Showing posts sorted by relevance for query 1985. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query 1985. Sort by date Show all posts

Saturday, December 10, 2016

Inilah Kisah Mengejutkan di Balik Keputusan Menjadi Mualaf 9 Artis Cantik Indonesia

BANGKAPOS.COM--Saat ini bukanlah sesuatu yang mengherankan jika banyak orang yang sebelumnya non muslim, akhirnya kini menjadi muslim  atau disebut Mualaf.

Begitu juga dengan sederet selebriti papan atas Indonesia, mereka yang sebelumnya non muslim kali ini telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam.

Baca: Perempuan Terduga Pelaku Bom Rice Cooker Tulis Wasiat pada Orangtuanya di Cirebon

Baca: Densus Temukan Bom Rice Cooker dan Amankan Tiga Anggota Teroris Bahrun Naim

Baca: Anak Presiden Jokowi ke Manado, Naik Pesawat Kelas Ekonomi Lalu Naik Mobil Rental

Lantas siapa sajakah artis mualaf Indonesia ?

Berikut 9 artis Indonesia yang memutuskan pindah keyakinan ke agama islam alias menjadi mualaf yang dihimpun dari berbagai sumber:

1.Rebecca Reijman

Rebecca Reijman merupakan penyanyi yang berkarir di Indonesia berkebangsaan Belanda. Dan pada tahun 2007, selebriti kelahiran Den Haag 21 Februari 1985 ini ikut memeriahkan belantika musik Indonesia dan sempat merilis album bertema Kata Hati.

Selama berkarir dalam dunia musik, Rebecca sempat meraih penghargaan tertinggi AMI Award dalam kategori karya Produksi Reggae/Ska/Rock Steday Terbaik.

Mungkin belum pernah ada yang tahu jika ternyata Rebecca merupakan seorang Artis Mualaf Indonesia.

Baca: Inilah 5 Fobia Paling Aneh di Dunia, Nomor 2 dan 3 Langsung Bikin Geleng-geleng Kepala

Baca: So Sweet, Kisah Cinta Bebi Romeo yang Rela Menunggu 10 Tahun Demi Cinta Meisya Siregar

Rebecca mengaku menjadi Mualaf bukan karena hasutan orang lain maupun lingkungannya. Ia menceritakan kisahnya mnejadi mualaf saat itu setelh mendengarkan lantunan ayat suci pada saat menghadiri malam tahlilan di kediaman almarhum Andrey Chilink.

Rebecca merasa jika hatinya saat itu sudah tidak hampa lagi, ia merasa bahagia dan hidupnya lebih lengkap dibandingkan sebelumnya. Rebecca juga merasakan jika ada sesuatu yang memberikan dirinya kekuatan batin.

"

| Inilah | Kisah | Mengejutkan | Balik | Keputusan | Menjadi | Mualaf | Artis | Cantik | Indonesia | BANGKAPOS | strong> | Saat | bukanlah | sesuatu | yang | mengherankan | jika | banyak | orang | senya | muslim | akhirnya | kini | menjadi |  atau | disebut | p> Begitu | juga | dengan | sederet | selebriti | papan | atas | kali | telah | mualaf | memeluk | agama | Islam | p> Baca: | Perempuan | Terduga | Pelaku | Rice | Cooker | Tulis | Wasiat | pada | Orangtuanya | Cirebon< | strong>< | h4> Baca: | Densus | Temukan | Amankan | Tiga | Anggota | Teroris | Bahrun | Naim< | Anak | Presiden | Jokowi | Manado | Naik | Pesawat | Kelas | Ekonomi | Lalu | Mobil | Rental< | h4> Lantas | siapa | artis | p> Berikut | memutuskan | pindah | keyakinan | islam | alias | dihimpun | berbagai | sumber:< | p> 1 | Rebecca | Reijman< | p> Rebecca | Reijman | merup | penyanyi | berkarir | berkebangsaan | Belanda | tahun | 2007 | kelahiran | Haag | Februari | 1985 | ikut | memeriahkan | belantika | musik | sempat | merilis | album | bertema | Kata | Hati | p> Selama | dalam | dunia | meraih | penghargaan | tertinggi | Award | kategori | karya | Produksi | Reggae | Rock | Steday | Terbaik | p> Mungkin | pernah | tahu | ternyata | seorang | Fobia | Paling | Aneh | Dunia | Nomor | Langsung | Bikin | Geleng | geleng | Kepala< | Sweet | Cinta | Bebi | Romeo | Rela | Menunggu | Tahun | Demi | Meisya | Siregar< | h4> Rebecca | mengaku | bukan | karena | hasutan | lain | maupun | lingkungannya | mencerit | kisahnya | mnejadi | saat | setelh | mendengarkan | lantunan | ayat | suci | menghadiri | malam | tahlilan | kediaman | almarhum | Andrey | Chilink | merasa | hatinya | hampa | lagi | bahagia | hidupnya | lebih | lengkap | dibandingkan | meras | memberikan | dirinya | kekuatan | batin | p> |

Thank U So Much for Visiting this Blog

Friday, November 8, 2013

Vidya Karraya Inginkan Pria 'Nakal'




Sabtu, 9 November 2013 07:19:44 WIB


karaya911


ARTIS cantik Vidya Karraya, rupanya ingin segera mengakhiri masa lajangnya. Meski mengaku kini ia belum memiliki kekasih, namun ia berniat tak lagi berlama-lama pacaran jika bertemu dengan pria yang tepat nantinya.


“Inginnya sekarang mencari calon suami saja, umur sudah segini. Tapi siapa tahu seiring berjalannya waktu selama bekerja, mudah-mudahan ada yang mau mengajak saya menikah,” ujar Vidya belum lama ini.


Pemeran Rahma dalam sinetron Islam KTP ini, mengaku memiliki tipe pria idaman. Selain harus memiliki postur tubuh ideal, dara kelahiran 13 April 1985 juga menyukai pria ‘nakal’.


“Yang pasti cowok itu harus memiliki badan yang tinggi ya. Aku suka badan cowok yang suka fitnes. Cuma nggak suka yang terlalu jadi banget. Apalagi yang berotot besar, aku kurang suka” ucapnya. “ Terus, aku juga suka cowok yang kelihatan ‘bandel’. Maksudnya kalau lihat cowok yang mukanya bandel gitu, tapi pribadinya nggak, nah itu aku suka banget,” sambungnya.


Selain memiliki mimpi untuk bersanding dengan lelaki pujaannya di pelaminan, Vidya juga masih menunggu kesempatan untuk ikut bermain dalam sebuah film layar lebar. “Kalau main film sih ada keinginan juga. Namun saat ini belum datang juga tuh tawaran seperti itu,” terang Vidya


ADEGAN RANJANG


Meski menyatakan siap diberi peran menantang dalam berakting, tak lantas membuat Vidya sembarangan menerima tawaran pekerjaan. Walaupun tak menolak untuk berpenampilan seksi di sebuah adegan, ia menyatakan masih pikir-pikir untuk melakukan adegan ranjang.


“Kalau berpenampilan seksi pada tempatnya, ya aku enggak masalah,” paparnya. “Berbikini buat aku enggak masalah, asal di pantai yang memang tempatnya.”


Untuk masalah adegan ranjang, mantan public relation (PR) sebuah perusahaan itu jelas-jelas menyatakan akan pikir-pikir dulu. Faktor keluarga lah yang membuat dirinya membuat batasan-batasan mengenai tawaran seperti apa yang ia terima.


“Keluarga aku sangat ketat dalam urusan agama. Sebelum aku memutuskan untuk masuk ke dunia akting, mereka sudah wanti-wanti aku agar bijak membuat pilihan,” ungkap Vidya.(embun/rf)


Vidya Karraya



Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Vidya Karraya Inginkan Pria 'Nakal'

Wednesday, March 13, 2013

Uli Auliani Tak Nyaman Pacaran Jarak Jauh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  – Uli Auliani (27) mengaku mulai merasa tidak nyaman menjalin hubungan jarak jauh dengan sang pacar.  Sekarang sudah enam bulan Uli belum bertemu lagi dengan kekasihnya itu. 

Ya, pemain film Virgin dan Udin Cari Alamat itu dipacari bule asal Amerika Serikat, Reid Spencer Garrett. Reid selama ini menetap di negeri Obama itu.

“Sebenarnya nggak nyaman jalanan pacaran begini (jarak jauh). It’s getting bored, nggak ketemu sudah enam bulan. Awal-awal dua bulan sekali ketemu, sekarang enam bulan, dia sibuk. Aku juga tiap hari ada kerjaan,” ungkap Uli selepas gala premier film terbarunya Sule Detektif Tokek di XXI Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2013) malam.

Saat ditanya apakah sang pacar punya niatan menetap di Indonesia? Menurut Uli kekasihnya belum berani memutuskan tinggal di Indonesia. “Dia (Reid Spencer Garrett) belum berani untuk itu (pindah ke Indonesia). Kalau bule yang ada di Indonesia kan yang sudah ada link disini. Kalau yang nggak ada link ya susah juga,” kata Uli.

Setengah tahun sudah tak bertemu dengan sang kekasih, diakui Uli selama ini memendam kerinduan. Untuk mengurangi rasa rindu, keduanya pun hanya punya satu jalan yaitu selalu berkomunikasi.

“Komunikasi dan jujur itu penting. Kita beda waktu sama hari. Komunkasinya dia cerita dari bangun sampai mau tidur. He’s telling me everything,” ungkapnya.

Meski terhalang jarak, Uli tetap yakin kekasihnya serius menjalin hubungan dengannya. Apalagi, saat ini kekasihnya sudah mualaf dan sebagai syarat untuk menikah dengannya.

Sudah ada target menikah?

“Pengen sih cepat lah ya. Menikah itu kan ibadah. Tapi dengan kondisi seperti ini kayaknya jadi molor, selain dia sibuk aku juga sekarang lagi sibuk. Jadi belum sempat memikirkan secara khusus berdua. Tapi aku punya target paling lambat usia 35 tahun,”kata perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 20 November 1985 itu. (Ign Agung Nugroho).

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26989/29/01/2013/gki-kuningan-batalkan-relokasi-gereja.html


Uli Auliani Tak Nyaman Pacaran Jarak Jauh

Monday, May 6, 2013

Jerry D Gray: Amerika Negara Paling Tidak Sehat di Dunia

Home Nasional



Jerry D Gray: Amerika Negara Paling Tidak Sehat di Dunia





 

padahal negara Paman Sam itu diakui sebagai negara nomor satu yang paling tidak sehat



 




Senin, 06 Mei 2013


Hidayatullah.com–Temuan 80 doter dan ilmuan Amerika mengungkapkan imunisasi sama sekali tidak cukup membantu kesahatan manusia. Bahkan anak autis di Amerika mencapai angka 1,2 juta saat ini, yang diduga penyebab utamanya adalah imunisasi.


Demikian disampaikan  Jerry D Grey, dalam “Seminar kesehatan, Rasulullah is My Doctor” hari Ahad (05/05/2013) di Auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya.


Acara yang berlangsung khidmat dan dimulai pukul 09.00 WIB dihadiri sekitar 500 orang aktivis herbal dan para terapis bekam seluruh Jawa Timur. Selain Jerry D Gray hadir pula Faishol Ishaq, praktisi bekam.


Muallaf


Menurut Jerry, vaksin imunisasi yang terdiri dari kompenen zat aluminium dan merkuri  akan menyebabkan manusia menderita berbagai macam.


Penulis buku “Rasulullah is My Docter” ini mempunyai pengalaman pahit tentang masalah kesehatan saat masih di AS. Pada awal bergabung di Angkatan Udara Amerika ia mengalami kesehatan yang buruk, suka marah-marah, dan stress berkepanjangan.


“Pada saat masuk Army (tentara), saya disuntik berulang-ulang, hal itu membuat kesehatan memburuk, saya menderita sakit di leher  berkepanjangan selama lima belas tahun, tapi setelah ikut bekam beberapa kali alhamdulillah sembuh,” ujar pria yang masuk di Indonesia sejak tahun 1985 ini.


Menurutnya sakit yang dialaminya berasal dari racun vaksinasi yang ia dapatkan pada waktu masuk tentara.


Jerry mengaku, pengenalannya dengan bekam dimulai dengan membaca sebuah hadits yang menganjurkan umat Islam berbekam setiap bulan sekali. Saat itu, warga Amerika yang telah masuk Islam dan menikah dengan Muslimah Indonesia ini, mencari terapi bekam. Bahkan sekarang sudah pandai bekam.


“Saya orang Amerika yang meninggalkan budaya Amerika, tapi mengapa orang Indonesia sekarang banyak yang mengikuti budaya Amerika?” ujar  penulis buku  “Demokrasi Barbar ala AS”  dan “Dosa-dosa Media Amerika” itu.


Jerry mengaku heran mengapa masyakat Indonesia berkiblat dan  mengikuti Amerika, padahal negara Paman Sam itu diakui sebagai negara nomor satu yang paling tidak sehat, paling banyak warganya yang mengalami gangguan jiwa, dan paling banyak orang gemuknya di dunia.*/Samsul Bahri


Red: Cholis Akbar


Article source: http://www.malaysia-chronicle.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=91692:in-kuala-selangor-dzulkefly-not-spared-by-gutter-politics&Itemid=2


Jerry D Gray: Amerika Negara Paling Tidak Sehat di Dunia

Thursday, February 21, 2013

Uli Auliani Dititipi Cincin Dari Keluarga Pacar

Uli Auliani Dititipi Cincin Dari Keluarga Pacar

Liputan6.com, Jakarta : Menjalin cinta dengan pria bule itu susah-susah gampang. Yang harus dimaklumi ialah bentang jarak dua benua yang memisahkan. Itu yang dialami bintang seksi Uli Auliani dan Reid Spencer Garrett.

Setelah menjadi mualaf tahun lalu, Reid kini sedang bekerja di Amerika. “Jauh banget, dia di Amerika saya disini. Kita masih menjalani seperti biasa. Tapi agak berbeda karena dia sudah mualaf. Cuma yang beda lagi, kami long distance. Insya Allah, secepatnya kalau ada waktu saya yang kesana,” timpal Uli di Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2013) siang.

Pacaran jarak jauh ini menjadi kuat dengan cincin yang dititipi nenek pacar kepada Uli. Cewek kelahiran Bandung, 20 November 1985 merasa dapat penghargaan. Apalagi, di keluarga sang pacar ada kebiasaan memberikan cincin turun temurun kepada anak perempuan di keluarga mereka.

“Saya dititip cincin dari neneknya. Jadi cincin ini diberikan oleh neneknya. Karena sudah nggak ada perempuan lagi, neneknya memilih saya untuk cincin ini. Padahal saya belum menikah dengan Reid, saya terharu, karena dikasih cincin yang sudah turun menurun ini,” pungkas Uli.(JUL/MER)

Article source: http://www.antaranews.com/berita/302418/mahasiswa-iain-ambon-unjuk-rasa-tolak-kenaikan-bbm


Uli Auliani Dititipi Cincin Dari Keluarga Pacar

Monday, August 26, 2013

Dr Bilal Philip, Penggila Marxisme yang Menjadi Pakar Islam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa

“Tidak ada waktu untuk liburan, ketika Anda menyadari betapa sedikit waktu yang ada, dan betapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk Islam,” kata Bilal Philips, mengawali kisah hidupnya dari seorang non-Islam, menjadi pakar Islam yang giat berdakwah.


Abu Ameenah Bilal Philips, merupakan seorang mualaf yang mengabdikan dirinya pada pendidikan Islam. Ia sangat terpesona pada agama yang dibawa Rasulullah ini hingga mempelajarinya ke Haramain, tanah kelahiran Islam. Setelah mumpuni berislam dari Universitas Madinah dan Universitas King Saud Riyadh, ia pun menjadi dosen teologi Islam bahkan membentuk Islamic Online University yang berpusat di Qatar.


Bilal lahir di Jamaika di tengah keluarga intelek. Kedua orangtuanya merupakan guru, kakeknya bahkan seorang pendeta dan pakar Al Kitab. Tak heran jika Bilal tumbuh menjadi seorang Kristen yang taat. Di usia 11 tahun, Bilal ikut keluarganya pindah ke Kanada. Di kota itulah ia kemudian mengenyam pendidikan dan tumbuh dewasa.


Bilal dan keluarganya sempat pindah ke Malaysia. Disanalah kontak pertama Bilal dengan Islam. Namun Bilal belum tertarik pada agama rahmatan lil alamin ini. Saat itu Bilal masih masih sangat muda dan lebih suka bermain musik rock ketimbang memikirkan agamanya.


Tak lama, ia dan keluarga kembali ke Kanada. Saat Bilal kuliah, pemuda tengah digandrungi pesta ganja. Namun Bilal tak ikut serta, fenomena itu justru membuatnya mengambil pelajaran biokimia disamping kuliah seni yang ia dapat dengan beasiswa. 


Pencarian jati diri Bilal belum berakhir, di kampus ia tertarik dengan politik mahasiswa. Ia pun terlibat dalam aksi mahasiswa. Ia pun kemudian belajar sosialisme kemudian tergila-gila dengan Marxis-Leninis. Ia pun kemudian menekuni sosial-pilitik hingga pergi ke California. Ia bergabung dengan para aktivis kulit hitam disana.


Namun Bilal dikecewakan karena teman-temannya merupakan pecandu narkoba. Sikap anti-narkoba Bilal masih berakar kuat. Ia pun beralih haluan dan kembali ke Kanada. Bilal mempelajari ideologi lain. Ia kemudian terpesona pada komunisme di China. Sosialisme rupanya mengakar kuat pada hati Bilal.


Ia pun pergi ke Cina untuk mendapat pelatihan perang gerilya pendukung komunisme. Namun setibanya disana, Bilal merasakan hal sama saat ia bergabung dengan sosialis di California. Hanya saja kali ini bukan narkoba. Teman-teman komunisnya merupakan para perokok berat. Ia pun kembali kecewa. Ia kembali ke Kanada.


Saat kembali ke kampus, salah seorang teman perempuannya di kelompok mahasiswa dikabarkan memeluk Islam. Ia pun kemudian mulai mempelajari ajaran Islam. Ia membaca banyak literatur Islam dan ada satu buku yang memberikannya banyak pengaruh bagi hatinya. Buku tersebut bertajuk “Islam; agama yang disalahpahami” karya Muhammad Qutb.


Tak hanya mempelajari ajarannya, Bilal juga mempelajari sejarahnya. Ia pun terpesona dengan peran muslimin dalam pembebasan negara-negara Afrika dari kolonialisme Eropa. Bilal makin merasakan ketertarikan pada Islam. Ia pun mulai membela Islam hingga kemudian memutuskan bersyahadat. “Aku mulai membela Islam. Akhirnya beberapa introspeksi dan refleksi membuat saya memeluk Islam pada tahun 1972,” ujarnya dalam biografinya di SaudiGazzette.


Setelah berislam, Bilal ingin menyempurnakan pengetahuannya tentang Islam. Tak puas mempelajari otodidak, Bilal pun memutuskan pergi ke tanah kelahiran Islam, Arab Saudi. “Saya bergabung dengan Universitas Madinah dan mengambil gelar dalam Usoolud Deen (disiplin Islam) pada tahun 1979. Kemudian mengambil MA dalam teologi Islam dari Universitas Riyadh pada tahun 1985 dan menyelesaikan Ph.D., dalam Teologi Islam di tahun 1994,” kata Bilal yang sangat haus mempelajari ilmu.


Setelah menjadi pakar Islam, Bilal pun membagi ilmunya di banyak negara. Ia menjadi guru di Riyadh, menjadi dosen di UEA hingga berdakwah di Filiphina. Enggan membuang waktu, ia pun kemudian membangun kampus sendiri dengan pengajaran online, yakni Islamic Online University yang berpusat di Qatar.


Pengalaman Spiritual

Hingga memutuskan bersyahadat, Bilal sesungguhnya pernah mengalami sebuah peristiwa spiritual yang menegangkan. Kepada Saudi Gazette Bilal mengakui bahwa selama mempelajari Islam otodidak, ia hanya jatuh hati pada gaya politik Islam. Namun dalam hal keimanan, ia belum mampu membangunnya di hati. Konsep Tuhan yang selama ini ia pahami dalam filsafat komunis tentu sangat jauh berbeda dari Islam. “Dalam hati saya gagasan yang kabur tentang Allah masih ada,” ujarnya.


Keimanan pada Allah baru dirasakan Bilal setelah mengalami peristiwa menegangkan dalam mimpinya. Bilal bermimpi mengendarai sepeda ke gudang. Ia memasukinya dan segalanya gelap gulita. Bulu kuduk Bilal berkidik. Ia berusaha pergi darisana. Tapi sejauh apapun ia pergi, ia tak kunjung mampu keluar. “Serasa akan mati,” kisah Bilal.


Ia diliputi  ketakutan yang sangat karena berada di ruang yang amat sangat gelap, tak ada setitik cahaya pun. Bilal pun mulai menjerit mencari pertolongan. Namun tenggorokannya tiba-tiba sesak tak mampu bersuara. Ia berusaha keras meminta bantuan, namun tak ada yang mampu ia lakukan. Badannya lemas, ia menyerah. Bilal pun terbangun.


“Mimpi ini meninggalkan kesan berat bahwa tidak ada yang bisa membawa saya keluar dari situasi seperti itu, kecuali Tuhan. Hanya Tuhan yang mampu membawa saya keluar dari keadaan putus asa mutlak, dan membawa saya kembali,” pungkasnya.


 


 




Article source: http://www.lensaindonesia.com/2013/04/28/formappi-calonkan-angel-lelga-di-parlemen-ppp-beruntung.html


Dr Bilal Philip, Penggila Marxisme yang Menjadi Pakar Islam

Saturday, January 4, 2014

Ruba Qewar Jatuh Cinta pada Alquran

REPUBLIKA.CO.ID. Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Ia menemukan jawaban atas keraguan hatinya dalam Alquran.


Perempuan yang tinggal di Amerika Serikat ini, Ruba Qewar lumayan banyak memicu kontroversi. Pencarian akan keyakinan kepada Tuhan yang membuatnya nyaman selama ini beberapa kali berubah.


Ia lahir dalam keluarga Kristen. Ruba lahir di Denmark pada 1981, kemudian keluarganya pindah ke Yordania pada 1985. Tinggal di sana sebagai minoritas karena ia beragama Kristen, tak membuatnya nyaman.


Hingga akhirnya keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada 2002. Setelah ayahnya yang menjadi pendeta meninggal, ia mulai menjauhi agamanya dan gereja.


Selama ini yang membuatnya selalu pergi ke gereja dan membaca Alkitab adalah karena ayahnya, kakeknya, juga paman-pamannya yang merupakan para pendeta yang disegani.


Saudara-saudaranya yang lain juga para pengikut Kristen yang sangat taat dan beberapa dari mereka juga menikah dengan pendeta.


Namun, ia merasa berbeda. Ruba kadang tak puas dengan penjelasan yang diberikan para pendeta dan Alkitab atas pertanyaan akan rasa penasarannya. Ia kemudian mengamati agama yang lain, Hindu, Buddha, Yahudi, dan Islam.


Ia pergi bertemu dengan pengikut agama lain untuk mencari kebenaran. Ruba telah banyak berdebat dengan paman-pamannya yang pendeta, juga ibunya tentang keilahian Yesus, satu hal yang membuatnya ragu selama ini pada ajaran agamanya.


Ia pergi ke kuil Buddha, tempat ibadah Sikh, dan agama lainnya. Ia melihat mereka, penganut agama lain tersebut, bisa patuh dan percaya sepenuhnya kepada yang mereka sembah, yaitu Tuhan mereka.


Saat ingin mempelajari Islam, ia bingung harus memulainya dari mana. Ia tahu kitab suci agama ini, Alquran, namun ia tak tahu siapa yang memilikinya dan bisa meminjamkannya sebentar untuk ia baca.


Ia pun justru banyak merasa kesal kepada orang Islam karena menurutnya selalu menganggapnya salah dan merendahkan orang Kristen sepertinya. Itu yang ia ketahui dari berbagai media dan informasi yang tersebar di Amerika.


Ia ingin membaca Alquran untuk membuktikan kepada orang Islam bahwa mereka salah. “Aku ingin menemukan kesalahan dalam Alquran untuk membuktikan orang Islam itu salah dan sayalah yang benar,” ujarnya.


Ia pernah membaca bahwa Alquran hanyalah sebuah buku karangan yang ditulis seseorang yang menyebut dirinya seorang nabi. Ia kemudian membuka laman www.Muslim-web.com yang di dalamnya ada konten khusus untuk Alquran dan isi terjemahannya.


Membacanya satu per satu melalui layar komputernya, membuatnya jatuh cinta. Surat-surat pertama terdengar bahasanya tidak terlalu memaksa, namun menjelaskan dan menjawab rasa penasarannya. “Saya jadi jatuh cinta kepada Alquran,” kata Ruba.


Inilah yang membuatnya mantap untuk masuk Islam. “Sebelumnya, saya tidak pernah berpikir Islam akan menjadi jalan yang saya pilih,” ujarnya.


Dalam perjalanan menjadi seorang mualaf baru, ia dilanda kebingungan dan salah jalan. Saat sedang dalam masalah keluarga, saat itu ia bercerai dari suaminya dan diusir dari rumahnya, kemudian memutuskan untuk pergi ke Yordania kembali.


Niatnya adalah untuk merasakan kembali tinggal di negara Muslim, tempat dulu ia menjadi kalangan minoritas. Namun kini ia statusnya berbeda, ia akan menjadi bagian dari keluarga Muslim itu.


Sayangnya, ia bertemu dengan orang yang salah. Sebagai seorang Muslim baru, di Yordania yang ia temui adalah guru spiritual yang mengajarkan Islam ekstremis dan mengaduk-aduk psikologis spiritualnya.


Ia merasa dididik untuk menjadi seorang teroris. Ruba kecewa dengan hal ini, hingga akhirnya ia kembali ke Amerika dan memutuskan untuk kembali ke keluarganya dan menjadi Kristen lagi.


Ia tak percaya lagi pada Islam dan kembali kepada ibu dan keluarganya yang Kristen. Kemudian, ia ditawari untuk ditayangkan dalam televisi pada sebuah acara tentang kembalinya ia menuju ke Kristen.


Dalam kesempatan tersebut, telah di-setting agar acara bisa mengharukan, yaitu dengan cara sang ibu memeluknya dengan erat sambil menangis, kemudian ia juga disuruh untuk melepaskan jilbabnya dalam acara tersebut.


Hari-hari berlalu saat ia kembali di tengah keluarga Kristen. Namun, ia merasa tak nyaman, hatinya merasa tak tenang. Saat kembali ke tengah keluarganya, ia diperlakukan berbeda, dianggap sebagai mata-mata, dan diberikan perawatan jiwa, seperti layaknya pencucian otak.


Ia merasa sangat berat sekali di masa ini. Stres secara psikologis dan waktunya banyak dihabiskan untuk mengikuti kelas dan pelajaran berat tentang kekristenan.


Kadang, ia sering menyendiri di dekat danau dan kemudian ia banyak lagi membaca Alquran. Ruba paham yang membuat jiwanya tenang adalah ketika bersama dengan hal yang dicintainya, Alquran, Islam.


Dengan keyakinan yang teguh, ia kemudian kembali ke Islam lagi. Ia percaya jalan inilah yang paling tepat baginya karena Islam bisa memberikan jawaban atas keraguannya dan ia merasa nyaman di dalamnya.


Jika ia ditanya apa alasannya kembali ke Islam lagi? Jawabnya adalah karena pertolongan Allah. “Atas rahmat-Nya yang besar yang diberikan kepada saya, saya bersyukur dan terus berdoa agar bisa selalu teguh pada Islam, agama yang saya percayai sekarang,” katanya.


Article source: http://regional.kompas.com/read/2012/11/21/18210017/Kuota.Haji.Jember.Sudah.Penuh.Hingga.2024


Ruba Qewar Jatuh Cinta pada Alquran