Showing posts sorted by relevance for query tertinggi. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query tertinggi. Sort by date Show all posts

Monday, December 17, 2012

HAMAS-Iran dan Kartu Penting bernama Palestina

DI BAWAH jepretan kamera para jurnalis, Khalid Misy’al menyungkurkan dahinya ke tanah. Ia bersujud syukur karena setelah sekian tahun lamanya, Ketua Biro Politik HAMAS itu dapat kembali lagi ke tanah Gaza untuk menghadiri peringatan Ulang Tahun Harakah Al-Muqawah Al-Ismaliyyah (Gerakan Perlawan Islam) atau disingkat HAMAS yang ke-25. Walaupun jatuh pada 14 Desember, selebrasinya sudah dilangsungkan pada 8 Desember 2012 lalu.
Selebrasi ini seolah melengkapi momen-momen bersejarah dalam perjalanan HAMAS. Awal bulan ini, Israel terpaksa mengajukan genjatan senjata setelah 8 hari pertempuran antara negara Yahudi itu dengan faksi-faksi perlawanan Palestina, utamanya HAMAS. Memungkas kemenangan, lewat Misy’al, pada 22 November 2012, HAMAS berterimakasih pada Mesir dan Iran.
Ucapan terima kasih ini seolah menguak kebenaran dari desas-desus yang selama ini berkembang, yaitu apakah Iran bermain dalam konflik ini, atau sederhananya apakah Iran mendukung perlawanan HAMAS?
Ketika HAMAS meluncurkan roket Fajr 5 yang memporakporandakan Iron Dome-nya Israel, sebagian kalangan mengklaim roket itu adalah buatan Iran, walaupun hampir mustahil sebuah senjata semisal roket dapat diselundupkan ke Gaza yang dikepung oleh garis yang dikuasai otoritas Israel.
Belakangan muncul kabar bahwa Iran menghentikan bantuan finansialnya ke Hamas dengan jumlah mencapai USD300 juta  atau sekira Rp2,8 triliun (Rp9.624 per USD). Hal ini menunjukan bahwa bantuan itu memang ada. Menurut seorang pejabat HAMAS, Usama Hamdan, penyebab berkurangnya jumlah bantuan itu adalah lantaran HAMAS tidak mengikuti kebijakan Iran yang mendukung rezim Suriah Bashar Asaad.
Sebelumnya, pada Selasa, (20/11/12) ketika konflik 8 hari Israel-Gaza masih berlangsung, Misy’al dalam konferensi persnya di Kairo mengatakan bahwa HAMAS berterimakasih kepada Iran atas bantuan dana dan persenjataannya. Ini bukti bahwa hubungan ini bukan hubungan baru, melainkan sudah terjalin sejak lama. Namun, untuk apa Iran membantu HAMAS? Hal ini membawa kita untuk menelusuri garis kebijakan politik luar negeri Iran sejak revolusi, terutama soal Timur Tengah dan Palestina.
Laa Syarqiyah wa Laa Gharbiyah
Setelah revolusi Iran 1979 yang menumbangkan Shah Pahlevi yang pro-Barat, politik luar negeri Iran berubah haluan. Imam Khomeini menggariskan kebijakan tersebut dengan ungkapan, “Laa Syarqiyah wa Laa Gharbiyah”, artinya Tidak Barat dan juga Tidak Timur.
Maksudnya, Republik Islam Iran mesti menjadi blok ideologis tersendiri. Tentu saja term ideologi ini harus kita pahami dalam konteks Islam-Syiah yang menjadi sekte resmi di negara.
Politik tersebut juga berarti tuntutan bagi Iran untuk menjadi kuasa hegemonik di kawasan Timur Tengah. Karenanya, Iran terus menerus berusaha meraih hati umat Islam sedunia dan bangsa Arab dengan menggunakan semangat anti-Israel. Ini bisa dilihat retorika-retorika Ahmadinejad yang seringkali berapi-api dan froaaaaantal terhadap Israel. Pada 27 Mei 2008, kepada Khalid Misy’al yang mewakili delegasi HAMAS dalam kunjungan ke Teheran, Ahmadinejad mengatakan, “bangsa Iran dan pemerintahnya akan terus mendukung bangsa Palestina.”
Hal ini melengkapi retorika pemimpin-pemimpin Iran yang lain, di antaranya sang pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Pada hari yang sama, Khamanei mengatakan pada Misy’al, “Hari ini menjadi jelas bahwa rezim Zionis berada pada titik terendah dan tidak dapat menahan kesabaran bangsa Palestina.”
Melengkapi hal itu, pada 1 Oktober 2008, dalam khutbah Idul Fithri ia menyebut Ismail Haniyah sebagai mujahid lalu mengatakan, “bangsa Iran tidak akan membiarkan Anda sendirian.”
Seolah berbalas pantun, Haniyah pada 2 Desember 2008 mengucapkan selamat kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada “Hari Jerusalem International”. Sumber di kantor Ismail Haniyah, telah menegaskan kepada Al-Sharq al-Awsat bahwa ia telah mengirim pesan kepada pemimpin tertinggi revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamene’i, dan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, menandai Hari Internasional Jerusalem, berdoa kepada Tuhan untuk melindungi mereka, dan menyuarakan harapan untuk berdoa bersama di Yerusalem.
Dukungan moral ini diikuti oleh dukungan materiil. Sepanjang tahun 2008 dilaporkan Iran memasok 120 mm mortir kepada HAMAS, di samping juga menyelundupkan roket dan senjata-senjata lainnya.
Jadi sekilas Iran menjadi “mendua”. Setelah ia menjadikan milisi Syiah itu sebagai “perwakilan resmi” di front perlawanan dengan Israel, sekarang Iran ingin masuk lebih jauh dengan menempatkan sahamnya di dalam batas wilayah Palestina, Gaza, di tengah-tengah pejuang yang lebih berhadapan langsung dengan Israel, faksi-faksi yang merupakan insider.
Namun patut didicatat bahwa laporan-laporan ini sebagiannya berasal dari laporan lembaga intelejen Zionis-Israel, yang entah fakta ataukah dugaan yang disengaja, mencerminkan ketakutan Israel akan aliansi Iran-Fatah, atau bisa juga sebagai upaya Israel untuk menempatkan HAMAS dan Iran pada satu blok musuh untuk menggiring publik dunia, khususnya Amerika, akan bahaya HAMAS. Sebagaimana dimaklumi, Israel giat melakukan monsterisasi Iran. Dan jika HAMAS ditempatkan sepihak dengan Iran, akan lebih mudah melakukan monsterisasi HAMAS, sebagaimana AS melakukan monsterisasi terhadap kelompok Islam yang lain dengan dalih “terkait jaringan al-Qaidah”.
Walaupun pernyataan-pernyataan HAMAS sebagaimana dipaparkan di awal mencerminkan adanya hubungan dengan Iran, di samping juga adanya laporan bahwa Iran juga memberi bantuan dana lewat Damaskus, hal ini tidak membuat gerakan perlawanan itu menjadi kepanjangan tangan Iran. HAMAS sendiri menegaskan bahwa ia independen dari Iran. Pada 3 Desember 2008, deputi Biro Politik HAMAS Abu Marzuq membuat klarifikasi, “Kami telah menjelaskan sikap kami ke Mesir yakni bahwa tidak ada campur tangan Iran dalam urusan Palestina. Hamas adalah gerakan yang paling independen dalam pengambilan keputusan.”
Palestina, Kartu Penting Bagi Iran
Mengapa Iran penting untuk membantu HAMAS? Setidaknya mengumbar retorika yang bernada dukungan terhadap HAMAS dan Palestina? Mengapa Iran tidak cukup puas dengan dukungannya terhadap Hizbullah atau Jihad Islam yang jelas-jelas milisi Syiah?  Ada beberapa indikasi yang dapat kit abaca bersama sebagai tujuan Iran di balik langkah-langkahnya ini;
Pertama, dengan memberi bantuan pada HAMAS, Iran ingin membeli hati rakyat Palestina yang sedang melawan. Kebetulan negara-negara Arab lain tidaklah memberi bantuan yang besar pada Palestina, di samping pemerintah-pemerintah Arab pada umumnya tidak bisa lepas dari kebijakan AS, berbeda dengan Iran yang, karena kebijakan politik dan terutama energi, dapat mandiri dari kepentingan Barat. Untuk apa Iran membeli hati Palestina? Hal ini terkait dengan tujuan kedua.
Kedua, kartu palestina dapat digunakan oleh Iran untuk menguatkan hegemoni di kawasan. Iran sangat menyadari bahwa konflik Arab-Israel menjadi sentra permasalahan Timur Tengah, maka siapapun yang mengendalikan jalannya konflik ini akan menjadi “penguasa kawasan”. Dalam hal ini, rivalitas Iran dengan blok AS-Israel memang betul-betul ada.
Tidak ada keterangan jelas apa motif di balik ambisi Iran mengintervensi Palestina. Apakah ia murni dorongan pembelaan terhadap Muslim dan Arab? Ataukah berdasar pada motif ideologis Syiah? Yang jelas, pertumbuhan pengaruh Iran seiring dengan penyebaran pengaruh Syiah pula. Ini dapat dilihat di Iraq dan Bahrain. Sebaliknya pula, adanya basis Syiah di berbagai negara turut membantu menopang perluasan pengaruh Iran (hal terakhir ini dapat kita lihat realitasnya di Indonesia). Jadi, dengan kaitan yang unik, politik luar negeri Iran selalu seiring sejalan dengan perluasan pengaruh Syiah.
Hanya saja, slogan-slogan ke-syiahan terlihat sedapat mungkin tidak dibunyikan dalam kancah politik luar negeri Iran. Ahmadinejad selalu ingin mewakili pikiran Arab tentang Palestina tanpa mengaitkan dengan Syiah. Dengan demikian umat Islam akan selalu berpikir bahwa Iran tidak berjuang untuk ke-syiahannya. Apalagi, jelas HAMAS bukan organisasi militan Syiah seperti Hizbullah, melainkan berafilisasi ke al Ikhwan al Muslimun yang Sunni. Mayoritas warga Palestina pun adalah penganut Sunni.
Penting dicatat bahwa di sini Iran tidak terlalu memberi perhatian kepada Jihad Islam yang Syiah, atau tidak mengekspos dukungannya pada faksi tersebut. Padahal milisi tersebut juga adalah insider sebagaimana HAMAS, tidak seperti Hizbullah yang outsider (di Libanon). Jadi, ada semacam pembangunan opini bahwa Iran membela umat Islam secara keseluruhan dan tidak ada kait mengkait dengan Syiah dan penyebarannya.
Konflik Suriah: Akhir Hubungan dengan Iran?
Iran nampaknya secara sungguh-sungguh dan secara konsisten membangun opini dan citra itu dengan beberapa harapan, setidaknya hasil yang menguntungkan bagi Iran.
Pertama, media-media internasional secara besar-besaran mengopinikan Iran sebagai negara paling anti-Israel dan anti-Amerika. Kedua, Iran diposisikan sebagai leader bagi umat Islam dan bangsa Arab di tengah-tengah diamnya negara-negara Arab terhadap AS, dengan mengesankan pengabaiannya terhadap aspek sektarian: Iran adalah pembela Muslim, tidak peduli Sunni ataupun Iran.
Namun, secara tak terduga, sejarah memperlihatkan kita kandasnya upaya ini ketika meletus konflik Suriah. Pada revolusi-revolusi sebelum Suriah yang lebih kental tuntutan demokratisasinya dibandingkan Islamnya.Terhadap revolusi Suriah yang telah berlangsung hampir 2 tahun dan telah mengorbankan ribuan syuhada dalam perlawanannya terhadap diktator lalim, Iran dan Hizbullah justru lebih kentara membela rezim.
Mengetahui bahwa yang terjadi di Suriah adalah bangkitnya perlawanan kaum Sunni melawan rezim bersekte sesat Syiah Nushairiyah, Iran dan Hizbullah membela habis-habisan rezim Asaad yang katanya aliansi penting untuk melawan Israel, tidak peduli pada fakta bahwa diktator itu telah membantai rakyatnya sendiri dan telah lama mengebiri pelaksanaan Islam yang benar.
Ahmadinejad dan Hasan Nasrallah,  memperlihatkan keberpihakan tersebut dalam wawancara-wawancara mereka di media elektronik (lihat di http://hidayatullah.com/read/25361/11/10/2012/the-innocence-of-shiah.html ). Ini menunjukkan bahwa blok Syiah itu adalah nyata.
Bagaimanapun,  kedok Iran mulai terkuak. Kebijakan hegemonik yang seiring dengan sentimen sektarian, yang jelas-jelas nampak pada pembelaan Iran kepada rezim Suriah, akan menodai pembelaan Iran atas umat Islam. Inilah yang dapat kita pahami dari pernyataan Usama Hamdan, “Perbedaan sikap mengenai konflik Suriah membuat Iran menghentikan sejumlah bantuannya ke pemerintahan Hamas di Gaza pimpinan Ismail Haniyah.” Walaupun kemudian Usama menambahkan, “sampai saat ini kami masih menjalin hubungan baik dengan Iran,” dapat diprediksi intervensi Iran pada Palestina perlahan akan berkurang. Apalagi, jika di Suriah umat Islam berhasil menumbangkan Asaad dan mendirikan negara Islam berbasis Sunni, tentu hentakan besar bagi Iran akan mengubah peta kekuatan di Palestina.
Bagaimana dengan HAMAS?
Bagi HAMAS, tentu posisinya tidak mudah. Berjuang di dalam sebuah penjara besar bernama Gaza, tidak akan berkutik tanpa bantuan yang berarti dari negara-negara di sekelilingnya. Dalam kunjungan delegasi Indonesia ke Gaza, pimpinan HAMAS Ismail Haniya mengatakan bahwa bantuan yang paling dibutuhkan rakyat Gaza adalah senjata. Sayangnya, selama ini negara-negara Arab masih malu-malu untuk membantu. Gejala inilah yang rupanya mainkan dan dimanfaatkan Iran.
Namun, kabar terbaru memperlihatkan perubahan di kalangan pemerintahan-pemerintahan Arab. Dalam sebuah konferensi pers bulan November di Universitas Kairo, Mesir, beberapa hari sebelum gencatan senjata, Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al  mengatakan, “Arab sudah banyak berubah. Meskipun belum maksimal. Kami tidak akan buru-buru. Rakyat mereka harus diprioritaskan. Selanjutnya silakan pikirkan kami.” [baca juga: “Arab Berubah, Kami Tak Terkejut Jadi Sasaran Pembunuhan, Al-Quran Mengabarkan Itu]
Beberapa hari yang lalu Liga Arab juga telah sepakat untuk memberi bantuan ratusan juta dolar kepada Palestina setelah diakuinya Palestina oleh PBB sebagai negara pengamat non-anggota.
Apakah ini secercah harapan agar Palestina bisa lepas dari intervensi Iran, ataukah hanya hiburan sesaat sebagaimana selama ini berlangsung? Kita lihat saja.*
Penulis pemerhari masalah sosial keagamaaan
Red: Cholis Akbar
Article source: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=54310

HAMAS-Iran dan Kartu Penting bernama Palestina

Friday, January 3, 2014

Adakah Nabi masih hidup?


  • Kehidupan alam barzakh hanya diketahui ALLAH SWT. – Foto: Sumber internet


DALAM hadis perpecahan umat, Rasulullah SAW mengkhabarkan umat Islam akan terpecah kepada 73 golongan. Semuanya akan singgah ke neraka kecuali hanya satu terselamat dari neraka dan terus masuk ke syurga, iaitu golongan yang mengikuti jalan Nabi dan sahabat.



Ini menjadi petunjuk tidak semua umat Islam akhir zaman ini berada di atas jalan benar. Zaman ini begitu jauh dari zaman Nubuwwah dan pelbagai kefahaman serta tokok tambah meresapi ajaran Islam yang asal.



Hal ini tidak dapat dicegah, namun menjadi tuntutan ke atas kita mempelajari ilmu al-Quran dan Hadis agar mampu membezakan antara kebenaran dan kebatilan, seterusnya berpegang teguh dengan kebenaran, iaitu pegangan Nabi dan Sahabat.



Itulah satu-satunya jalan lurus yang ALLAH redai, jalan orang diberi nikmat.



Berbicara mengenai kumpulan yang mengangkat kedudukan orang soleh melebihi kedudukan yang sepatutnya, bahkan menyeru dan memohon pertolongan daripada mereka, dan beribadah di kubur mereka, kita bawakan firman ALLAH SWT: “Katakanlah (Wahai Muhammad): ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain ALLAH, mereka tidak memiliki kuasa untuk menghilangkan bahaya daripada mu, dan tidak mampu mengubahnya’.



Orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada ALLAH). Mereka mengharap rahmat-Nya dan takut azab-Nya. Sesungguhnya azab Tuhan mu itu suatu yang harus ditakuti.” (Surah Al-Israa: 56-57)



Ketika ditanya mengenai orang yang meminta syafaat daripada Nabi setelah kewafatannya dengan alasan Nabi SAW hidup di dalam kubur, Syaikh Muhammad Soleh al-Uthaimin rahimahullah menjawab, “Bantahan atas mereka ini mudah, iaitu Nabi SAW telah wafat tanpa syak berdasarkan firman ALLAH, “Sesungguhnya kamu akan mati, dan sesungguhnya mereka akan mati (juga).” (Surah Al-Zumar: 30).



Firman ALLAH: “Tidaklah Muhammad itu melainkan seorang Rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Adakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (Surah Al Imran: 144)



Golongan sahabat sepakat Nabi  Muhammad SAW telah wafat. Mereka memandikan, mengkafani dan menguburkan Baginda. Dengan itu, Baginda telah wafat tanpa syak.



Namun di sana ada kehidupan lain iaitu kehidupan barzakh yang ada bagi golongan syuhada, dan golongan Nabi tentu lebih utama dalam hal ini. ALLAH SWT berfirman, “Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan ALLAH itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki” (Surah Al Imran: 169)



“Mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurnia ALLAH yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang yang tinggal di belakang yang belum menyusul mereka.Tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati.” (Surah Al Imran : 170)



Inilah kehidupan alam barzakh yang ilmunya di sisi ALLAH. Kita tidak mengetahui bagaimana. Orang yang mati tidak perlukan udara, air, makanan dan selainnya. Inilah jawapan bagi mereka yang mengatakan Rasulullah SAW hidup di dalam kubur.




Berbeza alam kehidupan



Ya, memang Baginda hidup, tapi bukan seperti kehidupan dunia yang manusia di dalamnya mungkin bekerja, taat, rukuk, sujud dan seterusnya. Ini adalah perkara ghaib tidak dihukumi seperti hukum orang-orang yang hidup. (Jalasat wa Fatawa)



Imam Al-Zahabi Rahimahullah berkata, “Nabi hidup di sisi Tuhan mereka seperti kehidupan syuhada’ di sisi Tuhan mereka. Kehidupan mereka tidak sama dengan kehidupan orang di dunia dan tidak sama dengan kehidupan manusia nanti di akhirat.” (Tarikh Al-Islam)



Ketika terjadinya fitnah besar pada zaman pemerintahan Khalifah Uthman dan Ali RA, mahupun berlaku pertelingkahan kalangan Sahabat, mereka tidak pergi ke kubur Baginda untuk meminta tolong untuk jalan penyelesaian.



Ternyata, golongan Nabi telah wafat dan tidak berhubung dengan alam dunia, sebaliknya roh Nabi Muhammad SAW berada di ‘Illiyun di tempat tertinggi, sebagaimana perkataan terakhir Baginda sebelum menghembus nafas terakhir, “Al-Rafiq Al-A’la (bersama teman yang tertinggi di atas)”.



Sebahagian orang salah faham hal ini sehingga menyangka golongan Nabi dan syuhada itu hidup seperti hidup di dunia. Mereka menyangka orang mati di dalam kubur mendengar seruan dan panggilan mereka, melihat, dan hadir ke majlis mereka.



Ini dakwaan yang tidak didasari petunjuk al-Quran dan Sunnah, bahkan menyalahinya.

ALLAH berfirman, “Dan engkau (Muhammad) tidak mungkin dapat menjadikan orang di dalam kubur dapat mendengar.” (Surah Fathir: 22).



“Sungguh kamu tidak dapat menjadikan orang mati dapat mendengar dan tidak pula menjadikan orang yang tuli dapat mendengar panggilan apabila mereka berpaling ke belakang.” (Surah al-Naml: 80)



Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Sahihnya, ketika orang Yahudi datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang roh, Nabi SAW terdiam dan tidak memberikan jawapan. Ini kerana ia adalah hal ghaib, yang hanya diketahui ALLAH. Baginda diam sehinggalah turun wahyu daripada ALLAH, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Surah Al-Isra’: 85)



Syaikh al-Albani rahimahullah ketika menjelaskan hadis yang menyatakan kehidupan para Nabi di kubur berkata, “Ketahuilah kehidupan yang ditetapkan oleh hadis bagi para Nabi adalah kehidupan alam barzakh, bukan kehidupan dunia sedikit pun.



Oleh itu, wajib mengimaninya tanpa memberi perumpamaan, atau berusaha menjelaskan bagaimana kaifiatnya dan menyamakannya dengan sesuatu yang diketahui dalam kehidupan dunia.




Jauhi Amalan Bidaah



Inilah sikap orang mukmin iaitu beriman kepada hadis tanpa memberi tambahan berupa qias dan pelbagai pemikiran sebagaimana dilakukan sebahagian ahli bidaah yang mendakwa kehidupan Nabi SAW di dalam kubur adalah kehidupan hakiki (seperti alam dunia).



Mereka berkata Baginda makan, minum dan menyetubuhi isterinya. Padahal itu adalah kehidupan alam Barzakh, tidak diketahui hakikatnya kecuali oleh ALLAH”. (Sahihah)



Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya hari kamu yang paling utama adalah Jumaat, maka perbanyakkanlah selawat ke atas ku pada hari itu. Sesungguhnya selawat kamu disampaikan kepadaku.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana selawat kami disampaikan kepadamu padahal engkau telah hancur menjadi tanah? ”Baginda menjawab, “Sesungguhnya ALLAH mengharamkan atas bumi menghancurkan jasad golongan Nabi.” (Sahih, Abu Daud)



Hadis ini menunjukkan kefahaman golongan Sahabat, iaitu orang yang mati tidak akan mendengar ucapan orang yang masih hidup. Rasulullah SAW tidak mendengar ucapan salam kepadanya, bagaimanapun sabda Nabi dalam hadis lain: “Sesungguhnya ALLAH memiliki malaikat yang berkeliling di bumi untuk menyampaikan kepada ku salam daripada umatku.” (Riwayat Ahmad)



Sekiranya orang mati dapat mendengar perbicaraan di alam dunia, sudah tentu Rasulullah yang paling layak untuk mendengar. Dan sekiranya Rasulullah mendengar perbicaraan di alam dunia, sudah tentu Baginda mendengar secara langsung selawat dan salam yang diucapkan kepada Baginda.



Namun sebaliknya, Baginda menjelaskan selawat dan salam ‘disampaikan’ kepada Baginda melalui golongan malaikat yang berkeliling di bumi. Jelas Baginda tidak mengetahui secara langsung apa yang berlaku di alam dunia selepas Baginda wafat.



Bahkan Nabi SAW menceritakan umatnya yang akan terhalang daripada minum di telaga Baginda di akhirat kelak, “Benar-benar suatu kaum daripada umatku akan ditolak dari telaga sebagaimana unta asing ditolak (dari kerumunan unta)”, maka aku berkata, “Ya ALLAH, itu adalah umatku.” Maka dikatakan: “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan selepas kewafatanmu.” (Riwayat Bukhari Muslim)



Hadis ini menunjukkan Nabi SAW tidak tahu apa yang berlaku kepada umatnya setelah wafat. Maka sungguh batil dakwaan sesetengah kumpulan yang mendakwa Nabi SAW hadir ke majlis mereka lalu mereka pun berdiri menghormati kehadiran Nabi! Ditambah dengan qasidah yang menyeru dan meminta daripada Nabi SAW dan orang soleh yang telah wafat.



Ini benar-benar menyalahi petunjuk Nabi SAW dan petunjuk sahabat RA. Semoga ALLAH memberikan kita taufiq dan keselamatan dalam beragama, dan beramal sesuai dengan petunjuk Nabi SAW dan sahabatnya, serta meninggalkan yang selainnya.




* Penulis ialah Penasihat Eksekutif Ilmuwan Malaysia (iLMU)


Article source: http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/11/02/163205/Obama-dan-Dunia-Islam/7


Adakah Nabi masih hidup?

Saturday, June 1, 2013

Ini Tips SMPN 1 Kota Magelang Raih Nilai UN Tertinggi Nasional



<!– Berita terbaru #Kompas.com


–>



MAGELANG, KOMPAS.com — Menduduki peringkat pertama nasional dalam perolehan nilai hasil ujian nasional (UN) 2013/2013 menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMP Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah. Sebab, prestasi ini adalah yang pertama kali dicapai dalam sepanjang sejarah.


“Pada tahun ajaran ini sekolah kami mampu mencapai nilai rata-rata hasil UN 9,14. Pencapaian ini adalah yang terbaik dalam sepanjang sejarah,” ungkap Kunadi, Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang, Sabtu (1/6/2013).


Menurutnya, tahun ajaran lalu, sekolah tersebut hanya dapat mencapai peringkat 6 nasional. Padahal, kata Kunadi, tahun ajaran ini tingkat kesulitan soal-soal lebih tinggi dibanding tahun lalu. Ditambah lagi dengan sistem 20 paket soal yang berbeda tiap kelas. Sementara itu, tahun lalu hanya 5 paket soal berbeda tiap ruang.


Kunadi menyebutkan, dari 162 siswa peserta UN, sebanyak 71 di antaranya meraih nilai 10 untuk mata pelajaran matematika, kemudian dua siswa nilai 10 untuk Bahasa Inggris, dan tiga siswa meraih nilai 10 untuk IPA.


“Pencapaian ini adalah hasil kerja keras kami, bukan hanya para siswa akan tetapi adanya sinergitas antara siswa, tim guru, karyawan, komite, dan juga orangtua wali murid,” tuturnya.


Untuk dapat meraih prestasi tersebut, Kunadi mengakui, memang harus ada strategi antara lain selalu menerapkan profesionalitas guru, utamanya guru yang mengampu mata pelajaran yang di-UN-kan. Selain itu, pihaknya juga senantiasa menekankan pada proses dan kualitas pembelajaran pada siswa.


“Meski status sekolah kami sudah tidak Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) lagi sejak Januari lalu, tapi kami tetap optimistis, bekerja keras dan tetap mepertahankan prestasi belajar anak didik kami,” tuturnya.


Wakil Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang Sri Endah Cahyani menambahkan, untuk memacu prestasi siswa, pihak sekolah sudah menerapkan disiplin sejak mulai masuk kelas IX. Siswa sudah diwajibkan mengikuti pendalaman materi atau biasa disebut jam ke-0 (pukul 06.00 – 07.00 WIB).


“Pada jam tersebut mereka harus mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya. Kemudian dibahas bersama guru mata pelajaran yang bersangkutan. Setiap sebulan sekali siswa juga wajib mengikuti tes kompetisi. Di sini siswa menjadi terbiasa mengerjakan soal-soal dan berkompetisi secara sehat,” jelasnya.


Selain latihan soal secara intensif, pihaknya juga melatih siswa untuk disiplin dalam berdoa. Setiap hari siswa-siswa yang beragama Islam dianjurkan untuk menjalankan shalat dhuha berjemaah di masjid sekolah. Demikian pula bagi yang non-muslim, juga disediakan waktu khusus untuk berdoa di sekolah.


Yang lebih penting pula, kata Sri, pihak guru juga senantiasa menerapkan sikap jujur dan mandiri. Hampir setiap ujian sekolah maupun ujian nasional, guru-guru tidak pernah melakukan pengawasan yang berlebihan.


“Ini kami terapkan untuk melatih kejujuran dan percaya diri anak-anak. Jika kami para guru sudah terlalu ketat dalam pengawasan, misalnya keliling kelas memperhatikan siswa satu persatu justru membuat anak takut dan merasa tidak diberi kepercayaan,” pungkasnya.


Sekolah yang terletak di Jalan Pahlawan Kota Magelang ini memang dikenal dengan sekolah unggulan terbaik di Kota Magelang. Ribuan prestasi telah ditorehkan oleh siswa-siswa dan para guru sekolah ini. Tidak hanya prestasi akademik tapi juga nonakademik, baik tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional bahkan Internasional.


Untuk bisa masuk di sekolah ini pun, calon siswa harus mengikut beberapa tahapan seleksi. Antara lain harus mengikuti tes tulis khusus yang diselenggarakan sekolah. Kemudian hasil tes tersebut akan ditambah dengan rata-rata nilai SD.


<!–


  • Sebelumnya

  • Halaman 1/3

  • Selanjutnya

–>







































Article source: http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/gavin-susantio-bahagia-memiliki-keluarga-campur-5bba37.html


Ini Tips SMPN 1 Kota Magelang Raih Nilai UN Tertinggi Nasional

Saturday, December 10, 2016

Inilah Kisah Mengejutkan di Balik Keputusan Menjadi Mualaf 9 Artis Cantik Indonesia

BANGKAPOS.COM--Saat ini bukanlah sesuatu yang mengherankan jika banyak orang yang sebelumnya non muslim, akhirnya kini menjadi muslim  atau disebut Mualaf.

Begitu juga dengan sederet selebriti papan atas Indonesia, mereka yang sebelumnya non muslim kali ini telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam.

Baca: Perempuan Terduga Pelaku Bom Rice Cooker Tulis Wasiat pada Orangtuanya di Cirebon

Baca: Densus Temukan Bom Rice Cooker dan Amankan Tiga Anggota Teroris Bahrun Naim

Baca: Anak Presiden Jokowi ke Manado, Naik Pesawat Kelas Ekonomi Lalu Naik Mobil Rental

Lantas siapa sajakah artis mualaf Indonesia ?

Berikut 9 artis Indonesia yang memutuskan pindah keyakinan ke agama islam alias menjadi mualaf yang dihimpun dari berbagai sumber:

1.Rebecca Reijman

Rebecca Reijman merupakan penyanyi yang berkarir di Indonesia berkebangsaan Belanda. Dan pada tahun 2007, selebriti kelahiran Den Haag 21 Februari 1985 ini ikut memeriahkan belantika musik Indonesia dan sempat merilis album bertema Kata Hati.

Selama berkarir dalam dunia musik, Rebecca sempat meraih penghargaan tertinggi AMI Award dalam kategori karya Produksi Reggae/Ska/Rock Steday Terbaik.

Mungkin belum pernah ada yang tahu jika ternyata Rebecca merupakan seorang Artis Mualaf Indonesia.

Baca: Inilah 5 Fobia Paling Aneh di Dunia, Nomor 2 dan 3 Langsung Bikin Geleng-geleng Kepala

Baca: So Sweet, Kisah Cinta Bebi Romeo yang Rela Menunggu 10 Tahun Demi Cinta Meisya Siregar

Rebecca mengaku menjadi Mualaf bukan karena hasutan orang lain maupun lingkungannya. Ia menceritakan kisahnya mnejadi mualaf saat itu setelh mendengarkan lantunan ayat suci pada saat menghadiri malam tahlilan di kediaman almarhum Andrey Chilink.

Rebecca merasa jika hatinya saat itu sudah tidak hampa lagi, ia merasa bahagia dan hidupnya lebih lengkap dibandingkan sebelumnya. Rebecca juga merasakan jika ada sesuatu yang memberikan dirinya kekuatan batin.

"

| Inilah | Kisah | Mengejutkan | Balik | Keputusan | Menjadi | Mualaf | Artis | Cantik | Indonesia | BANGKAPOS | strong> | Saat | bukanlah | sesuatu | yang | mengherankan | jika | banyak | orang | senya | muslim | akhirnya | kini | menjadi |  atau | disebut | p> Begitu | juga | dengan | sederet | selebriti | papan | atas | kali | telah | mualaf | memeluk | agama | Islam | p> Baca: | Perempuan | Terduga | Pelaku | Rice | Cooker | Tulis | Wasiat | pada | Orangtuanya | Cirebon< | strong>< | h4> Baca: | Densus | Temukan | Amankan | Tiga | Anggota | Teroris | Bahrun | Naim< | Anak | Presiden | Jokowi | Manado | Naik | Pesawat | Kelas | Ekonomi | Lalu | Mobil | Rental< | h4> Lantas | siapa | artis | p> Berikut | memutuskan | pindah | keyakinan | islam | alias | dihimpun | berbagai | sumber:< | p> 1 | Rebecca | Reijman< | p> Rebecca | Reijman | merup | penyanyi | berkarir | berkebangsaan | Belanda | tahun | 2007 | kelahiran | Haag | Februari | 1985 | ikut | memeriahkan | belantika | musik | sempat | merilis | album | bertema | Kata | Hati | p> Selama | dalam | dunia | meraih | penghargaan | tertinggi | Award | kategori | karya | Produksi | Reggae | Rock | Steday | Terbaik | p> Mungkin | pernah | tahu | ternyata | seorang | Fobia | Paling | Aneh | Dunia | Nomor | Langsung | Bikin | Geleng | geleng | Kepala< | Sweet | Cinta | Bebi | Romeo | Rela | Menunggu | Tahun | Demi | Meisya | Siregar< | h4> Rebecca | mengaku | bukan | karena | hasutan | lain | maupun | lingkungannya | mencerit | kisahnya | mnejadi | saat | setelh | mendengarkan | lantunan | ayat | suci | menghadiri | malam | tahlilan | kediaman | almarhum | Andrey | Chilink | merasa | hatinya | hampa | lagi | bahagia | hidupnya | lebih | lengkap | dibandingkan | meras | memberikan | dirinya | kekuatan | batin | p> |

Thank U So Much for Visiting this Blog

Thursday, January 2, 2014

Jennifer Lawrence - Ryan Gosling resmi jadi artis terseksi dunia

Berita Terkait



  • Jefan Nathanio, Pemain Cilik Terpilih Piala Maya 2013

    Jefan Nathanio, Pemain Cilik Terpilih Piala Maya 2013


  • Julia Perez buktikan bukan cuma artis menang sensasi


  • Setelah FFI 2013, Reza Rahadian terbaik di Piala Maya 2013

Merdeka.com – Sebuah prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Jennifer Lawrence dan Ryan Gosling. Kedua bintang ini resmi dinyatakan sebagai bintang terseksi sedunia versi Digital Spy. Congrats!



Website ini telah mengadakan survey yang melibatkan 22.600 orang untuk menetapkan siapa artis yang layak mendapat gelar ini. Memang ada dua kategori yang disajikan, yaitu kategori pria dan wanita.



Ryan Gosling dan stronga href=



Dalam polling tersebut, Jennifer berhasil merebut suara tertinggi dengan total 17,6 persen. Dia berhasil mengalahkan Mila Kunis yang hanya berhasil sampai di peringkat dua dengan suara 12,5 persen.



Ryan Gosling berhasil masuk peringkat tertinggi kategori pria dengan jumlah suara 12 persen. Padahal, suara urutan kedua yang ditempati oleh Tom Daley juga tak berbeda jauh yaitu, 11,4 persen.



(dig/ris)












Article source: http://www.malaysia-chronicle.com/index.php?option=com_k2&view=item&id=44711:fed-up-with-umnos-hate-politics-anwar-tells-najib-man-up-to-your-post-face-me-in-the-ring&Itemid=2


Jennifer Lawrence - Ryan Gosling resmi jadi artis terseksi dunia

Friday, August 9, 2013

Jadi Dokter Berjilbab di AS, Ranti Tak Lelah Lawan Diskriminasi


Ranti Aryani dan suaminya, Richard J Bennett Jr.

Jakarta – Pengalaman drg Ranti Aryani, didiskriminasi karena memakai jilbab dialami lagi saat dia memutuskan mengikuti program praktek pasca kelulusan pendidikan penyetaraan kedokteran gigi dari New York University (NYU). US Air Force (Angkatan Udara AS) menjadi pilihan praktiknya. Di lembaga ini Ranti mengalami ironi di negara demokrasi.

Karena alasan bergengsi dan bagus untuk mengembangkan skill praktek kedokteran gigi yang dimilikinya, Ranti mendaftar ke Angkatan Udara AS ini. Di awal pendaftaran, Ranti bertanya mengenai peraturan mengenakan simbol-simbol agama, termasuk jilbab. Ranti mengajukan syarat bila diterima, dia minta diizinkan tetap memakai jilbab.


Setelah mengalami penolakan dari rekruter di AU AS, akhirnya AU AS menerima Ranti. Seorang rekruter mengatakan hak Ranti dijamin oleh peraturan dari Kementerian Pertahanan AS (Departmen of Defence/DOD), DOD 13000.17 yang menjamin praktik keagamaan di angkatan bersenjata AS. Sang rekruter mengatakan hijab bukan menjadi masalah.


“Peraturan DOD itu turun karena dulu ada Kapten Yahudi yang memakai yarmulka (penutup kepala pria Yahudi). Nah bila yarmulka masuk ke semua peraturan itu, sekarang ada masalah jilbab yang muncul. Saya melihat poin DOD itu semuanya masuk, aman, bahwa jilbab tak mengganggu keamanan dan aktivitas,” kisah Ranti mengenang awal masuknya dia ke AU AS, Juli 2003 itu ketika ditemui detikcom di Jalan Puter 1, Bintaro Sektor 5, Jakarta dan ditulis Jumat (9/8/2013).


Namun, jaminan sang rekruter yang mengatakan jilbab tak masalah ternyata jauh berbeda dalam praktiknya di lapangan. Saat itu pasca 9/11 pada 2001, Islamofobia dan stigma Islam adalah agama kekerasan masih melekat kuat di benak warga AS, baik di kalangan sipil maupun militer.


“Niat pemerintah mengakomodir, tapi interpretasi di lapangan itu agak sulit. Kalau melihat kembali, pengalaman mengakomodir jilbab ini AS baru berusaha karena masih ada trauma nasional 9/11. Saya masuk setelah 9/11, misinterpretasi di AS itu masih banyak sekali. Saat 9/11, media menampilkan di beberapa bagian di dunia muslim malah bergembira ria, padahal saya saat itu sangat sedih sekali. At that point, I understand why they being careful (Pada titik itu saya bisa mengerti mengapa mereka berhati-hati),” jelas perempuan kelahiran Bogor, 1 April 1972 ini.


Pandangan berbeda sudah dia terima sejak mendaftar ulang di AU AS di Lanud Maxwell, Montgomerry, Alabama. Ranti yang berjilbab ditemani suaminya, Richard G Bennett Jr untuk melakukan daftar ulang. Saat itu Ranti sudah diterima di AU AS, sebagai dokter gigi tentara berpangkat kapten.


“Kantor yang tadinya ramai tiba-tiba senyap. Mereka memandang saya, up and down, up and down. Oh my God,” kenang Ranti sambil menganggukkan kepalanya memperagakan reaksi di AU AS pertama kali.


Ranti mencoba menjelaskan mengenai jilbab kepada setiap rekannya yang bertanya, tak lelah menjelaskan berulang-ulang. Ranti sempat dikucilkan dari teman-teman seangkatan masuknya, tidak diizinkan membeli seragam tentara kalau tidak menanggalkan jilbabnya. Pihak AU AS sempat memberinya pilihan kompromi, diizinkan mengenakan jilbab bila berkegiatan di dalam ruangan namun harus menanggalkan bila berkegiatan di luar ruangan.


“Dan mereka tahu saya tidak akan melakukan itu. Untuk buka tutup itu saya pernah alami. Dan saya ingat bagaimana labilnya saya ketika buka tutup jilbab itu, bukan pengalaman yang mengenakkan. Opsi seperti ini saya khawatir jangan-jangan malah saya yang berniat naik turun untuk membuka jilbab daripada menetapkan niat saya dan berlanjut dengan pekerjaan saya,” tegas Ranti.


Dia juga tak diberitahu ada hak-hak yang bisa didapatkannya dari AU AS, fasilitas yang menjadi haknya dikurangi. Ranti lantas menyusun argumen demi argumen, dokumen demi dokumen dan mengadukan perlakuan diskriminasinya sesuai garis komando, mulai dari komandan pangkalan hingga ke Pentagon, AS. Ranti juga mengadukan perlakuan yang diterimanya ke senator, salah satunya Hillary Clinton.


Ranti juga berfoto memakai jilbab dengan seragam barunya, dan menunjukkannya bahwa jilbab tetap serasi bila dipakai dengan seragam ketetentaraan dan tak menghalangi tugasnya. Di sela-sela menunggu ketidakpastian akan nasibnya yang hendak diputuskan, Ranti tetap bekerja secara profesional, melayani dan merawat gigi para tentara AU AS.


“Alhamdulillah semua teman-teman satu kantor, kolega, bawahan, atasan saya, kolonel, letkol, semua kolonel pangkalan secara individual itu mereka percaya persamaan HAM. Itu bagian kultur mereka untuk tidak diskriminasi. Walau sulit, saya banyak dukungan moril kan mereka tahu prinsip mereka tentang kesetaraan. Ini memang masalah kultur militer ya, agak rigid, with or without jilbab problem,” jelas Ranti.


Dalam satu prosesnya, Ranti didampingi pengacara dari AU AS. Kendati demikian, 2 dari 3 pengacara malah menyarankan Ranti untuk menerima keputusan AU AS agar dirinya mengundurkan diri daripada memperjuangkan hak-haknya.


Saat menghadapi diskriminasi itu, Ranti yang seorang salik atau pejalan spiritual yang menempuh jalan sufisme, selalu berkomunikasi dengan Sang Khalik atas segala keputusan yang hendak diambilnya. Puncaknya adalah keputusan final yang membuatnya dikeluarkan secara terhormat ‘Honorable Discharge’, tingkat penghentian tertinggi dalam angkatan bersenjata AS, setelah ‘General Discharge’ (dikeluarkan karena alasan yang biasa) dan ‘Dishonorable Discharge’ (dikeluarkan dengan tidak terhormat).


Ranti tak terima karena alasan penghentiannya adalah ‘unsatisfactory performance’ atau performa kinerja yang tidak memuaskan dan tidak kompeten. Dia menilai performa kerjanya dalam merawat gigi tentara AS sangat memuaskan dengan menangani 3 ribu pasien.


Belum lagi dia mendapati bahwa keputusan final yang diteken 5 jenderal AU AS, 4 di antaranya ternyata mengizinkan Ranti memakai jilbab dan 1 jenderal lainnya yang paling senior, Wakil KSAU, memveto keputusan 4 jenderal lainnya.


Setelah perjuangan selama 14 bulan melawan diskriminasi di AU AS, Ranti akhirnya mundur dari AU AS. Ranti mendapati dirinya mengalami ironi di negara pelopor demokrasi di dunia itu. Di sisi lain, tentara AS yang bertugas di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Irak, malah diwajibkan memakai burqa untuk menghormati kultur setempat.


Pernah ada tentara Kristen yang menggugat pemakaian burqa ini karena tak sesuai dengan agamanya dan dikeluarkan. Ranti tak menggugat putusan AU AS itu ke pengadilan karena dirinya sadar dia berhadapan dengan birokrasi raksasa yang digdaya. Yang penting, ikhtiar sudah dijalankan dengan maksimal dan Ranti cukup senang di kalangan jenderal yang lebih muda sudah terbuka pikirannya akan jilbab. Ranti yakin, suatu saat jilbab dan simbol keagamaan lain akan diizinkan dipakai di angkatan bersenjata di negara demokrasi itu, hanya masalah waktu.


“We can hope alot from younger general, mereka sudah open, just waiting that old habit changing giving new world,” tutur Ranti.


Dalam kehidupan dunia, Ranti merasa ini adalah titik terendahnya. Di saat yang sama, inilah titik terdekatnya dengan Yang Maha Pencipta secara spiritual.


“Saya honorable discharge, sampai sekarang US Air Force (USAF) tidak pernah minta maaf pada saya, tapi saya tidak butuh US AF minta maaf karena saya maafkan semuannya. USAF titik terendah saya sebagai seorang profesional, secara spiritual titik tertinggi saya dengan Allah. Saya tak butuh maaf mereka,” kata Ranti.


“Itu bagian dari melakukan usaha dunia kita, sementara dalam hati, kita berserah diri pada Allah. Kita meminta keadilan dari Allah, kita tak bisa bergantung pada dunia ini, kita bergantung pada Allah,” tutur Ranti.


Ranti akhirnya menjadi dokter gigi sipil, berpraktek dari satu klinik ke klinik lain. Perjuangan belum selesai, karena di dunia sipil pun Ranti bergelut dengan diskriminasi. Dukungan sang suami yang menguatkan dalam jalan rohani membuat Ranti ulet berjuang dengan diskriminasi dengan cara yang elegan.


Bagaimana situasi jalur mudik di jalur Selatan Jawa Barat dan Jalur utara Jawa Timur, saksikan di Reportase Pulang Kampung pukul 22.00 WIB Hanya di Trans TV


(nwk/rmd)







Article source: http://www.tabloidbintang.com/extra/61811-film-tentang-cinta-beda-agama,-kenapa-terus-dibuat.html


Jadi Dokter Berjilbab di AS, Ranti Tak Lelah Lawan Diskriminasi

Monday, February 4, 2013

Yusuf Supendi sebut PKS blunder pilih Anis Matta jadi presiden

Salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi satu persatu mengungkap kebobrokan partai berlogo bulan dan padi itu. Menurutnya, terpilihnya Anis Matta sebagai presiden PKS merupakan pilihan yang salah.

“Dewan Pimpinan Tinggi Partai (DPTP) terlalu tergesa menentukan presiden PKS. Kenapa tidak lewat Majelis Syuro? Jadi kalau sekarang ini karena Anis Matta itu dikalangan kader banyak catatannya. Sederhana saja kasus pakai jam rolex, secara Islam sah saja, tapi tidak etis,” katanya usai menghadiri diskusi di Jakarta, Senin (4/2).

Apalagi, lanjut Yusuf, pernikahan Anis Matta dengan perempuan asing merupakan salah satu blunder anggota komisi I DPR RI itu.

“Kasus dia kawin lagi dengan orang bule, apakah tidak ada lagi wanita Indonesia yang mau jadi istrinya, sementara istrinya masih mualaf. Itu kan jadi masalah,” imbuhnya.

Yusuf menjelaskan kondisi PKS sekarang ini tidak pernah disadari Majelis Syuro sebagai konsolidasi partai tertinggi. Karena menurutnya, anggota Majelis Syuro juga ikut mengamankan setiap individu yang diduga terlibat kasus suap impor daging tersebut.

“Ini nampaknya tidak disadari. Ketua Majelis Syuro tidak berpikir kemaslahatan lebih jauh, hanya untuk mengamankan, dan apabila merembet ke Ketua Majelis Syuro, dan ketangkap ke KPK, itu habis. PKS kan partai moral, itu akan habis dengan sendirinya,” ujarnya.

Article source: http://finance.detik.com/read/2013/02/04/083349/2160105/4/kisah-peternak-sapi-as-yang-merana-akibat-ri-hentikan-impor-daging?991104topnews


Yusuf Supendi sebut PKS blunder pilih Anis Matta jadi presiden

Sunday, June 23, 2013

Zed Zaidi: 'Itu kerja Pak Menteri'

Zed Zaidi



PERKEMBANGAN industri sememangnya menunjukkan peningkatan positif di mana pengkarya dan penggiat seni berlumba-lumba menghasilkan produk yang mampu memenuhi selera penonton.



Namun, dalam keghairahan itu, mungkin mereka terlepas pandang mengenai beberapa perkara yang perlu diberi keutamaan sehinggalah ada sesetengah pihak mula tampil menegur.



Walaupun perkara ini pernah dibangkitkan pada satu ketika dahulu, ianya tidak diberi perhatian khusus oleh pihak yang berkenaan.



Sehinggalah, baru-baru ini, veteran Umno mendesak supaya semua pihak yang bertanggungjawab perlu mengkaji semula bentuk program hiburan yang dilihat boleh melalaikan orang Melayu Islam di negara ini.



Dalam kenyataan itu, Setiausaha Veteran Umno, Datuk Mustapha Yaakub mendesak semua pihak termasuk stesen televisyen, media cetak, Kementerian Komunikasi dan Multimedia, Kementerian Belia dan Sukan, Jakim, majlis-majlis agama Islam, Majlis Fatwa Kebangsaan dan badan bukan kerajaan (NGO) Islam supaya mengadakan diskusi bagi mencari jalan penyelesaian.



Menurutnya, ia perlu diberi perhatian serius kerana hampir keseluruhan penonton dan peminat program hiburan di kalangan orang Melayu.



Selain menggesa agar diwujudkan satu garis panduan untuk setiap program yang disusun, Mustapha juga turut mempersoalkan pengurusan masa untuk sesebuah acara yang tidak mementingkan waktu-waktu solat.



Beliau turut melahirkan rasa bimbang mengenai fenomena suka berhibur di kalangan orang Melayu yang boleh membawa kepada faktor hilangnya jati diri kerana terlalu terdedah kepada bentuk hiburan yang tidak terkawal dan melampaui batas.



Untuk mendapatkan pandangan daripada penggiat seni tempatan, Zass mendapatkan reaksi beberapa pengarah dan penerbit serta menyusun satu temu bual eksklusif bersama Presiden Seniman, Rozaidi Abd Jamil atau lebih dikenali sebagai Zed Zaidi.



Pada hemah anda, adakah budaya hedonisme (suka berhibur) semakin menular di kalangan masyarakat Melayu?

Hiburan adalah satu bentuk terapi yang digunakan hampir keseluruhan masyarakat . Tidak dinafikan, hiburan yang ada mampu membantu kita ‘lari’ seketika daripada masalah yang ada. Namun, ia bergantung kepada bentuk hiburan kerana kita berhak memilih hiburan yang tepat agar ianya tidak mengundang permasalahan di kemudian hari. Tidak salah sekiranya kita berhibur sekali sekala untuk bergembira dan menghilangkan stress. Namun, jangan pula jadikan ia sebagai perkara yang sebati dalam kehidupan seharian.



Adakah hiburan yang sedia ada ini boleh melalaikan masyarakat terutamanya orang Melayu?

Sebagai penonton, kita berhak memilih apa jua bentuk hiburan yang kita mahukan. Namun, perkara ini tidak boleh diletakkan kesalahan pada golongan penghibur kerana mereka hanyalah bekerja. Tapi, saya tak rasa pula hiburan tempatan boleh melalaikan masyarakat.



Apa yang saya lihat, pengaruh hiburan dan budaya luar banyak memberi impak negatif kepada kita. Lihat sahajalah filem-filem dan produk barat yang masuk ke negara kita tanpa pemantauan dari pihak yang berkenaan.Jadi, kenapa pula anak seni tempatan yang terkena tempiasnya?



Jadi, siapakah yang harus dipersalahkan?

Kementerian sepatutnya memainkan peranan dalam hal ini. Setiap dasar yang ditetapkan dikawal oleh kerajaan dan kementerian. Namun, bila sesuatu perkara terjadi, kami sebagai NGO dan badan-badan bawahan akan terkena tempias sekali. Sepatutnya, veteran Umno itu tidak menggunakan medium ini sebagai cara menegur kerana perkara ini boleh disuarakan dalam bentuk perbincangan antara pihak tertinggi. Ini adalah cara lama yang tidak boleh diguna pakai. Cara ini menunjukkan mereka tidak berpuas hati dengan cara anak seni bekerja sedangkan garis panduan ini tidak termaktub dalam dasar kementerian. Ia boleh merumitkan lagi keadaan.



Perlu diingatkan, sumbangan anak seni bukanlah sekangkang kera. Kami juga adalah menyumbang kepada ekonomi negara. Malah, selepas PRU13, sumbangan dan kehadiran kami mula mendapat perhatian. Perkara ini seharusnya disuarakan kepada kementerian dan kerajaan sahaja kerana sebagai NGO, kami hanya mampu menjadi pendesak.



Adakah anda tidak bersetuju dengan desakan itu?



Saya bukan tidak setuju dengan desakan, Cuma cara sahaja yang salah. Saya menyahut cadangan itu dengan membawa industri ke arah yang lebih Islamik. Sebelum ini juga saya pernah menganjurkan program Islamik dan berhasrat agar anak seni menerima baik pendekatan itu. Untuk mengajak mereka secara paksaan, ia sukar dan tak mungkin memberi kesan yang baik. Mereka bebas membuat apa sahaja sekiranya ia tidak termaktub dalam dasar dan polisi kerajaan. Siapa kita untuk melarang daripada memakai seksi, tidak bersentuhan dengan golongan bukan muhrim dan bekerja mengikut waktu yang ditetapkan? Semua ini tiada dalam dasar. Jadi, sebab itulah saya berpendapat, perkara ini akan berubah hanya dengan kuasa Menteri dengan menggubal semula dasar dan polisi.



Adakah perkara ini berjaya dilaksanakan jika mendapat respons daripada Menteri?

Kenapa tidak? Menteri mempunyai kuasa untuk mengubah dasar. Hanya menteri menerusi kementeriannya sahaja yang boleh mengubah perkara ini. Namun, saya sendiri tidak pasti bagaimana bentuk pelaksanaan itu kerana sejak kementerian dipecahkan kepada tiga bahagian, ia semakin merumitkan keadaan. Saya sendiri tidak pasti untuk berhubung dengan kementerian mana sekiranya ada perkara yang ingin diusulkan. Ia semakin rumit.



Kesimpulannya, apa yang anda harapkan daripada menteri dan juga kementerian?

Sebagai menteri yang diberi mandat untuk membawa industri ke tahap yang lebih membanggakan, beliau haruslah memberi khidmat yang terbaik. Selain memantau perjalanan industri, beliau juga harus turun padang untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kehidupan anak seni. Bukan itu sahaja, malah dengan cara itu, beliau akan tahu permasalahan anak seni dari akar umbi. Perlu diingatkan, sekiranya menteri dan kementerian gagal dalam memberi yang terbaik dalam membela nasib rakat, kemungkinan besar, mereka tidak akan diberi kepercayaan untuk mentadbir pada masa yang akan datang. Itulah antara salah satu sebab mengapa artis lebih ramai bertindak menyokong puak pembangkang. Sebagai pucuk pimpinan anak seni, saya menyedari permasalahan mereka dan berharap agar pihak yang berkenaan tidak terlepas pandang mengenai perkara ini.



 


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/26071/27/11/2012/kuatkan-solidaritas-dengan-kedermawanan.html


Zed Zaidi: 'Itu kerja Pak Menteri'

Friday, February 7, 2014

Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Riana Garniati Rahayu

Bangunan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian arsitektur tertinggi kaum pembawa Islam ke Spanyol.


Matador dan tari flamenco, mungkin itu yang terpikir ketika mendengar Spanyol. Belum banyak yang tahu bahwa Spanyol menyimpan pesona tersendiri, terutama bagi umat Islam.


Bagian selatan Spanyol atau yang akrab disebut dengan Andalusia merupakan saksi sejarah bahwa kejayaan Islam pernah mencapai tanah Eropa.


Beberapa peninggalan agama Islam masih bisa ditemui di sana, termasuk sebuah masjid megah yang kini telah berubah menjadi gereja katedral Katolik.


Mezquita-catedral de Cordoba yang artinya Katedral-Masjid Cordoba terletak di Kota Cordoba. Dari tempat tinggal kami di Sevilla, butuh sekitar satu jam untuk sampai ke sana.


Jika Anda tiba di Cordoba dengan kereta api seperti kami, katedral ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer dari stasiun.


Untuk pilihan menumpang bus, haltenya pun tak jauh dari lokasi stasiun. Dengan pertimbangan bahwa kami membawa dua balita, bus menjadi pilihannya. Kami turun di kawasan kota tua dan meneruskan perjalanan dengan sedikit berjalan kaki.


Setibanya di sana, hanya melihat dari luar saja kami sudah dibuat takjub dengan gagahnya the Mezquita atau nama populer katedral tersebut.


Setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung untuk mengagumi bangunan yang mengesankan ini. Kombinasi berbagai gaya arsitektur yang menyatukan unsur-unsur agama Islam dan Kristen memberikan daya tarik tersendiri.


Mengunjungi Mezquita memberikan gambaran tentang bagaimana peradaban dari 1.000 tahun lalu. Bangunan ini pada awalnya merupakan kuil Pagan pada zaman Romawi yang kemudian diubah menjadi gereja Visigoth.


Ketika Islam masuk pada abad pertengahan, Khalifah Abdurrahman I, pemimpin kekhalifahan Cordoba saat itu, membangun dan mengembangkannya menjadi masjid pada 785 Masehi.


Pembangunan dan pengembangan Mezquita kemudian berlangsung sekitar 200 tahun yang dilanjutkan khalifah-khalifah setelahnya.


Pada zaman kekhalifahan Cordoba, umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan. Kota Cordoba merupakan pusat ilmu pengetahuan di kawasan mediterania dengan Mezquita sebagai jantung peradabannya.


Ilmuwan Muslim Ibnu Rusydi atau Averroes adalah salah satu yang terlahir di kota ini. Pada masa Islam, Mezquita tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai tempat pengadilan syariah dan tempat perkuliahan.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/14/02/06/n0k2hb-mezquita-jejak-islam-yang-tersisa-di-spanyol-bagian2-habis


Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

Thursday, August 15, 2013

Sufisme Menangkal Ekstrimisme


Setiap tahun, ribuan sufi dari seluruh dunia berkumpul di Indonesia. Mereka tidak bicara soal kesesatan, mereka lebih memilih bercakap-cakap soal cinta kasih sembari mencari titik-titik temu antar beragam keyakinan.



Januari 2013, para sufi dunia berkumpul di Pekalongan, pulau Jawa. Mereka akan bicara tentang banyak hal terutama konflik di Timur Tengah.



Indonesia menjadi surga bagi para sufi. Jutaan orang menjadi pengikut aliran yang sering disebut sarjana barat sebagai mistikus Islam: mereka yang lebih mengedepankan batin dalam mendekati Tuhan.



Sufisme vs. Ekstrimisme



Mistikus Islam, kelompok tarekat atau tasawuf adalah nama-nama lain bagi mereka yang mempraktekkan sufisme.



“Sufisme fokusnya pada yang batin, sementara kelompok fundamentalis fokusnya adalah kewajiban melaksanakan hukum agama. Itulah yang membuat sufisme dalam sejarah Islam selalu berkonflik dengan kelompok fundamentalis,” kata Media Zainul Bahri, pakar sufisme yang sedang mengikuti program riset Post Doktoral Yayasan Humbolt di Universitas Köln Jerman kepada Deutsche Welle.



“Ketika seseorang mendalami dimensi batin agama, maka dia akan ‘bertemu’ dengan agama-agama lain. Karena itulah sufisme sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan, karena dia lebih melihat pada dimensi batin agama.“



Meski dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim moderat, namun belakangan Indonesia mengalami gelombang pasang intoleransi: pemboman oleh kelompok teroris maupun penyerangan atas kelompok minoritas oleh kelompok Islam radikal.



Kelompok sufisme sangat tidak suka dengan kelompok radikal, kata Zainul Bahri. Tapi pandangan mereka sayangnya jarang diekspos oleh media massa. Dia meyakini bahwa sufisme sangat efektif untuk melawan doktrin-doktrin di dalam Islam yang bersifat ekstrim.



“Pengikut sufisme itu bagian dari silent majority di dalam Islam”


“Sufi sangat toleran dengan perbedaan” Pakar Sufisme Media Zainul Bahri



Surga Sufisme



Islam masuk ke Indonesia abad ke-15 melalui sufisme. Menurut Zainul Bahri, para Wali Songo ketika pertama kali memperkenalkan Islam lebih banyak bicara soal nilai-nilai budi pekerti atau akhlak, dan itu dekat dengan ajaran Hindu dan Buddha yang saat itu menjadi agama mayoritas.



Sifat sufisme yang lebih banyak bicara soal nilai-nilai kebaikan itu membuat Islam menjadi lebih gampang diterima di Indonesia.



Zainul Bahri memperkirakan, kini ada lebih dari tujuh juta orang di Indonesia yang mengikuti ajaran sufisme. Organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama, bahkan mempunyai sayap organisasi tasawuf. Sebagian besar pengikut sufi, ada di pedesaan.



Namun beberapa tahun terakhir muncul gejala sufisme perkotaan. Di sejumlah perumahan paling elit Jakarta: kawasan Pondok Indah, Kuningan atau bahkan di hotel-hotel mewah digelar pengajian Tasawuf.



Zainul Bahri yang sempat mengajar di salah satu pengajian tasawuf elit Jakarta bercerita bahwa sebagian besar yang bergabung adalah kalangan pengusaha atau bekas pejabat.



Cendekiawan Islam paling terkemuka seperti almarhum Nurcholish Madjid, Haidar Bagir dan Jalaluddin Rakhmat termasuk diantara mereka yang “menularkan” sufisme di kalangan elit perkotaan.



Orang kaya lebih senang belajar tasawuf karena mereka ingin mencari ketenangan batin. Mereka menemukan kedamaian hati dan pencerahan: wajah Islam yang damai, toleran dan bersahabat.



Sufi Twitter



Jangan bayangkan jubah putih, sufi yang satu ini berbeda. Berambut gondrong, suka bercelana jeans, dan menenteng Ipad ke manapun dia pergi.


Sufi Twitter @candramalik


Namanya @candramalik, usianya 34 tahun. Dia mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter. Follower-nya di jejaring sosial lebih dari 30 ribu. Serial Tweet-nya, terutama di malam hari lewat #FatwaRindu dan #Seucap disukai para pengikut.



Indonesia adalah negara yang menggilai Twitter. Akhir 2012, lembaga riset Semiocast asal Prancis mengungkapkan bahwa Jakarta adalah kota dengan lalu lintas percakapan Twitter paling tinggi di dunia, mengalahkan di urutan berikutnya New York, Tokyo, London, Sao Paolo. Nomor enam tertinggi di dunia adalah: Bandung, yang mengalahkan Paris dan Los Angeles.



“Lewat Twitter, saya bisa menyampaikan pesan sufisme secara lebih terbuka, egaliter, dan bisa diperdebatkan siapa saja tanpa penghalang, itu sangat cocok dengan jiwa sufisme yang selalu membuka ruang bagi dialog“ kata Candra Malik kepada Deutsche Welle.



“Ketika mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter, sebetulnya saya sedang mendekonstruksi sufisme untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya sufisme sangat dekat dan berada di tengah masyarakat.“



Sufi masa kini, menurut Candra Malik tidak perlu selalu berjubah, pakai surban, dan menyembunyikan diri dari publik.



Candra Malik mempunyai pesantren tasawuf di Solo. Dia juga mengajar kelas sufi di kota-kota besar: Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya hingga Bali. Dia mengaku punya 3.500 murid dan sepuluh persen diantaranya mempunyai latar keyakinan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen hingga Kejawen.



“Sufisme mengajarkan tentang cinta damai, kasih sayang, tentang bagaimana menghargai kemanusiaan. Seorang sufi selalu berusaha mengerti keberadaan manusia berasal dari keyakinan masing-masing tanpa memaksakan kehendak mana yang lebih benar.“



Saat bulan puasa 2012, Candra Malik merilis album kidung sufi “Samudera Cinta“, dia juga mengisi acara Ramadhan di salah satu stasiun televisi. Dalam beberapa konser, Candra Malik melibatkan paduan suara gereja.



“Twitter atau musik lebih efektif untuk menyebarkan sufisme di dalam masyarakat modern. Kalau hanya berhenti di pengajian atau mesjid, maka gagasan yang cinta damai itu tidak akan bisa merangkul kalangan yang lebih luas,“ pungkas Candra Malik.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Sufisme Menangkal Ekstrimisme

Monday, January 28, 2013

Prestasi Muslim Inggris Mulai Diakui

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON–Penghargaan “The British Muslim Award” akan digelar. Penghargaan ini boleh dibilang bersejarah karena untuk kali pertama digelar.

Penggagas BMA, Direktur Oceanic Consulting,  Irfan Younis mengatakan penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap jasa atau prestasi Muslim Inggris. “Kami memiliki sejumlah sosok inspiratif yang bangga menjadi Muslim dan Inggris. Ini pertama kalinya, prestasi mereka akan diakui oleh masyarakat,” kata Irfan Younis seperti dikutip The Daily Telegraph and Argus, Senin (28/1)

Younis mengatakan BMA mendapat respons yang luar biasa dalam masyarakat Inggris. “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada publik dengan respons yang fantastis. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada semua finalis,” katanya.

Salah seorang finalis, Shaheen Kauser, seorang perawat di salah satu rumah sakit Inggris, mengaku sangat tersanjung dirinya terpilih sebagai salah satu nominator. Kauser masuk nominasi untuk kategori kesehatan. “Saya sangat senang karena bantuan yang saya berikan bermanfaat kepada pasien. Saya kira, mereka membutuhkan dorongan spiritual untuk cepat sembuh,” ujarnya.

Shaheen akan bersaing dengan Iman Abdul Jalil Sajid, Dewan Islam Brighton, Sheikh Bilal Khan dari Dome Penasehat, Iman Monawar Hussain dari Oxford Foundation dan Ajmal Masroor dari Barefoot Institute.

Di luar itu, ada 21 kategori lain seperti “Muslims in the Community”, “Arts Culture awareness”, “Sports Achievement”, “Young Achiever” dan lainnya. Penghargaan ini akan diberikan pada 29 Januari mendatang.

Berbeda dengan umat Islam di wilayah Eropa lainnya, Muslim Inggris termasuk “aman” dari berbagai kebijakan diskriminatif. Kendati berbagai gerakan penolakan telah muncul seiring dengan naiknya popularitas kelompok sayap kanan Eropa.

Banyak kalangan berpendapat, penolakan itu ditenggarai karena pertumbuhan jumlah umat Islam di Inggris terus menunjukan peningkatan. Bahkan, hasil sensus penduduk menunjukkan perkembangan agama islam paling cepat di Inggris dan Wales.

Seperti dilansir dailymail,  prosentase peningkatan Muslim menjadi yang tertinggi berdasarkan data statistik dua negara itu. Sementara agama mayoritas Inggris, Kristen, justru mengalami penurunan sangat besar dalam sensus nasional negara tersebut.

Presentase peningkatan Umat Islam di negara kerajaan tersebut mencapai 1,8 persen. Sementara agama lain tak lebih dari 0,5 persen. Diantaranya Hindu 0,4 persen, Sikh 0,2 persen, Yahudi 0 persen, Buddha 0,1 persen dan agama lain 0,1 persen.

Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/29/020529/2154723/10/jaksa-kpk-ditelepon-zulkarnaen-wamenag-bantu-muluskan-proyek-alquran?991101mainnews


Prestasi Muslim Inggris Mulai Diakui

Saturday, June 15, 2013

SMK Gratis Solopeduli Tembus Ranking 3

SOLO - Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan dan Olahraga (SMK Dikpora) Kota Solo Suwardi MPd memuji keberhasilan pengelolaan SMK Islam Terpadu (IT) Smart Informatika Gratis yang dikelola Yayasan Solopeduli. Sebab dalam kurun yang singkat, SMK yang 100% gratis atas biaya dari masyarakat ini telah berhasil menembus peringkat 3 besar se-Kota Solo.


“Ini bagi saya, prestasi luar biasa. Saya mengikuti pendirian SMK IT Smart ini sejak awal hingga sekarang telah berhasil meluluskan dua angkatan. SMK ini bagi saya luar biasa, unik dan istimewa. Karena sekolahnya benar-benar gratis, tetapi prestasi siswanya bisa seperti ini… saya yakin pasti ada sesuatunya. Apalagi baru di Solo inilah ada SMK gratis,” papar Suwardi saat memberi sambutan pada acara Pelepasan Siswa SMK IT Smart Informatika Solopeduli di Graha waris Sejahtera, Jl Yosodipuro Solo, Sabtu (15/6/2013).


Menurut Suwardi, keberhasilan SMK IT Smart Informatika diyakininya bukan sekadar pada prestasi dalam ujian nasional (UN) saja. “Tapi saya yakin, lulusannya adalah anak-anak yang meskipun adalah dhuafa namun berkualitas. Mereka telah digembleng oleh guru-guru yang ikhlas dan berdedikasi karena itu, Anda harus mempertahankan nilai-nilai kejujuran yang telah diajarkan di SMK IT Smart Informatika selama tiga tahun ini,” pesan Suwardi.


Sementara Ketua Yayasan Solpeduli Supomo menyatakan bahwa SMK IT Smart Informatika dibangun memang untuk membentuk manusia berakhlak mulia dengan prestasi yang bisa dibanggakan. “Saya berharap, siswa yang telah lulus ini nanti akan selalu ingat asal-usulnya. Semoga Anda semuanya akan berubah dari dhuafa menjadi mansia yang dermawan,” kata Supomo.


Dia menceritakan, di awal pendirian SMK IT Smart Informatika yang dikonsep gratis begitu banyak menghadapi kendala. Ketika enam tahun lalu SMK ini dimulai, dan siswa pendaftar sudah terpenuhi ternyata gedung untuk sekolah pun belum didapat. “Sehingga hari pertama yang seharusnya masuk sekolah, mereka kami bawa ke Tawangmangu untuk orientasi. Bukan karena kami punya uang membawa mereka ke sana, tetapi memang masih kebingungan mencari gedung yang ternyata harus menghadapi banyak kendala,” katanya.


Namun dengan keyakinan bahwa atas pertolongan Allah swt, selalu ada jalan, akhirnya SMK IT Smart Informatika Solopeduli ini bisa masuk 10 besar SMK terbaik di Solo, bahkan masuk di ranking 3. “Intinya, janganlah keterbatasan sarana dan prasarana dijadikan alasan untuk tidak meraih keberhasilan. Jika kita berjuang dengan sekuat tenaga insyaAllah prestasi tertinggi akan kita raih,” papar Supomo.


Keplala SMK Smart Informatika Tukiman SPd I, mengatakan sekolah yang dia pimpin tahun ajaran ini melulus 100% siswanya yang berjumlah 60 siswa. “Jika tahun ajaran lalu kami berada di peringkat 12, Alhamdulillah sekarang sudah masuk 10 besar.”


Tukiman berharap, siswa yang telah lulus ini nantinya benar-benar akan berubah dari dhuafa menjadi dermawan. “Anda semua dididik menjadi alumni yang memiliki jiwa sosial tinggi, mencerdaskan masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, selalu ingatlah atas nilai-nilai yang telah diajarkan selama tiga tahun di SMK,” tambah Tukiman. (Mulyanto Utomo)



SMK Gratis Solopeduli Tembus Ranking 3

Saturday, January 19, 2013

Terjerat Aliran Sesat, Istri Laporkan Suami ke Polisi

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Tak tahan dipaksa menjadi budak seks, Haisa (40) warga Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar ini melaporkan suaminya, Hawu ke polisi.

Haisa mengaku kerap dipaksa menjadi budak seks sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan derajat keimanan yang sempurna dalam kelompok zikir dan tafakur Sandita Bapa Caulu.

Hawu, yang juga menjadi khalifat aliran kelompok ini untuk wilayah Sulawesi Barat kini menjadi buronan polisi. Hawu diduga melarikan diri dari sejak sang istri melaporkan kegiatan kelompok yang dinilai tak sesuai ajaran Islam ini ke polisi.

Haisa mengaku sudah menjadi pengikut aliran ini sejak 2008, sementara suaminya sudah jadi pengikut sejak belum menikah. Haisa selama menjadi pengikut  aliran sandita Bapa Caulu, dia dan sejumlah perempuan lain kerap dipaksa menjadi budak seks, pemimpian aliran yang dipanggil Puang Kulla.

“Saya malam itu bersama empat perempuan yang juga istri pengikut aliran ini masuk kamar, setelah pergelangan tangan kami diraba Puang Kulla kami  seperti dihipnotis, semua permintaan puang kami ikuti termasuk hubungan suami istri, saat suami kami berada di luar kamar,” ujar Haisa.

Menurut Haisa yang hanya bisa berbahasa Mandar ini, aliran ini juga melakukan penipuan. Setiap anggota kelompok dijanjikan emas batangan bernilai miliaran rupiah dan naik haji untuk menyempurnaakan ajaran mereka.

Namun, untuk mendapatkan itu semua para anggota dimintai sejumlah uang dengan besara bervariasi untuk mendapatkan emas batangan dan naik haji.

Hal yang sama juga dilakukan Haisa. Sayangnya meski Haisa sudah menjual hampir seluruh hartanya seperti lahan kebun dan emas 200 gram miliknya, hingga kini emas batangan dan naik haji yang dijanjikan belum diperolehnya.

Jamalauddin, keponakan Haisa, mengatakan pengikut aliran ini di Sulawesi Barat  diduga mencapai ratusan orang. Namun, Jamaluddin menduga banyak pengikut aliran ini yang kemudian mengetahui telah menjadi korban penipuan malu menceritakan hal sebenarnya.

“Pengikutnya ratusana orang di Sulbar, kebetulan rumah Haisa, adalah rumah kalifah wilayah Sulbar maka foto-foto dan KTP pengikutnya ada di sana,”ujar Jamaluddin.

Kapolsek Campalagian, Polewali Mandar, AKP Masdar Mansur mengakui telah menerima laporan pengaduan korban. Namun, polisi mengaku kesulitan mengungkap kasus ini lantaran Hawu, sang khalifah wilayah Sulbar melarikan diri sejak sebulan lalu.

Sedangkan, pemimpin tertinggi aliran Sandita Bapa Caulu diyakini tidak tinggal di Makassar dan Bone, Sulawesi Selatan.

“Kami sedang mencari Hawu dan telah jadi DPO, kami kesulitan mengorek keterangan untuk membuktikan kebnenaran laporan korban,”ujar Masdar. (K25-11/Junaedi)






Article source: http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=5455:jalan-kaki-datangi-markas-polisi&catid=60:news-update&Itemid=134


Terjerat Aliran Sesat, Istri Laporkan Suami ke Polisi

Friday, January 4, 2013

Sufi Indonesia: Melawan Ekstrimisme Lewat Twitter

Setiap tahun, ribuan sufi dari seluruh dunia berkumpul di Indonesia. Mereka tidak bicara soal kesesatan, mereka lebih memilih bercakap-cakap soal cinta kasih sembari mencari titik-titik temu antar beragam keyakinan.

Januari 2013, para sufi dunia berkumpul di Malang, sebuah kota sejuk yang ada di bagian Timur pulau Jawa. Mereka akan bicara tentang banyak hal terutama konflik di Timur Tengah.

Indonesia menjadi surga bagi para sufi. Jutaan orang menjadi pengikut aliran yang sering disebut sarjana barat sebagai mistikus Islam: mereka yang lebih mengedepankan batin dalam mendekati Tuhan.

Sufisme vs. Ekstrimisme

Mistikus Islam, kelompok tarekat atau tasawuf adalah nama-nama lain bagi mereka yang mempraktekkan sufisme.

“Sufisme fokusnya pada yang batin, sementara kelompok fundamentalis fokusnya adalah kewajiban melaksanakan hukum agama. Itulah yang membuat sufisme dalam sejarah Islam selalu berkonflik dengan kelompok fundamentalis,” kata Media Zainul Bahri, pakar sufisme yang sedang mengikuti program riset Post Doktoral Yayasan Humbolt di Universitas Köln Jerman kepada Deutsche Welle.

“Ketika seseorang mendalami dimensi batin agama, maka dia akan ‘bertemu’ dengan agama-agama lain. Karena itulah sufisme sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan, karena dia lebih melihat pada dimensi batin agama.“

Meski dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim moderat, namun belakangan Indonesia mengalami gelombang pasang intoleransi: pemboman oleh kelompok teroris maupun penyerangan atas kelompok minoritas oleh kelompok Islam radikal.

Kelompok sufisme sangat tidak suka dengan kelompok radikal, kata Zainul Bahri. Tapi pandangan mereka sayangnya jarang diekspos oleh media massa. Dia meyakini bahwa sufisme sangat efektif untuk melawan doktrin-doktrin di dalam Islam yang bersifar ekstrim.

“Pengikut sufisme itu bagian dari silent majority di dalam Islam”

Surga Sufisme

Islam masuk ke Indonesia abad ke-15 melalui sufisme. Menurut Zainul Bahri, para Wali Songo ketika pertama kali memperkenalkan Islam lebih banyak bicara soal nilai-nilai budi pekerti atau akhlak, dan itu dekat dengan ajaran Hindu dan Buddha yang saat itu menjadi agama mayoritas.

Sifat sufisme yang lebih banyak bicara soal nilai-nilai kebaikan itu membuat Islam menjadi lebih gampang diterima di Indonesia.

Zainul Bahri memperkirakan, kini ada lebih dari tujuh juta orang di Indonesia yang mengikuti ajaran sufisme. Organisasi Islam terbesar Nahdatul Ulama, bahkan mempunyai sayap organisasi tasawuf. Sebagian besar pengikut sufi, ada di pedesaan.

Namun beberapa tahun terakhir muncul gejala sufisme perkotaan. Di sejumlah perumahan paling elit Jakarta: kawasan Pondok Indah, Kuningan atau bahkan di hotel-hotel mewah digelar pengajian Tasawuf.

Zainul Bahri yang sempat mengajar di salah satu pengajian tasawuf elit Jakarta bercerita bahwa sebagian besar yang bergabung adalah kalangan pengusaha atau bekas pejabat.

Cendikiawan Islam paling terkemuka seperti almarhum Nurcholish Madjid, Haidar Bagir dan Jalaludin Rakhmat termasuk diantara mereka yang “menularkan” sufisme di kalangan elit perkotaan.

Orang kaya lebih senang belajar tasawuf karena mereka ingin mencari ketenangan batin. Mereka menemukan kedamaian hati dan pencerahan: wajah Islam yang damai, toleran dan bersahabat.

Sufi Twitter

Jangan bayangkan jubah putih, sufi yang satu ini berbeda. Berambut gondrong, suka bercelana jeans, dan menenteng Ipad ke manapun dia pergi.

Namanya @candramalik, usianya 34 tahun. Dia mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter. Follower-nya di jejaring sosial lebih dari 30 ribu. Serial Tweet-nya, terutama di malam hari lewat #FatwaRindu dan #Seucap disukai para pengikut.

Indonesia adalah negara yang menggilai Twitter. Akhir 2012, lembaga riset Semiocast asal Prancis mengungkapkan bahwa Jakarta adalah kota dengan lalu lintas percakapan Twitter paling tinggi di dunia, mengalahkan di urutan berikutnya New York, Tokyo, London, Sao Paolo. Nomor enam tertinggi di dunia adalah: Bandung, yang mengalahkan Paris dan Los Angeles.

“Lewat Twitter, saya bisa menyampaikan pesan sufisme secara lebih terbuka, egaliter, dan bisa diperdebatkan siapa saja tanpa penghalang, itu sangat cocok dengan jiwa sufisme yang selalu membuka ruang bagi dialog“ kata Candra Malik kepada Deutsche Welle.

“Ketika mendeklarasikan diri sebagai sufi Twitter, sebetulnya saya sedang mendekonstruksi sufisme untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya sufisme sangat dekat dan berada di tengah masyarakat.“

Sufi masa kini, menurut Candra Malik tidak perlu selalu berjubah, pakai surban, dan menyembunyikan diri dari publik.

Candra Malik mempunyai pesantren tasawuf di Solo. Dia juga mengajar kelas sufi di kota-kota besar: Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya hingga Bali. Dia mengaku punya 3.500 murid dan sepuluh persen diantaranya mempunyai latar keyakinan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen hingga Kejawen.

“Sufisme mengajarkan tentang cinta damai, kasih sayang, tentang bagaimana menghargai kemanusiaan. Seorang sufi selalu berusaha mengerti keberadaan manusia berasal dari keyakinan masing-masing tanpa memaksakan kehendak mana yang lebih benar.“

Saat bulan puasa 2012, Candra Malik merilis album kidung sufi “Samudera Cinta“, dia juga mengisi acara Ramadhan di salah satu stasiun televisi. Dalam beberapa konser, Candra Malik melibatkan paduan suara gereja.

“Twitter atau musik lebih efektif untuk menyebarkan sufisme di dalam masyarakat modern. Kalau hanya berhenti di pengajian atau mesjid, maka gagasan yang cinta damai itu tidak akan bisa merangkul kalangan yang lebih luas,“ pungkas Candra Malik.

Andy Budiman

Editor: Christa Saloh Foerster

Article source: http://www.hidayatullah.com/read/25321/09/10/2012/muhammadiyah-masuk-anggota-icg-untuk-bantu-damaikan-konflik-moro.html


Sufi Indonesia: Melawan Ekstrimisme Lewat Twitter

Sunday, March 17, 2013

Australia Makin Serius Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Diplomat
Australia Makin Serius
Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Senin, 18 Maret 2013

Australia kini semakin serius mempererat hubungan dengan Indonesia. Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, mengungkapkan yang dia hubungi pertama lewat telepon setelah ditunjuk sebagai Menlu baru Australia adalah Menlu RI, Marty Natalegawa. Carr menilai Indonesia adalah tetangga utama dan mitra terpenting bagi Australia.

Menlu Carr menilai hubungan kedua negara kini mencapai titik tertinggi. Jumlah kunjungan antarmenteri dalam 5 tahun terakhir lebih dari 120 kali. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Australia telah membangun kebiasaan berkonsultasi satu sama lain. Kebiasaan berkonsultasi ini untuk membahas tantangan-tantangan yang sedang dihadapi sehingga ini merupakan tugas yang tidak pernah selesai. Australia tahun ini berkomitmen menambah program visa kerja khusus untuk turis (working holiday visa) dari 100 menjadi 1.000 orang setiap tahun. Ini tentunya program yang bagus untuk memperbanyak warga Australia yang berlibur sambil bekerja di Indonesia. Begitu juga makin banyak warga Indonesia yang memperoleh pengalaman bekerja sambil berlibur di Australia. “Kami juga mempersiapkan program saling kunjung di bidang seni, budaya, sains, dan teknologi kedua negara pada 2014. Di Australia, Kota Perth disiapkan menjadi lokasi pertama program pelatihan kejuruan untuk peserta dari Indonesia,” kata Carr sambil menambahkan pihaknya juga terus melibatkan lebih banyak lagi peserta program pertukaran sekolah lanjutan. Dia mengungkapkan program pertukaran kunjungan sekolah bernama BRIDGE. Dalam kunjungan proyek BRIDGE di Bali November 2012, Carr mengaku terkesan atas interaksi Sekolah Kristen Tasmania dengan Sekolah Islam setempat dengan saling mengenalkan bahasa dan budaya masing-masing. Kedua negara pun sedang mempersiapkan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (yang ditargetkan bisa selesai pada 2014). Dengan demikian kedua negara berupaya untuk menambah lagi fundamental hubungan bilateral. Carr memastikan Pemerintah Australia punya komitmen besar untuk turut membangun Indonesia. Pemerintah federal menganggarkan 1 miliar dolar untuk memenuhi komitmen itu. Lalu kini mulai rutin digelar dialog yang mempertemukan kalangan pebisnis, cendekiawan, tokoh masyarakat, dan media dari Indonesia dan Australia. Kini ada sekitar 50.000 warga Indonesia di Australia menurut data per 2011 dan sebanyak 18.000 dari mereka adalah pelajar. Mereka adalah para duta besar yang berperan bagi Indonesia dalam budaya dan bahasa. Program pertukaran pelajar dari kedua negara pun berjalan lancar. “Ada perbedaan besar dari skema yang terdahulu dengan yang diterapkan pemerintah saat ini. Dulu, melalui The Old Colombo Plan, ditawarkan 570 tempat untuk belajar di Australia per tahun. Namun pada skema saat ini, yang kami sebut sebagai The Australia Awards, menawarkan 5.000 tempat untuk belajar di Australia setiap tahun. Jumlah itu 10 kali lipat lebih besar dari skema Colombo Plan,” katanya. Bagi Carr kebijakan-kebijakan kompleks yang menjadi tantangan bagi kedua negara, berkisar pada penyelundupan manusia, kontra terorisme, perubahan iklim, perlindungan maritim, dan dialog antarkeyakinan. Indonesia selama ini dijadikan sebagai tempat singgah orang-orang yang ingin masuk ke Australia secara tidak sah. Maka kedua pemerintah berkesempatan bekerja sama untuk menanggulanginya. “Kedua negara sama-sama punya kepentingan untuk memperbaiki masalah itu pada asalnya dan saya pikir kami bisa melakukannya. Itulah sebabnya kami terus-menerus membicarakannya dengan Indonesia untuk mencari solusi yang ampuh melalui mekanisme yang disebut Bali Process,” tambah dia. Beberapa pekan lalu, 23 warga Indonesia berencana untuk menggugat pemerintah Australia setelah karena ditahan di penjara dewasa padahal masih berstatus anak-anak dalam kasus penyelundupan manusia. (*/Kardeni)

Article source: http://www.jpnn.com/read/2012/04/25/125382/Jawara-Pembunuh-Mahasiswi-Diburu-


Australia Makin Serius Mempererat Hubungan dengan Indonesia

Thursday, December 13, 2012

Ini Dia 3 Hakim Agung yang Menghukum Julia Perez 3 Bulan Penjara




Julia Perez (dok.pri)
Jakarta – Nasib artis seksi Julia Perez alias Jupe berubah 180 derajat. Hal ini seiring dengan diubahnya hukuman Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) dari hukuman percobaan menjadi 3 bulan penjara.
“Mengabulkan kasasi JPU,” demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Kamis (13/12/2012).
Perkara kasasi bernomor 913 K/PID/2012 diadili 3 hakim agung dari jalur non karier. Mereka adalah Dr Artidjo Alkostar, Prof Gayus Lumbuun dan Dr Salman Luthan. Siapakah ketiga hakim agung tersebut?
1. Dr Artidjo Alkostar
Artidjo dalam perkara ini duduk selaku ketua majelis. Pria kelahiran 22 Mei 1948 ini dulunya dikenal sebagai aktivis jalanan dengan ditandai sebagai wakil direktur LBH Yogyakarta tahun 1978. Artidjo pula yang tampil terdepan membela kematian misterius wartawan Bernas, Udin. Di masa Orde Baru pula, dia bergabung dalam tim pembela insiden Santa Cruz Dili, 1992.
Catatan di atas menjadi modal Artidjo menjadi hakim agung lewat pilihan DPR. Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini kini melenggang menjadi Ketua Muda Bidang Pidana Umum. Dia bersama hakim agung Timur Manurung menduduki jabatan struktural MA dari kalangan hakim non karier.
2. Prof Gayus Lumbuun
Mantan politikus PDIP ini menduduki kursi hakim agung pada 2011 lalu. Sebelum memutus perkara Jupe, Gayus bersama Artidjo dan Salman juga turut mengadili Ryan ‘Jagal dari Jombang’ dengan hukuman mati di tingkat peninjauan kembali (PK).
Jiwa demokrasi yang dia bawa dari parlemen ternyata tetap mewarnai dirinya meski telah masuk lembaga peradilan tertinggi di Indonesia. Terakhir, dia berseteru dengan Sekretaris MA Nurhadi dan juru bicara MA Djoko Sarwoko. Saat itu dia meminta MA transparan namun mendapat tekanan balik dari keduanya.
3. Dr Salman Luthan
Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Salman Luthan menginjakkan kaki di MA setelah dipilih DPR menjadi hakim agung pada 18 Februari 2010. Salman meraih penilaian tertingggi yaitu dengan memperoleh sebanyak 55 suara.
Dirinya ikut mengadili Prita Mulyasari di tingkat kasasi. Saat itu dia berseberangan dengan 2 hakim agung lainnya yang menghukum Prita Mulyasari dengan vonis 6 bulan penjara masa percobaan 1 tahun. Namun suara Salman kalah suara, meski dia bersikukuh Prita tidak bersalah.
“Saya sendiri menganggap perbuatan Prita Mulyasari tidak memenuhi kualifikasi tindak pidana pencemaran nama baik dengan adanya surat elektronik itu,” kata Salman Luthan kala itu.
Di tingkat PK, Prita bebas. Majelis hakim PK sependapat dengan pendirian Salman.
(asp/nwk)

Wednesday, December 12, 2012

Tujuh adalah angka keberuntungan?

Jika ada yang bilang bahwa tujuh adalah angka keberuntungan, apakah Anda mempercayainya? Lihat saja, tujuh sering digunakan dalam penamaan sesuatu. Misalnya tujuh keajaiban dunia, tujuh benua, tujuh samudera, tujuh hari, tujuh kurcaci sampai tujuh seri buku Harry Potter.

Well, mungkin yang terakhir tidak perlu masuk hitungan.

Namun tetap saja, angka tujuh dalam Numerology sendiri dikaitkan dengan hal-hal magis, kebijaksanaan, kecerdasan, misteri, dan kesendirian, demikian seperti yang dilaporkan situs How Stuff Works.

Sebelum menjawab apakah tujuh memang benar-benar angka keberuntungan, simak dulu berbagai penggunaan angka tujuh yang dipakai oleh berbagai peradaban di dunia berikut ini.

  • Di dalam ilmu sains, ada tujuh planet kuno yang menyebutkan bahwa matahari adalah planet terkuat di jagat raya dan diikuti oleh Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.
  • Untuk rumus Pitagoras, tujuh dianggap sebagai angka sempurna. Sebab tujuh adalah gabungan antara angka tiga dan empat, segitiga dan persegi.
  • Di Persia, ada misteri tujuh gua-gua luas yang harus dijelajahi untuk mencari jalan keluar yang benar.
  • Ada tujuh dosa paling mematikan di dunia, yaitu nafsu, rakus, serakah, malas, marah, iri, dan sombong.
  • Dalam budaya China, hari ketujuh pada bulan pertama tahun lunar dikenal sebagai Human’s Day yang dirayakan sebagai hari ulang tahun seluruh manusia.
  • Sementara di Jepang, orang-orang di sana juga memiliki tujuh Tuhan, demikian sebagaimana dilansir dari Yahoo Voices.
  • Di dalam agama Islam, angka tujuh adalah jumlah ayat surat pertama di Al-Qur’an. Kemudian Tuhan disebutkan mencipatkan langit dan bumi menjadi tujuh lapis. Selain itu, Thawaf mengelilingi Ka’bah di Mekkah juga harus dilakukan sebanyak tujuh kali, demikian juga dengan Sa’i (lari-lari kecil) antara Shafa dan Marwah.
  • Sementara itu, di dalam agama Yahudi, hari ketujuh dianggap sebagai hari libur suci yang disakralkan sehingga buruh dilarang bekerja pada hari itu.
  • Berbeda lagi dalam agama Kristen, orang-orang Kristen Koptik di Mesir kerap merayakan tujuh pesta besar dan tujuh pesta kecil di gereja.
  • Dalam agama Buddha (Sidharta Gautama) yang baru lahir diyakini oleh pengikutnya, ketika lahir langsung menapak tujuh langkah.
  • Bagaimana dengan kepercayaan di Jawa? Ternyata angka tujuh juga dianggap ‘istimewa’ oleh masyarakat Jawa. Sebab pada masa kehamilan tujuh bulan, biasanya diselenggarakan acara selamatan yang disebut dengan ‘Tingkepan’.

Numerology: Antara mitos dan persepsi

Numerology angka 06 (angka setan?)

Numerology angka 07 (angka baik?)

Numerology angka 08 (angka keberuntungan?)

Numerology angka 09 (angka tertinggi?)

Numerology angka 10 (angka sempurna?)

Numerology angka 11 (angka istimewa?)

Numerology angka 12 (angka unik?)

Numerology hanya seni yang bersifat deskriptif bukan prediktif

Daftar penggunaan angka tujuh selain yang telah disebutkan di atas sebenarnya masih sangat panjang. Mungkin itulah yang akhirnya membuat orang-orang percaya bahwa tujuh memang angka keberuntungan.

Karena dianggap membawa keberuntungan, tidak sedikit pula orang yang merencanakan menikah atau melahirkan pada tanggal 7 Juli 2007 silam. Sebab jika satu angka tujuh mampu memberi keberuntungan, tiga angka tujuh sekaligus artinya adalah tiga kali lipat keberuntungan. Bagaimana menurut Anda?


Tujuh adalah angka keberuntungan?