Showing posts sorted by relevance for query kisahnya. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kisahnya. Sort by date Show all posts

Monday, August 26, 2013

Kisah wanita Belgia yang memeluk Islam di usia senja


MEDIA lokal Inggris bubblenews.com melansir cerita keislaman seorang wanita Belgia keturunan Perancis baru-baru ini. Namanya Josette Marie yang kemudian memakai nama Nur berarti cahaya setelah memeluk Islam di usia 92 tahun.



Nur menceritakan keislamannya saat berkunjung ke wilayah timur Arab Saudi. Di sana, dia bertemu dengan 300 wanita Dammam karena mendapat undangan dari Kantor Kerjasama Bidang Dakwah dan Al Irsyad wilayah Dammam Selatan bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Brussel. Kisahnya membuat wanita-wanita Dammam yang menghadiri pertemuan tersebut jadi terharu.



Nur menceritakan kehidupan sebenarnya dimulai sejak 2010 saat ia memutuskan diri menjadi Muslim. “Saya tidak pernah berpikir untuk masuk Islam, walaupun sejak lama saya telah banyak bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang Muslim. Saya berinteraksi dengan orang-orang muslim dengan menghargai mereka juga menghormati ibadah-ibadah mereka,” katanya.



Dia menceritakan, saat bulan Ramadan tiba dirinya menghindari berkunjung ke rumah muslim saat siang hari. Dia tahu adat muslim menghormati tamu dengan menyuguhkan makanan dan minuman meski mereka sedang berpuasa.



“Saya tidak ingin membuat fitnah dan mengganggu peribadatan mereka. Saya menghormati agama Islam ini dan saya optimis dengan Islam di mana saya selalu membeli daging dan ayam di toko-toko milik orang muslim karena daging mereka disembelih dengan cara Islam, keyakinan saya juga daging-daging itu lebih bersih dan suci,” ujarnya.



Interaksi muslim dan tingginya akhlak mereka, khususnya cara muslim menghormati orang tua menjadi pemicu dirinya menerima Islam. Dia kerap memperhatikan bagaimana muslim menghormati orang lain walau berbeda agama. Mereka, kata dia, juga mengucapkan dan menyampaikan salam kepada Nur dan turut membantunya dalam kehidupan sehari-hari.



“Padahal saat itu saya masih beragama Kristen. Saya menganut Islam tanpa imbalan atau kepentingan apa pun,” katanya.



Dia mengaku terkejut saat diberikan jamuan dari seorang wanita Maroko sebelum Nur memeluk Islam. Nur dirawat tanpa meminta imbalan apa pun. “Semuanya didasarkan atas dasar cinta dan penghormatan serta kasih sayang mereka karena usiaku yang telah tua. Akhlak inilah yang membuat saya cinta kepada Islam dan memanggil saya masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat,” ujarnya.



Selain itu, pemicu lainnya ia memeluk Islam juga disebabkan saat ia berkunjung ke Maroko. Di sana, Nur menyaksikan kejadian yang membuatnya menangis. Pasalnya, keluargga Fatimah yang menerimanya terdiri dari seorang kakek dan nenek serta cucu-cucunya. Semua hidup dengan saling menghormati dan menghormati yang lebih tua. Mereka, kata dia, mencium kepala dan tangan yang membuat air matanya bercucuran menyaksikan keindahan Islam ini.



“Hal yang paling membuat saya sakit hati, adalah perlakuan putri saya satu-satunya yang usianya telah mencapai 74 tahun. Ia seorang kristen, ia hidup bersama suami dan empat orang anaknya di Perancis, setelah putriku mendengar kabar ke-Islaman saya, ia menjauhkan diri dari saya dan tidak mengakui saya. Bahkan ia mengganggap saya mengidap penyakit demensia dan mengatakan bahwa rumah jompo adalah tempat yang layak buat saya,” katanya.



“Ucapannya sama sekali tidak berbudi. Saya masih ingat peristiwa yang terjadi tahun 1930, saya masih dapat menceritakannya, keluargaku dari orang-orang Perancis. Mereka adalah dari keluarga borjuis aristokrat, mereka memutuskan saya setelah saya bersuami Belgia yang miskin,” kisahnya.



Setelah mengetahui dirinya masuk Islam, keluarga besar Nur memutuskan untuk tidak memberikan harta warisan kepadanya. Bahkan, kata dia, media-media Belgia juga menuduh dirinya telah menerima imbalan yang menyebabkan dirinya menjadi muslim.



Nur juga menceritakan dirinya kini telah menunaikan haji. Dia menolak untuk menggunakan kursi roda dan lebih memilih tawaf dengan berjalan kaki.



“Saya masih mampu melakukan hal tersebut dan saya tidak sakit, dulu saya membiasakan diri berolahraga dengan berjalan dan berenang. Allah juga telah memberikan petunjuk serta masih bisa berpuasa di Ramadan selama dua tahun berturu-turut,” katanya.



Dia menyesali kehidupannya sebelum memeluk Islam. Bahkan dia menyatakan terlahir kembali sejak 2010 setelah menjadi muslim. “Inilah kehidupan saya yang sebenarnya dan masa lalu adalah kerugian,” tuturnya.



Nur memiliki cita-cita terakhir di usianya yang kian senja sebagai seorang muslim. “Harapan saya bisa kembali ke Makkah dan melakukan umrah dan saya meninggal di tanah suci dan dikuburkan di kuburan orang-orang muslim,” ujarnya.[](bna)


Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Kisah wanita Belgia yang memeluk Islam di usia senja

Saturday, December 10, 2016

Inilah Kisah Mengejutkan di Balik Keputusan Menjadi Mualaf 9 Artis Cantik Indonesia

BANGKAPOS.COM--Saat ini bukanlah sesuatu yang mengherankan jika banyak orang yang sebelumnya non muslim, akhirnya kini menjadi muslim  atau disebut Mualaf.

Begitu juga dengan sederet selebriti papan atas Indonesia, mereka yang sebelumnya non muslim kali ini telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam.

Baca: Perempuan Terduga Pelaku Bom Rice Cooker Tulis Wasiat pada Orangtuanya di Cirebon

Baca: Densus Temukan Bom Rice Cooker dan Amankan Tiga Anggota Teroris Bahrun Naim

Baca: Anak Presiden Jokowi ke Manado, Naik Pesawat Kelas Ekonomi Lalu Naik Mobil Rental

Lantas siapa sajakah artis mualaf Indonesia ?

Berikut 9 artis Indonesia yang memutuskan pindah keyakinan ke agama islam alias menjadi mualaf yang dihimpun dari berbagai sumber:

1.Rebecca Reijman

Rebecca Reijman merupakan penyanyi yang berkarir di Indonesia berkebangsaan Belanda. Dan pada tahun 2007, selebriti kelahiran Den Haag 21 Februari 1985 ini ikut memeriahkan belantika musik Indonesia dan sempat merilis album bertema Kata Hati.

Selama berkarir dalam dunia musik, Rebecca sempat meraih penghargaan tertinggi AMI Award dalam kategori karya Produksi Reggae/Ska/Rock Steday Terbaik.

Mungkin belum pernah ada yang tahu jika ternyata Rebecca merupakan seorang Artis Mualaf Indonesia.

Baca: Inilah 5 Fobia Paling Aneh di Dunia, Nomor 2 dan 3 Langsung Bikin Geleng-geleng Kepala

Baca: So Sweet, Kisah Cinta Bebi Romeo yang Rela Menunggu 10 Tahun Demi Cinta Meisya Siregar

Rebecca mengaku menjadi Mualaf bukan karena hasutan orang lain maupun lingkungannya. Ia menceritakan kisahnya mnejadi mualaf saat itu setelh mendengarkan lantunan ayat suci pada saat menghadiri malam tahlilan di kediaman almarhum Andrey Chilink.

Rebecca merasa jika hatinya saat itu sudah tidak hampa lagi, ia merasa bahagia dan hidupnya lebih lengkap dibandingkan sebelumnya. Rebecca juga merasakan jika ada sesuatu yang memberikan dirinya kekuatan batin.

"

| Inilah | Kisah | Mengejutkan | Balik | Keputusan | Menjadi | Mualaf | Artis | Cantik | Indonesia | BANGKAPOS | strong> | Saat | bukanlah | sesuatu | yang | mengherankan | jika | banyak | orang | senya | muslim | akhirnya | kini | menjadi |  atau | disebut | p> Begitu | juga | dengan | sederet | selebriti | papan | atas | kali | telah | mualaf | memeluk | agama | Islam | p> Baca: | Perempuan | Terduga | Pelaku | Rice | Cooker | Tulis | Wasiat | pada | Orangtuanya | Cirebon< | strong>< | h4> Baca: | Densus | Temukan | Amankan | Tiga | Anggota | Teroris | Bahrun | Naim< | Anak | Presiden | Jokowi | Manado | Naik | Pesawat | Kelas | Ekonomi | Lalu | Mobil | Rental< | h4> Lantas | siapa | artis | p> Berikut | memutuskan | pindah | keyakinan | islam | alias | dihimpun | berbagai | sumber:< | p> 1 | Rebecca | Reijman< | p> Rebecca | Reijman | merup | penyanyi | berkarir | berkebangsaan | Belanda | tahun | 2007 | kelahiran | Haag | Februari | 1985 | ikut | memeriahkan | belantika | musik | sempat | merilis | album | bertema | Kata | Hati | p> Selama | dalam | dunia | meraih | penghargaan | tertinggi | Award | kategori | karya | Produksi | Reggae | Rock | Steday | Terbaik | p> Mungkin | pernah | tahu | ternyata | seorang | Fobia | Paling | Aneh | Dunia | Nomor | Langsung | Bikin | Geleng | geleng | Kepala< | Sweet | Cinta | Bebi | Romeo | Rela | Menunggu | Tahun | Demi | Meisya | Siregar< | h4> Rebecca | mengaku | bukan | karena | hasutan | lain | maupun | lingkungannya | mencerit | kisahnya | mnejadi | saat | setelh | mendengarkan | lantunan | ayat | suci | menghadiri | malam | tahlilan | kediaman | almarhum | Andrey | Chilink | merasa | hatinya | hampa | lagi | bahagia | hidupnya | lebih | lengkap | dibandingkan | meras | memberikan | dirinya | kekuatan | batin | p> |

Thank U So Much for Visiting this Blog

Saturday, November 23, 2013

Obama dan Raja Maroko Bertemu di Gedung Putih

REPUBLIKA.CO.ID, WASINGTON — Presiden Barak Obama menjamu Raja Maroko Muhammad VI di Gedung Putih, Jumat kemarin dalam sebuah pembicaraan mengenai demokrasi dan pemberantasan ekstremisme.


Dibicarakan juga potensi konflik di kawasan Afrika Utara, termasuk isu Sahara Barat, dan peran AS dalam kebijakan Maroko.


“AS telah menekankan bahwa rencana otonomi Maroko merupakan sesuatu yang serius dan realistik dan mewakili pendekatan yang potensial yang dapat memuaskan aspirasi masyarakat Sahara Barat untuk menjalankan urusan mereka sendiri dalam kedamaian dan kehormatan,” kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney.


Maroko mempunyai sejarah yang panjang dengan Amerika saat benua, yang dikenal di peta kuno pelaut Arab dengan nama Ard Majhoola (terra incognita), itu dikunjungi pertama sekali oleh Columbus 1492. 


Saat itu kapal Pinta yang digunakan Columbus dikapteni oleh Martin Alonso Pinzon dan kapal Nina dinakhodai Vicente Yanez Pinzon, yang menurut Profesor Barry Fell, keduanya dinilai merupakan keturunan Abu Zayyan Muhammad III (1362-1366), seorang Sultan Maroko di era Dinasti Mariniyah.


Tahun 1777, Maroko mengakui kedaulatan Amerika Serikat yang saat itu sedang berperang untuk meraih kemerdekaan dari Inggris atas permintaan pendiri AS George Washington. Pengakuan kedaulatan itu dilakukan oleh Sultan Maroko Sidi Muhammad ben Abdallah al-Khatib (Muhammad III), pada Desember 1777 saat pasukan pemberontakan yang dipimpin George Washington hampir kalah dari Inggris.


Dengan pengakuan itu pula, keamanan logistik kapal-kapal pemberontak AS terjamin di pelabuhan Maroko dari gangguan bajak laut dan Angkatan Laut Inggris yang mengusai dunia saat itu. Hubungan kedua negara kemudiaan diformalkan menjadi Moroccan–American Treaty of Friendship yang dinegosiasikan oleh Thomas Barclay, dan ditandatangani Thomas Jefferson, John Adams dan Muhammad III pada 1786.


Traktat ini juga membuat para budak yang beragama Islam di negara baru itu mendapat kebebasan seperti Abdulrahman Ibrahim Ibn Sori, seorang pangeran yang dijadikan budak, berasal dari Guinea yang saat itu masuk dalam wilayah Maroko. Kisahnya telah difilmkan berjudul ‘Prince Among Slaves’.


“Orang Amerika, saya mengetahui, adalah sebuah bangsa Kristen yang disukai ayah saya.. Saya sama dengan mereka, seperti ayahku, saya percaya mereka juga begitu kepadaku.. dengan hubungan yang baik semuanya terjalin,” kata Moulay Suliman sesaat setelah menggantikan tahta ayahnya Muhammad III yang meninggal tahun 1790.


Namun, Maroko terjerembab dalam kolonialisme Eropa di awal abad ke-20. Hingga, saat Maroko merdeka kembali, beberapa bekas wilayahnya telah menjadi negara-negara sendiri sampai akhirnya Sahara Barat ditinggalkan Spanyol. Sahara Barat dikuasai kembali secara de facto oleh Maroko tahun 1975 dan menyisakan konflik dengan organisasi lokal, Polisario.


Article source: http://artis.inilah.com/read/detail/2047082/asmirandah-jonas-rivano-menikah-islam-17-10-2013


Obama dan Raja Maroko Bertemu di Gedung Putih

Tuesday, June 25, 2013

Kisah Singa yang Tunduk kepada Nabi Daniyal

REPUBLIKA.CO.ID,   Oleh Afriza Hanifa


Allah memerintahkan si raja hutan tersebut untuk tunduk dan patuh.


Dua singa buas berputarputar di dalam lubang. Sesekali, para raja hutan itu mendongak ke atas, menunggu mangsa masuk ke kandang. Mata mereka awas, taring mereka tajam. Tiba-tiba, kandang dibuka, seorang pria hendak dilemparkan ke dalam lubang. Maka, singa-singa itu pun langsung beringas, siap menerkam. Apa pun yang masuk ke markas mereka akan tamat, bahkan sebelum mencapai dasar lubang. Mereka pasti akan langsung mencabiknya.


Bukan sembarang orang, pria yang hendak dilempar ke lubang singa itu merupakan seorang nabiyullah. Daniyal, sang utusan Allah bagi Bani Israil itu telah siap menerima hukuman. Tapi, sebenarnya hukuman itu hanya mengada-ada karena sang nabi tak melakukan pelanggaran ataupun kesalahan. Ia pun tak gentar, lisannya terus memohon pertolongan Allah.


Perkara Daniyal bermula ketika Raja Babylonia (Babel, sekarang Irak), Nebukadnezar, membutuhkan seorang penafsir mimpi. Sang raja bermimpi melihat sebuah patung raksasa yang setiap bagian tubuhnya terbuat dari logam yang berbeda.


Kepalanya terbuat dari emas, dada dan lengannya dari perak, perutnya terbuat dari tembaga, pahanya dari besi dan kakinya terbuat dari besi dan tanah liat. Tapi, kemudian sebuah batu menghancurkan patung tersebut hingga semuanya hancur luluh dan menjadi sebuah gunung. Tak ada yang mampu menafsirkan mimpi tersebut hingga kemudian raja dipertemukan dengan sang nabi.


Nabi Daniyal pun kemudian menafsirkan mimpi tersebut. Patung tersebut menunjukkan kekuasaan yang silih berganti. Emas mewakili Babylonia yang kemudian akan hancur diganti Kerajaan Persia yang diwakili perak. Kemudian, beralih ke Yunani dengan tembaga, lalu Romawi dengan besi. Tapi, semua kekuasaan itu akan hancur dan luluh lantak. Mendapat jawaban tafsir mimpi yang memuaskan, raja pun mengangkat Nabi Daniyal menjadi penasihatnya.


Namun, bukan hal baik yang didapat. Jabatan tersebut justru mela hir kan petaka. Para pejabat kerajaan merasa iri hati dan terus memfitnah. Hingga, mereka pun memengaruhi raja agar membenci Daniyaal. Terdapat fitnah yang mengatakan, Daniyal telah mencela raja. Fitnah lain menguak ibadah Daniyal ke Yerusalem yang rutin melanggar ketentuan raja. Fitnah lain mengatakan, kerajaan Babel akan hancur kecuali sang penafsir mimpi harus dibunuh. Berhasil dengan beragam fitnah yang diberikan, sang raja pun kemudian membenci Daniyal.


Raja kemudian memerintahkan pengawal membuat lubang dan me masukkan dua ekor singa ke dalamnya. Setelah itu, Daniyal pun segera diseret dan dimasukkan ke dalam kandang singa. Dua ekor singa pun telah siap menerkam. Tapi, Nabi Daniyal tetap sabar dan memohon pertolongan Allah. Ajaib, singasinga yang lapar itu membungkam mulut mereka. Tak sedikitpun taring tajam diperlihatkan dihadapan sang nabi. Saat Daniyal dimasukkan ke dalam kandang mereka, singa-singa itu justru menjilati sang nabi. Singa yang garang berubah menjadi hewan yang patuh. Sungguh tak masuk diakal kecuali memang karena kekuasaan- Nya. Allah memerintahkan singasinga tersebut agar patuh.


Beberapa hari dikurung di kan dang singa, Daniyal tetap selamat. Ia hidup bersama para singa. Hingga, kemudian rasa lapar dirasa kan sang nabi. Allah pun kembali memberi pertolongan. Allah me wahyukan kepada seorang nabi lain yang berada di Syam (kini Su riah, Yordania, dan Palestina), yakni nabi Yeremia (Jeremia) untuk menyiapkan makanan bagi Daniyal.


Namun, Yeremia kebingungan, “Ya Tuhan, saya sekarang ini berada di Yerussalem, sementara Daniyal ada di Babel,” ujarnya. Allah pun mewahyukan, “Lakukanlah apa yang Saya perintahkan dan Saya akan mengirimkan sesuatu yang akan membawamu ke sana,” firman Allah kepada nabinya.


Maka, Yeremia pun segera menyiap kan makanan. Nyata, Allah mengirimkan sesuatu yang kemudian mengantarkan Yeremia menuju Babel. Saat ia telah tiba di ambang lubang, Da niyal pun terkejut. “Siapakah itu?” kata Daniyaal. “Saya Yeremia, Tuhan mengutusku kepadamu” jawabnya.


Kemudian, terjadilah interaksi antara dua nabi tersebut. Daniyal pun sangat gembira dan bersyukur atas pertolongan Allah yang senantiasa diterimanya. “Segala puji bagi Allah yang tak pernah lupa kepada para hamba-Nya, Ia menghalau bahaya setelah kesulitan, menghargai kesabaran dengan keselamatan, melapangkan saat kewalahan, dan memberikan harapan atas ditengah keputusasaan,” kata Daniyal bersyukur tanpa henti.


Versi lain dalam kitab Yahudi dan Nasrani dikisahkan, fitnah yang menimpa nabi Daniyal terjadi di masa kekuasaan Parsi. Sang raja yang dekat dengan Daniyal bernama Dairus. Karena mendapat tekanan dari pejabatnya, Dairus terpaksa memasukkan Daniyal, penasihat kesayangannya, ke dalam lubang singa. Tapi, Darius justru terus gelisah dan terus menengok kondisi sang nabi.


Kisah Nabi Daniyaal memang terdapat dalam kitab suci Yahudi dan Nasrani. Kisahnya ditulis dalam bahasa Ibrani dan Aramia dalam kitab Tanakh milik umat Yahudi, serta dalam perjanjian lama milik Nash rani. Adapun bagi Musli min, kisah Daniyal tak disebutkan di dalam Al quran. Hanya saja, terdapat hadis dari para sahabat Rasulullah yang membenarkan sebagian kisah tersebut.


Saat ini, banyak negara mengaku memiliki makam Nabi Daniyal. Sedikitnya ada enam lokasi yang mengaku memiliki makamnya. Tapi, hanya Allah yang tahu ke benarannya. Mengenai ki sah para sahabat nabi yang menemukan kabar Nabi Daniyal tersebut dikabar kan oleh Ibnu Katsir. Rujuklah kitab Story of the Prophet karya Ibnu Kat sir untuk mengetahui detailnya. Wallahua’lam bish shawab.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/01/03/mg1ikp-sejarah-islam-di-asia-tenggara-1


Kisah Singa yang Tunduk kepada Nabi Daniyal

Tuesday, April 30, 2013

Orangtua Ani Polisikan Eyang Subur atas Tuduhan Bawa Lari Anaknya

Jakarta – Mantan pengikut Eyang Subur, Arya Wiguna mendatangi Polda Metro Jaya bersama Ade Junaedi, ayah istri ketujuh Subur, Ani. Mereka akan melaporkan Subur atas tuduhan membawa lari Ani.

Rombongan berjumlah sepuluh orang itu pun langsung masuk ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Polda, Selasa (30/4/2013) sekitar pukul 14:30 WIB. Mereka didampingi kuasa hukum Fahmi Bachmid SH.


Sebelumnya rombongan itu telah mengadu soal Subur ke Komnas Perempuan. Di sana, Ade Junaedi mengisahkan awal mula pertemuan anaknya dengan Subur.


“Tahun 2004 akhir atau 2005 awal saya pulang dari Sulawesi Tenggara. Saya kedatangan adik saya (Arya wiguna), kemudian anak saya meminta persetujuan izin restu sama saya. Dia mau menikah dengan Pak Subur,” kisahnya.


Ade pun mengaku tak memberi izin karena kala itu Ani akan dijadikan istri keenam Subur. “Saya bilang, istri lebih dari empat itu nggak boleh dalam Islam, dilanggar itu. Anak saya tetap minta persetujuan, minta direstui,” tuturnya.


Menurut Ade, satu bulan kemudian ia pun mendatangi rumah Subur. Namun pernikahan tersebut batal digelar.


“Tapi sebulan kembali saya datang lagi ke Jakarta tiba-tiba anak saya bilang, sudah menikah dengan Pak Subur,” lanjut Ade.


Ade menambahkan, pernikahan itu digelar di kediaman Haji Memet di kawasan Bekasi, Jawa Barat. “Saya tak diundang. Haji Memet itu artis. Dia saksinya mungkin,” ujarnya.


Setelah itu, hampir setiap tiga bulan ia datang ke Jakarta untuk menemui anaknya yang tinggal di rumah Subur. Namun ia mengaku mulutnya seperti terkunci.


“Delapan tahun Ani nggak boleh pulang. Anak saya dikondisikan sesuai eyang gaibnya. Keluarga boleh pulang, tapi Ani nggak boleh,” ungkap Ade.


(nu2/mmu)


<!–HUT ke-13, detikcom bagi-bagi 13 iPad 2, juga puluhan ribu tiket bus dan kereta. Daftar di sini. –>


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/04/19/m2puoq-inilah-kisah-muslimah-yahudi-tentang-kekejaman-nazi


Orangtua Ani Polisikan Eyang Subur atas Tuduhan Bawa Lari Anaknya

Tuesday, January 8, 2013

Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Selasa, 08 Januari 2013 10:49

Ade Irwansyah

HINGGA selesai menulis artikel ini, jujur, saya belum nonton film terbaru Hanung Bramantyo, Cinta Tapi Beda.

Saya tak tertarik menontonnya. Saya sedang malas nonton film bertema “berat.” Sebab, jika menonton, saya akan repot menuliskan ulasannya. Tapi, kontroversi soal filmnya, bahkan kabar Hanung memutuskan menarik filmnya dari peredaran sampai dilaporkan ke polisi segala mendorong saya menulis artikel ini.

Karena belum nonton, saya tak berhak menilai Cinta Tapi Beda. Namun, saya sudah nonton beberapa film yang mengangkat soal cinta beda agama sebelum yang ini. Jadi, menurut saya, sah saja saya punya pendapat soal tema yang diangkatnya: tentang cinta beda agama.

Negeri kita yang terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama sudah sejak dulu menjadi bahan baku cerita fiksi, termasuk film cerita. Kritikus film Eric Sasono pernah menulis di situs Rumah Film (2011), dahulu setidaknya ada dua pendekatan utama pembuat film menceritakan keragaman di Indonesia ini. Pendekatan pertama humoristis, dengan bercerita tentang tokoh-tokoh komikal dan stereotip etnis sebagai bahan lawakan atau ejekan. Tujuan pendekatan ini untuk mengajak penonton menertawakan diri sendiri. Humor yang semacam mendamaikan diri sendiri ini (morbid humor) dianggap efektif untuk menerima kenyataan ketimbang dipendam dan dibiarkan hingga jadi bisul kronis.

Pendekatan kedua adalah pendekatan yang menceritakan keragaman itu sebagai bagian komentar—atau kritik sosial budaya. Pendekatan ini melihat bahwa keragaman itu merupakan sebuah hal kompleks yang harus dijalani oleh manusia Indonesia. Pendekatan kedua ini menceritakan orang-orang yang harus bersiasat dengan beragam identitas yang berkumpul dalam diri mereka.

Untuk pendekatan pertama, Eric memberi contoh film-film komedi Nya’ Abbas Akup, sedang contoh pendekatan kedua di antaranya dilakukan Sjumandjaja lewat, misalnya, Si Doel Anak Modern.

Salah satu ciri yang menonjol di sinema Indonesia pasca Soeharto adalah sifat individualistis. Para pembuat film pasca Soeharto tak terlalu memusingkan keragaman latar belakang etnis, kebudayaan atau agama. Yang dikejar melulu capaian individual si tokoh. Keadaan sekitar tak kelewat dipedulikan, dan film Indonesia sekarang lebih senang membuat cerita yang berpusat pada aspirasi (capaian psikologis dan material) orang per orang yang khas kelas menengah.

Maka, kita melihat kisah-kisah from zero to hero tentang orang miskin jadi orang sukses, orang saleh mencari jodoh, dan sebagainya.

***

Namun, tentu, selalu ada yang menyempal bergeser dari titik mainstream. Kondisi pasca Soeharto yang relatif bebas juga memungkinkan mengangkat hal yang dianggap tabu menjadi wacana di layar lebar. Dari sini menyempal film yang membincangkan cinta beda agama.

Film tentang cinta beda agama di sinema Indonesia pasca Soeharto dimulai oleh Cin(T)a karya Sammaria Simanjuntak yang rilis tahun 2009. Judulnya memberi simbol yang kira-kira bisa diartikan—saya meminjamnya dari tulisan Ifan Adriansyah Ismail di majalah Madina—di antara sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta ada “T” yang menghalangi. “T” itu adalah perbedaan dalam menyebut Tuhan. (O ya, sebetulnya, setahun sebelumnya, 2008, rilis Ayat-Ayat Cinta [sutradara Hanung Bramantyo] yang di dalamnya ada kisah cinta beda agama antara Fahri [Fedi Nuril], penganut Islam, dengan Maria yang menganut Kristen Koptik. Tapi persolan cinta beda agama itu tak menjadi soal berarti karena Maria kemudian masuk Islam.)

Kembali ke Cin(T)a, film itu tampak samar-samar mengisahkan cinta beda agama dengan membalutnya sebagai film esai. Tokoh-tokohnya dipinjam sineasnya untuk mengutarakan gagasan ataupun pertanyaan seputar cinta, Tuhan, dan agama. “Kenapa Allah nyiaptain kita beda-beda. Kalau Allah ingin disembah dengan satu cara?” “Makanya Allah ciptain cinta. Biar yang beda-beda bisa nyatu.”

Film berikutnya, 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta (2010). Kita bertemu Rosid (Reza rahadian) telah menetapkan hatinya pada Delia (Laura Basuki). Rosid, Islam. Delia, Katolik. Film arahan Benni Setiawan yang kisahnya diambil dari dua novel (Da Peci Code dan Rosid Delia) ini mengambil jalan ke inti persoalan: seperti apa problema yang akan ditemukan bila dua sejoli beda agama memadu kasih?

Film ini tak mencoba memberi putusan bahwa hal itu dilarang (atau juga dibolehkan). Sebaliknya, film ini menyajikan serangkaian hal untuk direnungkan penonton usai menonton. Misalnya, ada dialog soal persoalan nikah beda agama akan meninggalkan beban psikologis pada pelaku, keluarga, bahkan anak yang mereka lahirkan kelak. Ditanya bagaimana sebaiknya, malah dijawab dengan tawa. Kemudian, ada dialog, dari sudut Islam, ada pendapat ulama yang mengatakan nikah beda agama boleh asal prianya Islam. Tapi, dengan bijak, film ini tak menganjurkan mengikuti pendapat ulama yang membolehkan hal itu, melainkan taati agama dengan baik dulu, baru pahami betul-betul sebelum akhirnya ikut pendapat yang mana. SPOILER ALERT pada akhirnya Rosid dan Delia tak melanjutkan hubungan cinta mereka.

Kemudian juga ada sedikit cerita cinta beda agama yang terselip di film ? (Tanda Tanya) rilis tahun 2011 karya Hanung Bramantyo. Yang sudah nonton pasti ingat sub plot tentang Ping Hen (Rio Dewanto) yang memendam cinta pada Menuk (Revalina S. Temat). Di ujung film, SPOILER ALERT lagi, setelah Menuk menjanda, Ping Hen masuk Islam dan mendapatkan cinta lamanya.

Nah, yang terakhir kisah cinta beda agama hadir lewat Cinta Tapi Beda. Saya belum nonton, jadi tak berhak mengulasnya. Namun, kawan yang menulis resensi filmnya di tabloid ini mengatakan di ulasannya, “… tidak mudah melaksanakan pernikahan beda agama. Sistem di Indonesia tidak memberi dukungan pada cinta yang didasari dua Mahacinta. Ini pesan Cinta Tapi Beda. Untuk kita renungkan.”

Yang jelas, filmnya rilis di penghujung 2012, ini artinya setiap tahun sejak 2009 lahir film yang mengangkat tema itu.

Kenyataan ini lebih menarik ditelisik. Kenapa sekarang saban tahun muncul film tentang cinta beda agama?

***

Sesungguhnya, cinta beda agama terbilang sebuah keniscayaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, terdiri atas beragam agama. Kita hidup berdampingan dengan orang beragama lain, tak mungkin rasanya jika sampai tidak terjadi kisah cinta berlatar agama berbeda. Anda mungkin pernah mengalaminya, atau pastilah kenal orang-orang yang mengalaminya.

Sesungguhnya pula, cinta beda agama bisa terjadi di belahan mana saja di dunia ini. Namun, rasanya, di Barat sana hal semacam ini tak menjadi masalah. Beda dengan di Indonesia. Nilai religiusitas dan kekeluargaan yang erat dianut masyarakat kita membuat persoalan cinta beda agama jadi pelik.

Di Barat sana yang individualis boleh saja orangtua membiarkan anaknya berkasih-kasihan dengan yang lain agama karena menganggap itu sebagai hak asasi. Tapi tak demikian halnya di Indonesia. Apalagi bila hubungan beda agama itu hendak berlanjut jadi serius ke pernikahan. Percintaan, apalagi pernikahan di masyarakat kita, bukan semata urusan dua pribadi yang jatuh cinta, tapi urusan dua keluarga.

Pertama niatan sineas melahirkan kisah ini karena sudah saatnya hal tabu itu diangkat ke permukaan, dibicarakan secara terbuka. Yang saya ingat, baik Cin(T)a dan 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta tak mendatangkan kontroversi lantaran mengangkat konfliknya dengan halus: Cin(T)a lewat penuturan bergaya esai, sedang 3 Hati lewat penyelesaian harmonis. ? (Tanda Tanya) mengundang kontroversi lebih kepada tema pluralisme religius yang diangkatnya.

Pun kontroversi terbaru ini, di Cinta Tapi Beda lebih berupa protes pada tokohnya yang digambarkan sebagai orang Minang.

Ini menandakan, meski di luar sana masih ada pro-kontra atas hubungan cinta beda agama, sebetulnya sebagian besar masyarakat relatif memberi kebebasan pada sineas untuk mengangkat tema ini.

Yang tidak setuju, misalnya, pada akhirnya memilih tidak menontonnya. Mereka lebih memilih kisah cinta sejati Habibe dengan Ainun atau semangat nasionalismenya dibakar di puncak Mahameru lewat 5 cm..

Pertanyaannya kemudian, apa kontroversi Cinta Tapi Beda ini akan menghentikan sineas membuat lagi film tentang cinta beda agama?

Saya kok ragu, ya. Sebab, hubungan cinta beda agama adalah bahan baku cemerlang untuk sebuah kisah dramatis khas Indonesia. Dalam hubungan cinta beda agama ada konflik yang menggigit penuh dilema. Di situ, cinta seakan dipertentangkan dengan agama. Ada pula tradisi dan nilai keluarga yang mungkin menentang.

Siapa yang untung? Oh, tentu produser film. Orang-orang yang penasaran jadi kepingin nonton. Apalagi sampai filmnya jadi kontroversi segala. Yuk, ke bioskop sebelum filmnya betulan berhenti tayang….

(ade/ade)

 

Berita Terkait:

Film Cinta Tapi Beda Digugat, Produser Siap MeladeniSejak Muncul Kontroversi, Penonton Cinta Tapi Beda Bertambah Lebih dari 80 RibuFilm Cahaya Kecil Siap DiproduksiKontroversi Film Cinta Tapi Beda, Hanung Bramantyo Meminta Maaf

Komentar   

Jambanizer

habibiainun

Berikan komentar

Article source: http://www.tribunnews.com/2012/12/11/peringatan-hari-anti-korupsi-di-makassar-berujung-bentrok


Film Tentang Cinta Beda Agama, Kenapa Terus Dibuat?

Wednesday, October 9, 2013

Masjid di Makkah Ini Jadi Saksi Para Jin Masuk Islam

Makkah – Makkah tak hanya punya Masjidil Haram saja. Tanah Suci tersebut juga punya banyak masjid bersejarah yang selalu dikunjungi jamaah haji. Seperti, Masjid Al Jin yang jadi saksi para jin masuk Islam di depan Nabi Muhammad.

Makkah, Arab Saudi punya beberapa masjid dan bangunan bersejarah dengan aneka kisah yang berbeda. Di Masjid Al Jin, para jamaah haji dapat mengetahui kisah lengkap para jin yang tunduk kepada Nabi Muhammad dan menyatakan keislamannya, seperti yang dilongok dari situs Ministry of Hajj Kingdom of Saudi Arabia, Rabu (9/10/2013).


detikTravel pun sempat berkunjung ke Masjid Al-Jin beberapa waktu lalu. Lokasinya berada di kawasan Ghazza, distrik Mala atau sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram.


Nama jin pada masjidnya memang mengundang para traveler muslim yang melancong ke Makkah, baik untuk haji atau umroh. Nama jin berasal dari kisah para jin yang masuk Islam saat mendengar lantunan ayat Al Quran dari mulut Nabi Muhammad.


Kisahnya, pada waktu itu Rasulullah sedang melafazkan ayat Al Quran. Kemudian para jin yang kebetulan lewat tertarik mencari tahu asal muasal lantunan tersebut. Mereka lalu mendapati Nabi Muhammad yang sedang mengaji.


Karena tersentuh oleh lantunan lembut ayat Al Quran, lantas para jin pun berdialog dengan Nabi Muhammad. Setelah itu, para jin lantas menyatakan diri masuk Islam.


Masjid Al Jin tampak seperti masjid-masjid pada umumnya. Luasnya 10 x 20 meter, mempunyai dua lantai, satu basement, dan juga kubah. Masjid ini terlihat kokoh, tidak kalah dengan gedung-gedung di sekitarnya. Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Bai’at .


Anda bakal merasakan udara yang sejuk ketika memasuki Masjid Al Jin, mungkin karena bangunannya yang tinggi dan terdapat pendingin ruangan. Warna abu-abu terlihat mendominasi bangunan masjidnya. Jika menengok ke atas, peziarah bisa melihat kubah masjid yang dihias dengan tulisan kaligrafi Surat Al Jin ayat 1-9.


Meski tidak masuk dalam rukun haji, para jamaah haji biasanya menyempatkan diri untuk datang ke Masjid Al Jin. Mereka bisa mendengar cerita dan sejarah lebih lengkap tentang masijdnya, sekaligus beribadah secara khusyuk di sana.


Article source: http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/130909185415/limit/0/Umat-Kristen-Suriah-Dipaksa-Masuk-Islam.html


Masjid di Makkah Ini Jadi Saksi Para Jin Masuk Islam

Friday, December 27, 2013

Kisah Cinta Fenomenal Seleb Tanah Air 2013 (II)





VIVAlife- Tahun 2013 segera berganti. Selama perjalanan tahun itu, kisah cinta sejumlah seleb tanah air menjadi cerita tak terlupakan untuk dunia hiburan tanah air.


Apalagi, perjalanan kisah cinta sejumlah seleb di tahun 2013 cukup banyak yang menjadi fenomenal. Mulai dari kisah asmara Raffi Ahmd dengan politisi cantik Wanda Hamidah, hingga kisah cinta mengejutkan antara vokalis band NOAH, Ariel dengan Sophia Latjuba.


Cerita cinta mereka selalu menjadi perbincangan dan menghebohkan di 2013. Bagaimana kisahnya, berikut rangkumannya.


Asmirandah dan Jonas Rivanno


Kisah cinta berikutnya datang dari pesinetron Asmirandah dan Jonas Rivanno. Kisah cinta mereka, diakui datang dengan tiba-tiba tanpa ada yang merencanakan.


Keduanya terlibat cinta lokasi. Tak banyak kabar miring yang mewarnai tali cinta keduanya. Awal tahun 2012 mereka mulai berhubungan, namun, kedekatannya jarang sekali dipublikasikan.


Dan 17 Oktober 2013 lalu, keduanya diam-diam melangsungkan pernikahan di kediaman Andah di Beji, Depok, Jawa Barat. Sayang, keduanya sempat membantah berita bahagia tersebut.


Jonas yang memeluk keyakinan Nasrani pun rela berpindah keyakinannya menjadi seorang mualaf mengikuti keyakinan sang kekasih. Namun, Jonas membantah jika dirinya telah menjadi mualaf.


Hal ini menjadi kontroversi dan perdebatan, membuat  pria berusia 26 tahun tersebut di protes dari ormas Islam. Sampai-sampai ormas tersebut melaporkan Jonas kepada pihak kepolisian atas dugaan penistaan agama.


Setelah diam dalam persembunyiannya, akhirnya keduanya pun tampil di hadapan umum dan menggelar temu media di kediaman Andah di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Dalam temu media tersebut, baik Andah maupun Jonas mengutarakan permintaan maafnya kepada pihak-pihak yang telah terluka dengan apa yang telah mereka lakukan.


“Saya dengan kerendahan hati dan setulus-tulusnya meminta maaf kepada semua masyarakat Indonesia. Dan juga kepada instansi terkait MUI Depok, KUA Depok, dan juga masjid An -Nur. Pokoknya semua masyarakat umum yang merasa dirugikan dengan pemberitaan ini,” ucap Asmirandah.


Selang beberapa hari, Andah pun mendaftarkan pembatalan pernikahannya ke Pengadilan Agama Depok, pada 7 November 2013. Hal ini kembali mengejutkan publik.


Dan tepat pada tanggal 18 Desember 2013, Pengadilan Agama Depok pun mengabulkan permohonan pembatalan pernikahan kedua sejoli ini.


“Membatalkan pernikahan pemohon dan termohon yang diselenggarakan pada 17 Oktober. Menyatakan kutipan akta nikah, tidak mempunyai kekuatan hukum,” kata Hakim Ketua, Drs Khairuman saat membacakan amar putusan.


Zaska si Goyang Itik dan Vicky Prasetyo

Tak pernah terlihat menggandeng sosok pria di setiap kesempatan,  diam-diam pedangdut muda bernama asli Surkiani atau  Zaskia Shinta (23) muncul dengan kabar mengejutkan.


Zaskia yang tenar berkat goyang itiknya, diam-diam menggelar acara lamaran mewah pada 1 September 2013 di Hotel Kempinski, Jakarta dengan pria yang kabarnya berprofesi sebagai pengusaha, Vicky Prasetyo (29).


Bagi Zaskia, Vicky sosok yang sangat manis dan luar biasa. ia mengaku pertama kali berjumpa dengan Vicky di acara SCTV Awards beberapa tahun lalu.


Sayangnya usia pertunangan tak lama. Niat keduanya untuk membina sebuah rumah tangga yang diidamkan, harus kandas di tengah jalan.


Selang sehari setelah hari lamarannya tersebut, kebobrokan Vicky pun perlahan terkuak. Vicky merupakan pria dengan status memiliki seorang istri, dan bukanlah seorang lajang seperti yang ia ungkapkan kepada Zaskia saat itu.


Tak hanya itu, nama Vicky pun semakin melejit dengan pengakuan beberapa pedangdut yang mengungkapkan bahwa Vicky adalah penipu.


Dan pada akhirnya, harapan Zaskia untuk melabuhkan hatinya kepada Vicky harus kandas ditengah jalan. Kini keduanya tak lagi bersama.


Ariel ‘NOAH‘ dan Sophia Latjuba

Bukan Ariel ‘NOAH‘ namanya jika tidak menjadi sorotan. Sempat heboh video syurnya dengan sejumlah artis mulai dari Luna Maya  hingga Cut Tari, tak membuat  Ariel kehilangan pamornya di mata wanita.


Belum lama ini, Ariel kembali bikin heboh. Duda satu anak ini dikabarkan sedang dekat dengan aktris senior, Sophia Mueller atau akrab dikenal dengan nama Sophia Latjuba.


Kabar kedekatannya jadi buah bibir, saat keduanya kepergok mesra bergandengan tangan di sebuah pusat perbelanjaan di bilangan Senayan, Jakarta. Foto-foto mesranya juga ramai beredar di dunia maya. Ariel menggandeng tangan Sophia saat berada di eskalator.


Saat dikonfirmasi soal foto-foto mesranya, manajer Sophia  pun menanggapi dengan santai dan mengatakan tak perlu dibesar-besarkan.


Dilanjutkannya, kedekatan Sophia dan Ariel hanya sebatas untuk  pekerjaan semata. (eh)


Article source: http://www.gatra.com/fokus-berita/33054-geliat-islam-negeri-beruang-merah.html


Kisah Cinta Fenomenal Seleb Tanah Air 2013 (II)

Thursday, July 18, 2013

Kisah Jono 'GBS' Jadi Mualaf Saat Berkunjung ke Aceh

Jakarta – Bassis band Gugun Blues Shelter (GBS), Johnathan Amstrong atau biasa disapa Jono menceritakan perjalanan religinya yang membuatnya hingga menjadi seorang mualaf. Sebelumnya, Jono berasal dari keluarga Kristen yang taat, namun Aceh mengubah hidupnya.

Jono mengatakan, beberapa tahun lalu dirinya menginjakkan kaki pertama kalinya di tanah rencong. Di sanalah dirinya langsung berkenalan dengan Islam.


“Karena aku pertama kali ke negara Islam, langsung ke Indonesia, Aceh lagi. Dan, di sana Islam sangat kuat. Aku lihat orang-orang di sana sangat friendly, terus kekeluargaan masih kental,” kata Jono yang sudah lumayan fasih berbahasa Indonesia meski terkadang masih sedikit terbata itu, Rabu (17/7/2013) malam.


“Jadi saya semakin penasaran, kok bisa begini ya? Dari situ saya mulai tanya-tanya tentang Islam. Terus dijelasin sama teman-teman. Dari situ saya beli Al Quran berbahasa Inggris, saya pelajari,” sambung Jono.


Jono yang asli London-Inggris itu pun semakin mendalami Islam sejak itu. Perjalanan ke Aceh itu sebenarnya tak disengaja, karena ia memang harus transit ke Asia.


Saat transit ke Indonesia itulah akhirnya Jono memilih Aceh sebagai tempat berlabuhnya sejenak. Tak disangka, Aceh memang membuat hidupnya berubah. Setelah pulang ke negara asalnya, Jono pun merindukan Aceh.


Pergolakan batin pun dirasakan semenjak mengenal Islam. Singkat cerita, Jono lantas kembali ke Aceh dan akhirnya bertemu dengan wanita yang menjadi pendampingnya kini, Fauziah.


Jono pun akhirnya menikahi Fauziah dan memeluk Islam. “Dari situ penasaran saya nggak berhenti, baru saya ketemu sama istri. Dia jelasin lebih dalam lagi. Dari situ saya memutuskan untuk menjadi mualaf,” kisahnya.


Article source: http://ramadan.detik.com/read/2013/07/16/141113/2304296/631/sejarah-islam-akan-masuk-dalam-kurikulum-pendidikan-di-inggris?992204cbr


Kisah Jono 'GBS' Jadi Mualaf Saat Berkunjung ke Aceh

Friday, January 24, 2014

Angel Lelga Foto Seksi di Sampul Album Slank Sebelum Jadi Mualaf

Jakarta – Angel Lelga secara khusus menggelar jumpa pers untuk menanggapi mencuatnya kembali foto seksi dirinya yang dijadikan sampul album Slank, ‘Virus’ pada 2001. Kendati kejadiannya sudah 15 tahun lalu, Angel tetap merasa perlu untuk bicara.

Seiring masuknya dirinya ke kancah politik, foto yang memperlihatkan perut langsing dengan sedikit pemandangan payudaranya itu mendadak heboh lagi. Angel pun mengakui, yang ada di foto itu memang tubuhnya.


Tapi, ia memberikan penjelasan bahwa ia menjadi model untuk sampul album Slank itu sebelum dirinya masuk Islam.


“Itu kan sudah 15 tahun yang lalu, pas saya belum mualaf. Saya sudah anggap Bunda Iffet ibu saya sendiri,” ungkapnya dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2014).


Angel mengaku sampai saat ini belum melihat foto asli dirinya itu. Di perut Angel pada foto itu terdapat tato lambang Slank. Sementara di bawah pusarnya tertulis ‘Virus’. Menurutnya, kala itu ia bersedia pose seperti itu karena nge-fans dengan band tersebut.


Bahkan istri Kaka ‘Slank’ juga adalah sahabatnya. “Saya nggak megang foto aslinya. Waktu itu Bunda Iffet temani saya waktu perut saya diukir,” kisahnya menyebut nama ibunda para personel sekaligus manajer Slank.


Angel kini tengah sibuk dengan persiapannya sebagai calon anggota legislatif dari PPP untuk Pemilu, April nanti. Di tengah konsentrasinya bertugas di Dapil Jateng 5, ia mengaku sedih dengan mencuatnya kembali soal foto tersebut.


(nu2/mmu)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS Windows Phone. Install sekarang!



Article source: http://news.detik.com/read/2013/05/20/124346/2250573/10/20-anggota-jemaah-ahmadiyah-di-tasikmalaya-jadi-mualaf?9922032


Angel Lelga Foto Seksi di Sampul Album Slank Sebelum Jadi Mualaf

Wednesday, November 27, 2013

Jadi Mualaf, Sam Brodie Diberi Al Quran oleh Maia

Jakarta – Saat memutuskan untuk menjadi mualaf, artis Sam Brodie banyak mendapat panutan dari beberapa rekan artis. Sam mengakui ada sosok Maia Estianty yang membimbingnya setelah masuk Islam.

“Maia Estianty selalu bantu saya, saya suka curhat dengan dia. Bunda ngasih saya Al Quran. Kadang dia jadi guru agama, tetapi kemudian diajak ke guru agama yang benar,” urainya ditemui saat ditemui di Gramedia Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2013) malam.


Dalam kesempatan itu, Sam meluncurkan buku autobiografinya yang berjudul ‘Samuel, Samantha Me’. Dalam bukunya ia mencurahkan semua kisahnya yang kontroversial.


“Aku sharing tentang kisah saya, karena tujuan orang bisa mengenal saya, bisa mengenal karakter saya, bahwa hidup saya penuh dengan kontroversi,” tutur Sam.


“Banyak yang juga nggak tahu saya pernah tinggal di pinggir jalan, saya benar-benar dari bawah. Jalan saya bisa menjadi mualaf,” tambahnya.


Sam memang pernah mengalami ‘krisis’ identitas. Ia pernah lama hidup di London dan menjalani identitasnya sebagai perempuan. Dalam bukunya itu semua kisah itu terangkum termasuk perjalanan religinya hingga akhirnya menjadi mualaf.


“Rasanya pasti bangga ini sebagai contoh ke orang lain, nggak terlambat untuk berubah. Menurut saya semakin kita jauh dari agama, semakin jauh dari rezeki. Nggak terlalu terlambat untuk berubah bagi para transgender. Aku banyak kenal transgender, aku lihat banyak yang tersasar karena jauh dari Tuhan,” paparnya.



(kmb/mmu)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS Windows Phone. Install sekarang!



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/13/11/05/mvri2x-kisah-nabi-yang-digergaji-yahudi


Jadi Mualaf, Sam Brodie Diberi Al Quran oleh Maia

Thursday, June 6, 2013

Isra Miraj: SBY Kirim Pesan Untuk Umat Islam Indonesia

Isra Miraj SBY Kirim Pesan Untuk Umat Islam Indonesia


Hari ini, Kamis, 6 Juni 2013 umat Islam di seluruh dunia memperingati Isra Miraj 1434 Hijriyah. Peristiwa ketika Nabi Muhammad Saw. dibawa menuju Sidratul Muntaha dalam waktu semalam di antaranya untuk menerima perintah salat lima waktu. Presiden SBY sendiri memberikan pesan kepada umat Islam pada peringatan kali ini. Apa pesannya?


“Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” demikian tweet SBY melalui akun twitternya, @SBYudhoyono.



Peristiwa Isra Miraj sendiri terbagi dalam dua kejadian berbeda. Yang pertama, Isra. Pada kejadian ini Nabi Muhammad saw. diberangkatkan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Tempat Bersujud Yang Jauh). Hal inilah yang terlukiskan dalam Q.S. Al-Isra:1, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”


Kemudian, dari tempat ini beliau diMirajkan ke Sidratul Muntaha dalam sebuah perjalanan yang penuh metafora; bertemu dengan nabi-nabi terdahulu, untuk kemudian menerima perintah salat dari Allah. Kisahnya tercantum dalam Q.S. An-Najm:13-18, “Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha.


Di dekat (Sidratul Muntaha) ada surga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.”


Seiring dengan perkembanga zaman, semakin banyak muncul tafsir seputar perjalanan Nabi dalam Isra Miraj. Berbagai teori dikemukakan untuk membuat peristiwa tersebut terlihat ‘logis’ atau masuk akal. Sejatinya, yang perlu kita yakini adalah yang tercantum dalam Alquran, dengan diperkuat riwayat-riwayat yang shahih.


Banyak amanat yang bisa didapatkan dalam Peristiwa Isra Miraj. Bukan hanya wajibnya seorang muslim menegakkan perintah salat. Bukan pula hukuman yang akan didapatkan seseorang yang berbuat buruk, seperti yang terlihat Rasululah saw. sepanjang perjalanan ke Sidratul Muntaha. Lebih jauh, kita bisa memahami bahwa bagi Allah, tidak ada yang tidak mungkin.


Memperjalankan Rasul-Nya dalam waktu semalam dalam sebuah perjalanan spiritual bukanlah hal mustahil. Kita yang hanya menggunakan logika, tak akan cukup meyakini hal ini. Akan tetapi, bagi mereka yang menyadari, hidup bukanlah masalah masuk akal dan tidak masuk akal, Isra Miraj memiliki segudang rahasia kekuasaan Allah yang mungkin tak bisa diurai kata-kata.


Foto: cflounge.blogspot.com


Article source: http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=2937


Isra Miraj: SBY Kirim Pesan Untuk Umat Islam Indonesia

Sunday, January 13, 2013

Mempersoalkan Legitimasi Puisi-Esai

Leon Agusta

Tak ada yang baru di bawah langit. Begitu sering kita dengar banyak orang mengatakan. Namun, selalu ada cara pandang yang baru tentang apa atau bagaimana adanya sesuatu di bawah langit. Selalu pula ada cara pendekatan baru terhadap sesuatu yang sudah berlalu—terhadap sesuatu—misalnya karya dari masa silam. Dari segala sesuatu yang ada sebagian elemen sudah dieksplorasi, tetapi ini tidak berarti bahwa tidak mungkin ada elemen lain yang dapat dieksplorasi.

Setiap generasi baru dalam seni selalu melihat atau menyiasati apa yang sudah dilakukan oleh seniman generasi sebelumnya dengan cara pandang yang berbeda. Perbedaan konteks dan pengalaman akan melahirkan berbagai pertanyaan baru dengan fokus pada elemen-elemen tertentu. Semuanya ini mendorong mereka untuk melahirkan sesuatu yang baru di luar paradigma dan wacana lama. Hasilnya, adakalanya melahirkan paradigma baru yang pada gilirannya akan menghasilkan karya yang baru pula.

Dari eksplorasi semacam ini, lahirlah karya Denny JA, Atas Nama Cinta, yang disebutnya sebagai puisi-esai. Lalu, dari sebutan puisi-esai muncul pertanyaan: bagaimana mendefinisikan esai untuk membedakannya dengan puisi? Apakah perbedaannya terletak pada isi, bentuk, persepsi, atau perspektif? Kemudian muncul sebuah pertanyaan lagi: apakah puisi dapat berfungsi sebagai pemicu pemikiran rasional untuk menggerakkan lahirnya sebuah puisi-esai?

Jurnalisme dan statistik serta analisis mampu menghadirkan fakta atau kenyataan dari suatu situasi dan kondisi suatu kehidupan masyarakat di suatu waktu dan tempat tertentu. Hal ini tecermin pada bentuk tulisan yang didefinisikan sebagai esai. Adapun estetika memiliki potensi untuk mengungkapkan sensitivitas kemanusiaan, kedalaman perasaan, intuisi, dan imajinasi sehingga menghadirkan kesan mendalam terhadap pembaca bagaimana wajah nasib dan penderitaan manusia ke dalam rasionalitas melalui empati pada bentuk tulisan yang didefinisikan sebagai puisi. Jadi, apakah mungkin puisi-esai dapat mengantarkan pembaca pada penghayatan dengan warna perasaan yang kaya nuansa?

Dalam konteks di atas, puisi esai Denny JA berakar pada realitas masyarakat berupa kejadian dan peristiwa dalam berbagai kategori analisis dengan fokus tunggal pada problematik diskriminasi di Indonesia. Sejak awal, bentuk, konteks, dan isi karya Denny JA adalah esai dalam format puisi.

Bukan baru 

Sebenarnya, dalam sejarah sastra Indonesia, upaya mempertemukan atau menggabungkan bentuk-bentuk tulisan yang berbeda dalam satu karya bukan sesuatu yang baru. Dalam hal ini mungkin sebaiknya ada sedikit perbandingan dengan karya Rendra. ”Si Burung Merak” ini menulis puisinya, seperti diakuinya sendiri, dalam bahasa pamflet. Ini dilakukannya untuk merespons kenyataan sosial politik pada waktu itu. Ungkapan-ungkapannya lugas, sama sekali tidak rumit. Begitu mendengar, maksudnya langsung bisa ditangkap. Pesan politiknya tampak lebih diutamakan ketimbang estetika puisi.

Denny menggali sumber kekuatan estetik jauh lebih dalam pada buku puisi-esainya Atas Nama Cinta yang merupakan gugatan terhadap isu sosial dalam bingkai diskriminasi. Dalam konteks ini, kekuatan estetika dalam narasi akan merupakan jembatan emas untuk menyampaikan pengalaman emosional, sedangkan catatan kaki memperkuatnya dengan pengalaman intelektual. Dengan demikian, ditemukan satu titik temu untuk mencapai keseimbangan antara penghayatan dan pengertian.

Dalam hal ini, pendekatan puisi-esai Denny, yang merupakan upaya menyatukan pengalaman emosional dan rasional dalam sebuah karya, mungkin bisa dikatakan lebih dekat dengan teknik penyair Toeti Heraty dalam Calon Arang (Yayasan Obor Indonesia Tahun 2000).

Seperti yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma dalam pengantar buku ini, yang disebut karya ”prosa lirik” oleh penulisnya sendiri, tak pelak lagi, ini adalah karya seorang pejuang feminisme. Di awal pengantarnya Seno menulis, ”…setidaknya terdapat dua jalan menuju buku ini. Jalan pertama adalah tradisi Calon Arang. Jalan kedua, tentu kedudukan perempuan dalam puisipuisi Toeti Heraty.”

Jadi, prosa lirik Calon Arang karya Toeti Heraty dapat dimasuki melalui pintu dunia kepenyairan Toeti Heraty sendiri yang sikap dan pandangannya sudah diungkapkan, misalnya pada kumpulan puisi Sajak-Sajak 33 and Mimpi dan Pretensi.

Dalam buku Calon Arang, Toeti Heraty tidak memakai catatan kaki dalam memunculkan unsur rasional untuk mengimbangi narasi emosional. Dia lebih memilih mengarahkan kesadaran pembaca melalui anak judul ”Kisah Perempuan Korban Patriarki” dan mendedikasikan karyanya kepada ”setiap perempuan yang meredam kemarahan”. Dengan demikian Toeti Heraty menerapkan bingkai yang kuat dan ketat untuk menjaga agar fokus pembacaan sesuai dengan teks.

Dalam buku Atas Nama Cinta, Denny JA juga memberi petunjuk mengenai isi intelektualnya dengan anak judul ”Sebuah Puisi Esai: Isu Diskriminasi dalam Untaian Kisah Cinta yang Menggetarkan Hati”. Dengan demikian, isu sentral yang diajukan melalui lima kisah cinta pada buku ini disampaikan sekaligus dengan kriteria puisi esai.

Pemahaman tentang pendekatan dan alasan seorang penyair menulis puisi pamflet, puisi esai, prosa lirik, atau apa pun namanya, memang diperlukan. Pemahaman tentang keanekaragaman alasan para penyair dalam menulis puisi dapat membantu kita dalam upaya memahami keberagaman karya yang dihasilkan para penyair dari masa ke masa. Dengan ini, jika ada perbincangan, kita akan berada dalam jalur yang mengasyikkan. Konteks zamannya terjaga. Begitu pula dengan otentisitas masing-masing penyair.

Jika terjadi pencampuradukan dalam membandingkan, misalnya karena mengabaikan konteks zamannya atau otentisitas seorang penyair tak diindahkan, perbincangan takkan mengasyikkan lagi.

Penamaan puisi-esai, menurut Denny JA, adalah karena kebutuhan ekspresi kisah-kisahnya. Wujudnya adalah puisi dengan cita rasa esai, esai tentang isu sosial yang diungkapkan secara puitis.

Cita rasa 

Untuk lebih mengesankan cita rasa esai, Denny JA juga secara sadar membutuhkan pencantuman catatan kaki, di antaranya ada yang sangat mengejutkan. Misalnya, catatan kaki (4) halaman 164 mengenai ”Tafsir Baru atas Nikah Beda Agama” tentang pernikahan Nabi Muhammad SAW dan beberapa sahabat dengan perempuan yang bukan panganut agama Islam (http//icrp-online.org/o82008/post-17.htmi). Ada banyak informasi ataupun pengetahuan berharga dari catatan kaki yang dapat mengantarkan pembaca pada pemahaman lebih mendalam tentang puisi esai. Catatan kaki ini berperan bagaikan paru-paru bagi kisah-kisah yang disajikan sehingga puisi esai hidup dan bernapas bukan hanya sebatas lingkungan masyarakat sastra, melainkan menerobos ke tengah masyarakat luas.

Semua topik yang disajikan Atas Nama Cinta jelas sekali lebih merupakan bahan baku untuk penulisan esai, yakni isu-isu sosial yang relevan dan aktual. Denny JA ingin menyajikannya dalam format sebuah esai yang lazim untuk mengisi otak. Dia juga memiliki dorongan kuat untuk memanfaatkan estetika bahasa yang mampu membuat pembacanya masuk ke dunia nyata melalui penghayatan seni.

Dengan demikian, Denny JA mempunyai pengalaman dan pandangan yang khas terhadap kehidupan sosial, terutama sastra. Mungkin ia merasa terhina jika dikatakan menjadi sekadar peniru atau seorang murid penurut terhadap fatwa-fatwa para guru. Penulis yakin, Denny JA sama sekali tidak merasa terlalu penting untuk dibandingkan kehadirannya dengan para penyair terdahulu.

Dengan puisi esai yang disajikannya, Denny JA sudah membuka jendela baru bagi masyarakat sastra Indonesia untuk melihat kenyataan sejarah peradaban dengan cara yang baru pula, kemudian mengungkapkannya dengan pendekatan yang juga baru. Masalah kemanusiaan dan ketidakadilan membelenggu masyarakat kita di mana-mana. Kreativitas seni berupaya membebaskan belenggu itu dengan memberikan pencerahan kesadaran terhadap kompleksitas kondisi zamannya. Di sinilah peranan puisi esai yang dilahirkan Denny JA.

Dalam konteks ini, tampaknya Maman S Mahayana (MSM) tidak terkesan dengan kehadiran puisi esai Atas Nama Cinta.

Kritik MSM dalam artikel ”Posisi Puisi, Posisi Esai” (Kompas, Minggu, 30 Desember 2012, halaman 20) ada satu pertanyaan menarik seputar perbincangan puisi esai Denny JA: ”Lalu bagaimana dengan catatan Ignas Kleden, Sapardi Djoko Damono dan Sutardji Calzoum Bachri dalam antologi itu? Apakah itu sebagai stempel legitimasi tentang konsep puisi esai?”

Pertanyaan ini langsung dijawabnya sendiri berupa kesimpulan dengan nada yang terkesan merendahkan: ”Catatan mereka adalah bentuk apresiasi yang tentu saja berbeda dengan legitimasi”.

Penulis jadi bertanya-tanya: apakah kehadiran puisi esai harus dilegitimasi? Apakah puisi esai mengganggu dunia kelangenan para penyair yang secara kultural harus memelihara tatanan, hierarki, ketertiban, dan kepatuhan?

Sekarang pertanyaan yang perlu ditambahkan adalah: legitimasi dari siapa? Siapa sesungguhnya yang berhak memberikan ”stempel legitimasi” terhadap konsep puisi esai atau konsep puisi penyair mana pun? Dari mana seseorang mendapatkan hak sedemikian? Apakah Denny JA memerlukan legitimasi seperti yang dipahamkan MSM? Sejauh pengenalan saya tentang cara berpikir dan sepak terjang Denny JA dalam dunia perpuisian yang dibangunnya, cara berpikir, pertanyaan, dan kesimpulan MSM sepertinya sudah jauh ketinggalan zaman.

Pertanyaan dan kesimpulan MSM itu membuat penulis terkenang pada satu komentar penyair yang menetap di Padang, Rusli Marzuki Saria (75), dalam satu perbincangan santai di sela-sela Pertemuan Sastrawan Indonesia 2012 di Makassar, akhir November lalu. Ia mensinyalir adanya ”budaya feodalisme yang menguasai dunia sastra kita”.

Leon Agusta Penyair Tinggal di Jakarta






Article source: http://beritasore.com/2013/01/11/bi-terbaik-dalam-promosikan-keuangan-syariah/


Mempersoalkan Legitimasi Puisi-Esai

Sunday, March 31, 2013

Artis, Guru Spiritual, Dukun

Ariel Noah, Qory Sandioriva dan Andre Taulany

Keberadaan guru spiritual  di kalangan para public figure bukan hal aneh lagi. Peran mereka diharapkan bisa menjadi ‘penyejuk hati’. Namun dalam praktiknya, tak sedikit dari mereka yang melakukan ritual dukun.

Di era serba canggih, ilmu pelet atau santet masih laku di ‘pasaran’. Buktinya? Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  RI sampai merasa perlu untuk mengunjungi 4 negara di Eropa, untuk studi banding tentang hukum pidana dan hukum acara pidana, salah satunya soal santet.
 
Hari gini bicara ilmu ghaib yang sulit diterawang atau dilihat secara kasat mata? Memangnya siapa yang berkepentingan? DPR yang mestinya bekerja atas nama rakyat, sehingga melaksanakan tugas-tugasnya yang punya kaitan dengan masyarakat luas tanpa berdosa mengatakan, “Yang menggunakan ilmu gaib itu rata-rata oknum atau publik figur, pejabat, artis, pengusaha. Orang-orang yang merasa bersaing. Ada yang pelet, ada yang menginginkan perusahaan hancur, ada yang ingin sakit dan sebagainya”.  Kalimat itu dilontarkan oleh Anggota Komisi III DPR, Achmad Dimyati.

Boleh jadi karena menyinggung profesi artis, perkataan Achmad Dimyati ini menjadi menarik. Apalagi kemudian, publik diramaikan oleh berita artis Adi Bing Slamet yang merasa ‘dikerjain’ oleh Eyang Subur. Adi mengatakan Eyang Subur adalah dukun yang mengajarkan aliran sesat kepada pengikutnya. Namun sebagian rekan Adi yang juga sama-sama berprofesi artis, menyebut mantan tukang jahit itu adalah guru spiritual. Nah lho!
 
Istilah dukun dan guru spiritual jelas berbeda. Menurut sosiolog dari Universitas Gadjah Mada, Suprapto, masyarakat harus bisa membedakan antara guru spiritual dengan dukun. Meskipun biasanya mereka sama-sama memiliki keahlian khusus yaitu bisa “menyembuhkan”. “Kata spiritual lebih merujuk ke hubungan manusia dengan Tuhan. Jadi, guru spiritual itu sifatnya menolong dan membantu orang memahami masalah kebatinan/kejiwaan terkait dengan hubungannya dengan sang Pencipta,” kata dia dilansir tempo.
 
Ajaran yang diberikan kepada pengikutnya pun tidak akan bertentangan dengan agama atau kepercayaan yang diyakininya. Suprapto mencontohkan, guru-guru spiritual yang benar tentu menyarankan untuk banyak beramal, rajin berpuasa senin-kamis, atau puasa Nabi Daud. “Tapi kalau ada yang melarang sedekah, tidak salat berjamaah, itu saya kira menjadi tanda tanya. Apa motivasi kegiatan spiritual mereka,” ujarnya.
 
 Sedangkan dukun, adalah orang yang mengobati atau menolong orang sakit dengan memberi jampi-jampi seperti mantra, guna-guna, dan lain sebagainya. Dan saat ini, fenomena yang terjadi di masyarakat adalah marak bermunculan guru-guru spiritual yang sebenarnya lebih mendekati kategori sebagai dukun. “Memang sekarang lebih bervariasi, kalau banyak yang memberi syarat-syarat aneh dan pantangan yang nggak masuk akal itu berarti dukun,” kata dia.
 
Suprapto, mengatakan ada pergeseran peran dan fungsi dari penasihat atau guru spiritual yang beredar di masyarakat saat ini. Banyak di antara mereka lebih berorientasi untuk kepentingan pribadi. “Dari yang semula tujuannya membantu orang dan pengabdian, sekarang bergeser ke arah ekonomi, yaitu mencari keuntungan,” katanya.

Dia menambahkan, “Ketika kliennya sudah resmi menjadi pengikutnya, mereka kemudian minta imbalan tinggi,” kata pengajar mata kuliah Sosiologi Kriminalitas ini.

Persoalannya, sering kali masyarakat terjebak dengan mengatakan dukun sebagai guru spiritual mereka. Kasus artis Adi Bing Slamet yang kini murka kepada Eyang Subur karena merasa ditipu baik secara ‘spiritual’ maupun materi awalnya juga menganggap Eyang Subur adalah guru spiritual. Padahal, setelah melihat ajaran-ajaran yang disampaikan, Adi menyimpulkan Eyang Subur tak lebih sebagai dukun.
 
Lepas dari kasus Adi, keberadaan guru spiritual dan dukun tetap dicari dan dibutuhkan masyarakat sesuai dengan kepentingan yang hanya mereka sendiri yang tahu. Namun, agar tak merasa kecewa seperti Adi Bing Slamet, pengajar mata kuliah sosiologi kriminalitas di UGM ini mengingatkan agar masyarakat tak mudah terpengaruh untuk ikut-ikutan “berguru” pada orang-orang tertentu.
 
Jika memang tertarik untuk datang dengan tujuan penenang hati atau membangun percaya diri, setidaknya harus memegang satu hal penting. “Kuncinya tetap berfikir rasional, namanya konsultasi ya bayar sewajarnya saja. Kalau sampai terkuras hartanya, kita harus sensitif itu tidak benar,” kata dia. Apalagi kalau sudah sampai mengajarkan ilmu-ilmu yang jelas bertentangan dengan ajaran agama.
 
Dengan demikian bukan berarti praktik ilmu hitam bukan tidak bisa dicegah, semua bisa dihentikan, hal ini tergantung seberapa besar usaha manusia untuk memerangi hal yang demikian itu. Dan bukan tak mungkin sengketa yang seperti terjadi pada kasus Eyang Subur dan Adi Bing Slamet tidak akan ada lagi untuk kemudian hari. ins,tmp

Dituduh Main Pelet hingga Kena Santet
Praktik ke dukun untuk main pelet atau santet di dunia hiburan bukan hal asing lagi. Maklum, inilah salah satu ceruk ‘favorit’ untuk membuat orang terkenal sekaligus kaya. Namun ketatnya persaingan di industri seni membuat tak semua orang mendapatkan jalan mulus meraih ‘bintang’.

Ada yang menyerah, ada yang tetap gigih berjuang, namun tak sedikit pula yang memilih jalan pintas misalnya dengan cara mencari sensasi, hingga datang ke orang ‘pintar’. Berikut sejumlah artis yang punya pengalaman tentang dunia klenik. Tak semuanya menjadi ‘pelaku’ , ada pula malah yang menjadi korban gara-gara label artis yang disandangnya.

Cut Memey : Kaya dengan Celana Dalam
Pengusaha Jackson Peranginangin mengaku terkena guna-guna dan diporoti hingga miliaran rupiah ketika pernikahannya secara diam-diam dengan artis Cut Memey terungkap ke publik. Memey dituduh meraup kekayaan Rp 1,5 miliar dengan ilmu pelet.

Sahabat host Olga Syahputra itu dituduh kerap datang ke dukun dan meminta pengasihan agar Jackson tidak sadar menyerahkan kekayaannya. Praktik yang digunakan sang dukun, konon dengan menggunakan celana dalam yang sudah dipakai Memey. Entah apakah ada kaitan ‘sadar’nya Jackson membuat ilmu pelet Memey tidak manjur lagi? Yang pasti pernikahan yang terjadi pada tahun 2003 itu akhirnya kandas, setelah kasus ini mencuat di akhir 2005 hingga pertengahan 2006.

Jackson mengaku sadar setelah datang pada orang pintar yang membuang pengaruh pelet.

Namun Memey menolak semua tuduhan Jackson. Uang yang diberikan Jakson tidak lebih dari kewajiban seorang suami pada istrinya. Beberapa barang kemudian dikembalikan termasuk mobil dan berlian, sebagai pertanda perdamaian mereka.

Iva Trio Macan : Keris di Kasur
Pengalaman mistis pernah dialami oleh personil Trio Macan, Iva Novanda. Dia pernah dua kali terkena pelet dan santet yang salah satunya diduga dilakukan oleh mantan kekasihnya. Gejala yang dirasakan saat itu, semakin nempel dengan pacar, yang menurutnya tidak mungkin terjadi.

“Saat itu jadi sangat nurut sama dia,” ucap Iva Novanda beberapa waktu lalu.

Pengalaman kedua dalam bentuk santet. Saat itu dia melihat keris kecil yang diletakkan di kamarnya. Keris sepanjang jari tengah itu, sudah karatan Diduga benda itu kiriman dari orang yang menginginkan dirinya sakit-sakitan. “Kata bunda itu kenapa Iva masih sakit-sakitan,” kisahnya.
 
Qory Sandioriva : Pelet untuk Kontes
Praktik perdukunan diduga dilakukan oleh Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva agar memenangkan kontes kecantikan yang diikutinya, termasuk Miss Universe di Amerika Serikat.

Praktik tersebut dibongkar oleh ibu Qory sendiri, Ny. Fariawati, yang khawatir dengan kondisi aqidah putrinya.

Dia menggelar konferensi pers meminta agar sang anak meninggalkan ilmu perdukunan yang dilarang oleh agamanya. Sang ibu juga meminta pria berinisial R, yang diduga sebagai penasehat spiritual anaknya, untuk melepas putrinya.

“Dia (lelaki berinisial R) mengubah tingkah laku Qory dengan mengajak mandi kembang dan percaya pada alat-alat tertentu, melepaskan burung pipit, kura-kura dan belut di sungai yang berjalan. Ini sudah menyimpang dari Syariat Islam,” ungkap Fariawati tiga tahun silam.

“Saya ingin meluruskan, bukan membuka aib. Hanya ingin menyelamatkan anak di mata Tuhan dan bertanggung-jawab sebagai orang tua. Agar dia meninggalkan cara-cara yang tidak sesuai dengan Syariat Islam,” sambungnya. Persoalan itu membuat hubungan Qory dengan ibunya sempat merenggang.

Yenny 3 Macan : Sinar Merah
Pedangdut Yenny Anggraeny atau Yenny 3 Macan Asli pernah mendadak pingsan di atas panggung. Dia menghubungkan, pingsannya malam itu karena guna-guna. Sebelumnya sang pembantu melihat benda menyala warna merah yang jatuh di rumahnya.

“Pernah mau kena santet, tapi kena pembantu. Dia sakit, akhirnya pamit pulang, nggak balik karena ketakutan. Pembantu cerita kalau ada cahaya merah mengenai dia pas malam,” tutur Yenny.

Yenny akhirnya mengambil jasa ‘orang pintar’ dan menurutnya santet itu memang dialamatkan kepadanya. Dia pun diberi tips untuk terhindar dari santet dan ilmu-ilmu hitam lainnya, yaitu rajin shalat dan baca Alquran.
 
Andre Taulany : Telur dan Kain Putih
Rumah Andre Taulany di Jl. Gelatik Atas RT 04/RW 09, Kelurahan Renggas, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten pernah dilempar telur dan kembang yang dibungkus dengan kain putih.

Pelakunya segerombolan orang tidak dikenal.

“Jam tujuh saya dibangunin istri, dibilangin kalau di depan halaman rumah, atap dan tiangnya sudah penuh sama telur dan bungkusan kain yang dilempar. Ada tiga bungkusan kain dan isinya masing-masing kembang, silet, dan potongan cuter, telur, dan kertas bertuliskan kata-kata kasar dibungkus kain putih dan dilempar secara menyebar,” katanya.

Diduga, barang-barang praktik perdukunan  tersebut untuk mencelakai pemain Opera Van Java itu. Maklum Andre saat itu maju sebagai wakil walikota Tangerang Selatan. Anehnya dalam bungkusan itu ada kalimat yang dia sendiri tidak mengerti. Bunyi kalimatnya ‘Axxing Sia, Dxxor Sia dan So Suci Sia”. Tiga kalimat tersebut dituliskan pada masing-masing kain dengan dua tulisan bertinta merah dan satu tulisan bertinta hitam.
 
Ariel Noah: Muntah Keris dan Batu
Saat santer kasus video pornonya bareng Luna Maya dan Cut Tary, penyanyi Ariel jadi sasaran santet orang-orang yang memusuhinya. Kakak kandung Ariel, Nazlin Fachridzal mengungkapkan kejadian mistik yang dialami adiknya itu.

“Teman Ariel berkata kepada saya dari dalam perut Ariel keluar benda keris, batu, dan lain sebagainya,” kata Nazlin Fachridzal.

Nazlin memperkirakan ada yang iri atau sirik dengan kesuksesan karir adiknya di dunia hiburan. “Itu bisa jadi terjadi, tapi kemungkinan memang ada yang iri dan si pelaku ingin merusak citra adik saya sebagai public figur,” katanya. kpl

Article source: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=257675:hanya-lima-persen-umat-islam-sumbang-ekonomi&catid=77:fokusutama&Itemid=131


Artis, Guru Spiritual, Dukun