Showing posts sorted by date for query sebuah. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query sebuah. Sort by relevance Show all posts

Friday, February 2, 2018

Politisi Partai Sayap Kanan Jerman Masuk Islam - dunia www.inilah.com


Politisi Partai Sayap Kanan Jerman Masuk Islam



INILAHCOM, Brandenburg -- Seorang anggota partai sayap kanan Jerman, Alternatif untuk Jerman atau AfD, yang dikenal dengan retorika anti-Islam, mengejutkan para pengamat dengan memeluk agama Islam.


Arthur Wagner pernah menjadi anggota komite eksekutif partai di negara bagian Brandenburg, namun baru-baru ini mengundurkan diri dengan alasan, yang menurutnya, tidak terkait.

Pria berusia 48 tahun itu -- yang masih menjadi anggota partai--mengatakan kepada satu surat kabar bahwa alasannya adalah urusan pribadi.

Di situsnya, AfD menyatakan bahwa "Islam bukan milik Jerman".

Para pendukung AfD juga menggelar unjuk rasa anti-Islam secara berkala. Dan tahun lalu, dalam pemilihan umum, partai ini menggunakan poster-poster yang menggambarkan istri yang mengenakan kerudung untuk mengangkat pesannya.

Bagaimanapun juru bicara partai di Brandenburg menegaskan bahwa pindah agamanya Wagner "bukan persoalan bagi parta"'.



"Agama adalah urusan pribadi. Kami mendukung hak konstitusi dalam kebebasan beragama," kata Daniel Friese seperti dikutip koran setempat.


Wagner -- yang berdarah Rusia-- sebelumnya merupakan anggota partai pimpinan Kanselir Angela Merkel, Partai Kristen Demokrat, CDU.

Namun dalam sebuah video yang diterbitkan tahun 2017, dia megatakan walau pernah merupakan pendukung Merkel, namun keputusan kanselir itu untuk membuka pintu bagi ratusan ribu pendatang pada masa krisis 2015-2016 membuktikan dia 'melakukan kesalahan besar' dengan mendukung Merkel.

Saat itu dia menyebut Jerman sudah "bermutasi menjadi negara lain".

Wagner juga pernah tercatat bergabung dengan satu kelompok yang disebut "Kaum Kristen di Af'D", demikian laporran BBC, Kamis (25/1). '.

AfD mendapat kursi parlemen pertama dalam pemilihan lalu dan menjadi partai terbesar ketiga di Jerman dengan perolehan 12,6% suara. [bbc/lat]



§



INILAHCOM, Paris - Museum Louvre, Paris memajang 32 lukisan secara permanen di salah satu ruangannya, untuk mencari tahu siapa pemilik lukisan-lukisan yang dicuri oleh tentara Nazi pada Perang Dunia II.
NBC News mengabarkan Rabu (31/1/2018), bulan lalu, Museum Paris juga membuka dua ruang pamernya untuk memajang sejumlah lukisan dari ribuan lukisan dan karya seni yang dicuri tentara Jerman di Prancis antara 1940-1945. Lebih dari 45 ribu karya seni telah dikembalikan ke pemilik aslinya sejak PD II, namun 2 ribu karya seni lainnya masih belum ketahuan pemiliknya, termasuk 296 lukisan yang kini disimpan di Museum Louvre.Lukisan dan karya seni itu bukan milik kami, tutur Sebastian Allard, Kepala Departemen Lukisan di Louvre. Tujuan kami menggelar pameran ini, agar lukisan-lukisan itu kembali ke pemiliknya, sambung Sebastian Allard. Ia menambahkan bahwa kebanyakan karya seni diambil dari keluarga Yahudi, pemiliknya. Karena itu, keturunannya dapat melihat karya seni itu, dan mengklaim barang-barang seni itu milik mereka, dengan menunjukkan bukti-bukti kuat, lanjutnya.Di antara lukisan terkenal yang dipajang adalah karya Theodore Rousseau. Lukisan berjudul Source du Lizon itu berupa pemandangan alam yang menakjubkan. Lukisan lain yang dicuri, juga dipajang di ruang pamer Louvre, namun pengunjung tidak mengenali karya seni itu dicuri Nazi Jerman. Pemerintah Prancis menandainya dengan tiga huruf MNR yang artinya National Museum RecoveryInisiatif Musem Louvre ini, merupakan langkah terakhir Prancis yang membentuk sebuah kelompok kerja oleh kementerian kebudayaan Prancis. Sejak tahun 1951, hanya 50 karya lukis yang berhasil dikembalikan ke pemiliknya. Mereka harus mencari sanak keluarga, potret mereka, dan bukti pembelian lukisan serta bukti lainnya. Dan itu memakan waktu bertahun-tahun, kata Sebastien Allard.



Thanks for watching our article Politisi Partai Sayap Kanan Jerman Masuk Islam - dunia www.inilah.com. Please share it with responsible.
Sincery Berita Masuk Islam
SRC: https://m.inilah.com/news/detail/2432895/politisi-partai-sayap-kanan-jerman-masuk-islam

powered by Blogger Image Poster

Friday, December 9, 2016

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank So Much for Visit this Article

Penghina Ulama Itu Minta Maaf dan Menyatakan Diri Menjadi Mualaf

RANCAH POST â€" Medio November lalu, MUI Kota Sukabumi sempat melaporkan sebuah penghinaan dan hate speech ke kepolisian. Laporan itu dilakukan atas dasar kicauan seorang warga berinisial YL di jejaring sosial yang kemudian menyebar luas di masyarakat.

“Laporan tersebut kami lakukan supaya penghinaan dan hate speech ini tidak melebar mengingat umat Muslim di Sukabumi merasa sangat dilecehkan dengan status dalam Facebook itu,” terang Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Deddy Ismatullah.

Usai mendapatkan laporan itu, kepolisian kemudian memanggil dan memeriksa pemilik akun penghina ulama guna menghindari kasus penghinaan kepada ulama dan hate speech itu menyebar luas ke masyarakat. “Polisi dengan sigap menanggapi pengaduan ulama dan memeriksa pemilik akun. Secara de facto, permintaan maaf YL kami terima dan secara de jure akan akan segera mendatangi kantor polisi untuk mencabut perkara itu,” ujar Deddy.

Jum’at (9/12/2016), di sela-sela pertemuan terbuka di Gedung Pusat Kajian Islam di Jalan Veteran Kota Sukabumi dan dengan disaksikan oleh semua pimpinan pesantren Kabupaten dan Kota Sukabumi Jawa Barat, para ulama dan pejabat dilingkungan Mapolres Sukabumi Kota, penghina ulama yang merupakan warga Jalan Mayawati, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole itu meminta maaf atas perbuatannya yang mendiskreditkan MUI. Ia pun menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya itu.

YL, pelaku penghina ulama  tak hanya meminta maaf kepada semua ulama, ia juga menyatakan diri menjadi mualaf dan bersedia mempelajari agama Islam di salah satu pesantren yang ada di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi Jawa Barat. “Itu atas kemauannya sendiri, sama sekali tak ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya.

loading...

"

| Penghina | Ulama | Minta | Maaf | Menyat | Diri | Menjadi | Mualaf | RANCAH | POST< | strong> | Medio | November | Kota | Sukabumi | sempat | melaporkan | sebuah | penghinaan | hate | speech | kepolisian | Laporan | dilakukan | atas | dasar | kicauan | seorang | warga | berinisial | jejaring | sosial | yang | kemudian | menyebar | luas | masyarakat | p>“Laporan | tersebut | kami | lakukan | supaya | melebar | mengingat | umat | Muslim | merasa | sangat | dilecehkan | dengan | status | dalam | Facebook | terang | Ketua | Majelis | Indonesia | (MUI) | Deddy | Ismatullah | p>Usai | mendapatkan | laporan | memanggil | memeriksa | pemilik | akun | penghina | ulama< | guna | menghin | kasus | kepada | ulama | “Polisi | sigap | menanggapi | pengaduan | Secara | facto | permintaan | maaf | terima | secara | jure | segera | mendatangi | kantor | polisi | untuk | mencabut | perkara | ujar | p>Jum’at | 2016) | sela | pertemuan | terbuka | Gedung | Pusat | Kajian | Islam | Jalan | Veteran | disaksikan | oleh | semua | pimpinan | pesantren | Kabupaten | Jawa | Barat | para | pejabat | dilingkungan | Mapolres | ulama yang | merup | Mayawati | Kelurahan | Gunung | Parang | Kecamatan | Cikole | meminta | perbuatannya yang | mendiskreditkan | menyesal | mengulangi | perbuatannya | p>YL | pelaku |  tak | hanya | juga | menyat | diri | menjadi | mualaf | bersedia | mempelajari | agama | salah | satu | Puyuh | “Itu | kemauannya | sendiri | sama | sekali | paksaan | pihak | manapun | ujarnya | p>loading | div> |

Thank U Very Very Much for Read this News

Tuesday, February 11, 2014

George Green: Banyak Mendapat Pencerahan dari Imam Masjid

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih


Ia memutuskan berhenti dari pekerjaan yang penuh maksiat.


Pria ini lekat dengan kehidupan hura-hura selebritas Hollywood. George Green pernah menjadi manajer tur untuk artis-artis besar, seperti Jay-Z, Kanye West, 50 Cent, Snoop Dogg, dan banyak lagi selebritas kelas atas lainnya.


Selama bergulat dengan pekerjaanya, ia dihadapkan langsung dengan kehidupan para selebritas itu. “Setiap saat saya melihat gaya hidup glamor di hadapan saya,” ujarnya, dilansir dalam video acara The Deen Show, yang diperoleh dari laman Firstpost.


Setiap hari tugasnya adalah menyediakan semua fasilitas bagi para selebritas tersebut. Dari mobil mewah terbaru, perhiasan, juga perempuan untuk teman mereka.


“Tak hanya itu, setiap hari mereka mengadakan pesta yang dipenuhi alkohol dan narkoba, akulah yang bertugas untuk mencari obat-obat terlarang juga perempuan panggilan untuk mereka,” jelasnya.


Dihadapkan pada situasi seperti ini setiap hari, membuatnya muak. Ia mengaku hidupnya tidak bahagia, merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. “Aku seperti sedang mencari sesuatu, namun tak tahu apa itu, aku merasa hidupku kurang lengkap,” ujarnya.


Waktu demi waktu berjalan, lama-lama ia bosan dengan pekerjaannya. Kehidupan glamour dan pesta setiap hari tak cocok untuknya. Apalagi, di setiap gegap gempita pesta tersebut, dialah yang paling repot karena harus melayani para artis dan menyediakan apa saja yang mereka minta.


Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang menurutnya penuh dengan maksiat tersebut. “Saat itu dalam pikiranku adalah sekarang saatnya saya mencari sesuatu untuk diriku sendiri, bukan untuk melayani orang lain,” katanya.


Masa kecilnya jauh dari kisah bahagia. Ia lahir di Detroit, Michigan dari orang tua yang masih sangat muda dan tak siap punya anak. Ketika memasuki usia remaja, ia kemudian pindah ke New York dan tinggal bersama neneknya.


Di sinilah ia bergaul dengan geng jalanan dan selalu berhadapan dengan narkoba dan kekerasan serta masalah kriminal yang lain. “Aku tak pernah mengenal sosok ayah dan jauh dari kehidupan religius,” katanya.


Kesehariannya lekat dengan pesta dan hura-hura. Ia mengenal salah seorang yang bekerja di perusahaan rekaman dan memanfaatkannya agar bisa ikut pesta gratis setiap saat.


Setelah lulus kuliah dari Auburn University of Montgomery, ia direkrut perusahaan rekaman Roc-A-Fella Records sebagai asisten direktur nasional untuk marketing, branding, promosi, dan manajemen tur. “Ini sesuai dengan kemampuanku untuk mengorbitkan dan mempromosikan artis,” katanya.


Menjalani pekerjaannya ini membuatnya bangga. Ia bisa meraih impian dari seorang pria kulit hitam, yaitu bisa kaya dan terkenal, punya banyak pacar, dihormati, dan punya kekuasaan. “Namun, di balik kepuasan itu jiwaku merasa kosong,” ujarnya.


Hingga suatu hari ia melakukan perjalanan kerja ke negara-negara di Timur Tengah, seperti Dubai, Kuwait, Irak, Bahrain, dan Abu Dhabi pada 2004.


Di sana ia kagum dengan keramahan penduduknya yang menyambutnya dengan penuh senyuman dan tangan terbuka, padahal ia bukan Muslim. Ini berbeda 180 derajat dengan sikap yang biasa orang-orang Amerika tunjukkan jika mereka bertemu dengan Muslim.


Kekagumannya kemudian berlanjut dengan rasa ingin tahu yang begitu besar. Ia pun semakin hormat dengan orang-orang Islam karena mereka mau menjawab pertanyaannya seputar dasar-dasar Islam.


“Aku ingin semakin tahu lebih dalam hingga saat Ramadhan 2010, aku memutuskan untuk tinggal di Irak dan Kuwait selama dua minggu,” ujarnya.


Pengalaman relijius ini menyentuh dasar kalbunya. Ia merasa telah menemukan jawaban atas kekosongan jiwanya selama ini yang dirasakannya. Sekembalinya ke Amerika, ia pun sudah siap untuk mengucapkan syahadat dan masuk islam.


Namun, ia masih khawatir bagaimana nanti lingkungannya, teman-teman, dan keluarganya bisa atau tidak menerimanya sebagai seorang Muslim di tengah mereka.


Sebuah mimpi di suatu malam membuatnya menepis ketakutan ini. Ia kemudian mantap masuk Islam secara resmi pada 30 April 2012.


Masa awal menjadi Muslim ia mengakui banyak menemui kesulitan. Orang-orang di sekitarnya yang dekat dengan banyak masalah kriminal mulai menghindarinya.


Saat ia ingin bergaul dengan komunitas Muslim, ia dipandang sebelah mata karena ia berkulit hitam dan penampilannya seperti anggota gangster.


“Namun, kesulitan yang aku hadapi tak pernah mematahkan niatku. Aku terus datang ke masjid dan banyak mendapatkan pencerahan dari para imam yang semakin memantapkan imanku,” katanya.


Ia menemukan sebuah kepuasaan yang tak tenilai saat ini. Ia masih ingat, saat jiwanya merasa kosong dulu, ia berkali-kali mencoba apa pun untuk mengisi relung jiwa yang kosong tersebut, namun ia tak pernah merasa puas. “Aku terus merasa kosong, hingga akhirnya aku bertemu Islam,” katanya.




George Green: Banyak Mendapat Pencerahan dari Imam Masjid

Sunday, February 9, 2014

'Kita perlu realisitik'


  • Aminuddin Omar


ALOR SETAR – Peraturan persembahan hiburan diselaraskan bagi memenuhi tuntutan rakyat berbilang agama dan bangsa supaya keharmonian terus terpelihara.



Exco Belia dan Sukan, Kesenian, Kebudayaan dan Warisan, Badan-badan Bukan Kerajaan, Aminuddin Omar berkata, permohonan yang dibuat mengikut prosedur serta mendapat kelulusan pihak berkuasa tempatan.



Beliau berkata, penganjuran konsert di Sungai Petani itu dilaksanakan oleh pihak persendirian tanpa melibatkan kerajaan negeri.



“Kita perlu lebih realistik dengan budaya hidup pelbagai bangsa di negara ini. Jadi apabila penganjur bukan Islam memohon mengadakan program hiburan kita kena hormati namun pada masa yang sama mereka juga perlu mematuhi syarat tambahan lain.



“Antaranya ialah artis yang membuat persembahan perlu tampil dengan berpakaian sopan, tidak menjolok mata, situasi terkawal serta tidak melampaui tata cara atau peraturan dikehendaki pihak berwajib,” katanya kepada Sinar Harian ketika dihubungi semalam.



Menurutnya, Konsert Festival Muzik Planet Eupe tidak boleh dianggap sebagai konsert hiburan melampau seperti didakwa beberapa pihak sebelum ini kerana beberapa syarat tambahan dikenakan terhadap penganjur selain wajib mematuhi garis panduan persembahan yang ditetapkan.



Kelmarin, Pertubuhan Setiakawan Ummah Malaysia (Setiakawan Malaysia) mendakwa wujud konspirasi tangan ghaib cuba menimbulkan provokasi menyentuh sensitiviti agama serta akidah umat Islam di sebalik keghairahan penganjur mengadakan konsert hiburan melampau dengan membawa masuk budaya K-pop ke negeri ini.



Pas Kedah turut menggesa kerajaan negeri menarik balik permit penganjuran konsert yang bakal diadakan di Taman Air Carnival Eupe, Sungai Petani pada 1 Mac ini anjuran sebuah syarikat pemaju hartanah.



Konsert berkenaan dijangka dihadiri lebih 20,000 peminat bakal menampilkan penyanyi dan penulis lagu Yuna, Najwa Latif dan penyanyi mandopop Wang Lee Horn.



Antara persembahan lain termasuk penyanyi elektro-pop dari Taiwan Jeannie Hsieh dan kumpulan K-Pop dari Korea Selatan U-Kiss.



Susulan itu, lebih 5,000 tanda tangan penduduk di kawasan berhampiran festival dikumpul menyatakan bantahan terhadap penganjurannya kerana agama Islam melarang hiburan yang keterlaluan, penganjuran dalam kawasan persendirian terbuka, menyentuh sensitiviti Islam dan gangguan terhadap ketenteraman dan kesejahteraan awam.


Article source: http://nasional.kompas.com/read/2013/12/25/1826336/Kisah.Cinta.Anis.Matta.di.Hungaria


'Kita perlu realisitik'

Saturday, February 8, 2014

Gesa tarik balik permit pesta muzik


  • Ketua Penerangan Pas Kedah, Muhammad Sanusi Md Noor


ALOR SETAR – Kerajaan negeri digesa menarik balik permit penganjuran “Konsert Festival Muzik Planet Eupe” di Taman Air Carnival Eupe, Sungai Petani pada 1 Mac ini anjuran sebuah syarikat pemaju hartanah.



Ketua Penerangan Pas Kedah, Muhammad Sanusi Md Noor berkata, sumber hiburan yang ada di negeri ini sudah lebih dari mencukupi untuk memenuhi kehendak masyarakat pelbagai bangsa.

     

Oleh itu, tidak perlu lagi membawa masuk hiburan dari luar seperti K-pop kerana boleh memberi kesan buruk kepada rakyat setempat.



Menurutnya, hiburan keterlaluan boleh menjejaskan keharmonian masyarakat kerana budaya hidup rakyat di negeri ini lebih mengutamakan kesederhanaan berbanding di bandar besar.



 

“Sepatutnya penganjur tidak buat festival muzik secara besar-besaran seperti itu di negeri ini kerana perlu menghormati sensitiviti agama, masyarakat dan budaya kita. Namun masih belum terlambat jika permit yang dikeluarkan ditarik semula,” katanya ketika dihubungi Sinar Harian.



Beliau turut mempersoalkan pendirian kerajaan negeri dalam memberi kebenaran terhadap pelbagai program hiburan termasuk keagamaan.



“Kita amat mengalu-alukan usaha kerajaan negeri mengadakan banyak program keagamaan namun dalam masa yang sama mereka turut meluluskan banyak program hiburan. Jadi terasnya apa? Cenderung ke arah hiburan atau bagaimana?



“Mereka dilihat seolah-olah terlalu menjurus kepada budaya komersil dalam memberi kebenaran terhadap sesuatu program mengikut kehendak pasaran yang mempunyai kepentingan perdagangan tanpa mengambil kira pandangan semua pihak,” katanya.



Antara artis yang bakal menghiburkan Pesta Muzik Planet Eupe itu ialah penyanyi dan penulis lagu Yuna, penyanyi terkenal Najwa Latif dan penyanyi mandopop Wang Lee Hom.



Antara persembahan lain termasuk penyanyi elektro-pop dari Taiwan Jeannie Hsieh dan kumpulan K-Pop dari Korea Selatan U-Kiss.



Semalam, lebih 5,000 tanda tangan penduduk di kawasan berhampiran lokasi festival dikumpul bertujuan menyatakan bantahan terhadap penganjurannya kerana agama Islam sendiri melarang  acara hiburan yang keterlaluan, penganjuran dalam kawasan persendirian terbuka, menyentuh sensitiviti Islam dan gangguan terhadap ketenteraman dan kesejahteraan awam.


Article source: http://news.detik.com/read/2013/11/15/151406/2414295/10/strategi-menangkap-pencuri-ikan-indonesia-harus-belajar-dari-australia?9922032


Gesa tarik balik permit pesta muzik

Friday, February 7, 2014

Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Riana Garniati Rahayu

Bangunan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian arsitektur tertinggi kaum pembawa Islam ke Spanyol.


Matador dan tari flamenco, mungkin itu yang terpikir ketika mendengar Spanyol. Belum banyak yang tahu bahwa Spanyol menyimpan pesona tersendiri, terutama bagi umat Islam.


Bagian selatan Spanyol atau yang akrab disebut dengan Andalusia merupakan saksi sejarah bahwa kejayaan Islam pernah mencapai tanah Eropa.


Beberapa peninggalan agama Islam masih bisa ditemui di sana, termasuk sebuah masjid megah yang kini telah berubah menjadi gereja katedral Katolik.


Mezquita-catedral de Cordoba yang artinya Katedral-Masjid Cordoba terletak di Kota Cordoba. Dari tempat tinggal kami di Sevilla, butuh sekitar satu jam untuk sampai ke sana.


Jika Anda tiba di Cordoba dengan kereta api seperti kami, katedral ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer dari stasiun.


Untuk pilihan menumpang bus, haltenya pun tak jauh dari lokasi stasiun. Dengan pertimbangan bahwa kami membawa dua balita, bus menjadi pilihannya. Kami turun di kawasan kota tua dan meneruskan perjalanan dengan sedikit berjalan kaki.


Setibanya di sana, hanya melihat dari luar saja kami sudah dibuat takjub dengan gagahnya the Mezquita atau nama populer katedral tersebut.


Setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung untuk mengagumi bangunan yang mengesankan ini. Kombinasi berbagai gaya arsitektur yang menyatukan unsur-unsur agama Islam dan Kristen memberikan daya tarik tersendiri.


Mengunjungi Mezquita memberikan gambaran tentang bagaimana peradaban dari 1.000 tahun lalu. Bangunan ini pada awalnya merupakan kuil Pagan pada zaman Romawi yang kemudian diubah menjadi gereja Visigoth.


Ketika Islam masuk pada abad pertengahan, Khalifah Abdurrahman I, pemimpin kekhalifahan Cordoba saat itu, membangun dan mengembangkannya menjadi masjid pada 785 Masehi.


Pembangunan dan pengembangan Mezquita kemudian berlangsung sekitar 200 tahun yang dilanjutkan khalifah-khalifah setelahnya.


Pada zaman kekhalifahan Cordoba, umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan. Kota Cordoba merupakan pusat ilmu pengetahuan di kawasan mediterania dengan Mezquita sebagai jantung peradabannya.


Ilmuwan Muslim Ibnu Rusydi atau Averroes adalah salah satu yang terlahir di kota ini. Pada masa Islam, Mezquita tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai tempat pengadilan syariah dan tempat perkuliahan.


Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/14/02/06/n0k2hb-mezquita-jejak-islam-yang-tersisa-di-spanyol-bagian2-habis


Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol

Asabiyah melulu bakar jambatan ukhuwah

Asabiyah adalah istilah bahasa Arab daripada akar kata asabah yang bermaksud kerabat pihak bapa. Secara harfiah asabiyah bererti perpaduan atau fanatisme kesukuan atau kepuakan secara membuta tuli.


Fanatisme ini melahirkan sikap pembelaan secara mati-matian terhadap segala hal yang dianggap sebagai milik sukunya sendiri terutama berkaitan dengan nilai, tradisi, harta benda dan kekuasaan.


Dalam istilah sosiologi, ia turut dikenali dengan konsep etnocentrisme dan culturcentrisme. Istilah etnocentrisme membawa konsep bahawa suku kaum atau bangsa mereka sahajalah yang terbaik manakala bangsa atau kaum lain mestilah dipandang remeh, jijik dan penuh kelemahan.


Fahaman ini mengingatkan kita kepada konsep bangsa pilihan, yang kini menjadi amalan dan pegangan kuat kelompok Yahudi yang memperjuangkan faham zionisme, iaitu kelompok yang mendokong kelahiran negara Israel.


Fahaman etnik membawa kepada konsep rasis atau perkauman. Konsep ini telah diakui sebagai suatu bentuk yang boleh menyebabkan konflik, ketegangan dan seterusnya peperangan. Ini dapat dilihat pada zaman perluasan agama Kristian, kumpulan yang menggelarkan diri mereka sebagai Protestan tidak boleh menerima mereka dalam kelompok Katholik. Kedua-dua kumpulan pecahan ini sering bergaduh, berperang dan berbunuhan meskipun mereka daripada asas agama yang sama, iaitu yang diajarkan oleh Nabi Isa a.s dari Nazareth.


Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab pagan sering bertelagah sesama sendiri kerana kehidupan mereka adalah berasaskan keturunan dan nasab keluarga. Mereka hidup secara berkabilah dan setiap kabilah mempunyai norma kumpulannya yang tersendiri, yang wajib dipatuhi tanpa soal.


Keadaan ini turut dikembangkan dalam konteks politik moden apabila kita meneliti perilaku penyokong, pengikut dan pemimpin parti politik. Misalnya, dalam kes pengosongan jawatan Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Kajang, penyandangnya sanggup mengosongkan kerusi hanya kerana mahu memberikan laluan untuk Anwar Ibrahim bertanding.


Kita melihat pelbagai sebab telah dikemukakan bagi merasionalkan kewajaran mengosongkan tempat dan membawa masuk Anwar. Daripada sekecil-kecil alasan untuk mengawal selia kuasa wakil rakyat parti berkenaan hinggalah kepada menjaga kepentingan kuasa agar Selangor dapat dipertahankan daripada ancaman parti lawan.


Walaupun Anwar terlalu banyak kelemahan, beliau tetap dianggap `superhebat dan `superkuat.


Inilah yang dilihat sebagai politik jumud dan ketaksuban melulu, menyamai konsep asabiyah dalam kamus politik Islam.


Kepercayaan dan keyakinan itu membawa tafsiran tentang ketaksuban penyokong terhadap pemimpin sehingga orang lain tidak penting. Sikap itu menyebabkan nilai-nilai asabiyah semakin kental dan dipertahankan kerana sesiapa sahaja yang mungkin berbeza pandangan dan berseberangan pendapat, akan berhadapan kemungkinan disingkirkan.


Menurut pemahaman perkataan asabiyah, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis: Bukan termasuk umatku bagi sesiapa yang menyerukan kepada asabiyah” (Hadis riwayat Abu Daud).


Hadis ini menjelaskan, sesiapa sahaja yang mengajak berkumpul atau bersekongkol dalam kerangka asabiyah, maka sama ertinya menolong orang yang zalim. Rasulullah SAW memberikan pengertian dengan jelas apabila ditanya oleh Wathilah bin al-Asqa: Wahai Rasulullah! Apakah kecintaan kami kepada kaum itu dikatakan al-asabiyyah? Sabda baginda: Tidak, sebaliknya asabiyah itu ialah apabila kamu menolong kaummu atas kezaliman” (Hadis Hasan riwayat Abu Daud).


Budaya politik asabiyah seperti inilah yang seringkali menjerumus umat ke dalam kancah kesesatan dan persengketaan. Bahkan sokongan dan dukungan membuta-tuli kepada sesebuah parti politik jugalah yang mendorong gejala pelampau hingga tergamak membakar jambatan ukhuwah sesama umat Islam.



Article source: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/14/02/06/n0k2hb-mezquita-jejak-islam-yang-tersisa-di-spanyol-bagian2-habis


Asabiyah melulu bakar jambatan ukhuwah

Wednesday, February 5, 2014

Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol (Bagian-1)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Riana Garniati Rahayu

Bangunan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian arsitektur tertinggi kaum pembawa Islam ke Spanyol.


Matador dan tari flamenco, mungkin itu yang terpikir ketika mendengar Spanyol. Belum banyak yang tahu bahwa Spanyol menyimpan pesona tersendiri, terutama bagi umat Islam.


Bagian selatan Spanyol atau yang akrab disebut dengan Andalusia merupakan saksi sejarah bahwa kejayaan Islam pernah mencapai tanah Eropa.


Beberapa peninggalan agama Islam masih bisa ditemui di sana, termasuk sebuah masjid megah yang kini telah berubah menjadi gereja katedral Katolik.


Mezquita-catedral de Cordoba yang artinya Katedral-Masjid Cordoba terletak di Kota Cordoba. Dari tempat tinggal kami di Sevilla, butuh sekitar satu jam untuk sampai ke sana.


Jika Anda tiba di Cordoba dengan kereta api seperti kami, katedral ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer dari stasiun.


Untuk pilihan menumpang bus, haltenya pun tak jauh dari lokasi stasiun. Dengan pertimbangan bahwa kami membawa dua balita, bus menjadi pilihannya. Kami turun di kawasan kota tua dan meneruskan perjalanan dengan sedikit berjalan kaki.


Setibanya di sana, hanya melihat dari luar saja kami sudah dibuat takjub dengan gagahnya the Mezquita atau nama populer katedral tersebut.


Setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung untuk mengagumi bangunan yang mengesankan ini. Kombinasi berbagai gaya arsitektur yang menyatukan unsur-unsur agama Islam dan Kristen memberikan daya tarik tersendiri.


Mengunjungi Mezquita memberikan gambaran tentang bagaimana peradaban dari 1.000 tahun lalu. Bangunan ini pada awalnya merupakan kuil Pagan pada zaman Romawi yang kemudian diubah menjadi gereja Visigoth.


Ketika Islam masuk pada abad pertengahan, Khalifah Abdurrahman I, pemimpin kekhalifahan Cordoba saat itu, membangun dan mengembangkannya menjadi masjid pada 785 Masehi.


Pembangunan dan pengembangan Mezquita kemudian berlangsung sekitar 200 tahun yang dilanjutkan khalifah-khalifah setelahnya.


Pada zaman kekhalifahan Cordoba, umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan. Kota Cordoba merupakan pusat ilmu pengetahuan di kawasan mediterania dengan Mezquita sebagai jantung peradabannya.


Ilmuwan Muslim Ibnu Rusydi atau Averroes adalah salah satu yang terlahir di kota ini. Pada masa Islam, Mezquita tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai tempat pengadilan syariah dan tempat perkuliahan.


Article source: http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/06/18/6/179051/Ratusan-Jemaah-Keluar-dari-Ajaran-Ahmadiyah


Mezquita, Jejak Islam yang Tersisa di Spanyol (Bagian-1)

Titik Nyala Yerusalem yang Termasyhur


Seratus tentara perempuan Israel dan 35 penganut Yahudi Ortodoks dari Amerika Serikat baru-baru ini mengunjungi Kota Lama. Kelompok tersebut ditemani sekelompok jurnalis dan rabi yang terkenal radikal, Yehuda Glick, mantan kepala Institut Temple. Pemukim Israel juga memasuki kota tua Yerusalem dalam beberapa pekan terakhir, salah satunya membuat sisi Kubah Shakhrah sebagai bentuk protes atas larangan masuk bagi non-Muslim. Para pendatang baru juga dilaporkan adu mulut dengan umat Islam yang beribadah.



Glick telah berkampanye untuk mendorong pembangunan tempat ibadah ketiga di lokasi masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah. Sheikh Azzam Al-Khatib, direktur jenderal Urusan Masjid Al-Aqsa, telah mengutuk upaya tersebut, menyebutnya sebagai “sebuah langkah yang berbahaya dan provokatif.”


Kubah emas menghiasi kaki langit Yerusalem



Larangan bagi pengunjung non-Muslim



Lokasi masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah dikenal sebagai Bait-ul-Muqaddas atau tanah suci yang mulia dan menjadi lokasi tersuci ketiga bagi umat Muslim. Lokasi keduanya juga diakui sebagai tempat paling suci bagi umat Yahudi – Al-Haram asy-Syarif – yang dipercaya oleh penganut Yahudi pernah menjadi lokasi Bait Salomo dan Bait Kedua. Bait Kedua hancur di tangan bangsa Romawi pada tahun 70 M.



Tempat ini berkali-kali menjadi lokasi demonstrasi berdarah, bentrokan, pelemparan batu dan penembakan, meski didapuk sebagai simbol religius oleh bangsa Yahudi, umat Kristen dan Muslim.



Al-Aqsa terletak Yerusalem Timur, bagian dari wilayah Palestina yang diakui secara internasional tetapi diduduki militer Israel sejak tahun 1967. Kepala rabi Tembok Ratapan, Shmuel Rabinovitch, kepada DW menyatakan tidak menerima larangan oleh umat Muslim bagi penganut Yahudi untuk masuk alun-alun masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah.


Lokasi yang kontroversial



Sebuah bentuk monopoli?



“Ajaran Yahudi menyatakan kami tidak punya monopoli atas Tuhan – itulah mengapa Tembok Ratapan terbuka bagi siapapun. Tempat suci harusnya terbuka bagi semua orang, tidak peduli agamanya apa, atau pandangan hidupnya.”



Menurut pimpinan agama Yahudi arus utama, penganut Yahudi dilarang masuk ke masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah atas kekhawatiran mereka dapat melanggar kesucian ‘tempat kudus,’ atau tempat suci Bait Kedua.



Rabi Rabinovich mengatakan Yudaisme juga melarang penganutnya untuk menggali ke dalam Al-Haram asy-Syarif. Saat ditanya apa yang ia harapkan dari kesepakatan damai apabila berhasil tercapai tahun ini, ia menyatakan dirinya tidak dapat melihat adanya resolusi terkait klaim atas Yerusalem.



“Yerusalem adalah salah satu lokasi yang paling bermasalah untuk mencapai kata sepakat – tidak segalanya mempunyai solusi. Akan mustahil untuk mengusir Yahudi dari Tembok Ratapan dan saya tidak yakin akan ada solusi atas Kota Lama Yerusalem. Namun saya ingin dunia mengetahui bahwa bangsa Yahudi itu damai dan kami beretika,” tuturnya.


Pemandu wisata di dalam terowongan Tembok Ratapan



Terowongan Tembok Ratapan



Bagian Kota Lama yang kurang terkenal adalah terowongan yang mengular di bawah kawasan Muslim sepanjang Tembok Ratapan.



Kini terowongan yang membatasi masjid Al-Aqsa, Kubah Shakhrah, dan Al-Haram asy-Syarif dibuka untuk kelompok-kelompok turis. Sekilas terowongan seakan terukur di bawah tanah, namun kenyataannya terowongan dibangun di atas tanah.



Meski dulunya umat Muslim memperbolehkan umat Yahudi beribadah selama ratusan tahun, sekarang lokasi tersebut menjadi titik fokus perselisihan dan perbedaan di antara kedua pihak.


Article source: http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/pembimbing-jonas-rivanno-masuk-islam-itu-ikhlas-bukan-karena-nikah-f6f388.html


Titik Nyala Yerusalem yang Termasyhur

DIET (did I eat that?) Ala Rasulullah SAW

REPUBLIKA.CO.ID, Assalaamu’alaikum Wr.Wb.


Bismillaahirrahmaanirrahiim,


Dalam satu literatur saya menemukan singkatan dari diet. Disebutnya dalam bahasa inggris “DIET” stands for: Did I Eat That?. Tapi pemahaman diet yang umum adalah mengatur pola makan.


Menurut istriku, adiknya yang kembar Hilma pernah jatuh lemas dan sekujur tubuhnya berkeringat dingin dikarenakan pola “Diet” yang salah, begitu juga saudara kembarnya Hilda sakit perut yang berkepanjangan, bahkan sampai sesak nafasnya. Awalnya dikarenakan pola makan yang tidak teratur.


Memang agar kurus banyak hal yang diupayakan oleh banyak orang, bukan hanya kaum hawa saja tetapi juga banyak juga para pria yang ingin menjaga penampilannya. Dari mulai Atkins diet, Rawfood diet, Food combaining, diet macan, diet mediterania, acai berry dan berbagai nama diet sampai laris manisnya alat-alat penurun berat badan di tv media.


Biayanya pun beragam dari yang murah sampai yang mahal banget. Tapi saya agak ragu apakah metoda dan pola-pola diet itu banyak berhasilnya atau justru lebih banyak gagalnya.


Jika menela’ah kehidupan Rasulullah SAW, beliau jarang sekali sakit. Pola hidupnya sangatlah sehat. Dari mulai pola makan, istirahat, berolahraga dan sebagainya. Dan mungkin saja bisa dibuat metoda Diet syar’i yang mengikuti pola beliau.


Tentu perlu kajian lebih lanjut dikarenakan makanan-makanan yang berbeda jenisnya dengan makanan kita. Namun ada baiknya kita simak bagaimana islam menuntun umatnya, sebagaimana Alloh swt berfirman; “Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah, 2 : 168).


Sesungguhnya pangkal penyakit kebanyakan bersumber dari makanan. Maka tak heran bila Rasulullah memberi perhatian besar dalam masalah ini. Prinsip pertama makanan dan minuman harus halal dan thoyib (baik).


Maksudnya selain masuk kategori halal, maka makanan dan minuman kaum muslimin juga harus bersih dan mengandung kandungan gizi yang cukup. Juga menghindari dari pola makan yang berlebihan. Sebagaimana ayat ; Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al A’raf, 7 : 31).


Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.” (HR. Ibnu Majah no. 3349 dan dinilai shahih oleh Al Albani dalam shahih sunan Ibnu Majah no. 2720).


Al Fudhail bin Iyyadh mengatakan, “Ada dua hal yang menyebabkan hati menjadi beku dan keras yaitu banyak berbicara dan banyak makan.”“Orang beriman itu makan dengan menggunakan satu lambung sedangkan orang yang kafir makan dengan menggunakan tujuh lambung.” (HR. Bukhari no. 5393, dan Muslim no. 2060).


Mengkonsumsi makanan berlebih selain menyebabkan berbagai macam penyakit juga memotivasi keinginan terhadap dunia yang berlebih. Menurut kajian tasawuf sumber malapetaka yang menimpa manusia itu disebabkan oleh kerakusan terhadap dunia, yang memotivasinya adalah perut dan alat kelamin.


Syahwat kelamin berkaitan dengan perut yang kekenyangan, sedang lapar adalah satu sarana menutup pintu kebinasaan. Ilmu tidak akan masuk kedalam perut yang terisi penuh makanan, banyak makan, banyak minum dan banyak tidur.


Nabi selalu mengambil makanan yang terdekat, memberikan keteladanan kepada orang yang beriman agar tidak diperkenankan “rakus” dan serakah dalam soal makanan.


Rasul lebih sering makan Nabati meski juga memakan daging tapi sesekali saja dan tidak banyak. Daging yang disukai nabi adalah daging yang mudah dicerna yaitu daging bagian lengan. Makanan favorit Rasul adalah labu.


Dari Anas bin Malik mengisahkan, “Seorang tukang jahit mengundang Rasulullah SAW untuk menikmati hidangan makan yang disajikannya. Maka aku mendatangi undangan makan itu bersama Rasulullah. Dia pun menghidangkan di hadapan Rasulullah roti gandum serta kuah berisi labu dan daging. Lalu aku melihat Rasulullah menjumputi labu dari pinggiran pinggan. Maka sejak hari itu aku selalu menyukai labu.”(HR Bukhari).
 
Berikut secara ringkas pola sehat kebiasaan Rasulullah SAW. Beliau bangun di sepertiga malam sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Rasulullah SAW juga biasa bersiwak.


Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda “Seandainya tidak memberatkan ummatku, maka sungguh aku sudah memerintahkan mereka Untuk bersiwak (sikat gigi) setiap kali berwudlu” (HR.Malik, Ahmad, dan Nasai dan dinilai Shohih oleh Ibnu Khuzaimah).


Menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan madu. Tujuh butir kurma ajwa (matang) menjadi kebiasaan Rasulullah saw Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, diriwayatkan hadits dari Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi SAW, bahwa beliau pernah bersabda.“Artinya : Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”.


Hal ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang Khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Sementara itu Bisyir ibnu Al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah saw selamat dari racun tersebut.


Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah Khol (cuka) adalah sejenis cairan. Jika kurma dimasukkan ke dalamnya, cairan tersebut akan terasa manis sehingga bisa diminum,dan minyak zaitun dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti gandum. Manfaatnya banyak sekali, di antara mencegah lemah tulang, kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.
 
Di malam hari, menu utama makan malam adalah sayur- sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Sayyidina Umar ra, berkata : Jangan kau jadikan perutmu sebagai binatang ternak. Maka makanan Komposisi terbaik adalah : 10 % Hewani, 60 % biji-bijian, 30 % Sayuran dan buah.


Nabi makan dari berbagai makanan karena sesungguhnya bila makanan yang satu panas akan dipadamkan oleh makanan lain yang dingin. Sebagaimana hadist dari Abdullah bin Ja’far ra, ia menceritakan, bahwasanya ia melihat Rasulullah SAW menyantap kurma dengan mentimun. (HR. Bukhari dan Muslim)


Setelah makan malam Rasulullah tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas seperti sholat terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Nabi bersabda: “Hancurkan makanmu dengan dzikir dan shalat serta Janganlah tidur setelah makan maka hatimu menjadi keras.” (HR. Ibnu Sunni, Thabrani dan Baihaqi).


Dengan pola seperti itu belum lagi ditambah, pengelolaan hati yang sempurna seperti tidak mudah marah, tidak terganggu stress, selalu berbaik sangka, selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan, jika sakit minum obat-obatan herbal, seperti habbats, madu, juz kurma, dan banyak lagi faktor yang membuat Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa pola hidup sehat adalah pola hidup islami.


Karenanya diet syar’i menjadi salah satu persyaratan dari sekian banyak persyaratan agar menjadi sehat yang terintegrasi. Bukan hanya jasadnya saja tetapi juga sekaligus sehat secara ruhiyah. Semoga duo kembar Hilda dan Hilma, juga kita semua dapat mengambil hikmah diet syar’i ‘ala sunnah ini. Insya Allah.


Article source: http://www.freemalaysiatoday.com/category/opinion/2012/08/24/apa-aku-peduli/


DIET (did I eat that?) Ala Rasulullah SAW

Tuesday, February 4, 2014

Asmirandah bakal diperiksa kasus penistaan agama

Berita Terkait



  • Orang tua bohong, Asmirandah anggap proteksi



  • Asmirandah akui sudah menikah dengan Jonas di luar negeri


  • Asmirandah benarkan foto berdoa di Gereja

Merdeka.com – Asmirandah memang mengaku sudah menikah dengan Jonas Rivanno yang dilakukan di luar negeri. Kendati demikian, dia masih harus menjalani pemeriksaan polisi terkait kasus penistaan agama yang dilaporkan oleh sebuah organisasi masyarakat (Ormas).



Malah Andah, demikian biasa dipanggil, seharusnya diperiksa polisi berbarengan dengan sang ayah, Farmidzi Zantman yang sudah dilakukan pekan lalu.



“Minggu kemarin kami sudah memeriksa bapaknya Asmirandah sebagai saksi. Sebenarnya Andah itu kami periksa bersamaan dengan ayahnya. Tapi karena ada pekerjaan, lewat pengacaranya Andah tidak bisa datang memberi keterangan,” ucap Kasat Reskrim Polres Bogor, Jawa Barat, AKP Didi Purwanto, saat dihubungi, Selasa (4/2).



Asmirandah - stronga href=




Tentunya polisi akan melakukan penjadwalan ulang untuk memeriksa Andah dalam waktu dekat. “Kasusnya akan berlanjut terus,” ungkap Didi.



Seperti diketahui, kasus itu berawal atas pelaporan FPI yang menganggap Jonas Rivanno telah melakukan penistaan agama, dengan cara kembali memeluk agama lamanya setelah berhasil menikahi Andah secara Islam pada pertengahan Oktober lalu. Akibatnya, pernikahan keduanya batal secara agama.



(kpl/aal/rea/dar)












Article source: http://music.okezone.com/read/2013/05/27/386/813133/fatin-dan-x-islam-factor


Asmirandah bakal diperiksa kasus penistaan agama

Minggu Ini Asmirandah Akan Kembali Diperiksa Polres Bogor

Laporan Wartawan Wartakota, Heribertus Irwan Wahyu Kintoko


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesinetron dan bintang film Asmirandah Zantman (24) berencana memberikan keterangan lagi ke penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)Polres Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terkait kasus dugaan penistaan agama.


Kepala Satreskrim Polres Kabupaten Bogor AKP Didi Purwanto mengatakan, kemungkinan Andah –sapaan Asmirandah Zantman– akan kembali diperiksa, pekan ini. Namun, polisi belum dapat memastikan waktu pemeriksaan Andah.


“Kemungkinan (Andah) diperiksa lagi minggu ini. Tapi saya belum bisa memastikannya,” kata Didi ketika melalui telepon, Selasa (4/2/2014) siang.


Semula, Andah akan menjalani pemeriksaan yang kedua, Rabu (29/1/2014). Melalui Afdal Zikrie, pengacara Andah, pemain film ‘Liar’ tersebut tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik karena jadwalnya bersamaan dengan pekerjaan. Penyidik kemudian hanya memeriksa Anton Zantman, ayah Andah.


Sepekan lalu, jelas Didi, penyidik hanya memintai keterangan dari Anton terkait kasus pernikahan Andah dan Vanno yang dilaksanakan di Masjid An-Nur, kawasan Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, pada 17 Oktober 2013.


Dalam pemeriksaannya sebagai saksi, jelas Didi, Anton mengungkapkan, jika dirinya merestui pernikahan Andah dan Jonas Rivanno Watimena (25) alias Vanno. “Bapaknya Andah tidak ada masalah dengan pernikahan itu,” ucap Didi.


Hanya saja, lanjut Didi, Anton kecewa setelah mendengar pernyataan Vanno yang tidak mau mengakui pernikahannya dengan Andah. Tidak hanya itu saja. Anton semakin kecewa setelah Vanno juga membantah jadi mualaf.


Andah dan Vanno harus berurusan dengan polisi setelah sebuah organisasi keagamaan wilayah Depok mengadukan Vanno ke Polres Kabupaten Bogor atas tudingan telah melakukan penistaan agama, medio November 2013. Sebelumnya, Vanno dan Andah menjalani proses klarifikasi kasus tersebut di Polres Kabupaten Bogor pada 10 Desember 2013. (kin)


Article source: http://www.merdeka.com/politik/jk-penyebab-konflik-bukan-agama-tapi-ketimpangan-demokrasi.html


Minggu Ini Asmirandah Akan Kembali Diperiksa Polres Bogor

Friday, January 31, 2014

Tetap Meriah Meski Tak Ada Barongsai di Tambak Bayan

suarasurabaya.net – Suasana meriah perayaan Imlek masih terasa meski tidak ada atraksi barongsai di kampung Tambak Bayan Surabaya, Jumat (31/1/2014). Berbeda dengan tahun sebelumnya, komplek rumah yang dihuni oleh etnik Tionghoa ini, hanya ramai anak-anak yang bermain, dan warga yang membagikan angpao.


Ornamen Imlek seperti lampion, kertas angpao yang digantung, dan ornamen lainnya berwarna merah yang menghiasi lorong kampung dan petak rumah menambah semarak perayaan Imlek di Tambak Bayan Surabaya.



Murtini satu diantara warga Tambak Bayan mengatakan, meskipun bangunan rumah sangat sederhana, namun rasa kekeluargaan di kampung ini masih sangat terasa. Dari tahun ke tahun, perayaan Imlek di tempatnya tinggal selalu mendatangkan kebahagiaan bagi setiap anggota keluarga.



“Memang sudah banyak penduduk sini asli yang sudah meninggal. Sekarang yang tinggal keturunan kedua, tiga, dan empat. Tapi rasa kekeluargaannya tidak pernah berubah,” kata Murtini kepada suarasurabaya.net, Jumat (31/1/2014).



Dia juga mengatakan, kampung yang dikenal sebagai kampung China Tua ini, tidak membeda-bedakan agama dalam merayakan tahun baru china. “Imlek itu sebuah tradisi, di sini banyak yang tidak sembahyang ke Klenteng. Banyak yang beragama Kristen, ada keluarga yang Islam, tapi semua merayakan Imlek di sini,” ujarnya.



Pantauan suarasurabaya.net, suasana di kampung Tambak Bayan mulai pukul 07.00 WIB ramai masyarakat yang berkeliling, masuk rumah satu ke rumah yang lainnya untuk mengucapkan selamat tahun baru China. Anak-anak kecil dan orang yang masih muda mendapatkan angpao dari orang yang tua.



“Memberi angpao sudah jadi tradisi, jadi gak mungkin dihilangkan. Tidak hanya keluarga, masyarakat sekitar juga banyak yang ke sini mengucapkan selamat tahun baru dan mendapatkan angpao,” kata Murtini.



Dia berharap, Imlek 2565 ini semakin membawa kebaikan dan semakin membawa berkah untuk setiap orang. (wak/ipg)



Teks Foto:

- Warga kampung Tambak Bayan Surabaya membagikan angpao.

Foto: Wakhid suarasurabaya.net


Editor: Iping Supingah


Article source: http://hot.detik.com/read/2013/05/21/180429/2252210/230/chicco-jerikho-masuk-islam-demi-laudya-chintya-bella?991104topnews


Tetap Meriah Meski Tak Ada Barongsai di Tambak Bayan

Thursday, January 30, 2014

Rhonda Refaat Terinspirasi dari Sebuah Lagu

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh; Rosida Budi Suryaningsih


Suami tidak pernah memaksanya untuk segera masuk Islam.


Banyak orang menganggap masuknya Rhonda Refaat menjadi bagian dari Muslim karena dipaksa suaminya. Padahal, jauh sebelum ia bertemu dengan suaminya, Rhonda sudah mulai tertarik dengan Islam.


Ia banyak berkutat dengan dunia maya. Rasa penasarannya pada Islam membawanya pada sebuah chat room di Yahoo yang berisikan orang-orang Muslim.


“Saya ingin tahu tentang agama ini dan ingin belajar lebih banyak tentangnya,” katanya, seperti dilansir dari ifoundislam, beberapa waktu lalu.


Tak cukup hanya dari dunia maya saja. Ia juga banyak membaca buku di perpustakaan dan membeli buku-buku yang bisa menjelaskan Islam dengan sangat baik.


Ia lahir dan dibesarkan secara Kristen. Ia juga rajin pergi ke gereja dan membaca Alkitab. Sebenarnya, ada satu pertanyaan yang selalu mengusiknya sejak ia kecil, yaitu tentang status Yesus.


“Saya dulu bertanya kepada ibu saya, mengapa Yesus dianggap sebagai anak Tuhan dan mengapa Tuhan membutuhkan seorang anak?” tanyanya. Namun, pertanyaan itu tak bisa ditemukan jawabannya hingga ia dewasa.


Akan tetapi, Islam mampu menjawab pertanyaan yang membuatnya penasaran setelah bertahun-tahun lamanya.


Setelah banyak membaca buku Islam dan puas akan jawaban yang diberikan oleh sudut pandang Islam, ia semakin yakin pada agama Allah ini. Namun, ia belum berani untuk berpindah agama.


Ia tetap mempertahankan agamanya, bahkan ketika ia menikahi pria Muslim. Ia menikah di Mesir pada Agustus 2006.


Rhonda bersyukur suaminya tak pernah memaksakan kehendak agar ia berpindah agama. Islam memang tak pernah melakukan metode paksaan untuk menggaet umat.


Namun secara halus, suaminya menghujaninya dengan lagu-lagu Islami sepanjang waktu. Setelah menikah, ia kembali ke Amerika Serikat dan selalu dikirimi lagu-lagu Islami.


“Suami saya tahu, saya menyukai musik. Untuk itu, ia tak pernah memaksa saya pindah agama namun memberikan sentuhan halus secara tidak langsung agar saya jatuh cinta dengan Islam,” ujarnya menjelaskan.


Pertama kali ia dikirimi lagu-lagu yang dibawakan Sami Yusuf. Ia kemudian mengoleksi semua album dan selalu memperhatikan makna dari lirik-lirik dari lagunya.


Salah satu lagu favoritnya berjudul Al Mualim, yang menceritakan Muhammad adalah seorang nabi, utusan Allah untuk membawa manusia ke jalan kebenaran. “Aku mulai percaya pada hal ini,” katanya.


Musisi Islam lain yang menarik perhatiannya adalah seorang penyanyi bersuara merdu, Zain Bikha. Lagu-lagu berikut musiknya yang sangat pas, menyentuh hati terdalamnya. Dalam lagu I am a Moslem, lirik lagunya benar-benar merasuk ke benaknya.


Kira-kira liriknya seperti ini, “Ketika aku lahir, kata-kata pertama yang aku dengar adalah kata-kata Allah yang dibisikkan lewat telingaku dan sejak itu aku telah merasakan kekuasaan Allah dalam jiwaku, mengisi kehidupanku. Aku seorang Muslim, Islam ada dalam diriku, Allah Tuhanku, Alquran firman-Nya, Muhammad nabiku, dan kuberikan pujian kepadanya sepanjang waktu. Saya seorang Muslim selamanya.”


Mendengar lirik tersebut, Rhonda pun menitikkan air mata. Ia merasa pastilah sangat beruntung para perempuan yang lahir sebagai Muslim dan hidupnya menjadi tenang, tidak sepertinya.


Banyak memahami makna dari lirik lagu Islami ini, akhirnya membuat Rhonda semakin mantap untuk masuk Islam. Hal ini kemudian diutarakan kepada suaminya saat ia mengunjungi Mesir pada Juli 2007.


Meski suaminya sangat senang dengan hal ini, ia ingin memastikan Rhonda benar-benar yakin dengan keputusannya.


Ia kemudian memberikan waktu selama satu bulan untuk mempertimbangkan masalah tersebut dan benar-benar yakin pada langkah yang akan diambil nantinya.


“Suami saya sangat bijaksana sekali. Dalam waktu satu bulan selama saya di Mesir ini, saya terus berdoa menggunakan bahasa Inggris dan mulai belajar bahasa Arab, juga belajar gerakan shalat dan surat-surat pendek dalam bacaan Alquran, terutama surat al-Fatihah,” ujarnya.


Pada 14 Agustus 2007, suami Rhonda membawanya ke Al Azhar, kemudian membantunya untuk bertemu imam di sana dan mengucapkan syahadat secara resmi.


Rhonda akhirnya masuk Islam dengan senyum puas mengembang setelahnya. “Saya sangat bangga mengucapkan ‘saya seorang Muslimah’ pada dunia,” katanya.


Meski syahadat telah diucapkan, ia belum berani untuk mengenakan jilbab. Lagi-lagi suaminya pun tak memaksanya untuk harus menggunakan jilbab.


“Suami saya berkata, memakai jilbab itu adalah sebuah pilihan bagi saya, tentang hubungan saya dengan Allah. Ia tak mau jika saya mengenakan jilbab hanya demi dirinya,” ujar Rhonda menjelaskan.


Lama kelamaan Rhonda pun tahu hukum memakai jilbab bagi seorang Muslimah. Sama halnya dengan keputusannya masuk Islam, keputusannya untuk mengenakan jilbab dan busana Muslim datang dari hatinya sendiri, tanpa paksaan dari siapa pun.


Article source: http://www.wartanews.com/timur-tengah/827c3d75-3a1d-4447-90a1-78334a73766f/bassem-yousef-nampak-cantik-harus-memakai-jilbab-seperti-wanita


Rhonda Refaat Terinspirasi dari Sebuah Lagu

Wednesday, January 29, 2014

Militer Filipina Serang Pembelot Biff Garis Keras

Normal

0



false

false

false


EN-US

X-NONE

X-NONE





<w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"

DefSemiHidden=”true” DefQFormat=”false” DefPriority=”99″

LatentStyleCount=”267″>

<w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Normal”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”heading 1″/>



<w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Title”/>


<w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Subtitle”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Strong”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Emphasis”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Table Grid”/>


<w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”No Spacing”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 1″/>


<w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”List Paragraph”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Quote”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Intense Quote”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 1″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 2″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 3″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 4″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 5″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Shading Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light List Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Light Grid Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 1 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Shading 2 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 1 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium List 2 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 1 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 2 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Medium Grid 3 Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Dark List Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Shading Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful List Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” Name=”Colorful Grid Accent 6″/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Subtle Emphasis”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Intense Emphasis”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Subtle Reference”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Intense Reference”/>

<w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"

UnhideWhenUsed=”false” QFormat=”true” Name=”Book Title”/>



/* Style Definitions */

table.MsoNormalTable

{mso-style-name:”Table Normal”;

mso-tstyle-rowband-size:0;

mso-tstyle-colband-size:0;

mso-style-noshow:yes;

mso-style-priority:99;

mso-style-qformat:yes;

mso-style-parent:”";

mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;

mso-para-margin-top:0in;

mso-para-margin-right:0in;

mso-para-margin-bottom:10.0pt;

mso-para-margin-left:0in;

line-height:115%;

mso-pagination:widow-orphan;

font-size:11.0pt;

font-family:”Calibri”,”sans-serif”;

mso-ascii-font-family:Calibri;

mso-ascii-theme-font:minor-latin;

mso-hansi-font-family:Calibri;

mso-hansi-theme-font:minor-latin;}


 


Manila,  ( Berita ) :  Militer Filipina Senin menyerang faksi pembelot gerilyawan Muslim, dua hari setelah kelompok gerilyawan Muslim utama negara itu mengakhiri dengan sukses perundingan-perundingan untuk menghentikan pemberontakan sepuluh tahun yang telah menewaskan puluhan ribu orang.


Tentara, yang didukung artileri, menyerang gerilyawan Pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro (BIFF) di satu desa terpencil di pulau selatan Mindanao, memicu pertempuran yang memaksa ratusan warga sipil melarikan diri, kata militer.


Juru bicara militer regional Dickson Hermoso mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu diluncurkan dalam upaya menangkap sekitar 25 pemimpin BIFF, kelompok kecil sekitar 250-400 gerilyawan yang menentang proses perdamaian.


Serangan dimulai pada Senin pagi dan terus berlangsung sepanjang hari, menurut Kolonel Hermoso, yang mengatakan tidak ada korban langsung dalam bentrokan tersebut.


Hermoso mengatakan, Front Pembebasan Islam Moro (MILF), berkekuatan 12.000 pejuang  telah menyelesaikan perundingan perdamaian dengan pemerintah pada akhir pekan, sedang membantu militer. “MILF adalah bagian dari operasi penegakan hukum. Mereka hanya mengamankan komunitas mereka sehingga mereka (pejuang BIFF) tidak bisa masuk. Mereka juga marah pada BIFF,” katanya kepada AFP.


Juru bicara militer MILF, Von al-Haq, menegaskan bahwa militer telah berkoordinasikan dengan MILF sebelum serangan. “BIFF tidak bisa masuk (ke wilayah kami.) Kami memiliki garis di mana kita telah kembali memposisikan (personil). Jika mereka berjalan di sana, mereka tidak bisa masuk ke sana kecuali mereka menyerah,” katanya kepada AFP.


MILF telah memimpin pemberontakan di Filipina selatan sejak 1970-an ditujukan untuk mencapai kemerdekaan atau otonomi untuk minoritas Muslim negara itu  di Mindanao, yang mereka anggap sebagai tanah air leluhur mereka. Sekitar 150.000 orang diperkirakan telah tewas dalam konflik.


Setelah 18 tahun perundingan, MILF Sabtu menyepakati bagian akhirdari perjanjian perdamaian yang akan memberikan warga Muslim sebuah tingkat otonomi lebih besar di selatan, termasuk kendali atas banyak sumber daya alam di wilayah itu.


Kesepakatan perdamaian diharapkan akan ditandatangani dalam beberapa pekan mendatang dan Presiden Benigno Aquino berkeinginan kesepakatan itu harus sepenuhnya dilaksanakan sebelum ia mundur pada pertengahan tahun 2016. Namun rintangan lain masih tampak jelas, termasuk persetujuan Kongres dan plebisit regional, serta oposisi dari kelompok gerilyawan  yang lebih kecil seperti BIFF.


BIFF memisahkan diri dari MILF secara bertahap setelah pemimpinnya, Ulama Ameril Umbrakato yang dilatih di Arab Saudi, menuduh kelompok Muslim utama mengkhianati keinginan wilayah itu untuk mencapai  kemerdekaan.


Umbrakato memimpin serangan terhadap kota-kota mayoritas Kristen di selatan pada tahun 2008, menyebabkan kematian lebih dari 400 orang dan membuat 750.000 orang lainnya terlantar. (ant/afp)


 



Article source: http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/08/25/63763/438/13/Deso-Dogg-mantan-rapper-Jerman-yang-masuk-islam


Militer Filipina Serang Pembelot Biff Garis Keras

Warisan Budaya Hancur Akibat Perang

Jembatan Dua Dunia


Stari Most, sebuah jembatan di Bosnia dan Herzegovina, lebih dari sekedar situs budaya. Selama berabad-abad, jembatan ini menjadi penghubung simbolik antara timur dan barat, antara dunia Kristen dan Islam, dan antara warga Katolik Kroasia dan Ortodoks Serbia. Jembatan hancur November 1993 saat Perang Bosnia. Namun sejak itu telah dibangun kembali dan masuk daftar Warisan Budaya tahun 2005.


Article source: http://www.tribunnews.com/regional/2014/01/20/pemuda-desa-kema-2-dan-kema-3-perang-batu


Warisan Budaya Hancur Akibat Perang

Anton: Andah Sudah Cocok Sama Dude, Kenapa Harus Pilih Rivano ?

Sejak Asmirandah lebih memilih Jonas Rivano, sang ayah, Anton Zantman, sebenarnya sudah menyimpan kekecewaan yang sangat dalam. Jika sebelumnya  Ia mau menerima  Rivano dengan tangan terbuka, kini ia sangat membencinya bahkan membanding-bandingkannya dengan Dude Herlino.


“Dulu sama Dude sudah bagus, tapi kenapa pilihnya Vano?” sesal Anton saat ditemui wartawan di rumah kediamannya di Depok, Jawa Barat.


Di akui oleh Anton, ada beberapa hal yang membuat dirinya tidak lagi menaruh simpatik pada Rivano, salah satunya masalah pernikahan dengan anaknya. Rivano waktu itu berkata kalau dirinya tidak lagi menjadi seorang mualaf. Andah pun menggugat ke Pengadilan Agama Depok untuk membatalkan pernikahannya tersebut.


Tetapi Anton juga percaya bahwa Andah tidak akan semudah itu melupakan Rivano, bahkan ia menduga anakna telah menikah kembali dengan Rivano tanpa sepengetahuannya, terlebih setelah beredarnya foto Asmirandah bersama Rivano di sebuah gereja.


Anton kini hanya bisa menyesali perbuatan anaknya jika apa yang ditakutkannya selama ini ternyata benar adanya.


“Padahal orang sepanjang jalan raya ini mau sama dia. Di Brunei pun ada yang minta dia jadi istrinya. Itu di rumah numpuk surat buat dia minta jadi istrinya,” ungkap Anton.


[ars]


Article source: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/29/219508491/Foto-Mesra-Bella-dan-Sang-Jenderal-Beredar-Luas


Anton: Andah Sudah Cocok Sama Dude, Kenapa Harus Pilih Rivano ?

Tuesday, January 28, 2014

Angel Lelga Mualaf Setelah Dinikahi Rhoma Irama

Perjalanan Karir Angel (2)





Angel Lelga Mualaf Setelah Dinikahi Rhoma Irama




Liputan6.com, Jakarta : Dunia hiburan Indonesia sempat dihebohkan dengan kabar pernikahan siri Raja Dangdut Rhoma Irama dengan Angel Lelga. Awalnya, keduanya memang hanya bermain bareng dalam sebuah sinetron berjudul Ibnu Sabil. Namun, siapa sangka kalau Rhoma pernah menolak Angel karena kalah ukuran tinggi badan.


Berita Terkait



Angel Lelga Pilih ke Jakarta Demi Jadi Artis


Angel Lelga Pilih ke Jakarta Demi Jadi Artis



Punya 1000 Lagu, Berapa Royalti yang Diterima Rhoma Irama?


Punya 1000 Lagu, Berapa Royalti yang Diterima Rhoma Irama?


Saat sedang mencari lawan main di sinetron Ibnu Sabil, para kru sudah mengajukan enam calon pemain wanita yang cantik-cantik, namun semuanya selalu ditolak Rhoma. Awak Ibnu Sabil yang tak ingin terlalu lama menunggu jadwal pengambilan gambar, berinisiatif menawarkan Angel Lelga. Lantaran postur tubuh Angel cukup tinggi (170 cm) dianggap terlalu tinggi ketimbang Rhoma, Angel pun sempat ditolak.


Namun, sutradara Ibnu Sabil, Mathias Harun tak patah arang. Dia meminta penulis skenario bernegosiasi dengan Rhoma. Akhirnya Rhoma bersedia mempertimbangkan Angel sebagai lawan main. Rhoma meminta Angel datang ke kediamannya di bilangan Mampang, Jakarta Selatan. Sikap Rhoma pun meluntur. Ia kemudian menerima Angel sebagai lawan main sebagai wanita penghibur yang memeluk Islam. Ternyata, Angel kemudian tidak hanya mampu meluluhkan hati Rhoma sebagai pemain utama, tetapi juga meluluhkan hatinya sebagai seorang lelaki.


Pada saat sinetron Ibnu Sabil tengah diproduksi, Rhoma tepergok tengah berada di apartemen Angel pada tengah malam. Saat itu Pangki Suwito, suami Yatti Octavia bersama sejumlah kru infotainment memergokinya. Rhoma mengklarifikasi dengan mengatakan kedatangannya ke apartemen Angel hanya sekadar mengambil skrip sinetron yang tertinggal. Namun, bisik-bisik yang menyebut Rhoma telah menikahi Angel semakin santer terdengar.


Sampai kemudian, Angel tersangkut perkara kriminal. Ia dituduh mencuri perhiasan senilai puluhan juta rupiah milik seorang wanita bernama Hilda. Sang Raja Dangdut kembali tersangkut kasus ini. Ia turut dimintai keterangan oleh polisi karena dianggap tahu darimana asal perhiasan yang dimiliki Angel ketika itu. Mulailah terkuak dari mulutnya, bahwa Angel telah menjadi wanita halal baginya. Meski ia masih tak juga mau berterus terang telah menikahi Angel.


Untuk kali kedua, akhir Juli lalu, Rhoma kepergok ada di rumah Angel di Cibubur. Rhoma dan Angel terekam kamera tengah cekcok hebat. Bahkan, pertengkaran keduanya sempat terekam sebuah tayangan infotainmen. Angel diketahui sempat memukul dada kanan Rhoma yang diperkirakan menjadi penyebab sakitnya sang Raja Dangdut itu hingga harus dirawat di rumah sakit.



Angel sendiri sempat mendatangi tempat di mana Rhoma dirawat. Angel beralasan jika dirinya ingin menjenguk suaminya. Padahal disitu, banyak wartawan yang sengaja menunggu. Alhasil, kedatangan Angel ini membuat heboh dan Angel sempat pingsan sampai akhirnya dibawa masuk ke ruangan Rhoma.


Ketika dirawat itulah, Rhoma akhirnya mengaku telah menikah Angel secara siri, tetapi kemudian langsung menceraikannya. Tak ada yang bisa menjawab apakah Angel Lelga diceraikan karena tersangkut perkara kriminal tempo hari atau karena menuntut sang suami memberikan status perkawinan yang jelas.


Tak jelas memang kapan Angel dinikahi Rhoma. Baik Rhoma maupun Angel memang tidak lagi menjelaskan mengenai hubungan keduanya. Kabarnya, pernikahan keduanya dilakukan di Pondok Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara pada 6 Maret 2003 lalu. Konon, dai sejuta umat, mendiang KH Zainuddin MZ yang menjadi saksi pernikahannya.



“Pada awal Maret 2003 lalu, saya sedang berada di Cirebon. Dan sepulang ke Jakarta, saya jatuh sakit dan dirawat selama tiga hari di RS Pertamina karena penyakit infeksi lambung,” kata KH Zainuddin MZ, waktu itu.


Menjawab pertanyaan seputar hebohnya Rhoma-Angel Lelga yang dipergoki sekamar di Apartemen Semanggi, KH Zainuddin MZ tak mau menanggapinya.


“Karena saya memang enggak tahu kejadiannya, dan saya enggak ingin berlarut-larut. Saya dan Rhoma memang bersahabat (dulu keduanya pernah sama-sama aktif di Yayasan Hira, red) sebatas dalam hubungan kerja, di luar itu, misalnya hubungan rumah tangganya, saya enggak tahu dan enggak mau ikut campur,” kata Zainuddin.



Pasca menikah dengan Rhoma, Angel pun menjalani kehidupannya di dunia entertainmen dengan menggunakan embel-embel janda Rhoma Irama. Pernikahan sirri yang pernah dilakukannya itu pun membuat dirinya kapok.


“Nikah siri lagi? Ih amit-amit, lebih enjoy jadi janda bisa cari duit sendiri,” kata Angel yang mengaku kapok jika kelak harus menikah siri lagi.


Bahkan, pasca bercerai dengan Rhoma, Angel mengaku belum mau memiliki pacar. Walau mengaku tidak trauma, Angel belajar banyak dari kegagalannya berumah tangga.



“Biarlah semua menjadi pelajaran hidup buat aku. Kalau punya pacar, aku ingin enggak satu profesi lagi. Yang penting, orang itu mengerti dan mendukung karier aku. Dia juga mencintai aku dan cerdas,” jelasnya.(Adt)


Baca juga:
Angel Lelga Pilih ke Jakarta Demi Jadi Artis



1 Komentar Untuk Artikel Ini



  • Eso Sukarso


    2014-01-28 21:29:38


    TUJUANYA baik CARANYA juga harus baik.TUJUANYA :Menikah siri secara Agama xxxxx baik(halal)sah, asal sudah terpenuhi syarat rukunya.CARANYA :Kurang baik,karena Menikah tidak didaftarkan(dicatat)di KUA.Sebagai orang yang Beragama dan sebagai warga Negara y






loading comment box



Kirim Komentar



Nama

:

Email

:


Komentar

:


Security Code

:



‘ + $(‘#nama’).val() + ‘



‘ + komentar + ‘


‘;

$(‘#comment-list’).prepend(isi);

$(“#frmKomentar”).html(‘

Terima Kasih Telah Mengirimkan Komentar


‘);

} else {

alert(data);

$(“#siimage”).attr(‘src’, base_url + ‘show_image/sid=’ + Math.random());

$(“#code”).val(“”);

$(“#code”).focus();

}

$(“#frmKomentar”).unblock();

}

});

}

});

});


Article source: http://music.okezone.com/read/2013/03/07/389/772722/lim-bun-uh-yang-xue-ling-duo-mualaf-rilis-album-religi


Angel Lelga Mualaf Setelah Dinikahi Rhoma Irama