Showing posts sorted by relevance for query Tiga. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Tiga. Sort by date Show all posts

Tuesday, March 26, 2013

Tiga KUA Masuk Nominasi Berprestasi

Tiga KUA Masuk Nominasi Berprestasi

Padang Ekspres • Selasa, 26/03/2013 13:09 WIB • • 63 klik

Pasbar, Padek—Kepala Kantor Ke­menterian Agama Pasaman Ba­rat, Abdel Haq me­nyam­pai­kan, ada tiga Kepala Kantor Uru­san Agama (KUA) se Pa­saman Barat mendapat nominasi se­ba­gai tiga besar pada penilaian ke­pala KUA berprestasi tingkat ka­bu­paten, tahun 2013. Mereka itu Ahmad Siddik, Kepala KUA Lem­bahmelintang, Sufrinas, Kepala KUA Kecamatan Kinali dan Bis­man Kepala KUA Pasa­man.

 

Tiga kepala KUA peraih pres­tasi terbaik tingkat kabupaten di tahun 2013 ini adalah hasil pe­nilaian yang dilakukan oleh tim penilai Kabupaten Pasaman Ba­rat. Untuk tahun ini, bertindak sebagai ketua tim penilai adalah Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Syawal.

 

“Ya, tahun ini ada tiga orang yang masuk nominasi, dan satu diantara mereka akan mewakili Pasbar ke tingkat provinsi,” kata Abdul Haq kepada Padang Ek­spres di Simpangampek, Senin kemarin.

 

Dijelaskan, selain melak­sanakan agenda rutin, setiap tahun dilakukan penilaian kepala KUA berprestasi tingkat kabu­paten. Program ini sebagai upaya sekaligus untuk menentukan siapa yang berhak mewakili ka­bu­paten (Pasaman Barat) me­ngikuti penilaian serupa di ting­kat provinsi.

 

Untuk tingkat provinsi, dijad­walkan akan dilaksanakan pada bulan Juni 2013 mendatang. Namun, hari dan tanggal apa kepastian jadwal penilaian kapala KUA berprestasi tingkat Provinsi Sumbar, masih menunggu jadwal khusus dari tim penilai provinsi. Diharapkan satu dari tiga peraih prestasi terbaik untuk tingkat Kabupaten Pasaman Barat ber­hak mengikuti penilaian serupa antar kabupaten/kota se Su­matera Barat.

 

“Kita harapkan kepala KUA yang menjadi wakil Pasaman Barat akan berhasil di tingkat provinsi dan berhasil membawa pulang hadiah ke ranah Pasbar ini,” harap Syawal (roy)

[ Red/Administrator ]

Article source: http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/12/25/118715/FPMM-Kedamaian-itu-Jauh-Lebih-Penting/3


Tiga KUA Masuk Nominasi Berprestasi

Friday, June 21, 2013

Pakar Genetika Yahudi Masuk Islam Setelah Mempelajari Iddah Dalam Islam

“Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru.” (QS. Al-Baqarah : 228).


Ayat tersebut menarik perhatian Robert Guilhem, seorang pakar genetika dan tokoh Yahudi di Albert Einstein College. Ia bertanya-tanya, mengapa kitab suci umat Islam memberikan ketentuan masa iddah tiga bulan? Mengapa setelah bercerai perempuan tidak boleh langsung menikah lagi dengan lelaki lain?


Guilhem pun menyelidiki ayat itu dan melakukan penelitian. Seperti dipublikasikan societyberty.com, hasil penelitian Guilhem menunjukkan, hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan. Jika pasangan suami istri tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Kemudian ia akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Setelah tiga bulan dan sisik khusus suaminya hilang, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya.


Guilhem kemudian melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.


Ketika ia melakukan penelitian serupa di perkampungan nonmuslim Amerika, ia mendapatkan hasil yang berbeda. Ternyata wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Artinya, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.


Pakar genetika itu juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Ternyata hasilnya menunjukkan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki. Ia mendapati bukti bahwa istrinya berselingkuh. Dari tiga anaknya, hanya satu yang berasal dari dirinya.


Setelah penelitian-penelitian tersebut, Guilhem akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia bersyahadat setelah meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah perempuan paling bersih di muka bumi ini. (IK/Republika)


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/06/11/mo8maj-mualaf-muslim-tak-butuh-perantara-ketika-berdoa


Pakar Genetika Yahudi Masuk Islam Setelah Mempelajari Iddah Dalam Islam

Sunday, December 23, 2012

Ungkap Korupsi, KPK Harus Fokus Pada 3 Hal Ini

INILAH.COM, Jakarta – Tahun sebentar lagi berganti, namun persoalan skandal korupsi Hambalang dan bailout Bank Century belum juga menemukan titik terang.

Pengamat hukum dari Universitas Islam Indonesia, Muzakir meminta agar KPK lebih aktif lagi melakukan upaya-upaya demi terbongkarnya kasus-kasus besar tersebut.

“Ini kan menjadi tanggung jawab KPK, mestinya KPK gesit sedikit, tingkatkan gereget untuk lakukan pemeriksaan pada semua pihak yang terlibat,” kata Muzakir saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Minggu (23/12/2012).

Dalam mengungkap skandal korupsi tersebut, lanjut dia, KPK harusnya berfokus pada tiga hal.

Ada tiga lingkaran, pertama pemain-pemain yang masuk lingkaran ini yaitu orang yang terlibat penggelembungan anggaran. Kedua, orang yang mengolah dan mendistribusikan. Setelah ada dana, mereka akan menyimpan, mengalihkan ke pihak-pihak tertentu. Ketiga, orang yang memperoleh dana ini.

“KPK telusuri aliran dana tersebut larinya kemana, apakah lari ke perseorangan, ke tokoh politik, atau organisasi politik, atau siapa saja yang terima dana itu,” tegasnya.

Menurut Muzakir, orang-orang yang terlibat dalam tiga lingkaran tersebut mulai dari jajaran Kemenpora hingga pejabat di DPR. Dia meyakini apabila KPK fokus pada tiga hal tersebut, persoalan-persoalan itu segera terang-benderang.

“Tiga link yang menurut saya harus dibongkar semuanya itu. Kalau KPK berpijak pada saran saya seperti ini, saya yakin (akan terungkap),” tegasnya. [yeh]

Article source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=22ea0dbe05b884b259906b3f364c8258&jenis=b706835de79a2b4e80506f582af3676a


Ungkap Korupsi, KPK Harus Fokus Pada 3 Hal Ini

Saturday, June 22, 2013

Membabtis Orang, Pendeta dan Tiga Staf Ditangkap Di Bireun Aceh

SATURDAY, 22 JUNE 2013


Total View : 459 times


Seorang pendeta bersama tiga orang stafnya ditangkap oleh Kepolisian Resor Bireuen, Aceh dengan tuduhan telah membabtis beberapa orang warga pada Kamis (20/6) lalu. Kejadian ini bermula dari Hasbi yang mengaku telah menjadi Kristen dan dibabtis di Brastagi, Sumatera pada tahun 2012,  lalu ia pulang ke kampung halamannya di Bener Meriah dan mempengaruhi saudaranya, Aman Suhardi sehingga mau dibabtis.


Berita yang dirilis oleh Tribunnews.com tersebut menyatakan bahwa pendeta yang bernama  Onekesyi Zega (40), asal Nias, Sumatera Utara dan stafnya ditangkap setelah polisi mendapat laporan dari Aman Suharni dan keluarganya. Polisi menerangkan bahwa Aman dan keluarganya memang telah merencanakan penangkapan pendeta dan ketiga stafnya itu dengan pura-pura membuat janji ketemu di sebuah toko obat di kawasan Kota Bireuen.


“Nah, pada saat itulah pendeta bersama tiga stafnya ditangkap lalu diamankan ke Mapolres Bireuen,” demikian terang Kasat Reskrim AKP Jatmiko.


“Kami hanya menangkap mereka. Karena korban berasal dari Bener Meriah, maka pendeta dan stafnya itu akan kami serahkan ke aparat kepolisian Bener Meriah,” tambahnya.


Bersama empat hamba Tuhan tersebut polisi juga menyita satu kitab Injil berbahasa Aceh, beberapa Injil dalam bahasa Indonesia dan buku-buku catatan. Selain itu dua orang yang mengaku telah dibabtis oleh Pendeta Onekesyi Zega, yaitu Hasbi dan Aman Suharni sudah kembali memeluk Islam.


Tantangan dalam mengemban Amanat Agung untuk memberitakan Injil dan membabtis mereka yang percaya tidaklah ringan. Namun hendaknya hal itu tidak melemahkan iman umat percaya, sebab penderitaan dalam pemberitaan Injil adalah sebuah kehormatan. Mari berdoa bagi Pendeta Onekesyi Zega dan tiga orang rekannya agar iman mereka tetap teguh dalam menghadapi semua tantangan yang terjadi.


Baca juga artikel lainnya :


Di Jerman, Orang Ingin Menikah Tinggal Panggil Pendeta Sewaan


Pendeta Ann Bullis : Anjing pergi ke surga


Ketua PGI : Pancasila Adalah Indonesia


Mengungkap 6 Mitos Tentang Tidur





Ada Apa Dengan Anak Dan Remaja Di Usia 4-14 Tahun?


Sumber : Tribunnews.com | Puji Astuti



Lintas.me



Jawaban.com


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/06/m3lgf0-alhamdulillah-70-ribu-warga-italia-masuk-islam


Membabtis Orang, Pendeta dan Tiga Staf Ditangkap Di Bireun Aceh

Sunday, April 14, 2013

Tiga Perguruan Tinggi Indonesia Masuk 100 Besar Asia

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM — Hanya tiga perguruan tinggi negeri di Indonesia yang masuk 100 besar peringkat Asia dalam data Webometrics periode Februari 2013. “Data rangking Webometrics periode Februari 2013, dari jajaran perguruan tinggi Indonesia yang masuk Top 100 Asia, hanya tiga PTN,” kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Apitisi) Edy Suandi Hamid di Batam, Ahad (14/4).


Tiga perguruan tinggi itu adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI). Sedikitnya PTN yang masuk top 100 Asia, kata dia, menjadi tantangan setiap lembaga pendidikan, khususnya sekitar 3.100 perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Sementara PTS, sudah ada yang masuk top 100 ASEAN, di antaranya Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gunadarma.


Untuk meningkatkan kualitas PTS, kata Rektor UII tersebut, Aptisi bekerjasama dengan sejumlah universitas di luar negeri, di antaranya University of Technology Sidney dan Deakin University di Australia dan University of Debrecen di Hongaria. Apitisi juga mengembangkan jaringan kerjasama pendidikan di Hungaria, Kroasia dan Spanyol.


“Melalui kegiatan Strenghten Indonesia-Europe Higher Education Network, harapannya akan menjadi langkah konkrit untuk meningkatkan kualitas kelembagaan, kemampuan PTS agar lebih berperan dalam pembangunan bangsa, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Apitisi juga mengadakan pelatihan penyusunan instrumen penjaminan mutu internal sebagai bagian dari proses akreditasi.


Menurut dia, hingga saat ini belum semua PTS memiliki lembaga penjaminan mutu, sehingga perlu pelatihan oleh Aptisi. Penjaminan mutu internal menjadi “self assessment” perguruan tinggi sebelum diakreditasi oleh pihak ketiga. Meski dilakukan oleh internal perguruan tinggi, kata dia, tetap harus dilakukan secara objektif oleh petugas.


Article source: http://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/internasional/masuk-masjid---kate-middleton-berkerudung-dan-lepas-sepatu.html


Tiga Perguruan Tinggi Indonesia Masuk 100 Besar Asia

Tuesday, May 7, 2013

Konflik Suriah dan Tiga Kemungkinan Skenario Hizbullah

Home Gazw Al-Fikr



Konflik Suriah dan Tiga Kemungkinan Skenario Hizbullah





 


 




Selasa, 07 Mei 2013


Oleh: Reza Ageung S


30 April 2013 lalu, Hasan Nasrallah, Sekjen milisi Hizbullah muncul di TV Al Manar, Beirut Libanon. Dalam tayangan berdurasi lebih dari satu jam itu, awalanya Nasrallah dalam pidatonya membahas persoalan Israel-Palestina. Nada suaranya meninggi ketika masuk di pembahasan Suriah. “Suriah memiliki teman-teman sejati”, begitu tegasnya, “yang tidak akan membiarkannya jatuh ke tangan Amerika, Israel, atau Jamaah Takfiri.”


Keberadaanteman-teman sejati itu, yang tentu saja adalah Rusia, Iran dan Hizbullahsendiri semakin menunjukkan kerapuhan rezim Assad yang sudah tidak mampu menopang patahnya kaki-kaki kursi kekuasaannya sehingga membutuhkan tangan-tangan eksternal untuk menopang. Oktober 2012, Nasralah membenarkan keberadaan tentara Hizbullah di Suriah namun katanya atas nama pribadi, bukan partai . Hal ini menjawab keraguan sebagian pihak atas kehadiran anasir partai yang oleh sebagian negara Barat dimasukkan dalam daftar teroris tersebut dalam konflik Suriah. Namun, pidato terakhir Nasralah semakin menguatkan bukti bahwa bagaimana pun Hizbullahmemang ingin hadir di dalam konflik.


Abdul Hamid Zakaria, juru  bicara FSA, bersaksi bahwa ada 2000 tentara Hizbullahselama ini memperkuat rezim di Damaskus, dan 3500 lainnya di perbatasan Suriah – Libanon . Ini bukan isapan jempol, apalagi para pejuang Suriah sudah pernah terlibat bentrokan dengan milisi Syiah tersebut, misalnya pada Februari 2013 . Oleh karenanya Muadz al-Khatib, mantan presiden Koalisi Oposisi Suriah (pro-Barat) pada April 2013 lalu menuntut Hizbu**** agar menarik diri dari Suriah.


Tiga Kemungkinan Skenario


Apa sebenarnya yang diinginkan Hizbullah? Mengapa pion Iran tersebut keukeuh ingin terjun ke dalam Perang Suriah walaupun mantan sekjen Hizbulah, Sobhi Tfaili secara terbuka pada Februari 2013 lalu telah mengkritik Hizbullah dengan mengatakan bahwa tentara Hizbullah yang “gugur” di Suriah akan masuk neraka dan tidak dapat disebut sebagai martir karena telah membantu rezim dan kejahatannya membunuhi anak-anak dan menghancurkan rumah-rumah?


Setidaknya ada tiga kemungkinan maksud di balik terjunnya Hizbullah


Pertama, memulihkan kekuasaan Rezim Assad. Alasan klasik Blok Syiah adalah bahwa Assad adalah front penting dalam perlawanan terhadap Israel untuk menyelamatkan Palestina. Alasan ini akan nampak ironis ketika fakta berbicara bahwa Assad telah mengorbankan puluhan ribu nyawa rakyatnya ketika merasa kekuasannya terancam, lalu berapa nyawa Yahudi (jika ada) yang ia bunuh ketika Israel mengancam dan membombardir Gaza?


Hizbullah berargumen bahwa selama ini Damaskus di samping Teheran adalah penyokong utama perjuangan bersenjata Hizbullah dan HAMAS, sehingga layak dipertahankan demi keberlangsungan jihad membebaskan Palestina. Padahal, sebagaimana pernah penulis paparkan dalam artikel terdahulu, Hamas-Iran dan kartu penting bernama Palestina , HAMAS sendiri tidak berkeberatan untuk berseberangan sikap dengan rezim Assad atas dasar pelanggaran kemanusiaan. Meski, dengan sikapnya tersebut HAMAS rela Iran memotong bantuannya kepada organisasi perlawanan itu. Lalu mengapa Hizbullah harus sewot?


Kemungkinan kedua adalah memberi jalan kepada Iran, majikan Hizbullah untuk mendominasi politik Suriah. Ini sama saja dengan Irakisasi Suriah, meniru kesuksesan Iran menanamkan pengaruhnya di Iraq. Pertanyaannya, apakah dengan meluasnya dominasi Iran akan berbanding lurus dengan melemahnya pengaruh koalisi Amerika Serikat-Israel di kawasan?


Padahal sebagaimana penulis paparkan dalam artikel Krisis Irak dan Perselingkuhan Iran-Amerika ,justru dengan terbentuknya rezim al Maliki yang didominasi Syiah pro-Iran di Iraq, Amerika Serikat malah mendapat rekan di Iraq, karena boneka AS tersebut ditopang oleh pengaruh Iran. Jadi, perubahan apa yang diharapkan dengan dominannya Iran di Suriah?


Koar-koar “Membela Palestina” sudah menjadi pepesan kosong sejak Iran, majikan Hizbullah menunjukkan keridhaannya terhadap penjajahan AS atas negara-negara tetangganya!


Sebenarnya kedua skenario tersebut di atas akan menemui rintangan yang berat karena, tidak sebagaimana di Iraq, mayoritas rakyat Suriah adalah Sunni. Sentimen penindasan minoritas Syiah Nushairiyah sudah menyatu dengan bahan bakar ideologisasi kaum Sunni dalam revolusi Suriah. Memaksakan dominasi Blok Syiah di Suriah hanya akan memperpanjang konflik. Maka Hizbullah akan beranjak ke kemungkinan ketiga, yaitu terjun ke dalam konflik semata-mata untuk menghalangi gerakan Sunni Ideologis untuk mengambil alih kekuasaan pasca Assad.


Hal ini sebenarnya sudah tersirat dalam kata-kata Nasrallah, “tidak akan membiarkannya jatuh ke tangan Amerika, Israel, atau Jamaah Takfiri.” Jamaah Takfiri yang dimaksud tentu tidak lain adalah mujahidin Sunni. Di antara mereka ada Jabhah Nushrah, kelompok paling dominan dalam jihad Suriah yang secara resmi sudah dinobatkan sebagai teroris oleh AS. Kelompok seperti itu, di samping Ahrar asy-Syam dan sederet kelompok lainnya jelas-jelas mencita-citakan Negara Islam pasca runtuhnya rezim Assad.


Bukan hanya Hizbullah yang cemas dengan pergerakan mujahidin. AS pun menggalau ketika hendak mengirim bantuan persenjataan untuk oposisi Suriah setelah muncul dugaan bahwa Assad akan menggunakan senjata kimia. AS khawatir persenjataan akan jatuh ke tangan “pejuang jihadis”.


Bukan untuk Melawan Amerika dan Israel?


Barangkali pembaca bertanya-tanya, dengan kata-kata Nasrallah di atas, bukankah menunjukkan bahwa Hizbullah ingin juga melawan konspirasi Amerika dan Israel?


Sesungguhnyalah, dengan utopisnya dua skenario di atas, mustahil bagi Hizbullah untuk melawan Amerika dan Israel dengan jalan mempertahankan rezim Assad, atau memberi jalan pada Iran untuk mendominasi pemerintahan Suriah.


Lagipula, jika Blok Syiah benar-benar ingin melawan Amerika dan Israel, mengapa tidak sedari dulu Iran menurunkan pasukannya membela Muslimin Iraq dan Afghanistan dari invasi AS?


Mengapa baru sekarang ketika Suriah hendak di-obok-obok Barat, Iran dan Hizbullah ketar-ketir dan menerjunkan pasukan? Jika sekarang Hizbullah mampu menembus perbatasan Suriah untuk memperkuat Assad yang katanya hendak digoyang oleh konspirasi Israel, mengapa tidak sedari dulu Hizbullah masuk ke Palestina memperkuat HAMAS melawan Israel? Ada apa?


Penulis peminat masalah politik Iran


Red: Cholis Akbar


Article source: http://news.okezone.com/read/2013/03/20/339/778807/nu-santet-nyata-mengakuinya-bukan-musyrik


Konflik Suriah dan Tiga Kemungkinan Skenario Hizbullah

Tuesday, January 1, 2013

Diprediksi Merosot, PKS Optimistis Tiga Besar

INILAH.COM, Jakarta – Partai politik Islam diprediksi bakal ditinggal pemilih pada pemilihan umum (pemilu) 2014. Namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meyakini bakal duduk di urutan tiga besar peraih suara terbanyak pemilu nanti.

“Target kita masuk tiga besar dan tidak harus nomor 3.,” ujar Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (1/1/2013).

PKS tengah memulai usahanya mendongkrak perolehan suara pemilu 2014 di tingkat daerah dan pusat. Strategi pemenangan pemilu tengah diatur, dan penyusunan daftar calon legislatif yang berpotensi mengungguli suara di daerah pemilihan.

“Untuk itu kita konsentrasi kepada pemenangan pemilu, mendapatkan suara yang signifikan, baru kemudian berbicara apakah akan mengajukan kader sebagai capres atau tidak. Itu setelah hasil pemilu yang akan datang keluar,” kata Luthfi.

Berdasarkan penelitian Lingkaran Survei Indonesia, partai Islam hanya akan menjadi pelengkap pada pemilu 2014. Beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya perolehan suara partai Islam antara lain soal pendanaan partai politik, tindakan kekerasan organisasi massa Islam, dan kemampuan partai nasionalis untuk mengakomodasi kepentingan umat Islam.[jat]

Article source: http://news.liputan6.com/read/474000/tanpa-terobosan-partai-islam-kandas-di-2014


Diprediksi Merosot, PKS Optimistis Tiga Besar

Tuesday, January 15, 2013

Guru Besar Rantau Bemban Dijerat Tiga Pasal

*Penipuan, Penggelapan, dan Penistaan Agama

TRIBUNNEWS.COM SANGATTA,- Jajaran penyidik Polres Kutai Timur terus mendalami perkara Guru Besar Rantau Bemban berinisial BNTL. Perkembangan terkini, penyidik menjerat sang guru dengan tiga pasal sekaligus.

Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Syakir Arman, mengatakan penyidik akan menggunakan tiga pasal dalam memproses kasus BNTL, yaitu penipuan, penggelapan, dan penistaan agama.

Pada berkas awal yang diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sangatta tanggal 19 Desember lalu, penyidik masih fokus pada pasal penipuan dan penggelapan yaitu pasal 378 dan 372 KUHP, tanpa memasukkan pasal penistaan agama.

“Berkas yang dikembalikan dari Kejari sudah kami lengkapi. Kami juga memasukkan pasal penistaan agama dalam berkas yang akan diserahkan dalam waktu dekat,” kata Syakir. Informasi dari penyidik, berkas akan diserahkan pekan ini.

Pihak penyidik menilai keterangan yang disampaikan para saksi sudah cukup kuat untuk masuk ke dalam pasal penistaan agama. “Indikasi penyimpangannya cukup banyak. Dijelaskan saksi ada sekitar 22 point. Karena itu kami juga memasukkan pasal penistaan agama,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Sangatta, Didik Farkhan, SH, MH, sebelumnya mengatakan telah meneliti berkas awal. “Setelah kami teliti, berkas awal kami nyatakan belum lengkap (P 18) dan kami kembalikan dengan disertai petunjuk-petunjuk formil dan materiil,” kata Didik.

Rencananya, Didik akan langsung menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Alasan saya langsung sidang sendiri, kasus ini masuk katagori perkara penting. Dan perkara ini dulu Pakem yang menangani. Jadi sebagai Ketua Pakem saya putuskan turun sendiri,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kutim, Fahmi Rasyad, mengatakan pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait rencana pembinaan para pengikut Guru Besar Rantau Bemban.

“Sudah ada pembentukan tim pembinaan. Insya Allah tim akan segera bergerak. Kami juga mengajak ormas Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk membina pengikut guru besar,” katanya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kutai Timur juga telah menerbitkan fatwa sesat dan menyesatkan atas aktifitas dan ajaran guru besar Rantau Bemban, berinisial BNTL, yang diamankan Polres Kutim sejak Senin (10/12/2012) lalu.

Ketua MUI Kutim, H Sobirin Bagus, mengatakan pihaknya menerbitkan fatwa tersebut setelah melalui pembahasan bersama jajaran pengurus struktural MUI, pihak Kemenag Kutim, perwakilan ormas Islam, pihak kepolisian, serta para tokoh Islam Kutim.

Berdasarkan penelusuran MUI, BNTL mengakui bahwa dirinya tidak pernah belajar agama dan tidak bisa membaca Al-Quran. “Yang bersangkutan juga mengakui tidak mengajarkan agama berdasarkan Al-Quran dan hadits, melainkan bisikan dari alam ghaib,” katanya.

Pada sisi lain diketahui bahwa syahadat harus dilakukan melalui dirinya, dan selain itu dianggap tidak sah. Ummat diluar kelompok mereka dikatakan kafir, dan penekanan yang kuat pada ajaran zakat diri yang dianggap bisa membebaskan diri dari dosa dan menjamin kedudukan di surga. Plus berbagai indikasi menyimpang lainnya.

“Sebenarnya ada banyak point indikasi penyimpangan yang disampaikan mantan muridnya. Namun kami tidak menyoroti hal-hal yang mengambang dan bersifat relatif. Yang jelas kami memberikan tinjauan syari’at atas point-point yang disampaikan mantan pengikutnya,” katanya.

Karena itu MUI membuat beberapa keputusan. “Pertama, menyatakan ajaran guru besar Rantau Bemban sesat dan menyesatkan. Kedua, kami menyerahkan fatwa tersebut kepada Pemkab Kutim dan aparat terkait untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Berikutnya, MUI Kutim akan bekerjasama dengan Dinas Sosial Kutim untuk melakukan program pembinaan atau rehabilitasi mantan pengikut guru besar. “Kami akan menyesuaikan pola pembinaan dengan basic pemahaman para warga Rantau Bemban sebelum mereka menjadi murid BNTL,” katanya. (kholish chered)

Baca  Juga  :

Article source: http://www.themalaysianinsider.com/malaysia/article/pakatan-leave-funding-of-mega-islamic-bank-to-market-forces


Guru Besar Rantau Bemban Dijerat Tiga Pasal

Sunday, October 13, 2013

Menambah seri Islam di Selangor

 


SELEPAS memenangi kerusi  Dewan Undangan Negeri (Dun) Sabak pada pilihan raya umum (PRU) 2013 lalu, rutin hidup  USTAZ SALLEHEN MUKHYI berubah. Walaupun pernah bergelar Adun apabila menang buat pertama kali pada PRU1999, beliau hanya memanaskan kerusi pembangkang di Dun Selangor selama sepenggal. Kini tugas beliau semakin mencabar apabila diamanahkan sebagai Pengerusi Jawatankuasa Tetap Hal Ehwal Islam, Pemodenan Pertanian dan Pembangunan Desa Selangor pada penggal kedua pemerintahan Pakatan Rakyat di Selangor. Ketiga-tiga portfolio ini berhubung rapat dengan masyarakat Melayu luar bandar – segmen masyarakat yang masih gagal dikuasai Pakatan Rakyat khususnya di wilayah-wilayah koridor utara Selangor. Ikuti wawancara wartawan Harakahdaily, AHMAD TAJDID  dan SAIDAH HAIRAN bagi meninjau sudut pandang Ustaz Sallehen terhadap portfolio yang diketuainya. Wawancara berlangsung di pejabat beliau di Tingkat 15, Bangunan Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah di Shah Alam.


 



 


Bagaimana ustaz melihat kepercayaan Menteri Besar, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim terhadap ustaz untuk mempengerusikan  portfolio berhubung Islam, pertanian dan desa?


 


Pertama sekali saya merujuk kepada keperluan untuk kita menangani 2.8 juta umat Islam di Selangor bagi  dibangunkan melalui pembangunan Hal Ehwal Islam.  Saya pun tidak tahu apa pertimbangan sebenar (MB) memilih saya mengetuai portfolio ini. Kepercayaan yang diberikan kepada saya akan saya laksanakan khususnya untuk 2.8 juta umat Islam di Selangor.


 


Portfolio yang saya sandang ini merangkumi  pembangunan ilmu sampai kepada pembangunan fizikal sama ada masjid, sekolah, maahad dan lain-lain.


 


Jadi ini satu peluang kepada saya untuk memastikan seluruh umat Islam di Selangor dapat merasai pembangunan Islam melalui kerajaan negeri. Pada era pemerintahan Pakatan Rakyat ini, kita mempunyai fokus yang lebih terarah dan hala tuju yang lebih jelas terhadap Hal Ehwal Islam. Itu yang saya rasa  Tan Sri (Menteri Besar) kehendaki.


 


Setakat ini apa aspek tentang Hal Ehwal Islam ustaz rasa perlu diberi perhatian khusus?


 


Bila bercakap soal tuntutan,  saya kena melihat kepada keperluan dan kehendak masyarakat. Bukan sahaja tuntutan saya tetapi lebih dilihat tuntutan masyarakat. Yang lebih besar dan menonjol adalah soal  jaminan pendidikan anak-anak atau generasi melalui satu pendidikan yang lebih terjamin.


 


Kita memfokuskan kali ini untuk menyediakan Maahad Tahfiz Sains di setiap daerah. Ini kerana menyedari bahawa ia merupakan satu tuntutan yang paling besar masa kini. Saya fikir ini dapat membantu meningkatkan kefahaman umat Islam.


 


Kedua adalah keperluan untuk menyediakan sumber tenaga manusia iaitu guru atau murabbi dan para ulama. Ini fokus yang besar juga. Sebab apabila kita semak melalui kesempatan saya dalam ruang yang ada ini, kita selama ini ramai menghantar pelajar mengikuti pengajian di Timur Tengah. Masalahanya kita kita tidak dapat’ pegang’ mereka.  Sehingga masalah kita sekarang ini jika hendak membina sekolah bukan masalah duit sangat tetapi tenaga pengajar. Ini juga menjadi fokus untuk saya cuba hadapi dan melihat pendidikan sebagai satu segmen yang mesti diberi penekanan berbanding yang lain.


 


Perkara yang lain sudah nampak sama ada dari pengurusan masjid walaupun masih ada lagi yang merungut. Bagaimanapun, masjid kita sudah bertambah berseri cuma daripada sudut asas sahaja.


 


Tentang Maahad Tahfiz Sains sekarang ini ada projek perintis?


 


Maahad tahfiz kita sudah ada tiga tempat di Kuala Langat, Klang dan di Sabak Bernam. Cuma di Sabak, kita letak sementara di Institut Latihan Dakwah. Bahkan di Sabak Bernam bukan sahaja Maahad Tahfiz Sains biasa. Kita wujudkan kelas Turath iaitu pelajar tingkatan satu yang  akan didedahkan satu pendidikan yang kurikulumnya menggunakan kitab Turath iaitu kitab besar yang lazimnya menjadi rujukan pelajar universiti.


 


Pelajar diberi penekanan mempelajari  bahasa Arab, bagaimana hendak baca kitab. Ini penekanan daripada tingkatan satu. Hasilnya, pelajar ini ada keupayaan bahkan setaraf bahasa Arab dengan SPM walaupun baru berada tingkatan satu dan dua.


 


Maahad Tahfiz Sains di Sabak ini kita akan pindahkan di bangunan IKYS di Bagan Terap. Ia akan jadi (Maahad Tahfiz) terbesar di Selangor.


 


Perancangan akan datang di mana ustaz?


 


Kita tengah mengintai beberapa tempat lain tetapi yang kita sedang cadangkan di Sepang. Kemungkinan kita akan buat dalam kawasan Kolej Universiti Islam Selangor (Kuis).  Ada satu bangunan di Kuis yang diperuntukkan untuk program bina Insan tetapi akan diambil alih kerajaan negeri bagi tujuan ini.


 


Yang lain kita tengah lihat daerah Hulu Langat dan Hulu Selangor. Pada waktu yang sama di  Kuis telah kita wujudkan satu bidang pengajian tahfiz sains atau pengajian tahfiz. Sebab di negara kita ini hanya ada tiga orang sahaja yang pakar tahfiz tafsir. Jadi kita hendak melahirkan ini. Di Kuis sudah ada hampir 90 pelajar (perintis).





Ada perancangan kerajaan negeri untuk wujudkan Kafa Menengah. Bagaimana perkembangannya?


 


Kafa Menengah setakat ini kita sudah mengenal pasti beberapa sekolah yang akan kita wujudkan sebagai projek perintis. Kita akan membuat perkhidmatan tambahan dengan memasukkan program Kafa Menengah di bangunan Sekolah Rendah Agama (SRA)  dan ia akan berjalan tiga hari dalam seminggu.


 


Jadi pelajar sekolah menengah kalau dia biasa tingkatan satu belajar petang, maka pagi akan mengikuti kelas Kafa. Petang sekolah menengah biasa. Kita tidak dapat memenuhi lagi di semua sekolah. Kita akan buat  satu daerah satu sekolah sebagai perintis.


 


Ini kerana kita perlu melihat kecenderungan pelajar sama ada mereka sendiri atau ibu bapa mereka (yang mahu pendidikan agama). Sebab suara yang datang kepada kita, ramai daripada ibu bapa. Dalam soal pendidikan, jika minat datang daripada ibu bapa biasanya kita akan gagal. Biar minat itu datang daripada pelajar. Ibu bapa mesti mendorong anak-anak dengan cara memberi motivasi.


 


Jika Kafa Menengah menjadi pilihan kepada anak-anak, sama ada dia hendak belajar atau tidak, mereka akan naik terus sekolah menengah.  Buat masa ini kita hendak wujudkan satu sekolah di setiap daerah.


 


Dalam waktu yang sama kita membuka peluang dan galakan kepada Kafa persendirian. Jika itu boleh dibuat oleh banyak pihak maka ia akan membantu usaha kita untuk mewujudkan  Kafa Menengah.


 


Bila projek Perintis ini akan dilaksanakan?


 


Tahun 2014. Kalau berjaya dengan projek perintis yang kita buat di setiap daerah, kita akan laksanakan Kafa Menengah pada tahun 2015.


 


Beralih kepada pengurusan masjid. Apa pembaharuan yang patut dilakukan di masjid dan surau khususnya bagi menarik kehadiran jemaah?


 


Kita akan cuba untuk laksanakan satu program baru iaitu masjid sebagai pusat komuniti masyarakat. Bagaimana kita hendak mengkomunitikan masjid itu. Antaranya yang kita akan buat adalah masjid dengan persekitarannya perlu dibangunkan melalui beberapa program yang menarik minat masyarakat.


 


Jika masjid ada ruang untuk membuat padang futsal maka masjid boleh buat padang futsal. Jika masjid ada ruang untuk buat bengkel  jahitan kepada golongan wanita, masjid kena buat. Jika masjid ada ruang untuk majlis kenduri umpamanya dewan, masjid boleh buat.


 


Saya fikir kalau itu kita boleh buat, orang yang datang meletakkan hati penggantungan kepada masjid, maka ini boleh menyemarakkan program masjid.


 


Kita akan semak melalui ketua kampung dan nazir masjid, bagaimana masjid perlu belajar pada persekitaran dan cadangkan kepada kita. Sekarang ini ada bebeberapa masjid yang mempunyai klinik dalam kawasan masjid. Macam Masjid Bandar Baru Sungai Buloh dan sebuah masjid di Ijok.


 


Kita juga hendak menjadikan kemakmuran masjid itu sebagai KPI (Indeks Prestasi Utama) kepada imam dan nazir. Ini bertujuan menilai sejauh mana masyarakat berjaya mengurus masjid. Kita jadikan kemakmuran masjid sebagai KPI tahap kepuasan.


 


Mula tahun depan masjid perlu menyediakan Pegawai Mualaf atau saudara baru. Selama ini Pegawai Mualaf hanya seorang sahaja di Pejabat Agama Daerah. Sedangkan peruntukan zakat untuk saudara baru tidak kurang RM40 juta setahun.


 


Kalau kita agihkan maknanya sembilan daerah, ada seorang Pegawai Mualaf yang jaga peruntukan RM4 juta. Ini tidak efisyen. Setiap masjid kena ada rekod dan buat program untuk mualaf. Kita hendak melihat keadaan rumah mereka, anak-anak mereka bersekolah atau tidak dan sebagainya.


Article source: http://www.hidayatullah.com/read/28822/02/06/2013/%E2%80%9C150-tahun-frans-van-lith%E2%80%9D-.html


Menambah seri Islam di Selangor

Saturday, April 20, 2013

“Kartini-Kartini” di Balik Jeruji

Memaknai Hari Kartini, seharusnya tidak ada lagi pikiran bahwa perempuan itu mahluk lemah, yang hanya bisa berlindung di balik pria. Buktinya, dalam pesakitan perempuan-perempuan ini masih sanggup bertahan dan tertawa ceria.


ULVA APRILIA,


Samarinda


AZAN subuh telah berkumandang, namun Saida bangun lebih awal. Ia membaca lembaran surah dalam Alquran lalu melanjutkan salat. Di tengah kekhusyukan salatnya, suara gaduh mulai terdengar. Hingga rakaat kedua, sebuah botol minuman melayang ke kepalanya. Dengan riwayat penyakit jantung, perempuan kepala lima itu langsung dilarikan ke klinik kesehatan di Rutan Kelas IIA Sempaja, Samarinda. Hingga kembali fajar, Saida berangsur siuman.

Kejadian itu baru beberapa minggu berselang. Saida adalah salah satu tahanan di Rutan Kelas II Samarinda. Dia divonis hakim setahun penjara karena melakukan tindak pidana korupsi. Saida memang salah satu tahanan tertua di blok perempuan di Rutan. Namun, tidak ada perlakuan khusus. Semua sama, tidur di atas beton beralas karpet dan menggunakan satu kamar mandi bersama 26 tahanan lainnya.

Rutan yang terletak di Jalan Wahid Hasyim itu hanya memiliki dua blok tahanan perempuan. Blok A luasnya 4X3 meter persegi dihuni 36 perempuan, sedang blok B lebih kecil dengan penghuni 26 orang.  Tidak ada televisi atau alat elektronik lainnya seperti ponsel, laptop, dan kipas angin. Pada dinding, menumpuk pakaian dan beberapa perlengkapan salat. Selain membantu petugas bekerja, mereka hanya bercengkerama dan merawat muka. Jelas saja para tahanan di sini terlihat cantik dan bersih.  Sama halnya dengan Saida, perempuan bercucu tiga ini lebih sibuk membaca novel yang kerap dibawakan anaknya kala membesuk. “Daripada bosan di sini, ya begini saja kerjaan setiap hari,” tuturnya.

Kondisi blok-blok para “Kartini” ini tidak seseram yang orang luar bayangkan. Jika penjara identik dengan kejahatan, justru penghuninya akur dan saling berbagi. “Jika ada yang bebas, kami kadang sedih, nangis merasa kehilangan. Atau ada yang mau sidang,” ceritanya.

Memaknai Hari Kartini ini, Saida menyimpan harapan besar bahwa perempuan dapat bersaing dengan lelaki dalam intelegensinya. “Hanya, perempuan kadang lebih sensitif dan tidak mau kalah,” terangnya. Saat ini, lanjut dia, memang Saida belum bisa berbuat apa-apa. Tapi, pelajaran hidupnya bisa jadi pelajaran bagi anak cucunya kelak.
MENGAJARI MERAJUT

Perempuanyang tidak kurus itu menyimpan kekhawatiran di balik senyumnya. Malam itu, Sinta dipindahkan dari penjara di Sangata menuju Rutan Kelas IIA Sempaja, Samarinda. Sempat muncul ketakutan mendengar kata Rutan dari dalam dirinyal; takut akan kekerasan dan penindasan, seperti dalam film-film. Sesampainya di blok perempuan dan berkenalan dengan penghuni bilik itu, Sinta disuruh menyanyi oleh kepala blok, yang juga tahanan senior. Merasa takut dan baru, Sinta tidak kuasa menahan tangis.

Bukan dihukum atau dimarahi, Sinta justru ditertawakan para tahanan. “Sejak saat itu saya mulai terbiasa. Ternyata mereka hanya melatih mental saya saja,” ucapnya. Kini, Sinta sudah menjalani 10 bulan dari setahun masa hukumannya. Sama halnya dengan Saida, Sinta juga tersandung kasus korupsi di Sangatta. Menghabisi waktu luang di balik bui selama itu bukan hal mudah baginya. Terlebih, sebelumnya Sinta adalah pejabat pemerintahan.

Namun, semua harus dia jalankan. “Tidak buruk-buruk amat. Mereka semua yang di dalam sini juga manusia kok,” ucapnya. Sinta sendiri punya keterampilan merajut. Dalam Rutan dia juga mengajarkan tahanan lain merajut. Bahkan, baju bayi hasil rajutannya dipakai bayi kawan setahanan. “Ada beberapa yang sudah jadi, seperti kerudung dan taplak,” tuturnya.

Memaknai Hari Kartini ini, Sinta berharap ada perlakuan yang lebih adil untuk perempuan. Tidak hanya di Rutan, kata dia, di luar pun harus sama.  “Jangan melihat dengan sebelah mata. Perempuan juga perlu menuntut haknya, asalkan kewajibannya terpenuhi,” tutur perempuan 30 tahun ini.
MEMIMPIN BLOK TAHANAN

PEREMPUAN yang satu ini lebih pendiam ketimbang Sinta dan Saida. Dia adalah Fitri, yang telah menghabiskan tiga dari enam tahun masa hukumannya di Rutan. Dia merupakan ketua blok perempuan yang terjerat lembah hitam narkotika. Sekilas, Fitri memang terlihat judes, namun, sesekali matanya sembab menceritakan pengalaman hidupnya.

Sebelumnya, Fitri adalah ibu rumah tangga biasa, yang memasak dan mengurus tiga anak ketika suami bekerja sembari menjual baju-baju via online di rumahnya. Namun godaan datang hingga akhirnya Fitri masuk jebakan teman dan ikut mengonsumsi narkotika.

Dalam Rutan ia cukup merasakan sengsara karena tidak ada televisi. Untuk mengisi waktu, Fitri melakukan kegiatan positif agar tidak bosan, seperti belajar menyulam, menjahit, atau membantu petugas mengurus administrasi. “Dulu ada televisi tapi karena sering bertengkar saat menonton jadi dipindah,” tuturnya.

Menjadi ketua blok tentunya Fitri bertanggung jawab memobilisasi teman tahanannya. Namun, Fitri tipikal perempuan yang cuek. Pernah sesekali antar tahanan saling berkelahi, tapi karena saat itu malam hari, Fitri membiarkan saja. “Kalau hanya cekcok mulut saya biarkan saja. Tapi kalau sudah saling pukul, baru saya tindak,” terangnya.

Fitri bercerita, pernah sesekali seorang tahanan sedang makan, sedangkan yang satunya menyapu lantai. Karena tersinggung mereka saling kelahi hingga bercakaran. Keesokan harinya, setelah didamaikan, mereka kembali seperti semula. “Kondisi di sini memang susah ditebak. Namanya juga kami tidur bertindihan, makan sama-sama. Ada yang keluar sedih, ya karena rasa kekeluargaannya sudah erat. Walaupun kadang kelahi,” akunya.

Bahkan, lanjut Firi, tidak sedikit tahanan yang masuk Islam. “Entah karena kebiasaan di sini atau bagaimana. Tapi, sebelum masuk Islam kami tes mental juga, apa benar-benar atau bagaimana,”  ceritanya.  Sama halnya dengan tahanan lain yang mengharap kebebasan, ketika bebas nanti, Fitri berencana membuka usaha di rumahnya. Tentunya sembari mengurus tiga buah hatinya. (tom/k1)


Article source: http://lombokita.com/khazanah/1282-diego-akhirnya-menjadi-muallaf


“Kartini-Kartini” di Balik Jeruji

Monday, July 22, 2013

Baca Alquran Melalui Indra Perasa

Melihat Aktivitas Ibadah Ramadan di Pertuni Sumut


Tak ada manusia yang sempurna. Namun, ketidaksempurnaan bukan alasan untuk tidak beribadah, termasuk bagi mereka yang tunanetra. Dan, di bulan suci ini para tunanetra makin bersemangat mendekatkan diri dengan Tuhan. Meski tanpa mata, mereka seakan tiada henti bertadarus, melafazkan ayat-ayat alquran.


M Sahbainy Nasution, Medan


BACA ALQURAN: Para tunanetra membaca alquran Pertuni Jalan Sampul No 30 Medan Petisah.//aminoer rasyid/SUMUT POS

BACA ALQURAN: Para tunanetra membaca alquran di Pertuni di Jalan Sampul No 30 Medan Petisah.//aminoer rasyid/SUMUT POS



Jika tidak percaya silakan kunjungi Jalan Sampul No 30 Medan Petisah. Ya, di tempat itulah sekumpulan orang  tunanetra yang membaca Alquran selayaknya orang normal. Lantuanan ayat suci sangat terdengar saat memasuki bangunan berwarna putih, bertuliskan PersatuanTunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut yang berukuran sekitar 1.035 meter persegi ini. Dengan meja yang berukuran 3 meter  berwarna coklat dan bangku kayu, para tunanetra tampak serius membaca alquran.


Mata mereka tak aktif. Banyak dari mereka pun tak hafal alquran. Namun, ayat-ayat itu seakan mengalir begitu indah. Mereka sangat mengandalkan kulit yang ada di jari-jari mereka untuk mengeja alquran. Layaknya orang normal saja mereka asyik  membaca alquran tersebut. Mereka ditentori tiga orang guru yang notabene tunanetra juga. Ya, memang mereka memakai alquran braille. Sebuah alquran yang berbentuk huruf timbul, sedikit lubang kecil, dan bentuknya lebih besar dari alquran biasa. Secara keseluruhan, peserta tadarus ini berbagai daerah seperti Kota Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang, Tebingtinggi dan daerah lainnya. Memang, pada bulan suci Ramadan setiap umat Muslim mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dianggap ibadah. Oleh karenanya, banyak umat muslim yang berlomba-lomba mengejar pahala di bulan nan indah ini, termasuk membaca kita suci alquran. Itulah sebagian aktivitas peserta Pertuni Sumut ini.


Sekretaris Daerah (Sekda) Pertuni Sumut, Rusman (40) cukup banyak menceritakan Pertuni Sumut ini. Ia juga seorang tunanetra. Biasanya, pada hari Kamis, anggota yang tergabung di Pertuni Sumut memang melakukan tadarusan. Seiring kebutuhan, selain hari Kamis, Selasa pun dijadikan waktu untuk mengaji. Selain itu, selama Ramadan bisa tiap hari mereka tadarusan.


Rusman menjelaskan, dengan didampingi tiga mentor mereka, peserta tunanetra dibagi menjadi tiga kelompok. Ada yang dikatagorikan pemula, pemantapan, dan yang terakhir  kemahiran.


Dari pembagian inilah mereka bisa fasih membaca alquran. Salah satunya, yang dialami oleh Rusman. Pada saat ini ia masih dikatagorikan  pemantapan. “Saya belajar tidak pada hari yang ditentukan saja. Setiap selesai salat magrib, saya sering mengulang bacaan yang sudah diajarkan,” ungkapnya.

Menurut Rusman, mempelajari alquran braille dan tulisan braille ini tak jauh berbeda banyak. Hanya saja alquran menggunakan bahasa Arab. “Untuk dapat belajar ini kita harus belajar iqra dulu,” kata bapak yang sudah memiliki satu orang anak ini.


Lebih lanjut, ia mengatakan untuk melakukan tadarusan dan belajar alquran selama Ramdan biasanya dimulai dari pagi jam 09.00 dan disudahi sebelum waktu dzuhur tiba. Saat ini saja dengan membaca ramai-ramai mereka sudah sampai juz ke-10. Artinya, tinggal 20 juz lagi mereka khatam. “Karena kami setiap pertemuan biasanya 1 juz baru selesai. Kalau untuk bulan puasa, kita bukan hanya belajar alquran saja, di tempat ini juga kita lakukan untuk salat tasbih,” ujarnya.


Selain Rusman, Kasi (40) dan Supriadi (49) yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) mau bebrbagi kisah. Psangan ni tingga di Serdang,Medan. Mereka baru masuk pada tahun ini di Pertuni. Kasi menyatakan, belajar di Pertuni jauh lebih nyaman dari pada di rumah sendiri. “Jadinya, di tempat ini kita berbagi ilmu kepada teman-teman. Setelah sampai ke rumah kita mengulangi apa yang kita pelajari di Pertuni Sumut ini,” ujar singkat wanita yang berjilbab putih itu.


Setelah mereka selesai membaca alquran, tak lama kumandang azan pun tiba. Puluhan tunanetra itupun melaksanakan salat dzuhur berjamaah. Setelah selesai, peserta pun kembali ke rumahnya masing-masing. Setiap orang diberikan uang transport sekitar Rp20 ribu per orang.  Ada yang naik becak motor ada juga yang naik bus yang disediakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut. “Pertuni Sumut kerja sama dengan Baznas untuk transpor mereka yang rumahnya di luar Kota Medan,” terang Rusman.


Pada dasarnya Pertuni memang diperuntukkan bagi kumpulan tunanetra. Pertuni berdiri pada 1964 di Kota Solo yang diprakarsai 6 orang tunanetra. Singkat cerita, tahun 1966 Presiden Soeharto mengesahkan organisasi ini bernama Pertuni di Jakarta.


Dengan perkembangan waktu, Pertuni ini pun semakin banyak anggotanya.  Pertuni masuk di Sumut sekitar 1998 yang disahkan oleh Gubernur Sumut, Edward Waldemar Pahala (EWP) Tambunan. Awalnya hanya 15 tunanetra yang menjadi anggota. Pada saat ini, untuk di Sumut sudah beranggotakan 1.000 tunanerta yang mempunyai 21 cabang di kabupaten/kota. “Pada dasarnya bersifat sosial, seperti belajar ibadah, memasak, buat grup nasyid dan lainnya,” kata Rusman lagi.


Menurut Rusman, anggota Pertuni tidak hanya beragama Islam. Sebagian ada yang beragama Kristen dan Buddha. “Jadi, di tempat ini ada juga belajar agama Kristen bagi yang memeluknya, sedangkan untuk Buddha sampai sekarang kita masih membutuhkan guru,” tutupnya. (*)




Share on facebook



Article source: http://www.themalaysianinsider.com/tech/article/latin-americans-most-socially-engaged-users-in-the-world


Baca Alquran Melalui Indra Perasa

Wednesday, July 24, 2013

SMP di Semarang Gunakan Kurikulum Baru untuk Sembilan Pelajaran

Metrotvnews.com, Semarang: SMP di Kota Semarang, Jawa Tengah,  telah menerapkan kurikulum baru pada sembilan pelajaran dari total 10 mata pelajaran yang ada pada kurikulum 2013.



“Kami mulai pembelajaran secara efektif, sekaligus mengaplikasikan kurikulum baru sejak tiga hari yang lalu, yakni Senin (22/7) lalu,” kata Kepala SMP Negeri 5 Semarang Suharto di Semarang, Rabu (23/7).



Siswa memang sudah mulai masuk sekolah pada 15 Juli 2013, kata dia, tetapi selama seminggu ada masa orientasi siswa (MOS) dilanjutkan kegiatan pesantren Ramadan yang harus diikuti siswa baru.



Menurut dia, para guru juga sudah diberikan pelatihan implementasi kurikulum baru di berbagai daerah, yakni Yogyakarta, Salatiga, Solo, dan Semarang, kecuali guru pendidikan agama dan budi pekerti.



Ia menyebutkan ada 17 guru dari sembilan mata pelajaran itu mengikuti pelatihan kurikulum baru yang diselenggarakan oleh pemerintah, dari total 48 guru yang dimiliki SMP Negeri 5 Semarang.



“Guru IPA ada dua orang yang dikirim pelatihan, IPS ada tiga guru, termasuk saya, kemudian bahasa Indonesia dikirim dua guru, matematika ada dua guru. Totalnya ada 17 guru yang dikirim,” katanya.



Buku-buku kurikulum baru untuk sembilan pelajaran itu, lanjut dia, sudah dikirim ke sekolah, sementara buku acuan pendidikan agama dan budi pekerti baru dapat lima buah untuk Islam, Kristen, dan Hindu.



Sembilan mata pelajaran tersebut, yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Kesehatan, dan Prakarya.



“Kalau dari mata pelajarannya sebenarnya sudah semua pelajaran dikirim. Namun, jumlahnya sendiri masih kurang karena per pelajaran baru diberi 275 buku, sementara siswa baru kami ada 288 orang,” katanya.



Untuk mengatasi kekurangan itu, Suharto mengatakan ada satu kelas, yakni VII J yang baru sebagian siswanya dibagikan buku pelajaran sehingga setiap satu buku sementara digunakan bersama untuk dua orang.



Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Semarang Taufik Hidayat mengakui penerapan kurikulum baru di SMP memang lebih lengkap dibanding SMA yang baru menerapkan untuk tiga pelajaran.



“Untuk jenjang SD juga lebih lengkap, kalau SMA kan baru Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Namun, sebenarnya seluruh pelajaran sudah disesuaikan kompetensi inti dan kompetensi dasarnya,” katanya. (Antara)



Editor: Agus Tri Wibowo



Share:






 


cbn



Article source: http://www.merdeka.com/dunia/paus-mundur-karena-uzur.html


SMP di Semarang Gunakan Kurikulum Baru untuk Sembilan Pelajaran

Wednesday, December 12, 2012

Tujuh adalah angka keberuntungan?

Jika ada yang bilang bahwa tujuh adalah angka keberuntungan, apakah Anda mempercayainya? Lihat saja, tujuh sering digunakan dalam penamaan sesuatu. Misalnya tujuh keajaiban dunia, tujuh benua, tujuh samudera, tujuh hari, tujuh kurcaci sampai tujuh seri buku Harry Potter.

Well, mungkin yang terakhir tidak perlu masuk hitungan.

Namun tetap saja, angka tujuh dalam Numerology sendiri dikaitkan dengan hal-hal magis, kebijaksanaan, kecerdasan, misteri, dan kesendirian, demikian seperti yang dilaporkan situs How Stuff Works.

Sebelum menjawab apakah tujuh memang benar-benar angka keberuntungan, simak dulu berbagai penggunaan angka tujuh yang dipakai oleh berbagai peradaban di dunia berikut ini.

  • Di dalam ilmu sains, ada tujuh planet kuno yang menyebutkan bahwa matahari adalah planet terkuat di jagat raya dan diikuti oleh Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.
  • Untuk rumus Pitagoras, tujuh dianggap sebagai angka sempurna. Sebab tujuh adalah gabungan antara angka tiga dan empat, segitiga dan persegi.
  • Di Persia, ada misteri tujuh gua-gua luas yang harus dijelajahi untuk mencari jalan keluar yang benar.
  • Ada tujuh dosa paling mematikan di dunia, yaitu nafsu, rakus, serakah, malas, marah, iri, dan sombong.
  • Dalam budaya China, hari ketujuh pada bulan pertama tahun lunar dikenal sebagai Human’s Day yang dirayakan sebagai hari ulang tahun seluruh manusia.
  • Sementara di Jepang, orang-orang di sana juga memiliki tujuh Tuhan, demikian sebagaimana dilansir dari Yahoo Voices.
  • Di dalam agama Islam, angka tujuh adalah jumlah ayat surat pertama di Al-Qur’an. Kemudian Tuhan disebutkan mencipatkan langit dan bumi menjadi tujuh lapis. Selain itu, Thawaf mengelilingi Ka’bah di Mekkah juga harus dilakukan sebanyak tujuh kali, demikian juga dengan Sa’i (lari-lari kecil) antara Shafa dan Marwah.
  • Sementara itu, di dalam agama Yahudi, hari ketujuh dianggap sebagai hari libur suci yang disakralkan sehingga buruh dilarang bekerja pada hari itu.
  • Berbeda lagi dalam agama Kristen, orang-orang Kristen Koptik di Mesir kerap merayakan tujuh pesta besar dan tujuh pesta kecil di gereja.
  • Dalam agama Buddha (Sidharta Gautama) yang baru lahir diyakini oleh pengikutnya, ketika lahir langsung menapak tujuh langkah.
  • Bagaimana dengan kepercayaan di Jawa? Ternyata angka tujuh juga dianggap ‘istimewa’ oleh masyarakat Jawa. Sebab pada masa kehamilan tujuh bulan, biasanya diselenggarakan acara selamatan yang disebut dengan ‘Tingkepan’.

Numerology: Antara mitos dan persepsi

Numerology angka 06 (angka setan?)

Numerology angka 07 (angka baik?)

Numerology angka 08 (angka keberuntungan?)

Numerology angka 09 (angka tertinggi?)

Numerology angka 10 (angka sempurna?)

Numerology angka 11 (angka istimewa?)

Numerology angka 12 (angka unik?)

Numerology hanya seni yang bersifat deskriptif bukan prediktif

Daftar penggunaan angka tujuh selain yang telah disebutkan di atas sebenarnya masih sangat panjang. Mungkin itulah yang akhirnya membuat orang-orang percaya bahwa tujuh memang angka keberuntungan.

Karena dianggap membawa keberuntungan, tidak sedikit pula orang yang merencanakan menikah atau melahirkan pada tanggal 7 Juli 2007 silam. Sebab jika satu angka tujuh mampu memberi keberuntungan, tiga angka tujuh sekaligus artinya adalah tiga kali lipat keberuntungan. Bagaimana menurut Anda?


Tujuh adalah angka keberuntungan?

Tuesday, July 23, 2013

Baca Alquran Melalui Indra Perasa

TIDAK ada manusia yang sempurna. Namun, ketidaksempurnaan bukan alasan untuk tidak beribadah, termasuk bagi mereka yang tunanetra. Dan, di bulan suci ini para tunanetra makin bersemangat mendekatkan diri dengan Tuhan. Meski tanpa mata, mereka seakan tiada henti bertadarus, melafazkan ayat-ayat Al-Quran.

———

M Sahbainy Nasution, Medan

———

Jika tidak percaya silakan kunjungi Jalan Sampul No 30 Medan Petisah. Ya, di tempat itulah sekumpulan orang  tunanetra yang membaca Alquran selayaknya orang normal. Lantuanan ayat suci sangat terdengar saat memasuki bangunan berwarna putih, bertuliskan PersatuanTunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut yang berukuran sekitar 1.035 meter persegi ini.


Dengan meja yang berukuran 3 meter  berwarna coklat dan bangku kayu, para tunanetra tampak serius membaca alquran.


Mata mereka tak aktif. Banyak dari mereka pun tak hafal Al-Quran. Namun, ayat-ayat itu seakan mengalir begitu indah. Mereka sangat mengandalkan kulit yang ada di jari-jari mereka untuk mengeja alquran. Layaknya orang normal saja mereka asyik  membaca Al-Quran tersebut. Mereka ditentori tiga orang guru yang notabene tunanetra juga.


Ya, memang mereka memakai alquran braille. Sebuah Al-Quran yang berbentuk huruf timbul, sedikit lubang kecil, dan bentuknya lebih besar dari Al-Quran biasa. Secara keseluruhan, peserta tadarus ini berbagai daerah seperti Kota Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang, Tebingtinggi dan daerah lainnya.


Memang, pada bulan suci Ramadan setiap umat Muslim mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dianggap ibadah. Oleh karenanya, banyak umat muslim yang berlomba-lomba mengejar pahala di bulan nan indah ini, termasuk membaca kita suci alquran. Itulah sebagian aktivitas peserta Pertuni Sumut ini.


Sekretaris Daerah (Sekda) Pertuni Sumut, Rusman (40) cukup banyak menceritakan Pertuni Sumut ini. Ia juga seorang tunanetra. Biasanya, pada hari Kamis, anggota yang tergabung di Pertuni Sumut memang melakukan tadarusan. Seiring kebutuhan, selain hari Kamis, Selasa pun dijadikan waktu untuk mengaji. Selain itu, selama Ramadan bisa tiap hari mereka tadarusan.


Rusman menjelaskan, dengan didampingi tiga mentor mereka, peserta tunanetra dibagi menjadi tiga kelompok. Ada yang dikatagorikan pemula, pemantapan, dan yang terakhir  kemahiran.


Dari pembagian inilah mereka bisa fasih membaca alquran. Salah satunya, yang dialami oleh Rusman. Pada saat ini ia masih dikatagorikan  pemantapan. “Saya belajar tidak pada hari yang ditentukan saja. Setiap selesai salat magrib, saya sering mengulang bacaan yang sudah diajarkan,” ungkapnya.


Menurut Rusman, mempelajari Al-Quran braille dan tulisan braille ini tak jauh berbeda banyak. Hanya saja alquran menggunakan bahasa Arab. “Untuk dapat belajar ini kita harus belajar iqra dulu,” kata bapak yang sudah memiliki satu orang anak ini.


Lebih lanjut, ia mengatakan untuk melakukan tadarusan dan belajar alquran selama Ramdan biasanya dimulai dari pagi jam 09.00 dan disudahi sebelum waktu dzuhur tiba. Saat ini saja dengan membaca ramai-ramai mereka sudah sampai juz ke-10. Artinya, tinggal 20 juz lagi mereka khatam.


“Karena kami setiap pertemuan biasanya 1 juz baru selesai. Kalau untuk bulan puasa, kita bukan hanya belajar alquran saja, di tempat ini juga kita lakukan untuk salat tasbih,” ujarnya.


Selain Rusman, Kasi (40) dan Supriadi (49) yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) mau bebrbagi kisah. Pasangan ini tinggal di Serdang,Medan. Mereka baru masuk pada tahun ini di Pertuni. Kasi menyatakan, belajar di Pertuni jauh lebih nyaman dari pada di rumah sendiri.


“Jadinya, di tempat ini kita berbagi ilmu kepada teman-teman. Setelah sampai ke rumah kita mengulangi apa yang kita pelajari di Pertuni Sumut ini,” ujar singkat wanita yang berjilbab putih itu.


Setelah mereka selesai membaca Al-Quran, tak lama kumandang azan pun tiba. Puluhan tunanetra itupun melaksanakan salat dzuhur berjamaah. Setelah selesai, peserta pun kembali ke rumahnya masing-masing. Setiap orang diberikan uang transport sekitar Rp20 ribu per orang.


Ada yang naik becak motor ada juga yang naik bus yang disediakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut. “Pertuni Sumut kerja sama dengan Baznas untuk transpor mereka yang rumahnya di luar Kota Medan,” terang Rusman.


Pada dasarnya Pertuni memang diperuntukkan bagi kumpulan tunanetra. Pertuni berdiri pada 1964 di Kota Solo yang diprakarsai 6 orang tunanetra. Singkat cerita, tahun 1966 Presiden Soeharto mengesahkan organisasi ini bernama Pertuni di Jakarta.


Dengan perkembangan waktu, Pertuni ini pun semakin banyak anggotanya.  Pertuni masuk di Sumut sekitar 1998 yang disahkan oleh Gubernur Sumut, Edward Waldemar Pahala (EWP) Tambunan. Awalnya hanya 15 tunanetra yang menjadi anggota. Pada saat ini, untuk di Sumut sudah beranggotakan 1.000 tunanerta yang mempunyai 21 cabang di kabupaten/kota.


“Pada dasarnya bersifat sosial, seperti belajar ibadah, memasak, buat grup nasyid dan lainnya,” kata Rusman lagi.


Menurut Rusman, anggota Pertuni tidak hanya beragama Islam. Sebagian ada yang beragama Kristen dan Buddha. “Jadi, di tempat ini ada juga belajar agama Kristen bagi yang memeluknya, sedangkan untuk Buddha sampai sekarang kita masih membutuhkan guru,” tutupnya. (*)


 



Article source: http://www.jpnn.com/read/2012/03/26/121949/Dody-Kangen-Band-Pernah-Sakit-Jiwa-


Baca Alquran Melalui Indra Perasa

Friday, March 15, 2013

Kekerasan dan Serangan Rasis Sering Diderita Warga Palestina di Israel

WARGA Palestina di Israel belakangan ini sering jadi sasaran serangan kekerasan dan rasis yang dilakukan warga Yahudi.

Perbuatan merendahkan orang lain seperti dilakukan tiga orang remaja Israel baru-baru ini. Mereka meludahi seorang perempuan Palestina berusia 60 tahun dan meneriakkan kata-kata rasis terhadapnya.

Insiden memalukan itu terjadi di wilayah Nazareth Illit, tempat masih banyak warga Arab Palestina yang bertahan di antara warga Israel. Pihak berwenang Israel pun memberikan hukuman kepada remaja yang seluruhnya baru berusia 14 tahun itu.

“Mereka dihukum untuk mengikuti program anti-rasis di sekolah. Kami lebih memilih untuk menghukum mereka melalui hukuman yang mendidik,” ungkap Kepolisian Israel, seperti dikutip ANBA baru-baru ini.

Aksi kekerasan yang diderita warga Palestina di Israel bukanlah pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, tiga orang remaja Israel lainnya ditangkap setelah diduga menyerang seorang pekerja kebersihan Palestina di Tel Aviv pada 24 Pebruari lalu. Ketiga remaja itu meneriakkan kata-kata rasis sambil menyerang Hassan Ausruf yang bekerja di gedung pemerintahan Tel Aviv.

Pekan lalu, tindakan kekerasan juga dialami seorang perempuan Palestina ketika sedang menunggu di stasiun kereta api. Ketika tengah menunggu kereta api, tiba-tiba tiga orang perempuan Yahudi menyerang dan memukuli korban hingga menderita luka parah.

Tidak hanya memukuli korban, ketiga perempuan Yahudi itu juga melepas paksa jilbab yang dikenakan perempuan Palestina. Pihak berwenang memutuskan ketiganya bersalah tetapi mereka dibebaskan dari kurungan penjara.

Dua orang perempuan Israel tersebut hanya diberi hukuman larangan untuk masuk ke Jerusalem selama 45 hari. Sementara pelaku lainnya diberi hukuman larangan selama 30 hari. (ozc/bh)

Article source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=ba9a1bf15e402b506e34e2e72822b9ad&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c


Kekerasan dan Serangan Rasis Sering Diderita Warga Palestina di Israel

Friday, May 31, 2013

PKS Siap Pimpin Koalisi Partai Islam

Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra mengatakan partainya siap memimpin koalisi partai berbasis massa Islam dengan kesiapan semua infrastruktur dan kader yang dimiliki PKS.


“Apabila pada akhirnya partai-partai Islam mempercayakan PKS (memimpin koalisi), kami sangat siap untuk memimpin,” kata Indra kepada Antara di Jakarta, Jumat (31/5).


Dia mengatakan dalam membangun bangsa dan negara, PKS tidak bisa berjalan sendiri namun membutuhkan harmonisasi dengan parpol lain dan juga elemen masyarakat.


Menurut dia, partainya sangat terbuka untuk berkoalisi dengan partai lain dalam membangun bangsa.


Indra menjelaskan PKS selama ini membangun sistem dan struktur partai bukan mengandalkan figur seseorang.


Karena itu menurut dia, tidak mengherankan apabila suara PKS terus meningkat dari setiap penyelenggaraan pemilu dan menang dalam beberapa pemilihan kepala daerah.


“Tiap pemilu suara kami selalu naik, dan beberapa pilkada seperti di Jawa Barat, Sumatera Utara, Sukabumi, Hulu Sungai Selatan yang diikuti kader kami, PKS menang,” ujarnya.


Menurut dia masyarakat Indonesia yang saat ini semakin religius, perlahan akan berkorelasi dengan keberpihakan mereka kepada partai Islam khususnya PKS.


Dia mengatakan masyarakat semakin cerdas dalam melihat masalah dan memilih partai yang bekerja nyata bagi mereka.


“Kami percaya dengan ideologi dan asas yang kami miliki. PKS tidak akan terus menjaga hasil karya yang sudah kami perbuat untuk bangsa ini,” katanya.


Di Pemilu 2004, PKS memperoleh suara sebanyak 7,34 persen atau 8.325.020 dari total dan mendapatkan 45 kursi di DPR dari total kursi sebanyak 550. Dan pada Pemilu 2009, PKS memperoleh suara sebanyak 8.206.955 suara atau 7,9 persen dan mendapat 57 kursi di DPR (10 persen).


Pada Pemilu 2014 PKS memperoleh nomor urut tiga dan menargetkan masuk dalam tiga besar pemenang pemilu. Namun di awal tahun 2013, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap KPK karena diduga terlibat dalam pengaturan pemberian kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian kepada PT Indoguna Utama.


KPK juga mengenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada Luthfi sehingga berbagai asetnya disita lembaga pemberantasan korupsi tersebut.


Sebelumnya, Survei Lembaga Klimatologi Politik menyebutkan masih terpuruknya elektabilitas partai berbasis massa umat Islam dan tokoh-tokohnya.


Hal itu semenjak meninggalnya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan “hilangnya” Amin Rais dari peredaran politik nasional sehingga partai Islam dan tokohnya tidak diperhitungkan lagi.


PKS, PAN, PKB, PPP dan PBB masih menghuni papan bawah tingkat elektabilitas.


PKS yang menargetkan posisi tiga besar pada Pemilu 2014, dalam survei itu berada di posisi ketujuh dengan perolehan 5,1 persen suara responden. Setelah PKS, kemudian diikuti partai Islam lainnya secara berturut-turut yakni PAN (4,6 persen), PKB (4,4 persen), PPP (3,9 persen), dan PBB (0,9 persen).


Krisis kepemimpinan, kapasitas ketua umum partai Islam baru di level manajerial belum menjadi penggalang solidaritas atau “solidarity maker” bagi umat Islam. Tokoh itu tidak memiliki kapasitas sebagai pendulang suara atau “vote getter” dalam pemilu sehingga membutuhkan artis.


Article source: http://www.tribunnews.com/2012/09/11/siswa-tk-telat-dihukum-tak-boleh-masuk-kelas


PKS Siap Pimpin Koalisi Partai Islam

Thursday, December 8, 2016

Hujat MUI, Mualaf Ini Tobat dan Bersyahadat Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Seorang mualaf di Kota Sukabumi mengaku khilaf dan bertobat karena telah menghujat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Langkah tersebut dilakukan di depan pengurus MUI dan Front Pembela Islam (FPI) Kota Sukabumi Jumat (9/12).

Warga tersebut adalah Yuanta Dharma Djohanli alias Yuan Lee bin Dharmawan Djohanli (49 tahun) warga Jalan Mayawati Atas RT 03 RW 01, Kelurahan  Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sebelumnya, dalam akun media sosial facebook, dia menuliskan hujatan dan hinaan terhadap MUI dan FPI.

"Saya mengakui telah membuat pernyataan di akun facebook pada tanggal 18 Nopember 2016 yang menghujat FPI dan MUI," ujar Yuan Lee, membacakan ikrar di depan pengurus MUI dan FPI di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi. Salah satu kalimatnya antara lain ‘kalian kelompok barbar yang ingin makar terhadap NKRI dan pemerintah yang sah, kalian ingin perang saudara dan kalian organisasi bajingan'.

Yuan Lee mengaku, pernyataan tersebut salah dan berdosa. Oleh karena itu, ia meminta maaf sedalam-dalamnya kepada MUI, FPI, dan organisasi Islam lainnya. Ia juga berjanji akan bertobat kepada Allah SWT dan tidak akan mengulangi perbuaan keji dan munkar.

Dalam ikrarnya juga, Yuan Lee meminta adanya bimbingan dan pembinaan dari MUI agar menjadi mualaf yang baik. Yuan Lee juga bersedia mondok di pesantren yang ditunjuk MUI Sukabumi minimal selama tiga bulan untuk memperdalam ajaran Islam.

Terakhir kata Yuan Lee, ia memohon kasus pelaporan yang dilakukan MUI ke polisi terkait posingan di facebook tersebut agar dicabut. Harapannya, kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. "Saya sangat menyesal dan tidak mengulangi lagi," kata Yuan Lee yang masuk Islam pada 2006 lalu. Ia mengaku, proses belajar Islamnya sempat terhenti sejak lama.

Sekretaris MUI Kota Sukabumi Muhammad Kusoy mengatakan, sebelumnya MUI dan FPI telah melaporkan Yuan Lee ke Polres Sukabumi Kota pada 22 Nopember 2016 lalu. "Pelaporan terkait pernyataan Yuan Lee yang menghina dan menghujat MUI dan FPI," ujar dia.

Pelaporan tersebut, kata Kusoy, untuk menjaga nama baik MUI, kemuliaan ulama, dan ajaran Islam. Selain itu, untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di Kota Sukabumi.Namun terang Kusoy, pada 3 Desember 2016 terlapor Yuan Lee beserta keluarganya mendatangi Kantor MUI Sukabumi. Kedatangan terlapor untuk meminta maaf dan mengaku berdosa serta menyesal mengeluarkan pernyataan yang menghujat MUI.

Kusoy menambahkan, terlapor juga memohon bimbingan dari MUI dan meminta kasus diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya, selama ini belum mendapatkan pembinaan dari segi agama. Permohonan ini, ungkap Kuoy, langsung direspons dengan menggelar rapat antara MUI dan FPI.

Hasilnya, MUI, dan FPI memberikan maaf dengan syarat terlapor bersyahadat kembali dan menyampaikan permohonan maaf dan berikrar di hadapan pengurus MUI secara terbuka. "Terlapor juga harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan menebus dosanya dengan keimanan dan amal shaleh," katanya.

Selepas itu, terlapor juga harus mondok di Pesantren Dzikir Alfath Kota Sukabumi selama tiga bulan. Ketua MUI Kota Sukabumi Deddy Ismatullah menambahkan, terlapor Yuan Lee merupakan mualaf dan telah menjadi bagian saudara umat Islam. Sehingga, dengan adanya permintaan maaf dan bersyahadat, maka proses hukumnya akan segera dicabut. "MUI juga akan memberikan pembinaan kepada Yuan Lee. Sehingga harapannya Yuan Lee bisa menjadi Muslim yang taat menjalankan ajaran agama Islam," katanya.

"

| Hujat | MUI, | Mualaf | Tobat | Bersyahadat | Lagi | REPUBLIKA | SUKABUMI | Seorang | mualaf | Kota | Sukabumi | mengaku | khilaf | bertobat | karena | telah | menghujat | Majelis | Ulama | Indonesia | (MUI) | Langkah | tersebut | dilakukan | depan | pengurus | Front | Pembela | Islam | (FPI) | Jumat | p>Warga | adalah | Yuanta | Dharma | Djohanli | alias | Yuan | Dharmawan | tahun) | warga | Jalan | Mayawati | Atas | Kelurahan  | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | Senya | dalam | akun | media | sosial | facebook | menuliskan | hujatan | hinaan | terhadap | p>Saya | mengakui | membuat | pernyataan | pada | tanggal | Nopember | 2016 | yang | ujar | membac | ikrar | Gedung | Pusat | Kajian | Salah | satu | kalimatnya | antara | lain | ‘kalian | kelompok | barbar | ingin | makar | NKRI | pemerintah | kalian | perang | saudara | organisasi | bajingan | p>Yuan | salah | berdosa | Oleh | meminta | maaf | sedalam | dalamnya | kepada | lainnya | juga | berjanji | Allah | mengulangi | perbuaan | keji | munkar | p>Dalam | ikrarnya | adanya | bimbingan | pembinaan | agar | menjadi | baik | bersedia | mondok | pesantren | ditunjuk | minimal | selama | tiga | bulan | untuk | memperdalam | ajaran | p>Terakhir | kata | memohon | kasus | pelaporan | polisi | terkait | posingan | dicabut | Harapannya | diselesaikan | secara | kekeluargaan | Saya | sangat | menyesal | lagi | masuk | 2006 | proses | belajar | Islamnya | sempat | terhenti | sejak | lama | p>Sekretaris | Muhammad | Kusoy | mengat | senya | melaporkan | Polres | Pelaporan | menghina | p>Pelaporan | menjaga | nama | kemuliaan | ulama | Selain | mencipt | kerukunan | kedamaian | Namun | terang | Desember | terlapor | beserta | keluarganya | mendatangi | Kantor | Kedatangan | serta | mengeluarkan | p>Kusoy | menambahkan | Pasalnya | mendapatkan | segi | agama | Permohonan | ungkap | Kuoy | langsung | direspons | dengan | menggelar | rapat | p>Hasilnya | memberikan | syarat | bersyahadat | kembali | menyampaikan | permohonan | berikrar | hadapan | terbuka | Terlapor | harus | sungguh | menebus | dosanya | keimanan | amal | shaleh | katanya | p>Selepas | Pesantren | Dzikir | Alfath | Ketua | Deddy | Ismatullah | merup | bagian | umat | permintaan | maka | hukumnya | segera | harapannya | Muslim | taat | menjalankan | p> |

Thank U Very Very Much for Reading this Article

Monday, January 20, 2014

Islam Berkembang di Alabama

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Minat masyarakat untuk menghormati dan tidak memusuhi Muslim semakin tinggi.


Sejak peristiwa bom 9/11 yang masih membekas bagi warga dunia, tak ada yang mengira bahwa jumlah Muslim di Amerika justru mengalami pertumbuhan.


Di sebuah kota bernama Tuscaloosa, yang masuk wilayah negara bagian Alabama, ada sebuah masjid yang masih aktif dan dipenuhi jamaah. Di sini, ketakutan warga Amerika kepada Islam semakin memudar.


Dari laman AL.com, masjid yang berada di Islamic Center Tuscaloosa itu menjadi tempat umat Islam melakukan berbagai aktivitas.


Di sini tergambar bagaimana harmonisnya hubungan umat Islam yang selalu diterima oleh masyarakat dan bisa bersosialisasi dengan lancar.


Ketua Tuscaloosa Islam Society Muhammad Sharif mengatakan, memang dulu peristiwa 11 September membuat warga menjadi cemas, takut, dan kesal dengan orang Muslim.


“Namun ternyata, kami menemukan banyak orang meninggalkan bunga di pintu kami dan memperlakukan kami dengan lebih baik. Tak semua orang membenci orang Muslim. Kami sangat menghargai hal ini dan berharap semoga keadaan bisa kembali normal seperti dulu lagi,” ujarnya.


Menurutnya, kini justru lebih banyak yang datang mencarinya untuk mendapatkan informasi tentang konsep Islam yang sebenarnya. Mereka ingin mendengar dari mulut orang Islam sendiri bahwa terorisme yang dilakukan pada peristiwa 11 September tersebut bukanlah bagian dari tuntunan Islam.


Hubungan antara Islam dan agama lain, misalnya Kristen pun, semakin membaik. Mereka sering melakukan kerja sama dan membentuk kelompok untuk kegiatan amal dan kemanusiaan. Persahabatan antara Muslim dan masyarakat lainnya juga semakin terjalin dengan eratnya.


Salah satu penduduk Muslim Alabama, Mirza Beg (68 tahun), percaya masyarakat di Tuscaloosa kini semakin terbuka pada Islam.


Ahli geologi di Geological Survey of Alabama ini sering mendapatkan pertanyaan dari kawan-kawannya yang Kristen tentang apa yang ia percaya selama ini. “Kini semakin banyak kawan saya yang ingin tahu apa itu Islam,” katanya.


Sejak 1992, terjadi peningkatan jumlah Muslim hingga berkali-kali lipat. Paling tidak ada 1,7 juta Muslim yang merupakan warga pendatang dari luar Amerika.


Berdasarkan survei yang dilakukan Pew Research Center of Asia Amerika, jumlah kaum Muslim di seluruh Amerika terus bertambah hingga kini mencapai tujuh juta. Persentase umat Islam meningkat dari lima persen pada 1992 menjadi 10 persen pada 2012.


Meski jumlahnya sedikit namun masih ada masyarakat Amerika yang dengan teguh pada pendirian Islamnya.


Dengan jumlahnya yang sedikit itu mereka menjaga eksistensi mereka dan tak kenal lelah menyebarkan informasi yang sebenarnya mengenai Islam.


Kita bisa melihatnya pada komunitas Muslim yang tinggal di Alabama yang merupakan negara bagian Amerika Serikat yang terletak di bagian tenggara. Sebelah selatannya, langsung berbatasan dengan Teluk Meksiko.


Alabama merupakan daerah pertanian. Dulu, daerah ini dikenal sebagai penghasil kapas terbesar di Amerika.


Namun, kini bukan hanya kapas yang menjadi andalan, melainkan berbagai hasil pertanian lain juga peternakan menjadi denyut nadi wilayah itu. Ada pula beberapa kota yang ramai di Alabama.


10 Masjid


Alabama beribu kota di Montgomery. Sedangkan, kota terbesar di wilayah ini adalah Huntsville dan kota berpenduduk terpadat adalah Birmingham.


Ada juga kota-kota lain yang masuk dalam wilayah tersebut, di antaranya kota tua Mobile yang didirikan oleh koloni Perancis, Tuscaloosa, Selma, dan banyak lagi kota lainnya.


Di seluruh negara bagian Alabama ada sekitar 10 masjid yang melayani kebutuhan ibadah umat Islam. Jumlah ini termasuk banyak.


Di Birmingham kita bisa menemukan empat masjid, yaitu Al Masjidul Al Ka’bah, Masjid As Sabiqqon, Masjid Alquran, dan Masjid Birmingham Islamic Society. Sedangkan, di Ibu Kota Alabama, Montgomery, terdapat sebuah masjid yang diberi nama Masjid Qasim Bilal El Amin.


Selain itu, di Kota Mobile ada tiga masjid utama, yaitu Masjid Baitul Haqq, Masjid Al Islam, dan sebuah Islamic center. Masih ada tiga Islamic center lainnya, lengkap dengan masjid besar dan berbagai kegiatan aktifnya, yang selalu mengisi kehidupan religius umat Islam di sana. Tiga Islamic center tersebut berada di Kota Tuscaloosa, Huntsville, dan Selma.


Belum ada survei tentang berapa jumlah pasti penduduk Muslim di sana. Namun, minat masyarakat untuk menghargai, menghormati, dan tidak memusuhi Muslim semakin tinggi. Beberapa sekolah Islam pun berdiri di tempat tersebut. Salah satunya Alabama Islamic School.


Di perguruan tinggi, tepatnya di University of South Alabama, terdapat pula komunitas mahasiswa Muslim. Dari laman resminya, Asosiasi Mahasiswa Muslim di Universitas South Alabama mendeklarasikan dirinya sebagai sebuah organisasi independen yang didedikasikan untuk menyediakan komunitas bagi anggota universitas yang ingin mendapatkan informasi dan gambaran yang akurat tentang apa itu Islam yang sebenarnya, juga tujuannya.


“Dalam dunia di mana informasi hampir tak terbatas, sangat penting jika kita memperoleh informasi tentang agama lain dari sumber yang tepercaya dan representatif,” tulis laman tersebut.


Itu sebabnya komunitas ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang ajaran Islam sesuai konteks aslinya.


“Misi kami adalah untuk menyampaikan informasi yang akurat tentang Islam, menjelaskan prinsip-prinsip Islam, dan menjawab berbagai pertanyaan dengan harapan bisa menciptakan pemahaman dan menghilangkan segala kesalahpahaman tentang keyakinan kita,” tulisnya.


Jika masyarakat luar telah memahami Islam secara benar, harapan selanjutnya adalah bagaimana agar bisa tercipta keharmonisan hubungan dengan masyarakat secara damai meski berbeda agama atau ideologi.


Selain itu, komunitas ini juga banyak menggelar kegiatan yang melibatkan Muslim maupun mahasiswa non-Muslim.


Di antaranya, makan malam bersama dalam peringatan hari besar Islam, berbagai diskusi informal, informasi berbagai beasiswa dan lomba akademik, serta banyak acara lainnya.


Article source: http://www.solopos.com/2012/12/21/perlu-perda-wajib-madrasah-diniah-360611


Islam Berkembang di Alabama

Friday, May 31, 2013

PKS Siap Pimpin Koalisi Parpol Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagai partai politik (parpol) yang berasaskan Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki basis massa yang ‘real’ jika dibandingkan dengan beberapa parpol yang beraliran yang sama.


Sadar akan kondisi tersebut, parpol yang berlambang kapas yang diapi dua bulan sabit ini mengaku siap menjadi pemimpin koalisi parpol Islam. Salah satu dasarnya adalah kesiapan semua infrastruktur dan kader yang dimiliki PKS.


“Apabila pada akhirnya partai-partai Islam mempercayakan PKS (memimpin koalisi), kami sangat siap untuk memimpin,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Indra kepada Antara di Jakarta, Jumat (31/5).


PKS, menurut dia, dalam membangun bangsa dan negara tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan harmonisasi dengan parpol lain dan juga elemen masyarakat. Oleh sebab itu, PKS, ia melanjutkan, sangat terbuka untuk berkoalisi dengan partai lain dalam membangun bangsa.


Indra menjelaskan PKS selama ini membangun sistem dan struktur partai bukan mengandalkan figur seseorang. Oleh sebab itu, menurut dia, tidak mengherankan apabila suara PKS terus meningkat dari setiap penyelenggaraan pemilu dan menang dalam beberapa pemilihan kepala daerah.


“Tiap pemilu suara kami selalu naik, dan beberapa pilkada seperti di Jawa Barat, Sumatera Utara, Sukabumi, Hulu Sungai Selatan yang diikuti kader kami, PKS menang,” ujarnya.


Menurut dia, masyarakat Indonesia yang saat ini semakin religius, perlahan akan berkorelasi dengan keberpihakan mereka kepada partai Islam khususnya PKS. Dia mengatakan masyarakat semakin cerdas dalam melihat masalah dan memilih partai yang bekerja nyata bagi mereka.


“Kami percaya dengan ideologi dan asas yang kami miliki. PKS tidak akan terus menjaga hasil karya yang sudah kami perbuat untuk bangsa ini,” katanya.


Pada Pemilu 2004, PKS memperoleh suara sebanyak 7,34 persen atau 8.325.020 dari total dan mendapatkan 45 kursi di DPR dari total kursi sebanyak 550. Dan pada Pemilu 2009, PKS memperoleh suara sebanyak 8.206.955 suara atau 7,9 persen dan mendapat 57 kursi di DPR (10 persen).


Pada Pemilu 2014 PKS memperoleh nomor urut tiga dan menargetkan masuk dalam tiga besar pemenang pemilu. Namun di awal tahun 2013, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap KPK karena diduga terlibat dalam pengaturan pemberian kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian kepada PT Indoguna Utama.


KPK juga mengenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada Luthfi sehingga berbagai asetnya disita lembaga pemberantasan korupsi tersebut. Sebelumnya, Survei Lembaga Klimatologi Politik menyebutkan masih terpuruknya elektabilitas partai berbasis massa umat Islam dan tokoh-tokohnya.


Hal itu semenjak meninggalnya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan ‘hilangnya’ Amin Rais dari peredaran politik nasional sehingga partai Islam dan tokohnya tidak diperhitungkan lagi. PKS, PAN, PKB, PPP dan PBB masih menghuni papan bawah tingkat elektabilitas.


PKS yang menargetkan posisi tiga besar pada Pemilu 2014, dalam survei itu berada di posisi ketujuh dengan perolehan 5,1 persen suara responden. Setelah PKS, kemudian diikuti partai Islam lainnya secara berturut-turut yakni PAN (4,6 persen), PKB (4,4 persen), PPP (3,9 persen), dan PBB (0,9 persen).


Krisis kepemimpinan, kapasitas ketua umum partai Islam baru di level manajerial belum menjadi penggalang solidaritas atau ‘solidarity maker‘ bagi umat Islam. Tokoh itu tidak memiliki kapasitas sebagai pendulang suara atau ‘vote getter‘ dalam pemilu sehingga membutuhkan artis.


Article source: http://www.suarapembaruan.com/home/politisi-perempuan-ppp-terpilih-sebagai-presidium-kahmi/27705


PKS Siap Pimpin Koalisi Parpol Islam

Monday, July 8, 2013

Gadis pesta ini mengenal Islam di klub malam

Matanya berwarna biru teduh, kulitnya putih, rambutnya pirang sebelum mengenakan kerudung. Ketika Amy Sall mulai memakai jilbab, dia menarik perhatian banyak orang, terutama di jalanan. Orang yang berpapasan dengannya kerap mencaci atau mengeluarkan kata-kata penghinaan. Tapi itu semua tidak menyurutkan niat perempuan Inggris berusia 29 tahun itu untuk tetap memeluk Islam.


Amy mengaku awalnya cukup terkejut dengan reaksi orang asing yang tidak mengenalnya. Perempuan yang memiliki tiga putri ini masuk Islam saat menikahi suaminya Amadou yang beragama Islam pada April 2010.


“Ketika saya sedang berjalan memakai jilbab seorang pria lewat kemudian berhenti dan meneriaki saya, ‘Muslim brengsek!’,” kata dia seperti dilansir surat kabar The Sun tahun lalu.


“Saya sangat terkejut tapi saya harus menghadapi situasi itu. Sejak peristiwa 11 September banyak orang di negeri ini yang berpikir bahwa semua muslim itu fundamentalis dan teroris.”


Amy mengaku di dulunya adalah seorang gadis yang suka pesta dan minum-minum.


“Ironisnya saya dulu adalah anak liar dan hingga saat ini saya terkadang masih pergi ke klub malam bersama teman-teman, membuka jilbab dan minum-minum.”


Tapi ketika dia pulang ke rumah, Amadou selalu marah kepadanya. Suaminya itu memperingatkan dia tidak keberatan jika Sall pergi keluar dan minum-minum tapi jika dia sampai mabuk dan di luar kendali maka Amy dilarang kembali ke rumah.


“Saya mencoba berusaha salat lima kali sehari tapi saya jujur belum bisa melakukannya. Itu membuat saya merasa bersalah dan tidak bisa menjadi seorang muslim seharusnya.”


Ketika pergi ke masjid, Amy sadar orang suka berbisik-bisik di belakang dia. “Omongan itu bukan berasal dari teman dekat Amadou, tapi dari orang-orang tua yang berpikir saya tidak serius masuk Islam dan tidak pakai jilbab setiap saat.”


Amy memiliki teman dekat bernama Donna, seorang perempuan Inggris yang juga baru masuk Islam. Donna lebih serius dalam berislam dan Amy sering berkonsultasi dengannya.


“Saya masih berusaha mempelajari peran perempuan di dunia muslim dan saya merasa tidak akan sepenuhnya bisa menjalaninya. Ini seperti hidup di dua dunia.”


Meski menjadi muslim merupakan sebuah tantangan tapi Amy masih lebih setia kepada suaminya. Mereka kini menjalani pernikahan bahagia.


“Sebelum melahirkan Alfred saya sangat liar. Saya suka pergi ke klub malam hampir saban hari dan minum-minum.”


“Saya banyak melakukan kesalahan di masa lalu dan karena itulah keluarga saya menyambut baik hadirnya Amadou. Mereka pikir dia bisa membuat saya lebih terkendali. Amadou orang yang serius tapi kami cocok.”


“Kami menikah dalam waktu enam bulan dan waktu itu saya tahu harus masuk Islam untuk bisa bersamanya. Saya sangat mencintainya dan saya ingin terus bersamanya jadi saya katakan saya mau masuk Islam.


Amy masuk Islam di hari ketika mereka menikah.


“Saya harus mengucap kalimat syahadat di depan imam. Saya belum membaca Alquran ketika itu tapi sejak itu saya berusaha belajar. Saya juga membaca di Internet dan senang bergabung dengan kelompok perempuan muslim di Facebook.”


Suami Amy, Amadou, 37, berasal dari Afrika Barat. Dia bekerja di pergudangan Tesco dan mereka kini tinggal di Middlesbrough dengan tiga anak. Anak pertama Alfred, tujuh tahun, berasal dari pernikahan Amy sebelumnya. Anak kedua Aminata, enam tahun dan Kade tiga tahun. Mereka telah menikah selama enam tahun.


“Lucunya kami bertemu di klub malam meski Amadou tidak minum-minum atau merokok dia suka menari dan saya langsung memperhatikannya ketika itu,” ujar Amy.












Article source: http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/130622114843/limit/0/Kristen-Koptik-Diancam-Batalkan-Protes-Menentang-Morsi-di-Mesir.html


Gadis pesta ini mengenal Islam di klub malam