergantian tahun karena kegiatan seperti itu masuk kategori haram.

Imbauan mengisi malam pergantian tahun dengan zikir, doa, dan renungan diserukan oleh MPU Aceh dan MPU kabupaten/kota sehubungan akan masuknya tahun baru Masehi 2013.

“Jangan merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Hindari kegiatan hura-hura seperti bakar mercon, tiup terompet, dansa, serta tindakan yang melanggar syariat Islam. Menyambut tahun baru dengan hura-hura haram,” tandas Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali kepada Serambi, Minggu (30/12/2012) malam.

Tgk Faisal berharap masyarakat Aceh tidak menyambut tahun baru dengan cara-cara nonmuslim. Dianjurkan mengisi malam pergantian tahun dengan tausiah, zikir, dan renungan terhadap perbuatan yang dilakukan setahun lalu. “Jangan tiup terompet. Tiup terompet bukan budaya Islam. Kita orang beriman. Munculkan ciri islami karena itu karakternya Aceh,” katanya. “Pemerintah bersama aparatnya harus mengawasi secara ketat agar perayaan tahun baru tidak memunculkan hal-hal yang meresahkan,” pungkas Tgk Faisal.

Ketua MPU Aceh Utara, Tgk H Mustafa Ahmad, mengingatkan umat Islam agar tidak menyambut Tahun Baru 2013 dengan pesta pora, apalagi meniup terompet, membakar lilin, atau duduk berbaur pria dan wanita nonmuhrim, sebab semua itu merupakan perbuatan setan dan tergolong maksiat.

Imbauan itu disampaikan Tgk Mustafa Ahmad melalui Serambi, Minggu (30/12), menjelang tutup tahun 2012 dan masuknya tahun 2013 terhitung pukul 00.01 malam ini.

Menurut Tgk Mustafa, umat Islam baru saja menyambut tahun barunya, yakni Tahun Baru 1434 Hijriah yang bertepatan dengan 15 November 2012. “Cuma itu tahun baru kita selaku umat Islam. Oleh karenanya, umat Islam di daerah ini tidak perlu ikut-ikutan merayakan pergantian tahun 2012 ke tahun 2013. Apalagi sampai membakar lilin, bakar mercon, dan berpesta pora pakai keyboard segala,” kata ulama yang dijuluki “Abu Paloh Gadeng” ini.

Di akhir pembicaraannya dengan Serambi, Abu Paloh Gadeng menekankan, “Jangan sampai saat pergantian tahun Masehi syariat Islam dikotori dengan maksiat sekecil apa pun yang tidak membawa manfaat.”

Imbauan serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Lhokseumawe, Tgk H Misran Fuadi, dan Kepala DSI Bireuen, Drs Jamaluddin SE MM.

Tgk Misran Fuadi memperkirakan besarnya peluang terjadinya maksiat tinggi pada malam pergantian tahun baru yang melibatkan kawula muda.

“Prediksi ini berdasarkan pengalaman tiap malam tahun baru yang sudah-sudah. Banyak muda-mudi yang menyemarakkan malam tahun baru dengan maksiat. Misalnya, berdua-duaan di tempat sepi atau berduaan di atas kendaraan sambil keliling kota, tanpa malu pada orang sekitar,” ujar Tgk Misran Fuadi.

Kepala DSI Bireuen, Drs Jamaluddin SE MM juga tidak menginginkan penyambutan tahun dengan pesta kembang api atau berhura-hura. “Pesta kembang api bukanlah budaya masyarakat Aceh dalam menyambut tahun baru, tapi itu budaya luar yang berkembang di lingkungan masyarakat Aceh. Sebaiknya ditiadakan,” imbuhnya.

Ia anjurkan umat Islam di daerahnya untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat (mubazir), apalagi yang menjurus ke maksiat.

Malam ini, mulai pukul 22.00 hingga 02.00 WIB dini hari, seluruh ruas jalan dan persimpangan yang mengarah ke Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, ditutup untuk lalu lintas kendaraan roda dua dan empat. Ruas jalan yang ditutup itu dialihkan untuk pejalan kaki serta kegiatan masyarakat lainnya yang terbebas dari polusi udara saat menyambut detik-detik pergantian tahun 2012-2013.

Informasi penutupan semua akses ke bundaran Simpang Lima disampaikan Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Drs Unggul Sediyantoro MSi kepada Serambi, Minggu (30/12).

Menurut Unggul, untuk ketertiban dan kelancaran malam pergantian tahun itu, tidak kurang 800 petugas gabungan dari Polda Aceh, Polresta, Pomdam IM, Prajurit TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP diturunkan. “Jalur-jalur yang masuk car free night (malam bebas kendaraan) dikhususkan bagi pejalan kaki yang telah memarkirkan kendaraannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Di jalur car free night juga diperboleh bagi mereka pengguna sepeda serta aktivitas lain yang tidak mengganggu dan menimbulkan polusi udara,” pungkas Unggul.

Tujuan penutupan sejumlah ruas jalan tersebut, menurut Unggul agar tercipta kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan lain, terutama bagi mereka yang memiliki keperluan bersifat emergency, misalnya penanganan cepat medis. “Belajar dari pengalaman dan pemantauan pada malam pergantian tahun sebelumnya, selain menimbulkan kesemrautan dan kemacetan panjang, juga banyak ruas jalan yang sulit dilalui. Kami juga mengimbau seluruh warga yang memarkirkan kendaraannya agar memasang kunci tambahan,” kata Unggul.

Dirlantas Polda Aceh menyebutkan, jalur yang tetap dibuka, yakni pengguna jalan yang datang dari arah Darussalam berbelok ke kanan memasuki Jalan Syiah Kuala dan Jalan Pocut Baren (Jambo Tape) serta ke Jalan T Hasan Dek, hingga Simpang Surabaya. Selanjutnya Jalan Chik Ditiro , Jalan Chik Pante Kulu (depan Masjid Raya Baiturrahman), Jalan Muhammad Jam, Jalan KHA Dahlan, dan Jalan Tepi Kali Krueng Aceh.(mir/swa/ib/bah/yus)

Liputan Khusus Tahun Baru 2013

Baca juga:

  • Kapolri Dijadwalkan Tinjau Pelabuhan Bakauheni Pagi Ini
  • Pembakar Rumah Asal Singapura Siap Disidang di Batam
  • 300 Karyawan di Bintan Segera Di-PHK



Haram! Hura-hura di Tahun Baru

Thursday, December 8, 2016

MTQ Mualaf Sukses, Kemenag Kaltara Salut

PROKAL.CO, TARAKAN - Sebagai puncak acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-2 Mualaf Kota Tarakan 2016, Minggu (6/11) dilaksanakan penutupan dan pemberian hadiah kepada para pemenang.  

Event tahunan yang digelar atas kerja sama Baznas Tarakan dan Kementerian Agama Kota Tarakan itu secara resmi ditutup oleh Wali Kota Tarakan yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkot Tarakan Ir. Jamaluddin. 

Hadir juga Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara H.Suriasyah, S.Ag, M.Pd. pejabat Kaltara yang baru dilantik bulan lalu itu secara khusus datang menyaksikan langsung MTQ Mualaf yang diketahuinya hanya ada satu-satunya di Indonesia. 

“Yang saya tahu ini hanya ada di Kota Tarakan, belum pernah ada di daerah-daerah lain. Tarakan ini memang luar biasa, meskipun kota kecil, di pulau yang kecil tetapi banyak mencetuskan gagasan-gagasan besar hingga di tingkat nasional,” puji Suriansyah dalam kesempatan sambutannya. 

Pejabat pertama di Kementerian Agama Kaltara ini merasa salut dan bangga atas sukses pelaksanaan MTQ Mualaf di Tarakan. Dirinya juga menjanjikan untuk memperjuangkan agar event tersebut dapat juga dilaksanakan di daerah lain se-Kaltara hingga ke tingkat provinsi.  â€œInsya Allah akan kami anggarkan nanti di Kementerian Agama Provinsi Kaltara, sehingga tahun depan atau di tahun berikutnya sudah bisa dilaksanakan MTQ yang sama di tingkat provinsi,” katanya yang langsung disambut aplaus dari para tamu undangan yang hadir. 

Di ujung acara, panitia membagikan hadiah kepada para pemenang dalam bentuk tropi, uang pembinaan ditambah hadiah dari donatur yaitu voucher menginap gratis di Swiss Belhotel, Royal, Paradise dan Galaxy Hotel, ditambah lagi tabungan dari Bank CIMB Niaga kepada seluruh pemenang I, II dan III. Kegiatan hiburan yang tak kalah menariknya adalah pembagian doorprize. Banyak hadiah menarik yang disediakan para donatur yaitu dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Hotel Tarakan Plaza, BRI, Kantor Pelayanan Pajak Pratama, BPK, CV. Menara Baru Express, Butik Robbani, Cantique, A2 Tiara, Telkomsel, Toko Barokah H.Seni, PT. Telkom dan beberapa donatur perorangan. 

Panitia pelaksana Syamsi Sarman mengungkapkan kepada Radar Tarakan, pihaknya sengaja memfasilitasi para donatur untuk mensponsori kegiatan ini, agar syiarnya lebih semarak dan untuk menggembirakan para mualaf. 

“Sebetulnya sudah ada tropi kejuaraan dan uang pembinaan dari panitia, tapi kami upayakan ada tambahan hadiah lagi biar lebih semarak dan menggembirakan para peserta. Dan Alhamdulillah banyak dukungan hadiah dari para donatur termasuk untuk meramaikan acara ini dengan doorprize. Ada tiket Tarakan-Balikpapan plus menginap di hotel berbintang di Balikpapan, ada kulkas, jam dinding, paket busana muslim, dan lain-lain,” ungkap Syamsi. (adv/har)

"

| Mualaf | Sukses, | Kemenag | Kaltara | Salut | PROKAL | strong> | TARAKAN | Sebagai | puncak | acara | Musabaqah | Tilawatil | Quran | (MTQ) | Kota | 2016 | Minggu | dilaksan | penutupan | pemberian | hadiah | kepada | para | pemenang | p> Event | tahunan | yang | digelar | atas | kerja | sama | Baznas | Kementerian | Agama | secara | resmi | ditutup | oleh | Wali | diwakili | Asisten | Bidang | Ekonomi | Pembangunan | Setkot | Jamaluddin | p> Hadir | juga | Kepala | Provinsi | Kalimantan | Utara | Suriasyah | pejabat | baru | dilantik | bulan | khusus | datang | menyaksikan | langsung | diketahuinya | hanya | satu | satunya | Indonesia | p> “Yang | saya | tahu | pernah | daerah | lain | memang | luar | biasa | meskipun | kota | kecil | pulau | banyak | mencetuskan | gagasan | besar | tingkat | nasional | puji | Suriansyah | dalam | kesempatan | sambutannya | p> Pejabat | pertama | merasa | salut | bangga | sukses | pelaksanaan | Dirinya | menjanjikan | untuk | memperjuangkan | agar | event | tersebut | dapat | provinsi |  â€œInsya | Allah | kami | anggarkan | nanti | tahun | depan | atau | berikutnya | katanya | disambut | aplaus | tamu | undangan | hadir | p> Di | ujung | panitia | membagikan | bentuk | tropi | uang | pembinaan | ditambah | donatur | yaitu | voucher | menginap | gratis | Swiss | Belhotel | Royal | Paradise | Galaxy | Hotel | lagi | tabungan | Bank | CIMB | Niaga | seluruh | Kegiatan | hiburan | kalah | menariknya | adalah | pembagian | doorprize | Banyak | menarik | disedi | maskapai | penerbangan | Sriwijaya | Plaza | Kantor | Pelayanan | Pajak | Pratama | Menara | Baru | Express | Butik | Robbani | Cantique | Tiara | Telkomsel | Toko | Barokah | Seni | Telkom | beberapa | perorangan | p> Panitia | pelaksana | Syamsi | Sarman | mengungkapkan | Radar | pihaknya | sengaja | memfasilitasi | mensponsori | kegiatan | syiarnya | lebih | semarak | menggembir | mualaf | p> “Sebetulnya | kejuaraan | upay | tambahan | biar | peserta | Alhamdulillah | dukungan | termasuk | meramaikan | dengan | tiket | Balikpapan | plus | hotel | berbintang | kulkas | dinding | paket | busana | muslim | ungkap | (adv | har)< | p> |

Thank Very Much for Visit this News

Saturday, January 19, 2013

Sandera tewas dalam operasi di Aljazair

Truk tentara Aljazair di Tigantourine

Belum disebutkan kebangsaan dari sandera yang tewas saat operasi pembebasan.

Pasukan Aljazair menewaskan 11 militan Islam dalam upaya pembebasan sandera di kompleks gas alam di gurun pasir Sahara.

Namun tujuh sandera tewas lebih dulu dibunuh oleh para militan, seperti dilaporkan kantor berita Aljazair, APS.

Warga asing -antara lain
Klik

Inggris, Norwegia dan Jepang-
Klik

termasuk dalam yang disandera namun kebangsaan dari korban yang tewas tidak disebutkan.

Beberapa saat sebelum operasi dilancarkan, pimpinan kelompok penyandera, Abdul Rahman al-Nigeri, mengatakan pemerintah harus memilih antara berunding dengan mereka atau sandera akan mati.

Dia mengatakan ranjau darat sudah dipasang di kawasan kompleks gas alam Tigantourine sudah dan mengancam akan meledakkan kompleks jika tentara Aljazair menyerbu masuk.

Fasilitas gas alam Tigantourine sudah dikepung oleh pasukan Aljazair sejak Kamis 17 Januari, sehari
Klik

setelah dikuasai kelompok militan Islam.

Operasi pembebasan sebelumnya menewaskan sejumlah sandera sementara kelompok penyandera tidak berhasil dilumpuhkan dan tetap menahan sekitar 35 orang.

Hari Jumat (18/01), sekitar 573 warga Aljazair dan sekitar 100 dari 132 warga asing yang bekerja di kompleks tersebut berhasil dibebaskan.

Fasilitas gas alam Tigantourine yang dioperasikan oleh perusahaan Aljazair, Inggris dan Norwegia ini terletak di dekat kota Amenas, sekitar 100km dari perbatasan Aljazair dengan Libia.

Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/19/121321/2147152/10/tak-sediakan-guru-agama-sekolah-favorit-di-blitar-terancam-ditutup?9922022


Sandera tewas dalam operasi di Aljazair

Thursday, May 23, 2013

Ratusan Polisi Disebar Pasca Pembunuhan Sadis Tentara Inggris



foto: Reuters

London, – Situasi kota Woolwich, Londor timur, Inggris pasca pembunuhan sadis seorang tentara, kini tenang. Sebelumnya sempat sempat terjadi bentrokan kecil antara ratusan orang pendukung English Defense League (EDL) dengan polisi.

Bentrokan itu terjadi saat mereka menggelar aksi demo anti-Islam, beberapa jam setelah pembunuhan tentara Inggris di siang hari bolong.


Berdasarkan pantauan langsung detikcom, Kamis (23/5/2013), saat ini, ratusan polisi masih dikerahkan dan disebar ke seluruh pusat keramaian di Woolwich, yang pagi ini terlihat normal tapi lenggang. Sejumlah helikopter polisi pun masih berputar-putar sepanjang pagi memantau situasi.


Sementara barak militer Woolwich yang hanya berjarak 500 meter dari pusat kota, dan tempat pembunuhan terjadi, kini memperketat penjagaan.


Atas kejadian mengerikan pada Rabu, 22 Mei siang waktu setempat tersebut, wilayah pusat kota Woolwich untuk sementara masih ditutup. Alur lalu lintas dialihkan menjauhi pusat kota. Kemacetan pun terjadi karena Woolwich mempunyai jalur sibuk menuju kota London.


Sementara stasiun kereta Woolwich Arsenal yang menjadi bagian jalur kereta api ke London, tetap dibuka normal walau terlihat sepi saat jam sibuk. Sebabnya, orang-orang menghindari masuk ke Woolwich dan memilih menggunakan stasiun lain.


Masjid Greenwich yang terletak tak jauh dari pusat kota Woolwich juga dijaga ketat. Sementara itu, masyarakat muslim Somalia yang terkonsentrasi di daerah Woolwich, terlihat bersama penduduk lokal meletakkan bunga tanda belangsukawa di tempat pembunuhan terjadi.


Dua pelaku tertembak oleh polisi pasca pembunuhan tentara Inggris yang terjadi di John Wilson Street pada Rabu (22/5) pukul 14:20 waktu setempat. Menurut saksi mata, korban diserang membabi-buta hingga tewas oleh dua pria berkulit hitam itu.


Salah seorang pelaku tampak terekam kamera tengah mengacungkan pisau pemotong daging berlumuran darah dan membuat pernyataan politis. “Anda semua tidak akan pernah aman. Ganti pemerintahan Anda, mereka tidak peduli pada Anda,” serunya.



Reportase Sore


(ita/ita)







Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=57178


Ratusan Polisi Disebar Pasca Pembunuhan Sadis Tentara Inggris

Friday, July 26, 2013

Subhanallah, cantik dan megahnya Masjid Qolsarif di Rusia ini


Masjid berarsitektur indah yang didominasi warna biru dan putih ini merupakan masjid terbesar di Rusia, bahkan di Eropa yang berada di wilayah Kazan. Di Rusia, Islam adalah agama terbesar setelah Kristen Ortodok. Pada masa pemerintahan Presiden Vladimir Putin, Islam di Rusia mulai mendapat perhatian khusus. Masjid-masjid yang pernah ditutup pada masa Uni Soviet perlahan kembali dibuka dan aktif. Ratusan masjid mulai dibangun di berbagai tempat di Rusia yang terdapat banyak komunitas muslim.



Tahun 2005 masjid yang juga disebut Kul Sharif ini didirkan bertepatan dengan seribu tahun Kota Kazan. Dinamakan Kul Sharif, untuk menghormati pahlawan nasional mereka dari etnis Tatar bernama Kul Sharif. Kul Sharif atau juga Qolsarif meninggal dunia dengan sejumlah muridnya ketika mempertahankan Kazan dari pendudukan Rusia tahun 1.552.



Masjid yang dirancang dengan megah ini bisa menampung sekitar setengah ribu orang dan di alun-alunnya bisa menampung sekitar sepuluh ribu orang. Bangunan masjid mempunyai delapan menara masing-masing tingginya 57 meter. Kubah-kubahnya memiliki bentuk dan corak dekoratif khas Kazan, berbentuk seperti mahkota khan pada masa Kekhazanan Kaza sekitar abad ke-16.



Sebenarnya masjid ini dibangun pada abad ke-16 di Kazan Kremlin (benteng). Bangunan ini memiliki minaret (menara), keduanya dalam bentuk cupola (kanan) dan tenda (kiri). Bentuknya bergaya tradisional Volga Bulgaria, dengan sentuhan elemen Renaisans awal dan arsitektur Ottoman (Turki Utsmani). Saat penyerangan ke Kazan tahun 1.552 masjid ini dihancurkan oleh Rusia.



Bangunan masjid didesain oleh para arsitek Rusia bernama Sayfullin dan S Shakurov. Interiornya dirancang oleh A Sattarov. Sentuhan tradisional tidak menghilangkan kesan modern dari masjid ini. Beberapa temuan sejarah menjelaskan Islam telah ada di wilayah Federasi Rusia sejak abad ke-10. Persisnya di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan dan salah satu kota terbesar di Rusia yang masuk wilayah Eropa Timur.



Penjelasan tersebut merujuk pada penemuan masjid yang diyakini berusia seribu tahun lebih. Para arkeolog menemukan reruntuhan lain berupa bebatuan putih di dekat salah satu benteng kuni. Menurut peneliti, bangunan itu menghadar ke arah Mekkah. Di lokasi bekas temuan reruntuhan masjid itulah berdiri megah masjid Qolsarif. Paduan warna putih dan biru dari masjid ini mengingatkan kita pada gradasi langit biru yang cerah dan indah, serta menawan.



Qolsarif terdiri dari dua tingkat. Lantai atas untuk ruang salat sedangkan di bawah digunakan untuk keperluan pendidikan, museum dan administrasi. Di halaman ada dua paviliun besar dan kolam dengan ornamen Timur Yengah. Masjid ini menjadi titik lanskap terpenting di Kazan. Di sini juga terdapat ruang perpustakaan, ruang publikasi dan ruang khusus bagi para Imam.



Masjid ini berdampingan dengan sebuah katedral. Kini masjid tersebut sering digunakan untuk kepentingan umat muslim di Rusia serta menjadi islamic center untuk merayakan hari raya, dan hari-hari besar keagamaan lainnya. | berbagai sumber



Lihat vide kemegahan dan cantiknya interior Qolsarif di sini


Article source: http://www.tribunnews.com/2012/06/17/hti-adalah-partai-politik-islam


Subhanallah, cantik dan megahnya Masjid Qolsarif di Rusia ini

Wednesday, June 12, 2013

Kaasiyaatun 'Aariyaat

Ali r.a. berkunjung kepada Nabi saw. bersama Fatimah r.anha. Nabi saw sedang menangis terisak. Ali bertanya, “Bapak dan Ibuku menjadi tebusan atas kesedihanmu, hai Rasulullah, apa sebenarnya yang menyebabkan engkau menangis ?”


Rasulullah saw menjawab, “Hai Ali pada malam ketika aku diisra’kan ke langit, kulihat beragam wanita dari umatku disiksa di neraka, aku menangis karena beratnnya siksaan itu. Aku lihat wanita digantung rambutnya dan otaknya mendidih. Ada wanita digantung dengan lidahnya, sedang air mendidih dituang ke tenggorokan. Ada lagi wanita kedua kakinya dipasung hingga buah dada dan kedua tangannya terbelenggu di ubun-ubun. Allah Swt perintahkan ular dan kalajengking untuk menyiksa. Ada wanita digantung dengan kedua buah dadanya. Ada wanita berkepala babi dan berbadan keledai, mengalami beribu siksa. Ada wanita berbentuk anjing, sedang api neraka membakar dirinya masuk melalui lubang mulut dan keluar melalui duburnya, sementara para malaikat memukulinya dengan godam panas.”


Fatimah r.anha bangkit dan berkata, “Wahai kekasih dan permata hatiku, sesungguhnya apa yang mereka lakukan dengan siksa seberat itu ?” Rasulullah saw: “Wahai putriku, perempuan digantung dengan rambut sendiri karena tak menutup rambut dari pandangan lelaki lain. Perempuan digantung menggunakan lidah karena menyakiti suami. Perempuan digantung dengan kedua buah dada karena mengotori tempat tidur (bersetubuh dengan lelaki lain). Perempuan dipasung kedua kakinya dan kedua tangannya dirantai ke ubun-ubun, Allah perintahkan ular dan kalajengking menyiksa, karena tak mandi junub, tak mandi setelah haid dan melalaikan sholat. Perempuan berkepala babi berbadan keledai karena pengadu lagi pendusta. Perempuan berbentuk anjing dan api membakar masuk melalui mulut dan keluar melalui dubur, karena suka mengungkit (pemberian ke suami) dan dengki. Putriku, celakalah istri maksiat pada suami’.


Kemudian Nabi saw bwesabda :


Ada dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim/2128).


Belum pernah ada tapi terjadi setelah beliau tiada. Menurut An Nawawi, kasiyaatun ‘aariyah dalam hadis itu, bermakna; Pertama, wanita mendapat nikmat tapi tak bersyukur. Buka aurat, kepala, telapak kaki, paha, celana dan rok di atas dengkul. Budaya barat berbumbu maksiat bercumbu aurat. Kedua, wanita berpakaian tapi kosong amal, tak mengutamakan akhirat dan tidak taat. Ketiga, wanita sengaja pamer anggota tubuh. Berpakaian tapi telanjang. Keempat, wanita berpakaian tipis hingga jelas bagian dalam. Zohirnya berpakaian, hakikatnya telanjang. (Syarh Muslim, 9/240). Akan muncul di kalangan umatku, lelaki menunggang atas pelana, turun di pintu masjid. Isteri dan anak perempuannya berpakaian tipis dan ketat. Di kepalanya bonggolan (sanggul atau tocang) seperti punuk unta. Laknatlah mereka. Sungguh mereka wanita terlaknat” (HR Ahmad 2/223).


Ibnu ‘Abdil Barr rah.a memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat; wanita berpakaian tipis menggambarkan bentuk tubuh. Pakaian belum menutup anggota tubuh yang wajib ditutup sempurna. Berpakaian namun hakikatnya telanjang. Perempuan muslim mengenakan kerudung menutup kepala dan rambut, namun bahan tipis, transparan, ketat, sehingga menampakkan lekuk tubuh. Kepala dibalut kerudung atau jilbab, kaos ketat, celana full pressed body, konon kerudung gaul. Padahal mereka melecehkan syariat. Simbolnya Islam modelnya batil. Wanita berkerudung gaul tutup aurat dengan paradigma, ‘perempuan harus mensyukuri keindahan tubuh sebagai anugerah Allah, lalu memamerkannya.’ Maraknya kerudung gaul akibat akal minim dilanda iklim. Ikut-ikutan, korban iklan, sambil berangan, ‘Nikmatilah keindahan tubuh dan kecantikanku.’ Adakah yang mau mendekat ? Adakah yang mau memandang ? Adakah yang mau tersenyum ? Setiap orang mengigau, ‘Aduhai betapa cantiknya ?’ Rasulullah saw bersabda, Barangsiapa berpakaian sombong (berbangga) di dunia maka Allah akan pakaikan kehinaan di akhirat.’(HR Abu Dawud). Al Munawi memaknai kaasiyaatun ‘aariyaat (berpakaian tapi telanjang); wanita berpakaian tipis tampak kulit. Menampakkan perhiasan tanpa pakaian takwa. Makna lain, tandanya tidak syukur nikmat. Menutup sebagian, membuka sebagian. (Faidul Qodir, 4/275).


Kaasiyaatun ‘aariyaat ; ‘Wanita berpakaian tipis nampak bagian dalam tubuhnya dan membuka sebagian aurat yang wajib ditutup.’ Jika wanita mengetahui sesuatu haram tapi menghalalkannya, maka ia jatuh ke derjat kafir. Bagi mukminah, menundukkan pandangan; menjaga kemaluan; tidak menunjukkan perhiasan kecuali apa yang seharusnya; menutupi dada dengan kerudung; tidak menampakkan perhiasan kecuali kepada suami dan mahram.


Di sini akan tampak selas bahwa syariat itu berkaitan langsung pada Allah Swt, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat. Setiap amalan menuju kesempurnaan tauhid. Berpakaian bukan sekadar tutup aurat, adat atau model dari keadaan dan tempat tertentu, tapi kaitannya adalah ketaatan terhadap syariat. Ada pendapat kalau di kolam renang boleh pakai bikini, di lapangan bola boleh pakai celana pendek, cadar itu budaya Arab tidak cocok untuk Indonesia, berjubah dan berjanggut budaya Arab tidak sesuai budaya kita. Itulah mulut- mulut tak bertanggungjawab. Padahal itu ajaran Islam yang jelas, baku, bersih dan furqon (pembeda), dilandasi nash yang qath’i. Coba anda jalan-jalan di Amerika, London, Meulborne (Australia), Nagoya (Jepang) jelas kelihatan wanita muslimah dan non muslimah dari cara berpakaian. Padahal muslimnya minoritas. Justru terbalik, di negeri mayoritas muslim seperti Indonesia. Di tempat umum, kita enggan mengucap salam, kalau-kalau yang dihadapi non muslim. Karena hak menjawab salam dengan kata Alaikumussalaam wajib dan untuk sesama muslim. Tapi karena orang Islam (terutama wanitanya) kebanyakan cara berpakaiannya sama saja dengan wanita non muslimah, bahkan pada waktu-waktu shalat kebanyakan muslimahnya tidak shalat, sehingga tak ada yang membedakan mereka, maka menjadi rancu. Tak menunjukkan Islam sebagai Furqon. Islam KTP, tak ada dalam kehidupan nyata. Semestinya ingat, isi neraka itu mayoritas perempuan. Rasulullah saw. sekembali Isra dan Mi’raj, menyaksikan, perempuan digantung dengan rambutnya, otak di kepalanya mendidih. Mereka dulu tak melindungi rambut (tak berjilbab) agar tak dilihat lelaki lain. Perempuan yang digantung dengan lidahnya, tangan dikeluarkan dari punggungnya, kerongkongan dituang minyak panas. Mereka suka menyakiti hati suami dengan kata-kata. Perempuan mengunyah-ngunyah badan sampai hancur sambil berteriak kesakitan, Allah cipta badan baru dan lebih mulus, lalu dikunyah-kunyah lagi. Dulu, di dunia sering mempertontonkan tubuh dan aurat di depan khalayak (seperti penyanyi, penari, perenang, artis dan sebagainya). Perempuan digantung dengan buah dada dari arah punggung dan air pohon zaqqum dituang ke kerongkongannya. Merekalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa izin suami. Perempuan diikat dua kaki dan dua tangan sampai ke ubun-ubun dan dibelit ular dan kala jengking. Mereka yang mampu sholat dan puasa, tapi tak mau mengerjakan, tak berwudhu dan tak mau mandi junub. Keluar rumah tanpa izin suami (wanita karir, TKW), tidak mandi dan tidak bersuci selesai haid dan nifas. Perempuan makan daging tubuhnya sementara di bawahnya api menyala. Perempuan berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang (para artis, selebritis, wartawan gosip, antara lain dalam infotainment, tari-tarian, showbiz dan wanita karir). Perempuan memotong badan sendiri dengan gunting neraka. Karena suka mencari perhatian orang agar melihat perhiasan diri (artis dan selebritis). Perempuan kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai. Suka mengadu domba dan pendusta. Perempuan berwajah anjing, ular dan kala jengking masuk ke mulut dan keluar melalui dubur. Yakni, suka marah kepada suami dan memfitnah orang. Jika ancamannya jelas, kenapa wanita masih pakai rok dosa ? pamer paha ? pamer rambut ? pamer telapak kaki ? pamer leher ? Jawabannya ada pada iman masing-masing.


                                                        Penulis, pemerhati masalah keislaman.


Article source: http://utama.seruu.com/read/2013/03/29/154627/mui-sumut-pelaku-kumpul-kebo-harus-dihukum-berat


Kaasiyaatun 'Aariyaat

Sunday, January 12, 2014

Masjid-Masjid Agung di Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Anjar Fahmiarto


Benua Eropa menyimpan cerita dan sejarah panjang tentang Islam. Ratusan tahun lalu kekhalifahan Islam menguasai Benua Biru dan menancapkan pengaruhnya yang sangat kuat. Kemajuan di berbagai bidang pun dicapai umat Islam kala itu.


Kini, setelah ratusan tahun berlalu, Islam kembali menancapkan pengaruhnya di Eropa. Perkembangan Islam di benua ini menunjukkan tanda-tanda yang sangat positif. Kegairahan masyarakat untuk memeluk Islam menjadi penanda positif bangkitnya Islam di Eropa.


Sejumlah masjid agung dibangun. Arsitektur dan bangunannya megah. Selain untuk ibadah, masjid ini juga digunakan untuk berbagai keperluan lain.


Lokasi pembangunannya pun berada di tempat yang strategis. Tentu, kita menjadi bangga menyaksikan berdirinya masjid-masjid yang megah di Eropa.


Masjid Agung Roma

Masjid agung ini didesain arsitek Italia Paulo Porthogesi, berdekatan dengan Kota Vatikan dan Sinagog Yahudi. Artinya, tak ada masalah jika tiga tempat peribadatan itu saling berdekatan. Pencetusnya adalah Raja Faizal bin Abdul Aziz pada 1974.


Dari lembah Tiber, masjid itu tampak menjulang tinggi menyaingi Montenne, sebuah bukit yang sangat subur di utara Kota Roma. Bagi penduduk Roma yang mayoritasnya penganut Katolik Roma, mereka juga bangga dengan adanya sebuah bangunan yang didominasi warna kuning muda itu.


Bangunan pusat kegiatan umat Islam tersebut memiliki keistimewaan di banding dengan berbagai bangunan megah lainnya yang ada di kota itu.


Di antaranya, 16 kubah ditambah sebuah kubah besar di tengah yang atasnya dihiasi dengan bulan sabit serta sebuah menara berbentuk pohon palem setinggi 40 meter.


Masjid Schwetzingen, Jerman

Bangunan masjid pertama di Jerman ini cukup unik karena lokasinya yang berada di dalam kompleks Istana Schwetzingen. Masjid Schwetzingen dibangun untuk menghormati toleransi.


Dirancang dan dibangun pada 1779 arsitek berkebangsaan Perancis Nicolas de Pigage (1723-1796). Proses pembangunan Kompleks Masjid Schwetzingen sendiri memakan waktu lima belas tahun lamanya (1779-1796).


Masjid Schwetzingen merupakan bangunan terbesar pertama yang mengedepankan gaya arsitektur oriental. Pigage menggabungkan elemen-elemen dari arsitektur Islam Moor dengan eksotisme dari kisah-kisah dongeng 1.001 Malam.


Oleh sang arsitek, Masjid Schwetzingen juga dirancang dan dibangun dengan menggunakan konsep taman. Karenanya, masjid ini menjadi masjid taman pertama yang dibangun pada abad ke-18 dan hingga kini masih berdiri megah di kawasan Eropa. Taman yang berada di sekeliling bangunan masjid mengadopsi konsep taman-taman di Turki.


Masjid Central London


Masjid Sentral London atau The London Central Mosque and Islamic Cultural Centre (ICC) atau biasa disebut sebagai Masjid Regents Park dibangun pada 1978.


Ciri khasnya adalah kubah keemasan. Masjid yang sangat terkenal di Inggris Raya ini dibangun sebagai bentuk penghargaan kepada kaum Muslimin di Inggris raya yang turut berjuang membela Inggris dan sekutu selama Perang Dunia II.


Seluruh permukaan lantai masjid ini ditutup dengan karpet dan candilier yang cantik bergantung di atas ruang utama. Sedangkan, di bagian dalam kubahnya dihiasi dengan dekorasi tradisi Islam.


Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Masjid-Masjid Agung di Eropa

Friday, July 26, 2013

Israel batal rancangan tutup masjid

BAITULMAQDIS 25 Julai – Pihak berkuasa Israel yang sebelum ini mahu menutup Masjid Ibrahim di Hebron selama sehari pada salah satu malam ganjil sempena Lailatul Qadar, terpaksa menarik balik keputusan tersebut.


Keputusan yang mendapat pelbagai kecaman itu dibuat dalam tempoh tidak sampai 24 jam selepas ia diumumkan semalam.


Menurut Pengarah Hebron Waqf, Tayseer Abu Sneineh, Israel pada mulanya melarang masyarakat Islam memasuki masjid tersebut bermula malam Ahad ini hingga keesokan hari bagi membolehkan penduduk Yahudi meraikan hari pertama bulan Ayloul mengikut kalendar agama mereka.


“Namun, Israel menarik balik larangan itu dan membuat keputusan bahawa masjid tersebut akan dibuka pada malam Isnin dan ditutup pada keesokan harinya bermula pada pukul tujuh pagi hingga 10 malam,” katanya.


Lailatul Qadar adalah malam di mana Allah SWT menurunkan ayat al-Quran pertama kepada Nabi Muhammad SAW untuk pedoman manusia.


Pada malam tersebut, umat Islam akan menghabiskan masa dengan mengabdikan diri kepada Allah, sama ada di rumah atau masjid.


Keputusan Israel itu sebelum ini mendapat tentangan daripada kerajaan Palestin.


Menurut Menteri Hal Ehwal Agama Palestin, Mahmoud al-Habash, tindakan Israel menutup masjid tersebut pada malam penting dalam bulan Ramadan adalah tidak masuk akal.


“Masjid Ibrahim merupakan satu daripada masjid terpenting di Palestin dan kami tidak akan menurut arahan Israel,” ujarnya.


Ramadan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam untuk mendapat ganjaran pahala yang berlipat kali ganda. – AGENSI



Article source: http://bm.harakahdaily.net/index.php/sudut-dakwah/21005-contohi-diet-rasulullah


Israel batal rancangan tutup masjid

Saturday, January 26, 2013

4 Pekerja Pabrik Kulit di Tasik Tercebur ke Dalam Septic Tank, 2 Tewas

Septic tank tempat kecelakaan terjadi telah ditutup. (Kristiadi/detikcom)

Tasikmalaya – Empat pekerja sebuah pabrik kulit di Tasikmalaya mengalami kecelakaan saat bekerja. Mereka terpeleset masuk ke dalam septic tank limbah kulit. Akibat kecelakaan itu, dua di antaranya tewas. Sementara 2 pekerja lainnya dalam keadaan kritis dirawat di rumah sakit.

Lokasi kejadian beralamat di Kampung Cibuntu, RT 01/02 RW 01, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya. Kejadian terjadi Sabtu (26/1) sekitar pukul 15.00 WIB sore tadi.

Menurut Kapolsek Cibeureum Kompol Sabaril Bambang, kejadian bermula saat salah seorang karyawan bernama Andi Roswandi (30) tengah melakukan pembersihan di tepi kubangan septic tank. Tiba-tiba kaki korban terpeleset dan tercebur ke dalam kubangan berukuran 4×4 meter dengan kedalam 2,5 meter itu.

Melihat rekannya terpeleset masuk ke dalam kubangan, tiga karyawan lainnya lalu berupaya menolong. Namun nahas, Kusnadi (45), Engkos (50) dan Epul (20) yang berupaya menolong justru ikut terjerembab ke dalam kubangan limbah pekat itu.

Masyarakat yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi berusaha menolong keempat korban. Namun usaha mereka tidak sepenuhnya berhasil. Korban Andi meninggal karena kehabisan nafas.

“Para korban sempat meminta pertolongan karena semuanya berada di dalam septic tank ini. Mereka satu persatu mendapatkan pertolongan hingga dilarikan ke RSU Islam, akan tetapi satu orang korban meninggal karena tenggelam di kubangan ini setelah kehabisan nafas,” kata Sabaril, Sabtu (26/1/2013).

Selain Andi, pemiliki pabrik yakni Kusnadi akhirnya juga meninggal pukul 18.30 WIB. Sementara dua lainnya masih dirawat intensif RSU Islam.

Sementara, Ketua RT 01, Ihin mengatakan pihaknya sangat menyayangkan kejadian ini. Karena sebelumnya masyarakat sudah cemas keberadaan pabrik yang masih beroperasi tanpa izin tersebut. Terlebih limbah kulit yang dihasilkan pabrik itu telah mematikan ikan warga.

Selain itu, dia juga mengatakan menyusul peristiwa ini, masyarakat sepakat menutup pabrik kulit ini. “Jika dioperasikan kembali, bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat lainnya,” paparnya.

Garis polisi telah dipasang di sekitar kubangan limbah tersebut. Karena sangat berbahaya bagi masyarakat lainnya, terutama yang melintas di lokasi itu.

(rmd/rmd)

Article source: http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/01/130116_update_syiah_sampang.shtml


4 Pekerja Pabrik Kulit di Tasik Tercebur ke Dalam Septic Tank, 2 Tewas

Tuesday, March 26, 2013

Diego Michiels Senang Diajari Salat Oleh Nikita Willy

WowKeren.com – Kini Diego Michiels telah menjadi seorang mualaf. Masuknya Diego ke dalam agama Islam itu membawa berkah tersendiri bagi hubungannya dengan sang kekasih, Nikita Willy.

Sebagai mualaf, Diego tentunya membutuhkan banyak bimbingan mengenai ibadah. Untuk itu, Nikita pun sering dengan sabarnya mengajari Diego cara bagaimana salat.

“Semenjak dia jadi mualaf ya saya terkadang suka ngajarin dia tentang salat,” kata Nikita di Mall Taman Anggrek, Sabtu, 23 Maret. “Ya mesti sabar-sabar juga.”

Nikita pun berencana mengajak Diego untuk melaksanakan ibadah umroh bareng. “Ya karena kemaren kan saya baru balik umroh, ya do’a in aja semoga bisa terlaksana,” tuturnya. (wk/dn)

Berita Nikita Willy lainnya :
• Nikita Willy Terus Doakan Diego Michiels Saat Umroh
• Ibu Larang Nikita Willy Menikah Terlalu Cepat dengan Diego
• Nikita Willy Menangis Diego Michiels Belum Bebas Kasus Pemukulan

Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/19/121321/2147152/10/tak-sediakan-guru-agama-sekolah-favorit-di-blitar-terancam-ditutup?9922022


Diego Michiels Senang Diajari Salat Oleh Nikita Willy

Monday, January 20, 2014

Pemuda Desa Kema 2 dan Kema 3 'Perang Batu'

TRIBUNNEWS.COM, MANADO – Akibat salah paham, tawuran nyaris pecah antara pemuda Desa Kema 2 dan 3, Kecamatan Kema, Minggu (19/1/2014) sekira pukul 01.00 Wita. Hanya dipicu masalah yang sepele, pemuda dua desa tersebut saling lempar batu. Keadaan dua Desa tersebut sempat mencekam. Kabar tentang adanya korban dalam peristiwa itu membuat sebagian warga terpancing emosinya.


Sebaliknya, banyak warga ketakutan, apalagi listrik sedang padam waktu itu dan banyak petugas bersenjata berjaga di perbatasan desa. Aparat Polres Minut dan Polsek Kema langsung turun mengamankan situasi, hingga tawuran tak berlangsung.


Informasi yang dihimpun Tribun Manado (Tribunnews.com Network), kejadian itu bermula dari seorang warga Kema 3 yang mendatangi Portal di Desa Kema 2. Portal waktu itu sedang ditutup, namun warga memaksa masuk. Salah paham terjadi antara mereka. Apalagi sebelumnya mereka telah mengonsumsi minuman keras.


Hanya itu yang terjadi, namun berbagai isu sudah terlanjur menyebar. Hal itu kontan membuat darah warga dua desa mendidih, hingga bersiap tawuran. Minggu sore digelar pertemuan antara tokoh warga Desa Kema 2 dan 3 di Kantor Camat Kema.


Hadir dalam pertemuan itu, Kapolsek Kema AKP Suparno, Plh Danramil Kauditan 1310 05 Kapten Inf Takumansang serta Camat Kema Jack Paruntu. Dalam pertemuan itu, warga kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Hal tersebut kemudian dituangkan nota kesepahaman antarwarga. Pertemuan selama sekira 3 jam itu diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin dua pemuka agama dari Kristen dan Islam.


Sebelum doa itu, diadakan jabat tangan antara pemuda dua desa yang bertikai. Dengan raut wajah penuh penyesalan, dua kubu yang bertikai berjabat tangan, saling berpelukan sembari mengucap kata maaf. Ternyata, mereka kebanyakan masih punya hubungan saudara.


Kapolsek Kema AKP Suparno mengatakan, perkelahian itu bukan antara dua warga desa, namun hanya antara dua kelompok pemuda.


“Itu hanya antar pemuda saja,” kata dia.


Ia pun membantah, jika ada korban yang kena sabetan parang.


“Yang benar adalah seorang warga, lengannya tersangkut parang,” bebernya.


Dari ciri-ciri kejadiannya, ia menduga ada provokator yang turut bermain. Ia janji akan memburu provokator itu.


“Setahu saya, warga disini bersaudara, warga Kema coba diadu, seperti terjadi di beberapa kabupaten sebelum ini,” katanya.


Suparno juga berjanji akan memberantas peredaran miras di daerahnya, yang ditengarai menyulut perkelahian antarwarga.


Camat Kema Jack Paruntu minta aparat desa untuk menjaga keamanan desa masing-masing.


“Hansip harus berperan, jika ada potensi rusuh harus diatasi,” katanya. (art)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/06/27/mp29k8-masjid-sheikh-zayed-masuk-landmark-terbaik-dunia


Pemuda Desa Kema 2 dan Kema 3 'Perang Batu'