Showing posts sorted by relevance for query musik. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query musik. Sort by date Show all posts

Monday, July 22, 2013

Festival Jazz Ramadan Ajak Bermusik Sambil Beramal

— Selama akhir pekan, mulai Jumat (19/7) sampai Minggu, halaman Masjid Cut Meutia di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, diubah menjadi tempat pertunjukan musik jazz yang disebut Festival Jazz Ramadan 2013.


Diprakarsasi oleh Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA), acara ini tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, namun juga penggalangan amal, salah satunya untuk korban gempa di Aceh.



Pertunjukan ini tidak memungut biaya, namun setiap penonton diminta menyerahkan buku layak baca untuk selanjutnya akan diberikan kepada anak-anaka yang membutuhkan di daerah-daerah terpencil maupun daerah yang terkena dampak bencana alam.



Musisi Shadu Saah Rasidi yang turut mengisi acara mengatakan festival tersebut memberi pengalaman yang sangat mengesankan bagi ia dan empat personel dalam grup musiknya.



“Aku merasa sangat merasa terhormat main di rumah Tuhan. Kapan lagi kita habis tarawih terus main musik, rasanya luar biasa,” ujarnya mengenai festival yang juga dihadiri oleh Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kristen Bouer, para musisi jazz, pengamat, serta pecinta musik jazz dari kalangan pelajar dan mahasiswa.



Pertunjukkan dimulai setelah ibadah shalat tarawih yaitu sekitar jam 21.00 dan berlangsung hingga pukul 2 dini hari. Untuk pertunjukan musik jazz berlangsung selama dua malam, sementara kegiatan lainnya berlangsung selama tiga malam.



Panitia mengklaim sekitar 1.500 penonton hadir setiap malam dan tidak hanya dari kalangan muslim namun dari pemeluk agama lain yang menyukai musik jazz sekaligus ingin beramal.



Pengamat musik Bens Leo mengatakan festival ini adalah kegiatan yang positif bagi para remaja dan musisi.



“Ini bagian dari satu apresiasi untuk musisi, terutama  digerakkan oleh remaja masjid, dan yang paling menarik ini juga ada kaitannya dengan kegiatan sosial. Jadi sebetulnya jazz itu sudah tidak dibatasi oleh tempat, oleh komunitas  sosial, karena setiap orang bisa menikmati ini termasuk di  Masjid Cut Meutia ini,” ujarnya.



Mahasiswa Universitas Gunadarma, Baihaki mengatakan, selain ingin menyaksikan penampilan musisi jazz ia juga tertarik dengan adanya kegiatan sosial dalam Festival Jazz Ramadan 2013. Ia meyerahkan dua buku saat memasuki lokasi pertunjukan.



“Buku Biologi untuk SMP, dua buku,” ujarnya. “Ini cukup asik menurut saya, bagus juga buat setiap Ramadan karena acara amal juga ya.”



Selain setiap penonton menyerahkan buku layak baca sebagai pengganti tiket masuk, dalam Festival Jazz Ramadan 2013 juga terdapat posko bantuan untuk korban gempa Aceh.



Koordinator posko yang juga anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam atau PBHMI, Fajri Akmal mengatakan, PBHMI bekerjasama dengan RICMA ingin Festival Jazz Ramadan tidak hanya menampilkan kegiatan bermusik, melainkan juga punya nilai tambah.



Dengan menjual gelang bertuliskan “Tanah Rencong, Kami Peduli,” dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 14.500.000 dan akan diserahkan langsung ke lokasi terkena dampak gempa di Aceh yang terjadi beberapa waktu lalu.



“Satu gelang (berharga) sekitar Rp 10.000. Acara ini menurut saya acara yang luar biasa sebagai bentuk lain dari dakwah yang berbeda, bahwa mengenali Islam tidak hanya di ruang-ruang masjid tapi dengan ruang-ruang musik pun bisa”



Tahun ini adalah kali ketiga Festival Jazz Ramadan diadakan, setelah yang pertama pada 2011.



Penyelenggara acara, Almira Della mengatakan kegiatan sama akan dilakukan pada tahun-tahun mendatang.



“Kami meyakini bahwa musik adalah sarana dakwah  paling efektif  untuk remaja, dan kenapa musik jazz, karena event-event jazz sekarang ini banyak sekali digandrungi oleh remaja, inginnya sih tahun depan artisnya internasional  kali ya,” ujarnya.



Article source: http://www.bola.net/indonesia/abanda-optimis-persib-atasi-mitra-kukar-22d0b9.html


Festival Jazz Ramadan Ajak Bermusik Sambil Beramal

Tuesday, March 12, 2013

Evelyn dan Arul Duo Mualaf Rilis Album Islami

Evelyn dan Arul
Duo Mualaf Rilis Album Islami

Rabu, 13 Maret 2013

Sangat jarang dewasa ini artis berlomba merilis album religi. Pasalnya, album itu dinilai laris hanya di musim Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Tetapi, Evelyn dan Arul baru-baru ini menyatakan bangga bisa merilis album religi. Sebab, dari album tersebut, mereka mengharapkan ridho Allah dan mendapat kemudahan dalam hidup.

“Album kami bagian dari syiar Islam yang kami buat untuk kepentingan umat Islam. Jadi, kami serahkan semuanya kepada Allah. Dan kami yakin, melalui album religi, Allah akan memberi kami kemudahan-kemudahan mendapatkan kenyamanan hidup di dunia,” ujar Evelyn dan Arul saat berbincang dengan wartawan di Jakarta pekan lalu. Siapa Evelyn dan Arul? Mereka dua penyanyi mualaf yang sudah tidak asing lagi di belantika musik Tanah Air. Mereka sudah sering merilis album religi. Evelyn, wanita keturunan China Dayak yang mempunyai nama kecil Yang Xue Ling, lahir di Pontianak (Kalbar). Karakter suaranya dikenal merdu dan punya kemampuan penguasaan panggung. Itulah yang memotivasi Evelyn konsisten jadi penyanyi religi. “Saya kalau menyanyikan lagu-lagu yang bernapaskan religi terasa mendapat ketenangan batin. Hidup terasa indah saja,” kata Evelyn yang setiap menggelar show kerap menyelipkan lagu religi dalam bahasa Mandarin. Selain aktif menyanyi, Evelyn sibuk di dunia jurnalis. Kesehariannya mudah ditemui sebagai Marketing Manager Coins Hotel di Sunter, Jakarta Utara. Sedangkan Arul Putra, yang bernama lengkap Sahrul Mohammad Putra, adalah mualaf keturunan Tionghoa yang punya nama kecil Lim Bun Uh. Penguasaan bidang seni dibuktikannya melalui beberapa lagu ciptaannya. Dia juga terampil memainkan beberapa alat musik. Tetapi, khusus lagu-lagu religi, dia mengaku sangat serius menekuninya. Mengapa begitu? Karena, tidak boleh sembarangan menyanyikan lagu-lagu religi. “Menyanyi lagu-lagu islami, tingkah laku kita juga dituntut bersih. Makanya saya sungguh amat beruntung mendapatkan support dan bimbingan dari beberapa ahli agama yang menyatakan saya serius di musik religi,” ungkap Arul. Beberapa nama yang rajin mendukung keseriusannya menggeluti musik islami adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Agil Siradj, kemudian Habib Mohammad Lufti bin Ali bin Yahya, Dr KH Marsdi Syuhud, MA, KH Imam Yahya Malik, HR, Sulaiman Syafaat, HM Sulham, SH, Hj Emma Yunita, Adi Nugroho, dan Handoko Suhartono. “Karena saya hanya mampu menyanyi. Jadi, saya ingin bersyiar lewat lirik. Bahwa mencintai sesama manusia berdasarkan aturan Islam, insya allah, akan menimbulkan kedamaian abadi,” kata Arul sambil mengajak masyarakat luas melihat You Tube-nya: Nur Kasih Lim Bun Uh. Arul yang telah mengantongi sejumlah prestasi di dunia musik menuturkan, di album perdana dirinya bersama Evelyn ada beberapa lagu andalan. Di antaranya “Adzab Illahi”, “Nur Kasih”, “Hikmah”, “I’Tirof” dan “Taubat” yang keseluruhan lagunya ciptaan musikus Chossy Pratama. Budhy Paramita, AR Director D’n'D Record, yang memproduksi album religi itu, mengatakan, sekarang ini sangat sulit mendapatkan penyanyi keturunan China yang siap melantunkan lagu-lagu religi. Tetapi, Evelyn dan Arul malah mengaku bangga melantunkan lagu-lagu islami. “Mereka bukan saja mualaf, tetapi juga seniman yang bisa menulis Arab dan menciptakan lagu Islam yang enak didengar. Mereka pasti dibanggakan,” ujar Budhy yang mengaku butuh waktu dua tahun menjalani proses pencarian duo mualaf itu. (Ami Herman)

Article source: http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121206_meshaalvisitgaza.shtml


Evelyn dan Arul Duo Mualaf Rilis Album Islami

Tuesday, October 8, 2013

Madonna Tertarik Masuk Islam

SELAMA ini, Madonna dikenal sebagai penganut Kabbalah yang cukup taat. Namun kini, wanita 55 tahun yang digelari “Ratu Pop” itu mengungkapkan bahwa dirinya mulai tertarik mempelajari Islam.



Seperti dilaporkan oleh Daily Mail, Madonna memang mengaku sedang mempelajari Alquran yang selama ini menjadi dasar hidup umat Muslim. Rupanya, ketertarikan ini muncul dari kekasih Madonna, Brahim Zaibat, yang memang beragama Islam.



“Aku membangun sekolah wanita di negara Muslim, dan mulai belajar Alquran. Kupikir aku perlu mempelajari semua kitab suci. Seperti yang pernah dikatakan temanku yang orang Yaman, “Muslim yang baik adalah Yahudi yang baik, dan Yahudi yang baik pastinya penganut Nasrani yang baik, dan berlaku sebaliknya. Aku sangat setuju,” ungkapnya.



Madonna sendiri lahir dan dibesarkan dalam keluarga Katolik Roma. Namun sekitar 17 tahun lalu, dia sudah mantap mendedikasikan diri untuk Kabbalah.



Dia pertama kali mengenal Kabbalah dari mantan suaminya, Guy Ritchie. Dia mengaku bisa merasakan energi positif saat mengenakan baju putih yang identik dengan penganut Kabbalah.



Ratu Pop


Madonna Louise Ciccone lahir di Bay City, Michigan, Amerika Serikat pada 16 Agustus 1958. Ia adalah seorang penyanyi, aktris, dan pengusaha berkebangsaan Amerika Serikat.



Ia merupakan salah satu figur paling besar dalam sejarah musik populer dunia dan mendapat julukan sebagai “Ratu Pop”. Menurut Guinness World Records, ia merupakan penyanyi wanita tersukses sepanjang masa.     Madonna dikenal akan produksi musik yang inovatif dan provokatif, koreografi dan pertunjukan panggung yang ekstravagan, serta video musik yang artistik.



Sejak kemunculan dan dominasinya di dunia hiburan era 1980-an, Madonna telah mendefinisikan musik dan budaya pop dan menjadi pengaruh besar bagi banyak penyanyi di berbagai belahan dunia. (bs/ars) 


Article source: http://www.voaindonesia.com/content/penyebaran-paham-radikal-di-internet-kembali-marak/1757520.html


Madonna Tertarik Masuk Islam

Sunday, March 24, 2013

Alhamdulillah, Muslim Hidup Damai di Liberia (1)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa

 Liberia, sebuah negara di subsahara Afrika ini memiliki beragam etnis yang hidup damai berdampingan. Meski perang saudara pernah melanda, negara pesisir barat Benua Afrika tersebut mampu berdiri dan berbenah menjadi negara modern.

Umat Islam pun menjadi bagian dari negara kaya budaya yang tak pernah mendapat sentuhan Eropa tersebut.

Jumlah muslimin memang minoritas, namun Islam tumbuh subur di negara Republik Liberia. Secara kuantitas, jumlah penganut Islam peringkat ketiga setelah agama tradisional dan kristen. Berdasarkan kajian PEW, jumlah muslimin Liberia sekitar 483 ribu atau sekitar 12,2 persen dari total populasi. Namun menurut International Religious Freedom Report USA, jumlah muslimin mencapai 20 persen dari total penduduk 3,5 juta jiwa.

Islam di Liberia pun amat beragam, tak hanya dianut oleh Islam Sunni, namun juga Syiah. Etnis Liberia yang banyak memeluk agama Islam berasal dari etnis Vai, Mandingo, Gbandi, Kpelle dan etnis lain.

“Muslim Population” mencatat, keragaman Islam di Liberia amat tergantung dari wilayah tempat tinggal. Sebagaimana di Indonesia, warga pedesaan cenderung menerapkan Islam konservatif. Adapun di kawasan perkotaan modern, muslim cenderung sekuler. Islam di Liberia pun dipengaruhi negara-negara tetangganya seperti Mali, Senegal, Gambia, dan lain sebagainya.

Dengan jumlah yang tak sedikit, muslim Liberia dapat beraktivitas ibadah dengan bebas tanpa hambatan. Tak hanya masjid yang mereka miliki, namun fasilitas lain juga mereka peroleh seperti adanya sekolah dan universitas Islam.

Tak sedikit muslim Liberia yang pergi ke tanah suci setiap tahunnya untuk ibada haji. Pasalnya, banyak bantuan dari negara-negara Islam untuk mereka menunaikan rukun Islam kelima. Dalam merayakan hari raya pun, pemerintah setempat memberikan hari libur nasional. Dalam tayangan nasional pun, siaran Islam mendapatkan hak program acara.

Khusus untuk hari raya, muslim Liberia memiliki keunikan sendiri. Hari al-Tabaski demikian sebutan untuk perayaan hari besar Islam baik Idul Fitri, Ramadhan, dan Idul Adha. Uniknya, selama bulan Ramadhan, muslimin Liberia enggan mendengarkan musik. Menurut anggapan mereka, mendengarkan musik di bulan suci merupakan kegiatan yang menyimpang dari ruh keberkahan bulan Ramadhan.

Maka setiap bulan Ramadhan tiba, mereka beralih ke lagu religi seperti nasyid dengan puji-pujian kepada Allah. Alat musik yang dimainkan pun terbuat dari kayu, yang dimainkan sebagai penanda awal masuk bulan puasa.

Adapun masjid di Liberia, terbilang tak sedikit jumlahnya. Masjid-masjid indah tersebar di beberapa penjuru Liberia. Arsitektur khas Liberia berpadu dengan gaya Arab membuat masjid-masjid begitu mempesona. Sayangnya beberapa masjid mengalami kerusakan saat perang saudara menghantui negara kaya tradisi tersebut. Namun perbaikan pun digalakkan pasca perang usai.

Article source: http://nasional.kompas.com/read/2012/11/29/1318383/Tanggapan.Hidayat.Masuk.Figur.Capres.Berkualitas


Alhamdulillah, Muslim Hidup Damai di Liberia (1)

Wednesday, October 23, 2013

Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...

Flashback Setahun Jokowi-Ahok





Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...




Liputan6.com, Jakarta : Selain kinerja, sosok Jokowi-Ahok juga menjadi sorotan. Begitu terbuka, begitu apa adanya. Apalagi pas mendengar musik favorit. Tak ada jaim-jaimnya…


Berita Terkait



Revitalisasi Pasar Tak Beres, Jokowi Panggil Dirut PD Pasar Jaya


Revitalisasi Pasar Tak Beres, Jokowi Panggil Dirut PD Pasar Jaya



Beroperasi di Jalan Raya, 5 Odong-odong Kena Razia


Beroperasi di Jalan Raya, 5 Odong-odong Kena Razia


Uniknya selera musik keduanya berbanding terbalik dari penampilan karakternya. Jokowi yang berkarakter tenang dan kalem malah menyukai musik heavy metal. Sedangkan Ahok yang temperamental malah lihai dangdutan.


Jokowi kian dielu-elukan dan didorong-dorong sebagai capres. Sejumlah parpol berupaya meminangnya. Berbagai survei menempatkannya di posisi puncak. Ada juga sekelumit tantangan sumpah pocong dari pengacara Farhat Abbas hingga Lurah Susan nan cantik. Plus ‘nasihat’ dari Fauzi Bowo alias Foke sang mantan rival Jokowi-Ahok.


Berikut flashback sepak terjang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada bulan kesebelas memimpin DKI Jakarta dalam kurun waktu 15 Agustus hingga 14 September 2013:


Metal-Dangdut


Metallica menggelar konser di Jakarta pada 25 Agustus. Jokowi tak kuasa menahan rasa girang. Teringat bass yang diberikan pembetot bass Metallica Robert Trujillo telah disita KPK dari Jokowi. “Ya kalau dikasih lagi ya diambil. Setahu saya kalau dikasih langsung itu tidak akan disita,” kata Jokowi.


Jokowi pun memborong 6 tiket dan yakin konser Metallica tidak akan rusuh. Kostum khusus pun disiapkan Jokowi. “Yang jelas kaosnya warna hitam. Mau kaos apa? Sebut saja! Lamb of God, Megadeth, Metallica, ada semua. Itu kaosnya barang-barang lama semua. Saya itu kalau nonton-nonton konser itu selalu beli. Nonton Lamb of God, beli. Terakhir saya beli waktu nonton Guns N Roses,” urai Jokowi.


Bakal moshing saat nonton konser? “Ya ndak apa-apa, tapi masak gubernur disuruh moshing, disuruh head banging, kalau dulu waktu masih muda boleh-boleh saja,” seloroh Jokowi. Persiapannya? “Saya ya makan yang banyak, tapi wah… kok disuruh nyanyi?” elaknya.


Beredarlah BBM yang menyebutkan Front Pembela Islam (FPI) sweeping konser Metallica. Namun FPI membantahnya dan menyebut itu isu kacangan! Jokowi yakin pawai ribuan anggota FPI yang bersamaan hari digelarnya konser Metallica tidak rusuh. Polisi pun menerjunkan 2.694 personel untuk mengamankan konser Metallica.


Hari H menonton konser Metallica, Jokowi dikawal ketat. Jokowi yang mengenakan kaos hitam Metallica dan jaket kulit coklat pun ‘tersihir‘ Metallica, larut bareng sederet artis.


“Saya puaasss!” seru Jokowi. Sempat headbanging, Pak? “Ya mau bagaimana, mau jingkrak juga penuh kaya gitu. Mau headbanging ya ndak mungkin.” Menurut Jokowi yang tetap menjadi magnet dalam konser, penonton Metallica di Jakarta ‘ngerock‘ tapi santun.


Tidak hanya menghadiri konser musisi internasional, Jokowi juga menjajal jadi backing vocal band tanah air Slank. “Luar biasa banget. Baru kali ini gua liat pejabat daerah yang kayak gini,” ujar drummer Slank, Bimbim.


Eits ada 1 lagi… Jokowi main angklung bersama Ahok. Mengayunkan bait-bait nada dalam lagu Munajat Cinta ciptaan Ahmad Dhani. Hasilnya: kompak!


Tapi yang tak kalah heboh tentu yang satu ini. Ahok dangdutan Terajana di atas panggung Lebaran Betawi di Monas. Mengenakan kostum lengkap baju koko Betawi putih, peci hitam, dan syal merah, Ahok yang biasa terlihat marah-marah kali ini asyik bergoyang.


“Pinggul bergoyang-goyang, rasa ingin berdendang… Terajaanaaa…,” dendang Ahok dengan suara lantang. Penasaran liat gaya manggung Ahok? Klik videonya di sini.


Capres


Komite Konvensi Capres ingin mengundang Jokowi, tapi Demokrat tidak. PDIP membebaskan Jokowi mengikuti Konvensi Capres Demokrat. Namun Jokowi memastikan tidak ikut. “Saya ini PDIP,” tegas Jokowi. Politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka angkat bicara. “Mas Jokowi itu tak gampang tergoda, dan bukan cowok penggoda.”


Demokrat menilai Jokowi pasti KO jika berdebat dengan salah satu peserta Konvensi Capres yakni Anies Baswedan. Keduanya dinilai berbeda dan Anies lebih unggul. Demokrat juga yakin ‘kejayaan’ Jokowi pupus awal 2014.


Meski demikian anggota Komite Konvensi Capres Demokrat Hinca Pandjaitan mengakui mencoba menggoda Jokowi. “Boleh dikatakan tidak etis, tapi tidak melanggar hukum. Tugas kami hanya menggoda,” ungkapnya.


Saat menemani Presiden SBY melepas lomba lari `Independence Day Run` di depan Istana, Jokowi bahkan mengalahkan pamor para menteri. Dia dikerubuti warga dan diantre foto bersama. Cocok nih jadi capres? “Ah, saya ndak mikirin gituan,” singkat Jokowi.


Rebutan Duet


Banyak yang kepincut berduet maupun dijodohkan dengan Jokowi. Pengamat politik Joko J Prihatmoko menjodohkan Jokowi dengan mantan Wapres Jusuf Kalla. Jokowi-JK dinilai sebagai duet ideal Pilpres 2014. Tanggapan JK? “Lihat saja nanti.” Sedangkan Jokowi, “Tanya ke partai (PDIP).” Ketum Aburizal Bakrie alias Ical memastikan Golkar tidak akan menduetkan JK dengan Jokowi.


Ada juga yang menjodohkan Jokowi menjadi cawapres Menteri BUMN Dahlan Iskan. Namun Ahok kurang sreg. “Bukan nggak cocok. Sayang. Masa Pak Jokowi nomor 2? Kalau survei paling tinggi, nomor 1 dong,” cetusnya.


Golkar ‘kesengsem‘ Jokowi menjadi cawapres Ical. PAN juga membuka kemungkinan menduetkan Ketum Hatta Rajasa dengan Jokowi. Jokowi diperebutkan 3 parpol yakni Gerindra, Golkar, PAN.


Gerindra mengingatkan kontrak politik Pilkada DKI yang melarang Jokowi nyapres. Ahok membantah itu sebagai langkah menjegal Jokowi. PDIP meminta Gerindra mengurus diri sendiri, apalagi tidak ada kontrak politik seperti itu “Urus Jakarta saja sudah pusing,” komentar Jokowi. Gerindra pun dinilai takut jagoannya yakni Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto kalah. Namun Gerindra mengingatkan, Jokowi adalah murid terkenal yang disukseskan sang guru, Prabowo.


Berbagai survei pun senantiasa memunculkan nama Jokowi dengan berbagai hasil. Ada yang menyebut PDIP akan menikmati ‘madu‘ Jokowi. Ada versi Jokowi dikalahkan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo. Jokowi kandidat tertinggi. Bahkan cara menjatuhkan Jokowi.


Ada juga survei yang menempatkan Prabowo mengalahkan Jokowi. Sampai-sampai Ahok ‘curiga‘… “Jangan-jangan Surveinya Gerindra?” Lalu ada survei yang menempatkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri-Jokowi bersaing ketat dengan Ketum Partai Hanura Wiranto-Hary Tanoesoedibjo. Kemudian survei Jokowi teratas, Megawati nomor buncit.


Hingga terungkap fakta sosial: publik ingin Jokowi jadi presiden. Bahkan majalah Inggris menulis: hanya Jokowi capres yang tepat.


Getaran Bung Karno


Rakernas PDIP di Ancol pada 6 September diprediksi bakal mendeklarasikan Jokowi menjadi capres. Namun putra Bung Karno menilai Jokowi belum pantas menjadi presiden. Sedangkan cucu Bung Karno menyatakan Jokowi masuk pertimbangan capres PDIP.


Nama Jokowi memang ditimang-timang dalam Rakernas PDIP. Nama Mega juga masih kuat. Namun PDIP memilih menunggu hasil Konvensi Capres Demokrat. Sementara spanduk ‘Jokowi For President 2014′ bertebaran. Bahkan tukang becak di Solo mengarak ‘Jokowi’ capres.


Jokowi diberi panggung dalam Rakernas PDIP. Membacakan ‘Dedication of Life‘ Bung Karno. Sinyal Jokowi capres PDIP? Entahlah, yang jelas bagi Mega, Jokowi mendapat getaran Bung Karno. Bahkan Mega mengklaim Jokowi lahir dari rahim PDIP.


“Kami siapkan pemimpin muda, salah satunya Jokowi,” ucap Mega lantang. Pernyataan yang ditangkap sebagai sinyal Mega mencapreskan Jokowi.


Jokowi mengakui telah menerapkan nilai-nilai Bung Karno. Namun soal diberi sinyal oleh Mega, Jokowi berkilah. “Siap… Urusan Jakarta saya siap. Yang mau jadi capres itu siapa? Tunggu rekomendasi DPP.” Dari 17 rekomendasi Rakernas PDIP, tak ada disebutkan Jokowi capres.


Pencapresan Jokowi dinilai bakal menjadi preseden buruk karena masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta belum selesai. Ahok pun khawatir dengan tingginya elektabilitas Jokowi. Meski demikian Ahok tak mau jadi cawapres Jokowi. “Rugi dong gua!”


Namun Ahok ‘keceplosan‘ menyebut Jokowi mau jadi presiden. “… Kayaknya,” ucapnya kemudian. Ahok mengaku belum siap ditinggalkan Jokowi. Ahok ingin Jokowi tetap menjadi bempernya. Namun kemudian Ahok menyatakan siap menjadi Gubernur DKI jika Jokowi nyapres.


“Urus PKL saja masih pusing!” kilah Jokowi. “Saya tak punya tim sukses, ngurus Jakarta aja jumpalitan,” tampik Jokowi. Dengan berbagai cara Jokowi ‘ngeles‘ dari topik pencapresan. Namun sebenarnya Jokowi mengalami ‘kontroversi hati‘.


Foke Farhat Abbas


Foke memberi peringatan kepada Jokowi. Jakarta sudah termasuk dalam 20 kota besar yang akan tenggelam bila tidak ada langkah taktis untuk menanggulanginya. Ada juga serangkaian kritik Foke untuk Jokowi-Ahok.


Menanggapi Foke, Jokowi pun berjanji mempercepat pembangunan Giant Sea Wall. Kapan mulainya? “Maunya besok pagi!” singkat Jokowi. Sedangkan komentar Ahok, “Dari saya sekolah tahun 80-an, sejak jaman saya sekolah sudah selalu dengar peringatan itu. Jakarta sudah diperingati bakal tenggelam.”


Soal warning Foke Jakarta bisa bangkrut, Jokowi menyatakan duit Jakarta banyak, tak seperti Detroit, AS. “APBD bleeding? Nggak akan bangkrut!” cetus Jokowi. Sedangkan Ahok berujar, “Semua negara juga sama, kalau tidak hati-hati, pasti bisa bangkrut. Nabi palsu kalau Jakarta tak bangkrut.”


Mengenai warning ledakan kaum urban, Jokowi mengakui harus ada jurus yang jitu, supaya tidak ada yang ke Jakarta lagi. Berikut cara Jokowi-Ahok membalas berbagai kritikan Foke. Klik di sini.


Farhat Abbas menantang Jokowi sumpah pocong. Ada 5 cibiran suami biduanita Nia Daniati ini kepada Jokowi di Twitter. Cek di sini. Namun tak satupun cibiran itu diladeni Jokowi.


Lurah Susan


Warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menolak Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang beragama non-muslim. Ahok naik pitam. “Tolak juga Jokowi dan saya. Malah bapaknya Susan itu muslim lho,” cetus Ahok.


Jokowi dengan tegas menyatakan tidak akan mencopot Susan dan belum mau mengevaluasi lurah berparas cantik itu. Lurah Susan pun menjadi kontroversi.


Meski demikian, Lurah Susan punya cara untuk mendekati tokoh agama Lenteng Agung. “Mereka warga saya,” ucap Susan. Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor ikut membela. “Itu kan yang penting Lurah bisa menjalankan amanah. Kita harap dengan kinerja bagus, masyarakat nanti akan berubah pandangannya,” pesan Syamsuddin.


Filsuf dan Komidi Putar


Lagi-lagi sisi lain Jokowi-Ahok. Ahok mengklaim demokrasi Indonesia lebih baik dari AS. Dia bahkan mengutip Teori Lao Tse, filsuf kuno asal China.


“Wong Solo bisa jadi gubernur. Turunan Belitung jadi wagub. Padahal dulu itu, saya pernah minta pindah ke Kanada karena saya frustrasi. Bapak saya marah besar dengar itu. Makanya saya bertahan. Sekarang Jakarta membuktikan. Saya yang katanya muka minyak babi bisa jadi wagub sekarang,” curhat Ahok.


Lain lagi curhat versi Jokowi. “Saya ini dari jadi Walikota Solo sampai jadi Gubernur Jakarta banyak yang bilang wajah saya ini wong ndeso, orang desa. Padahal kalau dibanding dengan Dude Herlino, ndak jauh-jauh banget. Tapi itu hanya perasaan saya aja, ndak tahu kata orang lain gimana. Wajah saya ndeso, tetapi ajudan di pinggir saya lebih gagah. Setiap tamu yang datang, yang disalami dia terus. 3 Bulan saya nggak kuat,” begitu keluh kesah Jokowi sambil tertawa lebar.


Meski Jokowi ndeso, namun Ahok bangga memiliki Jokowi. “Saya beruntung punya gubernur wong Solo. Halus orangnya. Kalau saya kan kasar. Orang bilang kami berani, tapi sebetulnya dijorokin. Kami berdua tiba-tiba didorong,” ucap Ahok yang mengaku hanya beda jam makan dengan Jokowi.


Bagi Ahok, dalam memimpin Jakarta, tidak butuh melatih otak, cuma butuh melatih otot. “Otot jantung, syaraf, agar tidak deg-degan menghadapi banyak orang yang melanggar perda, seperti berjualan di jalan dan membangun rumah di waduk,” ujarnya.


Ahok pun memuji Jokowi sebagai pemimpin yang baik. “Saya bisa sampai hari ini karena Beliau kan? Beliau ngarahin gini-gini. Itu baru pemimpin dong. Dia bisa ngatur orang kerja kan pemimpin. Dia bisa ngatur wakilnya kerja buat dia kan berarti pemimpin dong,” puji Ahok.


Sementara Jokowi asyik ‘kumpul bocah‘ di Dufan, Ancol, dalam Peringatan Hari Anak Nasional. Naik komidi putar Turangga-rangga bersama seorang anak. Mau lihat senyum Jokowi saat naik komidi putar? Klik di sini. Dia juga membagi-bagi sepeda dan nyanyi bareng ribuan bocah.


Jokowi bahkan menyelenggarakan pertandingan Sumo di Gelora Bung Karno pada 24-25 Agustus. Ini merupakan yang pertama kalinya Sumo dilakukan di luar Jepang. Jokowi pun tampak ‘mungil‘ diapit 2 pesumo.


Jokowi punya uang dolar? “Saya punya dolar, tapi bukan penyimpan. Saya kan eksportir, dolar untuk produksi. Kalau sudah cair, dolarnya tukar lagi jadi rupiah,” jelas pria bertubuh kurus yang masih tetap makan tempe meski berukuran kecil ini saat penganan khas Indonesia itu langka. (Sss)






Article source: http://news.detik.com/read/2013/01/04/140927/2133214/10/solusi-kemenag-soal-pungli-di-kua-tetapkan-tarif-atau-beri-insentif?9911012


Jokowi Metaaallll... Ahok Goyang Terajanaaa...

Thursday, October 17, 2013

Nominasi Rock and Roll Hall of Fame untuk Nirvana

kurt cobain

Vokalis Nirvana Kurt Cobain bunuh diri pada 1994. Ia berusia 27


Band grunge Nirvana menjadi satu dari 16 kandidat yang dinominasikan masuk ke Rock and Roll Hall of Fame pada 2014.


Ini adalah pertama kalinya grup rock AS yang menelurkan album Nevermind (1991) dinilai layak mendapat penghargaan.



Peraturan menyatakan bahwa para kandidat harus sudah pernah merilis album debut atau lagu 25 tahun sebelum 2012.


Linda Ronstadt, Hall and Oates, Peter Gabriel dan band progressive rock Inggris, Yes, termasuk dalam beberapa kandidat yang belum pernah mendapatkan nominasi sebelumnya.


Nominasi Rondstadt menyusul pengumuman musisi berusia 67 tahun itu pada bulan Agustus lalu bahwa ia menderita penyakit Parkinson.


Lebih dari 600 personil industri musik akan memberikan pilihan mereka dan hasilnya diumumkan pada bulan Desember.


Upacara penghargaan bagi mereka yang terpilih akan dilaksanakan di New York pada bulan April.


Rocker Inggris Deep Purple, Kiss dan The Replacements juga tercatat sebagai kandidat.


Artis rap N.W.A dan Ll Cool J serta legenda musik rakyat Cat Stevens yang kini dikenal sebagai Yusuf Islam juga dipertimbangkan.


Jika terpilih, Nirvana akan tercatat di Hall of Fame hampir 20 tahun setelah vokalisnya, Kurt Cobain, Klik


bunuh diri pada 1994.


Menurut pernyataan dari Hall of Fame, Nirvana adalah “bukti bahwa band yang benar dengan musik yang benar bisa mengubah dunia.”



Nominasi Rock and Roll Hall of Fame untuk Nirvana

Sunday, June 16, 2013

Dewi Sandra Enggan Menyanyi Lagu Religi

Grafis Terkait


Obat-obatan Di Tubuh Jackson


Foto Terkait


Fatin Shidqia Akan Gelar Konser Perdana di Makassar


Video Terkait


Backstreet Boys Terima Hollywood Walk of Fame




TEMPO.CO, Jakarta - Dewi Sandra telah memutuskan untuk mengenakan jilbab dan pakaian tertutup. Keputusannya tersebut diakui Dewi sebagai bentuk totalitasnya belajar agama Islam yang dianutnya. Disinggung tentang rencana karier musiknya, istri dari Agus Rahman ini masih mempertimbangkan banyak hal, termasuk tawaran menyanyikan lagu religi.


“Jujur, ya, saya sejujurnya untuk musik religi kuping saya masih awam,” kata Dewi Sandra saat ditemui di kawasan Senayan pada 11 Juni 2013 lalu. Penyanyi yang populer dengan lagu I Love You ini masih enggan untuk meneruskan karier musiknya dengan genre lagu religi.


“Belum layak, ya, saya harus mempelajari banyak hal sebelum masuk ke genre religi. Tapi, kalau rezeki saya masih di musik, masih diberi kesempatan, masih dikasih waktu dan kepercayaan, saya pengin musik yang positif. Tidak mau dicap religi. Tapi, kalau memang dianggap religi karena positifnya itu, ya, enggak apa apa,” ia menjelaskan. Dewi, yang pada hari itu mengenakan baju semi-kebaya berwarna jingga muda dipadu dengan kerudung aksen tumpuk, mengaku ingin total belajar Islam.


Pasalnya, Dewi awam dengan dalil agama, terlebih tentang hukum bagi perempuan muslim untuk menyanyi dan menghibur di atas panggung. Hal tersebut tentu saja sangat terkait dengan profesinya sebagai artis dan penyanyi.


“Pasti banyak yang denger pro dan kontra wanita muslimah untuk menghibur seperti apa, saya butuh ngomong dengan orang yang paham karena saya tak pernah tahu,” ujarnya. Untuk itu, Dewi kini rajin mengikuti pengajian dengan ustad dan pemuka agama. Ia pun memperbanyak pengetahuan keagamaannya dengan banyak berdiskusi dengan mereka. “Ini adalah proses belajarku.”


NURUL MAHMUDAH


Berita Lain:
Leonardo DiCaprio Akan Perankan Rasputin

Kim Kardashian Melahirkan Bayi Perempuan

Ini Awal Dena Rachman Berpakaian Wanita


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/20/116474793/Pengakuan-Mertua-Pengebom-Boston


Dewi Sandra Enggan Menyanyi Lagu Religi

Tuesday, December 17, 2013

Bilal Philips, Mualaf yang Islamkan 3.000 Tentara Amerika

JIKA pada periode 1970-an, Anda hanya mengenal sosok Jimmy Hendrix,  Brian May, atau Robert Plan dalam dunia musik rock sebagai dewa gitar, atau mungkin ketika itu Anda tengah belajar gitar, Bilal Philips juga sangat jago memainkan dawai enam senar ini.

Semasa menjadi mahasiswa di Universitas Simon Frasier, Vancouver-Kanada, Philips memainkan gitar dalam pertunjukan musik di klub-klub malam. Ketika ia tinggal di Malaysia, ia tampil di panggung-panggung dan dikenal sebagai Jimmy Hendrix-nya Sabah di Malaysia Timur.


Tapi Philips merasa kosong dalam kehidupannya. “Begitu saya menjadi seorang muslim, saya merasa tidak nyaman melakukan itu semua, dan saya memutuskan berhenti main musik secara pribadi maupun secara profesional,” paparnya.


Philips sendiri kemudian memutuskan masuk Islam pada tahun 1972. Proses masuk Islamnya pun terbilang sangat cepat, hanya enam bulan saja setelah membaca buku-buku Islam dan berdiskusi tentang Islam.


Setahun setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Philips mendaftarkan diri ke jurusan studi Islam di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Tujuannya, ia ingin memelajari Islam dari sumber asalnya, bukan dari praktik budaya.


Sambil kuliah di Saudi, Philips bekerja di departemen agama markas besar Angkatan Udara Arab Saudi di Riyadh. Saat itu sedang pecah Perang Teluk pada tahun 1991. Ia mempunyai pekerjaan utama yaitu mengajarkan agama Islam pada pasukan AS di basis-basis militer mereka di Bahrain dan di provinsi bagian timur Arab Saudi.


“Karena gambaran tentang Islam begitu terdistorsi di Amerika, setelah perang, saya dan lima orang Amerika lainnya, terlibat dalam proyek untuk menghilangkan keraguan terhadap agama Islam pada sekitar setengah juta pasukan AS yang ada di kawasan Teluk. Hasilnya, lebih dari 3.000 tentara AS akhirnya masuk Islam,” terang Philips.


Ia kemudian pergi ke Amerika untuk membantu memberikan bimbingan rohani bagi para tentara yang baru masuk Islam. Dengan bantuan organisasi “Muslim Members of the Miltary (MMM)”, ia kemudian menggelar berbagai konferensi dan kegiatan yang berhasil mendesak militer AS untuk membangun fasilitas-fasilitas mushola di seluruh basis-basis militernya. Pemerintah AS juga berkewajiban untuk meminta komunitas Muslim mengajukan kandidat ulama yang akan menjadi pembimbin rohani bagi tentara yang muslim di kemiliteran AS.


“Beberapa tentara Perang Teluk yang masuk Islam, pergi ke Bosnia untuk memberikan pelatihan pada rakyat Bosnia dan ikut berjuang bersama mereka melawan kekejaman tentara Serbia,” kata Philips.


Sebelum masuk Islam, Philips adalah seorang Kristen. Ia lahir di Jamaika pada tahun 1947. Kedua orang tuanya adalah guru, dan salah satu kakeknya adalah seorang pendeta.


Sekarang setelah menjadi Muslim, Philips mengatakan tidak punya waktu libur. “Betapa sedikit waktu yang ada, dan berapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk Islam,” pungkasnya.***


Article source: http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=27&jd=LSI%3A+Suara+Partai+Islam+Kurang+dari+10+Persen&dn=20121015091223


Bilal Philips, Mualaf yang Islamkan 3.000 Tentara Amerika

Monday, March 18, 2013

Evelyn dan Arul Duo Mualaf Yang Konsisten Bawakan Lagu Religi

Kapanlagi.com – Duet Evelyn dan Arul semakin kompak. Setelah memutuskan menjadi mualaf, mereka sepakat memantapkan karir di musik religi. Terakhir mereka merilis single Nur Kasih di Youtube.

Eveleyn adalah seorang mualaf dan merupakan keturunan Chinese Dayak yang mempunyai nama kecil Yang Xue Ling. Ia dilahirkan di kota Khatulistiwa atau Pontianak, Kalimantan Barat. Sementara Arul Putra dengan nama lengkap Syahrul Mohamad Putra, pria yang lahir dari muslim keturunan Tionghoa mempunyai nama kecil Lim Bun Uh.

Menurut mereka, Allah SWT mempunyai berbagai macam cara untuk menunjukkan kebesaran-Nya, salah satunya adalah menggerakkan hati dan fikiran Evelyn untuk fokus di musik religi.

Evelyn dan ArulEvelyn dan Arul

“Nggak tahu kenapa ya? Saya kalau menyanyikan lagu-lagu yang bernafaskan religi terasa seperti ada ketenangan bathin saja. Hidup terasa indah saja,” kata Evelyn kepada KapanLagi.com®, Minggu (17/3). Dalam road show Eveleyn terkadang menyelipkan lagu religi dalam lirik Mandarin ini.

Dalam album perdana Arul Puta dan Evelyn ada beberapa lagu andalan di antaranya Adzab Illahi, Nur Kasih, Hikmah, I’Tirof dan Taubat yang keseluruhan lagunya ciptaan dari Chossy Pratama. Bagi AR Director D’n’D Record, Budhy Paramita, mengakui sangatlah tidak mudah untuk mendapatkan penyanyi keturunan Chinese untuk lagu religi ini.

“Sebab si penyanyi tak cukup hanya mualaf saja. Tapi mereka juga sangat dituntut harus mampu membaca dan menulis arab,” ujar Budhy.

Bagi Arul konsisten di musik religi memiliki tantangan tersendiri. “Memang tidaklah mudah menyanyikan lagu-lagu religi. Karena di sini saya selain menyanyi juga dituntut untuk mempunyai perilaku yang Islami ya? Makanya saya sungguh amat beruntung mendapatkan support dan bimbingan dari beberapa ahli agama,” ungkap Arul.

Dia berharap lewat lagu religi dapat menyebarkan pesan moral. “Karena saya hanya mampu menyanyi. Jadi ya saya ingin bersiar lewat lirik. Bahwa mencintai sesama manusia pasti akan menimbulkan kedamaian abadi,” papar Arul.

Simak video klip Nur Kasih yuk!

  (kpl/uji/adb)

Article source: http://www.tribunnews.com/2013/01/17/pks-copot-kader-yang-salah-gunakan-jabatan-publik


Evelyn dan Arul Duo Mualaf Yang Konsisten Bawakan Lagu Religi

Saturday, December 21, 2013

Kian sukses jadi musisi setelah masuk Islam

Berita Terkait



  • Rayakan kesuksesan album, Beyonce bagikan kue ini!

    Rayakan kesuksesan album, Beyonce bagikan kue ini!


  • Tampil bugil di cover album, ini komentar Sky Ferreira!


  • Beyonce rayakan kesuksesan album dengan pesta!

Merdeka.com – Dia tidak suka hubungan seks bebas, obat-obatan terlarang, dan kehidupan ala rock n’ roll. Tapi dia justru dianugerahi penghargaan sebagai salah satu musisi terbaik oleh The Rock n’ Roll Hall of Fame.


“Meski perlu waktu, saya selalu orang yang optimis,” kata pria berusia 65 tahun lahir dengan nama Steven Demetre Georgiou. Dia biasa dikenal dengan nama Cat Stevens. Setelah memeluk Islam pada Desember 1977 dia mengganti namanya menjadi Yusuf Islam.


“Ketika saya masuk Islam,” kata musisi kelahiran Inggris ini kepada majalah musik terkenal Rolling Stone, “banyak orang tidak mau mengerti,” kata dia seperti dilansir surat kabar the Los Angeles Times, Kamis (19/12).


Bagi para penggemarnya, kata dia, masuk Islam menjadi alasan kenapa dia meninggalkan bisnis di bidang musik.


Awal pekan ini The Rock and Roll Hall of Fame mengumumkan grup band Nirvana, Peter Gabriel, Hall and Oates, Linda Ronstadt, dan Cat Stevens alias Yusuf Islam, bakal masuk dalam jajaran bergengsi di dunia musik itu. Upacara perayaan gelar itu akan dilakukan pada April tahun depan di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Hanya artis penyanyi, komposer, dan musisi diakui mumpuni yang bisa masuk dalam Hall of Fame.


Yusuf dikenal sebagai musisi sukses peraih multi-platinum di Amerika Serikat.


Banyak karya-karya dia menonjolkan pesan buruknya godaan dunia materi dan mengajak pendengar lebih mencari sesuatu yang lebih abadi ketimbang kenikmatan sesaat.


“Saya telah menemukan rumah spiritual yang saya cari seumur hidup,” kata Yusuf.


Pada lagu dan lirik “Peace Train” dan “On The Road To Find Out”, kata dia, sangat jelas terlihat proses pencarian jati dirinya dan perjalanan spiritualnya selama ini.


“Saya telah sampai pada pemikiran, jika Anda menanti dengan sabar hingga ke titik akhir, maka orang baik akan bahagia selama sisa hidupnya. Jadi penghargaan ini semacam pencapaian dari ide itu.”












Article source: http://www.sinarharian.com.my/minat-islam-sejak-usia-8-tahun-1.232715


Kian sukses jadi musisi setelah masuk Islam

Sunday, November 10, 2013

Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Rugi ratusan juta Rupiah, Panitia bakal gugat Pemkab Pamekasan

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan akhirnya membatalkan pergelaran pesta musik Disc Jockey (DJ) yang rencananya digelar Sabtu (9/11) tadi malam, di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo. Pemkab melarang kegiatan tersebut karena panitia pergelaran tidak mengantongi izin keramaian sesuai ketentuan.


Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan DR Alwi SH MM menegaskan bahwa Pemkab tidak menggagalkan event tersebut, namun hanya meminta agar pelaksanaan kegiatan itu tidak dilaksanakan karena ada persyaratan  yang tidak bisa dipenuhi oleh panitia, yaitu izin keramaian dari Polres Pamekasan. Karena belum lengkapnya izin yang dikantongi itulah, kata Alwi, maka otomatis pergelaran tidak bisa dilaksanakan.


Pihak panitia sendiri mengaku telah mengantongi izin prinsip yang dikeluarkan oleh Kantor Perizinan Pemkab Pamekasan.


Bagaimana jika panitia mensomasi dan menuntut Pemkab Pamekasan atas peristiwa itu ?  Alwi  mempersilakan panitia untuk menggugat. “Yang pasti kami tidak pernah membatalkan acara itu. Ini karena izinnya tidak lengkap,” tandasnya.


Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman mengatakan Polres merasa tidak mengeluarkan izin keramaian untuk kegiatan tersebut. Karena itu dia meminta membongkar panggung di Stadion R Sunarto Hadiwijoyo yang telah dipersiapkan oleh  Panitia.


Dia mengatakan pihaknya tidak mengeluarkan izin keramaian karena pihak Pemkab melalui Wabup Khalil Asyari  telah menyatakan akan membatalkan pergelaran tersebut.


Khalil Asyari mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan kegiatan pergelaran musik itu pada saat menerima aksi demontrasi yang menolak pagelaran  DJ itu, Jumat (8/11). Saat itu dia menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan batal dan tidak akan terjadi. Dia menilai kegiatan tersebut berbau maksiat dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam.


Sementara itu, karena merasa tidak bersalah dan dirugikan, panitia pesta music bertajuk Let’s Night Party dengan mendatangkan Disc DJ Jimmy dari Surabaya itu berencana menuntut Pemkab Pamekasan secara perdata. Ini dilakukan karena Pemkab dinilai telah melakukan pembatalan sepihak, sehari sebelum acara digelar. Padahal sebelumnya Pemkab sudah mengeluarkan izin prinsip atas even tersebut.


Yang membuat panitia tidak terima adalah panggung yang sudah mulai terpasang mulai Jumat sore, terpaksa harus dibongkar pada malam harinya sekitar pukul 19.00 atas perintah Kapolres Pamekasan.


Panitia awalnya menolak atas pembongkaran itu, sebab izin penyelenggaraan sudah dikantongi dari Pemkab Pamekasan. Termasuk izin dari Polsek Pademawu, Koramil Pademawu, Camat Pademawu, dan Lurah Lawangan daya. Namun karena Kapolres tetap meminta panitia untuk membongkar, maka akhirnya dibongkar.


“Saya tidak paham dengan aturan di Pamekasan ini. Kalau memang even ini tidak boleh di gelar, kenapa izinnya dikeluarkan oleh Pemkab, dan dibatalkan secara sepihak sehari sebelum pelaksanaan. Kan kami yang dirugikan. Sementara kami telah mengeluarkan banyak dana untuk persiapan acara ini,” kata Achmad Fariji, Ketua Panitia Pelaksana.


Dia mengaku telah mengeluarkan dana sekitar Rp 150 juta untuk biaya kontrak dengan para artis, promosi, pembayaran pajak hiburan, sewa hotel, pemain musik, sewa music, sewa panggung, serta kebutuhan dan peralatan lainnya.


Disamping itu, tiket masuk seharga Rp 25.000 sudah terjual sebanyak 2.500 lembar di seluruh Madura. “Bisa dipastikan, pembeli tiket akan komplain dan kami harus mengembalikannya. Apa pemkab mau bertanggung jawab atas semua kerugian ini,” paparnya.  mas


Article source: http://www.utusan.com.my/utusan/Dalam_Negeri/20131019/dn_08/Festival-Kesenian-Kebudayaan-Islam-Antarabangsa-sasar-500000-pengunjung


Pesta DJ Dibatalkan Sepihak

Saturday, December 10, 2016

Inilah Kisah Mengejutkan di Balik Keputusan Menjadi Mualaf 9 Artis Cantik Indonesia

BANGKAPOS.COM--Saat ini bukanlah sesuatu yang mengherankan jika banyak orang yang sebelumnya non muslim, akhirnya kini menjadi muslim  atau disebut Mualaf.

Begitu juga dengan sederet selebriti papan atas Indonesia, mereka yang sebelumnya non muslim kali ini telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam.

Baca: Perempuan Terduga Pelaku Bom Rice Cooker Tulis Wasiat pada Orangtuanya di Cirebon

Baca: Densus Temukan Bom Rice Cooker dan Amankan Tiga Anggota Teroris Bahrun Naim

Baca: Anak Presiden Jokowi ke Manado, Naik Pesawat Kelas Ekonomi Lalu Naik Mobil Rental

Lantas siapa sajakah artis mualaf Indonesia ?

Berikut 9 artis Indonesia yang memutuskan pindah keyakinan ke agama islam alias menjadi mualaf yang dihimpun dari berbagai sumber:

1.Rebecca Reijman

Rebecca Reijman merupakan penyanyi yang berkarir di Indonesia berkebangsaan Belanda. Dan pada tahun 2007, selebriti kelahiran Den Haag 21 Februari 1985 ini ikut memeriahkan belantika musik Indonesia dan sempat merilis album bertema Kata Hati.

Selama berkarir dalam dunia musik, Rebecca sempat meraih penghargaan tertinggi AMI Award dalam kategori karya Produksi Reggae/Ska/Rock Steday Terbaik.

Mungkin belum pernah ada yang tahu jika ternyata Rebecca merupakan seorang Artis Mualaf Indonesia.

Baca: Inilah 5 Fobia Paling Aneh di Dunia, Nomor 2 dan 3 Langsung Bikin Geleng-geleng Kepala

Baca: So Sweet, Kisah Cinta Bebi Romeo yang Rela Menunggu 10 Tahun Demi Cinta Meisya Siregar

Rebecca mengaku menjadi Mualaf bukan karena hasutan orang lain maupun lingkungannya. Ia menceritakan kisahnya mnejadi mualaf saat itu setelh mendengarkan lantunan ayat suci pada saat menghadiri malam tahlilan di kediaman almarhum Andrey Chilink.

Rebecca merasa jika hatinya saat itu sudah tidak hampa lagi, ia merasa bahagia dan hidupnya lebih lengkap dibandingkan sebelumnya. Rebecca juga merasakan jika ada sesuatu yang memberikan dirinya kekuatan batin.

"

| Inilah | Kisah | Mengejutkan | Balik | Keputusan | Menjadi | Mualaf | Artis | Cantik | Indonesia | BANGKAPOS | strong> | Saat | bukanlah | sesuatu | yang | mengherankan | jika | banyak | orang | senya | muslim | akhirnya | kini | menjadi |  atau | disebut | p> Begitu | juga | dengan | sederet | selebriti | papan | atas | kali | telah | mualaf | memeluk | agama | Islam | p> Baca: | Perempuan | Terduga | Pelaku | Rice | Cooker | Tulis | Wasiat | pada | Orangtuanya | Cirebon< | strong>< | h4> Baca: | Densus | Temukan | Amankan | Tiga | Anggota | Teroris | Bahrun | Naim< | Anak | Presiden | Jokowi | Manado | Naik | Pesawat | Kelas | Ekonomi | Lalu | Mobil | Rental< | h4> Lantas | siapa | artis | p> Berikut | memutuskan | pindah | keyakinan | islam | alias | dihimpun | berbagai | sumber:< | p> 1 | Rebecca | Reijman< | p> Rebecca | Reijman | merup | penyanyi | berkarir | berkebangsaan | Belanda | tahun | 2007 | kelahiran | Haag | Februari | 1985 | ikut | memeriahkan | belantika | musik | sempat | merilis | album | bertema | Kata | Hati | p> Selama | dalam | dunia | meraih | penghargaan | tertinggi | Award | kategori | karya | Produksi | Reggae | Rock | Steday | Terbaik | p> Mungkin | pernah | tahu | ternyata | seorang | Fobia | Paling | Aneh | Dunia | Nomor | Langsung | Bikin | Geleng | geleng | Kepala< | Sweet | Cinta | Bebi | Romeo | Rela | Menunggu | Tahun | Demi | Meisya | Siregar< | h4> Rebecca | mengaku | bukan | karena | hasutan | lain | maupun | lingkungannya | mencerit | kisahnya | mnejadi | saat | setelh | mendengarkan | lantunan | ayat | suci | menghadiri | malam | tahlilan | kediaman | almarhum | Andrey | Chilink | merasa | hatinya | hampa | lagi | bahagia | hidupnya | lebih | lengkap | dibandingkan | meras | memberikan | dirinya | kekuatan | batin | p> |

Thank U So Much for Visiting this Blog

Friday, December 20, 2013

Yusuf Islam Masuk Hall of Fame

WASHINGTON — The Rock and Roll Hall of Fame pada Senin (16/12) lalu, mengumumkan bahwa Cat Stevens, Nirvana, Kiss, Peter Gabriel, Hall dan Oates, dan Linda Ronstadt akan masuk Hall of Fame tahun depan. The Cleveland, Ohio Institusion juga mengatakan Brian Epstein, manajer The Beatles dari tahun 1962 sampai kematiannya pada tahun 1967, akan diberikan gelar Lifetime Achievement.

Syarat untuk bergabung dengan Hall of Fame adalah penyanyi, komposer atau musisi yang telah merilis rekaman setidaknya 25 tahun sebelum tahun induksi dan telah menunjukkan keunggulan musik yang tak diragukan lagi dalam kata-kata Hall of Fame.


Cat Stevens, juga dikenal sebagai Yusuf Islam, masuk Islam pada tahun 1970 setelah mengalami tujuh tahun kesuksesan multi- platinum nya di Amerika Serikat. Itu 17 tahun antara LP terakhirnya sebagai Cat Stevens ( 1978 Back To Hearth ), dan CD pertama sebagai Yusuf Islam dan lebih dari satu dekade dari album pop pertamanya dalam hampir 30 tahun (An Other Cup pada tahun 2006).


“Ketika saya menerima Islam banyak orang tidak bisa mengerti,” katanya kepada Rolling Stone. Untuk fans saya tampaknya masuk Islam menjadi penyebab langsung dari saya meninggalkan bisnis musik, begitu banyak orang yang marah. Namun, saya telah menemukan rumah spiritual saya untuk melanjutkan sebagian besar hidup saya. Dan jika Anda mendengarkan musik serta lirik ‘Peace Train’dan ‘On The Road To Find Out’ dapat terlihat jelas menunjukkan kerinduan saya untuk arah dan jalan spiritual yang saya tuju,” ucapnya.


Nantinya penganugerahan The Rock and Roll Hall of Fame kepada Yusuf Islam akan dilakukan pada bulan April tahun depan di Brooklyn, New York. [ROL]


Article source: http://regional.kompas.com/read/2013/05/14/22401372/Densus.Tangkap.Kerabat.Dekat.Baasyir


Yusuf Islam Masuk Hall of Fame

Yusuf Islam Masuk Hall of Fame

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — The Rock and Roll Hall of Fame pada Senin (16/12) lalu, mengumumkan bahwa Cat Stevens, Nirvana, Kiss, Peter Gabriel, Hall dan Oates, dan Linda Ronstadt akan masuk Hall of Fame tahun depan. The Cleveland, Ohio Institusion juga mengatakan Brian Epstein, manajer The Beatles dari tahun 1962 sampai kematiannya pada tahun 1967, akan diberikan gelar Lifetime Achievement.


Syarat untuk bergabung dengan Hall of Fame adalah penyanyi, komposer atau musisi yang telah merilis rekaman setidaknya 25 tahun sebelum tahun induksi dan telah menunjukkan keunggulan musik yang tak diragukan lagi dalam kata-kata Hall of Fame.


Cat Stevens, juga dikenal sebagai Yusuf Islam, masuk Islam pada tahun 1970 setelah mengalami tujuh tahun kesuksesan multi- platinum nya di Amerika Serikat. Itu 17 tahun antara LP terakhirnya sebagai Cat Stevens ( 1978 Back To Hearth ), dan CD pertama sebagai Yusuf Islam dan lebih dari satu dekade dari album pop pertamanya dalam hampir 30 tahun ( An Other Cup pada tahun 2006 ).


“Ketika saya menerima Islam banyak orang tidak bisa mengerti,” katanya kepada Rolling Stone. Untuk fans saya tampaknya masuk Islam menjadi penyebab langsung dari saya meninggalkan bisnis musik, begitu banyak orang yang marah. Namun, saya telah menemukan rumah spiritual saya untuk melanjutkan sebagian besar hidup saya. Dan jika Anda mendengarkan musik serta lirik ‘Peace Train’dan ‘On The Road To Find Out’ dapat terlihat jelas menunjukkan kerinduan saya untuk arah dan jalan spiritual yang saya tuju,” ucapnya.


Nantinya penganugerahan The Rock and Roll Hall of Fame kepada Yusuf Islam akan dilakukan pada bulan April tahun depan di Brooklyn, New York.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/10/31/mvilut-chris-irwin-kagum-dengan-kepribadian-rasulullah


Yusuf Islam Masuk Hall of Fame

Monday, May 27, 2013

Fatin dan X-Islam Factor

Senin, 27 Mei 2013 11:33 wib

Fatin Shidqia (Foto: Arif/okezone)

Fatin Shidqia (Foto: Arif/okezone)

AJANG X Factor Indonesia (XFI)yang bergengsi dan menjadi acara favorit dalam enam bulan terakhir di RCTI berujung indah dengan kejutan X: Fatin Shidqia Lubis, gadis belia berjilbab, 16 tahun, yang pemalu, lugu, dan baru pertama kali tampil menyanyi di hadapan publik dan layar kaca waktu audisi XFI, ternyata menang.


Dalam pengumpulan SMS, Fatin berhasil mengungguli perolehan SMS Novita Dewi, seorang penyanyi yang matang dengan teknik vokal dan penampilan yang prima. Tapi, tampaknya pemirsa lebih kesengsem melihat gaya Fatin yang lugu, imut, dan asli sehingga SMS membanjir ke arah gadis berjilbab itu. Tepat apa kata musisi Ahmad Dhani: banyak orang yang vokalnya bagus, gayanya bagus, tapi sedikit yang unik dan membuat orang terperangah.


Itulah yang ada dalam diri Fatin sehingga dia pantas menjadi juara XFI pertama. Apa yang menarik dalam diri Fatin selain suaranya yang unik? Ia mempertahankan jilbabnya di tengah kompetisi tarik suara yang menampilkan kultur pop Barat tanpa kehilangan jati dirinya sebagai muslimah. Seorang wanita berjilbab dan dididik agama secara ketat oleh keluarganya ternyata mampu mengembangkan inklusivitas kultural Islam sehingga menembus sekat-sekat yang memisahkan budaya Islam dan Barat.


Ketika Fatin menyanyikan lagu “Grenade”-nya Bruno Mars dan kemudian menjadi perbincangan masyarakat cyber di YouTube, jagat musik internasional pun geger. Jutaan orang, dari Barat dan Timur, terkagum kagum dengan suara si imut Fatin. Fatin membawakan lagu “Grenade”—pinjam ungkapan musisi Ahmad Dhani—lebih bagus dari penyanyi aslinya.


Barangkali itulah yang menyebabkan George Levendis melalui akun Facebook dan Twitter-nya @HellasGL menulis: ”Fatin making an impact in XF Indonesia!”. George Levendis adalah sahabat Simon Cowell (pendiri ajang X-Factor).


George juga seorang eksekutif di perusahaan rekaman dan Syco TV, yang merupakan milik bersama antara Simon Cowell dan Sony Music Entertainment. Berbagai pujian juga muncul ketika Fatin menyanyikan lagu “Stay” milik Rihanna dengan gaya yang unik. Rihanna menyanyikannya dengan gaya pop plus busana minimnya yang seksi, sedangkan Fatin menyanyikannya dengan gaya pop plus busana muslimahnya yang elegan. Jagat musik pop pun tercengang, sampai-sampai wartawan Prancis menyatakan: fenomena Fatin sangat unik karena dia memakai busana religius yang tak pernah dipakai penyanyi mana pun di ajang kompetisi dunia selevel X Factor.


Sebuah pertanyaan menarik, apakah fenomena Fatin menunjukkan dunia Islam sedang mengalami perubahan? Jawabnya: selain akidah Islamiyah, rukun Islam, dan rukun iman, Islam sejak dulu mengalami perubahan kultural yang terus menerus. Pinjam kata-kata almarhum budayawan Kuntowijoyo: Budaya Islam telah berubah dan akan terus berubah karena Islam sangat fleksibel. Kunto menggambarkan perubahan besar itu dari kelahiran Islam di Makkah, kemudian besar di India, Eropa, dan akan mengalami kejayaan di Indonesia.


Seterusnya, akan jaya di seantero dunia. Bayangkan, ketika Islam masuk ke Jawa, Wali Songo menciptakan atribut-atribut kultural yang sama sekali berbeda dengan Islam Arab dan Islam Eropa. Wali Song mem-blending budaya Arab, India, dan budaya lokal untuk memasarkan Islam di Jawa. Hasilnya: Islam berhasil menembus ”pasar” masyarakat Jawa pinggiran, masyarakat Jawa pedalaman, sampai masyarakat priyayi Jawa di keraton- keraton yang dikeramatkan dan eksklusif. Islamisasi Jawa yang terus berkembang sampai hari ini tampaknya sulit dipahami para ilmuwan Barat, bahkan tak berhasil diidentifikasi oleh ilmuwan sekaliber Clifford Geertz.


Geertz dalam buku monumentalnya, Religion of Java, misalnya mengategorikan orang Jawa dalam tiga kelompok—santri, priyayi, dan abangan yang masing-masing terpisahkan karena mempunyai karakter-karakter yang tak bisa saling menyatu. Padahal, orang Jawa masa kini, dengan tuntutan modernitasnya, termasuk dalam menjalankan Islam, masih tetap menghormati budaya-budaya nenek moyangnya.


Geertz mungkin akan kaget jika melihat ada gamelan dan keris di rumah tokoh-tokoh Islam modernis sebab simbol-simbol seperti itu khas priyayi Jawa. Di PDIP, partai yang selama ini diidentifikasi sebagai partai abangan, ada lembaga Baitul Hikmah yang di dalamnya duduk tokoh-tokoh modernis Muhammadiyah, termasuk Buya Syafi’i Maarif. Dalam Pemilu 2014, PDIPbahkansecara berani mendudukkan tokoh Islam modernis sekaligus sufistis, Jalaluddin Rakhmat, untuk anggota DPRI. Di sanalah letak ”X” dunia Islam Indonesia: mampu mengasimilasikan berbagai budaya dengan mulus dan akomodatif.


Pada masa lalu Sunan Bonang misalnya menciptakan tembang “Ilir-Ilir” dan “Tombo Ati” yang sangat etnik. Kedua tembang ini sejak dulu menjadi ”lagu wajib” orang-orang dusun di Jawa untuk menunggu kedatangan imam salat waktu magrib, isya, dan subuh. Tembang ciptaan Sunan Bonang ini kemudian hari direvitalisasi oleh Emha Ainun Najib dan dipopulerkan oleh penyanyi Opick sehingga kini nyaris menjadi ”lagu wajib” dalam acara-acara pengajian di Ibu Kota, sinetron religi, dan gelar budaya Islam di seantero Indonesia.


Dari perspektif inilah, kita melihat fenomena Fatin. Gadis berjilbab itu berhasil menyanyikan lagu “Grenade” dengan apik sehingga pemilik lagu aslinya, Bruno Mars, mengacungkan jempol. Ketika Fatin menyanyikan lagu ikon pop Rihanna dengan sangat bagus, tak hanya pencinta musik yang gempar, tapi juga masyarakat awam. Fatin berhasil mengawinkan ikon pop dan ikon muslim dengan jilbabnya— sesuatu yang nyaris tak mungkin terjadi di dunia Timur Tengah dan dunia Barat. Tapi, di Indonesia? Melalui Fatin, dunia muslim kembali menembus tembok-tembok kultural seperti yang dikategorikan Samuel P Huntington.


Orang semacam Huntington niscaya akan terkejut jika melihat Fatin yang berjilbab menyanyikan lagunya Rihanna dengan elegan tanpa kehilangan modernitasnya. Ini artinya, batasan dunia Islam dan dunia Barat yang ”ditembok” secara amat kuat oleh Huntington menjadi runtuh dalam panggung X-Factor yang dimenangi Fatin. Semua itu bukti bahwa generasi baru Islam tidak tunduk pada batasanbatasan kultural yang oleh Huntington diramalkan akan mengalami benturan (clash civilization).


Huntington mungkin tak pernah memprediksi jika seorang muslimah yang tinggal di negeri sejuta masjid mampu menyanyikan lagu-lagu yang dianggap sebagai simbol kultur pop Barat tersebut. Dalam konteks inilah kemenangan Fatin menjadi amat berarti bagi Islam kultural. Bukan sekadar jilbab dan keunikan suara Fatin yang membuat orang kesengsem, tapi secara kultural penampilan Fatin telah berhasil meruntuhkan temboktembok identitas yang selama ini dibangun para fanatikus dunia Barat dan fanatikus dunia Islam.


Tepat sekali bila ajang XFI ditutup dengan lagu “We are The World”-nya, Michael Jackson, karena memang begitulah yang seharusnya terjadi pada umat manusia. Akhirnya umat Islam harus selalu optimistis dengan dinamika kultural yang terus berubah. Jika saat ini panggung peradaban sedang dikuasai Barat, kata Kunto, percayalah pada masa depan panggung itu akan kembali dikuasai Timur.


Yang dimaksud Timur oleh Kunto adalah Indonesia dengan kultur Islamnya yang unik yang merupakan blend dari berbagai kultur di dunia, dari Timur Tengah, Eropa, Hindustan, China, Jawa, dan kultur-kultur lokal lainnya. Itulah ”X-Islam Factor Indonesia”, Islam masa depan. Fatin sudah memulai langkah pertamanya.


M BAMBANG PRANOWO
Guru Besar UIN Jakarta/Rektor Universitas Mathla’ul Anwar, Banten


( (koran Sindo)/Koran SI/tre)true



mobile

Nikmati berita terikini lewat ponsel Anda di
m.okezone.com
bb.okezone.com

untuk BlackBerry


Article source: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/05/17/224956/10/Mengenal-Tari-Lengger


Fatin dan X-Islam Factor

Saturday, March 16, 2013

Berbagi kenangan bersama Dian Piesesha

Jakarta (ANTARA News) – Tanpa panggung megah, tata lampu gemerlap, dan aksi panggung sensasional, Dian Piesesha hadir dengan suara merdu mendayu khasnya di hadapan keluarga, sahabat, dan penggemar yang menyaksikan konser “Kerinduan” pada Jumat (15/3) malam.

Pukul 20.30 WIB, saat rintik hujan membasahi sebagian wilayah Jakarta, musik intro lagu “Tak Ingin Sendiri” mengantar Dian ke panggung yang ditata sederhana di Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta. 

Ia mengenakan celana panjang hitam dan baju hitam berlengan panjang dengan aksen keemasan rancangan putrinya, Poppy Karim. Rambutnya disanggul rapi.

Penonton yang hampir memenuhi ruangan dengan sekitar 350 kursi itu menyambutnya dengan sorakan, suitan, dan tepuk tangan riuh. Dian lantas membuka konser dengan melantunkan lagu “Kucoba Hidup Sendiri.”

“Bagaimana mungkiiin percaya kepadamu, sedangkan ulang tahunku kau tak ingat lagiii. Bagaimana mungkiiin kau masih menyayangku, sedangkan kehadiranmu bagai aaangin laaluuuu….”

Ia juga melantunkan lagu-lagu yang pada masa lalu populer seperti “Hadirmu”, “Cemara-Cemara Cinta”, “Kerinduan”, “Pengorbanan”, “Tak Ingin Sendiri”, “Cinta”, Permata Hatiku”, dan “Engkau Segalanya Bagiku” dengan iringan musik dari Audiensi Band.

“Saya malam ini ingin mengajak semua nyanyi dan nostalgia. Dan saya senang semua keluarga saya bisa hadir di sini…,” katanya.

Menurut Dian, ini adalah pertunjukan pertama dia yang disaksikan oleh seluruh keluarga, ibunda, adik-adik, anak-anak, dan cucunya. 

“Ibunda saya seharusnya sudah berangkat umroh ke Tanah Suci, tapi karena (penerbangan) pesawatnya ditunda jadi dia bisa berada di sini melihat saya,” kata Dian serta menghampiri, mencium dan mengucap terima kasih kepada ibunda yang selalu mendukung ia menyanyi.

Lantas dengan panduan Dorce Gamalama, sebagian penonton menyenandungkan, “Oh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku”, lagu Melly Goeslaw yang berjudul “Bunda”.

Di sela-sela konser yang berlangsung sampai sekitar pukul 23.00 WIB itu Dian juga menghampiri dan menyapa para penggemar dan rekan-rekan yang hadir.

“Ada Mbak Dorce, Titi Sumantri, Tuti Wasiah, Yayuk Suseno, pacarnya Jelly Tobing, Ayu Soraya, Cintami Atmanegara, Yetti… Juga ada penggemar dari Masamba, Makassar, serta Malaysia,” kata Dian, yang sejak tahun 1980-an sampai sekarang sudah merilis 22 album.

Kawan yang lain, Dewi Yull, Eddy Silitonga, dan Wahyu OS–salah satu penyanyi JK Records– berbagi panggung dengan Dian. 

Dian berduet dengan Wahyu OS. Ia juga menyanyikan lagu tradisional Sunda, “Es Lilin”, bersama Dewi Yull sebelum Dewi menghangatkan ruang konser dengan dua lagu lamanya, “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” dan “Terus Berlari Mengejar Matahari”.

Sementara Eddy Silitonga membawakan tiga lagu, termasuk “Biarlah Sedih” dan “Mama”, dengan lengkingan suaranya.

Nostalgia
Dian tak hanya membawa orang-orang bernostalgia dengan lagu-lagu lawasnya, dia juga berbagi hadiah dan cerita dengan keluarga, sahabat dan para penggemar.

Penyanyi berbintang Pisces yang lahir pada 9 Maret 1961 dengan nama Dida Diah Daniar itu bercerita tentang masa kecil yang dia habiskan di sebuah desa di Bandung Selatan.

Dia bertutur tentang kesukaannya menyanyi, juga bagaimana dia belajar menyanyi dan menjadikannya sebagai profesi untuk membantu keluarga. 

“Umur 16 tahun saya belajar menyanyi untuk cari uang. Waktu itu saya hanya tahu beberapa lagu. Lalu saya lihat orang China ini, mualaf yang banyak berkecimpung dalam dunia kebudayaan Sunda. Saya dikasih belajar lagu-lagu Mandarin, yang membuat saya banyak diundang untuk manggung,” katanya tentang gurunya, Tan De Seng.

Tan De Seng, salah satu maestro kesenian Sunda, memetik gitar mengiringi Dian kembali ke masa-masa dia belajar menyanyi dengan melantunkan lagu satu lagu berbahasa Mandarin.

Dian juga mengenang masa-masa dia menyanyi untuk TNI. “Tahun 1970-an sampai 1980-an saya adalah penyanyi Kopassus, penyanyi yang diangkut dengan Hercules. Waktu itu kami menyanyi tanpa bayaran,” kenangnya.

Dorce mengingat Dian sebagai penampil sederhana kala itu. “Waktu show di Mabes TNI sepatunya putus, lantas saya iba, sepatu saya saya pinjamkan kepadanya. Itulah pengorbanan saya untuk Dian,” kata penyanyi dan komedian itu berlagak serius, mengundang derai tawa penonton.

Dewi Yull, yang mengaku menyaksikan metamorfosa Dian Pesesha dari masa muda hingga dewasanya, mengatakan “Dia tetap rendah hati dan bersuara indah.”

Sementara Eddy Silitonga, penyanyi bersuara tinggi dan melengking kelahiran Pematang Siantar, mengingat Dian sebagai “penyanyi bersuara merdu tapi galak.”

“Suaranya masih prima, salah satu penyanyi Indonesia yang saya suka dan saya banggakan,” kata penyanyi kelahiran 17 November 1950 itu.

Penggemar Dian juga mengenang suara merdunya. Kerinduan mereka mendengarkan suara Dian yang mendayu terobati malam itu.

Nelly Kardinal (60) dan suaminya Kardinal (71) ada di antara barisan penonton yang menyaksikan penampilan Dian. Kedua pensiunan itu menikmati lagi lagu-lagu Dian yang populer semasa mereka muda.

“Nostalgia masa dulu, biar nggak cepet pikun,” kata Nelly, yang mengaku masih sering membeli kaset-kaset Dian, serta menambahkan,”Sampai kadang sudah beli, beli lagi, sampai numpuk di rumah.”

Aziz, pekerja butik asal Pemalang yang kini berusia 46 tahun, juga gembira bisa menyaksikan langsung penyanyi kesukaannya manggung. “Saya suka hampir semua lagu-lagunya, suaranya merdu dan mendayu,” katanya.

Nova dan Susan yang sudah menyukai suara Dian sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, tahun 1979, hampir selalu mengikuti Dian melantunkan lagu meski kadang mereka sudah tak hafal lagi judulnya.

“Suaranya dari dulu sampai sekarang masih bagus,” kata Susan, yang kini tinggal di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kerinduan dan sambutan para penggemar juga menyuntikan semangat kepada Dian, yang sebelumnya ragu bisa tampil menyanyikan sampai 16 lagu dalam sebuah konser setelah sempat mengalami kelumpuhan tahun lalu.

“Malam ini sangat berarti… Saya yakin semua yang hadir di sini masih sayang dan mencintai saya. Terimakasih atas kehadirannya. Ini semangat untuk saya melanjutkan karya pada usia yang sudah berkepala lima,” demikian Dian Piesesha.

Editor: Aditia Maruli

Article source: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/01/05/mg5byb-ppp-usung-arief-mudatsir-cagub-jateng


Berbagi kenangan bersama Dian Piesesha

Tuesday, December 3, 2013

Dulu sinis, sekarang Rhoma Irama ngebet nyapres dengan Jokowi

Berita Terkait



  • Usul bubarkan MK, Rhoma Irama tegaskan sudah baca UUD

    Usul bubarkan MK, Rhoma Irama tegaskan sudah baca UUD


  • Rhoma desak Kapolri segera buat aturan polwan berjilbab


  • Rhoma Irama samakan Jokowi dengan musik dangdut

Merdeka.com – Jelang 2014, sejumlah tokoh yang digadang-gadang akan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) mulai melancarkan manuvernya. Tak terkecuali dengan Raja Dangdut Rhoma Irama.


Pria yang akrab disapa Bang Haji itu masuk dalam bursa capres yang akan diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rhoma sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai capres dari PKB.


Rhoma bahkan mengaku yakin akan dipilih PKB menjadi capres ketimbang dua kandidat capres PKB lainnya, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan mantan Wapres Jusuf Kalla.


“Kadang-kadang politik seru. Jadi sampai saat kemarin ketemu bahwa capres PKB Rhoma, semua berita-berita di media masih dalam bentuk wacana. DPP sampai saat ini masih konsisten,” ujar Rhoma di Studio Orange Kompas TV, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (30/10).


Tak hanya itu, pria yang dijuluki ‘Satria Bergitar’ itu belakangan mulai melancarkan manuvernya. Salah satunya adalah soal keinginannya duet di Pilpres bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Rhoma bahkan yakin keinginannya itu dapat terwujud.


“Bila Rhoma Irama sama Jokowi itu mungkin bisa saja terjadi,” ujar Rhoma di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Selasa (3/12).


Rhoma juga memuji Jokowi sebagai sosok yang merakyat. Dia bahkan menyamakan Jokowi dengan musik dangdut yang biasa dibawakannya. Menurutnya, akan menjadi lengkap jika dirinya bersanding dengan Jokowi sebagai pasangan capres cawapres.


“Seandainya di-merger (satukan) kan jadi komplet. Namun, ini masih wacana ya,” jelasnya.


Tingkat elektabilitas yang dimiliki Jokowi saat ini pastinya menjadi nilai plus yang membuat Rhoma kepincut. Sebab, dalam berbagai hasil survei, elektabilitas Jokowi selalu berada di deretan teratas. Karenanya, tak aneh jika para tokoh yang hendak mencalonkan diri di Pilpres 2014, kepincut ingin berduet dengan Jokowi.


Selain itu, Rhoma juga memiliki kenangan tersendiri pada Jokowi. Saat kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu, Rhoma pernah bersikap sinis terhadap mantan wali kota Solo itu. Rhoma yang saat itu menjadi salah satu dari barisan artis pendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) pernah berceramah di sebuah masjid di Tanjung Duren, Jakarta Barat.


Saat itu, Rhoma berceramah dan menyarankan jamaah untuk tidak memilih pemimpin yang tidak seakidah. Dia bahkan menuding ibu Jokowi bukan seorang muslim. Ceramah itu akhirnya membawa Rhoma pada pemeriksaan oleh Panwaslu DKI Jakarta.


Setelah sempat menjalani pemeriksaan, Rhoma yang diduga melakukan kampanye terselubung dengan menggunakan isu SARA, bebas dari segala tuduhan. Panwaslu menyatakan tuduhan terhadap Rhoma tidak terbukti. Tim Sukses Foke-Nara juga membantah jika si Raja Dangdut adalah salah satu juru kampanye pasangan tersebut.


Akankah Rhoma berpasangan dengan Jokowi sebagai capres cawapres di Pilpres 2014? Kita lihat saja ke depannya.












Article source: http://www.hidayatullah.com/read/25267/06/10/2012/puluhan-kaum-muslim-terluka-setelah-zionis-serbu-masjidil-aqsha.html


Dulu sinis, sekarang Rhoma Irama ngebet nyapres dengan Jokowi